Anda di halaman 1dari 36

Penyakit Demam Berdarah Dengue

LEMBAR PENGESAHAN

Makalah dengan judul PENYAKIT DEMAM BERDARAH

Disusun oleh : Nama No. Induk Sekolah : SITI ROHMANIAH. : 1313/459.119 : SMK Negeri Ihya Ulumudin

Program Keahlian : Akuntansi

Makalah ini telah diperiksa dan disahkan Pada Tanggal : _______________________

Mengetahui, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi

H. HARIADJI SUGITO, SKM, MM NIP. 19561027 197608 1 001

ii

Penyakit Demam Berdarah Dengue

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr Wb Alhamdulillah Segala Puji Syukur Penyusun Panjatkan Kehadirat Allah SWT yang telah member rahmat karunia serta kesehatan, sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan Makalah Penyakit Demam Berdarah Dengue ini. Makalah yang membahas penyakit demam berdarah dengue dan berbagai macam permasalahannya ini dengan segala keterbatasan dan kekurangannya, disusun untuk mengetahui penyakit demam berdarah dan berbagai

permasalahannya serta upaya penanganan yang dilakukan. Mungkin makalah ini masih jauh dari harapan, akan tetapi sedikitpun hal itu tidak mengurangi kedalaman rasa syukur penulis kepada Allah SWT yang inayah-Nya telah membangkitkan semangat dan membuka jalan bagi penulis untuk bisa menyelesaikan penyusunan makalah ini. Merupakan suatu kewajiban bagi penulis untuk menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak, yang tak kuasa penulis sebutkan satu persatu disini, yang mana penulis telah rasakan manfaat jasa-jasanya selama melakukan penyusunan makalah ini. Dalam Penyusunan Laporan ini penyusun yakin masih banyak kekurangan, sehingga saran kritik, pembaca sangat kami harapkan guna perbaikan pembuatan Makalah berikutnya Wassalamualaikum Wr. Wb.

Banyuwangi, 3 Maret 2012

Penulis

iii

Penyakit Demam Berdarah Dengue

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ..................................................................................... HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... KATA PENGANTAR ................................................................................... DAFTAR ISI .................................................................................................. i ii iii iv

BAB I : 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5

PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah .............................................................. Rumusan Masalah ........................................................................ Tujuan dan Manfaat Penulisan ..................................................... Metode Penelitian ........................................................................ Sistematika Penulisan................................................................... 1 2 2 2 3

BAB II : 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 2.7 2.8 2.9

KAJIAN TEORI Pengertian Penyakit Demam Berdarah Dengue ........................... Penyebab Penyakit Demam Berdarah Dengue............................. Patofisiologis dan Patogenesis ..................................................... Penularan Demam Berdarah Dengue ........................................... Tempat Penularan Demam Berdarah Dengue .............................. Tanda dan Gejala Demam Berdarah Dengue ............................... Ciri-ciri Nyamuk Demam Berdarah ............................................. Diagnosa Demam Berdarah Dengue ............................................ Penatalaksanaan Penyakit Demam Berdarah ............................... 4 4 5 6 7 8 10 12 13 17

2.10 Cara-cara Pencegahan dan Pengobatan ........................................

BAB III : PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DBD 3.1 Pengertian dan Tujuan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) ............................................................................. 3.2 3.3 Sasaran PSN Demam Berdarah Dengue ...................................... Cara PSN Demam Berdarah Dengue ........................................... iv 20 20 20

Penyakit Demam Berdarah Dengue 3.4 3.5 3.6 3.7 3.8 Pelaksanaan PSN Demam Berdarah Dengue ............................... Jenis Kegiatan PSN Demam Berdarah Dengue ........................... Perlunya 3 M ................................................................................ Pencegahan Penyakit Demam Berdarah ....................................... Hubungan Pemberantasan Sarang Nyamuk (3M Plus) Dengan keadaan Bebas Jentik Demam Berdarah Dengue ........... 27 21 21 22 23

BAB IV : PENUTUP 4.1 4.2 Kesimpulan .................................................................................. Saran ............................................................................................. 15 15

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................

17

Penyakit Demam Berdarah Dengue

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah Pada zaman sekarang yang serba maju ini, kemajuan teknologi tidak bisa dipungkiri lagi. Tetapi terkadang hal itu tidak bisa diimbangi oleh kebiasaan hidup manusia akan menjaga kebersihan lingkungan. Banyak penyakit yang muncul akibat dari kelalaian terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Salah satunya adalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau disebut juga Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali daerah-daerah yang memiliki ketinggian lebih dari seribu meter dari permukaan air laut. Hampir setiap tahunnya di Indonesia ada saja orang yang terjangkit penyakit DBD. Hal ini membuktikan bahwa sebagian masyarakat masih kurang sadar terhadap kebersihan lingkungan serta lambatnya pemerintah dalam mengantisipasi dan merespon terhadap merebaknya kasus DBD ini. Masyarakat seringkali salah dalam mendiagnosis penyakit DBD ini dengan penyakit lain seperti flu atau typhus. Hal ini disebabkan karena infeksi virus dengue yang menyebabkan DBD bersifat asistomatik atau tidak jelas gejalanya. Pasien DBD biasanya atau seringkali menunjukkan gejala batuk, pilek, muntah, mual maupun diare. Masalah bisa bertambah karena virus DBD dapat masuk bersamaan dengan infeksi penyakit lain seperti flu atau typhus. Oleh karena itu, permasalahan DBD masih belum mencapai titik terang hingga sekarang. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis ingin mengulas lebih dalam DBD dalam karya tulis yang berjudul, Penyakit Demam Berdarah Dengue dan Berbagai Macam Permasalahannya.

-1-

Penyakit Demam Berdarah Dengue 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut : 1. Apa yang dimaksud dengan penyakit DBD ? 2. Apa penyebab penyakit DBD ? 3. Apa gejala-gejala yang akan ditimbulkan penyakit DBD ? 4. Bagaimana cara pencegahan dan pengobatan yang tepat bagi penderita penyakit DBD ?

1.3

Tujuan dan Manfaat Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dan manfaat penulisan

adalah sebagai berikut : 1. Mengetahui pengertian penyakit Demam Berdarah Dengue dan gejalagejala yang ditimbulkan. 2. Mengetahui penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue tersebut serta cara pencegahan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue. 3. Agar masyarakat lebih mewaspadai bahaya dari penyakit Demam Berdarah Dengue. 4. Agar tidak ada lagi kesalahpahaman dalam mendiagnosis penyakit Demam Berdarah Dengue dalam lingkungan masyarakat awam, sehingga mampu melakukan langkah-langkah pengobatan terhadap penyakit DBD dengan benar.

1.4

Metode Penelitian Metode penelitian dalam makalah ini menggunakan metode study

kepustakaan yang merupakan kegiatan penelusuran dan penelaahan literaturliteratur. Metode ini diperuntukkan untuk melakukan penelitian yang dianggap sebagai bentuk survey dari data yang sudah ada dengan melacak informasi dari internet.

-2-

Penyakit Demam Berdarah Dengue 1.5 Sistematika Penulisan Pada makalah penulis yang berjudul Demam Berdarah Dengue dan Berbagai Macam Permasalahannya terbagi menjadi 4 bab. Pembagian penulisan dalam makalah ini untuk memudahkan penulis dalam menyusun hasil penelaahan terhadap permasalahan yang ada. Adapun sistematika penulisan makalah ini diuraikan sebagai berikut : Bab Satu Pendahuluan, yang berisikan : latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat, metode penelitian, dan sistematika penulisan. Bab Dua Kajian Teori, yang didalamnya membahas tentang pengertian penyakit Demam Berdarah Dengue, cara mengetahui penyebab dari penyakit Demam Berdarah Dengue, mengetahui gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit Demam Berdarah Dengue, mengetahui cara pencegahan dan pengobatan bagi para penderita Demam Berdarah Dengue. Bab Tiga Pembahasan, berisikan tentang penyajian data dan pemecahan terhadap masalah-masalah yang ditimbulkan oleh penyakit Demam Berdarah Dengue. Bab Empat Penutup, yang mana isinya adalah kesimpulan dan saran.

-3-

Penyakit Demam Berdarah Dengue

BAB II KAJIAN TEORI


2.1 Pengertian Penyakit Demam Berdarah Dengue Penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue dan terutama menyerang anak-anak dengan ciri-ciri demam tinggi mendadak dengan manifestasi pendarahan dan bertendensi menimbulkan shock dan kematian. Penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis , demam,nyeri otot, dan atau nyeri sendi yang disertai lekopenia, ruam, limfa demopati, trombositopenia dan datesis hemoregic. Suatu infeksi arboirus (arthropod borne virus)akut, ditularkan oleh nyamuk spesies aedes. Demam Berdarah Dengue adalah penyakit febril akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria.

2.2

Penyebab Penyakit Demam Berdarah Dengue Penyebab penyakit adalah virus dengue. Virus ini termasuk kelompok

arthropoda. Borne viruses (arbovirosis). Sampai saat ini dikenal ada 4 serotype virus yaitu : 1. dengue 1 diisolasi oleh sabin pada tahun 1944 2. dengue 2 diisolasi oleh sabin pada tahun 1944 3. dengue 3 diisolasi oleh sather 4. dengue 4 diisolasi oleh sather

Keempat type virus tersebut telah ditemukan diberbagai daerah di indonesia dan yang terbanyak adalah type 2 dan type 3. penelitian di indonesia menunjukkan dengue type 3 merupakan serotype vius yang dominan menyebabkan kasus yang berat. Dan keempat tipe virus tersebut merupakan genus dari flaviverus famili flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Penyakit Demam Berdarah Dengue atau Dengue

-4-

Penyakit Demam Berdarah Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) ini disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus.

2.3

Patofisiologi dan Patogenesis Fenomena patofisiologi utama menentukan berat penyakit dan

membedakan demam berdarah dengue dengan dengue klasik ialah tingginya permabilitas dinidng pembulu darah, menurunnya volume plasma, terjadinya hipotensi, trombositopenia dan diabetes hemoragik. Meningginya nilai hematokrit pada penderita dengan renjatan menimbulkan dugaan bahwa renjatan terjadi sebagai akibat kebocoran plasma ke daerah ekstra vaskuler melalui kapiler yang rusak dengan mengakibatkan menurunnya volume plasma dan meninginya nilai hematokrit. Mekanisme sebenarnya tentang patofisiologi dan patogenesis demam berdarah dengue hingga kini belum diketahui secara pasti, tetapi sebagian besar menganut the secondary heterologous infection hypothesis yang mengatakan bahwa DBD dapat terjadi apabila seseorang setelah infeksi dengue pertama mendapat infeksi berulang dengan type virus dengue yang berlainan dalam jangka waktu tertentu yang diperkirakan antara 6 bulan sampai 5 tahun. Patogenesis terjadinya renjatan berdasarkan hipotese infeksi sekunder dicoba dirumuskan oleh suvvate. Akibat infeksi kedua oleh tipe virus dengue yang berlainan pada seseorang penderita dengan kadar antibodi anti dengue yang rendah, respon antibodi ananmestik yang akan terjadi dalam beberapa hari mengakibatkan proliferasi dan transformasi limfosit imun dengan menghasilkan antibodi IgG anti dengue titer tinggi. Disamping itu replikasi virus dengue terjadi dengan akibat terdapatnya virus dalam jumlah yang banyak. Hal-hal ini semuanya akan mengakibatkan terbentuknya kompleks antigen-antibodi yang selanjutnya akan mengaktivasi sistem komplemen. Pelepasan c3a dan c5a akibat antivasi c3 dan c5 menyebabkan meningginya permeabilitas dinding pembulu darah dan merembesnya plasma melalui endotel dinding pembulu darah. Pada penderita ranjatan berat, volume plasma dapat berkurang samapai lebih dari 30 % dan berlangsung selama 24-48

-5-

Penyakit Demam Berdarah Dengue jam. Renjatan yang tidak ditanggulangi secara adekwat akan menimbulkan anoksia jaringan, asidosis metabolik dan kematian. Sebab lain penyebab kematian pada DBD adalah perdarahan saluran pencernaan hebat yang biasa timbul setelah renjatan berlangsung lama dan tidak dapat diatasi. Trombositopenia merupakan kelainan hematologis yang ditemukan pada sebagian besar penderita DB. Nilai trombosit mulai menurun pada masa demam. Dan mencapai nilai terendah pada masa renjatan. Jumlah tromosit secara cepat meningkatkan pada masa konvalesen dan nilai normal biasanya tercapai sampai hari ke 10 sejak permulaan penyakit. Kelainan sistem koagulasi mempunyai juga peranan sebagai sebab perdarahan pada penderita DBD. Berapa faktor koagulasi menurun termasuk faktor II, V, VII, IX, X dan fibrinogen. Faktor XII juga dilaporkan menurun. Perubahan faktor koagulasi disebabkan diantaranya oleh kerusakan hepar yang fungsinya memang terbukti terganggu, juga oleh aktifitas sistem koagulasi. Pembekuan intravaskuler menyeluruh (PIM/DIC) secara potensial dapat terjadi juga saling mempengaruhi sehingga penyakit akan memasuki renjatan irrevesible disertai perdarahan hebat, terlihatnya organ-organ vital dan berakhir dengan kematian.

2.4

Penularan Demam Berdarah Dengue DBD dapat dengan mudah menular melalui vektor penularnya, yakni

nyamuk Aedes aegypti melalui gigitannya. Meskipun nyamuk Aedes albopictus dapat menularkan DBD tetapi peranannya dalam penyebaran penyakit sangat kecil, karena biasanya hidup di kebun-kebun. Seminggu setelah digigit oleh nyamuk Aedes aegypti yang mengandung virus dengue, maka orang tersebut akan jatuh sakit demam berdarah, atau dapat juga tetap sehat tetapi menjadi carrier (sumber penular dengan menyimpan virus dengue). Karena nyamuk yang menggigit orang yang darahnya mengandung virus dengue, sepanjang nyamuk tersebut hidup akan tetap mengandung virus dengue

-6-

Penyakit Demam Berdarah Dengue dan setiap saat dapat ditularkan kepada orang lain melalui gigitannya pula (menggigit pada siang hari). Apabila terdapat tetangga Anda yang menderita DBD dan lokasi rumahnya berada tidak jauh dari rumah Anda, maka perlu diwaspadai akan keberadaan nyamuk Aedes aegypti, hal ini karena kemampuan terbang nyamuk tersebut +40 m, dan jangkauan terbang maksimal sejauh 100 m. Sehingga secepatnya melakukan pembersihan terhadap tempat-tempat penampungan air di sekitar Anda atau menghubungi Puskesmas terdekat. Sehingga setiap orang dapat terserang demam berdarah setelah digigit oleh nyamuk Aedes aegypti yang mengandung virus dengue. Hanya saja ketahanan tubuh setiap orang yang memungkinkan tingkat kasus DBD berbeda satu sama lain. Sehingga selain memberantas vektor penular dan menghindarinya, ada baiknya setiap orang menjaga imunitasnya sehingga dapat terhindar dari kasus DBD.

2.5

Tempat Penularan Demam Berdarah Dengue Penularan DBD dapat terjadi di semua tempat yang terdapat nyamuk

penularnya. Tempat potensial untuk terjadi penularan DBD adalah : 1. Wilayah yang banyak kasus DBD (endemis) 2. Tempat-tempat umum yang menjadi tempat berkumpulnya orang-orang yang datang dari berbagai wilayah. Tempat-tempat tersebut antara lain :

Sekolah, karena anak/murid sekolah berasal dari berbagai wilayah selain itu merupakan kelompok umur yang paling susceptible terserang DBD

Rumah sakit/Puskesmas dan sarana pelayanan kesehatan lainnya. Karena dalam hal ini orang yang datang dari berbagai wilayan dan kemungkinan diantaranya adalah penderita DBD atau carier virus dengue

Tempat umum lainnya seperti : hotel, pertokoan, pasar, restoran, dan tempat ibadah

-7-

Penyakit Demam Berdarah Dengue 3. Pemukiman baru di pinggir kota Karena di lokasi ini penduduknya berasal dari berbagai wilayah, maka kemungkinan diantaranya terdapat penderita atau carier yang membawa virus dengue yang berlainan dari masing-masing lokasi asal.

2.6

Tanda dan Gejala Demam Berdarah Dengue Pada umumnya penderita DBD dikenal dengan gejala bintik-bintik atau

ruam merah pada kulit yang apabila diregangkan malah terlihat jelas bintikbintiknya. Hal itu memang menjadi salah satu tanda bahwa telah tergigit nyamuk Aedes agypti. Untuk lebih waspada dan menindaklanjuti kasus DBD, berikut beberapa gejala DBD : 1. Demam Penyakit ini didahului oleh demam tinggi yang mendadak, terus menerus berlangsung 2-7 hari. Panas dapat turun pada hari ke-3 yang kemudian naik lagi, dan pada hari ke-6 atau ke-7 mendadak turun. Jika digambarkan, maka grafiknya menyerupai pelana kuda. Jangan tunggu hingga 7 hari, lepas hari ketiga panas tetap tinggi, dianjurkan untuk memeriksakan diri dengan tes darah. Karena apabila dalam waktu kurang dari 7 hari penderita tidak ditangani dengan cepat dan tepat, penderita dapat meninggal dunia. 2. Tanda-tanda pendarahan Perdarahan ini terjadi di semua organ. Bentuk perdarahan dapat hanya berupa uji Torniquet (Rumple Leede) positif atau dalam bentuk satu atau lebih manifestasi perdarahan sebagai berikut : Petekie, Purpura, Ekimosis, Perdarahan konjungtiva, Epistaksis, Perdarahan gusi, Hematemesis, Melena, dan Hematuri. Petekie sering sulit dibedakan dengan bekas gigitan nyamuk. Untuk membedakannya, regangkan kulit, jika bintik merah pada kulit tersebut hilang maka bukan Petekie. Petekie merupakan tanda pendarahan yang tersering ditemukan. Tanda ini dapat muncul pada hari-hari pertama demam.

-8-

Penyakit Demam Berdarah Dengue Uji Torniquet dinyatakan positif, jika terdapat 10 atau lebih Petekie pada kulit seluas 1 inci persegi (2,5 x 2,5 cm) di lengan bawah bagian depan (volar) dekat lipat siku (fossa cubiti). 3. Pembesaran Hati (Hepatomegali) Sifat pembesaran hati : a. Pembesaran hati pada umumnya dapat ditemukan pada permulaan penyakit b. Pembesaran hati tidak sejajar dengan beratnya penyakit c. Nyeri tekan sering ditemukan tanpa disertai ikterus 4. Renjatan (Syok) Tanda-tanda renjatan: a. Kulit teraba dingin dan lembab terutama pada ujung hidung, jari tangan dan kaki b. Penderita menjadi gelisah c. Sianosis di sekitar mulut d. Nadi cepat, lemah, kecil sampai tak teraba e. Tekanan nadi menurun, sistolik menurun sampai 80 mmHg atau kurang

Penyebab renjatan: karena perdarahan, atau karena kebocoran plasma ke daerah ekstra vaskuler melalui kapiler yang terganggu. a. Trombositopeni b. Hemokonsentrasi (Peningkatan Hematokrit) 1) Jumlah trombosit < 100.000/l biasanya ditemukan diantara hari ke 3-7 sakit 2) Pemeriksaan trombosit perlu diulang sampai terbukti bahwa jumlah trombosit dalam batas normal atau menurun. 3) Pemeriksaan dilakukan pada saat pasien diduga menderita DBD, bila normal maka diulang tiap hari sampai suhu turun. Meningkatnya nilai hematokrit (Ht) menggambarkan hemokonsentrasi selalu dijumpai pada DBD, merupakan indikator yang peka terjadinya perembesan plasma, sehingga dilakukan pemeriksaan hematokrit secara

-9-

Penyakit Demam Berdarah Dengue berkala. Pada umumnya penurunan trombosit mendahului peningkatan hematokrit. 5. Gejala Klinik lain Pada beberapa kasus terjadi hiperpireksia disertai kejang dan penurunan kesadaran sehingga sering di diagnosis sebagai ensefalitis a. Gejala klinik lain yang dapat menyertai penderita DBD ialah nyeri otot, anoreksia, lemah, mual, muntah, sakit perut, diare atau konstipasi, dan kejang b. Keluhan sakit perut yang hebat sering kali timbul mendahului perdarahan gastrointestinal dan renjatan

2.7

Ciri-ciri Nyamuk Demam Berdarah

Adapun ciri-ciri nyamuk aedes Agypti adalah : 1) Mempunyai ciri-ciri khusus dan paling mudah dikenal adalah warna hitam dan belang-belang ( Loreng-loreng ) putih pada seluruh tubuhnya dan benmtuknya lebih kecil jika dibandingkan dengan nyamuk biasa.Tubuh nyamuk jika menghisap darah posisinya mendatar. Nymuk yang menggigit manusia hanya nyamuk aedes betina (untuk mematangkan telur ), karena nyamuk jantan lebih tertarik pada cairan yang mengandung gula seperti bunga dan tumbuhan. 2) Nyamuk aides agypti tidak dapat berkembang biak deselokan atau Got. Nyamuk ini bertelur serta pembiakannya di air yang jernih, dimana permukaan air pada dinding tegak lurus dan terlindung pengaruh mata hari langsung. 3) Biasanya mengigit ( menghisap darah ) pada pagi sampai sore hari.Ada 2 puncak aktivitas menggigit yaitu antara pukul 08.00 sampai 10.00 pagi dan pukul 16.00 samai 18.00 sore. Malam hari nyamuk lebih suka bersembunyi disela-sela pakaian yang tergantung atau korden, terutama diruang gelap atau lembab.

- 10 -

Penyakit Demam Berdarah Dengue 4) Nyamuk aedes agypti tergolong antropilik yaitu doyan ( suka ) darah manusia.berbeda dengan species nyamuk lain yang biasanya sudah puas menggigit/menghisap darah satu orang saja, maka nyamuk aedes agypti mempunyai kebiasaan menggigit berulang, yaitu menggigit beberapa orang secra bergantian dalam waktu singkat, sehingga semakin cepat proses penuralaran yang terjadi. Nyamuk ini setiap 2 hari sekali menggigit / menghisap darah manusia. Bagi nyamuk , darah manusia ini untuk kebutuhan repruduksi (memetangkan terlur agar dapat dibuahi pada saat perkawinan.), biasanya 3 hari setelah menghisap darah, nyamuk akan bertelur di tempat yang disukai yaitu digenangan air bersih. 5) Mampu terbang sampai radius 100-200 meter saja sehingga selalu mencari mangsa dekat. Mobilisasi penduduk dari tempa yang satu ketempat yang lain berpengaruh besar pada penyebaran nyamuk ini, biasanya nyamuk bersembunyi didalam mobil, perahu, kapal kereta api, dll. 6) Pada fase jentik berukuran 0,5-1 cm, selalu bergerak di dalam air (gerakan berulang ulang dari bawah keatas permukaan air untuk bernafas, kemudian kembali ke bawah). Pada saat istirahat, posisinya hampir tegak lurus dangan permukaan air. 7) Ukuran telur Aedes Agypti sangat kecil (0,7 mm), berwarna hitam dan tahan sampai 6 bulan ditempat kering dan masih menyimpan larva yang siap menetas ketika turun hujan dan air.

Nyamuk Aides Aegypti

- 11 -

Penyakit Demam Berdarah Dengue Siklus Nyamuk Aedes Aegepty Pagi jam 07.00 12.00 WIB Aktif Sore jam 15.00 17.00 WIB Hinggap pada benda benda yang menggantung. Larva Berkembang biak pada air jernih yang dasarnya bukan tanah. Diletakkan pada dinding kontainer tepat diatas permukaan air. Telur Jumlah telur selama hidupnya berjumlah 600 800 butir. Lama hidupnya 3-4 Minggu. Pupa Terbang Siklus Hidup Dibawah permukaan air. Kemampuan terbang 50 200 m Telur larva pupa dewasa 1-2 hr 4-5 hr 1-2 hr.

2.8

Diagnosa Demam Berdarah Dengue

Diagnosa penyakit DBD ditegakkan jika ditemukan: a. Demam tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas, berlangsung terus-menerus selama 2-7 b. Manitestasi Perdarahan c. Tombositoperiia yaitu jumlah trombosit dibawah 150.000/mm3, biasanya Ditemukan antara hari ke 3-7 sakit. d. Mokonsentrasi yaitu meningkatnya hematokrit, merupakan indikator yang peka Terhadap jadinya renjatan sehingga perlu dilaksanakan penekanan berulang secara periodik. Kenaikan Ht 20% menunjang diagnosa klinis Demam Berdarah Dengue. Meningkatkan derajat berat ringan penyakit berbeda-beda, maka diagnosa secara klinis dapat dibagi atas. 1. derajat demam I (ringan) Demam mendadak 2-7 hari disertai gejala klien lain, dengan manifestasi perdarahan dengan uji truniques positif

- 12 -

Penyakit Demam Berdarah Dengue 2. derajat II (sedang) Penderita dengan gejala sama, sedikit lebih berat karena ditemukan perdarahan spontan kulit dan perdarahan lain. 3. derajat III (berat) Penderita dengan gejala shoch/kegagalan sirkulasi yaitu nadi cepat dan lemah, tekanan nadi menyempit (<20 mmhg) atau hipotensi disertai kulit dingin, lembab, dan penderita menjadi gelisah. 4. derajat IV (berat) Penderita shoch berat dengan tensi yang tak dapat diukur dan nadi yang tak dapat diraba.

2.9

Penatalaksanaan Penyakit Demam Berdarah Pada dasarnya pengobatan DBD bersifat suportif, yaitu mengatasi

kehilangan cairan plasma sebagai akibat peningkatan permeabilitas kapiler dan perdarahan yang terjadi. Pasien DD dapat berobat jalan sedangkan pasien DBD dirawat di ruang perawatan biasa. Tetapi pada kasus DBD dengan komplikasi diperlukan perawatan intensif. Untuk dapat merawat pasien DBD dengan baik, diperlukan dokter dan perawat yang terampil, sarana laboratorium yang memadai, cairan kristaloid dan koloid, serta bank darah yang senantiasa siap bila diperlukan. Diagnosis dini dan memberikan nasehat untuk segera dirawat bila terdapat tanda syok, merupakan hal yang penting untuk mengurangi angka kematian. Di pihak lain, perjalanan penyakit DBD sulit diramalkan. Pasien yang pada waktu masuk keadaan umumnya tampak baik, dalam waktu singkat dapat memburuk dan tidak tertolong. Kunci keberhasilan tatalaksana DBD/SSD terletak pada ketrampilan para dokter untuk dapat mengatasi masa peralihan dari fase demam ke fase penurunan suhu (fase kritis, fase syok) dengan baik.

- 13 -

Penyakit Demam Berdarah Dengue 1. Demam Dengue (DD) Pasien DD dapat berobat jalan dan tidak perlu dirawat. Pada fase demam pasien dianjurkan : a. Tirah baring, selama masih demam. b. Obat antipiretik atau kompres hangat diberikan apabila diperlukan. Untuk menurunkan suhu menjadi <> 38,5oC. c. Apabila pasien tidak dapat minum atau muntah terus-manarus, sebaiknya berikan infus NaCl 0,9 % : Dekstrosa 5 % (1:3). Pasang tetesan rumatan sesuai dengan berat badan. d. Periksa Hb, Ht dan trombosit tiap 6-12 jam. Apabila telah terjadi perbaikan klinis dan laboratoris, pasien dapat dipulangkan, namun bila kadar Ht meningkat dan trombosit cendrung menurun maka infus cairan ditukar dengan Ringer Laktat (RL) dan lanjutkan dengan

penetalaksanaan DBD Derajat II dengan peningkatan hemokonsentrasi > 20%.

2. DBD Derajat II dengan Peningkatan Hemokonsentrasi > 20% : a. Pada saat pasien datang, berikan cairan kristaloid Ringer Laktat/Ringer Asetat/NaCl 0,9% atau Dekstrosa 5% dalam RL/NaCl 0,9% 67ml/KgBB/jam. Monitor tanda vital, kadar Ht dan trombosit tiap 6 jam. b. Apabila selama observasi keadaan umum membaik, tekanan darah dan nadi stabil, diuresis cukup, Ht cendrung menurun minimal dalam 2X pemeriksaan berturut-turut maka tetesan dukurangi mejadi

5ml/KgBB/jam. Bila dalam observasi selanjutnya tetap stabil kurangi tetesan menjadi 3ml/KgBB/jam, kemudian evaluasi 12-24 jam bila stabil dalam 24-48 jam cairan dihentikan. c. Sepertiga kasus jatuh dalam keadaan syok, bila keadaan klinis tidak ada perbaikan, gelisah, nafas dan nadi cepat, diuresis kurang dan Ht meningkat maka naikkan tetes menjadi 10ml/kgBB/jam. Bila dalam 12 jam belum ada perbaikan klinis naikkan menjadi 15ml/KgBB/jam dan evaluasi 12jam lagi. Apabila nafas lebih cepat, Ht naik dan tekanan nadi

- 14 -

Penyakit Demam Berdarah Dengue <>20mmHg, nadi kuat, kurangi tetesan jadi 10ml/KgBB/jam.

Pertahankan sampai 24 jam atau klinis membaik dan Ht turun <40%.>1ml/KgBB/jam dan pemeriksaan Ht dan trombosit 4-6 jam sampai keadaan membaik. * Bila syok belum teratasi dan Ht belum turun (Ht>40%), berikan darah dalam volume kecil 10ml/KgBB. Apabila tampak perdarahan masif, berikan darah segar 20ml/KgBB dan lanjutkan cairan kristaloid 10ml/KgBB/jam.

Kriteria Memulangkan Pasien Pasien, dapat dipulang apabila memenuhi semua keadaan dibawah ini : Tampak perbaikan secara klinis Tidak demam selaina 24 jam tanpa antipiretik Tidak dijumpai distres pernafasan (disebabkan oleh efusi pleura atau asidosis) Hematokrit stabil Jumlah trombosit cenderung naik > 50.000/pl Tiga hari setelah syok teratasi Nafsu makan membaik

2. PROGNOSIS DBD Prognosis DBD berdasarkan kesuksesan dalam tetapi dan penetalaksanaan yang dilakukan. Terapi yang tepat dan cepat akan memberikan hasil yang optimal. Penatalaksanaan yang terlambat akan menyebabkan komplikasi dan penatalaksanaan yang tidak tapat dan adekuat akan memperburuk keadaan. Kematian karena demam dengue hampir tidak ada. Pada DBD/SSD mortalitasnya cukup tinggi. Penelitian pada orang dewasa di Surabaya, Semarang, dan Jakarta menunjukkan bahwa prognosis dan perjalanan penyakit umumnya lebih ringan pada orang dewasa dibandingkan pada anak-anak.

- 15 -

Penyakit Demam Berdarah Dengue DBD Derajat I dan II akan memberikan prognosis yang baik, penatalaksanaan yang cepat, tepat akan menentukan prognosis. Umumnya DBD Derajat I dan II tidak menyebabkan komplikasi sehingga dapat sembuh sempurna. DBD derajat III dan IV merupakan derajat sindrom syok dengue dimana pasien jatuh kedalam keadaan syok dengan atau tanpa penurunan kesadaran. Prognosis sesuai penetalaksanaan yang diberikan Dubia at bonam.

3. RUJUKAN PENYAKIT DI BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM Peraturan dan Perundangan yang tercantum dalam buku Good Medical Practice yang diterbitkan oleh Medical Practisioner Board of Victoria Perawatan Klinik yang Baik Penatalaksanaan dalam kegawatdaruratan Dalam keadaan gawat darurat, dimanapun terjadi, seorang dokter harus mencari orang yang dapat membantunya dalam memberikan pertolongan sesuai dengan prosedur.

Delegasi dan Rujukan Delegasi meliputi permintaan kepada perawat, dokter, dokter muda atau praktisi kesehatan lainnya untuk memberikan penatalaksanaan atas perkenan dokter. Saat mendelegasikan penanganan/ penatalaksanaan, dokter harus memastikan bahwa orang yang menerima delegasi tersebut memiliki kompetensi untuk menjalankan prosedur/ memberikan terapi. Dokter harus selalu memantau informasi terbaru mengenai pasien dan penatalaksanaan yang diberikan. Apapun yang terjadi, dokter tersebut harus bertanggung jawab akan keseluruhan penatalaksanaan yang diberikan.

- 16 -

Penyakit Demam Berdarah Dengue Rujukan meliputi transfer sebagian atau seluruh tanggung jawab penanganan pasien, biasanya bersifat sementara atau untuk tujuan tertentu misalnya pemeriksaan tambahan, penanganan atau penatalaksanaan yang berada diluar kompetensinya. Biasanya seorang dokter akan merujuk pada dokter lainnya yang lebih berkompetensi.

2.10 Cara-cara Pencegahan dan Pengobatan a. Cara Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue dapat dicegah dengan

memberantas jentik-jentik nyamuk demam berdarah (Aedes Aegypti) dengan cara PSN (pemberantasan sarang nyamuk). Upaya ini merupakan cara yang paling mudah, murah, ampuh, terbaik dan dapat dilakukan oleh masyarakat dengan cara sebagai berikut : 1) Membersihkan atau menguras tempat penyimpanan air seperti : bak mandi, drum, vas bunga, tempat minum burung, perangkat semut, dan lain-lain sekurang-kurangnya satu minggu sekali. 2) Tutuplah tempat penampungan air dengan rapat, agar supaya nyamuk tidak dapat masuk dan berkembang biak di tempat itu. 3) Kuburlah atau buang pada tempatnya barang-barang bekas seperti : kaleng bekas, ban bekas, botol-botol pecah dan barang yang lainnya yang dapat menampung air hujan agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk. 4) Tutuplah lubang-lubang pada pagar yang terbuat dari bambu dengan tanah atau adukan semen. 5) Lipatlah kain atau pakaian yang bergelantungan dalam kamar agar nyamuk tidak hinggap di situ. 6) Untuk tempat-tempat yang tidak mungkin atau sulit untuk dibersihkan dan dikuras, taburkanlah bubuk ABATE ke dalam genangan air tersebut yang fungsinya untuk membunuh jentik-jentik nyamuk.

- 17 -

Penyakit Demam Berdarah Dengue Selain 6 cara di atas, cara memberantas nyamuk Aedes Aegypti dapat juga dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut : a. Penyemprotan menggunakan zat kimia b. Pengasapan dengan insektisida c. Memutus daur hidup nyamuk dengan menggunakan ovitrap dan memelihara ikan cupang atau ikan pemakan jentik Untuk memberantas jentik-jentik nyamuk dapat menggunakan serbuk ABATE, dengan komposisi takaran 1 gram serbuk ABATE untuk 10 liter air. Cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue adalah dengan mengkombinasikan cara-cara di atas, yang disebut dengan 3 M PLUS yaitu menutup, menguras, menimbun. Selain itu juga melakukan beberapa plus lainnya yang sesuai dengan kondisi setempat.

b. Cara-cara Pengobatan Pengobatan penderita penyakit Demam Berdarah Dengue dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1) Untuk mengantisipasi demam dapat diberikan Paracetamol. 2) Penderita diberi minum sebanyak 1,5 liter 2 liter dalam 24 jam seperti : air teh, gula sirup, jus buah-buahan atau susu. 3) Sebagai pertolongan pertama dapat diberi Oralit (garam elektrolit) kalau perlu 1 sendok makan tiap 3-5 menit. 4) Apabila kadar hemotokrit turun sampai 40% muka harus diinfus Nacl atau ringer. 5) Antibiotik boleh diberikan apabila terjadi infeksi sekunder. 6) Pada saat penderita syok atau pingsan maka boleh diberikan oksigen. 7) Transfusi darah boleh diberikan apabila penderita mengalami pendarahan yang signifikan. 8) Penggantian cairan tubuh.

- 18 -

Penyakit Demam Berdarah Dengue Hal yang perlu diperhatikan saat pemberian cairan pengganti tubuh atau infus, harus diawasi selama 24 jam sampai dengan ditandai jumlah urine cukup, denyut nadi yang kuat dan tekanan darah membaik. Apabila pemberian cairan intravena diteruskan setelah ada tanda-tanda tersebut maka akan terjadi over hidrasi yaitu dapat mengakibatkan meningkatnya jumlah cairan dalam pembuluh darah, edema paru-paru dan gagal jantung.

- 19 -

Penyakit Demam Berdarah Dengue

BAB III PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DBD


3.1 Pengertian dan Tujuan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue adalah kegiatan mamberantas telur, jentik, dan kepompong nyamuk penular Demam Berdarah Dengue (Aedes Aegypti) di tempat tempat perkembengbiakannya. Tujuan Mengendalikan populsi nyamuk aedes aegypti, sehingga penularan DBD dapat dicegah atau dikurangi.

3.2

Sasaran PSN DBD Sasaran pemberantasan sarang nyamuk DBD yaitu semua tempat

perkembangbiakan nyamuk penular DBD, antara lain:


Tempat penampunga air (TPA) untuk keperluan sehari hari. Tempat penampungan air bukan untuk keperluan sehari hari. Tempat penampung air alamiah.

3.3

Cara PSN DBD Menguras dan menyikat tempat tempat penampungan air, seperti bak mandi/wc, drum, dll seminggu sekali (M1).

PSN DBD dilakukan dengan cara 3M , yaitu :

Menutup rapat rapat tempat penampungan air, seperti gentong air/tempayan, dll (M2). Mengubur dan menyingkirkan barang barang bekas yang dapat menampung air hujan (M3).

Selain itu ditambah dengan cara lainnya, seperti:

Mengganti air vas bunga, tempat minim burung atau tempat lainnya yang sejenis seminggu sekali.

Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancer/rusak. Menutup lubang lubang pada potongan bambu /pohon, dll.

- 20 -

Penyakit Demam Berdarah Dengue

Menaburkan bubuk larvasida, misalnya di tempat tempat yang sulit di kuras atau di daerah yang sulit air. Memelihara ikan pemakan jentik di kolam / bak bak penampung air. Memasang kawat kasa. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar. Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi ruang yang memadai. Menggunakan kelambu. Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk.

Keseluruhan cara tersebut di atas di kenal dengan istilah 3M Plus.

3.4

Pelaksanaan PSN DBD

Pelaksanaan PSN DBD, yaitu: Di rumah : Dilaksanakan oleh anggota keluarga Tempat tempat umum Dilaksanakan oleh petugas yang di tunjuk oleh pimpinan atau pengelola tempat tempat umum, seperti: 1. kantor oleh petugas kebersihan kantor 2. sekolah oleh petugas sekolah 3. pasar oleh petugas kebersihan pasar, dll.(Depkes RI,2005).

3.5

Jenis Kegiatan PSN DBD a. Bulan Bakti Gerakan 3M atau juga dengan istilah bulan kewaspadaan 3M sebelum musim penularan atau gerakan 3M sebelum mas penularan (G 3M SMP) adalah suatu kegiatan yang di laksanakan pada saat sebelum terjadi penularan DBD, yaitu bulan dimana jumlah kasus DBD paling rendah, berdasarkan jumlah kasus rata rata perbulan selama 5 tahun terakhir. Kegiatan ini dilakukan selama sebulan penu dengan mengajak warga melakukan PSN DBD dipimpin oleh Kepala wilayah setempat serta melibatkan lintas sector. Kegiatan ini di prioritaskan di desa/kelurahan rawan 1 (endemis) agar sebelum terjadi puncak penularan virus dengue, populasi nyamuk penular dapat ditekan

- 21 -

Penyakit Demam Berdarah Dengue serendah rendahnya sehingga Kejadian Luar Biasa (KLB) dapat dicegah. b. Penyuluhan kepada keluarga Selain penyuluhan secara individu yang dilakukan penyuluhan kepada masyarakat luas juga dilakukan secara kelompok (seperti pada pertemuan kader, arisan, dan selapanan) dan secara missal (seperti pada saat pertunjukan layer tancap, ceramah agama dan pertemuan musyawarah desa) c. Pergerakan masyarakat dalam PSN DBD secara terus menerus dan berkesinambungan sesuai dengan situasi dan kondisi masing masing daerah, apabila terjadi KLB atau wabah, dilakukan penyemprotan insektisida/pemberantasan vector dengan pengasapan (fogging) yang dilaksanakan 2 siklus dengan interval satu minggu yang melibatkan petugas dinas kesehatan kabupaten/kota,puskesmas dan tenaga lain yang terlatih (Depkes,RI,2005)

3.6

Perlunya 3M Sudah tidak diragukan lagi bahwa penyebaran wabah dengue disebabkan

oleh nyamuk Aedes Aegipty terutama nyamuk betina. Nyamuk ini sangat pintar menyembunyikan suaranya dengan membuat gerakan sayap yang halus sehingga nyaris tak trdengar. Nyamuk betina ini menghisap darah menusia sebagai bahan untuk mematangkan telurnya. Bila nyamuk jenis lain bertelur dan menetaskan pada sarangnya. Aedes aegipty betina melakukannya diatas permukaan air karena dengan demikianlah telur telurnya itu berpotensi menetas dan hidup, telur menjadi larva yang kemudian mencari makan dengan memangsa bakteri yang ada di air tersebut, nyamuk penyebab demam berdarah ini berkembang biak pada genangan air terutama yang kotor. Penyebaran wabah dengue dipengaruhi oleh ada tidaknya nyamuk aedes aegipty yang dipengaruhi lagi oleh ada tidaknya genangan air yang kotor, oleh

- 22 -

Penyakit Demam Berdarah Dengue karena itu pengontrolan dengue bias dilakukan dengan berbagai cara sebagai berikut : a. Pertama adalah membunuh nyamuk baik dengan peptisida maupun dengan ovitrap, yakni dengan bak perangkap yang di utup kasa, penggunaan peptisida selain memerlukan biaya dan berbahaya pada manusia, juga akan memicu munculnya nyamuk yang resisten, sehingga cara ini bukanlah cara yang efektif untuk jangka panjang, untuk jangka pendek cara ini masih digunakan b. Kedua adalh membuat nyamuk trasgenik supaya tidak terinfeksi oleh virus dengue, jika nyamuk tidak bisa terinfeksi oleh virus dengue otomatis manusia tidak akan pernah terinfeksi oleh virus dengue. Cara ini digunakan oleh beberapa peneliti unutk mengatsi masalah malaria, nmaun

pengembangan cara ini masih memerlukan puluhan tahun untuk bias di aplikasikan(http://www.mediaindo.com) c. Cara yang ketiga adalah PSN yang efektif dan efisien melalui kegiatan 3M yaitu dengan menguras tempat penyimpanan air, menutup tempat penampungan air, mengubur barang barang bekas yang memungkinkan dijadikan tempat perindukan dan perkembangbiakan jentik nyamuk aedes aegipty, menutup lubang lubang pada bamboo dengan tanah atau adukan semen, melipat pakain/kain yang bergantungan pada kamr agar nyamuk tidak hinggap disitu, untuk tempat tempat air yang tidak memungkinkan atau sulit di kuras taburkan bubuk abate kedalam genangan air tersebut untuk membunuh jenti jentik nyamuk, ulangi hal ini setiap 2-3 bulan sekali.

3.7

Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Berdasarkan data pemantauan, sebagian besar jenis container (tempat

penampungan air) yang positif adalah : bak mandi (50%), vas bunga (11%) dan ember (11%), sedangkan sisanya adalah ban bekas, botol minuman, tempat sampah dan lain-lain.

- 23 -

Penyakit Demam Berdarah Dengue Pencegahan paling efektif yang dapat dilakukan adalah : a. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN DBD) yaitu dengan cara : 1. Fisik Cara ini dikenal dengan kegiatan 3 m yaitu : menguras, (dan menyikat) baik bak mandi, bak wc, dan lain-lain, menutup tempat penampungan air rumah tangga (tempayan, drum, dan lain-lain), serta mengubur, menyingkirkan atau memusnakan barang-barang bekas (seperti kaleng, ban dan lain-lain), pengurasan tempat-tempat penampungan air (TPA) perlu dilakukan secara teratur sekurang-kurangnya seminggu sekali agar nyamuk tidak dapat berkembang biak ditempat itu. Pada saat ini telah dikenal dengan istilah 3 M yang perluas. Bila PSN DBD dilaksanakan oleh seluruh masyarakat, maka populasi nyamuk aedes aegypti dapat ditekan serendah-rendahnya, sehingga penularan DBD tidak terjadi lagi. Untuk itu upaya penyuluhan dan motivasi kepada masyarakat harus dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan karena keberadaan jentik nyamuk berkaitan erat dengan perilaku masyarakat.

2. Kimia Cara memberantas jentik aedes aegypti dengan menggunakan insektisida pembasmi jentik (larvasida) ini antara lain dikenal istilah larvasidasi. Larvasida yang biasa digunakan antara lain adalah Temephos. Formulasi temephos yang digunakan adalah granules (sand granules), dosis yang

- 24 -

Penyakit Demam Berdarah Dengue digunakan 1 ppm atau 10 gram ( 1 sendok makan rata) untuk tiap 100 liter air, larvasida dengan temephos ini mempunyai efek resdu 3 bulan. 3. Biologi Dengan memelihara ikan pemakan jentik (ikan kepala timah, ikan gupi, ikan cupang/tempalo, dan lain-lain). Dapat juga digunakan bacillus thuringlen sisvar, isrealiensis (Bti). 4. Fogging/ Pengasapan Pemberantasan terhadap nyamuk dewasa dilakukan dengan cara pemyemprotan (pengasapan/pengabutan=fogging) dengan insektisida, mengingat kebiasaan nyamuk senang hinggap pada benda-banda bergantung, maka penyemprotan tidak dilakukan di dinding rumah seperti pemberantasan nyamuk penular malaria.

Inseksida yang padat digunakan antara lain inseksida golongan: a) organophospat, misalnya malathion b) pyretroid sintetic, misalnya lamda sihalotri, cypermetrin dan alfa methin c) carbamat Alat yang digunakan untuk penyemprotan adalah mesin fog atau mesin ULV dan penyemprotan dengan cara pengasapan tidak mempunyai efek residu. Untuk membasmi penularan virus dengue penyemprotan dilakukan dua siklus dengan interval 1 minggu, pada penyemprotan siklus pertama semua nyamuk yang mengandung virus dengue (nyamuk infektif) dan

- 25 -

Penyakit Demam Berdarah Dengue nyamuk-nyamuk yang lainnya akan mati, tetapi akan segera muncul nyamuk-nyamuk baru yang diantaranya akan menghisap darah penderita vevimia yang masih ada yang dapat menimbulkan terjadinya penularan kembali. Oleh karena itu perlu dilakukan penyemprotan siklus kedua, penyemprotan yang kedua dilakukan 1 minggu sesudah penyemprotan yang pertama agar nyamuk baru yang infektif tersebut akan terbasmi sebelum sempat menularkan pada orang lain.(DepkesRI.2005). 5. Abatiasi (Penggunaan Abate) Takaran penggunaan bubuk ABATE adalah sebagai berikut : untuk 10 liter air cukup dengan 1 gram bubuk ABATE

contoh : untuk 10 liter air ABATE yang diperlukan = (100/10)x 1 gram = 10 gram ABATE, untuk menakar ABATE digunakan sendok makan, satu sendok peres berisi 10 gram ABATE. Bila memerlukan ABATE kurang dari 10 gram, maka dapat dilakukan sebagai berikut : 1) ambil 1 sendok makan peres ABATE dan tuangkan pada selembar kertas. 2) Lalu bagilah ABATE menjadi 2,3 atau 4 bagian sesuai dengan takaran yang dibutuhkan.

Setelah dibubuhkan ABATE maka : 1) selama 3 bulan bubuk ABATE dalam air tersebut mampu membunuh jentik aedes aegypti.

- 26 -

Penyakit Demam Berdarah Dengue 2) selama 3 bulan bila tempat penampungan tersebut akan dibersihkan / diganti airnya, hendaknya jangan menyikat bagian dalam dinding tempat penampungan air tersebut. 3) air yang telah dibubuhi ABATE dengan takaran yang benar tidak membahayakan dan tetap aman bila air tersebut diminum.

b. Pengobatan Pengobatan terhadap penyakit ini terutama untuk mengatasi perdarahan, mencegah/mengatasi keadaan syok/presyok dengan mengusahakan agar penderita banyak minum, bila perlu dilakukan pemberian cairan melalui infuse, demam diusahakan diturunkan dengan kompres dingin atau antipivetika.

3.8

Hubungan Pemberantasan Sarang Nyamuk (3M Plus) dengan Keadaan Bebas Jentik DBD Demam berdarah merupakan penyakit yang bisa mewabah. Usaha untuk

mengatasi masalah penyakit tersebut di Indonesia telah puluhan tahun dilakukan, berbagai upaya pemberantasan vector, tetapi hasilnya belum optimal. Secara teoritis ada 4 cara untuk memutuskan rantai penularan demam berdarah dengue, yaitu: melenyapkan virus, isolasi penderita, mencegah gigitan nyamuk dan pengendalian vector. Untuk pengendalian vector dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan cara kimia dan pengelolaan lingkungan, salah satunya dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk. Pengendalian vector dengan cara kimia hanya membebankan perlindungan terhadap pindahnya penyakit yang bersifat sementara dan dilakukan hanya apabila terjadi letusan wabah. Cara ini memerlukan dana yang tidak sedikit serta mempunyai dampak negative terhadap lingkungan. Untuk itu diperlukan cara lain yang tidak menggunakan bahan kimia diantaranya melalui peningkatan partisipasi masyarakat untuk pengendalian vector dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk. Demikian juga WHO (2000) telah menyatakan bahwa pemberantasan jentik nyamuk aedes aegipty dengan 3M Plus dapat efektif menanggulangi

- 27 -

Penyakit Demam Berdarah Dengue penyakit DBD. 3M Plus walaupun pengerjaannya menggunakan waktu yang agak lama ternyata efektif menurukan kepadatan populasi nyamuk aedes aegipty atau meningkatkan angka bebas jentik, sehingga menurunkan resiko terjadinya penyakit DBD. Pelaksanaan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) memang memerlukan waktu yang agak lama, karena memerlukan peran aktif keluarga, akan tetapi keberhasilan dalam upaya ini cukup besar dalam rangka penurunan angka penyakit DBD.

Upaya lain dalam memecahkan masalah tentang DBD dapat dilakukan sebagai berikut : 1. Upaya yang dilakukan oleh Badan Litbang Kesehatan Dalam rangka membantu mengatasi penyakit Demam Berdarah Dengue, Badan Litbang Kesehatan telah melakukan beberapa penelitian, diantaranya : a. Penelitian soeroepidemiologi infeksi virus dengue pada anak-anak dan remaja. b. Penelitian evaluasi dan pembinaan Pokja DBD khususnya ibu dasa wisma dalam pelaksanaan penanggulangan penularan penyakit Demam Berdarah Dengue. c. Penelitian peningkatan penanggulangan Demam Berdarah Dengue berbasis masyarakat dengan pendekatan pendidikan kesehatan masyarakat. d. Penelitian pengembangan metode pemberantasan Demam Berdarah Dengue di daerah endemis kabupaten Grobogan Jawa Tengah. e. Penelitian Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue di DKI Jakarta. f. Penelitian wabah Demam Berdarah Dengue pada seluruh rumah sakit di DKI Jakarta.

- 28 -

Penyakit Demam Berdarah Dengue Badan Litbang Kesehatan kerjasama dengan Namru 2 telah mengembangkan suatu sistem surveilen dengan menggunakan teknologi informasi (computerize) yang disebut dengan Early Warning Outbreak Recognition System (EWORS). EWORS adalah suatu sistem jaringan informasi yang menggunakan internet yang bertujuan untuk menyampaikan berita adanya kejadian luar biasa pada suatu daerah di seluruh Indonesia ke pusat EWORS (Badan Litbang Kesehatan Depkes RI) secara cepat. Melalui sistem ini peningkatan dan penyebaran kasus dapat diketahui dengan cepat, sehingga tindakan penanggulangan penyakit dapat dilakukan sedini mungkin. Dalam masalah DBD kali ini EWORS telah berperan dalam hal menginformasikan data kasus DBD dari segi jumlah, gejala atau karakteristik penyakit, tempat atau lokasi, dan waktu kejadian di seluruh rumah sakit Dati II di Indonesia.

2. Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Dalam rangka mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh penyakit Demam Berdarah Dengue, pemerintah Indonesia telah mengambil beberapa kebijakan, diantaranya adalah : a. Memerintahkan semua rumah sakit untuk tidak menolak pasien yang menderita Demam Berdarah Dengue. b. Meminta Direktur Rumah Sakit untuk memberikan pertolongan secepatnya kepada penderita Demam Berdarah Dengue sesuai dengan prosedur tetap yang berlaku serta membebaskan seluruh upaya pengobatan dan perawatan penderita yang tidak mampu sesuai dengan program PKPS BBMi program Kartu Sehat. c. Melakukan fogging secara massal di daerah yang banyak terkena Demam Berdarah Dengue. d. Melakukan penggerakan masyarakat untuk melaksanakan

pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M PLUS.

- 29 -

Penyakit Demam Berdarah Dengue e. Menurunkan tim bantuan teknis untuk membantu rumah sakit di daerah yang terdiri dari unsur-unsur Ikatan Dokter Anak Indonesia, Persatuan Dokter Ahli Penyakit Dalam Indonesia, Asosiasi Rumah Sakit Indonesia. f. Membantu propinsi yang mengalami KLB dengan dana masingmasing Rp. 500 juta di luar bantuan gratis ke rumah sakit. g. Menyediakan call center diantaranya yaitu : DKI Jakarta, Pusadaldukes (021) 34835188 (24 jam) Depkes, Sub Direktorat Surveilans (021) 4265924, (021) 42802669 Depkes, Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK), (021) 5265043 h. Melakukan kajian sero-epidemiologis untuk mengetahui penyebaran virus dengue.

- 30 -

Penyakit Demam Berdarah Dengue

BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan Dari pembahasan dalam paper di atas maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Demam Berdarah Dengue adalah penyakit febril akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. 2. Penyebab penyakit DBD di Indonesia adalah virus dengue dengan tipe Den 1, Den 2, Den 3, dan Den 4. 3. Perlunya kewaspadaan yang tinggi terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue terutama pada waktu musim penghujan. 4. Cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M PLUS.

B. Penutup Dalam upaya mengatasi penyakit Demam Berdarah Dengue ada beberapa saran dari penulis yang dapat diikuti, diantaranya : 1. Bagi setiap masyarakat hendaknya mau menerapkan pola hidup sehat serta menjaga kebersihan lingkungan. 2. Hendaknya diberikan penyuluhan dan bimbingan terhadap para siswa di sekolah tentang penyakit Demam Berdarah Dengue. 3. Perlunya dilakukan 3M PLUS yaitu menutup, menguras, menimbun serta beberapa plus-plus lainnya seperti memelihara ikan cupang atau ikan pemakan jentik. 4. Early Warning Outbreak Recognition System (EWORS) perlu dilakukan secara berdaya guna dan berhasil guna.

- 31 -

Penyakit Demam Berdarah Dengue

DAFTAR PUSTAKA
http://www.depkes.go.id/Dirjen PPM-PL Depkes 2004/Kebijaksanaan Program P2 DBD dan Situasi Terkini DBD di Indonesia/ diakses pada tanggal 26 Februari 2012 http://www.geocities.com/mitra-sejati-2000/dbd.htm, konsultasi bagaimana cara mengenali demam berdarah? diakses pada tanggal 26 Februari 2012 http://id.wikipedia.org/wiki/demam berdarah/ diakses pada tanggal 28 Februari 2012 http://www.litbang.depkes.go.id/maskes/05-2004/demamberdarah.htm/ pada tanggal 28 Februari 2012 http://wadung.wordpress.com/2010/03/22/makalah-demam-berdarah-dengue/ diakses pada tanggal 28 Februari 2012 http://yienmail.wordpress.com/2008/11/20/epidemiologi-dbd-demam-berdarahdengue/ diakses pada tanggal 28 Februari 2012 http://sobatbaru.blogspot.com/2008/05/pengertian-penyakit-demamberdarah.html diakses pada tanggal 28 Februari 2012 diakses

- 32 -