KERAJAAN BUDHA

1. KERAJAAN SRIWIJAYA
 Pembentukan dan pertumbuhan
Belum banyak bukti fisik mengenai Sriwijaya yang dapat ditemukan. Kerajaan ini menjadi pusat perdagangan dan merupakan negara maritim, namun kerajaan ini tidak memperluas kekuasaannya di luar wilayah kepulauan Asia Tenggara, dengan pengecualian berkontribusi untuk populasi Madagaskar sejauh 3.300 mil di barat. Beberapa ahli masih memperdebatkan kawasan yang menjadi pusat pemerintahan Sriwijaya, selain itu kemungkinan kerajaan ini biasa memindahkan pusat pemerintahannya, namun kawasan yang menjadi ibukota tetap diperintah secara langsung oleh penguasa, sedangkan daerah pendukungnya diperintah oleh datu setempat. Kekaisaran Sriwijaya telah ada sejak 671 sesuai dengan catatan I Tsing, dari prasasti Kedukan Bukit pada tahun 682 di diketahui imperium ini di bawah kepemimpinan Dapunta Hyang. Di abad ke-7 ini, orang Tionghoa mencatat bahwa terdapat dua kerajaan yaitu Malayu dan Kedah menjadi bagian kemaharajaan Sriwijaya. Berdasarkan prasasti Kota Kapur yang yang berangka tahun 686 ditemukan di pulau Bangka, kemaharajaan ini telah menguasai bagian selatan Sumatera, pulau Bangka dan Belitung, hingga Lampung. Prasasti ini juga menyebutkan bahwa Sri Jayanasa telah melancarkan ekspedisi militer untuk menghukum Bhumi Jawa yang tidak berbakti kepada Sriwijaya, peristiwa ini bersamaan dengan runtuhnya Tarumanagara di Jawa Barat dan Holing (Kalingga) di Jawa Tengah yang kemungkinan besar akibat serangan Sriwijaya. Sriwijaya tumbuh dan berhasil mengendalikan jalur perdagangan maritim di Selat Malaka, Selat Sunda, Laut China Selatan, Laut Jawa, dan Selat Karimata. Ekspansi kerajaan ini ke Jawa dan Semenanjung Malaya, menjadikan Sriwijaya mengontrol dua pusat perdagangan utama di Asia Tenggara. Berdasarkan observasi, ditemukan reruntuhan candi-candi Sriwijaya di Thailand dan Kamboja. Di abad ke-7, pelabuhan Cham di sebelah timur Indochina mulai mengalihkan banyak pedagang dari Sriwijaya. Untuk mencegah hal tersebut, Maharaja Dharmasetu melancarkan beberapa serangan ke kota-kota pantai di Indochina. Kota Indrapura di tepi sungai Mekong, di awal abad ke-8 berada di bawah kendali Sriwijaya. Sriwijaya meneruskan dominasinya atas Kamboja, sampai raja Khmer Jayawarman II, pendiri imperium Khmer, memutuskan hubungan dengan Sriwijaya di abad yang sama.Di akhir abad ke-8 beberapa kerajaan di Jawa, antara lain Tarumanegara dan Holing berada di bawah kekuasaan Sriwijaya. Menurut catatan, pada masa ini pula wangsa Sailendra bermigrasi ke Jawa Tengah dan berkuasa disana. Di abad ini pula, Langkasuka

di semenanjung Melayu menjadi bagian kerajaan. Di masa berikutnya, Pan Pan dan Trambralinga, yang terletak di sebelah utara Langkasuka, juga berada di bawah pengaruh Sriwijaya. Setelah Dharmasetu, Samaratungga menjadi penerus kerajaan. Ia berkuasa pada periode 792 sampai 835. Tidak seperti Dharmasetu yang ekspansionis, Samaratungga tidak melakukan ekspansi militer, tetapi lebih memilih untuk memperkuat penguasaan Sriwijaya di Jawa. Selama masa kepemimpinannya, ia membangun Candi Borobudur di Jawa Tengah yang selesai pada tahun 825.

Masa Kejayaan

Kemaharajaan Sriwijaya bercirikan kerajaan maritim, mengandalkan hegemoni pada kekuatan armada lautnya dalam menguasai alur pelayaran, jalur perdagangan, menguasai dan membangun beberapa kawasan strategis sebagai pangkalan armadanya dalam mengawasi, melindungi kapal-kapal dagang, memungut cukai serta untuk menjaga wilayah kedaulatan dan kekuasaanya.[24]Dari catatan sejarah dan bukti arkeologi, pada abad ke-9 Sriwijaya telah melakukan kolonisasi di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia Tenggara, antara lain: Sumatera, Jawa, Semenanjung Malaya, Thailand, Kamboja, Vietnam,[2] dan Filipina.[25] Dominasi atas Selat Malaka dan Selat Sunda, menjadikan Sriwijaya sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan perdagangan lokal yang mengenakan biaya atas setiap kapal yang lewat. Sriwijaya mengakumulasi kekayaannya sebagai pelabuhan dan gudang perdagangan yang melayani pasar Tiongkok, dan India. Sriwijaya juga disebut berperan dalam menghancurkan kerajaan Medang di Jawa, dalam prasasti Pucangan disebutkan sebuah peristiwa Mahapralaya yaitu peristiwa hancurnya istana Medang di Jawa Timur, di mana Haji Wurawari dari Lwaram yang kemungkinan merupakan raja bawahan Sriwijaya, pada tahun 1006 atau 1016 menyerang dan menyebabkan terbunuhnya raja Medang terakhir Dharmawangsa Teguh.

Masa Penurunan

Tahun 1017 dan 1025, Rajendra Chola I, raja dari dinasti Chola di Koromandel, India selatan, mengirim ekspedisi laut untuk menyerang Sriwijaya, berdasarkan prasasti Tanjore bertarikh 1030, kerajaan Chola telah menaklukan daerahdaerah koloni Sriwijaya, sekaligus berhasil menawan raja Sriwijaya yang berkuasa waktu itu Sangrama-Vijayottunggawarman. Selama beberapa dekade berikutnya seluruh imperium Sriwijaya telah berada dalam pengaruh dinasti Chola. Meskipun demikian Rajendra Chola I tetap memberikan peluang kepada raja-raja yang ditaklukannya untuk tetap berkuasa selama tetap tunduk

istilah San-fo-tsi terutama pada tahun 1178 tidak lagi identik dengan Sriwijaya. pantai timur semenanjung malaya). Berdasarkan sumber Tiongkok pada buku Chu-fan-chi[28] yang ditulis pada tahun 1178. Di Jawa dia menemukan bahwa rakyatnya memeluk agama Budha dan Hindu. dari kronik Tiongkok menyebutkan bahwa pada tahun 1079 Kulothunga Chola I (Ti-hua-ka-lo) raja dinasti Chola disebut juga sebagai raja San-fo-ts'i. Kia-lo-hi (Grahi.[2] Pengaruh invasi Rajendra Chola I. Fo-lo-an (muara sungai Dungun daerah Terengganu sekarang). serta menyerahkan pula 227 tahil perhiasan. Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa di Dharmasraya sebagaimana yang tertulis pada prasasti Padang Roco.[27] Namun demikian pada masa ini Sriwijaya dianggap telah menjadi bagian dari dinasti Chola. Duta besar tersebut menyampaikan surat dari raja Kien-pi bawahan San-fo-tsi. Tongya-nong (Terengganu).[6][10] Namun demikian. Chaiya sekarang. Chou-Ju-Kua menerangkan bahwa di kepulauan Asia Tenggara terdapat dua kerajaan yang sangat kuat dan kaya. selatan Thailand). sampai muncul Dharmasraya sebagai kekuatan baru yang kemudian menguasai kembali wilayah jajahan Sriwijaya mulai dari kawasan Semenanjung Malaya.[26] Hal ini dapat dikaitkan dengan adanya berita utusan San-fo-ts'i ke Cina tahun 1028. Selanjutnya dalam berita Cina yang berjudul Sung Hui Yao disebutkan bahwa kerajaan San-fo-tsi pada tahun 1082 masih mengirimkan utusan pada masa Cina di bawah pemerintahan Kaisar Yuan Fong. disebutkan Kertanagara raja Singhasari mengirim sebuah ekspedisi Pamalayu atau Pamalayu. yang kemudian mengirimkan utusan untuk membantu perbaikan candi dekat Kanton. terhadap hegemoni Sriwijaya atas raja-raja bawahannya melemah. Pa-lin-fong (Palembang). Ligor. Kien-pi (Jambi). sedangkan rakyat San-fo-ts'i memeluk Budha. dan Sin-t'o (Sunda). yang merupakan surat dari putri raja yang diserahi urusan negara San-fo-tsi. pantai timur Semenanjung Malaya). Kemudian juga mengirimkan utusan berikutnya di tahun 1088. dan memiliki 15 daerah bawahan yang meliputi. rumbia. beberapa daerah taklukan melepaskan diri. Ling-ya-si-kia (Langkasuka). Tan-ma-ling (Tambralingga. pantai timur semenanjung malaya). dan kemudian menghadiahkan Arca Amoghapasa kepada raja Melayu. Begitu juga dalam Nagarakretagama. sampai Jawa bagian barat. selatan Thailand). Pa-t'a (Sungai Paka.kepadanya. yakni San-fo-ts'i dan Chopo (Jawa). Lan-wu-li (Lamuri di Aceh). Pong-fong (Pahang). melainkan telah identik dengan Dharmasraya. dari daftar 15 negeri bawahan San-fo-tsi tersebut merupakan daftar jajahan kerajaan Dharmasraya. Kilantan (Kelantan). Si-lan (Kamboja). Ts'ienmai (Semawe. walaupun sumber Tiongkok tetap menyebut San-fo-tsi sebagai kerajaan yang berada di kawasan laut Cina Selatan. dan 13 potong pakaian. Ji-lo-t'ing (Cherating. yang menguraikan . Sumatera. Peristiwa ini kemudian dikaitkan dengan manuskrip yang terdapat pada prasasti Grahi. Hal ini karena dalam Pararaton telah menyebutkan Malayu.

Mamrati dan Poh Pitu diperkirakan terletak di daerah Kedu. namun tidak menyebut dengan jelas apa nama kerajaannya. nama Medang sudah dikenal sejak periode sebelumnya. 2. istilah Kerajaan Medang hanya lazim dipakai untuk menyebut periode Jawa Timur saja. pusat Kerajaan Medang pernah mengalami beberapa kali perpindahan. yaitu Wwatan. yaitu periode Jawa Tengah. Mataram terletak di daerah Yogyakarta sekarang. Sesungguhnya. Kerajaan Medang periode Jawa Tengah biasa pula disebut dengan nama Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu. yaitu merujuk kepada salah daerah ibu kota kerajaan ini. Beberapa daerah yang pernah menjadi lokasi istana Medang berdasarkan prasasti-prasasti yang sudah ditemukan antara lain. Sementara itu. Ia hanya memberitakan adanya raja lain yang memerintah pulau Jawa sebelum dirinya. Sepeninggal Sanna. Istana terakhir. Sementara itu. Nama ini ditemukan dalam beberapa prasasti. meskipun tidak selamanya kerajaan ini berpusat di sana. Sanjaya sendiri mengeluarkan prasasti Canggal tahun 732. misalnya prasasti Minto dan prasasti Anjuk ladang.tentang daerah jajahan Majapahit juga sudah tidak menyebutkan lagi nama Sriwijaya untuk kawasan yang sebelumnya merupakan kawasan Sriwijaya. yang terletak di daerah Madiun. KERAJAAN MATARAM KUNO Pada umumnya. Di daerah inilah untuk pertama kalinya istana Kerajaan Medang diperkirakan berdiri (Rajya Medang i Bhumi Mataram). Bhumi Mataram adalah sebutan lama untuk Yogyakarta dan sekitarnya. Sanjaya . padahal berdasarkan prasasti-prasasti yang telah ditemukan. sekarang disebut dengan nama Wotan. bernama Sanna. nama yang lazim dipakai untuk menyebut Kerajaan Medang periode Jawa Tengah adalah Kerajaan Mataram. Istilah Mataram kemudian lazim dipakai untuk menyebut nama kerajaan secara keseluruhan. Keduanya terletak di daerah Jombang. Awal berdirinya kerajaan Prasasti Mantyasih tahun 907 atas nama Dyah Balitung menyebutkan dengan jelas bahwa raja pertama Kerajaan Medang (Rahyang ta rumuhun ri Medang ri Poh Pitu) adalah Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. Tamwlang sekarang disebut dengan nama Tembelang. sedangkan Watugaluh sekarang disebut Megaluh.        Medang i Bhumi Mataram (zaman Sanjaya) Medang i Mamrati (zaman Rakai Pikatan) Medang i Poh Pitu (zaman Dyah Balitung) Medang i Bhumi Mataram (zaman Dyah Wawa) Medang i Tamwlang (zaman Mpu Sindok) Medang i Watugaluh (zaman Mpu Sindok) Medang i Wwatan (zaman Dharmawangsa Teguh) Menurut perkiraan. negara menjadi kacau. Kadang untuk membedakannya dengan Kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada abad ke16. bahkan sampai ke daerah Jawa Timur sekarang.

Sena akhirnya melarikan diri ke Pakuan. Tamperan. Menurut teori Bosch. anak Sannaha saudara perempuan Sanna. Hasratnya dilaksanakan setelah menjadi Raja Sunda yang memerintah atas nama isterinya. bahkan berhasil pula menguasai Kerajaan Sriwijaya di Pulau Sumatra. Sebelum ia meninggalkan kawasan Jawa Barat. dan memindahkan istananya ke Mamrati.kemudian tampil menjadi raja. Persahabatan ini pula yang mendorong Tarusbawa mengambil Sanjaya menjadi menantunya. yaitu Wangsa Sanjaya dan Wangsa Sailendra pada periode Jawa Tengah. kekuasaan atas Medang direbut oleh Wangsa Sailendra yang beragama Buddha Mahayana. . Dinasti yang berkuasa Pada umumnya para sejarawan menyebut ada tiga dinasti yang pernah berkuasa di Kerajaan Medang. yang merupakan raja Kerajaan Galuh yang ketiga (709 . Sunda dan Galuh menjadi kekuasaan Tamperan. Mulai saat itu Wangsa Sailendra berkuasa di Pulau Jawa. Istilah Wangsa Sanjaya merujuk pada nama raja pertama Medang.716 M). Peristiwa tersebut dianggap sebagai awal kebangkitan kembali Wangsa Sanjaya. Tarusbawa yang merupakan raja pertama Kerajaan Sunda (setelah tarumanegara pecah menjadi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh) adalah sahabat baik sanna. meminta perlindungan pada Raja Tarusbawa. dan Resi Guru Demunawan. seorang keturunan Sanjaya bernama Rakai Pikatan berhasil menikahi Pramodawardhani putri mahkota Wangsa Sailendra. Dinasti ini menganut agama Hindu aliran Siwa. Untuk itu ia meminta bantuan Tarusbawa (mertuanya yangg merupakan sahabat sanna). sedangkan Kerajaan Kuningan dan Galunggung diperintah oleh Resi Guru Demunawan. Kerajaan Galuh dan Kerajaan Kalingga (setelah Ratu Shima mangkat).Bratasenawa alias Sanna atau Sena digulingkan dari tahta Galuh oleh Purbasora (saudara satu ibu sanna) dalam tahun 716 M. ia mengatur pembagian kekuasaan antara puteranya. Sanna juga dikenal dengan nama sena atau Bratasenawa. yaitu sekitar abad ke-16. pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran (pengganti Sanjaya sekitar tahun 770-an). Berkat perkawinan itu ia bisa menjadi raja Medang. Dalam tahun 732 M Sanjaya mewarisi tahta Kerajaan Mataram dari orangtuanya. berniat menuntut balas terhadap keluarga Purbasora. Akhirnya Sanjaya menjadi penguasa Kerajaan Sunda. nama raja-raja Medang dalam Prasasti Mantyasih dianggap sebagai anggota Wangsa Sanjaya secara keseluruhan. dan bukan daftar silsilah keturunan Sanjaya. yaitu Sannaha saudara perempuan Sanna. Menurut teori van Naerssen. serta Wangsa Isyana pada periode Jawa Timur. putera bungsu Sempakwaja. Sementara itu Slamet Muljana berpendapat bahwa daftar tersebut adalah daftar raja-raja yang pernah berkuasa di Medang. Sanjaya. Sampai akhirnya. atas dukungan ibunya. sekitar tahun 840-an. Kisah hidup Sanjaya secara panjang lebar terdapat dalam Carita Parahyangan yang baru ditulis ratusan tahun setelah kematiannya. yaitu Sanjaya.

misalnya Dharanindra ataupun Samaratungga. Kerajaan Medang berakhir . Dinasti ini didirikan oleh Mpu Sindok yang membangun istana baru di Tamwlang sekitar tahun 929. Nama aslinya ditemukan dalam prasasti Kalasan.Contoh yang diajukan Slamet Muljana adalah Rakai Panangkaran yang diyakininya bukan putra Sanjaya. Alasannya ialah. Sedangkan kebangkitan Wangsa Sanjaya baru dimulai sejak Rakai Pikatan naik takhta menggantikan Rakai Garung. Rakai Panunggalan alias Dharanindra 4. awal periode Jawa Timur 14. Makuthawangsawardhana 16. yang bermakna “penguasa di”. awal berkuasanya Wangsa Syailendra 3. Rakai Garung alias Samaratungga 6. Dengan demikian pendapat ini menolak teori van Naerssen tentang kekalahan Rakai Panangkaran oleh seorang raja Sailendra. Rakai Watukura Dyah Balitung 10. gelar Rakai Panangkaran sama artinya dengan “Penguasa di Panangkaran”. Rakai Warak alias Samaragrawira 5. Sri Lokapala suami Sri Isanatunggawijaya 15. Menurut teori Slamet Muljana. Jadi. maka daftar raja-raja Medang sejak masih berpusat di Bhumi Mataram sampai berakhir di Wwatan dapat disusun secara lengkap sebagai berikut: 1. Rakai Layang Dyah Tulodong 12. Dharmawangsa Teguh. raja-raja Medang versi Prasasti Mantyasih mulai dari Rakai Panangkaran sampai dengan Rakai Garung adalah anggota Wangsa Sailendra. Daftar raja-raja Medang Apabila teori Slamet Muljana benar. Slamet Muljana kemudian mengidentifikasi Rakai Panunggalan sampai Rakai Garung dengan nama-nama raja Wangsa Sailendra yang telah diketahui. Dalam prasasti-prasastinya. Rakai Kayuwangi alias Dyah Lokapala 8. prasasti Kalasan tahun 778 memuji Rakai Panangkaran sebagai “permata wangsa Sailendra” (Sailendrawangsatilaka). awal kebangkitan Wangsa Sanjaya 7. Sanjaya. Mpu Sindok menyebut dengan tegas bahwa kerajaannya adalah kelanjutan dari Kadatwan Rahyangta i Medang i Bhumi Mataram. Rakai Panangkaran. Rakai Watuhumalang 9. pendiri Kerajaan Medang 2. Rakai Pikatan suami Pramodawardhani. Rakai Sumba Dyah Wawa 13. yang selama ini cenderung dianggap bukan bagian dari daftar para raja versi Prasasti Mantyasih. Istilah Rakai pada zaman Medang identik dengan Bhre pada zaman Majapahit. dinasti ketiga yang berkuasa di Medang adalah Wangsa Isana yang baru muncul pada „‟periode Jawa Timur‟‟. Sementara itu. Mpu Daksa 11. yaitu Dyah Pancapana. Mpu Sindok.

Pada daftar di atas hanya Sanjaya yang memakai gelar Sang Ratu. Kerajaan Medang memang terkenal sebagai negara agraris. Mpu Sindok merupakan Mapatih Hino pada masa pemerintahan Dyah Wawa. Jabatan Rakryan Kanuruhan pada zaman Majapahit memang masih ada. namun kiranya setara dengan menteri dalam negeri pada zaman sekarang. Hal ini dapat dilihat dalam daftar raja-raja versi Prasasti Mantyasih yang menyebutkan hanya Sanjaya yang bergelar Sang Ratu. Ketika Sailendrawangsa berkuasa. agama resmi kerajaan berganti menjadi Buddha aliran Mahayana. . Pada zaman Wangsa Isana berkuasa masih ditambah lagi dengan jabatan Mahamantri Wka dan Mahamantri Bawang. Sanjaya sebagai raja pertama memakai gelar Ratu. gelar Ratu dihapusnya dan diganti dengan gelar Sri Maharaja. Patih zaman Majapahit setara dengan perdana menteri namun tidak berhak untuk naik takhta. dan setelah dikuasai Wangsa Sailendra juga berubah menjadi Sri Maharaja. Gelar ini setara dengan Datu yang berarti "pemimpin". sedangkan saingannya. Struktur pemerintahan Raja merupakan pemimpin tertinggi Kerajaan Medang. Pada zaman Majapahit jabatan-jabatan ini masih ada namun hanya sekadar gelar kehormatan saja. Ketika Rakai Panangkaran dari Wangsa Sailendra berkuasa. Mungkin semacam perdana menteri pada zaman sekarang atau setara dengan Rakryan Mapatih pada zaman Majapahit. Jabatan tertinggi sesudah raja ialah Rakryan Mahamantri i Hino atau kadang ditulis Rakryan Mapatih Hino. Jabatan ini dipegang oleh putra atau saudara raja yang memiliki peluang untuk naik takhta selanjutnya. Agama resmi Kerajaan Medang pada masa pemerintahan Sanjaya adalah Hindu aliran Siwa. Keadaan penduduk Penduduk Medang sejak periode Bhumi Mataram sampai periode Wwatan pada umumnya bekerja sebagai petani. yaitu Kerajaan Sriwijaya merupakan negara maritim. Misalnya. Jabatan tertinggi di Medang selanjutnya ialah Rakryan Kanuruhan sebagai pelaksana perintah raja. Jabatan sesudah Mahamantri i Hino secara berturut-turut adalah Mahamantri i Halu dan Mahamantri i Sirikan. Pada zaman itu istilah Ratu belum identik dengan kaum perempuan. Jabatan Rakryan Mapatih Hino pada zaman ini berbeda dengan Rakryan Mapatih pada zaman Majapahit. Kasus yang sama terjadi pada Kerajaan Sriwijaya di mana raja-rajanya semula bergelar Dapunta Hyang. Pemakaian gelar Sri Maharaja di Kerajaan Medang tetap dilestarikan oleh Rakai Pikatan meskipun Wangsa Sanjaya berkuasa kembali. Keduanya merupakan gelar asli Indonesia. sedangkan raja-raja sesudahnya semua memakai gelar Sri Maharaja. Kemudian pada saat Rakai Pikatan dari Sanjayawangsa berkuasa. agama Hindu dan Buddha tetap hidup berdampingan dengan penuh toleransi.

Konon sebagian puncak Merapi hancur. Hubungan senasib antara Jawa dan Sumatra berubah menjadi permusuhan ketika Wangsa Sanjaya bangkit kembali memerintah Medang. Kemudian lapisan tanah begeser ke arah barat daya sehingga terjadi lipatan.Konflik takhta periode Jawa Tengah Pada masa pemerintahan Rakai Kayuwangi putra Rakai Pikatan (sekitar 856 – 880–an). Permusuhan dengan Sriwijaya Selain menguasai Medang. Dyah Balitung yang diduga merupakan menantu Rakai Watuhumalang berhasil mempersatukan kembali kekuasaan seluruh Jawa. raja sesudah Rakai Kayuwangi adalah Rakai Watuhumalang. yang antara lain. ditemukan beberapa prasasti atas nama raja-raja lain. Prasasti tertuanya berangka tahun 929. bahkan sampai Bali. Sedangkan menurut prasasti Mantyasih. Istana Medang yang diperkirakan kembali berada di Bhumi Mataram hancur. yang merujuk pada gelar abhiseka Mpu Sindok yaitu Sri Isana Wikramadharmottungga. karena raja selanjutnya yang bertakhta di Jawa Timur bernama Mpu Sindok. Hal ini ditandai dengan ditemukannya Prasasti Ligor tahun 775 yang menyebut nama Maharaja Wisnu dari Wangsa Sailendra sebagai penguasa Sriwijaya. melainkan sebuah keluarga baru bernama Isanawangsa. Wangsa Sailendra juga menguasai Kerajaan Sriwijaya di pulau Sumatra. perpindahan istana Medang dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur disebabkan oleh letusan Gunung Merapi yang sangat dahsyat. Letusan tersebut disertai gempa bumi dan hujan material vulkanik berupa abu dan batu. Tulodhong akhirnya tersingkir oleh pemberontakan Dyah Wawa yang sebelumnya menjabat sebagai pegawai pengadilan. Mpu Sindok yang menjabat sebagai Rakryan Mapatih Hino mendirikan istana baru di daerah Tamwlang. yaitu Maharaja Rakai Gurunwangi dan Maharaja Rakai Limus Dyah Dewendra. Mungkin karena kepahlawanannya itu. Ia sendiri kemudian digantikan oleh menantunya. sekitar tahun 850– . bernama Dyah Tulodhong. Hal ini menunjukkan kalau pada saat itu Rakai Kayuwangi bukanlah satu-satunya maharaja di Pulau Jawa. Tidak diketahui dengan pasti apakah Dyah Wawa tewas dalam bencana alam tersebut ataukah sudah meninggal sebelum peristiwa itu terjadi. Pemerintahan Balitung diperkirakan berakhir karena terjadinya kudeta oleh Mpu Daksa yang mengaku sebagai keturunan asli Sanjaya. Teori van Bammelen Menurut teori van Bammelen. Tidak diketahui dengan pasti apakah proses suksesi ini berjalan damai ataukah melalui kudeta pula. membentuk Gunung Gendol dan lempengan Pegunungan Menoreh. ia dapat mewarisi takhta mertuanya. Menurut teori de Casparis. Dinasti yang berkuasa di Medang periode Jawa Timur bukan lagi Sanjayawangsa.

Berdiri sekitar abad ke-4. Selain itu. KERAJAAN KUTAI Kutai Martadipura adalah kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua. Ketika ia mengadakan pesta perkawinan putrinya. Medang dan Sriwijaya juga bersaing untuk menguasai lalu lintas perdagangan di Asia Tenggara. Kronik Cina dari Dinasti Song mencatat telah beberapa kali Dharmawangsa mengirim pasukan untuk menggempur ibu kota Sriwijaya sejak ia naik takhta tahun 991. Pangeran itu bernama Airlangga yang mengaku bahwa ibunya adalah keturunan Mpu Sindok. Dharmawangsa tewas. Sewaktu Mpu Sindok memulai periode Jawa Timur. istana Medang di Wwatan diserbu oleh Aji Wurawari dari Lwaram yang diperkirakan sebagai sekutu Kerajaan Sriwijaya. Tahun terjadinya peristiwa tersebut tidak dapat dibaca dengan jelas sehingga muncul dua versi pendapat. Peristiwa Mahapralaya Mahapralaya adalah peristiwa hancurnya istana Medang di Jawa Timur berdasarkan berita dalam prasasti Pucangan. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman. Kerajaan yang ia dirikan kemudian lazim disebut dengan nama Kerajaan Kahuripan. . Raja terakhir Medang adalah Dharmawangsa Teguh. sedangkan yang lainnya menyebut tahun 1016. tepatnya di hulu sungai Mahakam. Perselisihan antara kedua raja ini berkembang menjadi permusuhan turun-temurun pada generasi selanjutnya. Tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini dan memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh. seorang pangeran berdarah campuran Jawa–Bali yang lolos dari Mahapralaya tampil membangun kerajaan baru sebagai kelanjutan Kerajaan Medang. Rasa permusuhan Wangsa Sailendra terhadap Jawa terus berlanjut bahkan ketika Wangsa Isana berkuasa. Jawa Timur) yang dimenangkan oleh pihak Mpu Sindok.an. Pada tahun 1006 (atau 1016) Dharmawangsa lengah. cicit Mpu Sindok. pasukan Sriwijaya datang menyerangnya. Balaputradewa kemudian menjadi raja Sriwijaya di mana ia tetap menyimpan dendam terhadap Rakai Pikatan. Permusuhan antara Jawa dan Sumatra semakin memanas saat itu. Dalam peristiwa tersebut. Rakai Pikatan berhasil menyingkirkan seorang anggota Wangsa Sailendra bernama Balaputradewa putra Samaragrawira. Kalimantan Timur. Sebagian sejarawan menyebut Kerajaan Medang runtuh pada tahun 1006. Pertempuran terjadi di daerah Anjukladang (sekarang Nganjuk.[1][2] Nama Kutai diberikan oleh para ahli mengambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menunjukkan eksistensi kerajaan tersebut. KERAJAAN HINDHU 1. Tiga tahun kemudian.

13. 9. 2. Maharaja Kundungga. yang artinya pembentuk keluarga. 11. 18. Dari salah satu yupa tersebut diketahui bahwa raja yang memerintah kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. Yupa adalah tugu batu yang berfungsi sebagai tiang untuk menambat hewan yang akan dikorbankan.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. 12.  Masa Pertumbuhan Aswawarman adalah raja pertama Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu. 8. 4. 19. 16. Namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20. Aswawarman memiliki 3 orang putera. Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Kerajaan Kutai seakan-akan tak tampak lagi oleh dunia luar karena kurangnya komunikasi dengan pihak asing. 10. Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman. Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam menginterpretasikan sejarah Kerajaan Kutai.  Masa Kejayaan Putra Aswawarman adalah Mulawarman. gelar anumerta Dewawarman Maharaja Asmawarman (anak Kundungga) Maharaja Mulawarman Maharaja Marawijaya Warman Maharaja Gajayana Warman Maharaja Tungga Warman Maharaja Jayanaga Warman Maharaja Nalasinga Warman Maharaja Nala Parana Tungga Maharaja Gadingga Warman Dewa Maharaja Indra Warman Dewa Maharaja Sangga Warman Dewa Maharaja Candrawarman Maharaja Sri Langka Dewa Maharaja Guna Parana Dewa Maharaja Wijaya Warman Maharaja Sri Aji Dewa Maharaja Mulia Putera Maharaja Nala Pandita . 17. hingga sangat sedikit yang mendengar namanya. dan salah satunya adalah Mulawarman. 3. 5. Nama-Nama Raja Kutai 1. Ia juga diketahui sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta. 14. 15. Informasi yang ada diperoleh dari Yupa / prasasti dalam upacara pengorbanan yang berasal dari abad ke-4. 6. 7. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur.

4. yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama.1 Raja-raja Tarumanagara menurut Naskah Wangsakerta 2 Lihat pula 3 Rujukan 4 Bacaan selanjutnya 5 Garis waktu kerajaan-kerajaan di Jawa Barat/Banten [sunting] Sumber Sejarah Bila menilik dari catatan sejarah ataupun prasasti yang ada.3 Kepurbakalaan Masa Tarumanagara o 1.1.2 Prasasti Ciaruteun  1.20. di tahun 1365. KERAJAAN TARUMANEGARA Tarumanagara atau Kerajaan Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M. tidak ada penjelasan atau catatan yang pasti mengenai siapakah yang pertama kalinya mendirikan kerajaan Tarumanegara.1. 2. Daftar isi [sembunyikan]      1 Sumber Sejarah o 1. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.2 Sumber berita dari luar negeri o 1. Taruma merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara yang meninggalkan catatan sejarah.4 Prasasti Jambu o 1.4 Naskah Wangsakerta  1.3 Prasasti Telapak Gajah  1. Dalam catatan sejarah dan peninggalan artefak di sekitar lokasi kerajaan.1 Prasasti yang ditemukan  1.1. Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga (Kali Bekasi) . Raja yang pernah berkuasa dan sangat terkenal dalam catatan sejarah adalah Purnawarman.1. Maharaja Indra Paruta Dewa Maharaja Dharma Setia  Berakhir Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13. Aji Pangeran Anum Panji Mendapa.1 Prasasti Pasir Muara  1. terlihat bahwa pada saat itu Kerajaan Taruma adalah kerajaan Hindu beraliran Wisnu. Kutai Kartanegara inilah. 21. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute).

aksara tersebut belum mencapai taraf modifikasi bentuk khasnya sebagaimana yang digunakan naskah-naskah (lontar) abad ke-16. 3. Prasasti Kebon Kopi. Bogor 2. Pada zaman ini. yang mengacu pada model aksara Kamboja dengan beberapa cirinya yang masih melekat.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. Prasasti Pasir Awi. Prasasti Cidanghiyang atau Prasasti Munjul. dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau. Citeureup. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). Kecamatan Munjul.Penggalian sungai tersebut merupakan gagasan untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman. yang pada awalnya merupakan perkembangan dari aksara tipe Pallawa Lanjut. Kecamatan Tarumajaya. Dahulu termasuk bagian tanah swasta Ciampea. sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1. Ciampea. ditemukan di perkebunan kopi milik Jonathan Rig. Ciampea. Bogor 5. Nanggung. Cianten dan Ciaruteun. sekarang disimpan di museum di Jakarta.sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Prasasti Tugu. . Sampai abad ke-19 jalur sungai itu masih digunakan untuk angkutan hasil perkebunan kopi. Desa Tugu. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M. Prasasti tersebut isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya. Ciampea. Prasasti Ciaruteun. Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui dengan tujuh buah prasasti batu yang ditemukan. Kabupaten Pandeglang. Bogor Lahan tempat prasasti itu ditemukan berbentuk bukit rendah berpermukaan datar dan diapit tiga batang sungai: Cisadane. Bogor 6. Kampung Muara tempat prasasti Ciaruteun dan Telapak Gajah ditemukan. tempat itu masih dilaporkan dengan nama Pasir Muara. 4. ditemukan di Kampung Batutumbu. Bogor 7. dibuat sekitar 400 M (H Kern 1917). Banten. Kabupaten Bekasi. Empat di Bogor. berisi pujian kepada Raja Purnawarman. Selesai penggalian. ditemukan di aliran Sungai Cidanghiang yang mengalir di Desa Lebak. Prasasti Muara Cianten. Sekarang masih digunakan oleh pedagang bambu untuk mengangkut barang dagangannya ke daerah hilir. Prasasti Jambu. Prasasti pada zaman ini menggunakan aksara Sunda kuno. Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. [sunting] Prasasti yang ditemukan 1. dahulu merupakan sebuah "kota pelabuhan sungai" yang bandarnya terletak di tepi pertemuan Cisadane dengan Cianten. satu di Jakarta dan satu di Lebak Banten. Sekarang termasuk wilayah Kecamatan Cibungbulang. Sampai abad ke-19.

Kehadiran prasasti Purnawarman di kampung itu menunjukkan bahwa daerah itu termasuk kawasan kekuasaannya. berbahasa Sansekerta. tidak jauh dari prasasti Telapak Gajah peninggalan Purnawarman. Prasasti itu kini tak berada ditempat asalnya. [sunting] Prasasti Telapak Gajah Prasasti Telapak Gajah bergambar sepasang telapak kaki gajah yang diberi keterangan satu baris berbentuk puisi berbunyi: jayavi s halasya tarumendrsaya hastinah airavatabhasya vibhatidam padadavayam Terjemahannya: . [sunting] Prasasti Ciaruteun Prasasti Ciaruteun ditemukan pada aliran Ci Aruteun. namun pada tahun 1981 diangkat dan diletakkan di dalam cungkup. ada pula gambar sepasang "pandatala" (jejak kaki). Menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II. yang menunjukkan tanda kekuasaan &mdash& fungsinya seperti "tanda tangan" pada zaman sekarang. yang berbunyi: vikkrantasyavanipateh shrimatah purnavarmmanah tarumanagararendrasya vishnoriva padadvayam Terjemahannya menurut Vogel: Kedua (jejak) telapak kaki yang seperti (telapak kaki) Wisnu ini kepunyaan raja dunia yang gagah berani yang termashur Purnawarman penguasa Tarumanagara. pemerintahan begara dikembalikan kepada raja Sunda. Selain itu. sarga 3. di antara bawahan Tarumanagara pada masa pemerintahan Purnawarman terdapat nama "Rajamandala" (raja daerah) Pasir Muhara. beraksara Palawa.[sunting] Prasasti Pasir Muara Di Bogor. seratus meter dari pertemuan sungai tersebut dengan Ci Sadane. maka prasasti tersebut dibuat dalam tahun 458 Saka atau 536 Masehi. Dalam prasasti itu dituliskan : ini sabdakalanda rakryan juru panga-mbat i kawihaji panyca pasagi marsa-n desa barpulihkan haji su-nda Terjemahannya menurut Bosch: Ini tanda ucapan Rakryan Juru Pengambat dalam tahun (Saka) kawihaji (8) panca (5) pasagi (4). prasasti ditemukan di Pasir Muara. Karena angka tahunnya bercorak "sangkala" yang mengikuti ketentuan "angkanam vamato gatih" (angka dibaca dari kanan). Prasasti ini peninggalan Purnawarman. Isinya adalah puisi empat baris. di tepi sawah. halaman 161.

Ukiran bendera dan sepasang lebah itu dengan jelas ditatahkan pada prasasti Ciaruteun yang telah memancing perdebatan mengasyikkan di antara para ahli sejarah mengenai makna dan nilai perlambangannya. Ukiran kepala gajah bermahkota teratai ini oleh para ahli diduga sebagai "huruf ikal" yang masih belum terpecahkan bacaaanya sampai sekarang. yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan "beragama kotor" (maksudnya animisme). Keterangan pustaka dari Cirebon tentang bendera Taruma dan ukiran sepasang "bhramara" (lebah) sebagai cap pada mahkota Purnawarman dalam segala "kemudaan" nilainya sebagai sumber sejarah harus diakui kecocokannya dengan lukisan yang terdapat pada prasasti Ciaruteun.asamo yah pura tarumayam nama shri purnnavarmma pracurarupucara fedyavikyatavammo tasyedam . Pada bukit ini mengalir (sungai) Cikasungka. Prasasti inipun berukiran sepasang telapak kaki dan diberi keterangan berbentuk puisi dua baris: shriman data kertajnyo narapatir . Menurut mitologi Hindu. Demikian pula tentang ukiran sepasang tanda di depan telapak kaki ada yang menduganya sebagai lambang labah-labah. tahun 414M dalam bukunya yang berjudul Fa Kao Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti ("Jawadwipa") hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha. Terjemahannya menurut Vogel: Yang termashur serta setia kepada tugasnya ialah raja yang tiada taranya bernama Sri Purnawarman yang memerintah Taruma serta baju perisainya tidak dapat ditembus oleh panah musuh-musuhnya. tetapi merupakan duri bagi musuh-musuhnya. Demikian pula mahkota yang dikenakan Purnawarman berukiran sepasang lebah.Kedua jejak telapak kaki adalah jejak kaki gajah yang cemerlang seperti Airawata kepunyaan penguasa Tarumanagara yang jaya dan berkuasa. masih ada satu lagi prasasti lainnya yaitu prasasti batu peninggalan Tarumanagara yang terletak di puncak Bukit Koleangkak. kepunyaannyalah kedua jejak telapak kaki ini. Airawata adalah nama gajah tunggangan Batara Indra dewa perang dan penguawa Guntur.bhavati sukhahakaram shalyabhutam ripunam. Bahkan diberitakan juga. Berita Fa Hien. Ye Po Ti selama ini sering dianggap sebutan Fa Hien untuk Jawadwipa. di daerah . yang selalu berhasil menghancurkan benteng musuh. gajah perang Purnawarman diberi nama Airawata seperti nama gajah tunggangan Indra. matahari kembar atau kombinasi surya-candra (matahari dan bulan). bendera Kerajaan Tarumanagara berlukiskan rangkaian bunga teratai di atas kepala gajah. 1. Menurut Pustaka Parawatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I.padavimbadavyam arnagarotsadane nitya-dksham bhaktanam yangdripanam . Kecamatan Leuwiliang. sarga 1. [sunting] Sumber berita dari luar negeri Sumber-sumber dari luar negeri semuanya berasal dari berita Tiongkok. [sunting] Prasasti Jambu Di daerah Bogor. tetapi ada pendapat lain yang mengajukan bahwa Ye-Po-Ti adalah Way Seputih di Lampung. yang selalu menghadiahkan jamuan kehormatan (kepada mereka yang setia kepadanya). Desa Pasir Gintung.

meskipun saat ini Pugung Raharjo terletak puluhan kilometer dari pantai tetapi tidak jauh dari situs tersebut ditemukan batu-batu karang yg menunjukan daerah tersebut dulu adalah daerah pantai persis penuturan Fa hien[rujukan?] 2. 3. juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusan dari To-lo-mo. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman.aliran way seputih (sungai seputih) ini ditemukan bukti-bukti peninggalan kerajaan kuno berupa punden berundak dan lain-lain yang sekarang terletak di taman purbakala Pugung Raharjo. Jakarta. Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang Taruma. Dari tiga berita di atas para ahli[siapa?] menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara. Berita Dinasti Sui. Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu. Berita Dinasti Tang. Raja-raja Tarumanagara menurut Naskah Wangsakerta Raja-raja Tarumanegara 1 Jayasingawarman 2 Dharmayawarman 3 Purnawarman 4 Wisnuwarman 5 Indrawarman 6 Candrawarman 7 Suryawarman 8 Kertawarman 9 Sudhawarman 10 Hariwangsawarman 358-382 382-395 395-434 434-455 455-515 515-535 535-561 561-628 628-639 639-640 . menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari To-lomo ("Taruma") yang terletak di sebelah selatan. Bogor dan Cirebon. meliputi hapir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M.

parwa I. Sayangnya. Pada Naskah Wangsakerta dari Cirebon itu. Dinamainya kota itu Sundapura--pertama kalinya nama "Sunda" digunakan. Secara tradisional Cipamali (Kali Brebes) memang dianggap batas kekuasaan raja-raja penguasa Jawa Barat pada masa silam. sedangkan putranya di tepi kali Candrabaga. Pustaka Nusantara. banyak penguasa daerah yang menerima kembali kekuasaan pemerintahan atas daerahnya sebagai hadiah atas kesetiaannya terhadap Tarumanagara. merupakan gejala bahwa Ibukota Sundapura telah berubah status menjadi sebuah kerajaan daerah. parwa II sarga 3 (halaman 159 . Kehadiran Prasasti Purnawarman di Pasir Muara. yang memberitakan Raja Sunda dalam tahun 536 M. yang kemudian digantikan oleh putranya. Prasasti Munjul di Pandeglang menunjukkan bahwa wilayah kekuasaannya mencakup pula pantai Selat Sunda. Hal ini berarti.561 M) Raja Tarumanagara ke-7.162) menyebutkan bahwa di bawah kekuasaan Purnawarman terdapat 48 raja daerah yang membentang dari Salakanagara atau Rajatapura (di daerah Teluk Lada Pandeglang) sampai ke Purwalingga (sekarang Purbolinggo) di Jawa Tengah. maka Suryawarman melakukan hal yang sama sebagai lanjutan politik ayahnya. Prasasti Pasir Muara yang menyebutkan peristiwa pengembalian pemerintahan kepada Raja Sunda itu dibuat tahun 536 M. Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali Gomati. Ditinjau dari segi ini. Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358. ayah Suryawarman. Yang belum jelas adalah mengapa prasasti mengenai pengembalian pemerintahan kepada Raja Sunda itu terdapat di sana? Apakah daerah itu merupakan pusat Kerajaan Sunda atau hanya sebuah tempat penting yang termasuk kawasan Kerajaan Sunda? Baik sumber-sumber prasasti maupun sumber-sumber Cirebon memberikan keterangan bahwa Purnawarman berhasil menundukkan musuh-musuhnya. Dharmayawarman (382-395). Maharaja Purnawarman adalah raja Tarumanagara yang ketiga (395-434 M). Dalam tahun tersebut yang menjadi penguasa Tarumanagara adalah Suryawarman (535 . Contoh serupa dapat dilihat dari kedudukaan Rajatapura atau Salakanagara (kota . Ia membangun ibukota kerajaan baru pada tahun 397 yang terletak lebih dekat ke pantai.11 Nagajayawarman 12 Linggawarman Naskah Wangsakerta 640-666 666-669 Penjelasan tentang Tarumanagara cukup jelas di Naskah Wangsakerta. pusat pemerintahan Tarumanagara telah bergeser ke tempat lain. sarga 1 (halaman 80 dan 81) memberikan keterangan bahwa dalam masa pemerintahan Candrawarman (515-535 M). naskah ini mengundang polemik dan banyak pakar sejarah yang meragukan naskah-naskah ini bisa dijadikan rujukan sejarah. Rakeyan Juru Pengambat yang tersurat dalam prasasti Pasir Muara mungkin sekali seorang pejabat tinggi Tarumanagara yang sebelumnya menjadi wakil raja sebagai pimpinan pemerintahan di daerah tersebut. Pustaka Jawadwipa.

menantu Suryawarman. KERAJAAN KEDIRI Kerajaan Kediri adalah sebuah kerajaan besar di Jawa Timur yang berdiri pada abad ke-12. Pada tahun 669. yaitu Kediri (Pangjalu) dan Jenggala. Pemecahan ini dilakukan agar tidak terjadi perselisihan di antara anak-anak selirnya. Pusat kerajaanya terletak di tepi Sungai Brantas yang pada masa itu telah menjadi jalur pelayaran yang ramai. yaitu Dahanaputra. Ketika pusat pemerintahan beralih dari Rajatapura ke Tarumangara. Kota ini sampai tahun 362 menjadi pusat pemerintahan Raja-raja Dewawarman (dari Dewawarman I . raja Tarumanagara terakhir. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini. yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke daerah bagian timur. Linggawarman.Perak). Kerajaan ini merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno. Jayasingawarman pendiri Tarumanagara adalah menantu Raja Dewawarman VIII. tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya. karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri. daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan. yang disebut Argyre oleh Ptolemeus dalam tahun 150 M. Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang memberikan kepercayaan lebih banyak kepada raja daerah untuk mengurus pemerintahan sendiri. Kerajaan Kediri lahir dari pembagian Kerajaan Mataram oleh Raja Airlangga (1000-1049). Secara otomatis. maka Salakanagara berubah status menjadi kerajaan daerah. Ia sendiri seorang Maharesi dari Salankayana di India yang mengungsi ke Nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Magada. Dalam babad disebutkan bahwa kerajaan dibagi empat atau lima bagian. Tarusbawa. digantikan menantunya. Dalam tahun 526 M.VIII). Putera tokoh Manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di ibukota Tarumangara dan kemudian menjadi Panglima Angkatan Perang Tarumanagara. mendirikan kerajaan baru di Kendan. 3. Tidak ada bukti yang jelas bagaimana kerajaan tersebut dipecah dan menjadi beberapa bagian. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri. misalnya. Manikmaya. Garut. Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. Perkembangan daerah timur menjadi lebih berkembang ketika cicit Manikmaya mendirikan Kerajaan Galuh dalam tahun 612 M. Samarawijaya sebagai pewaris sah kerajaan mendapat ibukota lama. Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa. Tetapi dalam perkembangannya hanya dua kerajaan yang sering disebut. yaitu Tarusbawa. hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara. dan nama kerajaannya diubah menjadi Pangjalu atau dikenal juga sebagai Kerajaan Kediri. .

Keadaan ini dimanfaatkan Raden Wijaya untuk menyerang Jayakatwang. terjadilah pergolakan di dalam kerajaan. Setelah itu tidak ada lagi berita tentang Kerajaan Kediri. Sri Bameswara. Diatas bekas Kerajaan Kediri inilah Ken Arok kemudian mendirikan Kerajaan Singasari. Sri Jayabhaya. Namun kemudian kedudukannya direbut oleh Ken Arok. Prasasti Kamulan (1194). merupakan raja terbesar Kerajaan Kediri. datang tentara Mongol yang dikirim oleh Kaisar Kubilai Khan untuk membalas dendam terhadap Kertanegara. prasasti Wates Kulon (1205).  Runtuhnya Kediri Setelah berhasil mengalahkan Kertanegara. dan Kitab Pararaton. prasasti Talan (1136). berdasarkan prasasti Padelegan II (1159) dan prasasti Kahyunan (1161). prasasti Palah (1197). Sri Jayawarsa. Karena perilakunya yang baik. Sri Kameswara. Raja Kediri yang selama ini tunduk kepada Singasari bergabung dengan Bupati Sumenep (Madura) untuk menjatuhkan Kertanegara. Salah seorang pemimpin pasukan Singasari. Berikut adalah nama-nama raja yang pernah memerintah di Kerajaan Kediri:          Sri Samarawijaya. Sri Sarweswara. berdasarkan prasasti Jaring (1181). berdasarkan prasasti Padelegan I (1117). berdasarkan prasasti Ceker (1182) dan Kakawin Smaradahana. Kerajaan Kediri bangkit kembali di bawah pemerintahan Jayakatwang. Jayakatwang. Diduga Kerajaan Jenggala ditaklukkan oleh Kediri. berdasarkan prasasti Galunggung (1194). sedangkan Kerajaan Jenggala semakin tenggelam. dan Kediri berada di bawah kekuasaan Singasari. Tidak diketahui dengan pasti apakah ia adalah pengganti langsung Sri Samarawijaya atau bukan. berhasil meloloskan diri ke Madura. Pada tahun 1293. prasasti Panumbangan (1120). Sri Gandra. Raden Wijaya. Akan tetapi hilangnya jejak Jenggala mungkin juga disebabkan oleh tidak adanya prasasti yang ditinggalkan atau belum ditemukannya prasasti yang ditinggalkan Kerajaan Jenggala. Keadaan ini dimanfaatkan oleh Akuwu (setara camat) Tumapel Tunggul Ametung. . Akhirnya pada tahun 1292. Ketika Singasari berada di bawah pemerintahan Kertanegara (1268-1292). Jayakatwang berhasil mengalahkan Kertanegara dan membangun kembali kejayaan Kerajaan Kediri. Kejayaan Kerajaan Kediri sempat jatuh ketika Raja Kertajaya (11851222) berselisih dengan golongan Brahmana. Sri Aryeswara. Jayakatwang memperbolehkan Raden Wijaya untuk membuka Hutan Tarik sebagai daerah tempat tinggalnya. dan Kakawin Bharatayuddha (1157). dan prasasti Tangkilan (1130). merupakan putra Airlangga yang namanya ditemukan dalam prasasti Pamwatan (1042). Perkembangan Kerajaan Kediri Dalam perkembangannya Kerajaan Kediri yang beribukota Daha tumbuh menjadi besar. berdasarkan prasasti Angin (1171). Ia bekerjasama dengan tentara Mongol dan pasukan Madura di bawah pimpinan Arya Wiraraja untuk menggempur Kediri. Dalam perang tersebut pasukan Jayakatwang mudah dikalahkan. Kertajaya. berdasarkan prasasti Ngantang (1135). berdasarkan prasasti Sirah Keting (1104). Kitab Nagarakretagama.

Ken Arok kemudian berniat melepaskan Tumapel dari kekuasaan Kadiri. Ia mati dibunuh dengan cara tipu muslihat oleh pengawalnya sendiri yang bernama Ken Arok. ibu kota Kerajaan Tumapel bernama Kutaraja. Pada tahun 1222 terjadi perseteruan antara Kertajaya raja Kadiri melawan kaum brahmana. Yang menjabat sebagai akuwu (setara camat) Tumapel saat itu adalah Tunggul Ametung. Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di daerah Singosari.4. adalah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. Maka. yang kemudian menjadi akuwu baru. Kerajaan Tumapel pun terkenal pula dengan nama Kerajaan Singhasari. nama resmi Kerajaan Singhasari yang sesungguhnya ialah Kerajaan Tumapel. Raja Wisnuwardhana mengangkat putranya yang bernama Kertanagara sebagai yuwaraja dan mengganti nama ibu kota menjadi Singhasari. Daftar isi [sembunyikan]            1 Nama ibu kota 2 Awal berdiri 3 Silsilah Wangsa Rajasa 4 Prasasti Mula Malurung 5 Pemerintahan bersama 6 Kejayaan 7 Keruntuhan 8 Hubungan dengan Majapahit 9 Kepustakaan 10 Catatan 11 Lihat pula [sunting] Nama ibu kota Berdasarkan prasasti Kudadu. Menurut Nagarakretagama. Ken Arok juga yang mengawini istri Tunggul Ametung yang bernama Ken Dedes. ketika pertama kali didirikan tahun 1222. Malang. Tumapel semula hanya sebuah daerah bawahan Kerajaan Kadiri. KERAJAAN SINGASARI Kerajaan Singhasari atau sering pula ditulis Singasari atau Singosari. Nama Tumapel juga muncul dalam kronik Cina dari Dinasti Yuan dengan ejaan Tu-ma-pan. Nama Singhasari yang merupakan nama ibu kota kemudian justru lebih terkenal daripada nama Tumapel. Para brahmana lalu menggabungkan diri dengan Ken Arok yang mengangkat dirinya menjadi . Pada tahun 1254. [sunting] Awal berdiri Menurut Pararaton.

bukan raja Tumapel.1247) 2. Di antara para raja di atas hanya Wisnuwardhana dan Kertanagara saja yang didapati menerbitkan prasasti sebagai bukti kesejarahan mereka. Prasasti tersebut dikeluarkan oleh Kertanagara tahun 1255 selaku raja bawahan di Kadiri. Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250 .1249) 3.1272) 5. sebelum maju perang melawan Kadiri. yang bersumber dari Pararaton.1254) 4. Pararaton juga menyebutkan bahwa. Kertanagara (1272 . Tohjaya mati akibat pemberontakan Ranggawuni (anak Anusapati). pendiri kerajaan Tumapel bernama Ranggah Rajasa Sang Girinathaputra yang berhasil mengalahkan Kertajaya raja Kadiri. Sementara itu versi Nagarakretagama tidak menyebutkan adanya pembunuhan antara raja pengganti terhadap raja sebelumnya. Hanya Ranggawuni yang digantikan Kertanagara (putranya) secara damai. Anusapati mati dibunuh Tohjaya (anak Ken Arok dari selir). Anusapati (1247 . Hal ini dapat dimaklumi karena Nagarakretagama adalah kitab pujian untuk Hayam Wuruk raja Majapahit. . Prasasti Mula Malurung atas nama Kertanagara tahun 1255. dan berlanjut pada kerajaan Majapahit. Anusapati (1227 . baru pada tahun 1268 ia bertakhta di Singhasari. Nagarakretagama juga menyebut tahun yang sama untuk pendirian Kerajaan Tumapel. Kertanagara (1254 . Ken Arok lebih dulu menggunakan julukan Bhatara Siwa. Terdapat perbedaan antara Pararaton dan Nagarakretagama dalam menyebutkan urutan raja-raja Singhasari. Kemungkinannya adalah bahwa Kertanagara menjadi raja muda di Kadiri dahulu. Versi Pararaton adalah: 1.1248) 3. menyebutkan kalau pendiri Kerajaan Tumapel adalah Bhatara Siwa.1292) Versi Nagarakretagama adalah: 1. Ken Arok alias Rajasa Sang Amurwabhumi (1222 . Selain itu. Perang melawan Kadiri meletus di desa Ganter yang dimenangkan oleh pihak Tumapel. [sunting] Silsilah Wangsa Rajasa Wangsa Rajasa yang didirikan oleh Ken Arok. Keluarga kerajaan ini menjadi penguasa Singhasari. Ken Arok mati dibunuh Anusapati (anak tirinya). pemberitaan kalau Kertanagara naik takhta tahun 1254 dapat diperdebatkan.1227) 2. karena dalam Nagarakretagama arwah pendiri kerajaan Tumapel tersebut dipuja sebagai Siwa. Dengan demikian. Dalam naskah itu.1292) Kisah suksesi raja-raja Tumapel versi Pararaton diwarnai pertumpahan darah yang dilatari balas dendam. Rangga Rajasa Sang Girinathaputra (1222 . Hal ini memperkuat kebenaran berita dalam Nagarakretagama.raja pertama Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi.1250) 4. Mungkin nama ini adalah gelar anumerta dari Ranggah Rajasa. Peristiwa berdarah yang menimpa leluhur Hayam Wuruk tersebut dianggap sebagai aib. namun tidak menyebutkan adanya nama Ken Arok. Tohjaya (1249 . Diagram silsilah di samping ini adalah urutan penguasa dari Wangsa Rajasa. Dalam Prasasti Mula Malurung (yang dikeluarkan Kertanagara atas perintah Wisnuwardhana) ternyata menyebut Tohjaya sebagai raja Kadiri. Wisnuwardhana (1248 .

kemudian Tohjaya. Kadiri kemudian menjadi kerajaan bawahan yang dipimpin oleh putranya. Jerman. Dalam Pararaton disebutkan nama asli Narasingamurti adalah Mahisa Campaka. 22. Ia adalah raja pertama yang mengalihkan wawasannya ke luar Jawa. [sunting] Kejayaan Kertanagara adalah raja terakhir dan raja terbesar dalam sejarah Singhasari (1268 . Penemuan prasasti Mula Malurung memberikan pandangan lain yang berbeda dengan versi Pararaton yang selama ini dikenal mengenai sejarah Tumapel. yaitu Kertanagara. Prasasti Mula Malurung juga menyebutkan bahwa sepeninggal Tohjaya. kerajaan terpecah menjadi dua. setelah menaklukkan Kadiri. Parameswara digantikan oleh Guningbhaya. Sementara itu. Tumapel dipimpin Anusapati sedangkan Kadiri dipimpin Bhatara Parameswara (alias Mahisa Wonga Teleng).[sunting] Prasasti Mula Malurung Mandala Amoghapāśa dari masa Singhasari (abad ke-13). Anusapati digantikan oleh Seminingrat yang bergelar Wisnuwardhana. Apabila kisah kudeta berdarah dalam Pararaton benar-benar terjadi. Kerajaan Tumapel dan Kadiri dipersatukan kembali oleh Seminingrat.5 x 14 cm.1292). Wisnuwardhana merupakan cucu Tunggul Ametung sedangkan Narasingamurti adalah cucu Ken Arok. Kerajaan Tumapel disebutkan didirikan oleh Rajasa yang dijuluki "Bhatara Siwa". Pada tahun 1275 ia . perunggu. Berlin-Dahlem. [sunting] Pemerintahan bersama Pararaton dan Nagarakretagama menyebutkan adanya pemerintahan bersama antara Wisnuwardhana dan Narasingamurti. Koleksi Museum für Indische Kunst. Sepeninggalnya. maka dapat dipahami maksud dari pemerintahan bersama ini adalah suatu upaya rekonsiliasi antara kedua kelompok yang bersaing.

Nagarakretagama. Kertanagara juga mengadakan ekspedisi menaklukkan Bali.mengirim pasukan Ekspedisi Pamalayu untuk menjadikan Sumatra sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi ekspansi bangsa Mongol. dan Bakulapura. Riwayat Kerajaan Tumapel-Singhasari pun berakhir. Pahang. Pada tahun 1293 datang pasukan Mongol yang dipimpin Ike Mese untuk menaklukkan Jawa. Dalam serangan itu Kertanagara mati terbunuh. Gurun. dengan dikirimkannya bukti arca Amoghapasa yang dari Kertanagara. Jayakatwang menjadi raja dan membangun ibu kota baru di Kadiri. [sunting] Hubungan dengan Majapahit Pararaton. sebagai tanda persahabatan kedua negara. yang merupakan sepupu. Pada tahun 1289 Kaisar Kubilai Khan mengirim utusan ke Singhasari meminta agar Jawa mengakui kedaulatan Mongol. Bali. Raden Wijaya dengan siasat cerdik ganti mengusir tentara Mongol keluar dari tanah Jawa. . dan prasasti Kudadu mengisahkan Raden Wijaya cucu Narasingamurti yang menjadi menantu Kertanagara lolos dari maut. Namun permintaan itu ditolak tegas oleh Kertanagara. [sunting] Keruntuhan Candi Singhasari dibangun sebagai tempat pemuliaan Kertanegara. Nagarakretagama menyebutkan daerah-daerah bawahan Singhasari di luar Jawa pada masa Kertanagara antara lain. Kerajaan Singhasari yang sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar Jawa akhirnya mengalami keropos di bagian dalam. Pada tahun 1284. raja terakhir Singhasari. Melayu. Setelah Kadiri runtuh. Saat itu penguasa Sumatra adalah Kerajaan Dharmasraya (kelanjutan dari Kerajaan Malayu). Berkat bantuan Aria Wiraraja (penentang politik Kertanagara). sekaligus besan dari Kertanagara sendiri. Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwang bupati Gelang-Gelang. Setelah runtuhnya Singhasari. Kerajaan ini akhirnya dianggap telah ditundukkan. Mereka dimanfaatkan Raden Wijaya untuk mengalahkan Jayakatwang di Kadiri. sekaligus ipar. ia kemudian diampuni oleh Jayakatwang dan diberi hak mendirikan desa Majapahit.

Ketika pasukan Mongol tiba. Sebelum berdirinya Majapahit. sudah membunuh Kertanagara. penguasa Dinasti Yuan di Tiongkok.Raden Wijaya kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit sebagai kelanjutan Singhasari. Jayakatwang.[12][13] Saat itu juga merupakan kesempatan terakhir mereka untuk menangkap angin muson agar dapat pulang. adipati Kediri. atau mereka harus terpaksa menunggu enam bulan lagi di pulau yang asing. yaitu tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 saka yang bertepatan dengan tanggal 10 November 1293. Desa itu dinamai Majapahit. yang datang menyerahkan diri. Berlokasi semula di Candi Simping. Berdirinya Majapahit Arca Harihara. kini menjadi koleksi Museum Nasional Republik Indonesia. penguasa kerajaan Singhasari yang terakhir menolak untuk membayar upeti dan mempermalukan utusan tersebut dengan merusak wajahnya dan memotong telinganya. Raden Wijaya berbalik menyerang sekutu Mongolnya sehingga memaksa mereka menarik pulang kembali pasukannya secara kalang-kabut karena mereka berada di teritori asing. dan rasa "pahit" dari buah tersebut. Atas saran Aria Wiraraja. Ia mengirim utusan yang bernama Meng Chi[10] ke Singhasari yang menuntut upeti. Ketika itu. Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya. Hal ini menjadi perhatian Kubilai Khan. menantu Kertanegara. yaitu dinasti yang didirikan oleh Ken Arok. Raden Wijaya kemudian diberi hutan Tarik.[10][11] Kublai Khan marah dan lalu memberangkatkan ekspedisi besar ke Jawa tahun 1293. Kertanagara. Ia membuka hutan itu dan membangun desa baru. dewa gabungan Siwa dan Wisnu sebagai penggambaran Kertarajasa. yang namanya diambil dari buah maja. Singhasari telah menjadi kerajaan paling kuat di Jawa. Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongol untuk bertempur melawan Jayakatwang. dan menyatakan dirinya sebagai anggota Wangsa Rajasa. Ia dinobatkan dengan nama resmi Kertarajasa . Blitar. Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja.

Pararaton menyebutnya Kala Gemet.[13] Wijaya meninggal dunia pada tahun 1309. Rajapatni menunjuk anak perempuannya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit. meskipun pemberontakan tersebut tidak berhasil. Slamet Muljana menduga bahwa mahapatih Halayudha lah yang melakukan konspirasi untuk menjatuhkan semua orang tepercaya raja. Tribhuwana berkuasa di Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Sora. Beberapa orang tepercaya Kertarajasa. Pada tahun 1336. Odorico da Pordenone mengunjungi keraton Majapahit di Jawa. Selama kekuasaan Tribhuwana. seorang pendeta Italia. Hayam Wuruk. dan Nambi memberontak melawannya. Ia diteruskan oleh putranya. pada saat pelantikannya Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang menunjukkan rencananya untuk melebarkan kekuasaan Majapahit dan membangun sebuah kemaharajaan. kerajaan Majapahit berkembang menjadi lebih besar dan terkenal di kepulauan Nusantara. [sunting] Kejayaan Majapahit . Kerajaan ini menghadapi masalah.Jayawardhana. akan tetapi Rajapatni memilih mengundurkan diri dari istana dan menjadi bhiksuni. Tribhuwana menunjuk Gajah Mada sebagai Mahapatih. Halayudha ditangkap dan dipenjara. Pada tahun 1328. Namun setelah kematian pemberontak terakhir (Kuti). Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikannya. yang berarti "penjahat lemah". agar ia dapat mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan. termasuk Ranggalawe. Kira-kira pada suatu waktu dalam kurun pemerintahan Jayanegara. Jayanegara dibunuh oleh tabibnya. Jayanegara. Tanca. dan lalu dihukum mati. Anak dan penerus Wijaya.

dengan hati remuk redam melakukan "bela pati". Hampir seluruh rombongan keluarga kerajaan Sunda dapat dibinasakan secara kejam. Papua. memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389. Majapahit menguasai lebih banyak wilayah. Kamboja. dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok. putri Kerajaan Sunda sebagai permaisurinya. Hayam Wuruk berhasrat mempersunting Citraresmi (Pitaloka). bunuh diri untuk membela kehormatan negaranya. ukiran emas apsara (bidadari surgawi) gaya khas Majapahit menggambarkan dengan sempurna zaman kerajaan Majapahit sebagai "zaman keemasan" di kepulauan nusantara. Kalimantan. Pertarungan antara keluarga kerajaan Sunda dengan tentara Majapahit di lapangan Bubat tidak terelakkan. Siam.Bidadari Majapahit yang anggun. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364). Namun demikian. Gajah Mada. Hayam Wuruk. Pada 1357 rombongan raja Sunda beserta keluarga dan pengawalnya bertolak ke Majapahit mengantarkan sang putri untuk dinikahkan dengan Hayam Wuruk. Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa. Terakota wajah yang dipercaya sebagai potret Gajah Mada. Akan tetapi Gajah Mada melihat hal ini sebagai peluang untuk memaksa kerajaan Sunda takluk di bawah Majapahit. Tumasik ( Singapura) dan sebagian kepulauan Filipina[14]. juga disebut Rajasanagara. Sulawesi.[18] Kisah Pasunda Bubat menjadi tema utama dalam naskah Kidung . dan Vietnam.[15][2] Selain melancarkan serangan dan ekspedisi militer.[17] Tradisi menyebutkan bahwa sang putri yang kecewa. Maluku. kepulauan Nusa Tenggara. batasan alam dan ekonomi menunjukkan bahwa daerah-daerah kekuasaan tersebut tampaknya tidaklah berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit. Kemungkinan karena didorong alasan politik. Meski dengan gagah berani memberikan perlawanan. Majapahit juga menempuh jalan diplomasi dan menjalin persekutuan. semenanjung Malaya. daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra. Birma bagian selatan. Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV. Sumber ini menunjukkan batas terluas sekaligus puncak kejayaan Kemaharajaan Majapahit. keluarga kerajaan Sunda kewalahan dan akhirnya dikalahkan. Pada masanya Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya.[16] Pihak Sunda menganggap lamaran ini sebagai perjanjian persekutuan. tetapi terhubungkan satu sama lain oleh perdagangan yang mungkin berupa monopoli oleh raja[15].

antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. Pada saat inilah pedagang muslim dan penyebar agama Islam mulai memasuki kawasan ini.Sunda yang disusun pada zaman kemudian di Bali. Akan tetapi segala pemberontakan atau tantangan bagi ketuanan Majapahit atas daerah itu dapat mengundang reaksi keras. Kisah ini disinggung dalam Pararaton tetapi sama sekali tidak disebutkan dalam Nagarakretagama. Pada kurun pemerintahan Wikramawardhana. dan pengakuan kedaulatan Majapahit atas mereka. di luar daerah itu hanya semacam pemerintahan otonomi luas. Demak. Tuban. [sunting] Jatuhnya Majapahit Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14. Tradisi lokal di berbagai daerah di Nusantara masih mencatat kisah legenda mengenai kekuasaan Majapahit. pangeran Wikramawardhana. seorang jenderal muslim China. dan diteruskan oleh putrinya. dan canggih. Ia memerintah hingga tahun 1451. Sejak tahun 1430 ekspedisi Cheng Ho ini telah menciptakan komunitas muslim China dan Arab di beberapa kota pelabuhan pantai utara Jawa. kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. Perang ini akhirnya dimenangi Wikramawardhana. Bhre Pamotan menjadi raja dengan gelar Rajasawardhana dan memerintah di Kahuripan. seperti di Semarang. dan Ampel. adik laki-lakinya.[5] Perang saudara yang disebut Perang Paregreg diperkirakan terjadi pada tahun 14051406. Majapahit melancarkan serangan laut untuk menumpas pemberontakan di Palembang. beberapa tahun setelah kematian Gajah Mada. Kakawin Nagarakretagama yang disusun pada tahun 1365 menyebutkan budaya keraton yang adiluhung. Pewaris Hayam Wuruk adalah putri mahkota Kusumawardhani. semetara Wirabhumi ditangkap dan kemudian dipancung. pembayaran upeti berkala. Ia wafat pada tahun 1453 AD. putra Kertawijaya. Administrasi pemerintahan langsung oleh kerajaan Majapahit hanya mencakup wilayah Jawa Timur dan Bali. Ratu Suhita. Setelah wafatnya Hayam Wuruk pada tahun 1389. serta sistem ritual keagamaan yang rumit. perhatian utama Majapahit nampaknya adalah mendapatkan porsi terbesar dan mengendalikan perdagangan di kepulauan Nusantara. Girisawardhana. Suhita mangkat dan pemerintahan dilanjutkan oleh Kertawijaya.[19] Pada tahun 1377. yang menikahi sepupunya sendiri. anggun. Terjadi jeda waktu tiga tahun tanpa raja akibat krisis pewarisan takhta. Sang pujangga menggambarkan Majapahit sebagai pusat mandala raksasa yang membentang dari Sumatera ke Papua. Ia adalah putri kedua Wikramawardhana dari seorang selir yang juga putri kedua Wirabhumi. tiba di Jawa beberapa kali antara kurun waktu 1405 sampai 1433. Wikramawardhana memerintah hingga tahun 1426. Majapahit memasuki masa kemunduran akibat konflik perebutan takhta. yang memerintah pada tahun 1426 sampai 1447. Tampaknya perang saudara ini melemahkan kendali Majapahit atas daerah-daerah taklukannya di seberang. dengan cita rasa seni dan sastra yang halus dan tinggi. Ia kemudian wafat pada 1466 dan digantikan oleh . Pada 1447. maka Islam pun mulai memiliki pijakan di pantai utara Jawa. serangkaian ekspedisi laut Dinasti Ming yang dipimpin oleh laksamana Cheng Ho. Hayam Wuruk juga memiliki seorang putra dari selirnya Wirabhumi yang juga menuntut haknya atas takhta. naik takhta pada 1456. Setelah Kertawijaya wafat. mencakup Semenanjung Malaya dan Maluku.[2] Meskipun penguasa Majapahit memperluas kekuasaannya pada berbagai pulau dan kadangkadang menyerang kerajaan tetangga.

yaitu tahun 1400 Saka. Kuala Lumpur. Arti sengkala ini adalah “sirna hilanglah kemakmuran bumi”. Menurut prasasti Jiyu dan Petak. pengaruh Majapahit di seluruh Nusantara mulai berkurang. Majapahit tak kuasa lagi membendung kebangkitan Kesultanan Malaka yang pada pertengahan abad ke-15 mulai menguasai Selat Malaka dan melebarkan kekuasaannya ke Sumatera. Waktu berakhirnya Kemaharajaan Majapahit berkisar pada kurun waktu tahun 1478 (tahun 1400 saka. karena penguasa Demak adalah keturunan Kertabhumi. Namun demikian yang sebenarnya digambarkan oleh candrasengkala tersebut adalah gugurnya Bhre Kertabumi. Peperangan ini dimenangi Demak pada tahun 1527. Sengkala ini konon adalah tahun berakhirnya Majapahit dan harus dibaca sebagai 0041. Ketika Majapahit didirikan. yaitu Kesultanan Malaka. Dalam tradisi Jawa ada sebuah kronogram atau candrasengkala yang berbunyi sirna ilang kretaning bumi. berakhirnya abad dianggap sebagai waktu lazim pergantian dinasti dan berakhirnya suatu pemerintahan[21]) hingga tahun 1527. Sementara itu beberapa jajahan dan daerah taklukan Majapahit di daerah lainnya di Nusantara. sebuah kerajaan perdagangan baru yang berdasarkan Islam. Pada saat bersamaan. atau 1478 Masehi. oleh Girindrawardhana[22]. Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15. Sebuah tampilan model kapal Majapahit di Museum Negara Malaysia. Meskipun demikian kekuatan Majapahit telah melemah akibat konflik dinasti ini dan mulai bangkitnya kekuatan kerajaan-kerajaan Islam di pantai utara Jawa.[23] Sejumlah besar abdi .[8]. pedagang Muslim dan para penyebar agama sudah mulai memasuki Nusantara. Peristiwa ini memicu perang antara Daha dengan Kesultanan Demak. mulai muncul di bagian barat Nusantara[20]. Pada 1478 Ranawijaya mengalahkan Kertabhumi dan mempersatukan kembali Majapahit menjadi satu kerajaan. Singhawikramawardhana memindahkan ibu kota kerajaan lebih jauh ke pedalaman di Daha (bekas ibu kota Kerajaan Kediri) dan terus memerintah disana hingga digantikan oleh putranya Ranawijaya pada tahun 1474. Ranawijaya memerintah pada kurun waktu 1474 hingga 1519 dengan gelar Girindrawardhana. raja ke-11 Majapahit. Malaysia. Ranawijaya mengaku bahwa ia telah mengalahkan Kertabhumi [22] dan memindahkan ibu kota ke Daha (Kediri). satu per satu mulai melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit. Di bagian barat kemaharajaan yang mulai runtuh ini.Singhawikramawardhana. Pada 1468 pangeran Kertabhumi memberontak terhadap Singhawikramawardhana dan mengangkat dirinya sebagai raja Majapahit.

legitimasi Raden Patah karena ia adalah putra raja Majapahit Brawijaya V dengan seorang putri China. dan anggota keluarga kerajaan mengungsi ke pulau Bali. Pengungsian ini kemungkinan besar untuk menghindari pembalasan dan hukuman dari Demak akibat selama ini mereka mendukung Ranawijaya melawan Kertabhumi. Catatan sejarah dari Tiongkok. Menurut Babad Tanah Jawi dan tradisi Demak. dan Italia (Pigafetta) mengindikasikan bahwa telah terjadi perpindahan kekuasaan Majapahit dari tangan penguasa Hindu ke tangan Adipati Unus. antara tahun 1518 dan 1521 M[22]. Portugis (Tome Pires). penguasa dari Kesultanan Demak. Demak dibawah pemerintahan Raden (kemudian menjadi Sultan) Patah (Fatah). kawasan Bromo dan Semeru . Beberapa kantung masyarakat Hindu Tengger hingga kini masih bertahan di pegunungan Tengger. serta Kerajaan Sunda yang beribukota di Pajajaran di bagian barat. seniman. diakui sebagai penerus kerajaan Majapahit. Perlahan-lahan Islam mulai menyebar seiring mundurnya masyarakat Hindu ke pegunungan dan ke Bali. Demak memastikan posisinya sebagai kekuatan regional dan menjadi kerajaan Islam pertama yang berdiri di tanah Jawa. pendeta. kekuatan kerajaan Islam pada awal abad ke-16 akhirnya mengalahkan sisa kerajaan Majapahit[24].istana. sisa kerajaan Hindu yang masih bertahan di Jawa hanya tinggal kerajaan Blambangan di ujung timur. Dengan jatuhnya Daha yang dihancurkan oleh Demak pada tahun 1527. Saat itu setelah keruntuhan Majapahit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful