Anda di halaman 1dari 19

Pinjaman

Komitmen Bank Rakyat Indonesia untuk membantu mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tak pernah berubah sejak Bank ini didirikan pada tahun 1895. Terimakasih atas kepercayaan para nasabah dalam menumbuhkembangkan komitmen Bank BRI. Berpegang teguh pada komitmen, Bank BRI mempersembahkan produk-produk kredit ritel sebagai bagian dari Pelayanan kepada UMKM, yaitu : 1. Kredit Modal Kerja Konstruksi BO I (Treasury Single Account) 2. Kredit BRIGuna 3. Kredit SPBU 4. Kredit Talangan BBM 5. Kredit Resi Gudang 6. Kredit Waralaba (Franchise) 7. Bank Garansi 8. Kredit Express 9. Kredit dengan Agunan Kas 10. Kredit Modal Kerja 11. Kredit Modal Kerja Konstruksi 12. Kredit Investasi Kelengkapan legalitas usaha memegang peranan penting bagi kelancaran usaha di kemudian hari. Dengan adanya dokumen ijin usaha yang legal dan lengkap, para pengusaha dapat terhindar dari resiko kerugian bisnis akibat larangan kegiatan pemerintah terhadap usaha non legal. Melayani para nasabah yang berorientasi pada pengembangan bisnis usahanya, persyaratan umum yang diperlukan dalam pengajuan kredit usaha kepada BRI dari para nasabah pengusaha: 1. Mempunyai usaha yang layak dibiayai, usaha minimal telah berjalan 2 tahun dengan perolehan laba minimal 1 tahun terakhir. 2. Mengajukan surat permohonan kredit 3. Melampirkan dokumen identitas diri : o Copy KTP atau Surat Kewarganegaraan/ Surat Keterangan ganti nama o Copy Kartu Keluarga dan Akta Perkawinan o Pasfoto debitur 4. Melampirkan dokumen identitas usaha : o Copy NPWP, SIUP, SITU, TDP, Surat Ijin Gangguan/HO o Copy Akte Pendirian/ Perubahan Pendirian Usaha (Khusus usaha berbadan hukum) 5. Melampirkan Sertifikat Agunan Tanah/Bangunan, copy PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) dan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) dari obyek bangunan yang akan diagunkan * 6. Melampirkan copy rekening koran 3 bulan terakhir (bagi nasabah take over bank lain) * Tidak berlaku bagi debitur kredit dengan agunan kas penuh. Disatu sisi, para nasabah UMKM mendapat dukungan dana pinjaman guna pengembangan bisnis usaha yang dikelola dari fasilitas kredit Bank BRI. Dengan jaringan operasional perbankan yang sangat luas yaitu 346 kantor cabang, 241 kantor cabang pembantu, 44 kantor kas, 4113 kantor unit yang tersebar di seluruh Indonesia dan kantor BRI New York Agency, BRI Hongkong Representative Office, serta BRI Caymand Island Representative Office; para nasabah dapat memanfaatkan layanan perbankan di kantor BRI terdekat. Di sisi lain, Bank BRI akan membebankan biaya bunga dari kredit yang diberikan. Biaya-biaya lainnya yang dipungut adalah biaya administrasi, biaya provisi, biaya notaris dan biaya APHT (Akta Pembebanan Hak Tanggungan) merupakan pengganti biaya operasional perbankan. Biaya asuransi dikenakan bagi para nasabah, untuk melindungi pelaku usaha dari resiko bisnis seperti resiko kebakaran. Tentu saja, Bank BRI menetapkan besaran biaya-biaya tersebut dengan penuh pertimbangan agar tidak merugikan kelancaran aktivitas bisnis keduabelah pihak. Kupedes adalah suatu fasilitas kredit yang disediakan oleh BRI Unit(bukan oleh Kantor CabangBRI atau Bank lain), untuk mengembangkan atau meningkatkan usaha kecil yang layak. Sasaran Kupedes Perorangan atau Perusahaan usahanya dinilai layak (eligible).

Golongan masyarakat berpenghasilan tetap misalkan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat lid kebawah dan bukat pejabat, Anggota ABRI pangkat pembantu letnan I kebawah dan bukan pejabat, pegawai perusahaan daerah, pensiunan dari pegawai berpenghasilan tetap, dll.

MIKRO
Jenis Kupedes Kupedes Modal Kerja Kupedes Investasi Sektor yang dibiayai Kupedes Sektor Pertanian Perindustrian Perdagangan Jasa lainnya Golongan berpenghasilan tetap Syarat dan Ketentuan Kupedes Plafond Kupedes minimal Rp 25.000,- dan maksimum Rp. 25.000.000, Dapat diberikan kedua jenis Kupedes dalam waktu bersamaan sepanjang besarnya belum mencapai maksimum Rp. 25.000.000,Jangka Waktu dan Pola Angsuran Jangka waktu angsuran minimal 3 bulan dan maksimal 24 bulan. Untuk Kupedes modal Kerja dan Investasi 36 bulan. Pola angsuran : Angsuran secara bulanan. Angsuran secara bulanan dengan grace period Angsuran 3,4, 6 bulan. Keistimewaan Kupedes Diberikan IPTW(Insentif pembayaran tepat waktu) bagi nasabah yang tertib mengangsur pinjamannya secara tepat waktu selama periode tertentu yaitu sebesar 1/4 bagian dari suku bunga. Agunan yang harus disediakan oleh calon nasabah nilainya harus cukup mengcover jumlah Kupedes yang diterimanya beserta kewajiban-kewajibannya (pinjaman pokok + bunga).

RITEL
Kredit Agunan Kas Bagi para pengusaha yang berminat menjaminkan surat-surat berharga untuk mencukupi besaran plafon kredit yang diajukan, Bank BRI juga menyediakan fasilitas Kredit dengan Agunan Kas. Persyaratan utama pengajuan kredit dengan agunan kas adalah Nasabah mempunyai Asli Surat Berharga berikut : Setoran Kas (rekening simpanan di BRI) baik Rupiah ataupun Valas atau Deposito Berjangka, Sertifikat Deposito, dan jenis Simpanan Lainnya yang diterbitkan BRI atau Sertifikat Bank Indonesia yang pembeliaannya diageni BRI Maksimal jangka waktu pengembalian pinjaman kredit adalah 3 (tiga) tahun. Kredit Express Kredit Express menjawab kebutuhan para professional khususnya dokter, notaris, akuntan dan bidan, yang hendak memerlukan modal kerja atau investasi. Kredit Express ini juga ditawarkan bagi para pengusaha yang menginginkan pembiayaan usaha produktif dengan pola angsuran tetap tiap bulannya. Bagi para nasabah pengusaha/profesional yang tertarik dengan Kredit Express, hal-hal penting yang perlu dicermati adalah : Besaran plafon pembiayaan dana usaha untuk Kredit Express berkisar pada rentang besaran Rp 25 juta s.d Rp 150 juta. Jangka waktu kredit disesuaikan dengan jenis kredit yaitu : Kredit investasi jangka waktu maksimal 5 tahun; dengan sharing dana sendiri minimum 35 % Kredit modal kerja maksimal 3 tahun; dengan sharing dana sendiri minimum 30 %

Persyaratan Kredit Pengusaha Untuk Badan usaha dan Usaha Individu Usaha minimal telah berjalan 2 tahun, dengan perolehan laba minimal 1 tahun Fotocopy NPWP (untuk pinjaman diatas Rp 50 juta) Fotocopy SIUP, SITU, TDP, dan atau HO Fotocopy Rekening Koran (R/C) atau Tabungan 3 bulan terakhir Pas foto pribadi/pengurus Fotocopy identitas diri (KTP) : pribadi/pengurus Khusus untuk Badan Usaha Fotocopy Akte Pendirian dan Akte Perubahannya (Anggaran Dasar) Professional Gaji/penghasilan tetap setiap bulannya serta pendapatan profesi) Fotocopy identitas diri (KTP) Pas Foto Fotocopy NPWP (untuk pinjaman diatas Rp 50 juta) Fotocopy Rekening Koran (R/C) atau Tabungan 3 bulan terakhir Surat Keterangan Ijin Praktek/Profesi dari instansi yang berwenang

Kredit Investasi Kredit Investasi merupakan solusi tepat bagi para pengusaha yang membutuhkan pembiayaan investasi awal yang hendak dilakukan para nasabah UMKM. Selain itu, Bank BRI juga memberikan Kredit investasi refinancing. Kredit Investasi refinancing tersebut merupakan solusi permasalahan pengusaha, yang telah/sedang menjalankan pembiayaan investasi namun mengalami hambatan biaya untuk menyelesaikan proyek investasi yang telah dijalankan. Dengan memenuhi persyaratan umum untuk pengajuan kredit dan menyediakan dana sendiri (Sharing Dana Sendiri) sebesar 35 % dari Total Biaya Project, para nasabah dapat mengajukan Kredit Investasi Bank BRI. Angsuran jangka waktu pengembalian kredit disesuaikan dengan cash-flow (arus kas pendapatan dan pengeluaran) perusahaan nasabah. Setelah melakukan analisis kredit sesuai prinsip kehati-hatian (prudential banking), Bank BRI dapat memberikan cocok atau tidaknya usaha Anda untuk diberikan grace periode (masa tenggang penundaan bunga pinjaman selama proyek investasi masih berlangsung). Kredit Modal Kerja KMK (Kredit Modal Kerja) merupakan salah satu layanan Bank BRI yang bertujuan untuk membiayai tambahan modal kerja yaitu piutang dan tambahan persediaan. Seiring berkembangnya usaha dan meningkatnya kebutuhan modal kerja para nasabah pengusaha, Bank BRI mampu dan bersedia melayani kebutuhan penambahan plafond (suplesi) kredit. Bank BRI memberikan alternatif bentuk pembiayaan kredit sebagai berikut: Skim plafond kredit menurun dengan jangka waktu maksimal 3 tahun Skim plafond kredit tetap dengan jangka waktu maksimal 1 tahun. Dalam pengajuan kredit modal kerja, para nasabah disyaratkan untuk menyediakan dana sendiri minimum sebesar 30% dari total kebutuhan modal usaha. Persyaratan umum : Mempunyai usaha yang layak dibiayai, usaha minimal telah berjalan 2 tahun dengan perolehan laba minimal 1 tahun terakhir. Mengajukan surat permohonan kredit Melampirkan dokumen identitas diri : o Copy KTP atau Surat Kewarganegaraan/ Surat Keterangan ganti nama o Copy Kartu Keluarga dan Akta Nikah Pasfoto debitur Melampirkan dokumen identitas usaha : o Copy NPWP, SIUP, SITU, TDP, Surat Ijin Gangguan / HO atau Perijinan Lainnya. o Copy Akte Pendirian/ Perubahan Pendirian Usaha (Khusus usaha berbadan hukum) Agunan pokok (Usaha yang dibiayai) dan Agunan Tambahan (Fixed Asset) * Melampirkan copy rekening koran 3 bulan terakhir (bagi nasabah take over bank lain)

Biaya administrasi, biaya provisi, biaya asuransi dan biaya notaris, sesuai ketentuan berlaku * Tidak berlaku bagi debitur kredit dengan agunan kas penuhKredit Modal Kerja Ekspor Bagi para eksportir, Anda dapat memanfaatkan layanan Kredit Modal Kerja Ekspor (KMK Ekspor) yaitu fasilitas kredit untuk tujuan pembiayaan pre-export (Pembiayaan untuk produksi atau pembelian barang-barang untuk diekspor) dan pembiayaan post-export (pembiayaan untuk melakukan negosiasi wesel ekspor). Untuk kelancaran dan kemudahan Anda, kami sediakan berbagai alternatif jenis KMK Ekspor sesuai dengan kebutuhan usaha Anda : KMK Ekspor Plafond o Pemberian kredit didasarkan pada Sales Contract, Outstanding L/C atau rencana ekspor o Persyaratan kredit berlaku persyaratan umum pengajuan kredit dan mempunyai pengalaman ekspor minimal 2 tahun berturut-turut, dan atau debitur baru Kredit Investasi yang produknya untuk produk ekspor o Menyerahkan copy bukti-bukti ekspor o Negosiasi ekspor melalui BRI o Jangka waktu kredit maksimal 1 tahun ( dapat diperpanjang sesuai kebutuhan) KMK Ekspor Transaksional o Pemberian kredit dikaitkan secara langsung dengan tersedianya L/C (outstanding). o Menyerahkan Irrevocable L/C dari Luar Negeri o Memiliki bukti ekspor selama 6 bulan terakhir o Negosiasi ekspor melalui BRI o Jangka waktu kredit sesuai jangka waktu L/C (maksimal 6 bulan) dan hanya dapat diperpanjang jika ada ammendement L/C Kredit Modal Kerja Impor Kredit Modal Kerja Impor (KMK Impor) adalah fasilitas kredit yang disediakan bagi pembiayaan aktivitas pembiayaan seluruh/sebagian kegiatan transaksi impor, khususnya yang berhubungan dengan L/C impor. Untuk kelancaran dan kemudahan Anda, kami sediakan berbagai alternatif jenis KMK Impor sesuai dengan kebutuhan usaha Anda : Penangguhan Jaminan Import o Bisa digunakan dalam fasilitas Kredit Investasi atau Kredit Modal Kerja Import o Jangka waktu disesuaikan dengan jadwal rencana impor dan jatuh tempo L/C Untuk tiap pembukaan sight L/C, jatuh tempo maksimal 7 hari sejak barang/dokumen tiba. Untuk pembukaan Usance L/C, jatuh tempo sama dengan jatuh tempo wesel impornya. Kredit Investasi atau Kredit Modal Kerja Impor. o Jangka waktu maksimal 2 tahun Selain memenuhi persyaratan umum pengajuan kredit, para importir juga harus memenuhi persyaratan khusus berikut : Perorangan/Perusahaan berbadan hukum Indonesia, berdomisili di Indonesia Mempunyai kegiatan impor/ usaha yang pendapatannya dalam valas Mempunyai rekening simpanan /kredit di Bank BRI Memenuhi persyaratan umum pengajuan kredit Memberikan setoran jaminan impor * o Bisa berupa setoran tunai/simpanan sebesar nominal sales contract o Bisa juga berupa setoran non tunai ( bisa berupa kelonggaran tarik kredit, atau penjaminan kredit dari lembaga penjaminan kredit, atau standby L/C, Back to Back L/C ataupun kontra garansi dari bank dalam/luar negeri) Kredit Modal Kerja Konstruksi Fenomena kebutuhan akan rumah tinggal/perkantoran/pertokoan dan pembangunan infrastuktur, mengundang para nasabah untuk berperan aktif sebagai pelaku bisnis di bidang pengembangan/konstruksi. Peran aktif para nasabah pengusaha konstruksi tersebut sangatlah membantu masyarakat dan pemerintah untuk mewujudkan kebutuhan pembangunan gedung perkantoran/perumahan/pertokoan dan konstruksi infrastruktur. Namun faktor minimnya dana pembiayaan, seringkali menghambat realisasi pembangunan/konstruksi bangunan tersebut. Bank BRI sungguh memahami kendala bisnis konstruksi tersebut dan menawarkan solusi tepat yaitu Kredit Modal

Kerja Konstruksi (KMK Konstruksi). KMK Konstruksi merupakan Kredit Modal Kerja untuk membiayai kebutuhan modal kerja konstruksi untuk penyelesaian suatu proyek. Selain fasilitas KMK Konstruksi, dalam rangka pengerjaan suatu proyek, kepada kontraktor dapat diberikan fasilitas Bank Garansi Bank BRI memberikan alternatif fasilitas KMK Konstruksi yang disesuaikan dengan karakteristik usaha para nasabah yaitu : KMK Konstruksi Plafond Khusus bagi para nasabah pengusaha yang mengerjakan beberapa proyek dalam satu periode dan bersifat rutin/kontinyu Jangka waktu maksimal 1 tahun (dapat diperpanjang sesuai tenor proyek) Berlaku persyaratan umum KMK dan dilampirkan dokumen legalitas usaha sebagai kontraktor KMK Konstruksi Transaksional Khusus bagi para nasabah yang mengerjakan sebuah proyek dimana angsuran kredit harus lunas sebelum masa pemeliharaan proyek Jangka waktu sesuai Kontrak Kerja Berlaku persyaratan umum KMK dan dilampirkan dokumen legalitas usaha sebagai kontraktor Berlaku persyaratan khusus Kredit Modal Kerja Konstruksi sebagai berikut. Kontraktor Pengembang / Developer Asli Kontrak kerja atas proyek yang akan diajukan kredit modal kerja. Jika belum tersedia, dapat diganti sementara dengan : Surat Keterangan/ Pernyataan sebagai pemenang tender; atau Surat Ijin Pelaksanaan Pekerjaan Mendahului Kontrak; atau Letter of Intent (LOI); atau Surat Penunjukan untuk mengerjakan suatu proyek (SPP) dari pemilik /pemberi proyek yang minimal mencantumkan para pihak, rumusan pekerjaan, hak dan kewajiban, cara pembayaran serta perihal cidera janji. Jika kedudukan debitur sebagai Sub Kontraktor, harus dinyatakan dalam kontrak bahwa proyek dapat dikerjakan oleh sub kontraktor. Perusahaan berbadan hukum Indonesia Terdaftar sebagai anggota Real Estate Indonesia, APERSI atau organisasi profesi sejenis lainnya yang diakui Pemerintah. Memiliki perijinan selaku pengembang (developer) yaitu Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK) Untuk proyek-proyek tertentu mensyaratkan adanya; Surat Ijin Penggunaan Tanah dari Gubernur setempat dan atau; fatwa tata guna tanah dari Kantor Agraria daerah setempat Memiliki; Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) sesuai ketentuan yang berlaku

BRI Guna Kredit BRIGuna merupakan salah satu pelayanan perbankan yang ditawarkan Bank BRI, untuk mengatasi fenomena hidup para karyawan, yang mempunyai penghasilan tetap. Anda dapat memanfaatkan fasilitas Kredit BRIGuna untuk memenuhi berbagai keperluan apapun sesuai kebutuhan produktif maupun kebutuhan konsumtif Anda. Bank BRI juga mempunyai ketentuan yang menjadikan para nasabah merasa aman dengan fasilitas kredit BRIGuna : Dilindungi asuransi jiwa ** ** Kewajiban BRIGuna dilunasi oleh pihak asuransi, jika debitur/nasabah meninggal dunia dalam masa jangka waktu kredit Angsuran kredit bersifat tetap dengan suku bunga berlaku perhitungan flat rate/tetap sejak awal persetujuan akad kredit sampai dengan jangka waktu jatuh tempo kredit. Disesuaikan dengan kondisi keuangan tiap golongan berpenghasilan tetap tertentu, Bank BRI menawarkan ketentuan yang berbeda bagi dua golongan berpenghasilan tetap yaitu. BRIGuna Khusus Pegawai Tetap a. Angsuran maksimum 60 % THP * b. Jangka waktu kredit : o PNS, TNI, POLRI, BUMN/BUMD maksimal 96 bulan o Pegawai Tetap Swasta maksimal 96 bulan

BRIGuna Khusus Pensiunan a. Angsuran maksimum 80 % THP * b. Jangka waktu kredit maksimal 96 bulan, dimana nasabah pada saat jatuh tempo kredit berusia maksimal 75 tahun. * Take Home Pay (THP) = Penerimaan gaji dan tunjangan tetap (tidak termasuk uang lembur/insentif/bonus) setiap bulan dikurangi potongan-potongan Bagi para nasabah berpenghasilan tetap yang tertarik untuk mengajukan fasilitas BRIGuna, persyaratan yang perlu dilengkapi adalah sebagai berikut. Persyaratan BRIGuna Khusus Pegawai Tetap 1. Para karyawan berpenghasilan tetap (Pegawai Tetap) di Instansi Swasta Nasional/Asing/Patungan/Yayasan/BUMN/BUMD/Pegawai Negeri Sipil (Pusat/Daerah) atau Anggota TNI/ POLRI. 2. Warga Negara Indonesia 3. Berstatus sebagai pegawai tetap (SK asli yang I dan terakhir) 4. Focopy KTP suami/ isteri 5. Pasfoto suami/istri 4x6 @ 2 lembar 6. Fotocopy Slip Gaji Terakhir, disahkan oleh Pejabat Berwenang 7. Mengisi Formulir Permohonan BRIGuna 8. Perjanjian Kerjasama dengan Instansi/Perusahaan 9. Surat Pernyataan Bendaharawan : Kesanggupan memotong gaji ymp 10. Surat Keterangan Pejabat Berwenang : Kebenaran identitas kepegawaian ymp 11. Surat Kuasa Memotong Gaji, bermeterai ditanda tangani ymp dan bendaharawan 12. Surat Pernyataan Kesanggupan Pelunasan Kredit dalam hal ymp dimutasikan Persyaratan BRIGuna khusus Pensiunan 1. Pensiunan atau Jandanya; berpenghasilan tetap di Instansi Swasta Nasional/Asing/Patungan/Yayasan/BUMN/BUMD/Pegawai Negeri Sipil (Pusat/Daerah) 2. Pensiunan atau Jandanya anggota TNI/ POLRI 3. Warga Negara Indonesia 4. Focopy KTP suami/ isteri 5. Pasfoto suami/istri 4x6 @ 2 lembar 6. Asli SK pension 7. Daftar Pembayaran Pensiun (DAPEM) 8. Kartu Registrasi Induk Pensiun (KARIP) 9. Buku Pensiun 10. Mengisi Surat Permohonan BRIGuna 11. Pemohon pada saat pengajuan dalam keadaan sehat 12. Pemohon masih tercatat sebagai pensiunan dan menerima pensiun dari instansi yang bersangkutan 13. Batas usia pemohon pada saat jatuh tempo kredit maksimal 75 tahun Kredit Waralaba Saat ini BRI juga memberikan fasilitas kredit waralaba dalam bentuk Modal Kerja dan Investasi. Waralaba (franchise) adalah perikatan antara pemberi waralaba (franchisor) & penerima waralaba (franchisee), sbb : Hak Franchisee : Menjalankan usaha dengan menggunakan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) / ciri khas usaha yang dimiliki pemberi waralaba Mendapatkan dukungan konsultasi operasional yang berkesinambungan oleh pemberi waralaba Kewajiban Franchisee : Membayar imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh franchisor, diantaranya royalty fee dan franchise fee. Persyaratan Kredit waralaba : 1. Usaha yang dikelola franchisor telah berjalan selama 3 tahun dan franchisor tidak perlu menyerahkan lapkeu ke BRI. 2. Bagi calon debitur (franchisee) yang telah mempunyai usaha, wajib menyerahkan laporan keuangan selama 2 tahun terakhir.

Bagi calon debitur (franchisee) yang baru memulai usaha waralaba tidak perlu menyerahkan laporan keuangan. 4. Debitur telah mempunyai kontrak kerjasama dengan franchisor. 5. Debitur menyerahkan salinan dokumen legalitas usaha a. Akte Pendirian dan Perubahan Terakhir b. Identitas pemilik dan pengurus c. Surat Keterangan Domisili d. Tanda Daftar Perusahaan e. Nomor Pokok Wajib Pajak f. Surat Ijin Usaha Perdangangan g. Surat Ijin Tempat Usaha h. Surat Ijin Gangguan i. Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak j. Kontrak kerjasama waralaba Kredit SPBU Dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, Bank BRI menawarkan fasilitas Kredit baik Investasi maupun Modal Kerja khusus SPBU Persyaratannya adalah : Memenuhi persyaratan perijinan pendirian SPBU NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) Referensi Bank SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan) TDP (Tanda Daftar Perusahaan) TDUP (Tanda Daftar Usaha Perdagangan) UPL DAN UKL Daftar Riwayat Hidup Iijn Prinsip dari PEMDA setempat Surat Keterangan Keanggotaan Hiswana Migas Surat Bukti Kepemilikan/Penguasaan Tanah Surat-Surat Kesanggupan Pendirian SPBU Debitur menyerahkan salinan dokumen legalitas perusahaan yaitu : KTP Pengurus Perusahaan. Pasphoto 4x 6 Pengurus. Akte Pendirian Perusahaan berikut perubahan terakhir. Surat Ijin Gangguan (HO) Surat Ijin Penimbunan Surat Ijin Mendirikan Bangunan Surat Tanda Daftar Rekanan Mampu Nomer Kode Pelanggan SPBU Pertamina Debitur menyerahkan Rekening koran selama 6 bulan terakhir SPBU yang bersangkutan telah diasuransikan. Kredit Resi Gudang Apa itu Resi Gudang dan Sistem Resi Gudang? Resi Gudang (Warehouse Receipt): Dokumen / Surat bukti kepemilikan barang yang disimpan di Gudang yang diterbitkan oleh Pengelola Gudang tertentu. Sistem Resi Gudang (SRG): Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan penerbitan, pengalihan, penjaminan, dan penyelesaian transaksi Resi Gudang. Persyaratan komoditi Resi Gudang : Mempunyai usia simpan yang cukup lama (minimal 3 bulan). Harga berfluktuasi: rendah (musim panen), dan tinggi (musim paceklik) Mempunyai standar mutu tertentu Mempunyai pasar dan informasi harga yang jelas.

3.

Komoditi potensial dan sangat berperan dalam perekonomian daerah dan nasional Saat ini hanya 6 komoditi pertanian yang dimasukkan dalam sistem resi gudang (lada, gabah, kopi, coklat, jagung, dan rumput laut). Besaran kredit maksimal 70 % dari nilai Resi Gudang Kredit Talangan BBM Pengusaha UMKM yang menjadi anggota Hiswana Migas dan mitra bisnis PERTAMINA, juga merupakan kelompok UMKM yang mendapat perhatian khusus Bank BRI. Permasalahan bisnis yang kerap dialami oleh anggota Hiswana Migas adalah kendala minimnya uang kas tunai untuk menebus DO (Delivery Order) pada hari Sabtu, Minggu dan Senin serta hari-hari libur lainnya; padahal Pertamina memberlakukan persyaratan bahwa pembayaran untuk pembelian BBM harus dilakukan dimuka dan untuk penebusan DO hari Sabtu, Minggu, dan Senin harus dilakukan pada hari Jumat. Selain itu, Pertamina juga memberlakukan persyaratan Bank Garansi untuk setiap pembelian/ pengisian Bahan Bakar Elpiji. Bank BRI memahami benar solusi permasalahan tersebut, sehingga Bank BRI bekerjasama dengan Hiswana Migas, menawarkan Kredit Talangan dan Bank Garansi untuk mengatasi permasalahan penebusan DO dan Bahan Bakar Elpiji. Bagi para nasabah pengusaha anggota Hiswana Migas, Bank BRI melayani pengajuan Kredit Talangan BBM dengan persyaratan berikut. Pengusaha yang menjadi anggota Hiswana Migas minimal sudah 1 (satu) tahun dan direkomendasi oleh Hiswana Migas Pembayaran atas pembelian BBM/Penebusan DO/produk Pertamina dilakukan melalui BRI dengan SOPP (Sistem Online Payment Pertamina) atau dengan setoran biasa. Nasabah memenuhi persyaratan umum pengajuan kredit. Para nasabah pengusaha anggota Hiswana Migas dapat memilih alternatif pembiayaan usaha penjualan BBM (Bahan Bakar Minyak) yaitu : Kredit Modal Kerja revolving (berulang-ulang) Alternatif pilihan jangka waktu : 1 tahun; 2 tahun atau 3 tahun Berlaku ketentuan sebagaimana ketentuan Kredit Modal Kerja BRI Kredit Modal Kerja dengan dana jangka pendek Jangka waktu : 3 4 hari Maksimal 70 % dari DO untuk keperluan 3 4 hari Kredit Modal Kerja Konstruksi - BO I Dengan ditunjuknya Bank BRI sebagai Bank Operasional I bagi sebagian besar KPPN di Seluruh Indonesia sebagai bagian dari pelaksanaan Treasury Single Account (TSA) maka BRI memberikan Fasilitas KMK Konstruksi bagi para kontraktor/perusahaan, yang mengerjakan proyek-proyek pemerintah dimana sumber pembayarannya dari APBN. Fasilitas KMK Konstruksi BO I diberikan untuk seluruh pekerjaan jasa kontruksi yang berhubungan dengan penyelesaian suatu proyek yang sumber pembayarannya HANYA dari APBN, dengan persyaratan sebagai berikut : 1. Termasuk Kriteria Risiko yang Dapat Diterima (KRD) 2. Menyerahkan salinan dokumen legalitas perusahaan : a. Akte Pendirian Perusahaan berikut perubahan terakhir. b. NPWP c. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) d. Surat Keterangan Domisili Perusahaan e. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) f. Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK) g. Dokumen Kontrak kerja yang telah dilakukan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun terakhir dan yang sedang serta yang akan dikerjakan (nama proyek, kontrak kerja, nilai proyek, penyelesaian proyek, penerimaan termijn). 3. Menyerahkan Rekening koran selama 6 (enam) bulan terakhir. 4. Surat pernyataan dari debitur yang menyebutkan : Jika tagihan proyek yang dibiayai oleh BRI tidak dibayar oleh Bouwheer, maka kewajiban kepada BRI akan dibayar dari sumber pendapatan lainnya 5. WAJIB membuka rekening giro operasional debitur dan giro escrow account di BRI.

6.

Jangka Waktu Kredit : Maksimal 1 tahun atau sesuai dengan Kontrak Kerja antara Bouwheer dengan pelaksana proyek.

PROGRAM KPEN-RP

Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP)


Materi Landasan & Kebijakan KPEN-RP Pola Kemitraan KPEN-RP Pola Non - Kemitraan Ketentuan & Persyaratan Kredit KREDIT PENGEMBANGAN ENERGI NABATI DAN REVITALISASI PERKEBUNAN (KPEN-RP) Kredit Investasi yang diberikan oleh Bank BRI kepada Petani langsung atau melaui Perusahaan Mitra, dengan memperoleh subsidi bunga dari Pemerintah dalam rangka mendukung Program Pengembangan Bahan Baku Bahan Bakar Nabati dan Program Revitalisasi Perkebunan. Program Pengembangan Tanaman Bahan Baku Bahan Bakar Nabati Upaya peningkatan produksi dan produktivitas tanaman penghasil bahan baku bahan bakar nabati untuk memenuhi kebutuhan sumber energi alternatif. Program Revitalisasi Perkebunan Upaya percepatan pengembangan perkebunan rakyat melalui: perluasan, peremajaan, dan rehabilitasi, yang didukung kredit investasi dan subsidi bunga oleh Pemerintah, dengan melibatkan Perusahaan Mitra dalam: pembangunan kebun, pengolahan, dan pemasaran hasil Tujuan Program Pengembangan Tanaman Bahan Baku Bahan Bakar Nabati dan Revitalisasi Perkebunan Mempercepat Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati sebagai Bahan Bakar Lain / Alternatif Meningkatkan kesempatan kerja melalui pengembangan perkebunan Meningkatkan daya saing melalui pengembangan industri hilir berbasis perkebunan Meningkatkan penguasaan ekonomi nasional dengan mengikutsertakan masyarakat dan pengusaha lokal Mendukung pengembangan wilayah Landasan Hukum Pengembangan Bahan Bakar Nabati Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain Tujuan Inpres : mempercepat penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati (biofuel) sebagai bahan bakar lain (BBL) Melalui Kepres No.10 tahun 2006 tentang Tim Nasional Pengembangan Bahan Bakar Nabati, Dirut BRI sebagai salah satu anggota Tim Pendanaan dalam Tim Nas BBN. Landasan Hukum Revitalisasi Perkebunan 1. Peraturan Menteri Pertanian RI, No.33/Permentan/OT.140/7/2006 tgl 26 Juli 2006, tentang Pengembangan Perkebunan Melalui Program Revitalisasi Perkebunan 2. Peraturan Menteri Keuangan RI, No : 117/PMK.06/2006 tgl. 30 Nopember 2006, tentang Kredit Pengembangan Energi Nabati & Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP) 3. Perjanjian Kerjasama Pendanaan antara Departeman keuangan RI dengan BRI No: PKP-01/KPENRP/DP3/2006 tgl. 20 Des 2006 4. SK Dirjen Perkebunan No. 03/Kpts/RC.110/1/07 tgl 18 Jan 2007 Tentang Satuan Biaya Maksimum Pembangunan Kebun Peserta Program Revitalisasi Perkebunan Tahun 2007 5. SK Dirjen Perkebunan No. 24/Kpts/RC.110/02/2008 tgl 2 Jan 2008 Tentang Satuan Biaya Maksimum Pembangunan Kebun Peserta Program Revitalisasi Perkebunan Di Lahan Pasang Surut/Gambut Tahun Tanam 2008

6. 7.

SK Dirjen Perkebunan No. 60/Kpts/RC.110/04/08 tgl 7 April 2008 Tentang Satuan Biaya Maksimum Pembangunan Kebun Peserta Program Revitalisasi Perkebunan Di Lahan Kering Tahun 2008 SK Dirjen Perkebunan No. 91/Kpts/KU.430/06/2008 tgl 25 Juni 2008 Tentang Satuan Biaya Maksimum Pembangunan Kebun Peserta Program Revitalisasi Perkebunan Tahun Tanam 2008 Untuk Wilayah VI Khusus Provinsi Papua & Papua Barat

SKIM KREDIT KPEN-RP POLA KEMITRAAN

Alur Proses KPEN-RP Pola Kemitraan

SKIM KREDIT KPEN-RP POLA NON-KEMITRAAN (KARET & KAKAO)

Alur Proses Kredit KPEN-RP Pola Non Kemitraan (Karet, Kakao)

Sumber Dana Dana likuiditas: 100% Dana Bank Pelaksana Dana subsidi Bunga: Pemerintah melalui APBN Ketentuan & Persyaratan Kredit 1. Besarnya pinjaman ditetapkan oleh Bank berdasarkan total project cost, (termasuk didalamnya + mgmt fee (Khusus Pola Kemitraan) + IDC + Biaya Sertifikat) 2. Total project cost diluar IDC mengacu pada satuan biaya/ha yg ditetapkan o/ Ditjen Perkebunan Deptan RI 3. Sharing dana sendiri tidak diwajibkan / 0% 4. Luas lahan maksimal 4 ha/petani 5. Bentuk kredit Pseudo R/K 6. Jangka waktu kredit : Kelapa Sawit & Kakao : Maksimum 13 th, grace period 5 th. Karet: maks 15 th, grace period 7 th. 7. Suku bunga selama grace period : Suku bunga petani: 10% Suku bunga bank : LPS + 5%

Selisih bunga petani dengan bunga bank: merupakan subsidi Pemerintah melalui APBN. 8. Suku bunga masa pengembalian: Suku bunga komersial. 9. Lain-lain: sesuai ketentuan Bank Peminjam Pola Kemitraan: Masa Pembangunan Kebun s/d TM-2: Peminjam: Perusahaan Mitra Setelah Masa Konversi (TM-3 dst..) Peminjam: Koperasi mewakili Petani Pola Non Kemitraan: Peminjam Petani Langsung. Syarat Perusahaan Mitra 1. Memiliki perijinan dan legalitas lengkap 2. Berpengalaman 3. Harus memberi jaminan Avalis 4. Memiliki Kebun inti dan atau unit pengolahannya 5. Menyerahkan Laporan keuangan audited 6. Tdk termasuk daftar hitam & daftar pinjaman macet BI 7. Memiliki perjanjian kerjasama dengan Petani / Koperasi, diketahui o/ Bupati/Walikota (cq. Dinas Perkebunan) 8. Membuat permohonan pinjam ke Bank atas nama Koperasi/Petani disertai daftar nominatif petani KPENRP yg ditetapkan o/ Bupati/Walikota 9. Ditetapkan sebagai perusahaan mitra oleh Ditjen Perkebunan atau Bupati/Walikota (cq. Dinas Perkebunan) setelah ada kepastian PTK dari Bank Syarat Koperasi 1. Koperasi Primer sdh berbadan hukum (saat konversi) 2. Memiliki perijinan dan legalitas lengkap 3. Berpengalaman 4. Tidak termasuk Daftar Hitam & Daftar Pinjaman Macet BI 5. Tidak memiliki tunggakan kredit 6. Memiliki perjanjian kerjasama dengan Perusahaan Mitra 7. Daftar jumlah anggota pekebun yang akan dibiayai. 8. Membuat surat kuasa permohonan pembiayaan kepada Perusahaan Mitra Syarat Petani Pola Kemitraan 1. Sebagai anggota koperasi atau kelompok tani 2. Berdomisili disekitar kebun, dibuktikan dengan KTP, KK 3. Harus terdaftar dlm daftar nominatif peserta KPEN-RP yg ditetapkan o/ Bupati/Walikota 4. Berusia diatas 21 Th atau sdh menikah. 5. Tidak memiliki tunggakan kredit 6. Membuat surat kuasa permohonan pembiayaan kepada Koperasi/Perusahaan Mitra 7. Bersedia mengikuti petunjuk pembinaan koperasi / perusahaan mitra / instansi terkait Syarat Petani Pola Non-Kemitraan 1. Sebagai anggota koperasi atau kelompok tani 2. Memiliki kartu identitas: KTP, KK, Kartu Angota Koperasi 3. Harus ditetapkan o/ Bupati/Walikota (cq. Dinas Perkebunan) 4. Berusia diatas 21 Th atau sdh menikah 5. Tidak memiliki tunggakan kredit 6. Membuat surat permohonan pembiayaan ditujukan langsung kepada Kantor Cabang BRI 7. Bersedia mengikuti petunjuk pembinaan koperasi / perusahaan mitra / instansi terkait. Agunan Agunan Pokok : Agunan pokok Proyek perkebunan yang dibiayai KPEN-RP berupa sertifikat hak milik (SHM) atau bukti kepemilikan lainnya (seperti girik, petok, letter C, surat keterangan walinagari) yang dapat ditingkat menjadi sertifikat, dan atau

Agunan Tambahan lainnya : Avalis perusahaan mitra s/d kredit lunas (khusus Kemitraan) Agunan aktiva lainnya bila ada Dijamin Pemerintah melalui lembaga penjaminan bila memungkinkan (karet & kakao) Rencana Penyaluran KPEN-RP Komitmen BRI Menyiapkan Plafond KPEN-RP s/d Th 2010 sebesar Rp. 12 Trilyun, untuk 3 komoditi: Kelapa Sawit Karet Kakao

KPR & KPRS Bersubsidi


KREDIT KEPEMILIKAN RUMAH (KPR) DAN KREDIT PEMBANGUNAN/PERBAIKAN RUMAH SWADAYA (KPRS) BERSUBSIDI Tujuan Upaya Pemerintah untuk membantu kelompok masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat mempunyai rumah tinggal yang sehat dan layak huni Ketentuan Calon Debitur Dibagi dalam 3 (tiga) Kelompok Sasaran Kelompok Sasaran Batasan Penghasilan (Rp/Bulan) I II II 1.700.000 penghasilan 2.500.000 1.000.000 penghasilan < 1.700.000 penghasilan < 1.000.000

Untuk Keluarga / rumah tangga yang baru pertama kali memiliki rumah dan baru pertama kali menerima subsidi Calon debitur hanya boleh memilih salah satu jenis Kredit Bersubsidi dan salah satu skim subsidi Maksimum Harga Rumah dan Subsidi

Jenis-jenis Subsidi * *Debitur hanya boleh pilih salah satu Subsidi selisih bunga Minimum Uang muka Kelompok sasaran 1 Kelompok sasaran 2 Kelompok sasaran 3

7.5% 7.5% 5%

Suku bunga Kel. 1 7* 5* 1* 2 7* 5* 1*

Suku Bunga yang dibebankan kepada debitur (%/th) 3 7 5 1* 4 10,5 7 2 Tahun Ke 5 6 11,75 11,75 7.5 3 8,5 3 7 9 3 8 9 10 Bunga Pasar 9 4 11

I II III

Bunga Pasar 4 5 BP

Kredit Ketahanan Pangan dan Energi

Subsidi Uang Muka / Membangun / memperbaiki rumah Suku Bunga Suku bunga untuk subsidi uang muka dan membangun/memperbaiki rumah adalah komersial Uang muka Tidak dipersyaratkan uang muka

Adalah kredit investasi dan/atau modal kerja yang diberikan dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Ketahanan Pangan dan Program Pengembangan Tanaman Bahan Baku Bahan Bakar Nabati. TUJUAN KKP-E Menyediakan kredit investasi dan atau modal kerja dengan suku bunga terjangkau. Mengoptimalkan pemanfaatan dana kredit yang disediakan oleh perbankan untuk petani / peternak yang memerlukan pembiayaan usahanya secara efektif, efisien dan berkelanjutan guna peningkatan produksi sekaligus peningkatan pendapatan dan kesejahterannya. Mendukung peningkatan ketahanan pangan nasional dan ketahanan energi lain melalui pengembangan tanaman bahan baku bahan bakar nabati. Fungsi dan Tugas Ditingkat Pusat Dept. Keuangan : o Kebijakan alokasi plafon o Kebijakan subsidi bunga o Kebijakan tingkat suku bunga Dept. Pertanian o Kebijakan tehnologi pertanian o Menetapkan kebutuhan indikatif masing-masing komoditi Kantor Pusat BRI o Kebijakan operasional penyaluran KKP-E DASAR HUKUM 1. Permenkeu : No. 79/PMK.05/2007 tentang Pendanaan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi 2. Permentan : No. 57/Permentan/KU.430/7/2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi Kegiatan yang Dibiayai KKP-E 1. Pengembangan padi, jagung, kedelai, ubi jalar, tebu, ubi kayu, kacang tanah dan sorgum 2. Pengembangan Tanaman hortikultura berupa cabe, bawang merah, Jahe, Kentang dan pisang. 3. Pengadaan Pangan berupa gabah, jagung dan kedelai. 4. Peternakan sapi potong, sapi perah, pembibitan sapi, ayam ras petelur, ayam ras pedaging, ayam buras, itik dan burung puyuh. 5. Penangkapan ikan, budidaya udang, nila gurame, patih, lele, kerapu macan, ikan mas serta pengembangan rumput laut. 6. Pengadaan / peremajaan peralatan, mesin, dan sarana lain yang diperlukan untuk menunjang kegiatan usaha.

Ketentuan KKP-E KKP-E

Plafon Jangka Waktu Suku Bunga 2,5 juta 5,6 juta Nasabah 7% Tanaman Pangan Max. 24 bulan (Per Ha) Subsidi 7% 25 juta KMK 36 bulan Nasabah 7% Peternakan (per peternak) KI 60 bulan Subsidi 7% Max 500 juta Nasabah 7% Pengadaan Pangan Max.12 bulan (per koperasi) Subsidi 7% 16,4 juta20,3 juta Nasabah 7% Tanaman Hortikultura Max. 24 bulan (Per Ha) Subsidi 7% 12,5 juta (per Ha) Nasabah 8% Pengem Per Tebu Max 25 Jata/petani Max 18 bulan Subsidi 5% Max.4 ha/petani 1. Debitur adalah petani yang menjadi anggota Kelompok Tani atau Koperasi. 2. Debitur Minimal berusia 21 tahun atau sudah pernah menikah dan memilki Surat Keterangan Identitas. 3. Agunan tambahan a. KKPE Pengembangan Pangan: Petani pemilik : Surat Bukti Kepemilikan Lahan Petani Penggarap : Surat Kuasa Garap yg diketahui Kepala Desa dan Ketua kelompok Tani/ Koperasi. b. KKPE Pengembangan Tebu Rakyat Avalis dari Pabrik Gula (PG) 4. Setiap permohonan KKPE harus dilampiri Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). 5. RDKK harus ditandatangani oleh pengurus Kelompok Tani/ Koperasi dan Petugas yang ditunjuk oleh Dinas Pertanian/PPL. 6. Permohonan KKPE dilampiri dengan Surat Kuasa dari anggota kepada pengurus Kelompok Tani untuk mengajukan dan menerima pencairan kredit. 7. Surat Keterangan tidak mempunyai tunggakan di BRI atau Bank lain. BESARAN KKP-E 1. Realisasi KKP-E, paling tinggi sebesar Kebutuhan Indikatif. 2. Besarnya plafon individual KKP-E ditetapkan oleh Bank dengan memperhatikan Kebutuhan Indikatif, dengan ketentuan : Untuk petani, peternak, pekebun, dan nelayan paling tinggi sebesar Rp.25.000.000, Untuk koperasi dalam rangka pengadaan pangan (gabah, jagung, dan kedelai) paling tinggi sebesar Rp. 500.000.000,SUKU BUNGA Suku Bunga KKP-E Pengembangan Tebu yang diterima Bank maks suku bunga LPS + 5%, sedangkan untuk KKPE tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan pengadaan Pangan maks LPS + 6% TINGKAT BUNGA DAN SUBSIDI URAIAN BUNGA BANK BUNGA KEPADA PESERTA SUBSIDI BUNGA KKP-E Tebu 13% 8% 5% KKP-E Lainnya 14% 7% 7% Catatan: Tingkat bunga tsb mulai berlaku tgl 1 April 2008 dan direview setiap 6 bulan pada 1 April dan 1 Okt.

KUR BRI
Tujuan Program Penjaminan Kredit Mempercepat pengembangan Sektor Riil & Pemberdayaan usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi Meningkatkan akses pembiayaan dan mengembangkan UMKM & Koperasi kepada Lembaga Keuangan Dalam rangka penanggulangan / pengentasan kemiskinan & perluasan kesempatan kerja

untuk memberikan kemudahan akses yang lebih besar bagi para pelaku usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi, yang sudah feasible tetapi belum bankable.

3 (Tiga) SKIM KUR BRI 1. KUR Ritel o Plafond : > Rp. 5 Juta s/d Rp. 500 juta o di layani Kanca & Kancapem 2. KUR MIKRO < Rp. 5 juta o Dilayani oleh BRI Unit 3. KUR Linkage o Linkage : BKD, KSP/USP, BMT, LKM lainnya o di layani Kanca & Kancapem o Plafond : > Rp. 5 Juta s/d Rp. 500 juta o Pinjaman LKM ke end user : maks Rp. 5 juta Ketentuan Umum KUR Keterangan Persyaratan Calon Debitur Lama Usaha Individu (Perorarangan/badan hukum), Kelompok, Koperasi yang melakukan usaha produktif yang layak Minimal 6 bulan KMK Menurun - maksimal 3 tahun KI - maksimal 5 tahun Efektif maksimal 16 % pa S/d Rp. 100 juta : SIUP, TDP & SITU arau Surat Keterangan Usaha dari Lurah/ Kepala Desa > Rp. 100 juta : Minimal SIUP atau sesuai ketentuan yang berlaku Individu Kelompok Legalitas : KTP & KK : Surat Pengukuhan dari Instansi terkait atau Surat Keterangan dari kepala Desa / Kelurahan atau Akte Notaris Koperasi / Bdan Usaha Lain : Sesuai ketentuan yang berlaku Pokok

Besar Kredit Maksimal Rp. 500 juta Bentuk Kredit Suku Bunga Perijinan

: Dapat hanya berupa agunan Pokok apabila sesuai keyakinan Bank Proyek yang dibiayai cashflownya mampu memenuhi seluruh Agunan kewajiban kepada bank (layak Tambahan : Al Seperti tanah/bangunan/Kendaraan (tidak wajib dipenuhi) Ketentuan Umum KUR MIKRO Keterangan Persyaratan Calon Debitur Individu yang melakukan usaha produktif yang layak

Lama Usaha Minimal 6 bulan Besar Kredit Maksimal Rp. 5 juta Jenis Kredit KMK atau KI Menurun maksimal 3 tahun Suku Bunga Efektif maksimal 1,125 % flate rate per bulan Prov & adm Tidak dipungut Legalitas Agunan KTP & KK Pokok : Dapat hanya berupa agunan Pokok apabila sesuai keyakinan Bank Proyek yang dibiayai cashflownya mampu memenuhi seluruh kewajiban kepada bank (layak) Tambahan : Al Seperti tanah/bangunan/Kendaraan (tidak wajib dipenuhi) Ketentuan KUR Linkage Program Keterangan Persyaratan

Calon Debitur Lama Usaha Besar Kredit Jenis Kredit Suku Bunga Prov & adm Legalitas Agunan

BKD, KSP/USP, BMT & LKM Lainnya & tidak mempunyai tunggakan Minimal 6 bulan Maksimal Rp. 500 juta Pinjaman BKD, KSP/USP, BMT, LKM ke end user maks Rp. 5 juta KMK Menurun maksimal 3 tahun Efektif maksimal 16 % pa. Tidak dipungut AD/ART Memiliki Ijin usaha dari yang berwenang Pengurus aktif Pokok : Piutang kepada nasabah Tambahan : Al Seperti tanah/bangunan/Kendaraan (tidak wajib dipenuhi)