Anda di halaman 1dari 9

PENGARUH PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR TERHADAP PEMBENTUKAN KECERDASAN LINGUISTIK

MAKALAH Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Disusun Oleh : Ketua : Sena Wiratama Sumantri Anggota : Haris Pramana Hartas N. B. Muhamad Dio Fabianto 230210080053 230210080054 230210080043 230210080044

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2008

KATA PENGANTAR

Segala puji hanya bagi Allah SWT. Karena atas karunia, rahmat, dan hidayahnya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul PENGARUH PENGGUNAAN BAHASA DALAM PEMBENTUKAN KECERDASAN LINGUISTIK. Makalah ini disusun untuk diajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia. Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini, khususnya kepada Dosen mata kuliah Bahasa Indonesia. Penulis menyadari bahwa isi dalam makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun agar makalah ini bisa lebih baik. Semoga makalah ini bisa memberikan manfaat bagi penulis khususnya dan kita semua umumnya dan semoga Allah subhanahuwataala selalu memberikan hidayah kepada kita.

Jatinangor, Desember 2008

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI............................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1.1 Latar Belakang................................................................................ 1.2 Identifikasi Masalah........................................................................ 1.3 Maksud dan Tujuan......................................................................... BAB II 2.1 2.3 PEMBAHASAN..................................................................................... Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar 2.2 Kecerdasan Linguistik.................................................................... Bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat membentuk kecerdasan linguistik............................................................................................... BAB III PENUTUP............................................................................................... 3.1 Kesimpulan..................................................................................... 3.2 Saran................................................................................................ DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah kunci pokok bagi kehidupan manusia di atas dunia ini, karena dengan bahasa orang bisa berinteraksi dengan sesamanya dan bahasa merupakan sumber daya bagi kehidupan bermasyarakat. Adapun bahasa dapat digunakan apabila saling memahami atau saling mengerti erat hubungannya dengan penggunaan sumber daya bahasa yang kita miliki. Kita dapat memahami maksud dan tujuan orang lain berbahasa/berbicara apabila kita mendengarkan dengan baik apa yang diakatakan. Tetapi kebanyakan sekarang, penggunaan bahasa adakalanya tidak pada tempatnya dengan kata lain tidak baik dan benar sehingga perlu adanya pemahaman yang berkaitan dengan berbahasa yang baik dan benar. Selain itu, banyak pendapat tentang berbagai macam kecerdasan yang salah satunya kecerdasan linguistik dan tentunya berkaitan dengan penggunaan bahasa. Kecerdasan tersebut dominan dipengaruhi oleh faktor bawaan. Tetapi apakah kecerdasan linguistik tersebut bisa dimiliki oleh orang yang secara genetik tidak memiliki kecerdasan tersebut. Hal inilah yang melatar belakangi pembuatan makalah ini. 1.2 Identifikasi Masalah 1. Apakah bahasa Indonesia mempunyai Peran dalam pembentukan Kecerdasan Linguistik. 1.3 Maksud dan Tujuan Maksud dari pembuatan makalah ini adalah supaya masyarakat sadar akan pentingnya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah supaya terwujud lingkungan masyarakat berbahasa Indonesia yang baik dan benar sehingga tercipta generasi yang cerdas.

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku. Misalnya, dalam situasi santai dan akrab, seperti di warung kopi, di pasar, di tempat arisan, dan di lapangan sepak bola hendaklah digunakan bahasa Indonesia yang santai dan akrab yang tidak terlalu terikat oleh patokan. Dalam situasi resmi dan formal, seperti dalam kuliah, dalam seminar, dalam sidang DPR, dan dalam pidato kenegaraan hendaklah digunakan bahasa Indonesia yang resmi dan formal, yang selalu memperhatikan norma bahasa. Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan aturan atau kaidah bahasa Indoneia yang berlaku. Kaidah bahasa Indonesia itu meliputi kaidah ejaan, kaidah pembentukan kata, kaidah penyusunan kalimat, kaidah penyusunan paragraf, dan kaidah penataan penalaran. Jika kaidah ejaan digunakan dengan cermat, kaidah pembentukan kata ditaati dengan konsisten, pemakaian bahasa Indonesia dikatakan benar. Sebaliknya, jika kaidah-kaidah bahasa itu kurang ditaati, pemakaian bahasa tersebut dianggap tidak benar/tidak baku. Oleh karena itu, kaidah yang mengatur pemakaian bahasa itu meliputi kaidah pembentukan kata, pemilihan kata, penyusunan kalimat, pembentukan paragraf, penataan penalaran, serta penerapan ejaan yang disempurnakan.Kaidahkaidah itu diungkapkan lebih lanjut pada bagian lain, dengan dilengkapi contoh yang salah dan contoh yang benar. Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku dan sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia.

2.2 Kecerdasan Linguistik Kecerdasan linguistik adalah kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Kecerdasan ini mencakup kepekaan terhadap arti kata, urutan kata, suara, ritme dan intonasi dari kata yang di ucapkan. Termasuk kemampuan untuk mengerti kekuatan kata dalam mengubah kondisi pikiran dan menyampaikan informasi. Kecerdasan linguistik bertumpu pada kemampuannya dalam berbicara dan menulis. Menurut Armstrong, orang yang mempunyai bakat di bidang ini akan peka dan tajam terhadap bunyi atau fonologi bahasa. Mereka sering menggunakan permainan kata-kata, rima, tongue twister, aliterasi, onomatope, dan lain-lain. Mereka juga mahir memanipulasi sintaksis (struktur atau susunan kalimat), juga kepekaannya terhadap bahasa melalui semantik (pemahaman tentang makna). Kemampuan tersebut mereka gunakan dalam berbicara (berkomunikasi dan pidato) maupun menulis. Ia pun memberi contoh dengan Marcel Proust, Robert Lowell, dan William Safier. Proust mampu merangkai anak kalimat menjadi kalimat satu paragrap untuk menciptakan dampak yang menakjubkan. Penyair Robert Lowell menjadi masyhur karena mampu mengambil kata apa pun yang dibahas dalam kuliah penulisan puisi di Harvard, kemudian membahas penggunaan kata itu dalam berbagai cara sepanjang sejarah kesusastraan Inggris. Demikian pula William Safier, yang menulis sebuah kolom mingguan di The New York Times, telah memilih karir memeriksa neologisme pembentukan kata baru dan nuansa makna yang subtil dalam bahasa Inggris yang terus menerus berkembang.

2.3 Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Dapat Membentuk Kecerdasan Linguistik Secara psikologis, orang yang mempunyai kecerdasan linguistik mampu mengolah kata secara efektif baik secara lisan maupun tulisan. Menurut penelitian, sebagian besar faktor yang menyebabkan kecerdasan ini adalah faktor genetik, akan

tetapi, hal ini tidak menjadi sesuatu yang baku dalam artian bisa saja kecerdasan ini kita dapat dari suatu latihan atau pembelajaran. Melihat kecerdasan linguistik bertumpu pada kemampuannya berbicara dan menulis tentu tidak terlepas dari penggunaan bahasa yang baik dan benar. Orang yang memiliki kecerdasan linguistik tentu dapat berbicara dengan baik dan benar. Begitu pula sebaliknya, jika ingin memiliki kecerdasan linguistik tentu hal mendasar yang harus dilakukan adalah berbicara dengan baik dan benar. Hal ini tentu bisa kita latih dan kita pelajari karena walaupun secara genetik seseorang tidak memiliki bakat dalam kecerdasan berbahasa tetapi seseorang diberikan kemampuan untuk mempelajari sesuatu sehingga dia bisa akan hal itu.

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan Dari pembahasan di atas dapat kita simpulkan bahwa bahasa yang baik dan benar dapat membentuk kecerdasan linguistik. Hal ini bisa dilakukan dengan cara berlatih menggunakan bahasa yang baik dan benar sehingga pada akhirnya kecerdasan linguistik akan terbentuk. 3.2 Saran Adapun saran dari penulis untuk semua kalangan di Indonesia khususnya agar senantiasa menjunjung tinggi bahasa persatuan indonesia karena mencerminkan kepribadian bangsa dan gunakanlah bahasa indonesia yang baik dan benar sehingga tercipta masyarakat yang memiliki kecerdasan sosial.

DAFTAR PUSTAKA

http://makalahkumakalahmu.wordpress.com/xmlrpc.php http://www.best-camp.com/index.php