Anda di halaman 1dari 20

BAB I BILANGAN KOMPLEKS

Untuk mendefinisikan bilangan kompleks, tentu saja kita sudah mengenal


bilangan riil dan operasi hitung dan sifat-sifatnya, karena sistem bilangan
kompleks yang akan didiskusikan merupakan perluasan dari sistem bilangan
riil
Definisi
Bilangan kompleks didefinisikan sebagai suatu pasangan berurutan dari
bilangan-bilangan riil, dan ditulis ) , ( y x dimana
x
dan
y
riil.
Jadi himpunan bilangan kompleks adalah himpunan pasangan-pasangan
berurutan dari bilangan-bilangan riil, sehingga hubungan sama antara dua
bilangan kompleks didefinisikan dengan ) , ( ) , (
2 2 1 1
y x y x bila dan hanya bila
2 1
x x dan
2 1
y y .
Definisi
Bila ) , (
1 1 1
y x z dan ) , (
2 2 2
y x z , penjumlahan dan perkalian dua bilangan
kompleks didefinisikan dengan
) , (
2 1 2 1 2 1
y y x x z z + + +
) , (
1 2 2 1 2 1 2 1 2 1
y x y x y y x x z z +
Teorema
Hukum-hukum komutatif, asosiatif dan distributive berlaku untuk operasi
penjumlahan dan perkalian.
Bukti
a.
1 2 1 2 1 2 2 1 2 1 2 1
) , ( ) , ( z z y y x x y y x x z z + + + + + +
(komutatif penjumlahan)
b.
) , ( ) , ( ) , ( ) (
3 2 1 3 2 1 3 3 2 1 2 1 3 2 1
y y y x x x y x y y x x z z z + + + + + + + + +
) , ( ) , (
3 2 3 2 1 1
y y x x y x + + +
) (
3 2 1
z z z + + (asosiatif
penjumlahan)
c. ) , ( ) , (
2 1 1 2 1 2 1 2 1 2 2 1 2 1 2 1 2 1
y x y x y y x x y x y x y y x x z z + +

1 2 1 1 2 2
) , )( , ( z z y x y x (komutatif perkalian)
d. ) , )( , ( ) (
3 3 1 2 2 1 2 1 2 1 3 2 1
y x y x y x y y x x z z z +

) , (
1 3 2 2 3 1 3 2 1 3 2 1 3 1 2 3 2 1 3 2 1 3 2 1
y x x y x x y y y y x x y y x y x x x y y x x x + +
) ( ) , )( , (
3 2 1 2 3 3 2 3 2 3 2 1 1
z z z y x y x y y x x y x + (asosiatif perkalian)
e.
) , )( , ( ) (
3 3 2 1 2 1 3 2 1
y x y y x x z z z + + +
) , (
3 2 3 1 3 2 3 1 3 2 3 1 3 2 3 1
x y x y y x y x y y y y x x x x + + + +
) , )( , (
3 2 2 3 2 3 2 3 1 3 3 1 3 1 3 1
y x y x y y x x y x y x y y x x + +
3 2 3 1
z z z z + (distributive)
Teorema
Jika
n
menyatakan bilangan kompleks (0,0), maka untuk setiap bilangan
kompleks
1
z terdapat satu dan hanya satu bilangan kompleks z sedeikian
sehingga n z z +
1
Bukti
Misalkan
1 1 1
y x z + dan misalkan
y x z +
. Maka akan berlaku
) 0 , 0 ( ) , (
1 1
+ + y y x x , sehingga berlaku persamaan 0 , 0
1 1
+ + y y x x . Dari
kedua persamaan ini didapat persamaan tunggal y y x x
1 1
, . Jadi
) , ( y x z . Selanjutnya bilangan z ini dinyatakan dengan
1
z .
Teorema
Jika
u
menyatkan bilangan kompleks (1,0),maka untuk setiap bilangan
kompleks n z
1
terdapat satu dan hanya satu bilangan kompleks z
sedemikian sehingga u z z
1
.
Bukti
Dari u z z
1
diperoleh hubungan ) 0 , 1 ( ) , (
1 1 1 1
+ xy y x y y x x , sehingga diperoleh
persamaan 1
1 1
y y x x dan 0
1 1
+ xy y x yang menghasilkan solusi
2
1
2
1
1
y x
x
x
+


dan
2
1
2
1
1
y x
y
y
+

.
Karena 0
2
1
2
1
+ y x , maka bilangan kompleks yang dimaksud adalah
1
z
u
.
Definisi
Harga mutlak (modulus) dari bilangan kompleks ) , ( y x z dinotasikan dengan
z adalah bilangan riil non negative
2 2
y x +
. Jadi
2 2
y x z + .
Teorema
a.
0 > z
untuk
n z
dan
0 n
b.
2 1 2 1
z z z z
Bukti
Bukti untuk butir a sudah jelas dari definisi harga mutlak.
Sedangkan untuk butir b, pembuktian dapat dilakukan dengan menggunakan
definisi perkalian dua bilangan kompleks dan definisi modulus.
Teorema
Untuk setiap bilangan riil
a
dan b berlaku:
a. ) 0 , ( ) 0 , ( ) 0 , ( b a b a + +
b. ) 0 , ( ) 0 , )( 0 , ( ab b a
c.
0 ), 0 , (
) 0 , (
) 0 , (
b
b
a
b
a
d. a a ) 0 , (
Sekarang akan diperlihatkan bahwa bilangan kompleks yang dinotasikan
dengan ) , ( y x sama dengan notasi
iy x +
.
Definisi
Kita definisikan ) 1 , 0 ( i
Teorema
a.
1
2
i
b. Jika
x
dan
y
riil, maka
iy x y x + ) , (
Bukti
a. Karena
) 1 , 0 ( i
, maka 1 ) 0 , 1 ( ) 1 , 0 )( 1 , 0 (
2
i .
b. ) , ( ) , 0 ( ) 0 , ( ) 0 , )( 1 , 0 ( ) 0 , ( y x y x y x iy x + + +
Definisi
Bilangan kompleks sekawan dari
iy x z +
dinotasikan dengan z dan
didefinisikan dengan
iy x z
.
Teorema
a. z z z z I z I z z R z R , ) ( ) ( , ) ( ) (
b. z z z
2
c. z z z I z z z R + ) ( 2 , ) ( 2
d.
2 1 2 1 2 1 2 1
, z z z z z z z z + +
e. Untuk
z z
z
1 1
0
,
_


Teorema
Untuk sembarang bilangan kompleks
1
z dan
2
z , berlaku ketidaksamaan
segitiga
a.
2 1 2 1
z z z z + +
b.
2 1 2 1
z z z z
Bukti
a. ( ) ( ) ( ) ( )
2 2 2 1 2 1 1 1 2 1 2 1 2 1 2 1
2
2 1
z z z z z z z z z z z z z z z z z z + + + + + + + +

( )
2
2 1
2 1
2
2
2
1
2 1
2
2
2
1
2 1
2
2
2
1
2
2
2
z z
z z z z
z z z z
z z R z z
+
+ +
+ +
+ +
Jadi
2 1 2 1
z z z z + +
b. Ditinggal sebagai latihan.
PENYAJIAN SECARA ILMU UKUR
Untuk menyajikan bilangan kompleks, bidang XOY dinamakan bidang kompleks
atau bidang z. Kecuali sebagai siatu titik, bilangan kompleks iy x y x + ) , ( dapat
juga dipandang sebagai suatu vector, dari titik asal (0,0) ke titik ) , ( y x .
Jika
2 2
y x r +
, dan dipilih sedemikian sehingga sin , cos r y r x ,
maka r dan berturut-turut merupakan radius vector dan argument dari titik
) , ( y x . Argumen dari suatu bilangan kompleks tidaklah tunggal, sebab jika
suatu harga dari argument, maka k 2 + , dengan ,... 2 , 1 , 0 t t k juga
merupakan argumen. Namun demikian harga utama dari argumen z memenuhi
ketidaksamaan
z arg
.
Dengan menggunakan koordinat kutub, bilangan kompleks
iy x z +
dapat
ditulis rcis i r iy x z + + ) sin (cos , dengan
2 2
y x z r + dan z arg .
RUMUS MOIVRE DAN PENARIKAN AKAR
Jika
2 2 2 1 1 1
, cis r z cis r z , maka ) (
2 1 2 1 2 1
+ cis r r z z . Demilian pula bila
n k cis r z
k k k
,..., 3 , 2 , 1 , , maka ) ... ( ... ...
2 1 2 1 2 1 n n n
cis r r r z z z + + + . Analog
dengan perkalian bilangan kompleks, untuk pembagian diperoleh
) (
2 1
2
1
2
1
cis
r
r
z
z
. Selain itu
2 1 2 1
arg arg ) arg( z z z z + dan
2 1
2
1
arg arg ) arg( z z
z
z

.
Selanjutnya akan dilakukan proses perhitungan untuk menyelesaikan
persamaan z
n
, untuk 0 z .
Tulis
cis r z
dan misalkan cis , dengan

dan akan dicari.


Persamaan z
n
dapat ditulis cis r n cis
n
, sehingga diperoleh r
n

dan
n
k
k k n


2
,... 2 , 1 , 0 ; 2
+
t t + .
Jadi untuk 0 z , diperoleh
n
penyelesaian (akar) yang berlainan dari z
n
,
yaitu ) 1 ,...( 1 , 0 ;
2
sin
2
cos
,
_

+
+
+
n k
n
k
i
n
k
r
n

,
Bila ditinjau dari ilmu ukur, panjang vector
n
z
1
adalah
n
r
dan salah satu
vektornya mempunyai argument
n

dan vector yang lain argumennya


diperoleh dengan menambahkan kelipatan
n
2
ke
n

. Sehingga akar-akar ini


dapat disajikan sebagai titik-titik sudut segi n beraturan dengan lingkaran luar
berpusat di (0,0) dan berjari-jari
n
r
.
Contoh
1. Akan ditentukan akar-akar dari
1
3
z
Persamaan
1
3
z
dapat ditulis 1 1 0 1 3
3 3
r r cis cis r dan
k k
3
2
2 0 3 + . Jadi akar-akar dari
1
3
z
adalah
3
2 2
1
3
4
1 ; 3
2 2
1
3
2
1 ; 1
2 1 0
i
cis z
i
cis z z +
2. Akan ditentukan akar-akar dari
6
1 z
Analog dengan contoh 1 , diperoleh 1 r dan
6
2

k +
. Jadi nilai
z yang memenuhi
6
1 z
adalah
2
3
2
1
; ;
2
3
2
1
;
2
3
2
1
; ;
2
3
2
1
5 4 3 2 1 0
i
z i z
i
z
i
z i z
i
z + +
Latihan
1. Nyatakan bilangan kompleks berikut dalam bentuk ib a z +
a.
i
i
z
4 3
5 5

b.
2 2
3
17 10

i
i i
z
2. Nyatakan bilangan kompleks berikut dalam bentuk
cis r z
a.
i z 3 2 2 +
b.
i z 2 6
c. i z 3
3. Nyatakan secara geometris nilai
z
yang memenuhi
2
3
3

z
z
4. Tentukan nilai
z
sedemikian sehingga
a.
8
3
z
b.
i z 2 4 2 4
2
+
c.
i z 8 15
2

Daerah-daerah pada bidang kompleks
Berikut didefinisikan beberapa istilah yang menyangkut himpunan titik-titik di
bidang kompleks.
a. Untuk suatu bilangan kompleks
0
z
dengan
r
positif, yang dimaksud
dengan persekitaran
0
z dengan radius r ( ) ) (
0
z N
r
adalah himpunan
titik-titik z yang jaraknya terhadap
0
z kurang dari r . Atau dalam notasi
himpunan dapat dinyatakan dengan { } r z z z z N
r
<
0 0
/ ) ( .
b. Titik
0
z
dinamakan titik limit dari suatu suatu himpunan dalam bidang
kompleks z , apabila setiap sekitar dari
0
z memuat titik-titik dari
himpunan itu yang bukan
0
z .
c. Titik
0
z
dinamakan titik interior himpunan S, apabila terdapat suatu
sekitar dari N dari
0
z sedemikian sehingga N merupakan himpunan
bagian dari S.
d. Jika titik limit dari himpunan S bukan titik interior dari S, yaitu setiap
sekitarnya memuat titik dari S dan bukan titik dari S, maka titik ini
disebut titik perbatasan dari S.
e. Titik dari himpunan S yang bukan titik limit dari S disebut titik terasing
dari S.
f. Himpunan yang semua angotanya adalah titik interior dari himpunan itu
disebut himpunan terbuka.
g. Himpunan yang memuat semua titik limitnya disebut himpunan
tertutup.
h. Himpunan S disebut terbatas, bila terdapat bilangan riil q sedemikian
sehingga S di dalam q z . Untuk semua z dalam S q z <
i. N
LIMIT DAN KONTINUITAS FUNGSI KOMPLEKS
Fungsi peubah kompleks kompleks selalu bisa disajikan dalam bentuk
) , ( ) , ( ) ( y x iv y x u z f + .
Oleh karenanya, dalam mempelajari teori limit dan kontinuitas fungsi
kompleks, tidak lepas dari pemahaman tentang limit dan kontinuitas fungsi
dua peubah.
Definisi
Bilangan L disebut limit fungsi ) (z f untuk z mendekati
0
z , ditulis
L z f
z z

) ( lim
0
, apabila untuk setiap 0 > yang diberikan terdapat 0 > , sedemikian
sehingga untuk setiap z dimana <
0
z z berlaku < L z f ) (
Definisi
Fungsi f dikatakan kontinu di
0
z jika untuk setiap 0 > terdapat 0 > ,
sedemikian sehingga untuk setiap z dimana <
0
z z berlaku
< ) ( ) (
0
z f z f .
Atau, f dikatakan kontinu di
0
z jika dipenuhi syarat sebagai berikut.
a.
) (
0
z f
ada.
b.
) ( lim
0
z f
z z
ada.
c.
) ( ) ( lim
0
0
z f z f
z z

Sifat-sifat limit fungsi kompleks


1. Jika
) , ( ) , ( ) ( y x iv y x u z f +
dan
0 0 0
iy x z +
, maka
ib a z f
z z
+

) ( lim
0
jika
hanya jika
a y x u
y x y x

) , ( lim
) , ( ) , (
0 0
dan
b y x v
y x y x

) , ( lim
) , ( ) , (
0 0
.
Akibat
Fungsi ) , ( ) , ( ) ( y x iv y x u z f + kontinu di
0 0 0
iy x z + bila hanya bila
) , ( y x u dan ) , ( y x v kontinu di ) , (
0 0
y x
2. Jika
A z f
z z

) ( lim
0
dan
B z g
z z

) ( lim
0
, maka
a.
( ) B A z g z f
z z
+ +

) ( ) ( lim
0
b.
B A z g z f
z z
. ) ( ). ( lim
0

c.
B
A
z g
z f
z z

) (
) (
lim
0
Contoh
Contoh
Tunjukkan bahwa limit ) , ( y x u untuk ) , ( y x mendekati ) 0 , 0 ( tidak ada bila
) 0 , 0 ( ) , ( ;
2
) , (
2 2

+
y x
y x
xy
y x u
Penyelesaian
Akan diambil beberapa lintasan untuk ) , ( y x mendekati ) 0 , 0 (
1. Misalkan diambil lintasannya adalah sumbu
x
Pada lintasan ini nilai 0 y , sehingga
0
0
lim
2
lim
2
0
2 2
) 0 , 0 ( ) , (

+

x y x
xy
x y x
2. Kemudian pilih lintasan
x y
Sehingga 1
2
2
lim
2
lim
2
2
) 0 , 0 ( ) , (
2 2
) 0 , 0 ( ) , (

+

x
x
y x
xy
x x y x
Karena untuk dua lintasan yang dipilih dihasilkan nilai limit yang berbeda,
sementara limit haruslah tunggal, maka
2 2
) 0 , 0 ( ) , (
2
lim
y x
xy
y x
+

tidak ada.
TURUNAN
Misalkan f didefinisikan pada suatu lingkungan
0
z . Jika
0
0
) ( ) (
lim
0 z z
z f z f
z z

ada
dan tidak bergantung pada arah lintasan
0
z z , maka harga limit itu adalah
turunan ) (z f di
0
z dan dinotasikan dengan ) ( '
0
z f .
Jadi
z
z f z z f
z z
z f z f
z f
z z z

+


) ( ) (
lim
) ( ) (
lim ) ( '
0 0
0
0
0
0
0
dengan
0
z z z .
Syarat perlu untuk ) (z f mempunyai turunan di
0
z adalah ) (z f kontinu di
0
z .
Pernyataan ini dapat dibuktikan sebagai berikut.
Karena ) (z f mempunyai turunan di
0
z , maka:
). ( ) ( lim
0
lim ). ( '
lim .
) ( ) (
lim
.
) ( ) (
lim ) ( ) ( lim
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0 0
0 0
z f z f
z z z f
z z
z z
z f z f
z z
z z
z f z f
z f z f
z z
z z
z z z z
z z z z



Akan tetapi konvers dari syarat perlu di atas tidak berlaku, yaitu kontinuitas
dari fungsi ) (z f di
0
z tidak menjamin ) (z f memiliki turunan di
0
z . Hal ini
dibuktikan oleh contoh berikut.
Contoh.
Fungsi
2 2
2
) ( y x z z f + , sehingga diperoleh
2 2
) , ( y x y x u + dan 0 ) , ( y x v .
Menurut definisi kontinuitas, karena ) , ( y x u dan ) , ( y x v kontinu untuk setiap
) , ( y x , maka ) (z f juga kontinu untuk setiap z . Selanjutnya akan diselidiki
apakah ) (z f juga mempunyai turunan untuk setiap z .
Untuk 0 z .
0 lim
0
lim
0
lim
) 0 ( ) (
lim ) 0 ( '
0 0
2
0 0


z
z
z z
z
z
z
f z f
f
z z z z
.
Jadi ) ( ' z f di titik 0 z dan hasilnya 0 ) 0 ( ' f
Untuk 0 z
z
z
z z z
z
z z z z z z
z
z z
z
z f z z f
z f
z
z
z z

+ +

+ +


0
0
2 2
0 0
lim
) )( (
lim
lim
) ( ) (
lim ) ( '
Sesuai definisi limit, bahwa keberadaan limit tidak begantung pada arah
lintasan
0
z z , misalkan z riil maka dapat ditulis x z dan
x z z , sehingga
z z
z
z
z z z
z
z f z z f
z f
z z
+
,
_

+ +

0 0
lim
) ( ) (
lim ) ( ' .
Bila z imajiner murni maka dapat ditulis y i z dan y i z ,
sehingga z z
z
z
z z z
z
z f z z f
z f
z z

,
_

+ +

0 0
lim
) ( ) (
lim ) ( ' .
Ternyata hasil limit untuk
0
z z , dengan 0 z diperoleh dua nilai yang
berbeda. Ini artinya bahwa ) ( ' z f tidak ada untuk 0 z . Jadi dapat
disimpulkan
2
) ( z z f hanya mempunyai turunan di 0 z .
Rumus Turunan
Definisi turunan untuk fungsi kompleks sama dengan definisi turunan untuk
fungsi riil, yang membedakan adalak prosespencarian (penentuan ) limtnya.
Berikut ini adalah rumus-rumus untuk turunan yang diturunkan dari definisi
turunan dengan menggunakan teorema-teorema tentang limit.
Jika c adalah konstanta dan ) ( ' ), ( ' z g z f ada, maka
1. 1 ) ( , 0 ) ( z
dz
d
c
dz
d
.
2. ) ( ' )) ( ( )) ( ( z cf z f
dz
d
c z cf
dz
d
.
3. ( ) ) ( ' ) ( ' ) ( ) ( ) ( ) ( z g z f z g
dz
d
z f
dz
d
z g z f
dz
d
+ + + .
4. ( ) ) ( ' ) ( ) ( ) ( ' ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ). ( z g z f z g z f z g
dz
d
z f z g z f
dz
d
z g z f
dz
d
+ + .
5. Jika
0 ) ( z g
,
( ) ( )
( )
2
) (
)) ( ( ) ( ) ( )) ( (
) (
) (
z g
z g z f z g z f
z g
z f
dz
d
dz
d
dz
d

,
_


( )
.
) (
) ( ' ) ( ) ( ) ( '
2
z g
z g z f z g z f

6. Jika
) (t f w
, dan
) (z g t
, serta
f
punya turunan di
) (z g t
, dan
) ( ' z g ada, maka ). ( ' ). ( ' . z g t f
dz
dt
dt
dw
dz
dw

7. Untuk blangan bulat positif n, dan untuk setiap titik z, berlaku
1
. ) (

n n
z n z
dz
d
Syarat-syarat Cauchy-Riemann
Andaikan diketahui fungsi ) (z f mempunai turunan di
0 0 0
iy x z + . Jika
) , ( ) , ( ) ( y x iv y x u z f + dan y i x z + , didefinisikan ) ( ) (
0 0
z f z z f f + ,
) , ( ) , (
0 0 0 0
y x u y y x x u u + + , ) , ( ) , (
0 0 0 0
y x v y y x x v v + + .
Bila dimisalkan ib a z f + ) ( '
0
, maka dapat ditulis
ib a
y i x
v i u
z
f
z z
+
+
+

0 0
lim lim
.
Menurut defiisi limit diperoleh b
y i x
v i u
a
y i x
v i u
y x y x

,
_

+
+

,
_

+
+

Im lim , Re lim
0 ) , ( 0 ) , (
.
Jika 0 y , yaitu jika x z , maka diperoleh definisi limit satu peubah yaitu



b y x v b
x
y x v y x x v
x
v
a y x u a
x
y x u y x x u
x
u
x
x
x
x
) , (
) , ( ) , (
lim
) , (
) , ( ) , (
lim
0 0
0 0 0 0
0
0 0
0 0 0 0
0
(1)
Demikian juga bila 0 x , yaitu jika y i z , diperoleh



b y x u b
y
y x u y y x u
y
u
a y x v a
y
y x v y y x v
y
v
y
y
y
y
) , (
) , ( ) , (
lim
) , (
) , ( ) , (
lim
0 0
0 0 0 0
0
0 0
0 0 0 0
0
(2)
Dari (1) dan (2) dperoleh
y x
v u
dan
y x
u v
(3)
Persamaan (3) disebut syarat-syarat Cauchy-Riemann.
Dengan substitusi (1) dan (2) ke ib a z f + ) ( '
0
diperoleh rumus turunan untuk
) ( '
0
z f , yaitu
y y x x
iu v iv u z f + ) ( '
0
.
Dari uraian di atas berikut ini adalah syarat perlu untuk ) (z f mempunyai
turunan di titik
0 0 0
iy x z + .
Teorema 1
Jika turunan ) ( ' z f dari fungsi ) , ( ) , ( ) ( y x iv y x u z f + ada di titik
0 0 0
iy x z + ,
maka
turunan pertama ) , ( y x u dan ) , ( y x v terhadap
x
dan
y
di titik
0 0 0
iy x z + ada
dan
memenuhi persamaan Cauchy Riemann
y x
v u
dan
y x
u v
.
Teorema di atas mengatakan bahwa jika persamaan Cauchy-Riemann tidak
dipenuhi,
berarti ) (z f tidak punya turunan di
0 0 0
iy x z + .
Untuk lebih memahami teorema ini, akan diberikan contoh berikut.
Fungsi
2
) ( z z f yang sudah dibahas sebelumnya secara analitis
menunjukkan
bahwa
2
) ( z z f hanya mempunyai turunan di 0 z . Kebenaran analisa ini
akan ditinjau dengan persamaan Cauchy Riemann sebagai berikut.
Bagian riil dan imajiner dari
2
) ( z z f adalah
2 2
) , ( y x y x u + dan 0 ) , ( y x v , sehingga diperoleh x u
x
2 ,
y u
y
2
,
0
y x
v v
. Syarat Cauchy Riemann dipenuhi bila 0 y x . Jadi untuk
0 z ) ( ' z f tidak ada.
Misalkan diketahui ) sin (cos ) ( x i x e z f
y
+ , sehingga x e u
y
x
sin , x e u
y
y
cos ,
x e v
y
x
cos , x e v
y
y
sin . Menurut syarat Cauchy Riemann, ) (z f tidak punya
turunan di z manapun, sebab tidak pernah mungkin 0 sin x dan 0 cos x
dipenuhi bersama-sama.
Ternyata fungsi
2 2
3 3
) 1 ( ) 1 (
) (
y x
i y i x
z f
+
+
tidak punya turunan di 0 z ,
meskipun
dititik itu syarat Cauchy Riemann dipenuhi.
Sekarang akan diberikan syarat cukup agar ) (z f punya turunan di
0 0 0
iy x z +
.
Teorema 2
Jika turunan parsiil
y x y x
v v u u , , ,
ada dan kontinu di
0
z dan dititik itu persamaan
Cauchy Riemann dipenuhi, maka fungsi ) , ( ) , ( ) ( y x iv y x u z f + mempunyai
turunan di
0
z .
Contoh
Dari fungsi ) sin (cos ) ( y i y e z f
x
+ , diketahui bahwa ) , ( y x u dan ) , ( y x v kontinu
di mana-mana dan
y x
v u
dan
y x
u v
(syarat Cauchy Riemann dipenuhi).
Sehingga menurut Teorema 2, ) sin (cos ) ( y i y e z f
x
+ punya turunan untuk
setiap z dan ). ( ) ( ' z f z f
Syarat Cauchy Riemann dalam Koordinat Kutub
Dalam koordinat kutub z dapat ditulis ) sin (cos i r z + dan
) , ( ) , ( ) ( r iv r u z f +
Dengan menggunakan transformasi cos r x dan sin r y , syarat Cauchy
Riemann dapat diturunkan menjadi

v
r r
u 1
dan
r
v u
r

1
(3)
Persamaan (3) disebut Persamaan Cauchy Riemann dalam koordinat kutub
(Silakan dibuktikan sendiri)
Teorema
Jika ) , ( ) , ( ) ( r iv r u z f + dan turunan-turunan parsialnya

v v u u
r r
, , , ada dan
kontinu di titik ) , (
0 0 0
r z dan di titik ini berlaku persamaan Cauchy Riemann,
maka ) (z f mempunyai turunan di
0
z dan turunannya dirumuskan dengan
( ) [ ] ) , ( ) , ( sin cos ) ( '
0 0 0 0 0 0
r v i r u i z f
r r
+
Bukti
Bila
z
disajikan dalam bentuk polar, maka
) (z f
dapat ditulis
) , ( ) , ( ) ( r iv r u z f + . Karena ) , ( ), , ( y x v y x u keduanya fungsi dari ) , ( y x dimana
sin ; cos r y r x , maka
sin cos
y x r
u u
r
y
y
u
r
x
x
u
r
u
u +

(1)

cos sin
y x
u r r u
y
y
u x
x
u u
u +

(2)
sin cos
y x r
v v
r
y
y
v
r
x
x
v
r
v
v +

(3)

cos sin
y x
v r r v
y
y
v x
x
v v
v +

(4)
Karena persamaan Cauchy Riemann dalam koordinat Kartesius mensyaratkan
y x
v u
dan
y x
u v
, maka (1) dapat ditulis
sin cos
x y r
v v
r
y
y
u
r
x
x
u
r
u
u

(5)
Dengan menyamakan (5) dan (4) diperoleh

v
r
u
r
1

(6)
Analog dengan langkah untuk memperoleh (5) dan (6) diperoleh

cos sin
x y
v r r v
y
y
u x
x
u u
u

(7)
dan

u
r
v
r
1
(8)
Terbukti persamaan Cauchy Riemann dalam koordinat kutub adalah

v
r
u
r
1

dan

u
r
v
r
1
.
Sekarang akan dibuktikan, dengan dipenuhinya syarat Cauchy Riemann dalam
koordinat kutub, maka turunan dari ) (z f dalam koordinat kutub adalah
( ) [ ] ) , ( ) , ( sin cos ) ( '
0 0 0 0 0 0
r v i r u i z f
r r
+ .
Rumus turunan ) (z f dalam koordinat kartesius adalah
x x
v i u z f + ) ( ' . Hal ini
berarti bahwa untuk menentukan turunan ) (z f dalam koordinat kutub harus
ditentukan terlebih dahulu nilai dari
x
u sebagai fungsi dari ( )

u u
r
, dan
x
v
sebagai fungsi dari ( )

v v
r
, .
Untuk menentukan
x
u eliminasikan
y
u
dari (1) dan (2), sehingga diperoleh:
r
u u u
r x


sin
cos (9)
Untuk menentukan
x
v eliminasikan
y
v
dari (3) dan (4), sehingga diperoleh:
r
v v v
r x


sin
cos (10)
Dengan substitusi nilai u
x
dan v
x
ke persamaan
x x
iv u z f + ) ( ' , diperoleh

,
_

+
,
_


r
ru v i
r
rv u z f
r r r r

sin
cos
sin
) ( cos ) ( '
( ) ( ) sin cos sin cos
r r r r
u v i v u + +
( ) ( )
r r
iv u i + + sin cos
( )
r r
i
iv u e +

FUNGSI ANALITIK
Fungsi f dikatakan analitik (reguler/holomorphic) di titik
0
z , jika ) ( '
0
z f ada
untuk setiap persekitaran dari
0
z . Dari contoh sebelumnya, karena tidak
diperoleh suatu persekitaran dari titik z sedemikian sehingga turunannya ada,
maka
2
) ( z z f dikatakan tidak analitik di manapun.
Fungsi yang mempunyai turunan di manapun disebut fungsi menyeluruh. Salah
satu contoh fungsi menyeluruh adalah fungsi polinomial.
Jika suatu fungsi analitik di setiap persekitaran
0
z , kecuali di
0
z sendiri, maka
0
z disebut titik singular.
Fungsi
1
1
) (

z
z f mempunyai turunan
( )
2
1
1
) ( '


z
z f
untuk 1 z . Dikatakan
bahwa 1 z adalah titik singular
1
1
) (

z
z f . Sementara
2
) ( z z f adalah
fungsi yang tidak analitik meskipun fungsi tersebut fungsi polinomial.
FUNGSI HARMONIK
Diberikan fungsi ) , ( ) , ( ) ( y x iv y x u z f + yang analitik pada suatu domain.
Menurut Cauchy Riemann,
y x
v u
dan
x y
v u
, maka
yx xx
v u
dan
xy yy
v u

sehingga
0 +
yx xy yy xx
v v u u
.
Persamaan diferensial 0
2
2
2
2

y x

dinamakan persamaan Laplace dalam
peubah
x
dan
y
. Selanjutnya fungsi yang mempunyai turunan kedua yang
kontinu dan memenuhi persamaan Laplace disebut Fungsi Harmonik. Dua
fungsi harmonik ) , ( y x u dan ) , ( y x v sedemikian sehingga ) , ( ) , ( ) ( y x iv y x u z f +
analitik disebut fungsi harmonik yang sekawan. Sehingga, jika diberikan salah
satu ) , ( y x u atau ) , ( y x v , dapat dicari sekawannya dengan menggunakan
persamaan Cauchy Riemann.
Contoh
Misalkan diberikan fungsi
2 3
3 ) , ( xy x y x u . Untuk menentukan ) , ( y x v
sedemikian sehingga ) , ( ) , ( ) ( y x iv y x u z f + analitik , akan dicek terlebih
dahulu, apakah
2 3
3 ) , ( xy x y x u harmonik.
0 6 , 6 6 , 3 3 3 ) , (
2 2 2 3
+
yy xx yy xx y x
u u x u x u xy u y x u xy x y x u
Kemudian gunakan Cauchy Riemann.
Dari yang diketahui diperoleh
2 2
3 3 y x u
x
, sehingga karena
y x
v u
, maka
( ) ) ( 3 3 3 3 3
3 2 2 2 2 2
x g y y x dy y x v y x v
y
+

. Sementara syarat Cauchy


Riemann yang lain
c x g x g xy x g xy u v
y x
+ ) ( 0 ) ( ' 6 ) ( ' 6
.
Sehingga diperoleh fungsi ( ) c y y x i xy x z f + +
3 2 2 3
3 3 ) (
LATIHAN
1. Apakah
) 2 1 ( tan
1
5 2

+
i
e i ?
2. Tentukan solusi dari
a. i z 8 15
2

b. 0 81
4
+ z
c. 0 1
2 4
+ + z z
3. Untuk setiap nomor berikut, tentukan di titik mana
f
punya turunan.
Kemudian tentukan pula
' f
.
a.
2
) ( iy x z f +
b. xy i y x z f 2 ) (
2 2
+
c.
i z f 3 ) (
d. iy x z f
2
) (
e.
y x i y x z f sinh cos cosh sin ) ( +
f.
) Re( ) ( z z f
g.
) Im( ) ( z z f
h.
z z f ) (
i.
2
) ( z z f
j. i y x z f
3 2
3 2 ) ( +
4. Apakah fungsi-fungsi berikut ini harmonic? Kemudian tentukan
v

sehingga
iv u z f + ) (
analitik.
a.
x u
b.
xy u
c. ( )
2 2
ln y x u +
d. y e u
x
cos
5. Tentukan nilai
z
yang memenuhi
a. 2
z
e
b. 3 1 i e
z
+
c. 1
1

z
e
d.
2 cos z
e.
4 cosh sin z
f.
i z sinh