KERAJAAN BUDHA

1. KERAJAAN SRIWIJAYA
 Pembentukan dan pertumbuhan
Belum banyak bukti fisik mengenai Sriwijaya yang dapat ditemukan. Kerajaan ini menjadi pusat perdagangan dan merupakan negara maritim, namun kerajaan ini tidak memperluas kekuasaannya di luar wilayah kepulauan Asia Tenggara, dengan pengecualian berkontribusi untuk populasi Madagaskar sejauh 3.300 mil di barat. Beberapa ahli masih memperdebatkan kawasan yang menjadi pusat pemerintahan Sriwijaya, selain itu kemungkinan kerajaan ini biasa memindahkan pusat pemerintahannya, namun kawasan yang menjadi ibukota tetap diperintah secara langsung oleh penguasa, sedangkan daerah pendukungnya diperintah oleh datu setempat. Kekaisaran Sriwijaya telah ada sejak 671 sesuai dengan catatan I Tsing, dari prasasti Kedukan Bukit pada tahun 682 di diketahui imperium ini di bawah kepemimpinan Dapunta Hyang. Di abad ke-7 ini, orang Tionghoa mencatat bahwa terdapat dua kerajaan yaitu Malayu dan Kedah menjadi bagian kemaharajaan Sriwijaya. Berdasarkan prasasti Kota Kapur yang yang berangka tahun 686 ditemukan di pulau Bangka, kemaharajaan ini telah menguasai bagian selatan Sumatera, pulau Bangka dan Belitung, hingga Lampung. Prasasti ini juga menyebutkan bahwa Sri Jayanasa telah melancarkan ekspedisi militer untuk menghukum Bhumi Jawa yang tidak berbakti kepada Sriwijaya, peristiwa ini bersamaan dengan runtuhnya Tarumanagara di Jawa Barat dan Holing (Kalingga) di Jawa Tengah yang kemungkinan besar akibat serangan Sriwijaya. Sriwijaya tumbuh dan berhasil mengendalikan jalur perdagangan maritim di Selat Malaka, Selat Sunda, Laut China Selatan, Laut Jawa, dan Selat Karimata. Ekspansi kerajaan ini ke Jawa dan Semenanjung Malaya, menjadikan Sriwijaya mengontrol dua pusat perdagangan utama di Asia Tenggara. Berdasarkan observasi, ditemukan reruntuhan candi-candi Sriwijaya di Thailand dan Kamboja. Di abad ke-7, pelabuhan Cham di sebelah timur Indochina mulai mengalihkan banyak pedagang dari Sriwijaya. Untuk mencegah hal tersebut, Maharaja Dharmasetu melancarkan beberapa serangan ke kota-kota pantai di Indochina. Kota Indrapura di tepi sungai Mekong, di awal abad ke-8 berada di bawah kendali Sriwijaya. Sriwijaya meneruskan dominasinya atas Kamboja, sampai raja Khmer Jayawarman II, pendiri imperium Khmer, memutuskan hubungan dengan Sriwijaya di abad yang sama.Di akhir abad ke-8 beberapa kerajaan di Jawa, antara lain Tarumanegara dan Holing berada di bawah kekuasaan Sriwijaya. Menurut catatan, pada masa ini pula wangsa Sailendra bermigrasi ke Jawa Tengah dan berkuasa disana. Di abad ini pula, Langkasuka

di semenanjung Melayu menjadi bagian kerajaan. Di masa berikutnya, Pan Pan dan Trambralinga, yang terletak di sebelah utara Langkasuka, juga berada di bawah pengaruh Sriwijaya. Setelah Dharmasetu, Samaratungga menjadi penerus kerajaan. Ia berkuasa pada periode 792 sampai 835. Tidak seperti Dharmasetu yang ekspansionis, Samaratungga tidak melakukan ekspansi militer, tetapi lebih memilih untuk memperkuat penguasaan Sriwijaya di Jawa. Selama masa kepemimpinannya, ia membangun Candi Borobudur di Jawa Tengah yang selesai pada tahun 825.

Masa Kejayaan

Kemaharajaan Sriwijaya bercirikan kerajaan maritim, mengandalkan hegemoni pada kekuatan armada lautnya dalam menguasai alur pelayaran, jalur perdagangan, menguasai dan membangun beberapa kawasan strategis sebagai pangkalan armadanya dalam mengawasi, melindungi kapal-kapal dagang, memungut cukai serta untuk menjaga wilayah kedaulatan dan kekuasaanya.[24]Dari catatan sejarah dan bukti arkeologi, pada abad ke-9 Sriwijaya telah melakukan kolonisasi di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia Tenggara, antara lain: Sumatera, Jawa, Semenanjung Malaya, Thailand, Kamboja, Vietnam,[2] dan Filipina.[25] Dominasi atas Selat Malaka dan Selat Sunda, menjadikan Sriwijaya sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan perdagangan lokal yang mengenakan biaya atas setiap kapal yang lewat. Sriwijaya mengakumulasi kekayaannya sebagai pelabuhan dan gudang perdagangan yang melayani pasar Tiongkok, dan India. Sriwijaya juga disebut berperan dalam menghancurkan kerajaan Medang di Jawa, dalam prasasti Pucangan disebutkan sebuah peristiwa Mahapralaya yaitu peristiwa hancurnya istana Medang di Jawa Timur, di mana Haji Wurawari dari Lwaram yang kemungkinan merupakan raja bawahan Sriwijaya, pada tahun 1006 atau 1016 menyerang dan menyebabkan terbunuhnya raja Medang terakhir Dharmawangsa Teguh.

Masa Penurunan

Tahun 1017 dan 1025, Rajendra Chola I, raja dari dinasti Chola di Koromandel, India selatan, mengirim ekspedisi laut untuk menyerang Sriwijaya, berdasarkan prasasti Tanjore bertarikh 1030, kerajaan Chola telah menaklukan daerahdaerah koloni Sriwijaya, sekaligus berhasil menawan raja Sriwijaya yang berkuasa waktu itu Sangrama-Vijayottunggawarman. Selama beberapa dekade berikutnya seluruh imperium Sriwijaya telah berada dalam pengaruh dinasti Chola. Meskipun demikian Rajendra Chola I tetap memberikan peluang kepada raja-raja yang ditaklukannya untuk tetap berkuasa selama tetap tunduk

Pong-fong (Pahang). dari kronik Tiongkok menyebutkan bahwa pada tahun 1079 Kulothunga Chola I (Ti-hua-ka-lo) raja dinasti Chola disebut juga sebagai raja San-fo-ts'i. Peristiwa ini kemudian dikaitkan dengan manuskrip yang terdapat pada prasasti Grahi. Lan-wu-li (Lamuri di Aceh). selatan Thailand). Chaiya sekarang. disebutkan Kertanagara raja Singhasari mengirim sebuah ekspedisi Pamalayu atau Pamalayu.[27] Namun demikian pada masa ini Sriwijaya dianggap telah menjadi bagian dari dinasti Chola.[6][10] Namun demikian. Di Jawa dia menemukan bahwa rakyatnya memeluk agama Budha dan Hindu. yakni San-fo-ts'i dan Chopo (Jawa). pantai timur semenanjung malaya). Duta besar tersebut menyampaikan surat dari raja Kien-pi bawahan San-fo-tsi. Begitu juga dalam Nagarakretagama. sampai muncul Dharmasraya sebagai kekuatan baru yang kemudian menguasai kembali wilayah jajahan Sriwijaya mulai dari kawasan Semenanjung Malaya. sampai Jawa bagian barat. selatan Thailand). dan memiliki 15 daerah bawahan yang meliputi. Pa-t'a (Sungai Paka. Selanjutnya dalam berita Cina yang berjudul Sung Hui Yao disebutkan bahwa kerajaan San-fo-tsi pada tahun 1082 masih mengirimkan utusan pada masa Cina di bawah pemerintahan Kaisar Yuan Fong. dari daftar 15 negeri bawahan San-fo-tsi tersebut merupakan daftar jajahan kerajaan Dharmasraya.[26] Hal ini dapat dikaitkan dengan adanya berita utusan San-fo-ts'i ke Cina tahun 1028. terhadap hegemoni Sriwijaya atas raja-raja bawahannya melemah. Si-lan (Kamboja). serta menyerahkan pula 227 tahil perhiasan. yang menguraikan . pantai timur Semenanjung Malaya). Kilantan (Kelantan). Ts'ienmai (Semawe. Ling-ya-si-kia (Langkasuka). sedangkan rakyat San-fo-ts'i memeluk Budha. yang kemudian mengirimkan utusan untuk membantu perbaikan candi dekat Kanton. melainkan telah identik dengan Dharmasraya. dan Sin-t'o (Sunda). pantai timur semenanjung malaya). yang merupakan surat dari putri raja yang diserahi urusan negara San-fo-tsi. Ligor. istilah San-fo-tsi terutama pada tahun 1178 tidak lagi identik dengan Sriwijaya. Chou-Ju-Kua menerangkan bahwa di kepulauan Asia Tenggara terdapat dua kerajaan yang sangat kuat dan kaya. Ji-lo-t'ing (Cherating.[2] Pengaruh invasi Rajendra Chola I. Kien-pi (Jambi). dan 13 potong pakaian.kepadanya. Pa-lin-fong (Palembang). beberapa daerah taklukan melepaskan diri. Kia-lo-hi (Grahi. Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa di Dharmasraya sebagaimana yang tertulis pada prasasti Padang Roco. Kemudian juga mengirimkan utusan berikutnya di tahun 1088. Tan-ma-ling (Tambralingga. Fo-lo-an (muara sungai Dungun daerah Terengganu sekarang). Hal ini karena dalam Pararaton telah menyebutkan Malayu. Berdasarkan sumber Tiongkok pada buku Chu-fan-chi[28] yang ditulis pada tahun 1178. rumbia. Tongya-nong (Terengganu). walaupun sumber Tiongkok tetap menyebut San-fo-tsi sebagai kerajaan yang berada di kawasan laut Cina Selatan. Sumatera. dan kemudian menghadiahkan Arca Amoghapasa kepada raja Melayu.

istilah Kerajaan Medang hanya lazim dipakai untuk menyebut periode Jawa Timur saja. bernama Sanna. Mataram terletak di daerah Yogyakarta sekarang. pusat Kerajaan Medang pernah mengalami beberapa kali perpindahan. Sementara itu. Nama ini ditemukan dalam beberapa prasasti. negara menjadi kacau.tentang daerah jajahan Majapahit juga sudah tidak menyebutkan lagi nama Sriwijaya untuk kawasan yang sebelumnya merupakan kawasan Sriwijaya. yaitu Wwatan. Sanjaya sendiri mengeluarkan prasasti Canggal tahun 732. 2. sedangkan Watugaluh sekarang disebut Megaluh. bahkan sampai ke daerah Jawa Timur sekarang.        Medang i Bhumi Mataram (zaman Sanjaya) Medang i Mamrati (zaman Rakai Pikatan) Medang i Poh Pitu (zaman Dyah Balitung) Medang i Bhumi Mataram (zaman Dyah Wawa) Medang i Tamwlang (zaman Mpu Sindok) Medang i Watugaluh (zaman Mpu Sindok) Medang i Wwatan (zaman Dharmawangsa Teguh) Menurut perkiraan. Sepeninggal Sanna. Kadang untuk membedakannya dengan Kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada abad ke16. padahal berdasarkan prasasti-prasasti yang telah ditemukan. Tamwlang sekarang disebut dengan nama Tembelang. yang terletak di daerah Madiun. Sanjaya . Sesungguhnya. Istilah Mataram kemudian lazim dipakai untuk menyebut nama kerajaan secara keseluruhan. sekarang disebut dengan nama Wotan. Istana terakhir. Di daerah inilah untuk pertama kalinya istana Kerajaan Medang diperkirakan berdiri (Rajya Medang i Bhumi Mataram). Beberapa daerah yang pernah menjadi lokasi istana Medang berdasarkan prasasti-prasasti yang sudah ditemukan antara lain. Ia hanya memberitakan adanya raja lain yang memerintah pulau Jawa sebelum dirinya. Mamrati dan Poh Pitu diperkirakan terletak di daerah Kedu. KERAJAAN MATARAM KUNO Pada umumnya. misalnya prasasti Minto dan prasasti Anjuk ladang. Sementara itu. Awal berdirinya kerajaan Prasasti Mantyasih tahun 907 atas nama Dyah Balitung menyebutkan dengan jelas bahwa raja pertama Kerajaan Medang (Rahyang ta rumuhun ri Medang ri Poh Pitu) adalah Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. Kerajaan Medang periode Jawa Tengah biasa pula disebut dengan nama Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu. yaitu merujuk kepada salah daerah ibu kota kerajaan ini. yaitu periode Jawa Tengah. nama Medang sudah dikenal sejak periode sebelumnya. Keduanya terletak di daerah Jombang. namun tidak menyebut dengan jelas apa nama kerajaannya. Bhumi Mataram adalah sebutan lama untuk Yogyakarta dan sekitarnya. nama yang lazim dipakai untuk menyebut Kerajaan Medang periode Jawa Tengah adalah Kerajaan Mataram. meskipun tidak selamanya kerajaan ini berpusat di sana.

kemudian tampil menjadi raja. yaitu Sannaha saudara perempuan Sanna.716 M). Menurut teori van Naerssen. Sanna juga dikenal dengan nama sena atau Bratasenawa. Persahabatan ini pula yang mendorong Tarusbawa mengambil Sanjaya menjadi menantunya. yang merupakan raja Kerajaan Galuh yang ketiga (709 . seorang keturunan Sanjaya bernama Rakai Pikatan berhasil menikahi Pramodawardhani putri mahkota Wangsa Sailendra. sedangkan Kerajaan Kuningan dan Galunggung diperintah oleh Resi Guru Demunawan. Dinasti yang berkuasa Pada umumnya para sejarawan menyebut ada tiga dinasti yang pernah berkuasa di Kerajaan Medang. Sanjaya. kekuasaan atas Medang direbut oleh Wangsa Sailendra yang beragama Buddha Mahayana. berniat menuntut balas terhadap keluarga Purbasora. atas dukungan ibunya. nama raja-raja Medang dalam Prasasti Mantyasih dianggap sebagai anggota Wangsa Sanjaya secara keseluruhan. meminta perlindungan pada Raja Tarusbawa.Sena akhirnya melarikan diri ke Pakuan. serta Wangsa Isyana pada periode Jawa Timur. Tarusbawa yang merupakan raja pertama Kerajaan Sunda (setelah tarumanegara pecah menjadi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh) adalah sahabat baik sanna. Sebelum ia meninggalkan kawasan Jawa Barat. yaitu Sanjaya.Bratasenawa alias Sanna atau Sena digulingkan dari tahta Galuh oleh Purbasora (saudara satu ibu sanna) dalam tahun 716 M. bahkan berhasil pula menguasai Kerajaan Sriwijaya di Pulau Sumatra. ia mengatur pembagian kekuasaan antara puteranya. Hasratnya dilaksanakan setelah menjadi Raja Sunda yang memerintah atas nama isterinya. Dalam tahun 732 M Sanjaya mewarisi tahta Kerajaan Mataram dari orangtuanya. Dinasti ini menganut agama Hindu aliran Siwa. dan bukan daftar silsilah keturunan Sanjaya. dan Resi Guru Demunawan. dan memindahkan istananya ke Mamrati. Menurut teori Bosch. Kisah hidup Sanjaya secara panjang lebar terdapat dalam Carita Parahyangan yang baru ditulis ratusan tahun setelah kematiannya. Mulai saat itu Wangsa Sailendra berkuasa di Pulau Jawa. Berkat perkawinan itu ia bisa menjadi raja Medang. putera bungsu Sempakwaja. Akhirnya Sanjaya menjadi penguasa Kerajaan Sunda. Peristiwa tersebut dianggap sebagai awal kebangkitan kembali Wangsa Sanjaya. sekitar tahun 840-an. yaitu Wangsa Sanjaya dan Wangsa Sailendra pada periode Jawa Tengah. Sementara itu Slamet Muljana berpendapat bahwa daftar tersebut adalah daftar raja-raja yang pernah berkuasa di Medang. yaitu sekitar abad ke-16. anak Sannaha saudara perempuan Sanna. . Sunda dan Galuh menjadi kekuasaan Tamperan. Untuk itu ia meminta bantuan Tarusbawa (mertuanya yangg merupakan sahabat sanna). Sampai akhirnya. Istilah Wangsa Sanjaya merujuk pada nama raja pertama Medang. Kerajaan Galuh dan Kerajaan Kalingga (setelah Ratu Shima mangkat). pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran (pengganti Sanjaya sekitar tahun 770-an). Tamperan.

Daftar raja-raja Medang Apabila teori Slamet Muljana benar. Sedangkan kebangkitan Wangsa Sanjaya baru dimulai sejak Rakai Pikatan naik takhta menggantikan Rakai Garung. Sementara itu. Rakai Garung alias Samaratungga 6. Dharmawangsa Teguh. prasasti Kalasan tahun 778 memuji Rakai Panangkaran sebagai “permata wangsa Sailendra” (Sailendrawangsatilaka). awal kebangkitan Wangsa Sanjaya 7. Mpu Daksa 11.Contoh yang diajukan Slamet Muljana adalah Rakai Panangkaran yang diyakininya bukan putra Sanjaya. awal berkuasanya Wangsa Syailendra 3. Rakai Panunggalan alias Dharanindra 4. Rakai Watukura Dyah Balitung 10. Rakai Sumba Dyah Wawa 13. Slamet Muljana kemudian mengidentifikasi Rakai Panunggalan sampai Rakai Garung dengan nama-nama raja Wangsa Sailendra yang telah diketahui. Dengan demikian pendapat ini menolak teori van Naerssen tentang kekalahan Rakai Panangkaran oleh seorang raja Sailendra. Istilah Rakai pada zaman Medang identik dengan Bhre pada zaman Majapahit. maka daftar raja-raja Medang sejak masih berpusat di Bhumi Mataram sampai berakhir di Wwatan dapat disusun secara lengkap sebagai berikut: 1. Makuthawangsawardhana 16. Rakai Warak alias Samaragrawira 5. dinasti ketiga yang berkuasa di Medang adalah Wangsa Isana yang baru muncul pada „‟periode Jawa Timur‟‟. pendiri Kerajaan Medang 2. Rakai Layang Dyah Tulodong 12. Mpu Sindok. Sanjaya. misalnya Dharanindra ataupun Samaratungga. Kerajaan Medang berakhir . yang bermakna “penguasa di”. Nama aslinya ditemukan dalam prasasti Kalasan. Dalam prasasti-prasastinya. Alasannya ialah. Sri Lokapala suami Sri Isanatunggawijaya 15. Rakai Watuhumalang 9. Rakai Kayuwangi alias Dyah Lokapala 8. Rakai Panangkaran. Dinasti ini didirikan oleh Mpu Sindok yang membangun istana baru di Tamwlang sekitar tahun 929. awal periode Jawa Timur 14. Rakai Pikatan suami Pramodawardhani. yang selama ini cenderung dianggap bukan bagian dari daftar para raja versi Prasasti Mantyasih. Menurut teori Slamet Muljana. yaitu Dyah Pancapana. Jadi. raja-raja Medang versi Prasasti Mantyasih mulai dari Rakai Panangkaran sampai dengan Rakai Garung adalah anggota Wangsa Sailendra. gelar Rakai Panangkaran sama artinya dengan “Penguasa di Panangkaran”. Mpu Sindok menyebut dengan tegas bahwa kerajaannya adalah kelanjutan dari Kadatwan Rahyangta i Medang i Bhumi Mataram.

Pemakaian gelar Sri Maharaja di Kerajaan Medang tetap dilestarikan oleh Rakai Pikatan meskipun Wangsa Sanjaya berkuasa kembali. Ketika Rakai Panangkaran dari Wangsa Sailendra berkuasa. Pada zaman itu istilah Ratu belum identik dengan kaum perempuan. Sanjaya sebagai raja pertama memakai gelar Ratu. namun kiranya setara dengan menteri dalam negeri pada zaman sekarang. yaitu Kerajaan Sriwijaya merupakan negara maritim. Jabatan tertinggi di Medang selanjutnya ialah Rakryan Kanuruhan sebagai pelaksana perintah raja. Keduanya merupakan gelar asli Indonesia. Ketika Sailendrawangsa berkuasa. Mungkin semacam perdana menteri pada zaman sekarang atau setara dengan Rakryan Mapatih pada zaman Majapahit. Struktur pemerintahan Raja merupakan pemimpin tertinggi Kerajaan Medang. Pada zaman Majapahit jabatan-jabatan ini masih ada namun hanya sekadar gelar kehormatan saja. Kemudian pada saat Rakai Pikatan dari Sanjayawangsa berkuasa.Pada daftar di atas hanya Sanjaya yang memakai gelar Sang Ratu. gelar Ratu dihapusnya dan diganti dengan gelar Sri Maharaja. Kerajaan Medang memang terkenal sebagai negara agraris. Jabatan sesudah Mahamantri i Hino secara berturut-turut adalah Mahamantri i Halu dan Mahamantri i Sirikan. Kasus yang sama terjadi pada Kerajaan Sriwijaya di mana raja-rajanya semula bergelar Dapunta Hyang. Hal ini dapat dilihat dalam daftar raja-raja versi Prasasti Mantyasih yang menyebutkan hanya Sanjaya yang bergelar Sang Ratu. . Misalnya. agama Hindu dan Buddha tetap hidup berdampingan dengan penuh toleransi. sedangkan raja-raja sesudahnya semua memakai gelar Sri Maharaja. Jabatan tertinggi sesudah raja ialah Rakryan Mahamantri i Hino atau kadang ditulis Rakryan Mapatih Hino. Jabatan Rakryan Kanuruhan pada zaman Majapahit memang masih ada. Mpu Sindok merupakan Mapatih Hino pada masa pemerintahan Dyah Wawa. Patih zaman Majapahit setara dengan perdana menteri namun tidak berhak untuk naik takhta. Keadaan penduduk Penduduk Medang sejak periode Bhumi Mataram sampai periode Wwatan pada umumnya bekerja sebagai petani. agama resmi kerajaan berganti menjadi Buddha aliran Mahayana. Agama resmi Kerajaan Medang pada masa pemerintahan Sanjaya adalah Hindu aliran Siwa. Jabatan Rakryan Mapatih Hino pada zaman ini berbeda dengan Rakryan Mapatih pada zaman Majapahit. Jabatan ini dipegang oleh putra atau saudara raja yang memiliki peluang untuk naik takhta selanjutnya. Pada zaman Wangsa Isana berkuasa masih ditambah lagi dengan jabatan Mahamantri Wka dan Mahamantri Bawang. dan setelah dikuasai Wangsa Sailendra juga berubah menjadi Sri Maharaja. sedangkan saingannya. Gelar ini setara dengan Datu yang berarti "pemimpin".

karena raja selanjutnya yang bertakhta di Jawa Timur bernama Mpu Sindok. Teori van Bammelen Menurut teori van Bammelen. ia dapat mewarisi takhta mertuanya. sekitar tahun 850– . Hal ini ditandai dengan ditemukannya Prasasti Ligor tahun 775 yang menyebut nama Maharaja Wisnu dari Wangsa Sailendra sebagai penguasa Sriwijaya. Mpu Sindok yang menjabat sebagai Rakryan Mapatih Hino mendirikan istana baru di daerah Tamwlang. Dinasti yang berkuasa di Medang periode Jawa Timur bukan lagi Sanjayawangsa. Hal ini menunjukkan kalau pada saat itu Rakai Kayuwangi bukanlah satu-satunya maharaja di Pulau Jawa. Mungkin karena kepahlawanannya itu. Prasasti tertuanya berangka tahun 929. Ia sendiri kemudian digantikan oleh menantunya. Hubungan senasib antara Jawa dan Sumatra berubah menjadi permusuhan ketika Wangsa Sanjaya bangkit kembali memerintah Medang. bernama Dyah Tulodhong. Tidak diketahui dengan pasti apakah Dyah Wawa tewas dalam bencana alam tersebut ataukah sudah meninggal sebelum peristiwa itu terjadi. Dyah Balitung yang diduga merupakan menantu Rakai Watuhumalang berhasil mempersatukan kembali kekuasaan seluruh Jawa. melainkan sebuah keluarga baru bernama Isanawangsa. raja sesudah Rakai Kayuwangi adalah Rakai Watuhumalang. yaitu Maharaja Rakai Gurunwangi dan Maharaja Rakai Limus Dyah Dewendra. Tulodhong akhirnya tersingkir oleh pemberontakan Dyah Wawa yang sebelumnya menjabat sebagai pegawai pengadilan. perpindahan istana Medang dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur disebabkan oleh letusan Gunung Merapi yang sangat dahsyat. Menurut teori de Casparis. Pemerintahan Balitung diperkirakan berakhir karena terjadinya kudeta oleh Mpu Daksa yang mengaku sebagai keturunan asli Sanjaya.Konflik takhta periode Jawa Tengah Pada masa pemerintahan Rakai Kayuwangi putra Rakai Pikatan (sekitar 856 – 880–an). bahkan sampai Bali. Konon sebagian puncak Merapi hancur. Sedangkan menurut prasasti Mantyasih. Kemudian lapisan tanah begeser ke arah barat daya sehingga terjadi lipatan. Letusan tersebut disertai gempa bumi dan hujan material vulkanik berupa abu dan batu. Wangsa Sailendra juga menguasai Kerajaan Sriwijaya di pulau Sumatra. ditemukan beberapa prasasti atas nama raja-raja lain. yang merujuk pada gelar abhiseka Mpu Sindok yaitu Sri Isana Wikramadharmottungga. yang antara lain. Tidak diketahui dengan pasti apakah proses suksesi ini berjalan damai ataukah melalui kudeta pula. Permusuhan dengan Sriwijaya Selain menguasai Medang. Istana Medang yang diperkirakan kembali berada di Bhumi Mataram hancur. membentuk Gunung Gendol dan lempengan Pegunungan Menoreh.

[1][2] Nama Kutai diberikan oleh para ahli mengambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menunjukkan eksistensi kerajaan tersebut. Tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini dan memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh. Kronik Cina dari Dinasti Song mencatat telah beberapa kali Dharmawangsa mengirim pasukan untuk menggempur ibu kota Sriwijaya sejak ia naik takhta tahun 991. Perselisihan antara kedua raja ini berkembang menjadi permusuhan turun-temurun pada generasi selanjutnya. KERAJAAN HINDHU 1. Peristiwa Mahapralaya Mahapralaya adalah peristiwa hancurnya istana Medang di Jawa Timur berdasarkan berita dalam prasasti Pucangan. Dharmawangsa tewas. sedangkan yang lainnya menyebut tahun 1016.an. Pada tahun 1006 (atau 1016) Dharmawangsa lengah. Dalam peristiwa tersebut. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman. Permusuhan antara Jawa dan Sumatra semakin memanas saat itu. Rasa permusuhan Wangsa Sailendra terhadap Jawa terus berlanjut bahkan ketika Wangsa Isana berkuasa. Pertempuran terjadi di daerah Anjukladang (sekarang Nganjuk. tepatnya di hulu sungai Mahakam. Berdiri sekitar abad ke-4. . Rakai Pikatan berhasil menyingkirkan seorang anggota Wangsa Sailendra bernama Balaputradewa putra Samaragrawira. pasukan Sriwijaya datang menyerangnya. Kerajaan yang ia dirikan kemudian lazim disebut dengan nama Kerajaan Kahuripan. Tahun terjadinya peristiwa tersebut tidak dapat dibaca dengan jelas sehingga muncul dua versi pendapat. Kalimantan Timur. Ketika ia mengadakan pesta perkawinan putrinya. Tiga tahun kemudian. Raja terakhir Medang adalah Dharmawangsa Teguh. Balaputradewa kemudian menjadi raja Sriwijaya di mana ia tetap menyimpan dendam terhadap Rakai Pikatan. Pangeran itu bernama Airlangga yang mengaku bahwa ibunya adalah keturunan Mpu Sindok. cicit Mpu Sindok. Selain itu. Jawa Timur) yang dimenangkan oleh pihak Mpu Sindok. KERAJAAN KUTAI Kutai Martadipura adalah kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua. Sewaktu Mpu Sindok memulai periode Jawa Timur. Medang dan Sriwijaya juga bersaing untuk menguasai lalu lintas perdagangan di Asia Tenggara. seorang pangeran berdarah campuran Jawa–Bali yang lolos dari Mahapralaya tampil membangun kerajaan baru sebagai kelanjutan Kerajaan Medang. Sebagian sejarawan menyebut Kerajaan Medang runtuh pada tahun 1006. istana Medang di Wwatan diserbu oleh Aji Wurawari dari Lwaram yang diperkirakan sebagai sekutu Kerajaan Sriwijaya.

4. 2. Aswawarman memiliki 3 orang putera.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. Kerajaan Kutai seakan-akan tak tampak lagi oleh dunia luar karena kurangnya komunikasi dengan pihak asing. dan salah satunya adalah Mulawarman. yang artinya pembentuk keluarga. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. 5. 11. 16. 15. 13.  Masa Pertumbuhan Aswawarman adalah raja pertama Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu. Yupa adalah tugu batu yang berfungsi sebagai tiang untuk menambat hewan yang akan dikorbankan. Dari salah satu yupa tersebut diketahui bahwa raja yang memerintah kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. hingga sangat sedikit yang mendengar namanya. 3. 18. Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam menginterpretasikan sejarah Kerajaan Kutai. 19. Informasi yang ada diperoleh dari Yupa / prasasti dalam upacara pengorbanan yang berasal dari abad ke-4. 12. Ia juga diketahui sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta. 17. Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman. gelar anumerta Dewawarman Maharaja Asmawarman (anak Kundungga) Maharaja Mulawarman Maharaja Marawijaya Warman Maharaja Gajayana Warman Maharaja Tungga Warman Maharaja Jayanaga Warman Maharaja Nalasinga Warman Maharaja Nala Parana Tungga Maharaja Gadingga Warman Dewa Maharaja Indra Warman Dewa Maharaja Sangga Warman Dewa Maharaja Candrawarman Maharaja Sri Langka Dewa Maharaja Guna Parana Dewa Maharaja Wijaya Warman Maharaja Sri Aji Dewa Maharaja Mulia Putera Maharaja Nala Pandita . Maharaja Kundungga. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur. 14. 10. Namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20. Nama-Nama Raja Kutai 1. Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. 6. 7. 8. 9.  Masa Kejayaan Putra Aswawarman adalah Mulawarman.

3 Prasasti Telapak Gajah  1.1. Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga (Kali Bekasi) .1 Prasasti yang ditemukan  1.4 Prasasti Jambu o 1.1. Daftar isi [sembunyikan]      1 Sumber Sejarah o 1. di tahun 1365.4 Naskah Wangsakerta  1. Maharaja Indra Paruta Dewa Maharaja Dharma Setia  Berakhir Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13.2 Sumber berita dari luar negeri o 1.20. 2.1 Prasasti Pasir Muara  1. KERAJAAN TARUMANEGARA Tarumanagara atau Kerajaan Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M. Kutai Kartanegara inilah.3 Kepurbakalaan Masa Tarumanagara o 1.1.2 Prasasti Ciaruteun  1. terlihat bahwa pada saat itu Kerajaan Taruma adalah kerajaan Hindu beraliran Wisnu.4.1. Aji Pangeran Anum Panji Mendapa.1 Raja-raja Tarumanagara menurut Naskah Wangsakerta 2 Lihat pula 3 Rujukan 4 Bacaan selanjutnya 5 Garis waktu kerajaan-kerajaan di Jawa Barat/Banten [sunting] Sumber Sejarah Bila menilik dari catatan sejarah ataupun prasasti yang ada. tidak ada penjelasan atau catatan yang pasti mengenai siapakah yang pertama kalinya mendirikan kerajaan Tarumanegara. Taruma merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara yang meninggalkan catatan sejarah. Dalam catatan sejarah dan peninggalan artefak di sekitar lokasi kerajaan. Raja yang pernah berkuasa dan sangat terkenal dalam catatan sejarah adalah Purnawarman. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara. yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). 21.

Kabupaten Bekasi.sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). ditemukan di Kampung Batutumbu. Prasasti Tugu. [sunting] Prasasti yang ditemukan 1. Dahulu termasuk bagian tanah swasta Ciampea. dahulu merupakan sebuah "kota pelabuhan sungai" yang bandarnya terletak di tepi pertemuan Cisadane dengan Cianten. Kabupaten Pandeglang. Pada zaman ini. Selesai penggalian. yang pada awalnya merupakan perkembangan dari aksara tipe Pallawa Lanjut. dibuat sekitar 400 M (H Kern 1917).000 ekor sapi kepada kaum brahmana. Sekarang termasuk wilayah Kecamatan Cibungbulang. Sekarang masih digunakan oleh pedagang bambu untuk mengangkut barang dagangannya ke daerah hilir. berisi pujian kepada Raja Purnawarman. Prasasti Kebon Kopi. ditemukan di perkebunan kopi milik Jonathan Rig. Prasasti Cidanghiyang atau Prasasti Munjul. Desa Tugu. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M. Bogor 2.Penggalian sungai tersebut merupakan gagasan untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman. yang mengacu pada model aksara Kamboja dengan beberapa cirinya yang masih melekat. 4. Bogor Lahan tempat prasasti itu ditemukan berbentuk bukit rendah berpermukaan datar dan diapit tiga batang sungai: Cisadane. Ciampea. Kecamatan Munjul. Bogor 6. Ciampea. Prasasti Ciaruteun. aksara tersebut belum mencapai taraf modifikasi bentuk khasnya sebagaimana yang digunakan naskah-naskah (lontar) abad ke-16. Prasasti tersebut isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya. tempat itu masih dilaporkan dengan nama Pasir Muara. dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau. . Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. Prasasti Pasir Awi. Bogor 7. Prasasti Jambu. Prasasti pada zaman ini menggunakan aksara Sunda kuno. sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1. Ciampea. Cianten dan Ciaruteun. Banten. Kampung Muara tempat prasasti Ciaruteun dan Telapak Gajah ditemukan. Sampai abad ke-19 jalur sungai itu masih digunakan untuk angkutan hasil perkebunan kopi. Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui dengan tujuh buah prasasti batu yang ditemukan. Empat di Bogor. ditemukan di aliran Sungai Cidanghiang yang mengalir di Desa Lebak. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). Sampai abad ke-19. Bogor 5. Kecamatan Tarumajaya. Nanggung. sekarang disimpan di museum di Jakarta. Prasasti Muara Cianten. Citeureup. satu di Jakarta dan satu di Lebak Banten. 3.

seratus meter dari pertemuan sungai tersebut dengan Ci Sadane. yang berbunyi: vikkrantasyavanipateh shrimatah purnavarmmanah tarumanagararendrasya vishnoriva padadvayam Terjemahannya menurut Vogel: Kedua (jejak) telapak kaki yang seperti (telapak kaki) Wisnu ini kepunyaan raja dunia yang gagah berani yang termashur Purnawarman penguasa Tarumanagara. prasasti ditemukan di Pasir Muara.[sunting] Prasasti Pasir Muara Di Bogor. Prasasti itu kini tak berada ditempat asalnya. beraksara Palawa. [sunting] Prasasti Telapak Gajah Prasasti Telapak Gajah bergambar sepasang telapak kaki gajah yang diberi keterangan satu baris berbentuk puisi berbunyi: jayavi s halasya tarumendrsaya hastinah airavatabhasya vibhatidam padadavayam Terjemahannya: . Isinya adalah puisi empat baris. berbahasa Sansekerta. [sunting] Prasasti Ciaruteun Prasasti Ciaruteun ditemukan pada aliran Ci Aruteun. Kehadiran prasasti Purnawarman di kampung itu menunjukkan bahwa daerah itu termasuk kawasan kekuasaannya. Selain itu. di antara bawahan Tarumanagara pada masa pemerintahan Purnawarman terdapat nama "Rajamandala" (raja daerah) Pasir Muhara. Prasasti ini peninggalan Purnawarman. maka prasasti tersebut dibuat dalam tahun 458 Saka atau 536 Masehi. sarga 3. Dalam prasasti itu dituliskan : ini sabdakalanda rakryan juru panga-mbat i kawihaji panyca pasagi marsa-n desa barpulihkan haji su-nda Terjemahannya menurut Bosch: Ini tanda ucapan Rakryan Juru Pengambat dalam tahun (Saka) kawihaji (8) panca (5) pasagi (4). Menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II. Karena angka tahunnya bercorak "sangkala" yang mengikuti ketentuan "angkanam vamato gatih" (angka dibaca dari kanan). di tepi sawah. ada pula gambar sepasang "pandatala" (jejak kaki). yang menunjukkan tanda kekuasaan &mdash& fungsinya seperti "tanda tangan" pada zaman sekarang. namun pada tahun 1981 diangkat dan diletakkan di dalam cungkup. halaman 161. tidak jauh dari prasasti Telapak Gajah peninggalan Purnawarman. pemerintahan begara dikembalikan kepada raja Sunda.

Keterangan pustaka dari Cirebon tentang bendera Taruma dan ukiran sepasang "bhramara" (lebah) sebagai cap pada mahkota Purnawarman dalam segala "kemudaan" nilainya sebagai sumber sejarah harus diakui kecocokannya dengan lukisan yang terdapat pada prasasti Ciaruteun. Bahkan diberitakan juga.bhavati sukhahakaram shalyabhutam ripunam. Ukiran kepala gajah bermahkota teratai ini oleh para ahli diduga sebagai "huruf ikal" yang masih belum terpecahkan bacaaanya sampai sekarang. bendera Kerajaan Tarumanagara berlukiskan rangkaian bunga teratai di atas kepala gajah. gajah perang Purnawarman diberi nama Airawata seperti nama gajah tunggangan Indra.Kedua jejak telapak kaki adalah jejak kaki gajah yang cemerlang seperti Airawata kepunyaan penguasa Tarumanagara yang jaya dan berkuasa. Ye Po Ti selama ini sering dianggap sebutan Fa Hien untuk Jawadwipa. yang selalu berhasil menghancurkan benteng musuh. tetapi merupakan duri bagi musuh-musuhnya. Demikian pula mahkota yang dikenakan Purnawarman berukiran sepasang lebah.asamo yah pura tarumayam nama shri purnnavarmma pracurarupucara fedyavikyatavammo tasyedam . yang selalu menghadiahkan jamuan kehormatan (kepada mereka yang setia kepadanya). 1. Demikian pula tentang ukiran sepasang tanda di depan telapak kaki ada yang menduganya sebagai lambang labah-labah. di daerah . [sunting] Prasasti Jambu Di daerah Bogor. Menurut mitologi Hindu. matahari kembar atau kombinasi surya-candra (matahari dan bulan). tahun 414M dalam bukunya yang berjudul Fa Kao Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti ("Jawadwipa") hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha. kepunyaannyalah kedua jejak telapak kaki ini.padavimbadavyam arnagarotsadane nitya-dksham bhaktanam yangdripanam . Menurut Pustaka Parawatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I. [sunting] Sumber berita dari luar negeri Sumber-sumber dari luar negeri semuanya berasal dari berita Tiongkok. Desa Pasir Gintung. yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan "beragama kotor" (maksudnya animisme). Airawata adalah nama gajah tunggangan Batara Indra dewa perang dan penguawa Guntur. masih ada satu lagi prasasti lainnya yaitu prasasti batu peninggalan Tarumanagara yang terletak di puncak Bukit Koleangkak. Kecamatan Leuwiliang. Prasasti inipun berukiran sepasang telapak kaki dan diberi keterangan berbentuk puisi dua baris: shriman data kertajnyo narapatir . Terjemahannya menurut Vogel: Yang termashur serta setia kepada tugasnya ialah raja yang tiada taranya bernama Sri Purnawarman yang memerintah Taruma serta baju perisainya tidak dapat ditembus oleh panah musuh-musuhnya. sarga 1. Pada bukit ini mengalir (sungai) Cikasungka. Ukiran bendera dan sepasang lebah itu dengan jelas ditatahkan pada prasasti Ciaruteun yang telah memancing perdebatan mengasyikkan di antara para ahli sejarah mengenai makna dan nilai perlambangannya. Berita Fa Hien. tetapi ada pendapat lain yang mengajukan bahwa Ye-Po-Ti adalah Way Seputih di Lampung.

3. Berita Dinasti Sui. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu. Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang Taruma. Berita Dinasti Tang. Raja-raja Tarumanagara menurut Naskah Wangsakerta Raja-raja Tarumanegara 1 Jayasingawarman 2 Dharmayawarman 3 Purnawarman 4 Wisnuwarman 5 Indrawarman 6 Candrawarman 7 Suryawarman 8 Kertawarman 9 Sudhawarman 10 Hariwangsawarman 358-382 382-395 395-434 434-455 455-515 515-535 535-561 561-628 628-639 639-640 . meskipun saat ini Pugung Raharjo terletak puluhan kilometer dari pantai tetapi tidak jauh dari situs tersebut ditemukan batu-batu karang yg menunjukan daerah tersebut dulu adalah daerah pantai persis penuturan Fa hien[rujukan?] 2. juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusan dari To-lo-mo. Bogor dan Cirebon. menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari To-lomo ("Taruma") yang terletak di sebelah selatan. meliputi hapir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten. Dari tiga berita di atas para ahli[siapa?] menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman. Jakarta.aliran way seputih (sungai seputih) ini ditemukan bukti-bukti peninggalan kerajaan kuno berupa punden berundak dan lain-lain yang sekarang terletak di taman purbakala Pugung Raharjo.

sarga 1 (halaman 80 dan 81) memberikan keterangan bahwa dalam masa pemerintahan Candrawarman (515-535 M). banyak penguasa daerah yang menerima kembali kekuasaan pemerintahan atas daerahnya sebagai hadiah atas kesetiaannya terhadap Tarumanagara. Pada Naskah Wangsakerta dari Cirebon itu. Dinamainya kota itu Sundapura--pertama kalinya nama "Sunda" digunakan. naskah ini mengundang polemik dan banyak pakar sejarah yang meragukan naskah-naskah ini bisa dijadikan rujukan sejarah. Prasasti Pasir Muara yang menyebutkan peristiwa pengembalian pemerintahan kepada Raja Sunda itu dibuat tahun 536 M. Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali Gomati. Maharaja Purnawarman adalah raja Tarumanagara yang ketiga (395-434 M). maka Suryawarman melakukan hal yang sama sebagai lanjutan politik ayahnya. Rakeyan Juru Pengambat yang tersurat dalam prasasti Pasir Muara mungkin sekali seorang pejabat tinggi Tarumanagara yang sebelumnya menjadi wakil raja sebagai pimpinan pemerintahan di daerah tersebut. Prasasti Munjul di Pandeglang menunjukkan bahwa wilayah kekuasaannya mencakup pula pantai Selat Sunda. Pustaka Jawadwipa. Kehadiran Prasasti Purnawarman di Pasir Muara. Ia membangun ibukota kerajaan baru pada tahun 397 yang terletak lebih dekat ke pantai. sedangkan putranya di tepi kali Candrabaga. Contoh serupa dapat dilihat dari kedudukaan Rajatapura atau Salakanagara (kota .11 Nagajayawarman 12 Linggawarman Naskah Wangsakerta 640-666 666-669 Penjelasan tentang Tarumanagara cukup jelas di Naskah Wangsakerta. pusat pemerintahan Tarumanagara telah bergeser ke tempat lain.561 M) Raja Tarumanagara ke-7. Yang belum jelas adalah mengapa prasasti mengenai pengembalian pemerintahan kepada Raja Sunda itu terdapat di sana? Apakah daerah itu merupakan pusat Kerajaan Sunda atau hanya sebuah tempat penting yang termasuk kawasan Kerajaan Sunda? Baik sumber-sumber prasasti maupun sumber-sumber Cirebon memberikan keterangan bahwa Purnawarman berhasil menundukkan musuh-musuhnya. yang kemudian digantikan oleh putranya.162) menyebutkan bahwa di bawah kekuasaan Purnawarman terdapat 48 raja daerah yang membentang dari Salakanagara atau Rajatapura (di daerah Teluk Lada Pandeglang) sampai ke Purwalingga (sekarang Purbolinggo) di Jawa Tengah. Dharmayawarman (382-395). Secara tradisional Cipamali (Kali Brebes) memang dianggap batas kekuasaan raja-raja penguasa Jawa Barat pada masa silam. Ditinjau dari segi ini. Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358. parwa I. Pustaka Nusantara. Sayangnya. Hal ini berarti. yang memberitakan Raja Sunda dalam tahun 536 M. merupakan gejala bahwa Ibukota Sundapura telah berubah status menjadi sebuah kerajaan daerah. Dalam tahun tersebut yang menjadi penguasa Tarumanagara adalah Suryawarman (535 . ayah Suryawarman. parwa II sarga 3 (halaman 159 .

maka Salakanagara berubah status menjadi kerajaan daerah. Samarawijaya sebagai pewaris sah kerajaan mendapat ibukota lama. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri. Tarusbawa. yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya. Tetapi dalam perkembangannya hanya dua kerajaan yang sering disebut. yaitu Tarusbawa. karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri. Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang memberikan kepercayaan lebih banyak kepada raja daerah untuk mengurus pemerintahan sendiri.Perak). Garut. Tidak ada bukti yang jelas bagaimana kerajaan tersebut dipecah dan menjadi beberapa bagian. Pada tahun 669. Pusat kerajaanya terletak di tepi Sungai Brantas yang pada masa itu telah menjadi jalur pelayaran yang ramai. Jayasingawarman pendiri Tarumanagara adalah menantu Raja Dewawarman VIII. Secara otomatis. yang disebut Argyre oleh Ptolemeus dalam tahun 150 M. KERAJAAN KEDIRI Kerajaan Kediri adalah sebuah kerajaan besar di Jawa Timur yang berdiri pada abad ke-12. Perkembangan daerah timur menjadi lebih berkembang ketika cicit Manikmaya mendirikan Kerajaan Galuh dalam tahun 612 M. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini. Kerajaan ini merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno. Dalam babad disebutkan bahwa kerajaan dibagi empat atau lima bagian. raja Tarumanagara terakhir. Putera tokoh Manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di ibukota Tarumangara dan kemudian menjadi Panglima Angkatan Perang Tarumanagara. misalnya. dan nama kerajaannya diubah menjadi Pangjalu atau dikenal juga sebagai Kerajaan Kediri.VIII). hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara. . yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. mendirikan kerajaan baru di Kendan. melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke daerah bagian timur. digantikan menantunya. Ketika pusat pemerintahan beralih dari Rajatapura ke Tarumangara. Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa. 3. Kerajaan Kediri lahir dari pembagian Kerajaan Mataram oleh Raja Airlangga (1000-1049). Ia sendiri seorang Maharesi dari Salankayana di India yang mengungsi ke Nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Magada. Linggawarman. yaitu Kediri (Pangjalu) dan Jenggala. Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. Manikmaya. Pemecahan ini dilakukan agar tidak terjadi perselisihan di antara anak-anak selirnya. yaitu Dahanaputra. daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan. menantu Suryawarman. Kota ini sampai tahun 362 menjadi pusat pemerintahan Raja-raja Dewawarman (dari Dewawarman I . Dalam tahun 526 M.

Akan tetapi hilangnya jejak Jenggala mungkin juga disebabkan oleh tidak adanya prasasti yang ditinggalkan atau belum ditemukannya prasasti yang ditinggalkan Kerajaan Jenggala. berdasarkan prasasti Sirah Keting (1104). Namun kemudian kedudukannya direbut oleh Ken Arok. berdasarkan prasasti Galunggung (1194). Raden Wijaya. berdasarkan prasasti Jaring (1181). Raja Kediri yang selama ini tunduk kepada Singasari bergabung dengan Bupati Sumenep (Madura) untuk menjatuhkan Kertanegara. merupakan putra Airlangga yang namanya ditemukan dalam prasasti Pamwatan (1042). Kertajaya. sedangkan Kerajaan Jenggala semakin tenggelam. Jayakatwang berhasil mengalahkan Kertanegara dan membangun kembali kejayaan Kerajaan Kediri. Akhirnya pada tahun 1292. Perkembangan Kerajaan Kediri Dalam perkembangannya Kerajaan Kediri yang beribukota Daha tumbuh menjadi besar. Berikut adalah nama-nama raja yang pernah memerintah di Kerajaan Kediri:          Sri Samarawijaya. berdasarkan prasasti Angin (1171). prasasti Palah (1197). Sri Jayabhaya. Keadaan ini dimanfaatkan oleh Akuwu (setara camat) Tumapel Tunggul Ametung. Tidak diketahui dengan pasti apakah ia adalah pengganti langsung Sri Samarawijaya atau bukan. Sri Gandra.  Runtuhnya Kediri Setelah berhasil mengalahkan Kertanegara. Sri Aryeswara. Diatas bekas Kerajaan Kediri inilah Ken Arok kemudian mendirikan Kerajaan Singasari. Jayakatwang memperbolehkan Raden Wijaya untuk membuka Hutan Tarik sebagai daerah tempat tinggalnya. Karena perilakunya yang baik. prasasti Talan (1136). Ketika Singasari berada di bawah pemerintahan Kertanegara (1268-1292). Kitab Nagarakretagama. Sri Jayawarsa. berhasil meloloskan diri ke Madura. Sri Kameswara. Diduga Kerajaan Jenggala ditaklukkan oleh Kediri. Dalam perang tersebut pasukan Jayakatwang mudah dikalahkan. . berdasarkan prasasti Padelegan I (1117). Jayakatwang. dan prasasti Tangkilan (1130). dan Kakawin Bharatayuddha (1157). Prasasti Kamulan (1194). berdasarkan prasasti Ceker (1182) dan Kakawin Smaradahana. Ia bekerjasama dengan tentara Mongol dan pasukan Madura di bawah pimpinan Arya Wiraraja untuk menggempur Kediri. prasasti Wates Kulon (1205). Keadaan ini dimanfaatkan Raden Wijaya untuk menyerang Jayakatwang. berdasarkan prasasti Ngantang (1135). dan Kediri berada di bawah kekuasaan Singasari. Setelah itu tidak ada lagi berita tentang Kerajaan Kediri. merupakan raja terbesar Kerajaan Kediri. Sri Sarweswara. berdasarkan prasasti Padelegan II (1159) dan prasasti Kahyunan (1161). Sri Bameswara. Salah seorang pemimpin pasukan Singasari. dan Kitab Pararaton. Pada tahun 1293. datang tentara Mongol yang dikirim oleh Kaisar Kubilai Khan untuk membalas dendam terhadap Kertanegara. Kejayaan Kerajaan Kediri sempat jatuh ketika Raja Kertajaya (11851222) berselisih dengan golongan Brahmana. terjadilah pergolakan di dalam kerajaan. Kerajaan Kediri bangkit kembali di bawah pemerintahan Jayakatwang. prasasti Panumbangan (1120).

Maka. Ken Arok juga yang mengawini istri Tunggul Ametung yang bernama Ken Dedes. yang kemudian menjadi akuwu baru. ketika pertama kali didirikan tahun 1222. Malang. Para brahmana lalu menggabungkan diri dengan Ken Arok yang mengangkat dirinya menjadi .4. KERAJAAN SINGASARI Kerajaan Singhasari atau sering pula ditulis Singasari atau Singosari. Yang menjabat sebagai akuwu (setara camat) Tumapel saat itu adalah Tunggul Ametung. Tumapel semula hanya sebuah daerah bawahan Kerajaan Kadiri. [sunting] Awal berdiri Menurut Pararaton. Menurut Nagarakretagama. Ken Arok kemudian berniat melepaskan Tumapel dari kekuasaan Kadiri. Daftar isi [sembunyikan]            1 Nama ibu kota 2 Awal berdiri 3 Silsilah Wangsa Rajasa 4 Prasasti Mula Malurung 5 Pemerintahan bersama 6 Kejayaan 7 Keruntuhan 8 Hubungan dengan Majapahit 9 Kepustakaan 10 Catatan 11 Lihat pula [sunting] Nama ibu kota Berdasarkan prasasti Kudadu. adalah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. Pada tahun 1254. Raja Wisnuwardhana mengangkat putranya yang bernama Kertanagara sebagai yuwaraja dan mengganti nama ibu kota menjadi Singhasari. ibu kota Kerajaan Tumapel bernama Kutaraja. Nama Singhasari yang merupakan nama ibu kota kemudian justru lebih terkenal daripada nama Tumapel. Kerajaan Tumapel pun terkenal pula dengan nama Kerajaan Singhasari. Ia mati dibunuh dengan cara tipu muslihat oleh pengawalnya sendiri yang bernama Ken Arok. Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di daerah Singosari. Pada tahun 1222 terjadi perseteruan antara Kertajaya raja Kadiri melawan kaum brahmana. Nama Tumapel juga muncul dalam kronik Cina dari Dinasti Yuan dengan ejaan Tu-ma-pan. nama resmi Kerajaan Singhasari yang sesungguhnya ialah Kerajaan Tumapel.

Di antara para raja di atas hanya Wisnuwardhana dan Kertanagara saja yang didapati menerbitkan prasasti sebagai bukti kesejarahan mereka. Ken Arok lebih dulu menggunakan julukan Bhatara Siwa. dan berlanjut pada kerajaan Majapahit. pemberitaan kalau Kertanagara naik takhta tahun 1254 dapat diperdebatkan. Peristiwa berdarah yang menimpa leluhur Hayam Wuruk tersebut dianggap sebagai aib. Nagarakretagama juga menyebut tahun yang sama untuk pendirian Kerajaan Tumapel. Anusapati (1247 . Rangga Rajasa Sang Girinathaputra (1222 . menyebutkan kalau pendiri Kerajaan Tumapel adalah Bhatara Siwa.1248) 3. Dalam Prasasti Mula Malurung (yang dikeluarkan Kertanagara atas perintah Wisnuwardhana) ternyata menyebut Tohjaya sebagai raja Kadiri. Pararaton juga menyebutkan bahwa. Ken Arok alias Rajasa Sang Amurwabhumi (1222 . Dengan demikian. [sunting] Silsilah Wangsa Rajasa Wangsa Rajasa yang didirikan oleh Ken Arok. Versi Pararaton adalah: 1.raja pertama Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. Tohjaya (1249 . Prasasti tersebut dikeluarkan oleh Kertanagara tahun 1255 selaku raja bawahan di Kadiri. Hal ini memperkuat kebenaran berita dalam Nagarakretagama. Prasasti Mula Malurung atas nama Kertanagara tahun 1255. Sementara itu versi Nagarakretagama tidak menyebutkan adanya pembunuhan antara raja pengganti terhadap raja sebelumnya. Kertanagara (1272 . .1227) 2. Selain itu. Wisnuwardhana (1248 . Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250 . Terdapat perbedaan antara Pararaton dan Nagarakretagama dalam menyebutkan urutan raja-raja Singhasari. Diagram silsilah di samping ini adalah urutan penguasa dari Wangsa Rajasa. sebelum maju perang melawan Kadiri. yang bersumber dari Pararaton.1247) 2.1292) Kisah suksesi raja-raja Tumapel versi Pararaton diwarnai pertumpahan darah yang dilatari balas dendam. bukan raja Tumapel. Kemungkinannya adalah bahwa Kertanagara menjadi raja muda di Kadiri dahulu. namun tidak menyebutkan adanya nama Ken Arok.1250) 4. Tohjaya mati akibat pemberontakan Ranggawuni (anak Anusapati).1292) Versi Nagarakretagama adalah: 1. pendiri kerajaan Tumapel bernama Ranggah Rajasa Sang Girinathaputra yang berhasil mengalahkan Kertajaya raja Kadiri.1254) 4. Anusapati (1227 . Ken Arok mati dibunuh Anusapati (anak tirinya). karena dalam Nagarakretagama arwah pendiri kerajaan Tumapel tersebut dipuja sebagai Siwa. Anusapati mati dibunuh Tohjaya (anak Ken Arok dari selir). Mungkin nama ini adalah gelar anumerta dari Ranggah Rajasa. Dalam naskah itu. Hanya Ranggawuni yang digantikan Kertanagara (putranya) secara damai.1272) 5. Perang melawan Kadiri meletus di desa Ganter yang dimenangkan oleh pihak Tumapel.1249) 3. Keluarga kerajaan ini menjadi penguasa Singhasari. baru pada tahun 1268 ia bertakhta di Singhasari. Kertanagara (1254 . Hal ini dapat dimaklumi karena Nagarakretagama adalah kitab pujian untuk Hayam Wuruk raja Majapahit.

Kadiri kemudian menjadi kerajaan bawahan yang dipimpin oleh putranya. setelah menaklukkan Kadiri.5 x 14 cm. Anusapati digantikan oleh Seminingrat yang bergelar Wisnuwardhana. Koleksi Museum für Indische Kunst. Apabila kisah kudeta berdarah dalam Pararaton benar-benar terjadi. Kerajaan Tumapel dan Kadiri dipersatukan kembali oleh Seminingrat. Berlin-Dahlem. maka dapat dipahami maksud dari pemerintahan bersama ini adalah suatu upaya rekonsiliasi antara kedua kelompok yang bersaing. Dalam Pararaton disebutkan nama asli Narasingamurti adalah Mahisa Campaka. Tumapel dipimpin Anusapati sedangkan Kadiri dipimpin Bhatara Parameswara (alias Mahisa Wonga Teleng). Kerajaan Tumapel disebutkan didirikan oleh Rajasa yang dijuluki "Bhatara Siwa". Sementara itu. Penemuan prasasti Mula Malurung memberikan pandangan lain yang berbeda dengan versi Pararaton yang selama ini dikenal mengenai sejarah Tumapel. kemudian Tohjaya.[sunting] Prasasti Mula Malurung Mandala Amoghapāśa dari masa Singhasari (abad ke-13). Ia adalah raja pertama yang mengalihkan wawasannya ke luar Jawa. Jerman. Pada tahun 1275 ia . [sunting] Pemerintahan bersama Pararaton dan Nagarakretagama menyebutkan adanya pemerintahan bersama antara Wisnuwardhana dan Narasingamurti. Sepeninggalnya. kerajaan terpecah menjadi dua.1292). [sunting] Kejayaan Kertanagara adalah raja terakhir dan raja terbesar dalam sejarah Singhasari (1268 . perunggu. Wisnuwardhana merupakan cucu Tunggul Ametung sedangkan Narasingamurti adalah cucu Ken Arok. 22. Prasasti Mula Malurung juga menyebutkan bahwa sepeninggal Tohjaya. yaitu Kertanagara. Parameswara digantikan oleh Guningbhaya.

dan prasasti Kudadu mengisahkan Raden Wijaya cucu Narasingamurti yang menjadi menantu Kertanagara lolos dari maut. [sunting] Keruntuhan Candi Singhasari dibangun sebagai tempat pemuliaan Kertanegara. Berkat bantuan Aria Wiraraja (penentang politik Kertanagara). dan Bakulapura. Melayu.mengirim pasukan Ekspedisi Pamalayu untuk menjadikan Sumatra sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi ekspansi bangsa Mongol. sekaligus besan dari Kertanagara sendiri. sebagai tanda persahabatan kedua negara. Dalam serangan itu Kertanagara mati terbunuh. [sunting] Hubungan dengan Majapahit Pararaton. Jayakatwang menjadi raja dan membangun ibu kota baru di Kadiri. Riwayat Kerajaan Tumapel-Singhasari pun berakhir. sekaligus ipar. Raden Wijaya dengan siasat cerdik ganti mengusir tentara Mongol keluar dari tanah Jawa. Setelah runtuhnya Singhasari. Gurun. Namun permintaan itu ditolak tegas oleh Kertanagara. Pahang. Setelah Kadiri runtuh. Bali. Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwang bupati Gelang-Gelang. Kerajaan Singhasari yang sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar Jawa akhirnya mengalami keropos di bagian dalam. Mereka dimanfaatkan Raden Wijaya untuk mengalahkan Jayakatwang di Kadiri. . Pada tahun 1284. dengan dikirimkannya bukti arca Amoghapasa yang dari Kertanagara. Saat itu penguasa Sumatra adalah Kerajaan Dharmasraya (kelanjutan dari Kerajaan Malayu). raja terakhir Singhasari. Nagarakretagama. ia kemudian diampuni oleh Jayakatwang dan diberi hak mendirikan desa Majapahit. Kertanagara juga mengadakan ekspedisi menaklukkan Bali. Nagarakretagama menyebutkan daerah-daerah bawahan Singhasari di luar Jawa pada masa Kertanagara antara lain. Pada tahun 1293 datang pasukan Mongol yang dipimpin Ike Mese untuk menaklukkan Jawa. Kerajaan ini akhirnya dianggap telah ditundukkan. Pada tahun 1289 Kaisar Kubilai Khan mengirim utusan ke Singhasari meminta agar Jawa mengakui kedaulatan Mongol. yang merupakan sepupu.

Raden Wijaya kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit sebagai kelanjutan Singhasari. Jayakatwang. penguasa kerajaan Singhasari yang terakhir menolak untuk membayar upeti dan mempermalukan utusan tersebut dengan merusak wajahnya dan memotong telinganya.[10][11] Kublai Khan marah dan lalu memberangkatkan ekspedisi besar ke Jawa tahun 1293. penguasa Dinasti Yuan di Tiongkok. Ketika itu. Hal ini menjadi perhatian Kubilai Khan. Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja. menantu Kertanegara. sudah membunuh Kertanagara. yaitu tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 saka yang bertepatan dengan tanggal 10 November 1293. Blitar. Singhasari telah menjadi kerajaan paling kuat di Jawa. Berlokasi semula di Candi Simping. Desa itu dinamai Majapahit. yaitu dinasti yang didirikan oleh Ken Arok. dewa gabungan Siwa dan Wisnu sebagai penggambaran Kertarajasa. Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongol untuk bertempur melawan Jayakatwang. Berdirinya Majapahit Arca Harihara. Ketika pasukan Mongol tiba. Kertanagara. dan menyatakan dirinya sebagai anggota Wangsa Rajasa. kini menjadi koleksi Museum Nasional Republik Indonesia. dan rasa "pahit" dari buah tersebut. atau mereka harus terpaksa menunggu enam bulan lagi di pulau yang asing. Raden Wijaya berbalik menyerang sekutu Mongolnya sehingga memaksa mereka menarik pulang kembali pasukannya secara kalang-kabut karena mereka berada di teritori asing. yang datang menyerahkan diri. adipati Kediri. Atas saran Aria Wiraraja. Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya. Raden Wijaya kemudian diberi hutan Tarik. Ia mengirim utusan yang bernama Meng Chi[10] ke Singhasari yang menuntut upeti. Ia dinobatkan dengan nama resmi Kertarajasa . Sebelum berdirinya Majapahit. Ia membuka hutan itu dan membangun desa baru.[12][13] Saat itu juga merupakan kesempatan terakhir mereka untuk menangkap angin muson agar dapat pulang. yang namanya diambil dari buah maja.

Namun setelah kematian pemberontak terakhir (Kuti). meskipun pemberontakan tersebut tidak berhasil. Pararaton menyebutnya Kala Gemet. Odorico da Pordenone mengunjungi keraton Majapahit di Jawa. akan tetapi Rajapatni memilih mengundurkan diri dari istana dan menjadi bhiksuni. dan Nambi memberontak melawannya. Ia diteruskan oleh putranya. [sunting] Kejayaan Majapahit . Pada tahun 1328. pada saat pelantikannya Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang menunjukkan rencananya untuk melebarkan kekuasaan Majapahit dan membangun sebuah kemaharajaan. Halayudha ditangkap dan dipenjara. Tanca. Tribhuwana berkuasa di Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Jayanegara. kerajaan Majapahit berkembang menjadi lebih besar dan terkenal di kepulauan Nusantara. Pada tahun 1336. Sora. agar ia dapat mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan. Selama kekuasaan Tribhuwana. dan lalu dihukum mati. Kira-kira pada suatu waktu dalam kurun pemerintahan Jayanegara.Jayawardhana. Hayam Wuruk. seorang pendeta Italia. Beberapa orang tepercaya Kertarajasa. Slamet Muljana menduga bahwa mahapatih Halayudha lah yang melakukan konspirasi untuk menjatuhkan semua orang tepercaya raja. yang berarti "penjahat lemah". Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikannya. Jayanegara dibunuh oleh tabibnya. Anak dan penerus Wijaya. Kerajaan ini menghadapi masalah. Tribhuwana menunjuk Gajah Mada sebagai Mahapatih. termasuk Ranggalawe. Rajapatni menunjuk anak perempuannya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit.[13] Wijaya meninggal dunia pada tahun 1309.

dengan hati remuk redam melakukan "bela pati". Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa. Gajah Mada. putri Kerajaan Sunda sebagai permaisurinya. keluarga kerajaan Sunda kewalahan dan akhirnya dikalahkan. Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV. Kalimantan. juga disebut Rajasanagara. dan Vietnam. Hampir seluruh rombongan keluarga kerajaan Sunda dapat dibinasakan secara kejam. Tumasik ( Singapura) dan sebagian kepulauan Filipina[14]. Sumber ini menunjukkan batas terluas sekaligus puncak kejayaan Kemaharajaan Majapahit. daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra. Hayam Wuruk. Papua.[15][2] Selain melancarkan serangan dan ekspedisi militer. memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389.[17] Tradisi menyebutkan bahwa sang putri yang kecewa. Kamboja.[18] Kisah Pasunda Bubat menjadi tema utama dalam naskah Kidung . Majapahit menguasai lebih banyak wilayah. ukiran emas apsara (bidadari surgawi) gaya khas Majapahit menggambarkan dengan sempurna zaman kerajaan Majapahit sebagai "zaman keemasan" di kepulauan nusantara. dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok. Hayam Wuruk berhasrat mempersunting Citraresmi (Pitaloka). Terakota wajah yang dipercaya sebagai potret Gajah Mada.[16] Pihak Sunda menganggap lamaran ini sebagai perjanjian persekutuan. Pada 1357 rombongan raja Sunda beserta keluarga dan pengawalnya bertolak ke Majapahit mengantarkan sang putri untuk dinikahkan dengan Hayam Wuruk. tetapi terhubungkan satu sama lain oleh perdagangan yang mungkin berupa monopoli oleh raja[15].Bidadari Majapahit yang anggun. Maluku. semenanjung Malaya. Akan tetapi Gajah Mada melihat hal ini sebagai peluang untuk memaksa kerajaan Sunda takluk di bawah Majapahit. bunuh diri untuk membela kehormatan negaranya. Majapahit juga menempuh jalan diplomasi dan menjalin persekutuan. Sulawesi. batasan alam dan ekonomi menunjukkan bahwa daerah-daerah kekuasaan tersebut tampaknya tidaklah berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364). Birma bagian selatan. Pada masanya Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya. Siam. Namun demikian. Kemungkinan karena didorong alasan politik. kepulauan Nusa Tenggara. Meski dengan gagah berani memberikan perlawanan. Pertarungan antara keluarga kerajaan Sunda dengan tentara Majapahit di lapangan Bubat tidak terelakkan.

dan canggih. Majapahit memasuki masa kemunduran akibat konflik perebutan takhta. Hayam Wuruk juga memiliki seorang putra dari selirnya Wirabhumi yang juga menuntut haknya atas takhta. Bhre Pamotan menjadi raja dengan gelar Rajasawardhana dan memerintah di Kahuripan. serangkaian ekspedisi laut Dinasti Ming yang dipimpin oleh laksamana Cheng Ho. seorang jenderal muslim China. perhatian utama Majapahit nampaknya adalah mendapatkan porsi terbesar dan mengendalikan perdagangan di kepulauan Nusantara.[2] Meskipun penguasa Majapahit memperluas kekuasaannya pada berbagai pulau dan kadangkadang menyerang kerajaan tetangga.[19] Pada tahun 1377. [sunting] Jatuhnya Majapahit Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14. semetara Wirabhumi ditangkap dan kemudian dipancung. yang menikahi sepupunya sendiri. beberapa tahun setelah kematian Gajah Mada.[5] Perang saudara yang disebut Perang Paregreg diperkirakan terjadi pada tahun 14051406. antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. Ia kemudian wafat pada 1466 dan digantikan oleh . Sang pujangga menggambarkan Majapahit sebagai pusat mandala raksasa yang membentang dari Sumatera ke Papua. Pada saat inilah pedagang muslim dan penyebar agama Islam mulai memasuki kawasan ini. pangeran Wikramawardhana. naik takhta pada 1456. Sejak tahun 1430 ekspedisi Cheng Ho ini telah menciptakan komunitas muslim China dan Arab di beberapa kota pelabuhan pantai utara Jawa. Kisah ini disinggung dalam Pararaton tetapi sama sekali tidak disebutkan dalam Nagarakretagama. serta sistem ritual keagamaan yang rumit. Tampaknya perang saudara ini melemahkan kendali Majapahit atas daerah-daerah taklukannya di seberang. Perang ini akhirnya dimenangi Wikramawardhana. di luar daerah itu hanya semacam pemerintahan otonomi luas. pembayaran upeti berkala. Demak. adik laki-lakinya. Akan tetapi segala pemberontakan atau tantangan bagi ketuanan Majapahit atas daerah itu dapat mengundang reaksi keras. maka Islam pun mulai memiliki pijakan di pantai utara Jawa. Majapahit melancarkan serangan laut untuk menumpas pemberontakan di Palembang. kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. Ia memerintah hingga tahun 1451. Setelah wafatnya Hayam Wuruk pada tahun 1389. Girisawardhana. Ia wafat pada tahun 1453 AD. anggun. putra Kertawijaya. mencakup Semenanjung Malaya dan Maluku. dan pengakuan kedaulatan Majapahit atas mereka. Wikramawardhana memerintah hingga tahun 1426. Tradisi lokal di berbagai daerah di Nusantara masih mencatat kisah legenda mengenai kekuasaan Majapahit. Pada kurun pemerintahan Wikramawardhana. dengan cita rasa seni dan sastra yang halus dan tinggi. Pada 1447. Kakawin Nagarakretagama yang disusun pada tahun 1365 menyebutkan budaya keraton yang adiluhung. Pewaris Hayam Wuruk adalah putri mahkota Kusumawardhani. yang memerintah pada tahun 1426 sampai 1447. Ratu Suhita. dan Ampel. Tuban. seperti di Semarang. Suhita mangkat dan pemerintahan dilanjutkan oleh Kertawijaya.Sunda yang disusun pada zaman kemudian di Bali. Ia adalah putri kedua Wikramawardhana dari seorang selir yang juga putri kedua Wirabhumi. tiba di Jawa beberapa kali antara kurun waktu 1405 sampai 1433. Terjadi jeda waktu tiga tahun tanpa raja akibat krisis pewarisan takhta. Setelah Kertawijaya wafat. Administrasi pemerintahan langsung oleh kerajaan Majapahit hanya mencakup wilayah Jawa Timur dan Bali. dan diteruskan oleh putrinya.

Arti sengkala ini adalah “sirna hilanglah kemakmuran bumi”. Peristiwa ini memicu perang antara Daha dengan Kesultanan Demak. Di bagian barat kemaharajaan yang mulai runtuh ini. pedagang Muslim dan para penyebar agama sudah mulai memasuki Nusantara. Waktu berakhirnya Kemaharajaan Majapahit berkisar pada kurun waktu tahun 1478 (tahun 1400 saka. Sengkala ini konon adalah tahun berakhirnya Majapahit dan harus dibaca sebagai 0041. Ranawijaya memerintah pada kurun waktu 1474 hingga 1519 dengan gelar Girindrawardhana.[8]. satu per satu mulai melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit. Ketika Majapahit didirikan. oleh Girindrawardhana[22].Singhawikramawardhana. mulai muncul di bagian barat Nusantara[20]. Dalam tradisi Jawa ada sebuah kronogram atau candrasengkala yang berbunyi sirna ilang kretaning bumi.[23] Sejumlah besar abdi . atau 1478 Masehi. Malaysia. Pada saat bersamaan. karena penguasa Demak adalah keturunan Kertabhumi. Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15. Menurut prasasti Jiyu dan Petak. yaitu tahun 1400 Saka. pengaruh Majapahit di seluruh Nusantara mulai berkurang. Sebuah tampilan model kapal Majapahit di Museum Negara Malaysia. yaitu Kesultanan Malaka. Singhawikramawardhana memindahkan ibu kota kerajaan lebih jauh ke pedalaman di Daha (bekas ibu kota Kerajaan Kediri) dan terus memerintah disana hingga digantikan oleh putranya Ranawijaya pada tahun 1474. Ranawijaya mengaku bahwa ia telah mengalahkan Kertabhumi [22] dan memindahkan ibu kota ke Daha (Kediri). raja ke-11 Majapahit. Meskipun demikian kekuatan Majapahit telah melemah akibat konflik dinasti ini dan mulai bangkitnya kekuatan kerajaan-kerajaan Islam di pantai utara Jawa. Sementara itu beberapa jajahan dan daerah taklukan Majapahit di daerah lainnya di Nusantara. berakhirnya abad dianggap sebagai waktu lazim pergantian dinasti dan berakhirnya suatu pemerintahan[21]) hingga tahun 1527. Namun demikian yang sebenarnya digambarkan oleh candrasengkala tersebut adalah gugurnya Bhre Kertabumi. Majapahit tak kuasa lagi membendung kebangkitan Kesultanan Malaka yang pada pertengahan abad ke-15 mulai menguasai Selat Malaka dan melebarkan kekuasaannya ke Sumatera. Pada 1468 pangeran Kertabhumi memberontak terhadap Singhawikramawardhana dan mengangkat dirinya sebagai raja Majapahit. Kuala Lumpur. Pada 1478 Ranawijaya mengalahkan Kertabhumi dan mempersatukan kembali Majapahit menjadi satu kerajaan. Peperangan ini dimenangi Demak pada tahun 1527. sebuah kerajaan perdagangan baru yang berdasarkan Islam.

dan Italia (Pigafetta) mengindikasikan bahwa telah terjadi perpindahan kekuasaan Majapahit dari tangan penguasa Hindu ke tangan Adipati Unus.istana. sisa kerajaan Hindu yang masih bertahan di Jawa hanya tinggal kerajaan Blambangan di ujung timur. kekuatan kerajaan Islam pada awal abad ke-16 akhirnya mengalahkan sisa kerajaan Majapahit[24]. penguasa dari Kesultanan Demak. Beberapa kantung masyarakat Hindu Tengger hingga kini masih bertahan di pegunungan Tengger. Perlahan-lahan Islam mulai menyebar seiring mundurnya masyarakat Hindu ke pegunungan dan ke Bali. pendeta. serta Kerajaan Sunda yang beribukota di Pajajaran di bagian barat. Saat itu setelah keruntuhan Majapahit. antara tahun 1518 dan 1521 M[22]. dan anggota keluarga kerajaan mengungsi ke pulau Bali. seniman. Dengan jatuhnya Daha yang dihancurkan oleh Demak pada tahun 1527. Demak memastikan posisinya sebagai kekuatan regional dan menjadi kerajaan Islam pertama yang berdiri di tanah Jawa. kawasan Bromo dan Semeru . Demak dibawah pemerintahan Raden (kemudian menjadi Sultan) Patah (Fatah). diakui sebagai penerus kerajaan Majapahit. Pengungsian ini kemungkinan besar untuk menghindari pembalasan dan hukuman dari Demak akibat selama ini mereka mendukung Ranawijaya melawan Kertabhumi. legitimasi Raden Patah karena ia adalah putra raja Majapahit Brawijaya V dengan seorang putri China. Portugis (Tome Pires). Menurut Babad Tanah Jawi dan tradisi Demak. Catatan sejarah dari Tiongkok.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful