Anda di halaman 1dari 19

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi : SMA : Biologi : XI/2

: 1 x 30 menit : Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan dan/atau penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada Salingtemas Kompetensi Dasar : 3.6 Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem regulasi manusia (saraf, endokrin, dan penginderaan) Materi Pokok Topik Pembelajaran Sub Topik : Sistem Regulasi : Sistem Saraf : Bagian-bagian sel saraf dan fungsinya, Macam-macam Neuron berdasarkan fungsinya, Mekanisme pengahantaran impuls lewat sel saraf Metode Pendekatan : Demonstrasi , Observasi, Diskusi. : Konsep

Alat &Media Pembelajaran: Papan tulis, gambar, animasi, dan model sel saraf (Rancangan model sel saraf terlampir)

Indikator 3.6.1 Mengidentifikasi

Tujuan Pembelajaran Khusus 3.6.1.1 Setelah melakukan demonstrasi dan observasi, siswa dapat menyebutkan bagianbagian dari sel saraf

Analisis Materi Sel Saraf (Neuron) Unit terkecil penyusun sistem saraf adalah sel saraf disebut neuron. Setiap satu sel saraf (neuron) terdiri atas bagian utama yang berupa badan sel saraf, dendrit, dan akson.

Pertanyaan Produktif Apa saja bagianbagian dari sel saraf?

bagian-bagian sel saraf

3.6.2

Mendeskripsikan 3.6.2.1 Setelah melakukan demonstrasi dan observasi, siswa dapat mendeskripsikan fungsi dari bagian-bagian sel saraf

Badan sel saraf adalah bagian sel saraf yang paling besar. Di dalamnya terdapat nukleus dan sitoplasma. Di dalam sitoplasma terdapat mitokondria yang berfungsi membangkitkan energy untuk membawa rangsangan. Dendrit adalah serabut-serabut yang merupakan tonjolan sitoplasma dan berfungsi untuk menjalarkan impuls saraf menuju ke badan sel saraf. Dendrit merupakan percabangan dari

Apa fungsi neurit? Apa fungsi badan sel? Apa fungsi dendrit?

fungsi dari bagianbagian sel saraf

badan sel saraf yang biasanya berjumlah lebih dari satu pada setiap neuron. Akson atau neurit merupakan tonjolan sitoplasma yang panjang (lebih panjang daripada dendrit), berfungsi untuk menjalarkan impuls saraf meninggalkan badan sel saraf ke neuron atau jaringan lainnya. 3.6.3 Mendeskripsikan macam-macam neuron berdasarkan fungsinya 3.6.3.1 Setelah melakukan demonstrasi dan observasi, siswa dapat Macam-Macam Neuron Menurut fungsinya, neuron dibedakan menjadi tiga macam yaitu neuron Sebutkan macammacam neuron berdasarkan fungsinya?

mendeskripsikan macam- sensorik, neuron motorik, dan neuron macam neuron berdasarkan fungsinya asosiasi. Neuron sensorik juga disebut sel saraf indra, karena berfungsi meneruskan rangsang dari penerima (indra) ke saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Badan sel saraf ini bergerombol membentuk ganglia, akson pendek, dan dendritnya panjang. Neuron motorik

(sel saraf penggerak) berfungsi membawa impuls dari pusat saraf (otak) dan sumsum tulang belakang ke otot. Sel saraf ini mempunyai dendrit yang pendek dan akson yang panjang. Neuron asosiasi atau sel saraf penghubung banyak terdapat di dalam otak dan sumsum tulang belakang. Neuron tersebut berfungsi menghubungkan atau meneruskan impuls dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik. 3.6.4 Menjelaskan proses penghantaran impuls lewat sel saraf 3.6.4.1 Setelah melakukan demonstrasi dan menonton tampilan animasi, siswa dapat menjelaskan proses penghantaran impuls lewat sel saraf Penghantaran impuls lewat sel saraf : Impuls dapat diteruskan dan mengalir melalui sel saraf yang disebabkan adanya perbedaan potensial listrik yang disebut dengan polarisasi. Muatan listrik di luar membran sel saraf adalah positif sedang muatan yang di luar adalah negatif. Bagaimana mekanisme penghantaran impuls melalui sel saraf?

Skenario Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal (5 menit) 1.1 Guru mengecek kehadiran siswa 1.2 Guru melakukan apersepsi dengan bertanya tentang respon ketika tertusuk duri/jarum, ketika akan terkena lemparan bola, 1.3 Guru mengaitkan dengan pelajaran tentang sel sebagai satuan struktural dan fungsional sebuah sistem 1.4 Guru menunjukkan model sel saraf 1.5 Guru menyebutkan tujuan pembelajaran

2.

Kegiatan Inti ( 20 menit)

2.1 Guru meminta beberapa siswa untuk menjadi sukarelawan, guru bersama beberapa siswa di depan kelas melakukan demonstrasi model sel saraf. 2.2 Guru menunjukkan bagian dari model sel saraf sambil bertanya bagian-bagian sel saraf dan fungsinya, siswa menjawab. 2.3 Kemudian bertanya tentang macam-macam neuron, 2.4 Dilanjutkan demosntrasi penghantaran impuls lewat saraf. Guru membimbing siswa melakukan simulasi pengahantaran impuls. 2.5 Diperjelas lagi dengan menampilkan animasinya. Siswa diminta mendeskripsikan proses penghantaran

3.

Kegiatan Akhir (5 menit)

3.1 Guru memberikan evaluasi tertulis

3.2 Guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan 3.3 Guru meninjau ulang dan memberi penguatan tentang materi yang telah disampaikan 3.4 Guru memberi tugas menggambarkan mekanisme penghantaran impuls melalui sinapsis sebagai materi pembelajaran berikutnya 3.5 Guru menutup pelajaran

Alat Evaluasi Indikator 3.6.1 Mengidentifika si bagian-bagian sel saraf Soal evaluasi 1. Sel saraf neuron terdiri atas, kecuali... a. neurotransmitter b. badan sel saraf c. dendrit d. akson 2. Serabut-serabut yang merupakan tonjolan sitoplasma dan percabangan dari badan sel saraf disebut... a. impuls b. dendrit c. akson d. sinaps Jenjang Kriteria

3. Bagian no 1, 2, dan 3 berturut-turut adalah . . . .

a.Dendrit, akson, dan badan sel b.Akson, badan sel, dan dendrit c.Dendrit, badan sel, dan akson d.Akson, dendrit, dan badan sel

3.6.2 Mendeskripsikan fungsi dari bagianbagian sel saraf

4. Bagian sel saraf yg berfungsi menghantar impuls ke badan sel adalah a. neurit b. dendrite c. inti badan sel d. sinaps

3.6.3 Mendeskripsikan macam-macam neuron berdasarkan fungsinya

5. Hubungan antara jenis sel saraf dan fungsinya yang benar terdapat pada Jenis Sel Saraf a. Neuron konektor Fungsi Menghantarkan rangsaang dari reseptor ke pusat saraf b. Neuron sensorik Menghantarkan tanggapan dari pusat saraf ke efektor c. Interneuron Menghubungkan neuron sensorik dengan neuron motorik d. Neuron motorik Menghantarkan rangsangan dari indera ke pusat saraf

3.6.4 Menjelaskan proses penghantaran impuls lewat sel saraf

Jelaskan mekanisme penghantaran impuls lewat sel saraf!

6.) Serabut tunggal yang merupakan penjuluran panjang dari sitoplasma badan sel saraf disebut... a. impuls b. dendrit c. akson d. sinaps

7.) Pesan yang dibawa oleh sel saraf disebut... a. sinaps b. akson c. dendrit d. impuls

8.) Ruang antara akson sel saraf yang satu dengan dendrit sel saraf yang lain disebut... a. dendrit b. akson c. sinaps d. impuls

9.) Sel saraf sensorik, motorik dan perantara termasuk di... a. fungsi utama sistem saraf

b. macam-macam sel saraf c. fungsi sistem saraf d. bagian-bagian sel saraf

Sel saraf sensorik disebut juga sel saraf indera karena . . . . a.Menerima dan meneruskan rangsang dari reseptor ke sel saraf motorik b.Membawa rangsang dari reseptor ke otak atau sumsum tulang belakang c.Membawa perintah dari otak atau sumsum tulang belakang d.Menerima dan membawa rangsangan dari otot ke otak atau sumsum tulang belakang 3. Bagian sel saraf yang membungkus akson dan berfungsi sebagai isolator yaitu . . . . a.Sel Schwann b.Badan Miesel c.Nodus Ranvier d.Selubung Mielin 4. 5.

2. Sel sel saraf dinamakan a. neuron b.neurit c. akson d. dendrite

3. Bagian sel saraf yg membungkus akson dan berfungsi sebagi isolator adalah a. selaput myelin b. b.sel sachwann c. nodus ranvier d. inti sel sachwann

4.

Contoh model sel saraf

*Bisa dimodifikasi ulang

Mekanisme Penghantar Impuls Impuls dapat dihantarkan melalui beberapa cara, di antaranya melalui sel saraf dan sinapsis. Berikut ini akan dibahas secara rinci kedua cara tersebut. 1. Penghantaran Impuls Melalui Sel Saraf Penghantaran impuls baik yang berupa rangsangan ataupun tanggapan melalui serabut saraf (akson) dapat terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik antara bagian luar dan

bagian dalam sel. Pada waktu sel saraf beristirahat, kutub positif terdapat di bagian luar dan kutub negatif terdapat di bagian dalam sel saraf. Diperkirakan bahwa rangsangan (stimulus) pada indra menyebabkan terjadinya pembalikan perbedaan potensial listrik sesaat. Perubahan potensial ini (depolarisasi) terjadi berurutan sepanjang serabut saraf. Kecepatan perjalanan gelombang perbedaan potensial bervariasi antara 1 sampai dengart 120 m per detik,

tergantung pada diameter akson dan ada atau tidaknya selubung mielin. Bila impuls telah lewat maka untuk sementara serabut saraf tidak dapat dilalui oleh impuls, karena terjadi perubahan potensial kembali seperti semula (potensial istirahat). Untuk dapat berfungsi kembali diperlukan waktu 1/500 sampai 1/1000 detik. Energi yang digunakan berasal dari hasil pemapasan sel yang dilakukan oleh mitokondria dalam sel saraf. Stimulasi yang kurang kuat atau di bawah ambang (threshold) tidak akan menghasilkan impuls yang dapat merubah potensial listrik. Tetapi bila kekuatannya di atas ambang maka impuls akan dihantarkan sampai ke ujung akson. Stimulasi yang kuat dapat menimbulkan jumlah impuls yang lebih besar pada periode waktu tertentu daripada impuls yang lemah. 2. Penghantaran Impuls Melalui Sinapsis Titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron lain dinamakan sinapsis. Setiap terminal akson membengkak membentuk tonjolan sinapsis. Di dalam sitoplasma tonjolan sinapsis terdapat struktur kumpulan

membran kecil berisi neurotransmitter; yang disebut vesikula sinapsis. Neuron yang berakhir pada tonjolan sinapsis disebut neuron pra-sinapsis. Membran ujung dendrit dari sel berikutnya yang membentuk sinapsis disebut post-sinapsis. Bila impuls sampai pada ujung neuron, maka vesikula bergerak dan melebur dengan membran pra-sinapsis. Kemudian vesikula akan melepaskan neurotransmitter berupa asetilkolin. Neurontransmitter adalah suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari neuron pra-sinapsis ke post-sinapsis. Neurontransmitter ada bermacam-macam misalnya asetilkolin yang terdapat di seluruh tubuh, noradrenalin terdapat di sistem saraf simpatik, dan dopamin serta serotonin yang terdapat di otak. Asetilkolin kemudian berdifusi melewati celah sinapsis dan menempel pada reseptor yang terdapat pada membran post-sinapsis. Penempelan asetilkolin pada reseptor menimbulkan impuls pada sel saraf berikutnya. Bila asetilkolin sudah melaksanakan tugasnya maka akan diuraikan oleh enzim asetilkolinesterase yang dihasilkan oleh membran postsinapsis. Bagaimanakah penghantaran impuls dari saraf motor ke otot?

Antara saraf motor dan otot terdapat sinapsis berbentuk cawan dengan membran pra-sinapsis dan membran postsinapsis yang terbentuk dari sarkolema yang mengelilingi sel otot. Prinsip kerjanya sama dengan sinapsis saraf-saraf lainnya. Gerak merupakan pola koordinasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan penghantaran impuls oleh saraf. Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun, ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk. Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang,

kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf, diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas ini disebut lengkung refleks. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak, misalnya, gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut.

Sistem saraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi. Sistern ini meliputi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Dalam kegiatannya, saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor dan efektor. Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari dalam tubuh. Efektor adalah sel atau organ yang

menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan. Contohnya otot dan kelenjar. Sistem saraf terdiri dari jutaan sel saraf (neuron). Fungsi sel saraf adalah mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsang atau tanggapan. Setiap neuron terdiri dari satu badan sel yang di dalamnya terdapat sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel keluar dua macam serabut saraf, yaitu dendrit dan akson (neurit). Setiap neuron hanya mempunyai satu akson dan minimal satu dendrit. Kedua serabut saraf ini berisi plasma sel. Pada bagian luar akson terdapat lapisan lemak disebut mielin yang merupakan kumpulan sel Schwann yang menempel pada akson. Sel Schwann adalah sel glia yang membentuk selubung lemak di seluruh serabut saraf mielin. Membran plasma sel Schwann disebut neurilemma. Fungsi mielin adalah melindungi akson dan memberi nutrisi. Bagian dari akson yang tidak terbungkus mielin disebut nodus Ranvier, yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls. Sistem saraf tersusun dari berjuta-juta sel saraf. Berdasarkan struktur dan fungsinya, sel saraf dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu sel saraf sensori, sel saraf motor, dan sel saraf intermediet (asosiasi). Sel saraf sensori Fungsi sel saraf sensori adalah menghantar impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat, yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet). Sel saraf motor Fungsi sel saraf motor adalah mengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi, sedangkan aksonnya dapat sangat panjang. Sel saraf intermediet Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya. Kelompok-kelompok serabut saraf, akson dan dendrit

bergabung dalam satu selubung dan membentuk urat saraf. Sedangkan badan sel saraf berkumpul membentuk ganglion atau simpul saraf.

dan semakin besarnya potensial berjenjang yang terjadi. Kejadian pencetus dapat berupa: 1. Stimulus 2. Interaksi ligan-reseptor permukaan sel saraf dan otot 3. Perubahan potensial yang spontan (akibat ketidakseimbangan siklus pengeluaran

Impuls Saraf Sel-sel di dalam tubuh dapat memiliki potensial membran akibat adanya distribusi tidak merata dan perbedaan permeabilitas dari Na+, K+, dan anion besar intrasel. Potensial istirahat merupakan potensial membran konstan ketika sel yang dapat tereksitasi tidak memperlihatkan potensial cepat. Sel saraf dan otot merupakan jaringan yang dapat tereksitasi karena dapat mengubah permeabilitas membran sehingga mengalami perubahan potensial membran sementara jika tereksitasi. Ada dua macam perubahan potensial membran: 1. Potensial berjenjang yakni sinyal jarak dekat yang cepat menghilang. Potensial berjenjang bersifat lokal yang terjadi dalam berbagai derajat. Potensial ini dipengaruhi oleh semakin kuatnya kejadian pencetus

pemasukan/ kebocoran-pemompaan) Apabila potensial berjenjang secara lokal terjadi pada membran sel saraf atau otot, terdapat potensial berbeda di daerah tersebut. Arus (secara pasif )mengalir antara daerah yang terlibat dan daerah di sekitarnya (di dalam maupun di luar membran). Potensial berjenjang dapat menimbulkan potensial aksi jika potensial di daerah trigger zone di atas ambang. Sedangkan jika potensial di bawah ambang tidak akan memicu potensial aksi. Daerah-daerah di jaringan tempat terjadinya potensial berjenjang tidak mempunyai bahan insulator sehingga terjadi kebocoran arus dari daerah aktif membran ke cairan ekstrasel (CES) sehingga potensial semakin jauh semakin berkurang. Contoh potensial berjenjang:

1. Potensial pasca sinaps 2. Potensial reseptor 3. Potensial end-plate 4. Potensial alat pacu 1. Potensial aksi merupakan pembalikan cepat potensial membran akibat perubahan permeabilitas membran. Potensial aksi berfungsi sebagai sinyal jarak jauh. Istilah-istilah: 1. Polarisasi (potensial istirahat) membran memiliki potensial dan terdapat pemisahan muatan berlawanan 2. Depolarisasi potensial lebih kecil daripada potensial istirahat (menuju 0 mV) 3. Hiperpolarisasi potensial lebih besar daripada potensial istirahat (potensial lebih negatif dan lebih banyak muatan yang dipisah dibandingkan dengan potensial istirahat) Selama potensial aksi, depolarisasi membran ke potensial ambang menyebabkan serangkaian perubahan permeabilitas akibat perubahan konformasi saluran-saluran gerbangvoltase. Perubahan permeabilitas ini menyebabkan pembalikan potensial membran secara singkat, dengan

influks Na+ (fase naik; dari -70 mV ke +30 mV) dan efluks K+ (fase turun: dari puncak ke potensial istirahat). Sebelum kembali istirahat, potensial aksi menimbulkan potensial aksi baru yang identik di dekatnya melalui aliran arus sehingga daerah tersebut mencapai ambang. Potensial aksi ini menyebar ke seluruh membran sel tanpa menyebabkan penyusutan. Cara perambatan potensial aksi: 1. Hantaran oleh aliran arus lokal pada serat tidak bermielin potensial aksi menyebar di sepanjang membran 2. Hantaran saltatorik yang lebih cepat di serat bermielin impuls melompati bagian saraf yang diselubungi mielin Pompa Na+-K+memulihkan ion-ion yang berpindah selama perambatan potensial aksi ke lokasi semula secara bertahap untuk mempertahankan gradien konsentrasi. Bagian membran yang baru saja dilewati oleh potensial aksi tidak mungkin dirangsang kembali sampai bagian tersebut pulih dari periode refrakternya. Periode refrakter memastikan perambatan satu arah potensial aksi menjauhi tempat pengaktifan semula. Potensial aksi timbul secara maksimal

sebagai respon terhadap rangsangan atau tidak sama sekali (all or none). Variasi kekuatan rangsang dlihat dari variasi frekuensi, bukan dari variasi kekuatan (besarnya) potensial aksi.