Anda di halaman 1dari 25

Trauma Kapitis

Jessi S Setiawan

Trauma kapitis
Masalah besar Penyebab kematian ke-3 10-20% meninggal dijalan atau setibanya di RS

Klasifikasi penanganan tergantung pada:


Berat ringannya cedera kepala Usaha-usaha mencegah cedera otak sekunder Ada tidaknya komplikasi intrakranial Kualitas pertolongan pertama Kecepatan mendapat terapi Adanya cedera multipel Usia

PATOFISIOLOGI
TIK normal: 10cm/Hg TIK > 15-20cm/Hg -Patologis -Diterapi

Tanda-tanda peningkatan TIK


Sakit kepala progresif atau menetap Muntah menetap atau proyektil Penurunan kesadaran -Bradikardi -Hipertensi -Gangguan respirasi Herniasi: -Uncal pupil dilatasi ipsilateral hemiparese kontralateral -Central rostrocaudal sign

KLASIFIKASI
Ada 5 1. Cedera kulit Kontusio,abrasi,laserasi 2. Cedera tulang Lokasi Jenis Hubungan dengan luar: tertutup, terbuka

3. Cedera parenkim dan selaput otaknya


Cedera otak bila ada pingsan, amnesia, muntah, pusing, sakit kepala

4. Cedera pembuluh darah


-Ekstrakranial
- Intrakranial -Pembuluh darah di basis kranii

5. Cedera saraf kranial

Berdasarkan derajat ada 3 macam: -Cedera otak ringan (GCS 14-15) -Cedera otak sedang (GCS 9-13) -Cedera otak berat (GCS 3-8)
Berdasarkan patologinya ada 2 macam: 1.Cedera otak primer : kontusio cerebri 2. Cedera otak sekunder : hipotensi, hipo/hiperglikemia, hipoksemia, hipertermi, kejang, infeksi, peningkatan TIK.

PENATALAKSANAAN
A. Penatalaksanaan Pra Rumah Sakit
Perhatikan A-B-C-D Hindari hal-hal yang meningkatkan TIK seperti;head down, hipoksia, muntah Kenali cedera sistemik, stabilisasi sementara Posisi Px tidak sadar - Posisi lateral wajah sedikit kebawah - Posisi netral

Pertahankan jalan nafas k/p intubasi Cedera spinal - Pertahankan posisi netral Triase pra rumah sakit - Untuk pemindahan dilapangan & RS yang dituju - ABC tidak stabil Resusitasi, RS terdekat - ABC stabil + cedera otak RS dengan fasilitas CT-scan dan tindakan bedah saraf

B. Penatalaksanaan Rumah Sakit perencanaan sebelum penderita datang alat-alat resusitasi obat-obatan dan perlengkapan proteksi dini harus disiapkan dengan baik

Penatalaksanaan dini
- Penatalaksanaan didasarkan pada

1. Primary survey 2. Resusitasi 3. Secondary survey 4. Terapi definitif

1. Primary survey meliputi a) Airway dengan imobilisasi servikal pada posisi netral b) Breathing (pola dan adekuasi) c) Circulation dan kontrol perdarahan d) Disability, pemeriksaan neurologis cepat: GCS, pemerikasaan pupil dan pemeriksaan motorik e) Exposure/environment

2. Resusitasi

a) Pertahankan potensi airway oro pharyngeal airway Intubasi endotrakheal

Breathing dan oksigenasi


Ventilisasi adekuat O2 Masker (10-12 liter/mnt) pertahankan saturasi oksigen 95% Kalau perlu ventilasi mekanik

Circulation dan kontrol perdarahan


Syok: 1-2 liter RL atau NaCl 0,9% hangat (39) secara cepat, dicari penyebab syoknya Perdarahan ekstrakranial segera dihentikan Setelah syok teratasi: infus NaCl 0,9%

Disability
Segera di CT scan atau menuju ke penanganan definitif dalam waktu kurang dari 6 jam

Pemerikasaan tambahan pada

primary survey

Foto servikal lateral,foto thorak dan pelvis Pemeriksaan ECG,analisis gas darah Pemasangan NGT dan kateter urine bila tidak ada kontra indikasi

Secondary Survey
Penderita cedera kepala, 50% disertai cedera sistemik, saat ini dilakukan: Pemeriksaan seluruh tubuh (head to toe examination ) Periksa semua lubang ditubuh Anamnesis Pemeriksaan neurologis yang lebih lengkap Reelevaluasi ABCD Pemeriksaan CT scan kepala atau foto polos kepala sesuai indikasi

Pemeriksaan CT scan
Idealnya dilakukan pada semua yang dicurigai ada cedera otak, kecuali asimptomatik dan dilakukan segera setelah ABC stabil. indikasinya sbb:
Semua pasien dengan GCS < 15 Bradikardi atau hipertensi Muntah/sakit kelapa yang menetap Kejang

Tanda-tanda neurologis fokal/lateralisasi Fraktur (diketahui atau dicurigai) Trauma tembus (dicurigai) Usia diatas 50 tahun Penilaian pasca operasi Cedera kepala disertai multitrauma Penurunan GCS lebih dari satu poin (ekstrakranial baik) GCS tidak membaik dalam 2x24 jam (ekstrakranial baik)

Pemeriksaan foto polos kepala, Indikasi

GCS < 15 Riwayat pingsan Amnesia Nyeri kepala menetap Tanda neurologis fokal Jejas pada kepala Curiga trauma tembus Tanda-tanda fraktur basis kranii Deformitas pada tulang belakang Klinis sulit diperiksa (alkohol, intoksikasi, epilepsi dan anak-anak) GCS 15,asimptomatik tetapi tetapi high risk karena ada benturan langsung atau jatuh ke permukaan yang keras,khususnya usia lebih dari 50 th

Foto polos kepala perlu diperiksa, karena:


Fraktur meningkatkan risiko perdarahan intrakranial Adanya fraktur terbuka,termasuk fraktur basis kranii meningkat risiko infeksi Adanya fraktur depresi meningkatkan risiko epilepsi terutama bila merobek duramater Fraktur dapat menunjukkan lokasi lesi masa,khususnya bila akan dilakukan burhole eksplorasi

Kriteria MRS pada penderita cedera kepala:


GCS < 15 Amnesia Riwayat pingsan lebih dari 5 menit Ada tanda hipertensi,bradikardi,gangguan respirasi Sakit kepala sedang,berat atau muntah-muntah yang menetap Ada tanda-tanda neurologis fokal (lateralisasi, parese nervus kranialis)

Riwayat kejang Klinis sulit dinilai seperti mabuk/epilepsi Ada kelainan medis lain seperti koagulapati,DM Fraktur basis kranii Trauma tembus/bacok Tidak ada yang dapat mengawasi dirumah Rumah jauh Usia > 65 th atau anak-anak < 5 th Ada cedera lain yang bermakna

Penderita dengan riwayat pingsan kurang dari 5 menit dan tidak menunjukkan
kriteria diatas selama observasi 4 jam maka boleh dipulangkan dengan peringatan petunjuk seperti kembali ke RS bila: 1. Keadaan mengantuk atau semakin sulit dibangunkan 2. Muntah-muntah 3. Kejang 4. Keluar darah atau cairan dari hidung,dan atau telinga

5. Sakit kepala sedang sampai berat


6. Kelemahan atau gangguan rasa pada anggota gerak 7. Perubahan perilaku atau bingung

8. Gangguan penglihatan dan atau perubahan pada mata (pergerakan atau


pupil) 9. Nafas lebih cepat atau lebih pelan atau tidak

Terima kasih