Anda di halaman 1dari 252

MANUAL

Konstruksi dan Bangunan

PERENCANAAN BETOI$ STRUKTUR BERTULANG UNTUK JEMBATAN

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT BINAMARGA JENDERAL

PRAKATA

jal pembinaan an Sa l a h sa tu a sp e k p e n ti n gu ntuk menunjangkeber hasialan a d a l a h d e n g a n te rse d i a n ya m a, Standar ,Pedomandan Manual ( NSPM ) , Nor y a n gda p a td i te ra p ka d i l a p angan n denganm udah. Untuk mengatasi permasalahandi atas, DirektoratBina Teknik Direktorat J e n d e ra lB i n a Ma rg a D e p a r tm enPeker jaanUm um telah menyusunM an ual Perencanaan Struktur BetonBertulanq untukJembatan. M a n u a l i n i d i su su n d e n g an m emper hatikanm asukan dar i nar asum ber jalandan jembatan. b e r k o mp e ted a n ya n ga h l id i bidang n peker jaan p T a t a c a ra e n u l i sa n n u a l n i mengacupada Pedom an ma ( i Nasional PSN ) Standar No. B tahun 2007.

Apabila dalampelaksanaannya ditemui ataupun terdapat kekeliruan kekurangan pada manualini, akandilakukan perbaikan dikemudian dan penyempurnaan hari.

Jakarta.

Desember 2008

Dir ekturJender alBina M ar ga

UL$ti,, L^L\,\LFG-(,N
A. Hermanto Dardak

Daftar isi

Prakata Daftarisi gambar Daftar Daftartabel 1 . P e n d a h u l u a.n. . . . . . . . . . . . . . . 1.1. Ruang Lingkup 1.2. Pemahaman terhadap Struktur Jembatan 1.2.1. Umum 1.2.2. Tipikal Struktur ............ AtasJembatan 1.2.3. Tipikal Struktur Bawah Jembatan Penjelasan Persyaratan UmumPerencanaan ................ 2.1. SyaratUmumPerencanaan Struktur Beton 2.1.1. UmurRencana Jembatan yangDigunakan 2.1.2. Satuan .......... 2.2. P r i n s i p m u m e r e n c a n a a.n. . . . . . . . . . . . . U P . . 2 . 2 . 1 . D a s a r m u m e r e n c a n a a.n . . . . . . . . . . . . . U P . . 2.2.2. Asumsi Anggapan dan Perencanaan .......... (PBKT) 2.2.3. Perencanaan Terfaktor Berdasarkan Bebandan Kekuatan 2.2.4. Perencanaan Berdasarkan BatasLayan(PBL)........ 2.2.5. Metode Analisis 2 . 3. Sifatdan Karakteristik Material Beton 2.3.1. Kekuatan Nominal Beton 2 . 3 . 2 . T e g a n g alni n. . . . . . . . . . . . . j 2.3.3. Lengkung Tegangan-regangan 2.3.4. Modulus Elastisitas

ii
V

vii 1-1 1-1 'l-1 1-1 1-3 1-10 2-1 2-1

2.3.5. Angka Poisson


2.3.6. KoefisienMuaiPanas 2.3.7. SusutBeton padaBeton 2.3.8. Rangkak 2.4. Sifatdan Karakteristik Material BajaTulangan Non-Prategang 2.4.1. KekuatanNominal 2.4.2. Tegangan ............. ljin 2.5. Sifatdan Karakteristik ............... Material BajaTulangan Prategang 2.5.1. KekuatanNominal 2 . 5 . 2 . T e g a n g alni n. . . . . . . . . . . . . j 2.5.3. Modulus Elastisitas 2.5.4. Lengkung Tegangan-regangan 2.6. BebanRencana 2.7. Persyaratan Kekuatran Beton 2.8. Persyaratan SelimutBeton 3 . MetodologiPerencanaan ................ 3.1. Pendahuluan................ 3.2. Pokok-pokok Perencanaan ........... 3.3. Tahapan Perencanaan ............... 4 . Perencanaan Kekuatan LenturBalok

2-1 2-1 2-1 2-1 2-2 2-2 2-2 2-3 2-3 2-3 2-4 2-4 2-6 2-7
2-7 2-7 2-10 2-13 2-13 2-13 2-15 2-15 2-15 2-16 2-16 2-'16 2-16 2-17 3-1 3-1 3-1 3-1 4-1 4-1 4-1 4-1 4-2

4.1. Umum
4.1.1. Kondisi BatasPerencanaan Berdasarkan PBKT

4 .1 .2 . A su msi e re ncanaan P ................


4.1.3. Tipikal Keruntuhan Balok

4.1.4. Penentuan RasioTulangan Keruntuhan BatokBerimbang 4.2. Analisis BatasBalokPersegi Tulangan Tunggal 4.2.1. Penyederhanaan Formulasi untukTabulasi 4.2.2. Langkah-langkah Mendesain Balokdengan TabelManual 4.2.3. Formulasi untukDesain Manual secara

4.2.4. KekuatanMinimum 4.2.5. Syarat Tulangan Minimum 4.2.6. Syarat Tulangan Maksimum
4.2.7. Jarak Tulangan Perencanaan Kekuatan BalokTulangan Ganda 4.3.1. Analisis BalokTulangan Ganda 4.3.2. Analisis BalokTulangan Gandadengan Tulangan TekanLeleh.... 4.3.3. Analisis BalokTulangan Gandadengan Tulangan TekanLeleh Menggunakan TabelManual 4.4. Perencanaan Kekuatan Balokterhadap Geser 4.4.1. Kekuatan padaBalok GeserRencana

4-3 4-4 4-5 4-8 4-8 4-10 4-'t0 4-11 4-11 4-21 4-23 4-24 4-28 4-31 4-31 4-31 4-32 4-33 4-33 4-36 4-36 4-38

4.4.2. Kuat Geseryang Disumbangkan Beton oleh 4.4.3. SyaratsyaratTulangan Geser 4.4.4. Kuat Geseryang Disumbangkan Tegangan oleh Geser 4.4.5. Tulangan Geser Minimum 4.5. Perencanaan T ............... Balok 4.5.1. Balok danBalok T T-Semu 4.5.2. Analisis Balok Tulangan T Tunggal 4.5.3. Analisis Balok Tulangan T Ganda........ 4.5.4. Analisis Balok Kotak Hollow........ 5. Perencanaan Kekuatan Ko1om........ 5 . 1. U mu m 5.1.1. Faktor Reduksi Kekuatan... 5.1.2. Prinsip Perencanaart................. 5.2. Perencanaan Kolom Pendek...... 5.2.1. Diagram InteraksiKolom........ 5.2.2. Perencanaan Menggunakan Diagram Interaksi..... 5.3. Perencanaan Kolom Lamgsing... 5.3.1. Pembesaran Momen untuk Kolom Bergoyang.............. tak 5.3.2. Pembesaran Momen untuk Kolom Bergoyang. 5.4. Kekuatan Kolom dalam Kombinasi Lentur Biaksial Tekan. dan .. 5.4.1. Asumsi Perencanaan................. 5.4.2. Perencanaan pada Momen Berdasarkan Masing-masing Lentur secara Terpisah.... 5.4.3. Perencanaan Lentur Biaksialdan Tekan 5.4.4. Persyaratan Tulangan untuk Kolom 6. Perencanaan Kombinasi Geser Puntir.. dan 6.1. Penggunaan Metode dan Perencanaan.......... 6.1.1. Pen99unaan.............,... 6 .1 .2 . Me to dP e re ncanaan................. e
6.2. Kekuatan puntir 8a1ok.......... 5.3.3. BebanTekuk......... 5.3.4. Syarat Kelangsingan................

4-50 4-57 5-1 5- 1 5-1 5-1 5-2 5-2 5-4 5-5


5-5 5-6 5-8 5-8

5-14 5-14
5-14 5-15

5-15 6-1 6-1 6-1 6- 1


6-1 6-2 6-3 6-4 6-5 6-6 6-7

6.2.1. 6.2.2. 6.2.3. 6.2.4. 6.2.5. 6.2.6.

Syarat Tulangan Puntir...,..... Torsi Keseimbangan Torsi dan Kompatibifitas................. Tulangan PuntirMinimum.... Definisi danP.o.............. A.o Detail Tulangan Puntir.. Bagan Perencanaan danGeser.. Alir Puntir
ill

7.

7-1 7-1 7-1 7-2 7-2 7-3 7-3 7-3 7 .2 .1 . U mu m padaPelatLantai 7.2.2. Kekuatan 4-5 GeserNominal 7-6 7.2.3. LuasMinimum SengKang Tertutup..... dari 7.2.4. Detail 7-6 Tulangan Geser.. Perencanaan 8-1 Dinding... 8.1. Penerapan 8-1 8 . 2 . P r o s e d u re r e n c a n a a n . . . . . . . . . . . . . . . . . 8-1 P 8.2.1. Umum 8-1 8.2.2. Dinding 8-1 hanyaDibebaniGaya Sebidang. Vertikal 8.2.3. Dinding 8-1 Dibebani dan GayaVertikal HorisontalSebidang............... 8.2.4. Dinding ................ 8-1 Dibebani GayaHorisontal Tegak Dinding Lurus 8.2.5. Dinding Dibebani Sebidang GayaHorisontal dan GayaVertikal 8-2 Tegak urus indin9............... L D 8.2.6. Dinding 8-2 merupakan Bagian dariStruktur Portal....... 8.3. Pengaku Pengikat 8-2 / Dinding...... 8.4. MetodePerencanaan 8-3 Disederhanakan untukDinding Terikatyang Menerima hanya GayaVertika|................ 8.4.1. Eksentrisitas 8-3 Beban Vertikal...... 8.4.2. Perbandingan 8-3 Tinggi Maksimum dengan Ketebalan.. Efektif 8.4.3. Tinggi Efektif......... 8-3 8.4.4. Kekuatan 8-4 AksialRencana dari Dinding 8.5. Perencanaan Dinding 8-4 untukGaya Horisontal Sebidang... 8.5.1. LenturMinimum.... 8-4 8.5.2. Penampang 8-5 Kritis Geser 8.5.3. KekuatanGeser......... 8-5 8.5.4. Kekuatan 8-5 Gesertanpa Tulangan Geser......... 8.5.5. Sumbangan Kekuatan Geser olehTulangan Geser........... 8-6 Dinding 8.6. Persyaratan Tulangan 8-6 Dinding...... 8.6.1. Tulangan 8-6 Minimum.,.. 8.6.2. Tulangan 8-7 Horisontal untukPengendalian Retak......... 8.6.3. Jarak 8-7 Spasi Tulangan............ 8.6.4. Pengekangan 8-7 Tulangan Vertikal.... 9. Perencanaan 9-1 Korbel..... 9.1, Penerapan. 9-1 yang 9.2. Faktor-faktor PerluDipertimbangkan dalamPerencanaan....................9-1 9.2.1. Tinggi 9-1 MukaSisi 9.2.2. AksipadaKorbel 9-1 g-2 9.3. Prosedur Perencanaan................ 9-2 9.3.2. Penampang 9-2 Kritis.......... 9.3.3. Kebutuhan 9-2 Tulangan Total. 9.4. Persyaratan Tulangan... 9-3 9 .4 .1 . T u l a n g a n n i mum.... 9-3 Mi 9.4.2. Sengkang 9-3 Tertutup..... 9.4.3. Pengangkuran 9-3 Tulangan Utama Tarik

Perencanaan Kekuatan Pe|at.......... pelatLantai 7.1. Perencanaan Kendaraan terhadap Lentur........ 7. 1 . 1 . T e b a M i n i m u m e l a L a n t a i . . . . . . . . . l P t 7 . 1 . 2 . T u l a n g aM i n i m u m . . . . n 7 .1.3. Penyebaran Tulangan untuk Pelat Lantai......... 7 .1.4. Pengaku Bagian Tepi........... 7.2. Perencanaan PelatLantai terhadap Geser.........

tv

Daftar Gambar

G a m b a1 . 1 r Gambar 1.1 Gambar 1.2 Gambar 1.3 G a m b a1 . 4 r Gambar 1.5 G a m b a1 . 6 r Gambar 2.1 Gambar2.2 Gambar 2.3 Gambar 2.4 Gambar 2.5 Gambar 3.1 Gambar 4.1 Gambar4.2 Gambar 4.3 Gambar 4.4 Gambar 4.5 Gambar 4.6 Gambar 4.7 Gambar 4.7

1-2 Komponen Prinsip Struktur Atas.......... 1-8 Jembatan Gider Segmental, ....,.. Box Lauderdale Airportlnterchange 1- 8 Jembatan Girder, 1953 Box Dusseldorf, .......... 1-9 Jembatan Solid-Slab, Dusseldorf, .......... 1961 (Arc Jembatan Pelengkung Bridge), 1948............ 1 - 9 Castlewood Canyon, Jembatan Barat, 2005.......... 1 - 1 0 Tipel-Girder Segmental, Cikubang-Jawa Pembagian Beton Analisis dan Perencanaan ElemenStruktur Bertulang 1-18 2-5 Kurva Tekan f-e Beton Kurva 2-6 Stress-Strain Beton Grafik 2-9 Faktor Susut Grafik 2-12 Faktor Rangkak = (Kurva Contoh Kurva Tipikal Baja Tekan Stress-Strain Tulangan Kurva 2-13 Tarik) Tahapan 3-2 Perencanaan ............... Regangan Tegangan Tulangan dan Beton Bertulang PadaPenampang Tunggal 4-2 'b.ror crai{ Perbandins"n K;*;i;ffi 4-3 i"nir ..... 4-3 Penampang, Regangan GayadalamBalokKondisi Berimbang Dan
Penampang, Regangan Dan Gaya dalam Balok KondisiKeruntuhan Tarik......... 4-4 4-7 Diagram Analisis Alir Tunggaf BalokTufangan (Manual) 4-9 Diagram Desain Alir BalokTulangan Tunggal 4-11 Spasidan Selimut Tulangan Perbandingan Penampang tanpa TulanganTekan (a) dan dengan (b)............. Tulangan 4-21 Tekan Efektifitas Tulangan Defleksi Akibat Beban TekandalamMengurangi Tetap(Sustained), JamesG. MacGregor .......,...... 4-22 Penampang, ReganganDan Gaya dalam Beton denganTulangan Tekan 4-23 BalokT dalamSistem 4-36 PelatSatuArah .......... BalokT dalamMomenPositifdan Negatif 4-37 LebarEfektifBalokdenganSayap 4-38 Analisis 4-39 BalokT Tulangan Tunggal Analisis 4-40 BalokT Tulangan Tunggal KondisiTarik Penampang, Tekan 4-41 Regangan GayadalamBalokT Kondisi dan Diagram Analisis 4-43 Alir Balok Tulangan T Tunggal Analisis 4-50 BalokT Tulangan Ganda Diagram Analisis 4-53 Alir BalokT Tulangan Ganda Superposisi 4-57 Gaya-gaya KopelBalokKotakHollow Diagramlnteraksi 5-3 Kolom

Gambar 4.8
Gambar 4.7 Gambar 4.8 Gambar 4.9 Gambar 4.10 G a m b a4 . 1 1 r Gambar 4.12 Gambar 4.13 G a m b a4 . 1 4 r G a m b a4 . 1 5 r G a m b a4 . 1 6 r Gambar 4.17 Gambar 5.1 Gambar5.2 Gambar 5.4 Gambar 5.5 Gambar 5.6 Gambar 5.7 Gambar 5.3 Gambar 5.4 Gambar 6.1 Gambar 6.2

Perhitungan danMnuntuk Pn Distribusi Regangan Suatu (Sway PortalBergoyang Frame) (Sway Portal Bergoyang Frame)
FaklorPanjangEfektif, (AASHTO k LRFDsec.4.6.2.5)... .. g Nomograf untukFaktor Panjan Efektif, ................ k GarisKerjaAksi dari Resultante GayaAksial Spasiantara Tulangan Longitudinal Kolom . . .

5-3 5-9 5-10


5-10 5-11 5-14 5-16

TorsiKeseimbangan TorsiKompatibilitas

6-3 6-4

Gambar 5.3 Gambar 7.1 pambar9.1

Definisi danAn ............. Ao Keliling Geser Kritis .......... BalokTinggi Kantilever

6-5 7-4 9-1

vl

Daftar Tabel

Tabel1.1 Tabel1.2 Tabel1.3 Tabel1.4 Tabel'1.5 Tabel1.6 Tabel1.6 Tabel1.7 Tabel1.7 Tabel1.8 Tabel1.8 Tabel2.1 Tabel2.2 Tabel2.5-2 Tabel2.3 Tabel3.1 Tabel3.2 Tabel5.4-1

JenisBangunan - Beton ..,.,........ (b) Atas JenisBangunan (c) . . . Atas- BetonPrategang JenisBangunan (d) Atas- BetonPrategang ............. JenisBangunan Bawah JenisPilar.......... JenisBangunan (a) Bawah Pangkal Fondasi Langsung . ..... JenisBangunan (b) Bawah Pangkal Fondasi Langsung .......... JenisBangunan (a) Bawah Pangkal Fondasi Sumuran JenisBangunan (b) Bawah Pangkal Sumuran ... ... Fondasi JenisBangunan Bawah- PangkalFondasi Tiang(a) JenisBangunan Bawah- PangkalFondasi Tiang(b) KoefisienStandarSusut Beton sebagaiTambahanReganganJangka Panjang Koefisien Standar Rangkak Tambahan Regangan Jangka Betonsebagai Panjang

Jenis (a) Bangunan - Beton ..,. Atas

1-4 1-5 1-6 'l-7 1-11 1-12 1-13 1-14 1-15 1-16 1-17 2-10 2-11 2-16 2-17 3-4 3-5 5-17

Persyaratan Kekuatan Beton ntuk Abrasi ................. u


SelimutBetonBerdasarkan PadaBetonPrategang .. DiameterTulangan FaktorBebanKeadaan BatasUltimate FaktorReduksi Kekuatan U.L.SUntukBeton UkuranTulangan untukSengkang Spiral dan

vtl

DaftarLampiran

Lampiran A DaftaxNama

I. Pnxo.lnuLultt

I PBNDAI{ULUAN
1.1 Raz,ne Lmexup
Perencanaan strukturbetonini digunakanuntuk merencanakan o jembatanjalan raya o jembatanpejalankaki Dibangundenganmenggunakan l. betonnormal ( beratisi + 2400kg/m3,fc'antara20 MPa s.d 60 MPa ), 2. betonringan ( beratisi + 2000 kg/m3,fc'antara20 MPa s.d 40 Mpa ). * 3. betonbermututinggi (fc' > 60 Mpa). * *) berlakujuga untuk kategori dua beton terakhir dengancatatanperlu penyesuaian perilaku dan penelitianyang dapatditerima.

1.2 1.2.1

PnuatuutN Uuaa

JsantrAN TERTTADAv STRUKTUR

Jembatan adalahsuatubangunanstrukturalyang digunakanuntuk melewatkanorang atau kendaraan di atas dua daerahlkawasanatau ruang yang terpisah oleh sungai, jurang, jalan atauhambatan lembah, fisik lainnya. Secara umum strukturjembatan terbagiatasdua bagian: l. struktur atasjembatan (superstructure) 2. strukturbawahjembatan(substructure) 3. Fondasi Adapun yang dirnaksuddenganstruktur atasjembatanadalahsemuakomponenyang beradadi atas perletakanjembatan. Fungsi dari struktur atas adalah sebagaielemen horizontal yang menahanbeban-beban atas lantai kendaraanuntuk ditransferke di elemenstruktur bawahatauke perletakan.

Manual Perencanaan StrukturBetonBertulang untukJembatan

Hal. l-1

l. Pnuo.aawu.str

I otrs Pernukocr: r i

Peloi Jemboicm

Gambar 1.1Komponenprinsip strukturatas

sebagai berikut : Stnrkturatasjembatanterdiri dari komponen-komponen 1. Permukaan jembatan(wearingsurface). atas Porsi dari potonganpenampangpelat lantai jembatan yang menahanlalu-lintas lapisan kendaraan secaralangsung.Biasanyabagian ini terbagi menjadi beberapa yang terbuatdari bahanbituminuous.

2 . Pelat lantaijembatan
Pelat lantaijembatanadalahkomponenstrukturjembatanyang menahanlangsung lalu lintas kendaraan atasjembatan.Fungsi utama struktur pelat lantai adalah di mendistribusikan beban-beban sepanjangjembatan secara longitudinal atau mendistribusikan bebansecara tranversal.

3 . MemberPrimer
lalu longitudinal(searah Member primer fungsinyamendistribusikan bebansecara prinsif biasanya lintas) dan secara untuk menahanlenturan.Member direncanakan utamatipe balok sepertibetonI-girder, T-girder, box-girderataulainnya.

4. MemberSekunder Member sekunderadalahpengakudiafragmaatau ikatan antaramember primer yang direncanakan untuk menahandeformasi struktur atas dalam potonganarah melintang dan membantu mendistribusikansebagianbeban vertikal di antara girder-girder.

Manual P erenc anaanStruhur Beton B ertulang untukJembatan

Hal.l-2

I. Pztnnnuu.tw
Illemen struktur bawah biasanyadapat berupa kolom pier ,dinding ataupunberupa pangkalj embatan(abutrnent). Adapun bagian fondasijembatan biasanyadapat berupafondasi dalam, atau fondasi dangkal.

1.2.2

TrcTr.aTSrnarranATASTEMBATAN

Secara umum struktur atas jembatan dapat dibedakanmenjadi 4 bagian menurut materialpembentukelemenstruktumya: l. jembatan strukturbeton 2. jembatanstnrkturbaja 1 3. Jembatan strukturk;", i di Jembatan struktur atasbeton yang dimaksudkan sini adalahjembatanyang dibuat dari material beton baik pada keseluruhan ataupun sebagian elemen struktur pembentuknya.Elemen struktur horizontal pada jembatan struktur beton biasanya dapatberupagelagarbeton i-Girder, T-Girder, box girder, concreteslab (pelatbeton), voided slab (pelat berongga).Padajembatan Struktur beton l-Girder atau T-Girder, kemudian setelah balok gelagarjembatan dibuat terpisah pada saat pembuatannya, ereksen disatukan dengan pelat kendaraansecara integral agar terjadi komposit. Adapun box girder, pelat kendaraandisatukan dengan elemen gelagarnyasecara integraldari semulapembuatannya. Tidak dibahasdalammanualini

Manual Perencanaan Struhur BetonBertulang untukJembatan

Hal. 1-3

I. Poyn.enutu.ttt

Atas - Beton (a) Tabel l-1. Jenis bangunan

Jcoir Smgvnan At[t bato{ }o.tirtrnn t

I I I

| I

8onlul bontmg ulrtnl

J.mbilin

lr! Peli! Brton btrltjlin$

Itl: Pcltt brfon300

10-18mI

1r18

lc) K6{.{lDrrect.t

5-13m

I tltS

'T' lcl Cetdtrrbo(o^

1'13- 115 1

llI Gatogarbtoa bott

1t12- 1t15

anaanStrukturBeton B ertulang untukJembatan Manual P erenc

l. PnNo.qnutu.tN

Tabell-2. JenisbangunanAtas Betonft)

Jlnb Baaguaro Atrr

8ofttul brotorto utrmt

Vrrlotl Bchr!rg

Fatbtndh$rn htt $rikd tho0ltbonlong

Prnoapilrn

Jrnrbotrn botonbrnuhng '! Blton luonluk Itl Lon0k\rng 0r'.bolrl

30-70m

1R0rata2

estetika

Josnbtron Dctoop|rtokon : lrl $c0rnrnFn:rt

m 6-'12

1t20

fungsional

lbl So0nenp.;s! beron{g!

6-16m

1t20

fungsional

lcl Stlnrn lrrongia horapot4ocagfn lofitai lralon

8-14m 1/1 I

fungsional

. rongeo tungstt
. bott b!?hggl

1 6 - 2 0m

Manual Perencanaan Struhur BetonBertulang untukJembatan

Hal.1-5

l. Pnvo,tnutu,qN
Tabel l-3. Jenis bangunan Atas - BetonPrategang(c)

Jcnlr Eonguno{r Ator Jonrltnlrllrhoton Ptetolnn! thl Grlagrr bot| Frisa Frnilrno.n drnoan linlrl kofioodt,

Oontul bontnng utrrma

Vrimi Eentnnt

PBrbonfrn0in hrL ripll(0l tincollbnntana

?onompllan

1 8 - 4 0 m 1I15 1/16.5

baik

lil Gslagof bl8 rnorolhik drlim bentan0 to8orhonE.

20-50m

1t17.5
baik

1t20

tl Golrgar bok3rntn,ut, ltntilove., &clthstnaea


lta$ 1q 1;39

6-150m

1/18 1/20

estetik

Manual P erenc anaanStrukturBeton Bertulang untukJembatan

Hal.1-6

I. PwnAnuLu,s.I,t

Atas - BetonPrategang(d) Tabel l-4. Jenis bangunan


Jofilr Bln$rnrn Arrt
Jafibtrart brton 9r'trlrn : orolul boeileng utrora Vsrlatl Bnnl*r! ?arbaadlogm htl dp*el tlno*iIbonunft Paotmgarn

I ldl Oelooar dcrnrn lrntal ksnrgocitdllom benlons redethrrp : r nfDrlenco0n0tn


. f!|3ci 0cnagln$.1! . ptJ 4 patcn FOnC0l^01^ lll 6clo0$ | do,roan Inh(oi bcton hompoiit 6slom bgAlntto thltltrlJs.

'r2-35m 1 8 - 3 5 m 1 i l 5 - 1 / 1 6 . 5 fungsional 'r8-25m

20-40m

1t17.5

fungsional

tlt Grb0r, I orc'DcA{0rr}0!n


dcn{r+ lefltli lo$tutoiit ddem btntsng frrftfi0!|.

16-25m

11151r16.5 tungEional

'T'-prica hl Gctlinr pgnqlin$an.

2 0 - 4 5 m 1r16.5 1/17.5 fungsional

mendetaildalam laporanini akan dititik beratkanpadaelemenAdapun pembahasan elemenstruktur atasyang terbuatdari beton bertulang saja.

Manual Perencanaan StrukturBetonBertulang untukJembatan

Hal.1-7

l. PrNo,lautt;,1n"

Airport Interchange. Lauderdale Gambar 1.1Jembatan girdersegmental, box

box Gambar 1.2 Jembatan girder,Dtisseldorf , 1953

Manual Perencanaan StruWurBetonBertulans untukJembatan

Hal. I -8

I. Pnxn,tuuruax

Gambar 1.3Jembatan Solid-slab, Diisseldorf , 1961

Gambar 1.4Jembatan (Arc Pelengkung Bridge), Castlewood Canyon, 1948

Manual Perencanaan Snuhttr BetonBertulang untukJembatan

Hal. 1-9

I. PtNo;nurcs:u

Tipe l-GirgerSegmentalCikubang-jawabarat,2005 Gambar 1.5Jembatan ,

1.2.3

Ttprcat Srnaman Bawnn JrunnrtN

Strukur bawah adalah komponen struktur jembatan yang menyalurkan gaya-gaya pada fondasi. Secara vertikal dan horizontal dari bangunanatas (superstructure) berikut : umum Strukturbawahjembatandibedakan menjadidua bagiansebagai l. Jenispilar (prer) 2. Jenispangkal(abutment)

St-ruhurBetonBertulang untukJembatan Manual Perencanaan

Hal. 1-10

I. Ptuoeuutunu

Bawah- JenisPilar Tabel I-5. Jenis bangunan


JENIS PILAR

TINGGI TlPlttAL(m! 0{024t0

PILAREALOKCAPTIAIIGSEDERiIA}IA 0ua baril tiang nd&lnh maoimurn


PILAR I(OLOil TUIIGGAL

dianiurkan

kolom sirlcutar psda alirEn arus

--'*&
T--_-?

t5

PILARTEUB0K Uirrrq bun{fsr dan diftyemen teff]bok _*--@ icroai ar.h dirln rnmbantu ke|rincarun 6ru! d6n rtlenguringi geruun PILARFORTAL SATUTIIGKAT (ICOLOI!4 GAUOA ATAU iiAJEUUT) da.niurkan kolom lirkuhr p.da atimn aru lpari kolom 20 mcmhantu ketancartn arug

r.J

2S

f--T l-Tl

15

15
PILAR FORTAL OUA TIIIGI(AT

2S

PILARTEIIBOK PEITAM PA]IGI pcnampang ini tid* baik dlm rnenatran riiran arug eebdkrrya digunak8n dl damt

25

vertikal Sedikit berbedadenganpilar, pangkal jembatan selain memikul gaya-gaya pangkal juga difungsikan sebagai dinding maupun horizontal dari superstructure, penahantanah.Oleh karenafungsinya sebagaipenahantanah maka elemenstruktur ini biasanya tertimbundi dalamtanah.

Manual P erencanaan Struldur Beton B ertul ang untuk Jembatan

Hal.1- 11

I. Ptttolnutu,qu Tabel 1-6. Jenis bangunan Bawah-Pangknl FondasiLangsung(a)

jarak entara perletakan

t
[:

i "r. i ,+ ;,,

t
I

lii
lii
Ferlindungnn terhadap geruasn diperlihatkan eebagAilnuntuk keiilasan

DEFAN ELEVASI
rht
-$ehar panEkal -{

; -$ebar

Pelattniak*q
-{*

lebar tennbok

il

penjanE pelatt iniak

tTrF

DEPAN

Marual Perencanaan StrukturBetonBertulang untukJembatan

Hal.l-12

l. PrNo,quutu,4tl (b) Bawah-PangkalFondasi Langsung Tabel 1-6. Jenisbangunan 200 mm


luffi perlirHluilgan tipikal timbuftan t5Ornn t Ttplkrl l**k--.t LebarbalokkeF*la

tinggitembok kepala Perletakan

perlirdungan Po*desi S00mm bewah di Dermukafift fisli teneh


Ferflukaanasli

p tembok enahan :ebalpilecap

1-1 POTOTIGAH

Tcnnb*lr ra'fip

elevasidepan
Toaf,b$kpanuhon

{'"" "---i
balek depan

3D PANDAT{GAN STRUKTUR pelatinjakuntukkemudahan} terrnasult {Tldak

Manual Perencanaan Snuhur BetonBertulang untukJembatan

Hal.1-13

I. Prttoeautu.lu

Banah - PangkalFondasiSumuran(a) Tabel 1-7. Jenis bangunan

Jarak pertetakan

perlindunqnn terhatlap

nt'/,1
t.

pordasi lr

liI I '-;5rak

i '. bebas samping

250 rnnt Di;rnneter surnurafi

ELEVASIDEPAN
r-r.-l.-1
Lebarpanqkat _ --.r _hbar | -pelst lnlsk tembsk I |

sryEp
Paniang pelst inlak

OEPAN

Manual P erencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.1-14

I. PnNo.aautunu
Bawah- PangkalFondasiSumuran(b) Tabel 1-7. Jenisbangunan 20$mm perlindungan tuas tipikal timhunan it0 mrr Tlpllal t*L,,

kepala balok Lebar

kepala tinggitembok
Forl slnhar

Pondasiperlindungsn \( di 8t}0mm havrah


perrnukaan tanaha*li Permukaan asli hsbebassn s6mpins 250mm

penf,han tembok pilecap

P O T O r \ ' 6 , 11 . 1 N

*levaai depan

3D PANDANGAN STRUKTUR pelat (Tidak injak untuk kemudahan) termasuk

Manual P erencanaan Snuktur Beton Bert ulang untuk Jembatan

Hal.1-15

I. Pnuotnurum

Tabel 1-8.

JenisBangunanBawah- PangkalFondasi Tiang (a)

lamk Elntara pertetalcan


I

Perl[nrlufig{ln torhcdap

iameter tiang

g spasitian arah memanjang ELEVASIDEPAN

--tsr:h-l

spasi tiang erah

mesnt{xrg

DENAH

uirtrEmiffinum

Manual Perencanaan Snuktur Beton B ertulang untuk Jembatan

Hal.t-16

I. Ppuotautuau

Tabel 1-8.JenisBangunanBawah- PangkalFondasiTiang (b) luas rxlmm tiPikal Per$rHungan 350 mrn tirnbunan

tebar hatok kepeta


,l: :L I'i I-i

* perletalon FrtmutmrE-rr{

Pondasipertindungan batu6lxlrnmdi baw'h Sermukeanasli


?50mm tipikd

iebar ternbok penahan pilecap


'--r-.--\-qfi

kebebasanssmgng
tiang vertlkal harus digunokan dalarn wilayah gerr|pi lr2r3 dan 4 bita dinginln peraEakuclaktsal

tebat uiung balok cap' \i

FOTONGAN{-1
Temhok kefala

Eler,asi depan

*\ Tennbok

Oiameter tiarqg
Bdok pilecap

PAHDANGAN STRUKTUR 3.O pelatinjakuntukkejelasan| ttidaktermasuk

MarrualPerencanaan Struktur BetonBertulang untukJembatan

I. Ptuotauru.tN

BERTULANG BETON JEMBATAN STRUKTUR

JEMB.STR.BETONTUL.NON PRESTRESS (Mtsal:Jbt.Pelatbeton, pelat gelagar'T',gelagarbox) barongga, Atas Perencanaan Struktur - Perencanaan balokEelagar - Perencanaan pelatlantai kendaraan - Perencanaan diafragma Perencanaan Bawah Struktur - Perencanaan oierhead - Perencanaan kolompier - Pereneanaan abutmenwangkal - Perencanaan sayappangkal Perencanaan Fondasi - Perencanaan pondasi dangkal pilecap Perencanaan

JEMB.STR. BETON TUL.PRESTRESS pelat,segmen'l(Misal: Jbt.segmen girder',segmen'T) Struktur Atas Percncanaan - Ealokgelagarprestress - Pelatlantaikendaraan - Diafragma Bawah Perencanaan Struktur - Pierhead - Kolompier - Abutmenvpangkal - Sayappangkal Perancanaan Fondasi - Fondasi dangkal - Pilecap - TiangFondasi -----------7-.i---

KHUSUS JEMB.STRUKTUR (MisaLJbt. gelagarbox, segmen gelagarbox, jbt.kabel,jbt. beton pelengkung/are bridge) boks(box girderr. Gelagar pracetak. bokssegmental Gelagar kantilever, 6elagarbokssegmental Jembatankabel (cable stayedJ. Jembatanpefengkung(Arch bridge ).

\ v !,/\ \."_ \/
STRUKTUR SYARAT KEAMANAN . SYARATKEKUATAN . SYARATKELAYANAN

I | | | |

BALOK PERENCANAAN

II

PERENCANAAN PELAT

DINDING PERENCANAAN - Perencanaan GayaV Sebidang - Perencanaan GayaV+H Sebidang - Perenc.GayaH TegakLurusDinding - Perencanaan dan H GayaV Sebidang TegakLurusDinding - Perencanaan Geser CheckSyaratTul.Minimum

- Perencanaan Lentur || - Perencanaan Geser/ Geser+ Puntirl'l - Pemeriksaan SyaratTul. Minimum ll - Pemeriksaan SyaratKelayanan ||

- Perencanaan Lentur I - Perencanaan Geser/ Geser+ PuntirI - Pemeriksaan Syaratlul. Minimum I - Pemeriksaan SyaratKelayanan I

| | Checf SyaratTut. Minimum Tulangan | - Pengangkuran

@', - Perencanaan Geser

I I I

- HitungLosses/ khilangan teg - CheckTegangan dgn Cara PBL. - Perencanaan Lentur - Perencanaan Lentur+ aksial - Perencanaan Gcser/ Geser+ Puntir - Pemeriksaan (Prestress) Tegangan - Perencangan DaerahPengangkuran - CheckSyaratTulangan Minimum - CheckSyarat Kelayanan

PERENCANAAN STR. TEI(AN EL. - Perencanaan Aksial + Lentur - Perencanaan Geser - CheckSyaratTulangan Minimum - Perencanaan Detailing Gempa - CheckSyaratKelayanan

Gambar1.6Pembagian Analisis dan Perencanaan ElemenStrukturBeton Bertulang

Manual Perenc anaanStrukturBeton Bertulang untukJembatan

Hal. 1-18

2. PENYAMTAN UMUMPERENCANAAN

2 PENJELASAN PERSYARATANUMUM PERENCANAAN


BnroN 2.1 Svtnar Uaaa Pnnnxc,aNAAN STRUKTUR
2.1.1 AMURRENCANAJEMBATAN

Persyaratanumur rencanaj embatan: o o Jembatan umum minimum 50 tahun. Jembatanpenting/khususdar/atau berbentangpanjang 100 tahun.

2.1.2

DIGaNAKAN SATUAN YANG

Internasional Bsrdasarkan SNI, menggunakan sistemSatuan (m / mm,N/kl\, MPa, oC)

2.2 2.2.1

PruNstp Uaau PgnENCANAAN Dtstn Umaa PrnnNceNa.ntt

elemen Strukturdapatdibagi menjadi2bagian:. Perencanaan Terfaktor(PBKT) 1. Perencanaan berdasarkan BebandanKekuatan o Perencanaan elemen lentursepertibalok,pelat . . Perencanaan elemenlenturdanaksialsepertikolom/pier geserdan puntir Perencanaan

2. Perencanaan berdasarkan BatasLayan(PBL) o Perencanaan balok prategang o Perencanaan deformasi kelavanan dan struktur struktur: Disampingitu, faktor integriti komponen-komponen . Kontinuitas dan redundansi.

o Ketahanan terhadap kerusakan instabilitas. dan

Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.2-1

2. PENYAMTAN UMUM PERENCANAAN

Aspek perlindungan eksternal terhadap kemungkinan adanya beban yang tidak direncanakanatau berlebih.

2.2.2

ASUMSIDANANGGAPANPERENCANAAN

Untuk prosedur dan asumsi dalam perencanaanjembatan serta besamya beban rencana harus mengikuti ketentuan berikut: . o . Struktur menahansemuabeban yang mungkin bekerja padanya. Beban ditentukan berdasarkanPeraturanPembebananuntuk JembatanJalan Raya. Menahan beban angin dan gempa pada arah lateral.

2.2.3

B PsnrNctNe.tN BERDASARKANEBANDANKrru,trnN

(PBKT) TERFAKToR

PBKT ditunjukan dalam notasi berikut : ORn> dampak dari lY, Sisi kiri mewakili kekuatan rencana,dimana: Rn : kekuatan nominal <D= faktor reduksi kekuatan Sisi kanan mewakili kombinasi penjumlahan beban-bebanterfaktor, dimana: Q,:Beban(Load cases), Y, = faktor pengali beban. Q,

(2.2-L\

2.2.4

PERENCANAAN Bennns,tnr,attt B,qr,as Lev,att(PBL)

yang bekerjadibatasioleh suatunilai tegangan Secara umumnyaPBL adalahtegangan ijin dari materialstruktur.
tegangan -ultimate Tegangan Keria 3 Tegangan iiin =

sF

Manual Perencanaan Strudur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.2-2

2. PENYAMTAN UMUM PERENCANAAN

suatukondisi secara Dengandemikianperencanaan PBL dilakukanuntuk mengantisipasi lain dari: bataslayan,yangterdiri antara . . . r . Tegangan kerja. permanen. Deformasi Vibrasi. Korosi, retakdanfatik. jembatan. banjirdi sekitar Bahaya

2.2.5

METODEANALIS$

persyaratan sebagai berikut: Metodaperhitungan strukturbetonharusmemenuhi r r . . cara teknik yangbaku. Menggunakan mekanika programkomputer. prinsipdanalur kerjanyabila menggunakan Drjelaskan ataukeseluruhan Percobaan modelkomponen modelmatematik asaldapatdiaplikasikan. Menggunakan

BEToN 2.3 Srcer o.nN K,qRAxrnRrsrrK MATERTAL


2.3.1 KEKUATANNOMINALBTTOT,I

Kuat tekan Kuat tekan beton untuk jembatan beton non prategang pada umur 28 hari, fc' harus 2 20 MPa dan sedangkanuntuk beton prategang 30 MPa..

Kuat tarik

Kuat tarik langsung dari beton, f, bisadiambildari ketentuan: . 0.33ff perawatan atau rrarapadaumur 28 hari, dengan standar

Kuat tarik lentur Kuat tarik lenturbeton, f", bisadiambil sebesar:

Manual Perencanaan Strudur Beton Bertulang untuk Jembatan

HaL2-3

2. PENYAMTAN UMUMPERENCANAAN

atau. perawatan standar; 0,6,,1f"' MPa padaumur 28 hari, dengan

2.3.2

TrotNeen utN

Tegangan ijin tekan pada kondisi layan Tegangantekan ijin, o1*=0,45i"' (untuk semuakombinasi beban).

Tegangan ijin tekan pada kondisi beban sementara atau prategang untuk komponen beton prategang. Tegangantekan ijin penimpang beton, otk = 0,602' Dimana:

kondisi transfer gaya

f",' addahkuat tekan beton initial pada saattransfer gaya prategang-

Tegangan ijin tarik pada kondisi batas layan Tegangantarik ijin penampangbeton,:

o Beton tanpatulangan o Beton prategang penuh

:0,I5 ,ff'

:0,5 rfti'

Tegangan ijin tarik pada kondisi transfer gaya prategang untuk komponen beton prategang. Tegangan tarik yang diijinkan pada saat transfer gaya prategang:
a

0,25 J f"t'

(selaindi perletakan).

0,5 ,lh ' (di perletakan)

2.3.3

LENGKUNGTEGANGAN-REGANGAN

sebagai: beton Lengkungtegangan-regangan biasadigambarkan

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.2-4

2. PnnswnqruttUuuu PTRENCANAAN persamaan matematikyang Dianggapkurva bilinier atau trilinier berdasarkan disederhanakan
a a

Dianggaplinier, berdasarkan tegangan kerja Ditentukandari hasilpengujian

regangan kuattekan dari Lokasi maksimum.

34
!3
o
q

9-r o

Padabetonlunak,kuruarelatifdatar setelah puncak rnencapai 0.002 Concrete straio 0.0(B

Gambar 2.1 Kurva f-a Tekan Beton

terhadap responnya Umumnyaperilaku dari materialbetondigambarkan sebagai bebanuniaxialtekan,dari test kuatsilinderumur 28 hari. Diperlukanmesin tekan yang kuat (kaku) untuk mendapat kurva yang lengkap, khususnya setelah melampaui titik puncak.

Manual Perencanaan Struhur BetonBertulanguntukJembatan

Hal.2-5

2. Pmsrla,arnu Uuuu Pranrcaxnntt


2.3.4 MoDULasELAszslru,s

Modulus elastisitasbeton,E. , Nilainya tergantungpada mutu beton, yang terutama dipengaruhioleh material dan proporsi campuran beton.Nilai E. untuk beton normal sebagai berikut:
a

(o E" = w"t't ,o$,[f I


Ec:47a0 Jr' (sll 03-2847-2002), dalamMPa; atau dinyatakan

. -t

-\

a a a

Ditentukan dari hasilpengujian. Biasanyayang dianggapcukup mewakili adalahsecantmodulusuntuk 25% 50%fc'.

f,'
Intialtangent modulus

,tu

1n 1n q)

a Secant modulus

Strain, e
Gambar2.2 Kuwa Stress-Strain Beton

Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan

Hal.2-6

2. PensvtnarnuUuuu PTRENCANAAN 2.3.5 ANGKAPOISSON

Angkapoissonwrtuk beton,u, bisa diambil sebesar: ' A,2 atau

o Ditentukandari hasilpengujian.

2.3.6

KoTTTSTNMT]AIPANAS

betonakibatpanas, bisadiambil sebesar: Koefisienmuai panjang -6 . 10 x 10 peroC,dengan t20%o; atau pertimbangan bervariasi bisa o Ditentukandari hasilpengujian.

2.3.7

BETON SUSUT

Bila tidak dilakukan pengukuranatau pengujiansecarakhusus,nilai regangansusut rencana beton pada umur t (hari), e*, untuk beton yang dirawat basah di lokasi pekerjaan: "".,=Q t(ts+r))e pengertian: Dengan susutbetonpadaumurt hari, dan 6""., = nilai regangan = nilai susutmaksimum bisa beton,yangbesarnya diambil sebagai: "".u
to., = 780 x 10{ 2"" Nilai 2., ditentukan oleh kondisi campuran beton dan lingkungan pekerjaan:
1"" = K ot .Ko".K"t .K rt .K ut.K o"t

"".,

(2.3-l)

(2.3-2)

(2.3-3)

pengertian: Dengan - Umur betonyang dirawatbasah t dilokasipekerjaan terhitungsejak7 hari , pengecoran setelah [hari] Ko' Ko' : Faktorpengaruh kelembaban relatiefudarasetempat (%)l tH : Faktorpengaruh ketebalan komponen beton[d (cm)]

ManualPerencanaan Struhur BetonBertulanguntukJembatan

Hal.2-7

2. PERSYAMTANUMUM PERENCANAAN

K"' K r' Ku' Ko"'

: Faktor pengaruhkonsistensi (slump) adukan beton [s (cm)] : Faktor pengaruh kadar agregathalus dalam beton [F (%)] = Faktor pengaruh jumlah semendalam beton [C (kg/m3)] = Faktor pengaruhkadar udara dalam beton [AC (%)] Ku" Ko"' , dapat diambil dari grafik 2.3

Besaranfaktor-faktotKr",Ko',K"",Ks' dibawah.

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.2-8

2. PERSYAMTANUMUM PERENCANAAN

1.0 0.8

1.0

o
0.6 (s. oa.4 | .l:H{40 ' \ ,n o.2 ^a d -f 1.193-0.0127 cml L 1.193-o.o3z2d in.l

"iro'u 0.4

0.2 KL =(3 . 0 - 0 . 3 H: 40< H < t o o ' 1.4-o.ol : B o < H < Bo H 0 -:l'3 1.2 611'1 J 1.0 40 50 60 70 80 90 100 (a). KelembabanRelatif,H 7o

2030405060 cm 510152025 (b). Ketebalan minimumd (cm) 1.1 1.0 0.9


Kt,

l/
,Ylrll

0.9 -/* '-s -tL 0.89 0.O4075in. + S


o.8 05101520
I

+ 0.89 o.o16 cm s

'

0.8

lLt

crn

?5 30
ta

02468 (c). Slump,s (cm) 1 .2 1.1


'.r1'o -b

10

t2

40 30 60 50 70 (d). Kehalusans (< saringan no.4), F


1.10 1.05

o/o

o.9 0.8 ft o =( 0.75+ 0.0348 sacks/cr L0.7S+ 0.000214 Btblm

Kic

1.0

Fac=0.95+O.0O8A 0.9 o 2 4 6 I tO12


l4

c.7

600 800 1000 12001400 1600 kg/rn3| (e) Jumlah semen dalam beton, C kg/rn3

(f). Kadar udara, A7o

Gambar2.3 Grafrk Faktor Susut

Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.2-9

2. PERSYAMTAN UMUMPERENCANAAN Untuk komponen beton yang dirawat dengan cara penguapan(steam cureQ, maka nilai e"", ditentukanoleh rumusan(2.3-4) dibawah ini:

t o.t = (r l(ss + r))"", ,

(2.3-4)

Dimana t menyatakan umur beton yang dirawat dengan cara penguapan,terhitung sejak 1-3 hari setelah pengecoran,dalam satuanhari.

Tabel2-1 Koefisien standar susut beton sebagaitambahan regangan jangka panjang

Kekuatan karakteristik/c' [MPa] Koef. susutmaksimuma,".,

20

25

30

35

40-60

0,000174 0.000170 0,000163 0.000161 0 , 0 0 0 1 5 3

2.3.8

RANGKAK PADABEToN

Rangkak, merupakan reganganjangka panjang yang tergantung waktu pada suatu kondisi tegangantetap :
t,c.r = @

(2.3-5)
""Q).""

Koefisien rangkak, O""(r), bila tidak dilakukan pengukuranatau pengujian secara khusus, bisadihitungdari rumusan:

o-(r) = (rnu * ro'u l(ro )C,


Cu =2,35y"" .K,o" Tcc= Kh'.Kd".Kr".Kr" .Ko"'

(2.3-6',) (2.3-7) (2.3-8)

Keterangan:
te

: regangan tetap elastissesaat akibatbekerjanyategangan = waktu setelah pembebanan lmrtl = koefisien maksimum rangkak

t cu

Manual Perenconaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.2-10

2.Prnswnar,ay Uttuu Pnnnuctttttw


Kr" Ko" Kr' = faktor pengaruh relatif udarasetempat[I/("2")] kelembaban = faktorpengaruh ketebalan komponen Ueton[a(crr)] = faktor penganrtr (slump)adukanbeton [s(cz)] konsistensi
= faktor pengaruh kadar agregat halus dalam beton [f(%)]

Kr'
K*t

= faktor pengaruhkadarudaradalamUeton[eC(X)] = faktorpengaruh i umur betonsaatdibeban p "(hari)l 2.4 K,o"dapat diambildari gambar

Kr"

Ko',Kd",K,',Kr',Ko"'dan Besaran faktor-faktot dibawah.

Namundemikianbila tidak dilakukansuatuperhitungan rinci sepertidiatas,makadalam asumsi pada suatu kondisi yang standar,nilai koefisien rangkak maksimum C, bisa diambil secara dari Tabel2-2 dibawahini. langsung adalah: Dalamhal ini, yangdisebutsebagai suatukondisistandar r minimum betond : 15 Kelembaban relatif udarasetempat = 70 yo, Ketebalan H cm, slumps : 7,5 cm, Kadaragregat halusdalambetonAC : 6 Yo

Tabel2-2

Koefisien standar rangkak beton sebagai tambahan regangan jangka panjang

Kekuatan karakteristikf

"LMP "l Koef. rangkakmaksimumC"

20 2,8

25
)5

30

35
2,15

40-60

2,3

2,0

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.2-11

UMUMPERENCANAAN 2. PERSYARATAN

1.0 0.9 0.8 0.7 0.6 0.5 0

1.0 0.9 0.8

=( | for H<407{ for lt.zz-o.oo67H H>+o%


40 50 60 70 80 90 100
(a)Kelembaban relatifH [o/ol

0.7

ffi = 1.12-0.0079d
20 30 40 50 60
(b)Ketebalan Minimum [cm] d

0.6 010

K
t.4 1.2 1.0 0.8 0.6 1.10 1.05 1.0 0.95

K;

l = 0.82+o.o26s

K?= 0.88+o.oo24F
I I I

no

-'-J0

5r015
(c)Slump,I cmI s

40

50

60

s no. {d). Kehalusan (<saringan 4),F %

r.E
t.6 t.4 t.2 1.0 0.8

1.0 0.95
0.90

G=ll ?1[:il:l[$;;},

0.85 0.80 o.75oL


(e)Kadar Udara (%) A

02468r012

20 J0

40 50 60

(0 Umur Pembebanan t (hari) saat

Gambar Grafik FaktorRangkak 2.4


Manual Perencanaan StruHur Beton Bertulang untuk Jembatan

HaL2-12

2, PERSYARATU'I Uuuu PSRENCANAAN

o,tx KtnaxrnrusrlK MATERTAI 2.4 Src,nr Bln TunaNceN,lfolrPnarrelttc


2.4.1 KEKUATAN N0MINAL

Kuat tarik putus Ditentukandari hasilpengujian.

r20 _ 100 E
./ /
I

t__n keras (high strengtlsteel) 1 iaja r


I

ao
=

r-T I t_t r t--i-t


W
I

t800.l

{{i00}

. os /
=\ * E
(rl

40'

J
l

{400t
\_
I I

20 o o

-.1viutOplateauyang berbedakarakternya

(200)

_| yield strength= kuat minimumyang digaransi I SpecineO

o.04

o,08
Strain

0.1?

o.16

o.z0

Gambar2.5 Contohtipikal kurva stress-strain tulangan baja (kurvatekan= kurvatarik) Kuat tarik leleh Kuat tarik le\eh, frditentukan dari hasil pengujian, tetapi perencanaan tulangan padakuat leleh /" yang melebihi 550 MPa, kecualiuntuk tidak bolehdidasarkan tendonprategang.

Manual Perencanaan Strulctur Beton Bertulang untuk Jembatan

HaI.2-13

2. PTnsven.aTAN UMUMPERENCANAAN

2.4.2

TEGANGAN IJIN

Tegangan ijin pada pembebanantetap Tegangan ijin tarik, f,, padatulangan non-prategangboleh diambil dari ketentuan dibawah ini:

las polos atau ulir )

bentangnya tidak lebih dari 4 m ).

Tegangan ijin pada pembebanan sementara Boleh ditingkatkan 30 % dari nilai teganganijin pada pembebanantetap.

Modulus elastisitas Modulus elastisitas baja tulangan, 3:. bisa diambil sebesar:

Koefisien muai panas Koefisien muai baja tulangan non-prategangakibat panas bisa diambil sebesar:

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

HaL2-14

2. PERSYAMTAN UMUMPERENCANAAN

2.5 Srcar o,tN K,qRAxrnRrsnrc MlrnRLAt Bttt 2.5.1 Koxanr.nN r,toumnt Kuat tarik putus

TatexeeN Pntrnetxc

atau dari Kuattarikbajaprategan5,p, harus ditentukan hasilpengujian, diambil f fabrikasi mutu berdasarkan sertifikat sebesar bajayangdisebutkan fabrikator oleh
yang resmi.

Kuat tarik leleh ekivalen Kuat leleh baja prategang, fo, dianggap sebagaiberikut: harus ditentukan dari hasil pengujian atau

fo, : 0 r 7 5 fo,
rpy

: 0,85 fo,

2.5.2

TEGANGAN IilN

Tegangan ijin pada kondisi batas layan Tegangan tarik ijin baja prategangpada kondisi layan:

Tegangan ijin pada kondisi transfer gaya prategang Tegangan tarik ijin baja prategang pada kondisi transfer tidak boleh melampaui nilai berikut:

ManualPerencanaan SnukturBetonBertulanguntukJernbatan

Hal.2-15

2. PERSYAMTAN UMUMPERENCANAAN

2.5.3

MoDULUSEI.ASTISITAS

Modulus elastisitasbaja prategang, Eo, bisadiambilsebesar:

: 200 x 103 MPa : 195x 103 MPa : 170x 103 MPa

2.5.4

LENGKUNGTEGANGAN-REGANGAN

Lengkung tegangan-regangan baja prategang ditentukan dari hasil pengujian.

2.6 Btn,qN RswcANz


Untuk besaran beban dan kombinasi pembebanan, diambil mengacu kepada standar pembebananuntuk JembatanJalan Raya

2.7

Pnnsv,qRATAN KEKUATANBEToN

akibatlalu lintas abrasi(keausan) akanmengalami Untuk bagianbetonyang diperkirakan diisyaratkan ' sebagai berikut :. f
Tabel 2.5-2 Persyaratan kekuatan beton untuk ahrasi Bagian bangunandan/ataujenis lalu lintas

Kuat tekanminimum f"'lMPal

Jalan untuk pejalan kaki dan sepeda

20

yang berhubungan Perkerasan lantaijembatan dan dengan: l. Lalu lintas ringan yang menggunakan hidup (karetberisi ban yang mempunyai udara),untukkendaraan beratsampai3 ton yang mempunyai 2. Lalu lintasmenengah atauberat(kendaraan beratlebih besar dari 3 ton)

20

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

HaL.2-16

2. PERSrA RArtu Uttuu Pgnnuc,tvItt t


3. Lalu lintas yang tidak menggunakan ban hidup 4. Lalu lintas denganroda baja

25 35 Harusdiperkirakan, tetapitidak kurang dari 35

Untuk lingkungankorosif atau di laut, diperlukanspesifikasibeton yang lebih khusus.

2.8 Pnnsvtnz,TAN SELIMUTBEToN dari: Tebalselimutbetonuntuktulangandantendonadalah minimal nilai terbesar a) 1,5x ukuranagregatterbesar b) db atau 2 x db diameterterbesarbila dipakai berkas tulangan.(db=diameter tulangan) c) 2 x Diameter tendon,namuntidak harus> 40 mm. bagianlain. d) 50 mm (sistempasca tarik) terhadap seratbawahdan40 mm terhadap e) 50 mm (ujungtendonpasca tarik) atauperlengkapan angkur. Tabel2-3 Selimut hetonberdasarkan diametertulanganpada betonnon prutegang

Letak struktur beton

Diameter tulangan (mm)

Selimut beton (mn)

Cor langsung di atas tanah dan selalu berhubungandengantanah

Bebas

70

Yang berhubungan tanahatau dengan cuaca Yang tidak langsung berhubungan dengan tanahataucuaca

D-19s/dD-56

50

< D-16

40

Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.2-17

2. PERSYAMTAN UMUMPERENCANAAN

dindingdanpelatberusuk Pelat,

D-44 danD-56 < D-36

40 25 40

b.

Balok dankolom

utama, Tulangan pengikat,sengkang, lilitan spiral > D-19 < D-16

c.

Komponen struktur cangkang danpelat

25 20

Cara lain dari perlindungankorosi boleh dilakukan dengantulanganyang dilindungi pelapisanulang beton, atau membranrapat, atau kombinasidari epoxi (epory-coated), cara-cara tersebut atas. di

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.2-18

3.Mmoootou Pmrvc,qvt.tu

3 METODOLOGIPERENCANAAN
3.1 Pnr,toenutaey
Bagian ini memberikan lingkup peninjauan metodologi perencanaanyang dianut oleh panduan ini untuk mencapai pokok-pokok yang terdaftar dibawah.

3.2 Poxor-Poxor PnneNc,ev,eeN


Strukturjembatanyang berfungsipaling tepat untuk suatulokasi tertentuadalahyang palingbaik memenuhi pokok-pokok berikut: o Kekuatan stabilitas dan struktural o Kelayanan o Keawetan . . Kemudahanpelaksanaan Ekonomisdapatdisetujui

o Bentukestetika baik pokokPokok-pokoktersebutlebih lengkapdijelaskandalamBagian3. Untuk mencapai pokok tersebut tahapan perencanaan digunakan sepertidiuraikandibawah.

3.3

Tnn,qp,AN PgnENCANAAN

Maksud seluruh tahapanperencanaan adalah untuk menemukanstruktur yang akan memenuhi pokok-pokokdiatas.Tahapan perencanaan adalahbersifatuji cobaatau'Trial and error'.Ini dimulaidengan dalamhasil suatudefinisidari masalah berkembang dan yang bergunasetelahbeberapa percobaan dan modifikasi. Tahapantersebutdijelaskan dalamgambar 3.1.

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.3-l

3.Mrroootou Pffituc,stu.4u

Gambar 3.1 Tahapan Perencanaan

Faktor utama dalam tahapan tersebut dibahas dalam panduan ini sebagaiberikut:

A. Pilihan Bentuk Struktural

dan penemuan solusi Penentuankondisi lapangan, hambatan dalam perencanaan dalam alternatifdimanabentukstrukturalakhir dipilih adalahfaktor utamadan pertama perencanaan. tahapan

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.3-2

3. METoDoLoGI P ERENCANAAN

B. Filosofi Perencanaan Terdapat dua pendekatandasar untuk menjamin keamananstruktural yang diijinkan oleh PeraturanJembatan.

Terfaktor(PBKT) 1. Perencanaan berdasarkan BebandanKekuatan BatasLavanOBL) 2. Perencanaan berdasarkan

Dua pendekatantersebuttelah dibahas dalam sub bab 2.2. Perencanaanyang dihasilkan berdasarkan prinsip keadaan-batas,pada umumnya lebih ekonomis dan akan menghasilkan jembatan dengan kemampuan kapasitas, namun perlu diperiksa juga terhadap syarat layannya seperti syarat lendutan, retak dan lainnya. Dalam perencanaanberdasarkanPBKT, dinyatakan dalam pertidaksamaansebagaiberikut: I{ Atau R', > ,S', Dimana: f : faktor reduksi kapasitas pengali beban batas (ulttmate) * knpasitasnominat > K x beban nominal

I(:faWor

C. Beban-hehanRencana i. Beban Rencana Tersendiri Beban pennanen, lalu lintas dan lingkungan dibahas secararinci dalam Peraturan Pembebananuntuk jembatan, RSM. ii. Kombinasi Beban Dalam RencanaKeadaanBatas suatu beban rencanatertentu mempunyai tiga nilai terpisah sebagaiberikut: . Nilai nominal

. .

nilai "normal"atau"biasa" Nilai maksimum mungkin disebut Nilai minimummungkindisebutnilai "terkurangi"

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.3-3

3. METoDoLoGI P ERENCANAAN

Nilai normal dan terkurangi diperoleh dengan memberi faktor penggali pada beban dalamTabel3.1. nominalseperti diuraikan

D. Analisis Struktur Analisis struktur mencakupidealisasistruktur dan pondasi pada aksi beban rencana tersendiri, sebagai suatumodel numerik.Dari modeltersebutgayadalam bebanrencana keseluruhan deformasi stabilitas dan strukturdapatdihitung.

Tahel3.l Faktor Beban Keadaan Batas Ultimate

JenisBebandan Notasi Faktor Beban Berat sendiri, Krr"

Faktor BebanKeadaanBatasUltimate Deskripsiatau Keterangan Baja alumunium Betonpracetak Betoncor ditempat Kayu Biasa(maksimum)
l.l

Terkurangi(minimum)

0.9 0.85 0.75 0.7 0.7 0.8 1.0

t.2 1.3 1.4 2.0 t.4

Bebanmati tunbahan,Krnu Pengaruh Susut, Kr " Pengaruh Pratekan, Krru Tekanan Tanah, K.,

Kasusumum Kasus khusus

tansfer) 1.0(1.15padasaat Tekanantanah vertikal Tekanan tanahlateral o aktif o pasif r diam (at rest)

t.25 t.2s
1.40

0.8 0.8 0.7 0.8

r.25

Pengaruh tetappelaksanaan,

K rru
Beban Lajur " D ", KrD Beban Lajur " T ", Krru

t.25 2.0 2.0

0.80
0 (tidak ada) 0 (tidak ada)

Manual Perencanaan Strudur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.3-4

3. MTTOoOtoGI PERENCANAAN
U

GayaRem, K'

2.0

0 (tidak ada) 0 (tidak ada) 0 (tidak ada)

GayaSentrifugal, Kr^" BebanPejalanKaki, K rru BebanTumbukanpada Penyangga, Krru

2.0 2.0 1.0 LihatPeraturan

0 (tidak ada)

Tabel3.2 Faktor ReduksiKekuatan A.L.S untuk Beton


BagianPeraturan
Situasi Rencana

padamana, faktor reduksi digunakan

Faktor reduksi kekuatan K-

Lentur denganatau tanpa tarik aksial; dan tarik aksial Kombinasilentur dantekanaksialdimana: l. II. N,> N,b darLKu (0.4 untrirk

0.8

0.7 (sengkang) 0.65(spiral) 0 . 7+ 0 . 1 5( I - N , l N * )

N, )N,,

kekuatanpenampang dalam lentur murni. UI. Nu ) Nuo dan Ku ,0.4

untuk kekuatan penampangdalam lenturmurni. Geser Puntir Tumpuan Lentur, geserdan tekandalambetonpolos Lentur, geserdantarik dalamhubungan Tekanandan tarikan dalam aksi penunjang danpengikat

+ 0.6 I(o.7sMd ttr,\-o.o\t-N" / N,b\


0.7 0.7 4.7 0.7 0.7 0.7

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.3-5

4. PERENCANAAN LENTUR BALOK

4 PERENCANAANKEKUATAN LENTUR BALOK


4.1 Uaaa
Kekuatan lentur dari balok beton bertulang sebagai komponen struktur jembatan harus direncanakan dengan menggunakan cara ultimit atau cara Perencanaan berdasarkan Beban dan Kekuatan Terfaktor (PBKT). Walaupun demikian, untuk perencanaan komponen struktur jembatan yang menggunakan suatu pembatasantegangan kerja, atau ada keterkaitan dengan aspek lain yang sesuai batasan perilaku deformasinya, atau sebagai cara perhitungan altematif, bisa digunakan cara PerencanaanberdasarkanBatas Layan (PBL).

4.1.1

PBKT KoIvoTsTsnTAs PERENCANAAN BERDASARruN

Dalam kondisi batas PBKT ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu: terlihatpadaTabel3.1. 1. Faktorpengalibebanseperti 2. Faktor reduksi kekuatandiambil sesuaidenganTabet 3.2.

4.1.2

AsaustprnilrctNlAN

Perhitungan kekuatan dari suatu penampang yang terlentur harus memperhitungkan keseimbangan dari tegangan dan kompatibilitas regangan, serta konsisten dengan anggapansebagaiberikut:

Diasumsikan bahwa tegangan beton : 0,85 f 'terdistribusi merata pada daerah tekan ekivalen sejarak a = frc dari tepi tertekanterluartersebut..

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-1

4. Pnrcttctvttu Ltttntn Bnox

0.95f"' C = 0,85f"'ab

a=Bp
'oo C: 0.85f

I=A"f"

Regangan

Tegangan

Gamhar 4.1 Regangan dan tegangan pada penampang heton bertulang Tulangan Tunggal

faktorB, harus sebesar: diambil B ,=0 '8 5 ("4'- 30) B,: 0,85 0,008 Bt >-0,65.
unhrkf '5 30MPa unhrk /l'> 30 MPa (4.1-1)

4.1.3

BALoK TTPTKIT KgnUNTUHAN

Ada beberapa kondisi keruntuhanyang dapatterjadi pada struktur beton, yaitu dapat dibagi menjadi3 bagian: ) bajalelehlebih dulu (daktail) l. Keruntuhan tarik (under-reinforced) tulangan 2. Keruntuhantekan (over-reinforced)) beton hancur lebih dulu (regangan

e"o: 0.003)sebelum tulangan bajaleleh Getas) betone"mencapai (balanced)) regangan *:0.003 3. Keruntuhan berimbang betone" mencapai lelehnyaarlangan bersamaan baj4 e. = e, dengan dimana Keruntuhanyang sebaiknya terjadi adalahkeruntuhan tarik (under-reinforced), struktur lebih daktail dan dapatmelendutlebih dulu sebelumruntuh.Keruntuhantekan balanced beguna sebaiknya dihindarikarenalebih getasdantiba-tiba.Adapunkeruntuhan jenis keruntuhan tarik penampang kondisi keruntuhan untuk mengetahui struktursebagai atautekan.

Manual P erencanaan Struktur B eton B ertulang untuk J embatan

Hal.4-2

4. PERENCANALN LilIrun B,CIOX

.lnn

'2.
I

{i

Jvv

BeamB j - Compression laiture - Over-reinforced

j B e a mC

iailure i - Balanced

72W
i

Beam A - Tensionfailure - Under-reinforced


ii i: :l

0.25

1,00 0.75 Curvaturex h = ohlo/o\ 0.50

1.25

Gambar 4.2 Grafik PerbandinsanJenis Keruntuhan Balok

1.=A"xfy

Gambar Penampang 4.3 dan , Regangan GayadalamBalokKondisiBerimbang Gunakan : segitiga sebangun 0.003 =
cb

",
d-ro

Manual Perencanaan Sffuktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-3

BALOK 4. PERENCANAAN LENTUR Persamaanuntuk menentukan garis netral saat setimbailg, cu dan tinggi tekan beton, ar

0 . 0 0 3 d - 0 . 0 0 3= 0 r c o c + co(0.003sy)= 0.003d
Cx = 7:-:-::-------T

0.003d

"

+ (0.003s"/

4u = qfA = F,

p Persamaan untuk menentukan bal C =T + 0.85/pao= Aqr^>f,

-}'ssfQp$,-[= = 0.854ba0 9,90, l.'.{' 4ruuri *@' + f, "f, I o.oo: a"J E"

o'lsf;Pbd*t*+l r"nu= {@/


bd f,

f, [ooo+{J -o.ssf:Pt eoo ] *[ n.. - A",*r> rhat


[600+ 4 J

4.2 AN,austsBlrAs BALqKPensnet


Kondisi batas penampang dicapai pada saat nilai regangan maksimum berguna ecu = 0.003

Gambar Penampang, 4.4 Regangan Ga dan Regangan tarik bajamencapaiey dengandem Jumlahgayaintemalpadakondisibatasharus EF=0 -+ Cc : Ts Hal.4-4

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

4. PEPaNCANAAN LENIaR BAINK

0.85fc'ab=A,& Dengandemikiantinggi tekanbetondapatdiketahui,a

(4.2-z)

4".f,
a.85f,b

(4.2-3)

Gaya-gaya intemal Cc dan Ts yang seimbang menimbulkan momen kopel, Mn yang dapat mengimbangi momen dari gaya eksternal, Mu.

= Mn = Ts (d - a/2> Cc(d - a/2\ =A ,fu (d -a JZ )

(4.24)

Pengecekan momenultimig Mu, dimanamomenultimit Mu haruslebih kecil dari momen nominalsetelah dikali faktor reduksi. 6:0.8 OMnZ Mu

4.2.1

PENYEDERHANAANFORMaLASIUNTT]KTABaI^/ISI

(4.2-3)dimasukan (4.2-4)diperoleh: Bila persamaan persam.an kedalam M n = A _ .f . l d - 0 . 5 9. ' Y = l -f",.b ) Kemudian sisi kiri dankanan bila dibagidengan diperoleh bd2 9=a).-f"'-(l-0.59-a) bd' M ; d i m a n a n = M u / $ d a n a r= p f y l f c (4.2-6)

l,.r\

(4.2-s)

Bila Mn disubstistusi dengan Mu/Q dansisi kanandinamaidengan maka R, bd"

'l = 6-^

(4.2-7)

Selanjutrya hubunganantara Mu dan R sebagaifungsi dari p dapat ditabelkan untuk perhitungan kepentingan analisis dan desain.

ManualPerencanaan StruHurBetonBertulanguntukJembatan

Hal.4-5

4. PEPENCANAAN LEMAR BAI,OK

Adapun langkah-langkah perhitungan analisis balok tulangan tunggal dengan berikut: menggunakan tabeldapatdiuraikansebagai 1. Tentukanmutu beton,fc danmutu baja,fy 2. Hitung P=As/bw.d = 3. Hitnng 1v1u $Mn = nilai tabel (Atu/bw.d2)*bw*d2 4. Check$lvln> Mu rencana

ManualPerencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan

Hal.4-6

4.Pwetrceua,qN lntrrun Bu,ox

f' ., fu, d, A, b,

Fr = 0,85

asu-pi?{rruj
Js*o : g-75 r,4t,

4.5 Gambar Diagram Tunggal Alir AnalisisBalokTulangan

Manual Perencanaan StntWur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-7

4.Prpantc,quea,t K ln]'rruRBALo

4.2.2

MENDTSaM BETOXDENGANTNTTI MANUAL LANGKAH.LANGKAII

langkah-langkah perhitungan desain balok tulangan tunggal dengan menggunakan tabel adalah sebagaiberikut:

1 . Hitung momen,Mudgn metodaanalisisstruktur 2. Tentukan dimensi balokb,d


1 J.

Tentukanmutu beton,fc danmutu baja,ff

4. HitungMd(b d2) 5 . p tul. Lihat padaTabel Lampiran A 6. Bila dikehendaki nilai yanglebih akurat, nilai p diinterpolasi 7. As=pbd

4.2.3

FoRMaLASI wTaK DESAINSTC,Ina MANUAL

Rasio tulangan beton diperoleh dengan mengganti luas tulangan dalam persamaan(4.2-5) dengan p = As/bd, kemudian dengan rumus ABC diperoleh akar persamaan sebagai berikut:

fy /0.85f"'

(4.2-8)

ManualPerencanaan StruHurBetonBertulanguntukJembatan

Hal.4-8

BAL)K 4. PERENCANAAN LENTUR

Bagan lirAnalisis A BalokPersegi

f", fn, bw, d, Mu

pL <0'65

Batas Atas :

o'8j'fc' pmax,=o.zs[Pl'

o'oo3-

[.
bawah

"

a,J o'oor+

t'n] 'onin = *"* [ff4fy . fy) t

0.85.fc.fbw.d2 fy

p' 3 pma:<

As :- p'.bw.d

(manual) Tunggal 4.6 Alir Desain BalokTulangan Gambar Diagram

Manual Perencanaan Strudur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-9

4. PERENCANAAN LENTURBALOK

4.2.4

Kzruer,q,N MrNtturaa tarik tulangan retak),yang dipenuhioleh suatupersyaratan ",(momen

Mn > 1,2 M

minimum sebagaimana disampaikandalam sub bab dibawah ini.

4.2.5

Sv,qRArratANenNMINIMUM

a) Padabalok persegi,As min adalahsebagaiberikut

=Eu-o A"^o
dantidaklebihkecil dari:

(4.2-e)

= r,^i, Tu,o

(4.2-10)

b) Pada balok T sederhanadengan bagian sayap tertarik, 1,,,n tidak boleh kurang dari nilai terkecil di antara:
A"^in = \tJc
,f

rm
b,d

(4.2-rr)

dan
' t'smin
-

fr 1 J " btd ^/;

(4.2-12)

c) Sebagai alternatif,untuk komponenstrukturyang besardan masif diperlukanluas tulangan pada setiap penampang, baik akibat momen positif atau negatif, paling sedikit harus sepertigalebih besardari yang diperlukanberdasarkan analisis,atau dihitungsebagai berikut:

/*,=1r"
Manual Perencanaan Sffuhur Beton Bertulang untuk Jembatan

(4.2-r3)

Hal.4-10

4. PERENCANAAN BALOK LENTUR

4.2.6

SYnntrratu'teINMAKSIMaM maka rasio tulangan

denganbebanaksial Pu < 0,L f"'A, Untuk beton non-prategang p maksimum, ^*50,7 5 x pb .

4.2.7

Janu rur-ltNcAN

Jarak bersih minimum antara tulangan sejajar, seikat tulangan dan sejenisnya dalam satu lapis tidak boleh kurang dari: (llhatAASHTO bagian 5.10.3) a- 1,5 x diameter agregat; atau b. 1,5 x db (db : diametertulangan);atau c. 40 mm Jarak bersih antara lapisan tidak boleh kurang dari diameter tulangan (db) atau 25 mm.

ttt
Selimutbeton: Normal unhrk baloklkolom 40 mm Pelat 25 mm (Lihat Subbab 2.7.1)

Jarakbersih adalahnilai terbesardari : e Diameter hrlangan,db o 25mm

Jarakbersih adalahnilai terbesardari : e 1.5 x diameteragregat .l.5xdb o 40mm

Gambar 4.7 Spasi dan Selimut Tulangan

ManualPerencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan

Hal.4-11

4. PERENCANAAN LENruR BALOK

CONTOH 4.1a

ANALISIS BALOK BETON TULANGAN TLINGGAL

I I

SOAL : Analisis balok gelagarpersegibeton bertulang

DIBERIKAN : Dimensibalok lebar tinggi


b := 300nm h := 60(hm Mutu material fc:= 35MPa Sr:= 400VIPa

fc' : 35 MPa fy :400 MPa

f
diabaikan

\o tl

5D25

b=300m
RSM-T12-04 Pasal 5.1.1.1 Fatlor Pl terganhrng dari

LAI{GKAH I : Menentukanfaktorpl

- 9S.1rc :o; i f f c > 3 0 pl ,= 10.85

p1= 0.814

mutu betoq jika kurang dari 30 MPa nilainya 0.85, namunjika fc' lebih begar 30 MPa nilainya berlorang tapi tidak lebih kecil dari 0.65.

t'

ir fc < 30 lo.as lo.esir Bl < 0.65

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

HaL4-12

PERENCANAAN LENTUR BALOK

luas maksimum LANGKAH 2 : Menentukan tulangan


RSM-Tl2-04

Tebal selimut beton bersih untuk balok tinggiefektifbalok d:=h-dc -26mm

P a s a5 . 1 . 1 . 6 l

dc ::40nm d= 0.534m

Rasiotulanganmaksimum

0.81fc.Bl 600 , Po t= 600. fy -Asb := pb.b.d pfirax:=0.75pb Asmax;=pmaxb.d

pb =3.634Yo -^3 2 Asb = 5.821x 10"mm Pfiiox= 2.7250 Asmax= 4.366x lo3 m*2

kondisi keruntuhan LANIGKAH 3 : Pemeriksaan TulanganBeton Diameter Luas unit tulangan Jumlah Luastotaltul. Ds := 25.mm Ab := l.rr.Ds2 4 n:= 5 As := n.Ab As P:=;;
kg1 - ,{s(Asmax; Under-Reinforced, OK"

46 = 4.909cm2

*m2 As = 2.454x103 P =r.532o/o

a tinggi blok tekanbeton, LANGKAH 4 : Menghitung u,= k'ff 0.85fc.b a= llomm 0 = 0.7
RSM-T12-04 Pasal4.5.2 Faktor Reduksi { = 0.E (lenur)

momennominal, Mn LANGKAH 5 : Menghitung MR := nr.n.[a - 9) "\ 2) = Q.Mn 329.18kN.m

Mn = 47o.25ikN'm

Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal. 4-t3

4. PERENCANALU Lntrrun Bttox

CONTOH 4.1b

ANALISIS BALOK BETON


I

TULANGAN TUNGGAL

SOAL : Analisis balok gelagarpersegi beton dari contoh soal 4.la denganmenggunakantabel.

LANIGKAH I : Menghitung rasio tulanganp Luastotaltul. As := n.Ab


As P:=' b.d As =2.454x 103*m2 I = 1.532%;o

p LANGKAFI2 : Mencarinilai Mu/b?ldari tabelberdasarkan di atas Tabelwttuk nilai fc = 35MPadan fv = 400MPa


berdaeirkan momen de+ain Lsmpirstr 4,6 l,ilii Ferientf,s:tulangrnbaja,A$Jhd, iLlu! persegi ef*-Kif untukpenainprng tulsnqan tunggal denganb = lel'flrbahk dan d = tioggi

fc' =

35 l'lPa

iy =

4C0 I'lFa

18 17 1A 19
tn

2.5S2 1.512 0. r.5750 0.0051 2.56.$

0.008{

3.4765 0.811 3.5034 0.011

't.t3s6

1.5058

2l

t2 23
21

1.653 1.6949 1.7245 1.754'1 1.7836

2.592S 2.52t2 0 0.0C54 2.8{94 2-67rS 0. 2.705? 0. ?.7339 0. 2.719 0 0.

3.5302 0.01 3.5570 0.01 3-58-.,8 0.01 0. 3.105 0.01 0. 3.S372 $.01 0.0891 3.$S39 0.01 0. 3.5905 0.01

1.3924 0.01 4.4178 0.01 4.485 4.4937 4.5190 4.544t 4.993 0.01 0.01 0.01 0.01 0.01

p1 = 0,85 0.008 - 30.i (fc' 0.Bl p roin 0.cc3s 0_0271 0 trax =

Catetari : batesantulsnganFfiin E O aci < p max Satuan: l'lu Ft'mml;tr lrnml;d lmmi Ast lrnmz]

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

HaL4-14

4. PERENCANAAN LENTUR BALOK

LANGKAH3 : Interpolasi : dan Interpolasi Mu/bdZdi antaraAst(b*d) 0.0153 0.0154 nilai : Mu/bd2 4.3e24+ _\- t3:e:?:.(0.01532- = 4.3e7 0.01s3) !!Y.
0.0154-0.0153

LANGKAH 4 : Menghitungmomenkekuatanpenampang,$lvln + :+ Mu:= 4.3g?lo]at.d2 = 0[Vln Mu = 376.149kN.m Mu =3.761xl08N.mm lnsNr-rrz-o+


Pasal4.5.2 Faklor Reduksi

I o=o.ac"nh,r)

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-15

4. PERENCANAAN LENTUR BALOK

CONTOH4.2

DESAIN TULANGAN LENTUR BALOK BETONBERTULANG

a L

persegi SOAL : Desainbalok gelagar betonbertulang

DL ) 40 kN/m

LL + 15 kN/m

DIBERIKAN: (simplespan). 1. Strukturditopangsecara sederhana 2. Panjang span, 3. Mutu betondanbajatulangan 4. Beratisi betonbertulang 5. Bebanmati merata 6. Beban Hidupmerata terpusat / L:= lom fo := 20MPa \c = 24 kN/m3 fy := 40oVIPa

Qdl = 4o kN/m QII- : 15kN/m i P ll = 80 kN

Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-16

BALOK 4. PERENCANAAN LENTUR

LANGKAH MO Beban mati Bebanhidup

gayadalampadabalok Menghitung

MD L '=;.aAt.f Mr r :=-l.o, r.L'


8*" Mrrrt=f.Prr.L 4""

1,,

MDL = 500kli'm MLL = l87.5kll'm MLLz = 200k]'{'m

Bebanhidup terpusat total, Momenultimate

Mu:= l.3.Mpp+ 2.AMyy + 2.OMyy2

Mu = [425kN.m

Beban mati Bebart hidup

vDL:= j.oout vLL:= j-tr."

vDL = 2ookll VLL = 75kl.l V1p2= 40kN

Bebanhidup terpusat YLL1,= ).r"t ultimatetotal, Geser

Vu:= 1.3VDy+ 2.AYyy+ Z.OYyy2

Vu= 490k}{

LANGKAH 2 : Pradimensi gunakan modifikasidari rumus : asumsi = optimum 0.5*pb p = 0.5*d bw gayalentur berdasarkan . uv'-' 0.85fo.Bl 0.003Es + fy 0.003Es f pb = 0.019
RSNI.TI2-04 Pasal4.5.2 Faktor Reduksi 0 = 0.8 (lentur)

diambilp= 0.5 p b Agar penampang optimumrasiohrlangan p:=0.3pb P =0.969/o

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-17

4. PannI,IcIuIANLENTUR BALOK

, , =o . 9 '

fc

R , = , . r . . ( t\

.r)

2.0.85 )

or =0.194 d.R = 2.747MPa

R=3.434MPa

bw.d2=Mt + 0.R

0.5.d3=g + 0.R

o.='1*u d=r.0r2m .,1 o.R


h:= l200nm bw:= 60ftnm

digunakan ukuranbalokpierhead

baloktulangantunggal LANGKAH 34, : Menghitungpenulangan Tebalselimutbetonbersihrintukbalok tinggiefektif balok


r -

dc := 40nm
d = 1.134m

d:=h-dc-26mm

l--TMo
lr

0.8$fc.s.bw.d2
,t 0.85{"

P' = 0.62278/o

m:

caratabel LANGKAH 3B : Menghitungpenulangan balok dengan


a) Hitung rvru = l.847Mpa , bw.dl\/f''

b) Cari tabel tulangan yang bersesuaindengan mutu beton, fc'= 20 MPa dan fy = 400 MPa

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-18

4. PERENCANAAN LENTUR BALOK

Lampiran Al I Ni|at persanta$e momefl desan (htu)untur tulanganbsji, As/bd. berdasarkan penimpangperceqitulengen tunggaldenganb = lebarhslokdan d = tinggief*Kif bslok

fc' =

20 MPn

fy =

400 hlPa

Ho

' tdut(bd) Ast/fbrd1 Hu/fbrf:l aettfbrdl

ilrr/fM:) Asil(b'd) Mu/odt

Asilfttd'

25

m
a?

28 29
JU

3t 32 33 34

1.7979 0.005S 2.650{ 0.0093 17845: g.oSC 2.8754 0,0094 4l{40 nn&4 2.7002 0.009: 1_83!13 0.0@ 2.7250 0-009 1.8666 0.0063 2.7498 0.009? 2.7714 0-00S8 1.E209 0.006: 2.7990 0,00et 1.91.80. 0.00t 2.8235 0.01t!0 1.9750 0.00i 2.S1S0 0.0101 2.0019 0.{106t ?.8??3 t).010t 0,85 0,0035 0.0163

3.4569 3.47S2 3.5015 3.5238 3.5453 3.5680 3-5901 3.q12S 3.6339 3.853?

0.arn
0-t)1 28

1"1782 0.016i 4.t9e0i 0,01& 0.0129 4.2158 0_016:

0.0130 0.0131 0.013? 0.0133 0.0134 0.0135 0.013

p1 = 0,85 Q008 :30) (fc' P m i n= F tngx =

Catatan: batassnlulaogan pmin E P act < P m&( gituin : ,htql$l.mml; ImmI d lmml b A$tlmm4

lnterpolasi nilai rho antara dan 1.8666 Mu/bd2: 1.8393

p :=0.0062+ ?gry! !!!i- 1.8393 ?e.u7- r.83e9 1.8666pasal5.1.f.5 RSNI-T12-2004 Berdasarkan


Omlltl:='fy

p =0.6230/o

l.4Mpa

RSM-Tl2-04

pmint = 0.35Yo pmin2=0.28% pmin= 0.35Vo

P a s a5 . 1 . 1 . 5 l Rasio tulangan minimum

Plll[ll

]=

,,6Mp"

pmin adalahnilai malaimum antara pninl dan pmin2

4.tu

pmin := ma{pmin 1,pmin2)

pasal5.1.1.6 RSNI-T12-2004 Berdasarkan


pfirax:=0.71pb p:= p' if pmin < p' < pmax pmin if p' < pmin "Tidak OK" otherwise
PlIlSX=

RSM-Tl2-04 P a s a5 . 1 . 1 . 6 l Rasio tulangan maksimum

t.453% P = 0.623Yo

Rasio luae lrlangan, p tidak boleh lebih besardari pmax=O.75pb(over reinforeed), Jika lebih kecil dari pmin maka p-pmin.

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-19

BALOK 4. PEPaNCANAAN LENTUR

Asreq p.bw.d := Ds :=32.mm Asl :=1.n.or2


4

Axeq=42.374c#

Asl = 8.042cm2

jumlah tulangan r i=r"uf Ambilsaja ,


As :=n.Asl " As =48.25ftrn-

oit"+)

n=6

\Asl/

6D32 Jadidipakaitulangan

JarakantarTulangan LANGKAH 4 : Pemeriksaan jarak RS|II -Tl2 - 2004pasal5.1.1.7minimum Berdasarkan bersih tulangan adalah Ukuranagregat Diametertulanganutama Selimutbeton
DuO:= 2.(bm

RSM-Tl2-04 P a s a5 . 1 . 1 . 7 l Jarak bersih tulangan Spasi antara tulangan

Ds = 32mm
dc = 40mm smin=48mm

adalah nilai terbesar dari 1.5Dagr, l.5Ds atau zrc mm.

sg;rr:=.u{t.louo,1.5.Ds,40mn)

Spasiaktual bw - 2-dc- 2.13mm- Ds


n-l

Ds = 60.4mm

oK!

Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-20

LENTURBALOK 4. PERENCANAAN

4.3 PnnrNc,aN,qAN Knrue,r.nN Bttor TanqNc,qlG.nNoe


Hampir sering ditemui balok mempunyai tulangan ganda, yaitu tulangan tarik dan tulangan tekan. Effek dari digunakannyatulangantekan terhadapkekuatanadalahsebagaiberikut: 1. Meningkatkan panjang lengan momen, jd2 sedikit lebih besar dari tanpa tulangan tekan (idl\ karena tinggi tekan beton, a berkurang dengan demikian

meningkatkan momen nominal penampangbeton. 2. Secaraumum penambahan tulangan tekan untuk p :0.015 terdapatpeningkatan momen nominal sebesar5o/o saja, dengan demikian pengaruhnyasangatkecil.

Ts:A.ff

a) Balok dengan tulangan tarik saja

_[uz.ur

tulangan tarik dantekan b) Balok dengan Gambar 4.7 Perbandingan Penampang tanpa tulangan tekan (a) dan

dengan tulangan tekan (b)

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-21

4. PERENCANAAN LENTURBAL)K

Alasan diperlukantulangantekan dalam desainbalok : l. Berfungsi mengurangi defleksi jangka panjang, karena rangkak beton dalam daerah tekan beton ditransfer kedalam tulangan tekan, dengan demikian tegangan tekan beton berkurang oleh sebabitu defleksi jangka panjang berkurang. 2. Meningkatkan daktilitas, hal ini penting untuk daerah gempa atau diperlukan redistribusimomen dalam desain. 3. Merubah mode keruntuhan tekan menjadi tarik, dengan demikian keruntuhan getasdapat dihindari. 4. Kemudahan fabrikasi khususnyadalam merangkai tulangan geser.

I p'=A
(

.9 !l ru 4 ;
(l) lf,

p E

c) og,

ry

l S u s t a i n e do a d d e f l e c t i o n l n i l i a l e l a s t i cd e f l e c t i o n

P' = P

ll
120days Time
Gambar 4.8 Efektivitas tulangan tekan dalam mengurangi defleksi akibat bebantetap (sustained), James G.MacGregor

240days

2 years

Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-22

LENTUR BAL)K 4. PERENCANAAN 4.3.1 BAL0K TULANGAN GATIDq ANALISIS

Dalam melakukan analisis balok tulangan ganda, dapat kita bayangkan bahwa penampangbalok terbagi menjadi balok-|, terdiri dari tulangan tekan pada bagian atas dan tulangan tarik yang cukup pada bagian bawah, dan balok-2 terdiri dari penampang balok tulangan tarik tunggal pada bagian bawah dan daerahtekan beton pada bagian atas.

coco
As'

.|tl

,:<=

Cs:asrs

A"r cee(l

Cl tt

I lca-a'r
-I-6:a {i' Ts2:Ar2ff

ttt

i++\

(a) balok-l

(a) balok-2

Gambar 4.7 Penampang, Regangan dan Gaya dalam Beton dengan Tulangan Tekan. Tegangan tulangan tekan, fs' seperti ditunjukan pada balok-1 Gambar 4.7 menunjukkan distribusi regangan,es' pada balok dengantulangan tekan.

o'=[" a")'o'oo3
\c )

4.3-l

J i k a e s ' 2 e y , m a k a f s ' = & , d a nc = a l p l

o,=(r-or:d').o.oo,

4.3-2

es' Bafasan d'/a agartvlangan mensubstifusikan = ey tekanleleh dapatdiperolehdengan ey MPa. dengan : fylEsdimana modulus elastisitas beton, : 200.000 Es
Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-23

4. Pmnuc,qNtly Lrttrun BALoK (a'\ = t(, li )0",,, /t ['-

"l') 600 )

4.3-3

4.3.2

TALqNEANTTKANLNrcN G.II'IOI DENGAN BALOKTULANGAN ANALISIS

Balok dengan tulangan tekan leleh dapat dijelaskan dengan membuat dua penampang balok imajiner sepertisudahdijelaskandi atas.

Balok-l : fs' : fy (tulangantekan leleh) Keseimbangangaya dalam balok Cs : Tsl

Asfy : AsI fy

<+ As':Asl

4.3-4

Momen nominal pada balok-l dihitung sebagaimomen kopel terhadap tulangan. MnI = As'(d-d')

4.3-5

Balok-2: terdiri dari betondansisatulangan, As2 = Ast - Asl Cc : Ts2

O.ss a b : (As-AsI) <+ fy fc' "=(ai !:r)"tv 0-85fc'b


Mn2 : (As -As')fy (d- a/2 )

4.3-6 4.3-7

Dengan demikian kapasitasmomen nominal total balok dengan tulangan tekan adalah sebagaiberikut

Mn: Mnl + Mn2 Mn : As' (d-d') + (As-As') fy (d- a/2) 4.3-8

pers. kedalam Bila ls ' : r As (persentasi terhadap tulangan tarik totalnya)disubstitusikan perbandingan 4.3-8,makadapatdihitung momennominaltulanganganda,Mnxrsebagai terhadap tunggal, Mnr. momennominaltulangan

Manual Perencanaan Snuhur Beton Bertulang untuk Jembatan

HaL4-24

4. PERENCANAAN LENTURBALOK

Mn^ =(, * r(t


" \.

- o's'- a't ot)\r,


d /al-0.5 )

"

4.3-9

Mno=Kvd*Mng

CONTOH 4.3a

ANALISIS BALOK BETON TULANGAN GANDA

a J

SOAL :

Analisis balok beton tulangan ganda (tulangan tekan leleh)

3D25

6D25

<-

bF40S m

DIBERIKAN : Dimensi balok lebar tinggi b := 400nm h:= 600nm Mutu material fc := 35lvlPa ft::40&1Pa Es := 20000(MPa
RSNr-T12-04 Pasal 5.1.1.1 Faktor pl terganhrng dari

LANGKAH 1 : Menentukan faktorpl

Bl'=lo.rr-sf-!--ro.)
| 7 \MPa )

ir fc > 30MPa
pl = 0.814

mutu beton, jika kurang dari 30 MPa nilainya 0.85, namunjika fc' lebih besar 30 MPa nilainya betkrang tapi tidak hrang dari 0.65.

lo.ts ir fc < 3oMPa pl ,=*u{o.es,pt) pl = 0.814

Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-25

1. PERENCANAAN LENTURBALoK

(balanced) dan luas LANGKAH 2 : Menentukanluastulanganseimbang tulangan maksimumyang diijinkan Tebal selimut betonbersihuntuk balok tinggiefektifbalok d:=h-d' d' := 20mm d=0.58m

g, : = b

O.8>fc.pl 600
fy 600+ ff Asb = 8430.3mrn2 pftax= 2.725% = Asma.x 6322.8mr3

Asb := pb.b.d pmax:=0.71pb Asmax;= pmaxb.d

kondisi keruntuhan LANGKAH 3 : Pemeriksaan TulaneanTaxik Beton Diameter Luas unit tulangan Jumlah Luas total tul.

Ds := 25.mm Ab := f .n.Ds2 4
n:=6 As := n.Ab p,=A ' b.d As = 2.945x tO3m# o=l.27Yo
a

Ab = 4.909crn'

ket = "Under-ReinforcedOK"

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-26

4. PERENCANAAN LENTUR BALOK

TulansanTekanBeton Diameter Luas unit tulangan Jumlah Luas total tul.

Ds := 25.mm Ab := 1.n.Ds2 4 n:=3 As':=n.Ab , l = - As' b.d As' f:=As


O '

Ab = 4.909cm2

-*2 As'= 1.473x103 Q' = 0.6350/o r = 50%o

As'/As Perbandinean

LANGKAH 4 : Menghitungtinggi blok tekanbeton,a, asumsifs':fy I fs:8 u._ (As _As').fy 0.85fc.b a=49.5mm

LANGKAH 5 : Periksaapakah tulangantekan leleh

{ = o.+o+
a

Bl\

Es'0.003/

Jika d'/a < (d'a_lim) maka hrlangan tekan leleh.

: fs'akhral "ff, (fs' leleh)" fs' = 400MPa

LANGKAH 6 : Menghitungmomennominal,Mn

0 = 0.8

Mn :=As'.fs'.(d d) + (As - ot'r.*.(o Mn = 656.937<N.m

,U)

Manual PerencanaanStruhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-27

LENTURBALOK 4. PERENCANAAN

4.3.3

Tsx,qN Lmn TuI-+NGAN GlNol DENGAN Awtttsts B,qtor TuLq,NeAN


M ENGGANAKAN TABEL MATVUAT

Balok dengan tulangan tekan leleh dapat dihitung menggunakan tabel manual (lihat Lampiran B). Adapun langkah-langkah perhitungan sebagaiberikut : perencanaan

tunggal. untuk mencarimomentulangan t . Lakukanlangkah-langkah mutu beton,fc danmutu baj4 f,i a. Tentukan b. Hitung p:As/bw.d tabel(Mu/bw.d2)*bw*d2 c. Hitung 14u=QMn=nilai d. Check$Mn2 Mu rencana tunggaldalamlangkah1, Kvd tulangan 2 . Mencarifaktor pengalimomen
J.

Mnp Hitung momennominaltulanganganda,

CONTOH4.3b

ANALISISBALOK BETON
J

TULANGAN GANDA

SOAL:

tabel Analisis balok beton tulanganganda (tulangantekan leleh) menggunakan (Contoh4.3a) manual.

LANGKAH I : Menglritung rasio tulangan, p Luas total tul. As = 2.945x to3nn*2


n'--

As b.d

P = l'27Yo

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-28

4. PERENCANAAN LENTUR BIrcT

p L.{t{GKA}t 2 : Ivlarcui uilai lv1u'b<tl d:ui tabelberclasarkan cliatas Tabeluutrk uilai fe = 35I1Pa dan fr = 400$1P.r Lcmplran A.{a tlhi per$eni6*e b6i!,Ar,bd, berdtsirkanmoirrndesiin {Llu} tul6agsn penamolng percegi untuft tuhngnfl b lunggtldcngcn * i6barbnbkdnfld = th$oiefektif

.) !v{u:= 3.?l?MPa.!r.d'

Mrl = 500.l6klf.nr

LANGKAH 3 : Mencari faktor pengalimomentulangantunggal,Kvd

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-29

PERENCANAAU LnI,ITunBALoK

Tunggal Kvtl i,lcrmn Tulangan Lampirtrr 8.4 T.bel Frktor Pengali ldoffDTulNngsn Gansa untukrfiefidapatkaft

tct lX'

3 E cdP! {00 t , .4s'lAs.

e6z
ird k,:d
al.l

602

7614

802

&st{b'dl
Itld

k,,rd

rfd

kud

.ld

hed

t3 t4

ts
t6 t? t8 t$ t0 2l

0.0ta1 0-0r29 0.0138 0.0r*! 0.01f0 0.0t5? 0.0!8f 0.0172 0.0t?3

8.ta tt.l30 0,t31 0.t{+ 0.15t 0.r59 0.t6G 0.113 0.t8t

t 02! r.02I t.0et r.030 r.032 r.03{ r,!35


1.037 t.033

0.082 0.086 0.ont 0,68 0.nl 0.108 0,il1 0.115 0-t3$ 0.81 0.0038 0.0211 0.{09

t048 t.052 t.031

r070 L07d 0.0+B t.0?5 r.06s 0.04 r.0ai' r.0tl 0.050 t.09$ r.{65 0,053 r.093 t,088 0,068 r.098 1.0il 0.058 1.Ea t.0?t 0.0G0 't.107
0.0*t 0.0113
Catal.Ir:

t.07+ r0l8 1.083 0.ut6 t.&ls 0 0{0 r.093 0.0+e t.098 0.0$ 1.103 1108 0.0{5 1.il3 0.0{8
0"ffi 0.03! 0.03?

pl ; 0.BS 0.008 - 30)= ffc' Fmi|r:


Pma:N 3 < 4'll i ! lAsr'As'l'tdffD 8!t'tc'bl

Momcn nominrl trl. 6aodr. Mn: lit,ss!ft

Kud Mn

trirngi&nPfiini P rct r F trral Srrqrnr blmmll dlmmlrr4Jt [rffnal

Interpolasi nilai Kvd di antaraAst/(b*d):0.0121dan0.0129

= r.05r Kvd= r.048+ 0.0rzD ,ti?i?-lgl.(0.0127' 0.01290.0121


Untukrasiotulangan p = 0-0127 , Kvd := 1.051

LANGKAH 4 : Menghitungmomennominalpenampang tulangan

ganda,tVlno
Perhitungan mengguna-

* -

Mu = 5.002x108N.m^ 0MnO:= Mu-Kvd MnD= oMno dvInO= 525.668k1.[.m

kan tiabelmasih cukup teliti dengan kesalahan sebesar0.023% terhadap nilai dari perhitungan

0
erTor:=

= 657.085kl.{.m
etror = 0.023Yo

rumus asal pada soal no. 4.3a.

657.085- 656.937

6s6.937

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal. 4-30

4. Pffitxclu.sANLENTUR B,qtor

4.4 Pnnzvc.nN.a.tN B.Stox Tnnnqo,ApGsspn KEKUATAw


Perencanaanini berlaku untuk balok beton bertulang yang mengalami gaya geser,momen jangan diterapkan pada komponen yang tidak lentur dan gaya aksial. Namun perencanaan terlenfur.

4.4.1

Ktra.treN Gnsnn RENCANA P,qpt B,qlox

pada: penampang Perencanaan akibatgeser harus didasarkan t/, <@v, vn =v" +V, (4.4-l) (4'4-2)

V" adalahkuat gesernominalyang disumbangkan oleh beton, dan V, adalahkuat geser nominalyangdisumbangkan tulangangeser. oleh

4.4.2

Kaer Grsnn YANo D$aunqNeKANOrcn BnroN a) Sesuaidengansifat bebanyang bekerja,maka kuat geser V" dapatdihitung 4.4-3dan4.4-4. dgn pers. 1) Untuk komponen strukturyangdibebanigeserdan lentursaja,berlaku:

'mt y" =l !!:_lb*d " t 6 )2) Untuk komponen strukturyangdibebani tekanaksial,berlaku:

(4.4-3)

n"=['*&)(+\,,

(4.44)

3) Untuk komponenstruktur yang dibebani gaya tarik aksial yang cukup besar. Tulangangeserharusdirencanakan untuk memikul gesertotal yang terjadi,kecualibila dihitung secara lebih rinci sesuai denganketentuan pasal 4.4.2.(b(2)).

Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-31

4. PmnucII,IIAN LENTUR BALOK

b)

yang lebih rinci sebagai Kuat geser Z" boleh dihitung denganperhitungan berikut. l. Untuk komponen strukturyang hanyadibebanioleh geserdan lentur sajq

,"=({r+r2op,W)ry
v.i . besaran
Mu'

(4.4-5) dan

tetapi tidak boleh diambil lebih besardari pada 03J1'b*d, -i,

tidak boleh diambil melebihi 1,0 diman&Mu adalah

momen terfaktor yang terjadi bersamandenganV, pada penampang yangditinjau. gayatarik aksialyang besar, 2. Untuk komponen strukturyang mengalami yang lebih rinci sebagai perhitungan kuat geserV,dapatdihitungdengan berikut,

v"=(r*o't!")JE'-6-a
[ 'a, )6

@'4-6)

tetapi tidak kurangdaripada nol, denganN, adalahnegatif untuk tarik. Besaran4 n*u, dinvatakan dalamMPa. A5

4.4.3

Sytntr-SyaRATTar-/tNGAN Grsrn sub bab tulangan minimum sesuai harusdipasang

a) Apabila 0,5@V".V,<tDl", 4.4.5.

geser b) Tulangan minimumini tidakdiperlukan bila: . . V, < o,5O%, atau Vu<QV" dengan tinggi total balok h S 250 mm , 2,5.hf atauh<%.bw. (dimanahf : tinggi sayap; bw : lebarbadan)

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-32

LENTURBALOK 4. PERENCANAAN

sesuaidenganperencan:um c) Apabila V.>AV", tulangangeserharusdipasang ,tulangan geser padasubbab4.4.4

4.4.4

GESER OLEH YANG DISUMBANGKAN TAIANGAN KaET GNSTN

Vu Apabila gaya geser, harusditahanoleh tulangangeser,makabatasspasimaksimum berikut: aturansebagai geser,4,, dapatdihitungberdasarkan S *o dan luastulangan struktur, sumbuaksialkomponen a) Untuk tulangangeseryangtegaklurusterhadap maka:
il 4,-f d .t

(4.4-7)

geser b) Untuk tulangan miring: V"= A"fr(sna +cosa)d


s

(4.4-8)

Notasi cr adalah sudut antara sengkang miring dan sumbu longitudinal komponen struktur.
S*o

=!t *u600 mm(ambil terkecil) v" =!r[-tu*.d bila nilaiyang =qo; utuu300 (anrbil terkecil) bllaV" ,!JT'*O mm nilaiyang

S*o

)Namundalamsegala hal, V" S |,,1f"'bwd


J

4.4.5

Tutettenr,tGnsonMINIMUM

Luastulangangeser minimum dapatdihitung sebagai berikut,

=:T /d.,)
Nilai D, dan s dinyatakan dalammillimeter.

g.4-s\

Msnual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-33

4. PERENCANAAN LENTUR BAL)K

CONTOH4.4

DESAIN TULANGAN GESER BALOK BETONBERTULANG

4 I

dari contoh4.2. SOAL : Desaintulangangeser balok persegi betonbertulang DIBERIKAN: GayaGeser Ultimate Dimensi Balok
Vu = 490kN bw = 600mm h = 1200mm Q:= 0.7 fc'= 20MPa fy = 400MPa

LANGKAH I : Menghitung kuat geseryang disumbangkanbeton


RSM-Tl2-04

Ys;= :.Vfct(Mpa).bw.d
b

l-

Vc = 507.14kN

Pasal 5.2.4

geser LANGKAH 2 : Menghitungkebutuhan


RSM-Tl2-04

Vs;= )r{ - Y,

Pasal5.2.6

Vs = 192.86kI.{

Vs tidak boleh > :./fo'.bw.d

= Check:vs<a.Vfc(MpiJ.bw'd 2.029x t0'kN


J

1_

Notel = "OK, Syaratpemmpangterpenuhi" Check: Vu=4901d.{ Note2 = "Vu ) 0,5 6 Vc, Perlu Sengkang"

Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-34

4. PERENCANAAN LENTUR BItox

LANGKAH 3 : Menghitungluastulangangeserperlu per spasi,Av/s=Avs Avs :: Vs 2 Avs :0.425tnm mm


RSNI.Tl2-04 Pasal 5.2.7

8,'d
Tulangangeserminimum bw Avs6rr:= ;; J.ry

2 . ^ -mm Avsotltt= U.)-.mm

Nilai Avs diambil dari nilai terbesar antara Avs dan nilai tulangan geser

Tulangangeseryang harusdipasangperjarak spasi 2 . ^ -mm = U.)Avs Avs := mo(Rvs,Avs-irr) mm LANGKAH 4 : Menentukanluasdan spasiyang digunakan

minimum Avsmin.

RSNI-Tl2-04

Spasimaksimum:

Pasal 5.2.6 Spasimaksimumadalah

,n'(i,o.75h,6oftnr) i f V s < smakgeser'= |

.bw.d

nilai erkecil dari d/2,0.75h atau600 mm jika nilai Vs r; < !L6y,.4,jikavs

l-{1't'7sh,3o0nr)
= smakgeser 567mm Diameter sengkang Jumlahkaki sengkang Luassengkang,Av perlu Spasisengkang Dt:= 10mm nk:=2

ot}terwise

3
lebih besar atau sama

a^ear,!Lbu,.d 3
makaspasimaksimum adalahnilei terkecil dari d/4,0.375h atau300mm.

Av :=nk-0.2 Ln.O? Av SP:=Avs

Av = 157.0&n# sp = 314.159nm
geser Desainpenulangan sepanjangbalok dapat diperoleh dengan catay ang samauntuk gaya geser yang diketahui.

(tumpuan) D10-300

Manual PerencanaanStrulcturBeton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-35

4. PERENCANAAN LENTURBALOK

Bttor 4.5 PsnnNc,ANAAr,t


4.5J

BAL0KT.SEMU BAL0KT DAN

monolit, balok secara dengan pelatdicor bersamaan pelatlantaiseringkali Dalamsistem 'T' sepertiterlihat pada sayapdari balok dalam hal ini pelat dapat bekerjasebagai bebansatuarahyaitu pelatdiasumsikan menyalurkan 4.8. Padasistemtersebut Gambar arahaxis balok. tegaklurus terhadap

Gambar 4.8 Balok T dalam sistem pelat satu arah

positifdi momen tampak dalamgambar balokT ini akanmengalami 4.9, Pada terdefleksi (potongan B-B). (potongan tengahbentang A-A) dannegatifmomendi atasperletakan

"*l

Webor stem

^*J
(a) balok terdefleksi

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

HaI.4-36

4. Pffituclylnu Lwrun Buor

Compression zone--

lul

ll (b). Potongan A-A (midspan) sebagai balok persegi (c).PotonganB-B(perletakan) balok perseg sebagai (d).PotonganA-A(midspan) sebagaibalok T

positifdannegatif 4.9 Gambar BalokT dalammomen balok persegi, sebagai Padadaerahperletakan balok T pada umumnyadiperlakukan persegisepertiterlihat pada karenadaerahtekan betonakibat momennegatif berbentuk gambar 4.9c. Adapun pada tengah bentangbalok T dapat diperlakukandengan dua kemungkinan, dapat dianalisissebagaibalok T semu (balok persegi)atau balok T sebenarnya. pemeriksaan perlu digunakan terlebih Untuk menentukan balok T semuatausebenarnya dahulutinggi blok tekanbeton,a dengan asumsiawal tinggi blok tekanbetonmemotong flens.

A,f
A=-

o.85f"bf

"

Setelaha asumsidiperoleh,selanjutnya diperiksaapakaha memotongflens atau badan penampang balok: a. jika a (asumsi)( hr.,makadianalisissebagai balok T semu(balok persegiseperti gambar 4.9b), > b. jika a (asumsi) hs, makadianalisis sepertidapat sebagai balok T sebenarny4 gambar dilihatpada 4.9d Lebar efektif sayap balok T berdasarkan SNI adalah nilai terkecil dari persyaratan sebagai berikut : . . panjangbentang br= L/4 , dimana adalah L baloktersebut bf=!*+16h1

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-37

4. Pt naN ctuttex Lnnrun BaLoK


. bf = b* * So, dimana Soadalahjarak bersih antarabalok denganbalok sebelahnya

Sedangkanlebar efektif balok L (balok yang hanya mempunyai pelat pada satu sisi saja) tidak boleh lebih dari : . . . bf: bw+Lll2 br=b"+6hr bf=b*+So/2

sayap Gambar 4.10Lebarefektifbalokdengan

4.5.2

BAL0KT TaLANGAN ANALISIS TaNGGAL

balok T terdapat beberapa Seperti halnya denganbalok persegi dalam menganalisis kondisiyaitu : a) (seimbang) Keruntuhan balans terjadi bila regangan maksimumpadaseratterluarpada Keruntuhan balansatauseimbang daerahtekan betontelah mencapd6", : 0.003dan bersamaan denganitu tulanganbaja untuk memeriksa mencapai regangan leleh baja 6s= ry. Keruntuhan balansini digunakan jenis keruntuhan penampang keruntuhan apakah tarik (underreinforced)ataukeruntuhan tekan(over reinforced).

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-38

LrI,IrUn BALOK 4. PERENCANAIU (a) Penampang Regangan dan Gaya dalam Balok T Kondisi Berimbang ,

T""
d - a,i2

rr",

d - 0.5h r.

(b) Keseimbangan Kopel Gaya Gambar 4.l l Analisis Balok T TulanganTunggal

segitigasebangundalam gambar a.l I (a) diperoleh tinggi blok desak Dengan persamaan padakondisi balans,a6 padabalok T.

",=^(ffi)n
jelasdapat a.1l (b) dilihatpadagambar Keseimbangan kopelgayasecara T=C Dimana 1 : A t u& C : C.* + Ccr= 0.85f" b, a * 0.85f" (br - b*) hr

(4.s-1)

(4.s-2)

pers.(4.5-2) (4.5-1)kedalam Dengan nilai dari mensubstitusikan ayangdiperoleh pers.


diperoleh A16

=elf o,, [u,"[ffi). t,-u,ro,)


b) Tarik (underreinforced) Keruntuhan

(4.5-1)

tulangan tarik bajamengalami Keruntuhan dimulai dengan tarik terjadi bila keruntuhan lelehterlebih Hal tarik bajalebihkecildari luastulangan dahulu. ini tedadibila tulangan (4.5-l). balans, 1lang dihitungpadapers. As6

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-39

4. PERENCANATU Lrvrun B,qtor

(a) Penampang,Regangandan Gaya dalam Balok T Kondisi Tarik


.-b,

Co" d-a/2

T*r
(b) Keseimbangan Kopel Gaya KondisiTarik Tunggal 4.12AnalisisBalokT Tulangan Gambar jelas dapatdilihat padagambar 4.12(b) Keseimbangan kopel gayasecaf,a T=C Dimana 1: Ar fi C : Crr"* Ccf: 0.85f" b* a -| 0.85f" (br - b*) hr (4.5-2)diselesaikan beton, a adalah makatinggi balokdesak Bila persamaan
n--

T""' rr.,
d - O.-shf

(4.s-z)

A"f, -o.g5f"(br -b,)h.r

0.85f "b,

(4.s-3)

Jika pers.(4.5-3)harus diperiksa. a sesuai Tinggi blok tekanbeton, hasildari perhitungan balok a ) hf , makabalok dianalisissebagaibalok T jika tidak cukup dianalisissebagai momen nominalbalokT : persegi.Perhitungan dilanjutkan menghitung dengan + Mn = C.,"(d-0.5a) Ccr(d-0.5hr)
Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-40

4. PERENCANAAN LENTUR B,qrcx

c)

Keruntuhan Tekan (over reinforced)

Keruntuhan tekan terjadi bila keruntuhan dimulai dengan kehancuran pada daerah tekan beton terlebih dahulu. Hal ini terjadi bila tulangan tarik baja lebih banyak dari luas tulangan balans, A.u yang dihitung pada pers. (4.5-1) atau regangan baja, t, ( tydengankondisi Keruntuhantekan bersifat getassehinggatidak disarankanmerencanakan keruntuhan tekan.

Gambar 4.13 Penampang,Regangandan Gaya dalam Balok T Kondisi Tekan

Keseimbangan kopelgaya: T:C Dimana T=A.e*E. C : C"* + Ccr: 0.85f" b* a * 0.85f" (br - b*) hr

(4.s-4)

sepertiterlihat Regangan segitigadiagramregangan baj4 e, diperolehdari perbandingan gambar 4.13. pada

( g,d .\ ". = 6- ^\1 s - - t l a )

(4.5-5)

Untuk mendapatkan nilai tinggi blok tekan beton,a diperolehdenganmensubstitusikan denganakar persamaan pers. (4.5-5) kedalampers. (4.5-4). Selanjutnya diselesaikan

reWflhbtq$.rat
-_-_--Manual P erencanaan StruEtD* Eeton B ertulang untuk Jembatan

Hal.4-41

4. PERENCANAAN LENTURBALOK

T=C.*+C"t A" g'd-"^,(


--\a

hr f" rl e. = 0.85f" b* a + 0.85 (br - b,")


)

E.) 0.S5f, b* a2+ (0.S5f, (br - b*) hr* A, e"u a - (A, e"uFrd E,)= 0

-B+^ln'-4AC
q - -

(4.s-6)

2A Dimana: A = 0.85 f" b* 3 = (0.85 f" (bi - b*) hr + A, e"oE*) 6 = - (A, %" B1dEr) Selanjutnya untuk menghitung momen nominal sama seperti menghitung momen dalam

kondisikeruntuhan tarik,yaitu: + Mn: Cr* (d-0.5a) C"r(d-0.5hr)

(4.s-7)

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

HaL4-42

4. PERENCANAAN LENTUR BALOK

f'q, fy, b.,#,b1, h1.45 d,

n=o''m

lrf ,

Eial0Kpersegl

tarik Keruntuhan reinforceclJ

",=*i#lo

-!r'l u,=.t.y,{g

A$umsi alval Kenlntuhan tadk

-0,854(lr.r - b,,),},l. - - .{,/" ( ._ 0.s5J.6..

A_

0 . s-5 1r& . .
Ar8*E,

8=l

t------:--:--:--=-

tsaroK r | t, I keruntuhanrrik |

_l

g = -B,r{

\-/-

tr>dl

ya

BalokT kefuntuhan tekan

-8+r/B'-4AC
!l=-**t

1r'

J = 0.85/"b," 8 = 0,85i(br -b,)hr +.{-e,oE( = -(l.s*E,p1d)


-8+r./8'-{AC
(I = *:-*_-r.-*
'_T"*rffi

-;J M,,= 0.8546"[,

tekan Keruntuhan overreinforced

2A

C* = 0"85/.4&,.,

(4 Co=0.85/. -b,,rh1

= M" c*l J t"l jffi;;l \ ,r-;JJ- .,-+ I I .! " '--:>

-:iJ

Tunggal 4.l4DiagramAlir AnalisisBalokT Tulangan Gambar

Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan

HaL4-43

4. PERENCANAAN LENTURBALOK

CONTOH4.5a

ANALISIS BALOK T TULANGAN TUNGGAL


I

tarik kondisikeruntuhan tunggaldengan SOAL : Analisisbalok T tulangan

bf

DIBENKAN: I)ata penampang


b6:= 1500mm b*:= 350mm

Data material Mutu beton f. := 2OMPa ero := 0.003 Mutu baja fr:= 4OOMPa E := 2.l05.MPa

h1:= l20mm h:= 600mm d:= 504mm Luas tulangan tarik A, := 6160mm2

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

HaL4-44

4. PsRar,rc.4NneN LnNrunB..tor faktoSl LANGKAH I : Menentukan


RSNr-T12-04
Pasal 5.l.l.l Faktor pl tergantung dari mutu beton, jika kurang dari 30 MPa nilainya0.85, namunjika fc' lebih besar 30 MPa nilainya berkurang

s,,= 10.85-gf!-30)
| lo.tt 7 \twu ) ir r" < 3oMPa

if f" > 30MPa

91:=ma:(0.U5,9r)
LANGKAH2:Menentukanq

9l = o'85

tapi tidak lebih kecil dari 0.65.

600 ab:=FtIro *\)

'l.d
ab = 257.04mm

LANGKAH 3 : Menghitung a asumsi awal, blok tekan beton memotong flens. Asumsi awal, tinggi blok tekan beton memotong flens Ar'fu - ' o.85fc.bf

a:-

a=96.627mm

keruntuhan tarik. a < hsmakabalokpersegi; dengan S auadalah a LANGKAH 4 : Menghitung momen nominal balok

Mn,=^,!(.-;)

Mn = llz2.8llkN'm

Manual P erencanaan Struhur B eton B ertulang untuk Jembatan

Hal. 445

Pzn-suctuAAN n Buo x Lnuru

ANALISIS BALOK T CONTOH4.5b TULANGAN TUNGGAL KERUNTUHAN TARIK


I

tarik As : 9240mm luastulangan soal4.5anamundengan SOAL : Analisisbalok T seperti LANGKAH I : Menentukanfaktorpl


'r

fc = 20MPa if fc > 30MPa

RSNI-TI2-04 Pagal5.l.l.l Faktor pl tergantung dari mutu beton, jika kurang dari 30 MPa nilainya0.85, jika fc' lebih besar namun 30 MPa nilainya berkurang tapi tidak lebih keeil dari 0.55.

u,=lo85-ryf+-,'l
1\MPo | )

if 10.8s f. < 3oMPa F1= -a{o-u5,Fr)


LANGKAH 2 : Menentukangr

Fl = o'85

. %=p,[ft)
As = 9240m#
a- -0.85fr.b1

!, = 400MPa

d = 504mm

ab =257.04mrn

LANGKAH 3 : Menghitunga asumsiawal, blok tekanbetonmemotong flens. Asumsiawal, tinggi blok tekanbetonmemotongflens

Ar'fu

a=l44.94ltnrrl

keruntuhan Tarik" Ket = "a > hf, Balok T, dengan

penampang balok T LANGKAH 4 : Menghitungulang nilai a dengan

Ar.! - o.s'fc.(brb*).hr
0.85fc.bw

a = 226.891mm

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal. 4-46

4.PmeNceye,qN LsNrunB,qrcrc

LANGKAH 5 : Menghitung gaya-gayakopel C.* dan C,1 Cc* = 0'85f.'a'b* ccf = o.85rc'(bf - b*)'hr Cc* = 1350000N Ccf = 2346000N

LANGKAH 6 : Menghitung momen nominal balok Mn - c,*.[d -

(a\(hr) ;). "".[o

; )

Mn = 1.56887x l09N.mm

ANALISIS BALOK T CONTOH4.5c TULANGAN TUNGGAL KERUNTUFIAN TEKAN


SOAL : Analisis balok T denganpenampangsebagaiberikut DIBERIKAN: Data penampang bf = l5oomm bw = 450mm hf = l2omm h = 600mm d = 470mm Luas tulangan tarik As = 12950.-2 Mutu baja Data material Mutu beton fc = 2OMPa ecu = 0'003 l, = 400tl4Pa I

Es = 2'105-N4Pa

Manual Perencanaan Snukur BetonBertulang untukJembatan

HaL4-47

4. Pznrucet'te.qN Lstwun Bttor faktorBl LANGKAH I : Menentukan


RSM-TI2-04 Pasal S.t.l.l Faktor pl tergantung dari mutu beton, jika kurang dari 30 MPa nilainya0.85, namunjika fc' lebih besar 30 MPa nilainya berkurang

p,,= ? \tutPu ) lo8s-ryf+-r'l


| if f" < 3OMPa 10.85

if f" > 30MPa

Fr) 91:=mu{0.u5,
LANGKAH 2 : Menentukan a6 600 ub= pr.[;o ).d o* \ ) (

9l = o'85

tapi tidak lebih kecil dari 0.65.

ab=239'7mm

LANGKAH 3 : Menghitung blok tekan beton memotong flens a - ---:--!0.85f"'bg = Penampang "Balok T"

A"'L

a=203-l37mm

balok T LANGKAH 4 : Menghitung ulang nilai a denganpenampang (asumsitarik)

u=ffi

Ar.fy - o.85fc.(br-b*).hr

a=397.124.turt

a ) hr, balok T; dengan a ) or, kerunnrhan tekan.

Manual PerencanaanStruhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-48

tC,qt 4. P gnnt t,q,Ut tfU n BUOr<. Lft

LANGKAH 5 : Menghitung ulang nilai a dengan penampang balok T keruntuhan tekan. A = 0.85fc.bw B = o.85fc.(ot- u*).n1+ Ar-e"u-E, A = 7.65* to6 I N m B = 9.912xtO6N mN C = -3.104x 106

C = -(e r.e cu .E s.B l .d )

Langkah 6 : Menghitung gaya-gaya kopel Cr* dan Crr Ccw = 0'85f"'a'b* ccf = o.85fc'(bf - b*)'hr Ccw = 1'994x 106N Ccf = 2'142x tO6N

LANGKAH 7 : Menghitungmomennominalbalok

Mn = ."*.[o -:) .

2) "".[o "\

t'r)

T)

t09 Mn = 1.55562x N'mm

Manual P er encanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-49

4. PERENCANAAN LENTURBALOK

4.5.3

GnNot AN.tttsts BetoK T TULANGAN

dilakukan balok T sebenamya tunggal,analisis balok T tulangan halnyadengan Seperti bila tinggr blok tekanbeton,a > hr. tunggaldilakukan ganda balokT tulangan samaseperti Dalamanalisis balokT tulangan gaya-gaya kopel. dari superposisi komponen

(a) Penampang, dan Regangan GayadalamBalokT KondisiTarik

c*
d - si],

T".
Ir.,

d - 0"5hi

* b*.-

Tt*

+
(b) Keseimbangan Kopel Gaya Ganda 4.15AnalisisBalokT Tulangan Gambar

d-d'

rr",

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jernbatan

Hal.4-50

BALOK LENTUR 4. PERENCANAAN

a)

TekanLeleh Tulangan Keruntuhan Tarik dengan

Untuk memeriksaapakahtulangantekan leleh, maka perlu dihitung tinggi blok tekan tekanleleh. asumsitulangan beton,a dengan
u--

(e"- A'")f ,
0.g5f"bf

(4.s-8)

namunjika a > hf makabalok balok persegi, Bila a < hf , makabalok dianalisissebagai dianalisis sebagai balokT. (anggap jelasdapat tulangan 4.15b. dilihatpadagambar kopelgayasecara Keseimbangan asumsi awal) tekanlelehsebagai

T=C Dimana 1=A.& f" f" C = C"** Crr* C"r: 0.85 b* a + 0.85 (br - b*) hi* A" fy (4.5-9) beton a adalah maka Bila persamaan diselesaikan tinggibalokdesak , (A"- A'")f, -o.B5f"(br-b,)hr 0.85f"b* diperoleh diperiksa : Selanjutnya a yang nilai tarik d ,makatulangan leleh as' F,t=gq - ' [6 0 0 + " f,I )

(4.s-e)

(4.s-10)

,a r,([ 6 0 0 - 4 ' ' #-lA',

rnutu tekan tutangan teleh. J

Jika semua syarat terpenuhi,maka momen nominal balok T tulangan ganda dapat berikut: kopelsebagai diperolehdengan menjumlahkan momendari gaya-gaya (4.5-ll) + + C", Mn = C.* (d-0.5a) C"s(d-0.5hs) (d - d')

ManualPerencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan

Hal.4-51

4. PERENCANAAN LENTURBITOT

b)

Tulangan TekanTidak Leleh Keruntuhan Tarik dengan

jelasdapat 4.15b. dilihatpadagambar Keseimbangan kopelgayasecara T=C Dimana T-Arf, C = C"*,+ C"r* C.r: 0.85f" b* a + 0.85f" (h - b*) hi+ A'. r'. E,

(4.s-r2)

sepertiterlihat segitigadiagramregangan Regangan bajq e', diperoleh dari perbandingan gambar pada 4.13.

","="*[l-ry)
persamaan kuadrat. T = C"* * Ccr* Ccs A. &: 0.85f b* a+ 0.85f" Or - b*) hr* A'. r*(t-E{\ "-\ a) A

(4.s-r3)

nilai tinggi blok tekan beton,a diperolehdenganmensubstitusikan Untuk mendapatkan persamaan denganakar pers.(4.5-13).Selanjutnya diselesaikan pers.(4.5-12)kedalam

0.85 b* a2+(0.Sf (br - b*)hr* A',6"uE, A, ft e-(A'.e"oFrd'Er)=0 5 i

_B+JB'_4AC
.24 Dimana: A = 0.85f. b* 3 =(0.85 f (h - b*) hr+ A', t"u E - A' &) Et) C = - (A'. e"u B1d'
g - -

(4.s-14)

kembali (4.5-14)digunakan untukmenghitung dalampersamaan Nilai a yangdiperoleh berikut: gaya-gaya dihitungmomennominalsebagai kopel Cr*, C"t danC"r. Selanjutnya + * Mn = Cr* (d-0.5a) C"s(d-0.5hs)C", (d - d')

( 4.5- 15 )

Manual Perencanaan Snulctur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-52

4. PERENCANAAN LENTURBALOK

f'a, fy, b,*,bi,d, hr, A*

tr, -0l,57'.

- -r'.)/"

-f ) ''' -Fl oooa 600_, 4 ,l

Asumsi swal tarlk Kerunruhan

(b/ {-r,-J. )', - o.B5I -b,}ht ",*/&

[$i-=,%['-*]

.r - 0,95"{so a - o,sSS -4,)i,, + Are*E, "1,!, i$t C - -(-4',e*E fta'')

Tulangan tekan eleh

tekan kerunluhan (dihindari)

n=-_l;-_

-8+.Ji'-4-{C

ffi

C*. :0,85,f,c&*

cr, = 0,s5"4's6,. -b*iftr Co= 0.85d(&, co =d',a"-$-Ad'ldll,

-b*)h/ ca = 0.85/"(4 C. =l', d*

ru="*id4j-+[r-?)
Ganda 4.16Diagram Gambar Alir AnalisisBalok-TTulangan

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-53

LENTURBALOK 4. PERENCANAAN

4.5d CONTOH

ANALISIS BALOK T TULANGAN GANDA


I

SOAL : Analisis balok T hrlangangandadengankondisi kerunhrhantarik - tulangantekan leleh

bf

DIBERIKAN :
Data penampang bg:= t200mm t*:= l37.5mm h1:= l00mm h := 600mm d.:= 47Dmm d' := 65.mm

Data material Mutu beton f. := 2OMPa ear,:= 0.003 Mutu baja ! := 4OOMPa

E := 2.105.MPa desak Arr i= 40gmm2 Tulangan Tulangan tarik A, := 6900mm2

b*:= 2.t*

bw = 275mm

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-54

4. P SRENcANAAN LsNrun BIIOr


T1244 Pasal 5.l.l.l

LANGKAH 1 : MenentukanfaktorBl

t" 99I.[ - ro] if s,,= lo.rr-?


\MPa ) | if f" < 3oMPa 10.85

fc > 30MPa

Faktor Bl tergantung dari mutu beton, jika kurang dari 30 MPa nilainya 0.85, namunjika fc' lebih besar

F1:=mu{o.os, Pr)
LANGKAH 2 : Menenfukan ag

Pt = o' gs

30 MPa nilainya berkurang tapi tidak lebih kecil dari

0.6s.

au:= ? Ft'l-J0+ ) . d frJ .


LANGKAH 3 : Menghitung /. \ ^

600

ab=239'7mm

blok tekan beton memotong flens

(4, - Ar,J.fy a:=0.85f"'b1

a=127.451mm

LANGKAH 4 : Menghitung ulang nilai a dengan penampangbalok T (asumsi tulangan tarik dan tekan leleh)

(e, u._

- nr,).rv o.ssr..hr(uru*)
0.85fc.bw

a = 219.78&twr

Periksaasumsi /a') r-r \ u /ri| =-'l 1-lll Fr \ r F \

600)

) ^ ' --'lt(. ll-l l=0.392 60WPa ) \ u /ri* Fr \ /o'\

t,

Jika d'/a < (d'la)lim maka tulangantekar/desakleleh, jika tidak tulangan tidak leleh.

! = o.zga
a Tulangan desak ) telah leleh, karena d'/a< (d'la)lim Tulangan tarik ) telah leleh, karena a < a5

atan Manual Perenc anaanStruhur BetonBertulang untukJernb

Hal.4-55

4. PERENCANAAN LENTUR BAL2K

LANGKAH 5 : Menghitung gaya-gayakopel Ccf := 0.85fc.hf (bf - b-) Cc*r= 0.85fr.a.b* Ccf = l'572x 106N Ccw = l'028x 106N Ccs= 1'6x lo5 N

Ccs Ar'.! :=
LANGKAH 6 : Menghitung momen nominal

-d') Mn'=C"*.1- i | * C.rl d - + | + C.r.(d -"\ d z) " "'\ 2)


Mn = l.o95x 109N'mm

/o\(hr)

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-56

4. Pmtuctulltr Ltttrun BALzK

4.5.4

AN,tttstsB,ttorKornrHouow

Analisis balok kotak hollow dalam segalahal sebenarnya tidak berbedadenganprinsip balok. Bentuk tidak menjadi sesuatuhal yang rumit bila dapat diperolehtitik berat penampang yangtertekan blok tekan,a. Bila disamakan = 2 t* makabalok b* setinggi persis hollow analisisnya sama dengan balokT.

c*
d-dl

-r--C-

-LL

+
I

d - 0.54 _J_T.,

t-

-r."
+
--4----.-J

d-d

4.17Superposisi Gambar KopelBalokKotakHollow Gaya-Gaya jelas dapatdilihatpadagambar Keseimbangan 4.17 (anggap tulangan kopelgayasecara . tekanlelehsebagai awal) asumsi T=C Dimana T=Arf, C: C"* * C4* C..=0.85f. b* a + 0.85t (br - b*) hg+A', fy b*:2 t* (4.5-16)samapersisdenganpersamaan Persamaan (4.5-9)dengan demikianbalok box kotak dapatmengikutiprosedur perhitungan b* balok T, dengan mengganti = 2 t*,.

(4.5-16)

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

HaL4-57

4. PmnucIuIAN LENTaR BAL}K

CONTOH4.5e

ANALISISBALOK BOX HOLLOW TULANGAN GANDA


I

SOAL:

Analisis balok Box Hollow hrlanganganda dengankondisi kerunhfian tarik -

tekanleleh tulangan

d'

-r
ht

DIBERIKAN : Data penampang b1':=l200mm t",:= 137.inm hg:= l00mm h:= 600mm d := 470mm d' := 65.mm

Data material Mutu beton


f" := 2OMPa e",, := 0.003

Mutu baja

:= 4OOMPa

E, := 2.l05.MPa

Tulangandesak Ar, != 400mm2 Tulangantarik


A.:=690omm2

b*:= 2.t*

bw

275mm

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4- 58

4. P nagt tclx,qeNLaurun B.atox LANGKAH I : Menentukan faktoSl


RSM-Tt2-04 Pasal 5.1.1.1 Faktor pl tergantung dari mutu beton, jika kurang dari 30 MPa nilainya 0.85, namunjika fc' lebih besar 30 MPa nilainyaberkurang

p,,= if f^ loBs-ry[,+-r']> 30MPa


''l ? | \MPu )

lo.8s

if f" < 3oMPa Ft = o'85

F1:=ma{0.u5,9r)
LANGKAH 2 : Menentukan a6

tapi tidak lebih kecil dari

0.6s.

j9L).0 :=^ r au 0r'l7 -r00+ frl


a

ab=239'7mm

LANIGKT\I{ 3 : Menghitung blok tekan beton memotong flens a = 127.451mm

o.85fc.bf

LANGKAH 4 : Menghitung ulang nilai a denganpenampangbalok box hollow (asumsi hrlangan tarik dan tekan leleh)

o*) (o, - nr,).! - o.85r".hs(or0.85fc.bw Periksa asumsi

/\

i,

/a'\ r-r
\o/rir.

r \ | r =-.1 l-Al
Fr\

600)
Jika d'/a < (d'la)lim maka tulangan tekan/desak leleh.

/a') l-l

I' )l = 0 . 3 9 2 - - ' l t(. l 60CIvlPa/ \ u /ri- Fr \


9)= o.zga
a

Tulangan desak ) telah leleh, karena d'/a< (d'la)lim Tulangan tarik ) telah leleh, karena a < a6

Manual Perencanaan Strulaur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-59

4.Pmntcaunnu Lwran BAL)K


gaya-gaya kopel LANGKAH 5 : Menghitung Ccf:= o.Slfc.hf(br- b*) Ccwt=0.85f".a.b." Ccs,= Ar''! LANGKAH 6 : Menghitung momennominal (a\(hr) Mn,=..*.[u ;)c.f.[d c.r.(d- d') N Ccf= 1'572x106 Ccw= 1'02sxt06 N Ccs= 1'6x lo5 N

; )+

Mn = 1-095x lo9N'mm

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-60

KEKUATANKOLOM 5. PERENCANAAN

5 PERENCANAAN KEKUATAN KOLOM 5.1 Uma*t


bebandari lantai atau Kolom merupakan elemenstruktur yang berfungsimenyalurkan berikut kolom dapatdiuraikansebagai balokke sistemfondasi.Konsepdasarperhitungan o Perbedaan antarakolom denganbalok adalahbahwa pada kolom di mendasar bekerjapula gayaaksial (bisatekan bisatarik); momenpadapenampang samping berubah(uniaxial dan o biasanya arah momenpadakolom bisa berbalik dan/atau biaxial bending); o Selaindari padaitu semuaasumsidan ketentuan dasarkolom tetap samadengan apa yang kita kenal berlaku pada balok yang mengalamibeban luar berupa momenlentur.

5.1.1

FAKToRREDUKSIKEKUATAN

gayaaksial menahan dari kemampuannya dari kolom harusditentukan Kekuatanrencana akibat pengaruh dan momen lentur akibat bebanrencanadan momenlentur tambahan cara kelangsingan, berdasarkan PBKT. Faktor reduksi kekuatandapat dilihat pada Tabel 3.2 Qugaterdapatdalam pasal 4.5.2 RSM T-12-2004).

5.1.2

PNNSIPPERENCANAAN

a) Perencanaan komponen strukturyang dibebani kombinasilentur dan aksialharus tegangandan kompatibilitas regangandengan didasarkanatas keseimbangan asumsi dalamsubbab4.1.2. menggunakan b) Komponen struktur yang dibebani kombinasi aksial tekan dan lentur harus direncanakan terhadapmomen maksimumyang dapat menyertaibebanaksial.

Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-l

KEKUATANKOLOM 5. PERENCANAAN

Bebanaksial terfaktor {

yang ada,tidak boleh melampaui denganeksentrisitas

kuat rancang bebanaksial /P"1**1,dimana: tulanganspiral: dengan 1) Untuk komponen -f"'(A, QP,6*)= 0,85/[0,85 -A,,)* frA",]

( s.l- 1)

pengikat(ties): tulangan dengan 2) Untuk komponen

-f"'\A, - A,,)* f ,A",] dP,6*\= o,8o/[0,85

(s.r-2)

untuk memperhitungkan 3) Momen maksimumterfaktor, M, harusdiperbesar dengan bab5.3. sub efekkelangsingan sesuai

5.2

KoLoM PENDEK Pnnnr,tc.nrve.nN

penambahan momen akibat dengan mengabaikan Kolom pendek bisa direncanakan kolom pendekbisa dilakukan pengaruhkelangsingan. Dengandemikian, perencanaan pengaruh interaksi memperhitungkan dari hasil analisisstruktur,dengan sesara langsung momenlenturterfaktor. antara bebanaksialterfaktordengan

5.2.1

DaGRAM lNrnnars Kotou

Diagram interaksi kolom secaftrumum dihitung dengansejumlahdistribusi regangan. Titik-titik dalam diagram interaksi dihitung berdasarkannilai P dan M yang tersebut. dengan regangan berkorespondensi

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-2

KoLoM 5. PERENCANAAN KEKUATAN

Pn

Po

0.003
Kontrol Tekan Kontrol Tekan Pu Kontrol Tadk
g:@
r--?4L L,/t
'fr r' F

/- -4

n nnl
t

/
Mo

Kondisi seimbang n rvrt "J

Mu

Mn

:*7* , f-,
V

/-

J V,VV{

Kontrol Tarik

Kolom 5.1 Interaksi Gambar Diagram kombinasiaksialdan momen Secara umum penampang elemenstrukturyangmengalami sebagai dapatdigambarkan berikut :
Pn= Pc

-*,1"
--t---: -f .-l e

I -T_
I !

oesr; l*
C. = 0.85liorO

a'

_I
t,,= f"lE;

i d,

Gambar5.2 Perhitungan danMo untuksuatudistribusiregangan Pn

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-3

KOLOM 5. Prrcuc,quIAN KEKUATAN

padaCentroid Aksi GavaResultan P n =C " + C " - T "


= 161gan positif

( 5.2- 1)

pusatgeometri Momenterhadap
Mn

.(L-1)*r = r".lt- a' c" \ 2 2 ) .("o"-L\ 2) \ )+


- C , * f a , ) + c "-[-;) +r"*(d,)+'".(t)
(s.2-2)

Atau
Mn

5.2.2

PERENCANAAN DAGMMINTEMKSI MTNEOux.aTeN

gambardiagraminteraksidari manualdapat kolom denganmenggunakan Perencanaan dilakukanmengikutilangkah-langkah sebagai berikut : yangrelevan. beban terfaktor(Pu, Mu ) dane untuk kombinasi 1) Hitung beban yangberpotensi 2) Pilih kasuspembebanan menjadipenentu. 3) Gunakannilai estimasih untuk menghitungyh, e/h untuk kasusyang menentukan. 4) Gmakan grafik yang sesuai) target pu

Baca dalamAuer*t

ff

<> diperoleh Ag: bh :

frn /bh

Lakukanjuga untukkasus-kasus lainnyayangmenentukan kolom b danh 5) Pilih dimensi (step3), hitung ulang ( e / h ) dan 6) Jika dimensiterlalu berbeda dari nilai estimasi ulangkembalilangkah4 & 5. RevisiAg jikadiperlukan. 7) Pilih nrlangan baja, Ast : peb h 8) Gunakandimensiaktual & ukuranbatanguntuk mengecek semuakombinasibeban (gunakan grafik ataudiagraminteraksi). pr] 9) Rencanakan tulanganlateral [selesaikan

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal. 5-4

5. PERENCANAAN KEKUATAN KoLoM

5.3 PsnnNc,4NAArv Kotou L,tN6,s1NG


Kolom harus dikelompokkansebagaitidak bergoyangatau bergoyang.Kolom tak harus bergoyang kolom bergoyang harus direncanakan sub menurut bab5.3.1,sedangkan direncanakan menurut bab5.3.2. sub 1) momen-momen ujung Kolom boleh dianggap bila pembesaran tak bergoyang akibatpengaruh ujungorde-satu. orde-dua tidak melebihi5o/o momen-momen dari 2) Suatu tingkat pada struktur boleh dianggap tak bergoyang bila nilai index padasuatutingkat: kestabilan

g =ZP,o" <o.o5 v,l"


Dengan :

(s.3-1)

IP,

= jumlah bebanverticalterfaktorpadatingkatyangditinjau

vu = gayageser total padatingkatyangditinjau akibat V, ao = simpangan relativeantartingkatorde-pertama l" : tinggi kolom padatingkatyangditinjau

5.3.1 1)

PnaTNen,qNMoMEN KoLoMTAK BERGovANG UNTaK Komponen strukturtekanharusdirencanakan dengan bebanaksial menggunakan terfaktor I sebagai: M" = 6*M, DimanaMz adalahnilaimomenujung kolom terbesar. dan momen terfaktor yang diperbesar, M " yang didefinisikan

(s.3-2)

2)

Dengan faktor pembesaran d* momenuntuk kolomyang tak bergoyang, sebesar:

a-=-4-rr,0
0,75P" 3)

(s.3-3)

Untuk komponenstruktur yang tak bergoyangdan tanpa beban tranversaldi antara tumpuan, maka C, dapatdiambil:

Manual Perenconaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-5

5. PERENCANAAN KEKUATAN KOL2M

c^=0,6.0,+(ff;), o,+

(s.3-4)

Dimana Mt, Mz adalahmomen ujung kolom, denganMz adalahmomen ujung Perbandingan kolom terbesar. 5
M2

bemilai positif bila kolom melenturdengan

tunggal. Untuk komponen struktur denganbeban tranversal di kelengkungan dengan 1,0. diambilsama tumpuannya, harus antara C, 4) (5.3-2)tidak boleh diambil lebih kecil Momen terfaktor M, dalampersamaan dari : (5.3-5) = P,(15 0,03/r) + "^^ Untuk masing-masing sumbu yang dihitung secaraterpisah,dimana h dalam M millimeter. Untuk komponen struktur dengan Mr.^^>M, ditentukan: . . 1,0 Sama dengan atau Berdasarkanpadarasioantara dan Mzyngdihitung. M, nilai C^ harus

5.3.2 a)

Pnungsnn.IN M0MEN aNTUK KoLoMBERGOVANG samping,faktor Untuk komponentekan yang tidak tertahanterhadapgoyangan panjang efektif&,harus lebihbesardari1,0. Untuk komponen tekan yang tidak ditahan terhadap goyanganke samping, pengaruh kelarrgsingan apabila!!o.rr. bolehdiabaikan r

b)

c)

Momen Mt dmr M, padaujung-ujungkomponenstrukturtekan harusdiambil sebesar: M, = Mr* + 6Mr" Mz = Mr* *6Mr, Dengan6J4r" dan 6$ r" harusdihitungmenurutsubbab 5.3.2(d). (5.3-6) (5'3-7)

d).

Caramenghitung tsl,r'"

Manual Perencanaan Struhtur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-6

5. PERENCANAAN KEKUATANKOLOM

momen6 goyangan yang dipetbesar, JUI harusdiambil sebesar Momen-momen ", metodesebagai momen ujung kolom yang dapat dihitung denganbeberapa berikut: l. komponenstrukturyang nilai kekakuan Analisis orde-kedua berdasarkan diberikanpada5.3.3.Padametodeini dilakukaniterasiP - A sampaiselisih defleksi relatif lantai akibat beban lateral iterasi ke-i dengan iterasi mendekati ataudapatdituliskanI Ai - d-1 | o 0. nol sebelumnya Analisislangsung momenP - A (AASfffO) : Sebagai altematif 5Jv[, bolehdiambil sebesar

2.

dM-=

M"

r-Q

u.M-

(s.3-8)

Apabila nilai d"yang dihitung dengancara ini lebih besardari 1.5, maka 6"M" haras dihitung dengan menggunakan analisis elastis orde-dua atau 6rttl" boleh dihitung dengan cara pembesaranmomen portal bergoyang tradisional. 3. portalbergoyang tradisional. Analisispembesaran momen kolom-balok, Padametodaini akandihitungterlebihdahulurasiokekakuan qruntuk menghitung efektif, fr. Faktorpanjangefektif,k yang faktor panjang Pc. didapatdigunakan untuk menghitung

6M

M,

"=

, ZP, ,-

2M,

(5.3-e)

}iDi

pengertian: dengan Ip, =jurnlah seluruhbebanvertikal terfaktoryang bekerjapadasuatu tingkat lantaikendaraan. ZP"= jumlah seluruhkapasitas pada tekan kolom-kolombergoyang satutingkatlantaikendaraan.

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-7

5, PERENCANAAN KEKUATAN KoLoM


I

e).

Sebuahkomponenstruktur tekan dengankelangsingan: :):

t..

35
l l f , A" g
IJc

'

( 5.3- 10)

lP"

Harus direncanakan untuk memikul bebanaksial terfaktor {

dan momen M"

yang dihitung menurutpers. (5.3-2) dimana M, dan Mr dihitung menurutpers. (5.3-6) dan (5.3-7), Fo ged;a persam:un (5.3-12)ditentukansesuaidengan yangdigunakan. kombinasibeban

5.3.3 a)

BEBAN TEKUK Bebantekuk didapatdari:

P^ l'E-,!= -c=
Qt")' b) Bila tidak menggunakan perhitungan yang lebih akurat, EI sebesar:

(s.3-11)
dapat diambil

+ E"I "") E t - lo,2E"l,


L+Fa atau lebih konservatif:
El-

(5.3-r2)

0.48t"6

I+ Fa

(s.3-13)

Dimana:/", adalahmomen inersia tulanganterhadapsumbu pusat penampang komponen struktur. 5.3.4 SvtnqrKrntNGsrNclN

Umum Apabila gaya dan momenyang bekerj padakolom telah diperoleh dari analisis a denganmenggunakan elastis linier, pengaruhkelangsingan harus diperhitungkan radiusgirasir, dan panjang efektifsesuaidengan uraianberikut. ataupanjang bebas

A.

Radiasgirasi

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal. 5-8

5. PERENCANAAN KEKUATAN KoLoM


at l

Radius girasi r, untuk komponen struktur tekan persegi diambil sama dengan 0,3 kali dimensi total dalam arah stabilitas yang ditinjau, dan sama dengan 0,25 kali diameter untuk komponen struktur tekan yang berbentuk lingkaran. Untuk bentuk penampanglainnya r, dapat dihitung dari penampangbeton bruto.

B.

Panjang bebas Panjang bebas, I, da/. suatu komponen struktur tekan harus diambil sebesarjarak bersih antara pelat lantai, balok atau komponen shuktur lainnya yang mampu memberikan dukungan lateral terhadap komponen struktur tekan tersebut.

c.

Panjang efektif Panjang efektif , k/ dapatjugadinyatakan sebagaikl.: l./n; dimanan adalahjumlah "setengah gelombang sinus" atau (% sinus yang) dibentuk oleh deformasi elemen kolom. Beberapapanjangefektif kolom yang diidealisasi.

% (% sinus)

!.

t
7zsinus

Q z tz sinus)
(a)n=L;k(= l. (b) n:2; kL=l/2

Gambar5.3 PortalTerkekang Arah Lateral(Non SwayFrame)

% (% sinus)

s s
( a )n = % ; k l . = 2 1

%(%smts)

@'Sn=l;kl=l

(SwayFrame) Gambar5.4 PortalBergoyang

Manual Perencanaan Strulctur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-9

5. PERENCANAIU KnruArIN KOLOM

Panjangefektif dari suatu portal untuk pondasiyang mengalamirotasi, dapat digambarkan berikut: sebagai

*i
q

e.l

:s

(a)2.2<k/u<o

O) 1.2<k/u<o

(SwayFrame) Gambar5.5 PortalBergoyang rotasidantranslasi terhadap Faktorpanjangefektifdipengaruhiolehjenis kekangan AASHTO dapat ujung-ujungkolomnya.Nilai faktor panjangefektif berdasarkan dilihatpada tabeldalamGambar 5.6.
GoyanganDitahan (Braced) GoyanganTak Difiabm (U nbraced)

Bentuk kolom tertekuk ditunjukkan dalam gambardi samping

Teoritis Desain

k=0.5
k = 0.65

k = 0.70 k = 0.80

k= 1.0
k=1.0

k=2.0
k=2.1

k=2.0 k=2.0

k= 1.0

k= 1.2

Gambar FaktorPanjang 5.6 Efektif,k (AASHTOLRFD sec.4.6.2.5)

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-10

5.Prnnttcly.n.ln Ktrulr,cx Kotou


Padatabel Faktor panjangefektif, k di atasterdapatdua nilai dari pendekatan teoritis dan desain,yaitu nilai k teoritis untuk kolom denganperletakanideal jarangditemuikolom karenasangat terkekang sempurna, nilai k untuk desain, dan yang benar-benar terkekang sempuma. dapat Juga dilaklkan dengan nomograf

PerhitunganfaKor panjang efektif sebagai berikut.


v.
5C.C-

V,
.50.0 :'1S.0 r 5.o .3.0

li/E 100.0 50.0 20.0 ?9.0 10.0

rc.c,:

't*o
-3UU

u.i
t L-

zc-

4.0

lrc.o .20.c
.,10 c
-Gfi

10.0

s0

10-

1.0 0.8 0.8 u.n


u.4

oec?cUG-

7A EO t-0 3.0
,A

-6.0 -7.0
.6! - 5,0 -40 -3.9

c.l-

-2.9

c.:t.0 - 1.0

c.

struktur Komponen lak-bergoyang (a)

struktur Komponen bergoyang ib)

Gambar5.7 Nomografuntuk faktor panjangefektif, k

Dimana rya adalahrasio kekakuan kolom denganbalok padakolom bagian atas,dan Vs rasiokekakuan kolom dengan balok padakolom bagianbawah.

,=ffiffi

(5.3-14)

Faktor panjangefektif, /r diperolehdenganmenarik garis diantaranilai ry6 d(5.3-14). persamaan V" yangtelahdihitungdengan Hal.5-11

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

5. PERENCANAAN KEKUATANKOLOM

Contohpenqgunaan Nomograf Diberikan:Jembatan strukturbetonbertulang4-bentang sepertiditunjukkangambardi bawahini. Hitung faktorpanjangefektif untuk kolom DE. Ec:25000 MPa.

1,, 1"'
50m 55m 55m 50m SuperstrukturIc :3.L4 x 1012 : mm4 ; A = 5.86x 106 mm2 :Ic:3.22x 10ll -rn' : A = 2.01x 106 Kolom mm2 Solusi: 1. Menghitung faklor ry untukkolom DE.

,"=ffiffi=
V B= l ' 0

3.22$0tt)n2 = 0.235 2.3.t4Q01\/5s

garislurus padanomograf, 2. Hubungkan titik \lo dan Ve dengan membuat pada bagian unbraced frame. ,k: I.23

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

HaL5-12

5. PERENCANAAN KoLoM KEKUATAN

lY. $se. rcc. t.c. 30. 20,

-3ir0 : tB.0

tos

it"

;3.C -:.0

:,r ]c. *

lD0 5.0 4.0

300 too 100


9U

c e c
I

- 1.t

e0 ?0
I

,o,r
-n ?

BU

t0
0

-0.s
-0.5 -o.a

5 ,t

30

c:

Komponsn efukturtak.blrgoyang {a}

struktur bergq/ang Komponen (bi

D.

Pengaruhkelangsingan Pengaruhkelangsingandapat diabaikan untuk komponen struktur tekan tak bergoyang apabiladipenuhi :

-(trUt) 4- =ro
r ( M,) diabaikan apabila:

(s.3-13)

Untuk komponen struktur tekan bergoyang, pengaruh kelangsingandapat

Eo=rt

( s.3- 14)

Untuk semuakomponenstruktur1"1r^ t!-> 100, sebaiknya dihindarikecuali r persyaratan yang berlaku semua analisisyang menyeluruh telahmemenuhi segala pasal5.7.4 sesuai RSM T-12.

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-13

5. Psnnuclx;,qN KnxulrtN KoLoM


5.4 5.4.1 Knratrtrtt KoLoM D,qL/tM KoMBTNASILENTaR Bt.arsat Dnw Tnx.tx

AsaastpnnnNc,tNttN

Perhitungan kekuatanpenampang melintangakibat kombinasilentur dan aksial sesuai perencanaan balok.(lihatSubBab 4.1.2) dengan pada asumsi

5.4.2

PNNTNCANAAN BENO.ASIRKAN P,Ip,a M,cSTNOM.4SING MOMENLENTURSECAM TERPISAH

persegi,cl x c2 dimanabila c2 adalahdimensipenampang Untuk penampang terbesar danc2lcl < 3.0, makapen:tmpang masingdapatdirencanakan untuk gayaaksialdengan masing momen lentur dihitung secaraterpisah,asalkanmemenuhisalah satu syarat berikut: a). Eksentrisitas dari resultantegaya aksial pada masing-masing sumbu utama tidak melampaui0,05 kali seluruh tinggi badan komponendalam bidang lentur;atau b). Gariskerja aksi dari resultante gayaaksialjatuhdidalamluasyang diarsir dari penampang padagambar dibawahini.

t
I

bl

+
l<>l '0-2 b
Gambar 5.3 Garis kerja aksi dari resultante gaya aksial

I:o,zt

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-14

5. Pnnnnc,tNllNKnxulrlN KoLoM 5.4.3 DAN PpnnIIc,IIuI.INLENTUR BIANSIAL TEKAN

dan tegangan penampang kompatibilitas berdasarkan Apabilatidak menggunakan analisis perencanaan bukanlingkaranakibatlentur berbentuk regangan, kekuatan dari penampang dengan: biaksialdapatditentukan 1111 :-=--*
Pn

j-Pn,

P*

Po

jlka P,20,If"'Ar,atau

(s.4-l) (s.4-2)

Ql,I ^

Y: *++' ilu{,,

jika n<o,tf"'As

5.4.4

KOLOM PBnSvInnrIII TULANGAN UNTAK

5.4.4.1 Tulanganmemanjang a) kolom harus, 0.01As < Ast < 0.08 ,4, : Luasdari tulanganmemanjang penempatan spasitulanganagartidak mempersulit atau Namunperlu diperhatikan pengecoran beton. b) Rasiotulanganspiral p"tidak bolehkurangdari :

(s.4-3)
dengan f , adalahkuat leleh tulangan spiral, tetapi tidak boleh melebihi 400 MPa.

5.4.4.2 Pengekangan tulanganmemanjang Tulangan memanjang kolom berikutini harusdikekangdalamarahlateral: o . . r Tulangan tunggal Masing-masing tulangansudut jarak pusat pusatlebihdari 150mm dimana Seluruh tulangan ke dimanatulangandiberi jarak Sekurang-kurangnya setiaptulanganyang bergantian 150mm ataukurang o Tulanganterkelompok, masing-masingkelompok

Manual Perencanaan StrulcturBeton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-15

KOXU.ATINKOLOM 5. PEMNCANA,SIN

mm s 150

135o Maksintunt

bolehlebihdari 150mm Gambar 5.4 Spasiantara tulangan longitudinal kolom

5.4.4.3 Pengekangan lateral Pengekangan lateral harus dipasang apabila tulangan memanjang ditempatkan didalam dan bersentuhandengan : r Ikatan yang tidak melingkar. Pada lengkungan ikatan, dimana lengkungan membentuksudut l35o ataukurang o o Di antaradua kait yang membentuk sudut 135o Di dalam satu kait bersudut 135oatau kait yang kira-kira tegak lurus terhadap muka kolom; atau o Ikatan melingkar atau spiral dan tulangan memanjang yang mempunyai jarak yang samaterhadap sekelilingnya.

5.4.4.4 Ukuran dan jarak antara sengkangdan spiral Ukuran dan jarak antaratulangan sengkangdan spiral harus memenuhi ketentuan berikut: a). Ukuran tulangan sengkang atau spiral jangan kurang dari ukuran yang diberikan

pada Tabel5.4-1.

Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untukJembatan

Hal.5-16

5. PERENCANAAN KoLoM KEKUATAN

Tabel 5.4-I Ukuran tulangan untuk sengkang dan spiral Ukuran tulangan arah memanjang (mm) Tulangan tunggal sampai dengan 20

Ukuran minimumtulangan dan sengkang spiral(mm) 6 l0

Tulangan tunggal24 sampai 28 Tulangan tunggal32 sampai36 Tulangan tunggal40 Tulangan kelompok

t2
l6

t2

b).

Jarakantarasengkang atauspiraltidak melebihihargaterkecildari : h" atau15 du untuktulangantunggal; (dimanaft": dimensi tulangan) kolomterkecil,dand o: diameter kelompok; 0,5 h" atau7,5d, untuktulangan 300mm

c).

tidak lebih dari Satusengkang atauputaranpertama dari spiral harusditempatkan 100mm arahvertikal di ataspuncakperletakan ataupuncakpelatlantai.

5.4.4.5 Pendetailansengkangdan spiral Pendetailantulangan sengkangdan spiral harus mengikuti ketentuan-ketentuanberikut: . Sengkang persegi harus disambung dengan las atau dengan membuat dua kait bersudut135osekeliling tulangan.Sengkangbagian dalam dapat disambungdengan membuat putaran di dalam inti kolom. . Sengkang berbentuk lingkaran harus disambung dengan las atau dengan membuat overlap dan memasangdua kait bersudut 135odi sekeliling tulangan memanjang atau kelompok tulangan. . Spiral harus diangkur pada ujung dengan satu atau satu setengahputaran tambahan dari spiral.

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-17

5.PmnNctNt,tx Knru.truN KoLoM


Apabila kait bersudutatautegak lurus dikombinasikan dengan kelompoktulangan, diameterdalam dari lengkunganharus dinaikkan secukupnya untuk menampung kelompok tulangan.

5.4.4.6 Penyambungantulangan memanjang Tulangan memanjang untuk komponen tekan harus disambung sesuaidengan ketentuan: . Pada setiap sambungan dalam kolom, kekuatan tarik tulangan pada masing-masing muka kolom tidak boleh kurang dari 0,25 frA,. . Apabila gayatarik pada tulangan memanjang pada setiap muka kolom akibat beban rencana ultimit melebihi persyaratankekuatan minimum seperti di atas, gaya pada tulangan harus dialihkan dengan sambungan las atau mekanik, atau sambungan menumpang dalam tarik.

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

H a l .5 - 1 8

5. Pnwuc,aN,Mt't KnrulrlN KoLoM

CONTOH 5.I

ANALISIS KOLOM BETON BERTULANG


I

kolom (arahmemutarsumbumayor) SOAL : Analisistulangan

DIBENKAN:

Kedalaman tulangan per lapir: dl=65mm d2=221.67 wn d3 = 378.33mm h=600 d4 = 535 mm

+ I
I
I

I
I
I
I

*t'
ft := 40 Mpa ecu:= 0.003

$
MATERIAL Mutu dan ReganganBatas Beton Moduluselastisitas baja TeganganLeleh Baja

Es:= 200000 Mpa fv := 400 Mpa

REDUKSIKEKUATAN,6 aksialtekan bending &:= 0.65 S := 0.g (sengkang biasa)

LANGKAH I: MENGHITI.JNGLUAS TIJLANGANI PADA SETIAP IPIS


RSNI-TI2.O4

tu i'= 0.zsn.(diaJ-.jum;

t')

Pasal5.2.7 dia : diameter tulangan jum = jumlah tulangan per Iapis. i adalahnomor lapis

Manual Perencanaan Stuhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-19

5. PERENCANAAN KEKUATAN KOLoM

LANGKAH 2: MENGHITT]NGLUAS PENAMPANG


RSNI-T12-04

Ag:=bw.h

Ag = 24oooo mm-

Pasal 5.l,l,l Faktor 9f terganhrng dari mutu betorq jilo kurang

LANGKAH 3: MENENTUKANP1 pr ,= 10.85 (fc- :q.905 if fc > 30


Bl = 0.85

dari 30 MPa nilainya 0.85, namrm jika fc' lebih besu 30 MPa nilainya be*rrang tapi tidak lebih kecil dari 0.65.

l7

10.85otherwise LANGKAH 4: RASIO TULANGAN KOLOM


pru = luas nrlangan utama

Io'
ptul:= A,
LANGKAH 5 : MENENTUI(AN

kolom dibagi luas penam-

ptul = 2.681%

pang beton.

TITIK-TITIK

DIAGRAM INTERAKS]

l. Beban Pn maksimum teori, PnO(titik I pada diagram interaksi)

Pno:= 0.85fc.feg Y.or) * )tar-rv) \ )-

= 106 Pno 6.544x


Nilai c diperoleh dari coba-

2. BebanPn maksimumijin kosentris(titik 2 padadiagraminteraksi) Pn-*:= 0.&Pn0 pnx:= p\n* Mencari garis netral, c denganaaratrial-error. Dicoba a := c.g1 Cc := 0.85fc.bw.a ajyi _ c tsi := tcu.c Cc = 3.504x 106 c = 606.2 Pnmax=5.235x lO6 N

coba dengan nilai antara h sampai

awal 3h. tinggi

Dimana h a&lah penampang kolom.

Cc = gaya pada daerah serat pnampdlg beton. tekan

Regangan baja

dihiEng

dengansegitiga sebangrm. Untrk nilai rengan baja, es > S/3s, maka ss = Sr/Es = 400200000 = 0.002

(. fi, l".il ) es; ifl lorl . ],".i,r.0.002 | := .trs esi


\ )

Cs.:= esi-Es.As.

*t".r:= Csr'djy,

Cs; = gaya pada tiap lapis tulangan.

Mr-:

momen akibat gaya

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-20

5. PERENCANA,IU Knxu,qrntt Kotou


djyi (mm)
tulang,an tahadap terluar serattenekan.

r
6

Total

Cst = -1.732x l0-

Pnx= 5.235x 106 (cc - cst) - Pnx error:= Pnx Momen nominal

Pn= Cc - Cst= 5.236xtO6 tt e,,or= 3.508x td3 N

Cst = gaya t rik total Cb ataulCs.

I*",

= -3'754x lo8
I*". * Pn"'! Mnx = 2.925x r08 N'mm

Mnx:=-cc'(0.5a)*

Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan

HaL5-21

5. PERENCANA.IN Knru.nrIy KoLou


3. Kondisi Balanced,BebanPnb,Mnb (titik 3 padadiagraminteraksi) Garis nenal

dmax = jatak

blangan

dmax:=mo(djy) 600 cXr= !'dmax 600+ fi'


C:= CX

dmax=535 cx = 321

wik lapis terjauh dari serat tekan terluar.

Tinggi tekanbeton a := c.p1 Cc:= 0.85fc.bw.a div. - c --1 tsi:= Ecu.c Cc = 1.855x106
Regangan baja dihihng dengansegitiga sebangun. Unhrk nilai rengan baja, os ) fy/Es, maka es = ry/Es = 400t200000= 0.002

*,,= . *,*,,t.t.*, o[lo,l


Cs. := esiEs.As.

tnr., := Cs.'div. I "- I

Cst = -1.263x 105 Pnx:=Cc-Cst Pnx= 1.982x106

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-22

5.Ppntnctntln Krxulrtw Kotou


Momen nominal

I*.,

= 3'014x lo8 I*.. Pt*.3 2


Mnx = 6.428x 108

Mnx:= {c.(0.5a)*

4. Kondisi Momen tanpabebanaksial (titik 4 padadiagram interaksi) Pnx:=0

Mencari garis netral, c dengancara trial-error. dicoba a := c.9l Cc:= 0.85fc.bw.a ajyi _ " tsi := Ecu.c a = 144.585 Cc = 9.832x 105

c = 170.1

Regangan baja dfitung dengancegitiga sebangun. Untuk nilai rengan baja, es > fu/B, maka ss = t/Es = 400200000 = 0.002

(. , R , 1 " .,1 \ := as; i { l o i l . *,si ,E .o .o o2 | r,s ssi g ) := Cs. esi.Es.As. tr"rr:= Csr.djy,

Cst= 9.831x 105 Pnx=0 Pn= Cc- Cst= 95.091 N 3 = rror 9.672xtO N

l error:=c c - c s t l | c" I

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.

5-23

5. PnntNctn,q,el Kpxu.trtN KoLoM Momennominal Tfr,f"^^ = 6.137x108 vs


/-J

IUnx -Cc.(0.5a) * :=

I*..

+ Pno!

Mnx=5.427x 108 N'mm


5. Bebanaksialtarik maksimum(titik 5 padadiagraminteraksi)

pnx:= -Io..ry
Pnx: -2.574x 106 N

Mnx:= 0

Nilai Baras , adalah titik

6. Menentukan4Pn, 6Mn batas:= midO.l.Ag.fc, Pnb) batas = 4801d\t

kontrol

antara daerah

tekan ilan tarik Nilai batas a&lah nilai ter*ecil dari 0.1Ag fc danPnb.

Faktor reduksi pnampang

0 i : = d, if h'i > batas


> d b - @ - t r . P n ' .I i f b a t a s Pn'. > OkN ' batas @ if Pn' < OkN

koloflL

nilainya

bisa

bervariasi tergantung dari nilai Pn. Bila Pn > Batrs

makaQ=0k=0.65, sedangkanjika Pn < 0 kN maka 0=$b=0.8.Untuk Prr terletak antara Batas dan 0ld.l maka nilai falcor reduksi db-dr 0=0b----fn balas ^

Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal. 5-24

5. PnnnNctnl,qN Koxutr,qttKoLou

secara 7. DiagramInteraksiuntuk 5 titik (Pn,Mn) diatasdigambarkan (dash) sederhana garisputus-putus oleh

Manual PerencanaanStruWurBeton Bertulang untukJembatan

Hal.5-25

5.PnnnvcmlAx Kwu,qrlx KoLou

CONTOH5.2

ANALISIS KOLOM LANGSING BALOK BETONBERTULANG


I

SOAL :

Desain kolom pier interior untuk sistem portal simple span (Portal Bergoyang). Tinjau kasuspembebanan = 1.3 DL + 2.0 LL dan Uoz= 0.9 DL + 1.0 EQ Uor

Hre= 0.06 Ws

Potongan Pier A.A

TampakMelintang

TampakSamping

Manual PerencanaanS*uktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal. 5-26

5.PspauctvetuKzrcutrnw Kotou
DIBERIKAN: ElevasiKolom Hph = l.5m H=lOm Hpc = 2m Panjang kolom Material Beton Baja fc = 30MPa fJ = 400MPa Lu = H + Hph Lu = I1.5 m

beton Ec = 4700v6MP" Moduluselastisitas Ec = 2.574x loaMPa Gaya dalam servicepadakolom GayaaksialDL GayaaksialLL MomenLL PDL = 10000kNI PLL = 40001N MLL = 1000kN.m

Manual Perencanaan StruHur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-27

Knrulrrm Kotou 5. PonenclN,ettN gempa Porsiberatstrukturyang dikenaipercepatan Berat struktur

Wg = PDL+ 0.25'P11 Wg = I l000k}{

(Asumsi0.06Wg) HEe = 0.06.Wg Gayagempa

Momen EQ GavaGeserBatas

MEQ= 759okN'm Vu = Hgq Vu = 660kN

LANGKAH

I : Menentukan penamprng kolom Penyederhanaan rumusanpada pers. A&rial= lj44m' ) (5.1-1) untuk preliminari menurutACI.

Pu = l.3.Pp1+ 2.0P11

A4.iut= gffiil
JAq.iut=

Pu

m 1.243

pembesaran Ket = "Dimensi 1600 1600 x mr kolomsetelah momen b=l600mm h=l600mm


KOMBINASI0l = 1.3DL +2.0LL LANGKAH 2 : Penentuan apakahkolom langsing? faktor panjangtekuk"k= 2.1 (asumsi kolom bebasberdiri terjepit di pondasi). Panjang kolom Inersiakolom Luas Lu = 11.5m ls 1= !.b.h3 - 2 Ag = b.h Ie = 0.546m4 /1g=Z.SArt
Momen Ml dan M2 adalah momen ujung pada kolonl adapun momen M2 adalalt morrcr terbesar pada

elemen kolom terseebut.

radiusgirasi r= tr r/ Ae
Check kelangsingan

r=0.462m

k ' Lu s2 .2 g 6>zz,ko l o m r langsing

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-28

5.Pnnnnotrtuw Kaxu.tr.ew Kotou

LANGKAH 3 : Menghitung Pu, Mns Kombinasi01 1.3 DL + 2.0 LL Aksial terfaktor, Pu Pu = 21000k1.[ Momen terfaktor, Mns Mtb = 2000kN.m (atas) M2b = 2000kNI.m (bawah) LANGKAH 4 : Menghitungmomennonsway,Mns RasiobebanterfaktorDL danTotal" Bd
Nilai Ch adalab terbesar

1.3'PDL

Fd =-

pd=0.619
1.3.Pp1+2.0.PLL
tekuk kritiS

dan 0.6+0.4MtlM2 I anrara

lo.o.
I momen FaktorPembesaran

Menehitung

l+Pd
n' Ps = -P ) (k'Lu).Er

I
Pc = 5.878xl0akN
, -4 - _ _ |

o,7sP"
tanitioatt<unnc t' aa'i

Menghitungfaktorpembesaran momenuntuk non swav.6b

cm = ma\o'o o'' * ,b.o.oj *ro' )


6b

= c*- r 'n - '

Mnsr

momen ujung

terkecil akibat kombinasi

Mnsl = Mlb.6b Mn2 = M2b.6b

ml${ Mnsl = 3819.416 mlN Mn9 = 3819.416

bebaannon sway. :

Mnq

momen

ujung

terbesar akibat kombinasi bebaannon sway.

Manual Perencano,anStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan

H . s-29

5. PnpaNc.tNttNKnxu.ar.aN Kotou

LANGKAH 5 : Menghitung6sMs danMc Ms: 0 Tidak adagayalateralpadakombinasiini, sehingga 6sMs = 0k}{.m Ml = Mnsl + 6sMs M2 = Mn2 + 6sMs Ml = 3819.416kN'm M2 = 3819'4l6kN'm
Ms = momen ujuog akibat boban terfaktor yang struktur

mengakibatkan sway.

M1 : momerl ujung terkecil total setelah ditambah pembesaranmomen. M2 = mome! ujuDg terbes8r tota! setlah ditambah pembesaranmomen.

LANGKAH 6 : Kontrol beban gravitasi menimbulkan tekuk kesamping. Tekukkesamping tidak terjadibila 6s bernilaipositif dan<2.5. EPc = Pc XPu = Pu I 6r= 6s = 1.91 < 2.5 OK! EPu 1_0.75EPc Ket = "Tekuk kesamping tidak terjadi" LANGKAH 7 : Memeriksa momen minimum. Kolom bergoyang tidak harusmemenuhiini, namununtuk desainkonservatif diperhitungkan. M2*io= Pu'(l5mm+ 0.03'h) M2-io= 1323k]'tr'm LANGKAH 8 : Menghitung momen pembesaran, terbesardari Mz dan Mc Mz-i". Mc = 3819.416kN.m Summary Pu = 2l000k]tt Mc = 3819.416kN.m

Manual P erencanaan Struktur B eton B ertulang untuk Jembatan

Hal. s-30

5. PnnpNc.eit KETUATAN s,AI,t KoLoM Kombinasi02 o.9 (DL + 0.25LL) + EQ LANGKAH 3 : MenghitungPu, Mns Aksial terfaktor , Pu Pu = 9900kN Momen terfaktor,Mns Mlb = 225k].I.m (ata$ M2b = 225kN.m @awah) LANGKAH 4 : Memeriksaapakahmomenkolom maksimumterjadi

l! = z+.sgs
r

-g
lPu

= e7.483

J t"ot
Ket = "Momenmaksimum. Mns: M2b' LANGKAH 5 : Menghitungmomennonsway,Mns RasiobebanterfaktorDL danTotal. Fd pd=0 MenghitungJekuklcitis
Fi 0.4.Ec.Ig
.El=-

Bd=0

l+Bd
.tsC=-

t06kN'm2 Er = 5.624x Pc = 9.517x 10alj.{

r-.EI

) (k.Lu)-

Menghitunefaktor pembesaran momenuntuk non sway.6b

c- = -*[o.u* o.+.p,0.+]
ob = manl \

' * .l II lt- 0.75Pc


)

r..) "t

tr{zu' )

cm= I r
Db = 1-16l

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-31

5.Psnauotx.a.tN Knxuer.aN Kotou Lu fMtu l.^ 35


{ fc.Ag M1b.6b otherwise
t-

Mnsl

Mnsl = 225 mlN

lpu

Mn2

Mzu t.I^-

Lu

35 fc.Ag

Mnsl = 225 mk}.l

M2b'6b otherwise LANGKAH 6 : Menghitung6rM. danMc (untuk bebanangindan gempabebangesertetap: 0, sehinggapd=O) Momensway, Mrl = OkN.m Ms2 = Mpq M.2 = 7590kN.m
Msr = momen ujuog terkecil akr'bat beban or-

Bd=0
F,I = .E 0.4.Ec.Ig

faktor yang mengakibatkan

1+ pd
J

to6tot.# EI= 5.624x


P c = 9 . 5 1 7 xl 0 a l N

struktur sway. -

Msz

momen

ujung

p"=@ (k.Ld2
EPc = Pc EPu = Pu 6r= , I EPU 0.75EPc 6sMs1 = Old.{.m 6sMs2 = 6s'Ms2 M l = M n s 1+ 6 s M s 1 M2=Mng+6sMs2

terbesar akibat beban terfaktor yan g mengakibatkan struktur sway. Biasanya

unok kolomy'ee standing berada di bagian bawah kolorn

5s= 1.161

M1 = momn ujung terkecil total setelah ditambah

Ml = 225kN'm M2 = 9037.309kN'm

pembesaranmomen.

Mz = momen ujuag terbes8r total setelah ditambah pembesaranmomen.

Manual Perenconaan Struldur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal. 5-32

5. PnnnnctN.n KEKUATAN eN Kotou LANGKAH 7 : Memeriksa momen minimum. Kolom bergoyang tidak harusmemenuhiini, namununtuk desainkonservatif diperhitungkan M2-io = Pu'(l5mm+ 0.03'h) M2*io= 623.7kN'm dari Mz dan Mc LANGKAH 8 : Menghitungrnomenpembesaran, terbesar Mzmo' Mc = 9037.309kN'm Summary Pu = 9900kN Mc = 9037.309kN.m

tulangan.plot P'/bh vs M"/bh2hasil perhitungan LANGKAH 9: Penentuan ke dalam grafik diagram interaksi kolom pada Lampiran C.8 untuk kolom fc:3OMPa,pt=I.0 %o dany:0.75. dengan Komb l: 1.3DL + 2.0LL ) P"/bh:8.203danM"lbh2:0.932 ^ Komb 2: 0.9(DL+0.25LL)+1.0 ) Pu/bh:3.867danMJbn*:2.206 EQ Dengandemikiandigunakan tulangan2xl6-D32.

16-D32

Monual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-33

5. PoMNc,qNAAtt Knxutr.av Kotou


Lempirnn C.8 Di.lf3m iffic{e*ri Kolori Nsnlrlis3ei

elh=1.0

2.0000

3.0000

4.0m0

5.0000

6"0000

7.0000

oIturbd:

Manual P erencanaan Struhur Beton B ertulang untuk Jembatan

Hal.5-34

P mnlu t.e,tN c.tt Ktxutrttt K oto u

ANALISISKOLOM BIAKSIAL CONTOH 5.3 BETONBERTULANG


Metoda Eksentrisitas Ekivalen

SOAL : MATERIAL

Desainkolombiaksial dengandata-data sebagaiberikut

Mutubeton Regangan Beton Modulus elastisitas baja Tegangan LelehBaja REDUKSI KEKUATAN,5 aksial tekan bending GAYADALAM
Aksial Momen pu := il 12.05ftN Mux:= 74.52<N.m Muy:= l49.lzkN.m

fc':=20Mpa ecu:= o'oo3 Es:= 2000004pa fo:= 400Mpa

fi:= 0.65 & := 0.g

(sengkang biasa)

LANGKAH Memilih penampang. 1: asumsitulangan kolom p1:=t.5yo


tnl

digunakan

Ag(trial)

untuk

kolom

simelris

0 . 4 ( f c ' +u . p t ) f

dengan ratio lx/ly anrara 0.5dan2. Dalamhal ini lx/ly=1

kolom 400x 400) lx:=400nm (ukuran ly := 400rnm Ag := lx.ly Ag = 0.16m2

Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang unttrk Jentbatan

Hal. 5-35

P mtt tctw,nltt K axu.erluK oto u

LANGKAH2: Menghitung y t'= lx- 2.(6lmm) l* 1 = 0.695

LANGKAH Menghiturg , eu 3: e* Muv


F ' - -

Pu Mux Pu

ex=0'134m

ey = o'067m

LANGKAH Menghitung 4: 6p Pu = 0.34g fc'.Ag

o , = l ( o . r * P u ) . f u + z z s 'ifs tu = o.o
fc''Ag 68e's fc'.Ag ) l\ l ( . "'- P u ) 5 , + z z s . sif tu t o.o r"'As 68rj fc'.Ag l [' J

a = 0.83

LANGKAH Menghitung dan Mo 5: eg Kontrol j


e-

lx

= 0.335 >

., r = 0.168 ly

Jika "-r' l, l,

maka

Ket = "ex/lx>eylly, Hitung eox" Ketl = "dir-X" ev e o : = e..+ cr.j.lx "ly

eksentrisitas ekivalen ep akan dihitung paralel

denganarahe^ dan sumbu -x. jika sebaliknya akan dihitung paralel dengan

if Ketl = "dir-X"

e0 = 0'1898m

arahe, dansumbu-Y.

ex, ev + cr..-.ly otherwise


,lX

Momen gabungan atau momen ekivalen , adalah e6. Pu Mo

M6:=Pu.e6

M0 = 211'05dcN'm

Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulanp tmtuk Jembatan

5-36

KoLoM 5. PnntucttuAN KEKUATAN


E

untukmemperoleh pr LANGKAH Menggunakan 6: diagraminteraksi B=O.SSIrapa Ag Mo -----i- = 3.298MPa Ag'h Darigambar lampiran dan C2. C1 untuk 0.60, pr= 0.027 1= = 1 = 0 . 7 5 ,p 1 0 . 0 2 1 h=400mm

Dengan inrerporasi y = 0.7diperoreh p, :=0.02.7 unruk + jtr#.(0.7


Pt = 2 ' 3 Y o
Lamphan DiaEaminleraksi KolomNormalisisi C.l

- 0.0

i i
.tl=O-l

lc'= 20 MPa lO0 ttlPr lg ft = lo0 lrtPa

= 0-s

1F----, 6l i bl 13 3l l i o t 1 9 ''J-.lon ;

Gti

P=5x
Ir

crf=O-P crl=O-s

- -T-r'-.
P=+x
l5
q a

l--t-_l i :
---^r----J .--\"-;i
rtl

:ti

o=3x

'7 7-.. v

?=7x
p=124,

v,,
../
\:P

cfl=O.? t'i rl I l_ . dl=l-O

--l

\ ,,'L'
I

'tl

+!4
-l
t--.-.

/'

i t'.' ;ii;i
0.0000

// -- ./ - - /. "
2.0000

J"-'
t" 't--*-

1.0000

3.0000 01In'bd: -/

+.0000

5.0000

6.0000

7.0000

Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untak Jembatan

Hal. 5-37

KoLoM 5. Pnntwc.etuANKEKUATAN
Lampiran Diagram interahsi KolomNormalisisi C.2

;tr ,_:
cll=i jt

: tc'= 20 MPe {00 MPa 0.75

-,:
:,

h !

_h

I ltffi ' "

.l

l ll ?
rll=O.2,

l l 3 : 3l l A ' o

?0

P=5x P=4x

rl--l r-T.- - ..-i\F

" 3{0" 3{o'


--__
, j

r-:jr._-__J

15
q I

p=3X 9=22

/
:7--:ar

---\-

dl=O-S

P'lx

i'----Y

7".I

i0

.}.,
-.,."11
tt*

/\ ". \, ,/ \ /_- -,-'4

J/

/
p'
I

cll

,=O-?

.1

t? t:

"* . . 1. :

/
tll=l-O

t_--

)!,'+; =
0.0000 1.0000 2.0000

/ 4-i

_ -'7 I

."..
4.0000 q 5.0000

ta--3.0000 011nbd: 6.0000 ?.0000

{:

Manual Peren.canaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-38

DAN GTSON P(INT]R 6. PTnLIIcII,I.IAN TERHADAP

6 PERENCANAANKOMBINASI GESERDAN PUNTIR


6.1 6.1.1 PnNeeaIvI.IN DAN METODE PERENCANAAN PnNeeaNteN

untuk balok yang memikul puntir balok berikut diterapkan a) Perencanaan kekuatan ini yang dikombinasikandengan lentur dan geser. Cara perenc.anaan tidak yangtidak terlentur. diterapkan untukkomponen dibawah ini, maka b) Dalam hal diperlukan tulangan puntir sesuai pasal-pasal tulangan puntir harus disediakan secara penuh disamping tulangan yang geser, lentur, aksial. diperlukanuntuk menahan

6.1.2

METODEPERENCANAAN

Perencanaan harus didasarkan pada cara PBKT. Perhitungan puntir yang diterapkan sekarang pada peraturan SNI 03-2847-2002 dan AASHTO LRFD 2004 menggunakan teori tabung tipis (thin-walled tube analogy) dan teori rangka iuang plastic (plastic truss analogy). Dalam teori ini pengaruh T" dihilangkan, sehingga kekuatan torsi nominal penampang tergantung dari tulangan baja yang terdiri dari sengkang tertutup dan tulangan longitudinal tambahan.

BALoK 6.2 Knra,qrtN PTINTIR


Kekuatan puntir balok harus direncanakanberdasarkanhubungan:

T, < OT,
puntirnominal, dimana To T"=0 (berdasarkan tabungtipis) sehingga = T, teori Tn = T" + 4 , dengan (6.2-9). persamaan AdapunTo dihitungdengan

(6.2-1)

Struhur BetonBertulang untuk Jembatan Manual Pereneanaan

Hal.6-1

TERHADAPGESER DAN PUNTIR 6. PERENCANAAN

6.2.1 a)

Svtnnr rauNe.eN PUNTIR puntir tidak diperlukan apabila: Tulangan

!-.o"zt
{7. T, *'o

atau
.0.50: atau

(6.2-2) (6.2-3)

or. 0v"

bila puntirbolehdiabaikan momen Pasal13.6tulangan Ataumenurut SNI 03-2847-2002 puntir terfaktorTubesamya kurangdari: o untuk komponen strukturnon-prategang

o,[1;'(o*')
r .r L I D
\r* )

(6.2-4)

o untukkomponen strukturprategang
-t

o,[f(n*')f:n
12 [ P* Jl
| lrr-:

(6.2-5)

J.f"

yang dibebani gaya tarik atau tekan untuk komponenstruktur non-prategang aksial:

3N, Ar'lf "

(6.2-6)

Atau untuk balok dengan tinggi total tidak melampaui 250 mm atau setengahdari lebar badan.

b)

Apabila persyaratan atas tidak dipenuhi, tulangan puntir yang terdiri dari di sedemikian harusdipasang tertutupmelintangdantulanganmemanjang sengkang sehingga ketidaksamaan berikut dipenuhi :
To *', =,

(6.2-7)

OT, OV,
c)

tertutup seluruhsengkang Kuat nominalpuntir { bisa dihitungdengan anggapan dipasang sedemikian rupasehingga:

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.6-2

6. PERENCANAAN TERHADApGTSM pIII PUYNN

T " <or,
dimana
Tn=

(6.2-8)

r"l!lr^.coto,

(6.2-e)

6.2.2

TONST TORSI KESEIMBANCI4ND/N KOUP,C,TIBILITAS. dan torsi kompatibilitas. Torsi dapat dibagi dua kategori: torsi keseimbangan (equilibrium torsion) adalahtorsi yang diperlukan untuk Torsi keseimbangan ke menyeimbangkan Struktur. Dalam hal ini torsi tidak bisa diredistribusikan strukturitu sendiri. stabilitas elemenstrukturlain, karenaakanmengganggu

perencanaan Punlr tidakbolehdireduksi, karena tidak dapat


leriadi redislrilrrrsi

Gambar TorsiKeseimbangan 6.1 Sedangkan torsi kompatibilitas(compatibility torsion) adalahtorsi yang boleh torsi sehingga diredistribusikan elemenstrukturlain akibat adanyakeretakan, ke Torsi torsi kompatibilitas. yangterjadi bolehdireduksi.Gambar6.2 menunjukkan kompatibilitasbiasanyaterdapatpada struktur statis tak tentu. Momen puntir maksimum terfaktorTu dapatdikurangimenjadi: o untukkomponen strukturnon-prategang

Q"lf"'I A"n'I

-/'

r\

'[%J

(6.2-4)

o untuk komponen strukhrrprategang

o,[f (e*'
, ["-

?f 'J cF

.lJ"

I^

(6.2-5)

Manual Perencanoan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.6-3

PUNTIR 6. Pmnttc.atut\ Tanntotp Gnsm DAN o untuk komponen struktur non-prategang yang dibebani gaya tarik atau tekan aksial:

o,[I (n*') [-3v. ''=-

, [ n,,[I ""o)\'

(6.2-6)

a)

b) T=Ma

c)

,o.V|=*^*"
6.2 Gambar Torsi Kompatibilitas

/W

A,/)'* /r

6.2.3

TUL/INGANPUNTIRMINIMUM

Apabila tulangan puntir dibutuhkan,kedua harga tulangan minimum berikut harus dipasang: tertutupsedemikian hingga: Untuk sengkang

A* ro2+
s Jv,t

(6.2-7)

Manual Perencanaan Struldur Beton Bertulans untuk Jembatan

Hal.6-4

Puunn Tmnlo.Ap Gnnnp.tN 6.Pmnnc.qn/4,cl


Dimana y,, adalahdimensi terbesardari sengkangtertutup, atau tulangan sengkang adalah SNI tertutupminimum berdasarkan 03-2847-2002 t<lTr o,'s A..+2A.2triJ" 1200 f-. d*t l+ Dimana(rn,+ZrL,)tidakbolehkurang 3 fy, Untuk tulangan memanjangsebagaitambahanseperti yang diperlukan untuk lentur, rupahingga: sedemikian (6.2-g)

Ar>-0'27
SNI berdasarkan 03-2847 -2002adalah puntir Iongitudinal tambahan Tulangan

(6.2-e)

-l;lrT A. , n n r . m-s lTA* _(o,\,f* n


6.2.4 DrrtNNtAcrDAN Pcp

(6.2-10)

Acp adalah luas area yang berada di dalam perimeter penampangterluar beton termasuk lubang (hollow) bila ada dalam perimeter tersebut. Adapun Pcp adalah panjang perimeter / keliling dari luas Acp.

Gambar6.3 Definisi A"o dan Aol Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.6-5

6.Pmotc.txt.an Tnnn.aotr Gnsmp.qu Puunn

Acp: Xo Yo Aoh = Xr Yr

P " n : 2 ( X o+ Y o) Pn=2(Xl+Yl)

6.2.5

DETAILTaLANGAN PUNTIk

puntir harusmemenuhi Detail tulangan ketentuan: o Harusterdiri dari sengkang tertutupdansengkang memanjang . melintangdan Sengkang tertutup harus menerussekeliling semuatepi penampang diangkur, kecuali dalam analisis yang lebih teliti menunjukkanbahwa sengkang penuhtidak dibutuhkan denganpengangkuran o Tulangan memanjangharus ditempatkansedekatmungkin ke sudut penampang pada melintang,dan sekurang-kurangnya tulanganmemanjang satu harus dipasang masing-masing sudutsengkang tertutup.

Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.6-6

6.Pznnnctn.aAN TERHADAp Gnsnn Puvnn n,qN


6.2.6 GZSZN PUNNNP,S,N BAGANALIRPERENCANAAN

,{""=**[#+#tsJ
A"+2At-A,# ul, +LAt l inr"t

vs< 6/{1t*d

^^=w i+P.l*
dun I'Iitung, spasisenghang tulnnganl6ngitudinal

;.sfid.. 12 P
."-

Ar-

Tu

2:{$cotd

Monual Perencanaon Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.6-7

p,cnPUNTv Gnsnn 6. Pnnnvc,cn'4AN TERHADAT

CONTOH6.1

DESAIN TULANGAN GABI-JNGAN GESERDAN TORSI


I

SOAL : Desaintulangangeserdantorsi dari balok berikutini. berikut. lentur sebagai kebutuhan dari DIBERIKAN : Penampang hasil perhitungan

h:750
I

iI
I I
<bw-350 -

IpJnarnpansffiRl
tru,= 350ruu h = ?SOrrun tlc = 4Orrul- lOtnrl + 0.5D3 d = h-clc clc= 0.063rl

cl = 68?.5uuu

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

p.ett 6.Pnnnuctu.a.eu Tnnnlp.tp Gosm Puxnn


DIBERIKAN :
Gaya GeserUltimate Momen Torsi Ultimate

Vu = 240kN Tu = 25kN-m

lTrffiil
Beton
fc'= 25Mpa

0 = 0.8s

yc = 2400kgf.m 3 Baja: Es = 2.l05.Mpa Tul.Lentur Tul. Geser 5l=400.Mpa fiis = 240Mpa


RSM-Tl2-04 Pasal 5.2.4

Langkah1: Kebutuhan Sengkang Akibat GayaGeser:


Kuat geseryang disumbang beton

Vc = i./fc'.Mpa.bw.d
6

l-

Vc = 200.521kN

Kuat geseryang harus disumbang tulangan geser

vu-v" v, = 0

Vs = 81.832kN
RSM-Tl2-04

Checksyaratpenampang untuktul. geser:

)vs < ;./fc'.bw.d

Pasal5.2.6 Vs maksimum.

Notel = "Syaratpenampang untuk geser terpenuhi" Note2 = "Vu > 0,5 O Vc, Perludigunakan sengkang" Note3 = "Vu > OYc, Sengkang perlu lebih dari minimum"
RSM.TI2-04 Pasal 5.2.5Syarat geser tulangan

Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.6-9

Puynn 6.PiltvcAn.Alw Tmn.lo,cpGnsmp,Ex geser perlu/jarak, Av/s:Avs Luassengkang

Avs=5 E.d
maksimum: Spasi = smakgeser

2 mm = 0.298 Avs mm
RSM-T12-04

| ""{;,o.zs-h,6oomn)

if vs < ,[r.tvtp".o*.u
J
a

Pasal5.2.6 Spasi maksimum. Lihat keteranganpada contoh 4.4

|^t{1,o

3zs'h,300.",") otherwise

343.75mm smakgeser=

Akibat MomenTorsi Sengkang Langkah2: Kebutuhan


Acp = 6v.5 \2 Acp= 2.625xl0"mni Aoh = (bw - 2.dc).(h 2.dc) -_s 2 Aoh= 1.406x10-mrn Poh = 2.[(bw- 2.dc)+ (h- 2.dc)] Poh= 1.7xl0"mm Momentorsinominaldesain Tu Tnd = Tnd= 29.412kN.m 0 Kapasitas torsiyangdisumbang beton oleh Pcp = 2'(bw+ h) mm PcP= 2.2 x lO3

sM-03-2847-2002 Pasal 13.6Perencanaan Puntir

Tc=

Tc = 13.05kN.m

Note4 = "Tnd ) Tc, Torsi HarusDiperhitungkan"

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.6-10

6. Ptnetc,tN,qANTERHADAI GESER PUNTTR DAN

penampang Pengecekan < d.l -+ ' \bw'd

(v"

fc'.Mpa'l 3)

= 3.542MPa

Note5 = "Luaspenarnpang cukup" Luas sengkang torsi perlu/Jarak, At/s=Ats Ats


Tnd
1

2.0.85.Aoh.fu s.cot(4Sdeg)

A t s= O . 5 l : 9 mm

Langkah 3: Perencanaan Sengkang Gabungan Geser+ Torsi jumlalt kaki Pasangsengkang dengan nk = 2

jarak, AvVs=Avts Luas sengkang tertutuptotal/satuan


a

Avts = 2.Ats+ Avs Pasang sengkang dengandiameter Luas sengkang, Av

Avts = I323mrf ds = 13mm

mm

Av = nk.0.25.n.ds2

Ay = 265.465mm2

Spasisengkangperlu sp = + Aws pasangsengkang denganspasi

sp=200.681mm s = 200mm

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.6-11

6. PERENCANAAN TERHADAPGESER DAN PUNT]R

Spasi maksimum sengkang

= smax *"{,.t*,
smfi= 2l2.5mm Note6 = "spasicukup"

3oomm, smu*srr")

Kontrolluassengkang minimum

. Avm = trra)g-.s

(u*., zs.rfrc'.uw.s)
I

\ 3'fus' l200.fys)

Luassengkang minimum Avm = 97.222mrt Luas sengkang terpasang Vs.s Av = fysd ) Av= 99.l9mnf

> Note7 = "LuasTul. GeserTerpasang Tul. GeserMinimum,OK!

1l lrEsGtilan
disunakan="Sengkang, - 200' Dl3

Manual PerencanaanStruhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.6-12

6.Pnnnttcltt.e,tu Tgnn,to,sp Gzsmnlu PuNnn Langkah4: Perencanaan TulanganTorsi Longitudinal puntir Tulangan longitudinal minimum:
Almin =

ls.1@'.4.p(Ats)-Poh if -

rrry

Ats >

bw 6fv

Luae tulangan longiadinal minimum,

ls.fu.ecp I r;.ry
Almin= 495.728mm"

-(H) *'

It*n = sJp'ncn{tz
ry) - Ats Poh jika Ats > bd(6f), sedangkanuntuk Ats kurang dari bw/(6 fy) digunakanrumusan

otherwise

puntirlongitudinal perlu Tulangan At = Ats.Poh.cot(45.deg)2 luastulangan longitudinal: Gunakan


., m A t = 8 7 1 . 4 6m

sJfr llcvt(tzfflbd(6fy) Poh

Au = *.(arroirr,Ar)

Att= 871.46mm-

torsi dibagikan Tulangan dalam4 sisi: .ftl Ass-2 Ass=217.865mm

+
I I I
I

h:750

I I
I
Tulangan geser bw:350 -> +

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.6-13

7.Pnniltc,cl,uAN PELAT

7 PERENCANAANKEKUATAN PELAT
7.1 PnnnxctN,aeN PELATLANTAT KENDARAAN Tnnn.ao.npLrNrun
Kekuatanpelat lantaiterhadap balok lentur harusditentukan sepertihalnyasamadengan dalamhal asumsi,falrtorreduksikekuatan Mu dan syaratminimum.Bila momendesain, < 1.2 M., , maka tulanganminimum pelat ditentukanberdasarkan bab 7.1.2.Untuk sub pelat lantai satu arah di atas dua perletakanatau menerus,lebar pelat yang menahan momenlenturakibatbeban terpusat dengan: dapatditentukan sesuai a). Bila beban tidakdekatdengan yangtidakditumpu: sisi

b = tebarbeban *[t,r + 2,4a "r [f)J


dengan pengertian:

(7.1-l)

s+ = jaraktegak lurus dari tumpuan terdekat ke penampangyang diperhitungkan

t
b).

/, = bentang bersih dari pelat Bila beban dekat dengan sisi yang tidak tumpu, lebar pelat tidak boleh lebih besar dari harga terkecil berikut ini: . . (7.1-1); atau harga samadenganpersamaan setengah dari harga di atas ditambah jarak dari titik pusat beban ke sisi yang tidak tumpu.

7.1.1

TEBALMINIMUMPEI-/ITLANTAI

Pelat lantai yang berfungsi sebagai lantai kendaraan pada jembatan harus mempunyai tebal minimum tr memenuhi kedua ketentuan:

f" > 200mm + /" > (100 40/) mm denganpengertian: / = bentang pelatdiukur dari pusatke pusattumpuan(dalammeter)

(7.r-2) (7.r-3)

Manual Perencanaan Strulctur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.7-l

7.Pnnryctvt.ln PpL,tr
7.1.2 TaLANGANMINIMUM

Tulangan minimum harus dipasanguntuk menahantegangantarik utama sebagaiberikut:

Pelatlantaiyangditumpukolom:

A" _7,25 bd .f,

(7.r-4) (7.r-s) (7.r-6)

o o

yang Pelat lantai atau ditumpu balok dinding t Pelat telapak

=T

, + =+ bd f,

Apabila pelat lantaiditumpusepertihalnyapelat duaarah,luasminimumtulangandalam di masing-masing arah harus diambil dua pertiga dari harga-harga atas. Jika tidak, yangdisebarkan pasal tulangan harus dipasang sesuai 7.1.4. dengan

7.1.3 a).

PENYEBAMN TUI-/INGAN UNTUKPELATLANTAI Tulangan harus dipasang pada bagian bawah dengan arah menyilang terhadap tulanganpokok.

b).

Kecuali bila analisis yang lebih teliti dilaksanakan,jumlah tulangan diambil sebagai persentase dari tulangan pokok yang diperlukan untuk momen positif sebagaiberikut:

c).

Tulanganpokok sejajararahlalu lintas:

= 55, persentase # (rno. S}%o,min 30%) .JI

(7.r-7)

d).

pokok Tulangan tegak lurus lalu arah lintas: = persentase$1*u* J/' .67Yo,mrn 30%)
(7.1-8)

e).

Dengan adanya tulangan pokok yang tegak lurus arah lalu lintas, jumlah penyebaran tulangan dalam seperempat bentang bagian luar dapat dikurangi denganmaksimum 50%.

Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.7-2

7. PERENCANA,EN PTUT

7.1.4

BAGUNTnpT PENGAKa

arahmemanjang 7.1.4.1 Pengaku . Balok tepi harus dipasanguntuk pelat lantai yang mempunyaitulangan pokok sejajararahlalu lintas r 600 mm lebar pelat Balok tepi paling sedikit harus identik denganpenambahan yang serupa. lantaidengan tulangan

7.1.4-2 Pengaku arahmelintang Tepi melintangpadaujung jembatan,dan padabagiantengahdi manakontinuitasdari dan pelatterhenti,harusditumpuoleh diafragma atauyang sejenisnya harusdirencanakan yangpaling berbahaya beban dari roda. untuk pengaruh

Gnsnn 7.2 PnnnNc,c,IvAAN Pnntr L,nNTAITnnn,c,o,4p 7.2.1 Uuuu

sebagai yang tercantum dan dalampasal4.2 adalah Definisi-definisi simbol-simbol berikut: a). adalahluasyang mengelilingi Luas efektif dari tumpuan dan bebanterpusat
penuh perletakan atau beban yang ada dimana garis kelilingnya minimum (lihat gambar7-l). b). Garis keliling kritis untuk geser adalah garis keliling yang ditetapkan secara geometris serupadengan batas dari luas efektif perletakan atau beban terpusat dan terletak padajarak d/2 dari batastersebut. (lihat gambar7.7). c). Bukaan tersebut adalah setiap bukaan yang menembus ketebalan pelat lantai dimana tepi, atau sebagiandari tepi, dari bukaan terletak padajarak bersih kurang dari2,5 bo dari garis keliling geserkritis (lihat gambar7.1).

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.7-3

7.Pnnwclv.etxPnur

Bao,an

-1
I

yang

,iatak efthtt,

I
Xepata g*ef

TanN

buk{n

t rlttt

Gambar 7.1 Keliling geser hritis

pelatlantaiterhadap Kekuatan geser berikut: sesuai dengan ketentuan harusditentukan I. Apabila keruntuhan geserdapatterjadi sepanjang lebar pelat lantai dan keruntuhan geserdapatterjadipadalebaryangcukupbesar, kuat geserpelatharusdihitungsesuai pasal5.2.1kecualibahwa: Untuk pelatbetonbertulang tanpatulangangeser, nilai minimum

=l}Tua") v"
II.

(7.2-r)

Apabila keruntuhangeser dapat terjadi secarasetempatdi sekitar tumpuan atau beban terpusat,kuat rancanggeser pelat harus diambil sebesar QV, dimana I/, dihitung sesuai dengan salahsatuhargaberikut: a) b) =V,o Yffigdihitungsesuai ApabilaM u* = O,Vn dengan pasal5.6.2.(a). sub ApabilaM,* tidaksama dengannol,Vndihitungsesuai dengan pasal5.6.2 sub (b).

III. Bila kedua bentuk keruntuhandi atas memungkinkan,kuat geserharus dihitung (a) sesuai dengan dan(b) diatas, nilai terkecil diambil sebagai kritis. dan kekuatan

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.7-4

PELAT 7. PERENCANAAN

7.2.2 a)

PELATLANTAI KEKaATANGNSaNNOUM.UP.AO,A Kekuatan geser nominal dari pelat lantai di mana M nn - O,V,o diperoleh dari salah satu persamaanini: l) Bila tidak memiliki kepala geser:

v,o=M(.f-+0,3f,") 2).
kepalageser: Bila terdapat

(7.2-2)

v* =,dloJ ; n sD <o,zrdy JT "'


Dimana = : .fn ;lt.
b)
t( o \ -

(7.2-3) (7.2-4)

d.l

fc' < 0,34.,!f "'

menurutsubDan bila M , * tidak samadengannol dan tulangangeserdipasang berikut: dari pasal ditentukan salahsatuharga 5.6.3dan5.6.4,makaV, harus 1) tertutuppadastrip puntir ataubaloktepi, sengkang bila tidak dipasang v 'vno u Mu * t '. o * \V"ad

(7.2-3)

2).

jumlah minimum Z, tertutupdengan bila strip puntir memiliki sengkang harusdiambil sebesar V,.^,nymg diperolehdari: l,zvro f /r . * i n = ; ; q / ' 2V,a',
yang mempunyai

(7.2-4)

3).

bila terdapat balok tepi yang tegak lurus arah M"*

sengkang tertutup dengan jumlah minimum, Z, harus diambil sebesar


Vn,^io!ffig diperoleh dari :

Vz,mm .=

\2V,"y ns
1o*M'* ' zvuab,,

(7.2-s)

4).

dari lebihbesar tertutup bila strippuntirataubaloktepi memiliki sengkang jumlahminimum,Z, diperoleh dari :

Manual Perencanaan Strulctur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.7-5

7. PERENCANAAN PELAT

Vn=Vr,^*tr#
di dimana 2,.,," dihitung dari persamaan atas,dipilih yang sesual.

(7.2-6)

s).

apabila tidak ada hal lain V, harus diambil lebih besar dari V,.^o yang diperoleh dari :

Vn,^*=rrr,*E
strip puntir ataubaloktepi.

(7.2-7)

dari penampang dan terpanjang dimanax dan y adalahdimensiterpendek

7.2.3

LaASMINIMUMDARISENGKANGTERTUTUP

Luas minimum tulangan yang membentuk sengkangtertutup harus memenuhi :

n*

sfy.r

n0,2y,

(7.2-8)

7.2.4

DnrtruTuneNe.eNGzsnn

Tulangangeserpelat lantai padabagianstrip puntir dan balok pinggir harusberbentuk sengkang tertutupyang disusunsesuai dengan:
l)

jarak harusdiperluassepanjang Sengkang strip puntir dan balok pinggir dengan tidak kurang dari 0,25/t dari muka tumpuan atau beban terpusat. Sengkang pertama harusditempatkan tidak lebih dari 0,5 s dari mukatumpuan.

2) 3)

Jaraksengkang dari 300mm dan ho atauh,; tidak bolehmelampaui nilai terbesar Sekurang-kurangnya harus dipasangsatu tulangan memanjangpada masingmasing sudutsengkang.

Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.7-6

7.PrnguIc,A Prtlr l,u,qn

CONTOH7.I

DESAIN TULANGAN PELAT LANTAI IEMBATAN


I

SOAL : Desain tulangan pelat lantai jembatan menerusdiatas balok-balok girder Beban P Roda = 1.4.100=140kN

Lr ()

J (B

Tampak Potongan

Tampak Atas

DIBERIKAN : Beton Baia Tul.Lentur Tul.Geser


fc'= 30Mpa Es = 2. 105. Mpa u = 24.5. kN
m
J

RSNI.TI2.O4 Pasal5.2.4

&=400Mpa Ss = 400\4pa

faktorreduksilentur: d = 0.g Data PenampangPelat Bentang Tebal Aspal Coverbeton L = 2000.mm t = 200.mm tws = 0.0in dc = 25mm

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.7-7

PELAT 7. PERENCANAAN

(slabdicormonolit dengan bentang efektif LANGKAH Panjang 1: balokgirder)


S=L-7Oftnm S=1.3m

pelat( pelatmenerus lebihdaridua LANGKAH Tebalminimum 2: tumpuan ) t m i n= 1 0 0 +4 0 - S


tmin = 152 mm < t = 200mm OK !

pelatini harus Pelatdirencanakan dengantebal200 mm.Struktur gandar 100 memikul beban kendaraan sebesar kN dengan mampu impactfactorsebesar DLA = 1.4 LANGKAH3: Cekpunchingshearakibatbebanroda: Tebalpelat200 mm : Gunakan tulangan D16
D = l6rnm

Asl = L . D 2
4

Asl = 20l.062rrlrllr(

d=t-u"-(ry) d = 167mm
Shearareapadapenampang kritis: Skematik bebanrodatrukpadapelat: Ash = 2. [(bb+ d) + (Lb+ d)] .d P=DLA.l0&N P=140kN Pu= 280kN
bb = 0.2n

Ash= 0.345#

Pu = 2. (DLA. l0CkN)

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.7-8

PELAT 7. PERENCANAAN

geser: Paniang bidang beton: Kekuatan madbb,Lb) p'=iilffir ^ Kuatgeserbeton

bo=2'(bb+d+Lb+d) fc'= 29MPa 9c = 2'5

vcl = | 2 * * 1.':-.rrr-rc'. ura 9") 12' \. os = 40 Kolominterior tepi30, pojok20 40,


vc2=(.c-

a\

1 -

( *".!*i-f.rrc.*"
bo ) 12'

vc3= (4). -lvqC. rtrp"


vo = -(rr"1,v62,vc3)

ShearArea A s h= b 0 . d Punching Check


Ash = 3.454x I05,rrnr2

t,r, =

vul =0.8llMPa

vc = l.6l6MPa

(ok!)

LANGKAH Perhitungan 4: bebanmati,DL dan SDL Superimposed, Berat sendiripelat q D L= 1 . t Berat WearingSurface
a

qDL= +.9m2kN

= qSDL y.tws

qSDL= l.225nr-'kN

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.7-9

7. PERENCANAAN PELAT

negatif momen LANGKAH Perhitungan 5: S=1.3m

Mu=0.8.It**).t
\32)
Mll = 6.684kN.m Mtruck = Mll
l') MDL=:'qDL'L-'lm

Code: 8.15.2.2 AASHTO ACI 318-89 sec.A.3.2

Mtruck = 6.684kI.I.m MDL= l.782mkN MSDL: 0.445mkN

ll

M S D L- : .
ll

l1

oSDL.L'. tm

M u = 1 . 3 . M D L + 2 . M S D L + 2 . 2 .t r u c k M Mu: 17.9llmkN yang diperlukan LANGKAH Luastulangan 6:


bs = 1000nm

o=('o*,5) rv/ ft\


t
P = 0'204Yo As = p .bs -d As = 340.80&nm2

= ( Pakai D13-200 As aktual 650 mm2) pembagi Persentase tulangan : TegakLurusarah lalu lintas # = 96.476 VS maka:
llo

< 3V/o 4

VS

. Un "

>

67 o/o 6T/o makadigunakan

A s p= 0 . 6 7 . A s Asp = 225.34turt DigunakanDl3-200

Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.7-10

8. PnrcwcIT'IIAN DINDING

8 PERENCANAANDINDING
8.1 P$tsRAp.Au
dinding bidang seperti dinding penahandan dinding kepala Pasal ini untuk merencanakan jembatan, serta untuk perencanaandinding bidang dengan perbandinganantara lebar dan ketebalan> 4.

8.2 8.2.1

PnoSnoanPERENCANAAN UMUM

Dinding bidang dan cara pemasangan tulangan harus direncanakan sesuai dengan penjelasan bawah ini. di

8.2.2

DTNoME H,qxYA DIBEBANI GaVa VenrurEL SEBIDANG

Harus direncanakan sebagai kolom sesuai dengan bab 5 selama tulangan dalam arah vertikal dipasang pada masing-masing muka. Kecuali bila Nu < 0,5 0 Nn, maka syarat pendetailan kolom pada sub bab 5.4.4.2sampai5.4.4.5harusdikesampingkan. 8.2.3 DINDING DIBEBANI GAYA VERTIKALDANHONSOIff,qL SEBIDANG

Harus direncanakanuntuk pengaruh aksi vertikal sebagaikolom sesuaidengan bab 5 dan pengaruh aksi horisontal sesuaidengan sub bab 8.5.

8.2.4

DINDINGDIBEBANIGAYAHoRIzoNTALTEGAKLaRaS DINDING

Apabila gaya vertikal rencanaNu tidak melampaui 0,05 fo Ag, maka harus direncanakan sebagai pelat lantai sesuai dengan syarat-syarat dalam bab 7 (sebagai pelat lentur), kecuali bahwa perbandingan antara tinggi efektif dengan ketebalan tidak melebihi 50. Tinggi efektif harus ditentukan dari sub bab 8.4.

Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.8-l

8. PqnSIICIUIAN DINDING
'!

8.2.5

DINDING DnnnIru

TEGAK HORISONTAL DAN GAYA Gav,q VgnTTKAL SEBIDANG

LunusDtNowe
Harus direncanakansebagai kolom sesuai dengan bab 5 selama tulangan dalam arah vertikal dipasang pada masing-masing muka. Kecuali bila Na 3 0,5 Q Nn, maka syarat pendetailan kolom pada sub bab 5.4.4.2sampai5.4.4.5harus dikesampingkan

8.2.6

PORTAL DnynN,IEMTnUPAKANBAGAN DARI STRUKTAR

Dinding yang dibebani gaya aksial, momen lentur dan gaya geser yang timbul akibat gayayang bekerjapadaportal harusdirencanakan baik sebagaipelat maupun kolom.

DTNDING 8.-3 PrNe,qxa/Prrrrcrc.ar


Dinding dapat dianggap terikat jika dalam arah lateral disokong oleh satu struktur dimana semuaketentuan berikut berlaku : a) Dinding atau elemen terikat vertikal disusun dalam dua arah untuk memberikan stabilitas arah lateral secarakeseluruhan.
b)

Gaya lateral ditahan oleh geser pada bidang dari dinding atau oleh elemen pengaku. Bangunan atas direncanakanuntuk menyalurkan gaya lateral. Sambungan antara dinding dan penyokong arah lateral direncanakan untuk menahan gaya horizontal yang sama dengan harga terbesar dari harga-harga berikut: 1) reaksi statis sederhana terhadap gaya horizontal total yang bekerja pada ketinggian penyokong lateral. 2) 2,5Vo dari beban vertikal total dimana dinding direncanakan untuk memikul pada ketinggian penyokong arah lateral, tetapi tidak kurang dari 7 kN per meter panjang dari dinding.

c)
d)

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.8-2

8. Pmpuclullu

Dtuotttc

DINDINGTnux,ar 8.4 Mnroos PgnENCANAAN DBronna,q,NAKAN(INTUK

Yewe HtrvveGtvt Vrnrm,qt MBrwruan


8.4.1 a) EKsENrnrsrr,qsBrnANVrnnrat

Harus memperhitungkan dari gaya vertikal tetapi dalam eksentristas sebenarnya semuahal harusdirencanakan momenlentur Mu diambil tidak kurangdari 0.05 f" Nu. Beban vertikal yang diteruskanke dinding oleh satu pelat beton tidak menerus, harusdianggap bekerjasepertiga tinggi luastumpuandiukur dari mukabentang dari pada menerus dinding.Apabilaterdapat secara satupelatbetonyangdicorditempat dinding,makabebanharusdianggap bekerjapadapusatdari dinding. Eksentrisitas resultante dari bebanvertikal total pada dinding terikat, pada setiap ketinggian antara penyokonglateral horisontalharus dihitung dengananggapan bagian bahwaeksentrisitas resultante dari seluruhbebanvertikal diataspenyokong atasadalah nol.

b)

c)

8.4.2

PERBANDII,IGAN DENGAN KETEBAI}IN Tweer EFEKTIF MAKSIMUM

Perbandingan antaratinggi efektif denganketebalanh*/ tn, tidak boleh melebihi 30, kecuali untuk dinding di mana gaya aksial Nz, tidak melebihi 0,05 /" Ag, maka perbandingan bolehdinaikkan menjadi50.

8.4.3

TINGGI EFEKTIF

Tinggi efektifHn" dari dindingterikat harusdiambil sepertiberikut : Apabila dikekang terhadap rotasipadakeduaujungoleh: pelatlantaibeton dindingyangberpotongan bagianyangserupa atau
0,75 hnu 0,75|t

Tetapidari nilai-nilaitersebut diambilyanglebihkecil. Apabilatidakdikekang terhadap rotasipadakedua ujungoleh: pelat lantaibeton dindingyangberpotongan bagianyangserupa atau
1,00hou

1,00 /r
Hal.8-3

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

DINDING 8. PERENCANAAN

Tetapi dari nilai-nilai tersebutdiambil yang lebih kecil. Dimana: hn, adalahtinggi dinding yang tidak ditumpu Ir adalahjarak horisontalantarapusatpegekanglateral.

8.4.4

KEKUATANAKSALRENCANADAruDWOUE

Kekuatan aksial rencana per unit panjang dinding terikat dalam kasus tekan, harus diambil sebesar/Nn di mana:

0=
Nn:
tw:

Tabel3.2 (ataupasal4.5.2RSNI) faktor reduksikekuatan sesuai dengan panjang kekuatan aksialnominaldindingper satuan ketebalan dinding yang dinding, bidang eksentrisitas diukurpada beban siku-siku terhadap sudut ditentukan sesuai dengan bab8.4.1. sub

ga

(h"")Z/ 2500t". tambahan eksentrisitas diambil sebesar

8.5 PenrNc;,NAANDINDTNG Gnv.t HorusoNr.eL SEBIDANo UNTUK


8.5.1 LENTURBIDANG

Apabila gaya horisontal bidang, bekerja bersamaan dengan gaya aksial, demikian sehingga pada penampangmelintang horisontal: a) selalu tertekan pada seluruh penampang maka lentur bidang bisa diabaikan dan dinding direncanakan hanya untuk geser horisontal saja, sesuai dengan pasal yang lainnya; atau

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.8-4

DINDING 8. PERENCANAAN

b)

untuk lentur penampang tarikan pada sebagian maka dinding harusdirencanakan bidang sesuai bab 4 dan untuk geser horisontal akan dibahas pada sub bab selanjutnya.

8.5.2

PENAMPANG KNTIS GuTn

jarak dari dasar 0,5 sebesar penampang kritis bisadiambilpada Untuk geser maksimum, l* atau0,5 di manadari kedua hr, nilai tersebut diambilyangterkecil. Dimana: h* adalahtinggi total dindingdiukur dari dasarke puncak panjang /. adalah horizontaldinding

8.5.3

KEKaATANGESER

Perencanaan dinding yang menerima geser bidang harus diambil sebesar( Vn, di mana :

Vu :

Vc+Vs

(8.5-1)

Vc dan Zs ditentukan berturut-turut dari pasal8.5.4 dan pasal8.5.5 tetapi dalamsemua hal Vnharusdiambil tidak lebih besardari: Vn^ar:0,2fc(0,8 l* t*) 8.5.4 KtxalrzN GwznDttnue Tettpn TaLANGAN GESER

(8.s-2)

geser Kekuatan nominaldari betontanpatulangangeser harusdiambil sebesar: Vc


h Aoabila -a < I
Lw

/v"=10,66 - o,rt!,[t;, ] (0,8 r,) .tI


L

(8.5-3)

Apabila dari:

o'rL.
l_

diambil yang terkecil dari harga yang dihitung dari rumus di atas dan

Manual PerencanaanStruhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.8-5

DNuTI'IC 8. PERENCANA.qN

V 6 :1 0 ,0 5 ,[1' + Tetapi dalam setiap : hal

0J..[r (0,8 lI (t'-t\


[/, )

t")

(8.s-4)

," a
8.5.5

1-

"' ;,,1f

(0,8t. r,)

(8.5-s)

ALEH TULANGAN GNSNN SuUraT'IEeNKCruI,reN GESERDINDING

Sumbangankekuatan geser nominal dinding oleh tulangan geser Vs harus ditentukan dari persamaan berikut: Vs = to fy (0,8 lw tw)

(8.5-6)

Di manap" ditentukan berikut: seperti luas Untuk dinding di manah.ll* < l, p," diambil yang terkecil dari perbandingan tulanganvertikal atau luas tulanganhodsontal,terhadapluas penampang dinding padaarahyangberurutan. Untuk dinding di mana h.ll* > I, p, diarrbil sebagaiperbandinganluas tulangan horisontaldengan luaspenampang dindingper metervertikal.

8.6 8.6.1

Pnnsy,q,nerANTULANGANDTNDTNG TatlNeatt awwtua

Rasio tulangil, pw tidak kurang dari seperti yang diperlukan untuk pengendalianretak akibatsusutdan kekangan. Berdasarkan ini rasiotulangandinding ketentuan persyaratan adalah sebagai berikut: Luastulangan minimum 500 mm2/mdalamarahhorizontalmaupunvertikal. (pusatke pusat)300 mm. Spasimaksimum antartulangan

Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.8-6

8. PmilIc,snIAN DINDING

8.6.2

TaLANGAN HqNSuNTAL aNTUK PENGENDALaN RETAK

Apabila dinding sepenuhnyadikekang terhadap perpanjangan atau kontraksi arah horisontalakibat penyusutan atau suhu, perbandingan tulanganhorisontaltidak boleh kurangdari hargaberikut,manayang sesuai: Untuk klasifikasiketidakterlindungan A Untuk klasifikasiketidakterlindungan 81,82 dan C 1,4
fl

)\ /;'

Kecuali bahwa dalam semuahal perbandingan tulangantidak boleh kurang dari yang diperlukan dalampasal8.6.1.Satuan daif, adalah MPa.

8.6.3

T,qRArSresrTULANGAN

Jarakbersihminimum antaratulanganyang sejajar,selongsong tendonharuscukup dan untuk menjaminbahwabetonbisa dicor dan dipadatkan tetapitidak bolehkurangdari 3
dt.

Spasi maksimum pusatke pusatdaritulangan dari yangsejajar harus1,5tw atau300 mm, yangterkecil. diambilmana Untuk dinding dengan ketebalanlebih besar dari 200 mm, tulangan horisontal dan vertikalharus dipasang dalamdualapismasing-masing dekatmukadinding.

8.6.4

PrTTIezrITIenN TUT./INGAN VERTIKAL

Untuk dinding yang direncanakan sebagai kolom sesuaidenganpasal 5.7., ketentuan pengekangan janganditerapkan untukpasal5.7.8.2 pasal sampai 5.7.8.5 apabila : Nu < 0,5 (Nn (8.6-1)

Manual PerencanaanSnuktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal. 8-7

DINDING 8. PERENCANAAN

CONTOH 8.1

DESAIN TULANGAN DINDING


I

tulangan dindingretaining wall SOAL : Desain

DIBERIKAN

l. Dimensi Retaining wall bl := 0.35m b2:=0.2.m b3 := 0.1.m h0:= 0m hl ::0.34n ,.blplb3" h2:=2.5m b4 " b4 := 1.5.m

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.8-8

8. PnnnycmIAN DNDING Badan Retainingwall Lebarretaining wall, Tinggi retaining wall Tebalretaining wall Pile cap Lebar Panjang Tebal Lebarheel bpc := lm Lpc = 2.15m hpc =350mm LH=1.5m
Bb:= lm hwu = 2'5 m tw = 300mm
RSNI-Tt2-04 5.2.4 Pasal

2. Materials: Concrete : K-250 fc := 20Mpa


yc := 25.kN.rn3

Densitas Beton Steel : Es:= 2.lo5.Mpa Flexure Steel ShearSteel

fy := 4OOMpa fls :: g'

( s N r /B M S - 1 9 9 2 )
Q:= 0.8 Kup::1.3 Ku1 := 2 Kug4:= 1.4 Kucp:= 1.25

persyaratan 3. Pemeriksaan dinding tinggiefektifdinding, h*" := 1.h.,".,, hwe= 2.5m

<50,direncanakan pelat" notel = 'Nu < 0.05fc Ag atau hwe/trv sebagai

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.8-9

8. PnnnyCal,rnAN DINDING

4. Tulanganlentur dan geserRetainingWall daerahtumpuan Beban-beban Tinggitanahurugan Lebaranalisis LL EP ql = 3.333 kN rn-l \2 = 14.167*tkN hwu= 2.5m
bw=lm

0 = 0.8

Gavadalam momendan qeser daerahtumpuan L:=hwu


141;=:.ql.LL

L=2.5m
Ml = 10.417<N.m M2 = t4.757kN.m Vl= 8.333kN V2= 17.708[<]t

l't

lr M2:=:.s2-L' 6^ !l;= ql.L Y2:=0.5q2-L

Kombinasi ultimate Mu' := Kug4'Ml + Kug4'M2 Vu:= KUSA'VI + Kug4'V2 Perencanaan tulangan lentur h:=tw d:=(h - 70mm- 0.5.l6rnrD Mu' = 35.243kN'm Vu = 36.458kN

h = 300mm
d=222mnt

Bl ,=

if fc < 3oMpa 10.85 if fc > 55.Mpa 10.65


' r ft _ o.oou[ *ou 10.85

pl = 0.85

30) if 3oMpa < fc < 55.Mpa

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.8-10

8. Pgnnttc,ullN Dtttotuc

fc. Mcr := 0.7.r/ Mpa.l.bw.h"


b

l1

Mcr = 46.957<N.m Mu = 56.349kN'm

Mu := ma{1.2l\4cr,Mu')

P' = 0.373730/o
0.85.fc

P' = 0.37373Vo .1
Pfililll= -

Asreq:= p'.bw.d pmin = 0.25o/o

ry

tr,to,= if(n' < pmin,1.1r4,.', fUu)

Mu = 56.349kN.m

1P' = 0.3737T/" 0.85.fc P' = 0.37373%o Ds:= l6.mm Asl := 1-rr.Pr2 4 Asl = 2.011cm2 Asreq:= p'.bw.d

Ambilsajajumlahtulangan ,

n=5

(perlebaranalisis makaspasi, 1m, s=1000mm/5=200mm) spasiyangdigunakan Digunakan Tul=,'Dl6-200" s := 20&nm

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.8-11

8. P ZNNI,TCIUIAN DING DIN

Check tulangan geser Vu:= 1.5.Pat ds:=d tVc := :.Vft .Mpa.(bpc.ds)


6

tr :=0.7
Vu = 43.834kN ds = 0.222m Vc = 165.469kN Vn = 165.459kN Vu = 43.834kN

Vn:= Vc F.Vn = I15.828kN

notel = "Tidak Perlu Tul. Geser"

5. Tulanganlentur dan geser Retaining Wall daerahlapangan Gayadalammomen dan geser x:= 0.5.L
Ml :=:.ql.x.t' 1..

l)

Ml = 2.604kN.m M2 = l.g45kN.m

MZ:=!.o2.*'.! 6' L Yl;= ql.x y2:_:o2.L 2^ L


I rr-

Vl= 4.167l<N , y2= 4.427kN

Kombinasi ultimate Mu' := Kug4'M1 + Kug4.M2 Vu:=KUSA'VI+ Kug4'V2 Perencanaan tulangan lentur bw:= Bb h:=b2 + 0.5b3 h = 250mm d,= L72mm Mu' = 6.228kN.m Vu= 12.031kN

d := (h - 7ftnm- 0.5.16nr)

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.8-12

8. PMnIIc+T'IIAN DINDING

pl '=

if fc ( 3oMpa pl = o.8s 10.85 > 55.Mpa if fc 10.65 ( | - o'oo*[ft - 30) if 3oMpa < rc s 55.Mpa

lo'85

tou

pnax:= ,u[pr.o o

*.ttt.

tY szooo* aJ
l ^

87ooo)

PrIrBx=I.625Yo

Mcr := 0.7.{fc.Mpa.:.bw.h'

Mcr = 32.609kN.m

Mu:= 1.33nVlu' t-

Mu = 8.302kN.m

p' = 03737T/o fy 0.85'fc p' = 0.25Yo Ds := 16mm Asreq:= p'.bw.d p':= pmin

4 Ambilsajajumlah tulangan ,

Asl :=].n.or2

Asl = 2.orrcr*
n=3

P' = 0.25Yo

(perlebar 1m, analisis makaspasi, = 1 0 0 0 ml 2 = 5 0 0m m ) s m spasiyangdigunakan s := 400nm

Digunakan Tul = "Dl6-z[00',

ManualPerencanaan SnukturBetonBertulanguntukJembatan

Hal.8-13

8. Pr,nnUCAI,I,qAN DINDING )

Checktulangangeser Vu:= 1.5.Pat ds:=d


ys ;= :.Vfc.Mpa.(bpc.ds)
l-

S := 0.7 Vu = 43.834kN ds = 0.172m

Vc = 128.201kN Vn:= Vc 6.Vn=89.741kN t Vn = 128.201kN Vu=43.834kN

notel = 'Tidak PerluTul. Geser"

Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.8-14

9. Pn ant'tI t't lt'r Ko nau c I

9 PERENCANAANKORBEL
9.1 Pzynntpuv
Korbel direncanakan sebagai balok tinggi kantilever berdasarkan aksi batang tekan dan tarik, perlu diperlukan juga diperhitungkan adanya gaya horisontal dan pergerakan dari bagian yang ditumpu. Pasal ini mencakup korbel dengan perbandinganbentang geser dan tinggi ald < 1, dan dibebani oleh satu gaya tarik horisontal N," yang tidak lebih besar daripada Vu. Jarck d harus diukur pada muka perletakan.

2t3d An

Gambar 9.1 Balok Tinggi Kantilever

9.2 F,qrro n- raKTo R vANGSERLu DrpERTIMBANGKANDALAM nERENCANAAN 9.2.1 TbreetMareSBrLqAR

Tinggimukasisiluartidak bolehkurangdaripada d.. 0,5 9.2.2 AK9I PADA K0RBEL

Garis kerja aksi dari bebanbisa diambil jatuh padatepi bagianluar bantalanperletakan kalau ada,ataupadapermulaan dari tiap tepi pelandaian, ataupadamuka bagianluar dari
Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.9-1

9. Pmnttcny,tAN K}MEL korbel. Apabila bagian komponen lentur ditumpu, maka bagian luar korbel harus pengelupasan. dilindungiterhadap

9.3 Pnostoan PznnNcArv.tqN 9.3.1 Uauu

perencanaan sesuai yang bagian faktor reduksi ini, perhitungan dengan Dalamsemua kekuatan diambil sesuai densan Tabel 3.2. harus

9.3.2 a)

KruTIS Prr,t,q,MpANe Potongan penampang kritis pada muka perletakan harus direncanakan menahan secara simultan satu gaya geser Vu, satu moment Vo o i Nu" (h-d), dan satu gaya

tarik horisontal N,".


b) c)

Jank h harusdiukur dari mukaperletakan. melebihi bebanpadabraket ataukorbel tidak boleh diproyeksikan Daerahpenahan melebihi bagianlurus dari tulangantarik utamaA, dantidak boleh diproyeksikan (ika dipasang). muka interiordari tulangan angkurtransversal

9.3.3 a)

KnnaTaUINTULANGANToTAL

Luas dari penulangan tarik primer/pokok,4' diambil dari harga yang terbesar antara(Ay+ A") atau + 2 4"113. A, geserVudapatdiambil Perancangan penulangan friksi-geser dari Aufyangmenahan At 5.2.8. sebesar = Vn(fy p) sesuai dengan RSNI T-12-04pasal 1. Untuk betonnormal,kuat geserV, tidak boleh diambil lebih besardaripada 0,2f"'b-dataupun bod dalamNewton. 5,5 2. Untuk beton ringan total ataubeton berpasirringan,kuat geserI/, tidak boleh diambil melebihi (0,2 - 0,07a / d) f,'bd Newton. ataupun(5,5 - l,ga/d)b*d dalam

b)

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.9-2

9.Pnnrvclrultr Konnu
PenulanganAn yang menahangaya tarik Nuc harus ditentukan dari Nuc S 0 An fy. khususyang 0,2 Gayatarik Nuc harustidak bolehkurangdaripada Vu kecualiketentuan dibuat untuk menghindarigaya tarik.Gayatarik Nuc harus dipandangsebagaibeban suhu. hidup walaugayatarik berasal dari rangkak,susutatauperubahan

9.4 PTnSv,enaTANTALANGAN
9.4.1 TULANGANMINIMUM ,iauf. bolehkurangdari 0,04

Rasiotulang p d I an ' b =

9.4.2

TERTaTaP SsNer,qMe

dengan luas total An tidak Sengkang tertutup atau tulanganpengikatsejajardengan.,4,",

ke kurang dari 0,5 (ArA^) harusdisebarkan dua pertigadari tinggi efektif yang terkait denganl".

9.4.3

TaT+NEEN TARIK UTAfuA PENGANGKan,IN

Pada sisi muka dari braket atau korbel, tulangan tarik utama l, harus diangkurkan dengan salah satu cara dibawah ini: a) Las struktural pada batang transversalyang berukuran paling tidak berukuran sama. Las direncanakan untuk mengembangkan kekuatan leleh terspesifikasi jr batang-batanE A,. b) Pelengkungan batang-batangtarik utama l" sebesar 180o hingga membentuk satu /oop horisontal. c) Cara lainnya dari pengangkuranyang memberikan hasil positif. dari

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.9-3

9. PERENCANA+v Konnnt

CONTOH 9.1

DESAINKORBEL
1

SOAL : Desain tulangan korbel DIBERIKAN: Dim.Gorbel lebar


tinggi COVef Beton : fs;= llQ. .-

P'i
bw := 400nm h := 400rnm dc := 50rnm
kof

2 cm $ := 0.85

Sr := 400. Mpa

\ E s : =2 . 0 -1 0 ". M p a

Tulangan

tulanganutama

ds := 13mm

jarak beban ke muka kolom,a LANGKAH1: Menentukan a=275mm c=400mm

LANGKAH Menghitung 2: ketinggian minimum,d Perhitungan berdasarkan pasal11.9.3.2.1 6 = 0.g5 ACI Check: dVn>Vu
dmin:=
RSNI.TI2.O4 Pasal 5.9.3.3

Vu {. (0.2fc.bw) 2
d

dmin = 74.979n.lrn

ambil d:=h-S..--A checkgeometri korbel

d = 343.5mm

Vn diambil nilai terkecil di ^ntil 0.2fc bw d dan

I = 0.g01< 1

OK

5.5(Mpa) bw d.

Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.9-4

9. PmoycltvtAN KzRBEL

. Vn:= min((0.Tc bw . d 5.5. Mpa . bw . d))

Vn = 565.922c1tr

Vn tidakbolehlebihdari 5 . 5 . M p a. b w . d = 7 5 5 . 7 1 dO1 .K 0.Vn=481.034kN


Vu = 105lcN ok!

LANGKAH 3: Menghitung Gaya-gaya pada korbel Perhitunganberdasarkan ACI pasal 1 1.9.3.4


RSM.TI2.O4 Pasal 5.9.3.3

Vu = l05k].[ N u c : =0 . 2 . V u Mu := Vu. a + Nuc . (h - d) Nuc = 21R'{ m Mu : 30.062kN'

Nuc tidak boleh dari 0.2 Vu

LANGKAH Menghitung 4: tulangangeserfriksi, Avf l,:= I (betonnormal)

0 = 0.85

Hargap = 1.4), untukmonolit = 1.01, untuknonmonolit F p : = 1 . 4 ., l Avf := vu tt = 1.4 Ard = 2.206cr*

$'&' r.r

LANGKAH5: Menghitung tulanganlentur,Af


Af := Mu

. 0.ry (o.ed)

Af = 2.86cm2

Af.fi' al:=0.85fc.bw

al = 16.338mm

Af :=

Mu

ory(.+)
\Mpa

Af =2.637cr*

Bt ,=

if fc < 30.Mpa Bl = 0.85 10.85 if fc > 55. Mpa 10.65 - ,o) ir 30' Mpa< rc < 55' Mpa I o.r, - 0.008' [g
| )

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.9-5

9. PERENCANAAN KORBEL

uoo, abser-d gl .I := ) I ooo* rY I


\ abjer_d = 0.51 Mpu) ab := d .abper_d ab = 175.185mm

4 = o.o+g
d

3q 0.75. = 0.383 O K !
d

{p<0.75pb}

LANGKAH Menghitung 6: tulangan, untuktarik langsung An


Nuc ful .- --

0' fv

An = 0.618cm2

22 :. Avf + An = 2.088cm 3 Af + An =3.254cr*

LANGKAH7: Menghitungluas penulangan tarik ds = l3mm Ab := 0.25.,, . ds2 /+b= l.327cr*


RSM-Tl2-04 Pasal5.9.3.3 As adalah nilai terbesar

Penulangan minimum I :=0.04. Asmin


/(.t
Fo

ry

. U*. O

= Asmin 2.83cr3
\\

diantara2/3Avf+An, Af+An dan Asmin.

ns :=ma{[t .Avf + An Af + An AsminJJ Digunakan 4DL3 4Ab:5.309cm2

As = 3.254cm2

LANGKAH 8: Menghitung Sengkang Horizontal, Ah dh := 10. mm Ab := 0.25. n. dh2 Ab = 0.785cm2 ,, Ah = 1.3L8crnl

Ah := 0.5. (As - An) Digunakan 4D1o 4Ab = 3Ja2c#

Akan didistribusikan dalam 2l3d dari tulanganutamanya 2-d 3 229mm

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.9-6

9. PERENCANAAN KqRBEL

LANGKAH Desainangkurcorbel 9: Tarikyangdibutuhkan : Tulangan


RSM.TI2.O4

'= Asperru ''"{(;

. Avr + An Ar + An *",i'

;' )) |

;;;

Asperlu =325.433mr* dia:= 13. mm rl.t=4 Aspakai = 530.929nm2 |

. Aspakai:=0.25. n - dia? n TeganganTulangantarik : Asoerlu f:=*.fy Aspakai

I
I I Kekuatanlasdidesainlebih
kuat l0% dari gaya tarik

f=245.18Mpa

Gaya Tarik pada 1 tulangan: A s : = 0 . 2 5 .n . a i * T:= As .f As =132.732rnr* T = 32.543kN

lr*ru*.

ManualPerencanaan SnukturBetonBertulanguntukJembatan

Hal.9-7

iluuldilul

DAFTARNoTSI \

DAFTAR NOTASI
Bab 3
av

cu E, E" E,
f"
Jct JC f., Jcl

yang ditinjau. ukurandari keliling geserkritis yang sejajararahlenturan rangkak maksimum. koefisien elastisitas modulus beton, MPa. MPa. moduluselastisitas bajaprategang, MPa. moduluselastisitas bajatulangannon-prategang, kuattarik lenturbeton,MPa. kuattarik langsung dari beton,MPa. padaumur 28 hari, MPa. kuattekanbetonyang disyaratkan padaumur saatdibebaniatau kuattekanbetonyang direncanakan

.fo', .fo, fr=


Ku"t

= =

fu=
= =

dilakukanhansfergayaWategang, MPa. kuattarik bajaprategang, MPa. MPa. kuattarik lelehekivalen bajaprategang, MPa. kuattarik lelehbajatulangannon-prategang, tinggi total komponenstruktur, mm. faktor pengaruh kadarudaradalambetonuntuk rangkak. faktor pengaruh kadarudaradalambetonuntuk susut. jumlah semen faktor pengaruh dalambetonuntuk susut. faktor pengaruh ketebalan komponen betonuntuk rangkak. faktor pengaruh ketebalan komponen betonuntuk susut. faktor pengaruh kadaragregat halusdalambetonuntuk rangkak. faktor pengaruh kadar agregat halusdalambetonuntuksusut. kelembaban untuk rangkak faktor pengaruh relatif udarasetempat

Kn"t

K"'
Kot
tls Nd

Kf Kf
Kn"
Krt Kr"
Krt

= =

untuksusut. faktor pengaruh kelembaban relatif udarasetempat (slump\adukanbetonuntukrangkak. faktor pengaruh konsistensi (slump)adukanbetonuntuksusut. faktor pengaruh konsistensi faktor pengaruh umur betonsaatdibebaniuntuk rangkak. momennominalpenampang, Nmm. kekuatan momen terfaktor akibat kombinasi pengaruhgaya luar yang terbesarpada penampang, Nmm. gaya luar terhadap sumbux yang momenterfaklor akibat kombinasipengaruh padapenampang, terbesar Nmm. sumbuy yang momenterfaktorakibat kombinasipengaruhgayaluar terhadap padapenampang, terbesar Nmm. aksialtekanpenampang, kekuatan N. yang bebanaksialterfaktorakibatkombinasipengaruhgayaluar yang terbesar, tegak lurus padapenampang, diambil positif untuk tekan,negatif untuk tarik, pengaruh danmemperhitungkan dari tarik akibatrangkakdan susut,N. yangberbeda. penjumlahan terkombinasi jenis-jenis dari beban komponen strukfur. ketahanan kekuatan besaran atau nominaldari penampang

K,o" M, M, M* fuIur
Nn=

/V',

Q,=
Rn=

Manual Perencanaan Struldur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.A-1

DtprnnNortst
S u v vn
W6

!o
trr.t

tcs.t

Ecs.u te

L"

0
0""(t)

standar hasiluji tekan, MPa. nilai deviasi dari panjang efektifdari kelilinggeser kritis,mm. angka Poisson. geser nominalpenampang, N. kekuatan beratjenis beton,kg/m' yang perbandingan antaraukuranterpanjang dari luas efektifgeserpenampang yang diukur tegak lurus pada ukuran penampang dibebani,terhadapukuran terpanjang tersebut. reganganrangkak beton pada umur t (hari) sejak saat dibebani oleh suatu tetap. tegangan susutbetonpadaumur t (hari),terhitung7 hari sejaksaatpengecoran regangan untuk beton yang dirawat basahdi lokasi pekerjaan,atau terhitung 1-3 hari carapenguapan' untuk betonyangdirawatdengan sejaksaatpengecoran susut maksimum beton. nilai regangan elastisbetonakibatsuatutegangan tetap. regangan faktor besaranrangkak yang dipengaruhioleh material beton dan kondisi pekerjaan. lingkungan faktor beban. faktor besaran susut yang dipengaruhi oleh material beton dan kondisi lingkunganpekerjaan. faktor reduksikekuatan. padawaktu t. koefisienrangkakbetonyangtergantung

Bab 4-9 batas tinggi blok tegangan tekanpersegi ekivalenbetondalamanalisiskekuatan penampang betonbertulang akibatlentur. a*= Ac=
Act =

jarak tegaklurus dari tumpuanterdekat penampangyang diperhitungkan. ke luas inti dari komponen struktur tekan dengan tulangan spiral diukur hingga diameterluar dari spiral,mm2. dihitungdari luasbagianpenampang betonyang dibatasioleh tulangansengkang, posisipusattulangan, mm2. momenterfaktor, luastulangandi dalamkonsolpendekyang menahan . [V, a + Nu"(h d)J, mmz

Ar As=
41 An= =

APs A"= A"r At= A,


Arr

= =

luasbrutto penampang, mm'. puntir,mm2. luastotal tulanganlongitudinalyang menahan gayatarik ly',",mm'. luastulangandalamkorbelyang menahan luastulanganprategang dalamdaerah tarik, mm2. luastulangan tarik non-prategang, mm'. tertutup. luastulanganyang membentuk sengkang puntir, luas satukaki dari sengkang tertutupdalamdaerahsejaraks yang menahan mm'. luas tulangangeserdalam daerahsejarakJ, atau luas tulangangeseryang tegak lurus terhadaptulanganlentur tarik dalam suatudaerahsejaraks padakomponen strukturlenturtinggi, mm2. luastulangangeser-friksi, mm2.

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal. A-2

D,qrr,4nNortst
Avn b bo bt bn

b*
C C1

Cz

c.
d d" Ec E" EI fct
fd

geseryang parareldengantulanganlentur tarik dalamsuatujarak s2, luas,tulangan mm-. lebardari mukatekankomponen struktur,mm. mm. kelilingdari penampang kritis padapelatdanpondasi, lebar bagian penampangyang dibatasi oleh sengkangtertutup yang menahan puntir,mm. dikurangi bulat, setelah lebarefektif badanbalok, ataudiameterdari penampang lubang tendon prategang, selongsong mm. lebarbadanbalok,ataudiameter dari penampang bulat,mm. jarak dari serattekanterluarke garisnetral,mm. kepala kolom,ataukonsol ukurandari kolom persegi ataukolom persegi ekivalen, pendekdiukur dalamarahbentang manamomenlentursedang mm. ditentukan, di ukurandari kolom persegi kepala kolom,ataukorbel, ataukolom persegi ekivalen, di diukur dalamarahtransversal terhadap arahbentang manamomenlentur sedang ditentukan, mm. suatu faktor yang menghubungkan diagrammomenaktual dengansuatu diagram momenmerata ekivalen. jarak dari serattekanterluarke pusattulangantarik, mm. tebal selimut beton diukur dari serat tarik terluar ke pusatbatangtulanganatau kawatyang terdekat, mm. moduluselastisitas beton,MPa. moduluselastisitas tulangan, MPa. kekakuan lenturkomponen strukturtekan. hargarata-rata dari kuattarik belahbeton,MPa. di tegangan akibatbebanmati tak terfaktor,padaseratterluardari penampang manaterjaditegangan tarik yang disebabkan oleh bebanluar,MPa. prategang tegangan semua kehilangan tekanpadabeton(setelah memperhitungkan padatitik beratpenampang yang menahan dari bebanluar ataupadapertemuan jika titik beratpenampang badan MPa. (Pada dan sayap terletakdalamsayap, komponen tekanpadatitik strukturkomposit,f" adalahresultante tegangan dari jika titik beratpenampang kompositataupadapertemuan antarabadandan sayap dan beratpenampang kompositberada dalamsayap, di akibat gayaprategang yang bekerjasendiri). momenyang ditahanolehkomponen strukturpracetak tegangan tekandalambetonakibatgayaprategang efektifsaja(setelah prategang padaseratterluardari penampang memperhitungkan semua kehilangan di manategangan tarik terjadi akibatbebanluar, MPa. kuat tarik yang disyaratkan tendonprategang, dari MPa. yang dihitungpadabebankerja,MPa. tegangan dalamtulangan tegangan MPa. lelehyangdisyaratkan tulangannon-prategang, dari tegangan tekan rata-ratapada penampang beton,termasukakibat gaya prategang, MPa. tegangan lelehpengikat kuat tekanbetonyang disyaratkan, MPa. tinggi total komponen struktur,mm. tinggi total dari balok tepi. dimensi kolomterkecil. geser. tinggi total dari pelatlantaiataupanelpenguat tinggi total penampang kepalageser, mm.

fo"

fr"

fou f" fy fo"

fv,r f"' h= h6=


hc= hs= hv=

= =

Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan

Hal.A-3

D,qrr,qnNortst
h* h*. h*u I ls /"" l1
Jt

tinggi total dinding diukur dari dasarke puncak,mm. tinggi efektifdari tinggi dindingterikat. tinggi dindingyangtidak ditumpu. yang menahan momeninersiapenampang bebanluar terfaktoryang bekerja. momen inersia penampangbruto beton terhadap sumbu pusat, dengan mengabaikan tulangan. penampang struktur. komponen momeninersia tulangan terhadap sumbupusat sumbupenampang momeninersiabaja strukturalprofil, pipa atautabungterhadap komponen strukturkomposit. 0,4x) untuk penampang moduluspuntir, yang besarnya bisadiambil sebesar T, masifberbentuk L, atau segiempat untuk penampang masif; atausebesar 0,42x2y I; atausebesar 2A,b* untuk penampang berongga dinding tipis, di manaA' adalah luasyangdibatasigarismediandinding dari lubangtunggal,mm'. faktor panjang efektif komponen strukturtekan. funggal. tulangan faktor pengalimomentulangangandabalokterhadap panjangkomponen strukfurdiukur dari pusatke pusattumpuan. jarak horizontalantara pusatpengekang lateral tumpuan. bentang bersihdiukur dari muka-ke-muka panjangkomponen shuktur tekanyangtidak ditopang. panjangdari lengankepalageserdiukur dari titik bebanterpusat ataureaksi,mm. panjanghorisontaldinding,mm. tekan,bernilaipositif bila momenujung terfaktoryang lebih kecil padakomponen komponen tunggal,negatifbila komponen strukturmelenturdengan kelengkungan ganda, mm-N. strukturmelenturdengan kelengkungan
=

k Kvd
I I t1

ln lu l* Mt

M'rns

Ms

M2 Mzn"

Mz"

Mc= Mn=

nilai yang lebih kecil dari momen ujung terfaktor pada komponenstruktur tekan goyangan sampingyang berarti,dihitung akibatbebanyang tidak menimbulkan ke positif bila komponen struktur dengan analisis rangka elastis konvensional, melenturdalam kelengkungan tunggal,negatif bila melenturdalam kelengkungan ganda, mm-N. nilai yang lebih kecil dari momen-momen ujung terfaktorpadakomponenstruktur goyangan sampingyang berarti,dihitung tekanakibatbebanyang menimbulkan ke dengan analisis rangka elastis konvensional,positif bila komponen struktur melenturdalam kelengkungan tunggal,negatif bila melenturdalam kelengkungan ganda,mm-N, momen ujung terfaktor yang lebih besar pada komponenstruktur tekan; selalu bernilaipositif,mm-N. nilai yang lebih besardari momenujung terfaktor pada komponenstruktur tekan goyangan sampingyang berarti,dihitung akibatbebanyang tidak menimbulkan ke dengan analisisrangkaelastiskonvensional, mm-N. nilai yang lebih besardari momenujung terfaktor pada komponenstruktur tekan akibat beban yang menimbulkan goyanganke samping yang berarti, dihitung dengan analisis rangka elastis konvensional,mm-N. momenterfaktoryangdigunakan komponen strukturtekan. untuk perencanaan akibatbeban momenyang menyebabkan terjadinyaretaklenturpadapenampang luar. momenyangtelahdimodifikasi.

Mm

Manual Per encanaanStruktur Beton Ber tulang untu Jembatan k

Hal. A-4

DlrrlnNornst
M^* Mp= Mr= Mr= Mn*
Nu

momenterfaktormaksimumpadapenampang akibatbebanluar. perludari penampang geser. kuatmomenplastis kepala pada gayaluar yangterbesar momenterfaktorakibatkombinasipengaruh penampang. tahanan momenyang disumbangkan oleh tulangankepalageser.

yang dialihkandari pelatlantaike tumpuandalamarahyang momenlenturrencana ditinjau. yang gaya pengaruh beban aksialterfaktor luaryangterbesar, akibatkombinasi tegakluruspadapenampang, negatifuntuktarik,dan diambilpositifuntuktekan, pengaruh memperhifungkan dari tarik akibatrangkakdan susut. gayatarik terfaktoryang bekerjapadapuncakdari konsolpendek yangterjadi bersamaan denganVu, diambil positif untuktarik. kekuatan panjang aksialnominaldinding per satuan kuat bebanaksialnominalpadakondisi regangan seimbang. pengaruh bebankritis dengan tekuk. memperhitungkan kuat aksialnominalpadaeksentrisitas yang diberikan. kuat aksialnominalpadaeksentrisitas nol. yang diberikan< dPn. bebanaksialterfaktorpadaeksentrisitas indekstabilitas, lihat sub-bab 5.3. radiusgirasi suatupenampang komponen strukturtekan. spasidari tulangangeserataupuntir dalamarahparaleldengan tulangan longitudinal, mm. spasidari tulanganvertikal dalamdinding,mm. spasi dari tulangan geser atau puntir yang tegak lurus terhadap tulangan longitudinalatauspasidari tulanganhorisontal dalamdinding,mm. kuat puntir nominalyang disumbangkan oleh beton. kuat puntir nominaldari penampang komponen struktur. kuat puntir nominalyang disumbangkan oleh tulanganpuntir. pada gayaluar yang terbesar momenuntir terfaktorakibatkombinasipengaruh penampang. pelatlantai(dalammillimeter) tebalminimum ketebalan dinding panjang efektifdarigariskelilinggeser kritis. padabagian keliling poligon dengan puncaknya padapusattulanganmemajang sudutdari penampang melintang. kuatgeser nominalyangdisumbangkan beton. oleh

Nr" N, Pn Pc Pn Po Pu

r s

Sr S2

T" Tn 7: Tu
fs=

t*= u=
U1

Vc= Vct =

kuat gesernominalyang disumbangkan oleh betonpadasaatterjadinyakeretakan diagonal akibatkombinasi momendangeser. kuat gesernominalyang disumbangkan oleh betonpadasaatterjadinyakeretakan diagonalakibattegangan tarik utamayang berlebihan dalambadan. di gayageserpadapenampang akibatbebanmati tidak terfaktor.

V"*
Va

ManualPerencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan

Hal.A-5

DapanNortst Vr
Vn= Vp= Vs= gayageserterfaktorpadapenampang akibatbebanluar yang terjadibersamaan dengan M^or, kuat gesernominaldari penampang komponen struktur. komponen vertikal dari gayaprategang efektifpadapenampang. kuat gesernominalyang disumbangkan tulangangeser. oleh gayageserterfaklor akibatkombinasipengaruh pada gayaluar yangterbesar penampang. dimensi terpendek penampang. bagian segiempat suatu dari dimensi terpanjang penarnpang. bagiansegiempat suatu dari dimens sengkang i terpanj ang. pembatas besaran distribusi tulangan lentur. sudutantarasengkang miring dan sumbulongitudinaldari komponen struktur. geser-friksi sudutantara tulangan dengan bidanggeser. koefisien sebagai fungsidariylixl. rasiokekakuan pelatkompositdi lengankepalageserterhadap penampang sekitarnya. faktor tinggi blok tegangan tekanpersegi ekivalenbeban. rasiosisi panjangterhadap pendekdari bebanterpusat sisi ataumukatumpuan. rasio dari bebanmati aksial terfaktor maksimumterhadapbebanaksial terfaktor maksimum,di manabebanyang ditinjau hanyabebangravitasidalam menghitung P", ataurasio dari bebanlateral terfaktormaksimumyang bekerjaterhadapbeban lateraltotal terfaktorpadatingkat yang ditinjaudalamperhitungan P". faklor pembesar goyangan samping, momenuntuk rangkayangditahanterhadap ke untuk menggambarkan pengaruh kelengkungan komponenstrukturdi antaraujungujungkomponen strukturtekan. faktor pembesar momen untuk rangka yang tidak ditahanterhadapgoyanganke samping,untuk menggambarkan penyimpangan lateral akibat beban lateral dan gravitasi. faktor reduksikekuatan. bagiandari momentidak berimbang yang dipindahkan lentur pada sebagai pelat-kolom. hubungan bagiandari momentidak berimbang yangdipindahkan gesereksentris pada sebagai pelat-kolom. hubungan p Po Ps rasiotulangantarik non-prategang. rasiotulanganyangmemberikan yang seimbang. kondisi regangan rasiodari volumetulangan spiralterhadap volumeinti total (diukurdari sisi luar ke sisi luar spiral) dari sebuah komponen strukturtekandengan tulanganspiral. simpangan relatif antartingkat orde-pertama akibatVu.

vr=
x

v
It

z
a At
dg 4y

fi= P"=
0a=

&
,.

0
Yr

ao

Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan

Hal. ,4'-6

DmrtnNortst
B a b1 0
luas bagian penampangantara serat muka lentur tertarik dan titik berat penampang brutto,mm'. yangditinjau, mm2. luasbetonpadapenampang yangdiambildari dua lajur luaspenampang brutoterbesar dari lajur balok-pelat, yangsalingtegaklurus dan memotong padalokasisebuah kolom dari pelatdua arah,mm". luaspenampang bruto,mmz tuastulanganprategang dalamdaerah tarik, mm2. luastulangan tarik non-prategang, mm'. luas tulangangeserdalam daerahsejarakJ, atau luas tulangangeseryang tegak lurusterhadap tulanganlenturtarik dalamsuatudaerahsejaraks padakomponen strukturlenturtinggi, mm2. lebarmukatekankomponen struktur,mm. lebar efektif penampangbeton setelah dikurangi lubang selongsongtendon pfategang, mm. lebarbadan dari bulat,mm. balok,ataudiameter penampang jarak dari serattekanterluarke titik berattulangan mm. tarik non-prategang, jarak dari serattekanterluarke titik berattulangantekan,mm. diameter nominaldari kawatbaj4 kawatuntai,batangbaja,atautendon,mm jarak dari serattekanterluarke titik berattulanganprategang, mm. dasarlogaritmaNapier. gayaaksialdari garisberat,mm. eksentrisitas moduluselastisitas beton,MPa. MPa. moduluselastisitas betonpadasaathansfergayaprategang, moduluselastisitas MPa. bajaprategang, moduluselastisitas MPa. baja non-prategang, 150 kuattekanbetonberdasarkan uji benda silinder(diameter mm dantinggi 300 mm), MPa. kuattarik lenturbeton,MPa. kuat tekanbetonpadasaattransfergayaprategang, MPa. di tegangan akibat bebanmati tak terfaktor, padaseratterluar dari penampang, manategangan tarik terjadi akibatbebanluar, MPa. efektif saja, sesudah tegangan tekan rata-ratapadabeton akibat gaya prategang padatitik beratpenitmpang gayaprategang, memperhitungkan semuakehilangan (yang bekerjamenahan dari badandan sayap bebanluar), atau padapertemuan jika titik beratpenampang (Padakomponenstruktur terletakdalam sayap,MPa. komposit,fp, adalahresultante tekan padatitik berat penampang dari tegangan jika titik beratpenampang kompositataupadapertemuan dan sayap antarabadan dan kompositberada dalamsayap,akibatgayaprategang momenyang ditahan di pracetak yangbekerja MPa. olehkomponen struktur sendiri), tegangantekan beton pada lokasi titik berat baja prategang,segera setelah di transfer,akibat gaya prategangdan beban mati, dihitung pada penampang manaterjadi momenmaksimum, MPa. tegangan tekan dalam beton akibat gaya prategang efektif saja (setelah memperhitungkan semua kehilangan prategang) pada serat terluar dari penampang manategangan di tarik terjadi akibatbebanluar, MPa. tegangan transfer, MPa. bajaprategang segera setelah

Ac=

A"r As= Ar" As


Ar=

b-br=
b* d d' d6 dp
a

e'l'

E" Ea E" E"


fc'

fcr fa'
fd

fr"

fpa

fr"
fpi

ManualPerencanaan StrukturBeton BertulanguntukJembatan

Hal.A-7

DAFTARNOTASI pengurangan(kehilangan) tegangan pada baja prategang akibat susut dan rangkakbeton,MPa. padakekuatan tegangan bajaprategang nominal,MPa. kuattarik bajaprategang, MPa. kuat leleh bajaprategang, MPa. (sesudah semuakehilangan tegangan efektif baja prategang memperhitungkan prategang), MPa. kuatlelehbajanon-prategang, MPa. tinggi penampang, mm. penampang momeninersia utuh,mma. panjangtendon yang koefisien gesekanakibat simpangan menyudutpersatuan (dalamrad/m),yang bila tidak ada datayangtepat,nilainya tidak direncanakan dapatditetapkan berdasarkan rujukandi bawahini: Untuk selongsongyang diberi pelumas bisa diambil sebesar0'0003 0,0020rad/m. Untuk kawat baja (wire) pada selongsonglogam yang berpermukaan radim. berprofilbisadiambilsebesar 0,0010 0,0020 Untuk kawat untai (strand) pada selongsonglogam yang berpermukaan berprofilbisadiambilsebesar 0,0005 0,0020rad/m. Untuk batang baja (bar) pada selongsonglogam yang berpermukaan berprofilbisadiambilsebesar 0,0001 0,0006rad/m. mm. panjang yangditinjau(padajarak darijack penegang), tendon a panjangpenyaluran pelepasan untuk berangsur, mm. akibat beban momenyang menyebabkan terjadinyaretak lentur padapenampang luar,mm.N. yang ditinjau, dihitung dari kombinasibeban momenterfaklor pada penampang luar yang menimbulkanmomen maksimum pada penampangyang ditinjau, mm.N. momen(kekuatan) batasnominallentur,mm.N. momenterfaktor (ultimit) akibat kombinasibebanluar yang paling berbahaya, mm.N. perbandingan beton. moduluselastisitas moduluselastisitas bajaterhadap gayatarik dalambetonakibatbebanmati dan bebanhiduptidak terfaktor, gay padatendonprategang, a N. kekuatan batasaksialnominalkomponen struktur,N. gaya prategang efektif tergesekpada lokasi sejarakx (di manax : E Li) dari N. (acking),setelah prategang ujungpenegangan akibatgesekan, kehilangan gaya prategang di ujung penegangan(jacking) sebelum memperhitungkan prategang, kehilangan N. gaya aksial terfaktor (ultimit) yang normal terhadap penampang,akibat kombinasi beban luar yang paling berbahaya,dan yang memperhitungkan pengaruh susutdanrangkak, tarik, dari diambilpositifuntuktekan,negatifuntuk N. = Kekuatannominalkomponen struktur. padatendonprategang faktor relaksasi rencana

Afo,
f rps

fou fo, f""

t,
h
I

Li Lp= M",
Mr*

M,
Mu

n l/" N.P Pn Po* P^, Po

Rr= R1

Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan

Hal.A-8

DtrrtnNortst
Ru=

R*=

rencana Kekuatan komponen struktur. yangdiijinkan(pada rencana kondisilayan). Kekuatan spasi dari tulangan geser atau puntir dalam arah sejajar dengan tulangan longitudinal, mm. aksibatas(ultimit) akibatkombinasibebanluar yang palingberbahaya. Pengaruh padakondisi bebanlayan. Pengaruh aksi rencana N. kuatgeser nominalyangdisumbangkan beton, oleh oleh betonpadasaatterjadi keretakan kuat gesernominalyang disumbangkan akibatkombinasi N. diagonal lenturdangeser,

v*
Va vi

kuat gesernominal yang disumbangkan oleh beton pada saatterjadi keretakan diagonalakibattegangan tarik utamadi dalambadan(web),N. gayageserpadapenampang akibatbebanmati tidak terfaktor,N. gaya geserterfaktor pada penampang akibat bebanluar yang terjadi bersamaan denganM,*, N. komponen struktur,N. kuat geserbatasnominaldari penampang vertikal dari gayaprategang efektif, N. komponen geser, N. oleh kuat gesernominalyang disumbangkan tulangan aksi dan gayaprategang pengaruh gayageser yang,bila dikombinasikan dengan lainnya pada penampang,akan menghasilkantegangantarik utama sebesar bagianbadandan sayap,manayang 033tlf"'pada sumbupusatatauperpotongan lebihkritis,N. gayageserterfaktor(ultimit) padapenampang, akibatkombinasibebanluar yang palingberbahaya" N. jarak dari sumbupusatpenampang utuh ke serattarik terluar,mm. modulus penampang utuh, mengacuke serat tarik terluar di mana retak akan . terjadi,dihitung: I / y,, mm3 antara tulangan geser miring dan sumbu longitudinal dari komponen sudut struktur,rad.
=

vn Vp=

v"
Vt=

vu Yt= Z=

di

Fr=
/p=

ccc

6ss

Q= Q"" p=

Li,rad. perubahan prategang bagian sudutprofil tendon di sepanjang faktor tinggi blok tegangan tekanpersegi ekivalenbeton. jenis tendonprategang: faktor yangmemperhitungkan = 0,55 unh*nilaifo/fou ymB tidak kurangdari 0,80 : 0,40 unE:knilaifo/fo, ymg tidak kurangdari 0,85 = 0,28 unh:knilaifr/fouyanEtidak kurangdari 0,90 rangkakbeton,mm/mm. regangan regangan susutbeton,mm/mm. faktor reduksikekuatan. padasub-bab 2.3.8. yang dihitung sesuai faktor rangkakrencana ketentuan koefisien gesekanakibat adanyalengkungantendon,yang bila tidak ada data pada ditegangkan yang lebih tepat,dan bila semuatendondalamsatuselongsong ini: rujukandi bawah waktu bersamaan, nilainyadapatditetapkan berdasarkan 0,05 yangdiberipelumas diambilsebesar - 0,15. Untukselongsong dapat permukaanberprofil dapat diambil Untuk selongsonglogam dengan 0,15 sebesar - 0,25.

Manu al P er encanaan Struktur Beto n Ber tul ang untuk Jembat an

Hal. A-9

DerrnnNortst
p p' Pp Ps
Ps-min
6cc dcs ces

6p

Ct)

a' op
0p,

rasiotulangantarik non-prategang terhadap luaspenampang beton. rasiotulangantekanterhadap luaspenampang beton. rasiotulanganprategang terhadap luaspenampang beton. rasiotulangangeser(spiral)terhadap luaspenampang beton. rasiotulanganminimum geser(spiral)terhadap luaspenampang beton. kehilangan tegangan dalamtendonprategang akibatrangkakbeton,MPa kehilangan prategang tegangan dalamtendon MPa. akibatsusut beton, kehilangantegangandalam tendon prategang akibat perpendekan elastisbeton, MPa. kehilangantegangandalam tendon prategangakibat relaksasibaja prategang, MPa. : indekstulangantarik non-prategang yang adalah pf/f"' : indekstulangantekanyang adalah p'f/f"' : indekstulanganprategang yang adalah prfr/f"' indekstulanganprategang yang mempunyaisayap(balok T), untuk penampang dihitung sebagai ato denganD diambil sebesarlebar badan (weD), dan luas tulanganharussesuai yang diperlukanuntuk mengembangkan tekan dengan kuat dari bagianbadansaja. indeks tulangantarik non-prategang yang mempunyaisayap untuk penampang (balok T), dihitung sebagaiar dengan6 diambil sebesar lebar badan(web), dan luas tulanganharussesuaidenganyang diperlukanuntuk mengembangkan kuat tekandari bagianbadansaja. indeks tulangan tekan untuk penampangyang mempunyai sayap (balok T), dihitung sebagai ar' dengan 6 diambil sebesarlebar badan (web), dan luas tulanganharussesuai denganyang diperlukanuntuk mengembangkan tekan kuat dari bagianbadansaja.

Aw

Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan

Hal.A-10

Derr,sn Pusrarl

DAFTAR PUSTAKA
yangmenjadibahan dalampembuatan masukan Standar buku-buku dan referensi perencanaan adalah, manual ini

L RSNI-2004 TataCaraPerencanaan BetonUntukJembatan Struktur 2. Standards AASHTO Specification HighwayBridges,l5th Edition,1992, for 3. Perencanaan mengikuti Bridge Design Pembebanan Struktur Atas Jembatan Pekerjaan ManualBMS yangditerbitkan olehDirektorat JalanRaya,Departemen Umum,RepublikIndonesia, 1992(BMS) Desember 4. Tata CaraPerencanaan Gedung, SKSNI 03Ketahanan GempaUntuk Bangunan 1726-2002. 5. Tata CaraPerhitungan Gedung, SNI 03-2847StrukurBetonUntuk Bangunan 2002 6. UniformBuildingCode(UBC 1997) 7. NEHRP,1997 8. BuildingCodeRequirements Reinforced ACI 318-02 for Concrete, Bridges, 9. GuideSpecifications DesignandConstruction Segmental Concrete for of 1989 10.ATC, Improved SeismicDesign Kriteria for California Bridges: Provisional City, Recommendations, Redwood AppliedTechnology Council,ReportATC-32, Califomia, 1996 I l. BridgeEngineering Handbook 12.CEB-FIPModel Codefor CreepandShrinkage,1992

ManualPerenconaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan

Hal.B-l

D,qrrtnPusr.sKA
13.Caltrans Seismic Design Criteria version Desember . L2, 2001 14.InternationalBuilding IBC 2000. Code, 15.ACI3l5, Manualof standard practice detailing structures, for reinforced concrete American Concrete Institute

Manual Perencanaan Struklur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.B-2

Dsrwtst otu Isuun

DEFINISI DAN ISTILAH


Istilahdan Definisi yang digunakan dalamTataCaraPerencanaan Shuktur Beton untuk Jembatan iniadalah: 1. adukan campuran antara agregat halusdan semenPortland ataujenis semen hidraulikyang lain danair. 2. agregat materialgranularmisalnyapasir,kerikil, batu pecahdan kerak tungku pijar yang digunakan bersama-sama dengan suatumediapengikat untukmembentuk suatu beton atauadukan semen hidraulik. 3. agregathalus 'alami' batuan pasiralam sebagai hasil desintegrasi oleh ataupasiryang dihasilkan industripemecah batudanmempunyai ukuranbutirterbesar mm. 5,0 4. agregatkasar 'alami' batuan atau berupa batu pecah yang kerikil sebagaihasil desintegrasi dihasilkan oleh industripemecah batudan mempunyai ukuranbutir antara - 40,0 5,0 mm. 5. agregatringan gregatyang dalamkeadaan kering dan gemburmempunyai berat ll00 kg/m3 atau kurang. 6. angkur suatualat yang digunakan untuk menjangkarkan tendonkepada komponen struktur betondalamsistempasca tarik atausuatualatyangdigunakan untuk menjangkarkan tendon proses selama pengerasan pratarik. betondalamsistem 7. bahantambahan suatubahanberupabubuk atau cair, yang ditambahkan dalam campuran beton ke jumlahtertentu pengadukan selama dalam untukmerubah beberapa sifatnya. 8. bebanhidup

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.C-l

Dtrntw otu Isrruln

jembatanberupabeban lalu lintas semuabebanyang terjadi akibat penggunaan kendaraan pembebanan sesuaidenganperaturan untuk jembatan jalan raya yang berlaku. 9. bebankerja yangdigunakan beban rencana struktur. komponen untukmerencanakan

10. bebanmati beratsemuabagiandari suatujembatanyang bersifattetap,termasuk segala beban jembatan. yangtidak terpisahkan suatustruktur tambahan dari 11.bebanterfaktor beban kerjayangtelahdikalikan yangsesuai. dengan faktorbeban 12.beton campuranantarasemenPortlandatau semenhidraulik yang lain, agregathalus, agregatkasar dan air, denganatau tanpa bahantambahan yang membentukmassa padat. 13.beton bertulang betonyang diberi bajatulangan luasdanjumlah yangtidak kurangdari nilai dengan yang disyaratkandengan atau tanpa prategang,dan direncanakan minimum gaya berdasarkan asumsi bahwa sama dalammenahan keduamaterial tersebut bekerja yangbekerja. 14.betonnormal betonyang mempunyai menggunakan beratisi 2200 -2500 kg/m3 dan dibuatdengan agregat alamyangdipecah atautanpadipecah. 15.beton pracetak elemenatau komponenbeton tanpa atau dengantulanganyang dicetak terlebih jembatan. dahulusebelum dirakitmenjadi 16.beton prategang beton bertulangyang diberi tegangandalam untuk mengurangitegangantarik potensial dalambetonakibatbeban kerja.

Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan

HaL C-2

Dorwm otu Isrnln

17.beton polos beton tanpa tulangan atau mempunyaitulangan tetapi kurang dari ketentuan minimum. 18.betonringanpasir pasirnormal. betonringanyangsemua agregat halusnya merupakan 19.beton ringan struktur beton yang mengandung agregatringan dan mempunyaiberat isitidak lebihdari 1900 kg/m3.

20. beton ringan total pasiralami. betonringanyang agregat halusnya bukanmerupakan 21.friksi kelengkungan friksi yang diakibatkanoleh bengkokan di atau lengkungan dalam profil tendon prategang yangdisyaratkan. 22. friksi wobble yang tidak disengajapada friksi yang disebabkan oleh adanyapenyimpangan penempatan yangseharusnya. prategang kedudukan selongsong dari 23. gayajacking gayasementara yangditimbulkan tarik pada terjadinya olehalatyangmengakibatkan prategang tendon dalambetonprategang. 24.kuat tarik leleh kuat tarik leleh minimum yang disyaratkan atau titik leleh tulangandalam megapascal (MPa). 25. kuat nominal kekuatan suatu komponen struktur atau penampangyang dihitung berdasarkan ketentuan dan asumsimetodaperencanaan sebelum dikalikan dengannilai factor yangsesuai. resuksi kekuatan

ManualPerencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan

Hal.C-3

Drrwm otu Isnnan


26. kuat perlu kekuatan sutaukomponen yang diperlukan strukturataupenampang untuk menahan bebanterfaktoratau momen dan gayadalamyang berkaitan dengan bebantersebut dalamsuatukombinasi yangditetapkan seperti dalamtatacaraini. 27.kuat rencana (D; kuatnominaldikalikandengan suatufactorreduksi kekuatan 28. kuat tarik belah fct kuat tarik betonyang ditentukan berdasarkan tekan belahsilinderbetonyang kuat padasisi panjangnya. ditekan 29. kuat tekan betonyang disyaratkanI'c kuat tekan beton yang ditetapkanoleh perencana struktur (bendauji berbentuk silinderdiameter150 mm dan tinggi 300 mm), untuk dipakaidalam perencanaan strukturbeton,dinyatakan dalamsatuan megapaskal(MPa). Bila nila fc di dalam tanda akar, maka hanya nilai numeric dalam tanda akar saja yang dipakai, dan hasilnyatetapmempunyai satuan megapaskal(MPa). 30. moduluselastisitas rasiotegangan normaltarik atautekanterhadap yangtimbul akibattegangan tersebut. Nilai rasioini berlaku untuktegangan bawahbatas proporsional di material. 31.panjangpenyaluran panjangtulangantertanamyang diperlukanuntuk mengembangkan kuat rencana tulangan padasuatupenampang kritis. 32. panjangpenanaman panjangtulangantertanamyang tersediadari suatu tulangandiukur dari suatu penampang kritis. 33. pasca tarik carapemberian tarikan,dalamsistem prategang dimana tendonditariksesuadah beton mengeras. 34. perangkatangkur

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal. C-4

DwtNtstotu Isnnqa
perangkat yangdigunakan gaya padasistem prategang pasca tarik untukmenyalurkan pasca tarik daritendon beton. ke 35.perangkat angkur strandmajemuk perangkatangkur yang digunakanuntuk strand,batangatau kawat majemuk,atau > yang berlaku batangtunggalberdiameter 16 mm dan sesuai denganketentuan dalamtatacara ini. 36.perangkat angkur strandtunggal perangkatangkur yang digunakan untuk strand tunggal atau batang tunggal berdiameter mm ataukurangyangsesuai 16 dengan caraini. tata 37.pratarik pemberian gayaprategang dengan menarik tendon sebelum betondi cor. 38. prategang efektif yang masihbekerjapadatendonsetelah tegangan yang tegangan semua kehilangan terjadi,di luarpengaruh beban mati danbeban tambahan.

39.sengkang tulanganyang digunakanuntuk menahantegangan geserdan torsi dalam suatu komponenstruktur,terbuatdari batangtulangan,kawat baja ataujaning kawat baja las polos atauulir, berbentuk kaki tunggalataudibengkokkang dalambentukL, U atau persegidan dipasang tegak lurus atau membentuk sudut, terhadaptulangan longitudinal, dipakaipadakomponen strukturlenturbalok. 40.sengkang ikat sengkang terhrtuppenuhyangdipakaipadakomponen strukturtekan. 41.tendon elemen bajamisalnya kawatbaja,kabelbatang, kawatuntaiatausuatubundleberkas dari elemen-elemen yang digunakan pada tersebut, untuk memberigaya prategang beton. 42. tegangan intensitas gayaper satuan luas.

Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan

Hal.C-5

Dututst otu Isnua


43. tinggi efektif penampang (d) jarak yangdiukurdari serat tarik. tekanterluarhinggatitik berattulangan 44. transfer proses penyaluran tegangan angkur dari dalamtendonprategang jack atauperangkat pasca tarik kepada komponen struktur beton. 45.tulangan batangbajaberbentuk polosatauulir ataupipa yang berfungsi gaya untuk menahan tarik padakomponen struktur,tidak termasuk kecualibila secara tendonprategang, khusus diikut sertakan. 46.tulanganpolos batang bajayangpermukaan luarnya sisi rata,tidakbersirip atauberukir. 47.tulanganspiral yangdililitkansecara tulangan menerus suatuulir lingkatsilindris. membentuk 48.tulanganulir batangbaja yang permukaansisi luarnya tidak rata, yang berbentukbersirip atau berukur.

49.zonaangkur bagian komponenstruktur prategang pascatarik dimana gaya prategang terpusat disalurkan betondandisebarkan ke penampang. secara lebihmerata seluruh ke bagian

Manual Per encanaan Struktur Beton Ber tulang untukJembatan

Hal. C-6

DrNuIy o,qNISTILAH

Istilah dan Definisi yang digunakan dalam Peraturan Bebanuntuk Jembatan BMS'92 adalah:

1.

Aksi lingkungan pengaruh yangtimbul akibattemperatur, angin,aliranair, gempa penyebabdan penyebab alamiah lainnya.

",

Aksi nominal dalamhaltidak tersedianya statistik, data harga nominal diambilkira-kira ekuivalen perioda dengan ulang50 tahun.

3.

Bebanprimer yangmerupakan beban padasetiap beban utama dalamperhitungan tegangan jembatan perencanaan

4.

Bebansekunder beban yang merupakanbeban sementara yang selalu diperhitungkan dalam perhitungan jembatan padasetiap tegangan perencanaan

J.

Bebankhusus bebanyang merupakan pada beban-beban khususuntuk perhitungan tegangan jembatan perencanaan

6.

Bebanmati jembatan jembatan yang berasal semua beban yang dari beratsendiri ataubagian ditinjau,termasuk yangdianggap segala unsurtambahan merupakan kesatuan satu tetapdengannya

7.

Bebanhidup semuabebanyang berasal dari berat kendaraan-kendaraan bergerak/lalu lintas pejalan jembatan dan/atau kaki yangdianggap pada bekerja

8.

Bebanmati primer beratsendiridari pelat dan sistemlainnyayang dipikul langsung oleh masingjembatan gelagar masing

Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan

Hal. C-7

DEFINISI DAN ISTILAH

9.

Bebanpelaksanaan yang mungkinbekerjapadabangunan atau bebansementara menyeluruh secara pelaksanaan sebagian selama

10. Bebanmati sekunder pelatdi cor. beratkerb,trotoar, tiangsandaran lain-lainyangdipasang setelah dan Bebantersebut dianggap terbagi ratadi seluruhgelagar

ll.

Bebanlalu-lintas seluruhbebanhidup, arahvertikal dan horisontal, akibat aksi kendaraanpada jembatan termasuk hubungannya deganpengaruh dinamis,tetapitidak termasuk akibattumbukan

12. Faktor beban pengali numerik yang digunakanpada aksi nominal untuk menghitungaksi rencana. Faktorbeban diambilunfuk: perbedaan adanya yangtidakdiinginkan padabeban; ketidak-tepatan pengaruh pembebanan; dalammemperkirakan perbedaan adanya yangdicapai ketepatan dimensi dalampelaksanaan.

13. faktor bebanbiasa


pengaruh aksirencana digunakan apabila dari mengurangi keamanan adalah

14. Faktor bebanterkurangi pengaruh aksirencana digunakan apabila keamanan dari adalah menambah

15. Jangkawaktu aksi jembatan. perkiraan lamanya aksibekerja umurrencana dibandingkan dengan jangkawaktuyangdiketahui: Ada duamacam katagori padasifatbahan Aksi tetapadalah bekerja sepanjang waktudanbersumber jembatan,cara jembatan dibangun bangunan yangmungkinmenempel dan lain jembatan. pada Aksi transien dengan mungkin terjadi bekerja waktuyangpendek, walaupun seringkali.

16. Lantai kendaraan jembatan seluruh lebarbagian yangdigunakan dari lalu untukmenerima beban lintaskendaraan. Bebannva disebut Beban"T"

Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan

Hal.C-8

DzrtNtst Isrn.qn otN

17. Lajur lalu lintas bagian dari lantaikendaraan yangdigunakan olehsuatu rangkaian kendaraan. Bebannya disebut Beban"D" 18. Lajur lalu-lintas rencana stripdengan Lebar 5 m darijalur yangdigunakan 2,7 pembebanan dimana lalu lintasrencana bekeda

19. Lajur lalu-lintasbiasa lajuryangdiberimarkapadapermukaan untukmengendalikan lalu-lintas. 20. Lebar jalan lebarkeseluruhan jembatanyangdapatdigunakan dari termasuk oleh kendaraan, lajur lalu-lintasbiasa,bahuyang diperkeras, markamediandan markayang jalan membentang kerbyangdipertinggi kerbyang berupa strip. Lebar dari ke lainnya.Atau apabila kerbtidak dipertinggi, adalah dari penghalang bagian dalamke penghalang lainnya jembatan 21. Profil ruang bebas ukuranruangdengan syarat tertentu yaitumeliputitinggi bebas minimum jembatan jembatan tinggi bebas tertutup, lebarbebas dan minimumterhadap banjir

22. Tipe aksi Dalamhal tertentu aksibisameningkatkan (mengurangi respon totaljembatan keamanan) padasalah jembatan, satubagian tetapimengurangi respon total (menambah padabagianlainnya. keamanan) Tak dapatdipisah-pisahkan, artinyaaksitidakdapat dipisah kedalam salah satu yangmengurangi bagian keamanan bagian dan tainyangmenambah keamanan (misalnya pembebanan "T") Tersebar dimana bagian aksiyangmengurangi keamanan dapat diambilberbeda dengan bagianaksiyang menambah (misalnya, keamanan bebanmati tambahan) 23. Berat Beratdari suatubendaadalahgayagravitasi yang bekerjapadamassa benda (kN) tersebut Berat =massaxg dengan pengertian adalah g percepatan akibatgravitasi.

Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan

Hal.C-9

momendesain(Mu) untuk LampiranA.1 Nilaipersentase tulangan baja,Aslbd,berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok

fc' =

20 MPa

f1r =

400 MPa

No

Mu(bd2) AsU(b.d) Mu(bUz) AsU(b.d) Mu(M2) AsU(b"d) Mu(bd2) AsU(b"d) 1.0739 1.1032 1.1325 1.1616 11sA7 1.2198 1.2487 1.2776 1.3064 1.3351 1.3638 1.3923 1.4208 1.4493 1.4776 1.5059 1.5341 1.5622 1.5902 1.6182 1.6461 1.6739 1.7017 1.729l 1.7570 1.7845 1.8119 1.8393 1.8666 1.8938 1.9209 1.9480 1.9750 2.0019 0.0035 0.0036 0.0037 0.0038 0.00,9 0.0040 0.0M1 0.0042 0.0043 0.0044 0.0045 0.0046 0.0047 0.0048 0.0049 0.0050 0.0051 0.0052 0.0053 0.0054 0.0055 0.0056 0.0057 0.0058 0.00s9 0.0060 0.0061 0.0062 0.0063 0.0064 0.0065 0.0066 0.0067 0.0068 2.0288 2.0555 2.0822 2.1088 2.13il 2.1618 2.1882 2.2146 2.2408 2.2670 2.2930 2.3191 2.3450 2.3709 2.3966 2.4224 2.4480 2.4736 2.4990 2.s245 2.il98 2.5751 2.6002 2.62il 2.6504 2.6754 2.7002 2.72s0 2.7498 2.77M 2.7990 2.8235 2.8480 2.8723 0.0069 0.0070 0.0071 A.OO72 0.0073 0.0074 0.0075 0.0076 0.0077 0.0078 0.0079 0.0080 0.0081 0.0082 0.0083 0.0084 0.0085 0.0086 0.0087 0.0088 0.0089 0.0090 0.0091 0.0092 0.0093 0.0094 0.0095 0.0096 0.0097 0.0098 0.0099 0.0100 0.0101 0.0102 2.8966 2.9208 2.9449 2.9690 2.9930 3.0169 3.0407 3.0645 3.0882 3.1 18 1 3.1353 3.1587 3.1821 3.205m 3.2286 3.2518 3.2749 3.2979 3.3208 3_U37 3.3664 3.3891 3.4118 3.4343 3.4568 3.4792 3.5015 3.5238 3.5459 3.5680 3.5901 3.6120 3.6339 3.6557 0.0103 0.0104 0.0105 0.0106 0.0107 0.0108 0.0109 0.0110 0.0111 0.0112 0.0113 0.0114 0.01{5 0.0116 0.0117 0,0118 0.0119 0.0120 0.0121 0.4122 0.0123 0.0124 0.0125 0.0126 0.0127 0.0128 0.0129 0.0130 0.0131 0.0132 0.0133 0.0134 0.0135 0.0136 3.6774 0.0137 3.6990 0.0138 3.7206 0.0139 3.7421 0.014C 3.7635 0.0141 0.0142 3.7849 0.0143 3.8062 3.8274 0.0144 3.8485 0.014s 3.8695 0.014e 3.8905 0.0147 3.9114 0.0148 3-9R22 ,0.014S 3.9529 0.015C 3.9736 0.0151 3.9942 0.0152 4.0147 0.0153 0.0154 4.0352 0.015t 4.0555 4.0758 0.015e 4.0960 0.015i 4.1162 0.015S 4.1362 0.01s8 4.1562 0.016C 4-1762 0.0161 4.1960 0.016' 4.2158 0.0163

1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 '14 15 16 17 18 19 20 21 22, 23 24 25 26 27 28, 29 30 31 32 33 34

pl =0,85-0,008 (fc'-30)= p ffiin = p max =

0.85 0.0035 0.0163

Catatan: s pact< p max batasantulanganpmin Mu [N"mml;b [mml;d [mml Satuan: Ast [mm2]

momendesain(Mu)untuk LampiranA.2 Nilaipersentase tulangan baja,As/bd,berdasarkan penampang persegi tunggal tulangan denganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok

{^' -

25 MPa

fy=

400 MPa

No

Mu/(bd') AsU(b-d) Mu/(bd') AsU(b.d) Mui(bd2) Asr/{b"d} Mu/(bd') Ast/(b"d) 1.0831 1.1130 1.1428 1.1725 1.2022 1.2318 1.2614 1.2909 1.3203 1.3497 1.3790 1.4083 1.4375 1.4666 1.4957 1.5247 1.5537 1.5826 1.6114 1.6402 1.6689 1.6976 '1.7261 1.7547 1.7832 1.81 16 1.8399 1.8682 1.8965 1.9246 1.9528 1.9808 2.0088 2-0367 2.0646 2.0924 2.12A2 2.1479 2.'t7s5 2.2031 2.2306 2.2580 2.285/ 2.3128 2.3400 2:3672 0.0035 0.0036 0.0037 0.0038 0.0039 0.0040 0.0041 0.0042 0.0043 0.0044 0.0045 0.0046 0.0047 0.0048 0.0049 0.0050 0.0051 0.0052 0.0053 0.0054 0.0055 0.0056 0.0057 0.0058 0.0053 0.0060 0.0061 0.0062 0.0063 0.0064 0.0065 0.0066 0.0067 0.0068 0.0069 0.0070 0.0071 0.0072 0.0073 0.0074 0.0075 0.0076 0.0077 0.0078 0.0079 0.0080

t
z
J

4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 zo 27 28 29 30 31 32 33

35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46

2-3944 2.4215 2.M85 2.475s 2.5024 2.5292 2.5560 2.5828 2.6094 2.6360 2.6626 2.6891 2.7155 2.7415 2.7682 2.7944 2.8206 2.8468 2.8728 2.8988 2.9248 2.9507 2.9765 3.0022 3"0280 3.0536 3.0792 3.1047 3.1302 3.1556 3-1809 3.2062 3.2314 3-2566 3.2817 3.3067 3.3317 3.3566 3.3815 3.4063 3.4310 3.4557 3.4804 3.5049 3.5294 3.5539
0.85 0.0035 0.0203

0.0081 0.0082 0.0083 0.0084 0.0085 0.0086 0.0087 0.0088 0.0089 0.0090 0.0091 0.0092 0.0033 0.0094 0.0095 0.0096 0.0097 0.0098 0.00SS 0.0100 0.0101 0.0102 0.0103 0.0104 0.0105 0.0106 0.0107 0.0108 0.0109 0.0110 0.0ttt 0.0112 0.0113 0.0114 0.0115 0.0116 0.0117 0.0118 0.0119 0.0120 0.0121 0.0122 0.0123 0.0124 0.0125 0.0126

3:.5782 0-4127 3.6026 0.0128 3.6268 0.0129 3.6510 0.0130 3.6752 0.0131 3.6992 0.0132 0.0133 3.7232 3.7472 0.0134 3.7711 0.0135 3.7949 0.0136 3.8187 0.0137 3.8424 0.0138 3.8661 0.0139 3.8897 0.0140 3.9132 0.0141 3.9367 0.0142 3.9601 0.0143 3.9835 0.01214 4.0068 0.0145 4.0300 0.0146 4.0532 0.0147 4.0763 0.0148 4.0994 0.0149 4.1224 0.0150 4.1453 0.0151 4.1682 0.0152 4.19't0 0.0153 4.2137 0.0154 4.2364 0.0155 4.2591 0.0156 4.2816 0,0157 4.3041 0.0158 4.3266 0.0159 4.3490 0.0160 4.3713 0.0161 4.3936 0.0162 4.4158 0.0163 4.4380 0.0164 4.4600 0.0165 4.4821 0.0166 4.5040 0.0167 4.5260 0.0168 4.m78 0.016S 4.5696 0.0170 4.5913 0.0171 4.6130 0.0'172

4.6346 4.6562 4.6776 4.6991 4.7204 4.7418 4-7630 4.7842 4.8053 4.8264 4.8474 4.8683 4-8892 4.9100 4.9308 4.9515 4.9722 4.9928 5.0133 5.0337 5.0541 5.0745 5.0948 5.1150 5.1352 5.1553 5.1753 5.1953 5.2't52 5.2351 5.2549

0.0173 0.0174 0.0175 0.0176 0.0177 0.0178 0.0179 0.0180 0.0181 0.0182 0.0183 0.0184 0.0185 0.0186 0.0187 0.0188 0.0189 0.0190 0.0191 0.0192 0.0193 0.0194 0.0195 0.0196 0.0197 0.0198 0.0199 0.0200 0.0201 0.0202 0.0203

Pl =0,85-0,008(fc'-30)= p min = p ffioX =

Catatian: b a t a s a n t u l a n g p m i ns p a c t < p m a x an Satuan: Mu [N"mml; b [mml; d [mml Ast [mm2l

LampiranA.3 Nilaipersentase tulanganbaja,As/bd,berdasarkan momendesain(Mu) untuk penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok

fc' -

30 MPa

ty-

400 MPa

No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

Mu/(bd2) Asu(b"d) Mu/(bdz) Asu(b-d) Mu(bdz) AsU(b*d) tuulFd2) Asu(b"d) 1.0893 1.1195 1.1496 1.1798 1.2098 1.2398 1.2698 1.2997 1.3296 1.3594 1.3892 1.4189 1.4486 1.4782 1.5077 1.5373 1.5667 1.5961 1.6255 1.6548 1.6841 1.7133 1.7425 1.7716 1.8006 1.8296 1.8586 1.8875 1.9164 1.9452 1.9740 2.0027 2.0313 2.0599 0.0035 0.0036 0.0037 0.0038 0.0039 0.0040 0.0041 0.0042 0.0043 0.0044 0.0045 0.0M6 0.0M7 0.0048 0.0049 0.0050 0.0051 0.0052 0.0053 0.0054 0.0055 0.0056 0.0057 0.0058 0.0059 0.0060 0.0061 0.0062 0.0063 0.0064 0.0065 0.0066 0.0067 0.0068 2.0885 2.1170 2.1455 2.1739 2.2023 2.2306 2.2588 2.2870 2.3152 2.U33 2.3714 2.3994 2.4273 2.4552 2.4831 2.5109 2.5387 2.5664 2.5940 2.6216 2.6492 2.6767 2.7042 2.73't6 2.7589 2.7862 2.8135 2.MA7 2.8679 2.8950 2.9220 2.9490 2.9760 3.0029 0.0069 0.0070 0.0071 A.AO72 0.0073 0.0074 0.0075 0.0076 0.0077 0.0078 0.007S 0.008C 0.0081 0.0082 0.0083 0.0084 0.0085 0.0086 0.0087 0.0088 0.0089 0.009 0.0091 0.0092 0.0093 0.0094 0.0095 0.0096 0.0097 0.009 0.009 0.010C 0.0101 0.0102 3.0297 3.0565 3.0833 3.1100 3.1367 3.1633 3.1898 3.2163 3.2428 3.2692 3.2955 3.3218 3.3481 3.3749 3.4004 3.4265 3.4526 3.4786 3.5045 3.5304 3.5563 3.5821 3.6078 3.6335 3.652 3.6848 3.7103 3.7358 3.7613 3.7867 3.8120 3.8373 3.8626 3.3878 0.0103 0.0104 0.0105 0.0106 0.0107 0.0108 0.0109 0.0110 0.0111 0.4fi2 0.0113 0.0114 0.0115 0.0116 0.0117 0.0118 0.0119 0.0120 0.0121 0.0122 0.0123 0.4124 0.0125 0.0126 0.0127 0.0128 0.0129 0.0130 0.0131 0.0132 0.0133 0.0134 0.0135 0.0136 3.9129 3.9380 3.9631 3.9881 4.0130 4.0379 4.0628 4.0876 4.1123 4.1370 4.1617 4.1863 4.2',t}8 4.23s3 4.2557 4.28d1 4.3085 4.3328 4.3570 4.3812 4.4054 4A295 4.4535 4.4775 4.ffi14 4.5253 4.il52 4.5730 4.5967 4.6204 4.M4A 4.6676 4.6912 4-7147 0.0137 0.0138 0.0139 0-0140 0.0141 O.O142 0.0143 0.0144 0.0145 0.0146 0.0147 0.0148 0.0149 0.015C 0.0151 0.0152 0.0153 0.0154 0.0155 0.015e 0.015i 0.0158 0.015e 0.016C 0.0161 0.0162 0.0163 0-0,'r54 0.016r 0.0166 0.016i 0.016 0.0165 0.017(

p1 =0,85-0,008 (fc'-30)= p min = p max =

0.85 0.0035 0.0244

Catatan: 3 batasan tulanganpminpact< pmax Mu [N"mml;b[mml;d [mml Satuan : Ast [mm2]

momendesain(Mu) untuk LampiranA.4 Nilaipersentase tulanganbaja,As/bd,berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok

fc' =

30 MPa

fy-

400 MPa

No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Mu/(bd2) AsU6"d) 4.7147 4.7381 4.7615 4.7U8 4.8081 4.8314 4.8546 4.8777 4.9008 4.9238' 4.9468 4.9698 4.5927 5.0155 5.0383 5.0610 5.0837 5.1063 5.1289 0.0170 0.0171 0.0172 0.0173 0.0174 0.0175 0.0176 0.0177 0.0178 0.0179 0.0180 0.0181 0.0182 0.0183 0.0184 G.0185 0.0186 0.0187 0.0188

Mu/(bd2)Asu(o"d) Mu/(bd2) Asu(b"d) Mul(bdz) AsU(b"d)


5.1515 5.1740 5.1964 5.2188 5.2411 5.2634 5.2856 5.3078 s.3300 5.3521 5.3741 5.3961 5.4180 5.4399 5.4617 5.4835 5.5053 5.5269 5.5486 0.0189 0.0190 0.0191 0.0192 0.0193 0.0194 0.0195 0.0196 0.0197 0.0198 0.0199 0.0200 0.0201 0.0202 0.0203 0,0204 0.0205 0.0206 0.0207 5.5702 5.5917 5.6132 5.6346 5.6560 5.6773 5.6986 5.7198 5.7410 5.7622 5.7832 5.8043 5.8253 s.8462 5.8671 5.8879 5.9087 s.9294 5.9501 0.0208 0.0209 0.0210 0.0211 0.0212 0.0213 0.0214 0.0215 0.0216 A.A217 0.0218 0.0219 0.0220 0.0221 0.4222 0.0223 0.0224 0.0225 0.0226

5.9707 5.9913 6.0118 6.0323 6.0527 6.0731 6.0935 6.1137 6.1340 6.1541 6.1743 6.1943 6.2144 6.2344 6.2*3 6.2742 6.2940 6.3138 6.3335

0.0227 0.0228 4.0229 0.0230 0.0231 0.0232 0.0233 0.0234 0.023s 0.0236 0.0237 0.0238 0.0239 0.024C 0.0241 4.4242 0.0243 0.0244 0.0245

pl =0,85-0,008(fc'-30)= p min = p max =

0.85 0.0035 0.0244

Catatan: batasantulanganpmin3pactcpmax Satuan: Mu [N*mm];b [mm];d[mml Ast [mm2l

(Mu)untuk desain momen LampiranA.5a Nilaipersentase tulangan baja,As/bd,berdasarkan penampang persegi denganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok tulangan tunggal

fc' =

35 MPa

ty-

400 MPa

No 1 2 3 4 5 6
a t

Mu/(od2) AsU(b"d) Mu/(bd') Ast/{b"d) Mu(Mz) Asu(b.d) Mu/(bd2) AsU(b"d) 1.0936 1.1241 1.1ils 1.1849 1.2153 1.2456 1.2758 1.3061 1.3362 1.3664 1.3964 1.4265 1.4565 't.4864 1.5163 1.5li62 1.s760 1.6058 1.6356' 1.66s3 1.6949 1.7245 1.7541 1.7836 0.0035 0.0036 0.0037 0.0038 0.0039 0.0040 0.0041 0.0042 0.0043 0.0044 0.0045 0.0046 0.0047 0.0048 0.0M9 0.0050 0.0051 0.0052 0.0053 0.0054 0.0055 0.0056 0.0057 0.0058

I I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22 23 24

2.1056 2.1346 2.1636 2.1925 2.2214 2.2502 2.2790 2.3077 2.3365 2.3651 2.3937 2.4223 2.4509 2.4793 2.5078 2.5362 2.5646 2.5529 2.6212 2.6494 2.6776 2.7057 2.7339 2.7619
0-81 0.0035 O.A271

0.0069 0.0070 0.0071 0.0072 0.0073 0.0074 0.0075 0.0076 0.0077 0.0078 0.0079 0.0080 0.0081 0.0082 0.0083 0.0084 0.0085 0.0086 0.0087 0.0088 0.0089 0:0090 0.0091 0.0092

3.0678 3.0953 3.1228 3.f503 3.',t777 3.2051 3.2324 3.2597 3.2869 3.3141 3.3413 3.36M 3.3955 3.422s 3.4495 3.N65 3.5034 3.5302 3.5570 3.5838 3.6105 3.6372 3.6639 3.6905

0.0103 0.0104 0.0105 0.0106 0.0107 0.0108 0.0109 0.0110 0.0111 4.Ofi2 0.0113 0.0114 0.0115 0.0116 0.0117 0.0118 0.0119 0.0120 0.0121 0.0122 0.0123 A.A124 0.0125 0.0126

3.9802 4.0063 4.0324 4-0584 4.0843 4.1102 4.1361 4.1619 4.1877 4.213l. 4.2391 4.2648 4.2904 4.3160 4.U15 4.3670 4.3924 4.4178 4.432 4.468s 4.4937 4.5190 4.941 4.s693

0.0137 0.0138 0.0139 0.0140 0.0141 0.0142 0.0143 0.0144 0.0145 0.0146 0.0147 0.0148 0.0149 0.0150 0.0151 0.0152 0.0153 0.0154 0.0155 0.01s 0.0157 0.0158 0.015 0.016C

p1=0,85-0,008(fc'-30)= p min = p rnsx =

Catatan: batasantulanganpminspactcpmax Satuan: Mu [N"mml;b [mml;d fmml Ast [mm2]

momendesain(Mu) untuk LampiranA.5b Nilaipersentase tulanganbaja,As/bd,berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok

fc' =

35 MPa

ty-

400 MPa

No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

Mu/(M') 4.8183 4.8/.29 4.8676 4.8921 4.9167 4.9412 4.9656 4.9900 s.0144 5.0387 s.0630 5.0872 5.1114 s.1356 5.1597 5.1837 5.2077 5.2317 5.2557 5.2795 5.3034 s.3272 5.3510 5.3747 5.39S4 5.4220 5.4456 5.469f

AsU(b"d) Mu(bd2) Asu(b*d) Mu(bd2) AsU(b"d) Mu/(bd2) Asu(b*d) 0.0170 0.0171 0.0172 0.0173 0.0174 0.0175 0.0176 0.0177 0.0178 0.0179 0.0180 0.0181 0.0182 0.0183 0.0184 0.0185 0.0186 0.0187 0.0188 0.0189 0.0190 0.0tgl 0.0192 0.0193 0.0194 0.0195 0.0196 0.0197 5.4926 5.5161 5.s395 5.5629 5.5862 5.609s 5.6327 5.6s59 5.6791 5.7022 5.7253 5.7483 5.7713 s.7942 5.8171 5.8400 5.8628 5.8856 5.9083 s.9310 5.9536 5.972 5.9988 6.0213 6.0438 6.0662 6.0886 6.1109 0.0198 0.0199 0.0200 0.0201 0.0202 0.0203 0.0204 0.0205 0.0206 0.0207 0.0208 0.0209 0.0210 0.0211 0.0212 0.0213 0.0214 0.0215 0.0216 0.0217 0.0218 0.0219 0.0220 0.0221 0.0222 0.0223 0.0224 0.0225 6.1332 6.1555 6.1777 6.1999 6.2220 6.2441 6.2661 6.2881 6.3101 6.3320 6.3s38 6.3757 6.3974 6.4192 6.4409 6.4625 6.4U1 6.5057 6.5272 6.5487 6.5701 6.5915 6.6129 6.6U2 6.6555 6.6767 6.6979 6.7190 0-0226 0.0227 0.0228 0.0229 0.0230 0.0231 0.4232 0.0233 0.0234 0.0235 0.0236 0.0237 0.0238 0.0239 0.0240 0.0241 0.0242 0.0243 0.0244 0.0245 0.0246 0.0247 0.0248 0.0249 0.0250 0.0251 0.0252 0,0253 6.7441 6.7611 6.7821 6.8031 6.8240 6.U49 6.8657 6.8865 6.9073 6.3280 6.9487 6.9693 6.9899 7.0104 7.0309 7.0513 7.0717 7.0921 7.1124 7.1327 7.1529 7.1731 7.1933 7.2134 7.2334 7.2534 7.2734 7.N33 0.425/, 0.0255 0.0256 0-0257 0.0258 0.02s9 0.026C 0.0261 0.0262 0.0263 0.0264 0.0265 0.0266 0.0267 0.0268 0.0269 0.027C 0.0271 0.0272 0.4273 4.4274 8.0278 0.027e 0.0277 O.O27e 0.027e 0.028C 0.0281

pl =0,85-0,008(fc'-30)= p min = p ffrox =

0.81 0.0035 0.0271

Catatan: b a t a s a n t u l a n g a n p < pn c t < p m a x mi a Satuan: Mu [N*mml;b [mml;dlmml Ast [mm2l

Lampiran A.6a Nilaipersentase tulanganbaja,As/bd,berdasarkan momendesain(Mu) untuk penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok

fc' =

40 MPa

fy=

400 MPa

No

Mul(bd') AsU(b*d) Mu/(bd2) AsU(b.d) Mu/(bd2) Ast/(b"d) Mu/(M2) AsU(b"d) 1.0969 1.1276 1.1582 1.1888 1.2194 1.2499 1.280/ 1.3108 1.3412 1.3716 1.4013 1.4322 1-4624 1.4926 1.5228 1.5529 1.5830 1.6131 1.6431 1.6731 1.7031 1.7330 1.7628 1.7927 't.8225 1.8522 1.8820 1.9116 1.9413 1.9709 2.0005 2.0300 2.0595 2.0890 0.0035 0.0036 0.0037 0.0038 0.0039 0.0040 0.0041 0.0042 0.0043 0.0044 0.0045 0.0046 0.0047 0.0M8 0.0M9 0,0050 0.0051 0.0052 0.0053 0.0054 0.0055 0.0056 0.0057 0.0058 0.0053 0.0060 0.0061 0.0062 0.0063 0.0064 0.0065 0.0066 0.0067 0.006s 2.1',t84 2.1478 2.1771 2.20U 2.2357 2.2649 2.2941 2.3233 2.3524 2.381s 2.4105 2.4395 2.4685 2.4974 2.5263 2.5552 2.5840 2.6128 2.M15 2.6702 2.6989 2.7275 2.7561 2.7847 2.8132 2.8/.17 2.8701 2.8985 2.9269 2.9552 2.9835 3.0118 3.0400 3.0682 0.0069 0.0070 0.0071 O.OA72 0.0073 0.0074 0.0075 0.0076 0.0077 0.0078 0.0079 0.0080 0.0081 0.0082 0.0083 0_0084 0.0085 0.0086 0.0087 0.0088 0.0089 0.0090 0.0091 0.0092 0.0093 0.0094 0.0095 0.0096 0.0097 0.0098 0.0099 0.0100 0.0101 0.0102 3.0963 3.1244 3.1525 3.1805 3.2085 3.2364 3.2644 3.2922 3.3201 3.3475 3.3756 3.4034 3.4311 3.4s87 3.4863 3.5139 3.5414 3.5689 3.5964 3.6238 3.6512 3.6786 3.7059 3.7332 3.7604 3.7876 3.8148 3.8419 3.8690 3.8960 3.9230 3.9500 3.9769 4.0038 0.0103 0.0104 0.0105 0.0106 0.0107 0.0108 0.0109 0.0110 0.0111 O.A'IQ 0.0113 0.0114 0.0115 0.0116 0.0117 0.0118 0.0119 0.0120 0.0121 0.0122 0.0123 A.A124 0.0125 0.0126 0.0127 0.0128 0.0129 0.0130 0.0131 0.0132 0.0133 0.0134 0.0135 0.0136 4.0307 4.0575 4.0843 4.1111 4.1378 4.1644 4.1911 4.2177 4.2442 4.27A8 4.2972 4.3237 4.3501 4.3765 4r';028 4.4291 4.45il 4.48'16 4.5078 4.s339 4.5600 4.5861 4.6121 4.6381 4.6641 4.6900 4.7159 4.7417 4.7675 4.7933 4.8190 4.U47 4.8704 4.8960 0.0137 0.0138 0.0139 0-Ot4C 0.0141 0.0142 0.0143 0.0144 0.0145 0.014e 0.0147 0.0148 0.014 0.015C 0.0151 0.0152 0.0153 0.0154 0.015e 0.01s 0.015i 0.015 0.015e 0.016C 0.0161 0.0162 0.016: 0.0'f64 0.016 0.016e 0.0167 0.016 0.016S 0.017(

1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34

) p 1= 0 , 8 5 - 0 , 0 0 8 ( f c ' - 3 0= = p min p rnrx=

0.77 0.0035 0.0295

Catatan: b a t a s a n t u l a n g a n ps pia c t < p m a x m n b Satuan: Mu [N.mm]; [mm];d lmml Ast [mm2l

LampiranA.6b Nilaipersentase momendesain(Mu)untuk tulangan baja,As/bd,berdasarkan penampang persegitulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok

fc' =

40 MPa

ry=

400 MPa

No

Mu/(bd2) AsU(b.d) Mu/(bo2) AsU(b"d) Mu(bd') Asu(b"d) Mu/(bd2) AsU(b.d) 4.8960 4.9216 4.9471 4.9726 4.9981 5.0235 5.0489 5.0743 5.0996 5.1245 5.1501 5.1753 5.2005 5.2256 s.2507 5,27ffi s.3008 s.3258 s.3507 5.37s6 5.4005 5.4253, 5.4501 s.4748 5.4996 5.5242 5.5489 5,5735 5.5980 5.6226 5.M71 5.6715 5.6959 5-7203 0.0170 0.0171 0.0172 0.0173 0.0174 0.0175 0.0176 0.0177 0.0178 0.0179 0.0180 0.0181 0.01s2 0.0183 0.0184 0.0185 0.0186 0.0187 0.0188 0.0189 0.0190 0.0191 0.0192 0.0193 0.0194 0.0195 0.0196 0.0197 0.0198 0.0199 0.0200 0.0201 0.4202 0,0203 5.7446 5.7689 5.7932 5.8174 5.8416 5.8658 5.8899 s.9140 5.9380 5.9620 5.9860 6.0099 6.0338 6.0576 6.0814 6.1052 6.1289 6.1s26 6.1763 6.1999 6.2235 6.2471 6.2706 6.2940 .6.3175 6.3409 6.3M2 6.3876 6.4108 6.4341 6.4573 6.4805 6.5036 6.5267 0.0204 0.0205 0.0206 0.0207 0.0208 0.0209 0.0210 0.0211 0.0212 0.0213 0.0214 0.0215 0.0216 0.0217 0.0218 0.0219 0.0220 0.0221 0.0222 0.0223 0.0224 0,.A225 0.022e 0.0227 0.0228 0.0229 0.0230 0.0231 0.0232 0.0233 0.0234 0.0235 0.0236 0,0237 6.5498 6.5728 6.5958 6.6.187 6.6416 6.6645 6.6873 6.7101 6.7329 6.7556 6.7783 6.8009 6.8235 6.8461 6.8686 6.8911 6.9136 6.9360 6.9584 6.9807 7.0030 7.025? 7.0475 7.0697 7.0919 7.1140 7.1361 7.1581 7.1801 7.202't 7.2240 7.2455 7.2678 7.2896 0.0238 0.0239 0.0240 0.0241 0.0242 0.0243 0.0244 0.4245 4.0246 4.0247 0.0248 0.0249 0.0250 0.02s1 0.0252 0.0253 0.0254 0.0255 0.0256 0.0257 0.0258 0.0259 0.0260 0.0261 0.02.62 0.0263 0.0264 0.0265 0.0266 0.0267 0.0268 0.0269 0.0270 A.0271 7.3114 7.3331 7.3s48 7.3765 7.3981 7.4197 7.4412 7.4628 7.4842 7.5057 7.5271 7.ilU 7.5698 7.5911 7.6123 7.6335 7.6il7 7.67s8 7.6969 7.7180 7.7390 7.7600 7.7810 7.8019 0.0272 0.0273 4.0274 A.AnE A.O27e 0.0277 0.0278 0.027e 0.028C 0.0281 0.0282 0.0283 0.028/i 0.0285 0.0286 0.028i 0.028t 0.028S 0.029C 0.0291 A.4292 0.029: 0.0291 0.029t

I 2 3 4 5 6 7 I I 10 1',| 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34

pl = 0,85-0,008(fc'-30)= p min = p max =

0.77 0.0035 0.0295

Catatan: S tulanganpminpact< pmax batasan Satuan: Mu [N"mml;b[mm];dlmml Ast [mm2]

momendesain(Mu) untuk Lampiran A.7a Nilaipersentase tulangan baja,As/bd,berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok

fc' -

20 MPa

ry-

244 MPa

No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 f6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34

Mu/(bd2) AsU(b"d) Mu(bd') 1.0739 1.0915 1.1091 1.1266 1.1441 1.1616 1.1791 1.1966 1.2140 1.2314 1.2487 1.2660 1,2839. 1.3006 1.3179 1.3351 1.3523 1.3695 1.3866 1.4037 1.4208 1.4379 1.4549 't.4719 1.4889 1.5059 1.5228 f .5397 1.5s66 1.57y 1.5902 1.6070 1.6238 1.&r05 0.0058 0.0059 0.0060 0.0061 0.0062 0.0063 0.00il 0.0065 0.0066 0.0067 0.0068 0.0069 0.0070 0.0071 A.OA72 0.0073 0.0074 0.0075 0.0076 0.0077 0.0078 0.0079 0.0080 0.0081 0.0082 0.0083 0.0084 0,0085 0.0086 0.0087 0.0088 0.0089 0.0090 0.0091

AsU(b*d) Mu/(bd2) AsU(b"d) Mu/(bd2) AsU(b"d) 0.0092 0.0093 0.0094 0.0095 0.0096 0.0097 0.0098 0.0099 0.0100 0.0101 0.0102 0.0103 0.0104 0.0105 0.0106 0.0107 0.0108 0.0109 0.0110 0.0111 0.0112 0.0113 0.0114 0.0115 0.0116 0.0117 0.0118 0,0119 0.0120 0.0121 0.O't22 0.0123 A.OQ4 0.0125 2.2A93 2.2251 2.2408 2.2565 2.2722 2,2878 2.303s 2.3191 2.3346 2.3502 2.3657 2.3812 2.3966 2.4121 2.4275 2.4429 2.4582 2.4736 2.4889 2.5041 2.5194 2.5346 2.5498 2.5650 2.5801 2.5952 2.6103 2:62. 2.6404 2.659 2.67M 2.6853 2.7002 2-7151 0.0126 0.0127 0.0128 0.0129 0.0130 0.0131 0.0132 0.0133 0.0134 0.0135 0.0136 0.0137 0.0138 0.0139 0_0140 0.0141 0.0142 0.0143 0.0144 0.0145 0.0146 0.0147 0.0148 0.0149 0.0150 0.0151 0.0152 0.0153 0.0154 0.0155 0.0156 0.0157 0.0158 o0159 2.730A 2.7448 2.7597 2.7744 2.7892 2.8039 2.8186 2.8333 2.8480 2.ffi26 2.8772 2.8918 2.9063 2.9208 2.9353 2-9498 2.9642 2.9786 2.9930 3.0073 3.A217 3.0360 3.0s02 3.0645 3.0787 3.0929 3.1070 0.016C 0.0161 0.0162 0.0163 0.0164 0.0165 0.0166 0.016i 0.0168 S.0169 0.017C 0.0171 0.0172 0.0173 4.0174 0.$175 0.017 0.0177 0.0178 0.0179 0.018C 0.0181 0.0182 0.018: 0.0184 0.0185 0.018e

1.6573 1.6739 1.6906 1.7A72 1.7238 1.7404 1.7570 1.7735 1.7900 1.8064 1.8229 1.8393 1.8557 1.8720 1.8884 1.9M7 1.9209 1.9372 1.9534 1.9696 1.98s8 2.0019 2.0180 2.O3r'.1 2.0502 2.A662 2.0822 2.A982 2.1142 2.1301 2.1460 2.1618 2.1777 2.1935

s-tx2
3.1353 3.1494 3.1634 3.1774 3.1914 3.2054

0.CI187
0.018 0.018S 0.019C 0.0191 0.0192 0-0193

p1=0,85-0,008(fc'-30)= p min = p max =

0.85 0.0058 0.0271

Catatan: batasantulanganpminspactcpmax Satuan: Mu [N*mml;b[mm];d [mm] Ast [mm2]

momendesain(Mu) untuk baja,As/M, berdasarkan LampiranA.7b Nilaipersentase tulangan penampang persegi denganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok tulangan tunggal

fc' =

20 MPa

fi1 =

24A MPa

No 1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22

Mu/(bd2) AsUb"d)

Mu/(Mz) Asu(b*d) Mu(bdz) Asu(b"d) vtu/(bdz)Asu(b"d)


3.5193 3.5326 3.5459 3.5s92 3.5724 3.5857 3.5988 3.6120 3.62s1 3.6382 3.6513 3.6644 3.6774 3.69M 3.7034 3.7163 3.7292 3.7421 3.7550 3.7678 3.7806 3.7934 0.0216 0.0217 0.0218 0.0219 0.0220 0.0221 0.0222 0.0223 A.A224 4.4225 0.0226 0.0227 0,0228 0.0229 0.0230 0.0231 0.0232 0.0233 0.0234 0.023s 0.0236 0.0237 3.8062 3.8189 3.8316 3.8443 3.8569 3.8695 3.8821 3.8947 3.9A72 3.9197 3.9322 3,9447 3.9571 3.9695 3.9819 3.9942 4.0065 4.0188 4.0311 4.0433 4.0555 4.0677 0.0238 0.0239 0.0240 A.0241 CI.0242 0.0243 0.0244 0.0245 0.0246 0.a247 0.0248 0.0249 0.0250 0.0251 0.0252 0:0253 0.0254 0.0255 0.0256 0.0257 0.0258 0.0259 4.0799 4.0920 41041 4.1162 4.1282 4.1402 4.1522 4.1642 4.1762 4.1881 4.1999 4.2118 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0_0000 0.026c 0.0261 0.0262 0.0263 0.0264 0.0265 0.0266 0.026i 0.026 0.026S 0.027C 0.0271

3.2194 3.2333 3.2472 3.2610 3.2749 3.2887 3.3025 3.3162 3.3300 3.3437 3.3573 3.3710 3.3M6 3.3982 3.4118 3.4253 3.4388 3.4523 3.4658 3.4792 3.4926 3.5060

0.0194 0.0195 0.0196 0.0197 0.0198 0.0199 0.0200 0.0201 0.0202 0.0203 0.0204 0.0205 0.0206 0.0207 0.0208 0.0209 0.0210 0.0211 0.0212 0.0213 0.0214 0,0215

p1=0,85-0,008(fc'-30)= p min = p max =

0.85 0.0058 0.0271

Gatatan: batasantulanganpminspact<pmax b Satuan: Mu [N*mml; [mmJ;d [mml Ast [mm2]

momendesain(Mu)untuk LampiranA.8a Nilaipersentase tulanganbaja,As/bd,berdasarkan = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok penampang persegi tulangan tunggaldenganb

fc' =

25 MPa

ty=

240 MPa

No

Mu/(bdz) AsU(b.d) Mu/(bd2) AsU(b*d) Mu/(od2) AsU(b-d) Mu/(bd2) Asu(b"d) 1.0831 1.1010 1.1189 1.1368 1.1il7 1.1725 1.1903 1.2081 1.2259 1.2436 1.2614 1.2791 1.2968 1.3144 1_3321 1.3/i97 1.3673 1.3849 1.4024 1.4200 1.4375 1.4550 1.4724 1.4899 1.5073 1.5247 1.U2',1 1.5594 1.s768 1.5941 1.6114 1.6287 1.6459 1.6632 0.0058 0.0059 0.0060 0.0061 0.0062 0.0063 0.0064 0.0065 0.0066 0.0067 0.0068 0.0069 0.0070 0.0071 0.0072 0.0073 0.0074 0.007s 0.0076 0.0077 0.0078 0;0079 0.0080 0.0081 0.0082 0.0083 0.0084 0.0085 0.0086 0.0087 0.0088 0.0089 0.0090 0,0091 1.6804 1.6976 1.7147 1.7319 1.7490 1.7661 1.7832 1.8002 1.8173 1.8343 1.8513 1.8682 1.8852 1.9021 1.9190 1.9359 1.9528 1.9696 1.9864 2.0032 2.0204 2.0367 2.0535 2.0702 2.0869 2.1035 2.1202 2.1368 2.15U 2.1700 2.1865 2.2031 2.2196 2.2361 0.0092 0.0093 0.0094 0.0095 0.0096 0.0097 0.0098 0.0099 0.0100 0.0101 0.0102 0.0103 0.0104 0.0105 0.0106 0.0{07 0.0108 0.0109 0.0110 0.0111 0.0112 0.0113 0.0114 0.011s 0.0116 0.0117 0.0118 0.0119 0.0120 0.0'121 0.0122 0.0123 0.0124 0.0125 2.2526 2.2690 2.2854 2.3018 23182 2.3346 2.3s09 2.3672 2.3835 2.3998 2.4161 2.4323 2.4485 2.4647 2.4809 2.4970 2.5131 2.5292 2.il53 2.s614 2.5774 2.5934 2.6054 2.6254 2,6414 2.6573 2.6732 2.6891 2.7049 2.7208 2.7366 2.7524 2.7682 2.7839 0.0126 0.0127 0.0128 0.0f29 0.0130 0.0131 0.0132 0.0133 0.0134 0.0135 0.0136 0.0137 0.0138 0.0139 0.0140 0.0141 0.0142 0.0143 0.0144 0.0145 0.0146 0..0147 0.0148 0.0149 0.0150 0.0151 0.0152 0.0153 0.0154 0.0155 0.0156 0.0157 0.0158 0.0f59 2.7997 2.81il 2.8311 2.8468 2.8624 2.8780 2.8936 2.9092 2.9248 2.9103 2.9558 2.9713 2.9868 3.0022 3-0177 3.0331 3.M85 3.0638 3.0792 3.0945 3.1098 ?.1251 3.1403 3.1556 3.1708 3.1860 3.2012 3.2163 3.2314 3.2465 3.2616 3.2767 3.2917 3-3067 0.0160 0.0161 0.0162 0.0163 0.0164 0.0165 0.0166 0.0167 0.0168 0.0169 0.0170 0.0171 0.0172 0.0173 0.0174 O.Ot75 0.0176 0.0177 0.0178 0.0179 0.018C 0.0181 0.0182 0.0183 0.0184 0.0185 0.018 0.018i 0.0188 0.018e 0.019C 0.0191 0.0192 CI-0193

1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34

pl =0,85-0,008(fc'-30)= p min = p max =

0.85 0.0058 0.0339

Catatan: b a t a s a n t u l a n g a n ps pn c t < p m a x mi a Satuan: Mu [N"mm];b[mm];d [mml Ast [mm2]

LampiranA.8b Nilaipersentase momendesain(Mu)untuk baja,As/bd,berdasarkan tulangan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok

fc' -

25 MPa

fy-

244 MPa

No

Mu(bd')

Ast(b"d)

Mu{bd') 3.8614 3.8755 3.8897 3.9038 3.9179 3.9320 3,9461 3.9601 3.9741 3.3881 4.0021 4.0161 4.0300 4.0439 4.0578 4.A717 4.0855 4.0994 4.1132 4.1269 4.1407 4.1il4 4.1682 4.1819 4.1955 4.2092 4.2228 4.23el 4.2500 4.2636 4.2771 4.2906 4.3041 4.3176 4.3311 4.U45 4.3s79

Ast/(b"d} Mul(bd2) AsU(b"d) Mul(bdz) Asu(b"d) 0.0231 0.0232 0.0233 0.42U 0.0235 0.0236 0.0237 0.0238 0.0239 0.0240 0.0241 0.0242 0.0243 0.024r'. 0.0245 00246 0.4247 0.0248 0.0249 0.0250 0.0251 0.A252 0.0253 0.0254 0.02s5 0.0256 0.0257 0.0258 0.0259 0.0260 0.0261 0.0262 0.0263 4.026/' 0.0265 0.0266 0.0267 4.3713 4.3847 4.3980 4.4114 4.4247 4.4380 4.4512 4.4645 4.4777 4.490S 4.5040 4.5172 4.5303 45434 4.5565 4.5696 4.5826 4.5957 4.6087 4.6217 4.6346 4.6/75 4.6605 4.6734 4.6862 4.6991 4.7119 4.7247 4.7375 4.7503 4.7630 4.7757 4.788/ 4.8011 4.8137 4.8264 4.8390 0.0268 0.0269 0.0270 0.0271 0.0272 0.0273 A.0274 4.0275 0.0276 0.0277 0.0278 0.0279 0.0280 0.0281 0.0282 0.0283 0.0284 0.0285 0.0286 0.0287 0.0288 0.0289 0.0290 0.0291 0.0292 0.0293 0.0294 0.0295 0.0296 0.0297 0.0298 0.0299 0.0300 0.0301 0.0302 0.0303 0.0304

1 2 3 4 5
o

7 8 I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37

3.3217 3.3367 3.3517 3.3666 3.3815 3.3964 3.4113 3.4261 3.4405 3.4557 3.4705 3.48s3 3.5000 3.5147 3.5294 3.il41 3.5587 3.5734 3.5880 3.6026 3.6171 3.6317 3.6462 3.6607 3.6752 3.6896 3.7040 3:.71&4 3.7328 3.7472 3.7616 3.7759 3.7902 3.8045 3.8187 3.8330 3.8472

0.0194 0.0195 0.0196 0.0197 0.0198 0.0199 0.0200 0.0201 0.0202 0.0203 0.0204 0.0205 0.0206 0.0207 0.0208 0.0209 0.0210 0.0211 0.0212 0.0213 0.0214 0.0215 0.0216 0.0217 0.0218 0.0219 0.0220 A.0221 0.0222 0.4223 0.0224 0.0225 0.0226 4.0227 0.0228 0.0229 0.0230

4.8516 4.8642 4.8767 4.8892 4.9017 4.9142 4.9267 4.9391 4.951s 4.9639 4.9763 4.9886 5.0010 5.0133 5.02s6 5.0378 5.0501 5.0623 5.0745 5.0867 5.0988 5.1'110 5.1231 5.1352 s.1472 5.1593 5.1713 5.1833 5.1953 5.2073 5.2192 5.2311 5.2430 5.2549 5.2667

0.0305 0.0306 0.0307 0.0308 0.0309 0.0310 0.0311 0.0312 0.0313 0.0314 0.0315 0.0316 0.0317 0.0318 0.0319 0.0320 0.0321 0.0322 0.0323 0.0324 0.032s 0.0326 0.0327 0.0328 0.0329 0.0330 0.0331 0.0332 0.0333 0.0334 0.033i 0.0336 0.0337 0-0338 0.0339

p1=0,85-0,008(fc'-30)= p min = p max =

0.85 0.0058 0.0339

Catatan: batasantulanganpminspactcpmax Satuan: Mu [N*mml;b[mm];d[mm] Ast [mm2]

momendesain(Mu) untuk LampiranA.9a Nilaipersentase tulangan baja,Aslbd,berdasarkan = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok penampang persegi tulangan tunggaldenganb

fc' -

30 MPa

fy=

240 MPa

No

Mu/(bd2) Asu(b.d) Mu/(bd2) AsU(b.d) Mu/(bd2) Asu(b"d) Mul(M2) AsU(b*d) 1.0893 1.1074 1.1255 1.1436 1.1617 1.1798 1.1978 1.2158 1.2338 1.2518 1.2698 1.2878 1:3057 1.3236 1.341s 1.359t 1.3773 1.3951 1.4130 1.4308 1.4486 1.4663 1.4841 1.s018 1.5196 1.5373 1.5549 1.5-726 1.5903 1.6079 1.6255 1.6431 1.6607 1.6782 0.0058 0.0059 0.0060 0.0061 0.0062 0.0063 0.0064 0.0065 0.0066 0.0067 0.0068 0.0069 0.0070 o.OOZt O.AO72 0.0073 0.0074 0.0075 0:0076 0.0077 0.0078 0.0079 0.0080 0.0081 0.0082 0.0083 0.0084 0:0085 0.0086 0.0087 0.0088 0.0089 0.0090 0.0091

1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34

1.6958 1.7133 1.7308 1.7483 1.76s8 1-7832 1.8006 1.8180 1.83il 1.8528 1.8702 1.8875 1.9048 1.9222 1.9394 1,.9567 1.5740 1.9912 2.0084 2.4256 2.0428 2.0s99 2.0771 2.0942 2.'t113 2.12U 2.1455 2.1625, 2.1796 2.1966 2.2136 2.2306 2.2475 2.26l,5
0.85 0.0058 0.M06

0.0032 0.0093 0.0094 0.0095 0.0096 0.0097 0.0098 0.0099 0.0100 0.0101 0.0102 0.0103 0.0104 0.0105 0"0106 0_0107 0.0108 0.0109 0.0110 0.0111 0.0112 0.0113 0.0114 0.0115 0.0116 0.0117 0.0118 O.01tg 0.0120 0.0121 0.0122 0.0123 0.0124 0.0125

2.2814 2.2983 2.3152 2,3321 2.3489 2.3658 2.3826 2.3994 2.4162 2/,329 2.4497 2.4664 2.4831 2.4998 2.5165 2.5331 2.5498 2.5664 2.5830 2.5996 2.6161 2.6327 2.6492 2.66s7 2.6822 2.6987 2.7151 2.7316 2.7480 2.7644 2.7808 2.7971 2.8135 2.8298

0.0126 0.0127 0.0128 0.0129 0.0130 0.0131 0.0132 0.0133 0.0134 0.0135 0.0136 0.0137 0.0138 0.0139 0.0140 0.0141 0.0142 0.0143 0,0144 0.0145 0.0146 0.0147 0.0148 0.0149 0.0150 0.0151 0.0152 0.0153 0.0154 0.0155 0.0156 0.0157 0.0158 0.0159

2.8461 2.8624 2.8787 2.8950 2.9112 2.9274 2.94:36 2.9598 2.9760 2.992i 3.0083 3.0244 3.M05 3.0s65 3.A726 3-0886 31a47 3.1207 3.1367 3.1s26 3.1686 3.1M5 3.2004 3.2163 3.2322 3.2481 3.2639 3.279T 3.2955 3.3113 3.3271 3.U28 3.3586 3.3743

0.0160 0.0161 0.0162 0.0163 0.0164 0.0165 0.0166 0.0167 0.0168 0.0169 0.0170 0.0171 0.0172 0.0173 0.0174 0-0f 75 0.0176 0.0177 0.0178 0.0179 0.0180 0.0181 0.0182 0.0183 0.0184 0.0185 0.0186 O.Ot87 0.0188 0.0189 0.019C 0.0191 0.0192 0-0193

pl =0,85-0,008(fc'-30)= p min = p max =

Catatan: batasantulanganpminSpactcpmax Satuan: Mu [N.mml;b[mml;d [mml Ast [mm2]

momendesain(Mu) untuk LampiranA.9b Nilaipersentase tulangan baja,As/bd,berdasarkan = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok penampang persegi tulangan tunggal denganb

fc' -

30 MPa

ry-

240 MPa

No

Mu/(bd2) AsU(b"d) Mu/(bo2) AsU(b.d) Mu(bdz) Asv(b'd) Mu{bdz) Asu(b"d)

1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 ,31 32 33 g

3.3900 3.4057 3.4213 3.4370 3.4526 3.4682 3.4838 3.4994 3.5149 3.5304 3.5460 3.5615 3.5769 3.5924 3.6078 3.6233 3.6387 3.6541 3.66% 3.6848 3.7001 3.71* 3.7307 3.74ffi 3.7613 3.7765 3.7918 3.8070 3.8222 3.8373 3.8s25 3.8676 3.8828 3.8979

0.0194 0.0195 0.0196 0.0197 0.0198 0.0199 0.0200 0.0201 0.0202 0:0203 0.0204 0.0205 0.0206 0.0207 0.0208 0,0209 0.0210 0.021'l 0.0212 0.0213 A.A214 0.0215 0.0216 0.0217 0.0218 0.0219 0.0220 A,0221; 0.0222 4.0223 0.0224 0.0225 0.0226 A.A227

3.9129 3.9280 3.9430 3.9581 3.9731 3.9881 4.0031 4.0180 4.0329 4.04'79 4.0628 4.0777 4.0925 4.1074 4.1222 4.1370 4.1518 4.1666 4.1813 4.1961 4.2108 4.2255 4.2402 4.2s49 4.2695 4.2U1 4.2987 4.3133 4.3279 4.3425 4.3570 4.371s 4.3860 4-4005
0.85 0.0058 0.0406

0.0228 0.0229 0.0230 0.0231 0.0232 0.0233 0.0234 0.0235 0.0236 0.0237 0.0238 0.0239 0.0240 0.0241 0.0242 C0243 0.42M 0.024s 0.0246 0.0247 0.0248 0.0249 0.0250 0.0251 0.0252 0.0253 0.42il 0:0255 0.0256 0.0257 0.0258 0.0259 0.0260 0.0261

4.4150 4.4295 4.4439 4.4583 4.4727 4.4871 4.5014 4.5158 4.5301 4.W4 4.5587 4.5730 4.5872 4.6014 4.6157 4.6299 4.U40 4.6582 45723 4.6865 4.7006 4.7147 4.7287 4.7428 4.7568 4.7708 4.7848 4.7988 4.8128 4.8267 4,8407 4.8546 4.8685 4.8823

0.4262 0.0263 0.0264 0,0265 0.0266 0.0267 0.0268 0.0269 0.0270 0.0271 0.4272 0.0273 0.0274 0.0275 0.0276 4.0277 0.0278 0.0279 0.0280 0.0281 0.a282 0.0283 0.0284 0.0285 0.0286 0.0287 0.0288 0,0289 0.0290 0.0291 4.0292 0.0293 0.0294 0:0295

4.8962 4.9100 4.9238 4-93V6 4.9514 4.9652 4.9789 4.9927 5.0064 5"0201 5.0337 5.M74 5,0610 s.0746 5.0882 5.1018 5.1154 5.1289 5.1425 sJ560 5.169s 5.1829 5.1964 5.2098 5.7233 5.2367 5.2500 5.m* 5.2768 5.2901 5.3034 5.3167 5.3300 5.3432

0.0296 0.0297 0-0298 C"029e 0.030C 0.0301 0.0302 0.0303 0.0304 0.0305 0.0306 0.0307 0.0308 0.0309 0.031C 0.0311 0.0312 0.0313 0.0314 0.0315 0.0316 0.031,7 0.0318 0.031S 0.032C 0.0321 4.4322 O:0323 0.0324 0.0325 0.032 0.0327 0.0328 0.O32e

p1 =0,85-0,008(fc'-30)= p min = p max =

Catatan: batasantulanganpminspact<pmax Satuan: Mu [N*mml;b[mm];d [mm] Ast [mm2]

momendesain(Mu) untuk baja,As/bd,berdasarkan tulangan Lampiran A.9c Nilaipersentase penampang persegi tulangan tunggal denganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok

fc' =

30 MPa

fy=

240 MPa

No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19

Mu/(bd') AsU(b"d) Mu/(bd') AsU(b*d) Mul(bd2) Asy(b"d) Mu/(bd2) Asy(b-d)

5.356s 5.3697 5.3829 5.3961 5.4092 5.4224 5.4355 5.4486 5.4617 5.4748 5.4879 5.s009 5.5139 5.s269 5.5399 5.5529 5.5658 5.s788 5.5917

0.0330 0.0331 0.0332 0.0333 0.0334 0.0335 0.0336 0.0337 0.0338 0.0339 o.OS+O 0.0341 0.0342 0.0343 0.0344 0,0345 0.0346 0.0347 0.0348

5.6046 5.6175 5.6303 5.M32 5.6560 5.6688 5.6816 5.6944 5.7071 5.7198 5.7326 5.7453 5.7579 5.7706 5.7832 5,7959 5.8085 s.8211 5.8336

0.0349 0.0350 0.0351 0.0352 0.0353 0.0354 0.0355 0.0356 0.0357 0.0358 0.0359 0.0360 0.0361 0.0362 0.0363 0.0364 0.0365 0.0366 0.0367

5.8462 5.8587 5.8712 5.8837 5.8962 s.9087 s.9211 5.9336 5.9460 5.9584 5.9707 5.9831 5.99il 6.0077 6.0200 6,0323 6.0446 6.0568 6.0691

0.0368 0.0369 0.0370 0.0371 0.0372 0.0373 0.0374 0.0375 0.0376 0.0377 0.0378 0.0379 0.0380 0.0381 0.0382 0.0383 0.0384 0.0385 0.0386

6.0813 6.0935 6.1056 6.1178 6.1299 6.1420 6.1s41 6.1662 6.1783 6.1903 6.2A24 6.2144 6.n64 6.2383 6.2503 6.2622 6.2742 6.2861 6.2975

0.0387 0.0388 0-038S 0.039C 0.0391 0.0392 0.0393 0.0394 0.0395 0.039 0.0397 0.0398 0.039S 0.040C 0.M01 A.cr';O2 0.0403 0.0404 0.0405

pl = 0,85- 0,008 - 3 0 ) = (fc' Pmin= P m a x=

0.85 0.00s8 0.0406

Catatan: batasantulanganpmin S p act < p max Satuan: Mu [N"mm];b [mm];d[mm] Ast [mm2]

momendesain(Mu) untuk tulangan baja,As/bd,berdasarkan LampiranA.10aNilaipersentase = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok persegi penampang denganb tunggal tulangan

fc' =

35 MPa

f\J =

240 MPa

No 1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 3'l ' 32 33 34

Mu/(bd2) Ast/(b"d) tvtu/(bd21AsU(b"d) Mu/(bdz) Asu(b*d) Mut(bd2) Asu(b"d)

1.1s38 1.1720 1.1903 1.2085 1.2267


1.2448 1.2630 1.281't 1.2993 1.3174 1.3355 1.3536 1.3716 1.3897 1.4077 1-4257 1.4437 1.4617 1-4797 1.4977 1.5156 1.5335 1.5515 1.5694 1.5872 1.6051 1.6230 1.6408 1.6586 1.67e/1.6gli2 1.7120 1.7297 1.7475

0.00621 1.7652 0.0063l 1.7829 0.00641 1.8006 0.00651 1.8183 0.0066! 1.83s9 I 0.00671 1.8536 0-00681 1.8712 0.00691 1.8889 0.00701 1.9065 O.o071l 1.9240 0.00721 1.9416 0.0073 1.9592
0.0074 0.0075 0.0076 0.0077 0.0078 0.0079 0.0080 0.0081 0.0082 0.0083 0.0084 0.0085 0.0086 0.0087 0.0088 0.0089 0.0090 0.0091 0.0092 0.0093 0.0094 0.0095 1.9767 1.9942 2.0117 2.A292 2.M67 2.0642 2.0816 2.0991 2.1165 2.1,339 2.1513 2.1686 2.1860 2.2033 2.2207 2.2380 2.2553 2.2725 2.2898 2.3070 2.3243 23d75

o.0oe6l 2.3587 0.00e71 2.3759 0.00e81 2.3930 0.00eel 2.4102 0.01001 2.4273 0.01011 2.4445 o.o1o2l 2.4616 0.01031 2.4787 0.01041 2.4957 0.01051 2.5128 0.01061 2.5258 0.01071 2.il69
!

0.0108 0.0109 0.0110 0.0f 11 0.01{2 0.0113 0.0114 0.0115 0.0116 0.0117 0.0118 0.0119 0.0120 0.0121 0.0122 0,01?3 0.0124 0.012s 0.0126 0.0't27 0.0128 0.0129

2.s639 2.5809 2.5979 2.6148 2.6318 2.6487 2.6656 2.6825 2.6994 2.7{63 2.7332 2.7500 2:..7668 2.7837 2.8004 2.8172 2.8340 2.8507 2.8675 2.8W2 2.9009 2.9176

0.013012.9U3 0.01641 2.e50e 0.016q 0.01311 0.01321 2.9676 0-01661 0.013312.eer';z 0.0164 0.013413.0008 0.016E 0.013513.0174 0.0169 0.013613.0340 0.0170 0.0137i 3.0s05 0.0171 0.013813.0671 0.4172 0.013e13.0836 0.0173 0.014013.1001 0.0174 3 0.01411 . 1 1 6 7 0 . 0 1 7 5 0.014213.1331 '0.0176
0.0143 0.0144 0.0145 0.0146 0.o147 0.0148 0.0149 0.0150 0.0151 0.0152 0.0153 0.0154 0.0155 0.0156 0.0157 0.0158 0.0159 0.0160 0.0161 0.0162 0.0163 3.1496 3.1661 3-1825 3.1989 3.2153 3.2317 3.2481 3.2645 3.280e 3.2972 3.3135 3.3298 3.3461 3.3623 3.3786 3.3948 3.4111 3.4273 3.4435 3.4596 34758 0.4177 0.0178 0-0{79 0.0180 0.0181 0.0182 0.0183 0.0184 0.0185 0.0186 0.0187 0.0188 0.0189 0.019c 0.0:tgl 0.0192 0.0193 0.0194 0.0195 0.019 0.0tSi

pl = 0,85 0,008 - 3 0 ) = (fc' pmin = p m a x=

0.81 0.0062 0.0452

Catatan: pmins p act < p max tulangan batasan Satuan: Mu [N"mml;b[mml;d [mml Ast [mm2]

momendesain(Mu) untuk Lampiran A.10b Nilaipersentase baja,As/bd,berdasarkan tulangan = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok penampang persegi tulangan tunggaldenganb

fc' =

35 MPa

F/=

240 MPa

No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 {6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34

Mu/(bd") AsU(b"d) Mu/(bd') AsU{b*d) Mu/(bd2) AsU(b"d) Mu/(bd2) AsU(b"d)

3.47s8 3.4919 3.5081 3.5242 3.5403 3.5564 3.5724 3.5885 3.6045 3.6206 3.6366 3.6526 3.6685 3.6845 3.70@ 3.71M 3.7323 3.7482 3.7641 3.7799 3.7958 3.8116 3.8274 3.8433 3.8s90 3.8748 3.8906 3,9063 9.s221 3.9378 3.9535 3.9691 3.9848 4.0005

0.0197 0.0198 0.0199 0.0200 0.0201 A.O202 0.0203 0.0204 0.0205 0.0206 0.0207 0.0208 0.0209 0.0210 0.0211 0.0212 0.0213 0.0214 0.0215 0.0216 0.0217 0.0218 0.0219 0.0220 0.0221 0.0222 0.0223 A.O224 0.a225 0.0226 0.0227 0.0228 0.0229 0.0230

4.0161 4.0317 4.4473 4.A629 4.0785 4.0940 4.1096 4.1251 4.1406 4.1561 4.1716 4.1871 4.2025 4.2180 4.23U 4.U88 4.2642 4.2795 4.2949 4.3102 4.3256 4.3409 4.3562 4.3714 4.3867 4.4020 4.4172 4.4324 4.4476 4.4628 4.4780 4.4931 4.5083 4.523/

0.0231 0.0232 0.0233 0.0234 0.0235 0.0236 0.0237 0.0238 0.0239 0.0240 0.0241 0.0242 0.0243 0.0244 O.O245 0.0246 0.0247 0.0248 0.0249 0.0250 0.0251 0.0252 0.0253 A.O2* 0.0255 0.0256 0.0257 0_0258 0.02s9 0.0260 0.0261 0.0262 0.0263 0.0264

4.5385 4.5536 4.5687 4.s837 4.5988 4.6138 4.6288 4.6438 4.6588 4.6738 4.6887 4.7037 4.7186 4.7395 4.7484 4.7633 4.7781 4.7930 4.8078 4.8226 4.8374 4.8522 4.8670 4.8817 4.8965 4.9112 4.9259 4.9406 4.9553 4.9699 4.9846 4.9992 5.0138 5.0284

0.0265 0.0266 0.0267 0.0268 0.0269 0.0270 0.0271 0.0272 0.0273 0.0274 0.0275 0.0276 0.0277 0.0278 0.0279 0.0280 0.0281 0.0282 0.0283 0.0284 0.0285 0.0286 0.0287 0.0288 0.0289 0.0290 0.0291 0.a292 0.0293 0.0294 0.0295 0.0296 0.0297 0.0298

5.0430 5.0575 5.0721 5.0866 5.1012 5.1157 5.1301 5.1446 5.1591 5-1735 5.1879 5.2024 5.2168 5.2311 5_2455 5.2599 5.2742 5.2885 5.3028 5.3171 5.3314 5.3456 5.3599 5-3741 5.3883 5.402s 5.4167 5.4308 5.4450 5.4591 5.4732 5.4873 5.5014 5.s155

0.0299 0.0300 0.0301 0.0302 0.0303 0.0304 0.0305 0.0306 0.0307 S-0308 0.0309 0.0310 0.0311 0.0312 0.0313 0.0314 0.0315 0.0316 0.0317 0.0318 0.0319 0.032C 0.0321 0.4322 0.0323 0.0324 0.0325 0.0326 0.0321 0.0328 0.032e 0.033C 0.0331 0.0332

pl=0,85-0,008(fc'-30)= p min = p rnsx =

0.B1 0.0062 0.0452

Catatan: batasantulanganpminspact<pmax Satuan: Mu [N"mml;b[mml;d lmml Ast [mm2]

momendesain(Mu) untuk LampiranA.10c Nilaipersentase baja,As/bd,berdasarkan tulangan penampang persegi tulangan tunggal denganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok

fc' -

35 MPa

h/' =

240 MPa

No 1 2 3
.+

Mu/(bdz) AsU(b"d) Mu/(bdz) Asu(b*d) Mu/(bd") AsU(b.d) Mu/(bd2; Asy(b"d) 5.5296 5.5436 5.5576 5.5716 5.5856 5.5996 5.6136 5.627s 5.6414 5.6554 5.6693 5.6832 5.6970 5.7109 5.7247 5.7385 5.7523 5.7661 5.7799 5.7937 s.8074 5.8212 5.8349 5.8486 s.8623 5.8759 s.8896 5-9032 5.9168 s.9304 5.9440 5.9576 5.9712 5.9847 0.0333 0.0334 0.0335 0.0336 0.0337 0.0338 0.0339 0.0340 0.0341 A.OUZ 0.0343 0.0344 0.0345 0.0346 0.0347 0.0348 0.0349 0.0350 0.0351 0.0352 0.0353 0.0354 0.0355 0.0356 0.0357 0.0358 0.03s9 0,0360 0.0361 0.0362 0.0363 0.0364 0.0365 0.0366 5.9982 6.0118 6.0252 6.0387 6.0522 6.0657 6.0791 6.0925 6.1059 6.1193 6,1327 6.1460 6.1594 6:t727 6.1860 6.1993 6.2126 6.2259 6.2391 6.2523 6.26s6 6.2788 6.2920 6.30s1 6.3183 6.3314 6.3446 6.3577 6.3708 6.3838 6.3969 6.4100 6.4230 6.4360 0.0367 0.0368 0.0369 0.0370 0.0371 0.0372 0.0373 0.0374 0.0375 0.0376 0.0377 0.0378 0.0379 0.0380 0.0381 0.0382 0.0383 0.0384 0.0385 0.0386 0.0387 0.0388 0.0389 0.0390 0.0391 0.0392 0.0393 0.03tX 0.0335 0.0396 0.0397 0.0398 0.0399 0.@00 6.4490 6.4620 6.4750 6.4879 6.5009 6.5138 6.5267 6.5396 6.5525 6.5653 6.5782 6.5910 6.6038 6.6166 6.6294 6.M22 6.6549 6.6677 6.6804 6.6931 6.7058 6.7185 6.7311 6.7438 6.7sM 6.7690 6.7816 6;.7(M:2 6.8068 6.8193 6.8319 6.8569 6.8694 0.0401 0.0402 0.0403 0.0404 0.040s 0.0406 0.0407 0.0408 0.M09 0.0410 0.0411 0.0412 0.0413 0.0414 0.0415 0.0416 0.0417 0.0418 0.0419 0.0420 4.0421 0.0422 0.0423 0.M24 0.M25 0.0426 4.0427 0,0428 0.0429 0.0430 0.0431 0.0433 0.0434 6.8819 6.8943 6.9068 6.9192 6.9316 6.9440 6.95M 6.9688 6.9811 6.9935 7.0058 7.0181 7.0304 7.M27 7.0549 7.A672 7-0794 7.0916 7.1038 0.0435 0.0436 0.0437 0.0438 0.0439 0.044C 0.0441 0.0/.42 0.0443 A-A444 0.0445 0.044 0.0447 0.0448 0.044e 0.045C 0.0451 0.0452 0.045:

5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 2B 29 30 ,31 32 33 34

a.u++ 0.c/,32

p1:0,85-0,008(fc'-30)= p min = p max =

0.81 0.0062 A.0452

Catatan: batasantulanganpminSpact<pmax Satuan: Mu [N*mm];b [mm];d [mml Ast [mm2]

momendesain(Mu) untuk LampiranA.11aNilaipersentase tulanganbaja,As/bd,berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok

fc' =

40 MPa

ty-

240 MPa

il I.
r.#
AsU(b.d) 0.0168 0.0169 0.0170 0.0171 0.0172 0.0173 0.0174 0.0175 0.0176 A-8177 0.0178 0.0179 0.0180 0.0181 0.0182 0.0183 0.0184 0.0185 0.0186 0.0187 0.0188 0.0189 0.0190 0.0191 0.0192 0.0193 0.0194 O-C195 0.019 0.0197 0.0198 0.019e 0.020c 0.0201 3.0323 3.0492 3.0661 3.0830 3.0999 3.1168 3.1336 3.1505 3.1673 3"1841 3.2009 3.2177 3.2?44 3.2512 3.2679 3.281-7 3.3014 3.3181 3.3348 3.3514 3.3681 3.348 3.4014 3.4180 3.4346 3.4512 3.4678 3AW 3.5009 3.5174 3.5340 3.5505 3.5670 3.5835

No

Mu/(bd") AsU(b.d) Mu/(bdz) AsU(b-d) Mul(bd2) Asu(b.d) Mu(bd') 1:2355 1.2538 1.2721 1.2904 1.3086 1.3269 1.34s1 1.3633 1.3815 1.3997 1.4179 1.4361 1.45/.2 1.4723 1.4905 1,.5086 1.5267 f .il48 1.5628 1.5809 1.5989 1.6170 1.6350 1.6530 1.6710 1.6889 1.7069 1.7249 1.7428 1.7607 1.77ffi 1.7965 1.8144 1.8323 0.0066 0.0067 0.0068 0.0069 0.0070 0.0071 0.0072 0.0073 0.0074 0.007s 0.0076 0.0077 0.0078 0.0079 0.0080 0.0081 0.0082 0.0083 0.0084 0.008s 0.0086 0.0087 0.0088 0.0089 0.0090 0.0091 0.0092 0,0093 0.0094 0.0095 0.0096 0.0097 0.0098 0,0099 1.8501 1.8679 1.8858 1.9036 1.9214 1.9392 1.9569 1.9747 1.9924 2.A102 2.0279 2.0456 2.0633 2.0810 2.0986 2-1163 2.1339 2.1515 2.1691 2.1867 2.2M3 2,.2219 2.2394 2.2s70 2.274:5 2.252A 2.3095 2327A 2.3445 2.3620 2.3794 2.3968 2.4143 2.4317 0.0100 0.0101 0.0102 0,0103 0.0104 0.0105 0.0106 0.0107 0.0108 00109 0.0110 0.0111 0.0112 0.0113 0.0114 0,0115 0.0116 0.0117 0.0118 0.0119 0.0120 C.0121 0.0122 0.0123 O.O124 0.0125 0.0126 O.A127 0.0128 0.0129 0.0130 0.0131 0.0132 0-0133 2.449A 2.4664 2.4838 250fi 2.5185 2.5358 2.s531 2.5704 2.5877 2.6050 2.6222 2.6395 2.6567 2.6739 2.6911 2.7083 2.7255 2.7426 2.7598, 2.7769 2.7940 2.8112 2.828s 2.8453 2.8624 2.8795 2.8965 2.s135 2.9305 2.9475 2.96z15 2.981s 2.9984 3.0154 0.0134 0.0135 0.0136 0.0137 0.0138 0.0139 0.0140 0.0141 0.0142 0.0143 0.0144 0.0145 0.0146 0.0147 0.0148 0.0149 0.0150 0.0151 0.0152 0.0153 0.0154 0.0155 0.0156 0.0157 0.0158 0.0159 0.0160 C.O16i 0.0162 0.0163 0.0164 0.0165 0.0166 0.0167

1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 f6 17 18 19 20 21 22 23 24 ,25 26 27 28 29 30 : 31, 32 33 34

pl =0,85-0,008(fc'-30)= p min = p max =

O.77 0.0066 0.0491

Catatan: batasantulanganpminspactcpmax Satuan: Mu [N"mml;b [mm];d[mm] Ast [mm2]

momendesain(Mu) untuk tulangan baja,As/bd,berdasarkan LampiranA.11b Nilaipersentase penampang persegi tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok tulangan

fc' =

40 MPa

fy-

240 MPa

No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31, 32 33 34

Mu/(bd2) Asu(b*d) Mu/(bd') Asff(b-d) Mu/(bd') AsU(b.d) Mu(bd') Asu(b.d)

3.5ee

o.azozl 4.1519

3.6164 0.020314.1679 3.6328 o.o2o4l 4.1838 3.&e3 0.o20sl 4.1998


3.66s7 3.6821 3.6985 3.7148 3.7312 3.7476 3.763e 3.7802 3.7965 3.8128 3.8291 3.&154 3.8616 3.8779 3.8941 3.9103 3.9265 3.9127 3.9589 3.9750 3.9912 4.0073 4.02U 4.0395 4.0556 4.0717 4.0877 4.1038 4.1198 4.1359 0.02061 4.2158 0.02071 4.2317 0.02081 4.2476 o.o209l 4.2636 0.02101 4.2795 002111 4.29s3 o.o212l 4.3112 0.02131 4.3271 0.02141 4.v29 0.0215 4.3588 0.0216 4.3746 0.0217 4.39M 0.0218 4.4062 0.0219 4.4220 0.0220 4.4377 0.0221 4.4535 0.4222 4.4692 0.0223 4.4U9 0.0224 4.5007 0.0225 4.5164 0.0226 4.5320 0.0227 4.U77 0.0228 4.5634 A.A22g 4.5790 0.0230 4.5946 0.0231 4.6103 0.0232 4.6259 0.0233 4.M15 0.0234 4.6570 0.0235 4.6726
0.77 0.0066 0.0491

0.02361 0.02371 0.0238 0.0239 0.0240 0.0241 0.0242 0.0243 0.0244 A.O245 0.0246 0.OU7 0.0248 0.0249 0.0250 0.0251 A.O252 0.0253 0.0254 0.025s 0.0256 C.O257 0.0258 0.0259 0.0260 0.0261 0.0262 0.0263 0.0264 0.0265 0.0266 0.0267 0.0268 0.026S

4.6881 4.7As7 4.7192 4.7347 4.75CI2 4.7657 4.7812 4.7966 4.8120 4.8275 4.8/;25 4.8583 4.8737 4.8890 4.9M4 4.9198 4.S351 4.9504 4,9657 4.9810 4.9963 5.01{5 5.0268 5.0420 5.0573 5.0725 s.0877 5.102e 5.1180 5.1332 5.1483 5.1634 5.1786 5.1937

A.O27O\ 0.02711 0.02721 0.02731 0.0274 0.0275 0.0276 0.0277 0.0278 0.A279 0.0280 0.0281 0.0282 0.0283 0.0284 0.0285 0.0286 0.0287 0.0288 0.0283 0.0290 0.0291 0.0292 0.0293 0.0294 0.0295 0.0296 0,0297 0.0298 0.0299 0.0300 0.0301 0.0302 0.0303

5.2087 s.2238 5.238e 5.2539 5.2690 5.2840 5.2990 s.3140 s.3290 5.3439 5.3589 s.3738 5.3888 5.4037 s.4186 5.4334 5.483 5.4632 5:4780 5.4929 5.5A77 5.s225 5.s373 5.5520 5.5668 5.5816 5.5963 5.6110 5.6257 5.6404 5.6551 5.6698 5.6844 ,5.6991

0.03041 0.0305 o.o30q 0.03071 o.o3o8l 0.03091 0.m101 0.03111 0.0312 0.o3t3l 0.0314 0.0315 0.0316 0.0317 0.0318 0.0319 0.0320 0.0321 0.0322 0.0323 0.0324 0.0325 0.0326 0.0327 0.0328 0.0329 0.0330 0.0331 0.0332 0.0333 0.0334 0.0335 0.033 0.0337

pl =0,85-0,008(fc'-30)= p min = p max =

Catatan: batasantulanganpminspactcpmax Satuan: Mu [N*mml;b[mml;d [mml Ast [mm2l

momendesain(Mu) untuk Lampiran A.11c Nilaipersentase tulangan baja,As/bd,berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok

fc' =

40 MPa

fy-

244 MPa

No 1 2 3 4 5 6
T

Mu(bd2) AsU(b*d) Mu/(M') 5.7137 5.7283 5.7425 5.7575 5.7721 5.7866 5.8012 5.8157 5.8302 5.8447 5.8592 5.8737 5.8882 5.9026 5.9170 5.9315 5.9459 5.9603 5.9747 5.9890 6.0034 6.A177 6.0321 6.0464 6.0607 6.0750 6.0892 6.1035 6.1178 6.1320 6.1462 6.1604 6.1746 6.1888 0.0338 0.0339 0.0340 0.0341 0.0342 0.0343 0.0344 0.0345 0.0346 0.OU7 0.0348 0.0349 0.0350 0.0351 0.0352 0.0353 0.0354 0.035s 0,0356 0.0357 0.0358 0.0359 0.0360 0.0361 0.0362 0.0363 0.0364 0.036s 0.0366 0.0367 0.0368 0.0369 0.0370 0.0371 6.2030 6.2171 6.2312 6.24il

AsUfb'd) Mut(bdz) Asu(b*d) trlullud'z) AsU(b.d) o.0372 0.0373 0.0374 0.0375 0.0376 0.0377 0.0378 0.0379 0.0380 o.0381 0.0382 0.0383 0.0384 0.0385 0.0386 0.0387 0.0388 0.0389 0.0390 0.0391 0.0392 0.0393 0.0394 0.0395 o.0396 0.0397 0.0398 o.0399 0.0400 0.0401 0.0402 0.0403 0.0404 0.0405 6.6766 6.6903 6.7039 6.7176 6.7312 6.7449 6.7585 6.7721 6.7857 6.7993 6.8129 6.8264 6.8400 6.8535 6.8670 6..8805 6.8940 6.9075 6.9209 6.9344 6.9478 6.9613 6.9747 6.9881 7.0014 7.0148 7.0282 7.@15 7.0548 7.0681 7.0814 7.0947 7.1080 7.1213 0.0406 0.0407 0.0408 0.0409 0.0410 0.0411 0.0412 0.0413 0.0414 0.0415 0.0416 0.0417 0.0418 0.0419 0.0420 4.4421 4.0422 0.0423 0.0424 0.042s 0.0426 A.U27 0.0428 0.0429 0.M30 0.0431 4.0432 0.0433 0.0434 0.M35 0.0436 0.0437 0.0438 0.M39 7.13c.5 7.1477 7.1609 7.1742 7.1873 7.2005 7.2137 7.2268 7.2400 7.2531 7.2662 7.2793 7.2924 7.3055 7.3185 7-3315 7.3446 7.3576 7.3706 7.3836 7.3966 7"4095 7.4225 7.8U 7.483 7.4612 7.4741 7.4&70 7.4999 7.5127 7.5255 7.5384 7.5512 7.5640 0.0440 0.0441 0.0442 0.0443 0.0444 0.0445 0.0446 0.04r''7 0.0448 0.M49 0.0450 0.0451 0.0452 0.0453 0.0454 G.0455 0.0456 0.0457 0.0458 0.0459 0.0460 0.0461 0.0462 0.0463 0.0464 0-0465 0.0466 0.0467 0.0468 0.0469 0.0470 0.0471 0.0472 0-0473

6.2s9s
6.2736 6.2877 6.3017 6.3158 6.3298 6.3439 6.3579 6.3719 6.3859 6.3999 6.4138 6.4278 6.4417 6.4556 6.4695 6.4834 6.4973 6.5112

I I 10 11 12 13 14 15

r6
17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34

6.s2sl
6.5389 6.5527

6.s66s
6.5803 6.5941 6.6079 6.6217 6.6354 6.6491 6-6629

p1=0,85-0,008(fc'-30)= p min = p max =

0.77 0.0066 0.0491

Catatan: batasantulanganpmin<pactcpmax Satuan: Mu [N"mm];b[mm];d [mm] Ast [mm2]

Tunggal, Kvd MomenTulangan LampiranB.1 TabelFaktorPengali MomenTulanganGanda untuk mendapatkan

fc =

t = r=o"#
AsU(b.d) No 1
J

20 MPa

ald

kvd

ald

kvd

ald

kvd

ald

kvd

a/d

kvd

ald

kvd

ald

kvd

4 5
o

7 8 o 10 11 12 13 14 15 16 17 18 t9 20 21 2. 23 24 25 26 27 2A 29 30 31 32 33

0.0035 0.0039 0.0043 0.004r 0.0051 0.0055 0.0058 0.0062 0.0066 0.0070 0.0074 0.0078 0.0082 0.0086 0.0090 0.0094 o.0097 0.0101 0.0105 0.0109 0.0113 0.0117 o.o121 0.0125 0.0129 0.0133 0.0136 0.0{40 o.o1M 0.0148 0.0152 0.0156 0.0160 0.olar

0.062 0.069 0.076 0.082 0.089 0.096 0.103 0.110 0.117 o,124 0.131 0.137 o.144 0.t5'l 0.158 0.165 o.172 0.179 o.186 0.193 0.199 0.206 o.213 o.220 0.227 a.2y o.241 0.248 0.254 o.261 o.268 o.275 o.282 o.289

1.412 1.014 1.015 1.O17 1.018 1.020 1-021 1.023 1.O25 1.026 1.028 1.O29 1.031 1.033 1.034 1.036 1.038 1.039 1.041 1.043 1.045 1.046 1.048 1.050 1.052 1.054 1.056 1.057 1.059 1.061 1.063 1.065 1.067 1.069

o.041 o.046 0.050 o.055 o.060 0.064 0.069 0.073 o.078 o.082 0.087 0.092 0.096 o.10'r o.105 o-tlo o.115 0.119 o-124 o-'t28 o.133 o.138 at42 o.147 0.151 0.156 o-160 o.165 4.170 o.174 o.179 o.183 o.188 o.193

1.O24 1.027 1.O29 1.A32 1.035 1.038 1.(xl 1.OM 1.M7 1,.050 1.053 't.056

1-034 1.038 0.025 1.442 o.427 f.021i 0.030 1 . 0 5 0 0.032 1.054 0.034 1.058 0.037 1 . 0 6 3 0.03s 1.067 o-o41 1 . 0 7 1 o.tx4 1.O75 0.046 1.080 1.059 0.048 1.084 't.062 0.050 1.089 1.065 0.053 1.093 1.068 o.055 1.098 1.O72 0.057 1laz 1.107 1.075 U.UW 1.078 0.062 1 . 1 1 2 1 1.082 0.064 1 . 1 6 1.085 0.066 1 . 1 2 ' l '1.088 0.06s 1.126 1.O92 0.071 1 . 1 3 1 1.095 0.073 1 . 1 3 6 1.099 0.076 1 . 1 4 1 1.142 0.078 1 . 1 4 6 1.106 0.080 1 . 1 5 1 1 . 1 0 o.084 1.t56 1 1 . 1 3 0.085 1 . 1 6 1 1 . 1 1 7 0.087 1 . 1 6 7 1_121 0-089 1-172 '|.j24 0.092 1 . 1 7 8 1-128 0.(x,4 1 . 1 8 3 1.132 o.096 1 . 1 8 9

o.o21 0.023

o.016 0.018 0-020 a.02 o.o24 0.026 a.027 0.029 0.031 o.033 0.035 0.037 o038 0.040 a.M2 0"044 0.046 0.048 0.050 0.051 0-053 0.05s 0.057 0.059 0.061 0.062 o.064 0.066 0.068 0.070
v-vt z

1.036 1.040 1.044 1.049 r.053 1.057 1.462 't.066 1.070 {.075 1.080 1.084 1.089 't.094 't.098 1.t03 1.108 1.1 3 1.118 1.123 1.128 1,.lfr) 1.138 1.143 1-'t49 1-'!il 1-160 1.165 1.170 't.176

0.073 0.075 o.o77

0.012 0.014 0.015 0.016 0.018 0.019 0.021 o.022 0.023 0:025 o.026 0.027 0.029 0.030 0.032 o.oixl: 0.034 0.036 0.037 0.039 0_040 0.041 0.043 0.044 0.045 0.047 0.M8 0.050 0.051 0.052 1-182 0.054 1.187 U.UD3 1-193 U.UJO 1.199 0.058

1.034 1.M2 1.047 1.051 1.056 1.060 1.065 1.069 1.O74 1.079 1.084 1.089 1.093 1.098 1.103 1.108 1.114 1.119 1.124 1.129 1.135 1.140 1.145 1. 1 5 1 1,156 't.162 1.168 1.1?3 1.179 1.185 1.191 1.197 1.203 1:209

0.008 0.009 0.010 0.011 o.o12 0.013 0.014 0.015 0.015 0-016 o-o17 0.018 0.019 n ntn o.421 o.422. 0.023 o-o24 0.025 0.026 o.o27 0-028 0-028 0.029 0.030 0.031 0.032 0.0:13 0-034 0.035
u-us n nq7

1.O3S 1.044 1.049 t-053 1.058 1.063 1.068 1.073 1.078 1.083 1.088 1.093 1.098 1.103 1.108 1.-114 1.119 1.124 1.130 1.135 '1.141 1-147 1.152 1.158 1.164 1.170 1.176 1-IV 1.188 1.194 1.200 1.207 1.213 1.215

o.oo4 0.005 o.005 o"005 0.006 0.006 0.007 0.007 0.008 o.008 0.009 0.009 0.010 0.010 0.011 0.011 0.011 0.012 0.012
n nt?

r.041 't.046 1.051 1.056 1. 0 6 1 1.066 1.O7'l 1.076 1.081 1.086 1.O92 1.097 1.102 1.108 1.113 1.119 1.124 1.130 1.136 1.',t41 1-147 1.153 1.159 1.165 1.171 1.177 "tla4 1.190 1.196 1.203 1.209 1.216 1.222

0.038 0.039

0.013 0o14 0.014 0.015 0.015 0.016 0-016 0.017 0.017 0.017 0.018 0.018 0.019 0.o19 t.2s

pl = 0,85 - 0,008 (fc' - 3O)= Pmin =

0.85 o.0035 p m a x = o.0't63 d'la s 0.392

a = (Ast-As )-firl(0.85*fc*b)

Catatan : Momen nominal tul. Ganda, Mn = Kvd MrU batasan tulanganpmin 3 p act < p max Satuan : b [mm]; d [mml; Ast [mm2]

Lampiran 8.2 Tabel FaktorPengaliMomenTulanganTunggal,Kvd untuk mendapatkan Momen TulanganGanda

6^ty -

25 MPa 400 MPa

=l-r =ns'/As
AsU(b.d) No a/d

25o/o

500/o

75o/o

ffio/o

OC-/o

90o/o

95o/o

kvd

ald

kvd

ald

kvd

ald

kvd

a !

ald

kvd

ald

kvd

dd

kvd

I
1.03l t 1.037| 1.(}41I 1.046i 1.0s0|

1 2
J

4
b o

7 8
o

10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 2A 21 2. 23 24 25 26 27 2a 29 30 31 32 3g

u.

0:O49 0.057 0.064 0.071: u-t t 3J 0.078 0.0061 0.085 0.@66 0.093 0.0071 0.100 0.0076 0.107 0.0081 0.114 0.0086 o.121 0.0091 0.129 0.0096 0.136 0.0101 0.143 0-0106 0.150 0.0112 0.157 0.0117 0.165 0.o122 o.172 0.0127 0.179 0.0132 0.186 0.0137 0.193 a.o142 0.2)1 0.0147 0.208 0.0152 0.215 :0.0157 4.222 0.0163 0.229 0.0168 a.237 0:O173 a.244 0.0178 a-251 0.0183 0.258 0.0188 0.265 0.0193 o.273 0.0198 0.280 0.0203 a.287

0.0035 0.0040 0.0{x5 0.0050

1.O{9 1.O22 0.0ll:} 1.025 .a& 0.047 1.028 .016 0.052 1.030 .018 0.057 1.033 .019 0.062 1.036 .021 0.067 1.039 .o22 0.071 1.043 .024 o.076 1,.046, .026 0.081 1.049 .o27 0.086 1.052 .029 0-091 1.055 .031 0.095 1.058 .432 0-100 1.062 .o34 0-lo5 1.065 o36 0 . 1 1 0 1.068 .038 0.1't 5 1.O72 .039 0-l19 1.075 .041 4.124 I n70 .043 o.129 1.082 .045 o.134 1,.086 .447 0.139 1.089 .M9 0.143 1.093 .051 o.148 1.096 nqt 0.153 1.100 .054 0.158 1.104 .056 o-163 f.t0& .058 o.167 1 . 1 1 1 .060 0.172 1 . 1 1 5 .062 o-177 1 . 1 1 9 .055 0.182 1.123 .067 0.187 1.127 .069 1.131 o-t9t
.011 .013

.oto

0.0tr1 0.038

o.016 0.019 0-021 o.024 0.026 0.028 0.031 0.033 0.036 o.038 0.040 0.043 0.045 0.048 0.050 o.052 0.055 0.057 0.060 0.062 0.064 o.067 0-069 o.o72 0.074 0.076 0.079 o.o8f 0.084 0.086 0_088 0.091 0.093 o.096

1.030 1.034 1.039 1.044 r.039 1.(X8 1-043 1.053 1.048 1-052 1.oss o.o1e 1.058 i 1.059i 0.020 1.063 1.056 1.064t 0.021 1.067 1.061 r.065 1.069 | 0.023 1.472 1.073i 0.024 1.O77 1.070 1.078i 0.026 1.082 1.O74 't.079 1-os3 | 0.027 1.087 1.0s8| o.o2e 1.092 1.083 1.093 | 0.030 1.(x)8 1.088 f.oe8 I 0.031 1.103 1.0s] 1.097 1.103| 0.033 1 . 1 0 8 1-108I 0.034 'i..114 1.102 1.113i 0-036 1 . 1 1 9 1.107 1.118t 0.037 1.124 1.112 1.117 1.124| 0.039 1 . 1 3 0 1.12S! 0.040 1.135 732. 1.127 11?/. I a.042 1.141 1.140| O.()43 1.147 1.132 U.UJ' 1 . 1 3 7 0.059 1-14si 0.044 1.153 1 . 1 4 3 0.061 1.151' 0.(X6 1 . 1 5 8 1-164 1 . 1 4 4 0.063 1.1fi lt a.u7 1.162| O:049 1-170 1.153 G(F5 1 . 1 5 9 0.067 1.168 0.050 1.176 | 1.1U 0.069 1.174, 0.052 1 j 8 2 1.17e, O-os3 1.189 1 . 1 7 0 0.071 1 . 1 7 6 0.073 1.1s5| 0.05s 1.'t95 1 . 1 8 1 0.075 1.191t 0.056 1.201 t.?87 0.077 1.197| 0.057 1.208
1.O27 1.031 1.O35

0-013 0.0't5 0.017 o"019 0.021 0.023 0-025 o.o27 0.029 0.030 0.032 0-034 0.036 0.038 0-(xo 0-0.12 0.044 0.045 0"(X8 0.050 0.052 0.053 0.055

1.028 i O:O1O

0.011 0.013 0.014 0.016 0.017

o-007 0.008 0.009 0"009 0.010 0.011 0.012 0.013 0.014 0315 0.016 0.017 0.018 0.019 0-020 o-o2t

1.03t 1.036 1.041 1.M6 1.051 1.056 1.061 1.056 't.a71

a.an
0.023 o.ovl 0.025 0.026 o-427 0.028 0.029 0.030 0.03'l 0.032 o.033 0-033 0.034
U.UJD

0.036 0.037 o.o38

r.033 1.038 1.043 1.048 1.053 1.058 1.063 1.068 1.O74 1-076 1.079 1.085 1.081 1.090 1.086 1.096 1.A92 't.097 n n l n 1.101 1ia2 0.010 1 . 1 4 7 1-108 o-010 { . 1 1 3 1 . 1 1 3 0.011 1 . 1 1 8 1.1 9 1 0.011 1 . 1 2 4 1 . 1 2 5 0.0't2 1 . 1 3 0 1 . 1 3 0 0-012 1 . 1 3 6 ' t . 1 3 6 0.013 1 . 1 4 2 o.013 1 . 1 4 8 1,142 1.154 1 . 1 4 8 0.0f4 1 . 1 5 4 0.014 1 . 1 6 1 1 . 1 6 0 0.015 1 . 1 6 7 1 . 1 6 6 0.015 1 . 1 7 3 1 . 1 7 2 o.o16 1 . 1 8 0 1l7A o.016 1.186 ' t . 1 8 5 0.017 1 . 1 9 3 1 . 1 9 1 0.017 1.200 1 . 1 9 8 0.018 1.206 't.213 't.2u 1.211 1214

0_003 0.004 0.0@ 0.005 0.005 0.006 0.006 0.007 0.007 0.008 0.008 0.009 0.009

0.018 0-019 1.224 o.019 1.27

B 1= 0,85 - 0,008 (fc' - 30) =

Pmin = pmax = d'la s a = (Ast-As')-fol(0.851c-b )

0.85 0.0035 0.0203 0.392

Catatan : Momen nominal tul. Ganda, Mn = Kvd Mr! batasan tulanganpmin g p act < p max Satuan : b [mmi; d [mm]; Ast [mm2]

Lamparan Tabel FaktorPengaliMomenTulanganTunggal,Kvd 8.3 lniuk mendapatkan Momen TulanganGanda

3O MPa
'y -

400 MPa

=l-r = As'/As
AsU(b'd) No
ald

rcvu !

aH

kvd

ald

kvd

ald

kvd

ald

kvd

ald

kvd

ald

kvd

1 2 3 4
J o

0.eKBs 0:041
0.0041 0.0048 0.0054 0.0060 0.0067 0.0073 0.0079 0.0085 0.0092 0.0098 0.0104 0.01 11 0.0117 0.0123 0.0i30 0.0136 o.0142 0.O1.|8 0.0155 0.0161 0.016? 0.4174 0.0180 0.0186
n nloa 0.0199 0.0205 4.4211 0.0218 0.0224 n nr?6 0.0237

7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 ,n 21 2 23 24 25 26 27 28 & 30 31
at 33 34

o.o24s

1.008 i 0-027 1.016 1.olo , 0.032 1 . 0 1 9 1.011, 0.037 1.421 1.013I 0.042 1.424 1.014i 0.047 1.O27 1.016, 0.0s2 1.030 1-018I 0.057 1.034 1.019i 0.062 1 . 0 3 7 1.021t o.06z 1.040 1.023| 0.072 1-043 1.024| O.O77 1.(X6 1.026i 0.082 1.049 1.02S, 0.0S7 1.053 1.02e; o.oe2 1 . 0 5 6 1.031t 0.097 1.059 r.mc ! 0.102 1.063 1.035| 0.107 1-056 1 . 0 3 6 , 0 . 1 1 1 1.069 1.ms , 0.i16 1.073 1.o4aI a.121 1.076 1.U2 , A126 1.080 r.044 | 0.131 1.0&t 1.046i 0.136 1.087 1.048| 0.141 1 . 0 9 1 1.050I 0.146 1.095 1.052i 0.151 1.099 o.2u 1.0s4t 0.1s6 1 j 0 2 o.241 {.056 I 0"161 1.106 o.249 1.058I 0.166 1 . 1 1 0 0.256 1.060i 0.171 1 . 1 1 4 0.264 1.062, 0.176 1 . 1 8 1 o.27',| 1.0il | 0.181 1 . 1 2 2 o.278 1.066, 0.186 1 . 1 2 6 o.286 1.068| o.1sr 1,-13{} 0.(X9 0.056 o.063 0.071 0.078 0-086 0.093 0.100 o.108 0.115 o.'t23 0.130 0.138 0.145 o.152 0.160 0.167 0.175 0-182 0.189 0.197 a.2a4 o.212 0.219 o.226
0.85 0.0035 o.0244 0.392

o.014 0.0'16 0.019 o.021 o"024 0.026 0.029 0.031 0.033 o.036 0.038 0.M1 0.043 0.tx6 0.M8 0-051, 0.053 0.055 0-058 0.061 0.063 o.066 0.068 0.071 0.073 0.075 0.078 o.080 0.083 0.085 0.088 n non 0.093 o.095

1-02, 0.011 't.026 0.013 1.031 0.015 1.035 0.o17 't,039 0.019 1.&li} 0.021 't-048 0.023 1.052 0.025 1.057 o.o27 1.061 0:029 1.066 0.031 1.070 0.033 1.075 0.035 1.080 n n17 1.085 o.o39 r.089 0.041 1.0S4. 0.043 1.099 0.045 1.104 0.047 1 . 1 0 9 0.049 1 . 1 1 4 o.051 1.119 0.052 1.125 0-054 1.130 U.UJO 1 . 1 3 5 0-058 1.141 0.060 1.146 o.062 t.tm o.064 1.157 0-066 1 . 1 6 3 0.068 1.168 0.070 1.174 0.o72 't.180 0-074 t-186 o.076.

.o24 .028 ,032 .o37 .041 .046 .051 .055 .060 .065 .0ti9 .o74 .o79 .084 .089 .0s4 .fftg .105 . 11 0 . 11 5 .121 .t26 .132 .137 .143 .148 .154 .16{} .166 .172 r178 .1U .190 .196

0.008 0.010 0.011 0.013 0.014 0.016 0.017 0.019 0.020 0.022 o.023 0.025 0.026 0.028 0.029 0:030' 0.032 0.o:xl 0.035 0.036 0.038 O:O39 0.041 o.M2 0-044 0.045 0.047 0,04& n n4n 0.051 0-053 0.054 0.056 0.o57

1.o25 1.O29 1.034 1.03S 1.043 1.048 1.053 1.058 1.063 r.068 1.O73 1.078 1.083 1.089 1.094 1.0s9 1.105 1.110 1.116 1.121 1.127 1.133 1.138 1.144 1.150 1.156 1.162 1_f68 1.174: 1.181 1.187 1.193

o,005 0.006 0.007 0"008 0.009 0.010 0.011 o.o12 0.013 o.o14 0.015 0.016 0.017 0.018 0.019 o.020 0.021 o.o22 0.023 o.424 0.025 0-026 a-o27 0.028 0.029 0.030 o.031 ol}32 0-033 0.034 0.035 0.036 r.2aa 0.037 r.20v o.o38

0_o03 0.003 o.004 o.004 0_005 0.005 0.006 0.006 o.007 oo07 o.008 0.008 0.009 0.009 o.010 t).01o 0.011 0.011 o"ot2 0.012 1 . 1 3 3 o.013 1.139 o.013 1 . 1 4 5 o.014 1 . 1 5 1 0.014 1 . 1 5 7 0.015 1 . ' t 6 3 0.0't5 1 . 1 7 4 0.016
1.426 1.031 1-036 1.041 1-046 1.051 1.056 1.061 1.066 1-A71 1.O77 1.082 1.087 1.093 1.094 1-104 1.110 1 1.1 5 1.121 't.127 7-176 1.183 1.189 't.196 1.203 1.2W 1.216

o.ox6

o.417 0.017 o.018 o.018 o-019 o-019

1.O27 1.O32 1.037 1.M2 1.048 1.053 1.058 1.oil 1.069 1.074 1.080 1.086 1.091 1.097 1.103 1.109 1.114 1.12A 1.126 1.133 1.139 1.145 1.151 1.158 1.164 1.171 1.177 1.184 1.191 1.198 1.205 1.212 1.219 1.26

B1 = 0,85 - 0,008 (fc' - 30) = Pmin = pmax: d'la s a = (Ast-As')'fv/(0.85'fc*h)

Catatan : Mom6n nominal tul. Ganda,Mn = Kvd Mr! batasan tulanganpmins p act < p max Satuan : b [mml; d [mm]; Ast [mm2]

Lampiran B.4 Tabel FaktorPengaliMomenTulanganTunggal,Kvd Momen TulanganGanda untuk mendapatkan

fc = fv =

35 MPa 400 MPa r = As'/As =, 5A% kvd a/d k"d aH

ZJ-lo

l3-/o

a Asu(b"d) a/d i
No

kvd

ald

kvd

ald

tvd

aH

kvd

ald

kvd

,
1.019 1.023 1.427 1.031 1.035 1.039 1.044 1.048 1.O52 '1.056 1.061 1.065 1.070 1.A74 1.079 1.043 1.088

I 2 3 4
c o

0.0035 i o.oo42 | 0-0049 | 0.0057 ! 0.0064 , 0.0071 |

o.o35 0.043 0.0s0 0.0s7 o.oil o.ozz

1.007 1.008 1.010 1.01,1 1.013 't.014 1.016

I I 10 11
tz

o.oo7sI o.o7e ,
0.0107 | 0 . 0 1 1 4i 0.0121 | o.o12e | 0.0136 r 0.0143 ! 0.0150 | 0.01s7 I 0.0165 , o.a172 | 0.108 0.11s O,|ZZ 0.130 0.137 0.144 0.151 0.1s9 0.166 O.fl3

0.0085 0.086 1.017 o.oo$ | o.oe3 1.019 o.o1oo| 0.10{ 1.020

13 14 15 16 't7 18 19 20 21

n
1J

24 25 26 27 2A 29 30 31 32 3i:l 34

1.422 1.O24 1.025 1.027 1.029 1.03t} 1.O32 1.034 1"035 1.037 o.o17e o.lsl 1.03S I 0.0186 | 0.18$- 1.041 0.01s3 i 0.195 1.M2 o-o2olI o.zoz 1.O44 o.o2os 0.210 1-(M6 | 4.0215 t 0.217 1.048 1.050 o.a222 l, 0.224 A;O229 | O-231 1.O52 a.0237 | a.ns 1.054 o.o244 Z 0.246 1.056 0.0251 | O.2SS 1-058 o.o25s | 0.260 1.060 0.0265 | 0.268 1.062 o.ozn l, o.zls 1.064 p1 = 0,85 - 0,008 (fc' - 30) =

o.o24 0.028 0.033 o.038 0.043 0.048 0-053 0.057 0.062 0-067 a.o72 o.o77 0.082 0.086 0.091 o"096 0.101 0.106 0-111 0.115 0.120 a-125 0.130 0.135 0.140 0.145 0.149 4.1* 0.15S 0.164 o.169 o-174 0.178 o.189

1.013 0.012 i 1.016 0.014 t


1 . 0 1 90 . 0 1 7 ' 1.022| 0.01s 1.024| 0.021 1.a27| 0.024 1.030 i 0.026 1.033i 0.029 1.m6 t 0.031 1.039 t 0.034 1.042 | 0.036 1.045i 0.038 t 1.0,18 0.041 1.052| 0.043 1.055t 0.046 1.061| 1.06sI 1.068 i 1.071t 1.07s| 1.078 ' 1.081t 1.0s5|

1.oss o.o4s !
0.050 0.053 0.055 0.058 0.060 0-063 0.065 0.067

1.otr!
,1.098 1j02 1.107 1.112 1.117 1.122 1.127 1.132 1-'t38 1.143 1.148 1.154 1.159 1.165 1-170 1.176

1.08s o.o7o I '1.092:,o.o72 1.0s6 o.o7s t 1..099 O.or| I


1.103 I 1.107 i 1.111 , 1.115 | 1.118 | 0-080 0.082 0-0S4 0.087 0.089

0,0(X) 0.01 1 0.013 0"015 0.417 0.019 0-021 0.023 0.025 o.o27 0.029 0.031 0.033 0.035 0.037 0.03& o-040 0.042 0.044 0.046 0.048 o.050 0.052 0.054 0.056 0.058 0-060 0-062 0.064

1fi2 | o-wz ,

1-O20 1.O24 1.028 1.O33 1.037 1_M2 1.0216 1.050 1.055 1.060 1.O& 1.069 1-O74 1.078 1.0&l 1.088 1.093 1.098 1.103 1.108 1.113 1..119 1.124 1.129 1.135 1.140 1.146 1.151 1.157 U.UOO 1.163 0"067 1.168 0.069 1 . 1 7 4 0.071 1 - 1 8 0 0:O73 1.186

o-007 0.009 0.010 o.o11 0.013 0.014 0.o16 0.017 0.o19 o.020

r.021 i 0,005 1.o22 1.025t 0.006 1.O27 1.030| 0.007 1.031 1.03s I 0.008 1.036 1.039i o.oo9 1.(X1 1.044t o.o1o 1.046 1.04sI 0.011 1:051 1.053 i 0.011 1.056 1.0s8| 0.012 1.061 r.063 ' 0"013 1.066 o.on 1.068| 0.014 1.071 0.023 1.073i 0.015 1.075 o-o24 1.078| 0.016 1.081 0.026 1.083i 0.017 1.087 a.o27 1.088, 0.018 1.092 0,029 1.0e3t o.ole 1.09r 0.030 1.098 | 0-020 1.103 0.032 1 . 1 0 3 0 . 0 2 1 1 . 1 0 8 ! 0-033 1.10s, o.o22 1 . 1 1 4 0.035 1.114| o.ozs 1 j 2 0 0.036 1fi9 | 4.024 1 j 2 5 0.038, 1.125 ,. O-O25 1.131 0.039 1.130! 0.026 1.137 0.040 1.136| 0.027 1.12l:i 0.042 1.142i o.o28 1 . 1 4 9 0.043 't.148i 0.029 1 . 1 5 5 o.o45 r.153 o.o3o 1 . 1 6 1 t 0:046 1.15et 0-031 1.167 0.048 1.16s| 0.032 1.173 0.049 1 . 1 7 1 0 . 0 3 3 1 . 1 8 0 i 0-051 1.177, 0.034 1 . 1 8 6 0.052 1.1s3| 0.03s 1 . 1 9 2 0.054 1.190' 0.036 1 . 1 9 9 0.055 1.196| OO37 1.206

t-602 0.003 0.003 o.oo4 0.004 0.005 0.005 0.006 0.006 o.00u 0-007 0.008 0.008 0.009 0.009 0.oto o.olo 0.011 0.011
i r|'tt

1.o23 1.O28 1.033 1.038 1.043 1.048 1.053 1.058 1.064 1.069 1.074 1.080 1.085 1.091 1.096 1.102 1.108 1 1.1 3 1 1.1 9 't.'t25 1.131 1.1i37 1.143 1.149 t.'156 1.162 1.168 1.175 1.18',1 1.188 1.195 1.201 1.208 1.215

o.412 0.013 0.013 0-013 0.014 0.014 0.015 c.015 0.016 0.016 0.017 0.017 0.018 0.018

0.8't P min = 0'0035 p mar = O.O271 0.409 d'la E a = (Ast-As')"fo/(0.85.fc-b)

Catatan : Momen nominal tul. Ganda, Mn = Kvd Mrt batasan tulanganprnin3 p act < p max Satuan : b [mml; d [mm]; Ast [mm2]

Lampiran 8.5 Tabel FaktorPengaliMomenTulanganlunggal, Kvd MomenTulangan Ganda untukmendapatkan

4O MPa
ty -

400 MPa r = ns'tAs =|AsU(b-d) a/d

ZJ-/o

50o/o

I J'/o

6U-/o

850/0

90lo kvd a/d kvd


ald

95o/o

kvd

ald

kvd

a/d

r<uOI a/d

No
1

k"d i ,

atd

kvd

2 3 4
J o

8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 7J 24 25
zd

27 2& n 30 31 32 3B
s

0.0035 0.0043 0.0051 0.0059 0.0067 0.0075 0.0082 0.0090 o.o0s8 0.0r06 0.0114 0.o122 0.0130 0.0138 o-0146 o.ot54 0.0161 0.0169 4.o177 0.0185 0.0193 0.0201 0.0209 o.0217 0.0225 0.0233 0.0240 0.0248 0.0256 0.0264 o.0272 0.0280 0.0288 0.0296

o-03{
0.038 0.045 0.052 0.059 0.066 0.073 0.080 0.087 0.094 0.101 0.108 15 0.1 o.122 0.128 0.135 o.142 0.149 0.156 0.163 0.170 o-rTl 0-184 0.191 0.198 0.205 a-212 0.219 o.226 o.233 o.24A o.247 o.2g 0.261

.006 .007 .009 .010 .011 .013 _014 .016 .o17 .018 .420 .o21 .023 .o24 .026 .o27 .029 .031 .032 .034 .035 .037
n1'o

o.o21
0.025 0.030 0.035 0-039 0.044 0.048 0.053 0.058 0,062
U.Ub/

.040

.u2

.o44 -(X6 .M7 .u9 .051 .053 .055 .056 -058

o.o72 0.076 0.081 0.086 0:O9O 0-095 0.100 0.104 0.109 0.114 0.118 4123 o.127 0.132 0.137 0.141 o"146 0.151 0.155 0.160 0.165 0.169 ol74

o.010 0.013 0.015 .01s 0.017 .022 0.020 .025 4.o22 .027 o.o24 .030 0.427 .03 0.029 "036 0.031 .039 0.034 .041 0.036 .044 0.038 .o47 0.041 .050 0.043 .053 0:045 .u3t) 0.(M7 .059 0.050 .062 0.052 .065 0.054 .069 0.057 _o7z o05s .075 0.061 .078 0.0&1 .082 0.066 .085 0.068 ,088 o.071 .092 0_073 .095 0.075 .0s9 0.078 .102 0,080 . 1 0 6 0.082 .109 o.085 .113 o_087
.011 .014 .017

1.016 0.008 1.017 t 0-006 i 1.020 o.o1o 1.021t o.oo8 t


1.024 , 1.028 | 1.032 , 1.036 | 1.044 i

1.040 |

1.04st 1.052 0,025 1.055 | O.01e I 1.0s6 0.027 1.05e| 0.020 I 't.ou
1.050i 1.064| 1.068I 1.073, 1.ozr ! 1.082| 1.086! 1.0e0 ! 1.oes ! 1.100| tjM I 1.109, 1.114 | 1.118I 1.123i 1j?6 t 1.133J 1.138| 1.143i 1.148| 1.is3 I 1.158' 1-164| 0.029 0.031 0.032 0.034 0,036 0.038 0.040 0.042 0.044 0.04s 0.047 o.()4g 0.0s1 o.oss 0.055 o.os7 0:058 0.060 0.062 0.064 0.066 0.068 0.070 , 1.06S| 'l 1.O7g 1.077,. 1.ffi2 | 1.086| 1.091, 1.096| 1.101, 1.105| 1.r10 ! 1.115| 1.120| r.125 | 1.130' 1.136| l-141 | 1.146| 1.151i 1.157| 1.162| 1.16ar 1.fi3 |

1.018 1.O22 O.O12 1.O2s| 0.009 1.O27 r.02s | 0-010 1.031 0.0f4 0 . 0 1 6 1.0u , 0.012 1.035 0 . 0 1 8 1.m8 , 0.013 1.040 o.o1s 1.M2 I 0.015 1.044 O.Oz',l 1.046 0.016 1.049 i 0.023 1.050t 0.017 1.053 't.o58

o.004
U.UU3

0.022 0.023 0.A24 0.026 o.o27 0.028 0.030 0.031 0.033 0.034 0.03s 0.037 0.038 o.o4o 0.M1 0'042 0.04,1 o.(Ms 0.047 0.048 o.o4e 0.051 o.o52

1.062 1.067 1.O72 1.O77 1.081 r.086 1.091 1.096 1.101 1.106 1.111 L.1 6 1 1.122 1.127 1.132 't.138

1.0{9 1.424 o.006 1.028 0.007 1.033 0.008 1.037 0.009 1.042 0.010 1.047 0.011 1 . 0 5 1 o.o12 1.056 o.or2 r.061 0-013 1 . 0 6 6 0.014 '1.o71 1.075 1.080 1,086 1.091 1.096 1.101 1.106 1.112 1.1't7 1-t2Z 1.124 1.13:l 1.139 1.145 1.150 1.156 1.162 1.168 1.174 1.180 1.186 1.1*.

0.002
U.UUJ

0.015 0.016 o.017 o.ota 0.019 0.020 o.o21 o.o22 0.023 o.o24 0.025 0.025 0.026 0.027 1 . 1 4 3 o-028 1.149 0-029 1 . 1 5 4 o-030 1 . 1 6 0 0.031
1.165 1.171 1.177 1-183
U.U#

0.033 0.034 o.o35

0.003 o.003 o.004 0.004 0.005 0.005 0.006 0.006 0.007 0.007 0.008 0.008 o.009 s.009 arnno 0.010 0.010 0.011 0.011 4fi12 n nat 0.013 0.013 0-014 0.o14 o.ot5 0.o15 0.016 0.016 0.015 o.017 o.0f7

1.O20 1.025 1.029 1.034 1.039 1.444 1.049 1.054 1.059 1.0& 1.069 1.074 1.079 1.084 1.090 1.0s5 1.100 1.106 1.111 1.117 1.123 1.128 1.134 1.140 1.146 1.152 1.'t58 1.164 1.170 1.176 1.182 1.189 1.195 1.20',|

p1 : 0,85- 0,008 (fc' - 30) = Pmin =

o.77 0.0035 P m a x = 0.0295 d'la s aA28

Catatan : Momennominaltul. Ganda,Mn = Kvd Mq batasanlulanganpmin s p act < p max S a t u a n : b [ m m l ; d [ m m ] ;A s t [ m m 2 ]

a = (Ast-As' )*to/(O-8s"fc*b)

Kvd Tunggal, Lampiran8.6 TabelFaktorPengali MomenTulangan untukmendapatkan MomenTulangan Ganda

fc = fy =

45 MPa 4oo MPa = r = As'/As Asu(b"d)i


I

a/d

kvd

a/d

No 1'
J

,
f.005 0.018 1.006 0.023 1.008 o.o27 1.009 o,032 1 . 0 1 0 0.036 1 . 0 1 1 0.Ml 1 . O 1 3 0.045 ' t . 0 1 4 0.049

r<vo I aH 1.010 0.009 i 1.012 o.o1 1 t

kvd

a/d

r<vd I ,

ald

kvd

ald

kvd

ald

kvd

0.0035 i 0.027 o.oo44 t 0.034


0.0052 | 0.041

0.006r t 0.047
c o

1 - O 1 4 0.007 1 . 0 1 8 0.009 1.015| 0-014 1.O21 0.011

1.015i 0.005 1.023 | 1.027 ' 1.031t 1.OU | l.ms I 1.042i 1.046; r.05.1| 1-oss| 1.059i 1.0ffi t 1.067| 1-071| 1.076 ! 1.0s0 | 1.085, 1.08e, 1.0e3t 1-098, r-103 ! 1.107, 1.112 | 1.117| 1.121' 1.126t 1'.f31 I 1.136| 1fl1 t 1.146, 1.1il | 1-156r

1.01e o.oo7 t
0.008 0.009 0.011 0.012 0.013 0.015 0.016 0.017 0.019 0.020 0.021 0.023 0-024 o.o2s, 0.027 0.028 0.02e 0.031 0.032 0.03:} 0.035 0.036 o.os7 0.039 o.o4o 0.0,{1 0.043 0.044 0.(X5 0.047 0-048

7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 't7 18 19 N 21 22

0.0069 , 0.0078 , 0.0086 i 0.0095 i 0.0103 | 0.or12 I 0.0120 ! 0.0129 t 0.0137 , 0.0146 | 0.0154 t

t3 24 25

^^ rD

1.015 1-017 1.018 1.019 1.021 1.422 1.424 o.o1m! o.r2z 1.025 0.0171 | O.ly 1.426 0.0180 ! 0.141 1.028 0 . 0 1 8 8 , 0 . 1 4 7 1.029 o.o1e7 t 0.154 1.03'l o.o20s | 0.161 1 . 0 3 2 0.0214 2 0,167 1.034 I nlc o.a222 | a.fi4 0.0231 | O.rAt 1 . 0 3 7 0.023e 0.187 't.038

0.054 0.061 0.067 0.074 o.osr 0.0e7 0.094 0.101 0.107 0.114 0.121

27 2& n 30 31 32 33 34

| 0.0248 ' o.o2s6 | 0:0265 | o.o273 | o.o282 i a.ozso , o.o2ee i 0.0307 , 0.m16 I

0.194 0,201 0:207 a.214 0.221 0:227 0.234 0.241 o.z4z

0.054 0o58 0.063 0.067 4.o72 0.076 0.081 0:085 0.089 0.094 0.098 0.103 0.107 o,tr12 0.116 o.121 0.125 1.040 o-129 1.442 0.'t34 1,.043 0,138 1.M5 0.143 1-046 o.'t47 1.ft8 0.152 1.050 0.156 1 . 0 5 1 0.161 1.053 0.165. 0.73 0.0035 0.0314 0.449

1-017 0.016 r.025 | 1 . 0 2 0 , 0 . 0 1 8 1.O29 1.022| 0.020 1 . 0 3 2 1.025| 0.022 1.03 1.027i 0.025 1.040 l.mo ! 0.027 1.O44 1.033 1 O-02S 1.048 1.035i 0.031 1 . 0 5 1 1.038i 0.034 1 . 0 5 5 1.041| 0.036 1.059 1.0 I 0.038 1 . 0 6 3 1.046| 0.040 1-057 1.a4sI o.a42 1-471 1.052| o.(Ms 1.076 1.0s4I 0.047 1.080 1.057i 0.049 1.084 1.060t 0.051 1.088 1.063| 0.054 1.092 1-066| 0.056 1.O97 1.06St o.oss 1 . 1 0 1 1.072| 0.060 ' t . 1 0 5 1.075i 0.062 1 . 1 0 1 1.078' 0.065 1 . 1 1 4 1.081t 0.067 1 . 1 9 1 f.084 | 0.069 7.123 1.088| 0.071 1.128 1.091i 0.074 ' t .t 3 3 1.094| 0.076 1.137 1.0e7| o.o7s 1 . 1 4 2 1.101| 0.080 1-147 1.104| o.o82 1:..L52

0.013 0.014 0.016 0.018 0.020 o.o22 0,023: 0.025 o.o27 0.029 0.030 0.032 0.034 0.036 0.038 0.039 0.041 0.043 0.045, 0.046 0.048 0.050 0.052 0.054 0-055 0.057 0.059 0.061 0.062 0.064 0.066

1.016 1.420 1.O24 r.028 1.032 1.036 1.041 't.o45

o.m4

0.005 0.005 0.006 0"007 0.008 0.009 0.010 1.049 o.011 1.053 o.412 1.058 0.013 't.062 0.013 1.067 0.014 1 . O 7 1 0.01s 't.076 o.016
1_080 1.085 1.089 1.094 1.099 1 la4 1,104 1.113 1.118 1.123 1.128 1.133 1.f39 1.144 1.149 1.154 1.'t60 1.165
l.1f I

1.O17 1.421 1.025 1.030 1.034 1.038 1.043 1.M7 1.452 1.056 1.061 1.065 1.070 1.075 1,080 o.or7 1-084 0.018 1.089 0.019 1.094 0.020 1.099 o.o2'l ' t . 1 0 4

a.ao2
0.002 0.003 0.003 0.004 0.004 0.004 0.005 0.005 o.006 0.006 0.007 0.007 0.@8 0-008 0.008 0.009 0.009 0.010 0.010 0.o11

1.018 1.O22 1.027 1.031 1.036 1.040 't.045 1.050 1.054 1.059 1.064 1.069 1.074 1.079 1.084 1.089 1.094 1.099 1.104 1.109 1.115 1.120 1.125 1.13'l 1.136 1.142 't.148 1.153 1.'t59 1.165 1.171 1.177 1.183 1.189

o.o21 o.o22 0.023 o.o24 0.025 0.026 o_o27 o.028 0.029 0.029
U.UJU n n2{

p 1: 0,65 - o,ooE (tc- - 30) =


Pmln = pmax = d'/a s a : (Ast-As')"fu/(0.85-fc"b)

r.161 o.o4s t I

0.032 0-0trI

1-109 1.'!i4 1.119 1.',t25 1.130 1. 1 3 5 1.141 1.146 1.151 1.157 1.163 1.168 't.174 1.r80

o.or1 o.o12
o.o12 o.o12 0.0t3 o-o13 o.o14 0.014 0.015 0.015 0.016 o.016 o.016

Catatan : Momennominaltul. Ganda,Mn = Kvd Mr! batasantulanganpmin s p act < p max Satuan : b [mm]; d [mm]; Ast [mm2l

c (\t G
Q) -)

_v

o o O q
t\

c l

o) o t (l) c0
:l

o o

o o dt
l

-:z
I

a o d

(5

o -

c) u o n i6
:l

(s

o o o q
<f,

6l

85 o2

crj +

'6
(E

o o c\i

.q,
(!

E
g

z E
o Y 'cn
g

o o q

ct o

E
.g
crl

o d
-g

o o (f o o

o (s -o
1 .Y l c

o o
O l-

(')
o
/ft

E o

o o

o co
:J L a

o o o n

iu
f,

([t

'6

.a (u E

(D

z E
o Y '6
! N

o)

'=
o) .q
E i:

o
N

CJ .=
J

pryud0

o -o
lz

ot -l

I
\

io

I
o

:- l'.
'ci
tl

ri --l ":
7

i- I

=
il

E o dl

'=:t
I I

V
\

f \
I
i

f+ >:

Rg;
ilttll

| _l i
-i-"..-

l--

ol t/ .f,
t tJ

o o o i

co
-:< f,

(l)

U)

r
----t..'

t '-I

rl

*:.a >.
.(a
-i .tl

f'
,/ \

-f

o o o (o

(tr o) o (L 6

", - -- -'\I

t'.

(\
\ll

I
I

o o (f, q ro

-o

_t {-:}J
/..
t\

'l

6l

I
''/. / \,\:
ir\

-A

\r
\ .\

F
r
o o o o c.i

l',
I
i \

.a E

z E
o Y '6 .r<
($
L

\i

|(i

X,'.
\
!

:
i

l bs - ; s
rO tl

o)

ll

be (o
tl

E
(!

rit tl rl
fl
pvuds

\.

*'.

t:jT
.\. \ \ '-)\\\

\i

t"tsii'

o)

6
(f)

d
i: 'oE
J

-o
-l

fiJ

o
c
f

-Y f

o o c?
t\

$ E

o)

o (o

o co
I

a
c
(Il

o
G'

o o (L

a -ut (t'

E
o Y 'a
l<

(u o

E
o) -q

n
O

.= E
N J

pryud0

G' (U -o n) -) .)a

=
E o dl o (n
.)<
f

a
fit

o o) oo
f

(s

.q. (E

E z E = \< '6
Y (Il

c)

E (u
L

(tl
t()

o)

i5
d .=
J

o o o o ci

pryudE

(5 fit q) -)
l.

i r- - iI .

tl (D

\
, I

,bft

iit -c'

=
o o c)
F*

fi/
'll

1r t:
lr

\1

co o
o co L f

E c)

s ,!E o-

I
'

.l
l l

== (, o
N

ulfl sr ol l >o\l
I

! c

tl

4t--F\!

ct) o
(U

\/

\ \ \
:l

.b
---1

s-t

||.

{ ,

\1

0) (L

t.

i
(!

i
I

{,

e!
-c\

y.,'l f 'r/
I

t_

-l
\i

/x /'..r
t
/-r
I

r)

I:

'/'t

\r__i

GI

-a-

.a
(5

It

E z E E
Y '6
Y

I
:\ :
i

I
I

-.7
/'.., -\\
o o o o c.i

: :
I

\
t'

.')t.'t,\
tt\rr

n..

(u o

;x rJ)
ll

;s sf
tl --

n\.\tt
'r \\.t t:
:l,irt

s
tl o

,,,. N ll

;e

bs
tl

\'

E
(t, (xl

_,-):\$
,\

., \\\'.:

i5
(o

cj E
J

pryud+

(U (It

-)
v
f, l

= c (D
(n o
L

(D (D
:t -!l
a L

a
(g

o (L o
q)

.a
o o o

z E
:4 -6 x
N

'=
o, (!

i5
N

d .= E
J

puud+

(t
(!

0) -t
.lz

t I -l
0
'=;-

,i
\ r ii+ Ir Xt
r). _-i N. t.

cd

I I

i-i r ;-b-;i r i
f'

F !-.. r -c
a-, \

=
-: --

co O
L

Q)

,l

l-l).
t'
ii\

l-

tr

o T;To.tl
a rJ)l

\ | [\t *, \ \.'/

,,
ti
!

) a o o
(!

:f -Y

',
lt

o c) o oE

FeEF-n 'r; -l ,

N
t

\/

-=.:i

l*
/

'./

t t;
o o o q ro

I /',
c!
!l (D

IY \ t

.J
t

--

'i;

.9
(U c

I il '1tl -*1
-l

I
tl

I t

'r.
./

i,

_1-I

\
a

\ \:

\ t'\

st
o a q
(f)

\' . r i \l

.
:1

\ .,.
\:
.i

:i

t- /

( I t
,I :, \ '. \ .
T

i'r\
*"\

H
't \\

-l

l\

I
I
I

-i'l
I i

\ r. '

E =
Y '6
I

I
I

I
I
-;R rO .,,-.,.t|
rOo\

il
, l

:\ \ ,' 1 : i

t'

:l I

ri:'\
t.,

o o

e C\
o o -

o o

[ -'I

s fi
tl

E
6
@

sl s NI '{l t l
i

-..\ .\

\. 'r \\.'.!
\. '\\\.r,'. rl -'-.-))\lii'

r\.

t \.

o) o

\ -'1

CJ
(t,
.L

roo|f)or.r)o
C!NF

o o o e o

pryuds

(u E @ -,
lz c
f

=
o o <) q

t o

co IZ

0)

a q
t\
q)

o o o q
(0

o (L o

(s

o o o q ro
N

o-a o qti
sf'
A

o o o q
(f,

.9 z E
o Y
'6 I

(U E o

o o o c.i

o
0)

o o (f q

o ol o
L

o o o

o,

cj .= E
J

e o

A LAMPIRAN

LampiranA Daftar Nama


a)

Pemrakarsa Penyusun / Subdit PenyiapanStandardan Pedoman,DirektoratBina Teknik, DirektoratJenderal BinaMarga,Depaftemen Pekerjaan Umum.

b) Tim Pembahas

o o o r o e o . o o . o . o o .

lr. Palgunadi, M.Eng.Sc lr. Agus Nugroho, MM lr. HerryVaza,M.Eng.Sc lr. lwanZarkasi, M.Eng.Sc Prof.lr. Laneke Tristanto lr. JajaPryadi, M.Eng.Sc lr. JokoSulistyono, M.Eng.Sc lr. WilanOktavian, MPPM lr. Bambang Widianto, M.Sc lr. Didilrahadi Asep Hilmansyah, MT ST. HeriYugiantoro, MT ST. Budianto, ST Yudhohrui Hadiarto. ST Sukisno, ST Sarmin, BE