Anda di halaman 1dari 119

PENGARUH DIVIDEN, LABA BERSIH, DAN TOTAL ARUS KAS TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN LQ 45 YANG TERDAFTAR

DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2006 2006-2010

DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN DALAM MEMPEROLEH GELAR SARJANA AKUNTANSI DEPARTEMEN AKUNTANSI PROGRAM STUDI AKUNTANSI

DIAJUKAN OLEH : PUTRI HAPSARI NUGRAHENI NIM : 040913394

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2011 SKRIPSI

PENGARUH DIVIDEN, LABA BERSIH, DAN TOTAL ARUS KAS TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN LQ 45 YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

DIAJUKAN OLEH: PUTRI HAPSARI NUGRAHENI No. Pokok : 040913394

TELAH DISETUJUI DAN DITERIMA DENGAN BAIK OLEH: DOSEN PEMBIMBING,

Dr. H. WIDI HIDAYAT, SE, M.Si., Ak. NIP. 196007121985111001

TANGGAL ............. ...

KETUA PROGRAM STUDI,

Drs. AGUS WIDODO M., M.Si., Ak. NIP. 196008291987011001

TANGGAL ............ ...

PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI Saya, (Putri Hapsari Nugraheni, 040913394), menyatakan bahwa : 1. Skripsi saya ini adalah asli dan benar-benar hasil karya saya sendiri, dan bukan hasil karya orang lain dengan mengatas namakan saya, serta bukan merupakan hasil peniruan atau penjiplakan (plagiarism) dari karya orang lain. Skripsi ini belum pernah diajukan untuk mendapatkan gelar akademik baik di Universitas Airlangga, maupun di perguruan tinggi lainnya. 2. Dalam Skripsi ini tidak terdapat karya atau pendapat yang telah ditulis atau dipublikasikan orang lain, kecuali secara tertulis dengan jelas dicantumkan sebagai acuan dengan disebutkan nama pengarang dan dicantumkan dalam daftar kepustakaan. 3. Pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya, dan apabila dikemudian hari terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran dalam pernyataan ini, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan gelar yang telah diperoleh karena karya tulis Skripsi ini, serta sanksi-sanksi lainnya sesuai dengan norma dan peraturan yang berlaku di Universitas Airlangga. Surabaya

Putri Hapsari Nugraheni NIM.: 040913394

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala berkat, bimbingan, dan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Pengaruh Dividen, Laba Bersih, Dan Total Arus Kas Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan LQ 45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam penulisan skripsi ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak baik dalam bentuk bimbingan, saran, pembelajaran, diskusi, dukungan moril, dan lain sebagainya. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada : 1. Bapak Prof. Dr. H. Muslich Ansori, SE., M.Sc., Ak., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya yang saya hormati dan banggakan. 2. Bapak Drs. Agus Widodo, M.Si., Ak. selaku ketua program studi akuntansi yang telah menyetujui skripsi ini. 3. Bapak Dr. H. Widi Hidayat, SE., M.Si., Ak. selaku dosen pembimbing penulis. Terima kasih atas segenap waktu, perhatian, kesabaran, bantuan dan petunjuk yang telah diberikan kepada penulis selama masa penyusunan skripsi. 4. Kedua orangtuaku, Bapak Jumadi Setiyono dan Ibu Sri Hidayati, terima kasih atas seluruh cinta, kasih sayang, pengertian, kesabaran, dukungan, nasehat dan perhatian yang diberikan, serta doa yang tiada henti terucap kapan pun dan di mana pun.

5. Bapak dan Ibu Dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga yang telah membimbing, mengajar serta memberikan ilmu dan pengetahuan kepada penulis selama menjadi mahasiswa, serta seluruh staf dan karyawan perpustakaan, tata usaha yang membantu dalam kelancaran proses belajar dan mengajar di kampus. 6. Kakaku, Daniel Octo Saputro, yang telah memberikan dukungan dan semangat, serta sepupuku Herisa Diah Sukmawati yang juga selalu menjadi tempat berbagi cerita baik suka maupun duka. 7. Vik. Yudhi Heri Setiyono untuk persaudaraan yang terjalin dengan baik, untuk semua kenangan yang tercipta, dan untuk semua dukungan semangat dan doa yang selalu diberikan sehingga saya dapat melalui masa semester 4 dengan sangat baik. Terima kasih untuk semuanya dan Tuhan Yesus selalu menyertai kita semua. 8. Sahabat-sahabat di Unair anak Akuntansi malam sekaligus teman seperjuangan Ari Sulistyasih, Ribka Sriana, Anissa Citra, Yanti, Desi, Eka, dan Ardo. Terimakasih teman buat persahabatan kita, dan bantuan-bantuan yang telah diberikan selama kita kuliah. Sukses buat kita semua. 9. Temen-temen kos, Venda, Grace, Vita, Nanu, Gita, Reni, Ari, Ribka, Citra. Terimakasih buat kenangan canda dan tawa, suka dan duka selama dua tahun yang kita jalani bersama. Kenangan ini tidak akan dapat terlupakan, semoga kelak kita semua dapat menjadi orang yang sukses. 10. Semua pihak yang telah memberikan support yang namanya belum tercantum.

Penulis menyadari terdapat banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Sehingga segala kritik dan saran perbaikan yang diberikan akan diterima penulis dengan senang hati agar skripsi ini dapat bermanfaat.

Surabaya, September 2011

Penulis

ABSTRAK
Salah satu alternatif bagi perusahaan untuk mendapatkan dana atau tambahan modal adalah melalui pasar modal. Syarat utama bagi seorang investor untuk menanamkan modalnya pada suatu perusahaan adalah rasa aman. Harga saham menjadi indikator penting dalam mempelajari tingkah laku pasar. Salah satu ukuran penting untuk menilai perusahaan adalah dengan melihat laporan keuangannya. Besar kecilnya dividen yang dibagikan mempengaruhi harga saham di bursa efek. Informasi laba digunakan untuk menaksir kinerja dan pertanggung jawaban manajemen. Laporan arus kas dapat menyebabkan investor pasar modal bereaksi melakukan pembelian atau penjualan saham. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dividen, laba bersih, dan total arus kas terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Teknik pengambilan sampel yang digunakan menggunakan purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 15 perusahaan LQ 45 yang terdaftar di BEI selama periode 2006-20010, dengan menggunakan metode statistik regresi linier berganda. Data dividen, laba bersih, dan total arus kas yang digunakan dalam pengujian hipotesis dalam penelitian ini merupakan data laporan keuangan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember sedangkan data harga saham diperoleh dari IDX. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan dividen, laba bersih, dan total arus kas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45. Secara parsial, dividen tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45, sedangkan laba bersih dan total arus kas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45. Kata kunci: dividen, laba bersih, total arus kas, LQ 45

ABSTRACT
One alternative for companies to obtain funding or capital is through the capital market. The main requirement for an investor to invest in an enterprise is security. The stock price becomes an important indicator in studying the behavior of the market. One important measure for assessing a company is to look at their financial statements. The size of dividend affects the price of shares on stock exchange. Earnings information used to assess management performance and accountability. Statements of cash flow can lead to capital market investor reacted to the purchase or sale of shares. The purpose of this study was to determine the effect of dividends, net income, and total cash flow to share price at LQ 45 firms on the Indonesia Stock Exchange (BEI). The sampling technique used using purposive sampling. Samples taken as many as 15 LQ 45 firms listed on the Stock Exchange during the period 20062010, using multiple linear regression statistical method. The data of dividends, net income, and total cash flow used in testing the hypothesis in this study are the data o financial statements for the year ended December 31 while the stock price data obtained from IDX. The result of this study indicate that simultaneous dividends, net income, and total cash flows have a significant impact on the companys stock price of LQ 45. Partially, dividends do not have a significant effect on the companys stock price of LQ 45, while net income and total cash flows have a significant impact on the companys stock price of LQ 45. Key words: dividend, net income, total cash flow, LQ 45

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................................... HALAMAN PERSETUJUAN UNTUK UJIAN SKRIPSI .................................................... HALAMAN PERSETUJUAN SKRIPSI ................................................................................ PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI ......................................................................... KATA PENGANTAR ............................................................................................................

i ii iii iv v

ABSTRAK ........................................................................................................................ viii ABSTRACT ..................................................................................................................... DAFTAR ISI .................................................................................................................... ix x

DAFTAR TABEL ............................................................................................................ xiii DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................ xv DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................................... xvi

BAB I 1.1 1.2. 1.3. 1.4. 1.5.

PENDAHULUAN .........................................................................................

1 1 6 6 7 8

Latar Belakang Masalah Penelitian ...................................................................... Rumusan Masalah................................................................................................... Tujuan Penelitian ..................................................................................................... Manfaat Penelitian ................................................................................................... Sistematika Skripsi ..................................................................................................

BAB II 2.1.

TINJAUAN PUSTAKA ...................................................................................... Landasan Teori ...................................................................................................... Laporan Keuangan.......................................................................................... 2.1.1.1. Pengertian Laporan Keuangan..............................................................

11 11 11 11

2.1.1.

2.1.2.1. Tujuan Laporan Keuangan ..................................................................... 2.1.2.1. Komponen Laporan Keuangan .............................................................. 2.2. Pasar Modal ........................................................................................................... 2.1.2.1. Pengertian Pasar Modal ...................................................................... 2.1.2.2. Kualitas Informasi Laporan Keuangan............................................... 2.1.3. Dividen ........................................................................................................... 2.1.3.1. Pengertian Dividen ............................................................................. 2.1.4. 2.1.5. 2.1.6. 2.2. 2.3. 2.4. Pengaruh Dividen Terhadap Harga Saham..................................................... Pengaruh Laba Bersih Terhadap Harga Saham .............................................. Pengaruh Total Arus Kas Terhadap Harga Saham .........................................

13 14 11 18 15 26 26 27 29 31 33 37 37 39 39 39 40 41 42 42 43

Tinjauan Penelitian Terdahulu................................................................................ Hipotesis ................................................................................................................. Model Analisis........................................................................................................

BAB III METODE PENELITIAN .................................................................................... 3.1. 3.2. 3.3. 3.4. 3.5. 3.6. 3.7. Pendekatan Penelitian............................................................................................. Identifikasi Variabel ............................................................................................... Definisi Operasional Variabel ................................................................................ Jenis dan Sumber Data ........................................................................................... Prosedur Pengumpulan Data................................................................................... Penentuan Popolasi dan Sampel ............................................................................. Teknik Analisis.......................................................................................................

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................................. 4.1. Gambaran Umum Subyek dan Obyek Penelitian ...................................................

50 50

10

4.1.1. 4.1.2. 4.2. 4.3.

Gambaran Umum Bursa Efek Indonesia ................................................... Gambaran Umum Peruasahaan..................................................................

50 50 57 71 71 72 73 75 76 77 78 79

Deskripsi Hasil Penelitian....................................................................................... Analisis Regresi Linear Berganda .......................................................................... 4.3.1. Uji Asumsi Klasik......................................................................................

4.3.1.1. Normalitas ........................................................................................... 4.3.1.2. Multikolinearitas ................................................................................ 4.3.2. Analisis Model............................................................................................. 4.3.3. Pengujian Hipotesis ..................................................................................... 4.3.3.1. Uji F .................................................................................................... 4.3.3.2. Uji t ..................................................................................................... 4.4. Pembahasan ............................................................................................................

BAB V SIMPULAN DAN SARAN ................................................................................... 5.1. 5.2. Simpulan ................................................................................................................. Saran-saran .............................................................................................................

85 85 86 88 91

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................ LAMPIRAN ...........................................................................................................................

11

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Tabel 4.2 Tabel 4.3 Tabel 4.4 Tabel 4.5 Tabel 4.6 Tabel 4.7 Tabel 4.8 Tabel 4.9 Tabel 4.10

Pemilihan Sampel ................................................................. 56 Daftar Perusahaan Sampel .................................................... 57 Deskripsi Data Harga Saham ................................................ 67 Deskripsi Data Dividen .........................................................68 Deskripsi Data Laba Bersih .................................................. 69 Deskripsi Data Total Arus Kas ............................................. 70 Nilai Tolerance dan VIF ....................................................... 73 Nilai Durbin-Watson .............................................................75 Pengujian Goodness of Fit .................................................... 75 Uji F ...................................................................................... 77

12

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Gambar 4.1 Gambar 4.2

Kerangka Berpikir Skripsi .................................................... 38 Normal Probability Plot ........................................................ 72 Scatterplot ............................................................................. 74

13

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6

Tanggal Penerbitan Perusahaan Dividen Laba Bersih Total Arus Kas Harga Saham Hasil Analisis Regresi Linear Berganda

14

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Salah satu alternatif bagi perusahaan untuk mendapatkan dana atau tambahan modal adalah melalui pasar modal. Seorang investor yang rasional akan melakukan analisa sebelum membuat keputusan untuk menginvestasikan dananya di pasar modal (dengan membeli sekuritas di perdagangan di bursa). Pasar modal di Indonesia memiliki peran penting bagi perekonomian negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu pertama sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari investor. Kedua, pasar modal menjadi sarana bagi investor untuk berinvestasi pada instrumen keuangan seperti saham, obligasi, reksa dana, dan lain-lain. Pasar modal memberikan jasanya yaitu dengan menjembatani hubungan antara pemilik modal dalam hal ini disebut sebagai pemodal (investor) dengan peminjam dana dalam hal ini disebut dengan nama emiten ( perusahaan yang go public ). Para pemodal memperjualbelikan instrumen pasar modal (saham dan obligasi) untuk keperluan investasi portofolio sehingga pada akhirnya dapat memaksimalkan penghasilan (Panji Anoraga dan Piji Pakarti,2001). Syarat utama yang diinginkan oleh para investor untuk bersedia menyalurkan dananya melalui pasar modal adalah perasaan aman akan investainya. Perasaan aman ini diantaranya diperoleh karena para investor memperoleh informasi yang jelas, wajar, dan tepat waktu sebagai dasar dalam pengambilan keputusan investasinya.

15

Investor tersebut harus percaya bahwa informasi yang diterimanya adalah informasi yang benar, sistem perdagangan yang ada di bursa dapat dipercaya, serta tidak ada pihak lain yang memanipulasi dari perdagangan tersebut. Sebuah informasi dianggap informatif jika informasi tersebut dapat mengubah kepercayaan para pengambil keputusan. Ada jenis informasi yang merupakan sinyal penting bagi investor untuk menilai prospek perusahaan yang bersangkutan, yaitu laba per lembar (Earning Per Share) dan dividen per lembar saham (Dividend Per Share). Informasi ini amat berguna bagi investor atau calon investor dalam melakukan penelitian perusahaan, sebab pada umumnya manajemen tidak akan mengambil risiko dengan membayar dividen yang tinggi pada suatu waktu tertentu, bila menurut informasi mereka perusahaan tidak mampu mempertahankannya di masa yang akan datang. Situasi ketidakpastian ini mendorong investor yang rasional untuk selalu mempertimbangkan risiko dan expected return setiap sekuritas yang selalu teoritis berbanding lurus. Semakin besar expected return maka tingkat risiko yang melekat juga semakin besar. Indikator penting dalam mempelajari tingkah laku pasar bagi investor adalah dengan melihat perkembangan harga saham. Harga saham merupakan indikator keberhasilan pengelola perusahaan dimana kekuatan pasar ditunjukkan dengan transaksi perdagangan saham perusahaan di pasar modal. Dengan membeli saham sebuah perusahaan, investor secara otomatis ikut serta dalam perusahaan tersebut dan ia mempuanyai hak untuk mendapat bagian keuntungan yang dikenal dengan dividen. Dengan demikian, bagi pemodal (investor) dalam mengambil keputusan membeli atau menjual saham tentu saja

16

kemungkinan perolehan pendapatan harus dipertimbangkan pula dengan besarnya beban risiko yang harus dipikul. Dalam mempertimbangkan pembelian sekuritas, manajer portofolio perusahaan harus memahami hubungan yang ada antara jenis sekuritas yang akan dibeli dengan beberapa variabel kunci, yaitu keamanan, daya jual, hasil, dan maturitas. Salah satu ukuran penting untuk menilai perusahaan adalah laporan keuangan. Penerbitan laporan keuangan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi harga saham di pasar modal. Laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan disajikan sebagai informasi yang menyangkut posisi keuangan perusahaan, laporan kinerja, perubahan posisi keuangan dan laporan arus kas yang bermanfaat bagi pemakainya khususnya investor untuk membantu menentukan apakah akan membeli, menahan atau menjual investasi tersebut. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan yang meliputi aktiva, kewajiban, pendapatan dan beban, termasuk pembagian dividen perusahaan, keuntungan dan kerugian serta arus kas. Pembagian dividen perusahaan terhadap pemegang saham mempengaruhi harga saham di bursa efek. Hal ini disebabkan pembagian dividen kepada pemegang saham menyebabkan posisi keuangan kas pada suatu perusahaan semakin berkurang. Dengan demikian akan mengakibatkan leverage (rasio antara hutang terhadap ekuitas) akan menjadi semakin besar. Dampak yang ditimbulkan adalah data pelaku pasar akan berpikir secara negatif terhadap perusahaan tersebut.

17

Semakin besar dividen yang diberikan oleh perusahaan atau emiten, maka saham perusahaan tersebut akan sangat diminati oleh para investor atau calon investor. Hal ini berarti akan mendorong permintaan terhadap saham perusahaan, yang pada akhirnya akan melambungkan harga saham perusahaan. Emiten adalah perusahaan yang telah menjual sahamnya kepada masyarakat umum melalui pasar modal. jika perusahaan emiten mampu menghasilkan keuntungan yang tinggi dan mampu menyisihkan sebagian dari keuntungannya itu sebagai dividen dengan jumlah yang tinggi maka akan menarik investor (masyarakat) untuk membeli saham perusahaan tersebut. Akibatnya, permintaan atas saham dimaksud akan meningkat dan akan menaikkan harga saham perusahaan tersebut di bursa sehingga memungkinkan bagi pemegang saham perusahaan tersebut untuk memperoleh capital gain. Capital gain juga akan mendorong naiknya harga saham di Bursa Efek. Dengan demikian keuntungan perusahaan merupakan faktor penting bagi sebuah perusahaan. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 25 menyebutkan pentingnya laba secara tegas, yaitu : laporan laba rugi merupakan laporan utama untuk melaporkan kinerja suatu perusahaan selama periode tertentu. Informasi laba pada umumnya merupakan perhatian utama dalam menaksir kinerja dan

pertanggungjawaban manajemen dan informasi laba membantu pemilik atau pihak lain melakukan penaksiran atas earning power perusahaan di masa yang akan datang (SFAC No. 1). Laba bersih dijadikan sebagai alasan bagi para investor karena laba bersih merupakan ukuran tingkat keberhasilan kinerja perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya selama suatu periode dan

18

mendorong investor untuk menanamkan modalnya dalam perusahaan dengan harapan akan mendapatkan return dalam bentuk dividen dan capital gain. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, selain menggunakan informasi laba bersih dari laba bersih dan pembagian dividen perusahaan, pemakai laporan keuangan perusahaan melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya melalui laporan arus kas. Menurut PSAK No. 2 tahun 2009 dijelaskan bahwa laporan arus kas memberikan informasi yang memungkinkan para pemakai untuk mengevaluasi perubahan dalam aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan, dan kemampuan untuk mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam beradaptasi dengan perubahan keadaan dan peluang. Laporan arus kas menunjukkan saat uang diterima, saat dapat diinvestasikan kembali, dan saat harus dibayarkan. Laporan arus kas menyajikan informasi tentang sumber dan penggunaan kas bersih dari aktivitas-aktivitas operasi, inestasi, dan pendanaan. Kandungan informasi laporan arus kas dapat diukur dengan menggunakan kekuatan hubungan antara arus kas dengan harga saham. Informasi laporan arus kas akan dikatakan mempunyai makna apabila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan oleh investor. Laporan arus kas yang dipublikasikan dapat menyebabkan investor pasar modal bereaksi melakukan pembelian atau penjualan saham yang selanjutnya tercermin dalam harga saham, yang berarti bahwa laporan arus kas mempunyai kandungan informasi (Indra dan Syam, 2004). Penellitian ini akan membahas mengenai pengaruh pembagian dividen perusahaan, laba bersih, dan total arus kas terhadap harga saham pada perusahaan

19

LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Peneliti memilih menggunakan perusahaan LQ 45 sebagai obyek penelitian karena saham-saham yang menjadi anggota LQ 45 adalah saham pilihan, selain memiliki kapitalisasi pasar besar, saham-saham ini merupakan saham yang paling liquid dan merupakan sorotan bagi para investor. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai pengaruh pembagian dividen perusahaan, laba bersih, dan total arus kas terhadap harga saham.

1.2. Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut : 1. Apakah dividen perusahaan memiliki pengaruh terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)? 2. Apakah laba bersih memiliki pengaruh terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)? 3. Apakah total arus kas memiliki pengaruh terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)?

1.3. Tujuan Penelitian Sesuai dengan penjelasan latar belakang masalah dan perumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Mengetahui pengaruh dividen perusahaan terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

20

2.

Mengetahui pengaruh laba bersih terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

3.

Mengetahui pengaruh total arus kas terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

1.4. Manfaat Penellitian Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan dampak dan menjadi masukan bagi penulis, investor, dan peneliti lanjutan dalam hal : 1. Dapat mengetahui pengaruh dividen perusahaan terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). 2. Dapat mengetahui pengaruh laba bersih terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). 3. Dapat mengetahui pengaruh total arus kas terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). 4. Dapat menambah wawasan bagi penulis terutama tentang pengaruh dividen perusahaan, laba bersih, dan total arus kas terhadap harga saham khususnya pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). 5. Bagi pihak perusahaan dapat memberikan informasi untuk lebih mengetahui pengaruh dividen perusahaan, laba bersih, dan total arus kas terhadap harga saham khususnya pada perusahaan LQ 45. 6. Sebagai bahan masukan bagi pihak investor dalam sebuah pengambilan keputusan guna menentukan saham mana yang baik untuk dibeli setelah melihat analisis yang telah dilakukan oleh peneliti.

21

7.

Memberikan sumbangan berupa hasil penelitian sebagai bahan masukan bagi peneliti agar dapat dijadikan sebagai studi komparatif bagi peneliti yang mendalami masalah ini di masa yang akan datang.

1.5. Sistematika Skripsi Berdasarkan permasalahan yang telah dijabarkan di atas, maka penulisan skripsi ini dibagi menjadi lima bab dengan sistematika sebagai berikut : Bab 1 : Pendahuluan Bab ini berisikan latar belakang masalah yang menjelaskan latar belakang dari pengambilan judul pengaruh pembagian dividen perusahaan, laba bersih, dan total arus kas terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rumusan masalah yaitu apakah dividen perusahaan memiliki pengaruh terhadap harga saham, apakah laba bersih memiliki pengaruh terhadap harga saham, apakah total arus kas memiliki pengaruh terhadap harga saham. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sejauh mana pegaruh yang telah disebutkan pada rumusan masalah tersebut. Manfaat penelitian adalah dapat mengetahui pengaruh sesuai dengan tujuan penelitian, serta sistematika skripsi yang berisi tentang urutan dalam penulisan skripsi, yang diawali dari pendahuluan dan diakhiri dengan saran.

22

Bab 2 : Tinjauan Pustaka Pada bab ini, akan diuraikan mengenai teori-teori yang berkaitan langsung dengan materi pada permasalahan yang akan dibahas, antara lain pengertian laporan keuangan serta masing-masing bagian dalam laporan keuangan, yaitu neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas. Selain itu dibahas pula mengenai pengertian pasar modal, penjelasan mengenai harga saham, faktor-faktor yang mempengeruhi harga saham, pengaruh pembagian dividen perusahaan terhadap harga saham, pengaruh laba bersih terhadap harga saham, pengaruh total arus kas terhadap harga saham. Pada bab ini juga terdapat penelitian sebelumnya yang sejenis dengan penelitian ini, hipotesis penelitian, model analisis yang menggunakan regresi linier berganda serta kerangka berpikir.

Bab 3 : Metode Penelitian Bab ini berisi tentang pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pendekatan kuantitatif, identifikasi variabel yaitu yang termasuk dalam variabel bebas dan variabel terikat, definisi operasional variabel yaitu definisi dari dividen perusahaan, laba bersih, arus kas, serta harga saham, jenis dan sumber data, prosedur pengumpulan data yang terdiri dari penelitian lapangan dan kepustakaan, populasi dan sampel yaitu perusahaan LQ 45 tahun 2006-2010 yang sampelnya diperoleh dengan menggunakan purposive sampling, serta teknik analisis yang digunakan, yaitu uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinieritas,

23

uji autokorelasi, dan uji heterokedastisitas dan uji hipotesis yang terdiri dari uji F dan uji t.

Bab 4 : Hasil dan Pembahasan Pada bab ini dibahas mengenai pokok-pokok permasalahan yang menjadi subyek dan obyek penelitian serta analisis dari hasil penelitian yang meliputi hasil penelitian, pengujian asumsi klasik, analisis model, pengujian hipotesis, serta pembahasan.

Bab 5 : Simpulan dan Saran Bab ini berisi simpulan ringkas mengenai pokok bahasan yang ditarik oleh penulis berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dan didukung dengan bab-bab yang dibahas sebelumnya serta saran yang diberikan oleh penulis berdasarkan penelitian yang telah dilakukan.

24

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

Landasan Teori Landasan teori dalam pembahasan ini berbentuk teori dan atau model

analisis yang langsung berhubungan dengan penelitian. 2.1.1. Laporan Keuangan

2.1.1.1. Pengertian Laporan Keuangan Bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap posisi dan kondisi keuangan, sangat membutuhkan informasi keuangan yang dapat diperoleh dari laporan keuangan. Informasi tersebut disusun dan disajikan perusahaan dalam bentuk neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan modal dan laporan arus kas. Informasi tersebut sangat diperlukan oleh pihak-pihak yang go public dalam persiapannya untuk melakukan penawaran umum karena salah satu syarat perusahaan yang go public adalah harus menyerahkan laporan keuangannya selama dua tahun terakhir yang sudah diperiksa oleh akuntan publik. Laporan keuangan harus disiapkan secara periodik untuk pihak-pihak yang berkepentingan. Pengertian laporan keuangan menurut Baridwan (1992 : 17) laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan transaksitransaksi keuangan yang terjadi selama dua tahun buku yang bersangkutan. Menurut Sundjaja dan Barlian (2001 : 47) laporan keuangan adalah suatu laporan yang menggambarkan hasil dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alat

25

komunikasi untuk pihak-pihak yang berkepentingan dengan data keuangan atau aktivitas perusahaan. Berdasarkan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan paragraf 07, pengertian laporan keuangan dijelaskan sebagai berikut : Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti, misalnya, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Disamping itu, juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misalnya informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga.

Menurut Harahap (2004:105) laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Adapun jenis laporan keuangan yang lazim dikenal adalah Neraca, Laporan rugi Laba, Laporan Arus Kas dan Laporan Perubahan posisi Keuangan. Sedangkan Riyanto (2001 : 15) menyatakan bahwa : Laporan keuangan memberikan ikhtisar mengenai adanya keuangan suatu perusahaan, dimana neraca mencerminkan nilai aktiva, nilai hutang, dan modal sendiri pada suatu saat tertentu dan laporan keuangan laba/rugi mencerminkan hasil-hasil yang dicapai selama periode tertentu biasanya dalam satu tahun. Dari pengertian-pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah laporan akuntansi utama yang mengkomunikasikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomi.

26

2.1.1.2. Tujuan Laporan Keuangan Berdasarkan PSAK No. 1 paragraf 05 (IAI, 2009), tujuan laporan keuangan untuk tujuan umum adalah memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggungjawaban (stewardship) manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Menurut Sawir (2005 : 2), tujuan laporan keuangan adalah sebagai berikut : a. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. b. Untuk memenuhi yang kebutuhan secara bersama oleh sebagian besar

pemakainya,

umum

menggambarkan

pengaruh

keuangan dari kejadian di masa lalu. c. Menunjukkan apa yang dilakukan atas oleh manajemen daya atau yang

pertanggungjawaban

manajemen

sumber

dipercayakan kepadanya. Laporan keuangan digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan saat ini dan untuk memperkirakan hasil operasi serta arus kas di masa depan. Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan laporan keuangan

27

adalah untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai sumber-sumber ekonomi dan kewajiban serta modal suau perusahaan.

2.1.1.3. Komponen Laporan Keuangan Laporan keuangan perusahaan didasarkan pada aturan-aturan akuntansi dan harus memberikan informasi historis, kuantitatif dasar yang merupakan sekumpulan input yang penting yang digunakan dalam menghitung nilai-nilai ekonomis. Laporan keuangan yang lengkap biasanya terdiri dari komponenkomponen sebagai berikut : a. Neraca Neraca adalah laporan mengenai aktiva, hutang dan modal dari
perusahaan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu.

Neraca (Inggris: Balance Sheet atau Statement of Financial Position) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aktiva, kewajiban, dan modal.
Menurut Skousen (2001 : 41), pengertian neraca adalah laporan sumbersumber dari suatu perusahaan (harta), kewajiban perusahaan (hutang), dan perbedaan antara yang dimiliki (harta) dan apa yang dipinjam (hutang) yang disebut ekuitas.

28

b.

Laporan laba rugi Laporan laba rugi adalah laporan mengenai penghasilan, biaya, laba-rugi

yang diperoleh suatu perusahaan selama periode tertentu. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2007: 10) : Laporan laba rugi minimal mencakup pos-pos berikut yaitu pendapatan, laba rugi usaha, beban pinjaman, bagian dari laba atau rugi perusahaan afiliasi dan asosiasi yang diperlakukan menggunakan metode ekuitas, beban pajak, laba atau rugi dari aktivitas normal perusahaan, pos luar biasa, hak minoritas, dan laba atau rugi bersih untuk periode berjalan.

Laporan laba rugi (Inggris:Income Statement atau Profit and Loss Statement) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih. Unsur-unsur laporan laporan laba rugi biasanya terdiri dari: a. b. c. d. e. Pendapatan dari penjualan Dikurangi Beban pokok penjualan Laba/rugi kotor Dikurangi Beban usaha Laba/rugi usaha Ditambah atau dikurangi Penghaslan/beban lain Laba/rugi sebelum pajak Dikurangi Beban pajak Laba/rugi bersih

29

c.

Laporan perubahan ekuitas Laporan perubahan ekuitas adalah laporan yang menunjukkan sebab-

sebab perubahan ekuitas dari jumlah pada awal periode menjadi jumlah pada akhir periode. d. Laporan arus kas Laporan arus kas adalah laporan yang menunjukkan arus kas masuk dan arus kas keluar yang dibedakan menjadi arus kas operasi, arus kas investasi, dan arus kas pendanaan. Menurut standar akuntansi keuangan di Amerika yaitu Financial Accounting Standard Board No. 95 definisi laporan arus kas adalah sebagai berikut :

Laporan Arus Kas merupakan suatu laporan keuangan yang menunjukkan atau menggambarkan arus masuk kas dan arus keluar kas, dan perubahan bersih dalam kas yang berasal dari kegiatan operasi, kegiatan investasi (dalam SAKD dibatasi pada aktivitas transaksi aktiva tetap dan aset lainnya) dan kegiatan pembiayaan dari suatu entitas selama periode akuntansi tertentu (dalam SAKD adalah tahun anggaran). Dan laporan ini juga merupakan suatu media yang dapat menelusuri atau mencocokkan saldo awal kas dengan saldo kas pada akhir tahun anggaran.
e. Catatan atas laporan keuangan Catatan atas laporan keuangan adalah catatan tambahan dan informasi

yang ditambahkan ke akhir laporan keuangan untuk memberikan tambahan informasi kepada pembaca dengan informasi lebih lanjut. Catatan atas Laporan Keuangan membantu menjelaskan perhitungan item tertentu dalam laporan keuangan serta memberikan penilaian yang lebih komprehensif dari kondisi keuangan perusahaan.

30

Catatan atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian dari angka yang tertera dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Laporan Arus Kas. Catatan atas Laporan Keuangan sekurang-kurangnya disajikan dengan susunan sebagai berikut: 1. Informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan, ekonomi makro, pencapaian target Undang-Undang APBN / Perda APBD, berikut kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target. 2. 3. Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan selama tahun pelaporan Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan-kebijakan akuntansi yang dipilih untuk diterapkan atas transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian penting lainnya. Kebijakan akuntansi adalah prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi-konvensi, aturan-aturan dan praktik-praktik spesifik yang dipilih oleh suatu entitas pelaporan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. 4. Pengungkapan informasi yang diharuskan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan yang belum disajikan pada lembar muka (on the face) laporan keuangan. 5. Pengungkapan informasi untuk pos-pos aset dan kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas

31

6.

Informasi tambahan yang diperlukan untuk penyajian yang wajar, yang tidak disajikan pada lembar muka (on the face) laporan keuangan.

7.

Daftar dan Skedul.

2.1.2.

Pasar Modal

2.1.2.1. Pengertian Pasar Modal Pasar modal pada hakekatnya adalah pasar yang tidak berbeda jauh dengan pasar tradisional yang selama ini kita kenal, dimana ada pedagang, pembeli dan juga tawar menawar harga. Pasar modal dapat juga diartikan sebagai sebuah wahana yang mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang menyediakan dana sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Pertumbuhan suatu pasar modal sangat tergantung dari kinerja perusahaan efek. Untuk mengkoordinasikan modal, dukungan teknis, dan sumber daya manusia dalam pengembangan Pasar Modal diperlukan suatu kepemimpinan yang efektif. Di pasar modal terdapat berbagai macam informasi, seperti laporan keuangan, kebijakan manajemen, rumor di pasar modal, prospektus, saran dari broker, dan informasi lainnya. Berdasarkan Undang-undang Pasar Modal no. 8 tahun 1995, pasar modal didefinisikan sebagai suatu kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.

32

Berdasarkan Keputusan Presiden No. 52 Tahun 1976 tentang Pasar Modal menyebutkan bahwa pengertian Pasar Modal adalah bursa efek seperti yang dimaksud dalam UU No. 15 Tahun 1952 (Lembaran Negara Tahun 1952 Nomor 67). Menurut UU tersebut, bursa adalah gedung atau ruangan yang ditetapkan sebagai kantor dan tempat kegiatan perdagangan efek, sedangkan surat berharga yang dikategorikan sebagai efek adalah saham, obligasi, serta surat bukti lainnya yang lazim dikenal sebagai efek. Menurut Kahrudin (2001 : 1), pengertian pasar modal (capital market) adalah pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang ataupun modal sendiri. Dalam menjalankan fungsinya, pasar modal dibagi menjadi tiga macam, yaitu pasar perdana, pasar sekunder, dan bursa paralel. 1. Pasar perdana adalah penjualan perdana efek atau penjualan efek oleh perusahaan yang menerbitkan efek sebelum efek tersebut dijual melalui bursa efek. Pada pasar perdana, efek dijual dengan harga emisi, sehingga perusahaan yang menerbitkan emisi hanya memperoleh dana dari penjualan tersebut. 2. Pasar sekunder adalah penjualan efek setelah penjualan pada pasar perdana berakhir. Pada pasar sekunder ini harga efek ditentukan berdasarkan kurs efek tersebut. Naik turunnya kurs suatu efek ditentukan oleh daya tarik menarik antara permintaan dan penawaran efek tersebut. Bagi efek yang dapat memenuhi syarat listing dapat menjual efeknya di

33

dalam bursa efek, sedangkan bagi efek yang tidak memenuhi syarat listing dapat menjual efeknya di luar bursa efek. 3. Bursa paralel merupakan pelengkap bursa efek yang ada. Bagi perusahaan yang menerbitkan efek yang akan menjual efeknya melalui bursa dapat dilakukan melalui bursa paralel. Bursa paralel

diselenggarakan oleh Persatuan Perdagangan Uang dan Efek-efek (PPUE). Adapun salah satu instrumen yang terdapat pada pasar modal adalah saham yang merupakan salah satu efek yang pada umumnya dijual di pasar modal (bursa efek). Saham dapat didefinisikan tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut (Darmadji dan Fakhruddin, 2001: 5). Menurut Suad Husnan (2005 : 29) sekuritas merupakan secarik kertas yang menunjukkan hak pemodal (yaitu pihak yang memiliki kertas tersebut) untuk memperoleh bagian dari prospek atau kekayaan organisasi yang menerbitkan sekuritas tersebut, dan berbagai kondisi yang memungkinkan pemodal tersebut menjalankan haknya. Menurut PSAK No. 42, saham/efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan hutang, surat berharga komersial, obligasi, tanda bukti utang, dan unit penyertaan kontrak investasi kolektif.

34

Terdapat dua macam saham yang dikeluarkan oleh perusahaan, yaitu saham biasa dan saham preferen. Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2001:6), terdapat beberapa sudut pandang untuk membedakan saham : 1. Ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim a. Saham Biasa (Common Stock) Saham biasa (common stock) adalah surat berharga sebagai bukti penyertaan atau pemilikan individu maupun institusi atas suatu perusahaan. Saham ini mewakili klaim kepemilikan pada penghasilan dan aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Pemegang saham biasa memiliki kewajiban yang terbatas, artinya jika perusahaan tersebut bangkrut, maka kerugian maksimum yang ditanggung oleh pemegang saham adalah sebesar investasi pada saham tersebut. Sifat saham biasa : 1. 2. 3. 4. 5. Berhak atas pendapatan emiten yang berupa deviden. Berhak atas harta perusahaan. Berhak mengeluarkan suara. Memiliki tanggung jawab terbatas. Memiliki hak memesan efek terlebih dahulu.

b. Saham Preferen (Preferred Stock) Saham preferen (preferred stock) adalah penanaman modal atau kepemilikan pada suatu perusahaan pada tingkat terbatas. Para pemegang

35

saham preferen tidak memiliki hak suara dalam RUPS, tetapi akan dijanjikan sejumlah deviden yang jumlahnya pasti dan tetap dalam persentase tertentu (tingkat bunga yang dijanjikan perusahaan) yang pembayarannya lebih didahulukan dibandingkan deviden saham biasa (Tambunan, Andy P., 2007 : 2). Saham preferen memiliki karakteristik gabungan antara oblilgasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi), tetapi juga bisa tidak mendatangkan hasil seperti yang dikehendaki oleh investor. Saham preferen juga mewakili kepemilikan ekuitas dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tertulis di atas lembaran saham tersebut, dan pemegang saham berhak untuk mendapatkan dividen. Saham preferen memiliki persamaan dengan obligasi, yaitu adanya klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, devidennya tetap selama masa berlaku dari saham, dan memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan (convertible) dengan saham biasa.

2. Ditinjau dari cara peralihannya a. Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks) Pada Saham Atas Unjuk tidak tertulis nama pemiliknya agar mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lainnya. Secara

36

hukukm, siapa yang memegang saham tersebut, maka dialah yang diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam RUPS.

b. Saham Atas Nama (Registered Stocks) Saham Atas Nama merupakan saham yang ditulis dengan jelas siapa nama pemiliknya, dimana cara peralihannya harus melalui prosedur tertentu.

3. Ditinjau dari kinerja perdagangan a. Blue Chip Stocks Saham ini merupakan saham biasa dari suatu perusahaan yang meiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen. Suatu saham dapat diklasifiksikan sebagai Blue Chip Stock bila perusahaan penerbitnya memiliki reputasi yang baik serta pengalaman jangka panjang emitennya mampu menghasilkan pendapatan yang tinggi dan konsisten membayar dividen tunai.

b. Saham Pendapatan (Income Stocks) Income Stock adalah saham dari suatu emiten yang memiliki kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya.

37

c. Saham Pertumbuhan (Growth Stocks) 1) Well Known Saham Well Known merupakan saham-saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai leader di industri sejenis yang mempunyai reputasi tinggi. Pengklasifikasian saham sebagai Growth Stock adalah jika emitennya merupakan pemimpin dalam industrinya, dan dalam beberapa tahun terakhir berturut turut mampu mendapatkan hasil diatas rata rata.

2) Lesser Known Emiten saham jenis ini umumnya tidak menjadi pemimpin dalam industrinya, namun demikian saham ini tetap memiliki ciri seperti Growth stocks, yaitu mampu mendapatkan hasdil yang lebih tinggi dari penghasilan rata rata tahun tahun terakhir. Emiten untuk saham jenis ini biasanya berasal dari daerah, yaitu perusahaan yang tidak memimpin dalam skala nasional, tetapi memiliki kedudukan yang cukup kuat di daerahnya. Saham jenis ini kurang begitu popular di kalangan investor.

d. Saham Spekulasi (Speculative Stocks) Jenis saham ini digunakan untuk saham yang emitennya tidak bisa secara konsisten mendapatkan penghasilan dari tahun ke tahun, tapi emiten ini mempunyai potensi untuk mendapatkan penghasilan yang baik

38

di masa masa mendatang, meski penghasilan itu belum tentu dapat direalisasi. Investor yang mencoba saham jenis ini dapat disamakan dengan berjudi, sebab dalam jangka pendek saham ini hanya akan membagikan dividen yang kecil, atau bahkan tidak membayar dividen sama sekali.

e. Saham Siklus Tandingan (Counter Cyclical Stocks) Perkembangan saham ini mengikuti perkembangan situasi ekonomi makro atau kondisi bisnis secara umum. Selama ekonomi makro sedang mengalami ekspansi, emiten saham akan mendapatkan penghasilan yang tinggi, sehingga memungkinkan membayar dividen yang tinggi pula. Keuntungan dan kerugian berinvestasi saham yang mungkin diterima oleh para peodal yang membeli saham perusahaan antara lain : Keuntungan : 1. Capital Gain, yaitu keuntungan dari hasil jual beli saham, berupa selisih antara nilai jual yang lebih tinggi dari pada nilai beli saham. 2. Dividen, bagian keuntungan perusahaan yang akan dibagikan kepada para pemegang saham. 3. Saham juga dapat dijaminkan ke Bank untuk memperoleh kredit sebagai angguan tambahan dari anggunan pokok. 4. Saham perusahaan, seperti juga tanah atau aktiva berharga sejenis, nilainya akan meningkat sejalan dengan waktu dan perkembangan atau

39

kinerja perusahaan. Pemodal jangka panjang mengandalkan kenaikkan nilai saham ini untuk meraih keuntungan dari investasi saham. Kerugian : 1. Capital Loss, yaitu kerugian dari hasil jual beli saham, berupa selisih antara nilai jual yang lebih rendah daripada nilai beli saham. 2. Opportunity Loss, kerugian berupa selisih suku bunga deposito dikurangi total hasil yang diperoleh dari investasi saham. 3. Kerugian karena perusahaan dilikuidasi, namun nilai likuidasinya lebih rendah dari harga beli saham. 2.1.3. Dividen

2.1.3.1. Pengertian Dividen Dalam melakukan transaksi pembelian saham, investor mengharapkan adanya pengembalian dari dana yang telah ditanamkan dalam perusahaan tersebut. Pengembalian tersebut berupa dividen. Menurut Warsono (2003:271), pengertian dividen adalah bagian dari laba yang tersedia bagi pemegang saham biasa yang dibagikan kepada para pemegang saham biasa dalam bentuk tunai. Hanafi (2004:361) menyatakan bahwa dividen merupakan kompensasi yang diterima oleh pemegang saham, disamping capital gain yang akan dibagikan kepada para pemegang saham sebagai keuntungan dari laba perusahaan. Menurut Rusdin (2006:73) dividen dapat diartikan sebagai bagian keuntungan perusahaan yangn dibagikan kepada pemegang saham. Sedangkan menurut Tangkilisan dan Hessel (2003:227), dividen merupakan bagian dari laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham (pemilik modal sendiri).

40

Dari pengertian yang telah dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa dividen adalah bagian dari keuntungan bersih setelah pajak.

2.1.4.

Pengaruh Dividen Terhadap Harga Saham Harga saham dalam sebuah perdagangan tidaklah selalu konstan. Kondisi

harga tersebut selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu serta dipengaruhi oleh jumlah permintaan dan penawaran di mana pada gilirannya merupakan manifestasi dari kondisi psikologis investor yang telah melebur identitas pribadinya ke dalam identitas kolektif. Pengertian nilai (value) dan harga (price) perlu dibedakan dalam proses penilaian saham. Yang dimaksud dengan nilai menurut Ismaya (2005) adalah nilai intrinsik surat berharga menurut nilai aktiva perusahaan yang menjadi jaminan penghasilan serta dividen yang dibayarkan. Sedangkan yang dimaksudkan denan harga (price) adalah harga yang berlaku di pasar (market value). Ismaya (2005) mengartikan saham sebagai surat bukti kepemilikan hak terhadap perusahaan berkat penyerahan modalnya sehingga bagi pemilik / pemegang saham akan mempunyai seperangkat hak atas perusahaan tersebut. Penentuan harga saham ditemtukan oleh perusahaan emiten. Apabila

pihakperusahaan emiten mampu menyisihkan sebagian dari keuntungan yang tinggi sebagai dividen, maka hal tersebut akan dapat menarik pihak investor (masyarakat) untuk membeli saham peusahaan tersebut. Sebagai akibat dari hal tersebut,maka permintaan akan saham akan meningkat yang akhirnya akan meningkatkan harga saham tersebut di Bursa sehingga memungkinkan bagi

41

pemegang saham perusahaan untuk memperoleh capital gain dari penanaman sahamnya tersebut. Dengan memiliki saham suatu perusahaan, maka manfaat yang diperoleh adalah sebagai berikut a. Mendapatkan dividen yang merupakan bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemilik saham. b. Mendapatkan capital gain yang merupakan keuntungan yang diperoleh dari selisih jual dengan harga belinya. c. Mendapatkan manfaat non-finansial lainnya, yaitu timbulnya kebanggan dan kekuasaan serta memperoleh hak suara dalam menentukan jalannya perusahaan. Dengan membeli saham sebuah perusahaan, maka investor secara otomatis akan turut serta dalam sebuah perusahaan dan ia memiliki hak untuk mendapat bagian keuntungan yang dikenal dengan dividen. Dividen merupakan bagian laba atau pendapatan perusahaan yang besarnya ditetapkan oleh direksi serta disahkan oleh rapat pemegang saham, kemudian dibagikan kepada pemegang saham yang bersangkutan (Ismaya, 2005). Kerena pembayaran dividen diatur berdasarkan ketentuan yang berlaku bagi masing-masing jenis saham, maka pihak investor dapat mengambil keputusan dalam membeli atau menjual saham agar perolehan pendapatan dapat sesuai dengan besarnya beban yang harus dipikul sebab investasi dalam saham merupakan alternatif investasi yang memiliki resiko tertinggi.

42

Tingkat dividen yang ditetapkan oleh pihak perusahaan akan menjadi beban tetap bagi perusahaan tersebut dalam waktu mendatang. Prakiraan tentang prospek perusahaan pada umumnya diakukan dengan cara menganalisis situasi yang ada di luar perusahaan uang berdampak terhadap kemajuan perusahaan dan menganalisa situasi yang ada di dalam perusahaan. Meningkatnya harga saham di pasar sahamakan menguntungkan bagi pihak emiten, namun harga saham yang jauh di luar tingkat kemajuan perusahaan dapat menggelisahkan emiten, karena bila suatu saat harga saham menurun drastis maka akan membuat nama perusahaan jatuh di bursa saham. Menurut Erlina (2008), besarnya dividen tergantung dari bearnya keuangan dan jumlah saham yang beredar dalam masyarakat. Setiap lembar saham memiliki satu suara dalam kepengurusan perusahaan dan mendapat bagian dalam pembagian dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham. Tingkat imbal hasil dividen atas saham mirip dengan tingkat imbal hasil sekarang dari obligasi (Bodie et al, 2006). Untuk memaksimumkan nilai perusahaan sebagai tujuan normatif perusahaan merupakan salah satu elemen yang turut menentukan perubahan harga saham yang diperdagangkan di bursa efek. Makna yang terkandung dalam tujuan normatif adalah bagaimana perusahaan sebagai emitent mampu mengelola usahanya secara produktif guna memberikan keyakinan kepada para pemegang saham untuk memperoleh pendapatan di masa yang akan datang.

43

2.1.5.

Pengaruh Laba Bersih Terhadap Harga Saham Tujuan utama setiap perusahaan ialah untuk dapat memperoleh laba

sebesar-besarnya.

Laba

tahunan

memiliki

kandungan

informasi

apabila

pengumuman laba menyebabkan reaksi investor terhadap distribusi aliran kas di masa yang akan datang yang akan menyebabkan perubahan harga saham. Menurut Beaver (2004) dalam Indra dan Syam (2004), perubahan harga saham di sekitar tanggal pengumuman diharapkan dapat lebih besar dibandingkan dengan perubahan harga saham pada saat tanggal pengumuman. Laba bersih memiliki pengaruh negatif terhadap harga saham di Bursa Efek, karena pihak perusahaan harus melakukan pengeluaran kas untuk melakukan pengembangan terhadap produknya, melakukan pengembangan pasar dan ekspansi pasar. Perusahaan tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh besar dan memiliki prospek untuk memiliki laba yang positif di masa depan meskipun laba yang dihasilkan saat ini bernilai negatif, sehinngga diharapkan harga saham dapat bernilai tinggi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Triyono dan Hartono (2000), laba memiliki pengaruh terhadap harga saham. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Ferry dan Wati (2004), berdasarkan pengujian model level, diperoleh hasil bahwa laba berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham pada periode pengamatan. Serupa dengan penelitian Indra dan Syam (2004) menyatakan bahwa laba memiliki hubungan yang signifikan terhadap harga saham sehingga laba berperan sebagai dasar ekspektasi investor di masa mendatang. 2.1.6. Pengaruh Total Arus Kas Terhadap Harga Saham

44

Minat investor terhadap harga saham tergantung pada tingkat pengembalian yang dapat diharapkan dari saham tersebut. Adanya peningkatan minat investor terhadap sauatu saham tertentu akan meningkatkan permintaan terhadap saham tersebut. Hal ini akan berakibat pada meningkatnya harga saham yang beredar di pasar karena saham terseut beredar dalam jumlah yang terbatas. Informasi laporan arus kas berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta memungkinkan pihak pemakai dalam mengembangkan model untuk menilai dan membandingkan nilai sekarang dari arus kas masa depan dari berbagai perusahaan yang berbeda. Menurut Gunawan dan Bandi (2000), informasi laporan arus kas dapat meningkatkan daya banding dari berbagai perusahaan terhadap kinerja operasinya, karena meniadakan pengaruh penggunaan perlakuan akuntansi yang berbeda pada transaksi yang sama. Arus kas yang sehat begitu vital karena dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, sebuah perusahaan membutuhkan kas. Gambaran menyeluruh mengenai penerimaan dan pengeluaran dapat terlihat dari lapran arus kas, namun bukan berarti bahwa laporan arus kas menggantikan neraca maupun laporan laba rugi, melainkan saling melengkapi kedua laporan tersebut sehingga dengan melihat laporan tersebut maka kita akan dapat mengetahui kondisi perusahaan yan sebenarnya sebelum investor memutuskan hendak membeli atau menjual sahamnya. Keputusan untuk berinvestasi ditentukan oleh seberapa besar tingkat pengembalian yang dapat diterima oleh investor. Tingkat pengembalian dalam

45

saham direalisasikan dalam bentuk dividen, sehingga dalam mengambil keputusan investasi akan didasarkan pada nilai dividen yang ditawarkan oleh perusahaan emiten. Untuk dapat memberikan dividen yang besar kepada investor yang hendak menanamkan sahamnya pada perusahaan diperlukan sebuah perusahaan yang sehat dan likuid. Semakin baik kondisi likuiditas emiten, maka semakin besar pula keinginan untuk memberikan dividen yang besar kepada investor yang hendak menanamkan sahamnya. Dengan mengetahui posisi likuiditas emiten, maka dapat diperkirakan kemampuan emiten tersebut dalam membagikan dividen. Untuk dapat melihat posisi likuiditas emiten dapat dilihat dari laporan keuangan emiten, khususnya laporan arus kas dari emiten yang bersangkutan. Dari uraian di atas, dapat diketahui gambaran mengenai kaitan antara informasi arus kas terhadap harga saham. Hal tersebut dapat dilihat dari kenyataan bahwa kebijakan pembelian saham tergantung pada seberapa besar dividen yanng akan didapatkan. Besarnya dividen yang bisa diperoleh oleh investor dipengaruhi oleh keadaan kas perusahaan emiten. Dengan melihat posisi kas emiten, dapat diestimasikan kebijakan pembagian dividen emiten tersebut. Adanya harapan untuk dapat memperoleh dividen yang besar akan dapat meningkatkan minat investor terhadap harga saham tersebut. Pada akhirnya harga saham menjadi tinggi karena banyaknya permintaan investor terhadap saham tersebut. Jadi, informasi arus kas dapat mempengaruhi harga saham yang diterbitkan oleh emiten yang bersangkutan. 2.2. Tinjauan Penelitian Terdahulu

46

Penelitian semacam ini telah banyak dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya. Salah satu peneliti yang pernah melakukan penelitian ini adalah Ferry dan Wati (2004) yang melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Informasi Laba, Aliran Kas dan Komponen Aliran Kas Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur di Indonesia, yang mengambil sampel penelitian pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) periode 1999-2002. Penelitian ini menyatakan bahwa untuk model levels pada laba akuntansi mempunyai pengaruh positif terhadap harga saham dibandingkan dengan total aliran kas maupun pada komponen aliran kas. Perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Ferry dan Wati (2004) dengan penelitian ini terletak pada sampel yang digunakan untuk penelitian. Pada penelitian tersebut, sampel yang digunakan adalah pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) periode 1999-2002, sedangkan pada penelitian ini menggunakan perusahaan LQ 45 yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2006-2010. Pada penelitian ini ditambahkan variabel bebas berupa dividen perusahaan, sedangkan pada penelitian tersebut tidak menggunakan dividen perusahaan sebagai variabel bebasnya. Alasan penulis untuk menambahkan variabel bebas berupa dividen perusahaan adalah karena pertimbangan yang dilakukan oleh pihak investor sebelum melakukan pembelian maupun penjualan saham adalah besarnya dividen yang akan diperoleh dari saham tersebut. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti pengaruh dividen perusahaan terhadap harga saham.

47

Peneliti lain yang pernah melakukan penelitian serupa adalah Triyono dan Hartono (2000) dengan judul penelitian Hubungan Kandungan Informasi Arus Kas, Komponen Arus Kas dan Laba Akuntansi dengan Harga atau Return Saham, serta mengambil sampel penelitian pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang mempublikasikan laporan keuangan per 31 Desember untuk tahun buku 1995 dan 1996. Penelitian ini memiliki kesimpulan bahwa hasil analisis dengan model levels menunjukkan bahwa total arus kas tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap harga saham, tetapi dari analisis ditemukan bahwa pemisahan total arus kas ke dalam tiga komponen arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan memiliki hubungan yang signifikan terhadap harga saham. Perbedaan dengan penelitian ini yaitu, pada penelitian ini hanya menggunakan harga saham sebagai variabel terikat, sedangkan penelitian tersebut menggunakan harga dan return saham. Selain itu, pada penelitian di atas menggunakan perusahaan manufaktur tahun 1995 dan 1996, sedangkan pada penelitian ini menggunakan perusahaan LQ 45 tahun 2006-2010 sebagai obyek penelitian. Alasan penulis untuk tidak memasukkan return saham sebagai variabel terikat adalah karena pada penelitian tersebut semua hipotesisnya tidak berhasil didukung oleh data, yang berarti bahwa total arus kas dan laba akuntansi tidak mempunyai kandungan informasi dalam hubungannya dengan return saham serta pemisahan total arus kas ke dalam tiga komponen arus kas, yaitu : arus kas operasi, investasi, dan pendanaan tidak mempunyai hubungan yang signifikan terhadap return saham.

48

Penelitian yang serupa juga pernah dilakukan oleh Wahyu Widodo (2003) dalam tesisnya yang berjudul Pengaruh Informasi Arus Kas Terhadap Harga Saham Perusahaan LQ 45 di Bursa Efek Jakarta untuk tahun 1998-2001. Variabel bebas yang digunakan adalah arus kas, serta dijabarkan lebih luas lagi berdasarkan komponen-komponen pembentuk arus kas, yaitu arus kas aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Penelitian ini berkesimpulan bahwa total arus kas dan arus kas aktivitas operasi berpengaruh positif, serta arus kas aktivitas investasi dan arus kas aktivitas pendanaan berpengaruh negatif terhadap harga saham. Perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian tersebut terletak pada variabel bebasnya, di mana pada penelitian tersebut variabel bebas yang digunakan hanya arus kas dan komponen-komponen arus kas berupa arus kas aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan, serta obyek penelitian yang digunakan adalah perusahaan LQ 45 tahun 1998-2001, sedangkan pada penelitian ini variabel bebas yang digunakan adalah dividen, laba bersih, dan total arus kas, serta obyek penelitian adalah perusahaan LQ 45 periode 2006-2010. Penelitian lainnya dilakukan oleh Ikhsan Abdullah (2009) dalam tesisnya yang berjudul Pengaruh Pembagian Dividen Kas dan Arus Kas Bersih Terhadap Harga Saham di Perusahaan Manufaktur jenis Consumer Goods yang Terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia Tahun 2004-2007. Penelitian tersebut berkesimpulan bahwa secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Sedangkan secara parsial, dividend cash memiliki pengaruh yang signifikan

49

tehadap harga saham, sedangkan arus kas bersih (net cash flows) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian ini adalah pada penelitian tersebut menggunakan perusahaan manufaktur jenis consumer goods tahun 2004-2007, sedangkan pada penelitian ini menggunakan perusahaan LQ 45 tahun 2006-2010 sebagai obyek penelitian. Selain itu, variabel bebas yang digunakan pada penelitian tersebut adalah dividen kas dan arus kas bersih, sedangkan pada penelitian ini penulis menambahkan laba bersih sebagai variabel bebasnya. Berbeda dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan di atas, penelitian yang dilakukan oleh Siaputra dan Atmadja (2006) yang berjudul Pengaruh Pengumuman Dividen Terhadap Perubahan Harga Saham Sebelum dan Sesudah Ex-Dividend Date di Bursa Efek Jakarta (BEJ) menggunakan keterangan waktu sebelum dan sesudah ex-dividend date. Penelitian inni menggunakan 24 emiten yang secara konsisten dan terus menerus membagikan dividen, serta memiliki kelengkapan data harga saham per lembar yang dibagikan selama periode 2001-2004. Penelitian tersebut berkesimpulan bahwa terdapat perbedaan perubahan harga saham yang signifikan secara statistik. Harga saham cenderung turun sesudah ex-dividend date apabila return yang diperoleh dari dividen yang diumumkan mengalami peningkatan sesuai dengan yang diharapkan oleh investor dan sebaliknya harga saham akan naik apabia return yang diperoleh mengalami penurunan dari yang diharapkan oleh investor.

50

Perbedaan dengan penelitian ini adalah pada penelitian ini tidak menggunakan waktu sebelum dan sesudah ex-dividend date untuk mengukur perubahan harga saham sebagai variabel terikatnya. Selain itu, penelitian ini menggunakan perusahaan LQ 45 tahun 2006-2010 sebagai obyek penelitian, sedangkan pada penelitian tersebut menggunakan 24 perusahaan emiten yang mengumumkan dividennya secara berturut-turut selama tahun 2001-2004.

2.3.

Hipotesis Berdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian, dan landasan teori yang

telah dijelaskan sebelumnya, maka penulis membuat hipotesis sebagai berikut : 1. Dividen perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. 2. Laba bersih memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. 3. Arus kas total memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham.

2.4.

Model Analisis Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik

untuk mengetahui adanya pengaruh antara dividen, laba bersih, dan total arus kas terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indoenesia (BEI). Pengujian terhadap hipotesis dilakukan dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Untuk lebih jelas mengenai variabel-variabel yang

51

digunakan dalam penelitian ini, maka kerangka berpikir yang akan digunakan dalam penelitian ini ditampilkan seperti gambar berikut ini:

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir Skripsi

Dividen

Laba Bersih

Harga Saham

Total Arus Kas

Variabel Independen

Variabel Dependen

52

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yang menitikberatkan pada pengujian hipotesis. Data yang digunakan adalah data yang sifatnya terukur, yang kemudian diolah dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif adalah penelitian yang

minitikberatkan pada pengujian hipotesis, data yang digunakan harus terstruktur dan dapat digeneralisasikan (Muslich Anshori dan Sri Iswati, 2006:13). Model analisis yang digunakan untuk penelitian ini adalah analisis regresi berganda yaitu untuk mengetahui seberapa besar tingkat keterikatan antara variabel dependen dan variabel independen.

3.2. Identifikasi Variabel Penelitian ini menggunakan dua jenis variabel, yaitu variabel bebas (Independent variable) dan variabel terikat (Dependent variable). Berikut akan dijelaskan lebih lanjut mengenai kedua jenis variabel tersebut. 1. Variabel bebas (Independent variable) Variabel bebas merupakan variabel yang menyebabkan terjadinya perubahan pada variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dividen perusahaan, laba bersih, dan total arus kas.

53

2. Variabel terikat (Dependent variable) Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitin ini adalah harga saham dalam perusahaan LQ 45.

3.3. Definisi Operasional Variabel Berikut ini dijelaskan definisi operasional variabel yang digunakan dalam penelitian ini : 1. Dividen perusahaan Dividen merupakan bagian laba yang dibagikan kepada pemegang saham yang terdiri dari dividen saham preferen dan dividen saham biasa. Dividen yang dimaksud adalah dividden yang dibagikan kepada pemegang saham sebesar nilai yang dibagikan sesuai dengan laporan arus kas (pendanaan) setiap tutup buku pada akhir tahun 31 Desember 2006-2010. 2. Laba bersih Laba bersih merupakan laba tahun berjalan dari operasi yang dilanjutkan, sebelum extraordinary items dan discounted operations. 3. Total arus kas Total arus kas merupakan jumlah dari arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas pendanaan, dan arus kas dari aktivitas investasi. 4. Harga saham Yang dimaksud dengan harga saham adalah perubahan harga saham ratarata pada saat penutupan (closing price) pada periode lima hari sebelum dan

54

lima hari setelah tanggal penyerahan laporan keuangan kepada pengelola bursa (BEI). Informasi harga saham ini diperoleh dari pengumuan mengenai harga saham yang diterbitkan oleh pengelola bursa yang diterbitkan secara periodik harian.

3.4. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan rincian dan penjelasan sebagai berikut : 1. Nama perusahaan yang digunakan sebagai obyek penelitian ini yaitu perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 20062010. 2. Data yang digunakan adalah data laporan keangan per 31 Desember yang telah diaudit tahun 2006-2010, yang terdiri dari laporan laba rugi dan laporan arus kas. 3. Data tanggal pengumuman laporan keuangan per 31 Desember yang telah diaudit tahun 2006-2010. Dalam penelitian ini, tanggal pengumuman itu merupakan tanggal pengumuman atas laporan keuangan per 31 Desember yang telah diaudit tahun 2006-2010. 4. Data harga saham pada saat penutupan (closing price) setiap perusahaan pada lima hari sebelum dan lima hari sesudah tanggal pengumuman laporan keuangan per 31 Desember yang telah diaudit.

55

Keseluruhan data tersebut berasal dari data laporan keuangan perusahaan antara tahun 2006-2010 yang diperoleh dari www.idx.co.id dan

www.finance.yahoo.com.

3.5. Prosedur Pengumpulan Data Prosedur yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah : 1. Penelitian lapangan Penelitian lapangan dilakukan dengan mengumpulkan data-data yang diperlukan dari www.finance.yahoo.com dan situs www.idx.co.id. 2. Penelitian kepustakaan Penelitian kepustakaan dilakukan dengan mempelajari literatur dan jurnaljurnal penelitian terdahulu yang berhubungan dengan masalah tersebut sehingga diperoleh data teoritis sebagai tinjauan pustaka serta dapat membantu dalam memecahkan masalah yang sedang diteliti.

3.6. Penentuan Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua saham perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Populasi sasaran adalah perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Alasan penulis memilih saham yang berada pada indeks LQ 45 karena saham-saham tersebut merupakan saham pilihan, selain memiliki kapitalisasi pasar besar, saham-saham

56

tersebut juga merupakan saham yang paling liquid dan merupakan sorotan bagi para investor. Sampel penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu metode pengambilan sampel yang dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan (Sekaran, 1992 : 235), serta memenuhi kriteriakriteria yang telah ditentukan. Adapun kriteria-kriteria yang ditetapkan untuk pengambilan sampel ini adalah sebagai berikut : a. Perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia serta memiliki saham yang aktif diperdagangkan selama periode penelitian, yaitu tahun 2006-2010. b. Perusahaan LQ 45 yang menerbitkan laporan keuangan berturut-turut per 31 Desember tahun 2006-2010 dalam mata uang rupiah.

3.7. Teknik Analisis Untuk melihat pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat yang telah ditetapkan, maka teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Adapun analisis yang digunakan adalah uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heterokedastisiras, dan uji autokorelasi, serta pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis regresi uji F dan uji t.

57

3.7.1. Uji Asumsi Klasik Ghozali (2006) menyatakan bahwa teknik estimasi variabel dependen yang meladasi analisis regresi disebut Ordinary Least Square (pangkat kuadrat terkecil biasa) atau disingkat OLS. Regresi dengan metode OLS akan memberikan hasil yang Best, Linear, Unbiased Estimator (BLUE) jika memenuhi semua asumsi klasik. Uji asumsi klasik ini terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi, yang masing-masing akan dijelaskan sebagai berikut :

3.7.1.1. Uji Normalitas Uji normalitas data dilakukan untuk melihat apakah suatu data teerdistribusi secara normal atau tidak. Menurut Ghozali (2006), uji normalitas diperlukan untuk memastikan bahwa sebaran data yang digunakan bersifat normal. Pengujian atas sifat normalitas ini dilakukan dengan uji grafik, yaitu dengan : 1. Grafik normal plot, untuk melihat pola-pola titik di sepanjang garis residual standar yang terdapat pada SPSS. Apabila terdapat pola tertentu di sepanjang garis tersebut, maka data bersifat normal sedangkan apabila tidak terdapat pola tertentu maka data tidak bersifat normal. 2. Grafik histogram, untuk melihat pola distribusi data. Apabila data terdistribusi rata/seimbang/tidak menceng ke kiri maupun ke kanan, maka data tersebut bersifat normal.

58

3.7.1.2. Uji Multikolinieritas Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui adanya hubungan atau korelasi antar masing-masing variabel dalam penelitian ini. Multikolinearitas terjadi jika terdapat hubungan linier antara independen variabel yang tinggi, standard error koefisien regresi akan semakin besar dan mengakibatkan confidence interval untuk pendugaan parameter semakin lebar, dengan demikian terbuka kemungkinan terjadi kekeliruan menerima hipotesis yang salah dan menolak hipotesis yang benar. Uji asumsi klasik seperti multikolinearitas dapat dilakukan dengan jalan meregresikan model analisis dan melakukan uji korelasi antara independen variabel dengan menggunakan Tolerance Value / Variance Inflation Factor (VIF). Batasan yang dipergunakan untuk mengetahui bebas kolinearitas adalah : a. Jika VIF lebih dari 10 dan tolerance value kurang dari 0,1 maka terdapat korelasi yang terlalu besar diantara salah satu variabel independen dengan variabel independen yang lain (terjadi multikolearitas). b. Jika VIF kurang dari 10 dan tolerance value lebih dari 0,1 maka tidak terdapat korelasi yang terlalu besar diantara salah satu variabel independen dengan variabel independen yang lain (tidak terjadi multikolearitas).

3.7.1.3. Uji Heteroskedastisitas Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terdapat varian yang tidak sama dalam kesalahan pengganggu. Heterokedastisitas terjadi apabila tidak adanya kesamaan deviasi standar nilai

59

variabel dependen pada setiap nilai variabel independen. Apabila varian kesalahan pengganggu dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokedastisitas dan apabila berbeda disebut heterokedastisitas. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya hererokedastisitas dapat dilakukan dengan menggunakan uji Glejser, yaitu dengan meregresikan nilai variabel independen terhadap nilai absolut residualnya (Gujarati, 2003). Pada regresi linear, variabel independen tidak boleh ada pengaruh terhadap nilai absolut residualnya.

3.7.1.4. Uji Autokorelasi Menurut Lind et al (2007), uji autokorelasi dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya hubungan antar residu, karena autokorelasi seringkali terjadi ketika data dikumpulkan selama suatu periode tertentu. Terjadinya hubungan atau korelasi antara data menurut waktu dan ruang menyebabkan uji F dan uji t menjadi tidak akurat yang menyebabkan hasil analisis regresi tidak lagi efisien atau varian tidak lagi maksimum. Oleh karena itu, untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi digunakan metode Durbin-Watson (DW test). Kriteria pengujian yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Jika du < DW < (4 du), berarti tidak terjadi autokorelasi. 2. Jika DW < dl, berarti terjadi autokorelasi positif. 3. Jika DW < (4 dl), berarti terjadi autokorelasi negatif.

60

4. Jika DW < (4 dl) dan 4 du < DW < (4 dl), berarti tidak dapat diketahui terjadi autokorelasi atau tidak. du = batas atas, dl = batas bawah, DW = nilai Durbin-Watson test

3.7.2. Uji Hipotesis Untuk melakukan pengujian terhadap hipotesis penelitian ini digunakan analisis regresi linear berganda, yaitu analisis yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dia variabel atau lebih, dan menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dan variabel independen. Rumus analisis regresi linear berganda yang digunakan untuk pengujian ini adalah sebagai berikut: Pt = + 1DIVt + 2LABt + 3TAKt + et Di mana : Pt = Harga saham pada periode t = Koefisien konstanta

1 3 = Koefisien regresi variabel independen DIVt = Dividen perusahaan pada periode t

LABt = Laba bersih pada periode t TAKt = Total arus kas pada periode t et = Variabel gangguan

61

3.7.2.1. Koefisien Determinasi (R2) Pada intinya, koefisien determinasi (R2) mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi dependen (Ghozali, 2006:83). R2 digunakan untuk mengukur ketelitian dari model regresi, yaitu merupakan prosentase kontribusi variabel X terhadap variabel Y. Nilai dari koefisien determinasi adalah 0 R2 1. Semakin besar nilai R2, maka semakin baik taksiran model regresi yang didapatkan, dan semakin mendekati angka 1 atau 100% maka semakin baik kedapatan variabel independen dalam menjelaskan variasi perubahan variabel dependen. 3.7.2.2. Pengujian Regresi Simultan (Uji F) Untuk membuktikan bahwa variabel DIV, LAB, dan TAK memiliki pengaruh yang signifikan secara simultan pada periode penelitian, maka akan digunakan uji F dengan cara sebagai berikut : a. Merumuskan hipotesis H0 = b1 = b2 = b3 = 0. Hal ini berarti bahwa secara simultan DIV, LAB, dan TAK tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham. H1 : b1 b2 b3. Hal ini berarti bahwa secara simultan DIV, LAB, dan TAK memiliki pengaruh terhadap harga saham. b. Menentukan level of significant sebesar 95% dengan tingkat kesalahan = 5%. c. Menentukan kriteria pengujian Jika probabilitas > 0,05 maka H0 diterima Jika probabilitas < 0,05 maka H1 diterima

62

d. e.

Melakukan perhitungan probabilitas dengan menggunakan program SPSS. Mengambil keputusan.

3.7.2.3. Pengujian Regresi Individual (Uji t) Untuk membuktikan bahwa variabel DIV, LAB, dan TAK memiliki pengaruh yang signifikan secara parsial pada periode penelitian, maka digunakan uji t dengan cara sebagai berikut : a. Merumuskan hipotesis H0 : b1 = 0 berarti DIV tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham H0 : b2 = 0 berarti LAB tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham H1 : b3 = 0 berarti TAK tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham H2 : b1 0 berarti DIV memiliki pengaruh terhadap harga saham H3 : b2 0 berarti LAB memiliki pengaruh terhadap harga saham H4 : b3 0 berarti TAK memiliki pengaruh terhadap harga saham b. Menentukan level of significant sebesar 95% dengan tingkat kesalahan = 5%. c. Menentukan kriteria pengujian Jika probabilitas > 0,05 maka H0 diterima Jika probabilitas < 0,05 maka H2, H3, H4 diterima d. e. Melakukan perhitungan probabilitas dengan menggunakan program SPSS. Mengambil keputusan.

63

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. 4.1.1.

Gambaran Umum Subyek dan Obyek Penelitian Gambaran Umum Bursa Efek Indonesia Menurut buku Effectengids yang dikeluarkan Vereneging voor den

Effectenhandel pada tahun 1939, transaksi efek telah berlangsung sejak 1880 namun dilakukan tanpa organisasi resmi sehingga catatan tentang transaksi tersebut tidak lengkap. Pada tahun 1878 terbentuk perusahaan untuk perdagangan komuitas dan sekuritas, yakni Dunlop & Koff, cikal bakal PT. Perdanas. Tahun 1892, perusahaan perkebunan Cultuur Maatschappij Goalpara di Batavia mengeluarkan prospektus penjualan 400 saham dengan harga 500 gulden per saham. Empat tahun berikutnya (1896), harian Het Centrum dari Djoejacarta juga mengeluarkan prospektus penjualan saham senilai 105 ribu gulden dengan harga perdana 100 gulden per saham. Tetapi, tidak ada keterangan apakah saham tersebut diperjualbelikan. Menurut perkiraan, yang diperjualbelikan adalah saham yang listing di bursa Amsterdam tetapi investornya berada di Batavia, Surabaya dan Semarang. Dapat dikatakan bahwa ini adalah periode permulaan sejarah pasar modal Indonesia. Atas dasar itulah maka pemerintahan kolonial waktu itu mendirikan pasar modal. Setelah mengadakan persiapan, maka akhirnya Amserdamse

Effectenbueurs mendirikan cabang yang terletak di Batavia (Jakarta) pada tanggal 14 Desember 1912, yang menjadi penyelenggara adalah Vereniging voor de

64

Effectenhandel dan langsung memulai perdagangan. Di tingkat Asia, bursa Batavia ini merupakan yang keempat tertua terbentuk setelah Bombay (1830), Hong Kong (1847), dan Tokyo (1878). Pada saat awal terdapat 13 anggota bursa yang aktif (makelar). Pada awalnya bursa ini memperjualbelikan saham dan obligasi perusahaan/perkebunan Belanda yang beroperasi di Indonesia, obligasi yang diterbitkan pemerintah (propinsi dan kotapraja), sertifikat saham perusahaanperusahaan Amerika yang diterbitkan oleh kantor administrasi di negeri Belanda serta efek perusahaan Belanda lainnya. Pada tahun 1914 bursa di Batavia sempat ditutup karena adanya Perang Dunia I, namun dibuka kembali pada tahun 1918. Perkembangan pasar modal di Batavia tersebut begitu pesat sehingga menarik masyarakat kota lainnya. Untuk menampung minat tersebut, pada tanggal 11 Januari 1925 di kota Surabaya dan 1 Agustus 1925 di Semarang resmi didirikan bursa. Keadaan yang semakin memburuk membuat Bursa Efek Surabaya dan Semarang ditutup terlebih dahulu. Kemudian pada 10 Mei 1940 disusul oleh Bursa Efek Jakarta. Selanjutnya baru pada tanggal 3 Juni 1952, Bursa Efek Jakarta dibuka kembali. Operasional bursa pada waktu itu dilakukan oleh PPUE (Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek) yang beranggotakan bank negara, bank swasta dan para pialang efek. Pada tanggal 26 September 1952 dikeluarkan Undang-undang No 15 Tahun 1952 sebagai Undang-Undang Darurat yang kemudian ditetapkan sebagai Undang-Undang Bursa. Pada Orde Baru kebijakan ekonomi tidak lagi melancarkan konfrontasi terhadap modal asing. Pemerintah lebih terbuka terhadap modal luar negeri guna

65

pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Beberapa hal yang dilakukan adalah pertama, mengeluarkan Keputusan Presiden No. 52 Tahun 1976 tentang pendirian Pasar Modal, membentuk Badan Pembina Pasar Modal, serta membentuk Badan Pelaksana Pasar Modal (BAPEPAM). Yang kedua ialah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No.25 Tahun 1976 tentang penetapan PT Danareksa sebagai BUMN pertama yang melakukan go public dengan penyertaan modal negara Republik Indonesia sebanyak Rp. 50 miliar. Yang ketiga adalah memberikan keringan perpajakan kepada perusahaan yang go public dan kepada pembeli saham atau bukti penyertaan modal. Setelah pemerintah melakukan deregulasi pada periode awal 1987, gairah di pasar modal kembali meningkat. Deregulasi yang pada intinya adalah melakukan penyederhanaan dan merangsang minat perusahaan untuk masuk ke bursa serta menyediakan kemudahan-kemudahan bagi investor. Kebijakan ini dikenal dengan tiga paket yakni Paket Kebijaksanaan Desember 1987, Paket Kebijaksanaan Oktober 1988, dan Paket Kebijaksanaan Desember 1988. Paket Kebijaksanaan Desember 1987 atau yang lebih dikenal dengan Pakdes 1987 merupakan penyederhanaan persyaratan proses emisi saham dan obligasi, dihapuskannya biaya yang sebelumnya dipungut oleh Bapepam, seperti biaya pendaftaran emisi efek. Kebijakan ini juga menghapus batasan fluktuasi harga saham di bursa efek dan memperkenalkan bursa paralel. Sebagai pilihan bagi emiten yang belum memenuhi syarat untuk memasuki bursa efek. Kemudian Paket Kebijaksanaan Oktober 1988 atau disingkat Pakto 88 ditujukan pada sektor perbankkan, namun mempunyai dampak terhadap

66

perkembangan pasar modal. Pakto 88 berisikan tentang ketentuan 3 L (Legal, Lending, Limit), dan pengenaan pajak atas bunga deposito. Yang ketiga adalah Paket Kebijaksanaan Desember 1988 atau Pakdes 88 yang pada dasarnya memberikan dorongan yang lebih jauh pada pasar modal dengan membuka peluang bagi swasta untuk menyelenggarakan bursa. Di samping ketiga paket kebijakan ini terdapat pula peraturan mengenai dibukanya izin bagi investor asing untuk membeli saham di bursa Indonesia yang dituangkan dalam Keputusan Menteri Keuangan No. 1055/KMK.013/1989. Investor asing diberikan kesempatan untuk memiliki saham sampai batas maksimum 49% di pasar perdana, maupun 49 % saham yang tercatat di bursa efek dan bursa paralel. Setelah itu disusul dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Keuangan No. 1548/KMK.013/1990 yang diubah lagi dengan Keputusan Menteri Keuangan No. 1199/KMK.010/1991. Dalam keputusan ini dijelaskan bahwa tugas Bapepam yang semula juga bertindak sebagai penyelenggara bursa, maka hanya menjadi badan regulator. Selain itu pemerintah juga membentuk lembaga baru seperti Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), reksadana, serta manajer Investasi. Keadaan setelah kebijakan deregulasi itu dikeluarkan benar-benar berbeda. Pasar modal menjadi sesuatu yang menggemparkan, karena investasi di bursa efek berkembang sangat pesat. Banyak perusahaan antri untuk dapat masuk bursa. Para investor domestik juga ramai-ramai ikut bermain di bursa saham. Selama tahun 1989 tercatat 37 perusahaan go public dan sahamnya tercatat (listed) di Bursa Efek Jakarta. Sedemikian banyaknya perusahaan yang mencari dana

67

melalui pasar modal, sehingga masyarakat luas pun berbondong-bondong untuk menjadi investor. Perkembangan ini berlanjut dengan swastanisasi bursa, yakni berdirinya PT. Bursa Efek Surabaya, serta pada tanggal 13 Juli 1992 berdiri PT. Bursa Efek Jakarta yang menggantikan peran Bapepam sebagai pelaksana bursa. Diberlakukannya UU No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal, peran BEJ sebagai salah satu Self Regulatory Organisation (SRO) Pasar Modal Indonesia semakin dikukuhkan. Bursa Efek Jakarta mempunyai target dan fungsi menyelenggarakan dan menyediakan sistem atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantara mereka. Pada tanggal 17 Februari 1992, Bursa Efek Jakarta telah menetapkan ketentuan mengenai Bursa Efek Jakarta melalui KEP 01/BEJ/1992 untuk melaksanakan tugas perdagangan efek. Pada tahun 2007, Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) bergabung dan membentuk satu perusahaan yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI), yang mulai aktif tanggal 30 November 2007. Implementasi merger dilakukan bertahap agar pelaksanaan merger tidak mengganggu operasional. Tahap pertama setelah merger efektif, perdagangan saham telah disatukan di Jakarta Automated Trading System (JATS), sedangkan untuk perdagangan produk-produk eks BES lainnya tetap dilaksanakan dengan menggunakan sistem dan aturan eks BES. Tahap kedua, pada tanggal 26 Desember 2007, mesin-mesin eks BES telah dipindahkan ke lokasi yang sama dengan JATS sehingga secara teknis operasional telah menjadi satu. Tahap selanjutnya adalah pemindahan karyawan eks BES dari gedung Bapindo ke Gedung bursa Efek Jakarta pada awal

68

Februari 2008. Dari sisi SDM, dilakukan harmonisasi antar karyawan, perancangan sistem SDM masa transisi dan pasca transisi, mencakup struktur organisasi, sistem kompensasi, penempatan, dan sebagainya. Harmonisasi SDM ini selesai pada bulan Mei 2008.

4.1.2.

Gambaran Umum Perusahaan Indeks LQ 45 adalah nilai kapitalisasi pasar dari 45 saham yang paling

likuid dan memiliki nilai kapitalisasi yang besar hal itu merupakan indikator likuidasi. Indeks LQ 45, menggunakan 45 saham yang terpilih berdasarkan Likuiditas perdagangan saham dan disesuaikan setiap enam bulan (setiap awal bulan Februari dan Agustus). Dengan demikian saham yang terdapat dalam indeks tersebut akan selalu berubah. Saham-saham yang masuk pada indeks LQ 45 merupakan saham yang telah terpilih dari beberapa kriteria pemilihan, sehingga saham-saham tersebut akan terdiri dari saham-saham yang memiliki nilai likuiditas yang tinggi. Adapun kriteria yang menjadi dasar penentuan bagi harga saham untuk dapat masuk dalam indeks LQ 45 diantaranya adalah : saham tersebut masuk dalam ranking 60 besar dari total transaksi saham di pasar reguler (rata-rata nilai transaksi selama 12 bulan terakhir), menempati rangking teratas pada Bursa Efek Jakarta berdasarkan kapitalisasi pasar (rata-rata kapitalisasi pasar selama 12 bulan terakhir), saham perusahaan tersebut harus tercatat di Bursa Efek Indonesia selama minimal 3 bulan berturut-turut, serta dilihat dari keadaan keuangan perusahaan dan prospek pertumbuhannya, frekuensi dan jumlah hari perdagangan transaksi pasar reguler.

69

Bagi sebuah perusahaan yang memiliki saham yang termasuk dalam jajaran LQ 45 merupakan suatu kehormatan, karena hal itu berarti bahwa para pelaku pasar modal telah mengakui dan percaya bahwa tingkat likuiditas dan kapitalisasi pasar perusahaan tersebut baik. Namun, perusahaan tersebut harus tetap berupaya untuk menjaga agar kondisi sahamnya tetap berada pada jajaran LQ 45 karena saham-saham tersebut akan terus dipantau dan akan diadakan review setiap enam bulan sekali, yaitu setiap bulan Februari dan Agustus, dan bagi saham perusahaan yang sudah tidak memiliki kualifikasi akan digantikan dengan saham perusahaan yang lebih memenuhi syarat untuk masuk dalam jajaran LQ 45. Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan sesuai dengan kriteria sebagai berikut : Tabel 4.1 Pemilihan Sampel Kriteria Sampel Total populasi Perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia secara berturut-turut periode 2006-2010. Perusahaan LQ 45 yang tidak menerbitkan laporan keuangan periode 2006-2010 dalam mata uang Rupiah. Perusahaan LQ 45 yang memiliki tidak memiliki nilai dividen tiap tahun Jumlah sampel Sumber : www.idx.co.id Jumlah 45 18 (2) (1) 15

70

Berdasarkan

kriteria

dalam

pemilihan

sampel

tersebut,

jumlah

perusahaan yang memenuhi kriteria sampel sebanyak 15 perusahaan yang akan dipaparkan dalam tabel 4.2 berikut : Tabel 4.2 Daftar Perusahaan Sampel No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama Perusahaan Astra Agro Lestari Tbk Aneka Tambang (Persero) Tbk Astra International Tbk Bank Central Asia Tbk Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Bank Danamon Indonesia Tbk Bank Mandiri (Persero) Tbk Indofood Sukses Makmur Tbk Indosat Tbk Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Tambang Batubara Bukit Asam Tbk Timah Tbk Telekomunikasi Indonesia Tbk Bakrie Sumatera Plantations Tbk United Tractors Tbk Kode AALI ANTM ASII BBCA BBRI BDMN BMRI INDF ISAT PGAS PTBA TINS TLKM UNSP UNTR

Sumber : www.idx.co.id Agar dapat lebih jelas mengenai obyek penelitian ini, maka berikut akan diuraikan masing-masing profil perusahaan yang menjadi sampel penelitian ini.

71

1.

Astra Agro Lestari Tbk (AALI) PT Astra Agro Lestari Tbk. adalah perusahaan dibidang pertanian,

didirikan pada tahun 1981. Bisnis utamanya adalah Crude Palm Oil (CPO). CPO didapat dengan mengolah kelapa sawit. Pada desember 1997 perusahaan melakukan listing di BEJ dan BES dengan kode AALI berada pada sektor pertanian dengan sub sektor perkebunan. Sebagian besar sahamnya (lebih dari 79%) dimiliki oleh PT Astra Internasional, sisanya dimiliki oleh publik. Pada tahun 2004 perusahaan mendivestasi semua bisnisnya yang selain CPO. Pada tahun 2008 luas lahan kelapa sawit perusahaan mencapai 500 ribu hektar, dengan kapasitas produksi CPO mencapai 990 ribu ton/tahun. 2. Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) adalah BUMN bidang pertambangan, sub sektor pertambangan logam dan mineral yang mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 5 Juli 1968. Selain itu, ANTM bergerak juga di bidang industri, perdagangan, pengangkutan dan jasa lainnya yang berkaitan dengan bahan tambang, diantaranya nikel, feronilel, emas, perak, bauksit dan pasir besi. ANTM memiliki perjanjian joint-venture dengan perusahaan internasional untuk mengembangkan proyek-proyek potensial di Indonesia. 3. Astra International Tbk (ASII) PT Astra International Tbk (ASII) adalah produsen otomotif Indonesia. Perusahaan ini terdiri dari lima divisi usaha : otomotif, jasa keuangan, alat berat dan pertambangan, agribisnis, dan teknologi informasi (TI). Perusahaan bergerak dalam bisnis otomotif terpadu dengan operasi berkisar dari penjualan otomotif dan

72

komponen, distribusi dan layanan purna jual di seluruh Indonesia, sewa mobil, penjualan mobil bekas, pembiayaan konsumen untuk produk otomotif, asuransi produk dan infrastruktur. ASII memiliki kemitraan dengan beberapa pihak otomotif, seperti Toyota, Honda, Daihatsu, Isuzu, BMW, Peugeot, Lexus dan Nissan Diesel. 4. Bank Central Asia Tbk (BBCA) Bank Central Asia Tbk didirikan pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama awal Bank Central Asia NV. PT Bank Central Asia Tbk merupakan lembaga keuangan yang berkedudukan di Indonesia. Bank menawarkan produk individu dan bisnisdan jasa. Produk individu dan jasa bank terdiri dari rekening tabungan, perbankan elektronik, kartu kredit, produk kredit konsumen, jaminan bank, produk investasi, pengiriman uang, inkaso dan fasilitas safe deposit. Pada saat terjadi krisis ekonomi tahun 1997, hal tersebut mempengaruhi aliran dana tunai di BCA, bahkan sempat mengancam kelanjutan usahanya. Banyak nasabah menjadi panik lalu beramai-ramai menarik dana mereka. Akibatnya, bank

terpaksa meminta bantuan dari pemerintah Indonesia. Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) menngambil alih BCA tahun 1998. Berkat kebijaksanaan bisnis dan pengambilan keputusan yang arif, BCA berhasil pulih kembali dalam tahun yang sama. Pada bulan Desember 1998, dana pihak ketiga telah kembali ke tingkat sebelum krisis. Pada tanggal 31 Desember 2009, bank didukung oleh 875 kantor cabang di luar negeri yang berlokasi di Hongkong dan Singapura. 5. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

73

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang usaha perbankan. Perusahaan ini telah berdiri lebih dari satu abad yang lalu, yaitu sejak tahun 1895. Pada awalnya, Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Rafen Ana Wirjaatmadja dengan nama Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren atau Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi yang berkebangsaan Indonesia (pribumi) pada tanggal 16 Desember 1895. Sejak tanggal 1 Agustus 1992, berdasarkan Undang-undang perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992, status BRI berubah menjadi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) yang kepemilikannya masih 100% di tangan pemerintah. Pada tanggal 3 Oktober 2003, status BRI resmi berubah sebagai Perusahaan Perseroan Terbatas Terbuka, sehingga kini berubah menjadi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dimana sebagian besar kepemilikan masih di tangan pemerintah Indonesia. 6. Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) PT Bank Danamon Indonesia Tbk merupakan lembaga keuangan yang berkedudukan di Indonesia. Bank Danamon Indonesia didirikan pada

tahun 1956 dengan nama PT Bank Kopra Indonesia. Pada tahun 1976 nama bank ini berubah menjadi Bank Danamon Indonesia. Bank ini menjadi bank pertama yang memelopori pertukaran mata uang asing di tahun 1976 dan tercatat sahamnya di bursa sejak tahun 1989.Produk dan layanan bank termasuk perbankan konsumen, kartu kredit, usaha kecil hingga menengah (UKM) dan komersial, pembiayaan perdagangan, produk treasury, manajemen kas,

74

perencanaan keuangan dan e-Banking. Pada tahun 1997, sebagai akibat dari krisis finansial di Asia, Bank Danamon mengalami kesulitan likuiditas dan akhirnya oleh pemerintah ditaruh di bawah pengawasan BPPN atauBadan Penyehatan Perbankan Nasional (dalam bahasa Inggris lebih dikenal dengan nama IBRA) sebagai Bank yang diambil alih (BTO - Bank Take Over). Pada tahun 2000, Bank Danamon kembali melebarkan sayapnya dengan menjadi bank utama dalam penggabungan 8 Bank BTO lainnya. Pada tahun 2003, Bank Danamon diambil alih mayoritas kepemilikan sahamnya oleh konsorsium Asia Finance Indonesia --di bawah kendali Temasek. Pada tanggal 31 Desember 2009, Bank memiliki 82 kantor cabang dalam negeri, 1405 kantor cabang pembantu domestik dan cabang DSP, 11 Syariah cabang dan satu cabang di luar negeri. 7. Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk merupakan lembaga keuangan yang berkedudukan di Indonesia. Bank ini berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank milik Pemerintah yaitu, Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), digabungkan ke dalam Bank Mandiri. Unit bisnis bank adalah perbankan konsumen, usaha kecil dan mikro, perbankan komersial, perbankan korporasi dan treasury dan jasa perbankan internasional. Pada tanggal 31 Desember 2009, Bank didukung oleh 12 kantor regional, kantor hub 62, 115 kantor masyarakat, 856 kantor cabang, 62 kantor kas, empat kantor internasional dan satu kantor perwakilan.

75

8.

Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Perseroan berkedudukan di Jakarta dan didirikan dengan nama PT

Panganjaya Intikusuma berdasarkan Akta Pendirian No.228 tanggal 14 Agustus 1990 yang diubah dengan Akta No.249 tanggal 15 November 1990 dan yang diubah kembali dengan Akta No.171 tanggal 20 Juni 1991, semuanya dibuat dihadapan Benny Kristanto, SH., Notaris di Jakarta dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.C2-2915.HT.01.01 Th.91 tanggal 12 Juli 1991, serta telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dibawah No.579, 580 dan 581 tanggal 5 Agustus 1991, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.12 tanggal 11 Februari 1992, Tambahan No.611. Perseroan mengubah namanya yang semula PT Panganjaya Intikusuma menjadi PT Indofood Sukses Makmur, berdasarkan keputusan Rapat Umum Luar Biasa Para Pemegang Saham yang dituangkan dakam Akta Risalah Rapat No.51 tanggal 5 Februari 1994 yang dibuat oleh Benny Kristianto, SH., Notaris di Jakarta. Perseroan adalah produsen mi instan yang meliputi pembuatan mi dan pembuatan bumbu mi instan serta pengolahan gandum menjadi tepung terigu. Fasilitas produksi untuk produk mi instan terdiri dari 14 pabrik yang tersebar di pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi, sedangkan untuk bumbu mi instan terdiri dari 3 pabrik di pulau Jawa dan untuk pengolahan gandum terdiri dari 2 pabrik di Jakarta dan Surabaya yang didukung oleh 1 pabrik kemasan karung tepung di Citereup. 9. Indosat Tbk (ISAT)

76

PT Indosat Tbk., sebelumnya bernama PT Indonesian Satellite Corporation Tbk., adalah sebuah perusahaan penyelenggara

jalur telekomunikasi di Indonesia. Indosat merupakan perusahaan telekomunikasi dan multimedia terbesar kedua di Indonesia untuk jasa seluler

(Mentari, Matrix, IM3, StarOne). Indosat didirikan pada tahun 1967 sebagai Perusahaan Modal Asing, dan memulakan operasinya pada tahun 1969. Pada tahun 1980 Indosat menjadi Badan Usaha Milik Negara yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Hingga sekarang, Indosat menyediakan layanan telekomunikasi internasional seperti SLI dan layanan transmisi televisi antar bangsa. Pada tahun 1994 Indosat memperdagangkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta, Bursa Efek Surabaya, dan New York Stock Exchange. 10. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) adalah sebuah BUMN yang bergerak di bidang transmisi dan distribusi gas bumi. Semula pengusahaan gas di Indonesia adalah perusahaan gas swasta Belanda yang bernama I.J.N. Eindhoven & Co berdiri pada tahun 1859 yang memperkenalkan penggunaan gas kota diIndonesia yang terbuat dari batu bara. Pada tahun 1958 perusahaan tersebut dinasionalisasi dan diubah menjadi PN Gas yang selanjutnya pada tanggal 13 Mei 1965 berubah menjadi Perusahaan Gas Negara. Tanggal inilah yang kemudian diperingati sebagai hari jadi PGN pada tiap tahunnya. Perusahaan ini mulai menyalurkan gas alam menggantikan gas buatan dari batu bara danminyak yang tidak ekonomis pada tahun 1974. Penyaluran gas alam untuk pertama kali dilakukan di Cirebon tahun 1974, kemudian disusul berturut-turut di

77

wilayah Jakarta tahun

1979, Bogor tahun

1980, Medantahun

1985, Surabaya tahun 1994, dan Palembang tahun 1996. pada tahun 1984 statusnya berubah menjadi Perum dan pada tahun 1994 statusnya ditingkatkan lagi menjadi Persero dengan penambahan ruang lingkup usaha yang lebih luas yaitu selain di bidang distribusi gas bumi juga di bidang yang lebih ke sektor hulu yaitu di bidang transmisi, dimana PGN berfungsi sebagai transporter. PGN kemudian memasuki babak baru menjadi perusahaan terbuka ditandai dengan tercatatnya saham PGN pada tanggal 15 Desember 2003 di Bursa Efek Indonesia. 11. Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) PT. Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) didirikan pada tahun 1981 dan berbasis di Tanjung Enim, Indonesia. Bersama-sama dengan anak perusahaan, perusahaan ini melakukan kegiatan pertambangan batubara di Indonesia dan internasional. Kegiatan pertambangan batubara yang dilakukan oleh perusahaan ini meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pemurnian, transportasi, dan aktivitas perdagangan. Perusahaan juga mengelola fasilitas pelabuhan batubara, mengoperasikan pembangkit listrik tenaga uap, dan menyediakan jasa konsultasi dalam bidang industri pertambangan batubara dan produksi. Selain itu, menghasilkan briket batubara sebagai bahan bakar alternatif untuk rumah, dan industri kecil dan menengah. 12. Timah Tbk (TINS) PT Timah (Persero) Tbk adalah perusahaan milik negara (BUMN) yang bergerak dibidang pertambangan timah. Sekitar 35% dari kepemilikannya dimiliki oleh publik yang menjadikan perseroan ini go public. Sebagai perusahaan

78

penambangan timah terbesar di Indonesia dan juga sekaligus eksportir timah terbesar dunia, PT Timah (Persero) Tbk menguasai hak penambangan timah seluas 522.460 hektar dengan 114 kuasa pertambangan (KP) baik di darat (Onshore) maupun di laut (Offshore) dengan wilayah operasi yang meliputi provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Kepulauan Riau yang dikenal sebagai Indonesian Tin Belt. Timah (Persero) Tbk pun melakukan reorganisasi dengan membentuk lima anak perusahaan, yang secara praktis menempatkan PT Timah (Persero) Tbk sebagai perusahaan induk (holding company) dan memperluas cakupan usahanya di bidang pertambangan, industri, teknik, dan perdagangan. Selain itu, PT Timah (Persero) Tbk bertindak sebagai lembaga perumusan dan pengendalian korporat, menentukan strategi pemasaran, membuat anggaran dan pengadaan modal, mengelola keuangan korporat dan anak perusahaan, merumuskan nilai, norma, dan sikap dasar korporat, menentukan pengembangan usaha, baik akuisisi maupun aliansi oleh anak perusahaan. 13. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) PT Telekomunikasi Indonesia (PT TELKOM) merupakan perusahaan penyelenggara bisnis T.I.M.E. (Telecommunication, Information, Media and Edutainment) yang terbesar di Indonesia. PT TELKOM didirikan pada tanggal 23 Oktober 1856, tepat pada saat dioperasikannya layanan telekomunikasi pertama dalam bentuk pengiriman telegraf dari Batavia (Jakarta) ke Buitenzorg (Bogor). Selama itu pula PT TELKOM telah mengalami berbagai transformasi. Transformasi terakhir sekaligus yang disebut dengan NEW TELKOM Indonesia adalah transformasi dalam bisnis, transformasi infrastruktur, transformasi sistem

79

dan model operasi dan transformasi sumber daya manusia. Transformasi tersebut resmi diluncurkan kepada pihak eksternal bersamaan dengan New Corporate Identity TELKOM pada hari ulang tahun TELKOM ke 153 pada tanggal 23 Oktober 2009. Selain itu, TELKOM juga memiliki tagline baru, yaitu The World in Your Hand.

14.

Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) Sejarah perusahaan ini dimulai tahun 1911 dimana NV Hollandsch

Amerikaanse Plantage Maatschappij yg merupakan perusahaan penghasil karet mulai berdiri. Tahun 1896, Bakrie Group mendapatkan keseluruhan kepemilikan dari Uniroyal Sumatra Plantations, yang dimiliki oleh Uniroyal Inc., USA dan berganti nama menjadi United Sumatra Plantations Tbk. Pada tahun 1990, perusahaan kembali berganti nama menjadi PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk. Mulai tahun 1990 pula perusahaan mulai memperluas bisnisnya dengan mendirikan PT Bakrie Pasaman Plantations di Pasaman, Sumatera Barat. Tahun 1992, perusahaan jjuga mulai mengubah sebagian produksi karet di Kisaran menjadi produksi minyak kelapa. 15. United Tractors Tbk (UNTR) PT United Tractors Tbk (UNTR) didirikan pada tanggal 13 Oktober 1972 sebagai perusahaan distributor eksklusif dari peralatan berat Komatsu di Indonesia. Pada tanggal 19 September 1989, perusahaan ini menjadi publik yang listed dalam Jakarta dan Surabaya Stock Exchange sebagai PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan PT Astra International Tbk sebagai shareholder mayoritas.

80

Sebagai perusahaan distributor peralatan berat terbesar di negara, perusahaan ini bermain aktif dalam kontrak pertambangan dan berusaha masuk dalam bisnis tambang batubara. Tiga bisnis yang dilakukan antara lain konstruksi mesin, kontrak pertambangan, dan pertambangan.

4.2.

Deskripsi Hasil Penelitian Berikut ini akan disajikan gambaran masing-masing variabel penelitian,

yaitu harga saham, dividen, laba bersih, dan total arus kas. Tabel 4.3 Deskripsi Data Harga Saham Tahun Minimum (Rp) Maksimum (Rp) 13.304,55 32.377,27 12.436,36 37.381,82 52.468,18 Mean (Rp) 7.069,09 11.216,67 4.429,58 9.765,88 11.650,58 St. Dev (Rp) 3.971,83 10.098,64 3.658,49 9.988,36 13.626,55

2006 1.070,91 2007 1.802,27 2008 318,18 2009 501,82 2010 385,91 Sumber : Lampiran, diolah

Berdasarkan Tabel 4.3 tersebut secara umum dapat diketahui bahwa selama periode 2006-2010 harga saham pada saat 5 hari sebelum publikasi hingga 5 hari setelah publikasi pada perusahaan LQ 45 paling tinggi terjadi pada tahun 2010, yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata yang paling tinggi sebesar Rp 11.650,58, sedangkan nilai harga saham terendah terjadi di tahun 2008 dengan nilai rata-rata sebesar Rp 4.429,58. Pada tahun 2006, nilai terendah harga saham adalah Rp 1.070,91, sedangkan nilai tertinggi mencapai Rp 13.304,55 dengan nilai rata-rata sebesar Rp 7.069,09 dan standar deviasi sebesar Rp 3.971,83. Pada tahun 2007, nilai terendah harga saham adalah Rp 1.802,27, sedangkan nilai

81

tertinggi mencapai Rp 32.377,27 dengan nilai rata-rata sebesar Rp 11.216,67 dan standar deviasi sebesar Rp 10.098,64. Pada tahun 2008, nilai terendah harga saham adalah Rp 318,18, sedangkan nilai tertinggi mencapai Rp 12.436,36 dengan nilai rata-rata sebesar Rp 4.429,58 dan standar deviasi sebesar Rp 3.658,49. Pada tahun 2009, nilai terendah harga saham adalah Rp 501,82, sedangkan nilai tertinggi mencapai Rp 37.381,82 dengan nilai rata-rata sebesar Rp 9.765,88 dan standar deviasi sebesar Rp 9.988,36. Pada tahun 2010, nilai terendah harga saham adalah Rp 385,91, sedangkan nilai tertinggi mencapai Rp 52.468,18 dengan nilai rata-rata sebesar Rp 11.650,58 dan standar deviasi sebesar Rp 13.626,55. Tabel 4.4 Deskripsi Data Dividen (dalam juta Rupiah) Tahun Minimum (Rp) 2006 5.389 2007 34.965 2008 64.395 2009 34.037 2010 50.292 Sumber : Lampiran, diolah Maksimum (Rp) 4.400.090 5.082.050 8.034.515 5.840.708 5.263.000 Mean (Rp) 797.496,19 1.076.981,50 1.803.851,31 1.470.173,00 1.741.225,69 St. Dev (Rp) 1.160.457,88 1.290.739,23 2.018.434,16 1.523.153,86 1.695.913,73

Berdasarkan Tabel 4.4 tersebut, secara umum dapat diketahui bahwa selama periode tahun 2006-2010 dividen pada perusahaan LQ 45 paling tinggi terjadi pada tahun 2008 yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata (dalam juta) sebesar Rp 1.803.851,31, sedangkan dividen terendah terjadi pada tahun 2006 dengan nilai rata-rata (dalam juta) sebesar Rp 797.496,19. Pada tahun 2006, yang merupakan tahun rata-rata pembagian dividen terendah, nilai dividen yang terendah adalah Rp 5.389 sedangkan nilai tertinggi mencapai Rp 4.400.090 dan memiliki nilai standar deviasi sebesar Rp 1.160.457,88. Pada tahun 2007,

82

sebagian besar perusahaan mengalami kenaikan pada nilai dividennya, dengan nilai terendah sebesar Rp 34.965 dan nilai tertinggi mencapai Rp 5.082.050 dengan nilai rata-rata Rp 1.076.981,50 dan standar deviasi sebesar Rp 1.290.739,23. Pada tahun 2008, yang merupakan tahun tertinggi dalam rata-rata pembagian dividen, memiliki nilai dividen terendah sebesar Rp 64.395 dan nilai tertingginya sebesar Rp 8.034.515 serta standar deviasi sebesar Rp 2.018.434,16. Pada tahun 2009, nilai dividen terendah sebesar Rp 34.037 dan nilai tertinggi mencapai Rp 5.840.708 dengan nilai rata-rata Rp 1.470.173,00 dan standar deviasi sebesar Rp 1.523.153,86. Dan di tahun 2010 nilai dividen terendah adalah Rp 50.292 dan nilai tertinggi mencapai Rp 5.263.000 dengan rata-rata sebesar Rp 1.741.225,69 dan standar deviasi Rp 1.695.913.73.

Tabel 4.5 Deskripsi Data Laba Bersih (dalam juta Rupiah) Tahun Minimum (Rp) 2006 172.897 2007 206.575 2008 173.569 2009 252.783 2010 647.174 Sumber : Lampiran, diolah Maksimum (Rp) 11.005.577 12.857.018 10.619.470 11.332.140 14.366.000 Mean (Rp) 2.191.594,38 3.194.622,06 3.239.387,25 3.959.849,63 4.945.837,06 St. Dev (Rp) 2.763.242,88 3.212.114,01 3.199.091,77 3.640.810,33 4.585.611,05

Berdasarkan Tabel 4.5 di atas, secara umum dapat diketahui bahwa selama periode tahun 2006-2010 laba bersih pada perusahaan LQ 45 paling tinggi terjadi pada tahun 2010 yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata (dalam juta) sebesar Rp 4.945.837,06, sedangkan laba bersih terendah terjadi pada tahun 2006 dengan nilai rata-rata (dalam juta) sebesar Rp 2.191.594,38. Pada tahun 2006, nilai terendah dari laba bersih adalah Rp 172.897 dan nilai tertinggi mencapai Rp

83

11.005.577 dengan nilai rata-rata Rp 2.191.594,38 dan standar deviasi Rp 2.763.242,88. Pada tahun 2007, nilai terendah berada pada Rp 206.575 dan nilai tertinggi Rp 12.857.018 dengan rata-rata sebesar Rp 3.194.622.06 dan standar deviasi sebesar Rp 3.212.114,01. Pada tahun 2008, terjadi penurunan laba sehingga nilai terendah adalah Rp 173.569 dan nilai tertinggi mencapai Rp 10.619.470 dengan rata-rata Rp3.239.387,25 dan standar deviasi Rp 3.199.091,77. Pada tahun 2009 laba kembali naik dengan nilai terendah sebesar Rp 252.783 dan nilai tertinggi sebesar Rp 11.332.140 dengan rata-rata Rp 3.959.849,63 dan standar deviasi sebesar Rp 3.640.810,33. Pada tahun 2010, yang merupakan tahun tertinggi dalam perolehan laba, tercatat nilai terendah laba sebesar Rp 647,174 dan nilai tertinggi mencapai Rp 14.366.000 dengan nilai rata-rata Rp 4.945.837,06 dan standar deviasi Rp 4.585.611,05.

Tabel 4.6 Deskripsi Data Total Arus Kas (dalam juta Rupiah) Tahun Minimum (Rp) 2006 -3.017.482 2007 187.280 2008 -16.895.991 2009 -2.894.847 2010 -5.310.046 Sumber : Lampiran, diolah Maksimum (Rp) 5.537.612 19.349.910 4.807.854 9.997.675 40.881.135 Mean (Rp) 863.909,56 3.243.693,69 -1.310.319,25 1.228.967,25 5.448.409,44 St. Dev (Rp) 2.327.212,77 5.046.496,96 5.034.684,58 3.057.504,85 13.772.209,20

Berdasarkan Tabel 4.5 di atas, secara umum dapat diketahui bahwa selama periode tahun 2006-2010 total arus kas pada perusahaan LQ 45 paling tinggi terjadi pada tahun 2010 yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata (dalam juta) sebesar Rp 5.448.409,44, sedangkan total arus kas terendah terjadi pada tahun 2008 dengan nilai rata-rata (dalam juta) sebesar Rp -1.310.319,25. Pada tahun

84

2006, nilai total arus kas terendah adalah Rp -3.017.482 dan nilai tertinggi mencapai Rp 5.537.612 dengan nilai rata-rata Rp 863.909,56 dan standar deviasi Rp 2.327.212,77. Pada tahun 2008, nilai total arus kas terendah adalah Rp 187.280 dan nilai tertinggi Rp 19.349.910 dengan nilai rata-rata Rp 3.243.693,69 dan standar deviasi Rp 5.046.496,96. Pada tahun 2007, nilai total arus kas terendah adalah Rp -16.895.991 dan nilai tertinggi mencapai Rp 4.807.854 dengan nilai rata-rata negatif sebesar Rp -1.310.319,25 dan standar deviasi Rp 5.034.684,58. Pada tahun 2009, nilai total arus kas terendah adalah Rp -2.894.847 dan nilai tertinggi mencapai Rp 9.997.675 dengan rata-rata Rp 1.228.967,25 dan standar deviasi Rp 3.057.504,85. Dan pada tahun 2010, yang merupakan tahun tertinggi dalam total arus kas, memiliki nilai terendah sebesar Rp -5.310.046 dan nilai tertinggi mencapai Rp 40.881.135 dengan nilai rata-rata sebesar Rp 5.448.409,44 dan standar deviasi Rp 13.772.209,20.

4.3.

Analisis Regresi Linear Berganda Untuk mengetahui pengaruh dividen, laba bersih, dan total arus kas

terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2006-2010, maka digunakan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 16.0. Berikut ini adalah hasil dari analisis regresi linear berganda hasil dari perhitungan: 4.3.1. Uji Asumsi Klasik Dalam analisis regresi linear berganda terdapat beberapa asumsi yang terlebih dahulu harus dipenuhi, yang dikenal dengan uji asumsi klasik, yang

85

terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. 4.3.1.1. Normalitas Untuk menguji apakah residual dalam model empiris mempunyai

distribusi yang normal atau tidak maka dapat digunakan analisa grafik. Metode yang lebih handal digunakan adalah dengan melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif data sesungguhnya dengan distribusi kumulatif dari distribusi normal. Jika distribusi data adalah normal maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya. Ini dapat dilihat pada gambar 1 sebagai berikut : Gambar 4.1 Normal Probability Plot

86

Dengan melihat tampilan grafik histogram maupun grafik normal probability plot dapat disimpulkan bahwa grafik histogram memberikan pola distribusi yang mendekati normal..Ini menunjukkan bahwa model regresi layak dipakai karena memenuhi asumsi normalitas.

4.3.1.2.

Multikolinieritas Sebagaimana disebutkan sebelumnya untuk melihat ada tidaknya

multikolinieritas pada variabel-variabel bebas yang digunakan dilakukan dengan melihat nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF), seperti yang tampak dalam tabel berikut ini :

Tabel 4.7 Nilai Tolerance dan VIF Variabel Bebas Dividen Laba Bersih Total Arus Kas Sumber : Lampiran, diolah Tolerance 0.194 0.179 0.726 VIF 5.148 5.602 1.378

Hasil perhitungan nilai tolerance menunjukkan bahwa variabel deviden, laba bersih dan total arus kas memiliki nilai tolerance lebih besar dari 0,1 yang berarti tidak ada multikolinieritas. Hasil perhitungan nilai variance inflation factor (VIF) juga menunjukkan hal yang sama, semua variabel memiliki VIF kurang dari 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinieritas antar variabel bebas dalam model regresi. 4.3.1.3. Heteroskedastisitas

87

Uji ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas dalam hasil regresi . Untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dengan residualnya (SRESID). Hasil dari grafik scatterplot adalah seperti dibawah ini : Gambar 4.2

Dari grafik scatterplot di atas terlihat titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. 4.3.1.4. Autokorelasi

88

Untuk menguji asumsi bahwa tidak ada autokorelasi dalam persamaan regresi di atas maka dapat digunakan pengujian Durbin Watson. Nilai Durbin Watson (DW) sebesar 2,261 dibandingkan dengan nilai tabel dengan menggunakan = 5% dengan n = 75 dan jumlah variabel bebas 3 maka di tabel Durbin Watson akan diperoleh hasil batas bawah (du) = 1,71 dan batas atas (dl) = 1,56. Karena DW terletak antara du dan (4-dl) yaitu 1,71 < 2,261 < 2,44 maka koefisien autokorelasi sama dengan nol. Ini berarti tidak ada autokorelasi. Tabel 4.8 Nilai Durbin-Watson Model 1 Sumber : Lampiran, diolah 4.3.2. Analisis Model Untuk menentukan kelayakan suatu model regresi dapat digunakan pengujian goodness of fit, karena variabel yang digunakan dalam penelitian ini lebih dari dua variabel, maka kelayakan tersebut dapat dilihat dari nilai Adjusted R Square yang diperoleh dari hasil pengolahan data yang ditampilkan pada Tabel 4.9 berikut ini: Tabel 4.9 Pengujian Goodness of Fit
Model Summary Adjusted R Square .122
b

Durbin-Watson 2,261

Model 1

R .396
a

R Square .157

Std. Error of the Estimate 8707.328643

Durbin-Watson 2.261

a. Predictors: (Constant), aruskas, deviden, lababersih

89

Model Summary Adjusted R Square

Model 1

R .396
a

R Square .157

Std. Error of the Estimate 8707.328643

Durbin-Watson 2.261

.122

b. Dependent Variable: hargasaham

Berdasarkan Tabel 5.9 tersebut dapat diketahui bahwa nilai Adjusted R Square adalah sebesar 0,122. Hal ini berarti bahwa sebesar 12,2% variabel hargasaham (Harga saham closing price) dapat dijelaskan oleh Dividen, Laba Bersih, dan Total Arus Kas, sedangkan sisanya sebesar 87,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan oleh model penelitian ini. Regresi linear berganda antara dividen, laba bersih, dan total arus kas terhadap harga saham menghasilkan nilai koefisien regresi, nilai koefisien determinasi dan korelasi, serta uji F dan uji t sebagai berikut : Variabel Konstanta Dividen (DIV) Laba Bersih (LAB) Total Arus Kas (TAK) R R Square F Sig. F Sumber : Lampiran, diolah Koefisien 5849.360 -0.002 0.002 0.000 0.396 0.157 4.415 0.007 t -1.701 2.911 -2.182 .093 .005 .032 Sig. t

Berdasarkan tabel di atas, maka dapat dibentuk persamaan regresi linier sebagai berikut : P = 5.849,360 - 0,002 DIV + 0,002 LAB + 0,000 TAK

90

4.3.3. 4.3.3.1.

Pengujian Hipotesis Uji F Untuk menguji apakah parameter koefisien Adjusted R Square signifikan

atau tidak, maka dilakukan pengujian dengan bantuan alat uji statistik metode Fisher (Uji F) dengan tingkat keyakinan (confident level) sebesar 95%. Kriteria pengujian yang digunakan adalah apabila Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak; dan apabila Fhitung Ftabel maka Ho dapat diterima. Atas hal tersebut, pengujian terhadap variabel-variabel terdapat dalam Tabel 4,10 berikut ini:

Tabel 4.10 Uji F


ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 1.004E9 5.383E9 6.387E9 df 3 71 74
b

Mean Square 3.347E8 7.582E7

F 4.415

Sig. .007
a

a. Predictors: (Constant), aruskas, deviden, lababersih b. Dependent Variable: hargasaham

Berdasarkan nilai statistik pada Tabel 4.10 hasil regresi dapat dilihat bahwa Nilai F hitung = 4,415 lebih besar dari nilai F tabel = 2,76 artinya Ho ditolak dan Hi diterima. Dengan demikian dapat diartikan bahwa secara simultan

91

ketiga variabel bebas, yaitu deviden (DIV); laba bersih (LAB) dan total arus kas (TAK) berpengaruh terhadap harga saham (Y) 4.3.3.2. Uji t

4.3.3.2.1. Dividen Koefisien regresi variabel deviden (DIV) diketahui sebesar -0,002. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut adalah negatif artinya apabila deviden meningkat 1 satuan maka harga saham akan turun sebesar 0,002 satuan, dengan asumsi variabel LAB dan TAK tetap. Nilai t hitung untuk variabel motivasi sebesar -1,701 dan nilai sig. sebesar 0,093 lebih besar dari 0,05 berarti tidak ada pengaruh deviden terhadap harga saham. Nilai t hitung = -1,701 lebih besar dari t tabel = -2,000 . Dengan kata lain Ha ditolak dan Ho diterima, artinya tidak ada pengaruh secara parsial deviden terhadap harga saham. 4.3.3.2.2. Laba Bersih Koefisien regresi variabel laba bersih (LAB) diketahui sebesar 0,002 . Hal ini menunjukan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut adalah positif atau searah artinya apabila laba bersih naik 1 satuan, maka harga saham akan naik sebesar 0,002 satuan, dengan asumsi variabel DIV dan TAK tetap. Nilai t hitung untuk variabel laba bersih sebesar 2,911 dan besarnya sig. adalah 0,005. Berarti ada pengaruh laba bersih terhadap harga saham sebab t hitung = 2,911 lebih besar dari t tabel = 2,000. Dengan kata lain Ho ditolak dan Ha diterima, jadi ada pengaruh secara parsial laba bersih terhadap harga saham. 4.3.3.2.3. Total Arus Kas

92

Koefisien regresi variabel total arus kas (TAK) diketahui sebesar 0,000. Hal ini menunjukan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut adalah netral artinya apabila tidak ada pengaruh arus kas terhadap harga saham, dengan asumsi variabel DIV dan LAB tetap. Nilai t hitung untuk variabel lingkungan tempat kerja sebesar -2,182 dan besarnya sig. adalah 0,032 berarti ada pengaruh arus kas terhadap harga saham sebab t hitung = -2,182 lebih kecil dan t tabelnya = 2,000 . Dengan kata lain Ho ditolak dan Hi diterima, berarti ada pengaruh secara nyata arus kas terhadap harga saham. 4.4. Pembahasan Berdasarkan deskripsi hasil penelian, dapat diketahui bahwa dari tahun 2006-2010 harga saham pada perusahaan LQ 45 mengalami fluktuasi yang cukup signifikan, yang dapat dilihat dari nilai maksimum dan minimum dari tahun ke tahun yang mengalami kenaikan dan penurunan yang cukup tajam, serta memiliki nilai rata-rata yang juga berfluktuasi dengan kenaikan dan penurunan yang cukup tajam. Berbeda dengan harga saham, nilai dividen yang ada di perusahaan LQ 45 dari tahun 2006-2010 tidak mengalami fluktuasi nilai yang terlalu signifikan. Kenaikan maupun penurunan yang terjadi dari tahun ke tahun tidak terlalu tajam, kecuali di tahun 2006 ke 2007 mengalami kenaikan yang cukup tajam, yaitu dari 5.389 menjadi 34.965. Hal ini berarti pada tahun 2007 tingkat dividen yang dibagikan oleh perusahaan kepada pihak investor mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya. Demikian pula dengan jumlah laba bersih yang ada pada perusahaan LQ 45, pada tahun 2006-2010 mengalami

93

kenaikan maupun penurunan yang cukup stabil. Hal tersebut dapat dilihat dari selisih yang ada pada nilai minimum maupun maksimum yang tidak terlalu mengalami perbedaan yang begitu besar. Hal tersebut menggambarkan bahwa keadaan perusahaan selama tahun tersebut cukup stabil sehingga apabila investor hendak menginvestasikan modalnya pada perusahaan maka pihak perusahaan akan dapat memberikan informasi laba yang baik kepada pihak investor. Sedangkan pada data arus kas pada perusahaan LQ 45 tahun 2006-2010 terjadi fluktuasi yang begitu besar pada arus kas, terutama pada tahun 2006, dimana pada tahun tersebut terjadi arus kas yang paling minimum, yaitu sebesar Rp 16.894.847. Hal tersebut menunjukkan bahwa arus kas perusahaan pada tahun tersebut memiliki arus kas yang tidak cukup baik pada tahun tersebut. Untuk menguji apakah variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini normal dan sesuai dengan kriteria yang diharapkan atau tidak maka digunakan uji asumsi klasik, yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas, dan uji autokorelasi. Menurut uji normalitas, dapat disimpulkan bahwa baik variabel bebas maupun variabel terikat memiliki distribusi yang normal. Hal tersebut dapat dilihat dari grafik histogram pada Gambar 1. Berdasarkan grafik tersebut dapat dilihat bahwa variabel-variabel tersebut memiliki pola distribusi yang mendekati normal, sehingga model regresi yang digunakan dalam penelitian ini layak untuk digunakan. Pada uji multikolinearitas, pada Tabel 4.7 dapat dilihat bahwa nilai variabel dividen, laba bersih, dan total arus kas memiliki nilai tolerance lebih besar dari 0,1, dan semua variabel memiliki nilai Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari 10, yang

94

berarti bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebas tersebut. Pada uji heterokedastisitas, diketahui bahwa tidak ada hubungan antara variabel pengganggu dengan variabel bebasnya, sehingga bebas dari heterokedastisitas atau disebut homokedastisitas. Sedangkan pada uji autokorelasi yang digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi antara ketiga variabel tersebut dengan menggunakan uji Durbin Watson (DW), dapat diketahui bahwa nilai DW terletak antara du dan (4-dl) yaitu 1,71 < 2,261 < 2,44 maka koefisien autokorelasi sama dengan nol. Hal ini berarti bahwa tidak ada autokorelasi antara ketiga variabel tersebut. Berdasarkan pada analisis model dan pengujian hipotesis, dapat diketahui bahwa dividen, laba bersih, dan total arus kas menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,007 lebih kecil dari (0,05) yang berarti bahwa dividen, laba bersih, dan total arus kas secara simultan memiliki pengaruh terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 20062010. Berdasarkan hasil uji statistik, dapat diperoleh persamaan regresi linier berganda untuk periode 2006 sampai dengan 2010 sebagai berikut : P = 5.849,360 - 0,002 DIV + 0,002 LAB + 0,000 TAK Berdasarkan persamaan tersebut diketahui bahwa nilai dividen memiliki nilai yang negatif. Hal tersebut berarti bahwa harga saham akan meningkat apabila tingkat dividen semakin menurun, yang berarti bahwa nilai dividen tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45 tahun 2006-2010. Nilai laba bersih memiliki nilai positif, yang berarti bahwa

95

setiap kenaikan Rp 100,00 pada tingkat laba bersih dapat meningkatkan harga saham sebesar Rp 2,00. Dengan demikian, nilai pangsa pasar akan semakin meningkat dengan nilai laba yang juga semakin meningkat, dan dengan semakin besarnya nilai laba tersebut juga dapat menunjukkan bahwa kondisi perusahaan tersebut mapan sehingga dapat membayarkan dividen kepada para investor yang menanamkan sahamnya pada perusahaan tersebut. Sedangkan nilai total arus kas memiliki nilai nol terhadap harga saham. Hal ini berarti bahwa nilai total arus kas tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham atau memiliki nilai yang netral terhadap harga saham. Berdasarkan uji t, secara parsial dividen memiliki nilai signifikansi sebesar 0,093 yang lebih besar dari nilai yaitu 0,05. Dengan demikian berarti bahwa dividen tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap harga saham. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Michaely (1991) dalam Siaputra, 2006 yang memberikan petunjuk eksplisit bahwa pembagian dividen akan berdampak terhadap pendanaan perusahaan, karena perusahaan mengeluarkan dana kas besar untuk pemegang saham. Pada uji parsial pada laba bersih menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,005 yang lebih kecil dari nilai yaitu 0,05 yang berarti bahwa laba bersih memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Hal ini mengindikasikan bahwa informasi dari laba bersih dapat mendorong investor untuk menanamkan sahamnya pada perusahaan LQ 45, karena laba bersih dapat menggambarkan posisi keuntungan maupun kerugian pada perusahaan yang akan menentukan kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Laba bersih juga menunjukkan tingkat kinerja manajemen

96

dalam mengelola sumberdaya, di mana semakin besar laba yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut berarti kinerja perusahaan tersebut juga semakin bagus sehingga dapat meningkatkan kepercayaan para investor terhadap investasi yang ditanamkan pada perusahaan tersebut. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Triyono dan Hartono (2000), Fery dan Wati (2004), dan Indra dan Syam (2004) yang menyatakan bahwa laba bersih mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap harga saham. Sedangkan total arus kas memiliki nilai signifikansi sebesar 0,032 yang lebih kecil dari nilai yaitu 0,05 yang berarti bahwa secara parsial nilai total arus kas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Anggono dan Baridwan (2004) yang mengungkapkan bahwa semakin tinggi arus kas operasi terhadap laba bersih berarti semakin tinggi kualitas laba tersebut dan sebaliknya perusahaan dengan laba bersih yang tinggi namun arus kasnya rendah, dicurigai menggunakan pengakuan laba atau pengeluaran akrual. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Triyono dan Hartono (2004) yang menyatakan bahwa arus kas dari segi aktivitas investasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa masih banyak faktor-faktor lain yang lebih dominan yang dapat mempengaruhi harga saham, mengingat kecilnya koefisien determinasi (R square) dividen , laba bersih, dan total arus kas terhadap harga saham perusahaan LQ 45 yang hanya sebesar 15,7%, sedangkan sisanya sebesar 84,3% dipengaruhi oleh variabel lainnya seperti kekuatan dari

97

penawaran dan permintaan saham yang mengakibatkan berfluktuasinya harga saham di pasar modal, yang berkaitan dengan perilaku investor di pasar modal. Adanya persepsi yang berbeda-beda dari masing-masing investor sesuai dengan informasi yang dimiliki yang akan mempengaruhi keuntungan yang akan diterima di masa yang akan datang. Kondisi ekonomi, politik, ukuran perusahaan, tingkat inflasi, tingkat suku bunga dan kebijakan pemerintah adalah variabel-variabel yang dapat mempengaruhi harga saham di pasar modal. Melihat banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham, maka sudah seharusnya investor malakukan analisis terhadap harga saham secara cermat dan menyeluruh dari berbagai faktor sebelum memutuskan melakukan investasi saham.

98

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

5.1.

Simpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab

sebelumnya, maka dapat ditarik simpulan yang terkait dengan penelitian ini, yaitu: 1. Berdasarkan uji F yang dilakukan terhadap variabel-variabel dalam penelitian ini menghasilkan nilai F hitung sebesar 4,415, yang lebih besar dari nilai F tabel sebesar 2,76 berarti bahwa variabel dividen, laba bersih, dan total arus kas secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2006-2010. 2. Secara parsial, dividen tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2006-2010. Hal ini disebabkan karena ada beberapa perusahaan yang memberikan dividen kecil. 3. Secara parsial, laba bersih memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2006-2010. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ferry dan Wati (2004). 4. Secara parsial, total arus kas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2006-2010. Hal ini sejalan dengan penelitian

99

yang dilakukan oleh Vicky Oktavia (2008) yang menyatakan bahwa total arus kas memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap harga saham.

5.2.

Saran Adapun saran yang dapat diberikan untuk dapat lebih menyempurnakan

penelitian ini yaitu : 1. Bagi perusahaan Aktivitas penjualan saham merupakan sumber dana, oleh karena itu pihak perusahaan harus dapat meningkatkan jumlah penjualan harga sahamnya dengan lebih memperhatikan pada peningkatan laba bersih dan nilai total arus kas karena hal ini yang akan lebih menarik minat investor dalam menanamkan modalnya pada perusahaan, karena adanya jaminan bahwa pihak investor akan mempetoleh keuntungan dari penanaman sahamnya pada perusahaan tersebut apabila laba bersih yang dimiliki oleh perusahaan tersebut tinggi dan juga perusahaan tersebut memiliki arus kas yang baik. 2. Bagi investor Calon investor harus dapat melihat kondisi pasar yang sedang terjadi dan mempertimbangkan hal-hal yang dapat memberikan keuntungan baginya sebelum memutuskan untuk menanamkan sahamnya pada perusahaan. 3. Bagi peneliti lain

100

Disarankan untuk menggunakan variasi variabel lain yang mungkin berpengaruh terhadap harga saham, karena perubahan-perubahan yang terjadi pada harga saham sangat kecil, yaitu hanya sebesar 12,2% yang disebabkan oleh dividen, laba bersih, dan total arus kas, sedangkan sisanya sebesar 87,8% disebabkan oleh faktor lain.

101

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Ikhsan. 2009. Pengaruh Pembagian Dividen Kas dan Arus Kas Bersih terhadap Harga Saham di Perusahaan Manufaktur Jenis Consumer Goods yang Terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia Tahun 2004-2007. Tesis. Medan: Universitas Sumatera Utara. Anshori, Muslich dan Sri Iswati, 2006. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Surabaya: Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga. Arifin, Zainal. 2004. Teori Keuangan & Pasar Modal. Yogyakarta: penerbit EKONISIA. Baridwan, Zaki. 2004. Intermediate Accounting Edisi 8. Yogyakarta: BPFE. Bodie, Kane dan Marcus. 2006. Investment Investasi. Jakarta: Penerbit Salemba Empat. Erlina. 2008. Pengaruh Set Kesempatan Investasi Terhadap Nilai Perusahaan: Peran Kebijakan Perusahaan dan Kepimilikan Manajerial. Medan: Penerbit USU. Ferry dan Erni Eka Wati. 2004. Pengaruh Informasi Laba, Aliran Kas, dan Komponen Aliran Kas Terhadap Harga Saham pada Perusahaan manufaktur di Indonesia. Simposium Nasional Akuntansi Indonesia VII. Hal : 1122-1133. Gujarati, Damodar N. 2003. Basic Econometrics. Singapore: Mc. Graw Hill. Gunawan dan Bandi. 2000. Analisis Kandungan Informasi Laporan Arus Kas. Simposium Nasional Akuntansi III, 697:718. Harahap, Sofyan Syafri. 2004. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan Cetakan Keempat. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Ikatan Akuntansi Indonesia. 2009. Standard Akuntansi Keuangan per 1 Juli 2009. Jakarta: Salemba Empat. Indra dan Fazly Syam B.Z. 2004. Hubungan Laba Akuntansi, Nilai Buku dan Total Arus Kas dengan Market Value. Simposium Nasional Akuntansi VII. Denpasar. Ismaya, Sujana. 2005. Kamus Akuntansi. Bandung: Penerbit Pustaka Grafika.

102

Lind, D.A., W.G. Marchal, and S.A. Wathen. 2007. Teknik-Teknik Statistika dalam Bisnis dan Ekonomi Menggunakan Kelompok Data Global Edisi Tiga Belas. Jakarta: Salemba Empat. Michaely, R., dan Vila, J.L. 1995. Investors Heterogeneity, Prices, and Volume Around the Ex-Dividend Day. Journal of Financial and Quantitive Analysis, Volume 30, No.2, June 1995. Oktavia, Vicky. 2008. Analisis Pengaruh Total Arus Kas, Komponen Arus Kas dan Laba Akuntansi Terhadap Harga Saham di Bursa Efek Jakarta. Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro Semarang. Panji Anoraga,S.E,MM dan Piji Pakarti,S.E. 2001. Pengantar Pasar Modal. Rineka Cipta. Sawir, Agnes. 2005. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Siamat, Dahlan. 2001. Manajemen Lembaga Keuangan Edisi Ketiga. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Siaputra, Lani dan Adwin Surja Atmadja. 2006. Pengaruh Pengumuman Dividen Terhadap Perubahan Harga Saham Sebelum dan Sesudah Ex-Dividend Date di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol.8 No.1, Mei 2006:71-77. Sundjaja, Ridwan S., Barlian, Inge. 2003. Manajemen Keuangan satu (edisi kelima). Jakarta: Literata Lintas Media. Tambunan, Andy P. & muljana Megawati. 2008. Seminar : stock valuation dan alternative investment. Surabaya. Triyono dan Jogiyanto Hartono. 2000. Hubungan Kandungan Informasi Arus Kas, dan Laba Akuntansi dengan Harga atau Return Saham. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Vol 3. No.1. Jakarta: 54:68. Widodo, Wahyu. 2003. Pengaruh Informasi Arus Kas terhadap Harga Saham Perusahaan LQ 45 di Bursa Efek Jakarta. Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro. www.idx.co.id http://yunipa.blogspot.com/2009/02/5-catatan-atas-laporan-keuangan_17.html http://id.wikipedia.org/wiki/Catatan_atas_laporan_keuangan

103

http://blog.re.or.id/tujuan-laporan-keuangan.htm http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/laporan-keuangan-pengertian-dandasar.html http://id.wikipedia.org/wiki/Laporan_laba/rugi http://narwan.blogspot.com/2009/11/pengertian-neraca.html http://html-pdf-converter.com/pdf/pengertian-arus-kas.html http://coki002.wordpress.com/pengertian-pasar-modal/ http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/06/pasar-modal-definisi-pelaku-jenisdan.html http://coki002.wordpress.com/pengertian-saham-dan-jenis-jenis-saham/ http://pasarmodal.blog.gunadarma.ac.id/2010/06/02/pengertian-saham/

104

Lampiran 1 Tanggal Publikasi Laporan Keuangan No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama Perusahaan ASTRA AGRO LESTARI TBK. ANEKA TAMBANG (PERSERO) TBK. ASTRA INTERNATIONAL TBK. BANK CENTRAL ASIA TBK. BANK RAKYAT INDONESIA TBK. BANK DANAMON INDONESIA TBK. BANK MANDIRI (PERSERO) TBK. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK. INDOSAT TBK. PERUSAHAAN GAS NEGARA (PERSERO) TBK. TAMBANG BATUBATA BUKIT ASAM TBK. TIMAH TBK TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK. BAKRIE SUMATERA PLANTATION TBK. UNITED TRACTORS Kode AALI ANTM ASII BBCA BBRI BDMN BMRI INDF ISAT PGAS PTBA TINS TLKM UNSP UNTR 2006 28 Februari 2007 26 Februari 2007 28 Maret 2007 21 Maret 2007 30 Maret 2007 09 Februari 2007 20 April 2007 24 Mei 2007 23 Maret 2007 30 Maret 2007 30 Maret 2007 29 Maret 2007 25 Mei 2007 16 Maret 2007 01 Mei 2007 2007 2008 2009 2010 28 Februari 2008 16 Maret 2009 09 Maret 2010 28 April 2011 10 Maret 2008 25 Maret 2009 01 April 2010 28 April 2011 29 Februari 2008 02 Maret 2009 03 Maret 2010 24 Februari 2011 14 Maret 2008 31 Maret 2009 25 Maret 2010 31 Maret 2011 27 Maret 2008 31 Maret 2009 28 Maret 2011 11 Mei 2011 15 Februari 2008 20 Maret 2009 28 Maret 2011 21 Februari 2011 04 Maret 2008 31 Maret 2009 28 Maret 2011 04 April 2011 04 April 2008 30 Maret 2009 28 Maret 2011 28 April 2011 31 Maret 2008 27 Februari 2009 28 Maret 2011 28 Maret 2011 27 Maret 2008 30 April 2009 31 Maret 2010 01 April 2011 10 Maret 2008 16 Maret 2009 09 Maret 2010 28 April 2011 02 April 2008 20 April 2009 01 April 2010 28 April 2011 23 Mei 2008 11 Mei 2009 09 April 2010 31 Maret 2011 24 Maret 2008 01 April 2009 01 April 2010 28 April 2011 28 Februari 2008 27 Februari 2009 25 Februari 2010 24 Februari 2011

105

Lampiran 2 Data Dividen Perusahaan Tahun 2006-2010 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 NAMA PERUSAHAAN ASTRA AGRO LESTARI TBK. ANEKA TAMBANG (PERSERO) TBK. ASTRA INTERNATIONAL TBK. BANK CENTRAL ASIA TBK. BANK RAKYAT INDONESIA TBK. BANK DANAMON INDONESIA TBK. BANK MANDIRI (PERSERO) TBK. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK. INDOSAT TBK. PERUSAHAAN GAS NEGARA (PERSERO) TBK. TAMBANG BATUBATA BUKIT ASAM TBK. TIMAH TBK TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK. BAKRIE SUMATERA PLANTATION TBK. UNITED TRACTORS KODE AALI ANTM ASII BBCA BBRI BDMN BMRI INDF ISAT PGAS PTBA TINS TLKM UNSP UNTR DIVIDEN (dlm Juta Rupiah) 2007 2008 2009 661.393 1.535.376 590.529 621.110 2.052.984 547.255 1.821.760 3.174.000 3.481.000 2.087.941 2.402.407 2.558.351 2.128.786 2.419.000 2.649.365 662.666 1.058.457 765.012 1.452.843 3.911.601 1.859.488 264.386 366.730 412.680 705.053 1.021.037 939.254 946.352 786.282 1.000.000 242.835 380.104 1.007.494 104.074 892.296 671.179 5.082.050 8.034.515 5.840.708 34.965 64.395 34.037 413.483 760.429 1.164.407 MEAN 896.030 749.866 3.144.691 1.996.157 2.259.304 850.871 1.925.211 380.604 844.684 1.388.899 619.961 365.963 5.699.849 40.934 882.098 FLUKTUASI DIVIDEN 2007-2008 2008-2009 2009-2010 132% -62% 75% 231% -73% -56% 74% 10% 51% 15% 6% 7% 14% 10% -17% 60% -28% 0% 169% -52% 13% 39% 13% 98% 45% -8% -20% -17% 27% 274% 57% 165% 23% 757% -25% -77% 58% -27% -12% 84% -47% 48% 84% 53% 40%

2006 661.393 286.258 1.983.694 190.996 1.904.293 1.001.922 301.685 42.642 808.956 474.107 233.530 5.389 4.400.090 20.979 441.999

2010 1.031.458 241.722 5.263.000 2.741.090 2.195.078 766.300 2.100.437 816.580 749.122 3.737.755 1.235.841 156.876 5.141.880 50.292 1.630.170

2006-2007 0% 117% -8% 993% 12% -34% 382% 520% -13% 100% 4% 1831% 15% 67% -6%

106

Lampiran 3 Data Laba Bersih Perusahaan Tahun 2006-2010 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 NAMA PERUSAHAAN ASTRA AGRO LESTARI TBK. ANEKA TAMBANG (PERSERO) TBK. ASTRA INTERNATIONAL TBK. BANK CENTRAL ASIA TBK. BANK RAKYAT INDONESIA TBK. BANK DANAMON INDONESIA TBK. BANK MANDIRI (PERSERO) TBK. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK. INDOSAT TBK. PERUSAHAAN GAS NEGARA (PERSERO) TBK. TAMBANG BATUBATA BUKIT ASAM TBK. TIMAH TBK TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK. BAKRIE SUMATERA PLANTATION TBK. UNITED TRACTORS KODE AALI ANTM ASII BBCA BBRI BDMN BMRI INDF ISAT PGAS PTBA TINS TLKM UNSP UNTR LABA/RUGI (dlm juta Rupiah) 2007 2008 2009 2010 1.973.428 2.641.019 1.660.649 2.016.780 5.132.460 1.368.139 604.307 1.683.399 6.519.273 9.191.000 10.040.000 14.366.000 4.489.252 5.776.139 6.807.242 8.479.273 4.838.001 5.958.368 7.308.292 11.472.385 2.116.915 1.530.022 1.532.533 2.883.468 4.346.224 5.312.821 7.155.464 9.218.298 980.357 1.034.389 2.075.861 2.952.858 2.042.043 1.878.522 1.498.245 647.174 1.572.564 633.859 6.229.043 6.239.361 760.207 1.707.771 2.727.734 2.008.891 1.784.592 1.342.358 313.751 947.936 12.857.018 10.619.470 11.332.140 11.536.999 206.575 173.569 252.783 805.630 1.493.037 2.660.742 3.817.541 3.872.931 MEAN 1.815.839 2.068.216 8.765.674 5.958.920 6.766.924 1.877.654 5.690.770 1.540.935 1.495.215 3.313.506 1.538.055 918.957 11.470.241 322.291 2.554.925 FLUKTUASI LABA BERSIH 2006-2007 2007-2008 2008-2009 2009-2010 151% 34% -37% 21% 231% -73% -56% 179% 76% 41% 9% 43% 6% 29% 18% 25% 14% 23% 23% 57% 60% -28% 0% 88% 80% 22% 35% 29% 48% 6% 101% 42% 45% -8% -20% -57% -17% -60% 883% 0% 57% 125% 60% -26% 766% -25% -77% 202% 17% -17% 7% 2% 19% -16% 46% 219% 60% 78% 43% 1%

2006 787.318 1.552.777 3.712.097 4.242.692 4.257.572 1.325.332 2.421.045 661.210 1.410.093 1.892.705 485.670 206.147 11.005.577 172.897 930.372

107

Lampiran 4 Data Total Arus Kas Perusahaan Tahun 2006-2010 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 NAMA PERUSAHAAN ASTRA AGRO LESTARI TBK. ANEKA TAMBANG (PERSERO) TBK. ASTRA INTERNATIONAL TBK. BANK CENTRAL ASIA TBK. BANK RAKYAT INDONESIA TBK. BANK DANAMON INDONESIA TBK. BANK MANDIRI (PERSERO) TBK. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK. INDOSAT TBK. PERUSAHAAN GAS NEGARA (PERSERO) TBK. TAMBANG BATUBATA BUKIT ASAM TBK. TIMAH TBK TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK. BAKRIE SUMATERA PLANTATION TBK. UNITED TRACTORS KODE AALI ANTM ASII BBCA BBRI BDMN BMRI INDF ISAT PGAS PTBA TINS TLKM UNSP UNTR ARUS KAS (dlm juta Rupiah) FLUKTUASI ARUS KAS MEAN 2007 2008 2009 2010 2006-2007 2007-2008 2008-2009 2009-2010 815.296 (230.655) 25.287 472.259 195.442 677% -72% -89% 1768% 3.459.567 (1.583.445) (261.248) 1.617.433 758.077 520% -146% -84% 519% 1.396.493 2.152.000 570.000 (1.653.000) 672.319 56% 54% -74% -390% 4.513.090 (397.755) 3.944.253 (5.310.046) 1.619.950 -16% -109% 892% -235% 19.349.910 (16.895.991) 9.997.675 37.214.851 11.040.811 249% -187% -41% 272% 457.772 4.807.854 (1.798.771) 3.096.515 1.309.037 2417% 950% -137% 72% 9.379.152 (6.234.929) 3.175.880 40.881.135 9.952.340 266% -166% -49% 1187% 2.262.720 (289.855) 203.554 5.964.523 1.773.712 211% -113% -30% 2830% 5.220.493 (2.315.140) (2.894.847) (761.484) (532.197) 173% -144% -225% -74% 524.116 2.021.915 3.831.304 4.729.010 1.617.773 -83% 286% 89% 23% 929.146 800.261 1.661.442 345.685 759.951 1370% -14% 108% -79% 1.505.666 (1.320.709) 84.084 348.254 96.501 1017% -188% -94% 314% 1.631.371 (3.577.866) 1.234.031 1.420.881 711.935 -43% -319% -66% 15% 265.020 (58.105) 56.440 101.923 89.538 222% -122% -3% 81% 187.280 2.155.304 (167.617) (1.295.398) 251.718 -51% 1051% -108% 673%

2006 (104.978) 558.079 896.104 5.350.209 5.537.612 (18.187) 2.560.461 727.617 (1.910.009) (3.017.482) 63.220 (134.791) 2.851.260 82.412 379.020

108

Lampiran 5 Data Harga Saham Perusahaan Tahun 2006-2010 Tahun 2006 No Emiten 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 AALI ANTM ASII BBCA BBRI BDMN BMRI INDF ISAT PGAS PTBA TINS TLKM UNSP UNTR Harga Saham t-1 t t+1 12900 12550 12600 9050 9050 9250 13050 12650 13300 5000 5050 5200 5050 5050 5200 5750 5500 5600 2925 3150 3275 1690 1690 1690 6000 6150 6450 9450 9350 9350 3475 3450 3475 12400 11600 11850 9700 9600 9650 1040 1040 1050 7900 7750 7750 Mean 12786,36 9100 13304,55 5113,636 5177,273 5822,727 3095,455 1701,818 6095,455 9627,273 3440,909 12377,27 9590,909 1070,909 7731,818

t-5 13350 8650 13300 5250 4900 5900 3000 1650 5850 9250 3275 12200 9600 1060 7800

t-4 13550 8850 13550 5100 5000 5800 3025 1680 5800 9300 3300 12150 9500 1060 7800

t-3 13400 9300 13200 5050 5000 5800 2975 1680 5800 9250 3350 12800 9400 1050 7700

t-2 13250 9250 13150 5000 5000 5900 3025 1690 5800 9250 3375 12900 9700 1040 7850

t+2 12600 9100 13200 5150 5400 5700 3175 1780 6400 9700 3475 12100 9500 1110 7700

t+3 12050 9300 13200 5150 5550 6000 3175 1740 6250 10450 3575 12450 9550 1120 7650

t+4 12100 9450 13800 5150 5300 6000 3175 1700 6300 10250 3550 12950 9550 1100 7600

t+5 12300 8850 13950 5150 5500 6100 3150 1730 6250 10300 3550 12750 9750 1110 7550

Tahun 2007 No Emiten 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 AALI ANTM ASII BBCA BBRI BDMN BMRI INDF ISAT PGAS PTBA TINS TLKM UNSP UNTR Harga Saham t-1 t t+1 32350 31950 31600 4100 3925 3875 28250 27850 27150 3400 3275 2975 6500 6350 6350 7150 7200 7250 3200 3125 3150 2050 2100 2150 7150 7100 7000 13200 14200 14150 11650 10850 10700 29200 28150 27100 8650 8600 8300 1640 1660 1810 13300 13500 13250 Mean 32377,27 3854,545 27095,45 3279,545 5954,545 7059,091 3186,364 2204,545 6950 13690,91 10863,64 28386,36 8354,545 1802,273 13190,91

t-5 31850 4100 27900 3550 5600 7000 3275 2375 6800 13500 11450 28450 8600 2050 13600

t-4 32400 3975 27950 3475 5450 6800 3250 2325 6950 13450 11150 30000 8600 1925 13550

t-3 34000 4050 28150 3400 5350 6750 3325 2300 6900 13150 11150 29850 8600 1760 13550

t-2 33250 4050 27950 3525 6050 6950 3275 2275 6950 13300 11700 28950 8550 1730 13500

t+2 32100 3875 26200 2975 6300 7250 3175 2150 6900 14150 11000 27500 8050 1810 13000

t+3 32250 3600 26150 3200 5950 7150 3000 2100 6850 14100 10250 28200 7900 1810 12700

t+4 32150 3525 26000 3150 5950 7150 3125 2150 6950 14000 10100 27850 7950 1850 12450

t+5 32250 3325 24500 3150 5650 7000 3150 2275 6900 13400 9500 27000 8100 1780 12700

109

Tahun 2008 No Emiten 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 AALI ANTM ASII BBCA BBRI BDMN BMRI INDF ISAT PGAS PTBA TINS TLKM UNSP UNTR Harga Saham Mean t-5 t-4 t-3 t-2 t-1 t t+1 t+2 t+3 t+4 t+5 11850 12250 12550 12500 12900 12350 12200 12500 12450 12350 12900 12436,364 1060 1070 1120 1140 1150 1120 1130 1100 1090 1100 1150 1111,8182 10950 10950 11350 11350 11300 10850 10800 11000 11150 11250 11300 11113,636 3050 3125 3150 3175 3075 3100 3175 3275 3175 3225 3200 3156,8182 4525 4625 4375 4475 4150 4200 4525 4875 4950 5150 5100 4631,8182 2500 2475 2450 2475 2550 2625 2925 3025 3000 3225 3025 2752,2727 2150 2175 2100 2150 2050 2175 2250 2400 2375 2325 2250 2218,1818 920 970 990 960 960 940 940 920 960 930 970 950,90909 4350 4475 4350 4350 4275 4200 4200 4225 4275 4275 4300 4297,7273 2375 2325 2250 2300 2350 2600 2500 2575 2600 2775 2675 2484,0909 7000 7050 7100 6950 6900 6750 6700 6650 6550 6650 6900 6836,3636 1220 1260 1320 1380 1380 1470 1440 1380 1330 1320 1290 1344,5455 7950 7700 7850 7750 7600 7400 7500 7250 7100 7050 7200 7486,3636 320 315 325 310 310 315 325 320 320 320 320 318,18182 5250 5550 5350 5400 5350 5350 5100 5000 5350 5300 5350 5304,5455

Tahun 2009 No Emiten 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 AALI ANTM ASII BBCA BBRI BDMN BMRI INDF ISAT PGAS PTBA TINS TLKM UNSP UNTR Harga Saham t-1 t t+1 24400 25350 24950 2400 2400 2375 36200 36150 36050 5700 5750 5750 5350 5350 5350 6300 6450 6450 6300 6200 6400 5200 5250 5200 5250 5150 5250 4175 4250 4275 15950 16000 16100 2375 2350 2325 8100 8100 8050 495 495 490 17150 17150 17150 Mean 24422,727 2331,8182 37381,818 5568,1818 5422,7273 6500 6368,1818 5204,5455 5240,9091 4231,8182 15859,091 2345,4545 8090,9091 501,81818 17018,182

t-5 23850 2150 36900 5450 5100 6550 6000 4950 5150 4275 15650 2200 8150 495 16900

t-4 24050 2175 36800 5450 5200 6600 6000 5000 5150 4325 15750 2275 8350 500 17050

t-3 23900 2325 36250 5450 5200 6600 6000 5100 5250 4325 15500 2350 8200 495 16950

t-2 23700 2350 36850 5600 5300 6550 6150 5150 5200 4225 15600 2400 8050 500 17300

t+2 24400 2400 36800 5600 5400 6550 6500 5350 5250 4275 16050 2350 8050 510 17000

t+3 24650 2350 39000 5550 5750 6550 6800 5400 5300 4225 16000 2350 7950 520 16900

t+4 24400 2300 40250 5500 5850 6450 6850 5350 5400 4150 15800 2300 8000 510 16800

t+5 25000 2425 39950 5450 5800 6450 6850 5300 5300 4050 16050 2525 8000 510 16850

110

Tahun 2010 No Emiten 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 AALI ANTM ASII BBCA BBRI BDMN BMRI INDF ISAT PGAS PTBA TINS TLKM UNSP UNTR Harga Saham t-1 t t+1 23000 23150 23150 2300 2300 2275 51900 51400 51550 6850 6950 7100 6150 6300 6200 6650 6350 6200 6850 6850 6650 5600 5600 5550 5250 5150 5250 3900 3875 3850 22400 22400 22300 2875 2875 2875 7200 7350 7300 390 385 390 22900 22900 23050 Mean 23309,09 2270,455 52468,18 6959,091 6268,182 6331,818 6709,091 5586,364 5240,909 3861,364 22259,09 2840,909 7195,455 385,9091 23072,73

t-5 22950 2300 51000 6850 6400 6150 6200 5600 5150 3800 22200 2850 7150 365 22900

t-4 22950 2275 53000 6900 6300 6150 6400 5600 5150 3800 22200 2850 7150 365 23100

t-3 22850 2300 52050 6950 6200 6350 6500 5600 5250 3800 22150 2825 7100 360 23450

t-2 22950 2250 51650 6950 6100 6450 6800 5650 5200 3850 22200 2825 7000 380 23150

t+2 24000 2275 52050 7000 6250 6250 6800 5600 5250 3800 22350 2850 7300 395 23200

t+3 23950 2250 54000 7000 6150 6400 6800 5500 5300 3850 22200 2800 7250 395 23000

t+4 23800 2225 54000 6950 6350 6300 7000 5550 5400 3925 22350 2825 7250 405 22950

t+5 23650 2225 54550 7050 6550 6400 6950 5600 5300 4025 22100 2800 7100 415 23200

111

Lampiran 6 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda

Regression

Variables Entered/Removed

Variables Model Entered

Variables Removed Method

aruskas, deviden, lababersih


a

. Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: hargasaham

Model Summary

Adjusted R Model R
a

Std. Error of the Estimate Durbin-Watson

R Square

Square

.396

.157

.122

8707.328643

2.261

a. Predictors: (Constant), aruskas, deviden, lababersih b. Dependent Variable: hargasaham

112

ANOVA

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

Sig.
a

Regression

1.004E9

3.347E8

4.415

.007

Residual

5.383E9

71

7.582E7

Total

6.387E9

74

a. Predictors: (Constant), aruskas, deviden, lababersih b. Dependent Variable: hargasaham

Coefficients

Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Collinearity Statistics

Toleranc Model B Std. Error Beta t Sig. e VIF

(Constan t)

5849.360

1460.536

4.005

.000

deviden

-.002

.001

-.421

-1.701

.093

.194

5.148

lababersi h

.002

.001

.751

2.911

.005

.179

5.602

aruskas

.000

.000

-.279

-2.182

.032

.726

1.378

a. Dependent Variable: hargasaham

113

Collinearity Diagnostics

Variance Proportions Dimensi Model on Eigenvalue Condition Index (Constant) deviden lababersih aruskas

2.707

1.000

.05

.01

.01

.02

.875

1.759

.01

.01

.00

.69

.370

2.705

.91

.05

.02

.00

.048

7.501

.03

.93

.97

.29

a. Dependent Variable: hargasaham

Residuals Statistics

Minimum

Maximum

Mean

Std. Deviation

Predicted Value Residual

3.23173E3 1.281714E4

2.14749E4 8.82636E3

3683.663136

75

3.099331E4

.000000

8529.002681

75

Std. Predicted Value Std. Residual

-1.519 -1.472

3.434 3.559

.000 .000

1.000 .980

75 75

a. Dependent Variable: hargasaham

114

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

hargasaham

deviden

lababersih

aruskas

N Normal Parameters
a

75 Mean Std. Deviation

75

75

75

8826.35628 1.46282E6 1.584689E 6 .214 .214 -.179 1.854 .002

3.73987E6 2.02113E6 7.371552E 6 .238 .238 -.204 2.059 .000

9.290493E3

3.575139E6

Most Extreme Differences

Absolute Positive Negative

.227 .227 -.180 1.965 .001

.208 .208 -.159 1.805 .003

Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal.

Correlations

hargasaham

deviden

lababersih
**

aruskas

hargasaham

Pearson Correlation

.223

.305

-.077

Sig. (2-tailed)

.055

.008

.510

N deviden Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

75 .223 .055 75

75 1

75 .868
**

75 .031 .791 75

.000 75 75

115

lababersih

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

.305

**

.868

**

.286

.008 75 -.077 .510 75

.000 75 .031 .791 75 75 .286


*

.013 75 1

aruskas

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

.013 75 75

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

116

Charts

117

118

119