Anda di halaman 1dari 8

KELOMPOK XI

Disusun Oleh : NAMA :


1.

KRISTIAN ARWAM NIM : 0110540148

2.

GWASOR CHATERINA LABOK NIM : 0110540154

3.

PRODI

: KELAUTAN & PERIKANAN

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS CENDERAWASIH JAYAPURA 2011

I.

Analisis Dampak Pembangunan Industri 1. Industri Terhadap Masyarakat


Industri merupakan suatu kegiatan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yaitu mencapai kualitas kehidupan yang lebih baik. Sehingga pembangunan industri tidak hanya mencapai kegiatan mandiri saja, tetapi mempunyai tujuan pokok untuk meningkatkan kesejahteraaan masyarakat di sekitarnya. Pembinaan industri merupakan bagian usaha jangka panjang untuk merubah struktur ekonomi ke arah ekonomi yang kokoh dan seimbang antara pertanian dan industri Ini berarti pembangunan industri akan memperluas lapangan kerja, memeratakan kesempatan kerja, memeratakan kesempatan berusaha, mempertinggi pemanfaatan sumber daya manusia dan mempercepat laju pembangunan di kawasan industri tersebut. kehadiran kegiatan industri di suatu pemukiman merupakan pemasukan pengetahuan dan teknologi baru bagi masyarakat setempat. Pada gilirannya, keberadaan industri di lingkungan pemukiman itu akan mendapatkan dampak pada kehidupan sosial budaya dan ekonomi masyarakat setempat dan sekitarnya. Keberadaan industri tersebut paling tidak akan merubah suasana lingkungan pemukiman. Di wilayah Kecaman Waru, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, kegiatan industri telah hadir sejak tahun 1980-an. Salah satu desa di Kecamatan Waru yang paling mencolok pertumbuhan industrinya adalah Desa Tropodo. Pada mulanya, Desa Tropodo merupakan pemukiman pertanian. Pembangunan industri di Desa Tropodo secara tidak langsung merangsang penduduk setempat untuk memanfaatkan peluang kerja yang semula di bidang pertanian saja dapat berkembang ke bidang jasa. Pembangunan industri di satu sisi memberikan lapangan kerja, baik yang langsung pada kegiatan proses industri maupun bidang jasa. Di sisi lain, kegiatan industri di suatu lingkungan pemukiman selain merupakan pemasukan teknologi baru, dapat pula menimbulkan pergesaran nilai budaya, norma-norma sosial dan pandangan hidup yang memberi acuan pada sikap dan pola tingkah laku masyarakat setempat.

2. Industri Terhadap Lingkungan Hidup Terlepas dari berbagai keberhasilan pembangunan yang disumbangkan oleh teknologi dan sektor indusri di Indonesia, sesungguhnya telah terjadi kemerosotan sumber daya alam dan peningkatan pencemaran lingkungan, khususnya pada kota-kota yang sedang berkembang seperti Gresik, Suarbaya, Jakarta, bandung Lhoksumawe, Medan, dan sebagainya. Bahkan hampir seluruh daerah di Jawa telah ikut mengalami peningkatan suhu udara, sehingga banyak penduduk yang merasakan kegerahan walaupun di daerah tersebut tergolong berhawa sejuk dan tidak pesat industrinya. Berkaitan dengan pernyataan tersebut, Dari media-media mencatat keadaaan lingkungan di beberapa kota di Indonesia, yaitu: Terjadinya penurunan kualitas air permukaan di sekitar daerah-daerah industri. Konsentrasi bahan pencemar yang berbahaya bagi kesehatan penduduk seperti merkuri, kadmium, timah hitam, pestisida, pcb, meningkat tajam dalam kandungan air permukaan dan biota airnya. Kelangkaan air tawar semakin terasa, khususnya di musim kemarau, sedangkan di musim penghujan cenderung terjadi banjir yang melanda banyak daerah yang berakibat merugikan akibat kondisi ekosistemnya yang telah rusak. Temperatur udara maksimal dan minimal sering berubah-ubah, bahkan temperatur tertinggi di beberapa kota seperti Jakarta sudah mencapai 37 derajat celcius. Terjadi peningkatan konsentrasi pencemaran udara seperti CO, NO2r S02, dan debu. Sumber daya alam yang dimiliki bangsa Indonesia terasa semakin menipis, seperti minyak bumi dan batubara yang diperkirakan akan habis pada tahun 2020. Luas hutan Indonsia semakin sempit akibat tidak terkendalinya perambahan yang disengaja atau oleh bencana kebakaran. Kondisi tanah semakin tidak subur, dan lahan pertanian semakin memyempit dan mengalami pencemaran. 3. Sudut Pandang (Pemahaman) Industri Pembangunan industri bertujuan untuk : a. Meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata dengan memanfaatkan dana, sumber daya alam, dan/atau hasil budidaya serta dengan memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup; b. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara bertahap, mengubah struktur perekonomian ke arah yang lebih baik, maju, sehat, dan lebih seimbang sebagai upaya untuk mewujudkan dasar yang lebih kuat dan lebih luas bagi

pertumbuhan ekonomi pada umumnya, serta memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan industri pada khususnya; c. Meningkatkan kemampuan dan penguasaan serta mendorong terciptanya teknologi yang tepat guna dan menumbuhkan kepercayaan terhadap kemampuan dunia usaha nasional; d. Meningkatkan keikutsertaan masyarakat dan kemampuan golongan ekonomi lemah, termasuk pengrajin agar berperan secara aktif dalam pembangunan industri; e. Memperluas dan memeratakan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha, serta meningkatkan peranan koperasi industri; f. Meningkatkan penerimaan devisa melalui peningkatan ekspor hasil produksi nasional yang bermutu, disamping penghematan devisa melalui pengutamaan pemakaian hasil produksi dalam negeri, guna mengurangi ketergantungan kepada luar negeri; g. Mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan industri yang menunjang pembangunan daerah dalam rangka pewujudan Wawasan Nusantara; h. Menunjang dan memperkuat stabilitas nasional yang dinamis dalam rangka memperkokoh ketahanan nasional. Faktor Pendukung Pembangunan Industri a. Indonesia kaya bahan mentah

b. Jumlah tenaga kerja tersedia cukup banyak c. Tersedia pasar dalam negeri yang banyak d. Iklim usaha yang menguntungkan untuk orientasi kegiatan industry e. Tersedia berbagai sarana maupun prasarana untuk industry f. Stabilitas politik yang semakin mantap

g. Banyak melakukan berbagai kerjasama dengan negara-negara lain dalam hal permodalan, alih teknologi, dll. h. Letak geografis Indonesia yang menguntungkan i. j. Kebijaksanaan pemerintah yang menguntungkan Tersedia sumber tenaga listrik yang cukup

Faktor Penghambat Pembangunan Industri a. Penguasaan teknologi masih perlu ditingkatkan b. Mutu barang yang dihasilkan masih kalah bersaing dengan negara-negara lain c. Promosi di pasar internasional masih sangat sedikit dilakukan

d. Jenis-jenis barang tertentu bahan bakunya masih sangat tergantung dengan negara lain e. Sarana dan prasarana yang dibutuhkan belum merata di seluruh Indonesia f. Modal yang dimiliki masih relatif kecil Dampak Positif Pembangunan Industri a. Terbukanya lapangan kerja b. Terpenuhinya berbagai kebutuhan masyarakat

c. Pendapatan/kesejahteraan masyarakat meningkat d. Menghemat devisa Negara

e. Mendorong untuk berfikir maju bagi masyarakat f. g. Terbukanya usaha-usaha lain di luar bidang industri Penundaan usia nikah Dampak Negatif Pembangunan Industri a. Terjadi pencemaran lingkungan b. Konsumerisme c. Hilangnya kepribadian masyarakat d. Terjadinya peralihan mata pencaharian

e. Terjadinya urbanisasi di kota-kota f. Terjadinya permukiman kumuh di kota-kota

Kesimpulan
1. Pencemaran lingkungan akan menyebabkan menurunnya mutu lingkungan hidup, sehingga akan mengancam kelangsungan mahluk hidup, terutama ketenangan dan ketentraman hidup manusia.

2. Adanya pengertian dan persepsi yang sama dalam memahami pentingnya lingkungan hidup bagi kelangsungan hidup manusia akan dapat mengendalikan tindakan dan prilaku manusia untuk lebih mementingkan lingkungan hidup.

3. Kemauan untuk saling menjaga kelestarian dan kesimbangan lingkungan hidup merupakan itikad yang luhur dari dalam diri manusia dalam memandang hakekat dirinya sebagai warga dunia.

Daftar Isi I. Analisis Dampak Pembangunan Industri 1. Industri terhadap masyarakat 2. Industri terhadap Lingkungan 3. Sudut Pandang (pemahaman) Industri Tujuan Pembangunan Faktor Pendukung Pembangunan Faktor Penghambat Pembangunan Dampak Positif Dampak Negatif 4. Kesimpulan II. Pertumbuhan Ekonomi Dan Lingkungan Hidup

II.

Pertumbuhan Ekonomi Dan Lingkungan Hidup

Memahami Masalah Lingkungan Dan Pencemaran Oleh Industri Seringkali ditemukan pernyataan yang menyamakan istilah ekologi dan lingkungan hidup, karena permasalahannya yang bersamaan. Inti dari permasalahan lingkungan hidup adalah hubungan makhluk hidup, khususnya manusia dengan lingkungan hidupnya. Ilmu tentang hubungan timbal balik makhluk hidup dengan lingkungan hidupnya di sebut ekologi. Lingkungan hidup adalah sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dengan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupannya dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Teknologi yang dikembangkan dalam menunjang industri di Indonesia diharapkan akan menunjukan pertumbuhan ekonomi. Struktur suatu negara dapat dilihat dari berbagai sudut tinjauan. Dalam hal ini, struktur ekonomi dapat dilihat setidak-tidaknya berdasarkan empat sudut tinjauan, yaitu : 1. Tinjauan Makro-Sektoral 2. Tinjauan keruangan 3. Tinjauan penyelenggaraan kenegaraan

4. Tinjauan birokrasi pengambil keputusan

Berdasarkan tinjauan Makro-sektoral sebuah perekonomian dapat berstruktur misalnya agraris, industrial, atau niaga tergantung pada sektor produksi apa yang manjadi tulang punggung perekonomian yang bersangkutan. Berdasarkan tinjauan keruangan, perekonomian dapat dikatakan berstruktur. Tergantung pada wilayah tersebut dan teknologinya yang mewarnai kehidupan perekonomian itu. Santoso,Budi,1999,Ilmu Lingkungan Industri, Universitas Gunadarma, Jakarta