Anda di halaman 1dari 2

Industri Pemakai Batu Bara di Provinsi Banten Provinsi Banten merupakan salah satu pengguna batu bara terbesar

di Indonesia, selain PLTU Suralaya terdapat berbagai jenis industri berskala menengah yang telah menggunakan, beberapa diantaranya dilengkapi pembangkit listrik (power

plant ) berbahan bakar batu bara. Penggunaan batu bara di Provinsi Banten,
selain jumlahnya cukup besar juga cenderung terus meningkat setiap tahunnya. PT. Indah Kiat Pulp & Paper misalnya, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kertas terletak di Serang. Perusahaan ini adalah pemakai batu bara terbanyak, karena memiliki pembangkit listrik sendiri berkapasitas 45 MW dengan kebutuhan batu bara rata-rata 2.000 ton per hari. Demikian pula dengan PT. Tifico (Tangerang), perusahaan ini memiliki pembangkit listrik berkapasitas 45 MW. Jumlah pemakaian batu bara per hari bisa mencapai 750 ton. Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan oleh Tim Survei Puslitbang Tekmira pada tahun 2008, sekitar 52 perusahaan yang sudah memakai batu bara, sedangkan pada tahun 2005 baru tercatat 15 perusahaan saja. Berarti jumlahnya telah mengalami kenaikkan yang sangat signifikan yaitu 246,67%. Jenis industri pemakai batu bara di daerah ini cukup beragam, antara lain industri tekstil, polyester, chemical, kertas (paper), refinery gula, makanan, industri manufaktur dan lain-lain. Perusahaan-perusahaan tersebut tersebar di Kota Cilegon (9 perusahaan), Kabupaten Serang (11 perusahaan), Kabupaten Tangerang (29 perusahaan), dan Kota Tangerang (3 perusahaan). Jumlah pemakaian batu bara di Provinsi Banten pada tahun 2008 diperkirakan mencapai 1, 83 juta ton, lihat gambar.

Triswan Suseno, triswan@tekmira.esdm.go.id Peneliti pada Puslitbang Tekmira