P. 1
GED case

GED case

|Views: 54|Likes:
Dipublikasikan oleh JaneCamillaDewi

More info:

Published by: JaneCamillaDewi on Apr 25, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/27/2012

pdf

text

original

PRESENTASI KASUS KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK RUMAH SAKIT HUSADA FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA

Topik Dokter Pembimbing Penyaji Nim

: Gastroenteritis dengan dehidrasi sedang : Dr. Siti Zuraida Zulkarnain, Sp.A(K) : Jane Camilla Dewi : 11-2010-174

I.

IDENTITAS PASIEN Nama : An. MSF Umur Jenis kelamin Alamat : 1 tahun 5 bulan : Laki-laki : Jl. Sawah Lio Raya 170-B RT001/006 Kel. Jembatan Lima Jakarta Barat : 16 November 2011

Tanggal masuk RS

ORANG TUA Nama Ayah Umur Pendidikan : Tn. BP : 28 tahun Umur : Tamat SMA Nama Ibu : Ny. DH

: 26 tahun Pendidikan : Tamat SMA 1

Pekerjaan Rumah Tangga Penghasilan

: Wiraswasta : Rp.3.200.000

Pekerjaan Penghasilan: -

: Ibu

II.

RIWAYAT PENYAKIT Anamnesis Alloanamnesis Tanggal Keluhan utama Keluhan Tambahan : Ibu pasien : 16 November 2011 : BAB cair sejak 4 hari SMRS : Mual, muntah, demam

Riwayat Penyakit Sekarang: Sejak 4 hari SMRS, pasien mengalami BAB dengan konsistensi cair sebanyak 10x/hari, warna kuning, ada ampas, tidak ada lendir, dan tidak ada darah. Tidak tampak kesakitan sebelum dan sesudah BAB, mual (-), muntah (-). BAK dalam batas normal. Sejak 2 hari SMRS, pasien masih mengalami BAB dengan konsistensi cair sebanyak 6x/hari, warna kuning, ada ampas, tidak ada lendir, dan tidak ada darah. Keluhan juga disertai mual. Muntah (-). Keluhan BAK tidak ada. Sejak 1 hari SMRS, timbul keluhan muntah disertai demam tanpa kejang. Muntah sebanyak 4x/hari setiap kali pasien makan atau minum, tidak disertai darah. BAB dengan konsistensi cair sebanyak 5x/hari, warna kuning, ada ampas, tidak ada lendir, tidak ada darah, bau biasa. BAK lebih sedikit dari biasa, 1x/hari, warna kuning jernih, tidak ada darah, dan tidak disertai nyeri. Keluhan seperti ini baru kali ini dialami pasien. Ibu pasien merasa khawatir melihat keadaan pasien yang semakin gelisah dan menjadi rewel, maka memutuskan untuk membawa pasien ke RS Husada. Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat Penyakit Keluarga : 2 :

Keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit serupa. III. RIWAYAT KEHAMILAN DAN PERSALINAN Kehamilan : Perawatan antenatal : Teratur

Trimester I : 1x Trimester II : 1x Trimester III: 2x Penyakit kehamilan : Tidak ada

Kelahiran : Tempat kelahiran Ditolong Cara persalinan Masa gestasi Keadaan bayi : Rumah Sakit : Dokter : Spontan : Cukup bulan (38 minggu) : Berat badan lahir Panjang badan lahir Lingkar kepala Sianosis Ikterik : 3100 gram : 52 Cm

: 38 Cm : Tidak ada : Tidak ada

Nilai APGAR : ibu pasien tidak tahu (saat dilahirkan pasien langsung menangis kencang, kulit warna kemerahan, dan bergerak aktif) → skor 6 Kelainan bawaan Kesan kehamilan : Tidak ada

: Neonatus cukup bulan sesuai masa

*) Kurva Lubchenko terlampir 3

RIWAYAT PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN Riwayat Pertumbuhan Berat badan lahir Berat badan 1 tahun 5 bulan : 3100 gram : 12 kg Kesan: riwayat pertumbuhan pasien tidak dapat dinilai karena KMS tidak dibawa oleh ibu pasien. RIWAYAT IMUNISASI Vaksin PPI BCG DPT / DT Polio Campak Hepatitis B DASAR (UMUR) 2 bulan 2 bulan 0 bulan 9 bulan 0 bulan 4 bulan 2 bulan 1 bulan 6 bulan 4 bulan 6 bulan 6 bulan BOOSTER (UMUR) - 4 . Kesan : Riwayat perkembangan sesuai usia.IV. V. Psikomotor : - - Tengkurap : 4 bulan Duduk : 6 bulan Merangkak : 7 bulan Berdiri : 9 bulan Berjalan : 10 bulan Berlari : 11 bulan Berbicara (2 kata) : 16 bulan Membaca dan menulis : belum Gangguan perkembangan mental / emosi : tidak ada.

RIWAYAT MAKAN 5 . imunisasi non PPI belum di lakukan VI.Vaksin Non PPI Hepatitis A HiB Thypim MMR Varisela DASAR (UMUR) - BOOSTER (UMUR) - Kesan : Imunisasi dasar lengkap.

Usia 0-4 bulan 4-6 bulan Makanan ASI ad libitum dan on demand ASI ad libitum on demand Buah-buahan (pepaya/pisang) 1x/hari (mangkuk kecil) Bubur SUN 1x/hari (mangkuk kecil) 6 – 8 bulan ASI ad libitum dan on demand Susu Nutrilon 4x per hari @ 180-200ml Buah-buahan (pepaya / pisang / melon / tomat) di jus 1x per hari Bubur susu SUN 2x sehari semangkuk kecil Nasi tim saring 1x sehari semangkuk kecil 8-12 bulan Susu SGM 5 x 160 ml/hari Buah-buahan (pepaya / pisang / apel) 2x/hari (mangkuk kecil) Bubur SUN 1x/hari (mangkuk kecil) Nasi tim saring 2x/hari (mangkuk kecil) 1 tahunSusu SGM 5x200 cc sekaran Nasi 3x1 piring kecil/hari + sayur (bayam/labu) + lauk (1 g potong ikan/daging/telur/ayam/tempe) porsi makan dihabiskan Buah pepaya/pisang/apel 1x/hari Kesan : kualitas dan kuantitas cukup RIWAYAT KELUARGA Corak reproduksi : Pasien adalah anak tunggal Data keluarga : AYAH Umur 28 tahun IBU 26 tahun 6 .

Perkawinan ke Umur saat menikah Keadaan kesehatan/ penyakit 1 25 tahun Sehat 1 23 tahun Sehat DATA PERUMAHAN Kepemilikan rumah Keadaan rumah : Milik sendiri. dan anak. lemas : Compos mentis 7 . Keadaan lingkungan : Saluran air di sekitar lingkungan lancar. Rumah menggunakan air PAM. tidak berbau. : Pasien tinggal di rumah yang dihuni oleh 3 orang yaitu ayah. Kesan : keadaan rumah dan lingkungan cukup baik X. Ventilasi : Pada masing-masing kamar terdapat 2 buah jendela yang saling berhadapan serta terdapat kisi-kisi (lubang udara) di atas pintu. 1 kamar mandi. PEMERIKSAAN FISIS Tanggal : 16 November 2011 Status generalis Keadaan Umum Kesadaran : Tampak sakit sedang. ibu. Tidak ada tumpukan sampah di daerah pemukiman. rewel. dan sering dibersihkan. Terdiri dari 1 kamar tidur. gelisah. Cahaya : Cahaya matahari dapat masuk dan mencapai sebagian ruangan. 1 ruang tamu dan 1 dapur.

refleks cahaya +/+. ubun-ubun besar sedikit cekung. pupil bulat Ø 2 mm. ubun-ubun besar belum menutup. distribusi merata dan tidak mudah dicabut. berat badan pasien berada di 100% Kesan : status gizi cukup o *) Kurva dan tabel NCHS terlampir Kepala : Bentuk tidak ada kelainan. isokor. Mata 8 . tidak teraba adanya benjolan. injeksi konjungtiva -/-. rambut hitam. : Bentuk tidak ada kelainan. konjungtiva anemis -/-. perbandingan usia dengan berat badan terletak di antara persentil 50 dan persentil 75 o Berdasarkan kurva NCHS (National Center for Health Statistics). palpebra superior dan inferior sedikit cekung. kornea jernih. kuat dan teratur : 32 x/menit : 38. kedudukan kedua bola mata simetris. sklera ikterik -/-.3°C Berat badan Tinggi badan : 12 kg : 83 cm Interpretasi berat badan : Berdasarkan kurva NCHS (National Center for Health Statistics). perbandingan usia dengan panjang badan terletak di antara persentil 50 dan persentil 75 o Berdasarkan tabel standar berat badan menurut tinggi bdana.Tanda Vital : Nadi Pernafasan Suhu : 112 x/menit.

sekret -/-. bibir kering dan tidak sianosis. serumen -. kaku kuduk (-). faring tidak hiperemis. sekret -/: Gigi susu berjumlah 8 buah. kedua membran timpani intak. tonsil T1-T1 tenang.Telinga : Bentuk tidak ada kelainan. wheezing-/- Jantung Inspeksi Palpasi : Pulsasi iktus kordis tidak terlihat : Pulsasi iktus kordis teraba di sela iga V garis midclavicula sinistra 9 . uvula terletak di tengah : Bentuk tidak ada kelainan. liang telinga kanan dan kiri lapang. simetris dalam keadaan diam dan pergerakan : vokal fremitus kanan sama dengan kiri : Sonor pada kedua lapang paru : Suara nafas vesikuler. tidak ada karies : Bentuk tidak ada kelainan. KGB tidak teraba membesar Leher Thorax Paru-paru Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Bentuk normal. bulging -/- Hidung Gigi geligi Mulut : Bentuk tidak ada kelainan. ronki-/-. hiperemis -/-. deviasi septum nasal -/-.

sianosis (-). murmur(-). turgor kulit agak lambat. Hepar dan lien tidak teraba membesar.Perkusi Auskultasi :: Bunyi jantung I-II reguler. : Timpani : Bising usus (+) meningkat Genitalia eksterna : laki-laki. deformitas tidak ada. Ekstremitas : Akral hangat. gallop(-) Abdomen Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Datar. tidak ada phimosis. dehidrasi sedang XI.PEMERIKSAAN NEUROLOGIS Kaku kuduk : Tidak ada Refleks fisiologis : Normal Refleks patologis : Tidak ada Kesan : status neurologis baik 10 . ikterus (-). nyeri tekan epigastrium (-). tidak ada undescended testicle. Kulit : Warna sawo matang. tidak tampak adanya tanda radang. tidak tampak gambaran vena kolateral : Supel. tidak ada hernia. oedem tidak ada Skor Maurice King : 5.

frekuensi BAB cair 5x/hari 11 .XII.5-5 mmol/L) Na : 137 mmol/L (136-146 mmol/L) : 64500/ul (4. PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium ( 16 November 2011) Darah Hb Ht Leukosit Trombosit Hitung Jenis Basofil : 0% (0-1) : 12. tanpa nyeri.9g/dl : 36% : 12100/ul : 376000/ul (11-15g/dl) (37-47%) (5000-1000/ul) (150000-440000/ul Eosinofil : 2% (1-3) Batang : 5% (2-6) Segmen : 60% (50-70) Limfosit : 30% (20-40) Monosit : 3% (2-8) Eritrosit : 4.32 juta/ul Retikulosit Elektrolit K : 3. RESUME Telah diperiksa seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 5 bulan dengan keluhan BAB cair sejak 4 hari SMRS. ada ampas.7 mmol/L(3.2-5.4 jt/ul) (25000-75000/ul) Cl: 103 mmol/L(98-106 mmol/L) Kesan : leukositosis XIII. 10x/hari. tanpa lendir dan darah. 1 hari SMRS. 2 hari SMRS frekuensi BAB cair menurun menjadi 6x/hari disertai keluhan mual tanpa muntah.

tidak ada darah. DIAGNOSIS KERJA Diare akut dengan dehidrasi sedang • • • BAB cair >3x/hari Gejala dehidrasi sedang Skor Maurice King = 5 XV. kuat dan teratur : 32 x/menit : 38.disertai keluhan muntah dan demam tanpa kejang. gelisah. warna kuning jernih. rewel. Keluhan baru pertama kali dialami pasien. dehidrasi sedang PEMERIKSAAN LABORATORIUM ( 16 November 2011) Kesan : leukositosis XIV. BAK lebih sedikit dari biasa.3°C Kepala : ubun-ubun besar sedikit cekung Mata : palpebra superior dan inferior sedikit cekung Mulut : bibir kering Abdomen : bising usus (+) meningkat Kulit : turgor kulit agak lambat Ekstremitas : akral hangat Skor Maurice King : 5. Pemeriksaan Fisik Keadaan Umum Kesadaran Tanda Vital : Tampak sakit sedang. DIAGNOSIS BANDING Disentri 12 . dan tidak disertai nyeri. lemas : Compos mentis :Nadi Pernafasan Suhu : 112 x/menit. tidak disertai darah. Muntah 4x/hari setiap kali pasien makan atau minum. 1x/hari.

buah pisang Medikamentosa 1.6 cc Koreksi defisit cairan : 5% x 1100 cc = 55 cc Jumlah total cairan yang hilang : 155 cc Total cairan yang diberikan : 1100 + 105.6 cc (1500 cc/24 jam) Atasi dehidrasi sedang : 75 cc/kgBB dalam 3 jam = 75 x 12 = 900 cc/3 jam.beri ulang. Terapi cairan IVFD RA 3 kolf/24 jam serta hidrasi per oral Maintenance : (10 x 100 cc) (2 x 50 cc) Koreksi suhu = 1000 cc = 100cc : ( 38. Diet lunak. cukup cairan: bubur kecap.PENATALAKSANAAN Non medikamentosa : 1. Domperidon : 0. PEMERIKSAAN ANJURAN • Feses Lengkap XVII.5 ) º C x 12% x 1100 cc = 105. Bed rest 2.6 mg/8 jam  3 x ¾ sendok takaran 3. Trimetoprim (TMP) + sulfametoksasol(SMX) syr 2 x 1 cth/hari per oral 5.6 + 55 + 155 = 1415.3 mg/kgBB/hari  0. tidak berserat. 6.XVI.3 mg x 12kg/hari = 3. jika muntah dalam ½ setelah pemberian. Lacto-B 3x1 sachet/hari 13 .3 – 37. Suplemen Zinc syr 1 x 1 cth (5 ml) selama 10 hari. Paracetamol 12kg x 10mg/kgBB/kali = 120 mg/kali  3x1 sendok takaran 4. lanjutkan sisa cairan yang dibutuhkan 2.

PROGNOSIS Ad Vitam : bonam Ad functionam : bonam Ad Sanationam: bonam 14 .Edukasi - Memberikan perhatian khusus kepada anak dari segi makanan dan higienitas Anjuran imunisasi non-PPI (varisela dan HiB) XVIII.

kuning jernih. darah (-) . darah (-) O : Keadaan umum Kesadaran Nadi Nafas Suhu Kepala Mata Mulut : tampak sakit sedang.muntah 1x/ hari.masih demam .FOLLOW UP 17 November 2011 S: .BAK 2x/hari. lendir (-).mual (+) . darah (-) .BAB cair 3x/hari.9º C : ubun-ubun tidak cekung : palpebra superior dan inferior tidak cekung : bibir tidak kering Abdomen : bising usus (+) normal Kulit : turgor kulit sedikit lambat Skor Maurice King = 1 Feses Lengkap Makroskopis Warna : hijau muda 15 . rewel : compos mentis : 100/menit : 28x/ menit : 37.

Domperidon : 3 x ¾ sendok takaran 3. Trimetoprim (TMP) + sulfametoksasol(SMX) syr 2 x 1 cth/hari per oral 16 . hystolitica Telur cacing Ascaris Ankylostoma Trichiuris Oxyuris Pencernaan Serat otot : negative : negative : negative : negative : negative Serat tumbuhan Amilum Lemak : negative : negative A : Diare akut dengan dehidrasi ringan P: 1. IVFD RA 3 kolf/24 jam serta hidrasi per oral 2. Paracetamol 12kg x 10mg/kgBB/kali = 120 mg/kali  3x1 sendok takaran 4.Konsistensi : lembek Pus Lendir Darah Mikroskopis Eritrosit Leukosit E. coli :0 :0 : negative : negative : negative : negative : negative E.

darah (-) . Trimetoprim (TMP) + sulfametoksasol(SMX) syr 2 x 1 cth/hari per oral 4. Lacto-B 3x1 sachet/hari 18 November 2011 S: . lendir (-).masih demam .muntah (-) .BAK normal O : Keadaan umum Kesadaran Nadi Nafas Suhu Kepala Mata Mulut : tampak sakit sedang : compos mentis : 100x/menit : 32x/ menit : 37.5. Paracetamol 12kg x 10mg/kgBB/kali = 120 mg/kali  3x1 sendok takaran 3.7 º C : ubun-ubun tidak cekung : palpebra superior dan inferior tidak cekung : bibir tidak kering Abdomen : bising usus (+) normal Kulit : turgor kulit normal Skor Maurice King = 0 A : Diare akut dengan dehidrasi ringan P: 1. IVFD 3 kolf/24 jam serta hidrasi per oral 2. Suplemen Zinc syr 1 x 1 cth (5 ml) 17 . Suplemen Zinc syr 1 x 1 cth (5 ml) 6.BAB lembek 2x/hari.mual (+) .

muntah (-) .mual (+) . Lacto-B 3x1 sachet/hari 19 November 2011 S: .BAB normal.BAK normal O : Keadaan umum Kesadaran Nadi Nafas Suhu A : Diare akut P: 1. 1x/hari. Suplemen Zinc syr 1 x 1 cth (5 ml) : tampak sakit sedang : compos mentis : 100x/menit : 32x/ menit : 37.3 º C 18 . darah (-) .demam (-) . Rawat jalan 2. lendir (-).5.

virus. Gastroenteritis (diare akut) adalah inflamasi lambung dan usus yang disebabkan oleh berbagai bakteri. Istilah ini menjadi acuan bahwa terjadi proses inflamasi dalam lambung dan usus. Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100-200 ml per jam tinja).Gastroenteritis I. 1999 : 501). Istilah gastroenteritis digunakan secara luas untuk menguraikan pasien yang mengalami perkembangan diare dan/atau muntah akut. dan patogen parasitik. Pengertian Gastroenteritis atau diare akut adalah kekerapan dan keenceran BAB dimana frekuensinya lebih dari 3 kali perhari dan banyaknya lebih dari 200-250 gram (Syaiful Noer. 1996 ). dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair (setengah padat) dapat pula disertai frekuensi yang meningkat (Arif Mansjoer. 19 .

Usus besar terdiri dari segmen asenden pada sisi kanan abdomen. anterior terhadap tulang punggung dan posterior terhadap trakea dan jantung. segmen transversum yang memanjang dari abdomen atas kanan ke kiri dan segmen desenden pada sisi kiri abdomen. Pertemuan antara usus halus dan usus besar terletak dibagian bawah kanan duodenum. korpus dan pilorus. Lambung ditempatkan dibagian atas abdomen sebelah kiri dari garis tengah tubuh. Usus halus adalah segmen paling panjang dari saluran gastrointestinal.Diare adalah defekasi yang tidak normal baik frekuensi maupun konsistensinya. Pada tempat ini terdapat apendiks veriformis. Selang yang dapat mengempis ini. Ini disebut sekum pada pertemuan ini yaitu katup ileosekal. Esofagus terletak di mediastinum rongga torakal. Yang berfungsi untuk mengontrol isi usus ke dalam usus besar. fundus. II. Lambung dapat dibagi ke dalam empat bagian anatomis. Bagian ujung dari usus besar terdiri dua bagian. Anatomi fisiologi Saluran gastrointestinal yang berjalan dari mulut melalui esofagus. Bagian sisa dari saluran gastrointestinal terletak di dalam rongga peritoneal. yang panjangnya kira-kira 25 cm (10 inchi) menjadi distensi bila makanan melewatinya. bagian tengah disebut jejunum. Yang mana fungsinya mengabsorbsi air dan elektrolit yang sudah hampir lengkap pada kolon. kardia. Kolon sigmoid dan rektum kolon 20 . usus halus dibagi dalam 3 bagian yaitu bagian atas disebut duodenum. frekuensi diare lebih dari 4 kali sehari. bagian bawah disebut ileum. Lambung adalah suatu kantung yang dapat berdistensi dengan kapasitas kira-kira ± 1500 ml. Untuk sekresi dan absorbsi. dan mencegah refluks bakteri ke dalam usus halus. yang jumlah panjangnya kira-kira dua pertiga dari panjang total saluran. tepat di bawah diafragma kiri. lambung dan usus sampai anus.

coronavirus. isospora billi. • campylobacter aureus. salmonella staphylococcus cholerae. Kolon mengabsorbsi sekitar 600 ml air perhari sedangkan usus halus mengabsorbsi sekitar 8000 ml kapasitas absorbsi usus besar adalah 2000 ml perhari. astrovirus. strongiloides stercoralis. vibrio aeromonashidrophilia. E. jalan keluar anal diatur oleh jaringan otot lurik yang membentuk baik sfingter internal dan eksternal. fasiolapsis buski. Sedangkan penyebab gastroenteritis (diare akut) oleh parasit adalah balantidium coli. shigelloides. dan trichuris trichuria.Etiologi Infeksi internal. Penyebab itu dapat digolongkan lagi kedalam penyakit yang ditimbulkan adanya virus. Bila jumlah ini dilampaui. yaitu saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare. III. dan parasit usus. minirotavirus dan virus bulat kecil. • Penyebab utama oleh virus yang terutama ialah rotavirus (4060%) sedangkan virus lainnya ialah virus Norwalk. 21 . clostridium perfringens. dan yersinia enterocolitica. cereus. Bakteribakteri yang dapat menyebabkan bacillus spp. cryptosporidium. Pada saat ini telah dapat diidentifikasi tidak kurang dari 25 jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare pada anak dan bayi. penyakit itu adalah jejuni. entamoeba histolitica. calcivirus. Rektum berlanjut pada anus. plesiomonas. giarsia lamblia. coli. bakteri. sarcocystis suihominis. misalnya adalah karena adanya kiriman yang berlebihan dari ileum maka akan terjadi diare. capillaria philippinensis. clostridium defficile.sigmoid berfungsi menampung massa faeces yang sudah dehidrasi sampai defekasi berlangsung.

Hal ini disebabkan masukan minuman atau makanan 22 . Cadependent dan pengaturan ulang sitoskeleton. Angka kematian diare golongan umur balita adalah sekitar 4 per 1000 balita. Di laboratorium kesehatan anak RSUD Dr. cGMP (cyclic guaniosin monophospate).Insiden Data departemen kesehatan RI.Patogenesis Diare akut akibat infeksi (gastroenteritis) terutama dilakukan secara fekal oral. dan sebagainya. coli hemorrhagic (EHEC) dan camphylobcter. E.6 – 2.2 episode diare setiap tahunnya untukgolongan umur balita. E.EIEC).1%. shigella spp.56 %) penderita yang meninggal karena dehidrasi. coli infasif (EIEC). dan dehidrasi berat 23 %. ialah bakteri non invasive dan bakteri invasive. Diare karena bakteri invasive dan non ihnvasiv terjadi melalui suatu mekanisme yang berhubungan dengan pengaturan transport ion di dalam sel-sel usus berikut ini : cAMP (cyclic adenosine monophospate). Soetomo pada tahun 1996 didapatkan 871 penderita diare yang dirawat dengan dehidrasi ringan 5%. IV. coli pathogen (EPEC.ETEC. Sedangkan golongan bakteri invasiv adalah salmonella spp. • Infeksi parenteral. Yang termauk dalam golongan bakteri non invasive adalah : vibrio cholera. D. dehidrasi sedang 7. menyebutkan bahwa angka kesakitan diare di Indonesia saat ini adalah 230-330 per 1000 pendududk intuk semua golongan umur dan 1. yaitu infeksi di bagian tubuh lain di luar alat pencernaan seperti : otitis media akut tonsilopharingitis.• Bakteri penyebab gastroenteritis (diare akut) dibagi dalam dua golongan besar.tahun 2000 terdapat 1160 penderita diare yang dirawat dengan 227 (19. E.

tangan yang terkontaminasi (clostridium difficille). Denan memproduksi enzim muicinase bakteri berhasil mencairkan lapisan lendir yang menutupi permukaan sel epitel usus sehingga bakteri dapat masuk ke dalam membrane (dinding sel epitel). atau melalui aktivitas seksual. imunitas juga mencakup lingkungan mikroflora usus. Faktor penyebab yang mempengaruhi patogenesis antara lain daya penetrasi. bahkan yang disajikan tanpa dimasak penularannya transmisi orang ke orang melalui aerosolisasi (Norwalk. Di dalam duodenum bakteri akan berkembang biak sehingga jumlahnya mencapai 100 juta koloni atau lebih per ml cairan usus. motilitas lambung. kemampuan memproduksi toksin yang mempengaruhi sekresi cairan di usus serta daya lekat kuman. Faktor penjamu adalah kemampuan pertahanan tubuh terhadap mikroorganisme. yaitu faktor daya tahan tubuh atau lingkungan lumen saluran cerna. Di dalam membrane bakteri mengeluarkan toksin yang disebut sub unit A dan sub unit B. namun bila jumlah bakteri terlalu banyak maka akan ada yang lolos kedalam usus 12 jari (duodenum). Bakteri kemudian tertelan dan masuk kedalam lambung. rotavirus). Faktor penentu terjadinya diare akut adalah faktor penyebab (agent) dan faktor penjamu (host).yang terkontaminasi tinja ditambah dengan ekskresi yang buruk. makanan yang tidak matang. didalam lambung bakteri akan dibunuh oleh asam lambung. sub unit B melekat di dalam membrane dari sub unit A dan akan bersentuhan dengan membrane sel serta mengeluarkan cAMP (cyclic Adenosin 23 . yang merusak sel mukosa. Kuman tersebut membentuk koloni-koloni yang dapat menginduksi diare patogenesis diare disebabkan infeksi bakteri terbagi dua yaitu: • Bakteri noninvasif (enterotoksigenik) Bakteri masuk kedalam makanan atau minuman yang tercemar oleh bakteri tersebut. seperti keasaman lambung.

• Bakteri enteroinvasif Diare menyebabkan kerusakan dinding usus berupa nekrosis dan ulserasi. Cairan ini akan menyebabkan dinding usus menggelembung dan tegang dan sebagai reaksi dinding usus akan megadakan kontraksi sehingga terjadi hipermotilitas atau hiperperistaltik untuk mengalirkan cairan ke bawah atau ke usus besar. maka akan terjadi diare. volume cairan didalam lumen usus akan bertambah banyak. seperti parasit menyebabkan kerusakan berupa usus besar (E. Yersinia dan Perfringens tipe C. elektrolit dan zat makanan (lamdia) patofisologi kandida menyebabkan gastroenteritis belum jelas. Cairan diare dapat bercampur lendir dan darah. Shigela. dan bersifat sekretorik eksudatif. Bakteri yang termasuk dalam golongan ini adalah Enteroinvasif E. Enteriditis. S. S. tetapi tentu saja ada batasannya. cAMP berkhasiat merangsang sekresi cairan usus di bagian kripta vili dan menghambat absorbsi cairan di bagian kripta vili. masih belum terjadi diare. Sebagai akibat adanya rangsangan sekresi cairan dan hambatan absorbsi cairan tersebut. tanpa menimbulkan kerusakan sel epitel tersebut. Mekanisme yang dilakukan virus masih belum jelas kemungkinan dengan merusak sel epitel mukosa walaupun hanya superfisial.Monophospate). 24 . mungkin karena superinfeksi dengan jasad renik lain. tetapi bila jumlah tersebut melampaui kapasitasnya menyerap. Bila jumlah cairan meningkat sampai dengan 4500 ml (4. Typhimurium.5 liter). Histolytica) kerusakan vili yang penting menyerap air. S. Coli (EIEC). Penyebab diare lainnya. Choleraesuis. Paratyphi B. Dalam keadaan normal usus besar akan meningkatkan kemampuannya untuk menyerap cairan yang bertambah banyak. S.

tulang pipi menonjol. V. Kedua disentriform. nyeri perut sampai kejang perut. ujung ekstremitas dingin dan kadang sianosis. E. pada saat diare didapatkan lendir kental dan kadang-kadang darah. kolerifrom.sehingga mengganggu absorpsi air. turgor kulit menurun. sehingga bila kekurangan cairan tak segera diatasi dapat timbul penulit berupa nekrosis tubular akut. dengan diare yang terutama terdiri atas cairan saja. serta suara menjadi serak. Sebaliknya sel-sel kripti akan berpoliferasi dan menyebabkan bertambahnya sekresi cairan ke dalam lumen usus. cairan duodenum Biakan : Shigella. Cholarae Virus : Mikroskop elektron. darah. gangguan biokimiawi seperti asidosis metabolik akan menyebabkan frekuensi pernafasan lebih cepat dan dalam (pernafasan kusmaul). demam dan diare terjadi renjatan hipovolemik harus dihindari kekurangan cairan menyebabkan pasien akan merasa haus. Perfusi ginjal dapat menurun sehingga timbul anuria. Gejala Klinik Pasien dengan diare akibat infeksi sering mengalami nausea. Bila terjadi renjatan hipovolemik berat maka denyut nadi cepat (lebih dari 120 kali/menit) tekanan darah menurun tak terukur. muka pucat. VI. kekurangan kalium dapat menimbulkan aritmia jantung. elisa Parasit : Pemeriksaan mikroskopika pH dan uji reduksi 25 . V. dan elektrolit. Selain itu terjadi pula kerusakan enzim-enzim disakarida yang menyebabkan intoleransi yang akhirnya memperlama diare. muntah. Secara klinis dianggap diare karena infeksi akut dibagi menjadi dua golongan pertama. Salmonella.Tes Diagnostik • • • • • Bahan pemeriksaan: tinja. coli. lidah kering. pasien gelisah.

Ketiga dasar pengobatan tersebut dijelaskan sebagai berikut: • Pemberian cairan pada pasien diare dengan memperhatikan derajat dehidrasinya dan keadaan umum.• • • • • • VII. cara memberikan dan jumlah cairan. Formula lengkap sering disebut juga oralit. Diet. Penatalaksanaan Dasar pengobatan diare adalah: • • • Pemberian cairan : jenis cairan. KCI dan glukosa. Lemak (pewarna sudam III) Elektrolit dan osmolalitas Darah tepi lengkap Asam folat serum dan eritrosit Mikroskopik : glordia dorstring dan loides. atau air tajin yang diberi garam dan gula untuk pengobatan sementara sebelum di bawah berobat ke rumah sakit pelayanan kesehatan untuk mencegah dehidrasi lebih jauh. o Cairan parenteral:  Belum ada dehidrasi 26 . Jenis cairan: o Cairan peroral: pada pasien dengan dehidrasi ringan dan sedang atau tanpa dehidrasi dan bila anak mau minum serta kesadaran baik diberikan peroral berupa cairan yang berisi NaCl dan NaHCO3. Cairan sederhana yang dapat dibuat sendiri (formula tidak lengkap)hanya mengandung garam dan gula (NaCl dan sukrosa). Obat-obatan. Biakan : kuman aerob dan anaerob.

atau 10 tetes/kgBB/menit. Selanjutnya .• peroral sebanyak anak mau minum atau 1 gelas tiap defekasi. Selanjutnya: 125 ml/kg BB/hari. Dehidrasi berat • Untuk anak umur 1 bulan – 2 tahun. 16 jam berikutnya : 125 ml /kg BB oralit peroral atau intragastrik. teruskan dengan intravena 2 tetes/kg BB/menit atau 3 tetes/kgBB/menit.  Dehidrasi ringan • 1 jam pertama: 25 – 50 ml/kg BB per oral (intragastrik). 7 jam berikutnya : 10 ml /kg BB /jam = 3 tetes/kgBB/ menit. atau 4 tetes/kgBB/menit. • Untuk anak lebih dari 2 tahun dengan BB 10 – 15 kg : 1 jam pertama : 30 ml /kg BB/jam = 8 tetes/kgBB/menit.  Dehidrasi sedang • 1 jam pertama : 50 – 100 ml/kg BB peroral /intragastrik (sonde). 16 jam berikutnya : 125 ml/kg BB oralit peroral atau intragastrik. 125 ml/kg BB/hari. Bila anak tidak mau minum. 7 jam berikutnya : 12 ml /kg BB/jam = 33 tetes / kg BB/ m atau 4 tetes / kg BB/menit. berat badan 3 – 10 kg. yaitu 1 jam pertama : 40 ml/kg BB / jam = 10 tetes / kg BB /menit (set infus berukuran 1 ml = 15 tetes) atau 13 tetes / kg BB /menit (set infus 1 ml : 20 tetes). Bila anak tidak mau minum  27 .

. Jenis cairan 4 : 1 (4 bagian glukosa 5 % + 1 bagian NaHCO3 1 %) dengan kecepatan 4 jam pertama = 25 ml / kg BB /jam atau 6 tetes/kgBB/menit. 20 jam berikutnya 150 ml /kg BB /20 jam = 2 tetes/kgBB/ menit. Susu khusus yang disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan. Cara memberikannya: o Hari pertama : setelah dehidrasi segera diberikan makanan peroral. 8 tetes/kgBB/ menit. Bila diberi ASI/susu formula tapi masih diare diberikan oralit selang-seling. • Pengobatan dietetik Untuk anak dibawah 1 tahun dan anak di atas 1 tahun dengan BB kurang dari 7 kg jenis makanan : • • • Susu (ASI dan atau susu formula yang mengandung laktosa rendah dan asam lemak tak jenuh). • Untuk bayi baru lahir (neonatus) dengan BB 2 – 3 kg. Kebutuhan cairan : 125 ml + 100 ml + 25 ml = 250 ml /kg bb /24 jam. Makanan setengah padat (bubur) atau makanan padat (nasi tim). Kembali susu atau makanan biasa. o Hari • Obat-obatan 28 kelima : bila tidak ada kelainan pasien dipulangkan. atau 2 ½ tetes/kgBB/menit. . atau 3 tetes/ kgBB/m.dapat diteruskan dengan DG aa intravena 2 tetes/kgBB/m. o Hari kedua – keempat : ASI /susu formula rendah laktosa penuh.

Pergantian dapat dilakukan baik peroral atau intravena dan 29 . o Cairan harus diberikan setiap 2 jam pada siang hari dan setiap 4 jam selama malam hari. jumlah campuran glucose elektrolit diturunkan secara berimbang o Sucrose hanya ditambahkan jika feces mulai berbentuk • Dehidrasi sedang. jika diberikan jumlah kecil (15 ml susu krim separuh) setiap 4 jam dengan salin antara waktu makan o Dengan ditingkatkannya pemberian susu. o Obat spasmolitik. Pada kasus ini. • Dehidrasi ringan. o Antibiotik.5 – 1 mg /kg bb /hari. asal diberikan perawatan medis yang efisien. o Ada kemungkinan lebih disukai untuk merawat anak di rumah. 1997) VIII. Klorpromazin dosis 0. o Setelah 24 jam pemberian susu dimulai kembali. Ini didasarkan pada penilaian klinis.o Obat anti sekresi : dosis 25 mg /tahun dengan dosis minimum 30 mg. o Dihentikannya pemberian susu yang diganti dengan campuran glucose elektrolit (dioralite). Prinsip Pengobatan Dan Managemen Perawatan Pengobatan tergantung pada derajat dehidrasi. gambaran klinik ditegakkan secara baik dan bayi mulai dirawat: o Dihentikannya pemberian susu o Penggantian defisit cairan danelektrolit serta koreksi gangguan asam basa. (Ngastiyah. dilanjutkan selama 24 jam. atau pada rekaman kehilangan berat badan terakhir.

Perawatan rutin 30 . karena penurunan kadar kalium serum menimbulkan perubahan aktivitas jantung. secara berangsur-angsur susu diberikan kembali seperti yang diuraikan untuk dehidrasi ringan o Selama fase akut.akan tergantung pada kehilangan air dan elektrolit melalui diare. Diberikan oksigen dan bayi diobservasi secara seksama. Bayi dalam kedaan sakit parah dengan kegagalan sirkulasi: o Infuse intravena dengan larutan yang sesuai dan masukan cairan dengan peningkatan yang seksama o Infuse plasma o Koreksi asidosis 8. dan peningkatan kadar kalium secara cepat membawa resiko henti jantung.4% merabolik natrium dengan pemberian dengan secara intravena bikarbonat penilaian plasma untukmenggantikan penurunan volume kembali status asam basa o Jika suatu elektrolit dan cairan telah dikoreksi. bayi dirawat dalam incubator. o Perawatan bayi dengan terapi intra vena o Pemeriksaan biokimia dan obsevasi klinis untuk menentukan status elektrolit o Dimulainya pemberian cairan peroral secara perlahan – lahan untuk kmenentukan kemampuan menerima cairan o Dimulainya pemberian susu secara berangsur-angsur seperti yang diuraikan untuk dehidrasi ringan o Penimbangan berat badan harian dan pengumpilan urin harian • Dehidrasi parah.

Area popok dibasuh secara lebih dan diberikan krim pelindung. • Persiapan pulang ke rumah. Meninggalkan bokong dalam kedaan terpapar merupakan cara yang terbaik untuk mendorong terjadinya penyembuhan. Orang tua diminta untuk datang ke unit rawat jalan untuk mengubungi dokter umum untuk menilai kemajuan bayi. Feces yang encer akan menyebabkan kemerahan dan ekskoriasi kulit. • • Inspeksi dan perawatan kulit bayi Dukungan bagi orang tua. Segera setelah petunjuk pemberian makanan mencapai tingkat sesuai umur dan kebutuhan anak. 31 .• Pemberian obat-obatan. maka anak dizinkan pulang. harus diingat bahwa banyak bayi yang menderita gastroenteritis kendatipun perawatan bayi yang baik. Bayi tidak boleh ditinggal berbaring dengan popok yang basah dan kotor. Perawatan bokong anak. terutama antibiotika untuk mengatasu kuman infeksi . jika muntah parah. Jika terdapat bukti tidak adanya pengertian dalam hal perawatan anak. dan orang tua tidak boleh disalahkan karena keadaan ini. ibu harus didorong untuk tinggal bersama anak. dan jika terjadi pertambahan berat badan anak yang memuaskan dan tidak terdapat muntah atau feces yang encer. seperti kloramfenikol atau streptomisin. Perawatan dapat diawasi dan diberikan bantuan. dapat diberikan secara parenteral • • Isolasi bayi dan pengertian akan proses infeksi silang serta pencegahannya. Walaupun demikian. obat-obatan yang sesuai.

et all. (1997) Patofisiologi. Surabaya : GRAMIK FK Universitas Airlangga. (1999).Daftar Pustaka Mansjoer.. Ed. Jakarata : EGC. Anderson Sylvia. Gastroenterologi Anak. (1997). Fakultas Kedokteran UI : Media Aescullapius. 32 . Kapita Selekta Kedokteran. I. Price. Arif. dkk. Pitono Soeparto.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->