Anda di halaman 1dari 4

1.

JUDUL FLUIDA TAK BERGERAK TUJUAN Mengetahui massa jenis zat cair

2. Landasan Teori

1. TEKANAN HIDROSTATATIKA Tekanan adalah gaya yang bekerja tegak lurus pada suatu permukaan benda. Secara luas. Apabila sebuah bejana zat cair maka pada dinding dan dasar bejana mendapat tekanan, maka pada dinding dan dasar bejana mendapat tekanan dari zat cair tersebut. Bahkan setiap titik yang terendam zat cair mendapat tekanan. Tekanan dari zat cair yang diam tersebut tekanan hidrostatik. Tekanan pada sembaranostatik pada sembarangan titik yang terletak pada bidang datar di dalam suatu zat cair yang dalam keadaan seimbang adalah sama

( saprudin, 2007).
Tekanan adalah besarnya gaya persatuan luas, maka di titik A terasa ada tekanan karena ada gaya berat di atasnya (sri handayani, 2009). Dalam statika fluida Kita mempelajari fluida yang ada dalam keadaan diam (tidak bergerak). Fluida yang diam disebut fluida statis. Jika yang diamati adlah zat cair, disebut hidrostati (Marthen Kanginan, 2007). Viskositas atau kekentalan merupakan gesekan yang dimiliki oleh fluida. Gesekan dapat terjadi antarpartikel zat cair dan dinding permukaan tempat zat cair itu berada (Indrajit, 2009).

2. Hukum Pascal Seorang ilmuwan dari Perancis, Blaise Pascal (1623 1662) telah menyumbangkan sifat fluida statis yang kemudian dikenal sebagai hokum Pascal yang bunyinya sebagai berikut. Jika suatu fluida diberikan tekanan pada suatu tempat maka tekanan itu akan diteruskan ke segala arah sama besar. Dari hukum Pascal diatas dapat ditulis secara matematis sebagai berikut ( Sri

Handayani,2009).
Peristiwa hukum pascal dicontohkan pada sebuah tabung yang diberi lubang dengan diameteryang sama. Piston bekerja sebagai pengghisap 3. Hukum Archimedes Hukum Archimedes berbunyi benda yang tercelup ke dalam fluida, baik sebagian ataupun seluruhnya, akan mengalami gaya ke atas sebesar berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut. Besarnya gaya Archimedes terebut dengan persamaan

3. Bahan dan ALat a. Bahan 1. Minyak tanah 2. Spritus 3. Solar 4. Oli 5. Minyak tanah 6. Minyak goreng b. Alat 1. 10 gelas netral kosong 2. 6 gelas kimia 3. Pipet tetes

4. Cara kerja 1. Semua fluida masing masing dicampurkan dengan air 2. Gelas 1 dan 2 dicampurkan 3. Gelas 3 dicampur dengan 1 dan 2 4. Dan seterusnya

5. 1. 2. 3.

Pembahasan Apa yang menyebabkan masing masing fluida tersebut dapat tercampur? Mengapa larutan tersebut tidak tercampur? Bagaimana cara mengetahui fluida itu bercampur atau tidak? Jawab 1. Disebabkan karena massa jenisnya sama. 2. Karena massa jenisnya berbeda. 3. Itu bias kita ketahui dengan cara mengamati masa jenis dan kekentalan masing-masing fluida. viskositas warna = = tetap tetap tetap tetap tetap tetap Massa jenis = =

No. Jenis fluida 1 2 3 4 5 6 Air+oli Air+spritus Air+solar Air+Air laut Air+minyak goreng Air+minyak tanah

6. Kesimpulan Berdasarkan praktik yang dilakukan diperoleh bahwa 1. Jika massa jenisnya sama maka larutan tersebut dapat tercampur, contohnya air + spritus dan bensin + minyak tanah. 2. Jika massa jenisnya berbeda maka larutan tersebut tidak dapat tercampur, contohnya solar, minyak goreng, dan oli.

Urutan massa jenis berdasarkan praktik dari yang terbesar ke yang terkecil 1. 2. 3. 4. 5. Air + spritus Solar Minyak goreng Oli Minyak tanah + bensin

DAFTAR PUSTAKA Indrajid, Dudi. 2009.Mudah Dan Aktif Belajar Fisika.Departemen Pendidikan Nasional Handayani, Sri dan Ai Damari.2009.FISIKA.Jakarta Kanginan, Marthen.2007. FISIKA. Jakarta: Erlangga