Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM ALAT UKUR DAN PENGUKURAN

OSILOSKOP II

Oleh
Danuar Trianur Rohman 091331039
Tanggal Percobaan : Kamis, 17 Desember 2009 Partner Kelas : Abdul Baits Fauziyyah : 1TCB (091331033) (091331045)

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2009


OSILOSKOP II

I. TUJUAN
1. 2. Mempelajari prinsip kerja osiloskop. Mempelajari bermacam-macam penggunaan osiloskop

II. ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN


1 buah osiloskop dual trace 1 buah generator fungsi 1 buah sumber daya searah 1 buah rangkaian pengeseran fasa Kabel-kabel penghubung

III. LANGKAH PERCOBAAN


1. Melakukan kalibrasi 1. Menhubungkan osiloskop dengan tegangan jala-jala. 2. Saklar power pada posisi on. Menunggu sampai pada layar keluar berkas elektronnya. 3. Mengatur posisi gambar pada layar sehingga terletak ditengah-tengah. Jika gambar masih bergerak terus maka aturlah posisi tombol sinkronisasi sampai diperoleh gambar yang diam. 4. Menghubungkan terminal input A dengan terminal kalibrasi yang ada pada panel depan osiloskop. 5. Mengamati bentuk gelombang dan tinggi amplitudonya. Amplitudo sinyal kalibrasi harus sesuai dengan yang tertera pada osiloskop, yaitu sebesar 1 Vpp. 6. Mengukur tegangan serta periodanya untuk beberapa harga volt / divisi dan time/divisi. 7. Mengulangi langkah-langkah diatas untuk kanal B.

Laporan Praktikum Alat Ukur dan Pengukuran (OSILOSKOP 2)

2. Mengukur tegangan searah 1. Mengatur tegangan output sumber daya searah sebesar 2 volt diukur dengan voltmeter. 2. Menghubungkan input kanal A dengan output sumber daya searah. 3. Saklar osiloskop pada DC, membaca beberapa tegangan yang diukur oleh osiloskop. 3. Mengukur tegangan bolak balik 1. Mengatur generator sinyal pada frekuensi 1 kHz gelombang sinus dengan tegangan besar 2 volt r/ms diukur dengan voltmeter elektronik. 2. Kemudian mengukur tegangan ini dengan osiloskop. 4. Mengukur frekuensi (secara langsung) 1. Menghubungkan output dari generator fungsi dengan input kanal A saklar fungsi dari generator dipasang pada posisi sinus. 2. Mengamati bentuk gelombang yang tertera pada layar ukurlah frekuensinya . Kemudian mencatat penunjukan frekuensi yang ditunjukan oleh frekuensi dari generator fungsi. 3. Membandingkan hasil pengukuran frekuensi dengan osiloskop dengan frekuensi yang ditujukan oleh generator, apakah perbedaannya? 4. Mengulangi langkah 2 dan 3 untuk gelombang gigi gergaji/ segitiga dan gelombang segiempat. 5. Mengukur beda fasa 1. Mengatur generator fungsi 1 kHz gelombang sinus, dengan tegangan 2 volt peak to peak. 2. Menghubungkan generator sinyal ini dnegan input rangkaian penggeser fasa. 3. Menghubungkan kanal A dengan input penggeser fasa ( kanal A mengukur tegangan generator ) dank anal B dihubungkan dengan output penggeser fasa.

Laporan Praktikum Alat Ukur dan Pengukuran (OSILOSKOP 2)

4. Mengukur beda fasa antara sinyal dan output rangkaian penggeser fasa ini menggunakan : a. Metode Lissajous b. Metode osiloskop Dual Trace untuk beberapa kedudukan potensiometer.

IV. Data Hasil Percobaan


1. Kalibrasi Channel 1 dan 2 menggunakan Gw Osiloskop 60S-622G 20 Mhz. f = 1 Khz T = = = 1 ms Volts / Div = 1 V Time / Div = 0,5 ms

2.

Mengukur tegangan searah Volts / Div = 2 V Time / Div = 1 ms

Laporan Praktikum Alat Ukur dan Pengukuran (OSILOSKOP 2)

3. Mengukur tegangan bolak- balik. Perhitungan: Vpp = Veff =2 x2 x2 Volts / Div = 1 Volt Time / Div = 1 ms

= 2,8 x 2 = 5,6 Volt Pengukuran : Vpp = 6 Volt

4.

Mengukur frekuensi (Cara Langsung) Gelombang sinus Pengukuran : T = 1 ms Volts / Div = 1 Volt10-3 Time / Div = 1 ms

f = =

= 1 Khz

Laporan Praktikum Alat Ukur dan Pengukuran (OSILOSKOP 2)

Gelombang segitiga T = 1 ms f = 1 Khz

Volts / Div = 2 Volt Time / Div = 1 ms

Gelombang segiempat

Volts / Div = 2 Volt Time / Div = 1 ms T = 1 ms f = 1 Khz

5. Mengukur Beda Fasa Time / Div = 0,5 ms Laporan Praktikum Alat Ukur dan Pengukuran (OSILOSKOP 2) 6

Q= =

x 360o x 360o = 108o

= arc sin
= arc sin = 75o

V. Analisa
Analisa yang kami peroleh dari percobaan yang kami lakukan yaitu dalam mengukur tegangan searah maupun tegangan bolak balik terjadi kemungkinan terjadinya kesalahan yang disebabkan oleh kalibrasi. Sedangkan dalam pengukuran beda fase antara dua buah sinyal dapat dilakukan dengan dua buah cara yaitu dengan osiloskop dual tranve dan dengan metode lissajous.

VI. Kesimpulan
Osiloskop adalah alat ukur besaran listrik yang dapat memetakan sinyal listrik. Osiloskop 'Dual Trace' dapat memperagakan dua buah sinyal sekaligus pada saat yang sama. Cara ini biasanya digunakan untuk melihat bentuk sinyal pada dua tempat yang berbeda dalam suatu rangkaian elektronik.

Laporan Praktikum Alat Ukur dan Pengukuran (OSILOSKOP 2)