Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN TR LINUX Krisna Adiguna Cerian Yuwono 612007001 612007005

Tujuan Mengimplementasikan dasar Linux Ubuntu Server 11 sebagai DHCP server, FTP server, Web server, dan DNS server. Dasar Teori 1. DHCP Kependekan dari Dynamic Host Configuration Protocol) pengaturan Default gateway,
Domain Name System (DNS), Subnet Mask, dan rentang alamat IP yang bisa diambil oleh komputer klien. Komputer yang menyediakan layanan ini disebut dengan DHCP Server, sedangkan komputer yang meminta disebut dengan DHCP Client.

DHCP Server menerima permintaan dari sebuah host/client. Server kemudian memberikan alamat IP dari satu set alamat standar yang disimpan dalam database. Setelah informasi alamat IP dipilih, server DHCP menawarkan ke host yang meminta pada jaringan. Jika host menerima tawaran tersebut, maka IP akan disewa untuk jangka waktu tertentu, bisa dalam menit, dalam jam ataupun hari. 2. FTP
File Transfer Protokol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang mensupport TCP/IP protokol. Dua hal penting yang ada dalam FTP adalah FTP server dan FTP Client. FTP server menjalankan software yang digunakan untuk tukar menukar file, yang selalu siap memberian layanan FTP apabila mendapat request dari FTP client. FTP client adalah komputer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file (mengupload atau mendownload file). Tujuan FTP server adalah sebagai berikut : 1. Untuk men-sharing data. 2. Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer. 3. Untuk menyediakan teempat penyimpanan bagi user 4. Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien. 3. DNS DNS adalah Domain Name Server, yaitu server yang digunakan untuk mengetahui IP Address suatu host lewat host name-nya. Dalam dunia internet, computer berkomunikasi satu sama lain

dengan mengenali IP Address-nya. Namun bagi manusia tidak mungkin menghafalkan IP address tersebut, manusia lebih mudah menghapalkan kata-kata seperti www.yahoo.com, www.google.com, atau www.friendster.com. DNS berfungsi untuk mengkonversi nama yang bisa terbaca oleh manusia ke dalam IP addresshost yang bersangkutan untuk dihubungi. 4. Web Server Web server merupakan software yang memberikan layanan data yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman - halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML 5. Samba Samba adalah himpunan aplikasi yang bertujuan agar komputer dengan sistem operasi Linux, BSD ( atau UNIX lainnya) dapat bertindak sebagai file dan print server yang berbasis protokol SMB (session message block). Jaringan yang semacam ini biasa dijumpai pada Windows workgroup atau Windows NT Domain. Samba juga dilengkapi dengan beberapa program bantu sehingga sistem operasi Linux (dan UNIX lainnya) bisa mengakses resources yang ada pada jaringan Windows yang telah ada. Bisa dikatakan, Samba adalah jembatan penghubung antara Windows dan UNIX. LANGKAH DAN ANALISA

DHCP

Konfigurasi DHCP server memiliki 2 metode yang digunakan, pertama Address Poll yang berarti menyiapkan reantang ip tertentu yang siap dipakai oleh Client DHCP, IP address ini bersifat sementara artinya jika Client Restart atau Shutdown maka ketika nyala lagi akan meminta ip ke server dan mungkin akan mendapatkan ip address yang berbeda dengan sebelumnya. seangkan metode kedua, MAC Address yang berarti menggunakan identitas MAC Address dari Netword Card client DHCP, metode ini akan memberikan ip statis yang sudah di seting di server DHCP, sehingga IP client tidak akan berubah.

Cara mengkonfigurasi DHCP di ubuntu server adalah sebagai berikut: Install Server DHCP di Ubuntu Masuk dulu menjadi super user dengan mengetik sudo su. Ketik apt-get install dhcp3-server di terminal. Lalu tekan enter, perintah tersebut akan meminta ubuntu server untuk menginstal program server DHCP di ubuntu server

Konfigurasi Server DHCP Ketik perintah nano /etc/default/isc-dhcp-server untuk mengedit. Cari INTERFACES= kemudian ganti dengan INTERFACES=eth0 lalu simpan dan keluar.

Langkah selanjutnya yaitu menyiapkan rentang ip yang akan di sediakan. Dengan cara mengetikkan kode berikut: nano /etc/dhcp3/dhcpd.conf Jika file telah terbuka tambahkan informasi berikut: subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 { range 192.168.0.10 192.168.0.50; option routers 192.168.0.1; option broadcast-address 192.168.0.255; default-lease-time 600; max-lease-time 7200; } Kemudian simpan dan keluar. Konfigurasi diatas berarti Server DHCP menyiapkan IP address antara 192.168.0.10 - 192.168.0.50

Ganti ip Ganti ip secara manual dengan perintah sudo ifconfig eth0 192.168.0.0

Langkah terakhir adalah menjalankan program DHCP server dengan perintah: sudo /etc/init.d/dhcp3-server stop sudo /etc/init.d/dhcp3-server start

sudo /etc/init.d/dhcp3-server restart FTP SERVER Tapi settingannya adalah sebagai berikut: - Install vsftpd dengan perintah sudo apt-get install vsftpd

Ketik perintah nano /etc/vsftpd.conf lalu cari anonymous_enable=YES ganti dengan anonymous_enable=NO Ketik perintah #local_enable=YES Ketik perintah #write_enable=YES Ketik perintah #anon_upload_enable=YES

Lalu restart dengan perintah sudo /etc/init.d/vsftpd start

Untuk koneksi dari PC client anda tinggal masuk pada command prompt lalu ketik ftp 192.168.1.9

Untuk mendapatkan file dapat menggunakan perintah get [namafile]

DNS SERVER Langkah awal yang harus kita lakukan sebelum memulai konfigurasi DNS Server adalah menginstall paket-paket bind. # apt-get install bind9 bind9-doc dnsutils Setelah semua paket terinstal, barulah kita dapat memulai konfigurasi. Dalam mengkonfigurasi zone atau domain, ada 3 file yang harus kita konfigurasi. Berikut langkah-langkahnya. 1. Konfigurasi File named.conf.local Pada file ini, kita daftarkan domain yang akan dikelola, contohnya kita akan mendaftarkan domain bernama krisna.com dengan IP Address 192.168.1.9 Sebelumnya, jangan lupa kita ketikkan perintah sudo su pada terminal dan login sebagai root. Lalu ikuti langkah selanjutnya. - buka file named.conf.local dengan mengetikkan perintah berikut # nano /etc/bind/named.conf.local - ketikkan konfigurasi seperti berikut

-jika telah selesai, tekan ctrl+O untuk menyimpan, lalu ctrl+X untuk keluar dari file editor. 2. Konfigurasi File db.forward File ini berguna untuk memetakkan hostname ke IP Address. Namun file ini belum ada pada direktori /etc/bind/, jadi kita harus membuatnya terlebih dahulu dengan mencopy file db.local. Nama filenya bisa apa saja yang Anda inginkan, yang penting diawali dengan db. dan isinya sesuai, jangan lupa juga untuk mengganti nama file db.forward pada file named.conf.local dengan nama file forward. # cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.forward -buka file db.forward # nano /etc/bind/db.forward -sesuaikan isi file yang telah ada dengan identitas hostname pada zone yang akan kita kelola sebagai berikut

- tekan ctrl+O untuk menyimpan, lalu ctrl+X untuk keluar dari file editor. 3. Konfigurasi File db.reverse Selain file db.forward, file yang harus kita buat adalah file db.reverse, yang berguna untuk memetakkan IP Address ke hostame (kebalikan dari forward). Dan sama seperti file forward, file ini belum ada pada direktori /etc/bind/ maka kita harus membuatnya

dahulu. File ini pun dapat diberi nama apa saja asalkan sesuai dengan ketentuan tadi. # cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.reverse - buka file db.reverse # nano /etc/bind/db.reverse - sesuaikan isi file sehingga seperti berikut

- tekan ctrl+O untuk menyimpan, lalu ctrl+X untuk keluar dari file editor

Setelah 3 file-file di atas selesai kita konfigurasi, selanjutnya kita harus memasukkan IP Address dan domain yang telah kita buat ke dalam file resolv.conf #nano /etc/resolv.conf - isikan seperti berikut

Berikutnya adalah menjalankan service bind, yaitu dengan perintah : # etc/ini.d/bind9 start - jika ingin merestart service # etc/ini.d/bind9 restart - jika ingin mematikan service # etc/ini.d/bind9 stop

Pengujian Dari PC Client Dari PC Client, kita dapat mengujinya melalui Command Prompt dengan mengetikkan perintah: # ping www.krisna.com

Jika me-replay, berarti DNS Server telah bekerja dengan baik. Jika tidak, berarti konfigurasi pada Server harus diperiksa kembali. Pastikan semua konfigrasi sesuai dengan langkah-langkah di atas. WEB SERVER 1. Masuk pada terminal (menu => accessories => terminal) lakukan perinta di bawah ini $ sudo apt-get install apache2

Jika sudah selesai anda bisa mencoba apache dengan menjalan aplikasi web browser (firefox, opera atau yang lain) panggil webserver dengan alamat IP di ubuntu server kita menggunakan alamat IP 192.168.1.9: Ketikkan di browser : 192.168.1.9 Jika intalasi anda berhasil maka akan muncul sebagai berikut : It works! This is the default web page for this server. The web server software is running but no content has been added, yet. Jika ingin membuat web anda sendiri, pindahlah ke directory /var/www/ Simpan web disana. Kemudian panggil dari browser client

Ketik 192.168.1.9\zzz.html

Perintah perintah lainnya untuk webserver: $ sudo /etc/init.d/apache2 start => menjalankan apache /webserver $ sudo /etc/init.d/apache2 stop => menghentikan apache /webserver $ sudo /etc/init.d/apache2 restart => menjalankan ulang apache /webserver SAMBA Langkah pertama adalah mengubah permission dari folder yang hendak dishare. Dengan menggunakan chmod 777 [lokasi folder] Kemudian konfigurasi samba dengan menggunakan #gedit /etc/samba/smb.conf Settingan seperti gambar

Atur atau ubah beberapa settingan yang diinginkan [global] = berisi konfigurasi umum samba [mydata] = merupakan nama data yang akan dishare Workgroup = nama workgroup jaringan Setelah settingan selesai jalankan samba dengan perintah # /etc/init.d/samba start Setelah berhasil maka file yang anda share dapat diakses melalui PC client, yang dapat dilihat pada network places

KESIMPULAN Ubuntu server merupakan system operasi sebagai server yang cukup baik, dikarenakan performa yang cepat tanpa melalui GUI sehingga tidak memakan banyak memory. ubuntu server juga menyediakan fasilitas seperti dukungan komunitas serta software partner sehingga lebih mudah dalam memperoleh paket paket server dibandingkan distribusi linux lain maupun platform server lain. Di ubuntu server ini juga mendukung jaringan cross platform. Tapi beberapa kekurangan dari ubuntu server adalah proses setting yang cukup sulit karena user langsung mengakses kernel dan command command yang cukup membuat user kebingungan.