Anda di halaman 1dari 1

SERVO ANALYSIS

Model kerangka kerja analisa servo adalah sebuah alat diagnose manajemen yang digunakan untuk membangun dan mengetes keputusan stratejik perusahaan. Analis memeriksa interaksi dan hubungan antara 5 elemen kritis untuk mengetes tingkat konsistensi antara strategi yang digunakan saat ini dan strategi yang masih diajukan, kemampuan perusahaan, dan lingkungan. Ini adalah alat manajemen yang didesain untuk menilai dan memfasilitasi proses dari formulasi strategi dan implementasinya didalam konteks pasar dan perubahan organisasi. Model ini menjadi penting karena banyak faktor yang dipertimbangkan. 1. Strategy Strategy iadalah seperangkat keputusan kompetitif dan tindakan yang dibuat dalam merespon terhadap lingkungan perusahaan.Suatu keputusan dari perusahaan untuk bisa bersaing dengan perusahaan lain. Strategi bisa dilihat dari goal, dilihat dari visi misinya, apa dan bagaimana perusahaan bs bersaing dr visi dan misi. Strategy melihat scoop ruang lingkup bisnisnya, berapa produk yang dibuat supaya bs bersaing. Perusahaan juga bisa bersaing dari competitive basis (strategi bagaimana bs mengalahkan/lebih baik dari competitor dgn cara unggul dalam harga, kualitas dan promosi). Strategy keempat yaitu business model. 2. Environment Dilihat dari internal dan eksternal perusahaan. Internal yaitu dari pemegang saham dan karyawan, sedangkan eksternal dari peraturan pemerintah, politik, dll. 3. Resources, terdiri dari 4 : - Financial : menganalisa investasi, darimana dana itu didapatkan - Human : menganalisa skill karyawan - Physical : misalnya gedung perusahaan, peralatan, fasilitas - Intangible : brand image 4. Values Untuk mengerti nilai, seorang analis harus berusaha untuk mengerti sisi social dari pembuatan keputusan. Perusahaan dilihat nilainya dibandingkan dengan perusahaan lain. 5. Organization. Komponen utama organisasi didalam SERVO model adalah budaya, kepemimpinan, staff, struktur dan system. Budaya berbeda antar perusahaan berdasarkan karakter iklim kerja perusahaan dan kepribadian. Ini diukur dari kepercayaan perusahaan, sejarah, modus operandi, riwayat, tradisi dan nilai. Staffing adalah bagaimana karyawannya termotivasi. Struktur bagaimana alokasi orang-orang dan tanggung jawabnya. System menggambarkan bisnis prosesnya dari awal hingga akhir, yaitu aliran aktivitas primer dan aktivitas sekunder.