Anda di halaman 1dari 13

PENGARUH 4G TERHADAP TEKNOLOGI TELEPON SELULER

Karya tulis ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Oleh Danuar Trianur Rohman 091331039

Program Studi Teknik Telekomunikasi Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Bandung

2009
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang dan Rumusan Masalah Dunia informasi saat ini seakan tidak bisa terlepas dari teknologi. Konsumsi masyarakat akan teknologi menjadikan teknologi semakin lama semakin canggih. Komunikasi yang dulunya memerlukan waktu yamg lama dalam penyampaiannya kini dengan teknologi segalannya menjadi sangat dekat dan tanpa jarak. Kini teknologi telah berkembang pesat dan semakin maju seiring dengan perkembangan zaman. Teknologi yang baru-baru ini muncul pada telepon seluler adalah 4G (fourth generation). Teknologi ini merupakan kelanjutan dari proses perkembangan teknologi telepon seluler. Dengan adanya kemunculan teknologi 4G ini penulis menjadi terpacu dan ingin membahasnya karena penulis pikir hal ini cukup menarik bagi penulis. Oleh sebab itu dalam karya tulis ini akan dibahas apa itu 4G, pengaruh 4G pada telepon seluler, generasi-generasi pada telepon seluler sebelum 4G, dan perbedaan antara 4G dengan generasi sebelumnya. Pembahasan tersebut dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai 4G. 1.2 Ruang Lingkup Kajian Dalam karya tulis ini akan dibahas mengenai beberapa hal, yang pertama pengenalan 4G, dalam pengenalan ini akan dibahas mengenai apa itu sebenarnya 4G. Hal yang akan dibahas selanjutnya adalah perkembangan teknologi telepon seluler dari masa ke masa, perkembangan disini dimulai dari perkembangan teknologi telepon seluler yang paling awal hingga 4G. Kemudian hal yang terakhir yang akan dibahas adalah keunggulan dari masing-masing teknologi telepon seluler, keunggulan disini dapat berupa program maupun fasilitas yang disediakan dari tiap-tiap teknologi pada telepon seluler. 1.3 Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah untuk mengetahui perkembangan teknologi telepon seluler dari yang awal atau yang pertama hingga saat ini yaitu 4G, tujuan berikutnya adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang 4G, sehingga masyarakat nantinya akan mengetahui apa itu sebenarnya 4G

dan masyarakat dapat menentukan perlu atau tidak perlukah untuk menggunakan telepon seluler dengan teknologi 4G. 1.4 Cara Memperoleh Data Awalnya penulis bingung karya tulis tentang apa yang akan dibuat untuk tugas bahasa Indonesia. Tapi, kemudian penulis pergi ke warnet yang dekat dengan tempat penulis berada. Disitu penulis mencoba untuk browsing hal yang berkaitan dengan telekomunikasi, dari situ muncul berbagai sumber tentang telekomunikasi. Akhirnya penulis memutuskan untuk mengambil data mengenai 4G. Jadi, data yang ada dalam karya tulis ini penulis peroleh dengan cara browsing di internet. Data-data tersebut kemudian penulis kumpulkan jadi satu lalu penulis memilih data yang memang benar-benar dibutuhkan dalam karya tulis ini, penulis juga tidak lupa menyimpan alamat hasil browsing tersebut. 1.5 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan karya tulis ini terbagi dalam 4 bab yang pertama bab pendahuluan dalam bab ini berisi 5 bagian yaitu latar belakang dan rumusan masalah, ruang lingkup kajian, tujuan penulisan, cara memperoleh data, dan yang terakhir sistematika penulisan. Pada bab selanjutnya ada bab yang kedua bab kedua merupakan deskripsi masalah, dalam bab ini akan dibahas mengenai pengertian atau definisi 4G, perkembangan teknologitelepon seluler dari yang pertama sampai sekarang ini, dan yang terakhir akan dibahas mengenai karakteristik teknologi telepon seluler karakteristik ini berupa keunggulan masing-masing teknologi padda telepon seluler. Bab yang ketiga yaitu pembahasan masalah, dalam bab ini berisi tentang aplikasi 4G itu sendiri yaitu teknologi 4G di Indonesia, dan kebutuhan masyarakat akan 4G. Bab yang terakhir yaitu bab yang keempat adalah kesimpulan dan saran. Dalam bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran. Kesimpulan dan saran tersebut penulis tulis sendiri dan tanpa campur tangan pihak lain.

BAB II DESKRIPSI MASALAH


2.1 Definisi 4G Generasi keempat atau 4G adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: fourth-generation technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada pengembangan teknologi telepon seluler. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah "3G and beyond". Sistem 4G akan dapat menyediakan solusi IP yang komprehensif dimana suara, data, dan arus multimedia dapat sampai kepada pengguna kapan saja dan dimana saja, pada rata-rata data lebih tinggi dari generasi sebelumnya. Belum ada definisi formal untuk 4G. Bagaimanapun, terdapat beberapa pendapat yang ditujukan untuk 4G, yakni: 4G akan merupakan sistem berbasis IP terintegrasi penuh. Ini akan dicapai setelah teknologi kabel dan nirkabel dapat dikonversikan dan mampu menghasilkan kecepatan 100Mb/detik dan 1Gb/detik baik dalam maupun luar ruang dengan kualitas premium dan keamanan tinggi. 4G akan menawarkan segala jenis layanan dengan harga yang terjangkau. Setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi internet telephony yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP). Semua jenis radio transmisi seperti GSM, TDMA, EDGE, CDMA 2G, 2.5G akan dapat digunakan, dan dapat berintegrasi dengan mudah dengan radio yang di operasikan tanpa lisensi seperti IEEE 802.11 di frekuensi 2.4GHz & 5-5.8Ghz, bluetooth dan selular. Integrasi voice dan data dalam channel yang sama. Integrasi voice dan data aplikasi SIP-enabled. (http://id.wikipedia.org/wiki/4G) 2.2 Perkembangan Teknologi Telepon Seluler Data berikut diambil dari http://id.wikipedia.org/wiki/Telepon_seluler 2.2.1 Generasi 0

Handie-talkie SCR536 Sejarah penemuan telepon seluler tidak lepas dari perkembangan radio. Awal penemuan telepon seluler dimulai pada tahun 1921 ketika Departemen

Kepolisian Detroit Michigan mencoba menggunakan telepon mobil satu arah. Kemudian, pada tahun 1928 Kepolisian Detroit mulai menggunakan radio komunikasi satu arah regular pada semua mobil patroli dengan frekuensi 2 MHz. pada perkembangan selanjutnya, radio komunikasi berkembang menjadi dua arah dengan frequency modulated (FM). Tahun 1940, Galvin Manufactory Corporation (sekarang Motorola)mengembangkan portable Handie-talkie SCR536, yang berarti cebuah alat komunikasi di medan perang saat perang dunia II. Masa ini merupakan generasi 0 telepon seluler atau 0-G, dimana telepon seluler mulai diperkenalkan. Setelah mengeluarkan SCR536,kemudian pada tahun 1943 Galvin Manufactory Corporation mengeluarkan kembali partable FM radio dua arah pertama yang diberi nama SCR300 dengan model backpack untuk tentara U.S. Alat ini memiliki berat sekitar 35 pon dan dapat bekerja secara efektif dalam jarak operasi 10 sampai 20 mil. Sistem telepon seluler 0-G masih menggunakan sebuah sistem radio VHF untuk menghubungkan telepon secara langsung pada PSTN landline. Kelemahan sistem ini adalah masalah pada jaringan kongesti yang kemudian memunculkan usaha-usaha untuk mengganti sistem ini. Generasi 0 diakhiri dengan penemuan konsep modern oleh insinyurinsinyur dari Bell Labs pada tahun 1947. Mereka menemukan konsep penggunaan telepon hexagonal sebagai dasar telepon seluler. Namun, konsep ini baru dikembangkan pada 1960-an. 2.2.2 Generasi I

Telepon seluler generasi 1G Telepon seluler generasi pertama disebut juga 1G. 1-G merupakan telepon seluler pertama yang sebenarnya. Tahun 1973, Martin Cooper dari Motorola Corp menemukan telepon seluler pertama dan diperkenalkan kepada public

pada 3 April 1973. Telepon seluler yang ditemukan oleh Cooper memiliki berat 30 ons atau sekitar 800 gram. Penemuan inilah yang telah merubah dunia selamanya. Teknologi yang digunakan 1-G masih bersifat analog dan dikenal dengan istilah AMPS. AMPS menggunakan frekuensi antara 825 Mhz- 894 Mhz dan dioperasikan pada Band 800 Mhz. Karena bersifat analog, maka sistem yang digunakan masih bersifat regional. Salah satu kekurangan generasi 1-G adalah karena ukurannya yang terlalu besar untuk dipegang oleh tangan. Ukuran yang besar ini dikarenakan keperluan tenaga dan performa baterai yang kurang baik. Selain itu generasi 1-G masih memiliki masalah dengan mobilitas pengguna. Pada saat melakukan panggilan, mobilitas pengguna terbatas pada jangkauan area telpon seluler. 2.2.3 Generasi II

Telepon seluler tahun 1996 Generasi kedua atau 2-G muncul pada sekitar tahun 1990-an. 2G di Amerika sudah menggunakan teknologi CDMA, sedangkan di Eropa menggunakan teknologi GSM. GSM menggunakan frekuensi standar 900 Mhz dan frekuensi 1800 Mhz. Dengan frekuensi tersebut, GSM memiliki kapasitas pelanggan yang lebih besar. Pada generasi 2G sinyal analog sudah diganti dengan sinyal digital. Penggunaan sinyal digital memperlengkapi telepon seluler dengan pesan suara, panggilan tunggu, dan SMS. Telepon seluler pada generasi ini juga memiliki ukuran yang lebih kecil dan lebih ringan karena penggunaan teknologi chip digital. Ukuran yang lebih kecil juga dikarenakan kebutuhan tenaga baterai yang lebih kecil. Keunggulan dari generasi 2G adalah ukuran dan berat yang lebih kecil serta sinyal radio yang lebih rendah, sehingga mengurangi efek radiasi yang membayakan pengguna.

2.2.4 Generasi III

Ponsel 3-G Generasi ini disebut juga 3G yang memungkinkan operator jaringan untuk memberi pengguna mereka jangkauan yang lebih luas, termasuk internet sebaik video call berteknologi tinggi. Dalam 3G terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi yaitu Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000. Kelemahan dari generasi 3G ini adalah biaya yang relater lebih tinggi, dan kurangnya cakupan jaringan karena masih barunya teknologi ini. 2.2.5 Generasi IV Generasi ini disebut juga Fourt Generation (4G). 4G merupakan sistem telepon seluler yang menawarkan pendekatan baru dan solusi infrstruktur yang mengintegrasikan teknologi wireless yang telah ada termasuk wireless broadband (WiBro), 802.16e, CDMA, wireless LAN, Bluetooth, dlll. sistem 4G berdasarkan heterogenitas jaringan IP yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan beragam sistem kapan saja dan dimana saja. 4G juga memberikan penggunanya kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas utnuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda. Terakhir,4G memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti, video conferencing, game on-line , dll. Dari data diatas penulis dapat merumuskan perkembangan teknologi nirkabel dari masa lampau hingga sekarang yang dirangkum menjadi

Generasi pertama: hampir seluruh sistem pada generasi ini merupakan sistem analog dengan kecepatan rendah (low-speed) dan suara sebagai objek utama. Contoh: NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Analog Mobile Phone System). Generasi kedua: dijadikan standar komersial dengan format digital, kecepatan rendah - menengah. Contoh: GSM dan CDMA2000 1xRTT.

Generasi ketiga: digital, mampu mentransfer data dengan kecepatan tinggi (highspeed) dan aplikasi multimedia, untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO. Antara generasi kedua dan generasi ketiga, sering disisipkan Generasi 2,5 yaitu digital, kecepatan menengah (hingga 150 Kbps). Teknologi yang masuk kategori 2,5 G adalah layanan berbasis data seperti GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE (Enhance Data rate for GSM Evolution) pada domain GSM dan PDN (Packet Data Network) pada domain CDMA. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah "3G and beyond". Sebelum 4G, HighSpeed Downlink Packet Access (HSDPA) yang kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5G telah dikembangkan oleh WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA2000. HSDPA adalah sebuah protokol telepon genggam yang memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik arah turun).

2.3 Karakteristik Teknologi Telepon Seluler 2.3.1 Fasilitas dan keunggulan yang disediakan 0G 1G 2G Digital System radio sinyal bersifat digital Nordic Mobile Telephone (1rst cell phone in jerman) Advanced Mobile Phone System (analog mobile phone) radio sinyal bersifat analog Pada frekuensi 800 Mhz & 400 Mhz Push to Talk Mobile Telephone System Improved Mobile Telephone System Advanced Mobile Telephone System 900 Mhz In japan

Global System for Mobile communications (GSM: originally from Groupe Spcial Mobile) The most standard cell phone SMS Integrated Digital Enhanced Network (iDEN) Developed by Motorola Uses Time Division Multiple Access Digital AMPS code division multiple access (CDMAone) Menggunakan frek: 800, 900, 1800, 1900 MHz 2.5G General Packet Radio System 56 114 Kbps, for SMS, MMS, WAP, Internet 2.75G CDMA2000 Enhanced Data rates for GSM Evolution (EDGE) or Enhanced GPRS (EGPRS) 3G 3.5G HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access) 1.8, 3.6, 7.2 and 14.4 Mbit/s 4G Ultra Mobile Broadband (UMB) IPv6, voice, digital high speed Wideband Code Division Multiple Access (WCDMA) Universal Mobile Telecommunication System CDMA 2000 WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access)

BAB III PEMBAHASAN MASALAH


3.1 Teknologi 4G di Indonesia Secara sederhana, dapat diartikan bahwa teknologi 1G adalah telepon analog / PSTN yang menggunakan seluler. Sementara teknologi 2G, 2.5G, dan 3G merupakan ISDN. Indonesia pada saat ini sebenarnya baru saja memasuki dan memulai tahap 3.5G atau yang biasa disebut sebagai HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) yang mampu memberikan kecepatan akses hingga 3.6 Mb/s (termasuk koneksi pita lebar (broadband connection)). Berkaitan dengan teknologi 4G, SIP adalah protokol inti dalam internet telephony[1] yang merupakan evolusi terkini dari Voice over Internet Protocol maupun Telephony over Internet Protocol. Teknologi tersebut banyak di perdebatkan oleh operator, pemerintah dan DPR belakangan ini. Tidak lama lagi internet telephony akan menjadi tulang punggung utama infrastruktur telekomunikasi. Teknologi internet telephony memungkinkan pembangun infrastruktur telekomunikasi rakyat secara swadaya masyarakat (tanpa Bank Dunia, IMF maupun ADB) bahkan mungkin tanpa kontrol pemerintah sama sekali. Dengan teknologi SIP dalam 4G, nomor telepon PSTN hanyalah sebagian kecil dari identifikasi telepon. Bagian besarnya akan dilakukan menggunakan URL. Kita tidak lagi perlu bergantung pada nomor telepon yang dikendalikan oleh pemerintah untuk berkomunikasi via internet-telepon. Infrastruktr internet telephony memungkinkan kita untuk menyelenggarakan sendiri banyak hal tanpa tergantung lisensi pemerintah dan tidak melanggar hukum. Teknologi 4G juga akan menyebabkan kemunduran bagi teknologi Internet Network (IN) yang saat ini merupakan infrastruktur telekomunikasi yang digunakan berbagai provider. Hal tersebut disebabkan terbukanya jalur arus bawah yang dapat didownload dan diakses gratis dari internet. 3.2 Kebutuhan Masyarakat Akan 4G Di generasi keempat (4G) masyarakat cenderung pada teknologi yang bisa digunakan kapan saja, dimana saja dan menggunakan apa saja. 4G (Fourth Generation) adalah teknologi kelanjutan dari proses perkembangan teknologi telepon seluler (mobile phone). Sebelumnya masyarakat telah sangat mengenal dengan teknologi 2G (Second Generation) yang sangat ngetrend dengan teknologi voice call dan SMS. Baru-baru ini masyarakat dikenalkan dengan teknologi 3G (Third Generation) dengan andalannya teknologi video call. Di generasi keempat (4G), masyarakat akan cenderung dibawa pada sebuah koneksi yang bisa selalu

terhubung setiap saat. Atau bisa dijabarkan dengan istilah kapan saja, dimana saja dan bahkan dengan perangkat apa saja. Istilah 4G digunakan secara luas untuk menggabungkan beberapa macam sistem komunikasi broadband wireless access ke dalam sebuah sistem komunikasi dan bukan hanya sistem telepon seluler saja melainkan juga menunjang keberadaan fixed wireless network seperti Wi Fi (Wireless Fidelity) dan Wi Max (Wireless Metropolitan Access). Oleh karena itu, sistem 4G diharapkan menjadi sebuah sistem yang mampu menjembatani antara berbagai jaringan broadband wireless access yang telah ada di masyarakat secara seamlessly (tidak terasa proses perpindahan antar jaringan yang sedang digunakan) baik itu perangkatnya, jaringannya dan juga aplikasinya. Sehingga diharapkan pada tujuan akhir nanti dari kemunculan teknologi ini adalah untuk memuaskan para penggunanya. Dan salah satu parameter yang bisa dilihat adalah dengan meningkatnya permintaan dari pengguna itu sendiri. Salah satu istilah yang biasa digunakan untuk mendeskripsikan teknologi 4G adalah MAGIC : M obile multimedia, penggunaan aplikasi bergerak di mana saja. A nytime anywhere, kapan saja dan dimana saja. G lobal mobility support, sangat mendukung kebebasan bergerak. I ntegrated wireless solution, solusi perangkat wireless terintegrasi. C ostumized personal service, layanan yang mampu mengekspresikan diri. Dengan kemampuan dari teknologi 4G yang sedemikian canggih dalam menyelaraskan berbagai jaringan komunikasi pita lebar, diharapkan kehadiran teknologi semacam 4G ini dapat ditunjang dengan keberadaan industri dan penggunaan perangkat mobile seperti laptop, PDA dan handhelds yang semakin berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin user friendly. Keberadaan yang dimaksud bukan hanya ada barangnya, tapi tentu saja dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat dan dengan kualitas yang memuaskan.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan Awalnya, teknologi diciptakan untuk mempermudah setiap kegiatan manusia. Lahir dari pemikiran manusia yang berusaha untuk mempermudah kegiatan-kegiatannya yang kemudian diterapkan dalam kehidupan. Sekarang dengan semakin canggihnya teknologi membuat semuannya menjadi lebih mudah dan cepat. Apalagi dengan munculnya 4G pada teknologi telepon seluler yang diistilahkan dapat digunakan kapan saja, dimana saja, dan menggunakan apa saja. Mungkin teknologi 4G untuk saat ini memang bagus, tapi untuk beberapa tahun kedepan seiring berjalannya waktu mungkin teknologi 4G ini akan tergantikan oleh teknologi yang lebih baru. Karena teknologi itu mahal jadi beberapa tahun lagi alat yang menggunakan 4G ini akan murah dan teknologi yang baru akan jauh lebih mahal begitu seterusnya karena perkembangan teknologi ini tidak akan pernah habis dan akan selalu berkembang kecuali kehidupan manusia sudah tidak ada lagi.

4.2 Saran Teknologi akan semakin maju seiring perkembangan zaman oleh sebab itu marilah kita sebagai generasi muda memajukan teknologi di Indonesia ini sehingga pada nantinya negara kita akan disegani oleh negara-negara lain di dunia ini. Dan kita sebagai generasi muda sebaiknya jangan merusak bangsa ini dengan membeli produk luar negeri, kalau bisa kita buat teknologi yang canggih dan menjualnya dengan harga yang bisa terjangkau. Tapi, sebenarnya teknologi yang canggih dapat merusak suatu negara dikarenakan kecanggihannya sehingga membuat masyarakat menjadi malas untuk melakukan hal yang lebih lama dan sulit. Oleh sebab itu kita jangan sampai menjadi malas karena teknologi yang lebih canggih, tapi kita harus terpacu ingin membuat sesuatu yang lebih canggih lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Bahan Ajar Kuliah Jaringan Telepon oleh Ir. Prima Kristalina, MT. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) - Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. http://id.wikipedia.org/wiki/GPRS Agusli, Rachmat. 2008. Panduan Koneksi Internet 3G & HSDPA di Handphone & Komputer. Jakarta: Mediakita. Kadir, Abdul & Terra Ch, Triwahyuni. 2003. Pengenalan Teknologi Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi. Turban E, Rainer Jr EK, Potter RE. 2006. Pengantar Teknologi Informasi Edisi 3. Jakarta: Penerbit Salemba Infotek. http://id.wikipedia.org/wiki/4G http://id.wikipedia.org/wiki/Telepon_seluler http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=316&fname=sejarah.htm Mobile Computing Handbook by Mohammad Ilyas, Imad Mahgoub, AUERBACH PUBLICATIONS (CRC Company), 2005 Mobile Broadband: Tren Teknologi Wireless Saat ini dan Masa Datang, Gunawan Wibisono dan Gunadi Dwi Hantoro, Penerbit Informatika, Bandung, 2008 Konsep Teknologi Seluler, Gunawan Wibisono, dkk., Penerbit Informatika, Bandung, 2008 4G Mobiles a Technical Paper by Alcatel Jawad Ibrahim.4G Features at jaibrahi@bechtel.com issued date December 2002.