Anda di halaman 1dari 9

GEOTHERMAL

A few aspects of Geothermal Mining Relating to Local Government Issue and Local Government Income

1. Apakah daerah berhak mendapatkan pajak retribusi geothermal, kalau berhak pajak retribusi apakah itu?
Berdasarkan pasal 30 ayat (1) UU No.27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi, pemegang Izin Usaha Pertambangan wajib membayar penerimaan negara berupa pajak dan bukan pajak. Ayat (2) Penerimaan negara berupa pajak terdiri atas: Pajak Bea masuk dan pungutan lain atas cukai dan impor Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Ayat (3) Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri atas: Pungutan Negara berupa Iuran Tetap dan Iuran Produksi serta pungutan negara lainnya sesuai dengan ketentuan Per UU an yang berlaku Bonus.

Apakah daerah berhak mendapatkan pajak retribusi geothermal...?

Penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari iuran tetap dan iuran produksi pembagiannya: Sebanyak 20% untuk Pemerintah Pusat Sebanyak 80% untuk Pemerintah Daerah: Sebanyak 16% untuk Provinsi yang bersangkutan Sebanyak 32% untuk Kabupaten/Kota Penghasil Sebanyak 32% untuk kabupaten/Kota lain dalam Provinsi yang bersangkutan

Apakah daerah berhak mendapatkan pajak retribusi geothermal...?


Pembagian Penerimaan Negara berupa pajak pembagiannya ditetapkan sesuai ketentuan per UU an Perpajakan yang berlaku. Berdasarkan UU No.25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pusat dan Daerah Pasal 6 tentang Dana Perimbangan ayat (6) huruf b: Penerimaan Negara dari pertambangan gas alam yang berasal dari wilayah Daerah setelah dikurangi komponen pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dibagi dengan imbangan 70% (tujuh puluh persen) untuk Pemerintah Pusat dan 30% (tiga puluh persen) untuk Daerah. Lantaran pada tahun UU ini diundangkan Panas Bumi masih termasuk dalam kategori gas alam, maka pengaturan dalam UU ini masih berlaku.

Apakah memungkinkan Pemerintah Daerah boleh ikut serta dalam pengelolaan geothermal? Bagaimana UU No.27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi membuka ruang bagi keikut sertaan pemerintah dalam pengelolaan Panas Bumi. Sebagaimana yang caranya? Apakah membeli saham atau meminta yang tertuang dalam Pasal 10 UU Panas Bumi yang mengatur tentang bagian saham? Kegiatan Operasional pengelolaan Panas Bumi, Kegiatan operasional

Panas Bumi meliputi: Survei Pendahuluan, Eksplorasi, Studi Kelayakan, Eksploitasi, Pemanfaatan. Ayat (3) dan ayat (4) Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangan masing-masing melakukan Survei Pendahuluan atau menugasi pihak lain. Pemerintah juga dapat melakukan Eksplorasi.(ayat (4)) Ayat (5) Eksplorasi, Studi Kelayakan, dan Eksploitasi dilakukan oleh Badan Usaha. Badan Usaha adalah setiap badan hukum yang dapat berbentuk badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, koperasi, atau swasta yang didirikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, menjalankan jenis usaha tetap dan terus-menerus, bekerja dan berkedudukan dalam wilayah Negara Kesatuan. Republik Indonesia.

Pemda ikut serta dalam pengelolaan geothermal..?


Jika Pemerintah ikut serta dalam pengelolaan Geothermal dengan BUMD, berarti Pemerintah melakukan penyertaan modal dimana dananya diambil dari kekayaan Negara yang dipisahkan, baik itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, kapitalisasi cadangan, atau sumber lain. (UU No.19 Tahun 2003 tentang BUMN, pasal 4). Caranya, berdasarkan UU No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, BUMD bisa ikut serta dalam kepemilikan saham di PT. Supremen Energy. Lantaran PT. Supreme Energi masih berupa Perseroan Terbatas tertutup, maka kepemilikan saham untuk BUMD hanya bisa dilakukan dengan pemindahan hak atas saham dari pemilik saham yang ada.

Pemda ikut serta dalam pengelolaan geothermal..?


Pemindahan hak atas saham tersebut dilakukan dengan

akta pemindahan hak, menyampaikannya secara tertulis kepada Perseroan, dan memberitahukan perubahan susunan pemegang saham kepada Menteri untuk dicatat dalam daftar Perseroan paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal pencatatan pemindahan hak. Persyaratan pemindahan hak atas saham diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan Terbatas, antara lain harus mendapat persetujuan organ perseroan yang lain dan instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Apakah memungkinkan daerah meminta fee (bagian) dari perusahaan? apa dasar hukumnya?
Dalam pengaturannya, UU Panas Bumi tidak mencantumkan tentang fee untuk Pemerintah Daerah, namun Pemerintah Daerah berhak mendapatkan Penerimaan Negara dari Pemegang Izin Usaha Produksi, berupa Penerimaan Negara berupa Pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. (pasal 30 UU No. 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi). Penerimaan negara berupa pajak terdiri atas: a. pajak; b. bea masuk dan pungutan lain atas cukai dan impor; c. pajak daerah dan retribusi daerah. Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: a. pungutan negara berupa Iuran Tetap dan Iuran Produksi serta pungutan negara b. lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku; c. bonus.

Apakah memungkinkan daerah meminta fee (bagian) dari perusahaan? apa dasar hukumnya?
Namun terkait dengan bonus sebagai penerimaan negara bukan pajak, berdasarkan Peraturan Pemerintah No.9 Tahun 2012 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral ,pasal 5 menyatakan bahwa yang dimaksud dengan bonus adalah harga data wilayah kerja panas bumi, lantaran untuk menarik investor untuk mau menanamkan modalnya di bidang pengelolaan geothermal, harga data wilayah kerja panas bumi ini ditetapkan Rp 0. berbeda dengan bonus dalam pertambangan minyak dan gas bumi, dimana bonus itu adalah bonus tanda tangan (signature bonus).