Anda di halaman 1dari 5

Direct Inward Dialing (DID)

Disusun untuh memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh Pak Farid yaitu pada mata kuliah Teknik Penyambungan

Disusun Oleh: Nama NIM Kelas : Danuar Trianur Rohman : 091331039 : 2TCB

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM STUDI D3 TEKNIK TELEKOMUNIKASI

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2010

Direct Inward Dialing (DID)


Dalam mode panggilan DID, jalur penghubung antara PBX dengan sentral lokal menggunakan Trunk 2 Mbps (berbasis PCM 30) dimana dalam proses panggilan masuk terjadi signaling antara PBX dengan sentral lokal yang menggunakan sinyal DTMF dalam register signaling. Dalam mode DID, nomor extension (2 sampai 5 digit) merupakan bagian dari sistem penomoran lokal setempat. Sebagai contoh diperlihatkan pada Gambar 35 berikut:

Prinsip kerja (proses komunikasi) Panggilan internal (antar extension) Panggilan ke luar PBX (outgoing call) Sama dengan PBX hunting group (non DID) Panggilan masuk PABX (incoming call) Dari luar PBX, untuk menghubungi extension, pelanggan luar harus mendial digit Nomor PBX Group diikuti nomor extension. Struktur ini sama dengan struktur penomoran lokal setempat. Pada Gambar Ketika sentral lokal menerima digit yang diawali dengan angka

PBX Group, maka sentral akan merutingkan ke PBX tsb dan melakukan proses signaling dengan sentral PBX.

Saat register signaling, angka digit yang dikirim/diteruskan ke PBX hanya nomor extension dengan menggunakan pengkodean DTMF. Digit yang diterima PBX inilah yang digunakan oleh sentral PBX untuk melakukan proses penyambungan ke extension yang dituju.

Secara teknis sebenarnya panggilan keluar maupun masuk PBX dapat dilakukan melalui trunk dengan mengalokasikan kanal trunk misalnya 10 kanal outgoing dan 20 kanal incoming. Namun karena panggilan PBX melalui trunk di sentral lokal tidak dapat dilakukan pencatatan data biling, maka panggilan keluar dilakukan melalui saluran pelanggan. Untuk panggilan keluar saluran pelanggan tidak perlu dibuat hunting, kecuali jika dikrhendaki agar tetap dimungkinkannya dengan pelayanan operator untuk layanan informasi dll. Struktur perangkat hardware dan kelengkapan PBX Perangkat hardware sentral PBX secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi 5 bagian : 1) Unit Peripheral 2) Unit Switching 3) Unit Signaling 4) Unit Kontrol 5) Unit input/output Sedangkat kelengkapannya terdiri dari : 1) Perangkat OMT + external memory 2) Operator console (switch board) 3) Terminal Billing 4) Perangkat automatied attendant.

Unit Peripheral : merupakan perangkat interface antara sentral dengan jaringan luar. Terdiri dari : Card ELU (Extension Line Unit) : sebagai interface dengan pelanggan analog/digital Berfungsi melakukan tugas-tugas yang sering disingkat sebagai BORSCHT : - Memberikan catuan Batere untuk mikropon & receiver pesawat pelanggan - Memberi proteksi kepada sirkit pelanggan dalam hal terjadi arus/tegangan berlebih (Overload) - Membangkitkan tegangan untuk pengebelan (Ringing) - Melakukan komunikasi langsung dengan pesawat telepon, misalnya pendeteksian onhook/off-hook (Signaling)\ - Melakukan konversi dari sinyal analog ke digital dan sebaliknya (Coding) - Sebagai penyesuai sistim 2 kawat di sisi saluran pelanggan dan sistim 4 kawat pada sentral digital, atau disebut sebagai Hybrid - Dan terakhir menyediakan koneksi secara metalik melalui kontaktor relay dalam hal Test/pengukuran saluran pelanggan (extension).

Terdapat 2 jenis ELU : analog dan digital. ELU analog untuk pelanggan analog, sedangkan ELU digital untuk pelanggan digital dan operator console. Card TLU (Trunk Line Unit) : sebagai interface dengan saluran/link ke sentral lokal. Terdapat dua jenis TLU : TLU analog : sebagai interface dengan saluran pelanggan (hunting group) TLU digital : sebagai interface dengan trunk digital untuk DID dengan menggunakan link digital 2 Mbps. Fungsi TLU : sebagai terminasi untuk penyesuaian sinyal elektrik dari lingkungan media transmisi ke sinyal lingkungan device perangkat hardware di sentral, misalnya dalam signaling termasuk pengawasan langsung kondisi link.