P. 1
KURVA SIGMOID

KURVA SIGMOID

|Views: 1,809|Likes:
Dipublikasikan oleh Kuro Elf

More info:

Published by: Kuro Elf on Apr 26, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/29/2013

pdf

text

original

Laporan fisiologi Tumbuhan "Kurva Sigmoid" I.

Pendahuluan

Latar Belakang Suatu hasil pengamatan pertumbuhan tanaman yang paling sering dijumpai khususnya pada tanaman setahuun adalah biomassa tanaman yang menunjukkan pertambahan mengikuti bentuk S dengan waktu, yang dikenal dengan model sigmoid. Biomassa tanaman mula-mula (pada awal pertumbuhan) meningkat perlahan, kemudian cepat dan akhirnya perlahan sampai konstan dengan pertambahan umur tanaman. Liku demikian dapat simetris,yaitu setengah bagian pangkal sebanding dengan setengah bagian ujung jika titik belok terletak diantara dua asimptot. Seorang ilmuan akan tidak menerima begitu saja kenyataan tersebut, tetapi mengajukan pertanyaan mengenai proses atau mekanisme yang mengajukan pertanyaan mengenai proses atau mekanisme yang membuat hubungan biomassa dengan waktu demikian, dan faktor-faktor yang mengendalikannya. Sebagai jawaban dari pertanyaan tersebut beberapa pertanyaan kemudian akan muncul seperti apakah itu karena factor X,Y dan Z. Apakah itu karena hubungan yang demikian di antara faktor-faktor tersebut. Faktor-faktor dan proses atau hubungan diantara satu dengan faktor lain, hipotatik akan dilahirkan yaitu yang mendapatkan dukungan paling kuat (sesuai fakta yang tersedia). Faktor dan hubungan yang ditempatkan tersebut kemudian ditampilkan secara bersama dalam suatu bentuk bahasa matematik yaitu model matematik. Berbagai model pertumbuhan telah dikembangkan atas dasar pendekatan ini. Yang dikenal dengan istilah model mekanistik dan yang umum dijumpai . Model tersebut yang biasanya merupakan hasil integrasi dari persamaan differensial akan diturunkan dari persamaan sederhana. Beberapa cara tersedia dalam pendekatan kepada sistem seperti sistem tanaman dengan produk biomassa yang meningkat secara sigmoid dengan waktu untuk

mendapatkan faktor-faktor dan proses hipotetik. Menerapkan fenomena yang sudah dikenal cukup baik kepada suatu sistem yang sedang dipelajari merupakan suatu pendekatan yang umum dilakukan. Sehubungan dengan hal ini tanaman dalam pertumbuhannya dapat dipandang pada tahap awal sebagai suatu sistem yang berbentuk ruangan (kompartemen) yang dibagi dua oleh dua sekat pemisah yang lolos air dan kedap zat tertentu contohnya Iodium. Untuk sistem tanaman suatu kompertemen dapat dianggap sebagai tempat substrad dan kompertemen lain sebagai tempat produk yang dapat berupa senyawa organik atau biomassa (berat kering) jaringan, organ atau keseluruhan tumbuhan (Sitompul.S.M.1995). Banyak peneliti merajahkan ukuran atau bobot organisme terhadap waktu dan ini menghasilkan kurva pertumbuhan. Sering, kurva tersebut dapat dijelaskan dengan fungsi matematika yang sederhana misalnya garis lurus atau kurva berbentuk S yang sederhana. Walaupun proses metabolik dan proses fisika yang menghasilkan kurva pertumbuhan terlalu rumit untuk dijelaskan dengan menggunakan model sederhana., kurva sederhana sering berguna berguna dalamperujukan berbagai data yang terukur. Lagipula, koefisien yang harus dimasukkan agar persamaan cocok dengan kurva dapat digunakan untuk mengelompokkan efek suatu perlakuan dalam percobaan. Kurva pertumbuhan berbentuk S (sigmoid) yang ideal yang dihasilkan oleh banyak tumbuhan setahun dan beberapa bagian tertentu dari tumbuhan setahun maupun bertahunan, Pada fase logaritmik ukuran (V) bertambah secara eksponensial sejalan dengan waktu (t). Ini berarti laju kurva pertumbuhan (dV/dt) lambat pada awalnya. Tetapi kemudian meningkat terus. Laju berbanding lurus dengan organisme, semakin besar organisme semakin cepat ia tumbuh. Fase pertumbuhan logaritmik juga menunjukkan sel tunggal. Fase ini adalah fase dimana tumbuhan tumbuh secara lambat dan cenderung singkat. Pada fase linier, pertambahan ukuran berlangsung secara konstan, biasanya pada waktu maksimum selama beberapa waktu lamanya. Laju pertumbuhan ditunjukkan

oleh kemiringan yang konstan pada bagian atas kurva tinggi tanaman oleh bagian mendatar kurva laju tumbuh dibagian bawah. Fase senescence ditunjukkan oleh laju pertumbuhan yang menurun saat tumbuhan sudah mencapai kematangan dan mulai menua. (Salisbury.F.B.1995)

Tujuan : Mengamati laju tumbuh daun sejak dari embrio dalam biji sampai daun mencapai ukuran tetap pada tanaman kacang jogo.

II.Pelaksanaan

-Waktu : Rabu, 14 November 2007 -Alat dan Bahan: 1. Kacang jogo 2. Kertas millimeter 3. Gelas piala 4. Silet 5. Pot berisi pasir dan tanah

-Cara Kerja 1. Biji kacang kogo direndam selama 2-3 jam dalam gelas piala. 2. Dipilih 20 biji yang baik dan homozigot. 3. 3 Biji dikupas dan dibuka kotiledonnya, dan diukur panjang embrionya dengan kertas millimeter. 4. 15 tanaman lain disiram dan dipelihara selam 15 hari. 5. Dilakukan pengamatan terhadap : • Panjang daun dan petiole pada umur 3,5,7,10,14 hari. • Diukur daun yang berumur 3 dan 5 hari dengan menggalinya. • Untuk tumbuhan lain diukur didalam pot dengan menggunakan 3 tanaman yang

tergantung pada organisme tetapi pola kumpulan sigmoid tetap merupakan cirri semua organisme.73 Grafik: -Pembahasan Pada grafik diatas dapa kta lihat bahwa kurva pertumbuhan menunjukkan angka yang semakin tinggi tiap pertumbuhannya. Dibuat grafik dengan panjang rata-rata daun (termasuk petiolnya) sebagai ordinat dan waktu pengukuran umur tanaman sebagai absis. organ. III. Pola pertumbuhan sepanjang suatu generasi secara khas dicirikan oleh suatu fungsi pertumbuhan yang disebut kurva sigmoid. jaringan.96 73 10 3. volume. Perubahan yang signifikan terjadi pada hari ke 5-7 yang mana pertumbuhan cenderung konstan. Apabila massa tumbuhan.67 3 2. Pada tahap awal pertumbuhan terjadi pertumbuhan yang lama yaitu dapat kita lihat pada pertumbuhan hari ke 0-3 yang tidak mengalami banyak lonjakan angka pertumbuhannya.23 5 2. 6. luas daun. Sedangkan pada pertumbuhan hari terahir terjadi sangat drastis pertambahan panjang daunnya.Hasil & Pembahasan -Hasil Umur Tanaman Panjang Rata-rata Daun (mm) 0 1.65 14 4.65-4. .sama. bahkan penyusun sel.37. Jangka waktunya mungkin bervariasi kurang dari beberapa hari sampai bertahun-tahun . Yang ditunjukkan pada angka 3.

Laju pertumbuhan ditunjukkan oleh kemiringan yang konstan pada bagian atas kurva tinggi tanaman oleh bagian mendatar kurva laju tumbuh dibagian bawah.tinggi atau penimbunan bahan kimia digambarkan dalam kurva berbernuk S atau kurva sigmoid.F. pertambahan ukuran berlangsung secara konstan. Pertumbuhan lateral terjadi dengan membesarnya sel-sel yang terletak pada sisi-sisi jaringan kambium.F. ( Gardner.1999) Fase pertumbuhan logaritmik juga menunjukkan sel tunggal. Pertumbuhan itu lebih mudah digambarkan dari pada di defenisikan. yang pertumbuhannya lambat dinamakan fase eksponensial. Fase ini adalah fase dimana tumbuhan tumbuh secara lambat dan senderung singkat.1995). biasanya pada waktu maksimum selama beberapa waktu lamanya. Kurva sigmoid ini erat sekali hubungannya dengan pertumbuhan.Pertumbuhan bagian pucuk dan akar disebabkan adanya pembentukan sel-sel baru oleh jaringan meristematik (embrionik) pada titk tumbuh diikuti dengan pertumbuhan dan differensiasi sel-selnya. Pertumbuhan jiga terjadi pada bagian-bagian lainnya misalnya pada daun sel-sel akan membesar pada batas tertentu.P. Pertumbuhan tanaman .Pada rerumputan dan monokotil lainnya daerah pertumbuhan terletak di bagian atas tiap-tiap buku atau nodus.Umumya daerah pertumbuhan terletak pada bagian bawah mesitem apikal dari tunas akar. Fase yang terahhir adalah fase senescence yaitu fase pematangan tumbuhan atau fase penuaan. Selanjutnya fase eksponensial yaitu massa yang berlangsung cukup lama dan pertumbuhan konstan.bila mana tumbuhan mencapai ukuran dewasa maka terbentuk bunga. Misalnya pertumbuhan kecambah. Proses differensiasi seringkali dianggap pertumbuhan. fase ini relative pendek dalam tajuk budidaya . Pada fase linier. (Salisbury.B. Pertumbuhan berarti pembelahan sel dan pembesaran sel. Kedua proses ini memerlukan sintesis protein dan merupakan proses yang tidak dapat berbalik. Fase senescence ditunjukkan oleh laju pertumbuhan yang menurun saat tumbuhan sudah mencapai kematangan dan mulai menua.

Biologis:Gulma.temperature.Pembagian hasil asimilasi N. .Kapasitas untuk menyimpan cadangan makanan.serangga. 5.air.Ketahanan terhadap tekanan iklim. Pertambahan ukuran dan dari suatu organisme mencerminkan bertambahnya protoplasma.Klorofil.organisme penyebab penyakit.panjang hari. 3. Pertambahan ukuran sel mempunyai batas yang diakibatkan hubungan antar voleme dan luas permukaan.tanah dan biologis. 7.Tipe dan letak merisitem. dan mikro organisme tanah.angina dan gas.bahan organic. misalnya : Faktor Eksternal : 1. 8. Pertumbuhan tanaman di tunjukkan oleh pertambahan ukuran dan berat kering yang tidak dapat balik.Edafatik (tanah):tekstur.Aktivitas enzim. 3.Iklim:Cahaya.epistasi ). Faktor internal: 1.Laju fotosintesis. dan kandungan pigmen lainnya.struktur. 2.Pengaruh langsung gen ( Heterosis. 10.nematode.Respirasi 4. 9.Differensiasi.dan kapasitas pertukaran kation. Proses-proses pembelahan sel menentukan dasar untuk pertumbuhan akan tetapi pembelahan sel adalah proses-proses yang diatur secara biokimia.karotein. 6.memerlukan proses differensiasi. 2. yang tejadi karna baik ukuran sel maupun jumlahnya bertambah.macam-macam tipe herbivore. dan tidaklah perlu selalu diatur langsung oleh hubungan antara volume dan luas permukaannya Pembuatan kurva sigmoid atau laju pertumbuhan ini juga dipengaruhi oleh beberapa factor tumbuh.

Pada fase linier. Karna pada ujung organlah umumnya sel-sel muda yang aktif membelah dapat di temukan.1999.Analisis Pertumbuhan Tanaman. pertambahan ukuran berlangsung secara konstan.F.ITB:Bandung Sitompul. Laju pertumbuhan ditunjukkan oleh kemiringan yang konstan pada bagian atas kurva tinggi tanaman oleh bagian mendatar kurva laju tumbuh dibagian bawah. Arti pertumbuhan linear adalah pertambahan ukuran berlangsung secara konstan. DAFTAR PUSTAKA Garner.S. 2. Fisiologi Tanaman Budidaya.UI Press : Jakarta Salisbury. Fase senescence ditunjukkan oleh laju pertumbuhan yang menurun saat tumbuhan sudah mencapai kematangan dan mulai menua. Fase ini adalah fase dimana tumbuhan tumbuh secara lambat dan senderung singkat.UGM Press : Yogyakarta JAWABAN PERTANYAAN: 1. . Laju pertumbuhan ditunjukkan oleh kemiringan yang konstan pada bagian atas kurva tinggi tanaman oleh bagian mendatar kurva laju tumbuh dibagian bawah.M.B. biasanya pada waktu maksimum selama beberapa waktu lamanya.F. biasanya pada waktu maksimum selama beberapa waktu lamanya. Yang akan digambarkan dalam kurva matematisnya.P. Pertumbuhan terjadi pada daun di bagian berada pada ujung organ tumbuhan. -Kesimpulan Fase pertumbuhan logaritmik juga menunjukkan sel tunggal.1995.Perkembangan Tumbuhan dan Fisiologi Lingkungan.1995.Dengan adanya faktor pertumbuhan internal dan eksternal ini dapat dikatakan bahwa faktor-faktor ini juga ikut berperan penting dalam penentuan fase pertumbuhan pada tanaman.

1998). yang mempunyai akibat dihasilkannya beberapa daun bendera pada waktu yang hampir bersamaan. Kemudian. Dilahan sawah irigasi. 1999). contoh tanaman jagung. Jagung dapat ditanam monokultur maupun tumpang sari. dibawa oleh bangsa Portugis.wikipedia. 1992). jagung biasanya ditanam pada musim kemarau. Kurve pertumbuhan berbentuk S (sigmoid) yang ideal. jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika serikat. Sejak kedatangannya. tanaman ini menjadi tanaman pangan utama kedua setelah padi yang ditanam hampir oleh seluruh petani di Nusantara. 2009). Kurva menunjukkan ukuran kumulatif sebagai fungsi dari waktu (Salisbury dan Ross. Pada dasarnya tanaman jagung memerlukan intensitas penyinaran yang tinggi. Daya kecambah biji erat hubungannya dengan pemasakan biji. Penduduk beberapa daerah di Indonesia juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok (http://id. berkisar dari 500-700 mm permusim. selain gandum dan padi. Tanaman jagung memerlukan kelengasan tinggi.org. 1996). yang dihasilkan oleh banyak tumbuhan setahun dan beberapa bagian tertentu dari tumbuhan setahun maupun bertahunan. Daya kecambah meningkat dengan bertambah tuanya biji dan mencapai maximum germination jauh sebelum masak fisiologis (Kamil. 2000). Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan. . dll (Danarti. 2007). Cekaman kegagalan paling krisis terjadi selama pembentukan rambut dan peralihan biji. Bagi petani yang mengalami kegagalan panen padi karena serangan hama. Waktu penanaman pada cara ini harus disesuaikan dengan ketersediaan air. 2009). Di Indonesia. jagung pertama kali datang pada abad ke-17. menanam jagung menjadi alternatif untuk mendapatkan keuntungan atau minimal untuk menutup kerugian (Agromedia.PENDAHULUAN Latar Belakang Jagung merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting. Kekurangan air dalam waktu singkat biasanya dapat ditoleransi dan hanya berpengaruh kecil terhadap perkembangan biji (Rubatzky dan Yamaguchi. indeks luas daun menurun secara lebih bertahap dan luas daun yang bersamaan (Goldsworthy dan Fisher. Dilahan sawah tadah hujan. Pada jagung dan sorghum beberapa daun terakhir muncul dalam urutan yang cepat. Semakin tinggi intensitas penyinaran akan semakin tinggi proses fotosintesa sehingga dapat meningkatkan produksi (Barnito.

namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tambah pesat sehingga tanaman berbentuk roset batang beruas-ruas (http://id. Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari bukubuku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman (http://id. 2008). sebagaimana sorgum dan tebu. Medan . .Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui mengetahui pola pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.).wikipedia.wikipedia. Batang jagung tegak dan mudah terlihat.Sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan.com. 2008). Kegunaan Percobaan .Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti Praktikal Test di Laboratorium Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Menurut Rukmana (1992) tanaman jagung dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Kingdom Divisio Subdivisio Kelas Ordo Famili Genus : Plantae : Spermatophyta : Angiospermae : Monocotyledoneae : Poales : Poaceae : Zea Fisiologi Spesies : Zea mays L.com.

Biji jagung tersusun rapi pada tongkol. pertumbuhannya akan terhambat dan memberikan hasil biji yang tidak optimal. 2007). bila laju tumbuh digambarkan dengan suatu grafik. anak bulir berkelamin satu serumah yang jantan terkumpul pada ujung batang menjadi bulir yang rapat. Bunga jantan disebut staminate dan didalamnya terdapat benang sari (Ginting. Pada fase pembungaan dan pengisian biji perlu mendapatkan cukup air. perlu dibuat drainase karena tanaman jagung tidak tahan terhadap genangan air (Barnito. Sebaiknya ditanam awal musim hujan. dan unsur hara merupakan beberapa contoh unsur abiotik yang membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kedalaman permukan perakaran mencapai 20-60 cm dari permukaan tanah. jumlah biji berkisar abtara 200-400 butir (Nurmala. tongkol jumlahnya satu atau lebih pertanaman. Tingkat keasaman (ph) tanah antara 5. bagian atau sel-selnya (Ildahshiro. Terdiri dari beberapa barisan biji. Oleh karena itu. sedangkan bunga betina sepanjang pertengahan batang jagung dan berada pada salah satu ketiak daun. Syarat Tumbuh Iklim Curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata. cahaya. Membutuhkan sinar matahari. Adanya ketergantungan tanaman pada lingkungan biotik maupun abiotik beserta semua proses biokimia danb .tempratur. 1995). 1997). maka grafik tersebut merupakan suatu kurva sigmoid berbentuk S. tanaman yang ternaungi. Pada tanah yang berat. Pertumbuhan dan Perkembangan Laju pertumbuhan suatu tumbuhan atau bagiannya berubah menurut waktu. kurva sigmoid berlaku bagi tumbuhan lengkap. Tanah Jagung dapat tumbuh pada hampir semua jenis tanah mulai tanah dengan tekstur berpasir hingga liat berat. Lingkungan abiotik yang berupoa air. Biji berkeping tunggal setiap tongkol. 2009). Suhu optimum antara 230o C-300o C (Agrokomplek. 1978).Daun berbentuk pita 35-1000 kali 3-12 cm. 2009). 2009). dengan laju tumbuh ordinat dan waktu pada absisi. Bunga jantan terletak pada bagian ujung tanaman.5 dengan kedalaman air tanah 50-200 cm dari permukaan tanah (Barnito. kelembaban.5-7. Yang betina menjadi bulir yang soltair diketiak daun berbentuk tongkol (Steenis.

serta lingkungan yang mendukung (Gardner. 1991). tetapi penyimpangan dpat terjadio akibat variasi lingkungan (Tjitrosomo. Determinate adalah struktur pertumbuhan untuk dapat mampu tumbuh dan berhenti. Faktor internal antara lain adalah genetik. suhu. Daun. hasil asimilasi. enzim. 2009). Beberapa tanaman strukturnya determinate dan yang lain indeterminate. cahaya (Prestasi Herfen. hormon etilen. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman adalah merupakan proses yang penting dalam kehidupan dan perkembangbiakan suatu spesies. Sedangkan pertumbuhan skunder adalah pertumbuhan yang dapat menambah diameter batang yang merupakan aktivitas sel-sel meristem skunder yanitu kambium dan kambium gabus (Aan. 1990). Pertumbuhan memanjang mengambil tempat berkegiatan diapikal meristem.fisiologi tubuh tanaman menunjukkan adanya faktor pembatas dalam pengaturan pertumbuhan dan perkembangan tanaman (Tanindo. maka ketebalannya akan bertambah (Mukherji dan Ghosh. tergantung pada tersedianya meristem. Pertumbuhan primer dapat diukur secara kuantitatif. Meristem merupakan wilayah pertumbuhan aktif. hormon. hormon gyberalin. kelembaban. Macam-macam pertumbuhan adalah pertumbuhan primer dan pertumbuhan skunder. Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang memanjang baik yang terjadi pada ujung akar maupun ujung batang. buah adalah contoh dari bentuk determinate sedangkan indeterminate adalah meristem yang terus berkembang (Salisbury dan Ross. bunga. 2009). Pertumbuhan primer pada ujung batang dapat dibedakan menjadi tiga daerah yaitu (1) daerah pembelahan sel (2) daerah perpanjangan sel (3) diferensiasi sel. Pertumbuhan dan perkembangan berlangsung terus-menerus sepanjang daur hidup. BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan . 2009). berangsur-angsur menjadi lebih cepat sampai tercapai suatu maksimum akhirnya laju tumbuh menurun. Disini sering terjadi pemanjangan diikuti pelebaran. hormon yang terdiri dari hormon auksin. Bentuk kurva sigmoid untuk semua tanaman kurang lebih tetap. dkk. Sel apikal meristem hanya disitoplasma dan vacoula. 2002). Apabil digambarkan dalam grafik dalam waktu tertentu maka akan terbentuk kurva sigmoid. asam traumalin dan faktor eksternal antara lain unsur hara. hormon sitokinin. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah faktor internal dan eksternal. Pertumbuhan tumbuhan mula-mula lambat. 1985).

alat tulis untuk mencatat hasil pengamatan. air untuk menyiram tanaman. Prosedur Percobaan . Adapun alat yang digunakan adalah meteran dan penggaris sebagai alat untuk mengukur. plastik sebagai pelapis label nama. pada hari Sabtu 22 Agustus 2009 pukul. Universitas Sumatera Utara.Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian.00 WIB sampai dengan selesai. Medan pada ketinggian ±25 dibawah permukaan laut. kain sebagai penutup lahan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tinggi Tanaman (cm) . batu bata sebagai lanjaran polibag. gembor sebagai alat untuk penyiraman lahan. cangkul untuk menggemburkan tanah. batu bata 4 / pasang sebagai lanjaran polibag. lalu disusun batubata sebanyak 4 buah dan masingkompos dengan masing 2 buah tiap polibag Ditanam benih yang sudah direndam pada polibag sebanyak 3 benih per polibag Setelah 1 minggu dilakukan penjarangan dengan menyisihkan 1 tanaman perpolibag Diamati tinggi tanaman dan jumlah daun tiap minggunya Digambarkan grafiknya. pacak sebagai pembatas lahan. 08. pasir. buku penuntun sebagai alat uuntuk menuntun jalannya percobaan. pasir dan kompos sebagai media tanam dengan perbandingan 2:1:1.Diisi media ke polibag yaitu campuran top soil.) sebagai objek percobaan. label nama sebagai penanda media yang digunakan. dan Perbandingan 2:1:1 Direndam benih yang hendak ditanam didalam air selama lebih kurang 15 menit Dibersihkan lahan dari gulma dan kotoran. polibag 25 kg sebagai wadah tanaman. Bahan dan Alat Percobaan Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah benih jagung (Zea mays L. bayfolan sebagai pupuk daun untuk tanaman. top soil.

7 242 248.MST 1 2 3 4 5 6 7 8 Sampel I 11. dengan pertumbuhan awal lambat dan cepat lalu laju pertumbuhannya lambat kembali setelah mendekati masa generatif.5 27. Fase penuaan dicirikan oleh laju pertumbuhan yang menurun saat tumbuhan sudah mencapai kematangan. kemudian berangsur-angsur menjadi lebih cepat tercapai suatu maksimum dan akhirnya menurun sehingga membentuk kurva sigmoid.9 Rataan 14.5 Sampel II 17 23 26.5 54 112 154. Hal ini sesuai dengan literatur Tjitrosomo (1990) yang menyatakan bahwa pertumbuhan tanaman mula-mula lambat. fase linier dan fase penuaan. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi 3 fase dalam pertumbuhan jagung yaitu fase logaritmik.5 7 7 7.25 22.5 9. Hal ini dapat terjadi karena faktor genetik ataupun karena keadaan lingkungan yang menyebabkan pertumbuhan menjadi tidak normal.85 121 124.8 99.4 Total 28.45 Jumlah daun (helai) MST 1 2 3 4 5 6 7 8 Sampel I 3 4 5 7 7 8 10 12 II 3 4 4 7 7 7 9 13 6 8 9 14 14 15 19 25 3 4 4.25 102.5 Total Rataan Pembahasan Berdasarkan hasil percobaan diketahui bahwa parameter tinggi tanaman jagung (Zea mays L.) kurva berbentuk S. Pada fase linier pertambahan ukuran berlangsung konstan.5 126.5 45.7 120.5 12. tapi kemudian meningkat terus. .5 122. bentuknya kurang lebih tetap tetapi penyimpangan dapat terjadi akibat variasi lingkungan.5 53 77.7 106 121.75 27 56 77. Hal ini sesuai dengan pernyataan Salisbury dan Ross (1995) yang menyatakan bahwa ada 3 fase utama pertumbuhan yaitu fase logaritmik.5 22. Berdasarkan hasil percobaan diketahui bahwa tanaman jagung terus mengalami pertumbuahn dan perkembangan selama fase vegetatif dan tidak tumbuh lagi selama fase generatif.5 205. Pada fase logaritmik laju pertumbuahn lambat pada awalnya. fase linier dan fase penuaan.5 59 76.

Hal ini diakibatkan oleh hormon pertumbuhan pada sampel II lebih aktif bekerja pada minggu ke 6 karena didukung oleh faktor-faktor lingkungan yang optimal dan pemberian unsur hara sebagai zat makanannya serta faktor eksternal dan internalnya Hal ini sesuai dengan literatur Prestasi Herfen (2009) yang menyatakan bahwa Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah faktor internal dan eksternal. suhu.) kurva pertumbuhan terbentuk kurva S (Sigmoid). Pada pertumbuhan terjadi 3 fase yaitu fase logaritmik.Dari hasil percobaan yang dilakukan. Disini sering terjadi pemanjangan diikuti pelebaran. Dimana mulai minggu I dan minggu II tanaman ini memiliki tinggi yang berbeda. ini lebih tinggi dibandingkan sampel II. Hal ini diakibatkan karena sel apikal meristem pada daun aktif membelah. enzim. Daya kecambah meningkat dengan bertambah tuanya biji dan mencapai maximum germination jauh sebelum masak fisiologis. hormon etilen. cahaya. diketahui bahwa sampel 1 dan sampel 2 mengalami perbedaan yang konstras dalam hal tinggi tanaman. hormon yang terdiri dari hormon auksin.5 cm pada sampel ke II . fase linier dan fase penuaan. Pertumbuhan memanjang mengambil tempat berkegiatan diapikal meristem. Saran Pada tinggi tanaman jagung (Zea mays L.5 cm. Hal ini sesuai dengan pernyataan Mukherji dan Ghosh (2002) yang menyatakan bahwa meristem merupakan wilayah pertumbuhan aktif. kelembaban. 4. Sel apikal meristem hanya disitoplasma dan vacoula.7 cm menjadi 120. maka ketebalannya akan bertambah. 3. Pertambahan tinggi tanaman yang tercepat adalah sebesar 30 cm pada sampel ke II Penambahan jumlah daun yang tercepat adalah sebesar 4 daun pada sampel II. 2. hormon sitokinin. Dari hasil percobaan yang telah dilakukan diketahui bahwa penambahan jumlah daun jagung yang tercepat terjadi pada minggu ke 8 yaitu bertambah 4 dari minggu sebelumnya. hal ini merupakan faktor genetis dari biji jagung yang ditanam. karena akan memasuki fase generatif dimana pada fase ini akan terjadi proses fotosintesis yang terjadi pada daun. Dari hasil percobaan yang telah dilakukan diperoleh pertambahan tinggi tanaman yang tercepat terjadi pada minggu ke 6 pada sampel II yaitu dari 99. asam traumalin dan faktor eksternal antara lain unsur hara. pertumbuhannya bertambah 30 cm. Penambahan tinggi tanaman yang terendah adalah sebesar 3. hormon gyberalin. Faktor internal antara lain adalah genetik. hal ini terjadi pada sampel I dan II. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. Hal ini sesuai dengan pernyataan Kamil (2000) yang menyatakan bahwa daya kecambah biji erat hubungannya dengan pemasakan biji. 5.

Budidaya Tanaman Jagung. Goldsworthy.blogspot .blogspot . dan R. 1995.com/archieves/14. UI Press.L. P.com/2007/10/budidaya-jagung. N. Diakses di http://nugrohobarnito. Pearce dan R. Jagung.P. Ginting.. Jagung. Diakses pada tanggal 27 Agustus 2009. Fisher. pada tanggal 24 Agustus 2009. Jagung. Penebar Swadaya.org/wiki. Diakses dihttp://aansma11. 2009. F.Mitchell. 1996.Tohari MSc. Diterjemahkan Oleh Ir. Fisiologi Tanaman Budidaya. http://id.wikipedia.Ghosh. Jakarta.Sebaiknya pengukuran parameter tinggi tanaman dan jumlah daun dilakukan secara rutin setiap minggunya sehingga data yang diperoleh lebih akurat.K. S. Jakarta. UGM Press. Plant Physiology. 2007. Diakses pada tanggal 27 Agustus 2009 ______________________. Diakses pada tanggal 27 Agustus 2009 http:/ildahshiro. Pertumbuhan dan Perkembangan. R.Phd. Budidaya Jagung. 2007. S. Kurva Sigmoid Tumbuhan. Barnito.com. Agrokomplek. S. dan A. Diterjemahkan Oleh Herawati Susilo. DAFTAR PUSTAKA Aan.N. Danarti.. 2002. Blogplasa. Yogyakarta. pada tanggal 27 Agustus 2009. pada tanggal 24 agustus 2009. Jakarta. 2008.L. Palawija Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Budidaya Jagung Hibrida. Agromedia Redaksi. 2009. Agromedia. Mukherji. 2009.html. 2009.blogspot.1999. Medan.R..B. Fisiologi Tanaman Budidaya Tropik.com. 1991.. Diakses di http://teknis-budidaya. Tata McGraw-Hill . USU Press. Gardner.

________________________.G. 2009. Jakarta.blogspot. Belmont. Proses tumbuh sendiri dapat dilihat pada selang waktu tertentu. Bandung. 1992. Sayuran Dunia I. F. Pradnya Paramita. Flora.Publishing Company Limited. Wodsworth Publishing Company. Dalam proses pertumbuhan terjadi penambahan volume yang signifikan. V. 1997. Usaha Tani Jagung.html.J. Rineka Cipta. Jakarta. New Delhi. Kanisius. California. R. Angkasa. Jagung. 1997. 1998. Tanaman Budidaya. PT. Diakses di http://www. Lukman dan Ir.com/2009/07/pertumbuhan-dan-perkembangan tumbuhan. T. Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan.. Sumaryono. Steenis. Diterjemahkan Oleh Dr. Diah.. dan C. 1978. ITB Press. Tjitrosomo. Nurmala. Jakarta.W. Rubatzky. Tanindo. Bandung. 2009. Fisiologi Tumbuhan jilid 3.com/abdi. pada tanggal 24 Agustus 2009. BAB I PENDAHULUAN Proses pertumbuhan merupakan hal yang lazim bagi setiap tumbuhan. G. Diterjemahkan Oleh Catur Herison.. pada tanggal 24 Agustus 2009. Rukmana.G. di mana setiap pertumbuhan tanaman akan menunjukkan suatu perubahan dan dapat dinyatakan dalam bentuk .W.E dan M. Salisbury. 1985. R.Ross. Plant Physiology Third Edition. Yamaguchi. ITB Press.S.tanindo. C. Diakses dari http://prestasiherfen. Prestasi Herfen. 1990.. Bandung.B. Botani Umum 2.. Seiring berjalannya waktu pertumbuhan suatu tanaman terus bertambah. MSc.

tapi juga dalam bobot. Pertambahan volume sel dan pertambahan jumlah sel. Pertumbuhan biologis terjadi dengan dua fenomena yang berbeda antara satu sama lain. Tumbuhan dapat mengindera gravitasi dan arah cahaya dan menanggapi stimulus-stimulus ini dengan cara yang kelihatannya sangat wajar bagi kita. Teorinya. bila laju tumbuh digambarkan dengan suatu grafik. Seleksi alam lebih menyukai mekanisme respons tumbuhan yang meningkatkan keberhasilan reproduktif. . 2002). 1975). diameter batang). jumlah sel. Kurva sigmoid ini berlaku bagi tumbuhan lengkap. 1995). pertumbuhan berarti pertambahan ukuran. Pertambahan volume sel merupakan hasil sintesa dan akumulasi protein. Percobaan ini diadakan dengan melihat berapa rata-rata pertumbuhan daun dengan menggunakan kurva sigmoid tersebut.. Oleh karena itu. tapi juga dalam bobot. terletak beberapa sentimeter dibawah ujung (tunas). seperti panjang (misalnya. Pada setiap tahap dalam kehidupan suatu tumbuhan. Pada banyak kajian. daerah pembelahan sel batang lebih jauh letaknya dari ujung daripada daerah pembelahan akar. bagian-bagiannya ataupun sel-selnya (Latunra. dkk. Pada batang yang sedang tumbuh. pertambahan itu bukan hanya dalam volume. Laju pertumbuhan suatu tumbuhan atau bagiannya berubah menurut waktu. sensitivitas terhadap lingkungan dan koordinasi respons sangat jelas terlihat. luas daun). sehingga tumbuhan yang sama dapat diukur berulang-ulang pada waktu yang berbeda (Salisbury. sedangkan pertambahan jumlah sel terjadi dengan pembelahan sel (Kaufman. Sedangkan pertambahan panjang tiap lokus pada akar tidak diketahui pertambahan panjang terbesar dikarenakan kecambah mati (Salisbury. Secara umum pertumbuhan berarti pertambahan ukuran karena organisme multisel tumbuh dari zigot. Pertambahan volume (ukuran) sering ditentukan denagn cara mengukur perbesaran ke satu atau dua arah. misalnya dengan cara pemindahan air. tinggi batang) atau luas (misalnya. tapi ada dua macam pengukuran yang lazim digunakan untuk mengukur pertambahan volume atau massa. dan tingkat kerumitan. semua ciri pertumbuhan bisa diukur. Tujuan diadakannya percobaan ini adalah untuk mengamati laju tumbuh daun sejak dari embrio dalam biji hingga daun mencapai ukuran tetap pada tanaman kacang merah Phaseolus vulgaris. banyaknya protoplasma. namun ini mengimplikasikan tidak adanya perencanaan yang disengaja pada bagian dari tumbuhan tersebut (Campbell.kurva/diagram pertumbuhan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pertumbuhan didefinisikan sebagai pertambahan yang tidak dapat dibalikkan dalam ukuran pada sistem biologi. Pengukuran volume. Karena organisme multisel tumbuh dari zigot. jumlah sel. maka grafik itu merupakan suatu kurva berbentuk huruf s atau kurva sigmoid. pertumbuhan perlu diukur. 1995). Yang paling umum. dengan laju tumbuh ordinat dan waktu pada absisi. atau luas (misalnya. pertumbuhan itu bukan hanya dalam volume. bersifat tidak merusak. dan tingkat kerumitan. banyaknya protoplasma. 2009).

tapi kemudian meningkat terus. Pengukuran daun tanaman mulai dari waktu embrio dengan menggunakan kurva sigmoid juga memiliki hubungan erat dengan perkecambahan biji tersebut yang otomatis juga dipengaruhi oleh waktu dormansi karena periode dormansi juga merupakan persyaratan bagi perkecambahan banyak biji.Kurva sigmoid yaitu pertumbuhan cepat pada fase vegetatif sampai titik tertentu akibat pertambahan sel tanaman kemudian melambat dan akhirnya menurun pada fase senesen (Anonim. semakin besar organisme. Ada bukti bahwa pencegah kimia terdapat di dalam biji ketika terbentuk. BAB III METODE PRAKTIKUM A. biasanya pada laju maksimum selama beberapa waktu lamanya. Alat Adapun alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah penggaris milimeter. semakin cepat pula ia tumbuh. 2008). pisau. Laju berbanding lurus dengan organisme. Pada fase linier. 1995). B. Pada fase logaritmik ukuran (V) bertambah secara eksponensial sejalan dengan waktu (t).00 WITA Tempat : Laboratorium Biologi Gedung B Lt. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini yaitu diadakan pada: Hari/tanggal : Selasa/16 Juni 2009 Waktu : Pukul 14. toples/wadah dan kayu kecil . dna bukan sebanding dengan peningkatan ukuran organisme. Tidak begitu jelas mengapa laju pertumbuhan pada fase ini harus konstan. 1992). Untuk tunas dan biji dormansi dinyatakan berhasil dipecahkan jika 50 % atau lebih dari populasi biji tersebut telah berkecambah atau 50% dari tunas yang diuji telah menunjukkan pertumbuhan. Pencegah ini lambat laun dipecah pada suhu rendah sampai tidak lagi memadai untuk menghalangi perkecambahan ketika kondisi lainnya menjadi baik. Fase penuaan dicirikan oleh pertumbuhan yang menurun saat tumbuhan sudah mencapai kematangan dan mulai menua (Salisbury. Ini berarti bahwa laju pertumbuhan (dv/dt) lambat pada awalnya. (Kimball. Bagi banyak tumbuhan angiospermae di gurun pasir mempunyai pencegah yang telah terkikis oleh air di dalam tanah. Tapi. fase linier tersebut disebabkan hanya oleh aktivitas yang konstan dari meristem apikalnya. Alat dan Bahan 1. pertambahan ukuran berlangsung secara konstan.d. III Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar Samata Gowa. Dalam proses ini lebih banyak air diperlukan daripada yang harus ada untuk perkecambahan itu sendiri. 16. pada batang tak bercabang.00 s. Waktu dormansi berakhir umumnya didasarkan atas suatu ukuran yang bersifat kuantitatif.

Lalu dihitung panjang rata-ratanya. C. Bahan Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah biji kacang merah Phaseolus vulgaris. kemudian menghitung nilai rata-ratanya. dan air. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Menanan 25 biji dalam pot. 5. 10. Mengadakan pengamatan sebagai berikut : a) Mengukur panjang daun pertamanya pada umur 3. Grafik C. 3. b) Melakukan pengukuran daun pada umur 3 dan 5 hari yang dengan menggali tanah. Memilih biji yang baik sebanyak 30 biji yang baik. Setelah 2 jam merendam. Pembahasan Pada percobaan ini menggunakan kacang merah Phaseolus vulgaris yang bertujuan untuk mengamati daun dari embrio dalam biji sampai mencapai ukuran tetap pada tanaman tersebut. Hasil Pengamatan Hasil pengamatan dari percobaan ini ditunjukkan oleh tabel berikut : Hari ke. 2. 6. Selalu menggunakan 3 tanaman yang sama untuk pengukuran selanjutnya. Hal ini dilakukan sesuai dengan tujuan . 4. d) Menentukan rata-rata panjang daun dari tiap-tiap seri pengukuran. mengupas 3 biji dan membuka kotiledonnya mengukur panjang pada embrionya dengan penggaris. menyiram dengan air secukupnya dan memelihara selama 2 minggu. Cara Kerja Adapun prosedur kerja dari percobaan ini adalah : 1.Panjang rata-rata daun (mm) 06 3 18 5 32 7 48 10 56 14 63 B. c) Melakukan pengukuran selanjutnya tanpa memotong kecambah tanaman. 5. kemudian diukur panjang embrionya. dan 14 hari. campuran tanah dan pasir dengan perbandingan 1:1. Biji yang digunakan adalah sebanyak 30 biji di mana 3 biji dikupas kulitnya dan dibuka kotiledonnya. Membuat grafik dengan panjang rata-rata daun sebagai ordinat dan waktu pengukuran. Merendam biji kacang merah selama 2-3 jam di dalam nampan/toples yang berisi air. 7.2.

Kurangnya penyiraman atau pemberian air terhadap tanaman BAB V PENUTUP A. Adanya perbedaan panjang daun dari masing-masing tanaman ini disebabkan oleh beberapa faktor. Proses pertumbuhan ini dipengaruhi bebrapa faktor internal seperti gen dan hormon pertumbuhan dan faktor eksternal seperti cahaya. Kualitas biji Kacang merah Phaseolus vulgaris 2. sebaiknya dalam melakukan penanaman. kondisi air pada media tanam diperhatikan agar pertumbuhan biji dapat berlangsung dengan baik.yaitu untuk mengamati daun dari embrio. Pada pengamatan I. didapatkan rata-rata panjang daun menjadi 48 mm. Selanjutnya pada penanaman hari ke 5. Saran Adapun saran yang diajukan pada praktikum ini yaitu. dimana titik awal pengukuran dari daun tersebut diawali pada tangkai dasar induk daun. air. didapatkan rata-rata panjang daun yaitu 18 mm setelah penanaman hari ke 3. DAFTAR PUSTAKA . dan sebagainya. fase linier. Pada pengamatan III. yaitu: 1. Tumbuhan dalam pertumbuhannya mengalami tiga fase pertumbuhan yaitu fase logaritmik. samapai mencapai mencapai ukuran tetap didapatkan kurva yang berbentuk S yang menunjukkan kesesuaian dengan teori yang menyatakan bahwa pertumbuhan tanaman jika dibuatkan kurva akan berbentuk huruf S. Kesimpulan Dari hasil pengamatan yang diperoleh pada percobaan ini dapat disimpulkan bahwa laju tumbuh daun sejak embrio dalam biji kacang merah Phaseolus vulgaris. Hal ini disebabkan karena pada pengamatan terakhir daunnya mencapai ukuran tetap (belum mengalami fase penuaan) walaupun laju pertumbuhan tanaman meningkat sehingga kurvanya menunjukkan kurva berbentuk S. B. Dari hasil pengukuran diperoleh panjang rata-rata embrio yaitu 6 mm. nutrisi. Kurangnya unsur hara dalam tanah 4. kelembaban. Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan maka dapat diperoleh hasil pengamatan sebanyak 5 kali dengan pengukuran pada kedua helai daunnya. Setelah melakukan pengamatan tersebut didapatkan kurva yang berbentuk huruf S yang berarti bahwa pengamatan sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa pertumbuhan tanaman jika dibuatkan kurva akan berbentuk huruf S. didapatkan rata-rata panjang daun yaitu 63 mm. dan fase penuaan. Sulitnya pematahan dormansi 3. rata-rata panjang daun mengalami kenaikan menjadi 32 mm. Selanjutnya yaitu rata-rata panjang daun pada pengamatan IV yaitu setelah penanaman selama 10 hari adalah 56 mm dan terakhir yaitu penanaman pada hari ke 14.

Jakarta: Erlangga. New York: Macmillan Publishing Co. Salisbury. Biologi Jilid 2. 2007. Kurva Sigmoid. Jakarta: Erlangga.com/. Laboratory Experiment in Plant Physiology. Latunra. 1975. Penuntun Praktikum Fisiologi Tumbuhan II. Bandung: ITB Press LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR PERKEMBANGAN TUMBUHAN II PERCOBAAN IV KURVA SIGMOID PERTUMBUHAN Nama Nim Kelompok Tgl. Inc. Kimball. Campbell. Biologi jilid 2. Kaufman.W..lapanrs. J. 2002. 1992. 1995. Diakses pada tanggal 27 Juni 2009 pukul 16:14 WITA.Anonim. Fisiologi Tumbuhan Jilid 2. Makassar: Universitas Hasanuddin. Percobaan Asisten : Hildayani : H41107025 : II (Dua) : 14 Mei 2009 : Masira Salahuddin LABORATORIUM BOTANI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR . 2009. http://www.

.3 Waktu dan Tempat Percobaan ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Dasar. Kurva sigmoid ini berlaku bagi tumbuhan lengkap. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.00 – 16. 1995). kurva sederhana sering berguna dalam perujukan berbagai data yang terukur. 2009).2 Tujuan percobaan Tujuan diadakannya percobaan ini adalah untuk mengamati laju tumbuh daun sejak dari embrio dalam biji hingga daun mencapai ukuran tetap pada tanaman kacang merahPhaseolus vulgaris. Seiring berjalannya waktu pertumbuhan suatu tanaman terus bertambah. Laju pertumbuhan suatu tumbuhan atau bagiannya berubah menurut waktu. Universitas Hasanuddin Makassar.2009 BAB I PENDAHULUAN I. pukul 15. dkk. bagian-bagiannya ataupun sel-selnya (Latunra. I. . Jurusan Biologi. dapat digunakan untuk mengelompokkan efek suatu perlakuan percobaan (misalnya. Banyak peneliti merajahkan ukuran atau bobot organisme terhadap waktu.1 Latar Belakang Proses pertumbuhan merupakan hal yang lazim bagi setiap tumbuhan. metode pemberian irigasi atau zat pengatur tumbuh) pada pertumbuhan organ tumbuhan atau tumbuhan yang diamati (Salisbury dan Ross. I. Percobaan ini diadakan dengan melihat berapa rata-rata pertumbuhan daun dengan menggunakan kurva sigmoid tersebut. koefisien yang harus dimasukkan. dengan laju tumbuh ordinat dan waktu pada absisi.. Proses tumbuh sendiri dapat dilihat pada selang waktu tertentu. tanggal 14 Mei 2009. maka grafik itu merupakan suatu kurva berbentuk huruf s atau kurva sigmoid. Dalam proses pertumbuhan terjadi penambahan volume yang signifikan. agar persamaan cocok dengan kurva. bila laju tumbuh digambarkan dengan suatu grafik. dkk. dan ini menghasilkan kurva pertumbuhan. Walaupun proses metabolik dan proses fisika yang menghasilkan kurva pertumbuhan terlalu rumit untuk dijelaskan dengan menggunakan model sederhana. Lagipula. Oleh karena itu. di mana setiap pertumbuhan tanaman akan menunjukkan suatu perubahan dan dapat dinyatakan dalam bentuk kurva/diagram pertumbuhan (Latunra.00 WITA. Dilaksanakan pada hari Selasa. 2009).

Teorinya. Pertambahan volume sel dan pertambahan jumlah sel. organel-organel dan bahan-bahan penyusun sel yang lain. 1995). dan tingkat kerumitan. terletak beberapa sentimeter dibawah ujung (tunas). Pertambahan volume sel merupakan hasil sintesa dan akumulasi protein. dan tingkat kerumitan. Seleksi alam lebih menyukai mekanisme respons tumbuhan yang meningkatkan keberhasilan reproduktif..BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pertumbuhan didefinisikan sebagai pertambahan yang tidak dapat dibalikkan dalam ukuran pada sistem biologi. dan hormon. Karena organisme multisel tumbuh dari zigot. Pertambahan volume sel merupakan hasil sintesa dan akumulasi protein. Menurut leteratur perkecambahan di pengaruhi oleh hormon auxin. Untuk proses perkecambahan banyak di pengaruhi oleh faktor cahaya dan hormon. sedangkan pertambahan jumlah sel terjadi dengan pembelahan sel (Kaufman. Pada setiap tahap dalam kehidupan suatu tumbuhan. Pada batang yang sedang tumbuh. hal itu juga di sebabkan pengaruh hormon auxin yang aktif secara merata ketika terkena cahaya. jika melakukan perkecambahan di tempat yang gelap maka akan tumbuh lebih cepat namun bengkok. Pertumbuhan akar tanaman merupakan hasil dari pertumbuhan jumlah sel dan pertambahan volume sel secara bersama-sama (Soerga. namun ini mengimplikasikan tidak adanya perencanaan yang disengaja pada bagian dari tumbuhan tersebut (Campbell. 2009). banyaknya protoplasma. hal itu disebabkan karena hormon auxin sangat peka terhadap cahaya. Sedang pertambahan jumlah sel terjadi dengan pembelahan sel. jika pertumbuhannya kurang merata. Sedangkan di tempat yang perkecambahan akan terjadi relatif lebih lama. tapi juga dalam bobot. Pertumbuhan biologis terjadi dengan dua fenomena yang berbeda antara satu sama lain. dkk. Pada banyak kajian. pertumbuhan itu bukan hanya dalam volume. 2009). Tumbuhan dapat mengindera gravitasi dan arah cahaya dan menanggapi stimulusstimulus ini dengan cara yang kelihatannya sangat wajar bagi kita. pertumbuhan perlu . semua ciri pertumbuhan bisa diukur. pertambahan itu bukan hanya dalam volume. tapi juga dalam bobot. Pertumbuhan biologis terjadi dengan dua fenomena yang berbeda antara satu sama lain. air. sensitivitas terhadap lingkungan dan koordinasi respons sangat jelas terlihat. Sedangkan pertambahan panjang tiap lokus pada akar tidak diketahui pertambahan panjang terbesar dikarenakan kecambah mati (Salisbury dan Ross. 1975). tapi ada dua macam pengukuran yang lazim digunakan untuk mengukur pertambahan volume atau massa. Secara umum pertumbuhan berarti pertambahan ukuran karena organisme multisel tumbuh dari zigot. pertumbuhan berarti pertambahan ukuran. Banyak faktor yang mepengaruhi pertumbuhan di antaranya adalah faktor genetik untuk internal dan faktor eksternal terdiri dari cahaya. suhu. walaupun faktor yang lain ikut mempengaruhi. jumlah sel. daerah pembelahan sel batang lebih jauh letaknya dari ujung daripada daerah pembelahan akar. 2002). kelembapan. Yang paling umum. jumlah sel. banyaknya protoplasma. Sehingga di hasilkan tumbuhan yang normal atau lurus menjulur ke atas (Soerga.

Menerapkan fenomena yang sudah dikenal cukup baik kepada suatu sistem yang sedang dipelajari merupakan suatu pendekatan yang umum dilakukan. misalnya dengan cara pemindahan air. bersifat tidak merusak. Ukuran akhir. tinggi batang) atau luas (misalnya. Pertumbuhan tanaman mula-mula lambat. distribusi zat dalam setiap tempat dalam ruangan akan menunjukkan hubungan yang berbentuk sigmoid (Solin. tetapi penyimpangan dapat terjadi sebagai akibat variasi-variasi di dalam lingkungan. 2009). atau luas (misalnya. fase linier dan fase penuaan. 1995). Laju berbanding lurus dengan ukuran organisme. Pengukuran volume. rata-rata pertumbuhan laju relative dihitung dari pengukuran yang di ambil pada waktu t1dan t2 (Susilo. Fase penuaan dicirikan oleh laju pertumbuhan yang menurun. Pada suatu waktu. seperti panjang (misalnya. fase linier. pertambahan ukuran berlangsung secara konstan. Laju pertumbuhan relative (relative growth rate) menunjukkan peningkatan berat kering dalam suatu interval waktu dalam hubungannya dengan berat asal. yaitu fase logaritmik. akhirnya laju tumbuh menurun. Pada fase linier. saat tumbuhan sudah mencapai kematangan dan mulai menua (Solin. diameter batang). Pada fase logaritmik ini berarti bahwa laju pertumbuhan lambat pada awalnya. semakin cepat ia tumbuh. Tiga fase utama biasanya mudah dikenali: fase logaritmik. Pada fase logaritmik. 2009). Kurva ini menggambarkan baik pertumbuhan tinggi tanaman maupun jumlah daun. Pertambahan volume (ukuran) sering ditentukan denagn cara mengukur perbesaran ke satu atau dua arah. Tiga fase utama biasanya mudah dikenali. Apabila digambarkan dalam grafik. Kurva menunjukkan ukuran kumulatif sebagai fungsi dari waktu. sehingga tumbuhan yang sama dapat diukur berulang-ulang pada waktu yang berbeda (Salisbury dan Ross. Pada fase linier.diukur. dan fase penuaan. Keduanya dalam . tapi kemudian meningkat terus. Semakin besar organisme. rupa dan bentuk tumbuhan ditentukan oleh kombinasi pengaruh faktor keturunan dan lingkungan (Solin. kemudian berangsur-angsur lebih cepat sampai tercapai suatu maksimum. 2009). 1991) Kurva pertumbuhan berbentuk S (sigmoid) yang ideal. Fase penuaan dicirikan oleh laju pertumbuhan yang menurun saat tumbuhan sudah mencapai kematangan dan mulai menua (Solin. dalam waktu tertentu maka akan terbentuk kurva sigmoid (bentuk S). Beberapa cara tersedia dalam pendekatan pada sistem seperti sistem tanaman dengan produk biomassa yang meningkat secara sigmoid dengan waktu untuk mendapatkan faktor-faktor dan proses hipotetik. Ini berarti bahwa laju pertumbuhan ( dv/dt) lambat pada awalnya. tapi kemudian meningkat terus. Pertumbuhan kacang hijau (Phaseolus radiatus) jika digambarkan dalam grafik akan membentuk kurva sigmoid (bentuk S). Dalam situasi praktis. Bentuk kurva sigmoid untuk semua tanaman kurang lebih tetap. pertambahan ukuran berlangsung secara konstan. 2009). ukuran (v) bertambah secara eksponensial sejalan dengan waktu (t). luas daun). 2008). Kurva sigmoid yaitu pertumbuhan cepat pada fase vegetatif sampai titik tertentu akibat pertambahan sel tanaman kemudian melambat dan akhirnya menurun pada fase senesen (Anonim.

Pengukuran daun tanaman mulai dari waktu embrio dengan menggunakan kurva sigmoid juga memiliki hubungan erat dengan perkecambahan biji tersebut yang otomatis juga dipengaruhi oleh waktu dormansi karena periode dormansi juga merupakan persyaratan bagi perkecambahan banyak biji. Waktu dormansi berakhir umumnya didasarkan atas suatu ukuran yang bersifat kuantitatif.bentuk sigmoid. Pencegah ini lambat laun dipecah pada suhu rendah sampai tidak lagi memadai untuk menghalangi perkecambahan ketika kondisi lainnya menjadi baik. dna bukan sebanding dengan peningkatan ukuran organisme. Laju berbanding lurus dengan organisme. 3 Cara Kerja Prosedur kerja dari percobaan ini adalah : . akhirnya laju tumbuh menurun. 1995). BAB III METODE PERCOBAAN III. kemudian berangsur-berangsur menjadi lebih cepat sampai tercapai suatu maksimum. Ini berarti bahwa laju pertumbuhan (dv/dt) lambat pada awalnya. III. biasanya pada laju maksimum selama beberapa waktu lamanya. toples/wadah dan kayu kecil. III. Pada fase logaritmik ukuran (V) bertambah secara eksponensial sejalan dengan waktu (t). 1992). 2009). 1 Alat Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah penggaris milimeter. Tapi. polybag. Tidak begitu jelas mengapa laju pertumbuhan pada fase ini harus konstan. fase linier tersebut disebabkan hanya oleh aktivitas yang konstan dari meristem apikalnya. Bagi banyak tumbuhan angiospermae di gurun pasir mempunyai pencegah yang telah terkikis oleh air di dalam tanah. pertambahan ukuran berlangsung secara konstan. pisau. (Kimball. tanah. Fase penuaan dicirikan oleh pertumbuhan yang menurun saat tumbuhan sudah mencapai kematangan dan mulai menua (Salisbury dan Ross. Hal ini sesuai dengan literatur Tjitrosomo (1991) yang menyatakan bahwa pertumbuhan tanaman mula-mula lambat. pada batang tak bercabang. semakin besar organisme. Ada bukti bahwa pencegah kimia terdapat di dalam biji ketika terbentuk. 2 Bahan Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah biji kacang merah Phaseolus vulgaris. tapi kemudian meningkat terus. air. Dalam proses ini lebih banyak air diperlukan daripada yang harus ada untuk perkecambahan itu sendiri. Pada fase linier. semakin cepat pula ia tumbuh. Untuk tunas dan biji dormansi dinyatakan berhasil dipecahkan jika 50 % atau lebih dari populasi biji tersebut telah berkecambah atau 50% dari tunas yang diuji telah menunjukkan pertumbuhan. Apabila digambarkan dalam grafik dalam waktu tertentu akan terbentuk kurva sigmoid (bentuk S) (Solin.

Menanan 25 biji dalam polybag.5 cm 0.2 cm 6. 4. 4.4 cm 5. Panjang daun pada embrio Embrio 1 2 3 Rata-rata 1.4 cm 2. dan 14 hari. 5. 3. Mengukur daun pada umur 3 dan 5 hari yang dilakukan dengan menggali tanah.1 cm 5.7 cm 5.9 cm 3.6 cm Kamis/ 28 Mei 2009 7.6 cm 4.1 cm 3.8 cm Selasa/ 19 Mei 2009 3. Setelah 2 jam merendam.1 cm 5. kemudian menghitung nilai rata-ratanya.8 cm 3.4 cm 4.5 cm 6. Mengukur panjang daun pertamanya pada umur 3.6 cm 6. 2.4 cm 5. 7. 3. 5.1 Hasil Pengamatan Hasil pengamatan dari percobaan ini ditunjukkan oleh tabel berikut : 1.5 cm 4 cm Kamis/ 21 Mei 2009 5. tiap pengukuran dilakukan tanpa memotong kecambah.1 cm Minggu/ 24 Mei 2009 6.8 cm 5. Panjang daun pada kecambah Panjang embrio 0.6 cm 5.5 cm 1. Merendam biji kacang merah selama 2 jam di dalam nampan/toples yang berisi air. 2.6 cm 0.6 cm 0.1.5 cm 1. Membuat grafik dengan panjang rata-rata daun dan waktu pengukuran sebagai absisa. Menentukan rata-rata panjang daun dari tiap-tiap seri pengukuran. 10.4 cm 5.4 cm 2.5 cm 2. Mengadakan pengamatan sebagai berikut : 1. Memilih biji yang baik sebanyak 28 biji. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV. menyiram dengan air secukupnya dan dipelihara selama 2 minggu. mengupas 3 biji dan membuka kotiledonnya mengukur panjang pada embrionya dengan penggaris.4 cm 7 cm .6 cm Hari / Tanggal Daun keMinggu/ 17 Mei 2009 1 2 3 Rata-rata 4 5 1.

1 cm 4.4 cm 4.3 cm 4. .1 cm 3.8 cm 3 cm 4 cm 3.6 cm 2 cm 3 cm 2.1 cm 6.2 cm 4.5 cm 3.1 cm 4.2 cm 3.2 cm 4 cm 5.5 cm 5 cm 5.8 cm 5 cm 4.6 cm 6.7 cm Pada percobaan ini menggunakan kacang merah Phaseolus vulgaris yang bertujuan untuk mengamati daun dari embrio dalam biji sampai mencapai ukuran tetap pada tanaman tersebut. Lalu dihitung panjang rata-ratanya. Hal ini dilakukan sesuai dengan tujuan yaitu untuk mengamati daun dari embrio.9 cm 4.7 cm 5.2 cm 5 cm 5.7 cm 5. Dari hasil pengukuran diperoleh panjang rata-rata embrio yaitu 0.1 cm 3.2 cm 6.6 cm 4.5 cm 5.0 cm 5.9 cm 3.8 cm 4.2 cm 4.8 cm 5.8 cm 6.6 cm 5.1 cm 6.6 cm.8 cm 4.4 cm 3.2 Grafik IV.8 cm 3.3 Pembahasan - 3.5 cm 4.5 cm 5 cm 4.5 cm 4.8 cm 3.1 cm 5.7 cm 6.3 cm 3.2 cm 3.6 cm 3.4 cm 5.9 cm 3.1 cm 4.6 cm 5.8 cm 5.2 cm 4.2 cm 6.4 cm 3.5 cm 4.9 cm 5.5 cm 4 cm 3.3 cm 4.9 cm 3.6 cm 3.4 cm 5.3 cm 3.3 cm 4.4 cm 3.2 cm 5.1 cm 5.9 cm 3 cm 2.9 cm 5.5 cm 3.9 cm 6.8 cm 5.1 cm 3.8 cm 6.2 cm 4.3 cm 3. Biji yang digunakan adalah sebanyak 28 biji di mana 3 biji dikupas kulitnya dan dibuja kotiledonnya.5 cm 4.6 Rata-rata 7 8 9 Rata-rata 10 11 12 Rata-rata 13 14 15 Rata-rata 16 17 18 Rata-rata 19 20 21 Rata-rata 22 23 24 Rata-rata IV.6 cm 5.3 cm 4.9 cm 5.4 cm 4 cm 3. kemudian diukur panjang embrionya.1 cm 6.7 cm 2.1 cm 3.2 cm 2.8 cm 4.4 cm 3.5 cm 4.8 cm 3.4 cm 4.2 cm 4 cm 5.1 cm 5.2 cm 5.1 cm 3.

Untuk pengamatan III.5 cm dan terpendek yaitu 1. fase linier. nutrisi. Tumbuhan dalam pertumbuhannya mengalami tiga fase pertumbuhan yaitu fase logaritmik. daun terpanjang adalah 5.7 cm dan daun terpendek adalah pada tanaman ke-23 dengan panjang daun 3.1 Kesimpulan Dari hasil pengamatan yang diperoleh pada percobaan ini dapat disimpulkan bahwa: . Hal ini mungkin disebbakan karena pada pengamatan terakhir daunnya belum mencapai ukuran tetap (belum mengalami fase penuaan) walaupun laju pertumbuhan tanaman meningkat sehingga kurvanya tidak menunjukkan kurva berbentuk S.1 cm. yaitu: 1. Untuk pengamatan IV. kelembaban. Akan tetapi. 3.5 cm pada tanaman ke-1 dan ke-3. pada daun tanaman 4-25 belum dapat untuk diukur karena panjangnya belum pantas untuk diperhitungkan. Setelah melakukan pengamatan tersebut didapatkan kurva yang tidak berbentuk huruf S yang berarti bahwa pengamatan tidak sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa pertumbuhan tanaman jika dibuatkan kurva akan berbentuk huruf S.2 cm pada tanaman ke-25 dan daun tanaman terpendek adalah 4. 4. daun tanaman terpanjang adalah 7.2 cm pada tanaman ke-18.Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan maka dapat diperoleh hasil pengamatan sebanyak 5 kali dengan pengukuran pada kedua helai daunnya. dan sebagainya. Pada pengamatan I. air. Untuk daun tanaman pada pengamatan II. Kualitas biji Kacang merah Phaseolus vulgaris Sulitnya pematahan dormansi Kurangnya unsur hara dalam tanah Kurangnya penyiraman atau pemberian air terhadap tanaman BAB V PENUTUP V. dimana titik awal pengukuran dari daun tersebut diawali pada tangkai dasar induk daun. Untuk pengamatan V. daun terpanjang terdapat pada tanaman ke-1 dengan panjang daun 6. batang tertinggi terdapat pada tanaman ke-3 dengan panjang daun 2. Proses pertumbuhan ini dipengaruhi bebrapa faktor internal seperti gen dan hormon pertumbuhan dan faktor eksternal seperti cahaya.8 cm pada tanaman ke-9 dan daun terpendek adalah 3 cm pada tanaman ke-23. Adanya perbedaan panjang daun dari masing-masing tanaman ini disebabkan oleh beberapa faktor. daun terpanjang adalah 4 cm pada tanaman ke-9 dan daun terpendek adalah 2 cm pada tanaman ke-20. 2. dan fase penuaan.

Penuntun Praktikum Fisiologi Tumbuhan II. pertumbuhan berarti pertambahan ukuran karena organisme multisel tumbuh dari zigot. Latar Belakang Pertumbuhan didefenisikan sebagai pertumbuhan yang tidak dapat dibalikkan dalam ukuran pada sistem biologi. http://nidawafiqahnabila. New York. Pola Pertumbuhan Tanaman. Macmillan Publishing Co. Campbell. kelembaban.com/. air. 2002. Inc. 2008.wordpress. Laboratory Experiment in Plant Physiology. Latunra. Eddyman. 2. fase linier. Biologi jilid 2. Tumbuhan dalam pertumbuhannya mengalami tiga fase pertumbuhan yaitu fase logaritmik. Makassar.1. banyaknya protoplasma.. Soerga. Solin. J. dan Ross. M. Diakses pada tanggal 3 Mei 2009 pukul 23:48. J. . Prouty... ITB Press. 1995. B. Universitas Hasanuddin. Erlangga. Mitchell. N. Kurva Sigmoid.. http://www. N.. A. 3. B. nutrisi.S Ghosheh. tapi juga dalam bobot. A. jumlah sel. 2007. 1992.. Jakarta. Kimball. V.I. N. Jakarta. Salisbury. Bandung.W. J. 2009. Kaufman.blogspot.W. 1975. E.lapanrs. Biologi Jilid 2. C. P..com/.blogspot. dan fase penuaan. dan sebagainya. Labavitch.B.2 Saran Sebaiknya asisten lebih sering mendampingi praktikan saat diadakannya pengamatan. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Kurva Sigmoid. Fisiologi Tumbuhan Jilid 2. Dikases pada tanggal 5 Mei 2009 pukul 16:06 WITA. W. Erlangga. Secara umum. 2009. Reece and L. Proses pertumbuhan ini dipengaruhi oleh bebrapa faktor internal seperti gen dan hormon pertumbuhan dan faktor eksternal seperti cahaya.. A. A. E. 2009 ).F. Dikases pada tanggal 5 Mei 2009 pukul 16:14 WITA.com/. Laju pertumbuhan tanaman meningkat sebanding dengan waktu..com. sehingga praktikan bisa lebih mudah memahami prosedur pengamatan percobaan ini. dan tingkat kerumitan (http://21lidahshiro. F. Tambaru. http://soearga. Pertumbuhan itu bukan hanya dalam volume.

tapi kemudian meningkat terus. Tiga fase utama biasanya mudah dikenali : fase logaritmik. 1992 ). Laju berbanding lurus dengan ukuran organisme ( Salisbury dan Ross. pembelahan sel dan pembesaran sel. 2009 ).com. oleh karena itu. pembentukan protoplasma baru. 2009). 1999 ). luas daun. Kurva ini menggambarkan bahwa pergerakan dari sebuah kemajuan selalu dimulai dari bawah menuju suatu puncak tertentu dan kemudian akan menurun ( http://www. peningkatan dalam ukuran dan berat tumbuhan baik keseluruhan tumbuhan maupun sebagian dari organ atau jaringan. akhirnya laju tumbuh menurun. bila laju tumbuh digambarkan dengan suatu grafik. Jangka waktunya mungkin bervariasikurang dari beberapa hari sampai bertahun-tahun. kemudian berangsur-berangsur menjadi lebih cepat sampai tercapai suatu maksimum. Kedalam proses pertumbuhan itu termasuk asimilasi. Maka grafik itu merupakan suatu kurva berbentuk huruf S atau kurva sigmoid.Secara umum telah diterima bahwa tumbuh merupakan ciri yang dimiliki makhluk hidup. Kurva pertumbuhan berbentuk S (sigmoid) yang ideal. ( Gardner. Kurva menunujukkan ukuran kumulatif sebagai fungsi dari waktu. Pola pertumbuhan sepanjang satu generasi secara khas dicirikan oleh suatu fungsi pertumbuhan yang disebut kuva sigmoid. Fase logaritmik berarti bahwa laju pertumbuhan lambat pada awalnya. dkk. tergantung pada organismenya atau organnya. jaringan dan bahkan penyusun sel. Kurva sigmoid ini berlaku bagi tumbuhan lengkap bagianbagiannya ataupun sel-selnya ( http://lidahshiro. Dalam ilmu manajemen dikenal yang namanya kurva sigmoid atau kurva S (karena bentuknya seperti huruf S yang tertidur). pertambahan berat. organ. tetapi pola kumpulan sigmoid tetap merupakan ciri semua organisme. Apabila digambarkan dalam grafik dalam waktu tertentu akan terbentuk kurva sigmoid (bentuk S ) ( Tjitrosomo. Pertumbuhan tanaman mencakup macam-macam variasi dan kejadian kompleks. kenaikan ukuran. tinggi atau penimbunan bahan kimia digambarkan terhadap waktu.jendelaekologi. Apabila massa tumbuhan (berat kering). dan fase penuaan. umumnya termasuk sedikit atau seluruh bagian kehidupan tanaman.. yang dihasilkan oleh banyak tumbuhan setahun dan beberapa bagian tertentu dari tumbuhan setahun maupun bertahunan. Disajikan dengan mengambil contoh tanaman jagung. dkk.blogspot. dengan laju tumbuh ordinat dan waktu pada absisi. dan merupakan suatu proses yang kompleks yang melibatkan banyak faktor luar (lingkungan). fase linier. 1991 ). Kurva menunjukkan ukuran kumulatif sebagai fungsi dari waktu. Pertumbuhan tanaman mulamula lambat.org. Kenaikan linear.. suatu garis yang dapat ditarik dari data secara normal akan berbentuk sigmoid. Pertumbuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor dalam dan luar . penambahan biomassa dan lain-lain. Laju pertumbuhan suatu tumbuhan atau bagiannya berubah menurut waktu. Fase linear menunjukkan pertumbuhan yang berlangsung konstan. volume.

5-1. Daun penumpu memanjang sampai bentuk garis atau bulat telur terbalik 0. 2002 ). 1997 ).com (2009). Batang tanaman kacang hijau berukuran kecil. meruncing pendek tapi rata atau sedikit berlekuk 3. berwarna hijau kecokelatcokelatan atau kemerah-merahan dan tumbuh tegak mencapai ketinggian 30cm-110cm dan bercabang menyerebak kesemua arah ( http://nidablog. biasanya cabang-cabang ini terdiri atas akar-akar yang halus berbentuk serabut. 2001 ).plantamor. Akar tunggang tidak bercabang atau sedikit bercabang. 3-13 kali 2-8 cm ( Steenis. Sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan. Medan. kerap kali bernoda kecil. TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Menurut http://www. berbulu. Akar dapat bercabang-cabang untuk memperluas berdirinya batang tumbuhan ( Tjitrosoepomo. 2009 ).dan adalah penyesuaian diri antara genetik dan lingkungan ( Mukherji and Ghosh. Anak daun bulat telur.).com. Kegunaan percobaan Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal test di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. . Tujuan Percobaan Adapun tujuan percobaan dari pertumbuhan kurva sigmoid adalah untuk mengetahui pola pertumbuhan tanaman kacang hijau ( Phaseolus radiatus L. Sistematika tanaman kacang hijau adalah sebagai berikut : Kingdom : Plantae Divisio Subdivisio Kelas Ordso Famili Genus Spesies : Spermatophyta : Angiospermae : Dicotyledoneae : Fabales : Fabaceae : Phaseolus : Phaseolus radiatus L.blogspot.5 cm.

memiliki pH sekitar 5.blogspot.0. Biji kacang hijau berbentuk bulat kecil dengan bobot tiap butir 0. 1998 ). 2001).. dkk. Buah ini terbentuk dari satu daun buah dan mempunyai satu ruangan atau lebih ( karena adanya sekat-sekat semu ). Tetapi pH yang paling utama adalah pH 6.Bunga membuah sendiri. Jika sudah masak. Kacang hijau akan segera berbintil akarnya jika diinokulasikan oleh galur rhizobium yang berasal dari kelompok inokulasi silang kacang tunggal ( Gardner. menghasilkan polong sepanjang 5-10 cm dan diameter 0. Tiap jenis tanaman maupun populasi harus menyesuaikan diri dengan suhu dilingkungannya. populasi dan individu dari setiap jenis. buah ini pecah menurut kedua kampuhnya. 1991 ). Suhu dan hujan rata-rata bulanan maupun tahunan yang dihubungkan dengan keadaan vegetasi alami berdasarkan peta vegetasi De-Canddle . 1979). 2009 ).com. Struktur tanah gembur. Polong mengandung 10 biji berwarna hijau kekuningan ( Rubatzky dan Yamaguchi.5-7. Pertumbuhan dan Perkembangan Pertumbuhan dan perkembangan bagian-bagian vegetatif tanaman diatas tanah Terutama ditentukan oleh aktivitas meristem apikal karena disini primordia daun terbentuk.blogspot. 2009 ).5 mg-0. aerasi dan drainase yang baik. Bagian tanaman dan juga tingkat perkembangannya membutuhkan suhu optimum yang berbeda (Manan.0.8 mg. 2009 ). Dalam suatu luasan geografis akan terdapat bertahun-tahun yang mempunyai kenaikkan atau penurunan suhu diluar batas normal yang mempengaruhi pertumbuhan dan mempengaruhi fungsi-fungsi tanaman yang jelek ( Guslim. Vegetasi yang hidup secara alami menggambarkan iklim tempat tumbuhnya.5 cm yang matang 20 hari setelah berbunga. atau berat per seribu butir antara 36 gr – 78 gr berwarna hijau atau hijau mengkilat ( http://nidablog. Tekstur tanah yang yang cocok untuk pertumbuhan kacang hijau adalah tekstur liat berlempung yang banyak mengandung bahan organik. Vegetasi tersebut tumbuh dan berkembang sesuai dengan hujan efektif ( Hanum. Syarat Tumbuh Iklim Suhu optimum untuk aktivitas metabolisme maksimum berbeda untuk setiap jenis tanaman. Tanah Kacang hijau akan tumbuh subur pada tanah liat atau tanah liat berpasir yang cukup kering dengan pH 5. karena pemanjangan batang permulaannya tergantung pada jaringan batang .8-7. 2009 ).7 ( http://nidablog. atau terputus-putus sepanjang sekat-sekat semuanya (Tjitrosoepomo.com.

1983 ). Pertumbuhan adalah hasil dari jaringan proses metabolik yang berjalan pada tumbuhan. Dibawah kondisi yang normal. 1987 ). temperatur. dkk. Tanaman yang bertambah panjang ditempat gelap belum dapat dikatakan tumbuh walaupun volumenya bertambah karena bobot keringnya sebenarnya menurun akibat respirasi yang terus berlangsung. Cahaya meliputi pada lekukan dari batang morfogenesis. giberelin. kelembaban. Adapun alat yang digunakan adalah cangkul untuk membersihkan gulma dan mengolah lahan. Pertumbuhan adalah manifestasi yang paling jelas. Tidak hanya lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan. meteran untuk mengukur lahan dan mengukur tinggi tanaman. vitamin. tali plastik untuk membatasi lahan. dan faktor nutrisi mempengaruhi akhir morfologi dari tanaman.baru yang terbentuk pada ujung dan karena banyak rangsangan hormonal ( Goldsworthy dan Fisher. kompos sebagai media tanam. Embrio yang masih sangat muda membutuhkan auksin. Pertumbuhan tanaman dapat didefenisikan sebagai bertambah besarnya tanaman yaang diikuti oleh peningkatan bobot kering. Sedangkan fotosintesis tidak terjadi. tetapi juga banyak faktor seperti cahaya. kondisi dan bentuk proses lebih besar daripada destruktif dengan hasil yang meningkat pada zat dari tumbuhan. kelembaban. BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan Percobaan dilakukan di lahan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. 1996 ).dan nutrisi mempunyai efek yang lebih halus. 2001 ). Bahan dan Alat Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah benih kacang hijau ( Phaseolus radiatus L. Faktor lingkungan juga penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. ayakan untuk mengayak pasir dan top . Pertumbuhan zat tumbuh selalu merupakan hasil dari konstruktif metabolisme dan menyertai dengan kenaikan berat basah ( Pradhan. Percobaan ini dilakukan pada tanggal 21 Agustus 2009 sampai selesai. 1981 ). Dalam keadaan normal pertambahan volume diikuti oleh peningkatan bobot kering ( Darmawan dan Baharsjah. pasir. dan top soil. Penelitian kultur embrio enunjukkan bahwa embrio membutuhkan sejumlah zat tumbuh tergantung pada stadium perkembangannya. dan mungkin juga siklitor dan senyawa-senyawa lain sampai mencapai perkembangan yang normal ( Prawiranata. Temperatur. tetapi juga mempengaruhi perubahan morfologi ( Ting. label nama untuk memberi tanda pada polibag.) sebagai objek percobaan. sitokinin. batu bata sebagai alas polibag. Medan dengan ketinggian kurang lebih 25 m dpl. sebagai wadah percobaan.

gembor untuk menyiram tanaman dan spanduk sebagai pembatas lahan. Dibersihkan lahan dari gulma dan disusun batu bata sebanyak 4 buah dengan dua batu bata sebagai lanjaran setiap polibag. Dicatat data dan digambar grafiknya. Prosedur Percobaan Adapun prosedur percobaan yang dilakukan pada kurva sigmoig adalah iisi media kedalam polibag yaitu campuran top soil.soil. alat tulis untuk menulis data. Tinggi Tanaman MST 3 September 2009 10 September 2009 16 September 2009 24 September 2009 1 Oktober 2009 8 Oktober 2009 15 Oktober 2009 22 Oktober 2009 SAMPEL I 16 17 20.5 47 48 51 54 55 56 17 18 23.5 24. buku data untuk menulis data.5 26 28 29 30 30 36 46. Dibuat tiga buah lubang pada polibag. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil 1. Ditanam benih yang sudah direndam pada polibag sebanyak tiga benih tiap lubang.5 21 23 25 25 26 II 19 20 25.8 28 TOTAL RATAAN Grafik tinggi tanaman 2. Direndam benih kacang hijau yang hendak ditanam dalam air selama 15 menit. Diamati jumlah daun ( helai ) dan tinggi tanaman ( cm ) tiap minggu. 23. pasir dan kompos dengan perbandingan 2:1:1.8 27 27. Jumlah Daun MST SAMPEL I II TOTAL RATAAN .

kemudian berangsurberangsur menjadi lebih cepat sampai tercapai suatu maksimum. Dari hasil percobaan diketahui bahwa pertumbuhan kacang hijau (Vigna radiata) jika digambarkan dalam grafik akan membentuk kurva sigmoid (bentuk S). namun lama kelamaan terus meningkat yaitu dari rata-rata 18 cm menjadi 23 cm.5 3. dkk.5 9 Pembahasan Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa tinggi tanaman mengalami kenaikan. Keduanya dalam bentuk sigmoid. tetapi kemudian meningkat. Ini karena pada saat itu.5 8 8. kemudian 24. Fase ini dinamakan fase linier. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa pada pengamatan jumlah daun. yang merupakan fase pertama dalam pertumbuhan. Fase logaritmik berarti bahwa laju pertumbuhan lambat pada awalnya. kenaikan mula-mula tidak begitu cepat. tumbuhan telah memasuki fase penuaan. (1991 ) yang menyatakan bahwa fase linear menunjukkan pertumbuhan yang berlangsung konstan. tapi kemudian meningkat terus.5 6 6. Hal ini sesuai dengan literatur Salisbury dan Ross (1992 ) yang menyatakan bahwa kurva menunujukkan ukuran kumulatif sebagai fungsi dari waktu. akhirnya laju tumbuh . Hal ini sesuai dengan literatur Gardner.5 helai kemudian meningkat lagi menjadi 9 helai. Hal ini sesuai dengan literatur Tjitrosomo (1991) yang menyatakan bahwa pertumbuhan tanaman mula-mula lambat.25 cm. Fase selanjutnya yaitu pertumbuhan berlangsung secara konstan dimana rata-rata kedua sampel tetap pada minggu ke-3 dan ke-4 pengamatan. Kurva ini menggambarkan baik pertumbuhan tinggi tanaman maupun jumlah daun. Laju berbanding lurus dengan ukuran organisme. yaitu 23. 8 cm lalu 27 cm. jumlah daun meningkat dari minggu ke-6 menuju minggu ke-7 dan ke-8 yaitu dari rata-rata 8 helai menjadi 8. Dari hasil pengamatan pada jumlah daun dapat diketahui bahwa pertumbuhan jumlah daun lambat pada awalnya. Hal ini sesuai dengan literatur Salisbury dan Ross (1992) yang menyatakan bahwa fase penuaan dicirikan oleh laju pertumbuhan yang menurun saat tumbuhan sudah mencapai kematangan dan mulai menua. dimana tanaman pada saat ini berada pada fase logaritmik.3 September 2009 10 September 2009 16 September 2009 24 September 2009 1 Oktober 2009 8 Oktober 2009 15 Oktober 2009 22 Oktober 2009 Grafik Jumlah Daun 1 3 4 6 6 8 8 9 1 2 3 5 7 8 9 9 2 6 9 13 14 15 17 18 1 2. Kenaikan ini menunjukkan ukuran kumulatif dari waktu ke waktu.

S. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa tinggi tanaman dan jumlah daun mengalami 3 fase perumbuhan. dan J. dari 17 cm menjadi 18 cm kemudian menjadi 23 cm. pertambahan ukuran berlangsung secara konstan. R. 4. R.P. dan fase penuaan. Semarang. Dasar-Dasar Ilmu Fisiologi Tanaman. fase linear dan fase penuaan. laju pertumbuhan lambat pada awalnya tetapi kemudian meningkat terus. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa laju pertambahan tinggi tanaman dan jumlah daun membentuk kurva sigmoid.8 cm menjadi 27 cm dan 27.. F. 1991. Baharsjah. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa pada pengamatan.. Kenaikan ini menunjukkan ukuran kumulatif dari waktu ke waktu. DAFTAR PUSTAKA Darmawan. Fase selanjutnya yaitu pertumbuhan berlangsung secara konstan. dimana laju pertumbuhan berbanding lurus dengan ukuran organisme. laju berbannding lurus dengan ukuran organisme. Pada fase linear. ke-5. dimana tanaman pada saat ini berada pada fase logaritmik. ke-2 dan ke-3. 3.5 cm. yaitu dari 23. L. 1983.5 cm menjadi 24. saat tumbuhan sudah mencapai kematangan dan mulai menua. Fase ini dinamakan fase linear.menurun. UI-Press. Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa tinggi tanaman mengalami kenaikan. jumlah daun. Suryadaru Utama. Saran Sebaiknya praktikum menggunakan media tanam yang banyak mengandung bahan organik dan merawat tanaman dengan baik agar didapat hasil yang optimal. ke-6 dan ke-7. Pada fase logaritmik. Gadner. pertumbuhan meningkat terus.. Fisiologi Tanaman Budidaya. Pearce. Jakarta. 5. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa tinggi tanaman mengalami kenaikan pada minggu ke-1. pertambahan tinggi tanaman hampir konstan. Fase penuaan dicirikan oleh laju pertumbuhan yang menurun. fase linear.. Tiga fase utama biasanya mudah dikenali. Apabila digambarkan dalam grafik dalam waktu tertentu akan terbentuk kurva sigmoid (bentuk S). PT. yaitu fase logaritmik. 2. . dan Mitchell. Pada minggu ke-4.B. Ini karena tanaman telah memasuki fase penuaan. Pada saat ini tumbuhan memasuki fase penuaan. Hal ini sesuai dengan literatur Tjitrosomo (1999) yang menyatakan bahwa kurva menunjukkan ukuran kumullatif sebagai fungsi dari waktu. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. Penerjemah Herawati Susilo. Pada saat ini tumbuhan memasuki fase logaritmik. yaitu fase logaritmik.

. Harranm S. http:// 21lidah shiro.. Tjitrosomo.K. dan Gizi. blogspot. Morfologi Tumbuhan.. Goldsworthy. 1999. Bandung... E. A..M. Bandung. plantamor.G. 1998. Bogor. dan M.Wesley Publishing Company. M. New Delhi. dan Fisher. I. Medan. http://nidablog. Yamaguchi.. C.com. http://www.Guslim. Yogyakarta. 1987. dan Tjondronegoro. Salisbury.. dkk. diakses pada tanggal 7 september 2009. V. Tata Mc-Graw Hill. blogspot. 1981. com.E. Yogyakarta. Pradhan. diakses pada tanggal 7 september 2009. 2001. Plant Physiology. S. Fisiologi Tumbuhan. Mukherji. ITB.W. Botani Umum 2.. S. 1997... org. Ting. Penuntun Praktiikum Agrklimatologi. Agroklomatologi. G. Addision. Penerjemah Catur Herison. Pradaya Paramita. Hanum. Penerjemah Surjowinoto. Penerjemah Tohari. N.. Bandung. http://www.. Fisiologi Tanaman Budidaya Tropik. Gadjah Mada University Press.blogspot. 2002.P. 1979. and Glosh. Gadjah Mada University Press. Plant Physiology. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. USU.. diakses pada tanggal 9 september 2009. USU Press. Klimatologi Pertanian Dasar.. 2001. P.. 1996. Rubatzky.. F. R. dan Wibisono. Sayuran Dunia I Prinsip produksi. diakses pada tanggal 7 september 2009. Har-Anand. 2009. dan Ross. Medan. diakses pada tanggal 15 september 2009. http://lidah shiro. Angkasa. 1992. California Van Steenis. ITB. ITB. Manan.J.B. Tjitrosoepomo. P. com.. Fakultas Pertanian.com. W. Plant Fisiology. C. Jakarta . jendela ekologi.. C. Bandung. S.G. 2009.S. Flora: Untuk Sekolah di Indonesia. ITB. Prawiranata.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->