Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb

Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas berkah, nikmat, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan referat yang berjudul Vena Cava Superior Syndrome yang disusun dalam rangka memenuhi persyaratan kepaniteraan di bagian Radiologi dr. Slamet Garut. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Dr. H. Usep Saeful A. A, Sp Rad selaku dosen pembimbing yang telah banyak

membimbing dan memberikan ilmu kepada penulis.


2. Orang tua, keluarga, dan orang terdekat yang tidak pernah berhenti memberi kasih

sayang, mendoakan dan memberi dukungan kepada penulis.


3. Audra Sheri dan Deri Arara sebagai rekan kepaniteraan yang telah memberikan

bantuan, dukungan dan kerja sama yang baik. Penulis menyadari bahwa referat ini jauh dari sempurna, untuk itu penulis mengharapkan kritik serta saran. Semoga dengan adanya referat ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi semua pihak.

Wassalamualaikum Wr. Wb

Garut, 9 November 2011 Penulis

DAFTAR ISI

HAL. KATA PENGANTAR ............................................................................................... 1 DAFTAR ISI .............................................................................................................. 2 BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................... 3 BAB II PEMBAHASAN : VENA CAVA SUPERIOR SYNDROME ................... 4 BAB III KESIMPULAN ........................................................................................... 13 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 15

BAB I PENDAHULUAN

Vena cava superior adalah vena utama yang menuju ke jantung. Jantung dibagi menjadi empat bagian, atrirum kanan dan atrium kiri yang merupakan bagian atas jantung dan ventrikel kanan dan ventrikel kiri yang merupakan bagian bawah jantung. Atrium kanan jantung menerima darah dari dua vena utama, yaitu: Vena cava superior mengembalikan darah dari bagian tubuh atas Vena cava inferior mengembalikan darah dari bagian tubuh bawah

Vena cava superior syndrome adalah kumpulan dari gejala yang muncul pada saat vena cava tersumbat.

BAB II PEMBAHASAN

VENA CAVA SUPERIOR SYNDROME

Vena cava superior adalah vena utama yang menuju ke jantung. Jantung dibagi menjadi empat bagian, atrirum kanan dan atrium kiri yang merupakan bagian atas jantung dan ventrikel kanan dan ventrikel kiri yang merupakan bagian bawah jantung. Atrium kanan jantung menerima darah dari dua vena utama, yaitu:

Vena cava superior mengembalikan darah dari bagian tubuh atas Vena cava inferior mengembalikan darah dari bagian tubuh bawah

Kondisi tertentu atau perubahan kondisi dapat melambatkan aliran darah pada vena cava superior. Kondisi ini termasuk karena tumor di dalam rongga dada, dekat dengan kelenjar getah bening yang menggembung atau bekuan darah pada vena cava superior. Pembuluh darah vena bisa tersumbat sepenuhnya. Kadang-kadang vena kecil menjadi lebih besar dan mengambil alih aliran darah pada vena cava superior jika ini tersumbat. Oleh karena itu vena cava superior syndrome adalah kumpulan dari gejala yang muncul pada saat vena cava tersumbat.

ETIOLOGI Vena cava superior syndrome biasanya disebabkan oleh kanker. Pada orang dewasa vena cava superior syndrome paling banyak disebabkan oleh:

Kanker paru Non-hodgkin limpoma

Penyebab lainnya bia disebabkan oleh :

Pembekuan darah yang terjadi selama penggunaan dari kateter intravena (pipa flexibel yang digunakan untuk memberikan cairan kedalam atau mengeluarkan darah dari vena) pada vena cava superior. Pembekuan darah juga dapat disebabkan oleh penggunaan kawat pacemaker.

Infeksi atau kanker pada rongga dada yang menyebabkan jaringan menjadi tebal dan keras.

Kanker timus Kanker lain, termasuk metastasir kanker payudara, kanker kolon, kanker esofagus, hodgkin limpoma, kanker tiroid.

Behcet syndrome Sarcoidosis, yaitu penyakit pada kelenjar getah bening yang menyerupai tuberculosis.

Kompresi yang disebabkan oleh keadaan diluar vena cava superior sangat memungkinkan karena ini memiliki dinding yang tipis digabungkan dengan tekanan rendah intravaskuler. Karena vena cava dikelilingi oleh stuktur yang kaku hal ini sangat mudah untuk ditekan. Tekanan yang rendah dari intravaskuler juga memberikan kemungkinan tejadi pembekuan. Obstruksi dari aliran darah menyebabkan peningkatan tekanan vena yang mana menghasilkan edema intertitial dan aliran yang menjadi semakin memburuk.

MANIFESTASI KLINIS Gejala yang timbul pada vena cava superior syndrome yaitu gangguan pada pernafasan dan batuk. Gejala pada vena cava superior syndrome akan lebih hebat jika vena cava tersumbat dengan cepat. Hal ini dikarenakan vena-vena lain di daerah tersebut tidak mempunyai waktu untuk melebarkan vena untuk mengambil alil aliran darah yang tidak dapat dialirkan ke vena cava superior. Gejala utama sebagai berikut : Gangguan bernafas Batuk Bengkak pada wajah, leher, bagian tubuh atas, dan tangan.

Gejala lain yang dapat timbul antara lain : Suara serak Gangguan pada saat menelan atau berbicara
7

Batuk darah Vena yang membengkak pada dada atau leher Nyeri dada Kemerahan pada kulit

DIAGNOSA Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis vena cava superior syndrome dan menemukan sumbatan pada vena cava superior antara lain :

X-Ray thorax. Pemeriksaan ini dapat memberikan kemampuan untuk meunjukkan pelebaran mediastinum dan menujukkan penyebab dari vena cava superior syndrome.

CT-Scan. Pemeriksaan yang dapat menunjukkan gambar dengan detail dari area didalam tubuh yang diambil dari sudut pengambilan gambar yang berbeda. Bahan celup yang dimasukkan atau disuntikkan kedalam vena atau ditelan untuk menunjukkan organ atau jaringan dengan lebih jelas.

Venography. Pemeriksaan X-ray pada vena. Bahan celup kontras yang disuntikkan kedalam vena untuk menguraikan vena-vena pada X-ray.

MRI. Pemeriksaan dengan menggunakan magnet, aliran radio, dan komputer yang dapat menujukkan detail gambar pada organ dalam tubuh.

Ultrasound. Pemeriksaan dengan aliran energi suara yang tinggi yang melambungkan jaringan atau organ dan membuat bunyi gema. Bunyi gema yang terbentuk dari gambar jaringan tubuh disebut sonogram.

Pemeriksaan-pemeriksaan diatas penting untuk menemukan penyebab dari vena cava superior syndrome sebelum memulai terapi. Jenis dari kanker dapat mempengaruhi jenis terapi yang akan dilakukan. Kecuali jalan nafas tersumbat atau edema otak. Jika dicurigai kanker paru adalah sebagai penyebab maka sputum dapat dijadikan sample dan dilakukan biopsi.

DIAGNOSA BANDING Acute respiratory distress syndrome Chronic obtructive pulmonary disease and emphysema Dissection aortic Mediastinitis Pericarditis and cardiac tamponade Pneumonia aspiration Pneumonia bacterial Syphilis Tuberculosis

TATALAKSANA Pemilihan terapi untuk vena cava superior syndrome berdasarkan : Jenis dari kanker Penyebab dari sumbatan Derajat keparahan dari gejala Prognosis Apakah terapi ini untuk pengobatan, kontrol, atau mengurangi gejala Harapan hidup pasien

Jenis-jenis terapi yang dapat dilakukan antara lain Monitoring


10

Monitoring lebih dekat pada kondisi pasien tanpa perlu memberikan obat kecuali timbul gejala. Pasien yang memiliki aliran darah yang baik pada vena-vena kecil seputar area dan dengan gejala ringan tidak membutuhkan terapi. Berikurt yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala dan menjaga kenyamanan pasien : o Menjaga tubuh bagian atas tetap lebih tinggi dari pada tubuh bagian bawah. o Kortikosteroid. o Diuretik Kemoterapi Kemoterapi merupakan terapi yang biasa digunakan pada kasus tumor yang respon terhadap obat antikanker. Kemoterapi menggunakan obat-obatan yang menghentikan pertumbuhan sel kanker, yaitu membunuh sel kanker atau menghentikan pembelahan sel kanker. Ketika kemoterapi diterima oleh mulut atau disuntikkan kedalam vena atau otot, obat masuk kedalam aliran darah dan dapat mencapai sel kanker diseluruh tubuh. Pada saat kemoterapi di tempatkan langsung kedalam cairan serebrospinal dari organ, obat mempengaruhi sel kanker pada daerah tersebut. Penggunaan keoterapi berdasarkan dari jenis dan stadium dari kanker. Terapi radiasi Jika sumbatan dari vena cava superior disebabkan oleh tumor yang biasanya tidak berespon pada kemoterapi maka dapat diberikan terapi radiasi. Terapi radiasi adalah terapi pada kanker yang menggunakan energi X-ray yang tinggi atau jenis radiasi lain yang digunakan untuk membunuh sel kanker. Terapi radiasi eksternal menggunakan mesin diluar tubuh yang mengirim sinar radiasi kearah kanker. Trombolisis Vena cava superior syndrome terjadi ketika pembekuan terjadi pada sebagian sumbatan vena. Trombolisis adalah cara yang digunakan untuk menghancurkan bekuan darah yag dikenal dengan teknik trombektomi. Trombektomi adalah pembedahan untuk

11

memindahkan bekuan darah atau menggunakan alat yang dimasukkan kedalam vena untuk memindahkan bekuan darah. Stent placement Jika vena cava superior tersumbet sebagian oleh tumor, pipa yang dapat dikembangkan ditempatkan didalam vena cava superior untuk membantu agar ini tetap terbuka dan mengalirkan aliran darah. Terapi ini banyak menolong pasien dengan tetap menggunakan obat yang menekan pembekuan darah. Operatif Operasi dilakukan untuk membypass sumbatan pada vena cava superior. Hal ini sering digunakan pada pasien tanpa penyakit kanker. Perawatan paliatif dapat diberikan untuk meringankan gejala pada pasien vena cava superior syndrome. Perawatan paliatif dapat membantu untuk meringankan kegelisahan akibat gejala yang timbul seperti bengkak, susah menelan, batuk, dan suara serak. Pasien dengan penyakit kanker stadium lanjut terkadang tidak diputuskan untuk mendapat terapi yang serius. Perawatan paliatif dapat membantu menjaga kenyamanan pasien dengan memperbaiki kualitas hidup pasiem.

PROGNOSIS Gejala dari vena cava superior syndrome biasanya diperingan oleh terapi radiasi selama satu bulan terapi. Walaupun dengan terapi, 90% dari pasien meninggal dunia tidak lebih dari dua setengah tahun. Hal ini dihubungkan dengan penyebab dari vena cava superior syndrome yaitu kanker.

12

BAB III KESIMPULAN

Vena cava superior syndrome adalah kumpulan dari gejala yang muncul pada saat vena cava tersumbat. Kondisi tertentu atau perubahan kondisi dapat melambatkan aliran darah pada vena cava superior. Kondisi ini termasuk karena tumor di dalam rongga dada, dekat dengan kelenjar getah bening yang menggembung atau bekuan darah pada vena cava superior. Vena cava superior syndrome biasanya disebabkan oleh kanker :

Kanker paru Non-hodgkin limpoma

Penyebab lainnya bia disebabkan oleh : Pembekuan darah yang terjadi selama penggunaan dari kateter intravena (pipa flexibel yang digunakan untuk memberikan cairan kedalam atau mengeluarkan darah dari vena) pada vena cava superior. Pembekuan darah juga dapat disebabkan oleh penggunaan kawat pacemaker. Infeksi atau kanker pada rongga dada yang menyebabkan jaringan menjadi tebal dan keras. Kanker timus Kanker lain, termasuk metastasir kanker payudara, kanker kolon, kanker esofagus, hodgkin limpoma, kanker tiroid. Behcet syndrome Sarcoidosis, yaitu penyakit pada kelenjar getah bening yang menyerupai tuberculosis.

Gejala utama sebagai berikut : Gangguan bernafas Batuk


13

Bengkak pada wajah, leher, bagian tubuh atas, dan tangan. Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis vena cava superior syndrome dan menemukan sumbatan pada vena cava superior antara lain : X-Ray thorax. CT-Scan. Venography. MRI. Ultrasound.

Gejala dari vena cava superior syndrome biasanya diperingan oleh terapi radiasi selama satu bulan terapi. Walaupun dengan terapi, 90% dari pasien meninggal dunia tidak lebih dari dua setengah tahun.

14

DAFTAR PUSTAKA

http://emedicine.medscape.com/article/760301-differential http://en.wikipedia.org/wiki/Superior_vena_cava_syndrome http://emedicine.medscape.com/article/760301-overview#showall http://www.cancer.gov/cancertopics/pdq/supportivecare/cardiopulmonary/Patient/\ http://www.aboutcancer.com/svco.htm http://www.nature.com/nrcardio/journal/v4/n4/fig_tab/ncpcardio0850_F1.html http://www.downloadheart.us/superior-vena-cava-syndrome.html

15