Anda di halaman 1dari 3

b.

Pemeriksaan sel selain sperma Pada pemeriksaan ini ditemukan epitel sebanyak 6 sel , penghitungannya menggunakan rumus
C=NxS 100

Keterangan :C = Jumlah sel dalam sperma S= Jumlah sperma dalam juta/ml

Ketentuan : N dihitung dalam 50 sel sperma = hasil dikalikan 2

Sehingga : C = N x S = 6 x107 x2= 12.84 100 100

Pada hasil pemeriksaan ini ditemukan jumlah sel non sperma 6 sel, hal ini dapat dikatakan abnormal, karena jumlah normal elemen non sperma perlapang pandang adalah 2-3 sel perlapang pandang (Yayasan Aquatreat Theraphy Indonesia, 2009). Hal ini mungkin dikarenakan adanya kelainan (radang, infeksi, dll) pada duktus sepanjang saluran sperma atau pada organ-organ sekretori seperti kelenjar prostat, vesikula seminalis, kelenjar bulboruethralis, dll. Hal ini bisa juga dikarenakan objek glass yang kurang bersih atau pada pembuatan preparat dari sperma tersebut yang tidak sesuai prosedur sehingga menimbulkan adanya kotoran, atau benda-benda kecil lainnya yang menempel pada objek glass. Lensa mikroskop yang kurang bersih juga dapat menyebabkan adanya salah perhitungan dalam menentukan jumlah elemen non sperma. Praktikan yang kurang teliti juga dapat salah mengira antara sperma dengan elemen non sperma yang dikarenakan melihat sperma yang tidak terlihat ekornya sebagai elem non sperma, hal ini karena kurang telitinya praktikan.

MIKROSKOPIS a. Pemeriksaan estimasi jumlah sperma Cara : 1. Teteskan 1 tetes sampel ke objek glass, kemudian tutup dengan cover glass 2. Diperiksa di bawah mikroskop dengan pembesaran 400 x ( 40 x lensa objektif, 10 x lensa okuler), kondensor diturunkan dan cahaya minimal. Pemeriksaan dilakukan pada tiga lapang pandang, pada suhu kamar

3.

Jumlah rata-rata sperma yang didapat dikalikan dengan 106 sperma yang didapat, juga digunakan sebagai dasar

4. Jumlah rata-rata

pengenceran saat penghitungan dengan bilik hitung Neubauer Improved 5. Tabel 1. Pengenceran berdasarkan estimasi jumlah sperma

Jumlah sperma / lapang pandang (400x) < 15 15 40 40 200 > 200

Pengenceran 1:5 1 : 10 1 : 20 1 : 50

Hasil: Pemeriksaan sperma dilihat dari tiga lapang pandang,hasilnya adalah: a.lapang pandang pertama b.lapang pandang kedua c.lapang pandang ketiga d.lapang pandang keempat : 43 sperma : 41 sperma : 40 sperma : 46 Sperma + 170 sperma Rata-rata = 170 : 4 = 42,5 Jumlah estimasi sperma = 42,5 106 = 42,5 juta/ml

Dari estimasi jumlah sperma itu dapat ditentukan pengenceran untuk bilik hitung Neubaeur Improve nya 1:20. Pengenceran dilakukan untuk melakukan penghitungan jumlah sperma pada bilik NI. -Levison et al.Hard to Conceive.online. (http://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMcps0810360) diakses pada 22 April 2010

-Dohle et al.Guidelines for The Investigation and Treatment of Male Infertility.online. (http://www.uroweb.org/gls/pockets/english/Male%20Infertility%202010.pdf) diakses pada 22 April 2012 -Ashok et al.Interpretation of Basic Semen Analysis and Advanced Semen Testing.online. (http://www.springer.com/cda/content/document/cda_downloaddocument/9781607611929c1.pdf) diakses pada 22 April 2012

-World Health Organization.2010.WHO laboratory manual for the Examination and processing of human semen fifth edition.Geneva: WHO Press

-Cooper et al hru. World Health Organization reference values for human semen characteristics.online. http://www.who.int/reproductivehealth/topics/infertility/cooper_et_al_hru.pdf diakses pada 22 April 2012