Anda di halaman 1dari 7

Judul : Media Audiovisual mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).

. (Penelitian Pada Kelas V di MI Negeri Sumedang )

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan yang sangat penting dari proses pendidikan. Dalam proses belajar mengajar itu terjadi interaksi antara guru dan siswa. Guru merupakan pelaksana pendidikan yang memiliki peranan penting dalam mencapai keberhasilan pendidikan. Demikian juga memiliki upaya yang sangat penting dam meningkatkan motivasi belajar siswa. Media belajar merupakan salah satu cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan sisiwa pada saat berlangsungnya pengajaran. Oleh karena itu, media belajar memiliki andil yang sangat besar dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu, media sebagai sumber belajar diakui juga sebagai alat bantu auditif, visual, dan audiovisual. Penggunaan ketiga jenis sumber belajar ini tidak sembarangan, tetapi harus disesuaikan dengan perumusan tujuan intruksional, dan tentu saja dengan kompetensi guru itu sendiri dan sebagainya. Guru mempunyai posisi yang sangat signifikan dengan pendidikan yaitu sebagai fasilitator dan pembimbing, dengan tanggung jawab yang besar ini guru tidak hanya di tuntut untuk mentransfer ilmu yang dimiliki kepada para siswa tetapi harus bisa menfasilitasi dalam mengembangkan diri mereka. Oleh karena itu, guru harus dituntut untuk kreatif dalam mengakomodir kebutuhan siswa dan harus peka terhadap karakteristik dan psisikis siswa. Keberhasilan penyampaian materi dapat di lihat dari metode yang dipilih oleh guru. Proses belajar mengajar dikelas harus menuntut adanya motivasi dalam diri siswa. Keberadaan motivasi dalam proses belajar merupakan faktor penting yang akan mempengaruhi seluruh aspek belajar mengajar.

Agar hal tersebut dapat tercapai, seorang guru harus mempunyai motivasi yang tinggi bahwa mereka dapat membantu siswanya dalam belajar, meluangkan waktu untuk membuat perencanaan mengajar, dan bekerja sama dengan siswanya untuk mencapai tujuan belajar dan penguasaan materi. Menurut Siagian (1995) motivasi adalah daya pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela untuk menyerahkan kemampuan dalam bentuk keahlian atau keterampilan, tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibanya dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukkan sebelumnya. Purosowati (1994) dalam Moekijat (1990) mengatakan bahwa motivasi merupakan sesuatu yang medorong individu atau dorongan untuk melakukan perbuatan tertentu memuaskannya. Supardi dan Syaiful Anwar (2002) mengartika motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan. Dari sejumlah pengertian tersebut di atas sebenarnya tidak ada pertentangan, tetapi saling melengkapi. Apabila di simpulkan maka motivasi merupakan suatu kekuatan yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu kegiatan. Motivasi dapat mempengaruhi prestasi seseorang dalam melakukan suatu kegiatan tertentu. Dilihat dari fenomena di atas banyak siswa yang kurang termotivasi pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) penyebabnya adalah : Guru kurang kreatif dalam kegiatan mengajar di kelas. Siswa banyak yang tidak tertarik pada mata pelajaran SKI karena metode yang di pakai guru monoton. Kurangnya minat siswa dalam belajar. Banyak siswa yang malas belajar.

Untuk menjawab masalah tersebut, penulis tertarik untuk mengkajinya lebih dalam melalui penelitian dengan judul : Media Audiovisual mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) . (Penelitian di MI Negeri Sumedang ).

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas permasalahan pokok yang di bahas adalah bagaimana media audiovisual terhadap pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) hubungannya dengan motivasi anak. Sesuai dengan variabel yang terdapat di dalamnya maka permasalahan tersebut di rumuskan sebagai berikut : 1. Bagaimana pengaruh media audiovisual di kelas ? 2. Bagaimana pengaruh motivasi siswa kelas V MI Negeri Sumedang terhadap pembelajaran SKI di kelas ? 3. Bagaimana hubungan antara media audiovisual dengan motivasi siswa dalam mata pelajaran SKI kelas V MI Negeri Sumedang ?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini akan diarahkan pada terwujudnya suatu deskripsi yang memberikan kejelasan tentang : 1. Ingin mengetahui realitas pengembangan media audiovisual di kelas V MI Negeri Sumedang. 2. Mengetahui sejauh mana motivasi siswa terhadap media audiovisual dalam pembelajaran SKI. 3. Ingin mengetahui bagaimana hubungan motivasi setelah di terapkannya media audiovisual terhadap pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).

BAB II Kajian Teori A. Media Audiovisual

Media Audiovisual yaitu media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar, atau media yang dapat dilihat sekaligus dapat di dengar. Macam macam dan Karekteristik Media Audiovisual Ada berbagai macam media audiovisual yang kita ketahui dan masing-masing media tersebut memiliki karakteristik masing-masing. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut : Melalui media video (Cassette, Laser Disc, Compact Disc ) Melalui media Film Program Siaran Televisi Melalui media komputer (Multimedia) Ucapan dan gerakan yang dicontohkan oleh guru. Adapun kelebihan audiovisual : 1. Pembelajaran akan lebih hidup 2. Merupakan media yang menarik, modern dan selalu siap di terima oleh semua usia, karena sudah merupakan sebagai bagian dan kebutuhan kehidupan. 3. Dapat menstimulasi efek gerak dan kaitan peristiwa atau pengalaman. 4. Baik untuk semua yang sedang belajar mendengar dan melihat. Kelemahan audivisual : 1. Memerlukan peralatan yang kompleks dan relatif mahal. 2. Memerlukan keahlian khusus untuk memproduksi. 3. Terkadang kalau guru terlalu terbawa emosi, tujuan pembelajaran terlupakan.

B. Motivasi Belajar

Motivasi adalah keinginan atau dorongan yang dimiliki siswa yang meliputi aktifitas dalam belajar di sekolah maupun di luar sekolah. Motivasi memegang peranan yang penting dalam proses belajar. Apabila guru dan orang tua dapat memberikan motivasi yang baik pada siswa atau anaknya, maka dalam diri siswa atau anak akan timbul dorongan dan hasrat untuk belajar lebih baik. Memberikan motivasi yang baik dan sesuai, maka anak dapat menyadari akan manfaat belajar dan tujuan yang hendak dicapai dengan belajar tersebut. Motivasi belajar juga diharapkan mampu menggugah semangat belajar, terutama bagi para siswa yang malas belajar sebagai akibat pengaruh negative dari luar diri siswa. Selanjutnya dapat membentuk kebiasaan siswa senang belajar, sehingga prestasi belajarnya pun dapat meningkat. Menurut Siagian (1995) motivasi adalah daya pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela untuk menyerahkan kemampuan dalam bentuk keahlian atau keterampilan, tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibanya dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukkan sebelumnya. Purosowati (1994) dalam Moekijat (1990) mengatakan bahwa motivasi merupakan sesuatu yang medorong individu atau dorongan untuk melakukan perbuatan tertentu memuaskannya. Supardi dan Syaiful Anwar (2002) mengartika motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan. Untuk melengkapi uraian mengenai makna dan teori tentang motivasi, perlu dikemukakan adanya beberapa ciri-ciri motivasi. Motivasi yang ada pada diri setiap orang itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut : Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu yang lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai). Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa) tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasi yang telah dicapainya). Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah untuk orang dewasa. Lebih senang bekerja mandiri.

Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin (hal-hal yang bersifat mekanis, berulang-ulang begitu saja sehingga kurang aktif). Dapat mempertahankan pendapatnya. (kalau sudah yakni akan sesuatu) Tidak mudah melepaskan hal yang diyakini itu. Senang mencari dan memecahkan maasalah soal-soal.

Selain itu ada upaya-upaya untuk membangkitkan motivasi, diantaranya : Pertama, motivasi yang didasarkan atas ketakutan. Dia melakukan sesuatu karena takut jika tidak, maka sesuatu yang buruk akan terjadi. Kedua, adalah karena ingin mencapai sesuatu. Motivasi ini jauh lebih baik dari motivasi yang pertama, karena sudah ada tujuan di dalamnya. Seseorang mau melakukan sesuatu karena dia ingin mencapai suatu sasaran atau prestasi tertentu. Ketiga, adalah motivasi yang didorong oleh misi atau tujuan hidupnya. Orang yang memiliki motivasi seperti ini biasanya memiliki visi yang jauh ke depan.

C. Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)

Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) merupakan salah satu mata pelajaran PAI yang menelaah tentang asal usul, perkembangan, peran kebudayaan / peradaban islam dan para tokoh yang berprestasi dalam sejarah islam dalam masa lampau, mulai dari sejarah Arab pra-Islam, sejarah kelahiran dan kerasulan Nabi Muhammad SAW, sampai dengan masa Khulafaurrasyidin.

D. Hubungan antara Media Audiovisual dengan Motivasi Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)

Media Audiovisual yaitu media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar, atau media yang dapat dilihat sekaligus dapat di dengar. Maka dari itu di harapkan media audiovisual dapat membawa motivasi yang lebih terhadap siswa. Apabila guru dan orang tua dapat memberikan motivasi yang baik pada siswa atau anaknya, maka dalam diri siswa atau anak akan timbul dorongan dan hasrat

untuk belajar lebih baik. Motivasi belajar juga diharapkan mampu menggugah semangat belajar, terutama bagi para siswa yang malas belajar sebagai akibat pengaruh negative dari luar diri siswa. Selanjutnya dapat membentuk kebiasaan siswa senang belajar, sehingga prestasi belajarnya pun dapat meningkat. Setelah diuraikan secara rinci diatas terlihat jelas bahwasanya adanya keterkaitan dan pengaruh terhadap motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Dengan diadakanya audiovisual ini, nampak terlihat tumbuhnya motivasi terhadap diri siswa terutama dalam proses belajar dan pembelajaran mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).