Anda di halaman 1dari 2

8V + 1I = KPI

Key Performance Indicator (KPI) merupakan suatu jargon di kalangan industri untuk mengukur kinerja. KPI umumnya digunakan oleh organisasi untuk mengevaluasi keberhasilannya, atau keberhasilan kegiatan tertentu di mana organisasi tersebut terlibat. KPI bersidaf kuantitatif, dan setiap organisasi memiliki KPI yang berbeda-beda. KPI sangat dibutuhkan ketika digital marketing agency menangani campaign suatu brand. Bahkan wajib hukumnya. Dengan demikian, agency maupun brand dapat mengukur seberapa tingkat keberhasilan campaign tersebut. Hal-hal yang biasa disebut sebagai KPI dalam campaign digital adalah, di antaranya, pertambahan jumlah fans di Facebook, seberapa banyak new followers dan mentions di Twitter, Klout score, web traffic, jumlah registran, dan sebagainya. Memang tidak mudah untuk menentukan KPI. Namun, ada delapan variabel yang bisa dipertimbangkan sebelum menentukan KPI. 1. Brand Equity. Brand equity adalah brand value, atau nilai yang dimiliki suatu brand. Brand equity dapat dilihat dari tiga hal, yaitu Market Share, Mind Share, dan Product Life Cycle. Market Share. Is the brand a market leader? Mind Share. Does the brand become the top of customers mind? Product Life Cycle. Seiring dengan perjalanan usianya, suatu brand akan melalui empat tahap, yaitu Introduction, Growth, Maturity, dan Decline. Ketika akan menetapkan KPI, cari tahu terlebih dahulu sedang berada di tahap mana brand tersebut. 2. Type of Audience/Industry. Type of Audience/Industry ini bisa juga disebut segmentasi pasar. Jika strategi campaign dibuat sesuai dengan segmentasi pasar, akan bisa lebih mudah menetapkan KPI. Namun, jika ingin menyentuh segmentasi pasar yang berbeda, menentukan KPI akan menjadi tantangan. 3. Online Past Performance. Intinya, apakah brand tersebut sudah eksis di dunia maya? Jika ya, agency tidak perlu membangun dari nol. 4. Campaign Idea. Seberapa lama durasi campaign, dan sekreatif apa ide campaign, tentunya juga akan menentukan tinggi-rendahnya angka KPI. 5. Budget. Kita tidak bisa lepas dari budget. Dengan budget yang besar, kita bisa membuat strategi campaign yang lebih wah, KPI pun bisa tinggi. Dan juga sebaliknya. 6. Other Promotional Tools. Dengan juga memasang iklan di media-media lainmisalnya,TVC, radio advertising, koran, majalah, billboard, dan postermasyarakat akan lebih aware terhadap brand tersebut. Dengan begitu, media digital tinggal mengisi kekosongan yang tidak bisa dipenuhi oleh media lainnya. 7. Timing. Apakah campaign dilaksanakan di saat yang tepat? Saat yang tepat ini bisa berarti bagaimana Market Trends pada saat itu. Produk apa yang sedang booming. Gaya campaign seperti apa yang lagi diminati. Siapa buzzer/influencer yang sedang laku keras dan berpengaruh besar.

8. Learn from Best Practice. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Selain belajar dari pengalaman sendiri, coba pelajari kasus/pengalaman agency-agency lain. Di atas tadi adalah teori-nya dalam menentukan KPI. Akan tetapi, ada satu kunci utamanya, yaitu INTUITION. Ketika kita sudah memahami bagaimana teori dalam menentukan KPI dan sudah berpengalaman, intuisi akan muncul dengan sendirinya. Dan satu hal lagi. Jangan sampai ketika kita sudah membuat strategi sedemikian rupa untuk mencapai KPI tertentu, kemudian setelah dianalisis kembali, ternyata tidak sesuai dengan objective-nya. Perlu digarisbawahi, bahwa KPI dan objective harus sesuai. Prioritas dalam objective menentukan KPI. Jadi, kalau dirumuskan, untuk menentukan KPI, kita butuh 8V+1I. 8 Variables + 1 Intuition.