Anda di halaman 1dari 6

RESPON IMUN SPESIFIK PADA INFEKSI BAKTERI

Antigen dikenali APC

SEL T

Thelper

Tc

Th1

Th2

Sekresi CD8

IL-2

CD4

TNF

Sekresi IL-4 dan IL-5

Merespon MHC Iantigen

Merespon MHC IIantigen

Merangsang proliferasi Sel B

Membunuh bakteri

Menghasilkan INF-

Sel B Sel Plasma

Aktivasi macrophage

Menghasilkan antibodi dan sel memori

ANTIBODI
Immunoglobulin G
75% serum Ig & 15% total protein dalam serum. Terbanyak dalam darah, CSS dan peritonial. Dapat menembus plasenta dan berperan pada imunitas bayi sampai umur 6-9 bulan. Bekerja

sama dengan komplemen saling membantu sebagai opsonin pada pemusnahan antigen. Terdiri
atas 4 subkelas yaitu IgG1, IgG2, IgG3, IgG4 yang berbeda dalam sifat dan aktivitas biologik. Dapat mengaktifkan komplemen melalui jalur klasik.

Immunoglobulin A
Banyak ditemukan dalam cairan sekresi saluran napas, cerna, dan kemih, air mata, keringat, ludah, dan air susu ibu(berupa Ig A sekretori). Kompenen sekretori melindungi Ig A dari protease mamalia. Ig A sekretori melindungi tubuh dari patogen karena dapat bereaksi dengan molekul adhesi dari patogen potensial sehingga mencegah adherens dan kolonisasi patogen tersebut dalam host. Ig A dapat bekerja sebagai opsonin dan berperan pada imunitas cacing pita. Ig A dalam serum mengaglutinasikan kuman, mengganggu motilitasnya sehingga memudahkan pagositosis. Ig A mengaktifkan jalur komplemen melalui jalur alternatif.

Immunoglobulin M(Terbesar)
Paling efisien dalam aktivasi komplemen jalur klasik. Dibentuk paling dahulu pada respon imun primer. Imunoglobulin M juga merupakan Ig yang predominan diproduksi janin. Ig M tidak dapat menembus plasenta. Diproduksi oleh janin sejak umur 12 minggu, bila sel B dirangsang oleh infeksi intra uterin, seperti sifilis kongenital, rubella, toxoplasmosis, dan virus citomegali. Ig M dapat mencegah gerakan mikroorganisme patogen, memudahkan fagositosis dan merupakan aglutinator poten antigen. Pada respon primer timbulnya Ig G didahului oleh Ig M.

Immunoglobulin D
Kadar yang sangat rendah dalam serum, karena Ig D tidak dilepas sel plasma dan sangat rentan terhadap degradasi oleh proses proteolitik. Ig D merupakan komponen permukaan utama sel B dan pertanda dari diferensiasi sel B yang lebih matang. Ig D bersama Ig M berfungsi sebagai reseptor antigen pada aktivasi sel B. Ig D tidak mengikat komplemen.

Immunoglobulin E
Mudah diikat sel Mast, basofil dan eusinofil yang memiliki reseptor untuk fraksi Fc dari Ig E. Ig E dibentuk setempat oleh sel plasma dalam selaput lendir saluran napas dan cerna. Kadar Ig E yang tinggi ditemukan pada reaksi alergi, infeksi cacing, schistosomiasis, penyakit hidatid, trikinosis, dan berperan pada imunitas parasit.