Anda di halaman 1dari 1

Contoh Foot Note

Kurikulum yang oleh Depdiknas didefinisikan sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar1, dibuat seragam untuk masing-masing jenjang pendidikan. Dalam konteks kurikulum ini, guru atau dosen yang diharapkan menjadi ujung tombak pelaksana kurikulum di lapangan menunjukkan variasi kinerja yang beragam, yang terentang dari mereka yang mewujudkan diri sebagai operator kurikulum, yang bekerja secara mekanistis, sampai dengan mereka yang mewujudkan diri sebagai penggelar kurikulum eksperensial, yang dilatari oleh wawasan kependidikan yang cukup memadai. Meski demikian, T. Raka Joni mensinyalir bahwa kinerja yang dominan di lingkungan pendidikan di tanah air ini adalah mereka yang memerankan diri sebagai operator kurikulum.2 Hal lain yang memperjelas nuansa teori pendidikan klasik dalam pendidikan di Indonesia adalah merajalelanya penerapan pendekatan content-transmission model dengan model kurikulum subject academic-nya. Dalam model ini, proses belajar mengajar seringkali terjebak pada orientasi penguasaan sejumlah materi, sementara tujuan yang lebih jauh dari sekedar penguasaan materi tersebut seringkali terabaikan. Hal tersebut disebabkan oleh pandangan bahwa memang materi-materi itulah yang sebenarnya merupakan warisan luhur yang harus ditransmisikan kepada peserta didik.

Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, pasal 1 ayat 6. 2 T. Raka Joni, Memicu Perbaikan Pendidikan Melalui Kurikulum, dalam Basis, nomor 07-08, tahun ke-49, Juli-Agustus 2000, hal. 45.