Anda di halaman 1dari 2

Bahan dan Metode Semua pasien dengan diagnosis kultur terbukti keratomikosis, yang dipersembahkan melalui pelayanan kornea,

sejak bulan Januari 2006 sampai dengan agustus 2008, telah diidentifikasi dari database computer. Rekam medis dan mikrobiologi pasien tersebut ditinjau kembali untuk fitur demografi, factor predisposisi, terapi sebelumnya, fitur klinis, temuan mikrobiologi, pengobatan medis dan bedah, dan hasil terapi. Hanya mereka yang melalui pemeriksaan slit-lamp secara menyeluruh dan dokumentasi yang baik dalam catatan kasus yang dimasukkan dalam analisis. Lokasi, ukuran, kedalaman, penyusupan infiltrate, keberadaan pigmentasi, eksudat endotel, dan reaksi bilik mata depan atau hipopion dicatat pada saat presentasi. Ketajaman penglihatan terbaik dikoreksi (BCVA) melalui pemeriksaan menggunakan Snellen dan dikonversi menjadi logaritma dari sudut minimum resolusi (logMAR) unit untuk dianalisis. Secara rutin, kerokan kornea diperoleh dari semua pasien dengan ulkus kornea menggunakan spatula Kimura steril melalui pembesaran slit-lamp. Bahan diperoleh dari dasar dan tepi yang diperiksa secara mikroskpis menggunakan kalium hidroksida 10% dan metode pewarnaan gram dan langsung diinokulasikan pada beberapa media padat dalam bentuk beberapa baris dari garis C. pertumbuhan yang terjadi hanya pada garis C dianggap signifikan. Semua media diinokulasikan pada inkubasi aerobik. Hasil kultur diperiksa setiap hari pada minggu pertama dan dua kali seminggu selama 3 minggu kedepan. Pada inokulasi agar darah, coklat agar. Thioglycolate-broth, dan brain-heart infusion broth, diinkubasi pada suhu 37oC. pada inokulasi potato dextrose agar (PDA) diinkubasi pada suhu 27oC dan dibuang setiap empat minggu jika tidak terlihat adanya pertumbuhan. Kultur mikroba dianggap signifikan jika, pertumbuhan organisme yang sama telah terlihat pada lebih dari satu media fase padat, dan/atau jika pertumbuhan yang konfluen pada tempat inokulasi pada satu media padat, dan/jika pertumbuhan satu media konsisten dengan temuan mikroskop langsung dan/atau jika organism yang sama tumbuh dari kerokan berulang. Setiap pertumbuhan yang terlihat pada medium diidentifikasi melalui teknik laboratorium standar, tingkat pertumbuhan, morfologi koloni pada media PDA dan hifa jamur secara mikroskopis dan konidia pada laktofenol cotton blue mount dan kultur slide. Spesiasi didasarkan pada karakteristik dan struktur bantalan konidia spora sedapat mungkin. Sebuah isolate dikenali dematiaccous, jika koloni jamur terlihat berwarna hitam atau coklat dan hifa, konidia, atau keduanya pada laktofenol cotton blue mount berwarna hitam atau coklat. Perawatan medis didasarkan pada hasil BTA dan dimodifikasi berdasarkan pada respon klinis. Kesembuhan klinis didefinisikan sebagai penyembuhan epitel kornea dengan jaringan parut kornea. Hal ini diperkirakan oleh adanya defek pada epitel, resolusi infiltrat kornea, tidak adanya reaksi selular pada bilik depan, adanya pembuluh kornea dan jaringan parut dari catatan kasus. Pengukuran hasil utama yang berarti BCVA pada saat presentasi dan pada saat follow-up terakhir untuk kelompok fungal keratitis yang berpigmen dan non pigmentasi. Ketajaman penglihatan pada akhir pengobatan diklasifikasikan sebagai pemulihan yang baik jika ada >4 baris (ketajaman visual snellen) dibandingkan dengan ketajaman visual pada pemulihan yang kurang. Stabilisasi visual tercatat jika ketajaman akhir visual dalam 4 bari pada penglihatan terlihat. Pasien yang kurang dari 1 bulan follow-up

dan tidak lengkap resolusinya pada saat tindak lanjut terakhir dikeluarkan dari analisis. Semua mata yang mengalami penyembuhan dan jaringan parut dimasukkan untuk analisis hasil visual dan mata yang mengalami intervensi bedah dikeluarkan. Untuk perbandingan yang bermakna, tes t atau setara non parametric yang digunakan dan untuk proporsi digunakan tes chi-square. Perkiraan efek pengobatan dihitung sebagai perbedaan antara sarana atau sebagai rasio proporsi (untuk hasil binomial) dengan taraf kepercayaan 95%. Sebuah analisis univariat awal diikuti dengan analisis multivariate untuk mengidentifikasi dan memilih faktor risiko penting untuk memprediksikan hasil visual. Nilai P<0,05 dianggap signifikan secara statistic.