Anda di halaman 1dari 2

Flip-Flop, cikal-bakal memory digital

Memory (dalam dunia digital) adalah suatu sistem yang digunakan untuk menampung data. Data yang ditampung ini tentunya data dalam bentuk digital. Memory pada saat ini memiliki kapasitas yang bervariasi, mulai dari ukuran MB (Mega Byte) sampai GB (Giga Byte). Bentuknya pun bermacam-macam, mulai dari yang berbentuk SIMCARD, MMC/SD-CARD, USB Flash Disk dan masih banyak lagi bentuk lainnya. Mungkin terkadang terlintas di benak kita, bagaimanakah sebenarnya cara kerja memory tersebut sehingga dapat menyimpan data yang sekian banyak ? Untuk mengetahui cara kerja dari suatu memory, maka kita harus mengenal nenek moyang dari yang kita sebut memory, yaitu flip-flop. Flip-flop merupakan salahsatu dari banyak aplikasi pada sistem digital. Flip-flop ini berfungsi sebagai media penyimpan data sementara. Dalam satu flip-flop, hanya 1 bit data yang bisa disimpan. Sebagai bahan perbandingan, perlu kita ketahui bahwa : 1 byte = 8 bit 1 KB (kilo byte) = 1024 byte 1 MB (mega byte) = 1024 KB 1 GB (giga byte) = 1024 MB Jika kita lihat perbandingan di atas, tentu kita akan mendapatkan bahwa memory yang dapat disimpan oleh satu flip-flop tentunya sangat kecil sekali. Begitulah, agar kita dapat memahami bagaimana suatu memory dapat menampung data yang sangat besar tentu kita harus tahu terlebih dahulu bagaimana data yang berukuran kecil itu disimpan. Flip-flop sendiri terbagi menjadi beberapa jenis. Tiap jenis memiliki karakteristik yang berlainan satu sama lain. Jenis flip-flop tersebut diantaranya S-R (Set Reset) flip-flop, D (Data) Latch flip-flop, dan JK flip-flop. Pada kesempatan ini, penulis akan mencoba menjelaskan cara kerja dari S-R flip-flop S-R flip-flop, seperti namanya, memiliki kemampuan untuk men-set dan me-reset data yang disimpan. S-R flip-flop memiliki 2 input dan memiliki 2 output. Dengan mengatur kondisi kedua input S dan R maka kita dapat membuat output flip-flop ini berlogik 1, 0 atau menyimpan. Konfigurasi untuk S dan R adalah sebagai berikut :

S 0 0 1 1

R 0 1 0 1

Q menyimpan 0 (reset) 1 (set) Dont care

Dari tabel di atas dapat kita lihat bahwa suatu S-R flip-flop akan di set outputnya jika kondisi input S berlogik 1 dan input R berlogik 0. Sebaliknya bahwa output flip-flop akan di reset outputnya jika kondisi input S berlogik 0 dan input R berlogik 1. Jika kedua input S dan R berlogik 0, maka flip-flop akan berada pada kondisi menyimpan. Maksud dari menyimpan adalah output flip-flop akan berlogika 1 atau 0 bergantung kondisi output sebelum kedua input flip-flop tersebut diberi logik 0. Flip-flop akan menyimpan kondisi output sebelum kedua input diberi logik 0. Pada R-S flip-flop ada suatu kondisi input yang tidak diperkenankan, yaitu saat kedua inputnya berlogik 1. Mengapa demikian ? Saat kedua input diberi logik 1, maka output Q tidak memiliki nilai yang jelas karena selalu berganti antara 1 dan 0. Jika kita amati saat praktek, kondisi ini tidak terlihat jelas, namun jika kita simulasikan menggunakan software simulasi digital seperti Circuit Maker maka akan terlihat jelas bahwa kondisi output Q tidak tetap.