Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN NETWORK ADMINISTRATOR AoE

DISUSUN OLEH : Putu Ferry audy Praditha (0908605034)

DOSEN : Cokorda Rai adi Paramartha, ST.MMSI

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA 2011

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada tuhann Yang Maha Esa karena dengan berkat dan rahmatnya saya dapat menyelesaikan laporan ini dengan judul AoE Dalam penyusunan laporan ini penulis menyadari bahwa makalah ini tidak lepas dari kekurangan dan keterbatasan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kemajuan kita bersama. Sebagai akhir kata, sekali lagi penulis mengucapkan terimakasih atas segala bantuan yang telah diberikan oleh berbagai pihak.

Bukit Jimbaran, 21 Maret 2012

Penulis

ii

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................ii DAFTAR ISI......................................................................................................iii BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang.........................................................................................IV 1.2 Tujuan....................................................................................................IV 1.3 Manfaat..................................................................................................IV BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 NAS .....................................................................................................5 2.1.1 Keuntungan NAS ........................................................................5 2.2 Samba ..................................................................................................7 2.2.1 Konfigurasi Samba .....................................................................8 2.3 NFS .......................................................................................................11 2.3.1 Setting NFS.................................................................................11 2.4 WEB-DAV.............................................................................................14 BAB 3 PENUTUP 3.1 Kesimpulan......................................................................................15 3.2 Saran................................................................................................15 DAFTAR PUSTAKA........................................................................................16

iii

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Pada zaman Teknologi Informasi seperti sekarang ini seudah banyak perkembangan tool-tool yang sangat baik dalam suatu jaringan. Dalam kebutuhan networkk administrator kita sudah menganal teknologi yang berna AoE yaitu tempat penyimpanan data dalam suatu jaringan. Di sana juga berkitana beberapa tools pendukung yng sangat berguna untuk digunakan seprti NAS, SAMBA, WEB DAV dan lalin-lain. Maka dari itu laporan kali ini saya akan membahas tentang tool-tool dalam sebuah Network Administrator 1.2 Tujuan Adapun tujuan penulisan laporan ini adalah sebagai berikut : 1.2.1 Mengenalkan apa itu NAS 1.2.2 Mengenalkan apa itu SAMBA 1.2.3 Mengenalkan apa itu NFS 1.2.4 Mengenalkan apa itu WebDAV 1.2 1.3 Manfaat Manfaat yang dapat di peroleh dari laporan ini adalah : 1.3.1 Dapat mengerti apa itu NAS 1.3.2 Dapat mengerti apa itu Samba 1.3.3 Dapat mengerti apa itu NFS 1.3.4 Dapat mengerti apa itu WebDAV

iv

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 NAS (Network Attached Storage) NAS adalah storage harddisk yang dikonfigurasi dengan memberikannya IP Address dan dipasang di jaringan LAN, sehingga dapat diakses oleh beberapa user sekaligus. Dengan cara memindahkan akses ke storage beserta manajemennya dari server seperti ini, maka program aplikasi dan file dapat diakses lebih cepat, tidak menggunakan resource prosesor yang sama lagi. NAS ini terdiri dari harddisk storage (umumnya juga termasuk sistem RAID multi disc) beserta software untuk mengkonfigurasinya. NAS merupakan pilihan ideal untuk perusahaan yang ingin mencari cara sederhana dan biaya efektif guna mencapai akses data yang cepat bagi banyak client pada tingkat file. Pada awalnya NAS diperuntukkan kepada perusahaan kecil dan menengah. Walaupun demikian, NAS tetap menjadi prioritas di kalangan enterprise karena harga dan kemudahan penggunaannya. Khusus untuk perusahaan kecil, NAS merupakan solusi terbaik karena NAS sangat mudah untuk diinstall, digunakan, dan dikelola walaupun tanpa orang TI sekalipun. Berkat kemajuan teknologi disk drive, mereka juga mendapatkan keuntungan dari biaya yang lebih rendah dalam arti kata dapat menekan Network-Attached Storage anggaran (NAS) device belanja adalah sebuah TI. sistem

penyimpanan yang mempunyai tujuan khusus yaitu untuk diakses dari jauh melalui data network. Klien mengakses NAS melalui RPC ( remote-procedure-call) seperti NFS untuk UNIX atau CIFS untuk Windows. RPC dibawa melalui TCP atau UDP (User Datagram Protocol) dari IP network biasanya dalam local-area network (LAN) yang sama dengan yang membawa semua lalu lintas data ke klien. Unit NAS biasanya diimplementasikan sebagai sebuah RAID array dengan software yang mengimplementasikan interface RPC. NAS menyediakan jalan yang cocok untuk setiap komputer dalam sebuah LAN untuk saling berbagi pool penyimpanan dengan kemudahan yang sama seperti menamai dan menikmati akses seperti HAS lokal. Umumnya cenderung untuk lebih 5

6 tidak efisien dan memiliki peforma yang lebih buruk dari penyimpanan directattached. ISCSI adalah protokol NAS terbaru. Protokol ini menggunakan protokol IP network untuk membawa protokol SCSI. Host dapat memperlakukan penyimpanannya seperti direct-attached, tapi storage-nya sendiri dapat berada jauh dari host. ngga dapat diakses oleh beberapa user sekaligus. Dengan cara memindahkan akses ke storage beserta manajemennya dari server seperti ini, maka program aplikasi dan file dapat diakses lebih cepat, tidak menggunakan resource prosesor yang sama lagi. NAS ini terdiri dari harddisk storage (umumnya juga termasuk sistem RAID multi disc) beserta software untuk mengkonfigurasinya. NAS merupakan pilihan ideal untuk perusahaan yang ingin mencari cara sederhana dan biaya efektif guna mencapai akses data yang cepat bagi banyak client pada tingkat file. Pada awalnya NAS diperuntukkan kepada perusahaan kecil dan menengah. Walaupun demikian, NAS tetap menjadi prioritas di kalangan enterprise karena harga dan kemudahan penggunaannya. Khusus untuk perusahaan kecil, NAS merupakan solusi terbaik karena NAS sangat mudah untuk diinstall, digunakan, dan dikelola walaupun tanpa orang TI sekalipun. Berkat kemajuan teknologi disk drive, mereka juga mendapatkan keuntungan dari biaya yang lebih rendah dalam arti kata dapat menekan Network-Attached Storage anggaran (NAS) device belanja adalah sebuah TI. sistem

penyimpanan yang mempunyai tujuan khusus yaitu untuk diakses dari jauh melalui data network. Klien mengakses NAS melalui RPC ( remote-procedure-call) seperti NFS untuk UNIX atau CIFS untuk Windows. RPC dibawa melalui TCP atau UDP (User Datagram Protocol) dari IP network biasanya dalam local-area network (LAN) yang sama dengan yang membawa semua lalu lintas data ke klien. Unit NAS biasanya diimplementasikan sebagai sebuah RAID array dengan software yang mengimplementasikan interface RPC. NAS menyediakan jalan yang cocok untuk setiap komputer dalam sebuah LAN untuk saling berbagi pool penyimpanan dengan kemudahan yang sama seperti menamai dan menikmati akses seperti HAS lokal. Umumnya cenderung untuk lebih tidak efisien dan memiliki peforma yang lebih buruk dari penyimpanan direct-

7 attached. ISCSI adalah protokol NAS terbaru. Protokol ini menggunakan protokol IP network dari host. 2.1.2 Keuntungan Dari NAS Keuntungan dengan menggunakan Network Storage ini adalah kemudahan dalam backup data dan kemudahan dalam administrasi serta policy dari data yang disimpam. Lebih efisien dan aman tentunya. Dan pastinya Storage Network ini juga harus dipastikan Mirror dan system DRC nya berjalan dengan baik. Untuk kebutuhan Network Storage tersebut daapt menggunakan salah satu distro turunan dari FreeBSD yaitu "FreeNAS". FreeNAS merupakan open source NAS (Network-Attached Storage) yang support beberapa protocol seperti : CIFS (samba), FTP, NFS, TFTP, AFP, RSYNC, Unison, iSCSI (initiator and target) and UPnP. FreeNAS juga mensupport Software RAID (0,1,5), ZFS, disk encryption, S.M.A.R.T/email monitoring dengan WEB configuration interface (dari m0n0wall). 2.2 Samba Samba ( server message blog) adalah protocol file sharing untuk menyaingi protocol yang telah ada yakni Novells IPX-Based. Samba ini merupakan protocol file sharing dan printer sharing pertama yang dapat berjalan pada multi protocol: TCP/IP, NetBeui, IPX-SPX. Dengan kata lain samba server dapat mengganti posisi Novell server tanpa harus merubah infrastruktur dari jaringan. Pada dasarnya Samba diciptakan untuk menjembatani protokol yang berbeda anta Linux dengan Windows ketika membangun sebuah jaringan. Kebanyakan sistem operasi berbasis UNIX, termasuk Linux, menggunakan protokol TCP/IP dalam membangun jaringan. Windows sendiri juga mendukung penggunaan protokol TCP/IP. Namun dalam membangun jaringan sesama Windows untuk keperluan untuk membawa protokol SCSI. Host dapat memperlakukan penyimpanannya seperti direct-attached, tapi storage-nya sendiri dapat berada jauh

8 sharing data atau printer, Windows menggunakan protokol lain yang disebut Server Message Block atau disingkat SMB. 2.2.1 Konfigurasi Samba Di Linux file konfigurasi /etc/smb.conf: [blok]
keyword = nilai keyword lain = nilai lainnya juga ; Komentar # Juga tipe komentar

Dengan blok utama yaitu global untuk setting server dan default bagi share, homes untuk default bagi share tiap user dan printers untuk setting sharing printer. blok lainnya merupakan setting untuk share. Untuk lebih jelas tentang smb.conf dapat anda baca di man smb.conf dan dokumentasi samba (/usr/doc/samba-*/). Setting Server Ada beberapa hal yang perlu anda set agar server anda bisa dikenali di jaringan Microsoft Network Neighbourhood. Settingnya terdapat di dialog Default dibawah Config -> Networking -> Server tasks -> Samba file server. Yang perlu diset adalah: Workgroup Isi dengan nama workgroup yang sesuai dengan jaringan anda Netbios name Isi dengan nama server defaultnya sama dengan hostname Encrypted password required Cek jika client anda Windows 9x Authentification mode Anda bisa pilih share atau user tapi saya pilih share karena lebih flexible seperti bisa menggunakan smbuser dan bisa membuat share yang tidak ada passwordnya.

Untuk mengakses share yang di export oleh samba user name di Windows harus sama dengan username di linux tetapi satu hal bahwa passwordnya tidak sama dengan password linux. Untuk mengeset passwordnya pertama-tama root harus menjalankan smbpasswd -a namauser dan memasukkan passwordnya dan kemudian user bisa mengubah password tersebut dengan menjalankan smbpasswd. Kalau rootnya lagi bosen ngarang password bisa juga ngejalanin smbpasswd -an namauser sehingga usernya ditambah dengan passwordnya kosong. Kalau ingin mencoba akses komputer linux yang ada sambanya dari Network Neighbourhood anda bisa melihat ada share dengan nama yang sama dengan nama user. Ini adalah salah satu feature samba yaitu otomatis men-share home direktori user dengan nama usernya sebagai nama share. Pembuatan Alias User :
user_unix = alias1 alias2 alias3

Contoh /etc/smbusers:
Unix_name = SMB_name1 SMB_name2 ... root = administrator admin nobody = guest pcguest smbguest zakaria = zk za indra_t = in herman = hy

Perlu diperhatikan kalau mengakses server samba dengan user yang merupakan alias, walaupun share home direktorinya tidak muncul anda bisa mengaksesnya dengan mengetikkan //linux/user di kotak explorer untuk server samba linux dan user namanya user. Membuat Share Baru Untuk membuat share baru kita menggunakan dialog Disk Shares dibawah Config -> Networking -> Server tasks -> Samba file server. Di dialog ini kita bisa melihat semua share yang ada dan kita bisa mengedit atau menghapus share yang

10 ada dengan menekan Enter pada share yang diinginkan. Untuk menambah share pilih Add dan akan keluar dialog Share setup. Untuk membuat share anda harus mengisi Share name dengan nama share yang diinginkan, Directory to export dengan direktori yang ingin di-share dan jangan lupa mencawang checkbox This share is enabled dan Browsable agar share anda bisa terlihat di Network Neighbourhood. Selain itu ada baiknya mengisi Comment/description dengan deskripsi dari share. Kalau anda hanya mengisi diatas share anda telihat di daftar share samba tetapi tidak bisa diakses oleh siapapun. Ada dua cara membuat sebuah share bisa diakses. Pertama share itu public sehingga bisa diakses siapapun tanpa memerlukan password berguna misalnya untuk sharing MP3. Cara lain adalah share itu memerlukan username dan password. Untuk membuat share public cukup dengan mencawang checkbox Public access. Defaultnya aksesnya adalah hanya read only agar user bisa menambah, menghapus atau mengubah file anda harus mencawang checkbox Writable. Sedangkan untuk membuat share yang memerlukan username & password anda tinggal memasukkan daftar pengguna yang boleh mengakses ke Valid users. Daftar pengguna berisi nama-nama pengguna yang dibatasi oleh koma. Selain itu juga bisa berisi nama group jika diawali dengan @ misalnya @finance. Seperti juga share public anda harus mencawang Writable agar pengguna bisa menambah, menghapus dan mengubah file yang ada di share tersebut.

11 2.3 NFS (Network File System) NFS adalah sebuah kumpulan protokol yang digunakan untuk mengakses beberapa sistem berkas melalui jaringan. Spesifikasi NFS didefinisikan dalam RFC 1094 dan saat ini telah mencapai versi 3 yang didefinisikan dalam RFC 1813. NFS pertama dikembangkan oleh Sun Microsystems pada tahun 80-an, sebagai sarana untuk berbagi file pada lingkungan kerja diskless. NFS menyediakan sarana untuk berbagi file antarjaringan, sehingga suatu mesin dapat mengakses filefile di mesin lain seolah-olah mengakses file sistem lokal. Protokol ini bekerja dengan sistem client/ server. Server akan meng-export suatu filesistem sehingga dapat di-share di jaringan, selanjutnya, user akan melakukan mounting ke server tersebut. Dengan dukungan NFS yang sudah sangat matang di kernel, ber bagai distro kini umumnya telah memasukkan NFS sebagai salah satu filesistem yang akan di-mount pada saat booting. Dengan demikian, user tidak perlu sama sekali tahu apa yang terjadi. File yang diakses akan terlihat lokal, walaupu tersimpan di mesin berbeda. 2.3.1 Setting NFS

Ada beberapa file konfigurasi untuk membuat NFS server bekerja, yaitu etc/exports,/etc/hosts.allow, menjadi sangat tidak aman.
/etc/exports

dan/etc/hosts.deny.

Anda

bisa

saja

hanya

mengedit/etc/exports agar NFS dapat bekerja tapi hal ini akan membuat server

Entri di /etc/exportssecara umum ditulis seperti ini: directory machine1(option11,option12) machine2(option21,option22) Contoh: /usr/local 192.168.2.1(ro) 10.10.0.18(ro) /home/lightning 192.168.2.1(rw) 10.10.0.18(rw) Untuk jaringan yang besar, berikan setting seperti pada contoh berikut: /usr/local 192.168.2.0/255.255.255.0(ro)

12 /home/lightning 10.10.0.0/255.255.255.0(rw)
etc/hosts.deny

Langkah pertama yaitu menambah entri di /etc/hosts.deny portmap:ALL lockd:ALL mountd:ALL rquotad:ALL statd:ALL
/etc/hosts.allow

Setelah itu di /etc/hosts.allow dengan format standar: service: host [or network/netmask] , host [or network/netmask] Contoh: portmap: 192.168.2.1 , 10.10.0.18 lockd: 192.168.2.1 , 10.10.0.18 rquotad: 192.168.2.1 , 10.10.0.18 mountd: 192.168.2.1 , 10.10.0.18 statd: 192.168.2.1 , 10.10.0.18 Setting di atas mengijinkan mesin dengan nomor IP192.168.2.1dan10.10.0.18 untuk mengijinkan akses ke mesin NFS server . Setelah itu jangan lupa melakukan restart dengan perintah/etc/init.d/nfsrestart Menset NFS client Andaikan server bernama ferry, dengan IP 10.10.0.1 dan kita ingin memount direktori/home/hendy. Kemudian yang harus dilakukan adalah mengetikkan # mount -t nfs suse:/home/lightning /mnt/home/fedora atau # mount -t nfs 10.10.0.1:/home/lightning /mnt/home/fedora dan direktori/home/lightning di master akan muncul sebagai direktori/mnt/home/fedora di client Anda dapat menghilangkan mount dengan perintah: # umount /mnt/home/fedora

13 Untuk mengetahui direktoridirektori mana yang diekspor (shared/digunakan bersama) oleh host ini, jalankan perintah: # showmount -e 10.10.0.1 Sesudah mengetahui direktori yang diekspor, Anda dapat melakukan mount terhadapnya dengan cara memberikan perintah mount yang sesuai. Network file system dapat ditambahkan di file /etc/fstab sebagaimana file sistem local sehingga dapat dimount saat boot. Perbedaannya hanya filesistemnya diset menjadi nfs dan setting dump dan fsck order (dua entri terakhir) diset menjadi nol. Contoh : # device mountpoint fs-type options dump fsckorder suse:/home/lightning /mnt/home/fedora nfs rw 0 0 Opsi Mount Beberapa option harus Anda pertimbangkan saat menambahkannya. Opsi ini akan mengatur cara NFS bekerja client dalam menangani crash yang terjadi pada server atau dalam network. Satu dari keunggulan NFS adalah NFS dapat menangani crash ini dengan baik jikalau Anda menset client dengan baik. Berikut dua mode yang dipakai:
soft

Jika permintaan file gagal, NFS client akan melaporkan error pada proses di mesin client yang merequest file. Beberapa program dapat menangani hal ini tapi kebanyakan tidak. Opsi ini tidak direkomendasikan karena akan mengakibatkan file rusak atau hilangnya data.
hard

Program yang mengakses file dalam NFS akan hang ketika server mengalami crash. Proses tidak dapat diinterupsi atau dikill (kecuali dengan sure kill) sampai Anda menambahkan opsi intr. Ketika NFS server kembali online, program akan melanjutkan proses yang terputus. Opsi ini

14 disarankan yaitu intr untuk semua file sistem NFS yang termount. Dengan mengambil contoh sebelumnya, file fstab akan terlihat sebagai berikut: # device mountpoint fs-type options dump fsck order master.foo.com:/home /mnt/home nfs rw,hard,intr 0 0 2.4 Web-Dav WebDAV merupakan singkatan dari Web-based Distributed Authoring and Versioning. WebDAV adalah salah satu ekstensi ke HTTP yang memungkinkan kita untuk dapat mengakses file / folder yang ada pada server web.

15

Bab III Penutup


Kesimpulan : 1. 2. 3. NAS adalah storage harddisk yang dikonfigurasi dengan memberikannya IP Samba ( server message blog) adalah protocol file sharing untuk menyaingi NFS adalah sebuah kumpulan protokol yang digunakan untuk mengakses Address dan dipasang di jaringan LAN protocol yang telah ada yakni Novells IPX-Based. beberapa sistem berkas melalui jaringan. 4. WebDAV merupakan singkatan dari Web-based Distributed Authoring

and Versioning. WebDAV adalah salah satu ekstensi ke HTTP yang memungkinkan kita untuk dapat mengakses file / folder yang ada pada server web.

Saran : Saran dari penulis untuk pembaca adalah bagaimana cara kita agar setiap tools yang kita gunakan telah memiliki nilai optimasi dalam artian kita harus menggunakan tools seperti diatas sesuai kebutuhan apa yanmg kita butuhkan

Daftar pustaka http://forumkplitegal.forumotion.net/t91-mencoba-network-attached-storage-nasdengan-freenas diakses pada tanggal 20-Maret-2012 pada pukul 14.30 http://foesiredgar.blogspot.com/2011/01/network-attached-storage-nas.html diakses pada tanggal 20-Maret-2012 pada pukul 14.50 http://pemula.linux.or.id/admin/setting-samba.html diakses pada tanggal 20-Maret-2012 pada pukul 14.45 http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_berkas_jaringan diakses pada tanggal 20-Maret-2012 pada pukul 14.50

16