MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 23 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN TATA CARA PENGAWASAN ATAS PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan pengawasan terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan di daerah perlu adanya pedoman pengawasan atas urusan wajib dan pilihan yang dibagi berdasarkan sub-sub bidang urusan yang menjadi kewenangan Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota; b. bahwa Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tata Cara Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah perlu dilakukan perubahan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tata Cara Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik

2.

3.

4.

5.

Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4594); Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Dearah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri; Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tata Cara Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; MEMUTUSKAN :

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 23 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN TATA CARA PENGAWASAN ATAS PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH. Pasal I

Lampiran I Daftar Materi Pemeriksaan bagian II Pemerintahan Daerah dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Pedoman Tata Cara Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, diubah sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini. Pasal II Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Januari 2009 MENTERI DALAM NEGERI, ttd H. MARDIYANTO

LAMPIRAN I

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009

A.

URUSAN WAJIB 1. PENDIDIKAN a. KEBIJAKAN 1) KEBIJAKAN DAN STANDAR Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota 1.a. Penetapan kebijakan operasional pendidikan di kabupaten/kota sesuai dengan kebijakan nasional dan provinsi. 1.b. – • Indikator Kinerja Pemerintah daerah telah menetapkan peraturan daerah yang mengatur tentang pendidikan. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Peraturan daerah tentang kebijakan operasional pendidikan yang telah dilegalisasi dalam Lembaran Daerah. Kesesuaian program pendidikan dan operasional antar daerah dengan kebijakan yang telah ditetapkan. • Tatacara Pengawasan Periksa apakah kebijakan operasional yang telah ditetapkan telah sesuai dengan kebijakan nasional.

1.a. Penetapan kebijakan operasional pendidikan di provinsi sesuai dengan kebijakan nasional.

1.b. Koordinasi dan sinkronisasi kebijakan operasional dan program pendidikan antar kabupaten/kota.

Pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dan sinkronisasi terkait kebijakan operasional dan program pendidikan.

• Periksa pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan operasional dan program pendidikan di daerah • Teliti apakah ada kebijakan yang masih bertentangan dengan kebijakan program pendidikan nasional.

1.c. Perencanaan strategis pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan non formal sesuai dengan perencanaan strategis pendidikan nasional. 2. Sosialisasi dan pelaksanaan standar nasional pendidikan di

1.c. Perencanaan operasional program pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan non formal sesuai dengan perencanaan strategis tingkat provinsi dan nasional. 2. Sosialisasi dan pelaksanaan standar nasional pendidikan di

Disusunnya rencana • pelaksanaan program pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan non formal sesuai dengan renstra.

Dokumentasi dan administrasi kegiatan program pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan non formal yang telah dilaksanakan. Kesesuaian pemahaman terhadap standar nasional pendidikan yang

Periksa dokumentasi dan administrasi kegiatan program pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan non formal yang telah dilaksanakan apakah telah sesuai dengan renstra. Periksa apakah telah dilaksanakan sosialisasi di tingkat kabupaten/kota terkait 1

Pemahaman tentang standar nasional pendidikan di tingkat

LAMPIRAN I

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009

Wewenang Provinsi tingkat provinsi.

Wewenang Kabupaten/Kota tingkat kabupaten/kota.

Indikator Kinerja kabupaten/kota.

Alat Bukti/ Verifikasi Indikator komprehensif di tingkat kabupaten/kota dengan kebijakan program pendidikan.

Tatacara Pengawasan pelaksanaan standar nasional pendidikan. • Periksa apakah pemahaman tentang standar nasional pendidikan telah sesuai kebijakan daerah. Periksa apakah telah dilaksanakan koordinasi terkait pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan, pengembangan tenaga kependidikan dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan.

3.

Koordinasi atas pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan, pengembangan tenaga kependidikan dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas kabupaten/kota, untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah.

3.

Pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan nonformal.

Adanya pedoman pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan formal dan non nformal.

Kesesuaian antara pengelolaan penyelenggaraan pendidikan lintas kabupaten/kota. Jumlah pemantauan lapangan terhadap satuan/penyelenggara pendidikan dalam kurun waktu satu tahun.

4.a. –

4.a. Pemberian izin pendirian serta pencabutan izin satuan pendidikan dasar, satuan pendidikan menengah dan satuan/penyelenggara pendidikan nonformal.

Adanya peraturan tentang izin pendirian, pencabutan izin penyelenggaraan, dan pembinaan satuan pendidikan.

Peraturan dan dokumen tentang izin pendirian, pencabutan izin penyelenggaraan, dan pembinaan satuan/penyelenggara pendidikan.

Periksa apakah pemberian izin pendirian serta pencabutan izin satuan pendidikan dasar, satuan pendidikan menengah dan satuan/penyelenggara pendidikan nonformal telah memenuhi syarat-syarat pendirian sesuai perundangundangan Periksa kebijakan yang telah ditetapkan berkaitan dengan Penyelenggaraan dan/atau 2

4.b. Penyelenggaraan dan/atau pengelolaan satuan pendidikan dan/atau

4.b. Penyelenggaraan dan/atau pengelolaan satuan pendidikan sekolah dasar dan menengah

Adanya peraturan tentang penyelenggaraan dan/atau pengelolaan satuan pendidikan

Peraturan dan dokumen tentang penyelenggaraan dan/atau pengelolaan satuan

LAMPIRAN I

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009

Wewenang Provinsi program studi bertaraf internasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. 4.c. –

Wewenang Kabupaten/Kota bertaraf internasional.

Indikator Kinerja sekolah dasar dan menengah bertaraf internasional.

Alat Bukti/ Verifikasi Indikator pendidikan sekolah dasar dan menengah bertaraf internasional. • Peraturan dan dokumen tentang izin pendirian dan pencabutan izin satuan pendidikan dasar dan menengah berbasis keunggulan lokal. • Peraturan dan dokumen tentang penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan berbasis keunggulan lokal pada pendidikan dasar dan menengah. • Kualitas penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi. •

Tatacara Pengawasan pengelolaan satuan pendidikan sekolah dasar dan menengah bertaraf internasional Periksa apakah pemberian izin pendirian serta pencabutan izin satuan pendidikan dasar dan menengah berbasis keunggulan lokal.

4.c. Pemberian izin pendirian serta pencabutan izin satuan pendidikan dasar dan menengah berbasis keunggulan lokal. 4.d. Penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan berbasis keunggulan lokal pada pendidikan dasar dan menengah.

Adanya peraturan tentang izin pendirian dan pencabutan izin satuan pendidikan dasar dan menengah berbasis keunggulan lokal. Adanya peraturan tentang penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan berbasis keunggulan lokal pada pendidikan dasar dan menengah.

4.d. –

• Periksa kebijakan yang telah ditetapkan berkaitan dengan Penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan berbasis keunggulan lokal pada pendidikan dasar dan menengah. • Periksa kebijakan yang telah ditetapkan dengan pemberian dukungan sumber daya terhadap penyelenggaraan perguruan tinggi. • Periksa hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dalam satuan pendidikan bertaraf internasional.

5.

Pemberian dukungan sumber daya terhadap penyelenggaraan perguruan tinggi.

5.

Pemberian dukungan sumber daya terhadap penyelenggaraan perguruan tinggi.

Peningkatan mutu sumber daya penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi.

6.

Pemantauan dan evaluasi satuan pendidikan bertaraf internasional.

6.

Pemantauan dan evaluasi satuan pendidikan sekolah dasar bertaraf internasional.

Kurikulum satuan pendidikan sekolah dasar berdasarkan standar internasional.

• Monitoring dan evaluasi satuan pendidikan dasar bertaraf internasional.

3

LAMPIRAN I

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator

Wewenang Provinsi 7. Peremajaan data dalam sistem infomasi manajemen pendidikan nasional untuk tingkat provinsi. 7.

Wewenang Kabupaten/Kota Peremajaan data dalam sistem infomasi manajemen pendidikan nasional untuk tingkat kabupaten/kota. •

Indikator Kinerja Adanya pengembangan dan peremajaan data dalam sistem informasi manajemen pendidikan. •

Tatacara Pengawasan • Periksa apakah telah dilaksanakan peremajaan data dalam sistem informasi manajemen pendidikan nasional.

Dokumen peremajaan data dan sistem informasi manajemen pendidikan.

b.

PEMBIAYAAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. Penyediaan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan nonformal sesuai kewenangannya. • Indikator Kinerja Daya serap anggaran • • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Copy dokumen DIPA yang diterima daerah Dokumen atau tanda bukti lain tentang penggunaan anggaran untuk kurun waktu tertentu • Tatacara Pengawasan Periksa bantuan biaya dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan nonformal dan pendidikan bertaraf internasional Periksa dana yang dialokasikan dalam pembiayaan penjaminan mutu satuan pendidikan sesuai kewenangannya

Wewenang Provinsi 1. Penyediaan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan bertaraf internasional sesuai kewenangannya.

2. Pembiayaan penjaminan mutu satuan pendidikan sesuai kewenangannya.

2. Pembiayaan penjaminan mutu satuan pendidikan sesuai kewenangannya.

Daya serap anggaran

• •

Copy dokumen DIPA yang diterima daerah Dokumen atau tanda bukti lain tentang penggunaan anggaran untuk kurun waktu tertentu

c.

KURIKULUM

4

LAMPIRAN I

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator

Wewenang Provinsi 1.a. Koordinasi dan supervisi pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada pendidikan menengah. b. Sosialisasi kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. c. Sosialisasi dan implementasi standar isi dan standar kompetensi lulusan pendidikan menengah. 2. Sosialisasi dan fasilitasi implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan pada pendidikan menengah. Pengawasan pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada pendidikan menengah. • •

Wewenang Kabupaten/Kota Koordinasi dan supervisi pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada pendidikan dasar. •

Indikator Kinerja Adanya dokumen kurikulum satuan pendidikan • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Tatacara Pengawasan • Periksa apakah telah dilaksanakan koordinasi dan supervisi pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada pendidikan menengah Periksa pelaksanaan . sosialisasi kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Periksa pelaksanaan . sosialisasi dan implementasi standar isi dan standar kompetensi lulusan pendidikan menengah. Periksa apakah telah dilaksanakan sosialisasi dan implementasi standar isi dan standar kompetensi lulusan pendidikan menengah Periksa apakah telah dilaksanakan Pengawasan pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada pendidikan menengah

Surat undangan kegiatan beserta agenda kegiatan. Daftar hadir peserta kegiatan Notulen hasil kegiatan Laporan hasil akhir kegiatan Surat undangan kegiatan beserta agenda kegiatan. Daftar hadir peserta kegiatan Notulen hasil kegiatan Laporan hasil akhir kegiatan Surat undangan kegiatan beserta agenda kegiatan. Daftar hadir peserta kegiatan Notulen hasil kegiatan Laporan hasil akhir kegiatan Surat undangan kegiatan beserta agenda kegiatan. Daftar hadir peserta kegiatan Notulen hasil kegiatan Laporan hasil akhir kegiatan Surat undangan kegiatan beserta agenda kegiatan. Daftar hadir peserta kegiatan Notulen hasil kegiatan Laporan hasil akhir kegiatan

b.

Sosialisasi kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Sosialisasi dan implementasi standar isi dan standar kompetensi lulusan pendidikan dasar.

Adanya dokumen kurikulum satuan pendidikan

c.

Adanya dokumen kurikulum satuan pendidikan

Sosialisasi dan fasilitasi implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan pada pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar.

Adanya dokumen kurikulum satuan pendidikan

3. Pengawasan pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada pendidikan dasar.

Adanya dokumen kurikulum satuan pendidikan

5

LAMPIRAN I

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009

d.

SARANA DAN PRASARANA Wewenang Kabupaten/Kota 1.a. Pengawasan terhadap pemenuhan standar nasional sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan nonformal. b. Pengawasan pendayagunaan bantuan sarana dan prasarana pendidikan. • Indikator Kinerja Derajat pemenuhan standar nasional tentang sarana dan prasarana • • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Bukti fisik sarana dan prasarana. Laporan hasil pengawasan • Tatacara Pengawasan Periksa apakah sarana dan prasarana pendidikan menengah telah memenuhi standar minimal

Wewenang Provinsi 1.a. Pengawasan terhadap pemenuhan standar nasional sarana dan prasarana pendidikan menengah.

b. Pengawasan pendayagunaan bantuan sarana dan prasarana pendidikan.

Derajat pemenuhan standar nasional tentang sarana dan prasarana

• •

Bukti fisik sarana dan prasarana. Laporan hasil pengawasan

Periksa apakah telah dilaksanakan pengawasan terhadap pendayagunaan bantuan sarana dan prasarana pendidikan yang telah diberikan Periksa apakah telah dilakukan pengawasan terhadap satuan pendidikan menengah dalam pendayagunaan buku pelajaran

2.

Pengawasan penggunaan buku pelajaran pendidikan menengah

2. Pengawasan penggunaan buku pelajaran pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan nonformal

Derajat pemenuhan standar nasional tentang sarana dan prasarana

Laporan hasil pengawasan

e.

PENDIDIKAN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Wewenang Kabupaten/Kota 1.a. Perencanaan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan • Indikator Kinerja Tertib administrasi kepegawaian • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Dokumen manajemen atau pengelolaan SDM kependidikan mulai dari need Tatacara Pengawasan • Periksa kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan untuk pendidikan bertaraf 6

Wewenang Provinsi 1.a. Perencanaan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan untuk

LAMPIRAN I

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009

Wewenang Provinsi pendidikan bertaraf internasional sesuai kewenangannya. 1.b. Pengangkatan dan penempatan pendidik dan tenaga kependidikan PNS untuk satuan pendidikan bertaraf internasional.

Wewenang Kabupaten/Kota anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan nonformal sesuai kewenangannya. 1.b. Pengangkatan dan penempatan pendidik dan tenaga kependidikan PNS untuk pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan nonformal sesuai kewenangannya 2. Pemindahan pendidik dan tenaga kependidikan PNS di kabupaten/ kota. •

Indikator Kinerja

Alat Bukti/ Verifikasi Indikator assessment , pengembangan sampai pemberhentian/ pemensiunan • Dokumen manajemen atau pengelolaan SDM kependidikan mulai dari need assessment , pengembangan sampai pemberhentian/ pemensiunan •

Tatacara Pengawasan internasional yang telah direncanakan sesuai dengan ketentuan Periksa realisasi pengangkatan dan penempatan pendidik dan tenaga kependidikan PNS untuk satuan pendidikan bertaraf internasional

Tertib administrasi kepegawaian

2.

Pemindahan pendidik dan tenaga kependidikan PNS antar kabupaten/kota.

Tertib administrasi kepegawaian

Dokumen manajemen atau pengelolaan SDM kependidikan mulai dari need assessment , pengembangan sampai pemberhentian/ pemensiunan Dokumen manajemen atau pengelolaan SDM kependidikan mulai dari need assessment , pengembangan sampai pemberhentian/ pemensiunan Dokumen manajemen atau pengelolaan SDM kependidikan mulai dari need assessment , pengembangan sampai pemberhentian/ pemensiunan

Periksa realisasi Pemindahan pendidik dan tenaga kependidikan PNS antar kabupaten/kota

3. Peningkatan kesejahteraan, penghargaan, dan perlindungan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan bertaraf internasional. 4.a. Pembinaan dan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan bertaraf internasional.

3. Peningkatan kesejahteraan, penghargaan, dan perlindungan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan nonformal. 4.a. Pembinaan dan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan nonformal.

Tertib administrasi kepegawaian

Periksa Peningkatan kesejahteraan, penghargaan, dan perlindungan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan bertaraf internasional Periksa Pembinaan dan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan bertaraf internasional

Tertib administrasi kepegawaian

7

LAMPIRAN I

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator

Wewenang Provinsi 4.b. Pemberhentian pendidik dan tenaga kependidikan PNS pada pendidikan bertaraf internasional selain karena alasan pelanggaran peraturan perundangundangan 5. Pengalokasian tenaga potensial pendidik dan tenaga kependidikan di daerah.

Wewenang Kabupaten/Kota 4.b. Pemberhentian pendidik dan tenaga kependidikan PNS pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan nonformal selain karena alasan pelanggaran peraturan perundang-undangan. 5. •

Indikator Kinerja Tertib administrasi kepegawaian •

Tatacara Pengawasan • Periksa apakah terdapat tenaga pendidik dan kependidikan yang diberhentikan karena melanggar peraturan perundang-undangan uang berlaku Periksa pengalokasian tenaga potensial pendidik dan tenaga kependidikan di daerah

Dokumen manajemen atau pengelolaan SDM kependidikan mulai dari need assessment , pengembangan sampai pemberhentian/ pemensiunan

Tertib administrasi kepegawaian

Dokumen manajemen atau pengelolaan SDM kependidikan mulai dari need assessment pengembangan sampai pemberhentian/ pemensiunan

f.

PENGENDALIAN MUTU PENDIDIKAN 1) PENILAIAN HASIL BELAJAR Wewenang Kabupaten/Kota 1. Membantu pelaksanaan ujian nasional pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan nonformal. • Indikator Kinerja Kesesuaian dengan standar pendidikan tentang hasil ujian. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan hasil kegiatan (termasuk laporan penggunaan anggaran). • Tatacara Pengawasan Periksa bentuk bantuan yang diberikan dalam pelaksanaan ujian nasional pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan non formal Periksa laporan hasil koordinasi, fasilitasi, monitoring dan evaluasi

Wewenang Provinsi 1. Membantu pelaksanaan ujian nasional pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan nonformal. 2. Koordinasi, fasilitasi, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan ujian sekolah

2. Koordinasi, fasilitasi, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan ujian sekolah

Kesesuaian dengan standar pendidikan tentang hasil ujian

Laporan hasil kegiatan (termasuk laporan penggunaan anggaran)

8

LAMPIRAN I

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator

Wewenang Provinsi skala provinsi. 3. Penyediaan biaya penyelenggaraan ujian sekolah skala provinsi.

Wewenang Kabupaten/Kota skala kabupaten/kota 3. Penyediaan biaya penyelenggaraan ujian sekolah skala kabupaten/kota. •

Indikator Kinerja

Tatacara Pengawasan pelaksanaan ujian nasional

Kesesuaian dengan standar pendidikan tentang hasil ujian

Laporan hasil kegiatan (termasuk laporan penggunaan anggaran)

Periksa biaya yang dialokasikan dalam penyelenggaraan ujian sekolah

2.

KESEHATAN a. UPAYA KESEHATAN 1) PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT Wewenang Kabupaten/Kota 1. Penyelenggaraan Surveilans Epidemiologi (SE), penyelelidikan kejadian luar biasa skala kabupaten/kota • Indikator Kinerja Cakupan desa/kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam 100% pada tahun 2015 • Alat Bukti/Verifikasi Indikator Provinsi Kabupaten/Kota Laporan • Laporan penyusunan penyusunan dan dan penetapan penetapan kebijakan kebijakan untuk untuk penyusunan penyusunan rencana rencana kerja kerja operasional operasional program program kesehatan kesehatan tingkat tingkat Kabupaten/Kota provinsi • Laporan kajian SE Laporan kajian SE • Laporan investigasi, dan Laporan investigasi, penanggulangan dan Kejadian Luar Biasa penanggulangan (KLB) di kabupaten/kota Kejadian Luar Biasa • Laporan pelatihan teknis (KLB) lintas SE kabupaten/kota • Laporan penyebaran Laporan pelatihan informasi skala teknis SE Kabupaten/Kota Laporan penyebaran • Laporan penyampaian informasi skala laporan berkala penyakit Tatacara Pengawasan • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan

Wewenang Provinsi 1. Penyelenggaraan Surveilans Epidemiologi (SE), penyelidikan kejadian luar biasa skala provinsi

• •

• •

9

LAMPIRAN I

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 menular potensial wabah dan laporan insidentil situasi penyakit yang dianggap perlu Laporan bimbingan teknis kinerja SE terhadap unit pelaksana teknis kabupaten/kota maupun di masyarakat

2. Penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular skala provinsi

2. Penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular skala kabupaten/kota

Cakupan desa/kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam 100% pada tahun 2015

• • •

provinsi Laporan penyampaian laporan berkala penyakit menular potensial wabah dan laporan insidentil situasi penyakit yang dianggap perlu Laporan bimbingan teknis kinerja SE terhadap kabupaten/kota Laporan penyusunan dan penepatan kebijakan untuk penyusunan rencana kerja operasional program kesehatan tingkat provinsi Laporan penyelidikan KLB lintas kabupaten/kota Laporan pelatihan teknis pengelola Laporan kajian SE Laporan tata laksana kasus yang memerlukan teknologi dan sumber daya yang belum mampu diselenggarakan pada tingkat kabupaten/kota

• • • • •

Laporan penyusunan dan penepatan kebijakan untuk penyusunan rencana kerja operasional program kesehatan tingkat kabupaten/kota Laporan penyelidikan KLB skala kabupaten/kota Laporan pelatihan teknis pengelola Laporan kajian SE Laporan tata laksana kasus Laporan bimbingan teknis monitoring dan evaluasi terhadap unit pelaksanan teknis dan penyelenggaraan oleh masyarakat

Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan

10

Penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular tertentu skala kabupaten/kota • Cakupan desa/kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam 100% pada tahun 2015 • • • • • 4. Penyelenggaraan operasional penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana dan wabah skala kabupaten/kota • Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kabupaten/kota 100% pada tahun 2015 • • Laporan bimbingan teknis monitoring dan evaluasi Laporan penyusunan dan penepatan kebijakan untuk penyusunan rencana kerja operasional program kesehatan tingkat provinsi Laporan pelatihan teknis pengelola Laporan kajian SE Laporan tata laksana kasus yang memerlukan tekhnologi dan sumber daya yang belum mampu diselenggarakan pada tingkat kabupaten/kota Laporan bimbingan teknis monitoring dan evaluasi Laporan penyusunan dan penepatan kebijakan untuk penyusunan rencana kerja operasional program kesehatan tingkat provinsi Laporan penyelidikan KLB lintas • • • • • Laporan penyusunan dan penepatan kebijakan untuk penyusunan rencana kerja operasional program kesehatan tingkat kabupaten/kota Laporan pelatihan teknis pengelola Laporan kajian SE Laporan tata laksana kasus Laporan bimbingan teknis monitoring dan evaluasi terhadap unit pelaksanan teknis dan penyelenggaraan oleh masyarakat • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan • • • Laporan penyusunan dan penepatan kebijakan untuk penyusunan rencana kerja operasional program kesehatan tingkat kabupaten/kota Laporan penyelidikan KLB lintas kabupaten/kota Laporan pelatihan teknis • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan 11 . Pengendalian operasional. penanggulangan masalah kesehatan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 • 3. Penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular tertentu skala provinsi 3. akibat bencana dan wabah skala provinsi 4.

monitoring dan teknis. monitoring dan evaluasi • • • 2) LINGKUNGAN SEHAT Wewenang Kabupaten/Kota 1. monitoring evaluasi terhadap unit dan evaluasi pelaksana teknis dan Tatacara Pengawasan • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan Wewenang Provinsi 1. Penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan pencemaran lingkungan skala kabupaten/kota • Indikator Kinerja Cakupan pelayanan yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kabupaten/kota 100% pada tahun 2015 • Alat Bukti/Verifikasi Indikator Provinsi Kabupaten/Kota Laporan • Laporan penyusunan penyusunan dan dan penetapan penetapan kebijakan kebijakan untuk untuk penyusunan penyusunan rencana rencana kerja kerja operasional operasional program program kesehatan kesehatan tingkat tingkat Kabupaten/Kota provinsi • Laporan pelatihan teknis pengelola Laporan pelatihan teknis pengelola • Laporan kajian ADL Laporan kajian ADL • Laporan bimbingan Laporan bimbingan teknis. monitoring dan evaluasi terhadap unit pelaksanan teknis dan penyelenggaraan oleh masyarakat • • • • kabupaten/kota Laporan pelatihan teknis pengelola Laporan kajian SE Laporan tata laksana kasus yang memerlukan tekhnologi dan sumber daya yang belum mampu diselenggarakan pada tingkat kabupaten/kota Laporan bimbingan teknis. Penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan pencemaran lingkungan skala provinsi • • • • • 12 .LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 pengelola Laporan kajian SE Laporan tata laksana kasus Laporan bimbingan teknis.

angkutan umum dan TTU lainya skala Kabupaten/kota Laporan melaksanakan pelatihan teknis di • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan 13 . advokasi. lingkungan kerja. • • • Laporan penyusunan rencana kerja operasinal pemeliharaan dan pengawasan kualitas keslingdiperumahan . sosialisasi. Penyehatan Lingkungan • Cakupan pelayanan yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kabupaten/kota 100% pada tahun 2015 • • Laporan upaya kesehatan lingkungan yang memerlukan teknologi dan sumber daya yang belum mampu diselenggarakan pada tingkat kabupaten/kota Laporan penyusunan rencana kerja operasional pemeliharaan dan pengawasan kualitas kesling diperumahan. lingkungan kerja. rumah sakit. sekolah. hotel. rumah sakit. sekolah. sosialisasi. lingkungan kerja. sarana kesehatan. rumah sakit. Laporan pembinaan teknis. pasar. angkutan umum dan TTU lainya skala Kabupaten/kota. lingkungan kerja. Laporan pembinaan teknis.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 penyelenggaraan oleh masyarakat • 2. sekolah. hotel. sekolah. monev dan pelaporan dalam pemeliharaan daan pengawasan kualitas kesehatan kesehatan lingkungan di perumahan. rumah sakit. pasar. angkutan umum dan TTU lainya skala propinsi. monev dan pelaporan dalam pemeliharaan dan pengawasan kualitas kesehatan lingkungan di perumahan. advokasi. sarana kesehatan. sarana kesehatan. sarana kesehatan. pasar. sekolah. hotel.

Penyelenggaraan surveilans kewaspadaan pangan dan gizi buruk tingkat provinsi • • • • • 14 . angkutan umum dan TTU lainya skala nasional Laporan pelaksanaan pelatihan teknis di bidang kesehatan lingkungan skala provinsi 3) PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT Wewenang Kabupaten/Kota • Pelaksanaan surveilans kewaspadaan pangan dan gizi buruk tingkat kabupaten/kota • Indikator Kinerja Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 100% pada tahun 2010 • Alat Bukti/Verifikasi Indikator Provinsi Kabupaten/Kota Laporan penetapan • Laporan penetapan pedoman teknis pedoman pelaksanaan tentang surveilans tentang surveilans kewaspadaan kewaspadaan pangan pangan dan gizi dan gizi buruk buruk • Laporan pemanfaatan Laporan hardware dan software pemanfaatan untuk sistim pelaporan hardware dan surveilans gizi software untuk • Laporan pengendalian sistim pelaporan kualitas data meliputi surveilans gizi pelatihan. Tenaga dan tim penyiapan materi Anggaran dan pembinaan Logistik Laporan Mendistribusikan kesiapsiagaan makanan formula Tatacara Pengawasan • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan Wewenang Provinsi 1. penyiapan Laporan materi dan pembinaan pengendalian • Laporan kesiapsiagaan kualitas data untuk : meliputi pelatihan. hotel.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 bidang kesehatan lingkungan skala Kabupaten/kota • pasar.

PSG.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 dan obat-obatan sampai sasaran Informasi dan transportasi Laporan pengelolaan surveilans kewaspadaan pangan dan gizi meliputi pelaksanaan kegiatan program: PWS-Gizi. Laporan pelaksanaan pelatihan untuk pengelolaan surveilans gizi dan penggunaan hard ware/ software untuk sistim pelLaporan surveilans gizi. SKD-KLB. Laporan perlakuan terhadap data : Dikumpulkan Dicatat Diolah Dilaporkan Dianalisa Disajikan Laporan pelaksanaan SKD-KLB dilakukan kajian epidemiologi bersumber data rutin dan khusus untuk mengidentifikasi ada tidaknya potensi bencana/ ancaman KLB gizi buruk di masyarakat Laporan penyebarluasan hasil kajian kepada pengelola program 15 • • • untuk: Tenaga dan tim Anggaran Logistik Makanan formula dan obat-obatan untuk bufferstok provinsi Informasi dan transportasi Laporan pengelolaan surveilans kewaspadaan pangan dan gizi meliputi pelaksanaan kegiatan program: PWS-Gizi. PSG Laporan pelaksanaan TOT untuk pengelolaan surveilans gizi dan penggunaan hardware/software untuk sistim pelaporan surveilans gizi di tingkat provinsi Laporan perlakuan terhadap data: Dikumpulkan Dicatat Diolah Dilaporkan • • • • • . SKG. SKDKLB. SKG.

Laporan pelaksanaan surveilans ketat jika terjadi KLB Laporan tindakan segera KLB-gizi buruk Laporan pelaksanaan pendistribusian logistik. makanan formula dan obatobatan ke kabupaten/kota Laporan penyelenggaraan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 kesehatan dan pihak lain yang terkait Laporan apabila teridentifikasi adanya ancaman KLB. dalam waktu yang secepatcepatnya memberikan peringatan kewaspadaan dini KLB kepada program terkait di lingkungan Dinkes/Kab kota Laporan respon cepat untuk penanganan kasus. pelaksanaan dalam meningkatkan jaringan kewaspadaan pangan dan gizi Laporan pemberian • • • • • • • • . makanan formula dan obat-obatan ke sasaran Laporan pelaksanaan peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi KLB gizi buruk Laporan pelaksanaan dan peningkatan jaringan kewaspadaan pangan dan gizi Laporan untuk mendapat feedback dan rencana tindak lanjut 16 • • • • • • Dianalisa Disajikan Laporan pelaksanaan SKD KLB menetapkan kajian epidemiologi bersumber data rutin dan khusus untuk mengidentifikasi ada tidaknya potensi bencana/ ancaman KLB gizi buruk di masyarakat Laporan pemberian feedback segera atas hasil kajian Laporan koordinasi peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi KLB gizi buruk Laporan penyelenggaraan pendistribusian logistik.

pendistribusian bantuan dan intervensi yang dilakukan di lapangan 2. A. pendistribusian bantuan dan intervensi yang dilakukan dai lapangan A. • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan 17 . Semua balita ditimbang setiap bulan dan naik berat badannya • • Laporan penyelenggaraan pemantauan pertumbuhan balita (0-5 th) skala provinsi Formulasi pedoman dan modul pelatihan PP Balita Sosialisasi pedoman dan modul pelatihan TOT petugas kabupaten tentang modul Semua balita ditimbang setiap bulan dan naik berat badannya Laporan penyelenggaraan pemantauan pertumbuhan balita (0-5 th) skala Kabupaten/kota Pembuatan Juknis Penyelenggaraan PP Balita Sosialisasi Juknis PP Balita Pelatihan PP Balita bagi petugas puskesmas dan kader Distribusi dan maintenance alat dan bahan (KMS. Pemantauan penanggulangan gizi buruk skala provinsi • Penyelenggaraan penanggulangan gizi buruk skala kabupaten/kota • Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 100% pada tahun 2010 feedback dan • rencana tindak lanjut • Laporan pemberian pembinaan teknis kepada petugas terkait • • Laporan monev sistem dalam penerapan pelaksanaan pedoman.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Laporan pemberian pembinaan teknis kepada petugas puskesmas dan kader terkait Laporan monev sistem dalam penerapan pelaksanaan pedoman.

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 dacin. dacin. alat ukur PB/TB. ST. bahan KIE dan R/R) Pelaksanaan pemantauan pertumbuhan di Posyandu (penimbangan. ST. Tripot. BGM) Pengolahan data 18 pelatihan PP Balita Penyediaan alat dan bahan (KMS. ploting BB pada KMS. bahan KIE dan R/R) Supervisi dan feedback • Laporan penyelenggaraan sistim informasi gizi skala provinsi Pengolahan data hasil penimbangan balita (SKDN. BGM) Validasi data Analisis Interpretasi Feedback . Interpretasi. alat ukur PB/TB. Tripot. konseling) Konfirmasi rujukan balita dengan gangguan pertumbuhan di puskesmas Konseling pertumbuhan balita di puskesmas dan sarana Yankes lainnya Supervisi & feedback Pembuatan Juknis Penyelenggaraan PP Balita • Laporan penyelenggaraan sistim informasi gizi skala kabupaten/kota Pendataan sasaran Balita Pengumpulan data hasil penimbangan balita (SKDN.

balita dan bufas mendapat kapsul vitamin A. semua anak sekolah di daerah endemik mendapat kapsul yodium: • • Laporan implementasi pedoman pemberian suplementasi /obat gizi. semua ibu hamil mendapat tablet tambah darah (TTD). balita dan bufas mendapat kapsul vitamin A.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 hasil penimbangan balita (SKDN. Laporan implementasi pedoman KIE (pemasaran sosial) distribusi kapsul vitamin A. BGM) Pembuatan balok SKDN di Posyandu dan desa Diskusi hasil pencapaian SKDN di desa Validasi data hasil PP balita Rencana Tindak Lanjut B. Semua bayi. semua ibu hamil mendapat tablet tambah darah (TTD). TTD dan garam beryodium Laporan peningkatan kapasitas SDM dalam program suplementasi Kapsul Vitamin A dan TTD pada masyarakat • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan • • • 19 . anemia dan GAKY Laporan B. Semua bayi. semua anak sekolah di daerah endemik mendapat kapsul yodium: • Laporan pembuatan Juknis implementasi pedoman pemberian suplementasi /obat gizi Laporan pembuatan Juknis pedoman KIE pencegahan & penanggulangan masalah vitamin A.

80% bayi yang berusia • Pemeriksaan terhadap 20 .LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 • Laporan sosialisasi program pencega han dan penanggulangan masalah vitamin A. C. GAKY dan garam beryodium Laporan penyediaan suplementasi/obat gizi Laporan penyediaan biaya operasional distribusi obat gizi dan sweeping Laporan penyediaan materi KIE (Vit A . anemia & garam beryodium) • Laporan pemantauan dan supervisi Manajemen suplementasi/obat gizi & Implementasi program. 80% bayi yang • • • • C. GAKY dan garam beryodium • Laporan penyiapan dan penyediaan suplementasi/obat gizi • Laporan penyediaan biaya operasional distribusi obat gizi • Laporan penyediaan materi KIE (Vit. dan Implementasi program peningkatan kapasitas SDM dalam program suplementasi kapsul vitamin A dan TTD baik pada petugas kesehatan dan lintas sektor • Laporan advokasi dan sosialisasi program pencegahan dan penanggulangan masalah vitamin A. anemia dan garam beryodium) Laporan pemantauan manajemen suplementasi/obat gizi. A. garam beryodium.

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 0-6 bulan diberi Air Susu Ibu (ASI) secara Eksklusif • Laporan formulasi petunjuk teknis peningkatan pemberian ASI • Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan pemberian ASI • Laporan pelatihan konseling menyusui • Laporan pendistribusian materi KIE pemberian ASI secara ekslusif dan strategi nasional PMBA • Laporan pelaksanaan konseling menyusui • Laporan pemantauan implementasi pemberian ASI dan strategi nasional PMBA • Pelaporan implementasi pemberian ASI dan strategi nasional PMBA laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan berusia 0-6 bulan diberi Air Susu Ibu (ASI) secara Eksklusif • Laporan formulasi pedoman pelaksanaan peningkatan pemberian ASI Laporan sosialisasi PP berkaitan dengan pemberian ASI secara ekslusif dan strategi nasional PMBA Laporan pelatihan konseling menyusui Laporan pengadaan materi KIE pemberian ASI secara ekslusif dan strategi nasional PMBA Laporan pembinaan teknis Laporan pemantauan implementasi pemberian ASI dan strategi nasional PMBA Pelaporan implementasi pemberian ASI dan strategi nasional PMBA • • • • • • • • 21 .

Semua Puskesmas dan RS mampu melakukan tatalaksana gizi buruk sesuai dengan standar • Laporan penyusunan standar. pedoman dan prosedur D. pedoman dan prosedur (manajemen dan teknisi): Penyelenggaraan pedoman dan standar • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan 22 . pendistribusian) Laporan pemantauan implementasi pemberian MP-ASI Pelaporan pemberian MP-ASI • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan • • E.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 D. Semua Puskesmas dan RS mampu melakukan tatalaksana gizi buruk sesuai dengan standar • Laporan penyusunan standar. Semua bayi dan anak berusia 6-24 bulan dari keluarga miskin mendapat Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) : • • • • Laporan formulasi petunjuk teknis pemberian MP-ASI Laporan pelaksanaan pemberian MP-ASI Laporan pendistribusian materi KIE pemberian MP-ASI Laporan pelaksanaan pemberian MP-ASI (pendataan sasaran. Semua bayi dan anak berusia 6-24 bulan dari keluarga miskin mendapat Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) : • Laporan formulasi pedoman pelaksanaan pemberian MP-ASI • Laporan sosialisasi pemberian MP-ASI • Laporan penyusunan materi KIE pemberian MP-ASI • Laporan pembinaan teknis • Laporan pemantauan implementasi pemberian MP-ASI • Pelaporan pemberian MP-ASI E.

pengendalian & pengawasan skala kabupaten/kota • Laporan Peningkatan kapasitas SDM tenaga kesehatan dan masyarakat : Penyelenggaraan peningkatan kapasitas SDM (tenaga kesehatan dan masyarakat : pemantauan pasca pelatihan skala kabupaten/kota Koordinasi untuk menunjuk calon peserta Penerapan dan pemanfaatan pengetahuan secara teknis skala kabupaten/kota (manajemen dan teknis) : Penyelenggaraa n standarisasi.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 teknis. pengendalian & pengawasan skala propinsi • Laporan peningkatan kapasitas SDM tenaga kesehatan dan masyarakat : Penyelenggaraa n peningkatan kapasitas SDM (tenaga kesehatan dan masyarakat) pemantauan pasca pelatihan skala provinsi Laporan sosialisasi dan advokasi : Koordinasi. penyelenggaraa n sosialisasi dan advokasi pemantauan sosialisasi skala propinsi Laporan penyiapan • • • Laporan sosialisasi dan advokasi: Koordinasi untuk penyelenggaraan sosialisasi dan advokasi Penerapan dan pemanfaatan pengetahuan secara teknis skala 23 . pedoman dan standar teknis.

pengendalian dan pengawasan mineral mix skala propinsi • Laporan penyediaan biaya operasil : Penyelenggaraa n perencanaan. standar. pelaksanaan. perencanaan. pelaksanaan. standar. dan pengawasan skala kabupaten/kota • Laporan penyiapan dan penyebarluasan informasi gizi: pengelolaan. pengendalian dan pengawasan penyebarluasan informasi mineral mix. TFC atau CFC • Laporan penyediaan biaya operasional: Penyelenggaraa. prosedur serta pedoman yang telah dikembangkan untuk skala • . prosedur serta pedoman yang telah dikembangkan untuk skala kabupaten 24 dan penyediaan logistik untuk intervensi gizi buruk: penyelenggaraa n. dan pengawasan skala propinsi Laporan penyiapan dan penyebarluasan informasi gizi: pengelolaan. perencanaan. pengendalian dan pengawasan penyebarluasan informasi mineral mix. pengendalian dan pengawasan mineral mix untuk pengguna langsung di rumah sakit – rumah sakit atau Puskesmas RI.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 kabupaten/kota • Laporan penyiapan dan penyediaan logistik untuk intervensi gizi buruk: penyelenggaraan pendistribusian. pendistribusian.

pedoman. • Laporan pengelolaan penyebarluasan informasi gizi skala nasional: Pelaksanaan pedoman. SISKOHAT pedoman.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 propinsi. juklak dan standar. juknis. prosedur kebijakan. pelaksanaan standar. pengendalian dan pengawasan penyebarluasan informasi gizi skala propinsi • Laporan pengelolaan penyebarluasan informasi gizi skala nasionall: • Pelaksanaan pedoman. SISKOHAT haji pelayanan • Laporan penyusunan kesehatan haji perencanaan anggaran Laporan dan keuangan tingkat penyusunan Kabupaten/Kota perencanaan • Laporan penyiapan SDM anggaran dan melalui pelatihan teknis keuangan tingkat pengelola tingkat Tatacara Pengawasan • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan Wewenang Provinsi 1. pengendalian dan pengawasan penyebarluasan informasi gizi skala kabupaten/kota 4) PELAYANAN KESEHATAN PERORANGAN DAN MASYARAKAT Wewenang Kabupaten/Kota 1. Penyelenggaraan kesehatan haji skala kabupaten/kota • Indikator Kinerja Cakupan mendapat pelayanan kesehatan 100% pada tahun 2010 • Alat Bukti/Verifikasi Indikator Provinsi Kabupaten/Kota Laporan bimbingan • Laporan pelaksanaan dan pengendalian kebijakan. norma. juklak dan pelayanan kesehatan juknis. norma.prosedur. Bimbingan dan pengendalian pelayanan kesehatan haji skala provinsi • • • 25 .

pelatihan dan penggerakkan petugas TKHD kloter propinsi Laporan penyiapan asrama perjalanan ke Embarkasi/ Debarkasi Laporan pelaksanaan dan koordinasi operasional kesehatan haji pada perjalanan menuju Embarkasi/ Debarkasi Laporan pelaksanaan SISKOHAT kesehatan haji Propinsi Laporan pembinaan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Kabupaten/Kota Laporan distribusi vaksin meningitis dan sarana prasarana pendukung ke rumah sakit dan puskesmas Laporan perekrutan. pengawasan. pengawasan. pengendalian • • • • • • 26 . pengendalian SISKOHAT kesehatan haji Unit pelayanan • • • • • • • provinsi Laporan pengembangan SDM pengelola dan tenaga kesehatan haji melalui pelatihan teknis pengelola dan tenaga kesehatan haji tingkat Propinsi Laporan distribusi logistik vaksin ke Kabupaten/Kota Laporan perekrutan. pelatihan dan penggerakkan petugas TKHD kloter Kabupaten/Kota Laporan penyiapan asrama perjalanan ke Embarkasi/Debarkasi Laporan pelaksanaan dan koordinasi operasional kesehatan haji pada perjalanan menuju Embarkasi/Debarkasi Laporan pelaksanaan SISKOHAT kesehatan haji Kabupaten/kota/Unit pelayanan Laporan pembinaan.

norma. sistem rujukan dengan kemampuan pelayanan sekunder. Pengelolaan pelayanan kesehatan rujukan sekunder dan tersier tertentu 2. pedoman. kompilasi data pelayanan kesehatan dasar dan rujukan sekunder • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan 27 . norma. serta sistem rujukan dengan kemampuan pelayanan sekunder dan tersier Laporan pengelolaan rujukan sekunder dan tersier tertentu yang membutuhkan pelayanan kesehatan tertentu dengan kompetensi sesuai dengan iptek kedokteran spesialistik dan subspesialistik Laporan bimbingan dan pengendalian pelayanan kesehatan tingkat propinsi dan kabupaten/kota Laporan monev pelayanan kesehatan rujukan sekunder dan tersier • • • • • Laporan pelaksanaan kebijakan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 2. prosedur pedoman. juklak dan juknis pelayanan kesehatan dasar. Penetapan kebijakan. standar. norma. standar prosedur dan kriteria pelayanan kesehatan berdasar kebijakan provinsi Laporan pengelolaan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan sekunder Laporan bimbingan dan pengendalian pelayanan kesehatan dasar dan rujukan sekunder Laporan monev pelayanan kesehatan dasar dan rujukan sekunder Laporan pelaporan. standar. Pengelolaan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan sekunder skala Kabupaten/Kota • Cakupan mendapat pelayanan kesehatan 100% pada tahun 2010 • • • • SISKOHAT kesehatan haji Kabupaten/Kota Laporan bimbingan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan. juklak dan juknis pelayanan kesehatan dasar. prosedur.

Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan • • • tertentu Laporan pelaporan. LS. swasta dan masyarakat terkait kebijakan upaya pelayanan kesehatan pada daerah tertinggal. Penyelenggaraan upaya kesehatan pada daerah perbatasan. LSM. perbatasan dan kepulauan skala kabupaten/kota Laporan sosialisasi. perbatasan dan kepulauan skala kabupaten/kota Laporan bimbingan teknis. perbatasan dan kepulauan skala kabupaten/kota Laporan penyusunan pengembangan rencana upaya pelayanan kesehatan pada daerah tertinggal. perbatasan dan kepulauan skala propinsi Laporan penyusunan pengembangan rencana upaya pelayanan kesehatan pada daerah tertinggal. LSM. Advokasi dan koordinasi LP. • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan 28 . Bimbingan dan pengendalian upaya kesehatan pada daerah perbatasan. perbatasan dan kepulauan skala propinsi Laporan sosialisasi. perbatasan dan • • • • Laporan penyusunan dan penetapan kebijakan/ NSPK upaya pelayanan kesehatan pada daerah tertinggal. monitoring dan evaluasi terhadap upaya pelayanan kesehatan pada daerah tertinggal. terpencil. swasta dan masyarakat terkait kebijakan upaya pelayanan kesehatan pada daerah tertinggal. LS. kompilasi data pelayanan kesehatan rujukan sekunder dan tersier tertentu Laporan penyusunan dan penetapan kebijakan/NSPK upaya pelayanan kesehatan pada daerah tertinggal. Advokasi dan koordinasi LP.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 • 3. rawan dan kepulauan skala provinsi 3. rawan dan kepulauan skala kabupaten/kota • • • • • • • • • • • Cakupan kunjungan ibu hamil K4 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan Cakupan pelayanan nifas Cakupan neonatal dengan komplikasi yang ditangani Cakupan kunjungan bayi Cakupan desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI) Cakupan pelayanan anak balita Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin Cakupan Balita gizi buruk mendapat perawatan.

perbatasan dan kepulauan skala kabupaten/kota • • • • • • • setingkat. Cakupan peserta KB Aktif Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit. monitoring dan evaluasi terhadap upaya pelayanan kesehatan pada daerah tertinggal. perbatasan dan kepulauan skala Kabupaten/kota Laporan pengembangan teknologi dan informasi pelayanan kesehatan pada daerah tertinggal. Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus di berikan sarana kesehatan (RS) di Kabupaten/kota Cakupan desa/kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam Cakupan Desa Siaga Aktif • • • • kepulauan skala propinsi Laporan bimbingan teknis. perbatasan dan kepulauan skala propinsi Laporan pengembangan teknologi dan informasi pelayanan kesehatan pada daerah tertinggal. perbatasan dan kepulauan skala propinsi Laporan pengembangan sumberdaya manusia pengelolaan pelayanan kesehatan pada daerah tertinggal. perbatasan dan kepulauan skala kabupaten/kota Laporan kajian pengelolaan/manajemen mutu pelayanan kesehatan pada daerah tertinggal. perbatasan dan kepulauan skala propinsi Laporan kajian pengelolaan/ manajemen mutu pelayanan kesehatan pada • • • • 29 . perbatasan dan kepulauan skala kabupaten/kota Laporan fasilitasi dan penyelenggaraan pemenuhan sumberdaya upaya pelayanan kesehatan pada daerah tertinggal.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 perbatasan dan kepulauan skala kabupaten/kota Laporan pengembangan sumberdaya manusia pengelolaan pelayanan kesehatan pada daerah tertinggal.

akreditasi. akreditasi. Registrasi. sertifikasi sarana kesehatan sesuai peraturan perundangundangan 4. rumah bersalin. UTDC. praktek berkelompok tenaga medis dan keperawatan. sarana radiologi diagnostik. • • • • daerah tertinggal. sertifikasi sarana kesehatan sesuai peraturan perundangundangan • Cakupan pelayanan registrasi. Laporan pembinaan registrasi sarana kesehatan seluruh kabupaten di wilayah a. perbatasan dan kepulauan skala propinsi Laporan fasilitasi dan penyelenggaraan pemenuhan sumber daya upaya pelayanan kesehatan pada daerah tertinggal. perbatasan dan kepulauan skala propinsi Registrasi sarana kesehatan : Laporan pemberian rekomendasi registrasi rumah sakit Laporan registrasi laboratorium kesehatan kelas pratama. Registrasi. keterapian fisik. akreditasi. Registrasi sarana kesehatan : • Laporan registrasi praktek mandiri tenaga medis dan keperawatan. • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan 30 . UTD Pembina. klinik umum/spesialis. sarana radiologi diagnostik.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 • 4. • Laporan monitoring evaluasi registrasi sarana kesehatan wilayah kerja kabupaten/kota. sertifikasi sarana kesehatan sesuai NSPK a. keterapian fisik. Laporan monitoring evaluasi registrasi sarana kesehatan seluruh kabupaten di wilayah kerja provinsi.

rumah bersalin. Akreditasi sarana kesehatan: • Laporan pengajuan permohonan untuk akreditasi sarana kesehatan • Laporan monitoring dan evaluasi akreditasi sarkes di wilayah kabupaten/kota • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan c. klinik umum/spesialis • Laporan bimbingan dan pengawasan akreditasi sarana kesehatan seluruh kabupaten di wilayah kerja provinsi • Laporan pemberian rekomendasi akreditasi sarana kesehatan • Laporan monitoring dan evaluasi akreditasi sarana kesehatan seluruh kabupaten di wilayah kerja provinsi. Sertifikasi sarana kesehatan: • Laporan usulan • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan 31 . c.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 kerja provinsi b. Sertifikasi sarana kesehatan: • Laporan pemberian b. praktek berkelompok tenaga medis dan keperawatan. Akreditasi sarana kesehatan: • Laporan pelaksanaan akreditasi praktek mandiri tenaga medis dan keperawatan.

rumah sakit khusus. serta sarana penunjang yang setara • Cakupan pendirian sarana kesehatan • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan 32 . Kelas D.a. dan pengobatan tradisional.a. rumah sakit swasta yang setara.b. praktik berkelompok. Pemberian izin sarana kesehatan meliputi rumah sakit pemerintah Kelas C. klinik umum/spesialis. setelah mendapat rekomendasi Departemen Kesehatan Laporan pemberian izin penyelenggaraan Laporan pengawasan Laporan rekomendasi izin mendirikan Laporan rekomendasi izin • • • • • • Laporan rekomendasi izin mendirikan sarana kesehatan Laporan rekomendasi izin penyelenggaraan Laporan monitoring & evaluasi • • • • • • • Laporan Usulan izin mendirikan sarana kesehatan Laporan monitoring dan evaluasi Laporan penetapan izin mendirikan Laporan penetapan izin penyelenggaraan • 5. rumah sakit swasta serta sarana kesehatan penunjang yang setara 5. Pemberian rekomendasi izin sarana kesehatan tertentu yang diberikan oleh pemerintah dan provinsi • Cakupan pendirian sarana kesehatan • • • rekomendasi permohonan sertifikasi penetapan/peningk atan kelas RS & Laboratorium kesehatan tingkat Propinsi Laporan pengawasan di tingkat Provinsi Laporan rekomendasi izin mendirikan sarana kesehatan Laporan rekomendasi izin penyelenggaraan Laporan monitoring dan evaluasi Laporan penetapan izin mendirikan.b. kedokteran komplementer. klinik dokter keluarga/dokter gigi keluarga.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 permohonan sertifikasi penetapan/peningkatan kelas RS & labkes Tk Kabupaten/kota Laporan monitoring dan evaluasi sertifikasi di tingkat kabupaten/kota (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan • 5. Pemberian izin sarana kesehatan meliputi rumah sakit pemerintah Kelas B non pendidikan. Pemberian rekomendasi izin sarana kesehatan tertentu yang diberikan oleh pemerintah 5. rumah bersalin.

Pengelolaan/ penyelenggaraan. jaminan pemeliharaan pengendalian jaminan kesehatan sesuai kondisi pemeliharaan lokal kesehatan skala provinsi Tatacara Pengawasan • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan Wewenang Provinsi 1. bimbingan. juklak dan juknis bidang • Laporan penyelenggaraan jaminan pemeliharaan kesehatan nasional : a. standar. Laporan penyelenggaraan jaminan pemeliharaan • • • 33 . standar. Bimbingan dan pengendalian penyelenggaraan jaminan pemeliharaan kesehatan nasional (Tugas Pembantuan) 1. norma. penyelenggaraan. b.b. juklak dan juknis bidang jaminan pemeliharaan kesehatan. Pengelolaan/ penyelenggaraan jaminan pemeliharaan kesehatan sesuai kondisi lokal • Indikator Kinerja Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin Alat Bukti/Verifikasi Indikator Provinsi Kabupaten/Kota • Laporan pengelolaan/ • Laporan pengelolaan/ penyelenggaraan. pedoman. pengendalian jaminan pemeliharaan kesehatan skala provinsi • • 1. Laporan bimbingan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 penyelenggaraan Laporan pengawasan b. pedoman. PEMBIAYAAN KESEHATAN 1) PEMBIAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT Wewenang Kabupaten/Kota 1.a. norma.prosedur. Laporan pelaksanaan kebijakan. Penyelenggaraan jaminan pemeliharaan kesehatan nasional (Tugas Pembantuan) • Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masayarakat miskin 100% pada tahun 2015 • Laporan bimbingan dan pengendalian penyelenggaraan jaminan pemeliharaan kesehatan nasional : a. bimbingan.b.a.prosedur.

b. Laporan penetapan paket pemeliharaan jaminan pemeliharaan kesehatan provinsi e.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 kesehatan tingkat kabupaten/kota. Laporan penetapan jaringan PPK jaminan pemeliharaan kesehatan kabupaten/kota. Laporan pelaksanaan peningkatan kapasitas SDM penyelenggaraan jaminan pemeliharaan 34 jaminan pemeliharaan kesehatan. Laporan penetapan jaringan PPK jaminan pemeliharaan kesehatan provinsi f. Laporan penetapan sasaran kepesertaan jaminan pemeliharaan kesehatan tingkat provinsi d. c. c. Laporan penetapan sasaran kepesertaan jaminan pemeliharaan kesehatan tingkat kabupaten/kota d. Laporan penetapan Badan Penyelenggara jaminan pemeliharaan kesehatan . Laporan penetapan paket pemeliharaan jaminan pemeliharaan kesehatan kabupaten/kota e. Laporan penyelenggaraan jaminan pemeliharaan kesehatan tingkat provinsi. f. Laporan penetapan sumber dan alokasi pembiayaan jaminan pemeliharaan kesehatan kabupaten/kota h. Laporan penetapan Badan Penyelenggara jaminan pemeliharaan kesehatan kabupaten/kota g. Laporan penetapan besaran iuran/premi jaminan pemeliharaan kesehatan kabupaten/kota i.

Laporan penetapan besaran iuran/premi jaminan pemeliharaan kesehatan provinsi i. Laporan pelaksanaan koordinasi. Laporan pelaksanaan monitoring dan evaluasi jaminan pemeliharaan kesehatan provinsi g. Laporan pelaksanaan peningkatan kapasitas SDM penyelenggaraan jaminan pemeliharaan kesehatan j. sosialisasi dan advokasi jaminan pemeliharaan kesehatan k. sosialisasi dan advokasi jaminan pemeliharaan kesehatan k.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 kesehatan j. Laporan penetapan sumber dan alokasi pembiayaan jaminan pemeliharaan kesehatan provinsi h. Laporan pelaksanaan monitoring dan evaluasi jaminan 35 . Laporan pelaksanaan koordinasi.

Pemanfaatan tenaga kesehatan strategis • Indikator Kinerja Cakupan pertolongan oleh tenaga kesehatan strategis • Alat Bukti/Verifikasi Indikator Provinsi Kabupaten/Kota Laporan • Laporan perencanaan Perencanaan kebutuhan tenaga kebutuhan tenaga kesehatan strategis kesehatanstrategis skala kabupaten: skala provinsi: Mengumpulkan data Mengumpulkan keadaan tenaga data keadaan kesehatan strategis tenaga Menghitung kesehatanstrate kebutuhan tenaga gis di Provinsi kesehatan strategis Menghitung di wilayah kebutuhan kabupaten/kota tenaga Melaporkan kesehatan kebutuhan tenaga strategis di kesehatan strategis wilayah Propinsi ke propinsi Melaporkan kebutuhan tenaga kesehatan strategis ke Pusat Laporan pelaksanaan kebijakan/pedoman pelaksanaan : Laporan Tatacara Pengawasan • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan Wewenang Provinsi 1.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 pemeliharaan kesehatan c. Penempatan tenaga kesehatan strategis. SUMBERDAYA MANUSIA KESEHATAN 1) PENINGKATAN JUMLAH MUTU DAN PENYEBARAN TENAGA KESEHATAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. pemindahan tenaga tertentu antar kabupaten/kota skala provinsi • • • 36 .

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 2. puskesmas) yang tepat guna sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan • Laporan penyusunan perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan strategis skala kabupaten/kota (pada/antar tingkat wilayah kecamatan dan tingkat organisasi. misalnya RS. puskesmas Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan 37 . Pendayagunaan tenaga kesehatan skala kabupaten/kota • Cakupan pertolongan oleh tenaga kesehatan • • • • • pelaksanaan pengadaan tenaga kesehatan strategis melalui pendidikan tenaga kesehatan strategis sesuai kebutuhan Laporan penetapan jenis tenaga kesehatan makro skala provinsi Laporan penyusunan jenis tenaga kesehatan makro skala provinsi/kabupaten/ko ta Laporan koordinasi dalam perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan strategis skala provinsi/kabupaten/ko ta Laporan penyusunan perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan strategis skala provinsi/kabupaten/ko ta Laporan pemberian bantuan/bimbingan teknis (kepada • • Laporan penetapan jenis tenaga kesehatan strategis skala kabupaten/kota. • Laporan penyusunan jenis tenaga kesehatan strategis • skala kabupaten/kota • Laporan koordinasi dalam perencanaan kebutuhan • tenaga kesehatan strategis skala kabupaten/kota (pada/antar tingkat wilayah kecamatan dan tingkat organisasi. misalnya RS. Pendayagunaan tenaga kesehatan skala provinsi 2.

penempatan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 • Laporan pemberian bantuan/ bimbingan teknis (technical assistance) dalam menyusun perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan strategis skala kabupaten/kota (pada/antar tingkat wilayah kecamatan dan tingkat organisasi. peningkatan mutu. distribusi dan sistem infomasi tenaga kesehatan makro skala provinsi • Laporan koordinasi dalam pemenuhan kebutuhan dan pendayagunaan tenaga kesehatan strategis skala provinsi • Laporan koordinasi dalam pengadaan tenaga kesehatan strategis skala provinsi khususnya untuk jenis tenaga . seleksi. seleksi. sistem insentif. sistem manajemen kinerja dan penghargaan. pola/sistem remunerasi. penempatan. manajemen pengembangan karir. pola/sistem remunerasi. peningkatan mutu. puskesmas) • Laporan pengelolaan pelaksanaan rekrutmen. sistem insentif. distribusi dan sistem tenaga kesehatan makro skala kabupaten/kota • Laporan koordinasi dalam pemenuhan kebutuhan dan pendayagunaan tenaga kesehatan strategis skala kabupaten/kota • Laporan koordinasi dalam pengadaan tenaga kesehatan strategis skala kabupaten/kota khususnya untuk jenis tenaga yang tidak 38 Pemda kabupaten/kota dalam menyusun perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan strategis skala provinsi • Laporan penyusunan pedoman pelaksanaan rekrutmen. misalnya RS. manajemen pengembangan karir. sistem manajemen kinerja dan penghargaan.

puskesmas) yang tepat guna. misalnya RS. • Laporan penyusunan dan penetapan pedoman pelaksanaan monev monitoring dan evaluasi pendayagunaan tenaga kesehatan makro skala provinsi • Laporan bersamasama dengan pemerintah dan pemerintahan daerah kabupaten/kota melakukan monitoring (pemantauan) dan evaluasi .LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 tersedia (tidak diproduksi) di daerah setempat • Laporan pemberian bantuan kecamatan secara teknis (technical assisstance) dalam melaksanakan berbagai kebijakan/pedoman pendayagunaan tenaga kesehatan strategis skala kabupaten/kota (pada tingkat wilayah kecamatan dan tingkat organisasi. misalnya RS. • Laporan bersama-sama dengan pemerintah dan pemerintahan daerah provinsi melakukan monitoring (pemantauan) dan evaluasi pendayagun an tenaga kesehatan strategis skala kabupaten/kota (pada/antar tingkat wilaya kecamatan dan tingkat 39 yang tidak tersedia (tidak diproduksi) di daerah setempat • Laporan pemberian bantuan pemerintahan daerah kabupaten/kota secara teknis (technical assisstance) dalam melaksanakan berbagai kebijakan/pedoman pendayagunaan tenaga kesehatan strategis skala nasional (pada/antar berbagai jenjang pemerintahan) yang tepat guna. puskesmas. • Laporan penyusunan dan penetapan pedoman pelaksanaan monev pendayagunaan tenaga kesehatan makro skala kabupaten/kota pada/antar tingkat wilayah kecamatan dan tingkat institusi.

akreditasi. Laporan penyusunan kebijakan pelaksanaan • 3. terakreditasi dan bersertifikat • • • pendayagunaan tenaga kesehatan strategis skala provinsi (pada/antar berbagai jenjang pemerintahan di daerah) yang tepat guna sesuai dengan kebijakan. akreditasi. sertifikasi tenaga kesehatan tertentu skala provinsi sesuai peraturan perundangundangan 4. misalnya RS. puskesmas) yang tepat guna sesuai dengan kebijakan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 organisasi. Pelatihan teknis kabupaten/kota skala • Cakupan pertolongan oleh tenaga kesehatan • • • • 4. Registrasi. sertifikasi tenaga kesehatan tertentu skala kabupaten/kota sesuai peraturan perundangundangan • Cakupan jumlah tenaga kesehatan yang teregistrasi. Pelaksana proses registrasi bagi tenaga kesehatan yang telah lulus uji kompetensi dengan mengeluarkan STR Bersama dengan Organisasi Profesi tingkat Propinsi • • • • Penyelenggaraan diklat teknis & fungsional standar lokal Pengendalian diklat teknis & fungsional Evaluasi diklat tingkat kabupaten/kota • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan • • • Pelaksanaan proses lisensi/ijin tenaga kesehatan Menerbitkan Surat Ijin Praktek dan Surat Ijin Kerja bagi tenaga kesehatan yang telah memiliki STR Bersama dengan Organisasi Profesi tingkat Kabupaten/Kota melaksanakan • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan 40 . Laporan penyusunan kebijakan pelaksanaan Penyelenggaraan diklat teknis & fungsional standar nasional dan lokal Pembinaan diklat teknis dan fungsional Pengendalian diklat teknis & fungsional melalui akreditasi pelatihan Evaluasi diklat tingkat propinsi Koordinator Pelaksanaan proses sertifikasi. Registrasi. Pelatihan diklat fungsional dan teknis skala provinsi 3.

dan prosedur di bidang kriteria dan prosedur penyediaan dan di bidang pengelolaan obat. MUT OBAT DAN KETERJANGKAUAN HARGA OBAT SERTA PERBEKALAN KESEHATAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. alat kesehatan. Pemberian rekomendasi izin tenaga kesehatan asing 5. OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN 1) KETERSEDIAAN. Tatacara Pengawasan • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan Wewenang Provinsi 1. standar. kebijakan. reagensia pengelolaan obat. standar. PEMERATAAN. • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan 5. kabupaten / kota reagensia dan • Laporan bimbingan dan vaksin di tingkat pengendalian provinsi pelaksanaan kebijakan. pedoman. reagensia dan vaksin skala kabupaten/kota • Indikator Kinerja Cakupan jumlah ketersediaan obatobatan. alat kesehatan dan vaksin • Alat Bukti/Verifikasi Indikator Provinsi Kabupaten/Kota Laporan • Laporan pelaksanaan pelaksanaan kebijakan. alat penyediaan dan kesehatan. norma. Penyediaan dan pengelolaan obat pelayanan kesehatan dasar. alat kesehatan. Pemberian izin praktik tenaga kesehatan asing • Cakupan jumlah tenaga kesehatan asing yang mendapat izin praktek • • • • melaksanakan pembinaan dan pengawasan profesi di tingkat propinsi Penilaian kelayakan pelayanan kesehatan (sarana dan TKKA) Menyiapkan rekomendasi izin penggunaan TKKA Melakukan pembinaan dan pengawasan TKKA Membuat laporan berkala tentang kegiatan TKKA • • d. Penyediaan dan pengelolaan bufferstock obat provinsi. pedoman. kriteria norma. dan vaksin di tingkat alat kesehatan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 pembinaan dan pengawasan profesi tingkat Kabupaten /Kota • • Pembinaan dan pengawasan TKKA Membuat Laporan. reagensia dan vaksin lainnya skala provinsi • • 41 .

alat kesehatan. alat kesehatan. • alat kesehatan. yang menjadi tanggung jawab Kabupaten/kota yaitu obat pelayanan kesehatan dasar. alat kesehatan. alat kesehatan. yang • menjadi tanggung jawab Provinsi yaitu buffer stock. • reagensia dan vaksin untuk pelayanan kesehatan dan program skala provinsi Laporan pengadaan penyediaan obat. alat kesehatan. standar. kriteria dan prosedur di bidang penyediaan dan pengelolaan obat. alat kesehatan. pedoman. reagensia dan vaksin skala provinsi Laporan perencanaan estimasi kebutuhan obat. reagensia dan vaksin skala kabupaten / kota Laporan perencanaan estimasi kebutuhan obat. tepat jumlah. reagensia dan vaksin sektor publik. reagensia dan vaksin skala kabupaten/kota Laporan pendistribusian obat. tepat waktu dan tepat sasaran untuk menjamin ketersediaan dan pemerataan skala kabupaten Laporan Penyimpanan Melakukan 42 • • • • Laporan bimbingan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan. . alat kesehatan reagensia dan vaksin tepat jenis.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 standar. norma. norma. alat kesehatan. reagensia dan vaksin untuk pelayanan kesehatan dan program skala kabupaten/kota Laporan pengadaan penyediaan obat. kriteria dan prosedur di bidang penyediaan dan pengelolaan obat. reagensia dan vaksin sektor publik. alat kesehatan. pedoman. reagensia dan vaksin lainnya skala provinsi Laporan pendistribusian obat.

alat kesehatan. alat kesehatan. tepat waktu dan tepat sasaran untuk menjamin ketersediaan dan pemerataan skala provinsi Laporan penyimpanan sesuai dengan persyaratan untuk menjamin kualitas obat. alat kesehatan. alat kesehatan. tepat jumlah. reagensia dan vaksin yang dilaksanakan oleh kabupaten / kota • • • 43 . reagensia dan vaksin secara rasional dengan penerapan pelayanan kefarmasian Laporan monitoring dan evaluasi terhadap seluruh aspek pengelolaan dan penyediaan obat. alat kesehatan. reagensia dan vaksin yang akan digunakan Laporan advokasi penggunaan obat. reagensia dan vaksin yang dilaksanakan oleh puskesmas dan jaringannya • • reagensia dan vaksin tepat jenis.alat kesehatan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 penyimpanan sesuai dengan persyaratan untuk menjamin kualitas obat. reagensia dan vaksin secara rasional dengan penerapan pelayanan kefarmasian Laporan Monitoring dan evaluasi terhadap seluruh aspek pengelolaan dan penyediaan obat.reagensia dan vaksin yang akan digunakan Laporan penggunaan obat.

makanan minuman hasil industri rumah tangga. makanan minuman hasil industri rumah tangga. psikotropika dan prekursor farmasi tingkat kabupaten / kota Memberikan penyuluhan dan rekomendasi dalam rangka pemberian sertifikat sarana produksi kepada perusahaan rumah tangga yang memproduksi alkes/PKRT Kelas II tertentu Laporan Melakukan pengambilan contoh alat kesehatan dan PKRT Kelas I. Sertifikasi sarana produksi dan distribusi alat kesehatan.a. kosmetika. psikotropika dan prekursor farmasi tingkat propinsi Pemberian Sertifikat Sarana Produksi Perusahaan Rumah Tangga yang memproduksi alkes dan PKRT Kelas II tertentu Laporan Melakukan koordinasi dan pelatihan pengambilan contoh alat kesehatan dan PKRT Kelas I.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 • Tersedianya data dan informasi narkotika. Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) Kelas II 2. mutu dan manfaat • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan 2. Pengambilan sampling/contoh sediaan farmasi di lapangan • Cakupan jumlah ketersediaan sarana produksi dan distribusi alat kesehatan • • • • • Tersedianya data dan informasi narkotika. kosmetika. obat tradisional hasil industri kecil obat tradisional Laporan Melakukan koordinasi pengawasan dan pengendalian dalam rangka pencegahan dan mengatasi KLB akibat pencemaran makanan dalam skala provinsi Laporan Tersedianya data • • • • • • 44 . obat tradisional hasil industri kecil obat tradisional Laporan Melakukan pengawasan dan pengambilan sampling rangka pencegahan dan mengatasi KLB akibat pencemaran makanan dalam skala kabupaten / kota Tersedianya data dan informasi keamanan.

Pengawasan dan registrasi makanan minuman produksi rumah tangga • Cakupan jumlah ketersediaan makanan minuman teregistrasi produksi rumah tangga • • • dan informasi keamanan.b. alat kesehatan dan PKRT Kelas B dan C. Pemeriksaan setempat sarana produksi dan distribusi sediaan farmasi • Cakupan jumlah ketersediaan sarana produksi dan distribusi alat kesehatan • 2. makanan dan minuman industri rumah tangga • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan • • • • Laporan Pelaksanaan pengawasan dan registrasi makanan minuman produksi rumah tangga Laporan Pelaksanaan Penyuluhan Keamanan makanan minuman dalam rangka Sertifikasi Produksi makanan minuman Industri Rumah Tangga Laporan Menerbitkan sertifikat laik sehat bagi produsen makanan minuman siap saji Laporan Melakukan pengawasan dan • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan 45 . alat kesehatan dan PKRT Kelas B dan C. kosmetika golongan C.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 sediaan farmasi dan alat kesehatan tingkat kabupaten/kota 2.c. makanan dan minuman industri rumah tangga Laporan Pembinaan dan pengendalian pelaksanaan pengawasan dan registrasi makanan minuman produksi rumah tangga Laporan Melakukan pembinaan dan pengendalian penerbitan sertifikat laik sehat bagi produsen makanan minuman siap saji Laporan koordinasi pengawasan dan pengendalian dalam rangka penggunaan • Laporan Pemeriksaan setempat sarana produksi dan distribusi IKOT. mutu dan manfaat sediaan farmasi dan alat kesehatan tingkat provinsi Laporan Pembinaan dan pengawasan pelaksanaan pemeriksaan sarana produksi dan distribusi IKOT. kosmetika golongan C.

Pemberian rekomendasi izin PBF Cabang.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 pengendalian dalam rangka penggunaan bahan tambahan yang dilarang termasuk cemaran mikroba patogen dalam makanan minuman produksi rumah tangga skala kabupaten / kota Laporan pemberian sertifikat penyuluhan dalam rangka pemberian sertifikat sarana produksi kepada perusahaan rumah tangga yang memproduksi alat kesehatan/PKRT kelas I tertentu Laporan sertifikat Kelas I sarana produksi kepada perusahaan rumah tangga yang memproduksi alkes / PKRT Kelas I tertentu Pemeriksaan setempat sarana produksi kosmetika golongan C Pemeriksaan setempat sarana bersama dengan provinsi Pemeriksaan setempat sarana bersama provinsi Pemeriksaan setempat sarana dalam rangka pemberian rekomendasi bahan tambahan yang dilarang termasuk cemaran mikroba patogen dalam makanan minuman produksi rumah tangga skala provinsi 2. PBAK dan Industri Kecil Obat Tradisional (I KOT) • Cakupan jumlah izin PBF Cabang. Sertifikasi alat kesehatan dan PKRT Kelas I • Cakupan jumlah ketersediaan alat kesehatan dan PKRT Kelas I • Laporan supervisi pelaksanaan pemberian sertifikat sarana produksi perusahaan rumah tangga alat kesehatan dan PKRT Kelas I tertentu • • • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan 3.d. PBAK dan Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT) • Pemberian rekomendasi Izin Usaha Industri Farmasi • Pemberian rekomendasi Izin Industri Obat Tradisional • Pemberian rekomendasi Izin Produksi Kosmetika • Pemeriksaan setempat bersama • • • • • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan 46 .a.a. PBF dan Pedagang Besar Alat Kesehatan (PBAK) 3. Pemberian rekomendasi izin industri komoditi kesehatan.

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 • Pemeriksaan setempat sarana dalam rangka pemberian rekomendasi Pemeriksaan sarana dalam rangka pemberian rekomendasi Pemberian rekomendasi ijin distribusi untuk cabang dan Sub PAK berdasarkan hasil pemeriksaan setempat sarana Melakukan Bindalwas Industri Rumah Tangga dan PKRT Monitoring dan pembinaan terhadap sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan PKRT tingkat kabupaten/kota • • • • • • • • dengan Kabupaten/kota Rekomendasi sertifikasi sarana produksi Alkes dan PKRT Kelas Bdan C Pemberian rekomendasi izin Industri Bahan Baku Farmasi Pemberian rekomendasi izin Pedagang Besar Farmasi dan Pedagang Besar Bahan Baku Farmasi Pemeriksaan setempat bersama dengan Kabupaten/kota Pemberian rekomendasi izin PAK Pemberian Rekomendasi dalam rangka pemberian izin importir produsen Pemberian Rekomendasi dalam rangka pemberian izin importir Terdaftar Pemberian rekomendasi dalam rangka pemberian izin importir /eksportir obat narkotika. • • • • 47 .

b. PBAK dan Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT) psikotropika dan prekursor farmasi • Pemberian izin distribusi untuk Cabang dan Sub PAK • Koordinasi pelaksanaan Bindalwas Industri Rumah Tangga Alkes dan PKRT • Pelaksanaan dan koordinasi monitoring dan pembinaan terhadap sarana produksi dan distribusi alat kesehatan dan PKRT tingkat provinsi • Pemberian izin PBF Cabang dan IKOT • Bimbingan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan perizinan Apotik dan Toko Obat • • • • Pemeriksaan setempat dan pemberian rekomendasi izin PBF Cabang dan IKOT Pemberian izin apotik. KELUARGA DAN MASYARAKAT BERPERILAKU HIDUP SEHAT dAN PENGEMBANGAN UPAYA 48 .LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 2. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 1) PEMBERDAYAAN INDIVIDU. Pemberian Cabang dan IKOT toko obat izin apotik. toko obat Pemeriksaan setempat Apotik dan Toko Obat dalam rangka pemberian izin Pemberian izin Apotik dan Toko Obat • • • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan e.b. Pemberian izin PBF 3. • Cakupan jumlah izin PBF Cabang.

• Laporan penetapan Laporan penetapan prioritas masalahprioritas masalahmasalah kesehatan masalah kesehatan setempat yang akan ditangani/intervensi setempat yang akan ditangani/intervensi skala kabupaten/kota.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM) Wewenang Provinsi 1. Penyelenggaraan promosi kesehatan skala kabupaten/kota • Indikator Kinerja Cakupan desa siaga aktif 80% pada tahun 2015 • Alat Bukti/Verifikasi Indikator Provinsi Kabupaten/Kota Laporan • Laporan pengumpulan pengumpulan data. PHBS skala provinsi. mengevaluasi pertugasTatacara Pengawasan • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan • • • • 49 . • Laporan penatapan Laporan penetapan waktu/jadwal waktu/jadwal pelaksanaan promosi pelaksanaan dan pemberdayaan promosi dan masyarakat yang pemberdayaan terfokus pada masalahmasyarakat yang masalah kesehatan terfokus pada prioritas. Hal ini dapat masalah-masalah dilakukan dengan kesehatan prioritas. analisis mengolah. analisis dan menyajikan data dan menyajikan data dari survei cepat PHBS dari survei cepat skala kabupaten/kota. Penyelenggaraan promosi kesehatan skala provinsi Wewenang Kabupaten/Kota 1. data. melatih. tempat dan orang membimbing dan skala provinsi. masalah kesehatan tempat dan orang skala dan menetapkan kabupaten/kota. mengolah.mengawasi. terlebih dahulu Hal ini dapat menganalisis secara dilakukan dengan epidemiologis masingterlebih dahulu masing masalah menganalisis secara kesehatan dan epidemiologis menetapkan pola masing-masing kejadian menurut waktu. skala provinsi. pola kejadian • Laporan pelaksanaan menurut waktu.

Laporan membantu dan memfasilitasi petugas-petugas kesehatan di unitunit operasional dengan sarana/media komunikasi yang sesuai untuk pelaksanaan promosi dan pemberdayaan masyarakat (mis. dgn menyediakan lembar balik/media cetak. CD serta prototipe media lainnya). dgn menyediakan lembar balik/media cetak. Untuk ini secara bertahap dikembangkan kemampuan petugas dalam memproduksi media (cetak dan elektronik) skala kabupaten/kota. CD serta prototipe media lainnya).mengawasi. Laporan pelaksanaan bina suasana dan advokasi di tingkat kabupaten/kota Laporan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di 50 • • Laporan pelaksanaan melatih. media elektronik. Laporan membantu dan memfasilitasi petugaspetugas kesehatan di unit-unit operasional dengan sarana/media komunikasi yang sesuai untuk pelaksanaan promosi dan pemberdayaan masyarakat (mis. media elektronik.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 petugas kesehatan di unit-unit operasional dalam melaksanakan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat untuk substansi program kesehatan prioritas skala kabupaten/kota. Untuk ini secara bertahap dikembangkan kemampuan petugas • • • . membimbing dan mengevaluasi pertugas-petugas kesehatan di unitunit operasional dalam melaksanakan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat untuk substansi program kesehatan prioritas skala provinsi.

sumber sumber daya manusia daya manusia kesehatan. dan kriteria bidang kesehatan • • 51 . • • dalam memproduksi media (cetak dan elektronik) skala provinsi. standar. Laporan pelaksanaan bina suasana dan advokasi di provinsi dan tingkat kabupaten/kota Laporan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di provinsi. kesehatan. norma. dan kriteria pengendalian bidang uapaya operasionalisasi bidang kesehatan. prosedur. perbekalan perberdayaan Tatacara Pengawasan • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan Wewenang Provinsi 1. bimbingan dan prosedur. bimbingan dan pengendalian operasionalisasi bidang kesehatan • Indikator Kinerja Cakupan desa siaga aktif 80% pada tahun 2015 Alat Bukti/Verifikasi Indikator Provinsi Kabupaten/Kota • Laporan bimbingan • Laporan dan pengendalian Penyelenggaraan. . kabupaten/kota dan kecamatan dan desa. MANAJEMEN KESEHATAN 1) KEBIJAKAN Wewenang Kabupaten/Kota • Penyelenggaraan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 kabupaten/kota dan kecamatan dan desa. pembiayaan pembiayaan kesehatan. Bimbingan dan pengendalian norma. standar. obat dan kesehatan. obat dan perbekalan kesehatan. f. upaya kesehatan.

advokasi. advokasi.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 masyarakat serta manajemen kesehatan Penyelenggaraan. fasilitasi. konsultasi. monitoring dan evaluasi Pengkajian Kebijakan Pembangunan Kesehatan Menyiapkan sumber daya manusia untuk mengikuti peningkatan kapasitas dalam pengkajian kebijakan . perberdayaan masyarakat serta manajemen kesehatan : Bimbingan dan pengendalian norma. standar. supervisi. monitoring dan evaluasi Pengkajian Kebijakan Pembangunan Kesehatan. prosedur. bimbingan dan pengendalian operasionalisasi dalam Pengelolaan dan Penyelenggaraan Perumusan Kebijakan Pembangunan Kesehatan skala Kabupaten/Kota Melakukan konsultasi. Menyiapkan sumber daya manusia untuk mengikuti peningkatan kapasitas dalam pengkajian kebijakan pembangunn kesehatan Meningkatkan dukungan pembiayaan dan sarana untuk pelaksanaan pengkajian kebijakan 52 kesehatan. dan kriteria dalam Pengelolaan dan Penyelenggaraan Perumusan Kebijakan Pembangunan Kesehatan skala Provinsi Melakukan bimbingan.

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 pembangunn kesehatan skala Kabupaten/Kota Melaksanakan metode dan teknik pengkajian kebijakan pembangunan kesehatan Mengembangkan jejaring pengkajian kebijakan pembangunan kesehatan skala Kabupaten/Kota Menyusun perencanaan bidang kesehatan kabupaten/kota Koordinasi dan sinkronisasi perencanaan dan anggaran bidang kesehatan kabupaten/kota Perencanaan operasional bdiang kesehatan skala Kabupaten/kota sesuai dan selaras dengan kebijakan nasional dan provinsi Monitoring dan evaluasi pelaksanaan 53 pembangunn kesehatan Meningkatkan dukungan pembiayaan dan sarana untuk pelaksanaan pengkajian kebijakan pembangunn kesehatan skala Provinsi Melaksanakan metode dan teknik pengkajian kebijakan pembangunan kesehatan Mengembangkan jejaring pengkajian kebijakan pembangunan kesehatan skala Provinsi Menyusun kebijakan perencanaan bidang kesehatan provinsi Koordinasi dan sinkronisasi perencanaan dan anggaran bidang kesehatan provinsi Perencanaan .

Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan kesehatan yang mendukung perumusan kebijakan provinsi • • • • • • 54 . Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan kesehatan yang mendukung perumusan kebijakan kabupaten/kota Indikator Kinerja Cakupan desa siaga aktif 80% pada tahun 2015 • Alat Bukti/Verifikasi Indikator Provinsi Kabupaten/Kota Menyusun proposal/ • Menyusun proposal/ protokol litbangkes protokol litbangkes sesuai agenda sesuai agenda litbangkes litbangkes Melaksanakan • Melaksanakan litbangkes sesuai litbangkes sesuai baku baku ilmiah dan ilmiah dan baku etika baku etika • Translate results of research into action Translate results of • Kajian hasil penelitian research into action dan penyusunan Kajian hasil ringkasan eksekutif penelitian dan untuk pengambil penyusunan keputusan dan ringkasan eksekutif pelaksana program untuk pengambil • Memfasilitasi publikasi keputusan dan hasil litbangkes pelaksana program • Memanfaatkan sumber Memfasilitasi Tatacara Pengawasan • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan Wewenang Provinsi 1.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 program dan anggaran skala kabupaten/kota strategis bidang kesehatan skala provinsi sesuai dan selaras dengan kebijakan nasional Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program dan anggaran skala provinsi 2) PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN Wewenang Kabupaten/Kota 1.

membina dan mengembangkan jejaring litbangkes Memfasilitasi publikasi hasil litbangkes Memfasilitasi HKI bagi litbangkes yang hasilnya menjadi sumber daya produk/ proses Menciptakan hubungan baik dengan semua simpul dan mitra litbangkes Menyediakan sistem penghargaan kepada lembaga litbangkes.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 daya litbangkes secara efektif dan efisien Memfasilitasi pelaksanaan litbangkes Melaksanakan advokasi untuk mendapat dukungan pelaksanaan litbangkes Menciptakan hubungan baik dengan semua simpul dan mitra litbangkes Menyediakan sistem penghargaan kepada lembaga litbangkes. peneliti dan fungsional litbang iptekkes lain Menyediakan sistem rekrutmen dan pengembangan • • • • • • 55 . peneliti dan fungsional litbang iptekkes lain Menyediakan sistem rekrutmen dan pengembangan SDM litbangkes Menjamin ketersediaan dan kesinambungan dana litbangkes sesuai agenda litbangkes • • • • • • • • publikasi hasil litbangkes Memfasilitasi HKI bagi litbangkes yang hasilnya menjadi sumber daya produk/ proses Memanfaatkan sumber daya litbangkes secara efektif dan efisien Menginisiasi.

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 • SDM litbangkes Menjamin ketersediaan dan kesinambungan dana litbangkes sesuai agenda litbangkes 3) KERJASAMA LUAR NEGERI Wewenang Kabupaten/Kota 1. Penyelenggaraan kerjasama luar negeri skala kabupaten/kota • Indikator Kinerja Cakupan kerjasama bidang kesehatan meningkat • Alat Bukti/Verifikasi Indikator Provinsi Kabupaten/Kota Laporan fasilitasi • Laporan persiapan dan persiapan & penyusunan rencana penyusunan rencana DRPHLN DRPHLN tingkat • Laporan pelaksanaan provinsi dan koordinasi penyusunan kabupaten/kota rencana DRPHLN di Laporan lingkunfan Dinas pelaksanaan Kesehatan koordinasi kabupaten/kota penyusunan rencana • Laporan pelaksanaan DRPHLN tingkat evaluasi perencanaan provinsi dan DRPHLN tingkat kabupaten/kota kabupaten/kota Laporan • Laporan pelaksanaan pelaksanaan usulan DRPHLN provinsi pendampingan & dan kabupaten/kota advokasi kepada kepada Kepala Dinas Bappeda dan DPRD Kesehatan provinsi Melakukan evaluasi perencanaan DRPHLN tingkat provinsi Tatacara Pengawasan • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan Wewenang Provinsi 1. Penyelenggaraan kerjasama luar negeri skala provinsi • • • • • 56 .

Pembinaan. monitoring. monitoring.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 • • • Laporan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan proyekproyek DRPHLN (provinsi dan kabupaten/kota) Laporan penyelenggaraan RAKOREN – PHLN provinsi Laporan pelaksanaan usulan DRPHLN provinsi dan kabupaten/kota kepada Menkes 4) PENINGKATAN PENGAWASAN DAN AKUNTABILITAS Wewenang Kabupaten/Kota 1. evaluasi dan pengawasan skala provinsi • • • 57 . evaluasi dan pengawasan skala kabupaten/kota • Indikator Kinerja Cakupan pembinaan dan pengawasan • Alat Bukti/Verifikasi Indikator Provinsi Kabupaten/Kota Jumlah rapat • Jumlah rapat evaluasi evaluasi terhadap terhadap peningkatan peningkatan pelayanan kesehatan pelayanan • Laporan hasil kesehatan pelaaksanaan evaluasi Laporan hasil dan pengawasan pelaaksanaan evaluasi dan pengawasan Tatacara Pengawasan • Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan Wewenang Provinsi 1. Pembinaan.

Pengelolaan SIK skala kabupaten/kota. Pemeriksaan terhadap laporan hasil pelaksanaan kegiatan (output) Membuktikan kebenaran hasil laporan kegiatan/data dengan uji petik Menganalisa permasalahan Wewenang Provinsi 1. • • • 3. . 58 Wewenang Provinsi Penetapan kebijakan dalam skala Provinsi : 1. KEPEMUDAAN DAN OLAH RAGA a. Pengembangan keserasian kebijakan dan pemberdayaan Indikator Kinerja Dikembangkannya keserasian kebijakan dan pemberdayaan kepemudaan • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan pengembangan keserasian kebijakan dan pemberdayaan kepemudaan Tatacara Pengawasan • Periksa apakah terdapat laporan pengembangan keserasian kebijakan dan pemberdayaan kepemudaan. KEPEMUDAAN 1) KEBIJAKAN Wewenang Kabupaten /Kota Penetapan kebijakan dalam • skala Kabupaten /Kota : 1. Pengelolaan SIK skala provinsi. Pengembangan keserasian kebijakan dan pemberdayaan. • Indikator Kinerja Cakupan kabupaten/kota mempunyai dokumentasi sistem kesehatan pada tahun 2010 • Alat Bukti/Verifikasi Indikator Provinsi Kabupaten/Kota Laporan • Laporan pelaksanaan pelaksanaan sistem sistem informasi tersebut informasi tersebut (SIK) (SIK) • Laporan penyebarluasan Laporan sistem informasi tersebut penyebarluasan (SIK) kepada sistem informasi masyarakat berdasarkan tersebut (SIK) sendi-sendi pelayanan kepada masyarakat publik yang baik berdasarkan sendisendi pelayanan publik yang baik Tatacara Pengawasan • 1. .LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 5) PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN (SIK) Wewenang Kabupaten/Kota 1.

wawasan dan kreativitas kepemudaan Laporan pengembangan kemitraan dan kewirausahaan kepemudaan Tatacara Pengawasan • Periksa apakah terdapat laporan pengembangan kemitraan pemerintah dengan masyarakat dalam pembangunan kepemudaan. Periksa apakah terdapat Laporan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan keimanan ketaqwaan (IMTAQ) kepemudaan Periksa apakah terdapat Laporan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan keimanan ketaqwaan (IMTAQ) kepemudaan. Peningkatan profesionalisme. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan keimanan ketaqwaan (IMTAQ). 59 3. 7. • • • 4. Laporan peningkatan profesionalisme. wawasan dan kreativitas • Indikator Kinerja Dikembangkannya kemitraan pemerintah dengan masyarakat dalam pembangunan kepemudaan. Peningkatan profesionalisme. Kemitraan dan kewirausahaan • • • 6. kepemimpinan dan kepeloporan pemuda • Laporan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan keimanan ketaqwaan (IMTAQ) kepemudaan. kepemimpinan dan kepeloporan 6. Pengembangan kemitraan pemerintah dengan masyarakat dalam pembangunan Peningkatan peranserta secara lintas bidang dan sektoral. 3. Kemitraan dan kewirausahaan Wewenang Kabupaten /Kota 2. Periksa apakah terdapat Laporan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan keimanan ketaqwaan (IMTAQ) kepemudaan. wawasan dan kreativitas kepemudaan Dikembangkannya kemitraan dan kewirausahaan kepemudaan • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan pengembangan kemitraan pemerintah dengan masyarakat dalam pembangunan kepemudaan Laporan peningkatan peranserta kepemudaan secara lintas bidang dan sektoral Dikembangkannya manajemen. • kepemimpinan dan kepeloporan • • . Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan keimanan ketaqwaan (IMTAQ) • Dikembangkannya ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan keimanan ketaqwaan (IMTAQ) kepemudaan Meningkatnya profesionalisme. 5. Pengembangan manajemen. Dikembangkannya manajemen. • • • 5.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 2. 4. wawasan dan kreativitas kepemudaan. Periksa apakah terdapat laporan peningkatan peranserta kepemudaan secara lintas bidang dan sektoral Periksa apakah terdapat laporan pengembangan manajemen. Pengembangan kemitraan pemerintah dengan masyarakat dalam pembangunan Peningkatan peranserta secara lintas bidang dan sektoral Periksa apakah terdapat laporan pengembangan kemitraan dan kewirausahaan kepemudaan. Meningkatnya peran serta kepemudaan secara lintas bidang dan sektoral. kepemimpinan dan kepeloporan pemuda • 7.

kepemimpinan dan kepeloporan pemuda Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pengaturan sistem penganugerahan prestasi pemuda Periksa apakah terdapat laporan peningkatan prasarana dan sarana kepemudaan Periksa apakah terdapat laporan pengembangan jaringan dan sistem informasi kepemudaan Periksa apakah terdapat laporan perumusan kriteria dan standarisasi lembaga kepemudaan. Periksa apakah terdapat laporan pembangunan kapasitas dan kompetensi lembaga kepemudaan. 9. kepemimpinan dan kepeloporan pemuda Periksa apakah terdapat laporan peningkatan profesionalisme. Pencegahan dan perlindungan bahaya distruktif 12. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan 60 9. Wewenang Kabupaten /Kota 8. Pengembangan jaringan dan sistem informasi 10. Tatacara Pengawasan • Periksa apakah terdapat laporan peningkatan profesionalisme. Pencegahan dan • perlindungan bahaya distruktif • • • • . Pembangunan kapasitas dan kompetensi lembaga kepemudaan • • • 13.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 8. Pengaturan sistem penganugerahan prestasi • Indikator Kinerja Dilakukannya pengaturan sistem penganugerahan prestasi pemuda Ditingkatkannya prasarana dan sarana kepemudaan • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan pelaksanaan pengaturan sistem penganugerahan prestasi pemuda. Peningkatan prasarana dan sarana • • • 10. Pengembangan jaringan dan sistem informasi • Dikembangkannya jaringan dan sistem informasi kepemudaan. Laporan peningkatan prasarana dan sarana kepemudaan Laporan pengembangan jaringan dan sistem informasi kepemudaan Laporan perumusan kriteria dan standarisasi lembaga kepemudaan Laporan pembangunan kapasitas dan kompetensi lembaga kepemudaan Laporan pelaksanaan pencegahan dan perlindungan bahaya distruktif. Kriteria dan standarisasi lembaga kepemudaan • Dirumuskannya kriteria dan standarisasi lembaga kepemudaan Dibangunnya kapasitas dan kompetensi lembaga kepemudaan Dilakukannya pencegahan dan perlindungan bahaya distruktif • • 12. • • 11. Pengaturan sistem penganugerahan prestasi Peningkatan prasarana dan sarana. Pembangunan kapasitas dan kompetensi lembaga kepemudaan 13. Kriteria dan standarisasi lembaga kepemudaan 11.

Pembangunan pusat pemberdayaan pemuda Pendidikan dan pelatihan kepemudaan tingkat kabupaten/ kota Kerjasama antar kecamatan skala kabupaten/kota. • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan fasilitasi dan dukungan aktivitas kepemudaan lintas daerah. Indikator Kinerja • Terlaksananya aktivitas kepemudaan Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Laporan pelaksanaan aktivitas kepemudaan Tatacara Pengawasan • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan aktivitas kepemudaan Wewenang Provinsi Pelaksanaan kebijakan dalam skala Provinsi : 1. nasional dan internasional 2. pemerintah dan internasional.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten /Kota Indikator Kinerja Tatacara Pengawasan pencegahan dan perlindungan bahaya distruktif. 4. Aktivitas kepemudaan yang berskala kabupaten/kota. 4. 2) PELAKSANAAN Wewenang Kabupaten/Kota Pelaksanaan kebijakan dalam skala Kabupaten/Kota : 1. Fasilitasi dan dukungan aktivitas kepemudaan lintas kecamatan skala kabupaten/ kota 3. Fasilitasi dan dukungan aktivitas kepemudaan lintas kabupaten/ kota Pembangunan pusat pemberdayaan pemuda Pendidikan dan pelatihan kepemudaan tingkat provinsi Kerjasama antar kabupaten/kota skala provinsi. 3. • Periksa apakah terdapat pembangunan pusat pemberdayaan pemuda • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan kepemudaan. pemerintah dan internasional • Terlaksananya fasilitasi dan dukungan aktivitas kepemudaan lintas daerah. • Laporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan kepemudaan • Laporan pelaksanaan kerjasama kepemudaan lintas daerah 2. • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan kerjasama kepemudaan lintas daerah 61 . 5. Aktivitas kepemudaan yang berskala provinsi 1. • Dibangunnya pusat pemberdayaan pemuda • Terlaksananya pendidikan dan pelatihan kepemudaan. provinsi. • Dilakukannya kerjasama kepemudaan lintas daerah • Laporan pelaksanaan fasilitasi dan dukungan aktivitas kepemudaan lintas daerah • Laporan pembangunan pusat pemberdayaan pemuda. provinsi.

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 3) KOORDINASI Wewenang Kabupaten/Kota Koordinasi dalam skala Kabupaten/Kota : 1. 2. 2. Laporan pelaksanaan koordinasi. Daftar hadir rapat koordinasi. Laporan pelaksanaan koordinasi. Wewenang Provinsi Koordinasi dalam skala Provinsi : 1. Periksa apakah terdapat notulen rapat koordinasi dan daftar hadir rapat koordinasi bidang kepemudaan dengan lembaga non pemerintah. Notulen rapat koordinasi. 2. • • • • • • • • • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Notulen rapat koordinasi. Pembinaan terhadap organisasi kepemudaan. Koordinasi dengan lembaga non pemerintah. Pembinaan terhadap kegiatan kepemudaan 3. Dilakukannya koordinasi bidang kepemudaan dengan lembaga non pemerintah. 62 Wewenang Provinsi Pembinaan dan pengawasan dalam skala Provinsi : 1. Pembinaan terhadap kegiatan kepemudaan 3. • Laporan pelaksanaan • Periksa apakah terdapat pembinaan terhadap kegiatan laporan pelaksanaan kepemudaan. • • 4) PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Wewenang Kabupaten/Kota Pembinaan dan pengawasan dalam skala Kabupaten/Kota : 1. • • 3. Daftar hadir rapat koordinasi. Tatacara Pengawasan • Periksa apakah terdapat notulen rapat koordinasi dan daftar hadir rapat koordinasi bidang kepemudaan antar dinas instansi terkait. • Periksa apakah terdapat notulen rapat koordinasi dan • Daftar hadir rapat koordinasi. Laporan pelaksanaan koordinasi. Koordinasi dengan lembaga non pemerintah. Notulen rapat koordinasi. Koordinasi antar dinas instansi terkait. Pembinaan koordinasi pemerintahan antar . Koordinasi antar provinsi dan kabupaten/kota. Koordinasi antar kecamatan skala kabupaten/kota. Dilakukannya koordinasi bidang kepemudaan dengan lembaga non pemerintah. Koordinasi antar dinas instansi terkait. Pembinaan koordinasi pemerintahan antar susunan Indikator Kinerja • pembinaan terhadap organisasi kepemudaan • Dilakukannya pembinaan terhadap kegiatan kepemudaan • Dilakukannya pembinaan koordinasi pemerintahan antar Alat Bukti/ Tatacara Pengawasan Verifikasi Indikator • Laporan pelaksanaan • Periksa apakah terdapat pembinaan terhadap organisasi laporan pelaksanaan kepemudaan pembinaan terhadap organisasi kepemudaan. Periksa apakah terdapat notulen rapat koordinasi dan daftar hadir rapat koordinasi bidang kepemudaan dengan lembaga non pemerintah. 3. Pembinaan terhadap organisasi kepemudaan 2. Daftar hadir rapat koordinasi. pembinaan terhadap kegiatan kepemudaan • Notulen rapat koordinasi. • Indikator Kinerja Dilakukannya koordinasi bidang kepemudaan antar dinas instansi terkait.

• 6. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang kepemudaan. Pembinaan. penyusunan pemberian pedoman dan standar pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang kepemudaan Pembinaan pemberian bimbingan. Pengaturan pengawasan terhadap pelaksanaan norma dan standar di 4. • . Pembinaan perencanaan. penyusunan pemberian pedoman dan standar pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang kepemudaan • Laporan pelaksanaan pembinaan pemberian bimbingan. Pembinaan pemberian bimbingan. pengembangan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang kepemudaan • Dilakukannya pengaturan pengawasan terhadap pelaksanaan norma dan standar Tatacara Pengawasan daftar hadir rapat koordinasi pemerintahan antar susunan pemerintahan di bidang kepemudaan Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pembinaan. pengembangan. penelitian. supervisi dan konsultasi urusan pemerintahan di bidang kepemudaan. supervisi dan konsultasi urusan pemerintahan di bidang kepemudaan • Dilakukannya pembinaan pendidikan dan pelatihan di bidang kepemudaan • Dilakukannya pembinaan perencanaan. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pengaturan pengawasan 63 • Laporan pelaksanaan pembinaan. Pembinaan pendidikan dan pelatihan di bidang kepemudaan 7. penyusunan pemberian pedoman dan standar pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang kepemudaan 5. Wewenang Kabupaten/Kota pemerintahan di bidang kepemudaan. 6. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang kepemudaan. pengem-bangan. Pengaturan pengawasan terhadap pelaksanaan norma dan standar di bidang Indikator Kinerja susunan pemerintahan di bidang kepemudaan • Dilakukannya pembinaan. penelitian. penelitian. supervisi dan konsultasi urusan pemerintahan di bidang kepemudaan Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pembinaan pendidikan dan pelatihan di bidang kepemudaan Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pembinaan perencanaan. • Laporan pelaksanaan pembinaan perencanaan. Pembinaan pendidikan dan pelatihan di bidang kepemudaan Pembinaan perencanaan. penyusunan pemberian pedoman dan standar pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang kepemudaan Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pembinaan pemberian bimbingan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi susunan pemerintahan di bidang kepemudaan 4. • Laporan pelaksanaan pembinaan pendidikan dan pelatihan di bidang kepemudaan. supervisi dan konsultasi urusan pemerintahan di bidang kepemudaan. • Laporan pelaksanaan pengaturan pengawasan terhadap pelaksanaan norma • 5. penyusunan pemberian pedoman dan standar pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang kepemudaan • Dilakukannya pembinaan pemberian bimbingan. penelitian. Pembinaan. penelitian. pengembangan. 8. • 7. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang kepemudaan. pengembangan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang kepemudaan. • 8. supervisi dan konsultasi urusan pemerintahan di bidang kepemudaan.

LAMPIRAN I

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009

Wewenang Provinsi bidang kepemudaan.

Wewenang Kabupaten/Kota kepemudaan

Indikator Kinerja di bidang kepemudaan.

Alat Bukti/ Verifikasi Indikator dan standar di bidang kepemudaan.

Tatacara Pengawasan terhadap pelaksanaan norma dan standar di bidang kepemudaan.

b.

OLAH RAGA 1) KEBIJAKAN Wewenang Kabupaten/Kota Penetapan kebijakan dalam skala Kabupaten/Kota : 1. Pengembangan dan keserasian kebijakan olahraga. 2. Penyelenggaraan keolahragaan 3. Pembinaan dan pengembangan keolahragaan 4. Pengelolaan keolahragaan 5. Penyelenggaraan pekan dan kejuaraan olahraga 6. Pembangunan dan peningkatan prasarana dan sarana olahraga • Alat Bukti/ Tatacara Pengawasan Verifikasi Indikator Dilakukannya pengembangan dan • Laporan pelaksanaan • Periksa apakah terdapat keserasian kebijakan olahraga pengembangan dan keserasian laporan pelaksanaan kebijakan olahraga. pengembangan dan keserasian kebijakan olahraga Dilakukannya penyelenggaraan • Laporan penyelenggaraan • Periksa apakah terdapat keolahragaan keolahragaan laporan penyelenggaraan keolahragaan Dilakukannya pembinaan dan • Laporan pelaksanaan • Periksa apakah terdapat pengembangan keolahragaan pembinaan dan laporan pelaksanaan pengembangan keolahragaan pembinaan dan pengembangan keolahragaan Dilakukannya pengelolaan • Laporan pelaksanaan • Periksa apakah terdapat keolahragaan pengelolaan keolahragaan laporan pelaksanaan pengelolaan keolahragaan. Terselenggaranya pekan dan • Laporan penyelenggaraan • Periksa apakah terdapat kejuaraan olahraga pekan dan kejuaraan olahraga laporan penyelengga raan pekan dan kejuaraan olahraga Dilakukannya pembangunan dan • Laporan pelaksanaan • Periksa laporan pelaksanaan peningkatan prasarana dan sarana pembangunan dan pembangunan dan olahraga peningkatan prasarana dan peningkatan prasarana dan sarana olahraga sarana olahraga Indikator Kinerja 64

Wewenang Provinsi Penetapan kebijakan dalam skala Provinsi : 1. Pengembangan dan keserasian kebijakan olahraga 2. Penyelenggaraan keolahragaan 3. Pembinaan dan pengembangan keolahragaan 4. Pengelolaan keolahragaan 5. Penyelenggaraan pekan dan kejuaraan olahraga 6. Pembangunan dan peningkatan prasarana dan sarana olahraga

• •

• •

LAMPIRAN I

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009

Wewenang Provinsi 7. Pendidikan dan pelatihan keolahragaan 8. Pendanaan keolahragaan 9. Pengembangan IPTEK keolahragaan 10. Pengembangan kerjasama dan informasi keolahragaan 11. Pengembangan kemitraan pemerintah dengan masyarakat dalam pembangunan olahraga. 12. Peningkatan peranserta secara lintas bidang dan sektoral serta masyarakat. 13. Pengembangan manajemen olahraga

Wewenang Kabupaten/Kota 7. Pendidikan dan pelatihan keolahragaan 8. Pendanaan keolahragaan 9. Pengembangan IPTEK keolahragaan 10. Pengembangan kerjasama dan informasi keolahragaan 11. Pengembangan kemitraan pemerintah dengan masyarakat dalam pembangunan olahraga

Indikator Kinerja • Terselenggaranya pendidikan dan pelatihan keolahragaan • Didanainya keolahragaan • Dikembangkannya IPTEK keolahragaan • Dilakukannya pengem-bangan kerjasama dan informasi keolahragaan • Dilakukannya pengem-bangan kemitraan pemerintah dengan masyarakat dalam pembangunan olahraga. • Ditingkatkannya peran serta secara lintas bidang dan sektoral serta masyarakat • Dikembangkannya manajemen olahraga

Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Laporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan keolahragaan • Laporan pendanaan keolahragaan • Laporan pelaksanaan pengembangan IPTEK keolahragaan • Laporan pelaksanaan pengembangan kerja sama dan informasi keolahragaan • Laporan pelaksanaan pengembangan kemitraan pemerintah dengan masyarakat dalam pembangunan olahraga • Laporan pelaksanaan peningkatan peranserta secara lintas bidang dan sektoral serta masyarakat • Laporan pelaksanaan pengembangan manajemen olahraga • Laporan pelaksanaan pembangunan kemitraan industri dan kewirausahaan

Tatacara Pengawasan • Periksa apakah terdapat laporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan keolahragaan • Periksa laporan pendanaan keolahragaan • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pengembangan IPTEK keolahragaan • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pengembangan kerjasama dan informasi keolahragaan. • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pengembangan kemitraan pemerintah dengan masyarakat dalam pembangunan olahraga • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan peningkatan peranserta secara lintas bidang dan sektoral serta masyarakat • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pengembangan manajemen olahraga pembangunan olahraga • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pembangunan kemitraan 65

12. Peningkatan peranserta secara lintas bidang dan sektoral serta masyarakat 13. Pengembangan manajemen olahraga

14. Kemitraan industri dan kewirausahaan olahraga

14. Kemitraan industri dan kewirausahaan olahraga

• Dibangunnya kemitraan industri dan kewirausahaan olahraga

LAMPIRAN I

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009

Wewenang Provinsi

Wewenang Kabupaten/Kota

Indikator Kinerja

Alat Bukti/ Verifikasi Indikator olahraga •

Tatacara Pengawasan industri dan kewirausahaan olahraga Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan peningkatan profesionalisme atlit, pelatih, manager dan pembina olahraga Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pembangunan dan pengembangan industri olahraga Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pengaturan sistem penganugerahan, penghargaan dan kesejahteraan pelaku olahraga Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pengaturan pelaksanaan standarisasi, akreditasi dan sertifikat keolahragaan Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan peningkatan dan pembangunan prasarana dan sarana olahraga Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pengembangan jaringan dan sistem informasi keolahragaan 66

15. Peningkatan profesionalisme atlit, pelatih, manager dan pembina olahraga 16. Pembangunan dan pengembangan industri olahraga 17. Pengaturan sistem penganugerahan, penghargaan dan kesejahteraan pelaku olahraga 18. Pengaturan pelaksanaan standarisasi, akreditasi dan sertifikat keolahragaan 19. Peningkatan dan pembangunan prasarana dan sarana olahraga. 20. Pengembangan jaringan dan sistem informasi keolahragaan

15. Peningkatan profesionalisme atlit, pelatih, manager dan pembina olahraga 16. Pembangunan dan pengembangan industri olahraga 17. Pengaturan sistem penganugerahan, penghargaan dan kesejahteraan pelaku olahraga

• Ditingkatkannya profesionalisme • Laporan pelaksanaan atlit, pelatih, manager dan pembina peningkatan profesionalisme olahraga atlit, pelatih, manager dan pembina olahraga • Dilakukannya pembangunan dan pengembangan industri olahraga • Laporan pelaksanaan pembangunan dan pengembangan industri olahraga

• Dilakukannya pengaturan sistem • Laporan pelaksanaan penganugerahan, penghargaan pengaturan sistem dan kesejahteraan pelaku olahraga penganugerahan, penghargaan dan kesejahteraan pelaku olahraga • Dilakukannya pengaturan pelaksanaan standarisasi, akreditasi dan sertifikat keolahragaan • Dilakukannya peningkatan dan pembangunan prasarana dan sarana olahraga • Dikembangkannya jaringan dan sistem informasi keolahragaan • Laporan pelaksanaan pengaturan pelaksanaan standarisasi, akreditasi dan sertifikat keolahragaan • Laporan pelaksanaan peningkatan dan pembangunan prasarana dan sarana olahraga • Laporan pelaksanaan pengembangan jaringan dan sistem informasi keolahragaan

18. Pengaturan pelaksanaan standarisasi, akreditasi dan sertifikat keolahragaan 19. Peningkatan dan pembangunan prasarana dan sarana olahraga

20. Pengembangan jaringan dan sistem informasi keolahragaan

LAMPIRAN I

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009

Wewenang Provinsi 21. Kriteria lembaga keolahragaan 22. Pemberdayaan dan pemasyarakatan olahraga serta peningkatan kebugaran jasmani masyarakat.

Wewenang Kabupaten/Kota 21. Kriteria lembaga keolahragaan

Indikator Kinerja • Dirumuskannya kriteria lembaga keolahragaan • Dilakukannya pemberdayaan dan pemasyarakatan olahraga serta peningkatan kebugaran jasmani masyarakat.

Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Laporan pelaksanaan perumusan kriteria lembaga keolahragaan • Laporan pelaksanaan pemberdayaan dan pemasyarakatan olahraga serta peningkatan kebugaran jasmani masyarakat.

Tatacara Pengawasan • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan perumusan kriteria lembaga keolahragaan • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pemberdayaan dan pemasyarakatan olahraga serta peningkatan kebugaran jasmani masyarakat.

22. Pemberdayaan dan pemasyarakatan olahraga serta peningkatan kebugaran jasmani masyarakat.

2)

PELAKSANAAN Wewenang Kabupaten/kota Pelaksanaan kebijakan dalam skala Kabupaten/Kota 1. Aktivitas keolahragaan skala kabupaten/ kota, provinsi, nasional dan internasional 2. Fasilitasi dan dukungan aktivitas keolahragaan lintas kecamatan skala kabupaten/kota 3. Kerjasama antar kecamatan skala kabupaten/kota, provinsi, pemerintah dan internasional Pembangunan dan penyediaan prasarana dan • Indikator Kinerja Terselenggaranya aktivitas keolahragaan • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Peningkatan aktivitas keolahragaan di daerah Tatacara Pengawasan • Periksa apakah terdapat laporan penyelenggaraan ktivitas keolahragaan Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan fasilitasi dan dukungan aktivitas keolahragaan lintas daerah. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan kerjasama bidang keolaharagaan antar daerah Periksa apakah terdapat pembangunan dan 67

Wewenang Provinsi Pelaksanaan kebijakan dalam skala Provinsi : 1. Aktivitas keolahragaan skala provinsi, nasional dan internasional 2. lintas kabupaten/ kota

Terlaksananya fasilitasi dan dukungan aktivitas keolahragaan lintas daerah.

Laporan pelaksanaan fasilitasi dan dukungan aktivitas keolahragaan lintas daerah Lapor Laporan penyelenggaraan aktivitas keolahragaan an pelaksanaan kerjasama bidang keolaharagaan ant Laporan pelaksanaan pembangunan dan

3.

Kerjasama antar kabupaten/kota skala provinsi, pemerintah dan internasional Pembangunan dan penyediaan prasarana

Terlaksananya kerjasama bidang keolaharagaan antar daerah

4.

4.

Terlaksananya pemba-ngunan dan penyediaan prasarana dan

LAMPIRAN I

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009

Wewenang Provinsi dan sarana olahraga 5. 6. Pendanaan keolahragaan Pendidikan dan pelatihan keolahragaan. Pembangunan sentra pembinaan prestasi olahraga 5. 6.

Wewenang Kabupaten/kota sarana olahraga Pendanaan keolahragaan Pendidikan dan pelatihan keolahragaan – • •

Indikator Kinerja sarana olahraga Terlaksananya pendanaan keolahragaan Terlaksananya pendidikan dan pelatihan keolahragaan Pembangunan sentra pembinaan prestasi olahraga • •

Alat Bukti/ Verifikasi Indikator penyediaan prasarana dan sarana olahraga Laporan pelaksanaan pendanaan keolahragaan Laporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keolahragaan Laporan pelaksanaan pembangunan sentra pembinaan prestasi olahraga • •

Tatacara Pengawasan penyediaan prasarana dan sarana olahraga Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pendanaan keolahragaan Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keolahragaan Periksa apakah terdapat pembangunan sentra pembinaan prestasi olahraga.

7.

7.

3)

KOORDINASI Wewenang Kabupaten/Kota 1. Koordinasi dalam skala kabupaten/kota : a. Koordinasi antar dinas instansi terkait. • Indikator Kinerja Terlaksananya koordinasi bidang keolahragaan antar dinas/instansi terkait. • • • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Notulen rapat koordinasi. Daftar hadir rapat koordinasi. Laporan pelaksanaan koordinasi. Notulen rapat koordinasi. Daftar hadir rapat koordinasi. Laporan pelaksanaan koordinasi. Tatacara Pengawasan • Periksa apakah terdapat notulen rapat koordinasi dan daftar hadir rapat koordinasi bidang keolahragaan antar dinas/instansi terkait. Periksa apakah terdapat notulen rapat koordinasi dan daftar hadir rapat koordinasi dengan lembaga non pemerintah dan masyarakat.

Wewenang Provinsi 1. Koordinasi dalam skala provinsi : a. Koordinasi antar dinas instansi terkait. b. Koordinasi dengan lembaga non pemerintah.

b. Koordinasi dengan lembaga non pemerintah.

Terlaksananya koordinasi dengan lembaga non pemerintah dan masyarakat.

• • •

68

LAMPIRAN I

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009

Wewenang Provinsi c. Koordinasi antar provinsi dan kabupaten/kota. c.

Wewenang Kabupaten/Kota Koordinasi antar kecamatan skala kabupaten/kota.

Indikator Kinerja • Terlaksananya koordinasi antar propinsi/ kabupaten kota / kecamatan. • • •

Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Notulen rapat koordinasi. Daftar hadir rapat koordinasi. Laporan pelaksanaan koordinasi.

Tatacara Pengawasan • Periksa apakah terdapat notulen rapat koordinasi dan daftar hadir rapat koordinasi dengan pemerintah daerah terkait .

4)

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Wewenang Kabupaten/Kota Pembinaan dan Pengawasan dalam skala Kabupaten/Kota : 1. Pembinaan terhadap organisasi keolahragaan 2. Pembinaan terhadap kegiatan keolahragaan 3. Pembinaan pengelolaan olahraga dan tenaga keolahragaan Pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga termasuk olahraga unggulan Pembinaan koordinasi pemerintahan antar susunan pemerintahan di kabupaten/kota Indikator Kinerja • Terlaksananya pembinaan terhadap organisasi keolahragaan • Terlaksananya pembinaan terhadap kegiatan keolahragaan • Terlaksananya pembinaan pengelolaan olahraga dan tenaga keolahragaan • pembinaan koordinasi pemerintahan antar susunan pemerintahan Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Laporan pelaksanaan pembinaan terhadap organisasi keolahragaan • Laporan pelaksanaan pembinaan terhadap kegiatan keolahragaan • Laporan pelaksanaan pembinaan pengelolaan olahraga dan tenaga keolahragaan • Laporan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga termasuk olahraga unggulan • Laporan pelaksanaan pembinaan koordinasi pemerintahan antar susunan pemerintahan Tatacara Pengawasan • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pembinaan terhadap organisasi keolahragaan • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pembinaan terhadap kegiatan keolahragaan • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pembinaan pengelolaan olahraga dan tenaga keolahragaan • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga termasuk olahraga unggulan • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pembinaan koordinasi pemerintahan antar susunan 69

Wewenang Provinsi Pembinaan dan pengawasan dalam skala Provinsi : 1. Pembinaan terhadap organisasi keolahragaan 2. Pembinaan terhadap kegiatan keolahragaan 3. Pembinaan pengelolaan olahraga dan tenaga keolahragaan Pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga termasuk olahraga unggulan. Pembinaan koordinasi pemerintahan antar susunan pemerintahan di provinsi

4.

4.

5.

5.

• Pembinaan koordinasi pemerintahan antar susunan pemerintahan di provinsi

LAMPIRAN I

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 pemerintahan • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pembinaan pendidikan dan pelatihan di bidang keolahragaan • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pembinaan perencanaan, penelitian, pengembangan, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang keolahragaan. • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pengaturan pengawasan terhadap pelaksanaan norma dan standar di bidang keolahragaan • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan industri olah raga • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pengawasan terhadap penyelenggaraan olahraga • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran/ dana.

6.

Pembinaan pendidikan dan pelatihan di bidang keolahragaan Pembinaan perencanaan, penelitian, pengembangan, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang keolahragaan Pengaturan pengawasan terhadap pelaksanaan norma dan standar di bidang keolahragaan Pembinaan dan pengembangan industri olahraga

6.

Pembinaan pendidikan dan pelatihan di bidang keolahragaan Pembinaan perencanaan, penelitian, pengembangan, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang keolahragaan Pengaturan pengawasan terhadap pelaksanaan norma dan standar di bidang keolahragaan Pembinaan dan pengembangan industri olahraga

• Terlaksananya pembinaan pendidikan dan pelatihan di bidang keolahragaan • Terlaksananya pembinaan perencanaan, penelitian, pengembangan, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang keolahragaan • Terlaksananya penga-turan pengawasan terhadap pelaksanaan norma dan standar di bidang keolahragaan • Terlaksananya pembinaan dan pengembangan industri olah raga • Dilakukannya pengawasan terhadap penyelenggaraan olahraga • Dilakukannya pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran/ dana

• Laporan pelaksanaan pembinaan pendidikan dan pelatihan di bidang keolahragaan • Laporan pelaksanaan pembinaan perencanaan, penelitian, pengembangan, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang keolahragaan • Laporan pelaksanaan pengaturan pengawasan terhadap pelaksanaan norma dan standar di bidang keolahragaan • Laporan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan industri olahraga • Laporan pelaksanaan pengawasan terhadap penyelenggaraan olahraga • Laporan pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran/ dana

7.

7.

8.

8.

9.

9.

10. Pengawasan terhadap penyelenggaraan olahraga 11. Pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran/ dana.

10. Pengawasan terhadap penyelenggaraan olahraga 11. Pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran/ dana.

70

LAMPIRAN I

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009

4.

KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL a. PENDAFTARAN PENDUDUK 1) KEBIJAKAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. Penetapan kebijakan pendaftaran penduduk skala kabupaten/kota. Indikator Kinerja • Adanya Peraturan Daerah yang mengatur tentang pendaftaran penduduk Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Peraturan Daerah yang telah dilegalisasi dalam Lembaran Daerah Tatacara Pengawasan • Dapatkan dan buatkan daftar peraturan daerah, peraturan kepala daerah, keputusan kepala daerah atau dokumen lain yang berkaitan dengan pendaftaran penduduk di daerah • Periksa apakah kebijakan tersebut telah memenuhi dan sesuai dengan peraturan perundangan yang lebih tinggi tingkatannya.

Wewenang Provinsi 1. Penetapan kebijakan pendaftaran penduduk skala provinsi.

2)

SOSIALISASI Wewenang Kabupaten/Kota 1. Fasilitasi, sosialisasi, bimbingan teknis, advokasi, supervisi, dan konsultasi dalam pelaksanaan pendaftaran penduduk skala kabupaten/kota. Indikator Kinerja • Kesesuaian jumlah hari sosialisasi pelaksanaan pendaftaran penduduk dengan rencana • Kesesuaian jumlah hari sosialisasi pemutakhiran data Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Surat undangan sosialisasi • Daftar hadir kegiatan • Laporan pelaksanaan kegiatan sosialisasi Tatacara Pengawasan • Periksa apakah kegiatan sosialisasi ini termasuk dalam daftar kegiatan yang harus dilaksanakan sesuai RKA-SKPD Periksa apakah bentuk, 71

Wewenang Provinsi 1. Fasilitasi, sosialisasi, bimbingan teknis, advokasi, supervisi, konsultasi dalam pelaksanaan pendaftaran penduduk dan pemutakhiran data penduduk skala provinsi.

LAMPIRAN I

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator

Wewenang Provinsi

Wewenang Kabupaten/Kota

Indikator Kinerja penduduk dengan rencana • Jumlah satuan wilayah (desa/kelurahan) yang memperoleh sosialisasi.

Tatacara Pengawasan sasaran, serta organisasi kegiatan sosialisasi telah sesuai dengan rencana. Dapatkan daftar hadir peserta kegiatan sosialisasi serta cek kembali kesesuainnya dengan rencana. Periksa ada atau tidaknya laporan pelaksanaan kegiatan sosialisasi. Periksa apakah indikator kinerja yang ditetapkan tercapai atau tidak.

• •

3)

PENYELENGGARAAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. Koordinasi penyelenggaraan pendaftaran penduduk skala kabupaten/kota. Indikator Kinerja • Dilakukannya koordinasi penyelenggaraan pendaftaran penduduk. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Notulen rapat koordinasi. • Daftar hadir rapat koordinasi. Tatacara Pengawasan • Periksa apakah instansi berwenang pernah melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait lainnya. • Bila telah melakukan rapat koordinasi periksa ada atau tidaknya daftar hadir dan hasil notulen rapat. • Periksa apakah agenda rapat seperti yang ada dalam undangan telah semuanya tercatat dalam hasil notulen rapat. 72

Wewenang Provinsi 1. Koordinasi penyelenggaraan pendaftaran penduduk skala provinsi.

LAMPIRAN I

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009

Wewenang Provinsi 2. –

Wewenang Kabupaten/Kota 2. Penyelenggaraan pelayanan pendaftaran penduduk dalam sistem administrasi kependudukan skala kabupaten/kota, meliputi: a) Pencatatan dan pemutakhiran biodata penduduk serta penerbitan Nomor Induk Kependudukan (NIK); b) Pendaftaran perubahan alamat; c) Pendaftaran pindah datang penduduk dalam wilayah Republik Indonesia; d) Pendaftaran Warga Negara Indonesia tinggal sementara; e) Pendaftaran pindah datang Antar-negara; f) Pendaftaran penduduk yang tinggal di perbatasan Antarnegara; g) Pendataan penduduk rentan Administrasi Kependudukan; h) Penerbitan dokumen kependudukan hasil pendaftaran penduduk; i) Penatausahaan pendaftaran penduduk. •

Indikator Kinerja Jumlah dokumen kependudukan yang diterbitkan selama kurun waktu tertentu (bulan, triwulan, semester, tahun). Prosentase penduduk yang telah mendapatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Prosentase kelurahan/desa yang telah melayani administrasi kependudukan dengan menggunakan sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK).

• •

Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Dokumen kependudukan yang diterbitkan. • Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diterbitkan. • Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

Tatacara Pengawasan • Periksa penyelenggaraan pelayanan pendaftaran penduduk dalam sistem administrasi kependudukan skala kabupaten/kota, dengan melihat: Dokumen kependudukan yang diterbitkan; Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diterbitkan; dan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

4)

PEMANTAUAN DAN EVALUASI 73

LAMPIRAN I

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009

Wewenang Provinsi 1. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pendaftaran penduduk skala provinsi.

Wewenang Kabupaten/Kota 1. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pendaftaran penduduk skala kabupaten/kota. •

Indikator Kinerja Jumlah pemantauan lapangan terhadap kegiatan penyelenggaraan pendaftaran penduduk dalam kurun waktu satu tahun Jumlah rapat evaluasi terhadap kegiatan pendataran penduduk Jumlah pelaksanaan survei kepuasan masyarakat terhadap layanan pendaftaran penduduk dalam kurun waktur satu tahun Jumlah keluhan yang masuk selama kurun waktu tertentu. Rata-rata lama respon waktu penganan keluhan • • • • •

• •

• •

Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Surat Penugasan untuk melakukan pementauan dan evaluasi Laporan kegiatan pemantauan dan evaluasi (monev) kegiatan Surat/undangan rapat evaluasi Laporan hasil survei kepuasan masyarakat Sarana pengaduan (Kotak pengaduan, kotak pos, atau satgas penerima pengaduan)

Tatacara Pengawasan • Teliti apakah Surat Penugasan yang dibuat telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku; • Periksa apakah tahapan atau langkah-langkah pelaksanaan pemantauan telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku; • Periksa adakah surat undangan untuk melakukan rapat evaluasi terhadap penyelenggaraan pendaftaran penduduk; • Bila ada, apakah telah telah dilakukan rapat evaluasi terhadap hasil pemantauan yang telah dilakukan • Periksa apakah rapat evaluasi tersebut telah dibuat Notulen Rapatnya • Periksa apakah sistematika laporan yang dibuat telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

5) Wewenang Provinsi

PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN SDM Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Tatacara Pengawasan

74

LAMPIRAN I

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009

Wewenang Provinsi 1. Pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia pengelola pendaftaran penduduk skala provinsi.

Wewenang Kabupaten/Kota 1. Pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia pengelola pendaftaran penduduk skala kabupaten/kota. • •

Indikator Kinerja Jumlah tenaga pengelola yang mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas; Jumlah tenaga pengelola yang mengikuti pelatihan dan dinyatakan lulus dengan nilai baik. • •

Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Dokumen koordinasi Laporan kegiatan

Tatacara Pengawasan • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan kegiatan Periksa bagaimana hasil proses pelaksanaan kegiatannya.

6)

PENGAWASAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. Pengawasan atas penyelenggaraan pendaftaran penduduk skala kabupaten/kota. • • Indikator Kinerja Jumlah temuan; Jumlah temuan yang ditindaklanjuti. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan hasil pengawasan Tatacara Pengawasan • • Periksa dokumen rencana pengawasan di bidang pendaftaran penduduk Periksa laporan hasil pengawasan yang dilakukan di bidang pendaftaran penduduk.

Wewenang Provinsi 1. Pengawasan atas penyelenggaraan pendaftaran penduduk skala provinsi.

b.

PENCATATAN SIPIL 1) KEBIJAKAN Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Tatacara Pengawasan

Wewenang Provinsi

75

Wewenang Kabupaten/Kota 1. sosialisasi.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 1. sosialisasi. dan konsultasi pelaksanaan pencatatan sipil skala kabupaten/kota. dan konsultasi pelaksanaan pencatatan sipil skala provinsi. advokasi. Penetapan kebijakan pencatatan sipil skala provinsi. Fasilitasi. • • . • 2) SOSIALISASI Wewenang Kabupaten/Kota 1. advokasi. supervisi. • Indikator Kinerja Adanya kebijakan daerah tentang Pencatatan Sipil • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Kebijakan daerah yang telah dilegalisasi dalam Lembaran Daerah Tatacara Pengawasan • Dapatkan dan buatkan daftar peraturan daerah. bimbingan teknis. peraturan kepala daerah. Dapatkan daftar hadir peserta kegiatan sosialisasi serta cek kembali kesesuainnya dengan rencana. • • • Indikator Kinerja Jumlah hari sosialisasi pelaksanaan pencatatan sipil. supervisi. serta organisasi kegiatan sosialisasi telah sesuai dengan rencana. Periksa apakah bentuk. sasaran. Jumlah satuan wilayah (desa/keluarahan) yang memperoleh sosialisasi. Jumlah hari sosialisasi pemutakhiran pencatatan sipil. bimbingan teknis. Penetapan kebijakan pencatatan sipil skala kabupaten/kota. keputusan kepala daerah atau dokumen lain yang berkaitan dengan pencatatan sipil di daerah Periksa apakah kebijakan tersebut telah memenuhi ketentuan dan sesuai dengan peraturan perundangan yang lebih tinggi tingkatannya. Fasilitasi. • • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Daftar hadir kegiatan Laporan pelaksanaan kegiatan sosialisasi Tatacara Pengawasan • Periksa apakah kegiatan sosialisasi ini termasuk dalam daftar kegiatan yang harus dilaksanakan sesuai RKA-SKPD. 76 Wewenang Provinsi 1.

• Indikator Kinerja Dilakukannya koordinasi penyelenggaraan pencatatan sipil. • • 77 .LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • • Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Tatacara Pengawasan Periksa ada atau tidaknya laporan pelaksanaan kegiatan sosialisasi. Bila telah melakukan rapat koordinasi periksa ada atau tidaknya daftar hadir dan hasil notulen rapat. Koordinasi penyelenggaraan pencatatan sipil skala provinsi. • • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Notulen Rapat. Daftar Hadir Rapat. Periksa apakah indikator kinerja yang ditetapkan tercapai atau tidak. Wewenang Provinsi 1. 3) PENYELENGGARAAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. Periksa apakah agenda rapat seperti yang ada dalam undangan telah semuanya tercatat dalam hasil notulen rapat. Tatacara Pengawasan • Periksa apakah instansi berwenang pernah melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait lainnya. Koordinasi penyelenggaraan pencatatan sipil skala kabupaten/kota.

evaluasi dan pelaporan . k) Penerbitan dokumen kependudukan hasil pencatatan sipil.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 2. pengakuan anak dan pengesahan anak. dengan melihat pelaporan/ pencatatan kependudukan. Pemantauan. Pencatatan lahir mati. Pencatatan perceraian. Tatacara Pengawasan • Periksa penyelenggaraan pelayanan pencatatan sipil dalam sistem administrasi kependudukan skala kabupaten/kota. i) Pencatatan peristiwa penting lainnya. Pencatatan pengangkatan anak. h) Pencatatan perubahan status kewarganegaraan. evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan • Indikator Kinerja Jumlah pemantauan lapangan terhadap kegiatan Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Laporan kegiatan pemantauan dan evaluasi Tatacara Pengawasan • Teliti apakah Surat Penugasan yang dibuat 78 Wewenang Provinsi 1. j) Pencatatan perubahan dan pembatalan akta. Pencatatan kematian. Penyelenggaraan pelayanan pencatatan sipil dalam sistem administrasi kependudukan skala kabupaten/kota meliputi: a) b) c) d) e) f) Pencatatan kelahiran. l) Penatausahaan dokumen pencatatan sipil. 4) PEMANTAUAN DAN EVALUASI Wewenang Kabupaten/Kota 1. • Indikator Kinerja Terselenggaranya pelayanan pencatatan sipil dalam sistem administrasi kependudukan skala kabupaten/kota. – Wewenang Kabupaten/Kota 2. g) Pencatatan perubahan nama. Pemantauan. Pencatatan perkawinan. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Buku laporan/ pencatatan kependudukan.

atau Satgas Penerima Pengaduan) Tatacara Pengawasan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Periksa apakah sistematika laporan yang dibuat telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Rata-rata lama respon waktu penganan keluhan • • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator (monev) kegiatan. Wewenang Kabupaten/Kota pencatatan sipil skala kabupaten/kota. Periksa apakah tahapan atau langkah-langkah pelaksanaan pemantauan telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Indikator Kinerja penyelenggaraan pencatatan sipil dalam kurun waktu satu tahun.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi penyelenggaraan pencatatan sipil skala provinsi. apakah telah telah dilakukan rapat evaluasi terhadap hasil pemantauan yang telah dilakukan. Jumlah keluhan yang masuk selama kurun waktu tertentu. • • • • • • • 5) PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN SDM Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Tatacara Pengawasan Wewenang Provinsi 79 . Jumlah pelaksanaan survei kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan pencatatan sipil dalam kurun waktur satu tahun. Kotak Pos. Jumlah rapat evaluasi terhadap kegiatan penyelenggaraan pencatatan sipil. • Laporan Hasil survei Kepuasan Masyarakat. Periksa apakah rapat evaluasi tersebut telah dibuat Notulen Rapatnya. • Sarana Pengaduan (Kotak Pengaduan. Bila ada. Periksa adakah surat undangan untuk melakukan rapat evaluasi terhadap penyelenggaraan catatan sipil.

PENGELOLAAN INFORMASI ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN 1) KEBIJAKAN Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Tatacara Pengawasan Wewenang Provinsi 80 . Pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia pengelola pencatatan sipil skala kabupaten/kota. • • Indikator Kinerja Jumlah temuan Jumlah temuan yang ditindaklanuti Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Laporan Hasil Pengawasan Tatacara Pengawasan • • Periksa dokumen rencana pengawasan di bidang catatan sipil. Wewenang Provinsi 1. Jumlah tenaga pengelola yang mengikuti pelatihan dan dinyatakan lulus dengan nilai baik. • • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Dokumen koordinasi Laporan kegiatan Tatacara Pengawasan • • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan kegiatan Periksa bagaimana hasil proses pelaksanaan kegiatannya. Pengawasan atas penyelenggaraan pencatatan sipil skala kabupaten/kota. Periksa laporan hasil pengawasan yang dilakukan di bidang catatan sipil.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 1. Wewenang Kabupaten/Kota 1. c. Pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia pengelola pencatatan sipil skala provinsi. Pengawasan atas penyelenggaraan pencatatan sipil skala provinsi. • Indikator Kinerja Jumlah tenaga pengelola yang mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas teknis di bidang pencatatan sipil. • 6) PENGAWASAN Wewenang Kabupaten/Kota 1.

supervisi. supervisi. advokasi. dan konsultasi pengelolaan informasi administrasi kependudukan skala provinsi. bimbingan teknis. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Dokumen sistem informasi administrasi kependudukan. • Periksa ada atau tidaknya 81 Wewenang Provinsi 1. Wewenang Kabupaten/Kota 1. dan konsultasi pengelolaan informasi administrasi kependudukan skala kabupaten/kota. bimbingan teknis. dan konsultasi pengelolaan informasi administrasi kependudukan. Tatacara Pengawasan • Dapatkan dan buatkan daftar peraturan daerah. supervisi. sosialisasi. . bimbingan teknis. advokasi. • Laporan pelaksanan kegiatan fasilitasi. advokasi. advokasi. Fasilitasi. Fasilitasi. Penetapan kebijakan pengelolaan informasi administrasi kependudukan skala provinsi. • Daftar hadir peserta kegiatan sosialisasi. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Dokumen ketetapan kebijakan daerah yang telah dilegalisasi dalam Lembaran Daerah. • Periksa apakah kebijakan tersebut telah memenuhi ketentuan dan sesuai dengan peraturan perundangan yang lebih tinggi tingkatannya. bimbingan teknis.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 1. • Dapatkan daftar hadir peserta kegiatan sosialisasi serta cek kembali kesesuainnya dengan rencana. Tatacara Pengawasan • Periksa apakah kegiatan sosialisasi ini termasuk dalam daftar kegiatan yang harus dilaksanakan sesuai RKA-SKPD. supervisi. keputusan kepala daerah atau dokumen lain yang berkaitan dengan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. • Indikator Kinerja Ditetapkannya kebijakan daerah tentang pengelolaan informasi administrasi kependudukan. sosialisasi. 2) SOSIALISASI Wewenang Kabupaten/Kota 1. sasaran. sosialisasi. Indikator Kinerja • Dilakukannya fasilitasi. serta organisasi kegiatan sosialisasi telah sesuai dengan rencana. peraturan kepala daerah. sosialisasi. dan konsultasi pengelolaan informasi administrasi kependudukan. • Periksa apakah bentuk. Penetapan kebijakan pengelolaan informasi administrasi kependudukan skala kabupaten/kota.

• Lakukan pengecekan secara fisik atas perangkat keras atau perangkat infokom yang digunakan dalam administrasi kependudukan. Koordinasi pengelolaan informasi administrasi kependudukan skala kabupaten/kota. • Teliti apakah pengadaan barang untuk informasi kependudukan ini telah sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang ada. daftar hadir. • Dilakukannya koordinasi pengelolaan informasi administrasi kependudukan. • Periksa apakah administrasi data kependudukan mulai dari perekaman. perlindungan sampai 82 Wewenang Provinsi 1. • Periksa apakah indikator kinerja yang ditetapkan tercapai atau tidak. 3) PENYELENGGARAAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. • • • • • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Dokumen sistem informasi administrasi kependudukan. Indikator Kinerja • Tersedianya informasi administrasi kependudukan. Notulen rapat koordinasi. Surat undangan rapat koordinasi. • Bila ada. Berita acara dan daftar hadir rapat koordinasi. Laporan pelaksanan kegiatan Tatacara Pengawasan • Periksa apakah dalam mengelola informasi kependudukan dilakukan koordinasi dengan pihakpihak terkait.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Tatacara Pengawasan laporan pelaksanaan kegiatan sosialisasi. replikasi. berita acara dan/ atau notulen rapat. . lakukan pengecekan terhadap surat undangan rapat. Koordinasi pengelolaan informasi administrasi kependudukan skala provinsi.

Pembangunan tempat • Dibangunnya tempat perekaman • Dapatkan hasil replikasi data kependudukan. Periksa proses dan hasil pelaksanaan pembangunan dan pengembangan jaringan komunikasi data. • Perangkat keras dan perlengkapan lainnya serta sarana jaringan komunikasi data. 7. • Laporan pelaksanaan pembangunan dan pengembangan jaringan komunikasi data. 6. Pelaksanaan sistem informasi administrasi kependudukan. 4. 2. • Hasil replikasi data kependudukan. • Laporan pelaksanaan penyediaan. Pembangunan dan pengembangan jaringan komunikasi data skala kabupaten/kota • Dilakukannya pembangunan dan pengembangan jaringan komunikasi data. Periksa proses dan hasil pelaksanaan penyediaan perangkat keras dan perlengkapan lainnya serta sarana jaringan komunikasi data. • Dibangunnya replikasi data kependudukan. Periksa penyelenggaraan komunikasi data dan sistem informasi kependudukan. • Tersedianya perangkat keras dan perlengkapan lainnya serta sarana jaringan komunikasi data. Dapatkan bukti fisik perangkat keras dan perlengkapan lainnya serta sarana jaringan komunikasi data. • Dapatkan bukti fisik bank data kependudukan. • Periksa proses dan hasil pelaksanaan pembangunan replikasi data kependudukan. Pembangunan replikasi data kependudukan di kabupaten/kota. • Dapatkan bukti fisik tempat 83 . – 7. • Laporan pelaksanan pembangunan replikasi data kependudukan. • Bank data kependudukan. • Diselenggarakannya komunikasi data dan sistem informasi kependudukan. 3. Penyelenggaraan komunikasi data kependudukan skala provinsi. • Laporan pelaksanaan pembangunan bank data kependudukan. 6. • Dibangunnya bank data kependudukan. • Tempat perekaman data • 5. 2. Pembangunan bank data kependudukan provinsi. • Jaringan komunikasi data. Pembangunan dan pengembangan jaringan komunikasi data skala provinsi. Penyediaan perangkat keras dan perlengkapan lainnya serta jaringan komunikasi data sampai dengan tingkat kecamatan atau kelurahan sebagai tempat pelayanan dokumen penduduk.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Tatacara Pengawasan penyajian data kependudukan telah dilaksanakan dengan baik. Pembangunan bank data kependudukan kabupaten/ kota. 5. • • 3. • Periksa proses dan hasil pelaksanaan pembangunan bank data kependudukan. Penyediaan perangkat keras dan perlengkapan lainnya serta sarana jaringan komunikasi data di provinsi. Dapatkan bukti fisik jaringan komunikasi data. Pembangunan replikasi data kependudukan di provinsi. • Laporan penyelenggaraan komunikasi data dan sistem informasi kependudukan. • • 4.

• Laporan pelaksanaan penyajian dan diseminasi informasi penduduk. • Dilakukannya perekaman data • Rekaman data hasil pelayanan hasil pelayanan pendaftaran pendaftaran penduduk dan penduduk dan pencatatan sipil pencatatan sipil serta serta pemutakhiran data penduduk pemutakhiran data penduduk menggunakan sistem informasi yang menggunakan sistem administrasi kependudukan. 9. – 8. • Laporan pelaksanaan kegiatan perlindungan data pribadi penduduk pada bank data kependudukan. Dapatkan informasi penduduk. - 11. Tatacara Pengawasan perekaman data kependudukan. Perlindungan data pribadi penduduk pada bank data kependudukan provinsi. • Laporan pelaksanaan kegiatan perekaman. • Dilakukannya penyajian dan diseminasi informasi penduduk. Perekaman data hasil pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil serta pemutakhiran data penduduk menggunakan sistem informasi administrasi kependudukan. • 10. Dapatkan data pribadi penduduk dalam proses dan 84 • 8. Indikator Kinerja data kependudukan. Periksa proses dan hasil pelaksanaan penyajian dan diseminasi informasi penduduk. serta program/kegiatan penyajian dan diseminasinya. • Data pribadi penduduk dalam proses dan hasil pendaftaran • • • 9. • Program/kegiatan penyajian dan diseminasi informasi penduduk. • • 11. Penyajian dan diseminasi informasi penduduk kabupaten/kota. Laporan pelaksanaan pembangunan tempat perekaman data kependudukan. • Data pribadi penduduk. Periksa proses dan hasil pelaksanaan kegiatan perekaman. Penyajian dan diseminasi informasi penduduk skala provinsi. informasi administrasi kependudukan. Perlindungan data pribadi penduduk dalam proses dan • Terlindunginya data pribadi penduduk dalam proses dan hasil • . • Terlindunginya data pribadi penduduk pada bank data kependudukan. 10. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator kependudukan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota perekaman data kependudukan di kecamatan. Dapatkan bukti fisik rekaman data hasil pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil serta pemutakhiran data penduduk menggunakan sistem informasi administrasi kependudukan. Dapatkan data pribadi penduduk dan bank data kependudukan. Perlindungan data pribadi penduduk pada bank data kependudukan kabupaten/ kota. • Bank data kependudukan. • Dokumen informasi penduduk. Periksa proses dn hasil pelaksanaan perlindungan data pribadi penduduk pada bank data kependudukan. • Laporan pelaksanaan pembangunan tempat perekaman data kependudukan.

Alat Bukti/ Verifikasi Indikator penduduk serta pencatatan sipil. apakah telah dilakukan rapat evaluasi terhadap hasil pemantauan yang telah dilakukan. • Periksa apakah tahapan atau langkah-langkah pelaksanaan pemantauan telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Pemantauan dan evaluasi pengelolaan informasi administrasi kependudukan skala kabupaten/kota. • Dilakukannya pemantauan dan evaluasi pengelolaan informasi administrasi kependudukan. Indikator Kinerja • Jumlah pemantauan lapangan terhadap kegiatan pengelolaan informasi administrasi kependudukan dalam kurun waktu satu tahun. • Periksa adakah surat undangan untuk melakukan rapat evaluasi terhadap penyelenggaraan informasi administrasi kependudukan. . Tatacara Pengawasan • Teliti apakah surat penugasan yang dibuat telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. • Periksa proses dan hasil pelaksanaan perlindungan data pribadi penduduk dalam proses dan hasil pendaftaran penduduk serta pencatatan sipil. Tatacara Pengawasan hasil pendaftaran penduduk serta pencatatan sipil. • Dokumen pendukung untuk melakukan kegiatan monev (surat tugas). 4) PEMANTAUAN DAN EVALUASI Wewenang Kabupaten/Kota 1. • Jumlah rapat evaluasi terhadap kegiatan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. • Bila ada.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota hasil pendaftaran penduduk serta pencatatan sipil. • Laporan pelaksanaan kegiatan perlindungan data pribadi penduduk dalam proses dan hasil pendaftaran penduduk serta pencatatan sipil. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Laporan kegiatan pemantauan dan evaluasi (monev) kegiatan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. Indikator Kinerja pendaftaran penduduk serta pencatatan sipil. Pemantauan dan evaluasi pengelolaan informasi administrasi kependudukan skala provinsi. • Periksa apakah rapat evaluasi tersebut telah dibuat 85 Wewenang Provinsi 1.

Pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia pengelola informasi administrasi kependudukan skala kabupaten/kota. Tatacara Pengawasan • Dapatkan daftar peserta tenaga pengelola yang mengikuti pelatihan/ pembinaan. 5) PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN SDM Wewenang Kabupaten/Kota 1.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Tatacara Pengawasan notulen rapatnya. termasuk yang dinyatakan lulus dengan baik. Dilaksanakannya pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia pengelola informasi administrasi kependudukan • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Daftar peserta/tenaga pengelola yang mengikuti pelatihan/ pembinaan. Periksa pelaksanaan kegiatan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia pengelola informasi administrasi kependudukan. Laporan pelaksanaan kegiatan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia pengelola informasi administrasi kependudukan. Wewenang Provinsi 1. • Indikator Kinerja Jumlah tenaga pengelola yang mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas teknis di bidang pengelolaan informasi administrasi kependudukan. • Periksa pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pengelolaan informasi administrasi kependudukan. • • • • 6) PENGAWASAN Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Tatacara Pengawasan Wewenang Provinsi 86 . termasuk yang dinyatakan lulus dengan baik. Jumlah tenaga pengelola yang mengikuti pelatihan dan dinyatakan lulus dengan nilai baik. Pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia pengelola informasi administrasi kependudukan skala provinsi.

Periksa apakah kebijakan tersebut telah memenuhi ketentuan dan sesuai dengan peraturan perundangan yang lebih tinggi tingkatannya. pengembangan kualitas. Pengawasan atas pengelolaan informasi administrasi kependudukan skala provinsi Wewenang Kabupaten/Kota 1. pengarahan mobilitas dan persebaran penduduk serta perlindungan penduduk skala kabupaten/ kota.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 1. Penetapan kebijakan perkembangan kependudukan skala provinsi. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Laporan pelaksanaan pengawasan atas pengelolaan informasi administrasi kependudukan. keputusan kepala daerah atau dokumen lain yang berkaitan dengan perkembangan kependudukan. peraturan kepala daerah. d. • Ditetapkannya norma. dan kriteria penyelenggaraan pengendalian kuantitas. pengembangan kualitas. prosedur. Penetapan kebijakan perkembangan kependudukan skala kabupaten/kota. standar. prosedur. dan kriteria penyelenggaraan pengendalian kuantitas. standar. standar. pengarahan mobilitas dan persebaran penduduk serta perlindungan penduduk di • Ketetapan norma. Tatacara Pengawasan • Dapatkan dan buatkan daftar peraturan daerah. pengarahan mobilitas dan persebaran penduduk serta perlindungan penduduk di • . Tatacara Pengawasan • Periksa laporan hasil pengawasan yang dilakukan di bidang pengelolaan informasi administrasi kependudukan. Periksa apakah ditetapkan norma. PERKEMBANGAN PENDUDUK 1) KEBIJAKAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. Pengawasan atas pengelolaan informasi administrasi kependudukan skala kabupaten/kota Indikator Kinerja • Dilakukannya pengawasan atas pengelolaan informasi administrasi kependudukan. pengembangan kualitas. standar. Penetapan norma. prosedur. pengarahan mobilitas dan persebaran penduduk serta perlindungan penduduk skala 2. standar. prosedur. pengembangan kualitas. dan kriteria penyelenggaraan pengendalian kuantitas. prosedur. dan kriteria penyelenggaraan pengendalian kuantitas. pengarahan mobilitas dan persebaran penduduk serta 87 Wewenang Provinsi 1. Penetapan norma. • Indikator Kinerja Ditetapkannya kebijakan daerah yang mengatur perkembangan kependudukan • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Dokumen kebijakan daerah yang telah dilegalisasi. • 2. pengembangan kualitas. dan kriteria penyelenggaraan pengendalian kuantitas.

• Periksa apakah indikator kinerja yang ditetapkan tercapai atau tidak. Sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan kebijakan pengendalian kuantitas penduduk. Sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan kebijakan pengendalian kuantitas penduduk. • Dapatkan daftar hadir peserta kegiatan sosialisasi serta periksa kembali kesesuainnya dengan rencana.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi provinsi. • Jumlah satuan wilayah (desa/keluarahan) yang memperoleh sosialisasi. perlindungan penduduk serta pembangunan berwawasan kependudukan skala provinsi. Wewenang Provinsi 1. Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja daerah. tentang perkembangan kependudukan. perlindungan penduduk serta pembangunan berwawasan kependudukan skala kab/kota. pengarahan mobilitas/penataan persebaran penduduk. 2) SOSIALISASI Wewenang Kabupaten/Kota 1. • • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Daftar hadir kegiatan Laporan pelaksanaan kegiatan sosialisasi Tatacara Pengawasan • Periksa apakah kegiatan sosialisasi ini termasuk dalam daftar kegiatan yang harus dilaksanakan sesuai RKASKPD • Periksa apakah bentuk. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator daerah. Tatacara Pengawasan perlindungan penduduk di daerah. pengembangan kualitas penduduk. sasaran. • Periksa ada atau tidaknya laporan pelaksanaan kegiatan sosialisasi. pengembangan kualitas penduduk. 3) PENYELENGGARAAN 88 . pengarahan mobilitas/penataan persebaran penduduk. Indikator Kinerja • Jumlah hari sosialisasi. bintek. serta organisasi kegiatan sosialisasi telah sesuai dengan rencana.

mobilitas/ penataan persebaran pengarahan mobilitas/ penduduk dan perlindungan penataan persebaran penduduk serta pembangunan penduduk. pengembangan kualitas penduduk. • Periksa pelaksanaan koordinasi dan kerjasama antar daerah dalam pelaksanaan kebijakan pengendalian kuantitas penduduk. pengembangan kualitas penduduk. Pelaporan pelaksanaan pengendalian kuantitas pengendalian kuantitas penduduk. pengarahan mobilitas/ penataan persebaran penduduk. pengembangan kualitas penduduk. pengarahan mobilitas/penataan persebaran penduduk. Koordinasi dan kerjasama antar daerah dalam pelaksanaan kebijakan pengendalian kuantitas penduduk. • Laporan hasil analisis dan pelaksanaan pengendalian kuantitas penduduk. pengembangan penduduk. 89 • Laporan hasil pengkajian dan • Dilakukannya pengkajian dan pelaksanaan kebijakan dilaksanakannya kebijakan pengendalian kuantitas pengendalian kuantitas penduduk. perlindungan penduduk serta pembangunan 2. Wewenang Kabupaten/Kota 1. 3. pengembangan kualitas penduduk. Pelaksanaan kebijakan pengendalian kuantitas penduduk. perlindungan penduduk serta pembangunan berwawasan kependudukan. pengembangan kualitas penduduk. pengarahan mobilitas/ penataan persebaran penduduk. pengembangan kualitas penduduk. pengarahan mobilitas/penataan persebaran penduduk. pengembangan kualitas penduduk. pengarahan kualitas penduduk. . perlindungan penduduk serta pembangunan berwawasan kependudukan. pengembangan kualitas penduduk. pengarahan mobilitas/penataan persebaran penduduk. Pembuatan analisis 2. • Dilakukannya koordinasi dan kerjasama antar daerah dalam pelaksanaan kebijakan pengendalian kuantitas penduduk. pengarahan pengarahan mobilitas/penataan mobilitas/ penataan persebaran penduduk. • Dilakukannya analisis dan pelaporan pengendalian kuantitas penduduk. pengembangan kualitas penduduk. – 3. pengarahan mobilitas/penataan persebaran penduduk. perlindungan penduduk dalam konteks pembangunan berwawasan kependudukan skala kabupaten/kota. dan perlindungan penduduk dalam konteks pembangunan berwawasan kependudukan. berwawasan kependudukan. persebaran penduduk. pengembangan kualitas penduduk. perlindungan penduduk dalam perlindungan penduduk dalam konteks pembangunan konteks pembangunan berwawasan kependudukan. pengarahan mobilitas/ penataan persebaran penduduk dan perlindungan penduduk serta pembangunan berwawasan kependudukan skala propinsi. • Periksa hasil analisis dan pelaksanaan pengendalian kuantitas penduduk. pengarahan mobilitas/penataan persebaran penduduk. penduduk dalam konteks pembangunan berwawasan kependudukan skala provinsi. dan perlindungan penduduk dalam konteks pembangunan berwawasan kependudukan. penduduk. • Laporan pelaksanaan koordinasi dan kerjasama antar daerah dalam pelaksanaan kebijakan pengendalian kuantitas penduduk. pengembangan kualitas penduduk. pengembangan pengembangan kualitas penduduk. pengembangan kualitas penduduk. dan perlindungan penduduk dalam konteks pembangunan berwawasan kependudukan. Indikator Kinerja Tatacara Pengawasan • Periksa hasil pengkajian dan pelaksanaan kebijakan pengendalian kuantitas penduduk. pengembangan kualitas penduduk. perlindungan penduduk dalam konteks pembangunan berwawasan kependudukan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi 1. kualitas penduduk. pengembangan kualitas penduduk. pengembangan kualitas penduduk. dan perlindungan berwawasan kependudukan. pengarahan mobilitas/ penataan persebaran penduduk. pengarahan mobilitas/penataan persebaran penduduk. Pengkajian efektivitas kebijakan pengendalian kuantitas penduduk.

pengembangan kualitas penduduk.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator berwawasan kependudukan. • Periksa adakah surat undangan untuk melakukan 90 Wewenang Provinsi 1. pengarahan mobilitas/penataan persebaran penduduk. • Periksa pelaporan pelaksanaan pengendalian kuantitas penduduk. perlindungan penduduk serta pembangunan berwawasan kependudukan skala kabupaten/kota. pengarahan mobilitas/ penataan persebaran penduduk. pengarahan mobilitas/ penataan persebaran penduduk. \ 4) PEMANTAUAN DAN EVALUASI Wewenang Kabupaten/Kota 1. 4. dan perlindungan penduduk dalam konteks pembangunan berwawasan kependudukan skala kabupaten/kota. pengarahan mobilitas/ penataan persebaran penduduk. • Indikator Kinerja Jumlah pemantauan lapangan terhadap kegiatan pengendalian perkembangan kependudukan dalam kurun waktu satu tahun. pengembangan kualitas penduduk. perlindungan penduduk serta pembangunan berwawasan kependudukan skala provinsi. Pemantauan dan evaluasi kebijakan pengendalian kuantitas penduduk. – 4. Pemantauan dan evaluasi kebijakan pengendalian kuantitas penduduk. pengembangan kualitas penduduk. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan kegiatan pemantauan dan evaluasi (monev) kegiatan Dokumen pendukung untuk melakukan kegiatan monev (surat tugas) Tatacara Pengawasan • Teliti apakah Surat Penugasan yang dibuat telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. pengembangan pengarahan mobilitas/penataan kualitas penduduk. • • . Jumlah rapat evaluasi terhadap kegiatan pengendalian perkembangan kependudukan. Pelaporan pelaksanaan pengendalian kuantitas penduduk. Tatacara Pengawasan perlindungan penduduk serta pembangunan berwawasan kependudukan. dan perlindungan penduduk dalam konteks pembangunan perlindungan penduduk dalam konteks pembangunan berwawasan kependudukan skala berwawasan kependudukan kabupaten/kota. dan perlindungan penduduk dalam konteks pembangunan berwawasan kependudukan skala kabupaten/kota. skala kabupaten/kota. pengendalian kuantitas pengembangan kualitas penduduk. • Dilaporkannya pelaksanaan • Laporan pelaksanaan pengendalian kuantitas penduduk. penduduk. dan persebaran penduduk. • Periksa apakah tahapan atau langkah-langkah pelaksanaan pemantauan telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. pengembangan kualitas penduduk. pengarahan mobilitas/penataan persebaran penduduk.

• Periksa apakah rapat evaluasi tersebut telah dibuat Notulen.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Tatacara Pengawasan rapat evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan tentang pengendalian perkembangan kependudukan. 5) PEMBINAAN DAN FASILITASI Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Tatacara Pengawasan Wewenang Provinsi 91 . apakah telah telah dilakukan rapat evaluasi terhadap hasil pemantauan yang telah dilakukan. Rapatnya. • Bila ada. • Periksa apakah sistematika laporan yang dibuat telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

6) PENGAWASAN Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Tatacara Pengawasan Wewenang Provinsi 92 . • Laporan pelaksanaan kegiatan pembinaan pelaksanaan kebijakan pengendalian kuantitas penduduk. Tatacara Pengawasan • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan kegiatan • Periksa bagaimana hasil proses pelaksanaan kegiatannya. pengarahan mobilitas/penataan persebaran penduduk. perlindungan penduduk dalam konteks pembangunan berwawasan kependudukan skala provinsi. perlindungan penduduk dalam konteks pembangunan berwawasan kependudukan skala provinsi. perlindungan penduduk dalam konteks pembangunan berwawasan kependudukan skala provinsi.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi 1. pengarahan mobilitas/penataan persebaran penduduk. Pembinaan dan pelaksanaan kebijakan pengendalian kuantitas penduduk. pengarahan mobilitas/penataan persebaran penduduk. Wewenang Kabupaten/Kota 1. - Indikator Kinerja • Dilaksanakannya pembinaan dan pelaksanaan kebijakan pengendalian kuantitas penduduk. pengembangan kualitas penduduk. pengembangan kualitas penduduk. pengembangan kualitas penduduk.

perlindungan penduduk. pengarahan mobilitas/penataan persebaran penduduk. perlindungan penduduk.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi 1. pengembangan kualitas penduduk. PERENCANAAN KEPENDUDUKAN 1) KEBIJAKAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. Periksa apakah kebijakan tersebut telah memenuhi ketentuan dan sesuai dengan peraturan perundangan yang lebih tinggi tingkatannya. • Tatacara Pengawasan Dapatkan dan buatkan daftar peraturan daerah. pengembangan kualitas penduduk. pengarahan mobilitas/penataan persebaran penduduk. pengarahan mobilitas/penataan persebaran penduduk. • Indikator Kinerja Dilaksanakannya pengawasan kebijakan pengendalian kuantitas penduduk. • Indikator Kinerja Ditetapkannya kebijakan daerah yang mengatur perencanaan kependudukan • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Dokumen kebijakan daerah yang telah dilegalisasi. keputusan kepala daerah atau dokumen lain yang berkaitan dengan perencanaan kependudukan. Penetapan kebijakan perencanaan kependudukan skala kabupaten/kota. pengarahan mobilitas/penataan persebaran penduduk. Pengawasan kebijakan pengendalian kuantitas penduduk. Penetapan kebijakan perencanaan kependudukan skala provinsi. • Laporan pelaksanaan pengawasan kebijakan pengendalian kuantitas penduduk. dan pembangunan berwawasan kependudukan. pengembangan kualitas penduduk. perlindungan penduduk. 93 Wewenang Provinsi 1. perlindungan penduduk. dan pembangunan berwawasan kependudukan skala kabupaten/kota. • e. pengembangan kualitas penduduk. Wewenang Kabupaten/Kota 1. dan pembangunan berwawasan kependudukan Tatacara Pengawasan • Periksa dokumen rencana pengawasan di bidang pengendalian perkembangan kependudukan. peraturan kepala daerah. dan pembangunan berwawasan kependudukan skala provinsi. • . Periksa laporan hasil pengawasan yang dilakukan di bidang pengendalian perkembangan kependudukan. Pengawasan kebijakan pengendalian kuantitas penduduk.

Wewenang Provinsi 1. proyeksi penduduk dan analisis dampak kependudukan. • Periksa ada atau tidaknya laporan pelaksanaan kegiatan sosialisasi. • Jumlah hari untuk fasilitasi dan sosialisasi tentang perencanaan kependudukan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 2) SOSIALISASI Wewenang Kabupaten/Kota 1. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Daftar hadir kegiatan • Laporan pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan fasilitasi. • Periksa apakah indikator kinerja yang ditetapkan tercapai atau tidak. serta penyerasian kebijakan kependudukan skala provinsi. Indikator Kinerja • Dilaksanakannya kegiatan fasilitasi dan sosialisasi. • Dapatkan daftar hadir peserta kegiatan sosialisasi serta cek kembali kesesuainnya dengan rencana. Tatacara Pengawasan • Periksa apakah kegiatan sosialisasi ini termasuk dalam daftar kegiatan yang harus dilaksanakan sesuai RKA-SKPD • Periksa apakah bentuk. serta organisasi kegiatan sosialisasi telah sesuai dengan rencana. sasaran. Penyerasian dan harmonisasi kebijakan .a. • Jumlah satuan wilayah (kabupaten/kota) yang memperoleh sosialisasi. 3) PENYELENGGARAAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. Penyerasian dan harmonisasi kebijakan kependudukan • Indikator Kinerja Dilakukannya penyerasian dan harmonisasi kebijakan • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan pelaksanaan kegiatan penyerasian dan • Tatacara Pengawasan Periksa pelaksanaan kegiatan penyerasian dan 94 Wewenang Provinsi 1. Fasilitasi dan sosialisasi indikator kependudukan.

dan analisis dampak kependudukan serta kebijakan kependudukan kepada khalayak sasaran.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi kependudukan pada tataran horizontal. 2. vertikal. 4. proyeksi. dan analisis dampak kependudukan skala kabupaten/kota. Dilakukannya koordinasi dan sosialisasi hasil penyusunan indikator. • • . proyeksi. dan diagonal antar lembaga pemerintah dan lembaga non pemerintah pengelola bidang kependudukan. Penetapan indikator kependudukan. dan diagonal antar lembaga pemerintah dan lembaga non pemerintah pengelola bidang kependudukan. Penetapan indikator kependudukan. Penilaian dan pelaporan kinerja pembangunan kependudukan secara periodik. • • • • • 4.dan laporan pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi hasil penyusunan indikator. vertikal. Periksa pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi hasil penyusunan indikator. proyeksi penduduk. Periksa pelaksanaan penetapan indikator kependudukan. - Wewenang Kabupaten/Kota antar dan dengan lembaga pemerintah dan non pemerintah pada skala kabupaten/kota. Koordinasi dan sosialisasi hasil penyusunan indikator. Ketetapan indikator kependudukan. • Dilakukannya penilaian dan pelaporan kinerja pembangunan kependudukan secara periodik. dan analisis dampak kependudukan skala provinsi. Penilaian dan pelaporan kinerja pembangunan kependudukan secara periodik. dan analisis dampak kependudukan serta kebijakan kependudukan kepada khalayak sasaran skala provinsi. 3. notulen. Koordinasi dan sosialisasi hasil penyusunan indikator. dan analisis dampak kependudukan. vertikal. Laporan pelaksanaan penilaian dan pelaporan kinerja pembangunan kependudukan secara • Tatacara Pengawasan harmonisasi kebijakan kependudukan pada tataran horizontal.b. vertikal. 3. • Diselenggarakannya kerjasama dengan organisasi kemasyarakatan dalam rangka tertib administrasi kependudukan. Periksa pelaksanaan penilaian dan pelaporan kinerja pembangunan kependudukan secara 95 1. Periksa proses dan hasil pelaksanaan kerjasama dengan organisasi kemasyarakatan dalam rangka tertib administrasi kependudukan. • Dokumen kerjasama dan laporan pelaksanaan kerjasama dengan organisasi kemasyarakatan dalam rangka tertib administrasi kependudukan. proyeksi penduduk. dan diagonal antar lembaga pemerintah dan lembaga non pemerintah pengelola bidang kependudukan. dan analisis dampak kependudukan serta kebijakan kependudukan kepada khalayak sasaran. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator harmonisasi kebijakan kependudukan pada tataran horizontal. • Ditetapkannya indikator kependudukan. dan diagonal antar lembaga pemerintah dan lembaga non pemerintah pengelola bidang kependudukan skala provinsi. Penyelenggaraan kerjasama dengan organisasi kemasyarakatan dalam rangka tertib administrasi kependudukan. 2. dan analisis dampak kependudukan. proyeksi. dan analisis dampak kependudukan. proyeksi. dan analisis dampak kependudukan serta kebijakan kependudukan kepada khalayak sasaran. proyeksi penduduk. proyeksi. proyeksi penduduk. proyeksi penduduk. Berita acara. dan analisis dampak kependudukan serta kebijakan kependudukan kepada khalayak sasaran. Indikator Kinerja kependudukan pada tataran horizontal.

Pemantauan. Pendayagunaan informasi atas indikator kependudukan dan analisis dampak kependudukan untuk perencanaan pembangunan berbasis penduduk skala kabupaten/kota. serta penyerasian kebijakan kependudukan skala provinsi. dan pelaporan indikator kependudukan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator periodik. dan pelaporan. Jumlah pemantauan lapangan terhadap kegiatan perencanaan kependudukan dalam kurun waktu satu tahun. 5. apakah telah telah 96 Wewenang Provinsi 1. Periksa adakah surat undangan untuk melakukan rapat evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan tentang pengendalian perkembangan kependudukan. evaluasi. proyeksi penduduk dan analisis dampak kependudukan. • • Indikator Kinerja Dilaksanakannya kegiatan pemantauan. • • • • . • • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan kegiatan pemantauan dan evaluasi (monev) kegiatan Dokumen pendukung untuk melakukan kegiatan monev (surat tugas) Tatacara Pengawasan • Teliti apakah Surat Penugasan yang dibuat telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. • Didayagunakannya informasi atas indikator kependudukan dan analisis dampak kependudukan untuk perencanaan pembangunan berbasis penduduk. • Tatacara Pengawasan periodik. Bila ada. 5. Periksa pelaksanaan kegiatan pendayagunaan informasi atas indikator kependudukan dan analisis dampak kependudukan untuk perencanaan pembangunan berbasis penduduk. 3) PEMANTAUAN DAN EVALUASI Wewenang Kabupaten/Kota 1. Pendayagunaan informasi atas indikator kependudukan dan analisis dampak kependudukan untuk perencanaan pembangunan berbasis penduduk skala provinsi. serta penyerasian kebijakan kependudukan skala kabupaten/kota. evaluasi. evaluasi. • Laporan pendayagunaan informasi atas indikator kependudukan dan analisis dampak kependudukan untuk perencanaan pembangunan berbasis penduduk. proyeksi penduduk dan analisis dampak kependudukan. Jumlah rapat evaluasi terhadap kegiatan perencanaan kependudukan. Pemantauan. dan pelaporan indikator kependudukan. Periksa apakah tahapan atau langkah-langkah pelaksanaan pemantauan telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

rapatnya. proyeksi penduduk dan analisis dampak kependudukan. Periksa apakah rapat evaluasi tersebut telah dibuat notulen. serta penyerasian kebijakan kependudukan. dan sosialisasi indikator kependudukan. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan pelaksanaan bimbingan teknis. proyeksi penduduk dan analisis dampak kependudukan. dan sosialisasi indikator kependudukan. Indikator Kinerja • Dilaksanakannya kegiatan bimbingan teknis. Tatacara Pengawasan • • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan kegiatan pembinaan Periksa bagaimana hasil proses pelaksanaan kegiatannya. Periksa apakah sistematika laporan yang dibuat telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bimbingan teknis.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Tatacara Pengawasan dilakukan rapat evaluasi terhadap hasil pemantauan yang telah dilakukan. proyeksi penduduk dan analisis dampak kependudukan. fasilitasi. serta penyerasian kebijakan kependudukan. advokasi. 97 . fasilitasi. Wewenang Provinsi 1. fasilitasi. advokasi. advokasi. serta penyerasian kebijakan kependudukan skala provinsi. dan sosialisasi indikator kependudukan. • • 4) PEMBINAAN Wewenang Kabupaten/Kota 1.

serta penyerasian kebijakan kependudukan skala kabupaten/kota. Penataan kepala daerah terhadap nomenklatur instansi yang menangani bidang kependudukan dan Wewenang Kabupaten/Kota 1. serta penyerasian kebijakan kependudukan • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan pelaksanaan pengawasan indikator kependudukan. serta penyerasian kebijakan kependudukan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 5) PENGAWASAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. Penataan kepala daerah terhadap nomenklatur instansi yang menangani bidang kependudukan dan pencatatan • Diterbitkannya kebijakan Kepala Daerah yang berpedoman pada kebijakan nasional dibidang administrasi kependudukan Dilakukannya penataan kepala daerah terhadap nomenklatur instansi yang menangani bidang • • • • • . f. Penerbitan kebijakan Kepala Daerah yang berpedoman pada kebijakan nasional dibidang administrasi kependudukan 3. Pengawasan indikator kependudukan. proyeksi penduduk dan analisis dampak kependudukan. proyeksi penduduk dan analisis dampak kependudukan. Penerbitan kebijakan Kepala Daerah yang berpedoman pada kebijakan nasional dibidang administrasi kependudukan 3. Pengawasan indikator kependudukan. ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN * 1) KEBIJAKAN Indikator Kinerja • Diterbitkannya kebijakan Kepala Daerah dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan penerbitan kebijakan Kepala Daerah dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan Laporan penerbitan kebijakan Kepala Daerah yang berpedoman pada kebijakan nasional dibidang administrasi kependudukan Laporan penataan kepala daerah terhadap nomenklatur instansi yang menangani • Tatacara Pengawasan Dapatkan kebijakan yang telah dikeluarkan/diterbitkan Kepala Daerah dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan Periksa apakah kebijakan tersebut telah berpedoman pada kebijakan nasional dibidang administrasi kependudukan Periksa apakah Kepala Daerah telah menata nomenklatur instansi yang 98 Wewenang Provinsi 1. proyeksi penduduk dan analisis dampak kependudukan. Wewenang Provinsi 1. • Indikator Kinerja Dilakukannya pengawasan indikator kependudukan. serta penyerasian kebijakan kependudukan skala provinsi. Penerbitan kebijakan Kepala Daerah dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan 2. Penerbitan kebijakan Kepala Daerah dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan 2. Tatacara Pengawasan • Periksa dokumen rencana pengawasan di bidang perencanaan kependudukan. • Periksa laporan hasil pengawasan yang dilakukan di bidang perencanaan kependudukan. proyeksi penduduk dan analisis dampak kependudukan.

termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola SIAK. Penggunaan Sistim Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dalam penyelenggaraan pengelolaan informasi administrasi kependudukan • Indikator Kinerja Digunakannya Sistim Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dalam penyelenggaraan pengelolaan informasi administrasi kependudukan • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan penggunaan Sistim Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dalam penyelenggaraan pengelolaan informasi administrasi kependudukan Laporan pelaksanaan penyiapan perangkat SIAK. pembentukan perangkat SIAK dan tupoksinya yang tidak tumpang tindih dengan perangkat yang sudah ada 2. pembentukan perangkat SIAK dan tupoksinya yang tidak tumpang tindih dengan perangkat yang sudah ada • Tatacara Pengawasan Periksa apakah dalam penyelenggaraan pengelolaan informasi administrasi kependudukan telah menggunakan Sistim Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Apakah Pemerintah Daerah telah menyiapkan perangkatnya. pembentukan perangkat SIAK dan tupoksinya yang tidak tumpang tindih dengan perangkat yang sudah ada sebelumnya • • • . termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola SIAK. termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola SIAK. Cek apakah perangkat yang dibentuk. Penggunaan Sistim Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dalam penyelenggaraan pengelolaan informasi administrasi kependudukan 2. pembentukan perangkat SIAK dan tupoksinya yang tidak tumpang tindih dengan perangkat yang sudah ada sebelumnya • Dilakukannya penyiapan perangkat SIAK. tupoksinya tidak tumpang tindih dengan 99 Wewenang Provinsi 1. SKPD yang mempunyai tugas pokok dan fungsi penanganan administrasi kependudukan yang tumpang tindih 2) PENGELOLAAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. Penyiapan perangkat SIAK. SKPD yang mempunyai tugas pokok dan fungsi penanganan administrasi kependudukan yang tumpang tindih 4.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi pencatatan sipil Wewenang Kabupaten/Kota sipil Indikator Kinerja kependudukan dan pencatatan sipil • Adanya SKPD yang mempunyai tugas pokok dan fungsi penanganan administrasi kependudukan yang tumpang tindih • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator bidang kependudukan dan pencatatan sipil Laporan pelaksanaan SKPD yang mempunyai tugas pokok dan fungsi penanganan administrasi kependudukan yang tumpang tindih • Tatacara Pengawasan menangani bidang kependudukan dan pencatatan sipil Periksa apakah ada SKPD yang mempunyai tugas pokok dan fungsi penanganan administrasi kependudukan yang tumpang tindih 4. Penyiapan perangkat SIAK. termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola SIAK. termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola SIAK.

94 Tahun 2003 dan Permendagri No.35 A Tahun 2005). 35A Tahun 2005 dengan UU No.35 A Tahun 2005) dan pengecekan relevansi Kepmendagri No. apakah Kepmendagri No. Koordinasi dengan instansi 4. Koordinasi dengan instansi terkait terkait pada tingkat provinsi pada tingkat kabupaten/kota dalam penyelenggaraan dalam penyelenggaraan pengelolaan administrasi pengelolaan administrasi kependudukan dan kependudukan dan pengecekan pengecekan bentuk dan hasil bentuk dan hasil koordinasi yang koordinasi yang telah telah dilakukan dilakukan • Dilakukannya koordinasi dengan instansi terkait baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam penyelenggaraan pengelolaan administrasi kependudukan dan pengecekan bentuk dan hasil koordinasi yang telah dilakukan • Laporan pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten/ kota dalam penyelenggaraan pengelolaan administrasi kependudukan dan pengecekan bentuk dan hasil koordinasi yang telah • .LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi sebelumnya Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator sebelumnya Tatacara Pengawasan perangkat yang sudah ada sebelumnya 3. 94 Tahun 2003 dan Permendagri No.94 Tahun 2003 dan Permendagri No.94 Tahun 2003 dan Permendagri No. 94 Tahun 2003 dan Permendagri No. Penyesuaian formulir dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan dengan kebijakan skala nasional (Kepmendagri No.94 Tahun 2003 dan Permendagri No. 23 Tahun 2006 3. 23 Tahun 2006 • Periksa apakah formulir yang digunakan dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan telah sesuai dengan kebijakan skala nasional (Kepmendagri No.94 Tahun 2003 dan Permendagri No.35 A Tahun 2005) dan pengecekan relevansi Kepmendagri No. 23 Tahun 2006. 94 Tahun 2003 dan Permendagri No. Dengan terbitnya UU No. 35A Tahun 2005 dengan UU No. 35A Tahun 2005 dengan UU No. Penyesuaian formulir dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan dengan kebijakan skala nasional (Kepmendagri No.35 A Tahun 2005) dan pengecekan relevansi Kepmendagri No. cek bentuk dan hasil koordinasi yang 100 • 4. 23 Tahun 2006 • Laporan pelaksanaan penyesuaian formulir dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan dengan kebijakan skala nasional (Kepmendagri No.35 A Tahun 2005) dan pengecekan relevansi Kepmendagri No.94 Tahun 2003 dan Permendagri No. 35A Tahun 2005 dengan UU No. 35A Tahun 2005 masih relevan Periksa apakah Pemerintah Daerah telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten/ kota dalam penyelenggaraan pengelolaan administrasi kependudukan. 94 Tahun 2003 dan Permendagri No. 23 Tahun 2006 • Dilakukannya penyesuaian formulir dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan dengan kebijakan skala nasional (Kepmendagri No.

yang sudah mempunyai KTP dan yang belum mempunyai serta sebabsebabnya. yang belum dan sebab-sebabnya 3) PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. dan yang sudah mendapat rekomendasi ijin mendapatkan dokumen kependudukan. dan yang sudah mendapat rekomendasi ijin mendapatkan dokumen kependudukan. Pelaksanaan uji petik hasil 5. Berapa jumlah orang asing yang ada di provinsi dan kabupaten/kota tersebut. antara lain tentang jumlah antara lain tentang jumlah penduduk kabupaten/kota yang penduduk provinsi yang bersangkutan. jumlah orang asing yang ada di provinsi dan kabupaten/kota tersebut. yang belum dan ijin mendapatkan dokumen sebab-sebabnya kependudukan. jumlah penduduk bersangkutan. jumlah penduduk yang wajib mempunyai KTP. jumlah tersebut. antara lain tentang jumlah penduduk provinsi dan kabupaten/kota yang bersangkutan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator dilakukan Pelaksanaan uji petik hasil pengelolaan informasi administrasi kependudukan. jumlah orang belum mempunyai serta asing yang ada di kabupaten/kota sebab-sebabnya. dan yang sudah mendapat rekomendasi mendapatkan dokumen kependudukan. Berapa jumlah penduduk yang wajib mempunyai KTP. jumlah orang asing yang ada di provinsi dan kabupaten/kota tersebut. yang belum dan sebab-sebabnya • Tatacara Pengawasan telah dilakukan Uji petik hasil pengelolaan informasi administrasi kependudukan. Penyelenggaraan bentukbentuk pembinaan yang telah dilakukan oleh Kepala Daerah terhadap penyelenggaraan . berapa yang sudah mempunyai dan berapa yang belum mempunyai serta apa sebabnya. yang sudah yang belum mempunyai serta mempunyai KTP dan yang sebab-sebabnya. dan yang sudah orang asing yang ada di mendapat rekomendasi ijin provinsi tersebut. antara lain tentang jumlah penduduk provinsi dan kabupaten/kota yang bersangkutan. jumlah yang wajib mempunyai KTP. yang belum dan sebab-sebabnya • • Pelaksanaan uji petik hasil pengelolaan informasi administrasi kependudukan. dan Berapa yang sudah mendapat rekomendasi ijin mendapatkan dokumen kependudukan. antara lain: Berapa jumlah penduduk provinsi dan kabupaten/kota yang bersangkutan. berapa yang belum dan apa sebabnya 5. Pelaksanaan uji petik hasil pengelolaan informasi pengelolaan informasi administrasi kependudukan. yang sudah mempunyai KTP dan yang belum mempunyai serta sebab-sebabnya. penduduk yang wajib yang sudah mempunyai KTP dan mempunyai KTP. jumlah penduduk yang wajib mempunyai KTP. administrasi kependudukan. Penyelenggaraan bentukbentuk pembinaan yang telah dilakukan oleh Kepala Daerah terhadap penyelenggaraan pengelolaan administrasi • Indikator Kinerja Diselenggarakannya bentukbentuk pembinaan yang telah dilakukan oleh Kepala Daerah terhadap penyelenggaraan pengelolaan administrasi • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan penyelenggaraan bentuk-bentuk pembinaan yang telah dilakukan oleh Kepala Daerah terhadap penyelenggaraan pengelolaan • Tatacara Pengawasan Periksa bentuk-bentuk pembinaan yang telah dilakukan oleh Kepala Daerah terhadap penyelenggaraan 101 Wewenang Provinsi 1.

antara lain dengan membentuk Tim Penggerak PKK dalam tertib administrasi kependudukan dan pembinaan apa yang telah dilakukan terhadap tim tersebu Periksa apakah Kepala 102 2.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi pengelolaan administrasi kependudukan dan pencocokan bentuk pembinaan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pusat/Itjen Adminduk 2. Pengecekan hasil sosialisasi dengan membandingkan peningkatan data-data informasi kependudukan 4. antara lain dengan membentuk Tim Penggerak PKK dalam tertib administrasi kependudukan dan pembinaan terhadap tim tersebut 5. Pengawasan terhadap 3. Cocokkan bentuk pembinaan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pusat/Itjen Adminduk Periksa apakah Pemerintah Daerah telah melakukan sosialisasi dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendukung pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil serta menyebarluaskan informasi kependudukan Cek hasil sosialisasi dengan membandingkan peningkatan data-data informasi kependudukan Periksa sejauhmana Kepala Daerah telah mengoptimalkan peran masyarakat. antara lain dengan membentuk Tim Penggerak PKK dalam tertib administrasi kependudukan dan pembinaan terhadap tim tersebut • • 4. Pengecekan hasil sosialisasi dengan membandingkan peningkatan data-data informasi kependudukan • Dilakukannya pengecekan hasil sosialisasi dengan membandingkan peningkatan data-data informasi kependudukan Dilakukannya optimalisasi peran masyarakat. antara lain dengan membentuk Tim Penggerak PKK dalam tertib administrasi kependudukan dan pembinaan terhadap tim tersebut Laporan pelaksanaan • 5. Optimalisasi peran masyarakat. Pelaksanaan sosialisasi dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendukung pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil serta menyebarluaskan informasi kependudukan Wewenang Kabupaten/Kota kependudukan dan pencocokan bentuk pembinaan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pusat/Itjen Adminduk Indikator Kinerja kependudukan dan pencocokan bentuk pembinaan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pusat/Itjen Adminduk Alat Bukti/ Verifikasi Indikator administrasi kependudukan dan pencocokan bentuk pembinaan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pusat/Itjen Adminduk • Laporan pelaksanaan sosialisasi dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendukung pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil serta menyebarluaskan informasi kependudukan Laporan pelaksanaan pengecekan hasil sosialisasi dengan membandingkan peningkatan data-data informasi kependudukan • Tatacara Pengawasan pengelolaan administrasi kependudukan. - • Dilakukannya pengawasan • . • antara lain dengan membentuk Tim Penggerak PKK dalam tertib administrasi kependudukan dan pembinaan terhadap tim tersebut • Laporan pelaksanaan • optimalisasi peran masyarakat. Pelaksanaan sosialisasi dalam • rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendukung pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil serta menyebarluaskan informasi kependudukan Dilaksanakannya sosialisasi dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendukung pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil serta menyebarluaskan informasi kependudukan 3. Optimalisasi peran masyarakat.

- • Disampaikannya laporan pelaksanaan pemutakhiran data penduduk kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur • • 103 . Pembuatan analisis hasil pemantauan dan penyampaian kepada Menteri Dalam Negeri sebagai penyempurnaan kebijakan yang diperlukan 8. Pembuatan analisis hasil pemantauan dan penyampaian kepada Menteri Dalam Negeri sebagai penyempurnaan kebijakan yang diperlukan • Dibuatkannya analisis hasil pemantauan dan penyampaian kepada Menteri Dalam Negeri sebagai penyempurnaan kebijakan yang diperlukan • • 8. cek tindak lanjutnya Periksa apakah Kepala Daerah telah melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pemutakhiran data penduduk yang dilaksanakan oleh SKPD yang bersangkutan Cek apakah Kepala Daerah membuat analisis hasil pemantauan dan menyampaikan kepada Menteri Dalam Negeri sebagai penyempurnaan kebijakan yang diperlukan Cek apakah Bupati/Walikota telah menyampaikan laporan pelaksanaan pemutakhiran data penduduk kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur 6. dan pengecekan tindak lanjutnya Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja terhadap penerapan spesifikasi dan pengadaan blanko dan dokumen kependudukan oleh Pemerintah Kabupaten/ Kota di wilayahnya. Penyampaian laporan pelaksanaan pemutakhiran data penduduk kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur 7. Pemantauan terhadap pelaksanaan pemutakhiran data penduduk yang dilaksanakan oleh SKPD yang bersangkutan 6. dan pengecekan tindak lanjutnya Alat Bukti/ Verifikasi Indikator pengawasan terhadap penerapan spesifikasi dan pengadaan blanko dan dokumen kependudukan oleh Pemerintah Kabupaten/ Kota di wilayahnya. dan pengecekan tindak lanjutnya • Laporan pelaksanaan pemantauan terhadap pelaksanaan pemutakhiran data penduduk yang dilaksanakan oleh SKPD yang bersangkutan Laporan pembuatan analisis hasil pemantauan dan penyampaian kepada Menteri Dalam Negeri sebagai penyempurnaan kebijakan yang diperlukan Laporan penyampaian laporan pelaksanaan pemutakhiran data penduduk kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur • Tatacara Pengawasan Daerah telah melakukan pengawasan terhadap penerapan spesifikasi dan pengadaan blanko dan dokumen kependudukan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota di wilayahnya. Pemantauan terhadap pelaksanaan pemutakhiran data penduduk yang dilaksanakan oleh SKPD yang bersangkutan • Dilakukannya pemantauan terhadap pelaksanaan pemutakhiran data penduduk yang dilaksanakan oleh SKPD yang bersangkutan 7. penyampaian laporan kepada Tim Pengendali Pusat.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi penerapan spesifikasi dan pengadaan blanko dan dokumen kependudukan oleh Pemerintah Kabupaten/ Kota di wilayahnya. penyampaian laporan kepada Tim Pengendali Pusat. penyampaian laporan kepada Tim Pengendali Pusat. apakah sudah dilaporkan kepada Tim Pengendali Pusat.

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi 9. tahunan oleh Gubernur atas kinerja pelayanan administrasi kependudukan lingkup provinsi dan kabupaten/kota Wewenang Kabupaten/Kota • Indikator Kinerja Dilaksanakannya evaluasi tahunan oleh Gubernur atas kinerja pelayanan administrasi kependudukan lingkup provinsi dan kabupaten/kota • Tatacara Pengawasan Periksa apakah Gubernur telah melakukan evaluasi tahunan atas kinerja pelayanan administrasi kependudukan lingkup provinsi dan kabupaten/kota Laporan pelaksanaan evaluasi • tahunan oleh Gubernur atas kinerja pelayanan administrasi kependudukan lingkup provinsi dan kabupaten/kota 4) PELAPORAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. Pembuatan laporan yang disampaikan para Bupati/ Walikota oleh Gubernur dengan membuat rekapitulasi laporan informasi administrasi kependudukan yang disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri 2. Pelaksanaan evaluasi 9. - • Dibuatnya laporan yang disampaikan para Bupati/ Walikota oleh Gubernur dengan membuat rekapitulasi laporan informasi administrasi kependudukan yang disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri • • 104 . Penyampaian laporan informasi administrasi kependudukan hasil rekapitulasi laporan dari Kepala Desa/Lurah dan Camat oleh bupati/walikota kepada Gubernur secara berkala • Indikator Kinerja Disampaikannya laporan informasi administrasi kependudukan hasil rekapitulasi laporan dari Kepala Desa/Lurah dan Camat oleh bupati/walikota kepada Gubernur secara berkala • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan penyampaian laporan informasi administrasi kependudukan hasil rekapitulasi laporan dari Kepala Desa/Lurah dan Camat oleh bupati/walikota kepada Gubernur secara berkala Laporan pembuatan laporan yang disampaikan para Bupati/Walikota oleh Gubernur dengan membuat rekapitulasi laporan informasi administrasi kependudukan yang disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri • Tatacara Pengawasan Cek apakah Bupati/Walikota telah menyampaikan laporan informasi administrasi kependudukan hasil rekapitulasi laporan dari Kepala Desa/Lurah dan para Camat kepada Gubernur secara berkala Cek apakah Gubernur telah menghimpun laporan yang disampaikan para Bupati/ Walikota dengan membuat rekapitulasi laporan informasi administrasi kependudukan yang disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri Wewenang Provinsi 1. - 2.

Penanggungjawab penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan skala kabupaten/kota. Laporan pencapaian penanggungjawab penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan. monitoring. Pelaksanaan kebijakan pusat dan penetapan kebijakan daerah serta pelaksanaan strategi penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan skala provinsi. dan pelaporan) penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan skala kabupaten/kota. 4. Periksa pelaksanaan pembinaan (pengawasan. Periksa proses dan hasil pencapaian penanggungjawab penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan. Pembinaan (pengawasan. Pembentukan kelembagaan SKPD bidang ketenagakerjaan di kabupaten/kota. evaluasi. Laporan pelaksanaan kebijakan dan strategi penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan. Pelaksanaan kebijakan pusat dan provinsi. evaluasi. Laporan pembentukan Tatacara Pengawasan • Dapatkan dokumen kebijakan dan strategi penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan. 2. Penanggungjawab penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan skala provinsi.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 5. Tercapainya penanggungjawab penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan. monitoring. dan pelaporan) penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan. pengendalian. dan pelaporan) penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan. penetapan kebijakan. monitoring. pengendalian. KETENAGAKERJAAN a. dan pelaporan) penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan skala provinsi. 1) KEBIJAKAN. • • • • • • Dibentuknya kelembagaan SKPD bidang ketenagakerjaan. Laporan pelaksanaan pembinaan (pengawasan. monitoring. • • • . 4. pengendalian. Pembinaan (pengawasan. monitoring. evaluasi. PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. PERENCANAAN. Pembentukan kelembagaan SKPD bidang ketenagakerjaan di provinsi. 3. Kelembagaan SKPD bidang ketenagakerjaan. pengendalian. 3. Dapatkan Peraturan Daerah dan/atau keputusan yang menetapkan kelembagaan 105 Wewenang Provinsi 1. • Dilaksanakannya pembinaan (pengawasan. dan pelaporan) penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan. Periksa pelaksanaan kebijakan dan strategi penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan. evaluasi. dan pelaksanaan strategi penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Dokumen kebijakan dan strategi penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan. penetapan kebijakan daerah dan pelaksanaan strategi penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan skala kabupaten/kota. evaluasi. • • 2. • Indikator Kinerja Dilaksanakannya kebijakan. pengendalian.

serta pembinaan perencanaan tenaga kerja dan sistem informasi ketenagakerjaan kabupaten/kota skala provinsi. Periksa proses dan hasil pembentukan kelembagaan SKPD bidang ketenagakerjaan. prosedur. pembinaan dan penyelenggaraan sistem informasi ketenagakerjaan. prosedur. • 5. pembinaan dan penyelenggaraan sistem informasi ketenagakerjaan. pedoman. • 2) PEMBINAAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) APARATUR Wewenang Kabupaten/Kota 1. Periksa pelaksanaan perencanaan tenaga kerja daerah provinsi. Perencanaan tenaga kerja daerah kabupaten/kota. pembinaan dan penyelenggaraan sistem informasi ketenagakerjaan. standar. • Dokumen rencana tenaga kerja daerah provinsi. Perencanaan tenaga kerja daerah provinsi. norma. Pelaksanaan kebijakan. Tatacara Pengawasan SKPD bidang ketenagakerjaan. pembinaan perencanaan tenaga kerja mikro. • Dilakukannya perencanaan tenaga kerja daerah provinsi. pedoman. norma. standar. pembinaan perencanaan tenaga kerja mikro. pembinaan perencanaan tenaga kerja mikro. pembinaan dan penyelenggaraan sistem informasi ketenagakerjaan. 5. dan kriteria (NSPK) monitoring evaluasi pembinaan SDM aparatur pelaksana urusan . pembinaan perencanaan tenaga kerja mikro pada instansi/tingkat perusahaan. dan kriteria (NSPK) monitoring evaluasi pembinaan SDM aparatur pelaksana urusan pemerintahan bidang • Indikator Kinerja Dilaksanakannya kebijakan dan NSPK monitoring evaluasi pembinaan SDM aparatur pelaksana urusan pemerintahan daerah bidang ketenagakerjaan. Pelaksanaan kebijakan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator kelembagaan SKPD bidang ketenagakerjaan. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Dokumen kebijakan dan NSPK monitoring evaluasi pembinaan SDM aparatur pelaksana urusan pemerintahan daerah bidang ketenagakerjaan. serta pembinaan perencanaan tenaga kerja dan sistem informasi ketenagakerjaan. Tatacara Pengawasan • Dapatkan dokumen kebijakan dan NSPK monitoring evaluasi pembinaan SDM aparatur pelaksana urusan pemerintahan daerah bidang 106 Wewenang Provinsi 1. serta pembinaan perencanaan tenaga kerja dan sistem informasi ketenagakerjaan. pembinaan dan penyelenggaraan sistem informasi ketenagakerjaan skala kabupaten/kota. pembinaan perencanaan tenaga kerja mikro. serta pembinaan perencanaan tenaga kerja dan sistem informasi ketenagakerjaan.

Tatacara Pengawasan • ketenagakerjaan. serta evaluasi pengembangan SDM aparatur pelaksana urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan. penyelenggaraan. serta evaluasi pengembangan SDM aparatur pelaksana urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan skala provinsi. dan pengendalian. dan pengendalian. Pembinaan. karir. dan pengendalian. Dapatkan dokumen perencanaan formasi. pengendalian. Periksa pelaksanaan pembinaan. penyelenggaraan. Pembinaan. pengawasan. Laporan pengangkatan dan pemberhentian pejabat perangkat daerah yang • • Dilakukannya pengangkatan dan pemberhentian pejabat perangkat daerah yang • • . karir. 4. Pengangkatan dan pemberhentian pejabat perangkat daerah yang • Dilakukannya pembinaan. • Laporan pelaksanaan pembinaan. dan diklat SDM aparatur pelaksana urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan • • • 3. penyelenggaraan. Perencanaan formasi. Perencanaan formasi. dan diklat SDM aparatur pelaksana urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan di kabupaten/kota. Dokumen rencana formasi. Wewenang Kabupaten/Kota ketenagakerjaan skala kabupaten/kota. serta evaluasi pengembangan SDM aparatur pelaksana urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan skala kabupaten/kota. serta evaluasi pengembangan SDM aparatur pelaksana urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan. penyelenggaraan. Pengangkatan dan pemberhentian pejabat perangkat daerah yang 3. dan diklat SDM aparatur pelaksana urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan di provinsi. dan diklat SDM aparatur pelaksana urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan. karir. dan pengendalian.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi pemerintahan bidang ketenagakerjaan skala provinsi. dan diklat SDM aparatur pelaksana urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan telah berjalan. karir. pengawasan. Kumpulkan data untuk mengetahui seberapa jauh rencana formasi. pengawasan. karir. karir. Indikator Kinerja • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan pelaksanaan Dokumen kebijakan dan NSPK monitoring evaluasi pembinaan SDM aparatur pelaksana urusan pemerintahan daerah bidang ketenagakerjaan. pengawasan. 4. penyelenggaraan. 2. • Dilakukannya perencanaan formasi. dan diklat SDM aparatur pelaksana urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan. Periksa apakah pemerintah daerah telah melaksanakan kebijakan dan NSPK monitoring evaluasi pembinaan SDM aparatur pelaksana urusan pemerintahan daerah bidang ketenagakerjaan. Periksa pelaksanaan pengangkatan dan pemberhentian pejabat 107 2. serta evaluasi pengembangan SDM aparatur pelaksana urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan. pengawasan.

1. pengangkatan. pengangkatan. • • . 108 Wewenang Provinsi 1. dan pemberhentian pejabat fungsional bidang ketenagakerjaan 5.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi menangani bidang ketenagakerjaan skala provinsi. 3) PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA Wewenang Kabupaten/Kota 1. Pembinaan. Wewenang Kabupaten/Kota menangani bidang ketenagakerjaan skala kabupaten/kota. Pelatihan diseminasi program untuk kabupaten/kota di wilayah provinsi. Pembinaan dan penyelenggaraan pelatihan kerja skala provinsi. Pembinaan.a. Pembinaan dan penyelenggaraan pelatihan kerja skala kabupaten/kota. 5. dan pemberhentian pejabat fungsional bidang ketenagakerjaan • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator menangani bidang ketenagakerjaan Laporan pembinaan.b. dan pemberhentian pejabat fungsional bidang ketenagakerjaan di instansi kabupaten/kota. • Indikator Kinerja Terselenggaranya pembinaan pelatihan dan produktivitas tenaga kerja • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan hasil pembinaan pelatihan dan produktivitas tenaga kerja Tatacara Pengawasan • Dapatkan laporan hasil pembinaan pelatihan dan produktivitas tenaga kerja yang telah dilaksanakan oleh daerah Teliti apakah hasil pembinaan tersebut telah sesuai dengan tujuan dan sasarannya Dapatkan laporan pelaksanaan pelatihan diseminasi program untuk kabupaten/kota di wilayah provinsi. pengangkatan. pengangkatan. dan pemberhentian pejabat fungsional bidang ketenagakerjaan di instansi provinsi. Indikator Kinerja menangani bidang ketenagakerjaan • Dilakukannya pembinaan. • Laporan pelaksanaan pelatihan diseminasi program untuk kabupaten/kota di wilayah provinsi. Periksa proses dan hasil pelaksanaan pelatihan diseminasi program untuk kabupaten/kota di wilayah provinsi. dan pemberhentian pejabat fungsional bidang ketenagakerjaan • Tatacara Pengawasan perangkat daerah yang menangani bidang ketenagakerjaan Periksa pelaksanaan pembinaan. – • Dilakukannya pelatihan diseminasi program untuk kabupaten/kota di wilayah provinsi. • 1. pengangkatan.

sertifikasi. • Terlaksananya pengawasan yang efektif terhadap perizinan.a. rekomendasi. 4. • Terlaksananya pengawasan yang efektif terhadap perizinan. 3. rekomendasi. Wewenang Kabupaten/Kota 2. Periksa proses dan hasil pelaksanaan program peningkatan produktivitas Dapatkan laporan hasil pengawasan terhadap perizinan. sertifikasi dan akreditasi lembaga pelatihan tenaga kerja • Laporan hasil pengawasan terhadap perizinan. sertifikasi dan akreditasi lembaga pelatihan tenaga kerja • Laporan hasil pengawasan terhadap perizinan. dan akreditasi lembaga pelatihan tenaga kerja • 4. dan akreditasi lembaga pelatihan tenaga kerja Periksa apakah keluaran pengawasan tersebut (izin. Pengawasan pelaksanaan sertifikasi kompetensi dan akreditasi lembaga pelatihan kerja skala provinsi. rekomendasi. sertifikasi. rekomendasi. Pengawasan pelaksanaan perizinan/ pendaftaran lembaga pelatihan kerja serta penerbitan rekomendasi perizinan magang ke luar negeri. Koordinasi pelaksanaan sertifikasi kompetensi dan akreditasi lembaga pelatihan kerja skala kabupaten/kota. sertifikasi. Pelaksanaan program peningkatan produktivitas di wilayah provinsi. rekomendasi. Penyelenggaraan perizinan/ pendaftaran lembaga pelatihan serta pengesahan kontrak/perjanjian magang dalam negeri. rekomendasi. sertifikasi.b. dan akreditasi lembaga pelatihan tenaga kerja • . rekomendasi.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi 2.b. sertifikasi. • Indikator Kinerja Terselenggaranya pembinaan pelatihan dan produktivitas tenaga kerja • Tatacara Pengawasan • Dapatkan Laporan hasil pembinaan pelatihan dan produktivitas tenaga kerja yang telah dilaksanakan oleh daerah Teliti apakah hasil pembinaan tersebut telah sesuai dengan tujuan dan sasarannya Dapatkan laporan pelaksanaan program peningkatan produktivitas.a. • Terlaksananya program peningkatan produktivitas • Laporan pelaksanaan program peningkatan produktivitas • • • 3. 2. Pelaksanaan pelatihan dan pengukuran produktivitas skala kabupaten/kota. Pelaksanaan program peningkatan produktivitas di wilayah kabupaten/kota. Pelaksanaan pelatihan dan pengukuran produktivitas skala provinsi. dan akreditasi lembaga pelatihan tenaga kerja 109 Laporan hasil pembinaan pelatihan dan produktivitas tenaga kerja • 2. dan akreditasi) prosesnya telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku Dapatkan laporan hasil pengawasan terhadap perizinan.

1. serta penyusunan. Pemberian pelayanan informasi pasar kerja. Pemberian pelayanan informasi pasar kerja dan bimbingan jabatan kepada pencaker dan pengguna tenaga kerja skala provinsi. sertifikasi. pengolahan dan penganalisisan data pencaker dan data lowongan kerja Laporan pelaksanaan pembinaan. dan pendataan jabatan fungsional pengantar kerja.a. • Indikator Kinerja Tersusunnya sistem dan fasilitasi penyebarluasan informasi pasar kerja bagi para pencari kerja Diberikannya pelayanan informasi pasar kerja dan bimbingan jabatan kepada pencaker dan pengguna tenaga kerja. dan pendataan jabatan fungsional pengantar kerja. monitoring. dan pendataan jabatan fungsional pengantar kerja. Penyusunan sistem dan penyebarluasan informasi pasar kerja di wilayah provinsi. serta pemberian pelayanan informasi pasar kerja. monitoring. 1. evaluasi. serta pemberian pelayanan informasi pasar kerja. Penyusunan.b. dan akreditasi) prosesnya telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku 4) PEMBINAAN DAN PENEMPATAN TENAGA KERJA DALAM NEGERI Wewenang Kabupaten/Kota 1. serta penyusunan. pengolahan dan penganalisisan data pencaker dan data lowongan kerja Dilakukannya pembinaan. Penyebarluasan informasi pasar kerja dan pendaftaran pencari kerja (pencaker) dan lowongan kerja. monitoring. pengolahan dan penganalisisan data pencaker dan data lowongan kerja skala kabupaten/kota. bimbingan jabatan kepada 110 Wewenang Provinsi 1.b.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Tatacara Pengawasan Periksa apakah keluaran pengawasan tersebut (izin. Pembinaan. 1. bimbingan jabatan kepada pencaker dan pengguna tenaga kerja • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Media informasi pasar kerja bagi para pencari kerja Tatacara Pengawasan • Periksa apakah pemerintah daerah telah menyediakan media informasi pasar kerja bagi para pencari kerja di daerahnya • Periksa pelaksanaan pemberian pelayanan informasi pasar kerja dan bimbingan jabatan kepada pencaker dan pengguna tenaga kerja. rekomendasi.c. pengolahan dan penganalisisan data pencaker dan data lowongan kerja • Periksa proses dan hasil pelaksanaan pembinaan. monitoring. evaluasi. bimbingan jabatan kepada pencaker dan 1. evaluasi. bimbingan jabatan kepada pencaker dan pengguna tenaga kerja skala kabupaten/kota. • • . evaluasi.a. serta penyusunan. • • Laporan pelaksanaan pemberian pelayanan informasi pasar kerja dan bimbingan jabatan kepada pencaker dan pengguna tenaga kerja. serta pemberian pelayanan informasi pasar kerja.c. dan pendataan jabatan fungsional pengantar kerja tingkat provinsi.

a. Pembinaan pejabat fungsional pengantar kerja.d.a.e.b. 4. serta pembinaan pejabat fungsional pengantar kerja Laporan pelaksanaan penilaian angka kredit jabatan fungsional pengantar kerja Laporan pelaksanaan penerbitan dan pengendalian izin pendirian Lembaga Bursa Kerja/LPTKS dan Lembaga Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan Dokumen rekomendasi untuk perizinan pendirian LPTKS dan lembaga penyuluhan dan bimbingan jabatan yang akan melakukan kegiatan Dokumen rekomendasi kepada swasta dalam penyelenggaraan pameran bursa kerja/job fair Laporan pelaksanaan • Tatacara Pengawasan pencaker dan pengguna tenaga kerja Periksa pelaksanaan penilaian angka kredit jabatan fungsional pengantar kerja. 2. Penerbitan rekomendasi untuk perizinan pendirian LPTKS dan lembaga penyuluhan dan bimbingan jabatan yang akan melakukan kegiatan skala provinsi. Penilaian angka kredit jabatan fungsional pengantar kerja di wilayah kerja kabupaten/ kota. 3. Fasilitasi dan pembinaan 2. • • • 2. Pemberian rekomendasi kepada swasta dalam penyelenggaraan pameran bursa kerja/job fair skala kabupaten/ kota. 4. 1. Penerbitan rekomendasi untuk perizinan pendirian LPTKS dan lembaga penyuluhan dan bimbingan jabatan yang akan melakukan kegiatan skala kabupaten/kota. serta pembinaan pejabat fungsional pengantar kerja Periksa proses dan hasil penilaian angka kredit jabatan fungsional pengantar kerja Teliti apakah penerbitan dan pengendalian izin pendirian Lembaga Bursa Kerja/LPTKS dan Lembaga Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku Periksa dokumen penerbitan rekomendasi untuk perizinan pendirian LPTKS dan lembaga penyuluhan dan bimbingan jabatan yang akan melakukan kegiatan Periksa pelaksanaan pemberian rekomendasi kepada swasta dalam penyelenggaraan pameran bursa kerja/job fair Periksa pelaksanaan 111 1.e. • Dilakukannya penilaian angka kredit jabatan fungsional pengantar kerja. serta pembinaan pejabat fungsional pengantar kerja Dilakukannya penilaian angka kredit jabatan fungsional pengantar kerja Dilakukannya penerbitan dan pengendalian izin pendirian Lembaga Bursa Kerja/LPTKS dan Lembaga Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan 1. 3.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator pengguna tenaga kerja • Laporan pelaksanaan penilaian angka kredit jabatan fungsional pengantar kerja. Fasilitasi penempatan bagi • Diterbitkannya rekomendasi untuk • perizinan pendirian LPTKS dan lembaga penyuluhan dan bimbingan jabatan yang akan melakukan kegiatan Diberikannya rekomendasi kepada swasta dalam penyelenggaraan pameran bursa kerja/job fair Dilakukannya fasilitasi dan • • • • • • • . • • • 2. Penilaian angka kredit jabatan fungsional pengantar kerja tingkat provinsi. Penerbitan dan pengendalian izin pendirian Lembaga Bursa Kerja/LPTKS dan Lembaga Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan skala provinsi.b. Penerbitan dan pengendalian izin pendirian Lembaga Bursa Kerja/LPTKS dan Lembaga Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan skala kabupaten/kota.d. – 1. Pemberian rekomendasi kepada swasta dalam penyelenggaraan pameran bursa kerja/job fair skala provinsi.

pengendalian. serta pendaftaran dan fasilitasi pembentukan TKM • Laporan pelaksanaan pembinaan. lembaga sukarela Indonesia yang akan beroperasi lebih dari 1 (satu) • Periksa pelaksanaan pembinaan. serta penempatan tenaga kerja AKAD/Antar Kerja Lokal (AKL) • Periksa proses dan hasil pelaksanaan penerbitan SPP AKL • Periksa pelaksanaan penerbitan rekomendasi izin operasional TKS Luar Negeri. lansia dan perempuan Diterbitkannya SPP AKAD. 6. Pelaksanaan pembinaan.b. Pendaftaran dan fasilitasi pembentukan TKM. lembaga sukarela Indonesia yang akan beroperasi lebih dari 1 (satu) kabupaten/kota dalam satu provinsi. lansia dan perempuan skala kabupaten/kota. Wewenang Kabupaten/Kota pencari kerja penyandang cacat. pengendalian. 6. TKS Indonesia.a. dan pengawasan pendayagunaan TKS dan lembaga sukarela Laporan pelaksanaan koordinasi. lembaga sukarela Indonesia yang akan beroperasi lebih dari 1 (satu) • 5. Penerbitan rekomendasi izin operasional TKS Luar Negeri. lansia dan perempuan • Periksa pelaksanaan penerbitan SPP AKAD. pengendalian. Pelaksanaan pembinaan. 6. penyuluhan. penyuluhan. • Indikator Kinerja pembinaan penempatan bagi pencari kerja penyandang cacat. lansia dan perempuan Laporan pelaksanaan penerbitan SPP AKAD. serta penempatan tenaga kerja AKAD/Antar Kerja Lokal (AKL). Penerbitan SPP AKL skala kabupaten/kota. TKS Indonesia. TKS Indonesia. 6. seleksi dan pengesahan pengantar kerja. lembaga sukarela Indonesia yang akan beroperasi pada 1 (satu) kabupaten/kota. dan pengawasan pendayagunaan TKS dan lembaga sukarela skala kabupaten/kota. dan pengawasan pendayagunaan TKS dan lembaga sukarela Dilakukannya koordinasi.b.b. TKS Indonesia.a.a. seleksi dan pengesahan pengantar kerja.a. integrasi dan sinkronisasi program pendayagunaan TKM. 6. lembaga sukarela Indonesia yang akan beroperasi lebih dari 1 (satu) Tatacara Pengawasan fasilitasi dan pembinaan penempatan bagi pencari kerja penyandang cacat. Penerbitan SPP AKAD skala provinsi. • • • • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator fasilitasi dan pembinaan penempatan bagi pencari kerja penyandang cacat. 5. penyuluhan. TKS Indonesia. Koordinasi. 5. dan pengawasan pendayagunaan TKS dan lembaga sukarela Periksa pelaksanaan koordinasi. serta penempatan tenaga kerja AKAD/Antar Kerja Lokal (AKL) Laporan pelaksanaan penerbitan SPP AKL Dokumen rekomendasi izin operasional TKS Luar Negeri. serta pendaftaran dan fasilitasi pembentukan TKM 112 • Dilaksanakannya pembinaan. rekrutmen. dan pengawasan pendayagunaan TKS dan lembaga sukarela skala provinsi. seleksi dan pengesahan pengantar kerja. serta penempatan tenaga kerja AKAD/Antar Kerja Lokal (AKL) Diterbitkannya SPP AKL Diterbitkannya rekomendasi izin operasional TKS Luar Negeri. rekrutmen. rekrutmen. serta pendaftaran dan fasilitasi pembentukan TKM • • • .LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi penempatan bagi pencari kerja penyandang cacat. integrasi dan sinkronisasi program pendayagunaan TKM. Penerbitan rekomendasi izin operasional TKS Luar Negeri.c. pengendalian. seleksi dan pengesahan pengantar kerja. 5. lansia dan perempuan skala provinsi. 6. rekrutmen. pengendalian.b. integrasi dan sinkronisasi program pendayagunaan TKM. Penyuluhan. integrasi dan sinkronisasi program pendayagunaan TKM skala provinsi.c.

Penyelenggaraan program perluasan kerja melalui bimbingan usaha mandiri dan sektor informal serta program padat karya skala kabupaten/kota. jumlah orang.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 7. Pelaksanaan pelatihan/bimbingan teknis. Monitoring dan evaluasi penggunaan TKA yang lokasi kerjanya lebih dari 1 (satu) kabupaten/kota dalam wilayah provinsi. 8. jumlah orang. penyebarluasan dan penerapan teknologi tepat guna skala kabupaten/kota. Koordinasi. 7. 10. jumlah orang. 10. dan lokasi kerjanya dalam 1 (satu) wilayah provinsi. Penerbitan IMTA perpanjangan untuk TKA yang lokasi kerjanya dalam wilayah kabupaten/kota. dan lokasi kerjanya dalam 1 (satu Diterbitkannya IMTA perpanjangan untuk TKA • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan pelaksanaan pengesahan RPTKA perpanjangan yang tidak mengandung perubahan jabatan. apakah pelaksanaan program usaha mandiri dan sektor informal serta 113 • Dilakukannya pembinaan dan penerapan teknologi tepat guna dan pelaksanaan pelatihan/ bimbingan teknis. jumlah orang. • • • 9. Pembinaan dan penerapan teknologi tepat guna skala provinsi. penyebarluasan dan penerapan teknologi tepat guna Periksa apakah daerah telah melaksanakan program usaha mandiri dan sektor informal serta program padat karya di daerahnya Bila telah dilaksanakan. 11. • • • • . 9. Penerbitan IMTA perpanjangan untuk TKA yang lokasi kerjanya lintas kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi. penyebarluasan dan penerapan teknologi tepat guna Terlaksananya program usaha mandiri dan sektor informal serta program padat karya berdasarkan prinsip KIS • • 11. dan lokasi kerjanya dalam 1 (satu) Periksa proses dan hasil penerbitan IMTA perpanjangan untuk TKA 8. Monitoring dan evaluasi penggunaan TKA yang lokasi kerjanya dalam wilayah kabupaten/kota yang bersangkutan. penyebarluasan dan penerapan teknologi tepat guna Laporan pelaksanaan program usaha mandiri dan sektor informal serta program padat karya • Periksa pelaksanaan monitoring dan evaluasi penggunaan TK Periksa proses dan hasil pelaksanaan pembinaan dan penerapan teknologi tepat guna dan pelaksanaan pelatihan/ bimbingan teknis. Pengesahan RPTKA perpanjangan yang tidak mengandung perubahan jabatan. Wewenang Kabupaten/Kota • Indikator Kinerja Dilakukannya pengesahan RPTKA perpanjangan yang tidak mengandung perubahan jabatan. dan lokasi kerjanya dalam 1 (satu Dokumen penerbitan IMTA perpanjangan untuk TKA Tatacara Pengawasan • Periksa pelaksanaan pengesahan RPTKA perpanjangan yang tidak mengandung perubahan jabatan. • Dilakukannya monitoring dan evaluasi penggunaan TK • Laporan pelaksanaan monitoring dan evaluasi penggunaan TK Laporan pelaksanaan pembinaan dan penerapan teknologi tepat guna dan pelaksanaan pelatihan/ bimbingan teknis. integrasi. dan sinkronisasi pelaksanaan program usaha mandiri dan sektor informal serta program padat karya skala provinsi.

4. pendaftaran dan seleksi calon TKI Dilakukannya pengawasan pelaksanaan rekrutmen calon TKI Dilakukannya fasilitasi pelaksanaan perjanjian kerjasama bilateral dan multilateral penempatan TKI • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan kegiatan monitoring dan evaluasi penempatan. 1. Verifikasi dokumen TKI di wilayah provinsi. Monitoring dan evaluasi penempatan TKI ke luar negeri yang berasal dari wilayah provinsi. Pengawasan pelaksanaan rekrutmen calon TKI di wilayah kabupaten/kota.a. • 3. 1. 3. - 2. 2. Penerbitan perizinan pendirian kantor cabang di wilayah provinsi dan rekomendasi perpanjangan SIPPTKIS/PPTKIS. • • • . pendaftaran dan seleksi calon TKI Laporan pelaksanaan pengawasan pelaksanaan rekrutmen calon TKI Laporan pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan perjanjian kerjasama bilateral dan multilateral penempatan TKI Dokumen penerbitan perizinan pendirian kantor cabang di wilayah provinsi dan rekomendasi perpanjangan SIPPTKIS/PPTKIS Laporan hasil pelaksanaan verifikasi dokumen dan Tatacara Pengawasan • Periksa pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi penempatan. • Diterbitkannya perizinan pendirian kantor cabang di wilayah provinsi dan rekomendasi perpanjangan SIPPTKIS/PPTKIS Dilakukannya verifikasi dokumen dan penerbitan rekomendasi • • 4.b. pelaksanaan penyuluhan. pelaksanaan penyuluhan. Penerbitan rekomendasi izin pendirian kantor cabang PPTKIS di wilayah kabupaten/kota.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Tatacara Pengawasan program padat karya tersebut telah mencapai tujuan dan sasarannya 5) PENEMPATAN TENAGA KERJA LUAR NEGERI Wewenang Kabupaten/Kota 1. Fasilitasi pelaksanaan perjanjian kerjasama bilateral dan multilateral penempatan TKI yang pelaksanaannya di wilayah kabupaten/kota.b. pendaftaran dan seleksi calon TKI Periksa pelaksanaan pengawasan pelaksanaan rekrutmen calon TKI Periksa pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan perjanjian kerjasama bilateral dan multilateral penempatan TKI Periksa pelaksanaan penerbitan perizinan pendirian kantor cabang di wilayah provinsi dan rekomendasi perpanjangan SIPPTKIS/PPTKIS Periksa pelaksanaan verifikasi dokumen dan 114 Wewenang Provinsi 1. pendaftaran dan seleksi calon TKI di wilayah kabupaten/kota. Fasilitasi pelaksanaan perjanjian kerjasama bilateral dan multilateral penempatan TKI yang pelaksanaannya di wilayah provinsi. Pelaksanaan penyuluhan. pelaksanaan penyuluhan. Penerbitan rekomendasi paspor TKI di wilayah • • Indikator Kinerja Dilakukannya monitoring dan • evaluasi penempatan.a.

dan monitoring penempatan maupun perlindungan TKI di kabupaten/kota. pengawasan. Sosialisasi substansi perjanjian kerja penempatan TKI ke luar negeri skala provinsi 5. Penelitian dan pengesahan perjanjian penempatan TKI ke luar negeri.b. 9. 8.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota kabupaten/kota berdasarkan asal/alamat calon TKI. Indikator Kinerja paspor TKI • Disebarluaskannya sistem informasi penempatan TKI dan pengawasan penyetoran dana perlindungan TKI Dilakukannya sosialisasi perjanjian kerja penempatan TKI ke luar negeri Dilakukannya penelitian dan pengesahan perjanjian penempatan TKI ke luar negeri. Dilakukannya fasilitasi penyelenggaraan PAP Dilakukannya pembinaan.b. pengawasan penempatan dan perlindungan TKI Dokumen perizinan tempat penampungan Laporan pelaksanaan fasilitasi dan pelayanan kepulangan TKI di pelabuhan debarkasi Tatacara Pengawasan penerbitan rekomendasi paspor TKI Periksa proses dan hasil pelaksanaan penyebarluasan sistem informasi penempatan TKI dan pengawasan penyetoran dana perlindungan TKI Periksa apakah pemerintah daerah telah melaksanakan kegiatan sosialisasi perjanjian kerja penempatan TKI ke luar negeri Periksa proses dan hasil pelaksanaan penelitian dan pengesahan perjanjian penempatan TKI ke luar negeri. • • • • • • 115 . 8. Penerbitan perizinan tempat penampungan di wilayah provinsi. pengawasan penempatan dan perlindungan TKI di wilayah provinsi. – • • • • • • 8. Periksa proses dan hasil pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan PAP Periksa pelaksanaan pembinaan. Sosialisasi terhadap substansi perjanjian kerja penempatan TKI ke luar negeri skala kabupaten/kota. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator penerbitan rekomendasi paspor TKI Sistem informasi penempatan TKI dan pengawasan penyetoran dana perlindungan TKI Laporan kegiatan sosialisasi perjanjian kerja penempatan TKI ke luar negeri Laporan pelaksanaan penelitian dan pengesahan perjanjian penempatan TKI ke luar negeri.a. pengawasan penempatan dan perlindungan TKI Diterbitkannya perizinan tempat penampungan Dilakukannya fasilitasi dan pelayanan kepulangan TKI di pelabuhan debarkasi • 5. Fasilitasi kepulangan TKI di pelabuhan debarkasi di wilayah provinsi.a. 8. 9. Pelayanan kepulangan TKI yang berasal dari kabupaten/kota. Pembinaan.a. Fasilitasi penyelenggaraan PAP 7. Laporan pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan PAP Laporan pelaksanaan pembinaan. 6. Pembinaan. 6. • • • • • • 7. Penerbitan rekomendasi perizinan tempat penampungan di wilayah kabupaten/kota. pengawasan penempatan dan perlindungan TKI Periksa proses dan hasil pelaksanaan penerbitan perizinan tempat penampungan Periksa pelaksanaan fasilitasi dan pelayanan kepulangan TKI di pelabuhan debarkasi • 6. Penyebarluasan sistem informasi penempatan TKI dan pengawasan penyetoran dana perlindungan TKI di wilayah provinsi. Penyebarluasan sistem informasi penempatan TKI dan pengawasan penyetoran dana perlindungan TKI di wilayah kabupaten/kota.b.

perjanjian pekerjaan antara perusahaan pemberi kerja dengan perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan kegiatan fasilitasi penyusunan dan pengesahan peraturan Tatacara Pengawasan • Apakah daerah telah menyelenggarakan kegiatan fasilitasi penyusunan dan pengesahan peraturan perusahaan sesuai tingkatan pemerintahannya.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 6) PEMBINAAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DAN JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA Wewenang Kabupaten/Kota 1. Pencatatan PKWT pada perusahaan yang skala berlakunya lebih dari satu kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi.c. perjanjian pekerjaan antara perusahaan pemberi kerja dengan perusahaan penyedia jasa pekerja/ buruh Wewenang Provinsi 1. 1. Fasilitasi penyusunan serta pengesahan peraturan perusahaan yang skala berlakunya dalam satu wilayah kabupaten/kota. 1.a. Fasilitasi penyusunan serta pengesahan peraturan perusahaan yang skala berlakunya lebih dari satu kabupaten/kota dalam satu provinsi. Pendaftaran PKB. Penerbitan izin operasional perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh yang berdomisili di kabupaten/kota dan pendaftaran perjanjian pekerjaan antara perusahaan pemberi kerja dengan perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh yang skala berlakunya dalam 1 (satu) • Indikator Kinerja Terselenggaranya kegiatan fasilitasi penyusunan dan pengesahan peraturan perusahaan sesuai tingkatan pemerintahannya. • • Dokumen pendaftaran PKB.c. Periksa proses dan hasil pelaksanaan pendaftaran PKB. Pencatatan PKWT pada perusahaan yang skala berlakunya dalam 1 (satu) wilayah kabupaten/kota.a. • Diterbitkannya izin operasional perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh dan pendaftaran perjanjian pekerjaan antara perusahaan pemberi kerja dengan perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh • Dokumen izin operasional perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh dan perjanjian kerja • 116 . 1. perjanjian pekerjaan antara perusahaan pemberi kerja dengan perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh yang skala berlakunya pada 1 (satu) wilayah kabupaten/kota. perjanjian pekerjaan antara perusahaan pemberi kerja dengan perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh yang skala berlakunya lebih dari satu wilayah kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi.b.a. 2. Dilakukannya pendaftaran PKB.b. perjanjian pekerjaan antara perusahaan pemberi kerja dengan perusahaan penyedia jasa pekerja/ buruh • • Dilakukannya pencatatan PKWT pada perusahaan • Dokumen pencatatan PKWT pada perusahaan • Periksa pelaksanaan pencatatan PKWT pada perusahaan Periksa dokumen izin operasional perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh dan perjanjian kerja. 1.a. 2. Pendaftaran PKB. Pendaftaran Perjanjian Pekerjaan antara Perusahaan Pemberi Kerja dengan Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja/Buruh yang skala berlakunya lebih dari 1 (satu) kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi.

Penyusunan dan pengusulan formasi serta melakukan pembinaan mediator.b. arbiter di wilayah kabupaten/ kota. pendaftaran dan seleksi calon mediator. pendaftaran dan seleksi calon mediator. mogok kerja. arbiter. mogok kerja. Pencegahan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Penerbitan rekomendasi pencabutan izin operasional perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh yang skala berlakunya lebih dari satu kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi. Wewenang Kabupaten/Kota wilayah kabupaten/kota. Pembinaan SDM dan lembaga penyelesaian perselisihan di luar pengadilan skala provinsi. dan penutupan perusahaan skala provinsi.b. dan penutupan perusahaan Periksa apakah daerah telah melaksanakan kegiatan pembinaan SDM dan kelembagaan penyelesaian perselisihan di luar pengadilan Periksa proses dan hasil penyusunan formasi. Periksa proses dan hasil pencabutan izin operasional perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh dan pendaftaran perjanjian pekerjaan antara perusahaan pemberi kerja dengan perusahaan penyedia jasa pekerja/ buruh Periksa apakah daerah telah melaksanakan kegiatan pencegahan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Penyusunan formasi. mogok kerja. • • • 5. dan konsiliator di wilayah provinsi. • Terlaksananya kegiatan pencegahan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial. 4. dan konsiliator • • . Pencegahan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial. 2. konsiliator. dan konsiliator 117 Surat pencabutan izin operasional perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh dan pendaftaran perjanjian pekerjaan antara perusahaan pemberi kerja dengan perusahaan penyedia jasa pekerja/ buruh • 3. Pembinaan SDM dan lembaga penyelesaian perselisihan di luar pengadilan skala kabupaten/kota. dan penutupan perusahaan Laporan pelaksanaan pembinaan SDM dan kelembagaan penyelesaian perselisihan di luar pengadilan Laporan pelaksanaan penyusunan formasi. • Indikator Kinerja Dicabutnya izin operasional perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh dan pendaftaran perjanjian pekerjaan antara perusahaan pemberi kerja dengan perusahaan penyedia jasa pekerja/ buruh • Tatacara Pengawasan • Teliti apakah proses pembuatan rekomendasi dan perizinan serta perjanjian kerja tersebut telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi 2. arbiter. mogok kerja. Pencabutan izin operasional perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh yang berdomisili di kabupaten/kota atas rekomendasi pusat dan atau provinsi. pendaftaran dan seleksi calon mediator. 3. dan penutupan perusahaan Terlaksananya pembinaan SDM dan kelembagaan penyelesaian perselisihan di luar pengadilan • Laporan pelaksanaan pencegahan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial. arbiter. dan penutupan perusahaan di wilayah kabupaten/kota. pendaftaran dan seleksi calon mediator. dan konsiliator • 4. • Dilakukannya penyusunan formasi. arbiter. mogok kerja. 5.

Pembinaan penyelenggaraan fasilitas dan kesejahteraan di perusahaan skala kabupaten/kota. 8.b. 8. 7.a.b. 9. Laporan pelaksanaan koordinasi dan pelaksanaan Tatacara Pengawasan • Periksa proses dan hasil pelaksanaan pendaftaran dan seleksi calon hakim adhoc pengadilan hubungan industrial Periksa apakah telah dilakukan bimbingan aplikasi pengupahan Periksa apakah telah dilakukan penyusunan dan penetapan upah minimum daerah dan melaporkan kepada pihak yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan Periksa apakah telah dilakukan koordinasi dan pelaksanaan pembinaan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja Periksa pelaksanaan koordinasi dan pembinaan penyelenggaraan fasilitas dan kesejahteraan tenaga kerja Periksa apakah daerah telah melaksanakan kegiatan pembinaan organisasi perburuhan baik organisasi buruh maupun organisasi pengusaha. upah minimum provinsi. Verifikasi keanggotaan SP/SB skala kabupaten/kota.a. 9. dan melaporkan kepada menteri yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan. Periksa pelaksanaan koordinasi dan pelaksanaan 118 • • • • • • 8. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Daftar dan hasil seleksi calon hakim ad-hoc pengadilan hubungan industrial Laporan pelaksanaan bimbingan aplikasi pengupahan Laporan penyusunan dan penetapan upah minimum daerah dan melaporkan kepada pihak yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan Laporan pelaksanaan koordinasi dan pelaksanaan pembinaan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja Laporan pelaksanaan koordinasi dan pembinaan penyelenggaraan fasilitas dan kesejahteraan tenaga kerja Terlaksananya kegiatan pembinaan organisasi perburuhan baik organisasi buruh maupun organisasi pengusaha. • • • • • • • • • 10. Pembinaan pelaksanaan sistem dan kelembagaan serta pelaku hubungan industrial skala provinsi. Wewenang Kabupaten/Kota Pendaftaran dan seleksi calon hakim ad-hoc pengadilan hubungan industrial yang wilayahnya meliputi kabupaten/kota. • • • . Bimbingan aplikasi pengupahan di perusahaan skala kabupaten/kota Penyusunan dan pengusulan penetapan upah minimum kabupaten/kota kepada gubernur. Koordinasi pembinaan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja skala provinsi. Pembinaan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja di wilayah kabupaten/kota.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 6. Dilakukannya koordinasi dan pelaksanaan verifikasi • Pendaftaran dan seleksi 6. kabupaten/kota. Koordinasi pembinaan penyelenggaraan fasilitas dan kesejahteraan tenaga kerja skala provinsi.b. Penyusunan dan penetapan 7. pengupahan lintas kabupaten/kota dalam satu provinsi. Pembinaan pelaksanaan sistem dan kelembagaan serta pelaku hubungan industrial skala kabupaten/kota.a. • Indikator Kinerja Dilakukannya pendaftaran dan seleksi calon hakim ad-hoc pengadilan hubungan industrial Dilakukannya bimbingan aplikasi pengupahan Dilakukannya penyusunan dan penetapan upah minimum daerah dan melaporkan kepada pihak yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan Dilakukannya koordinasi dan pelaksanaan pembinaan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja Dilakukannya koordinasi dan pembinaan penyelenggaraan fasilitas dan kesejahteraan tenaga kerja Terlaksananya kegiatan pembinaan organisasi perburuhan baik organisasi buruh maupun organisasi pengusaha. Bimbingan aplikasi 7.a.b. calon hakim ad-hoc pengadilan hubungan industrial yang wilayahnya meliputi provinsi 7. Koordinasi pelaksanaan verifikasi keanggotaan 10. 8.

12. Penetapan organisasi pengusaha dan organisasi pekerja/buruh untuk duduk dalam lembaga-lembaga ketenagakerjaan kabupaten/kota berdasarkan hasil verifikasi. • Wewenang Provinsi 1. Pencatatan organisasi pengusaha dan organisasi pekerja/buruh skala kabupaten/kota dan melaporkannya kepada provinsi. Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja keanggotaan SP/SB Alat Bukti/ Verifikasi Indikator verifikasi keanggotaan SP/SB • Laporan pelaksanaan koordinasi hasil dan pencatatan organisasi pengusaha dan organisasi pekerja/buruh • Tatacara Pengawasan verifikasi keanggotaan SP/SB Periksa pelaksanaan koordinasi hasil dan pencatatan organisasi pengusaha dan organisasi pekerja/buruh 11. • Periksa apakah daerah telah melaksanakan kegiatan pembinaan organisasi perburuhan baik organisasi buruh maupun organisasi pengusaha. Koordinasi hasil pencatatan organisasi pengusaha dan organisasi pekerja/buruh skala provinsi dan melaporkannya kepada pemerintah. Penetapan organisasi pengusaha dan organisasi pekerja/buruh skala provinsi untuk duduk dalam lembaga-lembaga ketenagakerjaan provinsi berdasarkan hasil verifikasi. Pemeriksaan/pengujian • • Dokumen perizinan terhadap • . • Indikator Kinerja Terlaksananya binwas terhadap norma ketenagakerjaan beserta upaya penegakan hukumnya sesuai dengan tingkatan pemerintahannya. • Dilakukannya koordinasi hasil dan pencatatan organisasi pengusaha dan organisasi pekerja/buruh 12.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi SP/SB skala provinsi. Diterbitkanya izin terhadap objek Tatacara Pengawasan Periksa apakah pemerintah daerah telah melaksanakan kegiatan binwas terhadap norma ketenagakerjaan beserta upaya penegakan hukumnya sesuai dengan tingkatan pemerintahannya. Pemeriksaan/pengujian 2. 7) PEMBINAAN KETENAGAKERJAAN Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Laporan kegiatan binwas terhadap norma ketenagakerjaan beserta upaya penegakan hukumnya. • Terlaksananya kegiatan pembinaan organisasi perburuhan baik organisasi buruh maupun organisasi pengusaha. 1. Pembinaan dan pengawasan pelaksanaan norma ketenagakerjaan skala provinsi. 11. Wewenang Kabupaten/Kota Pembinaan dan pengawasan pelaksanaan norma ketenagakerjaan skala kabupaten/kota. Periksa dokumen izin 119 2. • Terlaksananya kegiatan pembinaan organisasi perburuhan baik organisasi buruh maupun organisasi pengusaha.

Penanganan kasus/melakukan penyidikan terhadap pengusaha yang melanggar norma ketenagakerjaan skala provinsi. • Laporan kegiatan pembinaan terhadap norma bidang ketenagakerjaan. • 5. Teliti apakah proses pembuatan perizinan tersebut telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. keselamatan dan kesehatan kerja yang bersifat strategis di daerah. • Tatacara Pengawasan terhadap objek pengawasan ketenagakerjaan yang telah diterbitkan pemerintah daerah Periksa dokumen izin terhadap objek pengawasan ketenagakerjaan yang telah diterbitkan pemerintah daerah. Pelaksanaan koordinasi dan audit SMK3 skala provinsi. Penerbitan/rekomendasi (izin) terhadap obyek pengawasan ketenagakerjaan skala provinsi. • Diterbitkanya izin terhadap objek pengawasan ketenagakerjaan sesuai dengan tingkatan pemerintahannya. Laporan kegiatan pembinaan dan pengembangan fungsi dan kegiatan personil dan kelembagaan pengawasan ketenagakerjaan. • 4. Pelaksanaan koordinasi dan audit SMK3 skala kabupaten/kota. Terselenggaranya pembinaan dan pengembangan fungsi dan kegiatan personil dan kelembagaan pengawasan ketenagakerjaan. Penerbitan/rekomendasi (izin) terhadap obyek pengawasan ketenagakerjaan skala kabupaten/kota.a. Indikator Kinerja pengawasan ketenagakerjaan sesuai dengan tingkatan pemerintahannya. 4. Penanganan kasus/melakukan penyidikan terhadap perusahaan dan pengusaha yang melanggar norma ketenagakerjaan skala kabupaten/kota. • 3. Pelaksanaan penerapan SMK3 skala provinsi. 3. keselamatan dan kesehatan kerja yang bersifat strategis di daerah.a. Pelaksanaan penerapan SMK3 skala kabupaten/kota. Periksa apakah daerah telah melaksanakan pembinaan dan pengembangan fungsi dan kegiatan personil dan kelembagaan pengawasan ketenagakerjaan. 5. • • • 5.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi terhadap perusahaan dan obyek pengawasan ketenagakerjaan skala provinsi.b. Terselenggaranya pembinaan dan pengembangan fungsi dan kegiatan personil dan kelembagaan pengawasan ketenagakerjaan. Periksa apakah daerah telah melaksanakan pembinaan dan pengembangan fungsi dan kegiatan personil dan kelembagaan pengawasan ketenagakerjaan. • Terlaksananya pembinaan terhadap norma bidang ketenagakerjaan. 120 objek pengawasan ketenagakerjaan. Periksa apakah daerah telah melaksanakan pembinaan terhadap norma bidang ketenagakerjaan. • • • . keselamatan dan kesehatan kerja yang bersifat strategis di daerah. Laporan kegiatan pembinaan dan pengembangan fungsi dan kegiatan personil dan kelembagaan pengawasan ketenagakerjaan. Wewenang Kabupaten/Kota terhadap perusahaan dan obyek pengawasan ketenagakerjaan skala kabupaten/kota. 5. Dokumen perizinan terhadap objek pengawasan ketenagakerjaan.b.

Pengusulan calon peserta 10. • • Laporan pelaksanaan • pelayanan dan pelatihan serta pengembangan bidang norma ketenagakerjaan. Terselenggaranya ketatalaksanaan pengawasan ketenagakerjaan Diusulkannya calon peserta • 9. 7. ergonomi. hygiene perusahaan. Wewenang Kabupaten/Kota Pengkajian dan perekayasaan bidang norma ketenagakerjaan. kesehatan dan keselamatan kerja yang bersifat strategis Dilakukannya pelayanan dan pelatihan serta pengembangan bidang norma ketenagakerjaan. kesehatan dan keselamatan kerja yang bersifat strategis 7. keselamatan kerja yang bersifat strategis skala kabupaten/kota. Pelayanan dan pelatihan serta pengembangan bidang norma ketenagakerjaan. ergonomi. Pemberdayaan fungsi dan kegiatan personil dan kelembagaan pengawasan ketenagakerjaan skala kabupaten/kota. Penyelenggaraan ketatalaksanaan pengawasan ketenagakerjaan skala provinsi. Pemberdayaan fungsi dan kegiatan personil dan kelembagaan pengawasan ketenagakerjaan skala provinsi.a. Pengusulan calon peserta • • • • • • . hygiene perusahaan. ergonomi. hygiene perusahaan. Pengkajian dan perekayasaan bidang norma ketenagakerjaan. 6. keselamatan dan kesehatan kerja yang bersifat strategis skala provinsi. • Terselenggaranya pembinaan dan pengembangan fungsi dan kegiatan personil dan kelembagaan pengawasan ketenagakerjaan. ergonomi. Terselenggaranya pembinaan dan pengembangan fungsi dan kegiatan personil dan kelembagaan pengawasan ketenagakerjaan. 11.a. • • • 10. Periksa proses dan hasil penyelenggaraan ketatalaksanaan pengawasan ketenagakerjaan Periksa dokumen usulan 121 Laporan hasil pengkajian dan perekayasaan bidang norma ketenagakerjaan. keselamatan dan kesehatan kerja yang bersifat strategis Periksa apakah daerah telah melaksanakan pembinaan dan pengembangan fungsi dan kegiatan personil dan kelembagaan pengawasan ketenagakerjaan. hygiene perusahaan. Laporan kegiatan pembinaan dan pengembangan fungsi dan kegiatan personil dan kelembagaan pengawasan ketenagakerjaan. hygiene perusahaan. 11. kesehatan dan keselamatan kerja yang bersifat strategis Periksa pelaksanaan pelayanan dan pelatihan serta pengembangan bidang norma ketenagakerjaan. kesehatan dan keselamatan kerja yang bersifat strategis skala provinsi. keselamatan dan kesehatan kerja yang bersifat strategis Laporan kegiatan pembinaan dan pengembangan fungsi dan kegiatan personil dan kelembagaan pengawasan ketenagakerjaan. • Indikator Kinerja Dilakukannya pengkajian dan perekayasaan bidang norma ketenagakerjaan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi 6. Fasilitasi penyelenggaraan pembinaan pengawasan ketenagakerjaan skala provinsi. keselamatan dan kesehatan kerja yang bersifat strategis • Tatacara Pengawasan • Periksa proses dan hasil pengkajian dan perekayasaan bidang norma ketenagakerjaan. Pelayanan dan pelatihan serta pengembangan bidang norma ketenagakerjaan. 9. Fasilitasi pembinaan pengawasan ketenagakerjaan skala kabupaten/kota. keselamatan dan kesehatan kerja yang bersifat strategis skala kabupaten/kota. Penyelenggaraan ketatalaksanaan pengawasan ketenagakerjaan skala kabupaten/kota. 8. Laporan penyelenggaraan ketatalaksanaan pengawasan ketenagakerjaan Dokumen usulan calon • 8. ergonomi. Periksa apakah daerah telah melaksanakan pembinaan dan pengembangan fungsi dan kegiatan personil dan kelembagaan pengawasan ketenagakerjaan.

11. Dokumen usulan calon pegawai pengawas ketenagakerjaan skala provinsi kepada pemerintah Dokumen usulan penerbitan kartu legitimasi bagi pengawas ketenagakerjaan skala provinsi kepada pemerintah Dokumen usulan kartu PPNS bidang ketenaga-kerjaan skala provinsi kepada pemerintah • 12. Pengusulan penerbitan kartu legitimasi bagi pengawas ketenagakerjaan skala kabupaten/kota kepada pemerintah. Pengusulan calon pegawai pengawas ketenagakerjaan skala kabupaten/kota kepada pemerintah. Pengusulan kartu PPNS bidang ketenagakerjaan skala kabupaten/kota kepada pemerintah. 8) Wewenang Kabupaten/Kota diklat pengawasan ketenagakerjaan kepada pemerintah dan/atau pemerintah provinsi. Pemeriksaan demografi: Jumlah penduduk menurut usia dan • Indikator Kinerja Dilakukannya pemeriksaan demografi: Jumlah penduduk • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan pelaksanaan pemeriksaan demografi: • Tatacara Pengawasan Periksa demografi: Jumlah penduduk menurut usia dan 122 Wewenang Provinsi 1. 14. 13. 13. Pemeriksaan demografi: Jumlah penduduk menurut .b. • • • • • • • • • PENGELOLAAN UMUM *) Wewenang Kabupaten/Kota 1.b. Periksa dokumen usulan calon pegawai pengawas ketenagakerjaan skala provinsi kepada pemerintah Periksa pelaksanaan pengusulan penerbitan kartu legitimasi bagi pengawas ketenagakerjaan skala provinsi kepada pemerintah Periksa dokumen usulan kartu PPNS bidang ketenaga-kerjaan skala provinsi kepada pemerintah peserta diklat pengawasan ketenagakerjaan kepada pemerintah MOU kerjasama dengan pusat menyelenggarakan diklat teknis pengawasan ketenagakerjaan. Pengusulan penerbitan kartu legitimasi bagi pengawas ketenagakerjaan skala provinsi kepada pemerintah. Pengusulan kartu PPNS bidang ketenaga-kerjaan skala provinsi kepada pemerintah. - Indikator Kinerja diklat pengawasan ketenagakerjaan kepada pemerintah • Dilakukannya kerjasama dengan pusat menyelenggarakan diklat teknis pengawasan ketenagakerjaan Diusulkannya calon pegawai pengawas ketenagakerjaan skala provinsi kepada pemerintah Diusulkannya penerbitan kartu legitimasi bagi pengawas ketenagakerjaan skala provinsi kepada pemerintah Diusulkannya kartu PPNS bidang ketenaga-kerjaan skala provinsi kepada pemerintah • Tatacara Pengawasan calon peserta diklat pengawasan ketenagakerjaan kepada pemerintah Periksa proses dan hasil pelaksanaan kerjasama dengan pusat menyelenggarakan diklat teknis pengawasan ketenagakerjaan. Pengusulan calon pegawai pengawas ketenagakerjaan skala provinsi kepada pemerintah. 14. 11. Bekerjasama dengan pusat menyelenggarakan diklat teknis pengawasan ketenagakerjaan 12.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi diklat pengawasan ketenagakerjaan kepada pemerintah.

Periksa angkatan tenaga kerja yang terserap pada Balai Latihan Kerja (BLK) Periksa apakah pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) sudah sesuai permintaan pasar.usia kerja. sektor industri dan sektor perdagangan. apakah pelatihan tersebut sudah sesuai permintaan pasar. Pemungutan biaya dalam pelatihan tenaga kerja pada BLK. sektor industri dan sektor perdagangan. Pembiayaan pelatihan tenaga kerja BLK oleh APBD dan APBN (dekonsentrasi/ pembantuan) 6. • Indikator Kinerja menurut usia dan jenis kelamin. • Periksa kegiatan tenaga kerja di bidang sektor jasa. Pembiayaan pelatihan tenaga kerja BLK oleh APBD dan APBN (dekonsentrasi/ pembantuan) 6. Wewenang Kabupaten/Kota jenis kelamin. Pemungutan biaya dalam pelatihan tenaga kerja pada BLK. • • • • • • • 123 . Periksa apakah pelatihan tenaga kerja pada BLK dipungut biaya pelatihan. 5.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi usia dan jenis kelamin. pendidikan. 3. Dilakukannya pemeriksaan angkatan tenaga kerja yang terserap pada Balai Latihan Kerja (BLK) • • • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Jumlah penduduk menurut usia dan jenis kelamin. pendidikan. Laporan pelaksanaan pembiayaan pelatihan tenaga kerja BLK oleh APBD dan APBN (dekonsentrasi/ pembantuan) Laporan pelaksanaan penyaluran dan penempatan tenaga kerja sesuai dengan kebijakan pemerintah/ pemerintah daerah. Penyaluran dan penempatan tenaga kerja sesuai dengan kebijakan pemerintah/ pemerintah daerah. 3.usia kerja. Pemeriksaan angkatan tenaga kerja yang terserap pada Balai Latihan Kerja (BLK). • Laporan pelaksanaan pemungutan biaya dalam pelatihan tenaga kerja pada BLK.usia kerja.dan penyerapan tenaga kerja. 2. Pemeriksaan angkatan tenaga kerja yang terserap pada Balai Latihan Kerja (BLK). Laporan pelaksanaan pemeriksaan angkatan tenaga kerja yang terserap pada Balai Latihan Kerja (BLK) Tatacara Pengawasan jenis kelamin. • Dilakukannya pemungutan biaya dalam pelatihan tenaga kerja pada BLK. Dilakukannya pemeriksaan kegiatan tenaga kerja di bidang sektor jasa. Laporan pelaksanaan pemeriksaan kegiatan tenaga kerja di bidang sektor jasa. sektor industri dan sektor perdagangan. 5.usia kerja.dan penyerapan tenaga kerja. Periksa apakah pelatihan tenaga kerja BLK dibiayai oleh APBD dan APBN (dekonsentrasi/ pembantuan) Periksa apakah penyaluran dan penempatan tenaga kerja sudah sesuai dengan kebijakan pemerintah/ pemerintah daerah.dan penyerapan tenaga kerja. apakah pelatihan tersebut sudah sesuai permintaan pasar. • • 4. sektor industri dan sektor perdagangan. pendidikan. 2. Pemeriksaan kegiatan tenaga kerja di bidang sektor jasa.dan penyerapan tenaga kerja. pendidikan. sektor industri dan sektor perdagangan. Pemeriksaan kegiatan tenaga kerja di bidang sektor jasa.usia kerja. Penyaluran dan penempatan tenaga kerja sesuai dengan kebijakan pemerintah/ pemerintah daerah. pendidikan.dan penyerapan tenaga kerja. Dilakukannya pembiayaan pelatihan tenaga kerja BLK oleh APBD dan APBN (dekonsentrasi/ pembantuan) Dilakukannya penyaluran dan penempatan tenaga kerja sesuai dengan kebijakan pemerintah/ pemerintah daerah. 4.

Pemeriksaan bahwa pemerintah daerah telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap BLK yang diadakan oleh swasta 12. 10. Periksa apakah pemerintah daerah telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap BLK yang diadakan oleh swasta Periksa apakah ada tenaga kerja lokal maupun tenaga kerja luar negeri mendapat 124 • • • • • • • • • 11. Laporan penyelenggaraan pelatihan kerja skala Provinsi. Periksa apakah tenaga kerja memperoleh jaminan asuransi (ASTEK. 9. • Indikator Kinerja Dilakukannya pemeriksaan angkatan kerja provinsi dan angkatan kerja antar negara sesuai kebijakan pusat dan permintaan pasar dalam negeri maupun luar negeri. Diperolehnya jaminan asuransi (ASTEK. Kabupaten/Kota sesuai dengan permintaan pasar. JAMSOSTEK dan/atau lainnya) bagi tenaga kerja. Periksa apakah Upah Minimum Regional (UMR) sudah sesuai dengan tingkat kemampuan daerah. Penyesuaian Upah Minimum Regional (UMR) dengan tingkat kemampuan daerah. Perolehan jaminan asuransi (ASTEK. Kabupaten/Kota sesuai dengan permintaan pasar. Penyesuaian Upah Minimum Regional (UMR) dengan tingkat kemampuan daerah. 11. Pemeriksaan bahwa pemerintah daerah telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap BLK yang diadakan oleh swasta 12. Diselenggarakannya pelatihan kerja skala Provinsi. 9. 8. Pemeriksaan bahwa tenaga kerja lokal maupun tenaga kerja luar negeri mendapat jaminan • Dilakukannya pemeriksaan bahwa pemerintah daerah telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap BLK yang diadakan oleh swasta Dilakukannya pemeriksaan bahwa tenaga kerja lokal maupun tenaga kerja luar negeri • • • • • . Penyelenggaraan pelatihan kerja skala Provinsi. 8. JAMSOSTEK dan/atau lainnya) bagi tenaga kerja.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 7. Periksa apakah penyelenggaraan pelatihan kerja skala Provinsi. Laporan pelaksanaan penyesuaian Upah Minimum Regional (UMR) dengan tingkat kemampuan daerah. Laporan pelaksanaan pemeriksaan bahwa pemerintah daerah telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap BLK yang diadakan oleh swasta Laporan pelaksanaan pemeriksaan bahwa tenaga kerja lokal maupun tenaga Tatacara Pengawasan • Periksa apakah angkatan kerja provinsi dan angkatan kerja antar negara sudah sesuai kebijakan pusat dan permintaan pasar dalam negeri maupun luar negeri. Kabupaten/Kota sudah sesuai dengan permintaan pasar. Pemeriksaan angkatan kerja provinsi dan angkatan kerja antar negara sesuai kebijakan pusat dan permintaan pasar dalam negeri maupun luar negeri. Dilakukannya penyesuaian Upah Minimum Regional (UMR) dengan tingkat kemampuan daerah. Penyelenggaraan pelatihan kerja skala Provinsi. Kabupaten/Kota sesuai dengan permintaan pasar. Perolehan jaminan asuransi (ASTEK. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan pelaksanaan pemeriksaan angkatan kerja provinsi dan angkatan kerja antar negara sesuai kebijakan pusat dan permintaan pasar dalam negeri maupun luar negeri. Kabupaten/Kota sesuai dengan permintaan pasar. JAMSOSTEK dan/atau lainnya) bagi tenaga kerja. JAMSOSTEK dan/atau lainnya) bagi tenaga kerja. Pemeriksaan angkatan kerja provinsi dan angkatan kerja antar negara sesuai kebijakan pusat dan permintaan pasar dalam negeri maupun luar negeri. Pemeriksaan bahwa tenaga kerja lokal maupun tenaga kerja luar negeri mendapat Wewenang Kabupaten/Kota 7. Laporan perolehan jaminan asuransi (ASTEK. 10. JAMSOSTEK dan/atau lainnya).

Indikator Kinerja mendapat jaminan pekerjaan yang disalurkan dan kepastian perlindungan hukum dari Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). Pemeriksaan proses dan prosedur yang dikeluarkan Wewenang Kabupaten/Kota pekerjaan yang disalurkan dan kepastian perlindungan hukum dari Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). Periksa apakah pemerintah daerah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja. • Laporan pembentukan serikat pekerja di setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi jaminan pekerjaan yang disalurkan dan kepastian perlindungan hukum dari Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). dan/atau pemerintah. Pemeriksaan proses dan prosedur yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah dalam perizinan jasa tenaga kerja. Laporan pelaksanaan pemeriksaan proses dan • Tatacara Pengawasan jaminan pekerjaan yang disalurkan dan kepastian perlindungan hukum dari Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). dan/atau pemerintah. dan/atau pemerintah. 16. Periksa proses dan prosedur yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah dalam perizinan jasa tenaga kerja. pemberi kerja. Pemeriksaan proses dan prosedur yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah dalam perizinan jasa tenaga kerja. dan/atau pemerintah. Periksa apakah disetiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja dibentuk serikat pekerja. 14. pemberi kerja. Laporan pelaksanaan pemeriksaan proses dan prosedur yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah dalam perizinan jasa tenaga kerja. pemberi kerja. pemberi kerja. Periksa proses dan prosedur yang dikeluarkan 125 13. 15. • Dilakukannya pemeriksaan bahwa pemerintah daerah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja. pendaftaran lembaga pelatihan kerja serta penerbitan rekomendasi perizinan magang ke luar negeri. 14. Dilakukannya pemeriksaan proses dan prosedur yang • • 15. pendaftaran lembaga pelatihan kerja serta penerbitan rekomendasi perizinan magang ke luar negeri. Pembentukan serikat pekerja di setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja. • Dibentuknya serikat pekerja di setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja. 16. Laporan pelaksanaan pemeriksaan bahwa pemerintah daerah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja. pemberi kerja. Pemeriksaan proses dan prosedur yang dikeluarkan • • • • • • . pendaftaran lembaga pelatihan kerja serta penerbitan rekomendasi perizinan magang ke luar negeri. dan/atau pemerintah. Pembentukan serikat pekerja di setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja. Pemeriksaan bahwa pemerintah daerah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja. pendaftaran lembaga pelatihan kerja serta penerbitan rekomendasi perizinan magang ke luar negeri. Pemeriksaan bahwa pemerintah daerah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator kerja luar negeri mendapat jaminan pekerjaan yang disalurkan dan kepastian perlindungan hukum dari Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). pendaftaran lembaga pelatihan kerja serta penerbitan rekomendasi perizinan magang ke luar negeri. Dilakukannya pemeriksaan proses dan prosedur yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah dalam perizinan jasa tenaga kerja. 13.

lansia dan perempuan. Periksa pemberian pelayanan informasi pasar kerja dan bimbingan jabatan kepada pencari kerja dan pengguna tenaga kerja skala provinsi. kabupaten dan kota dibiayai oleh APBD dan/atau sumber lainnya. Pemberian pelayanan informasi pasar kerja dan bimbingan jabatan kepada pencari kerja dan pengguna tenaga kerja skala provinsi. apakah sudah sesuai dengan kebijakan pemerintah. kabupaten dan kota dibiayai oleh APBD dan/atau sumber lainnya. Dilakukannya penyediaan fasilitas dan pembinaan bagi pencari kerja penyandang cacat. Periksa proses penerbitan dan pengendalian izin pendirian Lembaga Bursa Kerja. 19. • Tatacara Pengawasan pemerintah daerah dalam memberikan sertifikasi dan akreditasi lembaga pelatihan tenaga kerja. Laporan pelaksanaan pemeriksaan proses dan prosedur dalam penyusunan sistem dan penyebarluasan informasi pasar kerja di wilayah pemerintah daerah. Pemberian pelayanan informasi pasar kerja dan bimbingan jabatan kepada pencari kerja dan pengguna tenaga kerja skala provinsi. Dilakukannya pemeriksaan proses dan prosedur dalam penyusunan sistem dan penyebarluasan informasi pasar kerja di wilayah pemerintah daerah. kabupaten dan kota dibiayai oleh APBD dan/atau sumber lainnya. lansia dan perempuan. 19. 17. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator prosedur yang dikeluarkan pemerintah daerah dalam memberikan sertifikasi dan akreditasi lembaga pelatihan tenaga kerja. Periksa apakah sudah tersedia fasilitas dan pembinaan bagi pencari kerja penyandang cacat. • • • • • • • • . Dilakukannya pemeriksaan proses penerbitan dan pengendalian izin pendirian Lembaga Bursa Kerja sesuai dengan kebijakan pemerintah. kabupaten dan kota dibiayai oleh APBD dan/atau sumber lainnya. lansia dan perempuan. Pemeriksaan proses dan prosedur dalam penyusunan sistem dan penyebarluasan informasi pasar kerja di wilayah pemerintah daerah.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi pemerintah daerah dalam memberikan sertifikasi dan akreditasi lembaga pelatihan tenaga kerja. Laporan pelaksanaan pemeriksaan proses penerbitan dan pengendalian izin pendirian Lembaga Bursa Kerja sesuai dengan kebijakan pemerintah. Pemeriksaan proses penerbitan dan pengendalian izin pendirian Lembaga Bursa Kerja sesuai dengan kebijakan pemerintah. Wewenang Kabupaten/Kota pemerintah daerah dalam memberikan sertifikasi dan akreditasi lembaga pelatihan tenaga kerja. Laporan pelaksanaan penyediaan fasilitas dan pembinaan bagi pencari kerja penyandang cacat. 18. 17. kabupaten dan kota dibiayai oleh APBD dan/atau sumber lainnya. Pemeriksaan proses penerbitan dan pengendalian izin pendirian Lembaga Bursa Kerja sesuai dengan kebijakan pemerintah. lansia dan perempuan. Periksa proses dan prosedur dalam penyusunan sistem dan penyebarluasan informasi pasar kerja di wilayah pemerintah daerah. • Dilakukannya pemberian pelayanan informasi pasar kerja dan bimbingan jabatan kepada pencari kerja dan pengguna tenaga kerja skala provinsi. 126 18. Penyediaan fasilitas dan pembinaan bagi pencari kerja penyandang cacat. Laporan pelaksanaan pemberian pelayanan informasi pasar kerja dan bimbingan jabatan kepada pencari kerja dan pengguna tenaga kerja skala provinsi. lansia dan perempuan. Pemeriksaan proses dan prosedur dalam penyusunan sistem dan penyebarluasan informasi pasar kerja di wilayah pemerintah daerah. 20. Penyediaan fasilitas dan pembinaan bagi pencari kerja penyandang cacat. 20. • Indikator Kinerja dikeluarkan pemerintah daerah dalam memberikan sertifikasi dan akreditasi lembaga pelatihan tenaga kerja.

TKS Indonesia. lansia dan perempuan. Lembaga Sukarela Indonesia yang akan beroperasi lebih 1 (satu) sudah memiliki data dan informasi pasar. lansia dan perempuan dianggarkan dalam APBD dan periksa pelaksanaannya. Laporan penerbitan rekomendasi izin operasional Tenaga Kerja Sukarela (TKS) Luar Negeri. lansia dan perempuan. Dilakukannya monitor dan evaluasi pemerintah daerah terhadap pengguna Tenaga • • Periksa apakah sudah dilaksanakan kegiatan pelatihan tenaga kerja penyandang cacat. Laporan pelaksanaan penyiapan fasilitas pelatihan TKS dan Lembaga Sukarela oleh pemerintaha daerah yang sudah memiliki data dan informasi pasar. Periksa apakah penerbitan rekomendasi izin operasional Tenaga Kerja Sukarela (TKS) Luar Negeri. 24. 25. Pelaksanaan kegiatan pelatihan tenaga kerja penyandang cacat.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi 21. TKS Indonesia. Monitor dan evaluasi pemerintah daerah terhadap pengguna Tenaga Kerja Asing • • • • • • • • • . TKS Indonesia. Lembaga Sukarela Indonesia yang akan beroperasi lebih 1 (satu) sudah memiliki data dan informasi pasar. Laporan pelaksanaan pemeriksaan bahwa kegiatan pelatihan tenaga kerja penyandang cacat. • Tatacara Pengawasan • Periksa apakah kegiatan pelatihan tenaga kerja penyandang cacat. lansia dan perempuan dianggarkan dalam APBD dan periksa pelaksanaannya. Laporan pelaksanaan monitor dan evaluasi pemerintah daerah terhadap pengguna 22. Monitor dan evaluasi pemerintah daerah terhadap pengguna Tenaga Kerja Wewenang Kabupaten/Kota 21. Diterbitkannya rekomendasi izin operasional Tenaga Kerja Sukarela (TKS) Luar Negeri.Penyiapan fasilitas pelatihan TKS dan Lembaga Sukarela oleh pemerintaha daerah yang sudah memiliki data dan informasi pasar. TKS Indonesia. 22. • Dilaksanakannya kegiatan pelatihan tenaga kerja penyandang cacat. lansia dan perempuan. 23. lansia dan perempuan dianggarkan dalam APBD dan periksa pelaksanaannya. Lembaga Sukarela Indonesia yang akan beroperasi lebih 1 (satu) sudah memiliki data dan informasi pasar. Periksa apakah pemerintah daerah telah menyiapkan fasilitas pelatihan TKS dan Lembaga Sukarela yang sudah memiliki data dan informasi pasar. 25. Penerbitan rekomendasi izin operasional Tenaga Kerja Sukarela (TKS) Luar Negeri. Periksa apakah pemerintah daerah telah memonitor dan mengevaluasi terhadap 127 23. Pemeriksaan bahwa kegiatan pelatihan tenaga kerja penyandang cacat. Lembaga Sukarela Indonesia yang akan beroperasi lebih 1 (satu) sudah memiliki data dan informasi pasar. 24. Laporan pelaksanaan kegiatan pelatihan tenaga kerja penyandang cacat. Penyiapan fasilitas pelatihan TKS dan Lembaga Sukarela oleh pemerintaha daerah yang sudah memiliki data dan informasi pasar. lansia dan perempuan. • Indikator Kinerja Dilakukannya pemeriksaan bahwa kegiatan pelatihan tenaga kerja penyandang cacat. Pemeriksaan bahwa kegiatan pelatihan tenaga kerja penyandang cacat. lansia dan perempuan dianggarkan dalam APBD dan periksa pelaksanaannya. Pelaksanaan kegiatan pelatihan tenaga kerja penyandang cacat. Lembaga Sukarela Indonesia yang akan beroperasi lebih 1 (satu) sudah memiliki data dan informasi pasar. lansia dan perempuan dianggarkan dalam APBD dan periksa pelaksanaannya. lansia dan perempuan. Penerbitan rekomendasi izin operasional Tenaga Kerja Sukarela (TKS) Luar Negeri. Dilakukannya penyiapan fasilitas pelatihan TKS dan Lembaga Sukarela oleh pemerintaha daerah yang sudah memiliki data dan informasi pasar. TKS Indonesia.

Dilakukannya monitor dan evaluasi penempatan TKI ke luar negeri oleh pemerintah daerah. Perjanjian kerja sama bilateral dan multilateral penempatan TKI yang pelaksanaannya dalam wilayah provinsi. 30. Pelaksanaan sosialisasi • Dilakukannya pemeriksaan bahwa perusahaan pengerah tenaga kerja sudah memiliki Kantor Cabang di Daerah tujuan penempatan tenaga kerja dan periksa dokumen SIPPTKIS/PPTKIS. Pemeriksaan dokumen perjanjian (MOU) yang sudah diratifikasi. Dilaksanakannya sosialisasi • • • • • . 26. Perjanjian kerja sama bilateral dan multilateral penempatan TKI yang pelaksanaannya dalam wilayah provinsi. Laporan pelaksanaan perjanjian (MOU) yang dibebankan kepada APBD dan/atau diluar APBD. Pemeriksaan dokumen perjanjian (MOU) yang sudah diratifikasi. Pelaksanaan perjanjian (MOU) yang dibebankan kepada APBD dan/atau diluar APBD. kabupaten dan kota. Laporan pelaksanaan • Tatacara Pengawasan pengguna Tenaga Kerja Asing (TKA) yang lokasi kerjanya lebih dari 1 (satu). Pemeriksaan bahwa perusahaan pengerah tenaga kerja sudah memiliki Kantor Cabang di Daerah tujuan penempatan tenaga kerja dan periksa dokumen SIPPTKIS/PPTKIS. Periksa dokumen perjanjian (MOU) yang sudah diratifikasi. Perjanjian kerja sama bilateral dan multilateral penempatan TKI yang pelaksanaannya dalam wilayah provinsi. Pelaksanaan perjanjian (MOU) yang dibebankan kepada APBD dan/atau diluar APBD. Periksa apakah perusahaan pengerah tenaga kerja sudah memiliki Kantor Cabang di Daerah tujuan penempatan tenaga kerja dan periksa dokumen SIPPTKIS/PPTKIS. Pemeriksaan dokumen perjanjian (MOU) yang sudah diratifikasi. Laporan pelaksanaan pemeriksaan dokumen perjanjian (MOU) yang sudah diratifikasi. kabupaten dan kota. Perjanjian kerja sama bilateral dan multilateral penempatan TKI yang pelaksanaannya dalam wilayah provinsi. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Tenaga Kerja Asing (TKA) yang lokasi kerjanya lebih dari 1 (satu). Periksa apakah pemerintah daerah telah memonitor dan mengevaluasi penempatan TKI ke luar negeri. 28. Pelaksanaan sosialisasi Wewenang Kabupaten/Kota (TKA) yang lokasi kerjanya lebih dari 1 (satu). 27. Laporan pelaksanaan monitor dan evaluasi penempatan TKI ke luar negeri oleh pemerintah daerah. • • 29.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi Asing (TKA) yang lokasi kerjanya lebih dari 1 (satu). Pemeriksaan bahwa perusahaan pengerah tenaga kerja sudah memiliki Kantor Cabang di Daerah tujuan penempatan tenaga kerja dan periksa dokumen SIPPTKIS/PPTKIS. 26. kabupaten dan kota. 30. Periksa apakah ada pelaksanaan perjanjian (MOU) yang dibebankan kepada APBD dan/atau diluar APBD. Periksa apakah sudah 128 • • • 28. kabupaten dan kota. kabupaten dan kota. 27. Laporan pelaksanaan pemeriksaan bahwa perusahaan pengerah tenaga kerja sudah memiliki Kantor Cabang di Daerah tujuan penempatan tenaga kerja dan periksa dokumen SIPPTKIS/PPTKIS. Perjanjian kerja sama bilateral dan multilateral penempatan TKI yang pelaksanaannya dalam wilayah provinsi. Monitor dan evaluasi penempatan TKI ke luar negeri oleh pemerintah daerah. Monitor dan evaluasi penempatan TKI ke luar negeri oleh pemerintah daerah. 29. • Indikator Kinerja Kerja Asing (TKA) yang lokasi kerjanya lebih dari 1 (satu). • Dilaksanakannya perjanjian (MOU) yang dibebankan kepada APBD dan/atau diluar APBD.

periksa yaitu: Perusahaan tenaga kerja yang sudah tidak . 33. Laporan pelaksanaan penyelesaian perselisihan hubungan industrial. mogok kerja dan penutupan perusahaan yang dilakukan dengan musyawarah. antara lain. sanitasi. P4D/ P4P atau melalui pengadilan. Pemeriksaan penyimpangan/ pelanggaran atas rekomendasi yang diterbitkan oleh pemerintah terhadap izin operasional perusahaan penyedia jasa kerja/buruh. sanitasi. pelayanan kesehatan. kapasitas tempat. pelayanan kesehatan. mogok kerja dan penutupan perusahaan dilakukan dengan musyawarah. antara lain. antara lain metoda dan prosedurnya. Penyelesaian perselisihan hubungan industrial. • Dilakukannya penyelesaian perselisihan hubungan industrial. P4D/ P4P atau melalui pengadilan. sanitasi. antara lain metoda dan prosedurnya. P4D/P4P atau melalui pengadilan. antara lain. dapur dan aktifitasnya. periksa yaitu: Perusahaan tenaga kerja yang sudah tidak berfungsi namun • Laporan pelaksanaan • pemeriksaan penyimpangan/ pelanggaran atas rekomendasi yang diterbitkan oleh pemerintah terhadap izin operasional perusahaan penyedia jasa kerja/buruh. • Laporan pelaksanaan penerbitan perizinan sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah. periksa yaitu: Perusahaan tenaga kerja yang sudah tidak berfungsi 129 31. Wewenang Kabupaten/Kota substansi perjanjian kerja sama (MOU) penempatan TKI ke luar negeri. mogok kerja dan penutupan perusahaan yang dilakukan dengan musyawarah. Periksa apakah perizinan yang diterbitkan sudah sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah. mogok kerja dan penutupan perusahaan yang dilakukan dengan musyawarah. Penyelesaian perselisihan hubungan industrial. sanitasi. • Tatacara Pengawasan dilakukan sosialisasi substansi perjanjian kerja sama (MOU) penempatan TKI ke luar negeri. mogok kerja dan penutupan perusahaan yang dilakukan dengan musyawarah. antara lain metoda dan prosedurnya. kapasitas tempat. dapur dan aktifitasnya. P4D/ P4P atau melalui pengadilan. 31. pelayanan kesehatan. periksa yaitu: Perusahaan tenaga kerja yang sudah tidak berfungsi 32. dapur dan aktifitasnya. pelayanan kesehatan. Pemeriksaan penyimpangan/ pelanggaran atas rekomendasi yang diterbitkan oleh pemerintah terhadap izin operasional perusahaan penyedia jasa kerja/buruh. sanitasi. antara lain. Periksa apakah ada penyimpangan/pelanggaran atas rekomendasi yang diterbitkan oleh pemerintah terhadap izin operasional perusahaan penyedia jasa kerja/buruh. dapur dan aktifitasnya. Penerbitan perizinan sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah. • • 33. • Diterbitkannya perizinan sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah. periksa yaitu: Perusahaan tenaga kerja yang sudah tidak berfungsi namun tetap • Dilakukannya pemeriksaan penyimpangan/ pelanggaran atas rekomendasi yang diterbitkan oleh pemerintah terhadap izin operasional perusahaan penyedia jasa kerja/buruh. antara lain. 32. Indikator Kinerja substansi perjanjian kerja sama (MOU) penempatan TKI ke luar negeri. Periksa apakah penyelesaian perselisihan hubungan industrial. kapasitas tempat. Penerbitan perizinan sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah. antara lain metoda dan prosedurnya. pelayanan kesehatan. kapasitas tempat. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator sosialisasi substansi perjanjian kerja sama (MOU) penempatan TKI ke luar negeri. P4D/ P4P atau melalui pengadilan. dapur dan aktifitasnya. antara lain metoda dan prosedurnya.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi substansi perjanjian kerja sama (MOU) penempatan TKI ke luar negeri. kapasitas tempat.

Penyusunan standard dan norma di bidang antar kerja dan penempatan tenaga kerja. Laporan pelaksanaan pemeriksaan terhadap kebijakan daerah di bidang antar kerja. Dilakukannya persiapan bintek di bidang antar kerja dan penempatan tenaga kerja . Dilakukannya pemeriksaan terhadap kebijakan daerah di bidang antar kerja. wanita dan penyandang cacat serta bimbingan dan penyuluhan. Periksa apakah PPNS yang ada sudah memiliki kualifikasi dibidang ketenagakerjaan. wanita dan penyandang cacat serta bimbingan dan penyuluhan. 37. serta Verifikasi perusahaan yang sudah tidak berfungsi. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator berfungsi namun tetap diterbitkan izin usaha. • • • . Dilakukannya penyusunan standard dan norma di bidang antar kerja dan penempatan tenaga kerja. • Indikator Kinerja tetap diterbitkan izin usaha. 35. serta Verifikasi perusahaan yang sudah tidak berfungsi. penempatan tenaga kerja pemuda. Pemeriksaan terhadap kebijakan daerah di bidang antar kerja. 36. serta Verifikasi perusahaan yang sudah tidak berfungsi. Dilakukannya pemeriksaan bahwa PPNS yang ada sudah memiliki kualifikasi dibidang ketenagakerjaan. penempatan tenaga kerja pemuda. wanita dan penyandang cacat serta bimbingan dan penyuluhan. 34. serta Verifikasi perusahaan yang sudah tidak berfungsi. Laporan pelaksanaan penyusunan standard dan norma di bidang antar kerja dan penempatan tenaga kerja. 34. Pemeriksaan bahwa PPNS yang ada sudah memiliki kualifikasi dibidang ketenagakerjaan. Periksa apakah sudah ada persiapan bintek di bidang antar kerja dan penempatan tenagakerja. Periksa apakah telah dilaksanakan bimbingan tehnik (bintek) di bidang informasi pasar kerja dan penyiapan tenaga kerja. 36.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi namun tetap diterbitkan izin usaha. Pelaksanaan bimbingan tehnik (bintek) di bidang informasi pasar kerja dan penyiapan tenaga kerja. 130 • • • • • • • • • 38. Persiapan bintek di bidang antar kerja dan penempatan tenaga kerja. Pemeriksaan bahwa PPNS yang ada sudah memiliki kualifikasi dibidang ketenagakerjaan. 37. Periksa apakah ada kebijakan daerah di bidang antar kerja. Dilaksanakannya bimbingan tehnik (bintek) di bidang informasi pasar kerja dan penyiapan tenaga kerja. penempatan tenaga kerja pemuda. wanita dan penyandang cacat serta bimbingan dan penyuluhan. Laporan pelaksanaan persiapan bintek di bidang antar kerja dan penempatan tenaga kerja. Penyusunan standard dan norma di bidang antar kerja dan penempatan tenaga kerja. serta Verifikasi perusahaan yang sudah tidak berfungsi. 38. • Tatacara Pengawasan namun tetap diterbitkan izin usaha. Periksa apakah sudah disusun standard dan norma di bidang antar kerja dan penempatan tenaga kerja. Pelaksanaan bimbingan tehnik (bintek) di bidang informasi pasar kerja dan penyiapan tenaga kerja. penempatan tenaga kerja pemuda. Laporan pelaksanaan bimbingan tehnik (bintek) di bidang informasi pasar kerja dan penyiapan tenaga kerja. penempatan tenaga kerja pemuda. Wewenang Kabupaten/Kota diterbitkan izin usaha. Pemeriksaan terhadap kebijakan daerah di bidang antar kerja. 35. Persiapan bintek di bidang antar kerja dan penempatan tenaga kerja. wanita dan penyandang cacat serta bimbingan dan penyuluhan. Laporan pelaksanaan pemeriksaan bahwa PPNS yang ada sudah memiliki kualifikasi dibidang ketenagakerjaan.

Laporan pelaksanaan pemeriksaan terhadap kebijakan daerah dibidang promosi perluasan kesempatan kerja sektor pertanian. Penyusunan standard dan norma di bidang analisis dan perijinan tenaga kerja asing sektor Industri dan Jasa serta kerja sama kelembagaan. Periksa apakah sudah ada kebijakan daerah dibidang promosi perluasan kesempatan kerja sektor pertanian. Pemeriksaan terhadap kebijakan daerah di bidang analisis dan kajian tenaga kerja asing sektor industri dan jasa serta kerja sama kelembagaan. 43. Laporan pelaksanaan penyusunan standard dan norma di bidang analisis dan perijinan tenaga kerja asing sektor Industri dan Jasa serta kerja sama kelembagaan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi 39. industri. Dilakukannya pemeriksaan terhadap adanya bimbingan tehnis di bidang analis dan perijinan tenaga kerja asing sektor industri dan jasa serta kerjasama kelembagaan. jasa dan promosi potensi sumber daya daerah. Periksa apakah sudah ada bimbingan tehnis di bidang analis dan perijinan tenaga kerja asing sektor industri dan jasa serta kerjasama kelembagaan. Penyusunan standar dan norma dibidang promosi dan Wewenang Kabupaten/Kota 39. • Indikator Kinerja Dilakukannya pemeriksaan terhadap kebijakan daerah di bidang analisis dan kajian tenaga kerja asing sektor industri dan jasa serta kerja sama kelembagaan. 41. Dilakukannya penyusunan standard dan norma di bidang analisis dan perijinan tenaga kerja asing sektor Industri dan Jasa serta kerja sama kelembagaan. Laporan pelaksanaan pemeriksaan terhadap adanya bimbingan tehnis di bidang analis dan perijinan tenaga kerja asing sektor industri dan jasa serta kerjasama kelembagaan. industri. jasa dan promosi potensi sumber daya daerah. Periksa apakah ada standard dan norma di bidang analisis dan perijinan tenaga kerja asing sektor Industri dan Jasa serta kerja sama kelembagaan. • • • • • • • • • 43. industri. Dilakukannya penyusunan standar dan norma dibidang • Tatacara Pengawasan • Periksa apakah ada kebijakan daerah di bidang analisis dan kajian tenaga kerja asing sektor industri dan jasa serta kerja sama kelembagaan. 42. 42. Penyusunan standard dan norma di bidang analisis dan perijinan tenaga kerja asing sektor Industri dan Jasa serta kerja sama kelembagaan. jasa dan promosi potensi sumber daya daerah. Pemeriksaan terhadap adanya bimbingan tehnis di bidang analis dan perijinan tenaga kerja asing sektor industri dan jasa serta kerjasama kelembagaan. Periksa apakah sudah ada standar dan norma dibidang 131 Laporan pelaksanaan pemeriksaan terhadap kebijakan daerah di bidang analisis dan kajian tenaga kerja asing sektor industri dan jasa serta kerja sama kelembagaan. Dilakukannya pemeriksaan terhadap kebijakan daerah dibidang promosi perluasan kesempatan kerja sektor pertanian. Pemeriksaan terhadap adanya bimbingan tehnis di bidang analis dan perijinan tenaga kerja asing sektor industri dan jasa serta kerjasama kelembagaan. Pemeriksaan terhadap kebijakan daerah dibidang promosi perluasan kesempatan kerja sektor pertanian. 40. Pemeriksaan terhadap kebijakan daerah dibidang promosi perluasan kesempatan kerja sektor pertanian. Laporan pelaksanaan penyusunan standar dan 40. jasa dan promosi potensi sumber daya daerah. Penyusunan standar dan norma dibidang promosi dan perluasan • • • . industri. industri. jasa dan promosi potensi sumber daya daerah. 41. Pemeriksaan terhadap kebijakan daerah di bidang analisis dan kajian tenaga kerja asing sektor industri dan jasa serta kerja sama kelembagaan.

tenaga kerja mandiri dan promosi potensi sumber daya daerah serta sektor formal. sistem padat karya. perluasan kesempatan tenaga kerja sektor pertanian. industri. industri. Pelaksanaan bimbingan tehnis di bidang promosi. industri jasa dan promosi potensi sumber daya daerah. industri jasa dan promosi potensi sumber daya daerah. Periksa apakah sudah dilaksanakan bimbingan tehnis di bidang promosi. 47. Laporan pelaksanaan bimbingan tehnis di bidang promosi. perluasan kesempatan tenaga kerja sektor pertanian. 45. tenaga kerja mandiri dan sektor informal • • • . Laporan pelaksanaan pemeriksaan terhadap kebijakan daerah dibidang terapan teknologi tepat guna. Periksa apakah sudah ada bimbingan tehnis penyelenggara BLK di bidang teknologi tepat guna. Pemeriksaan terhadap kebijakan daerah dibidang terapan teknologi tepat guna. • Indikator Kinerja promosi dan perluasan kesempatan kerja sektor pertanian. Penyusunan standar dan norma di bidang terapan teknologi tepat guna. syatem padat karya. Penyusunan standar dan norma di bidang terapan teknologi tepat guna. sistem padat karya. sistem padat karya. tenaga kerja mandiri dan promosi potensi sumber daya daerah serta sektor formal. tenaga kerja mandiri. tenaga kerja mandiri dan sektor Wewenang Kabupaten/Kota kesempatan kerja sektor pertanian. industri. tenaga kerja mandiri dan promosi potensi sumber daya daerah serta sektor formal. perluasan kesempatan tenaga kerja sektor pertanian. jasa dan promosi potensi sumber daya daerah. Dilakukannya pemeriksaan terhadap kebijakan daerah dibidang terapan teknologi tepat guna. industri jasa dan promosi potensi sumber daya daerah. Pemeriksaan terhadap kebijakan daerah dibidang terapan teknologi tepat guna. perluasan kesempatan tenaga kerja sektor pertanian. industri. industri jasa dan promosi potensi sumber daya daerah. tenaga kerja mandiri. tenaga kerja mandiri dan promosi potensi sumber daya daerah serta sektor formal. tenaga 132 • • • • • • 47. tenaga kerja • Tatacara Pengawasan promosi dan perluasan kesempatan kerja sektor pertanian. 44. sistem padat karya. Periksa sudah ada standar dan norma dibidang terapan teknologi tepat guna. Laporan pelaksanaan bimbingan tehnis penyelenggara BLK di bidang teknologi tepat guna. industri jasa dan promosi potensi sumber daya daerah. jasa dan promosi potensi sumber daya daerah. jasa dan promosi potensi sumber daya daerah. sistem padat karya. sistem padat karya. tenaga kerja mandiri dan sektor informal serta • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator norma dibidang promosi dan perluasan kesempatan kerja sektor pertanian. Dilakukannya penyusunan standar dan norma di bidang terapan teknologi tepat guna. jasa dan promosi potensi sumber daya daerah. sistem padat karya.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi perluasan kesempatan kerja sektor pertanian. Pelaksanaan bimbingan tehnis penyelenggara BLK di bidang teknologi tepat guna. jasa dan promosi potensi sumber daya daerah. 45. perluasan kesempatan tenaga kerja sektor pertanian. 46. Dilaksanakannya bimbingan tehnis di bidang promosi. sistem padat karya. 44. syatem padat karya. 46. sistem padat karya. syatem padat karya. syatem padat karya. Periksa apakah sudah ada kebijakan daerah dibidang terapan teknologi tepat guna. tenaga kerja mandiri. tenaga kerja mandiri dan promosi potensi sumber daya daerah serta sektor formal. Laporan pelaksanaan penyusunan standar dan norma di bidang terapan teknologi tepat guna. Pelaksanaan bimbingan tehnis di bidang promosi. tenaga kerja mandiri. Pelaksanaan bimbingan tehnis penyelenggara BLK di bidang teknologi tepat guna. syatem padat karya. industri. Dilaksanakannya bimbingan tehnis penyelenggara BLK di bidang teknologi tepat guna. tenaga kerja mandiri. sistem padat karya.

di bidang pengupahan. dan pemberdayaan kelembagaan 49. jaminan sosial tenaga kerja. di bidang pengupahan. pencegahan TKI ilegal. jaminan sosial tenaga kerja. Periksa apakah ada sosialisasi kebijakan tentang program dan rekruitment TKI ilegal. Periksa apakah sudah ada kebijakan di bidang penyelenggaraan penyelesaian perselisihan pencegahan. 51. jaminan sosial tenaga kerja. penyuluhan jabatan tenaga kerja luar negeri. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator mandiri dan sektor informal serta pengembangan kerja sukarela. Sosialisasi kebijakan tentang program dan rekruitment TKI ilegal. Periksa apakah masih ada perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 10 (sepuluh) orang tenaga kerja dan/atau membayarkan upah tenaga kerja minimal Rp. 51. Laporan pelaksanaan penyusunan standar dan norma. Dilakukannya penyusunan standar dan norma. • Dilakukannya sosialisasi kebijakan tentang program dan rekruitment TKI ilegal.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi informal serta pengembangan kerja sukarela. pencegahan TKI ilegal. 1 juta/ bulan belum diikutsertakan program jaminan sosial tenaga kerja. Periksa apakah sudah ada standar dan norma. 1 juta/ bulan belum diikutsertakan program jaminan sosial tenaga kerja. penyuluhan jabatan tenaga kerja luar negeri. Pemeriksaan terhadap kebijakan di bidang penyelenggaraan penyelesaian perselisihan pencegahan. Laporan pelaksanaan pemeriksaan terhadap perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 10 (sepuluh) orang tenaga kerja dan/atau membayarkan upah tenaga kerja minimal Rp. Penyusunan standar dan norma. Pemeriksaan terhadap perusahaan yang perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 10 mempekerjakan lebih dari 10 (sepuluh) orang tenaga kerja (sepuluh) orang tenaga kerja dan/atau membayarkan upah dan/atau membayarkan upah tenaga kerja minimal Rp. di bidang pengupahan. pencegahan TKI ilegal. penyuluhan jabatan tenaga kerja luar negeri. Dilakukannya pemeriksaan terhadap kebijakan di bidang penyelenggaraan penyelesaian perselisihan pencegahan. Dilakukannya pemeriksaan terhadap perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 10 (sepuluh) orang tenaga kerja dan/atau membayarkan upah tenaga kerja minimal Rp. Wewenang Kabupaten/Kota serta pengembangan kerja sukarela. dan 133 48. jaminan sosial tenaga kerja. Indikator Kinerja pengembangan kerja sukarela. serta informasi pasar kerja luar negeri. kerja. Sosialisasi kebijakan tentang program dan rekruitment TKI ilegal. serta informasi pasar kerja luar negeri. • Laporan pelaksanaan sosialisasi kebijakan tentang program dan rekruitment TKI ilegal. Pemeriksaan terhadap 49. serta informasi pasar kerja luar negeri. pencegahan TKI ilegal. 1 tenaga kerja minimal Rp. jaminan sosial tenaga kerja. dan 50. di bidang pengupahan. serta informasi pasar kerja luar negeri. di bidang pengupahan. 1 juta/bulan belum juta/bulan belum diikutsertakan diikutsertakan program program jaminan sosial tenaga jaminan sosial tenaga kerja. Laporan pelaksanaan pemeriksaan terhadap kebijakan di bidang penyelenggaraan penyelesaian perselisihan • Tatacara Pengawasan kerja mandiri dan sektor informal serta pengembangan kerja sukarela. 1 juta/ bulan belum diikutsertakan program jaminan sosial tenaga kerja. dan pemberdayaan kelembagaan • • • • • • • • • . 48. pencegahan TKI ilegal. serta informasi pasar kerja luar negeri. Pemeriksaan terhadap kebijakan di bidang penyelenggaraan penyelesaian perselisihan pencegahan. penyuluhan jabatan tenaga kerja luar negeri. 50. Penyusunan standar dan norma. penyuluhan jabatan tenaga kerja luar negeri.

keragaman dan potensi sumberdaya serta • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan pelaksanaan identifikasi ketersediaan. Identifikasi potensi sumberdaya dan produksi pangan serta keragaman . • Laporan pelaksanaan bimbingan tehnis di bidang penyelenggara. • Tatacara Pengawasan pemberdayaan kelembagaan dan tenaga perselisihan hubungan industrial. penyelesaian. perselisihan dengan tenaga kerja. perselisihan dengan tenaga kerja. perselisihan dengan tenaga kerja. Pelaksanaan bimbingan tehnis di bidang penyelenggara. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). 52. 1) KETAHANAN PANGAN Indikator Kinerja • Terlaksananya identifikasi ketersediaan. Identifikasi ketersediaan dan keragaman produk pangan. Dilakukannya pemeriksaan terhadap kebijakan daerah tentang standar dan norma dibidang pengawasan K3. penyelesaian. 53. Wewenang Kabupaten/Kota 1.a. penyelesaian. perselisihan dengan tenaga kerja. perselisihan dengan tenaga kerja. Periksa apakah sudah ada kebijakan daerah tentang program dan strategi di bidang norma.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi pemberdayaan kelembagaan dan tenaga perselisihan hubungan industrial. Pemeriksaan terhadap kebijakan daerah tentang standar dan norma dibidang pengawasan K3. 53. 54. Pelaksanaan bimbingan tehnis di bidang penyelenggara. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). keragaman dan potensi Tatacara Pengawasan • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan identifikasi ketersediaan. penyelesaian. 134 Wewenang Provinsi 1. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator pencegahan. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pemeriksaan terhadap kebijakan daerah tentang program dan strategi di bidang norma. KETAHANAN PANGAN a. 52. dan pemberdayaan kelembagaan dan tenaga perselisihan hubungan industrial. • • • • • • 6.a. Periksa apakah ada kebijakan daerah tentang standar dan norma dibidang pengawasan K3. • Dilaksanakannya bimbingan tehnis di bidang penyelenggara. Wewenang Kabupaten/Kota dan tenaga perselisihan hubungan industrial. Periksa apakah sudah ada bimbingan tehnis di bidang penyelenggara. Laporan pelaksanaan pemeriksaan terhadap kebijakan daerah tentang program dan strategi di bidang norma. Pemeriksaan terhadap kebijakan daerah tentang program dan strategi di bidang norma. Dilakukannya pemeriksaan terhadap kebijakan daerah tentang program dan strategi di bidang norma. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pemeriksaan terhadap kebijakan daerah tentang standar dan norma dibidang pengawasan K3. Laporan pelaksanaan pemeriksaan terhadap kebijakan daerah tentang standar dan norma dibidang pengawasan K3. 54. Indikator Kinerja dan tenaga perselisihan hubungan industrial. penyelesaian. keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Pengembangan dan pengaturan cadangan pangan pokok tertentu kabupaten/kota. Pembinaan cadangan pangan masyarakat.d. Notulen rapat koordinasi. Pembinaan peningkatan produksi dan produk pangan berbahan baku lokal. • • • .b.b. • Indikator Kinerja produksi dan konsumsi pangan. Pencegahan dan pengendalian masalah pangan sebagai akibat menurunnya ketersediaan pangan. daftar hadir peserta rapat kordinasi dan laporan pelaksanaan pencegahan dan pengendalian masalah pangan serta pembinaan pengembangan penganekaragaman produk pangan. 1. Laporan pelaksanaan pencegahan dan pengendalian masalah pangan sebagai akibat menurunnya ketersediaan pangan.a.c. Identifikasi kebutuhan produksi dan konsumsi masyarakat. Laporan pelaksanaan pengembangan dan pengaturan cadangan • Tatacara Pengawasan keragaman dan potensi sumberdaya serta produksi dan konsumsi pangan. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pencegahan dan pengendalian masalah pangan sebagai akibat menurunnya ketersediaan pangan. Daftar hadir peserta rapat koordinasi. Koordinasi pencegahan dan pengendalian masalah pangan sebagai akibat menurunnya ketersediaan pangan karena berbagai sebab. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pembinaan dan identifikasi cadangan pangan masyarakat. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator sumberdaya serta produksi dan konsumsi pangan. 1. Pengembangan dan pengaturan cadangan pangan pokok tertentu provinsi.a. Periksa apakah terdapat notulen rapat koordinasi. Terlaksananya pengembangan dan pengaturan cadangan pangan pokok tertentu. • • • • • 1. • • 2. Laporan pelaksanaan identifikasi kebutuhan dan pembinaan peningkatan produksi dan konsumsi pangan.b. Laporan pelaksanaan pembinaan dan identifikasi cadangan pangan masyarakat.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota konsumsi pangan masyarakat. • Terlaksananya pembinaan dan identifikasi cadangan pangan masyarakat. Pembinaan pengembangan penganekaragaman produk pangan. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pengembangan dan 135 1. • Terlaksananya pencegahan dan pengendalian masalah pangan sebagai akibat menurunnya ketersediaan pangan.d. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan identifikasi kebutuhan dan pembinaan peningkatan produksi dan konsumsi pangan.c. Terlaksananya identifikasi kebutuhan dan pembinaan peningkatan produksi dan konsumsi pangan. Identifikasi cadangan pangan masyarakat. • • 2. – 1. Laporan pelaksanaan pencegahan dan pengendalian masalah pangan serta pembinaan pengembangan penganekaragaman produk pangan.b. 2. 1. 2. Terlaksananya koordinasi pencegahan dan pengendalian masalah pangan serta pembinaan pengembangan penganekaragaman produk pangan.

Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pengendalian kerawanan pangan dan identifikasi kelompok rawan pangan. Terlaksananya identifikasi infrastruktur distribusi pangan. • • Laporan pelaksanaan penanganan dan penyaluran pangan untuk kelompok rawan pangan. daftar hadir peserta rapat kordinasi dan laporan pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan masalah pangan sebagai akibat menurunnya mutu. • Laporan pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan masalah pangan sebagai akibat menurunnya mutu.c. • • Laporan pelaksanaan pengendalian kerawanan pangan dan identifikasi kelompok rawan pangan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota 2. daftar hadir peserta rapat kordinasi dan laporan pelaksanaan pembinaan dan monitoring cadangan pangan. 4. Identifikasi kelompok rawan pangan. • Terlaksananya koordinasi pencegahan dan penanggulangan masalah pangan serta pencegahan dan penanggulangan masalah pangan sebagai akibat menurunnya mutu. Periksa apakah terdapat notulen rapat koordinasi. 3.b. 3. Periksa apakah terdapat notulen rapat koordinasi.c. Periksa apakah terdapat notulen rapat koordinasi.c. Koordinasi penanganan kerawanan pangan provinsi. Terlaksananya pengendalian kerawanan pangan dan identifikasi kelompok rawan pangan. 3. gizi dan keamanan pangan.b. • Terlaksananya koordinasi penanganan kerawanan pangan serta penanganan dan penyaluran pangan untuk kelompok rawan pangan. • Tatacara Pengawasan pengaturan cadangan pangan pokok tertentu. • 3. gizi dan keamanan pangan. • Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator pangan pokok tertentu.a. Pencegahan dan penanggulangan masalah pangan sebagai akibat menurunnya mutu. gizi dan keamanan pangan. 3. Identifikasi infrastruktur distribusi pangan. Identifikasi infrastruktur distribusi pangan kabupaten/ • • • . Pembinaan dan monitoring cadangan pangan masyarakat. gizi dan keamanan pangan.a. Terlaksananya koordinasi dan pengendalian serta pembinaan dan monitoring cadangan pangan. Koordinasi pencegahan dan penanggulangan masalah pangan sebagai akibat menurunnya mutu. Laporan pelaksanaan identifikasi infrastruktur • 4. • 3.a. daftar hadir peserta rapat kordinasi dan laporan pelaksanaan penanganan dan penyaluran pangan untuk kelompok rawan pangan.c. Pengendalian kerawanan pangan wilayah provinsi.a. Penanganan dan penyaluran pangan untuk kelompok rawan pangan tingkat kabupaten/kota. gizi dan keamanan pangan. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan 136 2. Koordinasi dan pengendalian cadangan pangan pemerintah dan masyarakat. • Laporan pelaksanaan pembinaan dan monitoring cadangan pangan.

Periksa apakah terdapat notulen rapat koordinasi.b. • Tatacara Pengawasan identifikasi infrastruktur distribusi pangan. 4.c. • 5. – 5. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan penyediaan informasi harga.e. Informasi harga di provinsi.d.e. 4. • Laporan pelaksanaan penyediaan informasi harga. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan peningkatan mutu konsumsi masyarakat. Pengembangan infrastruktur distribusi pangan kabupaten/ kota. Laporan pelaksanaan peningkatan mutu konsumsi masyarakat. daftar hadir peserta rapat kordinasi dan laporan pelaksanaan pengembangan infrastruktur distribusi pangan. Terlaksananya pengembangan dan koordinasi infrastruktur distribusi pangan. • • Tersedianya informasi harga.b. Laporan pelaksanaan • pengembangan jaringan pasar dan pembangunan pasar untuk produk pangan yang dihasilkan masyarakat. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan identifikasi pangan pokok masyarakat. Pembangunan pasar untuk produk pangan yang dihasilkan masyarakat kabupaten/kota. • 4. • Terlaksananya koordinasi. 5.b. 4. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pengembangan jaringan pasar dan pembangunan pasar untuk produk pangan yang dihasilkan masyarakat. 137 4.b. • Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator distribusi pangan. 4. Koordinasi pencegahan penurunan akses pangan masyarakat dan peningkatan akses pangan masyarakat. Terlaksananya peningkatan mutu • konsumsi masyarakat. Terlaksananya identifikasi pangan • pokok masyarakat. 4. Peningkatan mutu konsumsi masyarakat. 5. Laporan pelaksanaan identifikasi pangan pokok masyarakat. • Laporan pelaksanaan pengembangan infrastruktur distribusi pangan. • • • . Pencegahan dan pengendalian masalah pangan sebagai akibat penurunan akses pangan. Pengembangan jaringan pasar di wilayah provinsi. Pengembangan infrastruktur distribusi pangan provinsi dan koordinasi pengembangan infrastruktur provinsi. • Terlaksananya pengembangan • jaringan pasar dan pembangunan pasar untuk produk pangan yang dihasilkan masyarakat. pencegahan dan pengendalian masalah pangan sebagai akibat penurunan akses pangan. daftar hadir peserta rapat kordinasi dan laporan pelaksanaan pencegahan dan pengendalian masalah pangan sebagai akibat penurunan akses pangan.c. Informasi harga di kabupaten/kota.d. Identifikasi pangan pokok masyarakat.a.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota kota.a. 4. • Laporan pelaksanaan pencegahan dan pengendalian masalah pangan sebagai akibat penurunan akses pangan. Periksa apakah terdapat notulen rapat koordinasi. Identifikasi pangan pokok masyarakat.

e. Pembinaan peningkatan mutu konsumsi masyarakat menuju gizi seimbang berbasis bahan baku lokal. Laporan pelaksanaan analisis mutu.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 5. • • • • 5. 138 5.e. Laporan pelaksanaan pembinaan dan pengawasan mutu dan keamanan produk pangan. • Terlaksananya analisis mutu dan gizi konsumsi masyarakat. gizi dan keamanan produk pangan masyarakat. Laporan pelaksanaan identifikasi LSM dan tokoh masyarakat. – Indikator Kinerja • Terlaksananya pembinaan • peningkatan mutu konsumsi masyarakat menuju gizi seimbang berbasis bahan baku lokal. Laporan pelaksanaan pengembangan kelembagaan sertifikasi. Pembinaan dan pengawasan produk pangan segar dan pabrikan skala kecil/ rumah tangga. 5. gizi dan keamanan produk pangan masyarakat. Terlaksananya identifikasi LSM dan tokoh masyarakat. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan analisis mutu dan gizi konsumsi masyarakat.c. pembinaan dan pengawasan produk pangan segar dan pabrikan skala kecil/rumah tangga. gizi dan keamanan produk pangan masyarakat. Pengembangan kelembagaan sertifikasi produk pangan segar dan pabrikan skala kecil/rumah tangga. Pembinaan mutu dan keamanan produk pangan pabrikan di provinsi.f. pembinaan dan pengawasan produk pangan segar dan pabrikan skala kecil/ rumah tangga. 5. • 5. 5.d. Identifikasi LSM dan tokoh masyarakat provinsi.d. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pengembangan kelembagaan sertifikasi. pembinaan dan pengawasan produk pangan segar dan pabrikan skala kecil/rumah tangga.g. • • • . • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan pelaksanaan pembinaan peningkatan mutu konsumsi masyarakat menuju gizi seimbang berbasis bahan baku lokal. • Terlaksananya pengembangan kelembagaan sertifikasi. • • 6.a. gizi dan keamanan produk pangan masyarakat. Pembinaan dan pengawasan mutu dan keamanan produk pangan masyarakat. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pembinaan dan pengawasan mutu dan keamanan produk pangan. Identifikasi LSM dan tokoh masyarakat kabupaten/kota.g. Terlaksananya pembinaan dan • pengawasan mutu dan keamanan produk pangan.a. Analisis mutu. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan identifikasi LSM dan tokoh masyarakat. 6.c. Analisis mutu dan gizi konsumsi masyarakat. • Laporan pelaksanaan analisis mutu dan gizi konsumsi masyarakat. Tatacara Pengawasan • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pembinaan peningkatan mutu konsumsi masyarakat menuju gizi seimbang berbasis bahan baku lokal.f. – 5. – Wewenang Kabupaten/Kota 5. 5. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan analisis mutu. Terlaksananya analisis mutu.

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 6. 6. fasilitator. 2. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pengalokasian APBD untuk ketahanan pangan. Pelatihan inspektur. 6. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan 139 Wewenang Provinsi 1. 2. Pembinaan sistem manajemen laboratorium uji mutu dan keamanan 3. Pembinaan sistem manajemen laboratorium uji mutu dan keamanan pangan • • • 3. Pengumpulan dan analisis informasi ketahanan pangan kabupaten/kota. Pengembangan dan fasilitasi forum masyarakat provinsi. 6.c. • 2) KEAMANAN PANGAN Wewenang Kabupaten/Kota 1.b. Penerapan standar BMR wilayah kabupaten/kota. fasilitator. Dilakukannya pembinaan sistem manajemen laboratorium uji • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan pelaksanaan pembinaan dan penerapan standar BMR. Dilakukannya pelatihan inspektur. fasilitator. Tatacara Pengawasan • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pengembangan dan fasilitasi forum masyarakat. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan pelaksanaan pengembangan dan fasilitasi forum masyarakat. Wewenang Kabupaten/Kota 6. • • • . Laporan pelaksanaan pelatihan inspektur. Terlaksananya pengembangan ”trust fund”. wilayah kabupaten/ kota.b. fasilitator.d. Laporan pelaksanaan pengembangan ”trust fund”. fasilitator. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pelatihan inspektur. Pelatihan inspektur. Pengalokasian APBD kabupaten/kota untuk ketahanan pangan. 6.c.d. PPNS keamanan PPNS keamanan pangan pangan wilayah provinsi. Pengembangan dan fasilitasi forum masyarakat kabupaten/kota. Laporan pelaksanaan pembinaan sistem Tatacara Pengawasan • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pembinaan dan penerapan standar BMR. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pengumpulan dan analisis informasi ketahanan pangan. Pengumpulan dan analisis informasi ketahanan pangan provinsi. Pembinaan penerapan standar BMR wilayah provinsi. • Indikator Kinerja Dilakukannya pembinaan dan penerapan standar BMR. Laporan pelaksanaan pengalokasian APBD untuk ketahanan pangan. PPNS keamanan pangan. Indikator Kinerja • Terlaksananya pengembangan dan fasilitasi forum masyarakat. 7. Pengembangan ”trust fund” di kabupaten/ kota. Terlaksananya pengalokasian APBD untuk ketahanan pangan. PPNS keamanan pangan. Pengalokasian APBD provinsi untuk ketahanan pangan. Pengembangan ”trust fund” provinsi. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pengembangan ”trust fund”. PPNS keamanan pangan. 7. • • • • • • • Terlaksananya pengumpulan dan • analisis informasi ketahanan pangan. Laporan pelaksanaan pengumpulan dan analisis informasi ketahanan pangan.

Alat Bukti/ Verifikasi Indikator manajemen laboratorium uji mutu dan keamanan pangan. Tatacara Pengawasan • Periksa apakah pemerintah daerah telah melakukan identifikasi ketersediaan dan keragaman produk pangan serta kebutuhan produksi dan konsumsi masyarakat. Laporan pelaksanaan sertifikasi dan pelabelan prima. • . Pencegahan dan pengendalian masalah pangan sebagai akibat menurunnya ketersediaan pangan. 140 Wewenang Provinsi 1. Periksa apakah pemerintah daerah telah melakukan koordinasi pencegahan dan pengendalian masalah pangan sebagai akibat menurunnya ketersediaan pangan. • Indikator Kinerja Dilaksanakannya Identifikasi ketersediaan dan keragaman produk pangan serta kebutuhan produksi dan konsumsi masyarakat. Identifikasi ketersediaan dan keragaman produk pangan serta kebutuhan produksi dan konsumsi masyarakat. • Laporan/dokumen Pencegahan dan pengendalian masalah pangan sebagai akibat menurunnya ketersediaan pangan. 2.a. Monitoring otoritas kompeten kabupaten/kota. Dilakukannya sertifikasi dan pelabelan prima. 2. 4. Pelaksanaan sertifikasi dan pelabelan prima wilayah provinsi. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan sertifikasi dan pelabelan prima. Pelaksanaan sertifikasi dan pelabelan prima wilayah kabupaten/ kota. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan monitoring otoritas kompeten.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi pangan provinsi. Wewenang Kabupaten/Kota kabupaten/kota. • Tatacara Pengawasan pembinaan sistem manajemen laboratorium uji mutu dan keamanan pangan. 4. 4. • • • 3) PENGELOLAAN UMUM *) Wewenang Kabupaten/Kota 1. – • Dilakukannya monitoring otoritas kompeten.b. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan/dokumen Identifikasi ketersediaan dan keragaman produk pangan serta kebutuhan produksi dan konsumsi masyarakat.b.a. • Laporan pelaksanaan monitoring otoritas kompeten. - • Dilaksanakannya Pencegahan dan pengendalian masalah pangan sebagai akibat menurunnya ketersediaan pangan. 4. Indikator Kinerja mutu dan keamanan pangan.

Pengumpulan dan analisis informasi ketahanan pangan provinsi. Dilaksanakannya pencegahan dan penanggulangan masalah pangan sebagai akibat menurunnya mutu gizi dan keamanan pangan. • • 8. Periksa apakah pemerintah daerah telah melaksanakan koordinasi penanganan kerawanan pangan. Pengendalian cadangan pangan pemerintah dan masyarakat. 4. Pencegahan dan penanggulangan masalah pangan sebagai akibat menurunnya mutu gizi dan keamanan pangan. Koordinasi penanganan kerawanan pangan. Laporan/dokumen koordinasi penanganan kerawanan pangan. 8. - • • • 6. 6. Petapan standard pelayanan minimal dalam bidang pertanian yang wajib dilaksanakan oleh kabupaten /kota. 141 4. • • 7. Tatacara Pengawasan • Periksa apakah pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dan pengendalian cadangan pangan pemerintah dan masyarakat. 7. 5. - • Dilaksanakannya penetapan standard pelayanan minimal dalam bidang pertanian yang wajib dilaksanakan oleh kabupaten /kota. Periksa apakah pemerintah daerah telah melakukan pengumpulan dan analisis informasi ketahanan pangan provinsi. • • 5. Dilaksanakannya petapan standar pembibitan/ perbenihan pertanian. Laporan/dokumen Pengumpulan dan analisis informasi ketahanan pangan provinsi. - • • • . Laporan/dokumen pencegahan dan penanggulangan masalah pangan sebagai akibat menurunnya mutu gizi dan keamanan pangan. Periksa apakah pemerintah daerah telah melaksanakan koordinasi pencegahan dan penanggulangan masalah pangan sebagai akibat menurunnya mutu gizi dan keamanan pangan. - • Dilaksanakannya koordinasi penanganan kerawanan pangan. Periksa apakah telah ditetapkan standard pembibitan/ perbenihan pertanian. - • Dilaksanakannya pengumpulan dan analisis informasi ketahanan pangan provinsi. Laporan/dokumen Petapan standard pembibitan/ perbenihan pertanian. Laporan/dokumen penetapan standard pelayanan minimal dalam bidang pertanian yang wajib dilaksanakan oleh kabupaten /kota. • Indikator Kinerja Dilaksanakannya Pengendalian cadangan pangan pemerintah dan masyarakat. Petapan standar pembibitan/ perbenihan pertanian. Wewenang Kabupaten/Kota 3. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan/dokumen Pengendalian cadangan pangan pemerintah dan masyarakat.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 3. Periksa apakah telah ditetapkan standard pelayanan minimal dalam bidang pertanian yang wajib dilaksanakan oleh kabupaten /kota.

Wewenang Kabupaten/Kota 9. • Indikator Kinerja Dilaksanakannya petapan standard teknis minimal rumah potong hewan. 12. Pengaturan dan pelaksanaan penanggulangan wabah hama dan penyakit menular di bidang pertanian lintas kabupaten/kota. keterampilan dan diklat kejuruan tingkat menengah. Dilaksanakannya Pengaturan dan pelaksanaan penanggulangan wabah hama dan penyakit menular di bidang pertanian lintas kabupaten/kota. Periksa apakah telah diselenggarakan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia aparat pertanian teknis fungsional. rumah sakit hewan dan satuan pelayanan perternakan terpadu. Laporan/dokumen Pengaturan dan pelaksanaan penanggulangan wabah hama dan penyakit menular di bidang pertanian lintas kabupaten/kota. - • • • . keterampilan dan diklat kejuruan tingkat menengah. Laporan/dokumen Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia aparat pertanian teknis fungsional. Periksa apakah telah dilaksanakan penyediaan dukungan kerja sama antar kabupaten/kota dalam bidang pertanian. keterampilan dan diklat kejuruan tingkat menengah. rumah sakit hewan dan satuan pelayanan perternakan terpadu. Pengaturan penggunaan bibit unggul. - • • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan/dokumen Petapan standard teknis minimal rumah potong hewan. 13. keterampilan dan diklat kejuruan tingkat menengah. 14. • 10. - • • • 12. Dilaksanakannya Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia aparat pertanian teknis fungsional. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia aparat pertanian teknis fungsional. Penyediaan dukungan kerja sama antar kabupaten/kota dalam bidang pertanian. rumah sakit hewan dan satuan pelayanan perternakan terpadu. 11. Dilaksanakannya penyelenggaraan promosi eksport komoditas pertanian unggulan daerah provinsi. Periksa apakah telah diselenggarakan promosi eksport komoditas pertanian unggulan daerah provinsi. Dilaksanakannya Pengaturan penggunaan bibit unggul. Penyelenggaraan promosi eksport komoditas pertanian unggulan daerah provinsi.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 9. Laporan/dokumen Pengaturan penggunaan Tatacara Pengawasan • Periksa apakah telah ditetapkan standard teknis minimal rumah potong hewan. - • • • 13. Petapan standard teknis minimal rumah potong hewan. 10. Periksa apakah telah dibuat pengaturan dan pelaksanaan penanggulangan wabah hama dan penyakit menular di bidang pertanian lintas kabupaten/kota. Periksa apakah telah dibuat pengaturan 142 • 11. Laporan/dokumen Penyediaan dukungan kerja sama antar kabupaten/kota dalam bidang pertanian. - • • • 14. Dilaksanakannya Penyediaan dukungan kerja sama antar kabupaten/kota dalam bidang pertanian. rumah sakit hewan dan satuan pelayanan perternakan terpadu. Laporan/dokumen Penyelenggaraan promosi eksport komoditas pertanian unggulan daerah provinsi.

Pengaturan penggunaan air irigasi. 16. 19. 18. Periksa apakah telah dilaksanakan penyediaan dukungan pengedalian eradikasi organisme pengganggu tumbuhan. Dilaksanakannya Penyediaan dukungan pengedalian eradikasi organisme pengganggu tumbuhan. 19. Laporan/dokumen Penyediaan dukungan pengembangan perekayasaan teknologi Tatacara Pengawasan • penggunaan bibit unggul. Periksa apakah telah dibuat pengaturan penggunaan air irigasi.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 15. Periksa apakah telah ditetapkan kawasan pertanian terpadu berdasarkan kesepakatan dengan kabupaten/kota. peramalan dan pengendalian serta penanggulangan eksploitasi organisme pengganggu tumbuhan dan penyakit dibidang pertanian. Penelitian penyakit di bidang pertanian lintas kabupaten/kota. Penyediaan dukungan pengembangan perekayasaan teknologi perikanan serta sumber daya perairan lainnya. peramalan dan pengendalian serta penanggulangan eksploitasi organisme pengganggu tumbuhan dan penyakit dibidang pertanian. Penelitian penyakit di bidang pertanian lintas kabupaten/kota. Periksa apakah telah dilakukan penyediaan dukungan pengembangan perekayasaan teknologi 143 16. Petapan kawasan pertanian terpadu berdasarkan kesepakatan dengan kabupaten/kota. • Indikator Kinerja Dilaksanakannya Petapan kawasan pertanian terpadu berdasarkan kesepakatan dengan kabupaten/kota. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator bibit unggul. - • Dilaksanakannya Penyediaan dukungan pengembangan perekayasaan teknologi perikanan serta sumber daya • • . - • • • • • • 20. hama dan penyakit di bidang pertanian. Laporan/dokumen Petapan kawasan pertanian terpadu berdasarkan kesepakatan dengan kabupaten/kota. Pemantauan. - • • • 18. peramalan dan pengendalian serta penanggulangan eksploitasi organisme pengganggu tumbuhan dan penyakit dibidang pertanian. Penyediaan dukungan pengedalian eradikasi organisme pengganggu tumbuhan. hama dan penyakit di bidang pertanian. Laporan/dokumen Pengaturan penggunaan air irigasi. Wewenang Kabupaten/Kota 15. hama dan penyakit di bidang pertanian. 20. Dilaksanakannya Pemantauan. Periksa apakah telah dilaksanakan penelitian penyakit di bidang pertanian lintas kabupaten/kota. Laporan/dokumen Penyediaan dukungan pengedalian eradikasi organisme pengganggu tumbuhan. Dilaksanakannya Pengaturan penggunaan air irigasi. - • • • 17. hama dan penyakit di bidang pertanian. Laporan/dokumen Pemantauan. Dilaksanakannya Penelitian penyakit di bidang pertanian lintas kabupaten/kota. 17. Periksa apakah telah dilakukan pemantauan. peramalan dan pengendalian serta penanggulangan eksploitasi organisme pengganggu tumbuhan dan penyakit dibidang pertanian.

Penetapan lokasi terminal penumpang Tipe B. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator perikanan serta sumber daya perairan lainnya.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja perairan lainnya. Tatacara Pengawasan perikanan serta sumber daya perairan lainnya. 21. • Dilakukannya pengawasan dan pengendalian operasional penggunaan jalan dan pemberian izin penyelenggaraan dan pembangunan fasilitas parkir untuk umum. Pengawasan dan pengendalian operasional terhadap penggunaan jalan selain untuk • • Periksa pelaksanaan pengawasan dan pengendalian operasional penggunaan jalan dan pemberian izin penyelenggaraan dan pembangunan fasilitas parkir untuk umum. Laporan/dokumen Pengendalian dan pemberantasan terhadap pelaksanaan pemberatasan penyakit pada pengelolaan perikanan darat. PERHUBUNGAN a. PERHUBUNGAN DARAT 1) LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN (LLAJ) Wewenang Kabupaten/Kota 1. Penyusunan dan penetapan rencana umum jaringan transportasi jalan kabupaten/kota • Indikator Kinerja Disusunnya kebijakan tentang rencana umum jaringan transportasi jalan • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Dokumen kebijakan tentang rencana umum jaringan transportasi jalan (baik dalam bentuk peraturan daerah. 3. Pemberian izin penyelenggaraan dan pembangunan fasilitas parkir untuk umum. Dokumen ketetapan lokasi terminal penumpang Tipe B dan laporan pelaksanaan Tatacara Pengawasan • Periksa hasil penyusunan dan penetapan rencana umum jaringan transportasi jalan Wewenang Provinsi 1. 2. Pengendalian dan pemberantasan terhadap pelaksanaan pemberatasan penyakit pada pengelolaan perikanan darat. keputusan kepala daerah maupun peraturan kepala daerah) Dokumen/laporan pelaksanaan pengawasan dan pengendalian operasional penggunaan jalan dan pemberian izin penyelenggaraan dan pembangunan fasilitas parkir untuk umum. Pengawasan dan pengendalian operasional terhadap penggunaan jalan selain untuk kepentingan lalu lintas di jalan nasional dan jalan provinsi. • 7. 21. • Periksa proses dan hasil ketetapan lokasi terminal penumpang Tipe B dan 144 . Ditetapkannya lokasi terminal penumpang Tipe B dan dilaksanakannya pengawasan • • 3. Periksa apakah telah dilakukan pengendalian dan pemberantasan terhadap pelaksanaan pemberatasan penyakit pada pengelolaan perikanan darat. Penyusunan dan penetapan rencana umum jaringan transportasi jalan provinsi 2. - • Dilaksanakannya Pengendalian dan pemberantasan terhadap pelaksanaan pemberatasan penyakit pada pengelolaan perikanan darat.

Pemberian izin trayek angkutan antar kota dalam provinsi. 6. Pembangunan terminal angkutan barang. Disusunnya jaringan trayek dan penetapan kebutuhan kendaraan untuk angkutan dan disahkannya rancang bangun terminal penumpang. Pembangunan pengoperasian terminal penumpang Tipe A. Pengesahaan rancang bangun terminal penumpang Tipe B. Periksa pelaksanaan pemberian izin trayek angkutan dan pembangunan terinal angkutan barang. • • • • • • 7. Periksa dokumen rancang bangun terminal penumpang Tipe B yang telah disahkan dan laporan pelaksanaan pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan latihan mengemudi. Dokumen penyusunan jaringan trayek dan penetapan kebutuhan kendaraan untuk angkutan dan disahkannya rancang bangun terminal penumpang. Dokumen persetujuan pengoperasian dan penetapan lokasi terminal penumpang. 5. 8. Disetujuinya pengoperasian dan penetapan lokasi terminal penumpang. • • • • . • • Dilakukannya penyusunan dan penetapan kelas jalan pada jaringan jalan serta pengoperasian terminal penumpang. Dokumen rancang bangun terminal penumpang Tipe B yang telah disahkan dan laporan pelaksanaan pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan latihan mengemudi. Periksa proses pemberian persetujuan pengoperasian dan penetapan lokasi terminal penumpang. Laporan pelaksanaan penyusunan dan penetapan kelas jalan pada jaringan jalan serta pengoperasian terminal penumpang. Diberikannya izin trayek angkutan dan pembangunan terinal angkutan barang. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator pengawasan dan pengendalian operasional terhadap penggunaan jalan selain untuk kepentingan lalu lintas di jalan. Periksa apakah terdapat dokumen penyusunan jaringan trayek dan penetapan kebutuhan kendaraan untuk angkutan dan disahkannya rancang bangun terminal penumpang. Indikator Kinerja dan pengendalian operasional terhadap penggunaan jalan selain untuk kepentingan lalu lintas di jalan. 4.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota kepentingan lalu lintas di jalan kabupaten/ kota. Penyusunan dan penetapan kelas jalan pada jaringan jalan provinsi. Pengesahaan rancang bangun terminal penumpang Tipe C. 5. Persetujuan pengoperasian terminal penumpang Tipe B. • Tatacara Pengawasan pelaksanaan pengawasan dan pengendalian operasional terhadap penggunaan jalan selain untuk kepentingan lalu lintas di jalan. • Disahkannya rancang bangun terminal penumpang Tipe B dan dilaksanakannya pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan dan latihan mengemudi. Penetapan lokasi terminal penumpang Tipe C. Penyusunan jaringan trayek dan penetapan kebutuhan kendaraan untuk angkutan yang wilayah pelayanannya melebihi wilayah kabupaten/kota dalam satu provinsi. 8. B. Periksa pelaksanaan penyusunan dan penetapan kelas jalan pada jaringan jalan serta pengoperasian terminal penumpang. 7. Dokumen izin trayek angkutan dan pembangunan terinal angkutan barang. 6. 145 4. dan Tipe C. Pengawasan penyelenggaraan pendidikan dan latihan mengemudi.

Penetapan wilayah operasi dan kebutuhan kendaraan untuk angkutan taksi yang wilayah pelayanan-nya melebihi kebutuhan kab/kota dalam satu provinsi. Tatacara Pengawasan • Periksa proses dan hasil penyusunan dan penetapan jaringan lintas angkutan barang pada jaringan jalan pengoperasian terminal angkutan barang. Penyusunan jaringan trayek dan penetapan kebutuhan kendaraan untuk kebutuhan angkutan yang wilayah pelayanannya dalam satu kabupaten/kota. Dokumen izin operasi angkutan taksi dan izin trayek angkutan perdesaan/angkutan kota. • • 13. 10. • 10. Periksa dokumen penetapan wilayah operasi dan kebutuhan kendaraan untuk angkutan taksi. Periksa pelaksanaan pemberian izin trayek angkutan perkotaan dan penyusunan jaringan trayek dan penetapan kebutuhan kendaraan untuk kebutuhan angkutan. serta penyusunan dan penetapan kelas jalan pada jaringan. serta penyusunan dan penetapan kelas jalan pada jaringan. Dokumen pemberian izin trayek angkutan perkotaan dan penyusunan jaringan trayek dan penetapan kebutuhan kendaraan untuk kebutuhan angkutan. Pengoperasian terminal angkutan barang. Ditetapkannya wilayah operasi dan kebutuhan kendaraan untuk angkutan taksi. Periksa dokumen pemberian izin operasi angkutan taksi dan izin trayek angkutan perdesaan/angkutan kota. 11. Dokumen penetapan wilayah operasi dan kebutuhan kendaraan untuk angkutan taksi. • Indikator Kinerja Dilakukannya penyusunan dan penetapan jaringan lintas angkutan barang pada jaringan jalan pengoperasian terminal angkutan barang. Wewenang Kabupaten/Kota 9. Penyusunan dan penetapan jaringan lintas angkutan barang pada jaringan jalan provinsi.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 9. Pemberian izin trayek angkutan perdesaan/ angkutan kota. Penyusunan dan penetapan jaringan lintas angkutan barang pada jaringan jalan kabupaten/kota. Pemberian izin operasi angkutan taksi yang melayani khusus untuk pelayanan ke dan dari tempat tertentu yang memerlukan tingkat pelayanan tinggi/wilayah operasinya melebihi wilayah kabupaten/kota dalam satu provinsi. Penyusunan dan penetapan kelas jalan pada jaringan kabupaten/kota. 13. Pemberian izin trayek angkutan perkotaan dan penyusunan jaringan trayek dan penetapan kebutuhan kendaraan untuk kebutuhan angkutan. • • • • 12. • • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan pelaksanaan penyusunan dan penetapan jaringan lintas angkutan barang pada jaringan jalan pengoperasian terminal angkutan barang. 12./kota dalam satu provinsi. Pemberian izin operasi angkutan sewa. 11. Pemberian izin trayek angkutan perkotaan yang wilayah pelayanannya melebihi satu wilayah kab. • Diberikannya izin operasi angkutan sewa serta disusunnya dan ditetapkannya jaringan lintas angkutan barang pada jaringan • Dokumen izin operasi angkutan sewa serta pnyusunan dan penetapan jaringan lintas angkutan • Periksa pelaksanaan pemberian izin operasi angkutan sewa serta pnyusunan dan penetapan 146 .serta tersusunnya dan ditetapkannya kelas jalan pada jaringan. • Dilakukannya pemberian izin operasi angkutan taksi dan izin trayek angkutan perdesaan/ angkutan kota.

alat pengendali dan pengamanan pemakai jalan serta fasilitas pendukung di jalan provinsi. pemasangan. 15. marka jalan dan alat pemberi isyarat lalu lintas. Penetapan wilayah operasi dan kebutuhan kendaraan untuk angkutan taksi yang wilayah pelayanannya dalam satu kabupaten/kota. • Dokumen rekomendasi izin operasi angkutan pariwisata dan ditetapkannya wilayah operasi dan kebutuhan kendaraan untuk angkutan taksi. pengadaan. pemasangan. Dokumen ketetapan tarif penumpang kelas ekonomi dan izin operasi angkutan taksi. Pemberian rekomendasi operasi angkutan sewa. • • • • • • 17. • Diberikannya rekomendasi izin operasi angkutan pariwisata dan ditetapkannya wilayah operasi dan kebutuhan kendaraan untuk angkutan taksi. Periksa proses dan hasil penyelenggaraan 147 14. Periksa pelaksanaan penetapan tarif penumpang kelas ekonomi dan izin operasi angkutan taksi. Pemberian izin operasi angkutan taksi yang melayani wilayah kabupaten/kota. • Dilakukannya pengoperasian dan pemeliharaan unit penimbangan kendaraan bermotor dan pemberian izin usaha angkutan pariwisata. Laporan pelaksanaan penentuan lokasi. Periksa pelaksanaan penentuan lokasi. pemasangan. pemeliharaan dan penghapusan rambu lalu lintas. Pengoperasian dan pemeliharaan unit penimbangan kendaraan bermotor 18. pemeliharaan dan penghapusan rambu lalu lintas. marka jalan dan alat pemberi isyarat lalu lintas. 16. pengadaan. Laporan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu • Tatacara Pengawasan jaringan lintas angkutan barang pada jaringan jalan di daerah. Pemberian rekomendasi izin operasi angkutan pariwisata. Penentuan lokasi. pengadaan. Pemberian izin usaha angkutan barang. alat pengendali dan pengamanan pemakai jalan serta fasilitas pendukung. 14. marka jalan dan alat pemberi isyarat lalu lintas. Ditentukannya lokasi. pemasangan. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator barang pada jaringan jalan di daerah. Periksa pelaksanaan pemberian rekomendasi izin operasi angkutan pariwisata dan ditetapkannya wilayah operasi dan kebutuhan kendaraan untuk angkutan taksi. Periksa proses dan hasil pengoperasian dan pemeliharaan unit penimbangan kendaraan bermotor dan pemberian izin usaha angkutan pariwisata. Pemberian izin usaha angkutan pariwisata. serta pemberian rekomendasi operasi angkutan sewa. marka jalan dan alat pemberi isyarat lalu lintas. pengadaan. 15. alat pengendali dan pengamanan pemakai jalan serta fasilitas pendukung. alat pengendali dan pengamanan pemakai jalan serta fasilitas pendukung. serta pemberian rekomendasi operasi angkutan sewa. pemeliharaan dan penghapusan rambu lalu lintas. Ditetapkannya tarif penumpang kelas ekonomi dan diberikannya izin operasi angkutan taksi. Diselenggarakannya manajemen dan rekayasa lalu lintas serta • • 18. • • • . Laporan pengoperasian dan pemeliharaan unit penimbangan kendaraan bermotor dan pemberian izin usaha angkutan pariwisata. Penyelenggaraan manajemen dan rekayasa 17. serta diberikannya rekomendasi operasi angkutan sewa.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja jalan di daerah. 16. Penetapan tarif penumpang kelas ekonomi antar kota dalam provinsi. pemeliharaan dan penghapusan rambu lalu lintas.

Penyelenggaraan andalalin di jalan kabupaten/kota. 21. 19. • • 22. pemasangan. Diselenggarakannya pencegahan dan penanggulangan kecelakaan lalu lintas. pemasangan. Laporan penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan kecelakaan lalu lintas. Laporan pelaksanaan penelitian dan pelaporan kecelakaan lalu lintas di jalan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas. • . serta penentuan lokasi. Penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan kabupaten/kota. Periksa pelaksanaan pemeriksaan kendaraan di jalan sesuai kewenangannya dan penyelenggaraan andalalin di jalan. alat pengendali dan pengamanan pemakai jalan serta fasilitas pendukung. Periksa proses dan hasil pelaksanaan penelitian dan pelaporan kecelakaan lalu lintas di jalan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas. alat pengendali dan pengamanan pemakai jalan serta fasilitas pendukung. Penelitian dan pelaporan kecelakaan lalu lintas di jalan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan/atau yang menjadi isu provinsi. marka jalan dan alat pemberi isyarat lalu lintas. marka jalan dan alat pemberi isyarat lalu lintas. Periksa penyelenggaraan andalalin dan penetapan tarif penumpang kelas ekonomi. • Laporan pelaksanaan pemeriksaan kendaraan di jalan sesuai kewenangannya dan penyelenggaraan andalalin di jalan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi lalu lintas di jalan provinsi. pengadaan. 20. 148 19. 22. Penentuan lokasi. pemeliharaan dan penghapusan rambu lalu lintas. marka jalan dan alat pemberi isyarat lalu lintas. serta penentuan lokasi. • • Laporan penyelenggaraan andalalin dan penetapan tarif penumpang kelas ekonomi. • • Diselenggarakannya andalalin dan penetapan tarif penumpang kelas ekonomi. pengadaan. pengadaan. 20. pemeliharaan dan penghapusan rambu lalu lintas. alat pengendali dan pengamanan pemakai jalan serta fasilitas pendukung di jalan kabupaten/kota. 21. pemeliharaan dan penghapusan rambu lalu lintas. alat pengendali dan pengamanan pemakai jalan serta fasilitas pendukung. • Dilakukannya pemeriksaan kendaraan di jalan sesuai kewenangannya dan penyelenggaraan andalalin di jalan. marka jalan dan alat pemberi isyarat lalu lintas. • Dilakukannya penelitian dan pelaporan kecelakaan lalu lintas di jalan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas. Penyelenggaraan andalalin di jalan provinsi. Periksa proses dan hasil penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan kecelakaan lalu lintas. Penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan kecelakaan lalu lintas di jalan provinsi. pemeliharaan dan penghapusan rambu lalu lintas. serta penentuan lokasi. pengadaan. Pemeriksaan kendaraan di jalan sesuai kewenangannya. Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja pemberian izin usaha angkutan barang. pemasangan. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator lintas serta pemberian izin usaha angkutan barang. pemasangan. Penetapan tarif penumpang kelas ekonomi angkutan dalam kabupaten/kota. • • Tatacara Pengawasan manajemen dan rekayasa lalu lintas serta pemberian izin usaha angkutan barang.

Wewenang Kabupaten/Kota 23. • • 25. Laporan pelaksanaan penyidikan pelanggaran dan pemeriksaan kendaraan di jalan sesuai kewenangannya. serta penelitian dan pelaporan kecelakaan lalu lintas di jalan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Diberikannya izin penggunaan jalan selain untuk kepentingan lalu lintas dan pelaksanaan pengujian berkala kendaraan bermotor. • Dilakukannya pengoperasian alat penimbang kendaraan bermotor di jalan. 24. Tatacara Pengawasan • Periksa pelaksanaan pemberian izin operasi angkutan sewa berdasarkan kuota yang ditetapkan pemerintah dan penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan kecelakaan lalu lintas di jalan. d) Perizinan angkutan umum. Pemberian izin operasi angkutan sewa berdasarkan kuota yang ditetapkan pemerintah. Pemeriksaan kendaraan di jalan sesuai kewenangannya. • • • 149 . Penelitian dan pelaporan kecelakaan lalu lintas di jalan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan/atau yang menjadi isu kabupaten/kota. Penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan kecelakaan lalu lintas di jalan kabupaten/kota. c) Pelanggaran ketentuan pengujian berkala.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 23. Dilaksanakannya penyidikan pelanggaran dan pemeriksaan kendaraan di jalan sesuai kewenangannya. 25. serta penelitian dan pelaporan kecelakaan lalu lintas di jalan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. 26. • Indikator Kinerja Diberikannya izin operasi angkutan sewa berdasarkan kuota yang ditetapkan pemerintah dan penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan kecelakaan lalu lintas di jalan. Pelaksanaan pengujian berkala kendaraan bermotor • • • 26. Laporan pengoperasian alat penimbang kendaraan bermotor di jalan. Pelaksanaan penyidikan pelanggaran: a) Perda provinsi bidang LLAJ. Laporan pelaksanaan pemberian izin penggunaan jalan selain untuk kepentingan lalu lintas dan pelaksanaan pengujian berkala kendaraan bermotor. Periksa pelaksanaan pemberian izin penggunaan jalan selain untuk kepentingan lalu lintas dan pelaksanaan pengujian berkala kendaraan bermotor. Periksa proses dan hasil pengoperasian alat penimbang kendaraan bermotor di jalan. Periksa pelaksanaan penyidikan pelanggaran dan pemeriksaan kendaraan di jalan sesuai kewenangannya. 24. b) Pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan. Pengoperasian alat penimbang kendaraan bermotor di jalan. serta penelitian dan pelaporan kecelakaan lalu lintas di jalan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Perizinan penggunaan jalan selain untuk kepentingan lalu lintas di jalan provinsi. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan pelaksanaan pemberian izin operasi angkutan sewa berdasarkan kuota yang ditetapkan pemerintah dan penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan kecelakaan lalu lintas di jalan.

pengolahan data. Diberikannya izin trayek angkutan kota yang wilayah pelayanannya dalam satu wilayah kabupaten/kota. serta perizinan penggunaan jalan selain untuk kepentingan lalu lintas.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 27. dan analisis kecelakaan lalu lintas di wilayah kabupaten/kota. b) Pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan. c) Pelanggaran ketentuan pengujian berkala. dan analisis kecelakaan lalu lintas di wilayah provinsi. Laporan pelaksanaan pemberian izin usaha bengkel umum kendaraan bemotor. Wewenang Kabupaten/Kota 27. Pelaksanaan penyidikan pelanggaran: a) Perda kabupaten/kota bidang LLAJ. • - • - • • • • - - • • . d) Perizinan angkutan umum • Periksa pelaksanaan pengumpulan. • Periksa proses dan hasil pelaksanaan penyidikan pelanggaran: a) Perda kabupaten/kota bidang LLAJ. • Periksa pelaksanaan pengujian berkala kendaraan bermotor. Pemberian izin usaha bengkel umum kendaraan bemotor. • Dilaksanakannya penyidikan pelanggaran: a) Perda kabupaten/kota bidang LLAJ. c) Pelanggaran ketentuan pengujian berkala. dan analisis kecelakaan lalu lintas di wilayah kabupaten/kota. dan analisis kecelakaan lalu lintas di wilayah kabupaten/kota. Laporan pelaksanaan pemberian izin trayek angkutan kota yang wilayah pelayanannya dalam satu wilayah kabupaten/kota. dan analisis kecelakaan lalu lintas. Tatacara Pengawasan • Periksa proses dan hasil pelaksanaan pengumpulan. Pengumpulan. Diberikannya izin usaha bengkel umum kendaraan bemotor. 31. serta perizinan penggunaan jalan selain untuk kepentingan lalu lintas. c) Pelanggaran ketentuan pengujian berkala. pengolahan data. 32. b) Pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan. • Periksa pelaksanaan pemberian izin trayek angkutan kota yang wilayah pelayanannya dalam satu wilayah kabupaten/kota. • Indikator Kinerja Dilakukannya pengumpulan. Pemberian izin trayek angkutan kota yang wilayah pelayanannya dalam satu wilayah kabupaten/kota. Perizinan penggunaan jalan selain untuk kepentingan lalu lintas di jalan kabupaten/kota. 30. pengolahan data. d) Perizinan angkutan umum 29. 150 - 28. pengolahan data. Laporan pelaksanaan pengujian berkala kendaraan bermotor. serta perizinan penggunaan jalan selain untuk kepentingan lalu lintas. pengolahan data. b) Pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan. pengolahan data. pengolahan data. • Periksa pelaksanaan pemberian izin usaha bengkel umum kendaraan bemotor. d) Perizinan angkutan umum Laporan pelaksanaan pengumpulan. dan analisis kecelakaan lalu lintas. Pelaksanaan pengujian berkala kendaraan bermotor. c) Pelanggaran ketentuan pengujian berkala. dan analisis kecelakaan lalu lintas. Laporan pelaksanaan penyidikan pelanggaran: a) Perda kabupaten/kota bidang LLAJ. b) Pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan. dan analisis kecelakaan lalu lintas di wilayah kabupaten/kota. pengolahan data. Dilaksanakannya pengujian berkala kendaraan bermotor. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan pelaksanaan pengumpulan. d) Perizinan angkutan umum • Dilakukannya pengumpulan. Pengumpulan.

Pemberian izin usaha mendirikan pendidikan latihan mengemudi. • • • • Dilakukannya penetapan lintas penyeberangan. • Indikator Kinerja Ditentukannya lokasi fasilitas parkir untuk umum di jalan kabupaten/kota. Periksa pelaksanaan pemberian izin usaha mendirikan pendidikan latihan mengemudi. 2. 35. Laporan pelaksanaan penyusunan kebijakan tentang rencana umum jaringan lintas penyeberangan. Diberikannya izin usaha mendirikan pendidikan latihan mengemudi. • Wewenang Provinsi 1. 34. Pengoperasian fasilitas parkir untuk umum di jalan kabupaten/kota. 3. • • 151 . Penyusunan dan penetapan rencana umum lintas penyeberangan antar kabupaten/kota dalam provinsi yang terletak pada jaringan jalan provinsi. DANAU DAN PENYEBERANGAN (LLASDP) Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Laporan pelaksanaan penyusunan dan penetapan rencana umum jaringan sungai dan danau. Penyusunan dan penetapan rencana umum jaringan sungai dan danau dalam kabupaten/kota. Dioperasikannya fasilitas parkir untuk umum di jalan kabupaten/kota. Laporan pelaksanaan penetapan lintas penyeberangan. Dilakukannya penyusunan kebijakan tentang rencana umum jaringan lintas penyeberangan. Periksa proses dan hasil pelaksanaan penyusunan kebijakan tentang rencana umum jaringan lintas penyeberangan. Penetapan lintas penyeberangan antar kabupaten/kota dalam provinsi yang terletak pada Wewenang Kabupaten/Kota 1. Penetapan lintas penyeberangan dalam kabupaten/kota yang terletak pada jaringan jalan • Indikator Kinerja Dilakukannya penyusunan dan penetapan rencana umum jaringan sungai dan danau. Penentuan lokasi fasilitas parkir untuk umum di jalan kabupaten/kota. Penyusunan dan penetapan rencana umum lintas penyeberangan dalam kabupaten/kota yang terletak pada jaringan jalan kabupaten/kota. Tatacara Pengawasan • Periksa pelaksanaan penentuan lokasi fasilitas parkir untuk umum di jalan kabupaten/kota. Tatacara Pengawasan Periksa proses dan hasil pelaksanaan penyusunan dan penetapan rencana umum jaringan sungai dan danau. 2. - • • • • • • - 2) LALU LINTAS ANGKUTAN SUNGAI. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan penentuan lokasi fasilitas parkir untuk umum di jalan kabupaten/kota. Periksa proses dan hasil pelaksanaan penetapan lintas penyeberangan. Laporan pengoperasian fasilitas parkir untuk umum di jalan kabupaten/kota. Laporan pelaksanaan pemberian izin usaha mendirikan pendidikan latihan mengemudi.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi - Wewenang Kabupaten/Kota 33. Periksa pengoperasian fasilitas parkir untuk umum di jalan kabupaten/kota. 3. Penyusunan dan penetapan rencana umum jaringan sungai dan danau antar kabupaten/ kota dalam provinsi.

Periksa pelaksanaan pengawasan terhadap pemberian surat ukur. Rekomendasi lokasi pelabuhan penyeberangan. DLKr/ DLKp yang terletak pada jaringan jalan nasional dan antar negara serta jaringan jalur kereta api.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi jaringan jalan provinsi. • Laporan pelaksanaan • pengadaan kapal SDP. serta rekomendasi lokasi pelabuhan penyeberangan. • • • Diberikannya rekomendasi • rencana induk pelabuhan penyeberangan. 7. 4. sertifikat pengawakan kapal. Penetapan rencana induk. 5. dan surat tanda kebangsaan kapal sungai dan danau. Laporan pelaksanaan • 7. Pengawasan terhadap pemberian surat ukur. serta rekomendasi lokasi pelabuhan penyeberangan. Diberikannya rekomendasi lokasi pelabuhan penyeberangan dan penetapan lokasi pelabuhan sungai dan danau. Pengadaan kapal SDP. Penyelenggaraan pelabuhan • . sertifikat pengawakan kapal. Rekomendasi lokasi pelabuhan penyeberangan. dan penyelenggaraan pelabuhan penyeberangan. 4. serta rekomendasi lokasi pelabuhan penyeberangan. sertifikat kelaikan kapal. dan surat tanda kebangsaan kapal sungai dan danau. DLKr/ DLKp yang terletak pada jaringan jalan nasional dan antar negara serta jaringan jalur kereta api. sertifikat pengawakan kapal. DLKr/ DLKp yang terletak pada jaringan jalan nasional dan antar negara serta jaringan jalur kereta api. dan penyelenggaraan pelabuhan penyeberangan Periksa pelaksanaan 152 6. • • Indikator Kinerja Dilakukannya pengadaan kapal • SDP. dan surat tanda kebangsaan kapal sungai dan danau 6. 5. Periksa pelaksanaan pemberian rekomendasi lokasi pelabuhan penyeberangan dan penetapan lokasi pelabuhan sungai dan danau. surat tanda pendaftaran dan tanda pendaftaran. Wewenang Kabupaten/Kota kabupaten/kota. Dilakukannya pengawasan • terhadap pemberian surat ukur. Pembangunan pelabuhan SDP. surat tanda pendaftaran dan tanda pendaftaran. Penyelenggaraan pelabuhan penyeberangan. Dokumen pemberian • rekomendasi lokasi pelabuhan penyeberangan dan penetapan lokasi pelabuhan sungai dan danau. sertifikat pengawakan kapal. • Tatacara Pengawasan Periksa pelaksanaan pengadaan kapal SDP. sertifikat kelaikan kapal. sertifikat kelaikan kapal. 9. Pemberian rekomendasi rencana induk pelabuhan penyeberangan. Laporan pelaksanaan • pembangunan pelabuhan SDP Dokumen pemberian • rekomendasi rencana induk pelabuhan penyeberangan. • Laporan pelaksanaan pengawasan terhadap pemberian surat ukur. 8. surat tanda pendaftaran dan tanda pendaftaran. 8. surat tanda pendaftaran dan tanda pendaftaran. Pembangunan pelabuhan SDP. Pengadaan kapal SDP. sertifikat kelaikan kapal. Dilakukannya pembangunan pelabuhan SDP. Penetapan lokasi pelabuhan sungai dan danau. DLKr/DLKp yang terletak pada jaringan jalan nasional dan antar negara serta jaringan jalur kereta api. dan surat tanda kebangsaan kapal sungai dan danau. dan penyelenggaraan pelabuhan penyeberangan. Dilakukannya penetapan • 9. Periksa pelaksanaan pembangunan pelabuhan SDP Periksa pelaksanaan pemberian rekomendasi rencana induk pelabuhan penyeberangan.

• Dilakukannya penetapan kelas alur pelayaran sungai dan pemberian rekomendasi rencana induk. Periksa pelaksanaan pembangunan. Pengadaan. pengerukan alur pelayaran sungai dan danau 13. Dilakukannya pemetaan alur sungai lintas kabupaten/kota dalam provinsi untuk kebutuhan transportasi. serta izin pembuatan tempat penimbunan kayu (logpon). nasional dan antar negara. pemasangan dan pemeliharaan rambu penyeberangan. pengerukan alur pelayaran sungai dan danau. DLKr/DLKp pelabuhan SDP. pengerukan alur pelayaran sungai dan danau. DLKr/DLKp pelabuhan penyeberangan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai dan danau. • pemeliharaan. Pembangunan. jaring terapung dan kerambah di sungai dan danau. Pemetaan alur sungai lintas kabupaten/kota dalam provinsi untuk kebutuhan transportasi • • • 13. jaring terapung dan kerambah di sungai dan danau. serta penetapan rencana induk. DLKr/DLKp pelabuhan penyeberangan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai dan danau. DLKr/DLKp pelabuhan penyeberangan. DLKr/DLKp pelabuhan penyeberangan dan penyelenggaraan pelabuhan sungai dan danau. Laporan pelaksanaan pembangunan. pemasangan dan pemeliharaan rambu penyeberangan. Penetapan kelas alur pelayaran sungai Wewenang Kabupaten/Kota sungai dan danau. DLKr/DLKp pelabuhan SDP. Laporan pelaksanaan pengadaan. serta izin pembuatan tempat penimbunan kayu (logpon). 153 11. pengerukan alur pelayaran sungai dan danau. serta pengadaan. pemeliharaan. pemasangan dan pemeliharaan rambu penyeberangan. • Dilakukannya pembangunan. pemasangan dan pemeliharaan rambu penyeberangan 10. Indikator Kinerja rencana induk. Pemberian rekomendasi rencana induk. Periksa pelaksanaan pengadaan. Pengadaan. • • • • 12. • . serta pengadaan. 12. Laporan pelaksanaan pemetaan alur sungai lintas kabupaten/kota dalam provinsi untuk kebutuhan transportasi. pemasangan dan pemeliharaan rambu penyeberangan penetapan rencana induk. pemasangan dan pemeliharaan rambu penyeberangan. jaring terapung dan kerambah di sungai dan danau.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi DLKr/DLKp pelabuhan penyeberangan yang terletak pada jaringan jalan provinsi 10. serta penetapan rencana induk. DLKr/DLKp pelabuhan SDP. jaring terapung dan kerambah di sungai dan danau. pemeliharaan. • Tatacara Pengawasan penetapan rencana induk. serta pengadaan. pemasangan dan pemeliharaan rambu penyeberangan. pemasangan dan pemeliharaan rambu penyeberangan. Penetapan rencana induk. Dilakukannya engadaan. serta penetapan rencana induk. Periksa pelaksanaan pemetaan alur sungai lintas kabupaten/kota dalam provinsi untuk kebutuhan transportasi. Izin pembuatan tempat penimbunan kayu (logpon). serta izin pembuatan tempat penimbunan kayu (logpon). DLKr/DLKp pelabuhan penyeberangan yang terletak pada jaringan jalan provinsi. Periksa pelaksanaan penetapan kelas alur pelayaran sungai dan pemberian rekomendasi rencana induk. DLKr/DLKp pelabuhan penyeberangan. 11. Dokumen penetapan kelas alur pelayaran sungai dan pemberian rekomendasi rencana induk. DLKr/DLKp pelabuhan SDP yang terletak pada jaringan jalan kabupaten/kota. pemeliharaan. DLKr/DLKp pelabuhan penyeberangan.

serta pembangunan. Laporan pelaksanaan penetapan tarif angkutan penyeberangan kelas ekonomi pada lintas penyeberangan. serta penetapan tarif angkutan penyeberangan kelas ekonomi pada lintas penyeberangan. Dilakukannya penetapan tarif angkutan penyeberangan kelas ekonomi pada lintas penyeberangan. serta pembangunan. serta pemetaan alur sungai kabupaten/kota untuk kebutuhan transportasi. • Indikator Kinerja Diberikannya Izin pembuatan tempat penimbunan kayu (logpon). serta penetapan tarif angkutan penyeberangan kelas ekonomi pada lintas penyeberangan. Pengawasan pelaksanaan tarif angkutan SDP dalam kabupaten/kota yang terletak • Dilakukannya pemberian • persetujuan pengoperasian kapal untuk lintas penyeberangan dan • . pemeliharaan. jaring terapung dan kerambah di sungai dan danau. Dilakukannya pengawasan pelaksanaan tarif angkutan SDP dan penetapan tarif angkutan sungai dan danau kelas ekonomi. Pemberian persetujuan pengoperasian kapal untuk lintas penyeberangan • • • 18. pemeliharaan. jaring terapung dan kerambah di sungai dan danau. • • Laporan pelaksanaan pemberian izin pembuatan tempat penimbunan kayu (logpon). serta pemetaan alur sungai kabupaten/kota untuk kebutuhan transportasi. Periksa pelaksanaan pengawasan pelaksanaan tarif angkutan SDP dan penetapan tarif angkutan sungai dan danau kelas ekonomi. pengerukan alur pelayaran sungai dan danau. Penetapan tarif angkutan penyeberangan kelas ekonomi pada lintas penyeberangan dalam kabupaten /kota yang terletak pada jaringan jalan kabupaten/kota. serta pemetaan alur sungai kabupaten/kota untuk kebutuhan transportasi. serta pembangunan. Periksa pelaksanaan penetapan tarif angkutan sungai dan danau kelas ekonomi. 16. Pengawasan pelaksanaan tarif angkutan SDP antar kabupaten/kota dalam provinsi yang terletak pada jaringan jalan provinsi. Izin pembangunan prasarana yang melintasi alur sungai dan danau. 18. pemeliharaan. pengerukan alur pelayaran sungai dan danau kabupaten/kota. Penetapan tarif angkutan sungai dan danau kelas ekonomi dalam kabupaten/kota. pemeliharaan. • • • 17.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi 14. Penetapan tarif angkutan penyeberangan kelas ekonomi pada lintas penyeberangan yang terletak pada jaringan jalan provinsi 15. • Tatacara Pengawasan • Periksa pelaksanaan pemberian izin pembuatan tempat penimbunan kayu (logpon). Periksa pelaksanaan penetapan tarif angkutan penyeberangan kelas ekonomi pada lintas penyeberangan. Laporan pelaksanaan penetapan tarif angkutan sungai dan danau kelas ekonomi. Pemetaan alur sungai kabupaten/kota untuk kebutuhan transportasi. Pembangunan. Laporan pelaksanaan pengawasan pelaksanaan tarif angkutan SDP dan penetapan tarif angkutan sungai dan danau kelas ekonomi. Periksa pelaksanaan pemberian persetujuan pengoperasian kapal untuk 154 15. serta penetapan tarif angkutan penyeberangan kelas ekonomi pada lintas penyeberangan. Penetapan tarif angkutan sungai dan danau kelas ekonomi antar kabupaten/ kota dalam provinsi. Dilakukannya penetapan tarif angkutan sungai dan danau kelas ekonomi. Laporan pelaksanaan pemberian persetujuan pengoperasian kapal untuk • 16. 17. pengerukan alur pelayaran sungai dan danau. Wewenang Kabupaten/Kota 14. pengerukan alur pelayaran sungai dan danau. jaring terapung dan kerambah di sungai dan danau.

Pemberian persetujuan pengoperasian kapal untuk lintas penyeberangan dalam kabupaten/kota pada jaringan jalan kabupaten/kota 21. serta pengawasan pengoperasian penyelenggaran angkutan sungai dan danau. Laporan pelaksanaan pengawasan pengoperasian penyelenggaraan angkutan penyeberangan dalam kabupaten/kota pada jaringan jalan kabupaten/kota. Dilakukannya pengawasan angkutan barang berbahaya dan khusus melalui angkutan SDP. 21. dan pemberian persetujuan pengoperasian kapal untuk lintas penyeberangan. serta penetapan tarif jasa pelabuhan SDP.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi antar kabupaten/kota dalam provinsi pada jaringan jalan provinsi. • • • • 155 . 19. Pengawasan pengoperasian penyelenggaraan angkutan sungai dan danau 20. • Indikator Kinerja pemberian persetujuan pengoperasian kapal untuk lintas penyeberangan. 20. Pengawasan pengoperasian penyelenggaran angkutan sungai dan danau. Laporan pelaksanaan pengawasan pengoperasian penyelenggaraan angkutan penyeberangan. 19. • • • • 22. Periksa pelaksanaan pengawasan pengoperasian penyelenggaraan angkutan penyeberangan dalam kabupaten/kota pada jaringan jalan kabupaten/kota. Dilakukannya pengawasan pengoperasian penyelenggaraan angkutan penyeberangan dalam kabupaten/kota pada jaringan jalan kabupaten/kota. Periksa pelaksanaan pengawasan angkutan barang berbahaya dan khusus melalui angkutan SDP. Dilakukannya pengawasan pengoperasian penyelenggaraan angkutan penyeberangan. Penetapan tarif jasa pelabuhan SDP yang tidak diusahakan yang dikelola kabupaten/kota. serta pengawasan pengoperasian penyelenggaran angkutan sungai dan danau. Pengawasan pengoperasian penyelenggaraan angkutan penyeberangan antar kabupaten/kota dalam provinsi pada jaringan jalan provinsi. serta pengawasan pengoperasian penyelenggaran angkutan sungai dan danau. Laporan pelaksanaan pengawasan pengoperasian penyelenggaraan angkutan sungai dan danau. Dilakukannya pengawasan pengoperasian penyelenggaraan angkutan sungai dan danau. serta penetapan tarif jasa pelabuhan SDP. Periksa pelaksanaan pengawasan pengoperasian penyelenggaraan angkutan sungai dan danau. Wewenang Kabupaten/Kota pada jaringan jalan kabupaten/kota. • Tatacara Pengawasan lintas penyeberangan dan pemberian persetujuan pengoperasian kapal untuk lintas penyeberangan. dan pemberian persetujuan pengoperasian kapal untuk lintas penyeberangan. - 22. • • lintas penyeberangan dan pemberian persetujuan pengoperasian kapal untuk lintas penyeberangan. Laporan pelaksanaan pengawasan angkutan barang berbahaya dan khusus melalui angkutan SDP. Periksa pelaksanaan pengawasan pengoperasian penyelenggaraan angkutan penyeberangan. Pengawasan angkutan barang berbahaya dan khusus melalui angkutan SDP. Pengawasan pengoperasian penyelenggaraan angkutan penyeberangan dalam kabupaten/kota pada jaringan jalan kabupaten/kota. serta penetapan tarif jasa pelabuhan SDP. dan pemberian persetujuan pengoperasian kapal untuk lintas penyeberangan.

jasa. pelatihan dan bantuan teknis. b. Pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah provinsi meliputi: 2. pengguna dan penyedia jasa. Pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten/ kota meliputi : • Dilakukannya pembinaan di bidang perkeretaapian di daerah. Tatacara Pengawasan Periksa proses penetapan rencana induk perkeretaapian di daerah. pelatihan dan bantuan teknis. pelatihan c) Pengawasan terhadap dan bantuan teknis pelaksanaan kepada perkeretaapian kabupaten kabupaten/kota. dan bimbingan. Pengawasan terhadap pelaksanaan perkeretaapian di daerah. bimbingan. yang meliputi: a) Penetapan sasaran dan arah kebijakan pengembangan sistem perkeretaapian di daerah. PERKERATAAPIAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. Pengawasan terhadap pelaksanaan perkeretaapian di daerah.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 b. 3. Pengusahaan prasarana kereta Periksa laporan hasil pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah provinsi meliputi: a. bimbingan. pengguna dan penyedia jasa. dan c. bimbingan. Pengusahaan prasarana 3. dan c. dan c) Pengawasan terhadap pelaksanaan perkereta-apian di daerah. pelatihan dan bantuan teknis. b. /kota. Penetapan sasaran dan arah kebijakan pengembangan sistem perkeretaapian di daerah. Pemberian arahan. yang meliputi: a. Penetapan rencana induk perkeretaapian kabupaten/kota. Penetapan rencana induk perkeretaapian provinsi 2. Wewenang Provinsi 1. kabupaten /kota yang b) Pemberian arahan. pengguna dan penyedia b) Pemberian arahan. pelatihan dan wilayah kabupaten/ bantuan teknis kepada kota. b) Pemberian arahan. Penetapan sasaran dan arah kebijakan pengembangan sistem perkereta-apian di daerah. pengguna dan penyedia jasa. Pemberian arahan. • Dilakukannya pengusahaan • Prasarana kereta api umum • Periksa proses dan hasil 156 . • Indikator Kinerja Dirumuskannya kebijakan tentang rencana induk di bidang perkeretaapian • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Kebijakan daerah dalam • berbagai bentuknya (peraturan daerah. jaringannya melebihi bimbingan. peraturan maupun keputusan kepala daerah) di bidang perkeretaapiaan • Laporan pelaksanaan pembinaan di bidang perkeretaapian di daerah. • a) Penetapan sasaran dan a) Penetapan sasaran dan arah kebijakan arah kebijakan pengembangan sistem pengembangan sistem perkereta-apian perkereta-apian kabupaten/kota yang provinsi dan jaringannya berada di perkeretaapian wilayah kabupaten/kota. pengguna dan penyedia jasa. dan c) Pengawasan terhadap pelaksanaan perkeretaapian provinsi.

Penutupan perlintasan untuk 6. Penetapan jalur kereta api 5. dilakukan izin dan tidak ada tidak ada penanggungjawabnya. satu wilayah kabupaten/kota jaringan melebihi satu wilayah jaringan melebihi satu kabupaten/kota dalam dalam provinsi atau wilayah kabupaten/kota dalam provinsi wilayah kabupaten/kota provinsi. 5. oleh pemilik dan/atau dilakukan oleh pemilik dan/atau Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah. yang jaringan jalurnya jaringan jalurnya melebihi melebihi wilayah satu jalurnya melebihi wilayah satu melebihi wilayah satu wilayah satu kabupaten/kota kabupaten/kota dalam satu kabupaten/kota dalam satu kabupaten/kota dalam satu provinsi atau wilayah provinsi atau wilayah dalam satu provinsi atau provinsi. dalam provinsi atau wilayah kabupaten/kota. Tatacara Pengawasan . 6. Penetapan jaringan pelayanan • Ditetapkannya jaringan • Dokumen ketetapan jaringan • Periksa proses penetapan 157 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator yang tidak dilaksanakan oleh badan usaha prasarana kereta api. Penutupan perlintasan untuk • Dilakukannya penutupan • Laporan pelaksanaan penutupan • Periksa penutupan perlintasan keselamatan perjalanan keselamatan perjalanan kereta ap perlintasan untuk keselamatan perlintasan untuk keselamatan untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan dan pemakai jalan perlintasan perjalanan kereta api dan pemakai perjalanan kereta api dan kereta api dan pemakai jalan perlintasan sebidang yang sebidang yang tidak mempunyai jalan perlintasan sebidang yang pemakai jalan perlintasan perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin dan izin dan tidak ada tidak mempunyai izin dan tidak ada sebidang yang tidak mempunyai tidak mempunyai izin dan tidak ada penanggungjawabnya. Penetapan izin 4. dilakukan penanggungjawabnya. 7. Penetapan jaringan pelayanan • Ditetapkannya jaringan pelayanan • Dokumen ketetapan jaringan • Periksa proses penetapan pelayanan kereta api antar kereta api dalam satu kereta api antar kota melebihi pelayanan kereta api antar jaringan pelayanan kereta api kota melebihi satu kabupaten/ kota. Penetapan jalur kereta api • Ditetapkannya jalur kereta api • Dokumen ketetapan jalur • Periksa proses penetapan khusus yang jaringan khusus yang jaringan dalam khusus yang jaringan melebihi kereta api khusus yang jalur kereta api khusus yang melebihi satu wilayah wilayah kabupaten /kota. pengusahaan prasarana kereta api umum yang tidak dilaksanakan oleh badan usaha prasarana kereta api. 4. Penetapan izin • Ditetapkannya izin • Dokumen ketetapan izin • Periksa proses penetapan penyelenggaraan penyelenggaraan perkeretapenyelenggaraan perkereta-apian penyelenggaraan perkeretaizin penyelenggaraan perkereta-apian khusus apian khusus yang jaringan khusus yang jaringan jalurnya apian khusus yang jaringan perkereta-apian khusus yang jalurnya dalam kabupaten/kota. Daerah. Indikator Kinerja prasarana kereta api umum yang tidak dilaksanakan oleh badan usaha prasarana kereta api. kabupaten/kota. Pemerintah Daerah. Penetapan jaringan 8. Penetapan jaringan 7. provinsi atau dalam satu provinsi atau dalam satu kabupaten/ kota. satu kabupaten/kota dalam satu kota melebihi satu antar kota melebihi satu kabupaten/kota dalam satu provinsi atau dalam satu kabupaten/kota dalam satu kabupaten/kota dalam satu provinsi. kabupaten/kota. 8. atau wilayah kabupaten/kota. Wewenang Kabupaten/Kota api umum yang tidak dilaksanakan oleh badan usaha prasarana kereta api. kabupaten/kota. kabupaten/kota. Daerah. oleh pemilik dan/atau Pemerintah oleh pemilik dan/atau Pemerintah penanggungjawabnya. dilakukan penanggungjawabnya. dilakukan oleh pemilik Daerah. wilayah kabupaten/kota. kabupaten/kota.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi kereta api umum yang tidak dilaksanakan oleh badan usaha prasarana kereta api.

Wewenang Kabupaten/Kota kereta api perkotaan berada dalam kabupaten/kota. • Ditetapkannya izin operasi kegiatan angkutan orang dan/atau barang dengan kereta api umum untuk pelayanan angkutan antar kota dan perkotaan yang lintas pelayanannya melebihi satu kabupaten/kota dalam satu provinsi atau dalam satu kabupaten/kota • Ditetapkannya tarif penumpang kereta api dalam hal pelayanan angkutan yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat dan pelayanan angkutan yang disediakan untuk pengembangan wilayah. • Dokumen ketetapan persetujuan angkutan orang dengan menggunakan gerbong kereta api dalam kondisi tertentu yang pengoperasian di dalam wilayah kabupaten/kota dalam satu provinsi atau dalam wilayah kabupaten/kota. Penetapan persetujuan angkutan orang dengan menggunakan gerbong kereta api dalam kondisi tertentu yang pengoperasian di dalam wilayah kabupaten/kota dalam satu provinsi. 11. untuk pelayanan angkutan antar kota . Izin operasi kegiatan angkutan orang dan/atau barang dengan kereta api umum untuk pelayanan angkutan antar kota dan perkotaan yang lintas pelayanannya dalam satu kabupaten/kota. • Ditetapkannya persetujuan angkutan orang dengan menggunakan gerbong kereta api dalam kondisi tertentu yang pengoperasian di dalam wilayah kabupaten/ kota dalam satu provinsi atau dalam wilayah kabupaten/ kota. 158 10. Izin operasi kegiatan angkutan orang dan/atau barang dengan kereta api umum untuk pelayanan angkutan antar kota dan perkotaan yang lintas pelayanannya melebihi satu kabupaten/kota dalam satu provinsi. Penetapan tarif penumpang kereta api dalam hal pelayanan angkutan yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat dan pelayanan angkutan yang disediakan untuk pengembangan wilayah. 10. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator pelayanan kereta api perkotaan melampaui satu kabupaten/kota dalam satu provinsi atau berada dalam kabupaten/kota. • Periksa proses penetapan persetujuan angkutan orang dengan menggunakan gerbong kereta api dalam kondisi tertentu yang pengoperasian di dalam wilayah kabupaten/kota dalam satu provinsi atau dalam wilayah kabupaten/kota. • Dokumen ketetapan izin operasi kegiatan angkutan orang dan/atau barang dengan kereta api umum untuk pelayanan angkutan antar kota dan perkotaan yang lintas pelayanannya melebihi satu kabupaten/ kota dalam satu provinsi atau dalam satu kabupaten/kota • Dokumen ketetapan tarif penumpang kereta api dalam hal pelayanan angkutan yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat dan pelayanan angkutan yang disediakan untuk pengembangan wilayah. Penetapan tarif penumpang kereta api dalam hal pelayanan angkutan yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat dan pelayanan angkutan yang disediakan untuk pengembangan wilayah. • Periksa proses penetapan izin operasi kegiatan angkutan orang dan/atau barang dengan kereta api umum untuk pelayanan angkutan antar kota dan perkotaan yang lintas pelayanannya melebihi satu kabupaten/kota dalam satu provinsi atau dalam satu kabupaten/kota • Periksa proses penetapan tarif penumpang kereta api dalam hal pelayanan angkutan yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat dan pelayanan angkutan yang disediakan untuk pengembangan wilayah.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi pelayanan kereta api perkotaan melampaui satu kabupaten/kota dalam satu provinsi. Indikator Kinerja pelayanan kereta api perkotaan melampaui satu kabupaten/kota dalam satu provinsi atau berada dalam kabupaten/kota. Penetapan persetujuan angkutan orang dengan menggunakan gerbong kereta api dalam kondisi tertentu yang pengoperasian di dalam wilayah kabupaten/kota. untuk pelayanan angkutan Tatacara Pengawasan jaringan pelayanan kereta api perkotaan melampaui satu kabupaten/kota dalam satu provinsi atau berada dalam kabupaten/kota. 9. untuk pelayanan angkutan antar kota dan 9. 11.

Pemberian surat ijin berlayar untuk kapal berukuran tonase kotor sama dengan atau lebih dari 7 (GT ≥7) yang berlayar hanya di perairan daratan (sungai dan danau). Indikator Kinerja • Diberikannya surat ijin berlayar untuk kapal berukuran tonase kotor sama dengan atau lebih dari 7 (GT ≥7) yang berlayar hanya di perairan daratan (sungai dan danau). Indikator Kinerja perkotaan yang lintas pelayanannya melebihi satu kabupaten/ kota dalam satu provinsi atau dalam satu kabupaten/kota Alat Bukti/ Verifikasi Indikator antar kota dan perkotaan yang lintas pelayanannya melebihi satu kabupaten/kota dalam satu provinsi atau dalam satu kabupaten/ kota Tatacara Pengawasan untuk pelayanan angkutan antar kota dan perkotaan yang lintas pelayanannya melebihi satu kabupaten/kota dalam satu provinsi atau dalam satu kabupaten/kota c.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi untuk pelayanan angkutan antar kota dan perkotaan yang lintas pelayanannya melebihi satu kabupaten/kota dalam satu provinsi. PERHUBUNGAN LAUT Wewenang Kabupaten/Kota 1. Wewenang Provinsi 1. Wewenang Kabupaten/Kota dan perkotaan yang lintas pelayanannya dalam satu kabupaten/kota. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Dokumen pelaksanaan pemberian surat ijin berlayar untuk kapal berukuran tonase kotor sama dengan atau lebih dari 7 (GT ≥7) yang berlayar hanya di perairan daratan (sungai dan danau). Pemberian surat ijin berlayar untuk kapal berukuran tonase kotor sama dengan atau lebih dari 7 (GT ≥7) yang berlayar hanya di perairan daratan (sungai dan danau): a) Pemberian izin pembangunan dan pengadaan kapal sampai dengan GT 300 ditugaspembantuankan kepada provinsi b) Pelaksanaan pengukuran kapal sampai dengan GT 300 ditugas pembantuankan kepada provinsi c) Pelaksanaan pengawasan keselamatan kapal d) Pelaksanaan pemeriksaan 159 . Tatacara Pengawasan • Periksa pelaksanaan pemberian surat ijin berlayar untuk kapal berukuran tonase kotor sama dengan atau lebih dari 7 (GT ≥7) yang berlayar hanya di perairan daratan (sungai dan danau).

160 . Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Tatacara Pengawasan 2. Pemberian izin pembangunan dan pengadaan kapal berukuran tonase kotor kurang dari 7 (GT <7) yang berlayar hanya di perairan daratan (sungai dan danau). e) Pelaksanaan pemeriksaan konstruksi kapal. d) Pencatatan kapal dalam buku register pas perairan daratan. • Diberikannya izin pembangunan dan pengadaan kapal berukuran tonase kotor kurang dari 7 (GT <7) yang berlayar hanya di perairan daratan (sungai dan danau). Pemberian izin pembangunan dan pengadaan kapal berukuran tonase kotor kurang dari 7 (GT <7) yang berlayar hanya di perairan daratan (sungai dan danau): a) Pelaksanaan pengawasan keselamatan kapal. b) Pelaksanaan pengukuran kapal. • Periksa pelaksanaan pemberian izin pembangunan dan pengadaan kapal berukuran tonase kotor kurang dari 7 (GT <7) yang berlayar hanya di perairan daratan (sungai dan danau).LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi radio/elektronika kapal e) Pelaksanaan pengukuran kapal f) Penerbitan pas perairan daratan g) Pencatatan kapal dalam buku register pas perairan daratan h) Pelaksanaan pemeriksaan konstruksi i) Pelaksanaan pemeriksaan permesinan kapal j) Penerbitan sertifikat keselamatan kapal k) Pelaksanaan pemeriksaan perlengkapan kapal l) Penerbitan dokumen pengawakan kapal 2. • Dokumen pelaksanaan pemberian izin pembangunan dan pengadaan kapal berukuran tonase kotor kurang dari 7 (GT <7) yang berlayar hanya di perairan daratan (sungai dan danau). c) Penerbitan pas perairan daratan.

i) Penerbitan dokumen pengawakan kapal. j) Pemberian surat izin berlayar. • Diberikanyan izin pembangunan • Dokumen pelaksanaan dan pengadaan kapal berukuran pemberian izin pembangunan tonase kotor kurang dari GT 7 (GT dan pengadaan kapal < 7) yang berlayar di laut. 3. c) Penerbitan pas kecil d) Pencatatan kapal dalam buku register pas kecil. 161 . h) Penerbitan sertifikat keselamatan kapal. g) Penerbitan sertifikat keselamatan kapal. b) Pelaksanaan pengukuran kapal. f) Pelaksanaan pemeriksaan permesinan kapal. h) Pelaksanaan pemeriksaan perlengkapan kapal. Pemberian izin pembangunan dan pengadaan kapal berukuran tonase kotor kurang dari GT 7 (GT < 7) yang berlayar di laut. f) Indikator Kinerja Tatacara Pengawasan 3. Pemberian izin pembangunan dan pengadaan kapal berukuran tonase kotor kurang dari GT 7 (GT < 7) yg berlayar di laut: a) Pelaksanaan pengawasan keselamatan kapal. i) Penerbitan dokumen pengawakan kapal. g) Pelaksanaan pemeriksaan perlengkapan kapal. e) Pelaksanaan pemeriksaan konstruksi kapal. • Periksa pelaksanaan pemberian izin pembangunan dan pengadaan kapal berukuran tonase kotor kurang dari GT 7 (GT < 7) yang berlayar di laut.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota Pelaksanaan pemeriksaan permesinan kapal. berukuran tonase kotor kurang dari GT 7 (GT < 7) yang berlayar di laut.

• Periksa pelaksanaan penetapan rencana induk pelabuhan laut regional. Rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan umum 9. Rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan umum. internasional dan nasional. 6. dan penetapan penggunaan tanah lokasi pelabuhan laut. serta rekomendasi penetapan rencana induk pelabuhan laut internasional hub. • Periksa pelaksanaan penetapan penggunaan tanah lokasi pelabuhan laut. 7. Pengelolaan pelabuhan regional lama. dan Pengelolaan pelabuhan baru. internasional dan nasional. dan penetapan penggunaan tanah lokasi pelabuhan laut. dan penetapan rencana induk pelabuhan lokal. Rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan khusus. dan Pengelolaan pelabuhan baru. internasional dan nasional. Rekomendasi penetapan rencana induk pelabuhan laut internasional hub. 8. Penetapan rencana induk pelabuhan lokal. serta rekomendasi penetapan rencana induk pelabuhan laut internasional hub. • Dokumen pemberian rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan khusus. • Dilakukannya penetapan rencana induk pelabuhan laut regional. Rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan khusus. Rekomendasi penetapan rencana induk pelabuhan laut internasional hub. 9. 162 . Penetapan rencana induk pelabuhan laut regional. • Periksa pelaksanaan pemberian rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan khusus dan umum. dan penetapan rencana induk pelabuhan lokal. 5. • Diberikannya rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan khusus. serta rekomendasi penetapan rencana induk pelabuhan laut internasional hub. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Laporan pelaksanaan pengelolaan pelabuhan regional lama. 7. 5. • Diberikannya rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan khusus dan umum. Tatacara Pengawasan • Periksa pelaksanaan pengelolaan pelabuhan regional lama. Penetapan penggunaan tanah lokasi pelabuhan laut. • Laporan penetapan rencana induk pelabuhan laut regional. dan penetapan rencana induk pelabuhan lokal. • Periksa pelaksanaan pemberian rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan umum. • Dilakukannya penetapan penggunaan tanah lokasi pelabuhan laut. • Periksa pelaksanaan pemberian rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan khusus.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 4. Indikator Kinerja • Dilakukannya pengelolaan pelabuhan regional lama. • Dokumen pelaksanaan pemberian rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan khusus dan umum. Pengelolaan pelabuhan baru yang dibangun oleh kabupaten/kota 6. internasional dan nasional. 8. Wewenang Kabupaten/Kota 4. • Laporan penetapan penggunaan tanah lokasi pelabuhan laut. • Dokumen pemberian rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan umum. • Diberikannya rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan umum. dan penetapan penggunaan tanah lokasi pelabuhan laut. internasional dan nasional. dan Pengelolaan pelabuhan baru. Rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan khusus.

12. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Laporan penetapan keputusan pelaksanaan pembangunan pelabuhan laut regional. • Periksa pelaksanaan penetapan keputusan pelaksanaan pengoperasian pelabuhan laut regional dan penetapan pelaksanaan pembangunan pelabuhan khusus lokal. • Dokumen pelaksanaan penetapan izin pengoperasian pelabuhan khusus regional dan penetapan keputusan pelaksanaan pengoperasian pelabuhan laut lokal. Rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan khusus.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 10. • Periksa pelaksanaan penetapan izin pengoperasian pelabuhan khusus regional dan penetapan keputusan pelaksanaan pengoperasian pelabuhan laut lokal. • Diberikannya rekomendasi penetapan DLKr/DLKp pelabuhan laut internasional hub dan penetapan izin pengoperasian pelabuhan khusus lokal. Penetapan pelaksanaan pembangunan pelabuhan khusus lokal. • Dilakukannya penetapan izin pengoperasian pelabuhan khusus regional dan penetapan keputusan pelaksanaan pengoperasian pelabuhan laut lokal. dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan khusus. 11. • Laporan penetapan keputusan pelaksanaan pengoperasian pelabuhan laut regional dan penetapan pelaksanaan pembangunan pelabuhan khusus lokal. Indikator Kinerja • Dilakukannya penetapan keputusan pelaksanaan pembangunan pelabuhan laut regional. Penetapan keputusan pelaksanaan pengoperasian pelabuhan laut regional. 13. 14. • Dokumen pelaksanaan pemberian rekomendasi penetapan DLKr/DLKp pelabuhan laut internasional hub dan penetapan izin pengoperasian pelabuhan Tatacara Pengawasan • Periksa pelaksanaan penetapan keputusan pelaksanaan • pembangunan pelabuhan laut regional. Penetapan izin pengoperasian pelabuhan khusus lokal. • Dilakukannya penetapan pelaksanaan pembangunan pelabuhan khusus regional dan penetapan keputusan pelaksanaan pembangunan pelabuhan laut lokal. • Periksa pelaksanaan penetapan pelaksanaan pembangunan pelabuhan khusus regional dan penetapan keputusan pelaksanaan pembangunan pelabuhan laut lokal. Penetapan keputusan pelaksanaan pembangunan pelabuhan laut lokal. . dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhankhusus. • Laporan penetapan pelaksanaan pembangunan pelabuhan khusus regional dan penetapan keputusan pelaksanaan pembangunan pelabuhan laut lokal. Wewenang Kabupaten/Kota 10. 14. • Dilakukannya penetapan keputusan pelaksanaan pengoperasian pelabuhan laut regional dan penetapan pelaksanaan pembangunan pelabuhan khusus lokal. Penetapan keputusan pelaksanaan pembangunan pelabuhan laut regional. • Periksa pelaksanaan pemberian rekomendasi penetapan DLKr/DLKp pelabuhan laut internasional hub dan penetapan izin pengoperasian pelabuhan 163 11. 13. Penetapan pelaksanaan pembangunan pelabuhan khusus regional. Rekomendasi penetapan DLKr/DLKp pelabuhan laut internasional hub. dan rekomendasi penetapan lokasi pelabuhankhusus. 12. Penetapan keputusan pelaksanaan pengoperasian pelabuhan laut lokal. Penetapan izin pengoperasian pelabuhan khusus regional.

18. Penetapan DLKr/DLKp pelabuhan laut regional. Penetapan DLKr/DLKp pelabuhan laut lokal. Rekomendasi penetapan DLKr/DLKp pelabuhan laut internasional hub. 16. • Periksa pelaksanaan pemberian rekomendasi penetapan dan izin kegiatan pengerukan di dalam DLKr/DLKp pelabuhan laut regional. Rekomendasi penetapan DLKr/DLKp pelabuhan laut internasional. 15. 16. • Diberikannya rekomendasi penetapan dan izin kegiatan pengerukan di dalam DLKr/DLKp pelabuhan laut regional. 164 . 17. 19. Izin reklamasi di dalam DLKr/DLKp pelabuhan laut regional. 20. • Dilakukannya penetapan dan rekomendasi DLKr/DLKp pelabuhan laut. • Periksa pelaksanaan penetapan dan rekomendasi DLKr/DLKp pelabuhan laut. Rekomendasi penetapan DLKr/DLKp pelabuhan laut nasional. • Dokumen pelaksanaan pemberian rekomendasi penetapan DLKr/DLKp pelabuhan laut. • Diberikannya rekomendasi penetapan DLKr/DLKp pelabuhan laut. • Periksa pelaksanaan pemberian rekomendasi penetapan DLKr/DLKp pelabuhan laut internasional. • Diberikannya rekomendasi penetapan DLKr/DLKp pelabuhan laut internasional. 15. 18. Rekomendasi penetapan DLKr/DLKp pelabuhan laut internasional. Pertimbangan teknis terhadap penambahan dan/atau pengembangan fasilitas pokok pelabuhan laut lokal. Tatacara Pengawasan khusus lokal. • Dokumen pelaksanaan pemberian ekomendasi penetapan dan izin kegiatan pengerukan di dalam DLKr/DLKp pelabuhan laut regional. • Periksa pelaksanaan penetapan dan izin reklame DLKr/DLKp pelabuhan laut. 17. Rekomendasi penetapan DLKr/DLKp pelabuhan laut regional. 19. Izin kegiatan pengerukan di dalam DLKr/DLKp pelabuhan laut regional. • Dilakukannya penetapan dan izin reklame DLKr/DLKp pelabuhan laut. Rekomendasi penetapan DLKr/DLKp pelabuhan laut nasional. • Laporan pelaksanaan pemberian pertimbangan teknis terhadap penambahan dan/atau pengembangan fasilitas pokok pelabuhan laut regional dan lokal. 20.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator khusus lokal. • Dokumen pelaksanaan penetapan dan rekomendasi DLKr/DLKp pelabuhan laut. • Dokumen pelaksanaan penetapan dan izin reklame DLKr/DLKp pelabuhan laut. • Periksa pelaksanaan pemberian pertimbangan teknis terhadap penambahan dan/atau pengembangan fasilitas pokok pelabuhan laut regional dan lokal. • Periksa pelaksanaan pemberian rekomendasi penetapan DLKr/DLKp pelabuhan laut. • Dokumen pelaksanaan pemberian rekomendasi penetapan DLKr/DLKp pelabuhan laut internasional. Pertimbangan teknis terhadap penambahan dan/atau pengembangan fasilitas pokok pelabuhan laut regional. • Diberikannya pertimbangan teknis terhadap penambahan dan/atau pengembangan fasilitas pokok pelabuhan laut regional dan lokal.

23. • Dokumen pelaksanaan pemberian rekomendasi penetapan pelabuhan yang terbuka bagi perdagangan luar neger dan Izin kegiatan Tatacara Pengawasan • Periksa pelaksanaan penetapan pelayanan operasional 24 jam pelabuhan laut regional dan izin kegiatan pengerukan di wilayah perairan pelabuhan khusus lokal. • Laporan penetapan DUKS di pelabuhan dan izin kegiatan pengerukan di dalam DLKr/DLKp pelabuhan laut. • Dilakukannya penetapan DUKS di pelabuhan dan izin kegiatan reklamasi di wilayah perairan pelabuhan khusus. • Dokumen pelaksanaan pemberian izin kegiatan pengerukan dan reklameasi di wilayah perairan pelabuhan khusus. Rekomendasi penetapan pelabuhan yang terbuka bagi perdagangan luar negeri. Izin kegiatan pengerukan di wilayah perairan pelabuhan khusus regional. • Periksa pelaksanaan pemberian izin kegiatan pengerukan dan reklameasi di wilayah perairan pelabuhan khusus. Izin kegiatan reklamasi di wilayah perairan pelabuhan khusus regional. • Laporan penetapan pelayanan operasional 24 jam pelabuhan khusus dan pelaksanaan rancang bangun fasilitas pelabuhan bagi pelabuhan. • Periksa pelaksanaan pemberian rekomendasi penetapan pelabuhan yang terbuka bagi perdagangan luar neger dan Izin kegiatan 165 22. 22. 23. Izin kegiatan reklamasi di wilayah perairan pelabuhan khusus lokal. • Laporan penetapan DUKS di pelabuhan dan izin kegiatan reklamasi di wilayah perairan pelabuhan khusus. Penetapan DUKS di pelabuhan lokal. Izin kegiatan pengerukan di dalam DLKr/DLKp pelabuhan laut lokal. Pelaksanaan rancang bangun fasilitas pelabuhan bagi pelabuhan dengan pelayaran lokal 25. 24. Wewenang Kabupaten/Kota 21. Izin kegiatan reklamasi di dalam DLKr/DLKp pelabuhan laut lokal. • Dilakukannya penetapan pelayanan operasional 24 jam pelabuhan khusus dan pelaksanaan rancang bangun fasilitas pelabuhan bagi pelabuhan. • Periksa pelaksanaan penetapan DUKS di pelabuhan dan izin kegiatan reklamasi di wilayah perairan pelabuhan khusus. • Diberikannya rekomendasi penetapan pelabuhan yang terbuka bagi perdagangan luar neger dan Izin kegiatan reklamasi di dalam DLKr/DLKp pelabuhan Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Laporan penetapan pelayanan operasional 24 jam pelabuhan laut regional dan izin kegiatan pengerukan di wilayah perairan pelabuhan khusus lokal. • Diberikannya izin kegiatan pengerukan dan reklameasi di wilayah perairan pelabuhan khusus. 26. • Dilakukannya penetapan DUKS di pelabuhan dan izin kegiatan pengerukan di dalam DLKr/DLKp pelabuhan laut. Indikator Kinerja • Dilakukannya penetapan pelayanan operasional 24 jam pelabuhan laut regional dan izin kegiatan pengerukan di wilayah perairan pelabuhan khusus lokal.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 21. Penetapan pelayanan operasional 24 jam pelabuhan laut regional. • Periksa pelaksanaan penetapan DUKS di pelabuhan dan izin kegiatan pengerukan di dalam DLKr/DLKp pelabuhan laut. 25. . 24. Penetapan pelayanan operasional 24 jam pelabuhan khusus regional. 26. Penetapan DUKS di pelabuhan regional. • Periksa pelaksanaan penetapan pelayanan operasional 24 jam pelabuhan khusus dan pelaksanaan rancang bangun fasilitas pelabuhan bagi pelabuhan. Izin kegiatan pengerukan di wilayah perairan pelabuhan khusus lokal.

Alat Bukti/ Verifikasi Indikator reklamasi di dalam DLKr/DLKp pelabuhan laut lokal. Penetapan pelayanan operasional 24 jam pelabuhan khusus lokal. 28. • Periksa pelaksanaan pemberian izin usaha perusahaan angkutan laut bagi perusahaan yang berdomisili dan beroperasi pada lintas pelabuhan dan penetapan pelayanan operasional 24 jam pelabuhan laut. Izin usaha pelayaran rakyat bagi perusahaan yang berdomisili dan beroperasi pada lintas pelabuhan antar kabupaten /kota dalam wilayah provinsi setempat. • Periksa pelaksanaan pemberian izin usaha pelayaran rakyat bagi perusahaan yang berdomisili dan beroperasi pada lintas pelabuhan dan penetapan pelayanan operasional 24 jam pelabuhan khusus. • Diberikannya izin usaha • Dokumen pelaksanaan pelayaran rakyat bagi perusahaan pemberian izin usaha yang berdomisili dan beroperasi pelayaran rakyat bagi pada lintas pelabuhan dan perusahaan yang berdomisili penetapan pelayanan operasional dan beroperasi pada lintas 24 jam pelabuhan khusus. Rekomendasi penetapan pelabuhan yang terbuka bagi perdagangan luar negeri.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja laut lokal. pelabuhan dan penetapan pelayanan operasional 24 jam pelabuhan khusus. 28. pelabuhan antar provinsi dan interna-sional (lintas batas) 29. Pemberitahuan pembukaan kantor cabang perusahaan angkutan laut nasional yang lingkup kegiatannya melayani lintas pelabuhan antar kabupaten/kota dalam satu provinsi. • Dilakukannya pemberitahuan pembukaan kantor cabang perusahaan angkutan laut nasional yang lingkup kegiatannya melayani lintas pelabuhan dan rekomendasi penetapan pelabuhan yang terbuka bagi perdagangan luar negeri. • Periksa pelaksanaan pemberitahuan pembukaan kantor cabang perusahaan pelayaran rakyat yang lingkup kegiatannya melayani lintas 166 27. Pemberitahuan pembukaan kantor cabang perusahaan pelayaran rakyat yang lingkup kegiatannya melayani lintas pelabuhan 27. Penetapan pelayanan operasional 24 jam pelabuhan laut lokal. • Dokumen pelaksanaan pemberian izin usaha perusahaan angkutan laut bagi perusahaan yang berdomisili dan beroperasi pada lintas pelabuhan dan penetapan pelayanan operasional 24 jam pelabuhan laut. Izin usaha perusahaan angkutan laut bagi perusahaan yang berdomisili dan beroperasi pada lintas pelabuhan antar kabupaten/ kota dalam wilayah provinsi setempat. • Dilakukannya pemberitahuan pembukaan kantor cabang perusahaan pelayaran rakyat yang lingkup kegiatannya melayani lintas pelabuhan dan • Dokumen pemberitahuan pembukaan kantor cabang perusahaan angkutan laut nasional yang lingkup kegiatannya melayani lintas pelabuhan dan rekomendasi penetapan pelabuhan yang terbuka bagi perdagangan luar negeri. • Periksa pelaksanaan pemberitahuan pembukaan kantor cabang perusahaan angkutan laut nasional yang lingkup kegiatannya melayani lintas pelabuhan dan rekomendasi penetapan pelabuhan yang terbuka bagi perdagangan luar negeri. 30. • Dokumen pemberitahuan pembukaan kantor cabang perusahaan pelayaran rakyat yang lingkup kegiatannya melayani lintas pelabuhan dan 29. Tatacara Pengawasan reklamasi di dalam DLKr/DLKp pelabuhan laut lokal. 30. • Diberikannya izin usaha perusahaan angkutan laut bagi perusahaan yang berdomisili dan beroperasi pada lintas pelabuhan dan penetapan pelayanan operasional 24 jam pelabuhan laut. Penetapan besaran tarif jasa kepelabuhanan pada pelabuhan lokal yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten/kota. .

Tatacara Pengawasan pelabuhan dan penetapan besaran tarif jasa kepelabuhanan pada pelabuhan lokal. lintas pelabuhan antar provinsi serta lintas pelabuhan internasional (lintas batas). beroperasi pada lintas pelabuhan antar kabupaten/kota dalam satu provinsi. • Dilakukannya pelaporan pengoperasian kapal secara tidak tetap dan tidak teratur (tramper) bagi perusahaan angkutan laut yang berdomisili dan beroperasi pada lintas pelabuhan dan izin usaha perusahaan angkutan laut bagi perusahaan. • Dilakukannya pelaporan penempatan kapal dalam trayek tetap dan teratur (liner) dan pengoperasian kapal secara tidak tetap dan tidak teratur (tramper) bagi perusahaan pelayaran rakyat yang berdomisili dan beroperasi pada lintas pelabuhan dan izin usaha pelayaran rakyat bagi perusahaan. Pelaporan pengoperasian 31. 31. 32. 32. Izin usaha perusahaan kapal secara tidak tetap dan angkutan laut bagi perusahaan tidak teratur (tramper) bagi yang berdomisili dan beroperasi perusahaan angkutan laut pada lintas pelabuhan dalam yang berdomisili dan kabupaten/ kota setempat. Izin usaha pelayaran rakyat bagi perusahaan yang berdomisili dan beroperasi pada lintas pelabuhan dalam wilayah kabupaten/kota setempat Alat Bukti/ Verifikasi Indikator penetapan besaran tarif jasa kepelabuhanan pada pelabuhan lokal. antar kabupaten/kota dalam satu provinsi. perusahaan angkutan laut bagi perusahaan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja penetapan besaran tarif jasa kepelabuhanan pada pelabuhan lokal. Pelaporan penempatan kapal dalam trayek tetap dan teratur (liner) dan pengoperasian kapal secara tidak tetap dan tidak teratur (tramper) bagi perusahaan pelayaran rakyat yang berdomisili dan beroperasi pada lintas pelabuhan antar kabupaten/kota dalam wilayah provinsi setempat. pelabuhan antar provinsi dan internasional (lintas batas). bagi perusahaan. • Dokumen pelaporan • Periksa pelaksanaan penempatan kapal dalam pelaporan penempatan kapal trayek tetap dan teratur (liner) dalam trayek tetap dan dan pengoperasian kapal teratur (liner) dan secara tidak tetap dan tidak pengoperasian kapal secara teratur (tramper) bagi tidak tetap dan tidak teratur perusahaan pelayaran rakyat (tramper) bagi perusahaan yang berdomisili dan pelayaran rakyat yang beroperasi pada lintas berdomisili dan beroperasi pelabuhan dan izin usaha pada lintas pelabuhan dan pelayaran rakyat bagi izin usaha pelayaran rakyat perusahaan. • Dokumen pelaporan • Periksa pelaksanaan pengoperasian kapal secara pelaporan pengoperasian tidak tetap dan tidak teratur kapal secara tidak tetap dan (tramper) bagi perusahaan tidak teratur (tramper) bagi angkutan laut yang berdomisili perusahaan angkutan laut dan beroperasi pada lintas yang berdomisili dan pelabuhan dan izin usaha beroperasi pada lintas perusahaan angkutan laut bagi pelabuhan dan izin usaha perusahaan. 167 .

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 33. Izin usaha tally di pelabuhan. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Dokumen pelaksanaan pemberian izin usaha tally di pelabuhan dan pemberitahuan pembukaan kantor cabang perusahaan angkutan laut nasional yang lingkup kegiatannya melayani lintas pelabuhan • Dokumen pelaksanaan pemberian izin usaha bongkar muat barang dari dan ke kapal. Izin usaha bongkar muat barang dari dan ke kapal. • Dokumen pelaksanaan pemberian izin usaha ekspedisi/freight forwarder dan pelaporan pengoperasian kapal secara tidak tetap dan tidak teratur (tramper) bagi perusahaan angkutan laut yang berdomisili dan beroperasi pada lintas pelabuhan. Pemberitahuan pembukaan kantor cabang perusahaan angkutan laut nasional yang lingkup kegiatannya melayani lintas pelabuhan dalam satu kabupaten/kota. • Diberikannya izin usaha ekspedisi/freight forwarder dan pelaporan pengoperasian kapal secara tidak tetap dan tidak teratur (tramper) bagi perusahaan angkutan laut yang berdomisili dan beroperasi pada lintas pelabuhan. Wewenang Kabupaten/Kota 33. 35. • Periksa pelaksanaan pemberian izin usaha ekspedisi/freight forwarder dan pelaporan pengoperasian kapal secara tidak tetap dan tidak teratur (tramper) bagi perusahaan angkutan laut yang berdomisili dan beroperasi pada lintas pelabuhan. 36. serta pemberitahuan pembukaan kantor cabang perusahaan pelayaran rakyat yang lingkup kegiatannya melayani lintas pelabuhan. Pelaporan pengoperasian kapal secara tidak tetap dan tidak teratur (tramper) bagi perusahaan angkutan laut yang berdomisili dan beroperasi pada lintas pelabuhan dalam wilayah kabupaten/kota setempat. serta pemberitahuan pembukaan kantor cabang perusahaan pelayaran rakyat yang lingkup kegiatannya melayani lintas pelabuhan. 34. Pelaporan penempatan kapal dalam trayek tetap dan teratur (liner) dan pengoperasian kapal secara tidak tetap dan tidak teratur (tramper) bagi perusahaan pelayaran rakyat • Diberikannya izin usaha angkutan perairan pelabuhan dan pelaporan penempatan kapal dalam trayek tetap dan teratur (liner) dan pengoperasian kapal secara tidak tetap dan tidak . • Periksa pelaksanaan pemberian izin usaha angkutan perairan pelabuhan dan pelaporan penempatan kapal dalam trayek tetap dan teratur (liner) dan 168 34. • Dokumen pelaksanaan pemberian izin usaha angkutan perairan pelabuhan dan pelaporan penempatan kapal dalam trayek tetap dan teratur (liner) dan Tatacara Pengawasan • Periksa pelaksanaan pemberian izin usaha tally di pelabuhan dan pemberitahuan pembukaan kantor cabang perusahaan angkutan laut nasional yang lingkup kegiatannya melayani lintas pelabuhan • Periksa pelaksanaan pemberian izin usaha bongkar muat barang dari dan ke kapal. Indikator Kinerja • Diberikannya izin usaha tally di pelabuhan dan pemberitahuan pembukaan kantor cabang perusahaan angkutan laut nasional yang lingkup kegiatannya melayani lintas pelabuhan • Diberikannya izin usaha bongkar muat barang dari dan ke kapal. Izin usaha angkutan perairan pelabuhan. Pemberitahuan pembukaan kantor cabang perusahaan pelayaran rakyat yang lingkup kegiatannya melayani lintas pelabuhan dalam satu kabupaten/kota. 36. Izin usaha ekspedisi/freight forwarder. serta pemberitahuan pembukaan kantor cabang perusahaan pelayaran rakyat yang lingkup kegiatannya melayani lintas pelabuhan. 35.

Indikator Kinerja teratur (tramper) bagi perusahaan pelayaran rakyat yang berdomisili dan beroperasi pada lintas pelabuhan. Izin usaha tally di pelabuhan. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator pengoperasian kapal secara tidak tetap dan tidak teratur (tramper) bagi perusahaan pelayaran rakyat yang berdomisili dan beroperasi pada lintas pelabuhan. 40. 39. • Dilakukannya penetapan lokasi pemasangan dan pemeliharaan alat pengawasan dan alat pengamanan (rambu-rambu). – 39. Pemberian rekomendasi dalam penerbitan izin usaha dan kegiatan salvage serta persetujuan Pekerjaan Bawah Air (PBA) dan pengawasan kegiatannya dalam kabupaten/kota. – . Izin usaha bongkar muat barang dari dan ke kapal.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota yang berdomisili dan beroperasi pada lintas pelabuhan dalam wilayah kabupaten/kota setempat. Penetapan lokasi pemasangan dan pemeliharaan alat pengawasan dan alat pengamanan (rambu-rambu). 38. 38. • Periksa pelaksanaan pemberian izin usaha depo peti kemas dan izin usaha bongkar muat barang dari dan ke kapal. • Periksa pelaksanaan pemberian izin usaha penyewaan peralatan angkutan laut/peralatan penunjang angkutan laut dan izin usaha tally di pelabuhan. • Dokumen pelaksanaan pemberian izin usaha ekspedisi/Freight Forwarder. • Dokumen pelaksanaan pemberian izin usaha depo peti kemas dan izin usaha bongkar muat barang dari dan ke kapal. 37. • Dokumen pelaksanaan pemberian izin usaha penyewaan peralatan angkutan laut/peralatan penunjang angkutan laut dan izin usaha tally di pelabuhan. • Periksa apakah terdapat izin usaha ekspedisi/ Freight Forwarder. danau dan sungai lintas kabupaten/kota • Dokumen pemberian rekomendasi dalam penerbitan izin usaha dan kegiatan salvage serta persetujuan Pekerjaan Bawah Air (PBA) dan pengawasan kegiatannya Tatacara Pengawasan pengoperasian kapal secara tidak tetap dan tidak teratur (tramper) bagi perusahaan pelayaran rakyat yang berdomisili dan beroperasi pada lintas pelabuhan. • Diberikannya izin usaha depo peti kemas dan izin usaha bongkar muat barang dari dan ke kapal. • Periksa pelaksanaan enetapan lokasi pemasangan dan pemeliharaan alat pengawasan dan alat pengamanan (rambu-rambu). • Dokumen penetapan lokasi pemasangan dan pemeliharaan alat pengawasan dan alat pengamanan (rambu-rambu). Izin usaha depo peti kemas. Izin usaha penyewaan peralatan angkutan laut/ peralatan penunjang angkutan laut. Izin usaha ekspedisi/Freight Forwarder. danau dan sungai lintas kabupaten/kota • Dilakukannya pemberian rekomendasi dalam penerbitan izin usaha dan kegiatan salvage serta persetujuan Pekerjaan Bawah Air (PBA) dan pengawasan kegiatannya dalam 37. – 41. • Diberikannya izin usaha penyewaan peralatan angkutan laut/peralatan penunjang angkutan laut dan izin usaha tally di pelabuhan. • Diberikannya izin usaha ekspedisi/Freight Forwarder. danau dan sungai lintas kabupaten/kota 41. danau dan sungai lintas kabupaten/kota • Periksa pelaksanaan pemberian rekomendasi dalam penerbitan izin usaha dan kegiatan salvage serta persetujuan Pekerjaan Bawah Air (PBA) dan 169 40.

• Dilakukannya pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan Jaringan dan Rute Penerbangan dan melaporkan ke pemerintah. d. - 3. • Dilakukannya pengusulan rute penerbangan baru ke dari daerah yang bersangkutan. 2. • Dilakukannya pemantauan pelaksanaan persetujuan rute Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Laporan pelaksanaan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan izin usaha angkutan udara niaga dan melaporkan ke Pemerintah. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator dalam kabupaten/kota. Pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan izin usaha angkutan udara niaga dan melaporkan ke Pemerintah. Pengusulan rute penerbangan baru ke dari daerah yang bersangkutan. - 4. Pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan Jaringan dan Rute Penerbangan dan melaporkan ke pemerintah. - . • Dilakukannya pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan izin kegiatan angkutan udara dan melaporkan ke pemerintah. Tatacara Pengawasan pengawasan kegiatannya dalam kabupaten/kota. 5. Pemantauan pelaksanaan persetujuan rute 2. • Laporan pelaksanaan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan izin kegiatan angkutan udara dan melaporkan ke pemerintah.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja kabupaten/kota. PERHUBUNGAN UDARA 1) ANGKUTAN UDARA Wewenang Kabupaten/Kota 1. Pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan izin kegiatan angkutan udara dan melaporkan ke pemerintah. Indikator Kinerja • Dilakukannya pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan izin usaha angkutan udara niaga dan melaporkan ke Pemerintah. 5. 4. • Laporan pelaksanaan pemantauan pelaksanaan Tatacara Pengawasan • Periksa hasil pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan izin usaha angkutan udara niaga dan melaporkan ke Pemerintah • Periksa hasil pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan izin kegiatan angkutan udara dan melaporkan ke pemerintah • Periksa hasil pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan Jaringan dan Rute Penerbangan dan melaporkan ke pemerintah • Periksa hasil pengusulan rute penerbangan baru ke dari daerah yang bersangkutan • Periksa hasil pemantauan pelaksanaan persetujuan rute 170 Wewenang Provinsi 1. 3. • Dokumen usulan rute penerbangan baru ke dari daerah yang bersangkutan. • Laporan pelaksanaan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan Jaringan dan Rute Penerbangan dan melaporkan ke pemerintah.

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi penerbangan dan melaporkan ke pemerintah. 8. 9. Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja penerbangan dan melaporkan ke pemerintah. • Dilakukannya pemantauan terhadap pelaksanaan persetujuan izin terbang/FA yang dikeluarkan oleh pemerintah dan melaporkan ke pemerintah. Tatacara Pengawasan penerbangan dan melaporkan ke pemerintah • Periksa hasil pemantauan terhadap pelaksanaan persetujuan penambahan atau pengurangan kapasitas angkutan udara dan melaporkan ke pemerintah • Periksa hasil pemantauan terhadap pelaksanaan persetujuan izin terbang/FA yang dikeluarkan oleh pemerintah dan melaporkan ke pemerintah • Periksa proses persetujuan izin terbang/FA perusahaan angkutan udara tidak berjadwal antar kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi dengan pesawat udara di atas 30 tempat duduk dan melaporkan ke Pemerintah • Periksa hasil pemantauan terhadap pelaksanaan persetujuan izin terbang/FA perusahaan angkutan udara non berjadwal antar kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi dengan pesawat udara diatas 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah 171 . Pemantauan terhadap pelaksanaan persetujuan penambahan atau pengurangan kapasitas angkutan udara dan melaporkan ke pemerintah. Laporan pelaksanaan pemantauan terhadap pelaksanaan persetujuan penambahan atau pengurangan kapasitas angkutan udara dan melaporkan ke pemerintah. Persetujuan izin terbang/FA perusahaan angkutan udara tidak berjadwal antar kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi dengan pesawat udara di atas 30 tempat duduk dan melaporkan ke Pemerintah. Laporan pelaksanaan persetujuan izin terbang/FA perusahaan angkutan udara tidak berjadwal antar kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi dengan pesawat udara di atas 30 tempat duduk dan melaporkan ke Pemerintah. 7. • Dilakukannya persetujuan izin terbang/FA perusahaan angkutan udara tidak berjadwal antar kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi dengan pesawat udara di atas 30 tempat duduk dan melaporkan ke Pemerintah. Laporan pelaksanaan pemantauan terhadap pelaksanaan persetujuan izin terbang/FA yang dikeluarkan oleh pemerintah dan melaporkan ke pemerintah. 6. • 7. - • Dilakukannya pemantauan terhadap pelaksanaan persetujuan penambahan atau pengurangan kapasitas angkutan udara dan melaporkan ke pemerintah. - • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator persetujuan rute penerbangan dan melaporkan ke pemerintah. • Dilakukannya pemantauan terhadap pelaksanaan persetujuan izin terbang/FA perusahaan angkutan udara non berjadwal antar kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi dengan pesawat udara diatas 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah. - • 8. - • 9. 6. Laporan pelaksanaan pemantauan terhadap pelaksanaan persetujuan izin terbang/FA perusahaan angkutan udara non berjadwal antar kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi dengan pesawat udara diatas 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah. Pemantauan terhadap pelaksanaan persetujuan izin terbang/FA perusahaan angkutan udara non berjadwal antar kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi dengan pesawat udara diatas 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah. Pemantauan terhadap pelaksanaan persetujuan izin terbang/FA yang dikeluarkan oleh pemerintah dan melaporkan ke pemerintah.

Pemantauan terhadap pelaksanaan tarif angkutan udara (batas atas) dan tarif referensi angkutan udara dan melaporkan ke pemerintah. penilaian. 16. dan tindakan korektif terhadap pelaksanaan kegiatan EMPU dan melaporkan kepada pemerintah. 13. • Dilakukannya pemantauan. - Indikator Kinerja • Dilakukannya pemantauan terhadap pelaksanaan tarif angkutan udara (batas atas) dan tarif referensi angkutan udara dan melaporkan ke pemerintah. - • 16. - • 15. Laporan pelaksanaan pengawasan dan Tatacara Pengawasan • Periksa hasil pemantauan terhadap pelaksanaan tarif angkutan udara (batas atas) dan tarif referensi angkutan udara dan melaporkan ke pemerintah • Periksa hasil pemantauan terhadap personil petugas pengamanan operator penerbangan dan personil petugas pasasi dan melaporkan ke pemerintah • Periksa hasil pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan general sales agent dan melaporkan ke pemerintah • Periksa proses penetapan pemberian izin Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (EMPU) • Periksa proses pemberian arahan dan petunjuk terhadap kegiatan Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (EMPU) • Periksa hasil Pemantauan. 12. penilaian. Wewenang Kabupaten/Kota 10. Pengawasan dan pengendalian izin EMPU. • Dilakukannya pengawasan dan pengendalian izin EMPU. dan tindakan korektif terhadap pelaksanaan kegiatan EMPU dan melaporkan kepada pemerintah. • Dilakukannya pemberian izin Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (EMPU). 11. • Dilakukannya pemantauan terhadap personil petugas pengamanan operator penerbangan dan personil petugas pasasi dan melaporkan ke pemerintah. • 11. dan tindakan korektif terhadap pelaksanaan kegiatan EMPU dan melaporkan kepada pemerintah. - • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan pelaksanaan pemantauan terhadap pelaksanaan tarif angkutan udara (batas atas) dan tarif referensi angkutan udara dan melaporkan ke pemerintah. dan tindakan korektif terhadap pelaksanaan kegiatan EMPU dan melaporkan kepada pemerintah • Periksa hasil Pengawasan dan pengendalian izin EMPU 172 . Laporan pelaksanaan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan general sales agent dan melaporkan ke pemerintah. • Dilakukannya pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan general sales agent dan melaporkan ke pemerintah. Laporan pelaksanaan pemantauan. penilaian. Pemberian arahan dan petunjuk terhadap kegiatan Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (EMPU). Laporan pelaksanaan pemberian arahan dan petunjuk terhadap kegiatan Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (EMPU). 15. Laporan pelaksanaan pemberian izin Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (EMPU). - • 13. Pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan general sales agent dan melaporkan ke pemerintah. 14.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 10. - • 12. Pemantauan terhadap personil petugas pengamanan operator penerbangan dan personil petugas pasasi dan melaporkan ke pemerintah. penilaian. Laporan pelaksanaan pemantauan terhadap personil petugas pengamanan operator penerbangan dan personil petugas pasasi dan melaporkan ke pemerintah. • Dilakukannya pemberian arahan dan petunjuk terhadap kegiatan Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (EMPU). Pemantauan. Pemberian izin Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (EMPU). - • 14.

• Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Dokumen rekomendasi penetapan lokasi bandar udara umum Dokumen rekomendasi penetapan/izin pembangunan bandar udara umum dan pemantauan terhadap pelaksanaan keputusan penetapan lokasi bandar udara umum dan melaporkan ke pemerintah. Mengusulkan penetapan tersebut kepada pemerintah 2) BANDAR UDARA Wewenang Kabupaten/Kota 1. 2. Pemberian rekomendasi penetapan/izin pembangunan bandar udara umum yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk. Pengusulan bandar udara yang terbuka untuk melayani angkutan udara ke/dari luar negeri. Mengusulkan penetapan tersebut kepada pemerintah. Mengusulkan penetapan tersebut kepada pemerintah. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. Pengusulan bandar udara di wilayah kerjanya yang terbuka untuk angkutan udara ke/dari luar negeri disertai alasan dan data dukung yang memadai. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. • • • . Pemberian rekomendasi penetapan lokasi bandar udara umum. Wewenang Kabupaten/Kota 17. Tatacara Pengawasan • Periksa proses dan hasil pengusulan bandar udara yang terbuka untuk melayani angkutan udara ke/dari luar negeri. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator pengendalian izin EMPU.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi 17. 2. • Laporan pelaksanaan pengusulan bandar udara yang terbuka untuk melayani angkutan udara ke/dari luar negeri. Pemberian rekomendasi penetapan lokasi bandar udara umum. Mengusulkan penetapan tersebut kepada pemerintah. Pengusulan bandar udara di wilayah kerjanya yang terbuka untuk angkutan udara ke/dari luar negeri disertai alasan dan data dukung yang memadai. - Indikator Kinerja • Dilakukannya pengusulan bandar udara yang terbuka untuk melayani angkutan udara ke/dari luar negeri. Pengusulan bandar udara di wilayah kerjanya yang terbuka untuk angkutan udara ke/dari luar negeri disertai alasan dan data dukung yang memadai. pada bandar udara yang belum terdapat kantor 173 Wewenang Provinsi 1. Pemantauan terhadap pelaksanaan keputusan penetapan lokasi bandar udara umum dan melaporkan ke pemerintah. Pengusulan bandar udara di wilayah kerjanya yang terbuka untuk angkutan udara ke/dari luar negeri disertai alasan dan data dukung yang memadai. • Indikator Kinerja Diberikannya rekomendasi penetapan lokasi bandar udara umum Diberikannya rekomendasi penetapan/izin pembangunan bandar udara umum dan pemantauan terhadap pelaksanaan keputusan penetapan lokasi bandar udara umum dan melaporkan ke pemerintah. Tatacara Pengawasan • Periksa proses pemberian rekomendasi penetapan lokasi bandar udara umum Periksa hasil pemberian rekomendasi penetapan/izin pembangunan bandar udara umum dan pemantauan terhadap pelaksanaan keputusan penetapan lokasi bandar udara umum dan melaporkan ke pemerintah.

• 4. Dokumen ketetapan/izin dan pelaksanaan pemantauan terhadap pembangunan bandar udara umum yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. Pemantauan terhadap pelaksanaan penetapan/izin pembangunan bandar udara khusus yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan kepada pemerintah. salvage. pada bandar udara yang belum 3. Pemantauan terhadap penetapan/izin pembangunan bandar udara umum yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. Pertolongan Kecelakaan Penerbangan-Pemadam Kebakaran (PKP-PK). Periksa hasil pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan pengatur pesawat udara di apron. salvage. pengamanan bandar udara dan GSE. Periksa hasil pemantauan terhadap penetapan/izin pembangunan bandar udara umum yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah. pada bandar udara yang belum • • Periksa proses penetapan/ izin dan pemantauan terhadap pembangunan bandar udara umum yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. Pertolongan Kecelakaan PenerbanganPemadam Kebakaran (PKP-PK). pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. 5. - • . • Ditetapkannya/izin dan pemantauan terhadap pembangunan bandar udara umum yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Tatacara Pengawasan adbandara. salvage. 174 5. Pertolongan Kecelakaan PenerbanganPemadam Kebakaran (PKPPK). 4. Pertolongan Kecelakaan PenerbanganPemadam Kebakaran (PKPPK). Pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan pengatur pesawat udara di apron. 3. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. pengamanan bandar udara dan GSE. salvage. • Dilakukannya pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan pengatur pesawat udara di apron. • Laporan pelaksanaan pemantauan terhadap pelaksanaan penetapan/izin pembangunan bandar udara khusus yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan kepada pemerintah. - • Dilakukannya pemantauan terhadap pelaksanaan penetapan/izin pembangunan bandar udara khusus yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan kepada pemerintah. Penetapan/izin pembangunan bandar udara umum yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk. pengamanan bandar udara dan GSE. pengamanan bandar udara dan GSE. • Laporan pelaksanaan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan pengatur pesawat udara di apron.

- • 10. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator terdapat kantor adbandara. Pemantauan terhadap pelaksanaan penetapan 9. 7. • Laporan pelaksanaan pemantauan terhadap pelaksanaan penetapan batas-batas kawasan keselamatan operasi bandar udara umum yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah. • Dilakukannya pemantauan terhadap pelaksanaan penetapan batas-batas kawasan keselamatan operasi bandar udara umum yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah. 10. Dapat menjadi anggota KOMFAL apabila bandar udara berdekatan dengan wilayah kerjanya. - • . Pemantauan terhadap pelaksanaan penetapan bandar udara internasional dan melaporkan ke pemerintah. Periksa hasil pemantauan terhadap pelaksanaan penetapan batas-batas kawasan keselamatan operasi bandar udara umum yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. - • 8. - • Periksa hasil pemantauan terhadap personil teknik bandar udara dan melaporkan ke pemerintah. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. Pemantauan terhadap personil teknik bandar udara dan melaporkan ke pemerintah. • Laporan pelaksanaan pengangkatan anggota KOMFAL apabila bandar udara berdekatan dengan wilayah kerjanya. • Laporan pelaksanaan pemantauan terhadap personil teknik bandar udara dan melaporkan ke pemerintah. Periksa hasil pemantauan terhadap pelaksanaan penetapan bandar udara internasional dan melaporkan ke pemerintah. • Laporan pelaksanaan pemantauan terhadap pelaksanaan penetapan bandar udara internasional dan melaporkan ke pemerintah. • Dilakukannya pemantauan 7. 8. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. Pemantauan terhadap pelaksanaan penetapan batas-batas kawasan keselamatan operasi bandar udara umum yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi terdapat kantor adbandara. • Laporan pelaksanaan • Tatacara Pengawasan 6. - • Dilakukannya pemantauan terhadap personil teknik bandar udara dan melaporkan ke pemerintah. • Dilakukannya pengangkatan anggota KOMFAL apabila bandar udara berdekatan dengan wilayah kerjanya. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. Periksa hasil Ppmantauan 175 9. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. Periksa hasil pengangkatan anggota KOMFAL apabila bandar udara berdekatan dengan wilayah kerjanya. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. • Dilakukannya pemantauan terhadap pelaksanaan penetapan bandar udara internasional dan melaporkan ke pemerintah. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. 6.

- • Diberikannya ijin pembangunan bandar udara khusus yang melayani pesawat udara dengan kapasitas < 30 (tiga puluh) tempat duduk dan ruang udara disekitarnya tidak dikendalikan dan terletak dalam 2 (dua) kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. serta kantor terkait lainnya tentang tatanan kebandarudaraan dan memberikan perlindungan hukum terhadap lokasi tanah dan/ atau perairan serta ruang udara untuk • . 12. serta kantor terkait lainnya tentang tatanan kebandarudaraan dan memberikan perlindungan hukum terhadap lokasi tanah Tatacara Pengawasan terhadap pelaksanaan penetapan batas-batas kawasan keselamatan operasi bandar udara umum yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah. Pemberitahuan pemberian ijin pembangunan bandar udara khusus. serta kantor terkait lainnya tentang tatanan kebandarudaraan dan memberikan perlindungan hukum terhadap lokasi tanah dan/ Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja terhadap pelaksanaan penetapan batas-batas kawasan keselamatan operasi bandar udara umum yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah. 11. Periksa hasil ijin pembangunan bandar udara khusus yang melayani pesawat udara dengan kapasitas < 30 (tiga puluh) tempat duduk dan ruang udara disekitarnya tidak dikendalikan dan terletak dalam 2 (dua) kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi. Pemberitahuan pemberian ijin pembangunan bandar udara khusus. sesuai dengan batas kewenangan wilayahnya. Periksa proses pemberian arahan dan petunjuk pelaksanaan kepada penyelenggara bandar udara. serta kantor terkait lainnya tentang tatanan kebandarudaraan dan memberikan perlindungan hukum terhadap lokasi tanah 176 • 12. Pemberian arahan dan petunjuk pelaksanaan kepada penyelenggara bandar udara. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. • Dokumen ijin pembangunan bandar udara khusus yang melayani pesawat udara dengan kapasitas < 30 (tiga puluh) tempat duduk dan ruang udara disekitarnya tidak dikendalikan dan terletak dalam 2 (dua) kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi. 11. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator pemantauan terhadap pelaksanaan penetapan batas-batas kawasan keselamatan operasi bandar udara umum yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah. sesuai dengan batas kewenangan wilayahnya. Pemberitahuan pemberian ijin pembangunan bandar udara khusus. Pemberitahuan pemberian ijin pembangunan bandar udara khusus. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. sesuai dengan batas kewenangan wilayahnya. sesuai dengan batas kewenangan wilayahnya. Ijin pembangunan bandar udara khusus yang melayani pesawat udara dengan kapasitas < 30 (tiga puluh) tempat duduk dan ruang udara disekitarnya tidak dikendalikan dan terletak dalam 2 (dua) kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. - • Diberikannya arahan dan petunjuk pelaksanaan kepada penyelenggara bandar udara. • Laporan pelaksanaan pemberian arahan dan petunjuk pelaksanaan kepada penyelenggara bandar udara.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi batas-batas kawasan keselamatan operasi bandar udara umum yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah.

3) KESELAMATAN PENERBANGAN (KESPEN) Wewenang Kabupaten/Kota 1. - • . pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. 2. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Laporan pelaksanaan pemantauan terhadap personil fasilitas/ peralatan elektonika dan listrik penerbangan dan melaporkan ke pemerintah. • Laporan pelaksanaan pemantauan terhadap sertifikasi fasilitas/peralatan elektonika dan listrik penerbangan dan melaporkan ke pemerintah. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator dan/ atau perairan serta ruang udara untuk penyelenggaraan bandar udara umum serta pengoperasian bandar udara dalam bentuk Peraturan Pemerintah Daerah. Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja penyelenggaraan bandar udara umum serta pengoperasian bandar udara dalam bentuk Peraturan Pemerintah Daerah. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. pada bandar udara yang belum terdapat kantor 2. Pemantauan terhadap sertifikasi fasilitas/peralatan elektonika dan listrik penerbangan dan melaporkan ke pemerintah. Indikator Kinerja • Dilakukannya pemantauan terhadap personil fasilitas/peralatan elektonika dan listrik penerbangan dan melaporkan ke pemerintah. pada bandar udara yang belum terdapat kantor 177 Wewenang Provinsi 1. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. Tatacara Pengawasan dan/ atau perairan serta ruang udara untuk penyelenggaraan bandar udara umum serta pengoperasian bandar udara dalam bentuk Peraturan Pemerintah Daerah.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi atau perairan serta ruang udara untuk penyelenggaraan bandar udara umum serta pengoperasian bandar udara dalam bentuk Peraturan Pemerintah Daerah. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara Periksa hasil pemantauan terhadap sertifikasi fasilitas/peralatan elektonika dan listrik penerbangan dan melaporkan ke pemerintah. pada bandar udara yang belum terdapat Tatacara Pengawasan • Periksa hasil pemantauan terhadap personil fasilitas/peralatan elektonika dan listrik penerbangan dan melaporkan ke pemerintah. • Dilakukannya pemantauan terhadap sertifikasi fasilitas/peralatan elektonika dan listrik penerbangan dan melaporkan ke pemerintah. Pemantauan terhadap personil fasilitas/peralatan elektonika dan listrik penerbangan dan melaporkan ke pemerintah.

Periksa hasil pemantauan terhadap pelaksanaan penetapan/izin operasi bandar udara khusus yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah. 6. Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator kantor adbandara. pada bandar udara yang • • • • Periksa hasil Pemantauan terhadap kegiatan GSE dan melaporkan ke pemerintah. • Dilakukannya pemantauan terhadap pelaksanaan penetapan/ izin operasi bandar udara khusus yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. • Laporan pelaksanaan pemantauan terhadap pelaksanaan penetapan/izin operasi bandar udara umum yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah. 3. 5. pada bandar udara yang belum terdapat 3. Pemantauan terhadap pelaksanaan penetapan/izin operasi bandar udara umum yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. Tatacara Pengawasan adbandara. - 5. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi adbandara. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. Pemantauan terhadap pelaksanaan penetapan/ izin operasi bandar udara khusus yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah. - • Laporan pelaksanaan pemantauan terhadap kegiatan GSE dan melaporkan ke pemerintah. Periksa hasil pemantauan terhadap pelaksanaan penetapan/izin operasi bandar udara umum yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. • Laporan pelaksanaan pemantauan terhadap pelaksanaan penetapan/ izin operasi bandar udara khusus yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah. Pemantauan terhadap personil GSE dan melaporkan ke pemerintah. 4. • Dilakukannya pemantauan terhadap personil GSE dan melaporkan ke pemerintah. 4. Pemantauan terhadap kegiatan GSE dan melaporkan ke pemerintah. • Laporan pelaksanaan pemantauan terhadap personil GSE dan melaporkan ke pemerintah. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. - 6. - • Dilakukannya pemantauan terhadap kegiatan GSE dan melaporkan ke pemerintah. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. Periksa hasil pemantauan terhadap personil GSE dan melaporkan ke pemerintah. • Dilakukannya pemantauan terhadap pelaksanaan penetapan/izin operasi bandar udara umum yang melayani pesawat udara ≥ 30 tempat duduk dan melaporkan ke pemerintah. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. pada bandar udara yang 178 .

b) Membantu kelancaran dalam melaksanakan tugas monitor pesawat udara milik pemerintah dan dalam melaksanakan koordinasi dengan unit terkait. POS DAN TELEKOMUNIKASI 179 . c) Membantu kelancaran keimigrasian Tim Investigasi warga asing 8. • Laporan bantuan kelancaran pemeriksaan pendahuluan kecelakaan pesawat udara: a) Membantu kelancaran Tim investigasi dalam pencapaian lokasi kecelakaan. 7. b) Membantu kelancaran dalam melaksanakan tugas monitor pesawat udara milik pemerintah dan dalam melaksanakan koordinasi dengan unit terkait. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. c) Membantu kelancaran keimigrasian Tim Investigasi warga asing • • Periksa hasil pemantauan terhadap pelaksanaan standar operasi prosedur yang terkait dengan pengamanan bandar udara dan melaporkan ke pemerintah. - • Dilakukannya pemantauan terhadap pelaksanaan standar operasi prosedur yang terkait dengan pengamanan bandar udara dan melaporkan ke pemerintah. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator belum terdapat kantor adbandara. b) Membantu kelancaran dalam melaksanakan tugas monitor pesawat udara milik pemerintah dan dalam melaksanakan koordinasi dengan unit terkait. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. Tatacara Pengawasan belum terdapat kantor adbandara. pada bandar udara yang belum terdapat kantor adbandara. Periksa proses dan hasil pembantuan kelancaran pemeriksaan pendahuluan kecelakaan pesawat udara: a) Membantu kelancaran Tim investigasi dalam pencapaian lokasi kecelakaan. c) Membantu kelancaran keimigrasian Tim Investigasi warga asing 8. Membantu kelancaran pemeriksaan pendahuluan kecelakaan pesawat udara: a) Membantu kelancaran Tim investigasi dalam pencapaian lokasi kecelakaan. 8. - • Laporan pelaksanaan pemantauan terhadap pelaksanaan standar operasi prosedur yang terkait dengan pengamanan bandar udara dan melaporkan ke pemerintah. • Diberikannya bantuan kelancaran pemeriksaan pendahuluan kecelakaan pesawat udara: a) Membantu kelancaran Tim investigasi dalam pencapaian lokasi kecelakaan. c) Membantu kelancaran keimigrasian Tim Investigasi warga asing KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA a. Pemantauan terhadap pelaksanaan standar operasi prosedur yang terkait dengan pengamanan bandar udara dan melaporkan ke pemerintah. b) Membantu kelancaran dalam melaksanakan tugas monitor pesawat udara milik pemerintah dan dalam melaksanakan koordinasi dengan unit terkait. 7.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi kantor adbandara.

kinerja operasi telekomunikasi. • Wewenang Provinsi 1. . Tatacara Pengawasan Periksa apakah terdapat laporan penyelenggaraan pelayanan pos di perdesaan. 4. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan penyelenggaraan pelayanan pos di perdesaan. Penyelenggaraan pelayanan pos di perdesaan. – 4. Pemberian rekomendasi untuk pendirian kantor pusat jasa titipan. telekomunikasi khusus dan 180 Wewenang Provinsi 1. Periksa apakah terdapat pemberian izin jasa titipan.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 1) POS Wewenang Kabupaten/Kota 1. Diberikannya izin jasa titipan. Penertiban jasa titipan untuk kantor agen. pelayanan telekomunikasi. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan pemberian bimbingan teknis di bidang sarana telekomunikasi. Diberikannya rekomendasi untuk pendirian kantor pusat jasa titipan. Pemberian bimbingan teknis di bidang sarana telekomunikasi. Pemberian izin jasa titipan untuk kantor agen. • • • 3. Pemberian izin jasa titipan untuk kantor cabang. 3. telekomunikasi khusus dan kewajiban pelayanan universal skala wilayah. Periksa apakah terdapat laporan pemberian rekomendasi untuk pendirian kantor pusat jasa titipan. Periksa apakah terdapat laporan penerbitan jasa titipan. pelayanan telekomunikasi. Ditertibkannya jasa titipan. pelayanan telekomunikasi. Laporan pemberian izin jasa titipan. Laporan pemberian rekomendasi untuk pendirian kantor pusat jasa titipan. kinerja operasi telekomunikasi. – • Indikator Kinerja Diberikannya bimbingan teknis di bidang sarana telekomunikasi. • Indikator Kinerja Terselenggaranya pelayanan pos di perdesaan. pelayanan telekomunikasi. Laporan penerbitan jasa titipan. kinerja operasi telekomunikasi. telekomunikasi khusus dan kewajiban pelayanan universal skala wilayah. 2. kinerja operasi telekomunikasi. 2. Penertiban jasa titipan untuk kantor cabang. – • • • • • • 2) TELEKOMUNIKASI Wewenang Kabupaten/Kota 1. telekomunikasi khusus dan kewajiban pelayanan • Tatacara Pengawasan Periksa apakah terdapat laporan pemberian bimbingan teknis di bidang sarana telekomunikasi.

2. Pemberian izin penyelenggaraan telekomunikasi khusus untuk keperluan pemerintah dan badan hukum yang cakupan areanya provinsi sepanjang tidak menggunakan spektrum frekuensi radio. Pemberian rekomendasi terhadap permohonan izin penyelenggaraan jaringan tetap lokal wireline (end to end) cakupan provinsi. • Terselenggaranya pengawasan layanan jasa telekomunikasi. 2. Laporan koordinasi dan pemberian rekomendasi wilayah prioritas untuk pembangunan kewajiban pelayanan universal di bidang telekomunikasi. 4. Periksa apakah terdapat aporan penyelenggaraan pengawasan layanan jasa telekomunikasi. 3. Laporan pemberian rekomendasi terhadap permohonan izin penyelenggaraan jaringan tetap dan tetap tertutup tertutup lokal wireline (end to end). • Laporan pemberian izin penyelenggaraan telekomunikasi khusus untuk keperluan pemerintah dan badan hukum yang cakupan areanya sepanjang tidak menggunakan spektrum frekuensi radio. • • 4. Pemberian rekomendasi wilayah prioritas untuk pembangunan kewajiban pelayanan universal di bidang telekomunikasi. • • • 5. Koordinasi dalam rangka pembangunan kewajiban pelayanan universal di bidang telekomunikasi. • • . 181 universal skala wilayah. Diberikannya rekomendasi terhadap permohonan izin penyelenggaraan jaringan tetap dan tetap tertutup lokal wireline (end to end). Laporan penyelenggaraan pengawasan layanan jasa telekomunikasi. • Periksa apakah terdapat laporan pemberian izin penyelenggaraan telekomunikasi khusus untuk keperluan pemerintah dan badan hukum yang cakupan areanya sepanjang tidak menggunakan spektrum frekuensi radio. 3. Periksa apakah terdapat laporan pemberian rekomendasi terhadap permohonan izin penyelenggaraan jaringan tetap dan tetap tertutup tertutup lokal wireline (end to end) Periksa apakah terdapat laporan koordinasi dan pemberian rekomendasi wilayah prioritas untuk pembangunan kewajiban pelayanan universal di bidang telekomunikasi. Pemberian rekomendasi terhadap permohonan izin penyelenggaraan jaringan tetap tertutup lokal wireline (end to end) cakupan kabupaten/ kota. Pengawasan layanan jasa telekomunikasi. • Dilakukannya koordinasi dan pemberian rekomendasi wilayah prioritas untuk pembangunan kewajiban pelayanan universal di bidang telekomunikasi. 5. – • Diberikannya izin penyelenggaraan telekomunikasi khusus untuk keperluan pemerintah dan badan hukum yang cakupan areanya sepanjang tidak menggunakan spektrum frekuensi radio.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Tatacara Pengawasan kewajiban pelayanan universal skala wilayah. Pemberian izin penyelenggaraan telekomunikasi khusus untuk keperluan pemerintah dan badan hukum yang cakupan areanya kabupaten/ kota sepanjang tidak menggunakan spektrum frekuensi radio.

warung seluler atau sejenisnya. Penanggung jawab panggilan darurat telekomunikasi. 8. Pemberian izin terhadap Instalatur Kabel Rumah/Gedung (IKR/G). penyelenggaraan warung telekomunikasi. Periksa apakah terdapat laporan penunjukan penanggung jawab panggilan darurat telekomunikasi. Pengawasan/ pengendalian terhadap penyelenggaraan telekomunikasi yang cakupan areanya kabupaten/kota. Periksa apakah terdapat laporan pemberian izin kantor cabang dan loket pelayanan operator. pelaksanaan pembangunan telekomunikasi perdesaan. penyelenggaraan warung telekomunikasi. Laporan pemberian izin kantor cabang dan loket pelayanan operator. pelaksanaan pembangunan telekomunikasi perdesaan. 7.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi 6. • Ditunjuknya penanggung jawab panggilan darurat telekomunikasi • • 3) SPEKTRUM FREKUENSI RADIO DAN ORBIT SATELIT (ORSAT) Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Tatacara Pengawasan Wewenang Provinsi 182 . pelaksanaan pembangunan telekomunikasi perdesaan. penyelenggaraan warung telekomunikasi. • 8. Pengawasan/ pengendalian terhadap penyelenggaraan telekomunikasi yang cakupan areanya provinsi. pelaksanaan pembangunan telekomunikasi perdesaan. 9. warung seluler atau sejenisnya. • • Dilakukannya pengawasan/ pengendalian terhadap penyelenggaraan telekomunikasi. warung seluler atau sejenisnya. warung seluler atau sejenisnya. penyelenggaraan warung telekomunikasi. Pemberian izin kantor cabang dan loket pelayanan operator. 7. Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pengawasan/pengendalian terhadap penyelenggaraan telekomunikasi. Laporan penunjukan penanggung jawab panggilan darurat telekomunikasi. • • 9. – Wewenang Kabupaten/Kota 6. • Tatacara Pengawasan • Periksa apakah terdapat laporan pemberian izin terhadap Instalatur Kabel Rumah/Gedung (IKR/G). Laporan pemberian izin terhadap Instalatur Kabel Rumah/Gedung (IKR/G). Pemberian izin kantor cabang dan loket pelayanan operator. – • Diberikannya izin kantor cabang dan loket pelayanan operator. Laporan pelaksanaan pengawasan/pengendalian terhadap penyelenggaraan telekomunikasi. • Indikator Kinerja Diberikannya izin terhadap Instalatur Kabel Rumah/Gedung (IKR/G).

4. Periksa apakah terdapat laporan pemberian izin instalansi penangkal petir. • • 3. – • • • 5. Periksa apakah terdapat laporan pemberian izin galian untuk keperluan penggelaran kabel telekomunikasi. Pemberian izin instalansi genset. Pemberian izin galian untuk keperluan penggelaran kabel telekomunikasi dalam satu kabupaten/ kota. • Indikator Kinerja Diberikannya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menara telekomunikasi sebagai sarana dan prasarana telekomunikasi. 5. Pemberian izin Hinder Ordonantie (Ordonansi Gangguan). Periksa apakah terdapat laporan pemberian izin Hinder Ordonantie (Ordonansi Gangguan).LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi 1. Pemberian izin instalansi penangkal petir. Laporan pemberian izin instalansi genset. – Wewenang Kabupaten/Kota 1. Pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menara telekomunikasi sebagai sarana dan prasarana telekomunikasi. • Tatacara Pengawasan • Periksa apakah terdapat laporan pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menara telekomunikasi sebagai sarana dan prasarana telekomunikasi. Laporan pemberian izin instalansi penangkal petir. • Diberikannya izin galian untuk keperluan penggelaran kabel telekomunikasi. 2. Laporan pemberian izin galian untuk keperluan penggelaran kabel telekomunikasi. Pemberian izin galian untuk keperluan penggelaran kabel telekomunikasi lintas kabupaten/ kota atau jalan provinsi 2. • 4. – • Diberikannya izin Hinder Ordonantie (Ordonansi Gangguan). 3. – • • • 4) STANDARISASI POS DAN TELEKOMUNIKASI Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Tatacara Pengawasan Wewenang Provinsi 183 . Diberikannya izin instalansi genset. • Laporan pemberian izin Hinder Ordonantie (Ordonansi Gangguan). Periksa apakah terdapat laporan pemberian izin instalansi genset. Diberikannya izin instalansi penangkal petir. Laporan pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menara telekomunikasi sebagai sarana dan prasarana telekomunikasi.

penerapan standar pos dan telekomunikasi. . 2. penerapan standar pos dan telekomunikasi.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi 1. – Indikator Kinerja • Diberikannya bimbingan teknis di bidang standar pos dan telekomunikasi. – 3. • Laporan pelaksanaan pengawasan terhadap penerapan standar teknis dan standar pelayanan alat/perangkat pos dan telekomunikasi serta pengendalian dan penertiban terhadap pelanggaran standarisasi pos dan telekomunikasi. Wewenang Kabupaten/Kota 1. 2. • Diberikannya izin usaha perdagangan alat perangkat. standar pelayanan pos dan telekomunikasi. 5) KELEMBAGAAN INTERNASIONAL POS DAN TELEKOMUNIKASI Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Tatacara Pengawasan Wewenang Provinsi 184 . penerapan standar pos dan telekomunikasi. Pengendalian dan penertiban terhadap pelanggaran standarisasi pos dan telekomunikasi. standar pelayanan pos dan telekomunikasi. 3. standar teknik komunikasi radio. Pengawasan terhadap penerapan standar teknis dan standar pelayanan alat/perangkat pos dan telekomunikasi skala provinsi. standar pelayanan pos dan telekomunikasi. Pemberian izin usaha perdagangan alat perangkat telekomunikasi. standar pelayanan pos dan telekomunikasi. standar teknik komunikasi radio. penerapan standar pos dan telekomunikasi. • Laporan pemberian bimbingan teknis di bidang standar pos dan telekomunikasi. standar teknik komunikasi radio. • Laporan pemberian izin usaha perdagangan alat perangkat. standar teknik komunikasi radio. • Periksa apakah terdapat laporan pelaksanaan pengawasan terhadap penerapan standar teknis dan standar pelayanan alat/perangkat pos dan telekomunikasi serta pengendalian dan penertiban terhadap pelanggaran standarisasi pos dan telekomunikasi • Periksa apakah terdapat laporan pemberian izin usaha perdagangan alat perangkat. Pemberian bimbingan teknis di bidang standar pos dan telekomunikasi. • Dilakukannya pengawasan terhadap penerapan standar teknis dan standar pelayanan alat/perangkat pos dan telekomunikasi serta pengendalian dan penertiban terhadap pelanggaran standarisasi pos dan telekomunikasi. Tatacara Pengawasan • Periksa apakah terdapat laporan pemberian bimbingan teknis di bidang standar pos dan telekomunikasi.

• • • 3. Tatacara Pengawasan Periksa apakah terdapat laporan evaluasi persyaratan administrasi dan data teknis terhadap permohonan izin penyelenggaraan penyiaran. • Terselenggarakannya fasilitasi pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan pos dan telekomunikasi serta penggunaan frekuensi radio di daerah perbatasan dengan negara tetangga. SARANA KOMUNIKASI DAN DISEMINASI INFORMASI 1) PENYIARAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. • Diberikannya izin lokasi pembangunan studio dan stasiun pemancar radio dan/atau televisi. • Laporan penyelenggaraan fasilitasi pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan pos dan telekomunikasi serta penggunaan frekuensi radio di daerah perbatasan dengan negara tetangga. Fasilitasi pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan pos dan telekomunikasi serta penggunaan frekuensi radio di daerah perbatasan dengan negara tetangga. 2. • Wewenang Provinsi 1. • Periksa apakah terdapat laporan penyelenggaraan fasilitasi pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan pos dan telekomunikasi serta penggunaan frekuensi radio di daerah perbatasan dengan negara tetangga. Indikator Kinerja Dievaluasinya persyaratan administrasi dan data teknis terhadap permohonan izin penyelenggaraan penyiaran. Evaluasi persyaratan administrasi dan data teknis terhadap permohonan izin penyelenggaraan penyiaran. Pemberian izin lokasi pembangunan studio dan stasiun pemancar radio dan/atau televisi. Diberikannya rekomendasi persyaratan administrasi dan kelayakan data teknis terhadap permohonan izin penyelenggaraan televisi dan radio. Periksa apakah terdapat laporan pemberian rekomendasi persyaratan administrasi dan kelayakan data teknis terhadap permohonan izin penyelenggaraan televisi dan radio. b. • • .LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 1. Laporan pemberian rekomendasi persyaratan administrasi dan kelayakan data teknis terhadap permohonan izin penyelenggaraan televisi dan radio. Fasilitasi pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan pos dan telekomunikasi serta penggunaan frekuensi radio di daerah perbatasan dengan negara tetangga. – • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Laporan evaluasi persyaratan administrasi dan data teknis terhadap permohonan izin penyelenggaraan penyiaran. Periksa apakah terdapat laporan pemberian izin lokasi pembangunan studio dan stasiun pemancar radio dan/atau televisi. – 3. 185 2. Pemberian rekomendasi persyaratan administrasi dan kelayakan data teknis terhadap permohonan izin penyelenggaraan radio. Laporan pemberian izin lokasi pembangunan studio dan stasiun pemancar radio dan/atau televisi. 1. Pemberian rekomendasi persyaratan administrasi dan kelayakan data teknis terhadap permohonan izin penyelenggaraan televisi.

• Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Notulen rapat koordinasi. • Tatacara Pengawasan Periksa apakah terdapat notulen rapat koordinasi. Koordinasi dan pelaksanaan 1. Pelaksanaan diseminasi diseminasi informasi informasi nasional.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 2) KELEMBAGAAN KOMUNIKASI SOSIAL Wewenang Kabupaten/Kota 1. • Tatacara Pengawasan Periksa apakah terdapat notulen rapat koordinasi dan daftar hadir rapat koordinasi 186 Wewenang Provinsi 1. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Notulen rapat koordinasi. daftar hadir rapat koordinasi dan laporan pelaksanaan diseminasi informasi nasional. nasional. Koordinasi dan fasilitasi pengembangan kemitraan media skala provinsi. Daftar hadir rapat koordinasi. • Indikator Kinerja Terselenggaranya koordinasi dan • fasilitasi pemberdayaan komunikasi sosial. Koordinasi dan fasilitasi pengembangan kemitraan media skala kabupaten/ kota. 4) KEMITRAAN MEDIA Wewenang Kabupaten/Kota 1. • Tatacara Pengawasan Periksa apakah terdapat notulen rapat koordinasi dan daftar hadir rapat koordinasi dan fasilitasi pemberdayaan komunikasi sosial. Koordinasi dan fasilitasi pemberdayaan komunikasi sosial skala provinsi. Koordinasi dan fasilitasi pemberdayaan komunikasi sosial skala kabupaten/ kota. 3) KELEMBAGAAN KOMUNIKASI PEMERINTAH DAERAH Wewenang Kabupaten/Kota • Indikator Kinerja Terselenggaranya koordinasi dan • pelaksanaan diseminasi informasi • nasional. Daftar hadir rapat koordinasi. • Indikator Kinerja Terselenggaranya koordinasi dan fasilitasi pengembangan kemitraan media. • • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Notulen rapat koordinasi. Wewenang Provinsi 1. . Laporan pelaksanaan kegiatan. Wewenang Provinsi 1. Daftar hadir rapat koordinasi.

wawasan kebangsaan. 9. • 2) PELAKSANAAN KEGIATAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. nilai-nilai sejarah kebangsaan dan penghargaan kebangsaan skala provinsi. Tatacara Pengawasan • Periksa apakah laporan pelaksanaan yang dibuat telah sesuai dengan ketentuan atau pedoman yang berlaku. nilai-nilai sejarah kebangsaan dan penghargaan kebangsaan skala kabupaten/kota.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 dan fasilitasi pengembangan kemitraan media. Pelaksanaan kegiatan di bidang ketahanan ideologi negara. peraturan kepala daerah. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan pelaksanaan kegiatan bina ideologi dan wawasan kebangsaan. keputusan kepala daerah atau dokumen lain yang berkaitan dengan bina ideologi dan wawasan kebangsaan. KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM NEGERI a. bela negara. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Dokumen ketetapan kebijakan tentang bina ideologi dan wawasan kebangsaan. BINA IDEOLOGI DAN WAWASAN KEBANGSAAN 1) PENETAPAN KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. nilai-nilai sejarah kebangsaan dan penghargaan kebangsaan skala • Indikator Kinerja Dilaksanakannya kegiatan fasilitasi dan pelaksanaan kegiatan bina ideologi dan wawasan kebangsaan. • Indikator Kinerja Ditetapkannya kebijakan (teknis operasional) tentang bina ideologi dan wawasan kebangsaan. wawasan kebangsaan. nilai-nilai sejarah kebangsaan dan . bela negara. 187 Wewenang Provinsi 1. bela negara. Penetapan kebijakan operasional (merujuk kepada kebijakan umum nasional dan kebijakan teknis provinsi) di bidang ketahanan ideologi negara. Penetapan kebijakan teknis (merujuk kepada kebijakan umum nasional) di bidang ketahanan ideologi negara. wawasan kebangsaan. Pelaksanaan dan fasilitasi kegiatan di bidang ketahanan ideologi negara. Wewenang Provinsi 1. • Tatacara Pengawasan Dapatkan dan buatkan daftar peraturan daerah. bela negara. wawasan kebangsaan. Periksa apakah kebijakan tersebut telah memenuhi dan sesuai dengan peraturan perundangan yang lebih tinggi tingkatannya.

negara. skala provinsi. supervisi dan konsultasi. nilai-nilai sejarah bela negara. masyarakat (bimbingan. Wewenang Kabupaten/Kota kabupaten/kota. daftar hadir. pengembangan pengembangan dan dan evaluasi) di bidang evaluasi) di bidang ketahanan ideologi negara. perencanaan. supervisi dan konsultasi. nilai-nilai kebangsaan dan penghargaan sejarah kebangsaan dan kebangsaan skala penghargaan kebangsaan kabupaten/kota. Wewenang Provinsi 1. desa dan pemerintahan (bimbingan. bela wawasan kebangsaan. Koordinasi dan fasilitasi penyelenggaraan pembinaan pemerintahan di kecamatan. Indikator Kinerja Tatacara Pengawasan 3) PEMBINAAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN Wewenang Kabupaten/kota • Indikator Kinerja Dilakukannya koordinasi dan fasilitasi serta pelaksanaan pembinaan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam rangka pembinaan ideologi dan wawasan kebangsaan. penelitian. wawasan kebangsaan. Pengawasan penyelenggaraan . pemantauan. Teliti apakah keiatan pembinaan tersebut telah sesuai dengan kebijakan yang berlaku. penyelenggaraan kelurahan. • • 4) PENGAWASAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN Wewenang Kabupaten/kota 1.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi penghargaan kebangsaan skala provinsi. notulen rapat. • Tatacara Pengawasan Periksa bentuk-bentuk pembinaan penyelenggaraan pemerintahan yang telah dilakukan Kepala Daerah di bidang bina ideologi dan wawasan kebangsaan. pemantauan. Pembinaan dan 1. Pengawasan penyelenggaraan Indikator Kinerja • Kesesuaian antara pelaksanaan program/ kegiatan Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Laporan hasil pengawasan penyelenggaraan Tatacara Pengawasan • Periksa apakah pelaksanaan program/kegiatan bina 188 Wewenang Provinsi 1. serta laporan pelaksanaan kegiatan pembinaan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam rangka pembinaan ideologi dan wawasan kebangsaan. Periksa apakah laporan pelaksanaan yang dibuat telah sesuai dengan ketentuan atau pedoman yang berlaku. perencanaan. penelitian. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Rapat koordinasi dan fasilitasi. ketahanan ideologi negara.

wawasan kebangsaan. bela negara.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Wewenang Provinsi pemerintahan di bidang ketahanan ideologi negara. wawasan kebangsaan. nilai-nilai sejarah kebangsaan dan penghargaan kebangsaan skala provinsi. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator pemerintahan dalam rangka pembinaan ideologi dan wawasan kebangsaan. bela negara. Fasilitasi dan peningkatan kapasitas aparatur kesbangpol di bidang ketahanan ideologi negara. bela negara. • 5) PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN Wewenang Kabupaten/kota 1. • Tatacara Pengawasan ideologi dan wawasan kebangsaan di kelompok sasaran program/kegiatan telah sesuai dengan peraturan perundangan Periksa apakah tugas dan fungsi Badan Kesbangpol telah memfokuskan kegiatan pada penguatan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 serta penguatan nilai-nilai kebangsaan Periksa apakah Kepala Daerah telah melaksanakan program kegiatan peningkatan kesadaran bela negara sesuai peraturan perundangan. Indikator Kinerja • Dilakukannya fasilitasi dan meningkatknya kapasitas aparatur penyelenggara pemerintahan dalam pembinaan ideologi dan wawasan kebangsaan. desa dan masyarakat di bidang ketahanan ideologi negara. Indikator Kinerja penyelenggaraan pemerintahan dengan kebijakan yang berlaku dalam rangka pembinaan ideologi dan wawasan kebangsaan. • Tatacara Pengawasan Periksa kegiatan atau program yang dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas aparatur Kesbangpol di bidang bina ideologi dan wawasan kebangsaan. nilai-nilai sejarah kebangsaan dan penghargaan kebangsaan skala provinsi. bela negara. wawasan kebangsaan. • . Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Laporan kegiatan fasilitasi dan peningkatan kapasitas aparatur penyelenggara pemerintahan dalam rangka pembinaan ideologi dan wawasan kebangsaan. wawasan kebangsaan. nilai-nilai sejarah kebangsaan dan penghargaan kebangsaan skala kabupaten/kota. Peningkatan kapasitas aparatur kesbangpol di bidang ketahanan ideologi negara. Periksa apakah laporan kegiatan peningkatan 189 Wewenang Provinsi 1. nilai-nilai sejarah kebangsaan dan penghargaan kebangsaan skala kabupaten/kota. kelurahan. Wewenang Kabupaten/kota pemerintahan di kecamatan.

Koordinasi penetapan kebijakan operasional (merujuk kepada kebijakan umum nasional dan kebijakan teknis provinsi) di bidang kewaspadaan dini. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Ketetapan kebijakan. • • • 190 . perbatasan dan tenaga kerja. • Indikator Kinerja Ditetapkannya kebijakan (teknis operasional) tentang kewaspadaan nasional. penanganan konflik pemerintahan. kerjasama intelkam. pengawasan orang asing dan lembaga asing skala kabupaten/kota. Wewenang Provinsi 1. pengawasan orang asing dan lembaga asing skala provinsi. bina masyarakat. penanganan konflik sosial.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi Wewenang Kabupaten/kota Indikator Kinerja Tatacara Pengawasan kapasitas aparatur kesbangpol telah disusun sesuai ketentuan atau pedoman yang berlaku. penanganan konflik pemerintahan. penanganan konflik sosial. dan hasil notulen rapat) Teliti apakah hasil rakor telah sesuai dengan tujuannya. daftar hadir. kerjasama intelkam. • Tatacara Pengawasan Dapatkan dan buatkan daftar peraturan daerah. perbatasan dan tenaga kerja. b. keputusan kepala daerah atau dokumen lain yang berkaitan dengan kewaspadaan nasional Periksa apakah kebijakan tersebut telah memenuhi dan sesuai dengan peraturan perundangan yang lebih tinggi tingkatannya Kumpulkan dokumen tertulis yang terkait langsung dengan rakor (surat undangan. peraturan kepala daerah. Koordinasi penetapan kebijakan teknis (merujuk kepada kebijakan umum nasional) di bidang kewaspadaan dini. dan dokumen rakor (daftar hadir dan notulen rapat) dalam rangka memperkuat kewaspadaan nasional. KEWASPADAAN NASIONAL 1) PENETAPAN KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. bina masyarakat.

wawasan kebangsaan. • Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Laporan pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka memperkuat kewaspadaan nasional. Pelaksanaan kegiatan di bidang ketahanan ideologi negara. • Indikator Kinerja Terlaksananya kegiatan fasilitasi dan penyelenggaraan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka memperkuat kewaspadaan nasional. Fasilitasi dan pelaksanaan kegiatan di bidang ketahanan ideologi negara. bela negara. • 2) PEMBINAAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN Wewenang Kabupaten/Kota Indikator Kinerja Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Tatacara Pengawasan Wewenang Provinsi 191 . wawasan kebangsaan. nilai-nilai sejarah kebangsaan dan penghargaan kebangsaan skala provinsi. Wewenang Provinsi 1. Tatacara Pengawasan • Periksa apakah pelaksanaan program/ kegiatan kewaspadaan nasional di kelompok sasaran program/ kegiatan telah sesuai dengan peraturan perundangan Periksa apakah laporan pelaksanaan yang dibuat telah sesuai dengan ketentuan atau pedoman yang berlaku.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 2) PELAKSANAAN KEGIATAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN Wewenang Kabupaten/kota 1. nilai-nilai sejarah kebangsaan dan penghargaan kebangsaan skala kabupaten/kota. bela negara.

perbatasan dan tenaga kerja. desa dan masyarakat (koordinasi. kerjasama intelkam. 3) PENGAWASAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. Pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di bidang kewaspadaan dini. penelitian. bina masyarakat perbatasan dan tenaga kerja. kelurahan. penanganan konflik pemerintahan. pengawasan orang asing dan lembaga asing skala provinsi. pengawasan orang asing dan lembaga asing skala • . penanganan konflik sosial. pemantauan. kerjasama intelkam. penanganan konflik pemerintahan. penanganan konflik sosial. pengawasan orang asing dan lembaga asing skala kabupaten/kota. supervisi dan konsultasi. perencanaan. kelurahan. penanganan konflik pemerintahan. bina masyarakat. • Tatacara Pengawasan Periksa apakah pelaksanaan program/ kegiatan kewaspadaan nasional pada kelompok sasaran program/ kegiatan telah sesuai dengan peraturan perundangan. perbatasan dan tenaga kerja. perencanaan. penelitian. bina masyarakat perbatasan dan tenaga kerja. Koordinasi dan fasilitasi pembinaan penyelenggaraan pemerintahan (bimbingan. daftar hadir. pengawasan Indikator Kinerja • Kesesuaian antara pelaksanaan program/kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dengan kebijakan yang berlaku dalam rangka memperkuat kewaspadaan nasional. Pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan. kerjasama intelkam. penanganan konflik sosial. bina masyarakat. notulen rapat. bimbingan. penanganan konflik pemerintahan. serta laporan pelaksanaan kegiatan pembinaan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam rangka memperkuat kewaspadaan nasional. supervisi dan konsultasi. pemantauan. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Laporan hasil pengawasan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka memperkuat kewaspadaan nasional. desa dan masyarakat di bidang kewaspadaan dini. 1. Periksa apakah lembagalembaga sosial untuk meningkatkan kewaspadaan nasional (seperti Badan Narkotika di daerah. pengembangan dan evaluasi) di bidang kewaspadaan dini. pengembangan dan evaluasi) di bidang kewaspadaan dini.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 1. 192 Wewenang Provinsi 1. penanganan konflik sosial. Pembinaan dan penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan. • Rapat koordinasi dan fasilitasi. • • • Periksa bentuk-bentuk pembinaan penyelenggaraan pemerintahan yang telah dilakukan Kepala Daerah di bidang kewaspadaan nasional Teliti apakah kegiatan pembinaan tersebut telah sesuai dengan kebijakan yang berlaku Periksa apakah laporan pelaksanaan yang dibuat telah sesuai dengan ketentuan atau pedoman yang berlaku. kerjasama intelkam. • Dilakukannya koordinasi dan fasilitasi serta pelaksanaan pembinaan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam rangka memperkuat kewaspadaan nasional.

Periksa apakah laporan pelaksanaan yang dibuat telah sesuai dengan ketentuan atau pedoman yang berlaku. bina masyarakat perbatasan dan tenaga kerja. Periksa apakah laporan 193 Wewenang Provinsi 1. • . pengawasan Indikator Kinerja • Dilakukannya fasilitasi dan meningkatknya kapasitas aparatur penyelenggara pemerintahan dalam rangka memperkuat kewaspadaan nasional. Wewenang Kabupaten/Kota orang asing dan lembaga asing skala kabupaten/kota.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR NOMOR 8 TAHUN 2009 TANGGAL 28 JANUARI 2009 Alat Bukti/ Verifikasi Indikator Wewenang Provinsi provinsi. • Tatacara Pengawasan Periksa kegiatan atau program yang dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas aparatur Kesbangpol di bidang kewaspadaan nasional. Ormas atau LSM) telah dibentuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. penanganan konflik sosial. Periksa apakah Kepala Daerah telah melaksanakan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan kewaspadaan nasional sesuai peraturan perundangan. penanganan konflik pemerintahan. perbatasan dan tenaga kerja. FKDM. bina masyarakat. Fasilitasi dan peningkatan kapasitas aparatur kesbangpol di bidang kewaspadaan dini. Alat Bukti/ Verifikasi Indikator • Laporan kegiatan fasilitasi dan peningkatan kapasitas aparatur penyelenggara pemerintahan dalam rangka memperkuat kewaspadaan nasional. Indikator Kinerja Tatacara Pengawasan KOMINDA. penanganan konflik pemerintahan. Peningkatan kapasitas aparatur kesbangpol di bidang kewaspadaan dini. kerjasama intelkam. Periksa apakah Kepala Daerah telah melakukan evaluasi tahunan atas kinerja program kewaspadaan nasional. kerjasama intelkam. • • • 4) PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR PENYELENGGARA PEMERINTAH Wewenang Kabupaten/Kota 1.

Periksa apakah kebijakan tersebut telah memenuhi dan sesuai dengan peraturan perundangan yang lebih tinggi tingkatannya. organisasi kemasyarakatan. Koordinasi penetapan kebijakan teknis (merujuk kepada kebijakan umum nasional) di bidang ketahanan seni dan budaya. penanganan masalah sosial kemasyarakatan. peraturan kepala daerah. pengawasan orang asing dan lembaga asing skala provinsi. pembauran dan akulturasi budaya. Wewenang Kabupaten/Kota orang asing dan lembaga asing skala kabupaten/kota. daftar hadir. budaya. BUDAYA. organisasi kemasyarakatan. pembauran dan akulturasi budaya. Koordinasi penetapan kebijakan operasional (merujuk kepada kebijakan umum nasional dan kebijakan teknis provinsi) di bidang ketahanan seni dan budaya. AGAMA DAN KEMASYARAKATAN 1) PENETAPAN KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN Wewenang Kabupaten/Kota 1. dan dokumen rakor (daftar hadir dan notulen rapat) dalam rangka memperkuat ketahanan seni dan budaya. organisasi kemasyarakatan. Kumpulkan dokumen tertulis yang terkait langsung dengan rakor (surat undangan. penanganan masalah sosial kemasyarakatan skala kabupaten/kota. c. agama dan kepercayaan. agama dan kemasyarakatan. pembauran dan akulturasi budaya. agama dan kepercayaan. penanganan masalah sosial kemasyarak