Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM MANAJEMEN PROYEK

Baling-Baling Cuaca Elektronik

Disusun Oleh : Danuar Trianur Rohman NIM 091331039 2 TC B

PRODI TEKNIK TELEKOMUIKASI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2011

A. LAPORAN TEKNIS

1.

Pendahuluan
1.1. Latar Belakang Penulisan
Setiap hari manusia bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain, untuk menentukan kemana mereka pergi atau arah yang akan mereka tuju maka diperlukaknlah sebuah alat penunjuk arah yang dapat menunjukan arah mata angin (timur, tenggara, selatan, barat daya, barat, barat laut, utara, timur laut) atau sebagai navigator. Contohnya Pada kendaraan seperti kapal dan pesawat terbang sebuah system navigasi sangat dibutuhkan, jika kita tersesat disebuah tempat, untuk mengetahui dimana arah kiblat bagi seorang umat muslim, selain yang disebutkan masih banyak lagi kegunaan dari arah mata angin. Akan tetapi kebanyakan penunjuk arah angin memiliki beberapa kekurangan seperti diperlukannya system penggerak mekanik yang rumit. Kerugian pada kebanyakan penunjuk arah angin adalah diperlukannya system penggerak mekanik yang rumit. Oleh sebab itu, diperlukan alat yang dapat memecahkan masalah ini. Kita sekarang hidup di zaman modern yang penuh akan ilmu pengetahuan dan teknologi. Suatu terobosan baru telah keluar dengan adanya ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut yaitu Baling-baling Cuaca Elektronik yang merupakan suatu baling-baling dengan menggunakan system elektronika yang dapat menghilangkan atau bisa dikatakan tidak memerlukan adanya system penggerak mekanik yang rumit.

1.2.

Manfaat Dari Baling-Baling Cuaca Elektronik


Manfaat dari alat ini antara lain sebagai berikut: a. Bahan Pembelajaran Di Bidang Elektronika Kini banyak sekali pemanfaatan dan pendayagunaan rangkaian elektronika dalam kehidupan sehari-hari. Namun seiring dengan berkembangnya pemanfaatan dan pendayagunaan tersebut , tidak diiringi dengan pemahaman yang mendalam mengenai rangkaian elektronika tersebut. Sebagian besar orang hanya memakai dan membeli tanpa mengetahui prinsip kerja dari alat

Laporan Praktikkum Manajemen Proyek

Page 1

tersebut, sehingga menyebabkan kurangnya pengetahuan dari segi hardskill. Dengan dibuatnya alat ini diharapkan bisa menjadi bahan pembelajaran khususnya di bidang elektronika dalam hal prinsip kerja dan spesifikasi dari alat yang dibuat.

b. Sebagai Indikator arah Baling - Baling Cuaca Elektonik dapat dimanfaatkan sebagai alat penunjuk arah mata angin dan tidak memerlukan adanya system penggerak mekanik yang rumit. Penunjukkan arah ini ditampilkan pada LED yang berjumlah delapan buah.

1.3.

Bentuk Visual
Di bawah ini merupakan bentuk visual dari alat yang dibuat. Tampak Depan Tampak Belakang

2. Prinsip Kerja Alat


Dalam alat ini , yaitu Baling-Baling Cuaca Elektronik terdapat rangkaian IC 7442. Dengan memanfaatkan IC tersebuat, kita dapat memanfaatkan keluaran yang dihasilkan oleh IC tersebuat. Dengan Mengkombinasikan input dari ic tersebut dengan LDR (Light Dependent Resistor = Resistor yang resistansinya bergantung pada cahaya). Cahaya dari LED pada rankaian sumber cahaya akan mengenai LDR dan informasi dari LDR kemudian dikkodekan kedalam BCD sehingga semua arah

kompas utama yang jumlahnya 8 masing-masing dapat diubah kedalam Laporan Praktikkum Manajemen Proyek Page 2

kode BCD.

Jika tidak ada cahaya yang jatuh pada suatu LDR maka

transistor yang bersangkutan di off-kan dan masukan IC 1 ditarik ke 0 volt melalui resistor 470 . Namun apabila sejumlah cahaya yang cukup jatuh pada LDR maka segera transistor tersebut on dan masukan IC 1 yang bersangkutan tinggi. Jadi kondisi dari LDR yang telah diubah kedalam kode BCD diberikan ke masukan IC 1 (7442). Dengan bergantung pada kombinasi logika 0 dan 1 pada keempat masukannya. IC 7442 akan menarik salah satu keluarannya rendah, sehingga LED yang bersangkutan menyala. Koda BCD untuk masing-masing arah kompas diberikan seperti berikut: A 0 1 0 1 0 1 0 1 B 0 0 1 1 0 0 1 1 C 0 0 0 0 1 1 1 1 D 0 0 0 0 0 0 0 0 Arah Angin Utara Timur Laut Timur Tenggara Selatan Barat Daya Barat Barat Laut LED D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 D8

LED yang dipakai sebagai indicator arah mata angin terdiri dari beberapa warna hal ini supaya mudah dalam pembacaan arah mata angin, Sedangkan sumber cahaya yang dipakai adalah LED spot berjumlah 3 buah. Transistor yang digunakan adalah TUN(Transistor Universal NPN) dalam hal ini dipakai transistor tipe BC 108. Sumber tegangan yang digunakan adalah 5 volt. Secara Mekanik terdapat suatu piringan yang transparan terbuat dari bahan mika atau aluminium, piringan ini dipasangkan pada sumbu balling-baling cuaca, dan LED yang bertipe spot diletakan diatas piringan. Gambar Piringan Bagian yang putih nantinya akan dikenai oleh sumber cahaya dan kemudian LDR akan menerima cahaya tersebut yang nantinya diproses oleh IC. Arah mata anginnya sesuai dengan yang ditunjukkan oleh piringan disamping.

Laporan Praktikkum Manajemen Proyek

Page 3

3. Spesifikasi Untuk Kerja Teknis


Tegangan yang di inputkan adalah DC volt yang dirangkai seri). Ukuran - Casing: Panjang Lebar Tinggi = 250 mm = 200 mm = 200 mm - Baling Baling Panjang Lebar = 360 mm = 52 mm - PCB Rangkaian Utama Panjang = 73 mm Lebar = 55 mm 5 volt (berasal dari 3 buah batere 1,5

- PCB Sumber Cahaya Panjang Lebar = 61 mm = 51 mm

- PCB Arah Mata Angin Panjang Lebar = 65 mm = 65 mm

- Berat Weight 250gr

4. Pengujian Alat
4.1 Metode Pengukuran
Metode pengukuran yang dilakukan antara lain sebagai berikut:

Pengukuran Tegangan, Arus, dan Daya Pengukuran tegangan ini sangat diperlukan supaya kita bisa mengetahui tegangan input yang masuk pada alat tersebut, sesuai atau tidak dengan standar tegangan input yang ditetapkan pada pembuatan alat tersebut. Jika tegangan input terlalu besar , maka akan mempengaruhi kinerja dari alat tersebut seperti rusaknya IC, namun sebaliknya jika tegangan yang diberikan terlalu kecil maka akan memberikan output yang kurang baik, seperti LED yang redup dan nyala LED yang hanya sebagian saja. Alat yang digunakan dalam pengukuran ini hanya menggunakan mulimeter digital.

Laporan Praktikkum Manajemen Proyek

Page 4

4.2 Kerja Alat Alat ini ditaruh ditempat yang cukup akan angin yang bias diterima oleh baling-baling. Baling-Baling ini kemudian akan berputar sesuai arah aliran angin, kemudian ditampilkan pada LED penunjuk arah. Arah mata angin didapat dari kombinasi input IC 7442 dengan data sebagai berikut: A 0 1 0 1 0 1 0 1 B 0 0 1 1 0 0 1 1 C 0 0 0 0 1 1 1 1 D 0 0 0 0 0 0 0 0 Arah Angin Utara Timur Laut Timur Tenggara Selatan Barat Daya Barat Barat Laut LED D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 D8

Warna dari LED diatas adalah : D1 = LED Warna-warni D2 = LED Merah D3 = LED Orange D4 = LED Kuning D5 = LED Hijau D6 = LED Biru D7 = LED Ungu D8 = LED Putih

5. Lampiran
5.1Diagram Skematik
R11 R12 R13
D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 D8

2 1 Header

R10

16 VCC

180

LED9

LED10

LED11

7442

2 1

15 14 13 12

Catatan: Header nantinya dihubungkan ke sumber tegangan yakni batere yang besarnya sekitar 5 V

Header

R1 LDR

T1

R4 LDR

T2

R7 LDR

8
T3 R9 470 R8 1K2

R2 1K2

R3 470

R5 1K2

R6 470

Laporan Praktikkum Manajemen Proyek

Page 5

GND

A B C D

Y0 Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 Y7 Y8 Y9

1 2 3 4 5 6 7 9 10 11

Daftar Komponen : 1. IC 7442 2. D1-D8 = LED Penunjuk Arah 3. R2, R5, R8 = 1K2 4. R3, R6, R9 = 470 5. R10 = 180 6. R11-R13 = 2K2 6. D9-D11= LED Spot 7. T1T3 = TUN = BC 108 8. R1, R4, R7 = LDR 9. Header = 2 pin 10. Batere = 5V

5.2. Layout PCB

K 1 R 4 ' 0 9 T C B

Baling-Baling Cuaca Elektronik

Sumber Cahaya

Arah Mata Angin

Laporan Praktikkum Manajemen Proyek

Page 6

5.3Photo Alat Tampak Depan Tampak Belakang

Bagian Dalam PCB Arah Mata Angin * PCB Utama

PCB Sumber Cahaya

Laporan Praktikkum Manajemen Proyek

Page 7

Pengecekan Baterai

Saklar Pada Posisi OFF

Saklar Pada Posisi ON

Laporan Praktikkum Manajemen Proyek

Page 8