Anda di halaman 1dari 22

MANAJEMEN FARMASI

STUDI KELAYAKAN APOTIK

KELOMPOK I (KELAS A) ANNA FITRIANA AYU ASHARI AT NURJANNAH DIAN HENDRIATI AULIYAA WAHYUNI ABDUL WAHID MARZUKI YUNITA KARAPA ARISAH ANDI ERNAWATI MAX MANGANDO N21110039 N21110044 N21110134 N21110139 N21110638 N21110 N21110643 N21110651 N21110657 N21110 N21110669

PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011

MANAJEMEN FARMASI

STUDI KELAYAKAN APOTIK

KELOMPOK I (KELAS ANNA FITRIANA AYU ASHARI AT NURJANNAH DIAN HENDRIATI AULIYAA WAHYUNI ABDUL WAHID MARZUKI YUNITA KARAPA ARISAH ANDI ERNAWATI MAX MANGANDO N21110039 N21110044 N21110134 N21110139 N21110638 N21110 N21110643 N21110651 N21110657 N21110 N21110669

A)

PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011

DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI ................................................................................................. . BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ .... I.1 Latar Belakang ........................................................................... . I.2 Visi .............................................................................................. . I.3 MIsi ............................................................................................. . BAB II ANALISIS TEKNIS ............................................................................ . II.1 Lokasi & Lingkungan Sekitar ...................................................... . II.2 Bentuk Badan Usaha ................................................................. . II.3 Struktur Organisasi .................................................................... . BAB III ANALISIS PASAR ............................................................................ . III.1 Analisis Lokasi ........................................................................... . III.2 Perencanaan . ........................................................................... . III.3 Strategi ...................................................................................... . III.4 Segmentasi Pasar ..................................................................... . III.5 Target Pasar .............................................................................. . BAB IV ANALISIS MANAJEMEN APOTEK .................................................. . IV.1 Kepemilikan............................................................................... . IV.2 Komposisi dan Kualifikasi Karyawan ......................................... . IV.3 Deskripsi dan Kualifikasi Kerja Karyawan ................................ . IV.4 Legalisasi ................................................................................. . IV.5 Sistem Penggajian .................................................................... . BAB V ANALISIS KEUANGAN .................................................................... . V.1 Investasi .................................................................................... . V.2 Biaya Tetap ............................................................................... . V.3 Sales Forecasting ..................................................................... . V.4 Analisis Kelayakan Usaha ......................................................... . BAB VI KESIMPULAN.................................................................................. . LAMPIRAN ................................................................................................... ..

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kesehatan adalah awal dari sebuah kesejahteraan masyarakat.

Kesehatan penting untuk memperbaiki kualitas hidup manusia. Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan citacita bangsa Indonesia sebagaimana telah tercantum dalam Pancasila dan UUD 1945. Derajat kesehatan masyarakat yang menurun saat ini merupakan penurunan upaya pembentukan sumber daya manusia Indonesia seutuhnya yang berimplikasi terhadap penurunan ketahanan dan daya saing bangsa bagi pembangunan nasional, oleh karena itu harus dilakukan berbagai upaya guna memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan bangsa Indonesia setinggi tingginya. Di antara upaya kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia secara optimal yakni mengadakan fasilitas pelayanan kesehatan. Di antara upaya kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia secara optimal yakni mengadakan fasilitas pelayanan kesehatan Salah satu tempat yang menjadi media kunci dari pelayanan kesehatan adalah apotik. Apotek merupakan salah satu institusi pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kefarmasian komunitas dan memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Apotek adalah tempat yang berisi segala obat-obatan yang mampu menjadi awal dari sebuah pengobatan. Apotik adalah tempat seorang farmasis mampu menunjukkan bagaimana pelayanan apoteker berupa pelayanan kefarmasian paripurna dengan prinsip

asuhan kefarmasian sehingga Pharmasix dapat menjadi sentra informasi obat bagi masyarakat sekitarnya. Selain itu, farmasi berupaya mengoptimalisasikan berbagai sumber daya pengobatan dengan menyajikan pengobatan obat-obat asli Indonesia yang berbasis evidence based medicine. 1.2 Visi dan Misi Visi dari Pharmasix adalah Apotek yang memberi pelayanan kefarmasian paripurna guna mencapai kepuasan pasien yang optimal dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Untuk mewujudkan visi dari Pharmasix tersebut maka disusun misi sebagai berikut : Memberikan pelayanan kefarmasian secara paripurna dengan adanya apoteker yang memiliki kompetensi berbasis prinsip asuhan kefarmasian Menyediakan produk obat dengan kualitas, keamanan, efikasi yang terjamin dan harga yang bersahabat.

BAB II ASPEK TEKNIS

II.1. Lokasi & lingkungan Apotek SEHAT FARMA : Lokasi Apotek Lokasi Apotek SEHAT FARMA sangat strategis dilingkungan sekitar Apotek Terdapat Rumah Sakit Daya,Pasar, Terminal Regional Daya dan beberapa sekolah,dan perumahan warga sehingga apotek sangat strategis dan mudah dijangkau oleh konsumen. Bentuk Bentuk bangunan Apotek SEHAT FARMA berupa ruko 1 lantai dimana ruangan depan digunakan sebagi Apotek dan bagian dalam digunakan sebagai Ruang Praktek Dokter Umum. Luas Lahan Luas bangunan ruko yang akan dijadikan apotek 140 m2 , dengan rincian ukuran 6 x 18 m (1 lantai) Keamanan Keamanan di sekitar lingkungan Apotek SEHAT FARMA dapat dijangkau karena berada pada posisi yang strategis karena terdapat Pos Polisi dan beberapa perumahan warga dan fasilitas Umum lainnya keamanan yang cukup memadai. yang memiliki pengawasan

II. 2 Bentuk badan usaha Apotek SEHAT FARMA dibangun dan dimiliki oleh kelompok enam Manajemen Farmasi (Pendidikan Profesi Apoteker UNHAS Desember 2011) dengan modal pendirian berasal dari pinjaman bank dan modal bersama.

BAB IV MANAJEMEN APOTEK III.1 Manajemen Apotek SEHAT FARMA adalah suatu usaha yang dimiliki oleh 1 orang Apoteker. Apotek ini menaruh perhatian besar terhadap pelayanan kefarmasian yang menyeluruh meliputi informasi, konsultasi, edukasi, dan monitoring terhadap pasien. Hal ini dilakukan dalam rangka menjamin penggunaan obat yang rasional dan aman sehingga diharapkan Apotek SEHAT FARMA ini dapat menjadi apotek kepercayaan bagi semua kalangan masyarakat, khususnya masyarakat di lingkungan sekitar Apotek SEHAT FARMA Untuk memenuhi tujuan tersebut, maka dalam pelaksanaannya diperlukan: Keterlibatan langsung apoteker dalam pelayanan kefarmasian dari mulai pengadaan obat, pemberian informasi, konsultasi, edukasi maupun monitoring penggunaan obat Informasi obat yang tepat dan jelas kepada pasien Penyediaan buku-buku kesehatan Monitoring penggunaan obat untuk kasus tertentu Mengadakan fasilitas data base pasien dan data pengggunaan obat Staf yang ramah dengan pelayanan berkualitas Ruangan dan suasana apotek yang nyaman

III.2 Struktur organisasi

Apotek ini memiliki satu orang apoteker penanggung jawab (APA), 2 orang apoteker pendamping,3 Asisten Apoteker. Berikut bagan struktur organisasi apotek SEHAT FARMA :

PSA/APA

APOTEKER PENDAMPING

ASISTEN APOTEKER

Struktur Organisasi Apotek Sehat Farma

III.3 Kualifikasi karyawan apotek Sehat Farma adalah sebagai berikut. 1. Apoteker Penanggungjawab Apotek (APA) Lulusan pendidikan profesi apoteker dengan IPK minimal 3,00 Berkompeten (termasuk dalam komputerisasi) dan bertindak sesuai dengan 8 Stars of Pharmacist Memiliki konsentrasi dan ketelitian yang baik serta sebaiknya mampu melakukan pekerjaan multitasking Bertanggungjawab atas pekerjaannya dan mampu bekerjasama baik dengan atasan maupun bawahan. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu memberikan informasi kepada pasien dengan baik

Apoteker Pendamping Lulusan pendidikan profesi apoteker dengan IPK minimal 3,00 Berkompeten (termasuk dalam komputerisasi) dan bertindak sesuai dengan 8 Stars of Pharmacist Memiliki konsentrasi dan ketelitian yang baik serta sebaiknya mampu melakukan pekerjaan multitasking Bertanggungjawab atas pekerjaannya dan mampu bekerjasama baik dengan atasan maupun bawahan. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu memberikan informasi kepada pasien dengan baik

Asisten apoteker Lulusan SMF (Sekolah Menengah Farmasi) Pengalaman minimal satu tahun Memiliki kemampuan teknis dalam penyiapan dan peracikan obat

III.5 Waktu Kerja Apotek Apotek SEHAT FARMA beroperasi setiap hari kecuali mulai pukul 08.00 hingga 22.00. Apotek tidak beroperasi ketika bertepatan dengan hari libur

agama,Praktek Dokter senin- jumat jam 16.00-22.00.dibagi dalam 3 kali jam kerja , jam kerja pertama pukul 07.00-12.00,kedua pukul 12.00-18.00 dan jam kerja ketiga 18.00-23.00. III.6 Legalisasi

Berdasarkan PP No.51 tahun 2009 pasal 25 (1) dan (2) dinyatakan bahwa apoteker dapat mendirikan apotek dengan modal sendiri dan/atau modal dari pemilik modal baik perorangan maupun perusahaan, namun pekerjaan kefarmasian harus tetap dilakukan sepenuhnya oleh apoteker yang

bersangkutan, dan izin pendirian apotek ini hanya diberikan kepada apoteker. III.7 Sistem Penggajian Untuk apoteker penanggungjawab apotek tidak dilakukan penggajian karena APA bersifat sebagai pemilik, sehingga APA akan mendapatkan gaji Rp.2.000.000,00. Sementara untuk apoteker pendamping akan digaji sebesar Rp.1.500.000,00 dan kenaikan gaji per tahun sebesar 10%,Asisten Apoteker Rp.1.000.000,00 III.8 Deskripsi Kerja Karyawan 1) Apoteker Penanggung jawab Apotek (APA) APA (sekaligus sebagai PSA) berkoordinasi dengan apoteker pendamping mermiliki wewenang penuh dalam pengelolaan apotek, di memiliki apotek, tugas yang

melaksanankan mencakup :

tanggungjawab

profesional

kefarmasian

Pengelolaan perbekalan kesehatan dan mengontrol persediaan barang Administrasi keuangan Menerima resep dari pasien dan memberikan obat secara langsung disertai dengan pemberian informasi obat

Memberikan layanan kefarmasian berupa informasi obat, konsultasi, edukasi dan monitoring penggunaan obat kepada pasien Mengawasi dan mengontrol kinerja semua karyawan apotek 2) Apoteker Pendamping Apoteker pendamping memiliki tugas yaitu menggantikan tugas APA apabila berhalangan hadir, yaitu dalam hal penerimaan resep dan pemberian obat, memberikan layanan informasi, konseling, edukasi dan monitoring obat serta mengontrol dan mengawasi kinerja bawahannya. 3) Asisten Apoteker Asisten apoteker bertugas membantu APA dan Apoteker pendamping dalam peracikan resep dan penyediaan obat ke pasien, bertanggung jawab juga terhadap terpeliharanya sarana dan prasarana apotek

BAB V ANALISIS KEUANGAN A. Perencanaan Modal Asal Jumlah Pengembalian Period). A. Perencanaan Sumber Daya Manusia Apotek akan dikelola oleh APA (apoteker pengelola apotek) dengan dibantu seorang Apoteker pendamping. Apotek akan buka selama 7 hari dalam seminggu, buka mulai jam 07.00 hingga jam 23.00. Jam buka terdiri dari 3 shift yaitu shift I jam 07.00-12.00 untuk APA dan Asisten apoteker dan shift II jam 12.00-18.00 untuk (Apoteker pendamping dan asisten apoteker), shift III jam 12.00-18.00 untuk (Apoteker pendamping dan asisten apoteker) Pada hari minggu libur dan hanya Asisten apoteker dan apoteker pendamping yang berpraktek dari jam 08.00-15.00. B. Perencanaan Perijinan Setelah sumpah profesi apoteker, fakultas farmasi UniversitasHasanuddin akan melapor ke pengurus cabang Makassar bahwa telah meluluskan sejumlah apoteker untuk diterima sebagai anggota, kemudian secara pribadi sebagai apoteker baru lapor ke pengurus cabang (PC) makassar, dari PC makassar kemudian lapor ke pengurus daerah (PD) Sul-Sel, dari PD Sul-Sel membawa surat rekomendasi ke PD Sul-Sel, selanjutnya dari PD makassar ke PC makassar. Setelah sampai mengurus sebagai anggota di PC makassar baru kemudian mengurus ijin untuk pendirian : Modal bersama,Pinjaman dari bank : Rp 200.000.000 : dicicil setiap bulan setelah mencapai PBP (Payback

apotek yaitu STRA (surat tanda registrasi apoteker) dan SIPA (surat ijin praktek apoteker). Syarat-syarat STRA yaitu ijazah apoteker, sertifikat kompetensi profesi, mempunyai surat pernyataan telah mengucapkan sumpah/janji apoteker, mempunyai surat keterangan sehat fisik dan mental dari dokter yang memiliki surat ijin praktek, membuat surat pernyataan akan memenuhi dan melaksanakan ketentuan etika profesi. Sedangkan syarat-syarat SIPA yaitu STRA, ada lokasi untuk melakukan pekerjaan kefarmasian, dan rekomendasi dari organisasi profesi (IAI) setempat melalui studi kelayakan dan dijawab layak. C. Perencanaan Anggaran Apotek
Jenis Kebutuhan VITAL No. 1. Nama Kebutuhan Bangunan - Renovasi bangunan - Sewa bangunan Obat dan alat kesehatan - Obat generik dan obat keras - OTC - Alat kesehatan Papan nama apotek (nama apotek, apoteker yang ada atau berpraktek, SIK dan SIA) Wastafel Kulkas Tabung pemadam kebakaran Biaya listrik, air, telepon dan biaya sampah Alat dan bahan peracikan - Alat gelas, kertas perkamen, pot salep, mortir, stamper, plastik obat, pengemas sekunder (plastik kresek), alkohol, aquades, korek, sudip, sendok, kain lap - Timbangan obat Pustaka - UU Dasar 1945, UU Kesehatan, UU narkotik psikotropik, UU perlindungan konsumen, UU Obat Keras, PP 51/ 2009, , Lafads Sumpah, Kode Etik, Kepmenkes no 1027 tentang Standar pelayanan di Apotek, Permenkes no.919 /1993 tentang kriteria obat yg Harga 15.000.000 50.000.000 20.000.000 15.000.000 5.000.000 1.000.000

2.

3.

4. 5. 6. 7. 8.

500.000 1.500.000 500.000 500.000

500.000

500.000 1.500.000

9.

10. 11.

12.

13.

14.

15. 16. 17. ESSENSIAL 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 1. 2. 3. 4.

NON ESSENSIAL

dapat diserahkan tanpa resep,Farmakope Indonesia, Obatobat Penting, MIMS, ISO, Dipiro. Meja kursi racik Gaji apoteker - APA (2.000.000) - Aping (1.500.000) Sarana administratif - SP, blangko pelaporan narkotika dan psikotropika, nota penjualan, kwitansi, copy resep, kartu stock, buku kassa harian, buku defekta, buku pesanan dan penerimaan barang, buku faktur masuk, buku faktur lunas, buku narkotika harian, buku barang keluar gudang, kalkulator (2 buah), alat tulis, buku daftar harga obat. Stempel dan bantalan (@ Rp 25.000,) - Nama APA - LUNAS - Nama Apotek - Tanggal Alat kebersihan - Tempat sampah - Keset - Sapu - Kain pel - Kemoceng - Serok sampah Almari narkotika Tempat gallon dan gallon air mineral Pajak penghasilan Jumlah Lemari arsip Timbangan badan Tensi meter Etalase Meja dan kursi apoteker Kursi ruang tunggu Komputer dan printer Rak buku dan rak penyimpanan obat Rolling door Jumlah Jam dinding Poster kesehatan TV AC Jumlah

500.000 3.500.000

1.000.000

100.000

200.000

Jumlah Total

300.000 400.000 2.000.000 123.000.000 300.000 200.000 500.000 6.000.000 1.000.000 1.000.000 4.000.000 8.000.000 500.000 21.500.000 25.000 100.000 500.000 3.000.000 3.625.000 148.125.000

Jumlah modal Sisa modal

= 200.000.000 = 200.000.000 148.125.000 = 51.875.000

D. Perencanaan Pengadaan Obat 10 Besar Penyakit di Sekitar Wilayah Daya 1. ISPA 2. Dispepsia 3. Penyakit kulit 4. Penyakit gigi 5. Hipertensi primer 6. Asma 7. Penyakit mata 8. Diabetes melitus 9. Diare 10. Sakit kepala : 1531 orang : 1121 orang : 1068 orang : 939 orang : 854 orang : 760 orang : 503 orang : 437 orang : 408 orang : 176 orang

(Data Rumah sakit Daya 2011 bulan Januari-Oktober) .


Jenis No Kebutuhan Nama Obat Frekuens i Durasi (hari) Jumlah warga Jumlah obat Harga obat satua n (Rp) 33,69 2310 369,9 3960 403,6 Biaya obat

Buffer stock 1152 43 185 62 756

VITAL

1. 2. 3. 4. 5.

Paracetamol tab.500mg Parasetamol syr. Amoxicillin tab.500mg Amoxicillin syr. Domperidon

3X1 3X1 3X1 3X1 3X1

3 3 3 3 3

1280 427 1853 617 841

11.520 427 16.677 617 7569

426.919 1.085.700 6.237.253 2.688.840 3.359.970

6. 7. 8. 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 2 3 2 4 2 5 ESSENSIAL 1. 2. 3. 4. 5.

tab.10mg Domperidon syr. Antasida DOEN tab. Antasida DOEN syr. Hidrokortison SK 1% Hidrokortison SK 2% Gentamisin SK 2% Ketokonazol SK 2% Ketokonazol tab.500mg Acyclovir SK 2% Acyclovir 400mg Asam mefenamat tab.500mg HCT 25mg Aminofilin 200mg Kloramfenicol TM1% Glibenklamid 5mg Metformin 500mg Kaolin pectin syr Loperamid 2mg Cotrimoxasol 480mg Cotromoxasol syr. Jumlah Ibuprofen 400mg Ranitidin 150mg Metoklopramid 100mg Dexametason 0,5mg Captopril 25mg

3X1 3X1 3X1 3X1 3X1 3X1 3X1 1X1 3X1

3 3 3 7 7 7 7 7 7

280 841 280 267 801 1068 1068 1068 1068

280 7569 280 267 801 1068 1068 7476 1068

28 756 28 26 80 106 106 747 106

11.515 64 2643,4 3740 5500 1774,3 4950 440 3000

3.546.620 532.800 814.167 1.095.820 4.845.500 2.083.028 5.811.300 3.618.120 3.522.000

3X1 3X1

5 3

1068 939

16020 8451

1602 845

600 136,5

10.573.200 1.268.904

3X1 3X1 3X1 3X1 3X1 3X1 2X1 3X1 3X1

3 3 3 3 3 3 3 3 3

854 760 503 437 437 408 408 408 408

7686 6840 503 3933 3933 408 2448 3672 408

768 684 50 393 393 41 245 367 41

12 72 4125 60 148,99 4454 91,5 170 2839

101.448 541.728 2.281.125 259.560 644.530 1.999.846 246.409 686.630 1.274.711 34.912.539 2.819.813 1.412.400 808.245 1.146.391 1.111.239

3X1 2X1 3X1 3X1 3X1

3 3 3 3 3

1531 1121 1121 939 854

13779 6726 10089 8451 7686

689 336 504 422 384

194,9 200 76,3 129,2 137,7

6. 7. 8. NON ESSENSIAL Jumlah total 1. 2.

Salbutamol 4mg Ambroxol tab Ambroxol syr. Jumlah Oralit Vitamin C Jumlah

3X1 3X1 3X1 3X1 1X1

3 3 3 3 7

760 570 190 408 408

6840 5130 190 3672 2856

342 257 10 -

100,49 189 1895 325 18,6

721.719 1.018.143 379.000 9.416.950 1.193.400 53.121 1.246.521 45.576.010

Jumlah total biaya yang diperlukan untuk pengadaan obat generik dan obat keras sebesar Rp 45.576.010, sedangkan biaya yang disediakan untuk pengadaan obat tersebut hanya sebesar Rp 50.000.000. E. Rencana Pemasukan dan Pengeluaran Rencana Pemasukan Rencana Pemasukan dalam 1 Bulan 1. OTC 300.000/hari 2. Resep8 resep/hari (@100.000) 3. Swamedikas30 swamedikasi/hari (@25.000) 4. Alat kesehatan5.000/hari Total Pemasukan 1 bulan Rencana Pemasukan dalam 1 Tahun
Bulan Januari (31) Februari (28) Maret (31) April (30) Mei (31) Juni (30) Juli (31) Agustus (31) September (30) Oktober (31) November (30) Desember (31) OTC 5.000.000 6.000.000 9.500.000 11.000.000 14.000.000 14.400.000 16.050.000 15.800.000 16.670.000 16.100.000 16.980.000 17.290.000 Resep 1.000.000 1.000.000 1.500.000 2.000.000 2.250.000 2.800.000 3.100.000 3.000.000 3.100.000 3.750.000 3.875.000 4.650.000 Swamedikasi 3.000.000 3.500.000 4.000.000 4.500.000 4.500.000 5.040.000 5.580.000 5.400.000 6.045.000 6.300.000 6.510.000 6.975.000 Alkes 750.000 740.000 730.000 700.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.010.000 1.015.000 Total 9.750.000 11.240.000 15.730.000 18.200.000 21.750.000 23.240.000 25.730.000 25.200.000 26.815.000 27.150.000 28.375.000 29.930.000

= 9.000.000 = 8.000.000 = 10.000.000 = 150.000 : 27.150.000

Jumlah total

263.110.000

Rencana Pengeluaran Rencana Pengeluaran dalam 1 Bulan Biaya Tetap 1. Gaji (APA dan Aping,Asisten Apoteker) 2. Listrik, air, telepon dan biaya sampah 3. Sewa bangunan 4. Administrasi 5. Pajak penghasilan Total Biaya Tetap Biaya Variabel 1. Pembelian obat dan alat kesehatan OTC = = 7.636.364 Resep = 100/130 (2.250.000-(90x3000)) = 1.523.076 Swamedikasi = 100/130 (4.500.000-(300x3000)) = 2.769.230 Alat kesehatan : : : : 6.500.000 500.000 4.000.000

100.000 : 150.000

: 11.250.000

= 100/130 x 150.000 = 115.384 Total Pembelian Obat 2. Embalase Total Biaya Variabel Total pengeluaran dalam 1 bulan F. Analisis Keuangan Laba yang didapat dari obat 1. OTC 2. Resep : 9.000.000 7.636.364 : 8.000.000 1.523.076 = 1.363.636 = 6. 426.924 = 7.331.770 = 34.616 : 11.044.054 : 50.000

: 11.094.054 : 22.294.054

3. Swamedikasi : 10.000.000 2.769.230 4. Alat kesehatan : 150.000 115.384 5. Jasa Profesi : Resep = 90 x 3000 = 270.000 Swamedikasi = 300 x 3000 = 900.000 Total Jasa Profesi Total laba yang didapat dari obat Laba Kotor = 27.150.000 11.094.054 = 16.945.066 Laba Bersih = 16.945.066 11. 250.000

= 1.170.000 = 16.306.946

= 5.695.066 / bulan = 68.340.792 / tahun BEP = = 1/(1-(11.094.054/27.150.000)) x 11. 250.000 = 1/0,4086208 x 11.250.000 = 4.596.984/bulan = 153.232,8 / hari

ROI

= =68.340.792 /200.000.000 x 100% = 34,1704 % / tahun = 2,84753% / bulan

PBP

= = 200.000.000/68.340.792 = 2,930 tahun = 3 tahun

PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN (Norma Perhitungan Penghasilan Netto) Omset apotek = 263.110.000 /tahun

Penghasilan netto = 20 % x omset apotek = 20 % x 263.110.000 = 52.622.000 Zakat = 2,5 % x penghasilan netto

= 2,5 % x 52.622.000 = 1.315.550 Penghasilan kena pajak tua+adik) = 52.622.000 1.315.550 15.840.000 3.960.000 = 31.506.450 PPh terhutang = 5 % x penghasilan kena pajak = penghasilan netto zakat PTKP (belum nikah+orang

= 5 % x 31.506.450 = 1.575.322 / tahun = 131.277 / bulan