Anda di halaman 1dari 4

SURAT PERJANJIAN

PERJANJIAN JUAL BELI PENGADAAN SATUAN KONPUTER antara Yayasan Pendidikan Putra Nusantara dengan PT. Prima Sarana Komputer Pada hari ini Selasa tanggal delapan bulan Januari tahun 2008, kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1. Nama Jabatan Alamat : Lintang Bima Sakti : Ketua Yayasan Pendidikan Putra Nusantara : Jl. Mega Mendung No. 18 Surakarta

Bertindak untuk atas nama Yayasan Pendidikan Putra Nusantara dan selanjutnya dalam perjanjian ini di sebut pihak pertama.

2. Nama Jabatan Alamat

: Kamaja Dewi S.E M M : Manajer Pemasaran : J.l Jangkar Bumi No. 17 Yogyakarta

Bertindak untuk dan atas nama PT. Prima Sarana Komputer dan selanjutnya dalam perjanjian ini di sebut pihak kedua.

Pihak pertama dan pihak kedua telah sepakat menjalinn kerjasama dalam sebuah kontrak perjanjian pengadaan komputer, dengan ketentuan yang mengatur sebagai berikut :

PASAL 1 RUNG LINGKUP PERJANJIAN 1. Pehak pertama akan memberikan pekerjaan terhadap pihak kedua berupa pengadaan komputer sebagai sarana yayasan pihak pertama. 2. Selama pengadaan computer yang telah diatur dalam perjanjian inibelum selesai di kerjakan, maka segala sesuatu yang berhubungan dengan pengadaan komputer menjadi tanggung jawab pihak kedua. PASAL 2 PEMBAYARAN

Atas pengadaan komputer sebanyak 40 (empat puluh) unit dilakukan oleh pihak kedua, maka pihak pertama berkewajiban membayar sebesar Rp. 152.800,(seratus lima puluh dua juta delapan ratusribu rupiah).

PASAL 3 JANGKA WAKTU PENGADAAN Pengadaan komputer tersebut dilaksanakan untuk jangka waktu 21 (dua puluh satu) hari kerja, terhitung sejak perjanjian ditandatangani oleh kedua belah pihak. PASAL 4 HAK dan KEWAJIBAN Pengadaan komputer diserahkan dan/atau dipasang di tempat Yayasan Pendidikan Putra Nusantara dengan biaya angkut dan pemasanngan di tanggung oleh pihak pertama, di alamat berikut : Yayasan Pendididkan Putra Nusantara Jl. Mega Mendung No. 18 Surakarta. PASAL 5 CARA PEMBAYARAN Pihak pertama berkewajiban memberikan pembayaran kepada pihak kedua sebesar 25% dari total pembayaran yaitu sebesar Rp. 152.800,- (seratus lima puluh dua juta delapan ratus ribu rupiah) sebagai uang muka atau sebagai tanda jadi, dan sisanya Rp. 38.200,- (tiga puluh delapan juta dua ratus ribu rupiah) dibanyarkan setelah pihak pertama menerima pengadaan komputer dari pihak kedua. PASAL 7 GARANSI 1. Apa bila terjadi kerusakan pada perangkat komputer tersebut, lebih dari 1 (satu) tahun masa garansi terhitung sejak objek perjanjian ini telah diselesaikan dan sudah diserahkan kepada pihak pertama , menjadi tanggung jawab pihak pertama. 2. Apabila kerusakan terjadi diluar/sesudah masa garansi berakhir, maka setiap pemanggilan pihak pertama di kenakan biaya Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) per unit komputer dan apabila ada penggantian komponen perangkat maka ditanggung pihak pertama. 3. Pihak kedua tidak bertanggung jawab atas kerusakan/kesalahan yang timbul akibat kesalahan dari pihak pertama.

PASAL 10 SAKSI-SAKSI Saksi yang diberikan kepada pihak pertama maupun pihak kedua apabila terjadi kesalahan dalam factor force majeure, dangan bentuk sansi pembayaran sabesar 100% (seratus persen) kepada pihak yang melakukan pembatalan perjanjian secara sapihak.

PASAL 11 1. Hal-hal yang perlu diatur dan/atau tidak lengkap diatur dalam perjanjian ini akan diputuskan melalui musyawarah kedua belah pihak untuk membuat kesepakatan bersama. 2. Hal-hal yang menyangkut teknis diatur lampiran dan merupakan bagian pelengkap yang menguatkan perjanjian ini. 3. Apabila terjadi perselisihan dalam pelaksanaan perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan secara musyawarah terlebih dahulu. 4. Tetapi, apabila penyelesaian yang terjadi tidak dapat diselesaikan dengan musyawarah, perselisihan akan diselesaikan di kantor Pengadilan Negri Jakarta. PASAL 12 1. Perjanjian ini mengikat kedua belah pihak sejak tanggal ditandatangani perjanjian, sihingga batas waktu akhir berlakunya perjanjian. 2. Perjanjian ini di buat rangkap dua, dalam keadaan sadar dan tidak ada paksaan dari pihak manapun dan di tandatangani oleh kedua belah pihak di atas materai yang cukup, sehingga memiliki kekuatan hokum yang sama. 3. Apabila di kemudian hari terjadi hal yang bertentangan dengan hokum perjanjian ini, kedu belah pihak sepakat untuk diadakan perjanjian kembali.

Surakarta, 8 Januari 2008

Pihak Pertama

Pihak Kedua

Lintang Bima Sakti ketua Yayasan

Komala Dewi S.E M M Manager Pemasaran