Anda di halaman 1dari 24

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Program beras untuk keluaga miskin atau yang biasa dikenal dengan istilah Raskin merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi beban pengeluaraan keluargamiskin. Melalui program raskin diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan dan ketahanan pangan keluarga miskin dan secara tidak langsung berdampak terhadap peningkatan gizi, peningkatan kesehatan, pendidikan produktivitas keluaga miskin. Namun pada praktek lapangannya, pengambilan keputusan untuk menentukan kriteria penerima beras yang sudah terjadi biasanya tidak mengacu pada kriteriakriteria keluarga miskin, sehingga mengakibatkan pembagian beras miskin yang salah sasaran. Penentuan kriteria-kriteria keluarga miskin diperlukan sebuah sistem informasi yang baik untuk mencegah kesalahan-kesalahan dan kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu sehingga diperlukan suatu sistem yang dapat membantu dalam menentukan calon penerima raskin. Sistem pendukung keputusan (SPK) merupakan bagian dari Sistem Informasi berbasis komputer yang dapat mengatasi masalah ini, sistem ini dapat mendukung pengambilan keputusan calon penerima raskin berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Konsep sistem pendukung keputusan diperkenalkan pertama kali oleh Michael S. Scoott Morton pada tahun 1970-an dengan istilah Management Decision System (Sprague,1982). SPK dirancang untuk mendukung seluruh tahap pengambilan keputusan mulai dari mengidentifikasi masalah, memilih data yang relevan, dan menentukan pendekatan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan, sampai mengevaluasi pemilihan alternatif. Sistem pendukung keputusan ini membantu melakukan penilaian setiap keluarga miskin, melakukan perubahan kriteria, dan perubahan nilai parameter. Hal ini berguna untuk memudahkan pengambil keputusan yang terkait dengan masalah seleksi penerima beras untuk keluarga miskin (Raskin), sehingga akan di dapatkan keluarga yang paling layak diberi Raskin.

1.2

Rumusan Masalah Dalam perancangannya sistem pendukung keputusan beras miskin ini memiliki

beberapa rumusan masalah yang akan menjadi persoalan dalam pengembangan kedepannya. Persoalan tersebut akan dibahas untuk didiskusikan dalam forum kelompok, persoalan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Apa sajakah faktor-faktor yang akan diperhatikan untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kelayakan penerima beras miskin. 2. Bagaimanakah penentuan nilai dari setiap kriteria yang akan dijadikan sebagai acuan dalam menentukan kelayakan penerima beras miskin. 3. Bagaimanakah perhitungan bobot dari setiap kriteria dan subkriteria dalam penentuan kelayakan penerima beras miskin. 4. Bagaimanakah Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Penerima Beras Miskin itu ?

1.3

Tujuan Tujuan utama dari perancangan aplikasi ini adalah untuk mendapatkan alternatif

keputusan yang dapat dijadikan sebagai acuan yang valid dalam menentukan kelayakan calon penerima beras miskin. Penentuan kriteria-kriteria yang nantinya akan digunakan sebagai acuan dalam menentukan calon penerima adalah hal yang mendasar dan menjadi faktor penting dalam perancangan sistem ini. Dari beberapa rumusan diatas, maka tujuan yang diharapkan adalah sebagai berikut : 1. Didapatkannya kriteria-kriteria yang menjadi bahan pertimbangan dalam hal penentuan kelayakan calon penerima beras miskin. 2. Pembuatan parameter perhitungan nilai dari setiap kriteria dalam penentuan kelayakan calon penerima beras miskin. 3. Generator atau model untuk menghitung bobot dari setiap kriteria maupun subkriteria dalam penentuan kelayakan calon penerima beras miskin 4. Aplikasi Sistem Penentuan Keputusan Penerima Beras Miskin.

BAB II LANDASAN TEORI


2.1 Konsep Dasar Sistem

Sistem memiliki pengertian dan definisi yang berbeda-beda dan bervariasi pada berbagai bidang, namun semua sistem memiliki beberapa persyaratan umum, yaitu sistem harus mempunyai elemen, lingkungan, interaksi antar elemen, interaksi antara elemen dan lingkungannya, dan yang paling utama sistem harus mempunyai tujuan yang akan dicapai. 2.1.1 Karakteristik Sistem Suatu sistem memiliki karakteristik ataupun sifat-sifat tertentu, diantaranya : Komponen-komponen Elemen-elemen yang lebih kecil yang disebut sub sistem dan elemen-elemen yang lebih besar yang disebut supra sistem. Batas Sistem Batas sistem merupakan batasan antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atauppun dengan lingkungan luarnya. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.. Lingkungan luar sistem Lingkungan luar sistem ilaha segala bentuk pengaruh dari luar batas sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Penghubung Penghubung merupakan media perantara antar subsistem. Dengan penghubung, suatu subsistem dapat berinteraksi dengan subsistem yang lainnya dan membentuk satu kesatuan. Masukkan Masukkan adalah data yang akan diproses untuk didapatkan keluaran. Keluaran Keluaran adalah hasil dari data yang telah diolah dan menjadi informasi yang berguna. Pengolah Pengolah adalah proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.

Sasaran atau tujuan Suatu sistem pasti mempunyai sasaran ataupun tujuan yang akan sangat menentukan masukan yang dibutuhkan oleh sistem dan keluaran yang akan dihasilkan oleh sistem

2.1.2

Klasifikasi Sistem Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang yang berbeda,

diantaranya ialah : 1. Sistem Abstrak Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide yang tidak kelihatan secara fisik. Sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik 2. Sistem Alamiah Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia. Sedangkan sistem buatan manusia melibatkan interaksi antara manusia dan mesin. 3. Sistem Tertentu Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah diprediksi. Sedangkan sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probalilitas 4. Sistem Tertutup Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luar. Sedangkan sistem adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luar.

2.2

Sistem Pendukung Keputusan Konsep Sistem Pendukung Keputusan pertama kali diungkapkan pada awal tahun

1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision System. Sistem ini merupakan sistem yang berbasiskan komputer yang bertujuan untuk membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur.

Sistem Pendukung Keputusan mengacu pada suatu sistem yang memanfaatkan dukungan komputer dalam proses pengambilan keputusan. Lebih jauh, Sistem Pendukung Keputusan yang didefinisikan oleh Man dan Watson ialah Sistem Pendukung Keputusan merupakan suatu sistem yang interaktif, yang membantu pengambil keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur mauppun yang tidak terstruktur. Karakteristik sistem pendukung keputusan adalah : Sistem Pendukung Keputusan dirancang untuk membantu pengambil keputusan dalam memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur ataupun tidak terstruktur. Dalam pengolahan pengambilan keputusannya, sistem pendukung keputusan menggunakan model-model analisis dengan masukkan data serta fungsi-fungsi pencari informasi. Sistem Pendukung Keputusan, dirancang sedemikian rupa sehingga dapat digunakan/dioperasikan dengan mudah. Sistem Pendukung Keputusan dirancang dengan menekankan pada aspek fleksibilitas serta kemampuan adaptasi yang tinggi.

2.3

Analytical Hierarchical Process (AHP) Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan suatu model pendukung keputusan

yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. AHP menguraikan masalah multi faktor atau multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki. Menurut Saaty (1993), hirarki didefinisikan sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multi level dimana level pertama adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, sub kriteria, dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dari alternatif. Dengan hirarki, suatu masalah yang kompleks dapat diuraikan ke dalam kelompok-kelompoknya yang kemudian diatur menjadi suatu bentuk hirarki sehingga permasalahan akan tampak lebih terstruktur dan sistematis.

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM


3.1 Analisis Sistem 3.1.1 Analisis Sistem Penerimaan Beras Miskin Penentuan Kriteria Dalam penentuan kriteria untuk menentukan calon penerima beras dilakukan dengan cara manual. Penyimpanan Data Data yang didapat diinputkan secara manual pada database dalam bentuk kertas. Pencarian Arsip Pencarian data-data calon penerima beras miskin juga masih menggunakan cara manual. Pengambilan Keputusan Dalam menentukan calon penerima beras miskin dilakukan dengan cara membandingkan data yang ada secara manual (berupa kertas) kemudian ditentukan calon penerima yang layak berdasarkan data tadi.

3.1.2

Analisis Permasalahan Permasalahan yang muncul ketika menentukan calon penerima beras miskin

dengan cara manual antara lain : Pengolahan data yang cenderung lebih lamban ketika database yang digunakan masih dalam bentuk kertas. Lamban dalam melakukan pencarian data. Pengambilan keputusan yang tidak efektif dan efisien serta cenderung terjadi kesalahan dan kecurangan yang dapat dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

3.1.3

Analisis Kebutuhan Berdasarkan permasalahan yang muncul diatas, terdapat beberapa hal yang

dibutuhkan dalam sistem penerimaan beras miskin yang ada sekarang, antara lain :

Pengolahan data yang cepat dan efektif (penginputan dan penyimpanan data). Pencarian data dapat dilakukan dengan cepat tanpa harus mencari data satu per satu. Pengambilan keputusan yang efektif dan professional dengan

membandingkan data secara otomatis tanpa harus khawatir terjadi kesalahan dan kecurangan yang dapat terjadi.

3.2

Perancangan Sistem 3.2.1 Data Flow Diagram Data Flow Diagram (DFD) adalah representasi grafik dari sebuah sistem. DFD menggambarkan komponen-komponen sebuah sistem, aliran-aliran data di mana komponen-komponen tersebut, dan asal, tujuan, dan penyimpanan dari data tersebut. Dengan adanya DFD, arah perancangan akan menjadi lebih jelas dengan langkahlangkah yang terstruktur.

Login Input Data Operator Rekapitulasi Data Sistem Penerimaan Beras Miskin

Calon Penerima Manager Login

Diagram Konteks SPK Penerima Beras Miskin

3.2.2

ERD Perancangan dilanjutkan dengan membuat Entitas Relationship Diagram

(ERD) yang menjelaskan model data yang ada pada sistem. ERD sendiri merupakan metode yang digunakan untuk mempresentasikan model data yang ada pada sistem. Subsistem Manajemen Data
Biodata NIKK Nama_Lengkap Alamat RT/RW Kelurahan Kecamatan Kabupaten Kode Pos Provinsi Aset Pribadi NIKK Kebun Ternak Elektronik Kendaraan Kondisi Rumah NIKK Kepemilikan Atap Lantai Dinding Ukuran Rumah

Umum NIKK Penghasilan Pekerjaan J_Tanggungan

Entitas Relationship Diagram

Cek Status

Petugas

1.0 Login

Penduduk

OPERATOR Data Kependudukan

2.0 DATA KEPENDUDUKAN

Rekap Data Cek Status

3.0 Calon Penerima

Calon penrima MANAGER

Diagram Overview
8

3.2.3

Struktur Hierarki AHP AHP mengelompokkan kritera dan subkriteria ke level-level yang berbeda yang

berisi elemen serupa. AHP menjelaskan permasalahan yang ada menjadi lebih terstruktur dan sistematis. Berikut menjelaskan hiearki level kriteria dan subkriteria yang dijadikan prioritas dalam menentukan kelayakan calon penerima beras miskin.

3.2.4

Parameter Penilaian 1. KondisiRumah Atap Parameter Penilaian Daun Sirap Seng Genteng Nilai 4 3 2 1

Lantai Parameter Penilaian Tanah Papan

Nilai 5 4
9

Semen Keramik Marmer

3 2 1

Dinding Parameter Penilaian Bambu Triplek Papan Beton

Nilai 4 3 2 1

UkuranRumah Luas rumah dibagi jumlah anggota keluarga (m2/orang) Parameter Nilai Penilaian Sangat Kecil (<4 4 m2 ) Kecil (4-6 m2) 3 2 Sedang (6-8 m ) 2 Besar (>8 m2) 1 KepemilikanRumah Parameter Penilaian Menumpang Kontrak Pemilik

Nilai 3 2 1

2. Umum Penghasilan Parameter Penilaian < 500 Ribu 500 Ribu - 1 Juta 1 Juta 3 Juta 3 Juta- 5 Juta > 5 Juta Pekerjaan Parameter Penilaian Buruh Petani PNS

Nilai 5 4 3 2 1

Nilai 5 4 3
10

Wiraswasta Pegusaha

2 1

JumlahTanggungan Parameter Penilaian > 8 Orang 6 8 Orang 3 5 Orang 1 2 Orang

Nilai 4 3 2 1

3. AsetPribadi Kebun Parameter Penilaian < 1 Juta 1 4 Juta 4 8 Juta > 8 Juta Ternak Parameter Penilaian < 1 Juta 1 4 Juta 4 8 Juta > 8 Juta Elektronik Parameter Penilaian < 1 Juta 1 4 Juta 4 8 Juta > 8 Juta Kendaraan Parameter Penilaian < 1 Juta 1 4 Juta 4 8 Juta > 8 Juta

Nilai 4 3 2 1

Nilai 4 3 2 1

Nilai 4 3 2 1

Nilai 4 3 2 1

11

3.2.5

Matriks Tabel 1.MatriksPerbandingan Tingkat Kriteria Umum 1/1 2/3 1/3 Kondisi Rumah 3/2 1/1 1/2 Aset Pribadi 3/1 2/1 1/1

Umum Kondisi Rumah Aset Pribadi

Kemudian nilai di atas diubah menjadi bilangan desimal seperti berikut : 1.0000 1.5000 3.0000 0.6666 1.0000 2.0000 0.3333 0.5000 1.0000 Selanjutnya matriks dikuadratkan seperti berikut: 1.0000 1.5000 3.0000 1.0000 1.5000 3.0000 0.6666 1.0000 2.0000 x 0.6666 1.0000 2.0000 = 0.3333 0.5000 1.0000 0.3333 0.5000 1.0000

3.0000 4.5000 9.0000 2.0000 3.0000 5.0000 1.0000 1.5000 3.0000

Jumlahkan nilai setiap baris matriks dan hitung nilai hasil normalisasinya: JumlahBaris 3.0000 4.5000 9.0000 2.0000 3.0000 5.0000 1.0000 1.5000 3.0000 Jumlah 16.5000 10.0000 5.5000 32.0000 HasilNormalisasi 16.5000 / 32.0000 10.0000 / 32.0000 5.5000 / 32.0000 Bobot = 0.5156 = 0,3125 = 0,1719

Berikut ini adalah matriks perbandingan berpasangan dengan nilai eigen-nya atau bobotnya: Tabel 2. Matriks Perbandingan Tingkat Kriteria Bil. Desimal Umum KondisiRumah AsetPribadi Umum 1.0000 0.6666 0.3333 KondisiRumah 1.5000 1.0000 0.5000 AsetPribadi 3.0000 2.0000 1.0000 Bobot 0.5156 0,3125 0,1719

Tabel 3. Matrik Perbandingan Tingkat Subkriteria Umum Penghasilan Penghasilan Pekerjaan JumlahTanggungan 1/1 2/3 1/3 Pekerjaan 3/2 1/1 1/2 Jumlah Tanggungan 3/1 2/1 1/1 Bobot 0.5156 0,3125 0,1719

12

Tabel 4. Matrik Perbandingan Tingkat Subkriteria Kondisi Rumah Atap Atap Lantai Dinding Ukuran Rumah Kepemilikan Rumah 1/1 1/1 1/1 3/1 2/1 Lantai 1/1 1/1 1/1 3/1 2/1 Dinding 1/1 1/1 1/1 3/1 2/1 Ukuran Rumah 1/3 1/3 1/3 1/1 2/3 Kepemilikan Rumah 1/2 1/2 1/2 3/2 1/1 Bobot 0,125 0,125 0,125 0,375 0,25

Tabel 5. Matrik Perbandingan Tingkat Subkriteria Aset Pribadi Kebun Ternak 1/1 3/1 1/3 1/1 1/3 1/1 2/3 2/1 Elektronik 3/1 1/1 1/1 2/1 Kendaraan 3/2 1/2 1/2 2 Bobot 0,4286 0,1428 0,1428 0,2858

Kebun Ternak Elektronik Kendaraan

Contoh perhitungan bagian alternatif Nilai calon keluarga untuk setiap subkriteria : Subkriteria Keluarga 1 Keluarga 2 Keluarga 3 Kepemilikan 2 2 3 UkuranRumah 3 2 1 Atap 2 1 3 Lantai 3 4 5 Dinding 3 3 4 Penghasilan 4 3 1 Pekerjaan 1 2 2 JumlahTanggungan 4 3 3 Kebun 2 1 2 Ternak 2 4 3 Elektronik 1 2 2 Kendaraan 3 2 1 Matriks Perbandingan Tingkat Alternatif Berdasarkan Kepemilikan : Ukuran Keluarga 1 Keluarga 2 Keluarga 3 Keluarga 1 1.0000 1.0000 1.5000 Keluarga 2 1.0000 1.0000 1.5000 Keluarga 3 0.6667 0.6667 1.0000 Bobot 0.2857 0.2857 0.4286

Matriks Perbandingan Tingkat Alternatif Berdasarkan Ukuran Rumah : Ukuran Keluarga 1 Keluarga 2 Keluarga 3 Keluarga 1 1.0000 0.6667 0.3333 Keluarga 2 1.5000 1.0000 0.5000
13

Keluarga 3 3.0000 2.0000 1.0000

Bobot 0.5000 0.3333 0.1667

Matriks Perbandingan Tingkat Alternatif Berdasarkan Atap : Ukuran Keluarga 1 Keluarga 2 Keluarga 3 Keluarga 1 1.0000 0.5000 1.5000 Keluarga 2 2.0000 1.0000 3.0000 Keluarga 3 0.6667 0.3333 1.0000 Bobot 0.3333 0.1667 0.5000

Matriks Perbandingan Tingkat Alternatif Berdasarkan Lantai : Ukuran Keluarga 1 Keluarga 2 Keluarga 3 Keluarga 1 1.0000 1.3333 1.6667 Keluarga 2 0.7500 1.0000 1.2500 Keluarga 3 0.6000 0.8000 1.0000 Bobot 0.2500 0.3333 0.4167

Matriks Perbandingan Tingkat Alternatif Berdasarkan Dinding : Ukuran Keluarga 1 Keluarga 2 Keluarga 3 Keluarga 1 1.0000 1.0000 1.3333 Keluarga 2 1.0000 1.0000 1.3333 Keluarga 3 0.7500 0.7500 1.0000 Bobot 0.3000 0.3000 0.4000

Matriks Perbandingan Tingkat Alternatif Berdasarkan Penghasilan : Ukuran Keluarga 1 Keluarga 2 Keluarga 3 Keluarga 1 1.0000 0.7500 0.2500 Keluarga 2 1.3333 1.0000 0.3333 Keluarga 3 4.0000 3.0000 1.0000 Bobot 0.5000 0.3750 0.1250

Matriks Perbandingan Tingkat Alternatif Berdasarkan Pekerjaan : Ukuran Keluarga 1 Keluarga 2 Keluarga 3 Keluarga 1 1.0000 2.0000 2.0000 Keluarga 2 0.5000 1.0000 1.0000 Keluarga 3 0.5000 1.0000 1.0000 Bobot 0.2000 0.4000 0.4000

Matriks Perbandingan Tingkat Alternatif Berdasarkan Jumlah Tanggungan : Ukuran Keluarga 1 Keluarga 2 Keluarga 3 Keluarga 1 1.0000 0.7500 0.7500 Keluarga 2 1.3333 1.0000 1.0000 Keluarga 3 1.3333 1.0000 1.0000 Bobot 0.4000 0.3000 0.3000

Matriks Perbandingan Tingkat Alternatif Berdasarkan Kebun : Ukuran Keluarga 1 Keluarga 2 Keluarga 3 Keluarga 1 1.0000 0.5000 1.0000 Keluarga 2 2.0000 1.0000 2.0000 Keluarga 3 1.0000 0.5000 1.0000 Bobot 0.4000 0.2000 0.4000

Matriks Perbandingan Tingkat Alternatif Berdasarkan Ternak :


14

Ukuran Keluarga 1 Keluarga 2 Keluarga 3

Keluarga 1 1.0000 2.0000 1.5000

Keluarga 2 0.5000 1.0000 0.7500

Keluarga 3 0.6667 1.3333 1.0000

Bobot 0.2222 0.4444 0.3333

Matriks Perbandingan Tingkat Alternatif Berdasarkan Elektronik : Ukuran Keluarga 1 Keluarga 2 Keluarga 3 Keluarga 1 1.0000 2.0000 2.0000 Keluarga 2 0.5000 1.0000 1.0000 Keluarga 3 0.5000 1.0000 1.0000 Bobot 0.2000 0.4000 0.4000

Matriks Perbandingan Tingkat Alternatif Berdasarkan Kendaraan : Ukuran Keluarga 1 Keluarga 2 Keluarga 3 Keluarga 1 1.0000 0.6667 0.3333 Keluarga 2 1.5000 1.0000 0.5000 Keluarga 3 3.0000 2.0000 1.0000 Bobot 0.5000 0.3333 0.1667

Matriks hasil perbandingan calon keluarga Matriks Hasil Perbandingan Calon Keluarga Berdasarkan Kondisi Rumah : Subkriteria Keluarga 1 Keluarga 2 Keluarga 3 Kepemilikan 0.0008 0.0008 0.0018 UkuranRumah 0.0025 0.0011 0.0003 Atap 0.0011 0.0002 0.0025 Lantai 0.0006 0.0011 0.0017 Dinding 0.0009 0.0009 0.0016 Bobot 0.0059 0.0041 0.0079 Matriks Hasil Perbandingan Calon Keluarga Berdasarkan Umum: Subkriteria Keluarga 1 Keluarga 2 Keluarga 3 Penghasilan 0.0025 0.0014 0.0002 Pekerjaan 0.0004 0.0016 0.0016 JumlahTanggungan 0.0016 0.0009 0.0009 Bobot 0.0045 0.0039 0.0027 Matriks Hasil Perbandingan Calon Keluarga Berdasarkan Aset Pribadi: Subkriteria Keluarga 1 Keluarga 2 Keluarga 3 Kebun 0.0016 0.0004 0.0016 Ternak 0.0005 0.0010 0.0008 Elektronik 0.0004 0.0016 0.0016 Kendaraan 0.0025 0.0011 0.0003 Bobot 0.0050 0.0041 0.0043

15

Matriks nilai total dari masing-masing calon keluarga : KondisiRumah Umum AsetPribadi HasilAkhir Keluarga 1 0.0059 0.0045 0.0050 0.0154 Keluarga 2 0.0041 0.0039 0.0041 0.0121 Keluarga 3 0.0079 0.0027 0.0043 0.0149

16

BAB IV IMPLEMENTASI
4.1 Desain Aplikasi Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Penerima Bantuan Beras Miskin merupakan aplikasi sisi administrator penuh untuk membantu pengguna tersebut dalam mengambil keputusan dimana hasil output dari aplikasi merupakan beberapa alternatif keputusan yang dapat digunakan oleh pengguna untuk mengambil keputusan akhir itu sendiri. Aplikasi ini memiliki bagian berupa Form Login dan Form Utama dimana masingmasing memiliki sub bagian / sub menunya sendiri. 4.1.1 Form Login Form Login merupakan form yang digunakan untuk mengisi username dan password agar admin bisa mengakses aplikasi tersebut..

Gambar 1. Splash Screen

Gambar 2. Form Login User

17

4.1.2 Menu Utama Menu Utama memuat semua layanan dalam aplikasi dan terdapat sub menu untuk setiap fungsi layanannya masing-masing yang terdiri dari Data Penduduk, Calon Penerima, Lihat Perhitungan, Administrator, dan Keluar.

Pada Menu utama, terdapat beberapa menu, diantaranya : a. Data Penduduk Penginputan data kependudukan dilakukan oleh administrator. Admistrator dapat menginputkan data sesuai dengan form yang sudah di tentukan dengan kriteria masing-masing pada sistem pendukung keputusan yang dibuat yang terdiri dari: Manajemen Data Penduduk sebagai bagian bagi administrator untuk memasukkan data penduduk secara lengkap disertakan dengan data yang diperlukan dalam kriteria dan subkriteria sistem.

18

Rekapitulasi Data Penduduk untuk menampilkan semua data penduduk yang telah dimasukkan dan dapat dicari berdasarkan Nama, Nomor KK, atau Kecamatan.

b. Calon Penerima

19

Pada Menu ini, pengguna dapat melihat hasil dari aplikasi berupa alternatif penerima bantuan beras miskin yang telah tersortir berdasarkan proritas tertinggi ditampilkan terlebih dahulu.

c. Lihat Perhitungan Pada Menu ini, ditampilkan perhitungan matriks untuk mendapatkan nilai bobot dari masing kriteria dan subkriteria. Berikut ini merupakan perhitungan matriks untuk subkriteria :

20

Tampilan Perhitungan Matriks untuk Kriteria :

Tampilan Perhitungan Matriks untuk Hasil Proses AHP :

d. Manajemen Akun Menu pengaturan ini merupakan menu untuk administrator untuk melakukan penambahan akun-akun tertentu yang dapat mengakses aplikasi ini.

21

e. Keluar Menu untuk keluar dari aplikasi.

22

BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan Pengolahan data sistem penerimaan beras miskin yang ada mulai dari penginputan data, penyimpanan data, pengolahan data, pencarian data hingga pengambilan keputusan masih dilakukan dengan manual. Hal ini mengurangi efisiensi dan efektifitas sistem yang dapat memicu terjadinya kesalahan maupun kecurangan yang dapat dilakukan oleh pihakpihak tertentu. Dengan adanya Sistem Pendukung Keputusan Penerima Beras Miskin, semua hal tadi dapat diminimalisir bahkan meningkatkan kinerja sistem yang sudah ada. Sistem ini akan membantu pengolahan data menjadi lebih baik, pencarian data yang lebih cepat, serta pengambilan keputusan yang lebih akurat,

5.2

Saran Walaupun sistem yang telah dibanguna telah meningkatkan kinerja sistem yang sudah

ada, namun bukan berarti sistem ini sudah dapat dikatakan sempurna. Masih terdapat beberapa hal lagi yang masih dapat ditambahkan sehingga sistem dapat memberikan hasil yang lebih optimal, diantaranya : Tampilan untuk perhitungan matriks dapat didesain sedemikian rupa agar lebih menarik dan mudah dipahami Penambahan fitur untuk mencetak calon penerima beras miskin.

23

DAFTAR PUSTAKA Jogiyanto. HM. Analisis dan Desain. Andi Offset, Yogyakarta, 2005. Leman. Metodologi Pengembangan Sistem Informasi. PT Elex Media Komputindo, Jakarta,1998 http://haniif.wordpress.com/2007/08/01/23-tinjauan-pustaka-sistem-pendukung-keputusanspk/ http://etd.eprints.ums.ac.id/3733/1/D400050019.pdf http://elib.ub.ac.id/bitstream/123456789/27669/4/SISTEM-PENDUKUNG-KEPUTUSANUNTUK-PENGAMBILAN-MATA-KULIAH-DENGAN-MENGGUNAKAN-METODELOGIKA-FUZZY-(daftar%20isi).doc

24