Anda di halaman 1dari 8

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Dismenorea adalah rasa nyeri menyertai menstruasi, yang dapat menganggu aktifitas kehidupan sehari-hari ( Manuaba dkk, 2010 ). Dismenore adalah rasa sakit yang mnyerupai kejang pada perut bagian bawah. Biasa nya di mulai 24 jam sebelum haid datang, dan berlangsung sampai 12 jam pertama dari masa haid. Sesudah itu semua rasa tidak enak tadi hilang. ( Jones & Liewellyn, 2005 ). Dismenorea dapat bersifat primer atau sekunder. Kelainan ini dikatakan terjadi pada 60-70% wanita dengan 15%-nya mengeluh bahwa aktivitas mereka terbatas akibat dismenorea.(Glasier,2005) Barangkali 50 persen dari kaum wanita pernah mengeluh karena sakit waktu haid pada masa remaja. Biasanya gangguan ini mencapai puncaknya pada umur 1725 tahun dan berkurang atau sembuh setelah pernah mengandung. Karena tingginya kejadian ini, berbagai pengobatan diberikan dimasa lalu hingga sekarang. (Jones & Liewellyn 2005)
Sekitar 50% dari wanita yang sedang haid mengalami dismenorrea, dan 10% nya mempunyai gejala yang hebat sehingga memerlukan istirahat di tempat tidur. Wanita dengan dismenorea mempunyai lebih banyak hari libur kerja dan prestasi nya kurang begitu baik di sekolah daripada wanita yamg tidak mengalami dismenorea. Puncak umur insidensi adalaah 20 sampai 24 tahun. (Eden, 2001). Menurut Eden (2001) dampak dismenorea primer adalah mual dan muntahmuntah, rasa lelah, diare, nyeri pingang bawah dan nyeri kepala. Dalam referensi lain juga dijelaskan beberapa dampak dismenorea ditinjau dari segi psikologik, kognitif, somatic dan perilaku social. Dari segi psikologik yakni iritabilitas, ketidakseimbangan emosional, anxietas, depresi dan bermusuhan. Dari segi somatik antara lain mastalgia, kembung, sakit kepala, kelelahan dan insomnia. Segi kognitif yaitu ketidakmampuan berkonsentrasi dan bingung. Dan dari perilaku sosial adalah kecanduan karbohidrat, penarikan diri dan membantah.

Kingston menjelaskan teknik yang cukup efektif untuk mengurangi nyeri adalah teknik relaksasi. Hal pertama yang dilakukan untuk teknik relaksasi yakni : 1. Melakukan posisi berbaring dengan nyaman ( bantal diletakkan di bawah lutut, dan salah satu lutut menekuk, satu lagi lurus) 2. Merilekskan kaki dan tungkai 3. Merilekskan leher 4. Merilekskan batang badan 5. Merilekskan wajah 6. Tiga perangkat otot 7. Perileksan selagi duduk

8. Perileksan selagi berdiri

Menurut Mansjoer penanganan untuk mengatasi dismenore antara lain : Pemberian obat antiprostaglandin Pemberian pil KB atau pemberian progesterone saja (nortestosteron, medroksi progresteron asetat, didrogesteron asetat ) dari hari 5 25 sikluas haid 5 10 mg perhari. Pengobatan berlangsung berbulan bulan . setelah keluhan nyeri berkurang, progesterone cukup di berikan pada hari ke 16 25 siklus haid.

Terapi lain yang dapat di lakukan untuk mengatasi nyeri disamenore ini antara lain Memberikan penjelasan mengenai penyebab dismenore dan memberikan keyakinan bahwa semua penyakit ada obat nya. Analgesic biasa penghubung aspirin adalah inhibitor prostlagandin simtetase yang poten. Asam mefenamat juga dapat bermanfaat sebagai obat antiinflamasi nonsteroid. Atau dengan pemberian pil KOK. Apabila menetap pasien dapat mengkonsumsi 2 atau 3 paket tanpa jeda untuk mengurangi frekuensi masalah.

1.2 Perumusan Masalah Bagaimana gambaran pengetahuan remaja putri tentang dismenorea dan

penanganannya di SMAN 4 Binjai.

1.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan remaja putri tentang dismenorea dan penanganannya di SMAN 4 Binjai

1.4 Manfaat Penelitian


1. Manfaat Ilmiah a. Menjadi landasan untuk penelitian sejenis selanjutnya yang terkait dengan dismenorea. b. Memberikan informasi kesehatan reproduksi mengenai upaya 2 penanganan dan pencegahan dismenorea agar disrmenore yang dialami tidak menjadi lebih berat. 3 2. Manfaat Praktis 4 a. Institusi 5 1) Prodi D IV Kebidanan Fakultas Kedokteran UNS Surakarta 6 Hasil penelitian ini mampu menambah kepustakaan, yang 7 dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk meningkatkan 8 pengetahuan mengenai dismenorea. 9 2) SMK YPKK I Sleman Yogyakarta 10 Hasil penelitian ini mampu menjadi landasan pelaksanaan 11 program kegiatan bimbingan, pembinaan dan konseling dalam 12 upaya peningkatan pengetahuan siswi untuk menangani

13 14 15 16 17

dismenorea di SMK YPKK I Sleman Yogyakarta. b. Profesi Penelitian ini dapat menjadi masukan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan pemberian asuhan kesehatan reproduksi wanita, khususnya di lingkungan sekolah.

Hasil penelitian ini diharapkan menjadi: 1. Masukan bagi pendidikan keperawatan dalam memahami tentang konsep dismenorea. 2. Masukan bagi mahasiswa keperawatan dalam memberi penyuluhan dan penjelasan kepada remaja putri nantinya. 3. Masukan bagi remaja putri dan peningkatan kualitas SDM untuk menangani masalah dismenorea

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Dismenorea 2.1.1 Definisi Dismenorea adalah rasa nyeri menyertai menstruasi, yang dapat menganggu aktifitas kehidupan sehari-hari. Dismenorea atau nyeri haid merupakan gejala, bukan penyakit. Gejalanya terasa nyeri di perut bagian bawah. Pada kasus dismenorea berat, nyeri terasa sampai seputaran panggul dan sisi dalam paha. Nyeri terutama pada hari pertama dan kedua 12 menstruasi. Nyeri akan berkurang setelah keluar darah menstruasi yang cukup banyak ( Manuaba dkk, 2010 ). Dismenore adalah nyeri haid menjelang atau selama haid, sampai membuat wanita tersebut tidak bekerja dan harus tidur. Nyeri ini bersamaan dengan rasa mual,sakit kepala, perasaan mau pingsan, lekas marah. (Mansjoer, 2000). Dismenore adalah rasa sakit yang mnyerupai kejang pada perut bagian bawah. Biasa nya di mulai 24 jam sebelum haid datang, dan berlangsung sampai 12 jam pertama dari masa haid. Sesudah itu semua rasa tidak enak tadi hilang. ( Jones & Liewellyn, 2005 ).

2.1.2 Etiologi Menurut Eden etiologi utamanya disebabkan karena peningkatan pf20 (hormone prostlagandin). Namun berdasarkan referensi lain penyebab pasti dismenore primer belum di ketahui. Diduga faktor psikis sangat berperan terhadap timbul nya

nyeri.(Mansjoer,2000).

Berdasarkan semua teori yang di kemukakan peningkatan hormonal tetap memegang peranan penting memicu terjadinya kerja sama oleh factor yang menimbulkan dismenore primer. ( Manuabah, dkk, 2010 )

2.3 Patofisiologi

Nisbah E2/p =< 0,01 Terapi hormonal Aktivitas progesteron turun phase luteal pertengahan

Perubahan psikologis Kekuatan dinding sel permeabilitas meningkat

Kontraksi otot iskemia kerusakan sel

Dikeluarkannya : Vasopressin katekolamin

Keluar fosfolipid asam arakidonat vasokontriksi

Terapi prostaglandine inhibitor Pembentukan prostaglandine Pembentukan leukotrin

Kontraksi otot uterus: Tekanan intraueterin

Sensitivitas serat saraf

2.1.3 Klasifikasi dismenore 1. Dismenorea primer Yaitu terjadi tanpa di jumpai kelainan pada alat reproduksi, semata mata berkaitan proses hormonal menstruasi 2. Dismenorea sekunder Yaitu dismenore yang terjadi karena terdapat kelainan pada alat reproduksi.

2.1.4 Manifestasi klinis Menurut Mansjoer manifestasi klinis dismenorea dibagi : 1. Dismenorea primer Usia lebih muda Timbul setelah terjadi siklus haid yang teratur Sering pada nulipara Nyeri terasa sabagai kejang uterus dan spastic Nyeri timbul mendahului haid dan meningkat pada hari pertama atau kedua haid Tidak dijumpai pada keadaan patologi velvik Sering disertai nausea, muntah, diare, kelealahan dan nyeri kepala.

2. Dismenore Sekunder

Usia lebih tua Timbul setelah 2 tahun siklus haid teratur Tidak berhubungan siklus dengan paritas Nyeri sering terasa terus menerus dan tumpul Nyeri dimulai saat haid dan meningkat bersamaan dengan keluarnya darah Tidak berhubungan dengan adanya opulasi Terdapat kelainan pelvix

2.1.5 Penanganan Kingston menjelaskan teknik yang cukup efektif untuk mengurangi nyeri adalah teknik relaksasi. Hal pertama yang dilakukan untuk teknik relaksasi yakni : 1. Melakukan posisi berbaring dengan nyaman ( bantal diletakkan di bawah lutut, dan salah satu lutut menekuk, satu lagi lurus) 2. Merilekskan kaki dan tungkai 3. Merilekskan leher 4. Merilekskan batang badan 5. Merilekskan wajah 6. Tiga perangkat otot 7. Perileksan selagi duduk 8. Perileksan selagi berdiri

Menurut Mansjoer penanganan untuk mengatasi dismenore antara lain : Pemberian obat antiprostaglandin Pemberian pil KB atau pemberian progesterone saja (nortestosteron, medroksi progresteron asetat, didrogesteron asetat ) dari hari 5 25 sikluas haid 5 10 mg perhari. Pengobatan berlangsung berbulan bulan . setelah keluhan nyeri berkurang, progesterone cukup di berikan pada hari ke 16 25 siklus haid.

Terapi lain yang dapat di lakukan untuk mengatasi nyeri disamenore ini antara lain Memberikan penjelasan mengenai penyebab dismenore dan memberikan keyakinan bahwa semua penyakit ada obat nya. Analgesic biasa penghubung aspirin adalah inhibitor prostlagandin simtetase yang poten. Asam mefenamat juga dapat bermanfaat sebagai obat antiinflamasi nonsteroid. Atau dengan pemberian pil KOK. Apabila menetap pasien dapat mengkonsumsi 2 atau 3 paket tanpa jeda untuk mengurangi frekuensi masalah.

2.2 Pengetahuan 2.2.1 Defenisi Menurut etimologinya, pengetahuan adalah proses mengetahui dan

menghasilkan sesuatu yang disebut pengetahuan. (Suhartono, 2005) 2.2.2 Macam macam pengetahuan Dibedakan antara tiga macam pengetahuan,yaitu pengetahuan/tahu

bahwa,pengetahuuan/tahu bagaimana,dan pengetahuan/tahu tentang. Kita dapat menambahkan satu lagi jenis pengetahuan yang serumpun dengan itu,yaitu pengetahuan/tahu mengapa.

a. Tahu bahwa Pengetahuan bahwa adalah pengetahuan tentang informasi tertentu;tahu bahwa sesuatu terjadi,tahu bahwa ini atau itu memang demikian adanya,bahwa apa yang dikatakan memang benar. Jenis pengetahuan ini disebut juga pengetahuan teoritis,pengetahuan

ilmiah,walaupun masih pada tingkat yang tidak begitu mendalam. Pengetahuan ini berkaitan dengan keberhasilan dalam mengumpulkan informasi atau data tertentu. Seseorang yang mempunyai pengetahuan jenis ini berarti ia memang mempunyai data atau informasi akurat melebihi orang lain, atau ketika orang lain tidak memiliki informasi seperti yang dimilikinya. b. Tahu bagaimana Pengetahuan jenis ini menyangkut bagaimana melakukan sesuatu. Ini yang dikenal sebagai know-how.Pengetahuan ini berkaitan dengan keterampilan atau lebih tepat keahlian dan kemahiran teknis dalam melakukan

sesuatu.Pengetahuan - pengetahuan di bidang teknik umumnya digolongkan dalam jenis pengetahuan ini.Seseorang yang mempunyai pengetahuan jenis ini tidak lain berarti ia tahu bagaimana melakukan sesuatu.Dengan kata lain,pengetahuan jenis ini berkaitan dengan praktek,maka disebut juga pengetahuan praktis. c. Tahu akan/mengenai Jenis pengetahuan ini adalah sesuatu yang sangat spesifik menyangkut pengetahuan akan sesuatu atau seseorang melalui pengalaman atau pengenalan pribadi.Unsur yang paling penting dalam pengetahuan jenis ini adalah pengenalan dan pengalaman pribadi secara langsung dengan objeknya.Oleh karena itu,sering juga disebut sebagai pengetahuan berdasarkan pengenalan. d. Tahu mengapa Biasanya jenis pengetahuan ini berkaitan dengan pengetahuan bahwa.Hanya saja,tahu mengapa jauh lebih mendalam dan serius daripada tahu bahwa karena tahu mengapa berkaitan dengan penjelasan.Tahu mengapa tidak hanya

puas dan berhenti dengan informasi yang ada.Si subjek justru melangkah lebih jauh lagi untuk mengetahui mengapa sesuatu terjadi sebagaimana

adanya.Mengapa buah apel selalu jatuh ke tanah,mengapa planet-planet selalu berada pada orbitnya,mengapa terjadi kerusuhan terus-menerus beberapa waktu terakhir ini. Dalam hal ini,akal budi manusia berperan penting melakukan refleksi,mengajukan sistem,atau analogi yang memungkinkan kita mengaitkan dan menyusun berbagai data yang mungkin kelihatan berdiri sendiri-sendiri menjadi satu kesatuan yang mengagumkan.Pengetahuan model terakhir ini merupakan paling tinggi dan mendalam dan sekaligus juga merupakan pengetahuan ilimiah.(Keraf & Mikhael, 2001)