Anda di halaman 1dari 20

PROSES PENCETAKAN SECARA LANGSUNG (DIRECT PRINTING) SEBAGAI SOLUSI UNTUK MENGATASI KETERLAMBATAN MATERI DARI PENERBIT SURAT

KABAR KOMPAS
Sentot Widiatno
Sekolah Tinggi MEDIA KOMUNIKASI Trisakti. Email : sentot@printing.gramedia.yahoo.com Jln. Jenderal Ahmad Yani Kav. 85 Jakarta Timur 13210

Abstract In printing process is known well and can be done in four ways, those are high printing technology (Letterpress), flat printing technology (Lithography and offset), inside printing technology (Rotogravure and Intaglio), screening printing technology. Each of technologies is used appropriately media and industry direction. On behalf of kompas news paper printing technology is functioned as offset printing technology rolled up. In the same manners as known offset printing technology is familiar two ways agree with the media namely sheet offset and web offset. Interpretation direct printing is printing which ink shifting from plate/reference printing to printing material/paper. Until as image or text has to the other way around from genuine (not read), in order that image time moves to other material printing is able read. Key words : Letterpress, sheet offset, web offset Abstrak Dalam proses cetak-mencetak dikenal dan bisa dilakukan dengan empat cara yaitu Teknik Cetak Tinggi (Letterpress), Teknik Cetak Datar (Lithography dan Offset), Teknik Cetak Dalam (Rotogravure dan Intaglio), Teknik Cetak Saring (Screen Printing). Masing masing dari teknik tersebut digunakan sesuai dengan media dan tujuan dari pencetakan. Untuk surat kabar kompas teknik cetak digunakan adalah teknik cetak offset gulungan. Sebagaimana diketahui teknik cetak offset dikenal dengan dua cara sesuai dengan medianya yakni offset lembaran dan offset gulungan. Pengertian cetak secara langsung (direct printing) adalah pencetakan yang tintanya langsung dialihkan dari plate/ acuan cetak ke bahan cetak/kertas. Sehingga jika image atau teks dari acuan cetak langsung dipindahkan keatas bahan cetak maka posisi image atau teks tersebut harus terbalik dari aslinya (tidak terbaca), agar saat image berpindah ke bahan cetak image menjadi terbaca. Kata kunci : cetak tinggi, cetak lembaran, cetak gulungan

Jurnal Sekolah Tinggi MEDIA KOMUNIKASI Trisakti

47

PENDAHULUAN Pada zaman ini kebutuhan masyarakat luas terhadap informasi yang akurat, cepat, dan tepat, makin meningkat pesat. Setiap hari, bahkan di setiap detik berganti terjadi berbagai macam peristiwa diseluruh penjuru dunia dan di setiap detiknya juga berbagai macam informasi terus

Dalam kaitannya untuk meningkatkan kuantitas produksi serta mutu dan kualitas produknya, teknologi grafika telah mengalami kemajuan dalam

pengembangan teknologi pada mesinmesin guna menunjang produksi yang cepat dan efisien. Akan tetapi dengan kemajuan teknologi grafika yang telah menghasilkan mesin-mesin yang canggih tersebut tetap saja belum dapat menghasilkan produksi yang maksimal tanpa adanya suatu Perencanaan dan Pengendalian Produksi yang baik. Dengan adanya sistem ini, dapat diketahui apa saja yang dibutuhkan untuk menunjang kelancaran produksi. Perencanaan dan Pengendalian Produksi sangat berperan dalam menjamin seluruh proses produksi agar dapat selesai tepat waktu dengan hasil produksi yang memenuhi kualitas mutu yang diinginkan oleh konsumen. Suatu perencanaan dan pengendalian produksi yang baik pastinya akan menjamin kelancaran produksi serta meningkatkan keuntungan bagi perusahaan dengan meminimalkan kerusakan dalam proses produksi. Perencanaan dan pengendalian produksi pada prinsipnya sama dalam

berkembang. Inilah kebutuhan yang tiap waktunya terus berkembang pesat, kebutuhan akan informasi. Masyarakat untuk terus mencari sumber informasi yang teraktual, dan tercepat dalam menyajikan informasi, baik melalui media elektronik maupun media cetak. Dalam hal ini media elektronik seperti televisi, radio, internet, memang memiliki kemampuan lebih cepat dalam menyajikan informasi dibanding dengan media cetak seperti surat kabar, tabloid, majalah, brosur. Namun sampai sekarang media cetak terus dicari masyarakat untuk mendapatkan sumber informasinya. Segmen inilah yang dimanfaatkan percetakan-percetakan surat kabar untuk dapat menyajikan informasi dengan harga yang terjangkau namun dapat memberikan informasi yang akurat, berkualitas, serta up to date.

48

Jurnal Sekolah Tinggi MEDIA KOMUNIKASI Trisakti

setiap industri grafika, yang membedakan dari tiap-tiap industri tersebut adalah jenis produk yang dihasilkan serta proses produksinya saja. Perencanaan dan pengendalian

agar waktu produksinya tidak mundur. Karena jika waktu produksi lebih lama dari yang dijadwalkan maka akan

memundurkan juga waktu terbit surat kabar. dalam hal ini bagian Product Planning and Controlling (PPC) harus dapat berkoordinasi dengan semua bagian produksi untuk dapat memantau

produksi dalam hal ini produksi surat kabar yang terdapat di PT. Gramedia Printing telah terorganisir dengan baik, namun demikian walaupun telah tersusun dengan rapi tahapan-tahapan produksi yang akan dilalui oleh sebuah order, seringkali tetap terjadi permasalahan yang menghambat jalannya produksi, gangguan-gangguan yang terjadi selama proses produksi akan dapat mengakibat penjadwalan yang telah direncanakan harus berubah agar dapat mengatasi gangguan yang terjadi dan dapat memenuhi target produksinya dengan tepat waktu. Ketepatan waktu terbit, merupakan hal yang paling utama dalam produksi surat kabar, karena konsumen membutuhkan informasi yang terhangat, dan terbaru setiap harinya. Untuk dapat selalu memenuhi ketepatan waktu terbit maka dalam proses produksi surat kabar diharapkan semua proses yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai alurnya

gangguan-gangguan apa yang terjadi dan solusi terbaik apa yang dapat dilakukan agar proses produksinya dapat berjalan kembali dengan lancar. Dalam tulisan ini penulis akan membahas tentang metode pencetakan secara langsung atau Direct Printing sebagai suatu solusi dari masalah yang ditimbulkan oleh keterlambatan materi surat kabar kompas. Solusi ini diambil untuk dapat mencapai ketepatan waktu produksi dari surat kabar kompas tanpa menggangu order lainnya. Dari pembahasan ini akan terlihat bagaimana sebuah solusi dilakukan dengan segala resiko kekurangannya untuk dapat memenuhi ketepatan waktu produksi surat kabar. Karena ketepatan waktu terbit merupakan hal yang utama dalam produksi surat kabar, maka percetakan yang

Jurnal Sekolah Tinggi MEDIA KOMUNIKASI Trisakti

49

memproduksi surat kabar kadang lebih mengutamakan kuantitas cetakannya dibanding dengan kualitas, namun di PT. Gramedia Printing kualitas dan kuantitas merupakan hal yang utama dalam produksinya. Analisis suatu solusi yang diambil untuk dapat memenuhi ketepatan waktu terbit, terutama ketepatan waktu terbit dari surat kabar kompas. Sebagaimana diketahui surat kabar kompas merupakan surat kabar nomor satu di Indonesia, dan memang pada awalnya PT. Gramedia Printing didirikan untuk memenuhi order koran kompas. Jadi apapun masalah yang terjadi, surat kabar kompas di PT. Gramedia Printing tetap yang diutamakan untuk tetap terbit tepat waktu, agar dapat memberikan tingkat

menerima, menyelesaikan, dan mengontrol beberapa jenis pekerjaan, juga untuk pemahaman dan penjelasan proses produksi secara umum di perusahaan tersebut. Mengetahui bagaimana

penyelesaian dari suatu permasalahan yang timbul di bagian PPC dan dapat memberi solusi berdasarkan kondisi perusahaan dan teori yang telah diperoleh. Kedua, bagi PT. Gramedia Printing, sebagai suatu masukan untuk lebih maju lagi di masa yang akan datang demi terwujudnya visi dan misi perusahaan. Ketiga, bagi Masyarakat luas pada umumnya, guna lebih mengenal dunia grafika secara menyeluruh sehingga dapat mengetahui dan menghargai hasil produksi grafika.

kesempurnaan dan kepuasan terhadap pelanggannya. Tulisan ini disusun agar dapat

PEMBAHASAN DAN MASALAH Proses Produksi Surat Kabar Secara Umum. Yang dimaksud proses produksi atau dengan kata lain alur produksi adalah tahapan-tahapan proses yang harus dilalui untuk dapat menghasilkan suatu produk sesuai dengan spesifikasi pemesan/ pelanggan. Alur produksi biasanya ditentukan pada saat perencanaan order

bermanfaat ; pertama, bagi penulis, sebagai tanggungjawab sosial kepada masyarakat Grafika, industri percetakan surat kabar, namun selain itu juga untuk memberikan wawasan dalam, mengetahui flow of process PPC (Perencanaan dan

Pengendalian Produksi) yaitu dalam

50

Jurnal Sekolah Tinggi MEDIA KOMUNIKASI Trisakti

oleh bagian Production Planning and Control (PPC). Hal-hal yang mempengaruhi dalam proses perencanaan adalah spesifikasi produk (order) dan spesifikasi mesin cetak yang ada di perusahaan tersebut (http ://www.Business

sebenarnya semua rangkaian proses produksi yang diterapkan itu mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk kelancaran pengolahan suatu order. Secara umum proses produksi yang ada di perusahaan percetakan surat kabar dapat di gambarkan sebagai berikut (Lantip Prawira. Modul Simulasi Sistem Produksi Grafika, 2009). Pada gambar 1 dapat kita lihat bahwa proses produksi di percetakan surat kabar secara umum dimulai dari bagian Pre-Press

Dictionary.com) Proses produksi yang diterapkan di masing-masing perusahaan percetakan surat kabar pada kenyataannya dapat berbeda-beda antara percetakan yang satu dengan percetakan yang lain, namun

Gambar 1 alur produksi secara umum

Jurnal Sekolah Tinggi MEDIA KOMUNIKASI Trisakti

51

yang menerima data digital ataupun data film dari penerbit yang kemudian diolah sesuai dengan mesin yang dimiliki percetakan tersebut, materi yang didapat dari penerbit pertama diterima dan diolah di bagian Pre-Press, out-put dari bagian ini adalah plate. Setelah dari bagian Pre-Press dilanjutkan ke bagian Press dimana materi telah diolah menjadi plate siap cetak, pada bagian Press inilah proses pencetakan materi menjadi surat kabar dilakukan, surat kabar yang telah tercetak akan langsung terpotong menjadi satuan di bagian folding pada mesin cetak kemudian masuk ke bagian mailroom untuk dilakukan counting, packaging, dan labelling, baru setelah itu akan didistribusikan oleh bagian ekspedisi ke agen-agen atau langsung ke tangan konsumen yang memesan.

permukaan acuan cetak. Maka berdasarkan penggolongan tersebut teknik cetak pada prinsipnya dibedakan menjadi empat, (PUSGRAFIN, Teknik-Teknik Cetak.

Pengantar Ilmu Grafika, 1983) yaitu : 1) Teknik Cetak Tinggi (Letterpress). 2) Teknik Cetak Datar (Lithography dan Offset). 3) Tenik Cetak Dalam (Rotogravure dan Intaglio). 4) Tenik Cetak Saring (Screen Printing).

1). Teknik Cetak Tinggi (Letterpress). Adalah teknik cetak yang bagian mencetak pada acuan cetaknya letaknya lebih tinggi dibanding bagian yang tidak mencetak. Teknik cetak tinggi pun terbagi menjadi tiga teknik yaitu; Letterpress, merupakan teknik cetak tertua dan mempunyai masa penerapan yang paling

Teknik Cetak. Dalam industri grafika diterapkan berbagai teknik pengalihan tinta dari acuan ke bahan cetak. Teknik pengalihan tinta itulah yang disebut dengan teknik cetak. Penggolongan teknik cetak didasarkan pada posisi bagian mencetak (BM) terhadap bagian tak mencetak (BTM) yang ada pada

panjang yaitu sejak ditemukannya oleh Guttenberg pada abad XV hingga akhir abad XX-an. Selama dalam periode itu teknik cetak Letterpress telah berjasa besar karena telah digunakan untuk

menghasilkan berbagai jenis produk grafika untuk kepentingan umat mausia, seperti buku, majalah, surat kabar, serta berbagai

52

Jurnal Sekolah Tinggi MEDIA KOMUNIKASI Trisakti

jenis cetakan lainnya. Pada awal penemuannya, Guttenberg menggunakan teknik cetak ini untuk mencetak buku, dan pada perkembangan selanjutnya buku teks merupakan produk terbesar yang dicetak dengan teknik cetak Letterpress, karena itu teknik cetak Letterpress lebih dikenal dengan nama teknik cetak-buku. Acuan cetak Letterpress terbuat dari bahan yang keras : huruf/teks terbuat dari logam timahcampuran, ilustrasi/foto berupa klise yang terbuat dari logam seng, tembaga dan bahan syntetis nylon. Dengan acuan cetak yang keras ini untuk menghasilkan cetakan yang merata pada permukaan bahan cetak digunakan tekanan cetak yang tinggi. Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa tekanan cetak yang optimum yaitu sekitar 50-70 kg/ cm2. karena itu mesin cetak Letterpress dirancang dengan konstruksi yang dapat mendukung kebutuhan terhadap tekanan cetak yang besar tersebut. Tinta cetak Letterpress juga dirancang untuk dapat menahan tekanan yang besar karena itu mempunyai wujud seperti pasta tetapi mempunyai sifat alir yang tetap baik. Tinta

Letterpress pada umumnya terbuat dari minyak nabati dan minyak mineral. Teknik cetak Letterpress kini hampir tidak dipakai orang lagi dalam industri grafika, kecuali untuk pemakaian yang terbatas, misalnya untuk jenis cetakan yang mengandung nomor seri. Kemunduran teknik cetak Letterpress disebabkan oleh beberapa faktor, seperti : Tekniknya sulit untuk dikembangkan lebih lanjut. Kurang efisien jika dibanding dengan teknik cetak lainnya terutama karena persiapan acuanya yang lambat serta ukuran cetak dari mesin cetaknya yang terbatas (konstruksinya tidak

memungkinkan), demikian pula kecepatan cetak pada mesin cetak lembarannya dikembangkan. sulit untuk

a). Fleksography, berasal dari kata Flex-ography, Flex berarti flexible, flexografi berarti mencetak dengan acuan fleksible. Acuan cetak yang digunakan pada teknik cetak Fleksography terbuat dari bahan karet , tenik cetak ini mulai diterapkan sekitar tahun 1890-an untuk

Jurnal Sekolah Tinggi MEDIA KOMUNIKASI Trisakti

53

mencetak dekorasi / hiasan pada amplop surat atau kantong kertas. Pada waktu itu jenis tinta cetak yang digunakan terdiri dari bahan pewarna dye : anikin (bahan organic-

klise itu lalu ditekankan pada permukaan lembaran sejenis resin dengan bantuan panas (1400 Celcius), hasilnya yaitu image pada permukaan lembaran resin. Lembaran resin ini merupakan acuan induk (matriks) yang kemudian digunakan pada mesin vulkanisasi yaitu acuan karet. Dengan mesin scanner yang dilengkapi dengan sinar laser untuk membuat profil pada permukaan karet. b). Letterset (Letterpress-offset), Teknik cetak ini pada prinsipnya adalah teknik cetak Lettrpress yang diterapkan pada mesin cetak ofset. Dalam hal ini acuan cetak Letterpress yang dapat

phenylamine) yang dilarutkan dalam air atau alkohol, karena itu teknik cetak ini dikenal dengan nama cetak aniline. Nama fleksography digunakan pada awal tahun lima puluhan menggantikan istilah cetak aniline, karena teknik cetak tersebut tidak hanya digunakan untuk mencetak amplop atau kantong saja tetapi untuk mencetak barbagai jenis produk dan bahan cetak seperti misalnya label dan kemasan dari bahan plastik dan alumunium foil. Dan tinta cetaknya tidak hanya terbuat dari bahan pewarna anilin saja tetapi juga berbagai jenis pigment dan dyes. Pembuatan

dilengkungkan (dari bahan syntetisnylon) dipasang pada silinder acuan mesin ofset. Proses alih tintanya secara tidak langsung ke permukaan bahan cetak. Lapisan tinta dari acuan dialihkan ke kain karet, dari kain karet dialihkan ke bahan cetak. Jadi yang berhubungan dengan bahan cetak yaitu kain karet yang bersifat fleksibel. Karena itu berbeda dengan teknik Letterpress pada Letterset digunakan tekanan cetak yang relatif ringan.

image pada acuan cetak karet dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti mencungkil, jika bentuk imagenya sederhana (seperti dalam bentuk stempel). Melalui teknik vulkanisasi, dengan cara ini mula-mula image dipindahkan secara fotografis ke permukaan klise logam (letterpress),

54

Jurnal Sekolah Tinggi MEDIA KOMUNIKASI Trisakti

2). Teknik Cetak Datar (Lithographi dan Offset). Pada acuan teknik cetak datar bagian yang mencetak dan bagian yang tidak mencetak terletak pada posisi atau ketinggian yang hampir sama (beda hanya beberapa micron saja). Seperti yang telah diterangkan bahwa bagian yang mencetak berfungsi menerima dan mengalihkan tinta, jika bagian yang mencetak sama tingginya dengan bagian yang tidak mencetak maka bagian yang tidak mencetak juga akan menerima dan mengalihkan tinta, keadaan itu tidak boleh terjadi. Karena itu untuk mencegah agar bagian yang tidak mencetak tidak menerima dan

Dengan demikian pada permukaan acuan cetak datar terdapat dua bagian dengan sifat serta fungsi yang saling berlawanan, yaitu, bagian yang mencetak; mempunyai sifat menerima minyak atau oleophilic, serta menolak air atau hydrophobic. Bagian yang tidak mencetak, mempunyai sifat menerima air (lebih mudah dibasahi air atau hydrophilic dari pada dengan minyak). Kedua macam sifat itu harus berfungsi pada masing-masing bagian selama berlangsungnya proses cetak datar dan kondisi yang ada pada kedua bagian itu harus dijaga agar penintaan dan pembasahaan (air-tinta) selalu dalam keadaan imbang. Kondisi yang terjadi pada permukaan acuan yaitu air tidak dapat bercampur dengan minyak yang merupakan gejala kimia fisika. Proses cetak datar memang merupakan proses cetak yang rumit dibandingkan dengan proses dari teknik-teknik cetak yang lainnya karena dengan diterapkannya pembasahan pada acuannya, sehingga tidak hanya masalah alih tinta saja yang dipersoalkan tetapi juga masalah yang lebih komplek yaitu pembasahan permukaan bagian tidak mencetak oleh air. Yang

mengalihkan tinta, maka bagian yang tidak mencetak harus diberikan sesuatu zat yang dapat menolak tinta cetak. Jika tinta cetak yang digunakan itu sebagian besar terdiri dari minyak (nabati & mineral), zat yang dapat menolaknya yaitu air. Jadi sebelum penintaan, acuan harus dibasahi dengan air. Pada proses pembasahan bagian yang mencetak tidak akan basah oleh air karena bagian yang mencetak pada acuan cetak datar terbuat dari bahan yang menolak air tetapi menarik tinta .

Jurnal Sekolah Tinggi MEDIA KOMUNIKASI Trisakti

55

termasuk kedalam kelompok teknik cetak datar yaitu : Lithografi, dan Offset.

dengan image yang berupa ilustrasi garisgaris yang sangat halus, dimana image seperti ini tidak dapat dicetak di teknik

3). Teknik Cetak Dalam (Rotogravure dan Intaglio). Teknik cetak dalam merupakan sebuah metode pencetakan dengan menggunakan plate yang gambarnya di etsa dibawah permukaan. (Leksikon Grafika, Pusgrafin, Jakarta, 1985). Sehingga pada teknik ini bagian yang mencetak pada acuan cetak letaknya lebih rendah dibanding bagian yang tidak mencetaknya. Semua bagian yang mencetak, baik berupa gambargambar, atau teks dietsa atau dipahat, acuan cetak yang telah dietsa kemudian pada mesin cetak dalam akan terlapisi tinta dalam prosesnya oleh silindar tinta. Tinta cetak masuk ke bagian yang dalam, kemudian acuan cetak itu dibersihkan dengan selembar lap atau pada mesin cetak dalam dengan semacam pisau yang disebut doctor blade. Tintanya kini hanya tinggal di bagian yang dalam (yang lekuk) dan akan dipindahkan ke atas kertas ketika dilakukan pencetakan. (Scheder Georg,1977)

cetak lainnya. Serta acuannya mampu digunakan untuk mencetak produk dengan oplah yang sangat besar hingga berjuta-juta impression.

4). Teknik Cetak Saring (Screen Printing). Teknik cetak saring adalah metode pencetakan yang huruf dan / atau gambarnya dilubangkan pada acuan dan lubang-lubang tersebut ditempel dengan semacam kasa atau saringan; tinta yang dioleskan di atas acuan melalui lubang bersaringan itu sampai pada bahan cetak semacam sablon (Pusgrafin, ,1985). Cetak saring juga dikenal sebagai proses cetak keempat, karena acuan cetaknya tidak tinggi, tidak datar, dan tidak juga dalam, tetapi pencetakaannya dikerjakan dengan menggunakan selembar layer saringan (stensil). Cetak saring cocok untuk mencetak dalam jumlah kecil dan untuk mencetak ke permukaan bahan logam, kayu, kaca, papan, dan lembaran plastik atau bahan sintetis lainnya. (Scheder Georg,1977)

Keistimewaan teknik cetak ini adalah kemampuan untuk mencetak produk

56

Jurnal Sekolah Tinggi MEDIA KOMUNIKASI Trisakti

Bagian-bagian dari mesin cetak ofset lembaran adalah : 1. Unit Feeder / Unit Pemasukan berfungsi menghantarkan bahan cetak ke unit

dicetak dan diserahkan ke meja pengeluaran. Bagian-bagian mesin cetak dapat digambarkan seperti gambar berikut. :

Gambar 2 Bagian-Bagian Mesin Cetak Offset Lembaran

pencetakan setelah di register oleh anleg/penepat. 2. Unit Dampening / Unit Pembasah berfungsi memberikan air pada permukaan plate dengan tipis dan merata pada bagian tidak mencetak dan bagian mencetak akan menolak air. 3. Unit Printing / Unit Pencetakan berfungsi mentransfer tinta dari acuan cetak (plate) ke bahan cetak (kertas) melalui tekanan yang diperlukan. 4. Unit Inking / Unit Penintaan berfungsi memberi tinta pada bagian mencetak dengan ketebalan lapisan tinta yang diinginkan melalui rol tinta. 5. Unit Delivery / Unit Pengeluaran berfungsi mengambil dan

Pengertian Cetak Ofset Gulungan Pengertian teknik cetak ofset adalah teknik cetak datar yang tidak langsung dimana tintanya dialihkan dari permukaan plate ke permukaan kain karet dan dari permukaan kain karet ke permukaan bahan cetak atau kertas; yang menjadi dasar adalah sifat tolak menolak antara tinta dan air, dan keseimbangan antara kedua bahan tersebut. Sedangkan gulungan disini berarti bahan cetak yang digunakan adalah kertas gulungan atau rol kertas yang sangat panjang pada saat proses pencetakannya. Maka cetak ofset gulungan adalah pencetakan menggunakan teknik cetak ofset yang kertasnya masuk ke dalam mesin cetak dari gulungan / rol kertas.

menghantarkan bahan yang telah

Jurnal Sekolah Tinggi MEDIA KOMUNIKASI Trisakti

57

Pertumbuhan teknik cetak gulungan terjadi pada abad XIX, dimana saat itu terjadi ledakan pertumbuhan surat kabar, sehingga dibutuhkan suatu proses pencetakan yang memiliki kecepatan cetak yang tinggi. Pada tahun 1856 adalah tahun terciptanya mesin yang disebut web perfecting press, yaitu suatu proses cetak pada kedua sisi kertas gulungan yang tercetak secara bersamaan. Kemudian tahun 1875, mesin pelipat atau folding service baru dikenal, dan ini membuat teknik cetak gulungan menjadi lebih efisien. Pada abad 19, Letterpress merupakan proses cetak yang paling dominan, tetapi setelah penemuan cetak ofset bersamaan dengan majunya fotografi membuat Lithografi lebih dapat bersaing. Ira Rubel sekitar tahun 1904 menemukan kain karet untuk melapisi silinder tekan pada mesin cetak gulungan, yang membuat transfer image menjadi lebih efektif. Rubel dengan gigihnya terus mengembangkan mesin cetak

Lithography berkembang masuk dalam kelompok industri Percetakan. Pada akhir tahun 1904, Lithography platemaking telah sempurna, dan ofset gulungan telah dapat menggunakan tinta dan sistem pengering yang dikembangkan untuk pencetakan majalah-majalah dengan kecepatan tinggi. Ini terjadi setelah kurang lebih 35 tahun mesin ofset gulungan yang pertama ditemukan. Tahun 1905, ofset gulungan telah dapat bersaing serius dengan Letterpress, begitu juga dengan sheetfed Lithography. Surat kabar mulai dicetak pada ofset gulungan sekitar tahun 1960, ketika lebih dari separuh terbitan mingguan dan 20% terbitan harian yang sebelumnya dicetak dengan sistem Letterpress telah dicetak dengan sistem offset gulungan.

Unit-Unit Pada Mesin Cetak Ofset Gulungan. Pada mesin cetak ofset gulungan, terdapat 3 bagian utama yaitu14) : 1). Reelstand (Unit Pemasukan Kertas), berfungsi untuk : a. Menyangga/menumpu rol kertas, b. Mengatur ketegangan kertas,

penemuannya dan lahirlah Offset Lithography. Lahirnya mesin susun huruf secara fotografi oleh William Huebner beberapa tahun kemudian membuat

58

Jurnal Sekolah Tinggi MEDIA KOMUNIKASI Trisakti

c. Melaksanakan penyambungan rol kertas. Jenis Reelstand : Single, Double and Three Roll. Tipe Reelstand : Manual, Semi Otomatis, Flying Paster, Zero Speed Paster. 2). Printing Unit (Unit Cetak). Bagian ini berfungsi untuk

meletakkan plate cetak. Blanket Cylinder (Silinder Blanket), yang berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan blanket (kain karet) dan sebagai silinder penekan. Impression Cylinder (Silinder Tekan), yang berfungsi sebagai silinder penekan. 3. Folding Unit (Unit Lipat dan Potong). Berfungsi untuk melipat dan memotong lintasan kertas yang telah tercetak. Jenis lipatan; Broadsheet koran, Tabloid; majalah; Quarterfold buku/

memindahkan gambar dari plate cetak ke blanket dan selanjutnya ke kertas dengan bantuan tekanan. Unit ini terdiri dari; Dampening Unit (unit pembasah), yang berfungsi untuk mengontrol jumlah air yang membahasahi permukaan plate cetak. Sistem Pembasahan konvensional (Ductor Roll, Flap System), Continuousflow

Double parallel fold

komik; Delta chop (ukuran 225 x 190 mm)

Pengertian Pencetakan Secara Langsung (Direct Printing). Pengertian cetak secara langsung (direct printing) adalah pencetakan yang tintanya langsung dialihkan dari plate/ acuan cetak ke bahan cetak/kertas. Sehingga jika image atau teks dari acuan cetak langsung dipindahkan keatas bahan cetak maka posisi image atau teks tersebut harus terbalik dari aslinya (tidak terbaca), agar saat image berpindah ke bahan cetak image menjadi terbaca.

(Molleton, Spiral Brush, Spray Brush, Turbo System). Inking Unit (unit penintaan), yang berfungsi untuk menghantarkan dan mengontrol lapisan tinta ke permukaan plate cetak. Terdiri dari beberapa rol tinta yang berfungsi memindahkan tinta. Cylinder Unit (unit silinder), yang terdiri dari Plate Cylinder (Silinder Plate), yang berfungsi sebagai tempat untuk

Jurnal Sekolah Tinggi MEDIA KOMUNIKASI Trisakti

59

printing) sebelum image sampai ke bahan cetak berarti image harus melalui suatu media perantara terlebih dahulu yaitu blanket/kain karet. Jadi perbedaan paling mendasar dari pencetakan secara tidak langsung (indirect printing) dan pencetakan secara langsung
a. Image di permukaan acuan cetak b. Image diatas permukaan bahan cetak (kertas) setelah tercetak melalui penekanan Gambar 3 Perpidahan image teks secara langsung

(direct printing) adalah penggunaan bahan perantara untuk perpindahan image-nya. Karena perpindahan image secara tidak langsung sehingga terjadi dua kali

Yang termasuk pencetakan langsung adalah teknik cetak tinggi, teknik cetak lithography, cetak saring, cetak dalam.

perpindahan yaitu dari acuan ke kain karet lalu dari kain karet ke bahan cetak, maka image yang ada pada acuan cetak haruslah tidak terbalik/terbaca/sesuai dengan

Perbandingan

Pencetakan

Secara

aslinya, agar pada saat image sampai di bahan cetak, posisi image akan kembali terbaca. Perpindahan image secara tidak langsung dapat di gambarkan seperti gambar 4.

Langsung (Direct Printing) Dengan Pencetakan Secara Tidak Langsung (Indirect Printing). Pengertian cetak tidak langsung (indirect printing) sendiri adalah

pencetakan yang tintanya dialihkan dari acuan cetak ke kain karet dahulu dan dari kain karet baru ke bahan cetak/ kertas. Jika pada proses pencetakan langsung (direct printing) image dipindahkan secara langsung dari acuan cetak ke bahan cetak, pada pencetakan tidak langsung (indirect

Lokasi penelitian Penulis melakukan penelitian di PT. Gramedia Printing selama kurang lebih 2 bulan yang dilaksanakan mulai dari tanggal 1 Juni 2009 sampai dengan tanggal 31 Juli 2009. Penulis melakukan pengamatan di PT. Gramedia Printing untuk mengumpul-

60

Jurnal Sekolah Tinggi MEDIA KOMUNIKASI Trisakti

Gambar 4. Perpindahan image teks secara tidak langsung

kan data dan fakta sebagai bahan dari penulisan untuk membantu memecahkan masalah keterlambatan materi cetak kompas yang berimbas dengan

Indonesia Shang Bao, Warta Kesra, THE POINT dan Berita Kota.

Alur Pengolahan Order Alur pengolahan order surat kabar secara keseluruhan mulai dari bagian pemasaran, bagian PPC, bagian pracetak, dan bagian cetak untuk setiap order yang masuk ke PT. Gramedia Printing, dapat digambarkan seperti diagram 5. Order pertama diterima oleh bagian pemasaran, disinilah proses perhitungan harga, penawaran, dan persetujuan harga terjadi antara perusahaan dan konsumen.

keterlambatan produk surat kabar kompas sampai ke tangan konsumen dan tanggung jawab sosial penulis sebagai insan grafika serta berbagi pengetahuan tentang teknis cetak offset gulungan bagi masyarakat grafika umumnya dan para akademisi. Adapun surat kabar yang dicetak di PT. Gramedia Printing, yaitu; KOMPAS, WSJA (Wall Street Journal Asia), Jakarta Post, Sinar Harapan, Warta Kota, KONTAN,

Jurnal Sekolah Tinggi MEDIA KOMUNIKASI Trisakti

61

Gambar 5. Diagram Alur Proses Produksi Koran & Tabloid secara keseluruhan

Lalu setelah melalui Bagian pemasaran, dan mendapati kesepakatan harga, proses pengolahan order dilanjutkan ke bagian product, planning & controlling (PPC). PPC merupakan jantungnya produksi, artinya

berhasil tidaknya suatu kegiatan produksi tergantung dari peran serta PPC. Bagian ini secara langsung berfungsi sebagai penghubung antara bagian pemasaran dan bagian produksi. Out-put yang dihasilkan

62

Jurnal Sekolah Tinggi MEDIA KOMUNIKASI Trisakti

bagian PPC adalah berupa Surat Perintah Kerja (SPK). Setelah dilakukan perencanaan produksi oleh Bagian PPC, order dapat mulai di produksi sesuai dengan Surat Perintah Kerja (SPK) yang dikeluarkan oleh bagian PPC. Proses produksi yang pertama dilakukan adalah di bagian pra-cetak, pada bagian inilah materi dari penerbit pertama kali diterima yang kemudian akan diolah. Out-put dari bagian pracetak adalah berupa sebuah plate cetak sesuai dengan ukuran mesin yang akan digunakan untuk memproduksi order.

Setelah plate dihasilkan oleh bagian pracetak maka bagian cetak baru dapat melakukan proses produksinya, alur proses produksi yang terjadi di bagian cetak dapat digambarkan seperti gambar 6.

Penjadwalan Produksi pada PT. Gramedia Printing Proses penjadwalan di PT. Gramedia Printing dilakukan setiap hari karena memang surat kabar di cetak setiap hari dengan materi yang berbeda tiap harinya, sehingga penjadwalan untuk

pencetakannya pun berubah-ubah setiap

Gambar 6 Diagram Alur Proses Produksi pada bagian cetak

Jurnal Sekolah Tinggi MEDIA KOMUNIKASI Trisakti

63

harinya. Penjadwalan di PT. Gramedia Printing Palmerah biasanya dilakukan oleh Job Analyst dan Job Coordinator. Proses penjadwalan dilakukan berdasarkan dari spesifikasi produk dan spesifikasi mesin yang ada, serta keberadaan order yang lain, apakah penempatan suatu order

halaman warna, maka untuk dapat dicetak dimesin Solna 1 harus menggunakan metode pencetakan secara langsung (direct printing) ini disebabkan oleh keterbatasan unit cetak yang terdapat di mesin Solna 1. Pencetakan Secara Langsung (Direct Printing) Sebagai Solusi Keterbatasan Unit Pada Mesin Solna Distributor (D25)-1 Seperti yang telah dijelaskan, bahwa pencetakan secara langsung (direct printing) adalah pencetakan yang tintanya langsung dialihkan dari pelat atau acuan cetak ke bahan cetak atau kertas. Jadi pada metode pencetakan secara langsung (direct printing) tinta tidak melalui bahan perantara dahulu yaitu kain karet namun langsung ke bahan cetak dari acuan cetak

mempengaruhi pencetakan order lain, halhal ini harus diperhatikan karena akan sangat berpengaruh pada kelancaran produksi pada saat pencetakan nantinya. Penjadwalan yang telah ditetapkan akan dipasang pada sebuah plan board yang terdapat di ruang PPC. Plan board yang terpasang adalah seperti gambar di bawah ini

Permasalahan Yang Mengakibatkan Harus digunakannya Proses Pencetakan Secara Langsung di Mesin Solna Distributor (D.25)-1 Karena terjadi penjadwalan ulang (rescheduling) akibat dari keterlambatan materi kompas sehingga pencetakan surat kabar kontan yang seharusnya di cetak di mesin Goss HT-3 harus dipindahkan ke mesin Solna 1, sedangkan dari spesifikasi surat kabar kontan yang memiliki 3 web

(plate).

Gambar 7 Metode Direct Printing

64

Jurnal Sekolah Tinggi MEDIA KOMUNIKASI Trisakti

Mesin Solna Distributor (D25-1) terdiri 8 unit cetak yang memiliki kemampuan cetak maksimal 20 halaman dengan imposisi warna maksimal 4/1 ; 4/1 ; 1/1 ; 1/1 ; 1/1. sedangkan spesifikasi surat kabar

dapat mencetak surat kabar kontan yang dipindahkan dari perencanaan sebelumnya di mesin Goss HT-3, karena mesin Goss HT3 dipakai untuk pencetakan surat kabar kompas yang mundur jadwal

kontan yang akan di cetak mempunyai 3 web halaman warna, maka agar dapat mencetak halaman warna sebanyak mungkin pada web ke-3 harus dilakukan sistem pencetakan secara langsung (direct printing) agar dapat menghasilkan cetakan 4 warna.

pencetakannya akibat dari keterlambatan materi dari penerbit. Pencetakan secara langsung (direct printing) menimbulkan beberapa kecacatan cetak yang sangat mengurangi kualitas cetak, namun pencetakan secara langsung (direct printing) harus tetap dilakukan dengan segala kekurangannya untuk dapat

KESIMPULAN. Di PT. Gramedia Printing metode pencetakan secara langsung (direct printing) adalah sebuah solusi yang harus diambil hanya dalam keadaan yang sangat terpaksa dan bukan merupakan suatu sistem perencanaan produksi yang memang biasa dilakukan di PT. Gramedia Printing. Metode pencetakan secara langsung (direct printing) digunakan sebagai sebuah solusi dari keterbatasan jumlah unit yang ada di mesin Solna Distributor (D25-1), saat mesin ini diharuskan untuk dapat mencetak di luar dari kemampuan cetak maksimalnya, agar

memenuhi target waktu terbit surat kabar. Berdasarkan dari hasil pengamatan yang dilakukan selama melaksanakan pengamatan lapangan di PT. Gramedia Printing dan telah dihadapkan pada keadaan nyata dalam suatu proses produksi di suatu perusahaan lalu mempelajari, memahami, serta mengetahui alternatif atau cara penanganan yang harus diambil terhadap suatu masalah yang terjadi secara tiba-tiba dalam suatu proses produksi yang terjadi diluar rencana yang telah dibuat untuk tetap dapat memenuhi batas waktu terbit surat kabar. Maka perlu dirumuskan untuk menjadi bahan pertimbangan,

Jurnal Sekolah Tinggi MEDIA KOMUNIKASI Trisakti

65

pertama memperjelas atau mengkaji ulang perjanjian dead line batas akhir penyerahan materi dengan penerbit jika terjadi sesuatu yang di luar kelalaian percetakan seperti keterlambatan materi dan revisi materi yang merupakan kesalahan dari penerbit, karena pengaruh yang ditimbulkan dari keterlambatan materi tersebut dapat berdampak luas terhadap surat kabar lainnya yang dicetak di PT. Gramedia Printing. Kedua, mengutamakan semua order surat kabar yang dicetak di PT. Gramedia Printing, tanpa harus ada pembagian surat kabar yang utama atau bukan, dikarenakan menurut penulis semua order dari konsumen merupakan order utama yang harus diselesaikan dengan kualitas yang paling memuaskan. Ini juga untuk mewujudkan visi PT. Gramedia Printing untuk menjadi percetakan terbaik di Asia Tenggara. Jika tetap mempertahankan beberapa surat kabar sebagai order yang harus diutamakan maka lebih baik PT. Gramedia Printing dapat menambah sumber daya dan teknologi yang sudah ada dengan menambah jumlah mesin dan tenaga kerja,

agar dapat memenuhi semua order yang ada.

DAFTAR PUSTAKA Crouse, David Schneider & Robert J Jr. Web Offset Operating, Pennsylvania : GATF Modul Orintasi karyawan baru PT. Gramedia. 2009. Scheder Georg. 1977. Perihal cetak mencetak. Jogjakarta. Sekolah T inggi MEDIA KOMUNIKASI Trisakti. 2009. Panduan Penyusunan dan Penulisan Tugas Akhir. Jakarta. Tim Leksikon. 1985. Leksikon grafika, Pusgrafin, Jakarta. Widiatno, Sentot, 2009. Modul SSPG koran tabloid. www. Business Dictionary.com. 2009. Die Cutting Definition, Jakarta. Penerbit Kanisius,

66

Jurnal Sekolah Tinggi MEDIA KOMUNIKASI Trisakti