Anda di halaman 1dari 5

BENCANA ALAM Definisi bencana alam adalah suatu peristiwa atau kejadian yang terjadi di muka bumi ini.

Bencana alam yang terjadi di muka bumi berakibat kerusakan alam dan lingkungan sekitarnya, sehingga menyebabkan lingkungan dan alam sekitar yang kita cintai ini menjadi rusak atau lingkungannya sudah berbeda dengan sebelum bencana tersebut terjadi, dengan kata lain bentuknya sudah tidak beraturan seperti aslinya. Indonesia, hampir setiap tahun selalu ada bencana yang menimpa bangsa indonesia. bencana terjadi tidak jauh dari ulah manusia sendiri atau tidak peduli dengan lingkungan. Bencana terjadi karena manusia kurang memperhatikan dan memperbaiki alam semesta ini, hal ini menyebabkan sering terjadinya bencana atau musibah. Indonesia, memiliki hutan-hutan yang begitu banyak. akan tetapi, para manusia salah memanfaatkannya. Dari faktor hutan yang salah menggunakannya saja sudah menjadi sebabsebab bencana alam yang akan terjadi. Dan, banyak manusia yang menjadikan kekayaan hutan menjadi lahan usaha, bisnis, dan lahan mencari sebuah keuntungan. tetapi banyak diantara mereka yang menggunakan cara-cara yang tidak benar seperti menebang pohonpohon yang ada di hutan secara ilegal dan tanpa perizinan dari menteri kehutanan. Dari hal menebang pohon yang ada dihutan secara ilegal dan tanpa perizinan dari menteri kehutanan. Menyebabkan banyak hutan-hutan yang gundul dan banyak terjadi pembakaran hutan yang menyebabkan tanah mudah longsor. akibatnya sering terjadi bencana longsor. ini sangat merugikan banyak manusia yang tinggal didaerah itu. Dari efek penebangan hutan secara liar dan akibatnya menjadi longsor. Tidak hanya longsor saja yang menjadi efek penebangan hutan tetapi banjir juga berpengaruh dari penebangan hutan tersebut. Bencana yang ada di Indonesia lumayan banyak seperti gunung meletus, gempa bumi, Tsunami, Banjir, Angin Topan, dan Tanah Longsor. Bencana ini terjadi karena berbagai sebab di antaranya wilayah Indonesia yang dilintasi oleh dua jalur pegunungan yaitu Pegunungan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania yang menyebabkan banyak gunung berapi. Aktivitas gunung berapi menyebabkan terjadinya gempa vulkanik, sedangkan pergeseran lempeng benua menyebabkan gempa tektonik. Bila pusat gempa terjadi di lautan maka akan terjadi badai tsunami. Iklim di Indonesia menyebabkan angin musim yang kadang-kadang bisa terjadi angin topan, sedangkan curah hujan yang terjadi menyebabkan banjir dan tanah longsor. Bencana tersebut tidak dapat kita hindari lagi sebab bancana datangnya tiba-tiba dan tidak ada seorang pun dari kita yang mengetahui kapan bencana alam itu terjadi. Tapi ada pula benca alam yang terjadi karena ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Berdasarkan data yang terdapat di BLK (Badan Lintang Kehutanan),Departemen kehutanan. Kerusakan hutan atau bencana alam yang terjadi dan di akibatkan oleh hutan di Indonesia itu biasanya di sebabkan oleh manusia yang tidak bertanggung jawab yang sering kali menebang hutan secara sembarangan. Akibat ulah tangan-tangan manusia yang tidak bertangung jawab tersebut maka Indonesia sering kali mengalami bencana banjir, longsor dan lain-lain. Banjir terjadi karena hutan yang gundul tidak dapat lagi menyerap air, tapi ada juga banjir yang disebabkan oleh manusia yang sering membuang sampah secara sembarangan, sehingga mengakibatkan air sungai meluap dan menyebabkan banjir.

Jadi jangan heran apabila di Indonesia sering terjadi bencana banjir. Apalagi di Indonesia sedang mengalami musim penghujan, maka tidak banyak kota di Indonesia yang terendam akibat banjir dan longsor. Karena sesungguhnya hutan sangat bermanfaat, contohnya sebagi penyangga air yang berlebihan bila di musim hujan. Kerugian yang diakibatkan oleh bencana banjir antara lain, hilangnya lapisan permukaan tanah yang subur karena pengikisan, rusaknya tanaman, dan pastinya akan merusak keindahan alam Indonesia ini. Bencana banjir adalah bencana yang selalu di alami oleh Negara Indonesia. Jadi semua bencana alam yang terjadi, akan sangat merugikan kita dan masyarakat yang terlahir sebagai makhluk sosial. Agar semua kegiatan yang kita lakukan dapat bermanfaat dan berguna. Oleh karena itu kita harus melestarikan alam sekitar dan menjaganya dari tangantangan manusia yang tidak bertanggung jawab, agar generasi yang akan datang bisa menikmati keindahan alam kita ini. Maka di dalam individu masing-masing harus memiliki sikap atau rasa peduli yang kuat terhadap pentingnya dalam menjaga dan melestarikan alam sekitar. Salah satu cara yang paling sederhana adalah seperti : membiasakan membuang sampah pada tempatnya, memperbanyak menanam pohon, dan lakukan gotong royong dalam membersihkan lingkungan.

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (QS Ar-Ruum [30]:41). Selain untuk beribadah kepada Allah (QS Adz-Dzariyat [51]:56), manusia diturunkan ke bumi ini juga agar menjadi khalifah di bumi (kholifatul ard). Akan tetapi dua tugas di atas sesungguhnya sangat berkaitan, artinya jika manusia betul-betul melaksanakan tugasnya sebagai khalifah, maka perbuatan itu juga dinilai sebagai suatu ibadah, karena ibadah mempunyai dua makna, yaitu ibadah dalam arti sempit dan ibadah dalam arti luas. Ibadah dalam arti sempit adalah segala bentuk ibadah yang waktu dan tata caranya telah ditentukan berdasarkan oleh Allah maupun Rasul-Nya dalam nash, seperti sholat, puasa, zakat, dan haji. Maka tidak boleh ada penambahan-penambahan maupun penguranganpengurangan dalam hal ini kecuali berdasar nash, karena penambahan-penambahan dan pengurangan-pengurangan dalam hal ini disebut bidah. Sedangkan ibadah dalam arti luas adalah segala bentuk perbuatan yang dicintai Allah, seperti suka memberi, jujur, menghormati, dan lain-lain termasuk juga mengelola bumi ini dengan sebaik-baiknya juga dinilai sebagai ibadah. Sebenarnya kata khalifah merupakan isim fail dari kata khalafa yang berarti pengganti. Akan tetapi dalam pengertian yang lebih luas, khalifah berarti pengelola bumi (alam). Sehingga tugas manusia sebagai khalifah, seperti yang telah disebutkan di atas berarti tugas untuk mengelola bumi dalam rangka menciptakan kemaslahatan bagi seluruh makhluk yang ada di alam ini. Hal ini sesuai dengan pendapat sebagian mufasir dalam menafsirkan kata khalifah yang terdapat dalam surat Al-Baqarah[2] ayat 30. Terhadap tugas yang demikian itu, kebanyakan dari manusia sering kali lalai. Mereka bukannya mengelola alam ini dengan baik, malahan banyak membuat kerusakan terhadapnya, seperti yang akhir-akhir ini banyak terjadi di negara kita, berupa kasus penebangan kayu secara illegal (illegal loging). Illegal logging sebenarnya sudah terjadi sejak lama tetapi baru mencuat akhir-akhir ini. Pelakunya melakukan pengrusakan hutan untuk kepentingan pribadi mereka, tanpa memikirkan kemaslahatan orang lain. Mereka lupa bahwa di dunia ini, meeka tidak hidup sendirian, melainkan berdampingan dengan orang lain. Sehingga mereka tidak berfikir apa nantinya yang akan terjadi pada masyarakat sekitar jika banyak penebanganpenebangan liar terhadap pohon-pohon di hutan. Itu hanyalah salah satu contoh kasus saja mengenai pengrusakan lingkungan hidup oleh manusia yang akhirnya menyebabkan berbagai bencana. Padahal masih banyak lagi kasus-kasus yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang kemudian mengakibatkan terjadinya bencana. Karena banyaknya kasus-kasus itulah barangkali Allah SWT memberikan peringatan berupa adzab kepada bangsa Indonesia dengan berbagai bencana, seperti kelaparan, banjir, longsor yang banyak mengakibatkan kerugian baik itu berupa nyawa manusia maupun kerusakan terhadap harta benda yang tidak terhitung jumlahnya. Bisa jadi bencana-bencana itu merupakan kemarahan Allah terhadap kita, hamba-Nya yang membangkang terhadap perintah-Nya. Banyaknya kemaksiatan-kemaksiatan juga dapat menyebabkan ditimpakannya adzab Allah. Karena banyak fakta yang membuktikan akan hal itu, seperti umat Nabi Luth As yang

ditenggelamkan ke dalam tanah karena mereka melakukan perbuatan homoseksual, umat Nabi Nuh As yang ditimpakan air bah yang sangat besar karena kedurhakaan mereka, dan banyak lagi kisah-kisah lainnya yang menunjukkan akan hal itu. Dan jika pada suatu daerah masyarakatnya banyak yang membangkang kepada-Nya, maka niscaya orang-orang yang tidak bersalahpun juga akan terkena adzab-Nya. Agar Allah SWT tidak murka, maka kita harus selalu menjalankan perintah-Nya, termasuk menjaga alam ini. Karena dalam banyak ayat, Allah SWT telah menganjurkan agar kita betul-betul memanfaatkan alam ini dengan sebaik-baiknya, menggunakannya untuk kemaslahatan seluruh makhluk hidup, serta tidak membuat kerusakan terhadapnya. Salah satunya adalah firman Allah SWT dalam surat Al-Araf [7] ayat 56 dan 85 yang artinya, Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diciptakannya dengan baik. Bencana Alam Akibat Modernisasi Modernisasi juga banyak mengakibatkan terjadinya kerusakan alam yang nantinya juga akan berakibat terjadinya bencana alam. Seperti industrialisasi, penambangan, pertanian dan lain sebagainya. Akibat kegiatan itu merebahlah berbagai penyakit yang membahayakan. Suatu contoh, kasus teluk buyat yang masyarakat di sekitarnya terkena suatu penyakit diakibatkan oleh tercemarnya air laut oleh limbah pabrik dari PT Newmon. Sebenarnya Islam tidak melarang manusia untuk selalu mengembangkan teknologi. Bahkan Islam menganjurkan akan hal itu, karena Allah memberikan akal kepada manusia untuk selalu berfikir sehingga menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Akan tetapi yang jadi masalah, dengan kemajuan teknologi itu manusia sering melupakan tehadap dampak terhadap lingkungan sekitar. Pembuangan limbah yang sembarangan dapat merugikan lingkungan. Sekali lagi perlu diingat bahwa Islam mendukung akan kemajuan teknologi, tetapi perlu diingat pula bahwa manusia di dunia ini tidak hidup sendirian melainkan berdampingan dengan masyarakat lain yang berhak atas keselamatan dan kenyamanan hidup. Merebahnya penyakit-penyakit berbahaya, semacam kanker, dewasa ini juga diakibatkan oleh efek negatif dari modernisasi, utamanya alih teknologi, yaitu banyaknya penggunaan CFC, seperti lemari es yang menyebabkan menurunnya kadar ozon di stratosfer sehingga sinar ultra violet banyak yang langsung mengenai bumi karena tidak terlebih dahulu mengenai ozon. Dengan demikian diperlukan adanya pembatasan tertentu dalam penggunaan teknologi modern yang selain mampu menunjang kehidupan manusia, juga mampu menjamin keselaran hubungan manusia dan lingkungan. Pendidikan Sebagai Solusi Rasa-rasanya banyaknya perusakan-perusakan terhadap alam di negari ini kita sudah menjadi suatu budaya yang sangat sulit untuk dihentikan. Bahkan hukuman berupa punishment dari negara sudah tidak lagi membuat pelakunya jera akan perbuatan tersebut. Sulit memang, tetapi bukan berarti tidak bisa. Pendidikan merupakan alternatif untuk merubah budaya tersebut, walaupun memerlukan waktu yang panjang untuk merubah budaya tersebut. Pendidikan yang dimaksud di sini bukan dalam artian hanya berupa pendidikan formal dalam sekola ataupun perguruan tinggi, melainkan termasuk juga pendidikan-

pendidikan informal, seperti penyuluhan-penyuluhan, pengajian-pengajian dan lain sebagainya. Karena sebenarnya baik agama maupun Negara sama-sama menganjurkan bahkan mengharuskan agar kita selalu menjaga kelestarian lingkungan hidup. Oleh karena itu, peran para daI sangat penting sekali dalam mewujudkan hal ini. Mereka hendaklah selalu mengingatkan kepada masyarakat dalam dawahnya untuk senantiasa memelihara lingkungan hidup, karena memelihara lingkungan hidup merupakan tugas pokok manusia terhadap bumi ini, dan Allah melaknat orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi ini. Dalam al Quran telah disebutkan bahwa telah nyata-nyata kerusakan di bumi, baik di daratan maupun lautan karena ulah tangan manusia. Maka membentuk kesadaran akan tanggung jawab manusia dalam memelihara alam ini sangat penting, dan kalau ini berhasil, maka insya Allah bencana yang melanda bumi pertiwi kita akan berkurang. Tapi ingat juga bahwa bencana yang terjadi selama ini bisa juga karena banyak merajaleanya kemaksiatan di sana sini, yang menyebabkan kemurkaan Allah. Jadi bila di negari ini sering terjadi bencana, yang tentunya sangat menghambat pertumbuhan pembangunan serta membuat resah masyarakat khususnya para korban, maka sudah seharusnya kita mengintrospeksi diri kita atas apa yang telah kita perbuat, sehingga berbagai bencana tidak henti-hentinya melanda. Bisa jadi banyaknya maksiat yang kita lakukan membuat Allah SWT marah dan menimpakan adzab. Atau kita sendirilah penyebab terjadinya bencana tersebut akibat perusakan alam yang selama ini kita lakukan. Wallahu alamu bish showab. Contoh Bencana Alam Akhir-akhir ini peristiwa bencana sering menimpa negeri ini, semua pihak merasa terkejut dengan rentetan kejadian bencana, diawali dengan Gempa Bumi yang diiringi gelombang tsunami di Nangroe Aceh Darussalam dan Provinsi Sumatera Utara yang terjadi tanggal 26 Oktober 2004, merenggut nyawa berkisar 240.000 orang meninggal dan hilang, dari laporan Overseas Development Institute (ODI) tahun 2005, total kerugian finansial dan ekonomi dari bencana tsunami mencapai US$ 4,45 miliar atau sekitar Rp. 40 triliun atau sekitar 1,2 persen dari total PDB tahun 2006 , tanggal 6 Januari 2006 terjadi banjir Bandang dan tanah Longsor di Jember Jawa Timur dan Banjarnegara Jawa Tengah, tanggal 27 Mei 2006 Gempa Bumi yang terjadi di Daerah Istimewa Jogyakarta dan Jawa Tengah yang mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia, dari catatan Bappenas tahun 2006, kerugian finansial dan ekonomi akibat gempa bumi di Yogjakarta sebesar Rp 29,1 triliun, angka tersebut meliputi total kerusakan aset pemerintah, dunia usaha dan warga. Tanggal 2 Februari 2007 air menggenangi Ibukota Jakarta dan wilayah Jabodetabek setinggi 1 sampai 5 Meter, yang mengakibatkan ribuan rumah warga ibukota Jakarta dan wilayah Bekasi dan Tangerang terendam, dengan total kerugian finansial dan ekonomi akibat banjir berdasarkan perhitungan Bappenas mencapai Rp 8,8 triliun, tanggal 6 Maret 2007 terjadi Gempa Bumi di Sumatera Barat yang meluluhlantakkan pemukiman penduduk yang berakibat ratusan jiwa meninggal dan ribuan rumah rusak serta tanggal 10 September 2007 Gempa Bumi menghantam Provinsi Bengkulu dengan kekuatan 7,9 skala richter. Dari rangkaian kejadian tersebut membuktikan bahwa wilayah kepulauan Indonesia rentan terhadap kejadian peristiwa alam yang dinamakan bencana alam.