Anda di halaman 1dari 8

II.

PEMBAHASAN MEMILIH PENDEKATAN


Dalam pembahasan kali ini penulis akan menyampaikan sebuah pokok bahasan yang berjudul Pemilihan Pendekatan , Pendekatan yang dimaksudkan dalam pembahasan ini dimaksudkan untuk mengetahui desain atau rancangan penelitian yang berkenaan dengan beberapa jenis pendekatan tergantung dari sudut pandangnya. Pendekatan dalam pembahasan ini akan mengacu pada bentuk bentuk pendekatan yang penulis temukan di sumber buku yang telah penulis baca. Secara singkat pendekatan penelitian dapat dibedakan atas beberapa jenis,tergantung dari sudut pandangnya. 1. Jenis pendekatan menurut teknik sampling adalah: Pendekatan populasi, Dalam hal ini Populasi adalah semua individu yang menjadi sumber pengambilan sampel dimana pada kenyataannya populasi itu adalah sekumpulan kasus yang perlu untuk memenuhi syarat-syarat tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian. Sedangkan menurut Siswojo definisi dari populasi adalah sejumlah kasus yang memenuhi seperangkat criteria yang ditentukan peneliti, disini peneliti dapat menentukan sendiri kriteria-kriteria yang ada pada populasi yang akan diteliti, sebagai contoh semua laki-laki yang berambut putih yang ada di jakarta, atau semua remaja yang kecanduan narkotika di indonesia sebagai populasi.1 Pendekatan sampel, Dalam pendekatan ini sampel biasa kita sebut dengan contoh Mardalis menyatakan sampel yaitu sebagian dari seluruh individu yang menjadi objek penelitian, adapun tujuan dalam penentuan sampel ialah
1

Mardalis, Metode penelitian suatu pendekatan proposal, ( Jakarta : Bumi Aksara, 2004 )

hal 54

untuk memperoleh keterangan mengenai objek penelitian dengan cara mengamati hanya sebagian dari populasi yang ada. Pada hakikatnya penggunaan sampel dalam suatu penelitian adalah dikarenakan sulitnya untuk meneliti seluruh populasi, hal ini mengingat biaya dan waktu yang begitu banyak diperlukan jika harus meneliti seluruh populasi. dalam perkembangan selanjutnya sampel dapat dibedakan menurut data yang diperlukan antara lain : 1. Sampel Acak,2 Pengambilan sampel dalam teknik ini, peneliti

memperkirakan bahwa setiap sampel dalam populasi berkedudukan sama dari segi segi yang akan diteliti Contoh : Mahasiswa yang baru masuk perguruan tinggi negeri mereka sama-sama tamatan SLTA dan sama-sama lulus ujian Nasional. 2. Sampel Berstrata Jika penelitian kita memerlukan data bertingkat, berstrata, atau bergelombang dan berlapis-lapis. Yang mungkin berbentuk kelas, umur, daerah dan kedudukan, atau sejenis maka kita menggunakan sampel stratified dengan mengambil sampel pada strata-strata tertentu sesuai dengan penelitian yang dilakukan 3. Cluster Sampel Teknik ini digunakan tidak untuk sampel individu, tetapi sampel untuk populasi yang berkelompok-kelompok,dalam penggunaan sampel cluster ini umumnya kesatuan kesatuan yang diteliti, merupakan kelompok-kelompok yang lebih besar . disamping itu dapat pula kelompok daerah atau wilayah tertentu yang akan di gunakan sebagai sampel. 4. Purposive Sampel Penggunaan teknik sampel ini mempunyai suatu tujuan atau dilakukan dengan sengaja, cara penggunaan sampel ini diantara
2

Dalam literature lain biasa disebut Sampel Random

populasi sehingga sampel tersebut dapat mewakili karakteristik populasi yang telah dikenal sebelumnya, penggunaan teknik ini senantiasa berdasarkan kepada pengetahuan ciri-ciri tertentu yang telah didapat dari populasi sebelumnya. Contoh : Jika peneliti ingin mengetahui perbedaaan sikap antara pemuda-pemuda di kota besar terhadap kenakalan remaja, dalam hal ini mestinya peneliti telah mengetahui lebih dahulu ciri-ciri pemuda di perkotaan 5. Quota Sampel Penggunaan teknis Quota sampel ini perlu menetapkan strata populasi berdasarkan tanda tanda yang mempunyai pengaruh terhadap variabel yang akan diselidiki, seandainya strata-strata telah ditetapkan dengan pasti, kemudian peneliti menentukan quota yang memadai dan dapat memenuhi serta dapat mewakili populasi atau sebagian populasi, sedangkan penetapan quota tergantung kepada kepentingan penelitian: dapat berdasarkan faktor sosial, faktor ekonomi, faktor geografis atau faktor politis. Contoh : jika kita ingin meneliti orang-orang yang berambut kribo di sebuah kota, kita telah mengetahui ciri-cirinya yaitu rambutnya kribo dan kemudian kita menetapkan qoutanya sejumlah yang telah kita tentukan. 6. Insidental Sampel Insidental sampel ini dilakukan dengan cara memperoleh sampel dari sekumpulan populasi yang cara memperoleh data untuk sampel tersebut diperoleh dengan cara insidental atau secara kebetulan saja dengan tidak menggunakan perencanaan tertentu. Contoh : Jika kita ingin meneliti orang-orang yang telah berambut putih di seluruh kota, sampelnya kita cari di sekeliling kota dan dimana dan kapan saja kita menemui orang orang yang berambut putih,

kita ambil sebagai sampelnya. Jadi penemuan semua sampel tersebut hanya secara kebetulan saja dan tidak direncanakan.3

Pendekatan kasus. Studi kasus merupakan tipe pendekatan dalam penelitian yang penelaahnya kepada satu kasus dilakukan secara intensif, mendalam, mendetail dan komprehensif, studi kasus bisa dilakukan terhadap individu, seperti lazimnya yang dilakukan terhadap kelompok, seperti yang dilakukan oleh beberapa ahli antropologi, sosiologi, dan psikologi Sosial.4

2. Jenis pendekatan menurut timbulnya variabel adalah: Pendekatan non-eksperimen, Pendekatan eksperimen.

3. Jenis pendekatan menurut pola-pola atau sifat penelitian non-eksperimen. Sehubung dengan pendekatan jenis ini, maka dibedakan atas: a. Penelitian kasus (case-studies), Penelitian Kasus (case-studies), adalah bentuk penelitian yang mendalam tentang suatu aspek lingkungan sosial termasuk manusia didalamnya penelitian kasus dapat dilakukan terhadap seorang individu, sekelompok individu ( misalnya suatu keluarga ) segolongan manusia ( guru, suku ), lingkungan hidup manusia ( desa, sector kota ) atau lembaga sosial ( perkawinan -perceraian ), penelitian kasus dapat mengenai perkembangan sesuatu ( misalnya pengatuh didirikanya pabrik di daerah pedesaan ) dapat pula member gambaran tentang keadaan yang ada. Bahan untuk penelitian kasus dapat diperoleh dari sumber-sumber seperti laporan hasil pengamatan, cacatan pribadi, kitab harian atau

3 4

Op.Cit Mardalis hal 56-59 Sanapiah faisal, Format-format Penelitian Sosial, (Jakarta : Rajawali Pers, 2010 ) hal 22

biografi orang yang diselidiki, laporan atau keterangan dari orang yag banyak tahu tentang hal itu.5 b. Penelitian kausal komparatif, Penelitian kausal-komparatif adalah penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat dengan cara berdasar atas pengamatan terhadap akibat yang ada dan mencari kembali faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu.6 c. Penelitian korelasi, Penelitian korelasi adalah penelitian yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan antara dua variabel atau lebih, dan apabila ada, betapa eratnya hubungan serta berarti atau tidaknya hubungan itu.7 d. Penelitian historis, Penelitian historisa adalah penelitian yang digunakan untuk menggambarkan atau memotret keadaan atau kejadian masa lalu yang kemudian digunakan untuk menjadi proses pembelajaran masyarakat sekarang.8 e. Penelitian filosofis.

4. Jenis

pendekatan

menurut

model

pengembangan

atau

model

pertumbuhan,adalah: a. One-shot model,yaitu model pendekatan yang menggunakan satu kali pengumpulan data padasuatu saat. b. Longitudinal model, yaitu memepelajari berbagai tingkat pertumbuhan dengan cara mengikuti perkembangan bagi individu-induvidu yang sama.

Nasution, Metode Research ( penelitian Ilmiah ), ( Jakarta : Bumi Aksara, 1996 ) hal 28 http://www.infoskripsi.com/Theory/Penelitian-Kausal-Komparatif.html 7 http://www.4skripsi.com/metodologi-penelitian/penelitian-korelasi.html#axzz1sFjuXfL
6

http://balipaper.wordpress.com/2010/06/07/penelitian-historis-historicalresearch/

c. Cross-sectional model, yaitu gabungan antara model A dan B, untuk memperoleh data yang lebih lengkap yang dilakukan dengan cepat, sekaligus dapat menggambarkan perkembangan individu selama dalam masa pertumbuhan karena mengalami subjek dari berbagai tingkat umum Contoh untuk ketiga jenis pendekatan ini adalah sebagai berikut. Misalnya saja peneliti ingin mengetahui bagaimana perkembangan motorik anak. Untuk pendekatan pertama yaitu one shot model seutuhnya hanya meneliti perkembangan motorik anak pada usia 1 tahun. Dikumpulkannya sekumpulan anak usia 1 tahun lalu diamati kemampuan belajarnya.One shot disini dapat diartikan satu kali tembak,penelitian dilakukan pada satu waktu terhadap satu kelompok. Untuk pendekatan jenis kedua, yakni longitudinal model atau pendekatan memanjang menurut waktu, peneliti mengamati perkembangan motorik sekelompok anak misalnya pada umur 7 bulan, 8 bulan, 9 bulan, 10 bulan, 11 bulan, 12 bulan dan seterusnya. Dengan demikian penelitian dilakukan pada beberapa waktu terhadap satu kelompok. Dari pengamatan berturutan tersebut dapat diambil kesimpulan mengenai perkembangan motorik anak mulai umur 7 bulan hingga 14 bulan. Kelemahan dari pendekatan ini adalah pendekatan ini memerlukan waktu yang sangat lama, akan tetepi penelitian ini memiliki kebaikan juga yaitu bahwa subjek-subjek yang diamati merupakan subjek yang sama, sehingga gambaran perkembangan motorik yang dihasilkan tidak dipengaruhi oleh faktor subjek. Untuk pendekatan jenis ketiga, yakni cross-sectional model atau pendekatan silang, penelitian mengamati perkembangan motorik beberapa kelompok anak dari usia yang berbeda. Misalnya kelompok A adalah kelompok anak umur 7 bulan, kelompok B adalah kelompok anak 8 bulan, kelompok C umur 9 bulan, dan seterusnya. Alasan peneliti mengambil beberapa kelompok adalah adanya 7 bulan pada bulan berikutnya akan mencapai perkembangan setaraf kelompok B sekarang, dan dua bulan berikutnya perkembangannya setaraf

dengan kelompok C sekarang. Dengan kata lain, kelompok B, kelompok C, dan sebagainya merupakan Bayangan kelompok A pada bulan-bulan

berikutnya. Dengan demikian penelitian dilakukan pada satu waktu terhadap beberapa kelompok, di mana kelompok-kelompok yang usianya lebih banyak dipandang sebagai pengganti kelompok usia terkecil pada masa-masa berikutnya.

5. Jenis pendekatan menurut desain atau

rancangan penelitian (yang ini

sebenarnya masuk dalam pendekatan eksperimen). Walaupun ada beberapa jenis desain atau rancangan penelitian, namun secara garis besar ada tiga rancangan dasar yaitu: a. Rancangan Rambang lugas. b. Rancangan Ulangan. c. Rancangan Factorial. Sedangkan rancangan-rancangan yang lain merupakan perluasan atau kombinasi dari ketiga rancangan pokok tersebut.9 Campbell dan Standley yang dikutip oleh Suharsimi membagi jenis-jenis desain ini berdasarkan atas baik buruknya eksperimen atau sempurna tidaknya eksperimen. Secara garis besar mereka mengelompokkan atas : Pre Experimental design ( Eksperimen yang belum baik ) True Experimental design ( Eksperimen yang sudah dianggap baik ) Pre-Experimental design dipandang sebagai Eksperimen yang tidak sebenarnya. Oleh karena itu sering disebut juga quaxi experiment .10 Ada tiga jenis design yang dimasukkan kedalam katagori Pre Experimental design, yaitu 1. One shot case study 2. Pres test and Post test 3. Static group comparation.11

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, ( Jakarta : Rineka Cipta, 2010 ) hal 123 Disebut quaxi experiment karena eksperiment jenis ini belum memenuhi persyaratan seperti cara eksperimen yang dinyatakan ilmiah mengikuti peraturan-peraturan tertentu.
10

Daftar Pustaka
Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian, Jakarta : Rineka Cipta, 2010 Faisal Sanapiah, Format-format Penelitian Sosial, Jakarta : Rajawali Pers, 2010 Mardalis, Metode penelitian suatu pendekatan proposal, Jakarta : Bumi Aksara, 2004 Nasution, Metode Research ( Penelitian Ilmiah ), Jakarta : Bumi Aksara, 1996

11

Ibid