Anda di halaman 1dari 5

KLASIFIKASI BAHAN PAKAN

Pengelompokan atau klasifikasi bahan pakan dapat dilakukan melalui beberapa cara yakni secara internasional, berdasarkan kandungan zat makanan, berdasarkan asal bahan pakan dan berdasarkan kelaziman penggunaan. A. Secara internasional, bahan pakan dikelompokkan menjadi 8 (delapan) kelas yaitu : 1. Kelas 1. Hijauan kering dan pakan kasar (dry forages & roughages) 2. Kelas 2. Hijauan segar (green forages) 3. Kelas 3. Silase (silage) 4. Kelas 4. Sumber energi 5. Kelas 5. Sumber protein 6. Kelas 6. Sumber mineral 7. Kelas 7. Sumber vitamin 8. Kelas 8. Bahan Pakan Aditif A.1. Bahan Pakan Kelas 1. Hijauan Kering dan Pakan Kasar (Dry Forages and Roughages) Karakteristik bahan pakan kelas 1 adalah mengandung serat tinggi dan energi rendah, ciri ini dapat ditunjukkan oleh kandungan serat kasar > 20%, dinding sel > 35% dan TDN (total digestible nutrients) < 60%. Contoh bahan pakan yang termasuk kelompok ini adalah : A.1.1. Hay : yaitu hijauan segar yang dipanen pada masa pertumbuhan dan dikeringkan hingga kadar air 20%. A.1.2. Jerami (straw): merupakan sisa tanaman setelah produk utamanya dipanen, Biasanya berasal dari jenis padi-padian (graminae) maupun leguminosa. Contoh : jerami padi, jagung, kacang tanah, kacang kedele, kacang panjang dan lain-lain. A.1.3. Bahan pakan lainnya yang mengandung serat kasar tinggi, seperti, bagase tebu, sekam padi, tongkol jagung, kulit kacang tanah dan lain-lain.

A.2. Bahan Pakan Kelas 2. Hijauan Segar (Green Forages) Hijauan segar adalah hijauan yang dipanen maupun belum dan diberikan ke ternak dalam kondisi segar Hijauan segar mengandung kadar air tinggi (>65%), contoh bahan pakan kelas 2 adalah : A.2.1. Rumput-rumputan, baik rumput alam / rumput lapang/native grass seperti : rumput teki, alang-alang, rumput bento dan lain-lain maupun rumput unggul seperti : rumput gajah, rumput raja, rumput benggala dan lain-lain. A.2.2. Daun Leguminosa : baik leguminosa pohon seperti : lamtoro, turi, kaliandra, glirisidia dan lain-lain maupun leguminosa merambat misalnya : calopogonium, centro, pueraria dan lain-lain. A.2.3. Tanaman air : misalnya azolla, eceng gondok dan lain-lain. A.3. Bahan Pakan Kelas 3. Silase Silase adalah suatu produk yang dihasilkan melalui fermentasi secara anaerob bahan pakan yang mengandung kadar air tinggi. Silase dapat dibuat dari berbagai macam bahan baku namun yang dikelompokkan sebagai bahan pakan kelas 3 (tiga) hanya silase hijauan. A.4. Bahan Pakan Kelas 4. Sumber Energi Bahan pakan sumber energi adalah adalah bahan pakan yang mengandung energi tinggi, kriterianya adalah protein kasar (PK) < 20%, serat kasar (SK) <18% dan dinding sel < 35%. Yang termasuk bahan pakan kelas 4 antara lain : A.4.1. Biji-bijian sereal seperti : jagung, gandum dan sorgum A.4.2. Limbah penggilingan biji-bijian seperti : dedak padi, dedak gandum, hominy dan lain lain A.4.3. Umbi-umbian dan sisa pengolahannya A.5. Bahan Pakan Kelas 5. Sumber Protein Bahan pakan sumber protein mempunyai criteria protein kasar 20% dan serat kasar < 18%. Pada dasarnya bahan pakan sumber protein berasal dari : A.5.1. Ternak ruminansia, seperti : MBM (meat and bone meal), tepung darah, tepung hati dan lain-lain

A.5.2. Ternak unggas, A.5.3. Ikan A.5.4. Tanaman A.6. Bahan Pakan Kelas 6. Sumber Mineral Bahan pakan sumber mineral adalah bahan pakan yang banyak mengandung mineral baik makro maupun mikro. Beberapa bahan pakan sumber mineral misalnya tepung tulang, tepung kulit kerang, kapur, garam dapur, zeolit, dicalcium phosphate (DCP), premix mineral dan lain-lain. A.7. Bahan Pakan Kelas 7. Sumber Vitamin Bahan pakan sumber vitamin adalah bahan pakan yang tinggi kandungan vitaminnya, baik satu jenis maupun beberapa jenis vitamin, seperti : A.7.1. Minyak ikan : vitamin A, D dan E A.7.2. Jagung kuning : vitamin A A.7.3. Kacang-kacangan : vitamin B1 (thiamin) dan B6 A.7.4. Produk fermentasi : vitamin B12 A.7.5. Premix A.8.Bahan Pakan Kelas 8. Aditif Bahan pakan aditif adalah bahan pakan yang ditambahkan dalam jumlah sedikit untuk tujuan tertentu. Penggunaan aditif tidak mempunyai kontribusi terhadap kuantitas nutrien dalam ransum, contohnya : antibiotic, antioksidan, antimold, coloring materials, flavors, hormones, medicants dan lain-lain.

B. Berdasarkan asal bahan pakan. Berdasarkan asalnya bahan pakan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu :

B.1. Asal tanaman (bahan pakan nabati) B.2. Asal hewan (bahan pakan hewani) B.1. Bahan Pakan Asal Tanaman atau Bahan Pakan Nabati, dapat dikelompokkan menjadi lima yaitu : B.1.1. Butir-butiran dan limbahnya B.1.2. Umbi-umbian dan limbahnya B.1.3. Limbah industry perkebunan B.1.4. Limbah Pertanian B.1.5. Hijauan B.2. Bahan Pakan Asal Hewan atau Bahan Pakan Hewani B.2.1. Asal ternak dan limbahnya B.2.2. Susu dan limbah pengolahannya B.2.3. Limbah peternakan ayam B.2.4. Asal ikan dan udang C. Berdasarkan kandungan zat makanan C.1. Bahan pakan sumber protein C.1.1. Protein hewani Protein hewani memiliki beberapa keunggulan bila dibandingkan dengan protein nabati yakni kandungan asam amino lisin dan metionin, mineral kalsium dan fosfor serta vitamin B kompleks lebih tinggi. Bahan pakan sumber protein hewani dihasilkan dari : C.1.1.1. Ruminansia : tepung daging dan tulang (mbm = meat and bone meal), tepung darah, tepung hati dan lain-lain C.1.1.2. Unggas : tepung limbah penetasan, tepung bulu dan lain-lain. C.1.1.3. Perikanan: tepung ikan, silase ikan dan limbah pengolahan ikan

C.1.2. Protein nabati C.1.3. Non Protein Nitrogen

C.1.4. Protein Sel Tunggal C.2. Bahan pakan sumber energi C.3. Bahan pakan mineral C.4. Bahan pakan sumber vitamin C.5. Bahan pakan aditif D. Berdasarkan kelaziman penggunaan