Anda di halaman 1dari 10

TUGAS FISIKA LAPORAN PENELITIAN TUMBUKAN MENGGUNAKAN VIRTUAL LAB

Kelompok 2

Dwi Bonggo P. Elisa Yulina Ery Tonang B. Gesit Tali Singgih Hemas Ayu Nurul

XI IPA 3

SMA NEGERI AJIBARANG


Tahun Pelajaran 2011 / 2012

KATA PENGANTAR

Berkat karunia tuhan yang Maha Esa kami dapat menyelesaikan penulisan laporan hasil penelitian jenis tumbukan menggunakan aplikasi virtual lab. Laporan ini disusun dengan tujuan utama untuk melengkapi tugas fisika setelah melakukan percobaan tumbukan menggunakan aplikasi virtual lab. Oleh karena itu, laporan ini disusun berdasarkan hasil percobaan yang telah kami lakukan. Demikian kiranya laporan ini. Semoga mampu menjadi salah satu rujukan yang diajukan kepada Bapak/Ibu guru dalam memberikan penilaian terhadap hasil kerja kami. Kami menyadari bahwa isi laporan mengenai jenis tumbukan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, masukan serta kritik dari Bapak/Ibu guru sangat kami harapkan.

Ajibarang,

Februari 2012

Tim Penyusun

TINJAUAN MATERI
1. Momentum Momentum sering disebut sebagai jumlah gerak. Momentum suatu benda yang bergerak didefinisikan sebagai hasil perkalian antara massa dengan kecepatan benda. Perhatikan persamaan berikut.

dengan : p = momentum (kg m/s) m = massa benda (kg) v = kecepatan benda (m/s) Massa m merupakan besaran skalar dan kecepatan v adalah besaran vektor, berarti momentum merupakan besaran vektor. Karena besaran vektor maka menjumlahkan vektor harus mengetahui besar dan arahnya. Penjumlahan tersebut kita namakan resultan vektor. Contoh Soal : Dua benda A dan B masing-masing bermassa 4 kg dan 2 kg. Keduanya bergerak seperti pada Gambar a. Tentukan: a. momentum benda A, b. momentum benda B, c. jumlah momentum kedua benda! Penyelesaian mA = 4 kg , vA = 2 m/s (sumbu Y) mB = 2 kg , vB = 3 m/s (sumbu X) a. momentum benda A, memenuhi: pA = mA . vA = 4 . 2 = 8 kg m/s (sumbu Y) b. momentum benda B, memenuhi: pB = mB . vB = 2 . 3 = 6 kg m/s (sumbu X) c. Jumlah momentum kedua benda dapat ditentukan dengan resultan keduanya seperti pada Gambar b b. Karena saling tegak lurus maka berlaku dalil Pythagoras: Gambar b

Gambar a

2. Impuls
Impuls didefinisikan sebagai hasil kali gaya dengan waktu yang dibutuhkan gaya tersebut bergerak. Dari definisi ini dapat dirumuskan seperti berikut.

dengan : = impuls (N) = gaya yang bekerja (W) = selang waktu kerja gaya (s) Coba perhatikan persamaan diatas t merupakan besaran skalar sedangkan F adalah vektor berarti impuls adalah besaran vektor. 3. Hubungan Besaran Mengacu pada Hukum II Newton bahwa jika suatu benda yang bergerak dikenai gaya maka benda itu akan mengalami percepatan . Maka bila persamaan tersebut dimasukkan ke dalam persamaan impuls akan diperoleh :

merupakan perubahan momentum. Berarti besar impuls dan momentum memilki hubungan yang cukup erat. Hubungan itu dapat dituliskan sebagai berikut.

dengan : = impuls = perubahan momentum Dari persamaan tersebut dapat dikatakan bahwa setiap benda yang diberikan impuls pasti akan berubah momentumnya.

TUMBUKAN
Untuk di SMA ini dipelajari tumbukan sentral yaitu tumbukan yang sejenis dengan titik beratnya sehingga lintasannya lurus atau satu dimensi. Setiap dua benda yang bertumbukan akan memiliki tingkat kelentingan atau elastisitas. Tingkat elastisitas ini dinyatakan dengan koefisien restitusi ( ). Koefisien restitusi didefinisikan sebagai nilai negatif dari perbandingan kecepatan relatif sesudah tumbukan dengan kecepatan relatif sebelumnya.

a. Tumbukan elastis sempurna

Tumbukan elastis sempurna atau lenting sempurna adalah tumbukan dua benda atau lebih yang memenuhi hukum kekekalan momentum dan hukum kekekalan energi kinetik. Pada tumbukan ini memiliki koefisien restitusi satu, e = 1. Hukum Kekekalan Momentum berbunyi jumlah momentum benda-benda sebelum tumbukan sama dengan jumlah momentum benda-benda setelah tumbukan.

MA.VA + MB.VB = MA.VA + MB.VB Berlaku kecepatan relatif sebelum tumbuakan sama dengan kecpatan relatif setelah tumbukan (hanya arahnya berlawanan). VA VB = - ( VA VB ) Berlaku juga bahwa jumlah energi kinetik sebelum tumbukan sama dengan jumlah energi kinetik setelah tumbukan. = +

Data Percobaan Praktikum Tumbukan Lenting Sempurna Menggunakan Virtual Lab

M1 V1 M2 V2

12 6 8 -4

9 8 3 -10

6 5 9 -7

4 6 12 0

3 8 6 2

M1V1 M2V2 M1V1+M2V2 V1 V2 M1V1+M2V2 V1-V2 -( VA VB ) + +

72 -32 40 -2 8 24 10 10 280 280

72 -30 42 -1 17 127 18 18 438 438

30 -63 -33 -9,4 2,6 -43,4 12 12 295,5 295,5

24 0 24 -3 3 6 6 6 72 72

24 -12 12 0 6 48 10 6 108 108 Sama besar