Anda di halaman 1dari 14

GAMBARAN UMUM STUDI KELAYAKAN BISNIS

PENGERTIAN UMUM Study adalah Usaha sadar untuk mempelajari, meneliti, menyelidiki, membaca, menganalisa, menanyakan, merenugkan, membandingkan, memikirkan atau merefleksikan secara mendalam serta seksama tentang sesuatu hal yang menjadi obyek pengamatan. Kelayakan adalah Segala sesuatu dari obyek pengamatan yang bersifat wajar, benar, dapat diterima, dapat diperoleh, dapat diselesaikan, dapat dicapai, dapat dikerjkan atau dapat memberikan kepuasan pada sipengamat atau sipemerhati. Bisnis adalah Suatu program penyelidikan dan aktivitas yang terorganisir dengan maksud memperoleh tujuan tertentu (laba) dengan batas waktu tertentu serta bersifat tidak berulangulang.

MACAM-MACAM BISNIS
Dalam Bisnis banyak sekali macamnya dan setiap bisnis mempunyai karakteristik tersendiri dan setiap karakteristik memerlukan analisi yang berbeda. Secara garis beras, macam-macam bisnis dapat dibedakan menjadi : Menurut Kaitannya Dengan Bisinis Bisinis dibedakan menjadi dua yaitu bisnis dan non bisnis. Yang dimaksud bisnis disini adalah yang tujuannya untuk memperoleh laba finansial sedangkan non bisnis adalah tujuannya untuk memperoleh laba non finansial. Menurut Kaitannya Dengan Sifat Bisnis Dibedakan menjadi bisnis jasa, bisnis perdagangan dan bisnis industri Menurut Kaitannya Dengan Sifat Aktivitas Bisnis Mandiri (Independent Bussines) yaitu Bisnis investasi dimana diterima/ditolak tidak bergantung dengan kepada yang lainnya.

Bisnis Bersyarat (Conditional Bussines) yaitu Bisnis investasi dimana penerimaanya bergantung dengan kepada bisnis lain. Bisnis Eksklusivf (Exclusive Bussines) yaitu Bisnis yang lebih dari satu macam akan tetapi mempunyai fungsi yang sama sehingga jika yang satu diterima maka yang lain harus ditolak.

Menurut Kaitannya Dengan Waktu Dibedakan menjadi bisnis jangka pendek , jangka menegah dan jangka panjang. Yang dimaksud dengan bisnis jangka pendek adalah waktunya maksimal satu tahun sedangkan bisnis jangka menengah adalah waktunya lebih dari satu tahun akan tetapi kurang dari lima tahun dan bisnis jangka panjang adalah waktunya lebih dari lima tahun.
Menurut Kaitannya Dengan Kepemilikan Dibedakan menjadi bisnis perorangan, bisnis persekutuan, bisnis perseroan, bisnis koperasi, bisnis negara dan bisnis multi nasional.

Menurut Kaitannya Dengan Musim Dibedakan menjadi bisnis dimana setelah selesai aktivitasnya dipengaruhi oleh musim dan tidak dipengaruhi oleh musim. Menurut Kaitannya Dengan Ukuran Dibedakan menjadi bisnis kecil, menengah, besar dan bisnis raksasa (mega proyek). Menurut Kaitannya Dengan Daerah Layanan Dibedakan menjadi bisnis regional, bisnis nasional dan bisnis multi nasional Menurut Kaitannya Dengan Pengembangan Dibedakan menjadi bisnis mendirikan usaha baru dan bisnis yang didirikan untuk mengembangkan bisnis lama guna memperbesar kapasitasnya.

MODEL KERANGKA
a. Judul Memperkenalkan dan mengawasi bisnis yang sedang dilakukan. Juga tercantum nomor seri guna mempermudah pencarian arsip bilamana diperlukan.
b. Obyek (Sasaran) Pernyataan ringkas mengenai tujuan umum dari penyelidikan/aktivitas yang akan dilakukan. Obyek yang diamati harus jelas ruang lingkup/aktivitas dari obyek tersebut agar obyek tidak meluas dari tujuan penelitian sesuai dengan dana yang ada/mencukupi. c. Latar Belakang Keterangan ringkas tentang tekhnologi yang akan digunakan dan pertimbangan ekonomis yang mendasarinya. d. Justifikasi Estimasi pendahuluan mengenai manfaat bisnis manakala bisnis tersebut berhasil. Estimasi pendahuluan berisi ringkasan manfaat dari suatu bisnis. Penjelasan dapat diberikan sepanjang dianggap perlu sekali. e. Program Kerangka kerja yang akan dilaksanakan termasuk unit organisasi yang akan dilibatkan dan yang tidak perlu dilibatkan. Di dalam program juga harus dijelaskan organisasi bisnis yang akan digunakan termasuk bagan organisasi bisnis yang akan dikerjakan.

f. Durasi (Batas Waktu)

Berisi tentang estimasi waktu penyelesaian. Durasi juga bisa diartikan anggaran waktu yang disediakan untuk setiap bagian bisnis. g. Pegawai Berisi tentang daftar kuantitas dan kualifikasi karyawan yang diperlukan beserta uraian tugas yang akan dilibatkan. h. Biaya (Harga Perolehan) Taksiran total biaya yang diperlukan untuk menyelesikan proyek yang meliputi total investasi dan modal kerja yang diperlukan jika bisnis siap dikerjakan. i. Estimasi Kerja Berisi ringkasan ramalan kerja yang akan dilakukan manakala bisnis selesai, biasanya ramalan kerja dipersiapkan secara lengkap dan terperinci oleh pihak yang ahli atau konsultan. j. Biaya Dan Manfaat Menjelaskan tentang manfaat dan pengorbanan yang ada sehingga keberadaan bisnis secara rasional dapat diterima. k. Otorisasi Kejelasan wewenang dan tanggung jawab oleh penanggung jawab bisnis.

SIKLUS BISNIS
Merupakan tahap-tahap atau urutan yang harus dilalui dalam kegitan bisnis, sbb : 1. Identifikasi Gambaran mengenai kemampuan potensi dari sutu bisnis yang dapat diperoleh dari penelitian pendahuluan dengan memperhatikan saran dari ahli sesuai dengan bidangnya. 2. Reparasi dan Analisis Mengadakan persiapan terhadap pelaksanaan bisnis yang akan dilaksanakan. 3. Apraisal dan Evaluasi Tahap melakukan penilaian dan perhitungan dari berbagai persiapan yang akan dilakukan. Tahap ini sangat penting guna mengambil kesimpulan diterima atau tidak diterima bisnis tersebut. 4. Implementasi Tahap pelaksanaan atau pengerjaan bisnis yang merupakan tahap aplikasi dilapangan agar tidak menyimpang dari proposal pendahuluan yang dibuat dan dianalisis sebelumnya. 5. Pengawasan Berjalan Tahap yang selalu mengawasi pada saat bisnis dilaksankan. 6. Penutupan dan Penyerahan Tahap dimana bisnis tersebut telah selesai dan telah ditandatangani sebagai tanda bahwa bisnis telah selesai kemudian diserahkan kepada pemilik bisnis agar dioperasionalkan.

PERENCANAAN BISNIS
Sebelum para manajer dapat mengorganisasikan, memimpin atau mengendalikan pelaksanaan bisnis maka para manajer terlebih dahulu harus mebuat perencanaan yang memberikan arah tujuan kepada bisnis yang akan dikerjakan. Empat langkah pokok dalam menyusun perencanaan bisnis, sbb : 1. Tetapkan Suatu Sasaran Bisnis Kejelasan dan ketegasan terhadap sasaran bisnis yang akan dilakukan secara efektif dan efesien. 2. Definisikan Situasi Saat ini Mengerti dan memahami terhadap situasi dan kondisi bisnis saat ini dan yang akan datang. 3. Kenalilah Berbagai Hal Yang Mendukung dan Berbagai Hal Yang Akan Merintanginya Mengetahui faktor-faktor/sebab baik dilingkungan internal maupun ekternal yang nantinya akan memperhambat bisnis yang akan dikerjakan nantinya. 4. Kembangkan Perencanaan Dari konsep perencanaan yang sudah disiapkan, dilakukan, dan dievaluasi serta situasi dan kondisi dari waktu ke waktu mengalami perubahan, maka perlu inivosai dan pengembangan dari rencana yang sudah dilakukan agar tujuan bisinis dimasa yang akan datang tercapai.

PENGENDALIAN BISNIS
Manajemen bisnis yang baik memerlukan pengendalian yang efektif dan sasaran yang terencana dengan baik serta motovasi yang tinggi. Pengendalian terhadap bisnis memerlukan empat langkah berikut ini : 1. Menetapkan Standarisasi dan Metode Pengukuran Prestasi Kejelasan dan ketegasan terhadap sasaran bisnis yang akan dilakukan secara efektif dan efesien. 2. Mengukur Prestasi Kerja Mengerti dan memahami terhadap situasi dan kondisi bisnis saat ini dan yang akan datang. 3. Membandingkan Standarisasi dan Metode Pengukuran Prestasi Yang Sudah Ditetapkan Mengetahui faktor-faktor/sebab baik dilingkungan internal maupun ekternal yang nantinya akan memperhambat bisnis yang akan dikerjakan nantinya. 4. Mengambil Tindakan Yang Korektif Dari konsep perencanaan yang sudah disiapkan, dilakukan, dan dievaluasi serta situasi dan kondisi dari waktu ke waktu mengalami perubahan, maka perlu adanya tindakan koreksi dan inivosai serta pengembangan dari rencana yang sudah dilakukan agar tujuan bisinis dimasa yang akan datang tercapai.

KEGAGALAN DAN KEBERHASILAN DALAM STUDI KELAYAKAN BISNIS


Studi yang dilakukan mungkin saja berhasil atau gagal. Secara umum sebab-sebab kegagalan suatu studi kelayakan bisnis, sbb : 1. Salah Di dalalam Memilih Metode Analisis Metode analisi yang salah menyebabkan kesimpulan yang diambil tidak dapat diterapkan. 2. Informasi Yang Diperoleh Tidak Akurat dan Valid Karena informasi yang diperoleh tidak akurat dan valid maka kesimpulan yang diambil meskipun metode analisisnya benar tetap juga salah. 3. Tidak Ditangani Oleh SDM Yang Tepat Para pihak yang terlibat dalam organisasi bisnis kurang cakap atau kualifikasinya tidak memnuhi syarat. 4. Ada Perubahan Ekstrim Terjadi perubahan yang angat ekstrim yang tidak dapat diduga sebelumnya (Fource Majer). Keberhasilan dalam melakukan studi kelayakan bisinis akan tercapai jika empat hal tersebut diatas Tidak terjadi dan dapat diatasi dengan baik.

ASPEK ASPEK YANG BERKAITAN DENGAN STUDI KELAYAKAN BISNIS, SEBAGAI BERIKUT : A. Aspek Poleksosbud (Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya) B. Aspek Pasar dan Pemasaran C. Aspek Produksi A. Aspek Poleksosbud Aspek Politik Kebijakan pemerintah akan sangat mempengaruhi proses, kuantitas, kualiitas, karakteristik, volume dan pertumbuhan pembangunan. Beberapa aspek yang perlu diperhatiakan dalam aspek politik, sbb : 1. Stabilitas Politik (Tingkat Keamanannya) 2. Mengetahui dan Memahami Arah Kebijakan Pemerintah Pada Pembangunan 3. Syarat Mendirikan Bisinis (Prosedur dan Legalitas) 4. Memililh Daerah/Lokasi Bisinis (Tepat sesuai dengan Tatat Kota) 5. Peraturan Moneter (Nilai Tukar Mata Uang, Mikro dan Makro) 6. Birokrasi Pemerintah (Sikap Pemerintah terhadap Bisnis Yang akan Dijalankan)

Aspek Ekonomi
Aspek ini menitikberatkan pada hal finansial, bahwa beban dan manfaat bisnis ditinjau dari sudut pandang masayarakat secara keseluruhan yang akan membawa dampak positif terhadap masyarakat. Secara umum ada tujuh hal yang harus diperhatikan dalam aspek ekonomi, sbb : 1. Pendapatan dan Daya Beli 2. Proses Pemerataan Pendapatan 3. Pertumbuhan Ekonomi 4. Kesenjangan Sosial 5. Tingkat Peangguran 6. Taraf Pendidikan Masyarakat 7. Transportasi

Aspek Sosial
Aspek ini menitikberatkan pada hal status sosial, Jabatan dan Kekayaan, bahwa indikatornya adalah penghasilan, sehingga adanya sesorang yang berpenghasilan besar, menengah dan kecil. Ada tiga halyang harus diperhatikan dalam aspek sosial, sbb :
1. 2. 3.

Mendata, Merincikan dan Mengelompokan Status Sosial dan Tingkat Penghasilan Mempelajari dan Menganlisa Pola Berfikir Mempelajari dan Menganalisa Perilaku

Oleh karena itu dalam membuat studi kelayakan bisnis harus membuat tabulasi, mempelajari Dan menganalisa secara seksama dan hati-hati terhadap status sosial dan mempertimbangkan seberapa besar pengaruhnya kepada produk dan jasa yang akan dihasilkan.

B. Aspek Pasar dan Pemasaran Pasar didefenisikan sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli atau tempat terjadinya transaksi jual beli. Beberapa aspek yang perlu diperhatiakan dalam aspek pemasaran, sbb : 1. Mengenal Perilaku Pembeli dan Penjual 2. Transportasi dan Penyimpanan 3. Pembebanan dan Standarisasi 4. Informasi Pasar Unsur-unsur dalam Hal Pemasaran, sbb : 1. Produk (Kualitas, Karakteristik/ciri, Model, Ukuran, Gaya, Merek Dagang, Kelamasan, Pelayanan, Jaminan Purna Jual, Jaminan Penggantian ketika Barang Rusak sebelum batas pakai habis) 2. Harga (Tingkatan Harga, Potongan Harga, Pembayaran dan Syarat Pembayaran) 3. Tempat (Transportasi dapat dijangkau) 4. Promosi (Konsumen Dapat memahami dan Mengerti Konsep dan Strategi) 5. Hubungan/Relasi (Membuat Jaringan dan Maping/Pemetaan wilayah Pemasaran) 6. Kekuasaan (Kemampuan memaksakan Kehendak)