Anda di halaman 1dari 2

BENTUK-BENTUK LAIN TIROTOKSIKOSIS Adenoma Toksik (Penyakit Plummer) Adenoma fungional yang mensekresi T3dan T4 berlebihan akanmenyebabkan hipertiroidisme.

Lesi-lesi ini mulai sebagai "nodul panas" pada scantiroid, pelan-pelan bertambah dalam ukuran dan bertahap mensupresi lobus laindari kelenjar tiroid. Pasien yang khas adalah individu tua (biasanya lebih dari 40tahun) yang mencatat pertumbuhan akhir-akhir ini dari nodul tiroid yang telahlama ada. Terlihat gejala-gejala penurunan berat badan, kelemahan napas sesak,palpitasi, takikardi dan intoleransi terhadappanas. Tingkat 2-4 oftalmopatiinfiltratif tidak pernah dijumpai. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya nodulberbatas jelas pada satu sisi dengan sangat sedikit jaringan tiroid pada sisi lain.Pemeriksaan laboratorium biasanya memperlihatkan TSH tersupresi dan kadar T3serum yang sangat meningkat, dengan hanya peningkatan kadar tiroksin yang"border-line". Scan menunjukkan bahwa nodul ini "panas". Adenoma-adenomatoksik hampir selalu adalah adenoma folikuler dan hampir tidak pernah ganas.Mereka mudah ditangani dengan pemberian obat-obat antitiroid seperti propiltiourasil 100 mg tiap 6 jam atau metimazol 10 mg tiap 6 jam diikuti alehlobektomi unilateral atau dengan iodin radioaktif. Natrium iodida131 I dalam dosis20-30 mCi biasanya, dibutuhkan untuk menghancurkan neoplasma jinak. Iodinradioaktif lebih dipilih untuk nodul toksik yang lebih kecil tetapi yang lebih besarterbaik ditangani dengan operasi.

Goiter Toksik Multinodular Kelainan ini terjadi pada pasien-pasien tua dengan goiter multinodular yanglama. Oftalmopati sangatlah jarang. Klinis pasien menunjukkan takikardi,kegagalan jantung atau aritmiadan kadangkadang penurunan berat badan,nervous, tremor dan berkeringat. Pemeriksaan fisik memperlihatkan goitermultinodular yang dapat kecil atau cukup besar dan bahkan membesar sampaisubsternal. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan TSH tersupresi dan kadar T3 serum yang sangat meningkat, dengan peningkatan kadar T4serum yang tidak terlalu menyolok. Scan radioiodin menunjukkan nodul fungsional multipel padakelenjar atau kadang-kadang penyebaran iodin radioaktif yang tidak teratur danbercak-bercak.Hipertiroidisme pada pasien-pasien depgan goiter multinodular sering dapatditimbulkan dengan pemberian iodin (efek "jodbasedow" atau hipertiroidismeyang diinduksi oleh iodida). Beberapa adenoma tiroid tidak mengalami efek Wolff-Chaikoff dan tidak dapat beradaptasi terhadap muatan iodida. Jadi, efek-efek ini didorong oleh kelebihan produksi hormon karena kadar iodida sirkulasiyang tinggi. Ini adalah mekanisme untuk berkembangnya hipertiroidisme setelahpemberian obat antiaritmia amiodaron .Penanganan goiter nodular toksika cukup sukar. Penanganan keadaanhipertiroid dengan hipertiroiddengan obat-obat antitiroid diikuti dengantiroidektomi subtotal tampaknya akan menjadi

terapi pilihan, namun seringpasien-pasien ini sudah tua dan memiliki penyakit lain sehingga pasien-pasien iniseringkali merupakan pasien dengan risiko operasi yang buruk. Nodul toksik dapat dihancurkan dengan 131I,tapi goiter multinodular akan tetap ada, dan nodul-nodul lain dapat menjadi toksik, sehingga dibutuhkan dosis ulangan 131I.Amiodaron adalah obat antiaritmia yang mengandung 37,3% iodin. Dalamtubuh, obat ini disimpan dalam lemak, miokardium, hepar dan paru-paru danmemiliki waktu paruh kira-kira 50 hari. Kirakira 2% pasien diobati denganamiodaron mengalami tirotoksis. Hal ini menimbulkan masalah yang palingsukar. Pasien yang mendapat amiodaron mempunyai penyakif jantung serius yangmendasari, dan pada banyak kasus obat ini tidak dapat dihentikan. Jikatirotoksikosis ringan, dapat dikendalikan dengan metimazol 40-60 mg sehari,sementara terapi amiodaron diteruskan. Jika penyakit berat, KClO4 dengan dosis250 mg tiap 6 jam dapat ditambahkan untuk menjenuhkan iodida trap danmencegah ambilan iodida lebih lanjut. KClO4 jangka panjang telah dihubungkandengan anemia aplastik dan butuh pemamtauan. Satu-satunya jalan untuk menghilangkan cadangan hormon tiroid yang besar adalah pembedahan untuk mengangkat goiter. Hal ini dapat hanya dapat dilakukan jika pasien mampumengatasi sires tiroidektomi.