Anda di halaman 1dari 2

Berikut pertanyaan-pertanyaan sekitar PaBum dari http://geothermalstudentstudy.wordpress.com/ antara lain sebagai berikut : 1.

Jika kita tidak menemukan manifestasi seperti fumarole, kita hanya menemukan hotsprings di beberapa lokasi. Itu mungkin untuk diputuskan manifestasi upflow atau upflow tanpa menggunakan interpretasi geokimia ? Jawaban :

firts we must delineate the regional geology from your area? volcanics or sedimentary or deep heated (old batolith heatsource), for the fumarol usually located in the central crater in volcanic but sometimes located outside the crater, indicating fault because steam/ brine comes trough the fumarol directly. fumarol or hotspring are the same indicator for surface manifestation, so it doest problem. for the exploration you can use magnetic / resistivity to delineate it, or you can use MT for the best method.. tidak ada ilmu yang berdiri sendiri, dari geofisika sendiri banyak sekali metoda-metoda seperti geomagnet untuk lihat heat source, resistiviti untuk lihat penyebaran clay cap dan MeQ untuk lihat low permeability zone. Diantara metoda diatas, resistiviti yang mungkin bisa digunakan untuk menjawab itu, tapi hanya merupakan hanya sebuah profile penampang clay cap. Kombinasi antara Reservoir Engineering data jika kita mendapatkan beberapa sumur dan geokimia seperti gas dan cairan kimia akan sangat membantu kita dalam menyimpulkan sesuatu menjadi sesuatu yang terintegrasi. Disarankan diskusi dengan salah satu pakar geokimia untuk mendapatkan jawaban yang juos. 2. a. Hubungannya volkanostratigrafi dengan geothermal? Jawaban diantaranya: Volkanostratigrafi digunakan dalam tahapan eksplorasi untuk mendapatkan persebaran batuan vulkanik hasil erupsi gunung api. Persebaran batuan tersebut akan selaras dengan seberapa besar letusan vulkanik yang telah terjadi. Sehingga dapat diprediksi seberapa besar sumber panas bumi (heat source), seberapa besar potensi panas yang tersimpan, apa saja kemungkinan batuan reservoarnya, umur batuan, seberapa luas daerah prospek panas buminya dll. Biasanya akan di awali dengan cara interpretasi peta topografi untuk membedakan mana khuluk, ghumuk, bregada dll agar dapat dibedakan dari mana saja sebaran batuan hasil erupsi itu berasal. Setelah itu baru ke lapangan untuk membuktikan interpretasi peta tadi.

b. Dalam kaitannya untuk menentukan volkanostratigrfi itu biasanya untuk luasannya ada batsannya tidak?

Acuannya skala peta aja..misal interpretasi dalam 1:50ribu baru ke lapangan. acuan itu aja. karena sebaiknya, batuan dari berbagai pusat erupsi harus dipisahkan agar tahu dari pusat erupsi mana dia berasal.

3. a. Dalam penentuan titik sumur eksplorasi, setelah kita survei geologi, geofisik, geokimia dan geohidrologi. Tahapannya apa lagi ya? Jawaban : sebenernya si dari itu semua kita udah bisa nentuin titik pengeborannya, tapi biasanya kita uji bor dulu buat tau temperaturenya. Yap kl udh lenkap biasanya ada feasibility study sampe keekonomiannya dan berikutnya kita melakukan wildcat drilling just to know the proven reservoir are by using reservoir simulation intinya kita kejar target reservoir, mencari temp , pressure dan permeabiity tentunya ada juga yang uji dulu pake pemboran landaian suhu. penentuan titik bor biasanya di zona upflow/dekat uplow dan tentunya dekat manifestasi (khusus pemboran pertama) untuk mengurangi resiko kegagalan. Biasanya klo pemboran yang pertama gagal kan ga semangat ngebor lagi...

b. Apa itu pengeboran landaian suhu? pemboran landaian suhu itu untuk mengetahui gradient temperatur di lokasi prospek biasanya di bawah akifer agar hasilnya meyakinkan. karena bisa saja suhunya turun karena adanya pegaruh akifer. Hasil ini nanti menunjang hasil survei 3G untuk menentukan dimana titik pemboran ditempatkan. Pemboran ini mirip dengan ngebor sumur air sumur..sekitar 100-300 m. sedikit info tambahan sekarang pihak pemerintah sudah mempunyai alat sumur untuk shallow well sampai 500 m, jadi kadang sumur landaian suhu sudah dilakukan oleh pemerintah di bawah PSDG

4. Antara Merkuri dengan Panasbumi? Jawaban : dari data Merkuri (Hg) dari sistem panasbumi, biasanya menandakan zona rekahan atau gejala struktur. pendekatan geostatistik dalam mengestimasi persebaran Hg di sistem panas bumi. Intinya Hg digunakan karena sifatnya yang volatil, sehingga hipotesisnya akan muncul ke permukaan melalui patahan.. Tapi kalo ga salah uncertaintynya besar..