Anda di halaman 1dari 7

1|Jalan Ketiga dan Para Kritikusnya

Banyak orang melihat bahwa demokrasi sosial itu sendiri sebagai jalan ketiga, yang berbeda dari liberalisme pasar Amerika di satu sisi, dan komunisme Soviet di sisi yang lain. Istilah itu secara umum kemudian menghilang untuk sesaat, sebelum akhirnya bangkit kembali dalam perbincangan politik selama beberapa tahun yang lalu. Sebenarnya, popularitas konsep jalan ketiga bermula dari masuknya konsep itu dalam konteks yang belum pernah muncul sebelumnya Amerika Serikat dan Inggris. Dengan dipinjam sebagian dari Demokrat Baru, dan sebagian dari alur evolusi politiknya sendiri, Partai Buruh Inggris mengikuti ide serupa. Di bawah kepemimpinan Tony Blair, partai itu memutuskan hubungannya dengan progresifisme klasik, pasal 4 konstitusi Partai Buruh. Blair mulai menyebut Buruh Baru (New Labour) sebagai partai yang sedang mengembangkan jalan ketiga, yang pada akhirnya menjadikan namanya sebagai judul dari selebaran dengan judul yang sama. Selama setengah abad yang lalu, bukti menunjukkan bahwa ada dua bentuk politik yang mendominasi pemikiran dan pengambilan-kebijakan di sebagian besar negara Barat : model demokrasi sosial yang sangat statis dan sayap-kanan, filosofi pasar-bebas (neoliberalisme). Inggris mengalami keduanya secara murni, dan karena itulah mengapa jalan ketiga di sana memiliki relevansi khusus. Beberapa reformasi neoliberal merupakan tindakan niscaya dari modernisasi. Namun orang-orang neoliberal mengabaikan persoalan-persoalan sosial yang ditimbulkan oleh pasar yang tidak terkendali yang memunculkan ancaman serius bagi kohesi sosial. Ketika Buruh Baru pertama kali masuk dalam pemerintahan, timbul perhatian serius dari partai-partai demokratik sosial di Eropa Kontinental. Namun, sejak saat itu, tanggapan terhadap

2|Jalan Ketiga dan Para Kritikusnya

pernyataan bahwa Partai Buruh sedang mengembangkan politik kiri tengah dalam bentuk baru, sengat beragam. Beberapa pemimpin demokrasi sosial Kontinental yang meneliti apa yang ditawarkan, menemukannya sangat lemah. Yang lainnya lebih bersikap reseptif. Bulan april 1999, pada saat konflik Kosovo mencapai puncaknya, diselenggarakan dialog publik tentang politik jalan ketiga di Washington, pertemuan ini diikuti oleh Bill Clinton, Tony Blair, Gerhard Schroder, Wim Kok, yang pada saat itu menjadi perdana menteri Belanda dan Massimo DAlema, perdana mentri Italia. Reaksi reaksi Kritis Disebabkan oleh landasan-landasannya yang sangat khas seperti di atas, dan dalam membentuk kebijakan pemerintah di US, UK dan lainnya, hampir-hampir tidak mengejutkan jika jalan ketiga memicu munculnya beragam tanggapan kritis. Tentu saja, kebanyakan tanggapan itu berasal dari liingkaran komperatif. Sebagian besar kritikus sayap kanan melihat jalan ketiga sebagai campuran dari ide-ide dan kebijakan-kebijakan yang telah akrab, atau sama sekali tidak memiliki muatan yang jelas. Kritikus-Kritikus Anglo-Saxon Jeff Faux, yang menulis tentang orang-orang demokrat dalam konteks masyarakat Amerika, adalah salah seorang yang berkeyakinan bahwa jalan ketiga adalah suatu substansi yang secara intelektual tidak berbentuk; ia demikian luas sehingga lebih menyerupai suatu tempat parker politik dari pada sebagai jalan besar untuk menuju ke berbagai tempat secara khusus. Selanjutnya dia menyebutkan bahwa istilah itu telah diterapkan kepada setiap pemimpin politik ternama yang bisa dibayangkan bukan hanya Bill Clinton dan Tony Blair, tetapi juga

3|Jalan Ketiga dan Para Kritikusnya

Chretein dari Kanada, Prodi dari Italia, Jospin dari Prancis, Salinas dan Zedillo dari Meksiko, Schoder dari Jerman, Cardoso dari Brazil, Menem dari Argentina, bahkan Boris Yeltsin. Gagasan yang mengarahkan kebijakan-kebijakan Buruh Baru, menurut Hall, adalah gagasan tentang individu yang sendirian, terlepas dari negara dalam menghadapi resiko kehidupannya sendirian seperti orang-orang urban yang kurus yang bertahan hidup dalam lingkungannya, yang menghantui jalan-jalan kita. Jaminan sosial dari negara kesejahteraan pada mulanya dimaksudkan untuk memberi asuransi kepada warga negara untuk mengikat yang kaya dan miskin secara sama dalam masyarakat. Pengurangan belanja publik menodai penerima kesejahteraan, dan menghasilkan sistem dua level, di mana mereka yang lebih kaya membeli persediaan privat mereka untuk kebutuhan mereka sendiri. Para Kritis: Sebuah Ringkasan Karena para komentator yang disebutkan diatas berasal dari posisi yang berbeda-beda, maka ada beragam kritik yang mereka kemukakan. Namun observasi-observasi kritis bisa di kelompokan menjadi rangkaian kategori yang terbatas. Mereka menyatakan bahwa jalan ketiga adalah: 1. Sebuah proyek politis yang tidak jelas, sulit dipikirkan dan arahnya tidak menentu. Karena siapa atau apa yang dilawan para politisi jalan ketiga tidak jelas, adalah sulit untuk mengatakan apa tujuan mereka. Istilah jalan ketiga barangkali merupakan isyarat dari ketidakpastian ini, karena ia memiliki sejarah yang diwarnai kebaikan dan keburukan, dan sebelumnya telah sering digunakan. Jalan ketiga tidak memiliki muatan makna karena ia mendefinisikan hanya secara negatif, sebagai sesuatu yang dipertentangkan dengan demokrasi sosial gaya lama dan neoliberalisme. Setiap perspektif politis yang layak

4|Jalan Ketiga dan Para Kritikusnya

semestinya memiliki definisi yang lebih aktif. Konsekuensinya, perspektif-perspektif lain, yang lebih dekat baik kepada kiri tradisional maupun kanan neoliberal, adalah lebih koheren dan lebih mampu merespon secara efektif terhadap persoalan-persoalan politik era sekarang. 2. Gagal mempertahankan suatu pandangan yang tepat terhadap kiri dan karenanya, baik

disengaja atau tidak, terjatuh kedalam bentuk konservatisme. Para pendukung jalan ketiga mendefinisikan diri mereka sebagai kiri tengah (centre-left), tetapi kenyataanya secara sederhana bergerak ke kanan. Perhatian terhadap pusat politik jelas tidak sesuai dengan tujuan kelompok kiri. Stuart Hall misalnya mengecam Buruh Baru karena lebih memperhatikan middle England, parah pemilih kelas menengah, yang utamanya berlokasi dibagian selatan negara, ketimbang dibagian utara yang kurang makmur. Orientasi ini, kata Hall, jelas adalah pandangan tradisionalis dan berorientasi ke belakang. Para pekerja yang mengandalkan kekuatan fisik, tulang punggung pendukung partai kiri, luput dari perhatian. Ketika Alan Ryan mengatakan bahwa pandangan para politisi jalan ketiga saat ini adalah sama dengan pandangan Liberal Baru tahun sebelumnya, dia mengisyaratkan hal yang sama. Liberal Baru mencari posisi middle-of-the-road. Mereka menerima beberapa nilai kiri, tetapi memisahkan dirinya secara tegas dari sebagian besar versi sosialisme. 3. Menerima kerangka dasar neoliberalisme, khususnya berkenaan dengan pasar global. Globalisasi dan revolusi informasi oleh para kritikus secara tepat dikaitkan sebagai concern kunci politik jalan ketiga. Namun menurut mereka, jalan ketiga menerima globalisasi sebagai sesuatu yang demikian adanya (given). Yang penting, jalan ketiga gagal dalam melawan ketidaksamaan pendapatan, kekayaan dan kekuasaan. 4. Pada dasarnya adalah proyek Anglo-Saxon, memperlihatkan karakteristik masyarakat dimana ia dimunculkan. Istilah Jalan ketiga dibangkitkan kembali oleh para politisi dan intelektual

5|Jalan Ketiga dan Para Kritikusnya

di negara-negara yang sistem kesejahteraannya berkembang secara lemah, dan ketidak merataan nampak lebih nyata dibandingkan tempat-tempat lain. Kebijakan-kebijakan yang dikembangkan dalam konteks tersebut sedikit memberi manfaat kepada masyarakat, yang selanjutnya menginginkan keadilan sosial dan kondisi kesejahteraan yang lebih komprehensif. 5. Tidak memiliki kebijakan ekonomiyang khas, kecuali membiarkan pasar untuk mengatur halhal pokok. Demokrasi sosial gaya lama memiliki strategi ekonomi yang koheren, dengan didasarkan pada intervensi negara kedalam pasar, menuntut managemen dan kerja penuh. Neoliberal juga memiliki pandangan kebijakan yang jelas, privatisasi dan deregulasi pasar diandaikan akan memberikan keuntungan bagi semua orang, kaya maupun miskin. Pemikiran ekonomi jalan ketiga lebih mengarah kepada yang setelah dari pada sebelum, tetapi kehilangan orientasi kebijakan yang khas. 6. Bersamaan dengan dua pesaing utamanya, jalan ketiga tidak memiliki cara yang efektif untuk menghadapi persoalan-persoalan ekologis, hanya memberikan pengakuan terhadapnya. Dalam menerima globalisasi, politik jalan ketiga begitu saja konsekuensi destruktif yang ditimbulkan oleh berkembangnya ekonomi dunia terhadap lingkungan. Dengan memberikan dukungan terhadap perubahan teknologis, tampak bahwa jalan ketiga tidak memiliki concern terhadap kerusakan ekologis. Perkembangan ilmiah dan teknologis saat ini sebagian besar diarahkan oleh bisnis raksasa, yang akan selalu lebih mementingkan keuntungan daripada pertimbangan lingkungan.

6|Jalan Ketiga dan Para Kritikusnya

Dahrendof mempertanyakan, mengapa mesti membicarakan jalan ketiga sementara istilah itu sebelumnya telah sering digunakan, dan memiliki asal-usul yang tidak pasti? Dalam menggapai pertanyaan ini, mesti ditegaskan bahwa sesungguhnya tidak ada sesuatu yang sematamata bergantung kepada istilah itu. Ada istilah-istilah lain yang bisa menggantikan dalam teks ini saya akan menggunakan istilah kiri modern (modernizing sosial democracy) sebagai sinonim kata jalan ketiga. Bagaimanapun juga saya yakin jalan ketiga patut untuk dipelihara, karena saat ini mendapat pengakuan secara lebih luas dari pada sebelumnya. Lawan dan Musuh Kebijakan apa pun yang diikuti oleh masing-masing pemerintahan, politik jalan ketiga pada prinsipnya tidak merasa puas atau bersikap kolusif dengan kekuasaan. Ada banyak kelompok kepentingan dan kelompok memegang kekuasaan, yang harus dihadapi atau diatur oleh pemerintah kiri-tengah yang mempunyai harga diri. Perjuangan untuk mempertahankan dan memperluas mekanisme demokratik, mengontrol kekuatan bisnis, dan melindungi minoritas kultural adalah hal fundamental bagi jalan ketiga, sebagaimana juga dengan bentuk-bentuk demokrasi sosial sebelumnya. Politik Jalan Ketiga Hal-hal pokok dari politik jalan ketiga, sebagaimana akan saya kemukakan, secara ringkas bisa dinyatakan sebagai berikut. Jalan ketiga: 1. Menerima logika 1989 dan setelahnya saat dimana kiri dan kanan masih demikian bernilai dalam politik kontemporer, ada banyak persoalan dan masalah yang tidak bisa lagi dijelaskan dengan posisi semacam ini. Perhatian jalan ketiga terhadap tengah-

7|Jalan Ketiga dan Para Kritikusnya

politik bertolak dari fakta ini. Penekanan ini secara keseluruhan sesuai dengan klaim bahwa politik jalan ketiga mesti melibatkan kebijakan-kebijakan radikal.