Anda di halaman 1dari 1

Berikut ini adalah penjabaran lebih lanjut mengenai rasio-rasio keuangan yang selanjutnya akan digunakan sebagai proksi

atas performa emiten perbankan: a. Non Performing Loan (NPL) rasio ini menunjukkan bahwa kemapuan manajemen bank dalam mengelola kredit bermasalah yang diberikan oleh bank. sehingga semakin tinggi rasio ini maka akan semakin buruk kualitas kredit bank yang menyebabkan jumlah kredit bermasalah semakin besar maka kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin besar. krredit dalam hal ini adalah kredit yang diberikan pada pihak ketiga tidak termasuk kredit terhadap bank lain. kredit bermasalah adalah kredit dengan kualitas kurang lancar, diragukan, dan macet. rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut (SE BI N0 3/30DPNP tgl 14 DEsember 2001): Non Performing Loan = Kredit Bermasalah/ total kredit x 100%

b. Return on Asset (ROA) rasio ini idgunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh keuntungan (laba sebelum pajak) yang dihasilkan dari rata-rata total aset bank yang bersangkutan. semakin besar ROA, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai bank sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil. laba sebelum pajak adalah laba bersih dari kegiatan operasional sebelum pajak. sedangkan rata-rata total asset adalah rata-rata volume usaha atau aktiva. rasion ini dirumuskan sebagai berikut (SE BI No 3/30DPNP tgl 14 Desember 2001): ROA= Laba sebelum pajak/ rata-rata total assetx 100%

c.Loan to Deposit Ratio (LDR) Rasio ini digunakan untuk menilai likuiditas suatu bak yang dengan cara membagi jumlah kredit yang diberikan oleh bank terhadap dana pihak ketiga. melalui LDR, dapat diketahui seberapa jauh kemampuan bank dalam membayar kembali penarikan dana yang dilakukan nasabah dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditas. Semakin tinggi rasio ini, semakin rendahnya kemampuan likuiditas bank yang bersangkutam sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah akan semakin besar. kredit yang diberikan tidak termasuk kredit kepada bank lain sedangkan untuk dana pihak ketiga adalah giro, tabungan, simpanan berjangka, sertifikat deposito. rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut (SE BI No 3/30DPNP tgl 14 Desember 2001): LDR= Total Kredit/ Total dana pihak ketiga x 100%