Anda di halaman 1dari 4

MENKES Tugas Individu 1.

Bagaimana langkah seorang menejer jika staf atau perawat tidak sesuai dengan tujuan organisasi.? Jawab: a. Seorang manajer harus mengevaluasi tugas masing-masing anggotanya tersebut agar sesuai denngan tujuan yang diinginkan untuk mencapai pelayanan kesehatan yang evisien agar pasien merasa puas. b. Menentukakn kembali tugas masing-masing anggotanya setelah dialakukan evaluasi dan terdapat kecenderungan. Maka tindakan yang dilakukan dapat menekankan kedisiplinan yang diutamakan dalam melakukan tidakan secara cepat dan tepat. 2. jelaskan hubungan antara epidemiologi statistik, dalam manajemen kesehatan.? Jawab: Epidemiologi adalah cabang ilmu yang mempelajari distribusi kejadian sakit, gangguan fungsi tubuh ( disability ) dan kematian, serta faktor-faktor yang mempengaruhi frekwensi kejadiannya pada kelompok kelompok masyarakat tertentu. Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, mengananalisis, menginterpretasi dan mempresentasikan data. Singkat, statistik adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Jika dihubungkan, statistik dapat dipakai dalam pengolahan data epidemiologi yang telah diteliti, untuk memperoleh data yang pasti dan akurat. 3. bagaimana tindakan dan paradigma seorang pemimpin dalam mengatasi masalah-masalah yang ada sekarang (demo).? Jawab:

melihat masalah demo yang ada pada saat ini, sebagai wujud apresiasi masyarakat yang peduli terhadap keputusan pemimpin dianggap berdampak negatif padanmasyarakat di bawah garis kepemimpinan. Seorang pemimpin haruslah mempertimbangkan dampak yang akan ditimbulkan sebelum mengambil keputusan dengan cara melakukan musyawarah dengan anggota-anggotanya. Agar nantinya yang dihasilkan dapat mendapat apresiasi baik dari masyarakat.

4. apa yang di maksud dengan paradigma.? Jawab: Paradigama adalah cara pandang seseorang terhadap diri dan lingkungan nya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir ( kogmitif), bersikap (afektif),dan bertingkah laku (konatif). Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang di terapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, khususnya dalam di siplin intelektual. 5. bagaimana cerminan kepemimpinan yang seharusnya di terapkan pada profesi keperawatan atau kesehatan.? Jawab: a) Melihat yang ditangani adalah manusia, maka seorang pemimpin harus memiliki sifat disiplin yang tinggi dalam melakukan tindakan secara cepat dan tepat dalam memimpin anggotanya. b) Seorang pemimpin harus selalu mengevaluasi dan mengontrol sejak anfgotanya untuk mencapai tujuan dalam keperawatan yaitu pasien yang sakit dapat sehat kembali dan pasien yang sehat terhindar dari penyakit.

c) Memiliki masing-masing sikap dari tipe kepemimpinan yang liberal, demokrasi, diktator dan autopratis. 6. jelaskan 3 jenis pengawasan dan jenis pengawasan seperti apa yang diterapkan khususnya pada pelayanan kesehatan.? Jawab: a. pengawasan fungsional ( struktural) Fungsi pengawasan ini melekat pada seseorang yang menjabat sebagai pimpinan lembaga. Peranan setiap pimpinan adalah melakukan pengawasan terhadap semua kegiatan staf yang di bawah koordinasinya. Semakin tinggi tingkatan manejer akan semakin luas objek dan aspek pengawasan nya, terutama yang bersifat strategis. b. pengawasan publik pengawasan ini dilakukan oleh masyarakat terhadap jalan nya pembangunan pada umumnya. Biasanya dilakukan melalau media massa, atau kota pos c. pengawasan non fungsional fungsi pengawasan yang sifatnya non fungsional biasanya dilakukan oleh badan-badan yang di berikan wewenang untuk melakukan pengawasan ( fungsi sosial kontrol) seperti DPR,badan pengawasan keuangan (BPK) Negara, badan pengawasan keuangan yang pembangunannya (BPKP) dan fungsi inspektorat yang ada di masingmasing depertemen, baik di tingkat pusat propensi diantara ke tiga pengawasan tersebut diatas, pengawasan fungsioinal/ struktural adalah pengawasan yang paling baik diterapkan dalam suatu institusi. Sepeti pada posisi kepala ruangan dalam suatu rumah sakit yang setiap saat selalu mengontrol anggotanya demi kelancaran pelayanan kesehatan dalam rumah sakit tersebut, sehingga pasien merasa puas dengan pelayanan tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit tersebut. Dan menempatkan anggotanya sesuai dengan kemampuan masing-masing.