P. 1
PONEK PONED kel.8

PONEK PONED kel.8

|Views: 2,200|Likes:
Dipublikasikan oleh Rizky Resha Fajariani

More info:

Published by: Rizky Resha Fajariani on Apr 24, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2013

pdf

text

original

Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif Click to edit Master

subtitle style (PONEK) Desa Siaga
Kelompok 8 4/24/12

Kebijakan pelaksanaan program Departemen Kesehatan dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi meliputi :

Penempatan bidan minimal 5-80 % di desa terpenuhi sampai dengan akhir tahun 2010 Mengembangkan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif Mengembangkan Rumah Sakit Sayang ibu dan Sayang bayi diseluruh Rumah Sakit Pemantapan sistem rujukan

4/24/12

Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (POned)
4/24/12

• • Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar dapat dilayani oleh puskesmas yang mempunyai fasilitas atau kemampuan untuk penangan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal dasar. sebagai rujukan antara kasuskasus rujukan dari polindes dan puskesmas. Puskesmas PONED merupakan puskesmas yang siap 24 jam. 4/24/12 . Polindes dan puskesmas non perawatan disiapkan untuk melakukan pertolongan pertama gawat darurat obstetri dan neonatal (PPGDON) dan tidak disiapkan untuk melakukan PONED.

• Komponen pelayanan maternal – – – – Pre eklamsia/eklamsia Tindakan obstetri pada pertolongan persalinan Perdarahan postpartum Infeksi nifas 4/24/12 .

Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (ponek) 4/24/12 .

pelayanan transfusi darah.• • • Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif dilaksanakan di rumah sakit dengan kemampuan untuk memberikan pelayanan 24 jam. tindakan operasi seksio sesaria. neonatal risiko tinggi. Rumah sakit PONEK menerima rujukan dari puskesmas PONED apabila terdapat kasus kegawatdaruratan obstetri dan neonatal yang memerlukan penanganan seksio sesarea dan pemberian transfusi darah. Kesiapan sarana rumah sakit meliputi ruang kebidanan dengan fasilitas gawat darurat untuk memberikan pelayanan terhadap kasus kegawatdaruratan obstetri dan neonatal. 4/24/12 .

159b/Menkes/SK/Per/II/ 1988 tentang Rumah Sakit. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4431). Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3495). 4/24/12 . Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 125.Dasar Hukum – – – – – Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara RI Tahun 1992 Nomor 100. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4437). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1333/Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 116. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.

4/24/12 . Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 512/Menkes/Per/IV/2007 tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan. diatur Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat.– – – – Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1045/Menkes/Per/XI/2006 tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit di Lingkungan Departemen Kesehatan.

Pengertian • • • Regionalisasi Pelayanan Obstetri dan Neonatal adalah suatu sistem pembagian wilayah kerja rumah sakit dengan cakupan area pelayanan yang dapat dijangkau oleh masyarakat dalam waktu kurang dari 1 jam. agar dapat memberikan tindakan darurat sesuai standar. Regionalisasi menjamin agar sistem rujukan kesehatan berjalan secara optimal. Rujukan adalah pelimpahan tanggung jawab timbal balik dua arah dari sarana pelayanan primer kepada sarana kesehatan sekunder dan tersier. Rumah Sakit PONEK 24 Jam adalah Rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan kedaruratan maternal dan neonatal secara komprehensif dan terintegrasi 24 jam 4/24/12 .

Misi Menyelenggarakan pelayanan obstetri dan neonatal yang bermutu melalui standarisasi Rumah Sakit PONEK 24 jam. Tujuan Dan Sasaran Visi Pada tahun 2015 tercapai Tujuan Pembangunan Millenium (Millenium Development Goals) yaitu : • • • Mengurangi angka kematian bayi dan balita sebesar dua pertiga dari AKB pada tahun 1990 menjadi 20 dari 25/1000 kelahiran hidup Mengurangi angka kematian ibu sebesar tiga per empat dari AKI pada tahun 1990 menjadi 125/100. • 4/24/12 . Misi .000 kelahiran hidup.Visi. dalam rangka menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Indonesia.

propinsi.• Tujuan – – – – Adanya kebijakan Rumah Sakit dan dukungan penuh manajemen dalam pelayanan PONEK Terbentuknya Tim PONEK Rumah Sakit Tercapainya kemampuan teknis Tim PONEK sesuai standar Adanya koordinasi dan sinkronisasi antara pengelola dan penanggung jawab program pada tingkat kabupaten/kota. • Sasaran – – – 4/24/12 . dan pusat dalam manajemen program PONEK. Seluruh pimpinan Rumah Sakit tingkat Kabupaten/Kota Seluruh Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota Pengelola program kesehatan ibu dan anak di seluruh Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota.

Fasilitas dan sumber daya pada level pelayanan kesehatan 4/24/12 .

4/24/12 .

4/24/12 .

4/24/12 . Dokter. Kebijakan tidak ada uang muka bagi pasien kegawat-daruratan obstetrik dan neonatal. kegawat-daruratan obstetrik dan neonatus.Kriteria Rumah Sakit Ponek 24 Jam • Kriteria Umum Rumah Sakit Ponek – – – – – – Ada dokter jaga yang terlatih di UGD untuk mengatasi kasus emergensi baik secara umum maupun emergency obstetrik – neonatal. Mempunyai prosedur pendelegasian wewenang tertentu. Mempunyai standar respon time di UGD selama 10 menit. bidan dan perawat telah mengikuti pelatihan tim PONEK di rumah sakit meliputi resusitasi neonatus. pelayanan darah kurang dari 1 jam. Mempunyai Standar Operating Prosedur penerimaan dan penanganan pasien kegawat-daruratan obstetrik dan neonatal. di kamar bersalin kurang dari 30 menit.

Memiliki kru/awak yang siap melakukan operasi atau melaksanakan tugas sewaktu-waktu.– – – – – – Tersedia kamar operasi yang siap (siaga 24 jam) untuk melakukan operasi. dokter / petugas anestesi. Tersedia kamar bersalin yang mampu menyiapkan operasi dalam waktu kurang dari 30 menit. bidan dan perawat. dokter spesialis lain serta dokter umum. dokter anak. 4/24/12 . obat dan alat penunjang yang selalu siap tersedia. antara lain dokter kebidanan. dokter penyakit dalam.meskipun on call. bila ada kasus emergensi obstetrik atau umum. recovery room 24 jam. Tersedia pelayanan darah yang siap 24 jam. seperti Laboratorium dan Radiologi selama 24 jam. Tersedia pelayanan penunjang lain yang berperan dalam PONEK. Adanya dukungan semua pihak dalam tim pelayanan PONEK.

kabel dan steker menempel kokoh) • Bahan Semua bahan harus berkualitas tinggi dan jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan unit ini. bercak.• Perlengkapan • • • • • • • Semua perlengkapan harus bersih (bebas. 4/24/12 . cairan dll) Permukaan metal harus bebas karat atau bercak Semua perlengakapan harus kokoh (tidak ada bagian yang longgar atau tidak stabil) Permukaan yang dicat harus utuh dan bebas dari goresan besar Roda perlengkapan (jika ada) harus lengkap dan berfungsi baik Instrumen yang siap digunakan harus disterilisasi Semua perlengkapan listrik harus berfungsi baik (saklar. kotoran. debu.

• Kriteria Khusus Sumber Daya Manusia Memiliki tim PONEK esensial yang terdiri dari : • • • • • 1 dokter Spesialis Kebidanan Kandungan 1 dokter spesialis anak 1 dokter di Unit Gawat Darurat 3 orang bidan ( 1 koordinator dan 2 penyelia) 2 orang perawat Tim PONEK Ideal ditambah : • • • • • 4/24/12 • 1 Dokter spesialis anesthesi / perawat anesthesi 6 Bidan pelaksana 10 Perawat (tiap shift 2-3 perawat jaga) 1 Petugas laboratorium 1 pekarya kesehatan 1 Petugas administrasi .

4/24/12 .

Sistem Rujukan • Strategi pemantapan sistem rujukan – – – – – – – – – – Mobilisasi sumber daya Perbaikan mutu pelayanan klinik dan non klinik Perbaikan sistem jaringan informasi rujukan manajemen Perbaikan manajemen Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Kabupaten/Kota Pelatihan Monitoring dan Evaluasi Perbaikan koordinasi lintas sektor Kesinambungan dan kelembagaan Penyusunan kesepakatan manajemen strategik Orientasi Dinas kesehatan dan Rumah Sakit kabupaten/kota 4/24/12 .

• Pelayanan kontinum dan komprehensif 4/24/12 .

• Mekanisme Alur Pasien Rujukan Maternal & Neonatal 4/24/12 .

kecepatan dan ketepatan informasi yang ditujukan kepada peningkatan mutu. sangat membutuhkan keterpaduan. Keberadaan sistem informasi ditujukan untuk medukung proses pelaksanaan kegiatan pelayanan di rumah sakit dalam rangka pencapaian misi yang ditetapkan. cakupan dan efektifitas layanan kepada masyarakat. 4/24/12 .Sistem Informasi • • PONEK merupakan suatu program pelayanan dimana setiap unsur tim yang ada di dalamnya melakukan fungsi yang berbeda.

• Sistem informasi dimaksud pada PONEK adalah: – – – – – Sistem informasi sehubungan dengan PONEK yang sejalan dengan visi dan misi rumah sakit Sistem informasi yang dapat mengintegrasikan seluruh data penting dari kamar bersalin dan ruang neonatal yang melaksanakan PONEK yang dapat diakses secara transparan melalui workstation. Sistem informasi yang mampu memberikan peningkatan mutu pelayanan PONEK bagi pasien. Sistem informasi yang dapat membantu para pengambil keputusan dengan adanya ketersediaan data yang lengkap. Sistem informasi yang dapat mendukung mekanisme pemantauan dan evaluasi. 4/24/12 . yaitu dengan tersedianya data PONEK yang lengkap dan akurat. akurat dan tepat waktu.

meningkatkan kecepatan aktivitas rumah sakit serta dapat menciptakan ‘titik kontak tunggal’ atau ‘case manager’ bagi pasien. Sistem informasi yang dapat mengakomodasi aktivitas yang dibutuhkan untuk keperluan penelitian dan pengembangan keilmuannya di bidang obstetri dan ginekologi dengan ketersediaan teknologi informasi yang mampu untuk memperoleh. 4/24/12 . mentransmisikan. Sistem informasi yang dapat memberdayakan karyawan (empowering). mengolah atau memproses dan menyajikan informasi dan data baik data internal maupun data eksternal.– – – Sistem informasi yang dapat mendukung kegiatan operasional (rutin) serta dapat meminimalkan pekerjaan yang kurang memberikan nilai tambah. menyimpan.

Desa Siaga 4/24/12 .

Sebuah Desa dikatakan menjadi desa siaga apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) (Depkes. 2007).Definisi • Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan. 4/24/12 . bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri.

• Poskesdes adalah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan / menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Warung Obat Desa. Arisan Jamban Keluarga dan lain-lain (Depkes. 4/24/12 . Kelompok Pemakai Air. UKBM yang sudah dikenal luas oleh masyarakat yaitu Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Pondok Persalinan Desa (Polindes). 2007).

Penanggulangan penyakit. Kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana dan kegawatdarutan kesehatan.• Untuk dapat menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. penyehatan lingkungan dan lain-lain. Promosi kesehatan untuk peningkatan keluarga sadar gizi. Poskesdes memiliki kegiatan: – – – – – – 4/24/12 Pengamatan epidemiologi sederhana terhadap penyakit terutama penyakit menular yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan faktor resikonya termasuk status gizi serta kesehatan ibu hamil yang beresiko. . Pelayanan medis dasar sesuai dengan kompetensinya. terutama penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB serta faktor resikonya termasuk kurang gizi. peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Memiliki lingkungan yang sehat. 4/24/12 .Kriteria Desa Siaga • Kriteria desa siaga meliputi : – – – – – – – – – Adanya forum masyarakat desa Adanya pelayanan kesehatan dasar Adanya UKBM Mandiri yang dibutuhkan masyarakat desa setempat Dibina Puskesmas Poned Memiliki system surveilans (faktor resiko dan penyakit) berbasis masyarakat. Memiliki system pembiayaan kesehatan berbasis masyarakat. Memiliki system kewaspadaan dan kegawatdaruratan bencana berbasis masyarakat. Masyarakatnya ber perilaku hidup bersih dan sehat.

Paripurna yaitu desa yang telah memiliki seluruh criteria desa siaga. 4/24/12 .Tahapan desa siaga : • • • • Bina yaitu desa yang baru memiliki forum masyarakat desa. serta telah memiliki system surveilans yang berbasis masyarakat. Kembang yaitu desa dengan criteria tumbuh dan memiliki system kewaspadaan dan kegawatdaruratan bencana serta system pembiayaan kesehatan berbasis masyarakat yang telah berjalan. Tumbuh yaitu desa yang sudah lebih lengkap dengan criteria pada tahapan bina ditambah dengan dibina oeh puskesmas Poned. serta ada UKBM Mandiri. pelayanan kesehatan dasar.

Terima kasih 4/24/12 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->