Anda di halaman 1dari 4

Ita Tri Vitasari 101314006 B ( 2010 )

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2012

Metabolisme (bahasa Yunani: , metabolismos, perubahan) adalah semua reaksi kimia yang terjadi di dalam organisme, termasuk yang terjadi di tingkat selular. Secara umum, metabolisme memiliki dua arah lintasan reaksi kimia organik, 1. Katabolisme, yaitu reaksi yang mengurai molekul senyawa organik untuk mendapatkan energi. 2. Anabolisme, yaitu reaksi yang merangkai senyawa organik dari molekul-molekul tertentu, untuk diserap oleh sel tubuh. Kedua arah lintasan metabolisme diperlukan setiap organisme untuk dapat bertahan hidup. Arah lintasan metabolisme ditentukan oleh suatu senyawa yang disebut sebagai hormon, dan dipercepat (dikatalisis) oleh enzim. Pada senyawa organik, penentu arah reaksi kimia disebut promoter dan penentu percepatan reaksi kimia disebut katalis. Pada setiap arah metabolisme, reaksi kimiawi melibatkan sejumlah substrat yang bereaksi dengan dikatalisis enzim pada jenjang-jenjang reaksi guna menghasilkan senyawa intermediat, yang merupakan substrat pada jenjang reaksi berikutnya. Keseluruhan pereaksi kimia yang terlibat pada suatu jenjang reaksi disebut metabolom. Semua ini dipelajari pada suatu cabang ilmu biologi yang disebut metabolomika. Katabolisme merupakan fase metabolisme yang bersifat menguraikan, yang

menyebabkan molekul organik nutrien seperti karbohidrat, lipid, dan protein yang datang dari lingkungan atau dari cadangan makanan sel itu sendiri terurai di dalam reaksi-reaksi bertahap menjadi produk akhir yang lebih kecil dan sederhana, seperti asam laktat, CO2, dan amonia. Katabolisme diikuti oleh pelepasan energi bebas yang telah tersimpan di dalam struktur kompleks molekul organik yang lebih besar tersebut. Pada tahap-tahap tertentu di dalam lintas katabolik, banyak dari energi bebas ini yang disimpan melalui reaksi-reaksi enzimatik yang saling berkaitan, di dalam bentuk molekul pembawa energi adenosine trifosfat (ATP). Sejumlah energi mungkin tersimpan di dalam atom hidrogen berenergi tinggi yang dibawa oleh koenzim nikotinamida adenine dinukleotida fosfat dalam bentuk tereduksinya, yaitu NAHPD. Katabolisme disebut pula desimilasi Protein adalah salah satu makromolekul yang terdapat dalam berbagai jaringan dalam tubuh, interstitial dan cairan darah. Katabolisme atau penguraian protein merupakan satu dalam pertukaran protein tubuh yang terjadi secara kontinu dalam semua bentuk kehidupan.

Dewasa normal : 1-2 % protein tubuh diganti/hari Protein diuraikan menjadi asam amino As.Amino :- 75-80 % sintesis protein baru - 20-25 % amina membentuk ureum karbon jadi KH dan Lemak Asam-asam amino tidak dapat disimpan oleh tubuh. Jika jumlah asam amino berlebihan atau terjadi kekurangan sumber energi lain (karbohidrat dan protein), tubuh akan menggunakan asam amino sebagai sumber energi. Tidak seperti karbohidrat dan lipid, asam amino memerlukan pelepasan gugus amin. Gugus amin ini kemudian dibuang karena bersifat toksik bagi tubuh. Katabolisme atom Nitrogen/Amina : 1. Transaminasi Pemindahan/interkonversi antara sepasang asam amino dan sepasang asam keto. Sebagian besar asam amino (kecuali : lisin,treonin,prolin dan hidroksi prolin) Perlu enzim transaminase Koenzim piridoksamin fosfat via basa Schiff Gugus amino dipindahkan ke alfa-ketoglutarat membentuk Glutamat Glutamat melepaskan amonia (enzim glutamat dehidrogenase) Inhibitor : ATP, GTP dan NADH Aktivator : ADP 2. Deaminasi oksidatif Asam amino jadi asam keto mengeluarkan amonia Enzim asam amino oksidase Perlu Flavin