Karakteristik Motor

PRINSIP KERJA DAN KARAKTERISTIK MOTOR
A. PENDAHULUAN Setiap motor maupun sepeda motor biasanya memuat data utama dan karakteristik mesin yang digunakan. Data tersebut terdapat pada buku pedoman pemilik, brosur penjualan dan buku pedoman perbaikan sepeda motor. Pemahaman data utama dan karekteristik mesin sepeda motor penting dipahami oleh mekanik maupun penjual sepeda motor. Bagi mekanik pemahaman karakteristik sepeda motor sebagai dasar untuk perawatan dan perbaikan sehingga kinerja sepeda motor optimal, namum bagi penjual informasi ini dapat disampaikan kepada calon pembeli sebagai pertimbangan dalam memilih sepeda motor sesuai dengan karakteristik penggunaan sepeda motor. Berikut ini merupakan contoh data utama dan karakteristik sepeda motor merk Yamaha Crypton dan Honda Astrea Grand: Tabel 1. Perbandingan data dua model sepeda motor
Bagian Type Mesin Susunan Silinder Kapasitas silinder Diameter x Langkah Perbandingan Kompresi Daya Maksimum Torsi Maksimum Kapasitas pelumas Merk Tipe/ Model Yamaha Crypton Honda Astrea Grand 4 tak, SOHC, Pendinginan 4 tak, OHC, Pendinginan udara tekan udara Satu silinder, kemiringan Silinder tunggal 10º dari vertikal 101,8 CC 97,1 Cm2 49,0 x 54,0 mm 9,0 : 1 8,3 PS/ 8000 rpm 0,87 Kg-m pada 6500 rpm 0,80 liter penggantian periodik dan 1 liter bila bongkar mesin Oli SAE 20W/50, API Service SE 50 x 49,5 mm 8,8 : 1 7,5 DK/ 8000 rpm 0,77 kg-m pada 6000 rpm 0,75 l peng. Periodik 0,90 l bongkar mesin Oli SAE 20W/50, API Service SE

1

Karakteristik Motor

B. KLASIFIKASI MOTOR Motor bakar dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu: 1. Motor pembakaran luar (Exsternal Combustion Engine), yaitu motor yang pembakarannya diluar mesin. Contoh : mesin uap, turbin uap dan lain-lain. 2. Motor pembakaran dalam (Internal Combustion Engine), yaitu motor yang proses pembakaran berada di dalam mesin itu sendiri. Contoh : Motor diesel, motor bensin, motor wankel dan lainlain.

Gb 1.1 Macam motor bakar Sedangkan motor pembakaran dalam (Internal Combustion Engine) dapat diklasifikasikan: 1. Berdasarkan aplikasinya Motor penggerak mobil, truk, lokomotif, pesawat ringan, kapal, penggerak serbaguna dan pembangkit listrik. 2. Berdasarkan dasar disain mesinnya : a. Gerak bolak-balik dengan susunan silinder In-line, V, rotary dan berlawanan b. Gerak putar seperti motor Wankel.

2

Karakteristik Motor

3.Berdasarkan siklus kerjanya :
Motor 4 tak dan motor 2 tak 4. Berdasarkan katup dan desain lubang katup a. Susunan katup: model I, L, H, F b. Jumlah katup : Single Valve (Tiap silinder katup In maupun Ex adalah satu), Multi Valve (Tiap silinder katup In maupun Ex lebih dari satu) c. Mekanik katup : OHV (Over Head Valve), OHC (Over Head Cam Shaft), DOHC (Double Over Head Cam Shaft). 5. Berdasarkan bahan bakarnya : a. Bensin, b. solar, c. LPG (Liquit Petroleum Gas), d. alchohol, e. hydrogen. 6. Berdasarkan metode mencampurnya : a. Karburator, b. injeksi pada saluran masuk, c. injeksi ke dalam silinder. 7. Berdasarkan metode pengapian: a. Percikan busi (motor bensin), b. tekanan kompresi ( motor diesel). 8. Berdasarkan desain ruang bakar: a. Ruang bakar langsung: b. Ruang bakar tak langsung: 9. Berdasarkan metode kontrolnya : a. Throttling yaitu mengatur jumlah campuran udara dan bahan bakar dengan throttle, b. Hanya mengatur aliran bahan bakar c. Kombinasi 10. Berdasarkan sistem pendinginnya : a. Pendinginan air b. Pendinginan udara C. MOTOR 4 TAK Motor 4 tak merupakan motor yang satu siklus kerjanya diperlukan 4 langkah piston atau 2 putaran engkol. Empat langkah piston tersebut adalah: 1. Langkah Hisap

3

Terbakarnya campuran bahan bakar menyebabkan temperatur dan tekanan didalam silinder naik. Proses kerja motor 4 tak tersebut adalah sebagai berikut: Langkah Hisap Piston bergerak dari TMA (Titik Mati Atas) menuju TMB (Titik Mati Bawah).Karakteristik Motor 2. Gb. 1. untuk mengenang jasanya maka motor 4 tak sering disebut motor Otto. Turunnya tekanan di dalam silinder menyebabkan adanya perbedaan tekanan diluar silinder dengan didalam silinder sehingga campuran bahan bakar terhisap masuk ke dalam silinder. Langkah Buang Siklus motor 4 tak ini ditemukan oleh seorang insiyur Jerman. yaitu Nikolas A. 3 Langkah Kompresi Langkah Usaha Beberapa saat sebelum TMA. Langkah Usaha 4. melalui batang piston gaya tekan piston 4 . busi memercikkan api sehingga membakar campuran bahan bakar. Langkah Kompresi 3. 1. Posisi katup hisap dan katup buang tertutup.2 Langkah Hisap Langkah Kompresi Piston bergerak dari TMB menuju TMA. Gerakan piston menyebabkan volume didalam silinder mengecil dan memampatkan/ mengkompresi campuran bahan bakar didalam silinder sehingga tekanan dan temperatur naik. Gb. Akibat gerakan piston volume didalam silinder membesar sehingga tekanan turun. Posisi katup hisap terbuka dan katup buang tertutup. Tekanan mendorong piston dari TMA menuju TMB. Otto pada tahun 1876.

Siklus kerja motor 4 tak dapat digambarkan sebagai berikut: 5 . Posisi katup hisap tertutup dan katup buang terbuka. Gb. pada poros engkol digunakan untuk memutar beban. 5 Langkah Buang Setelah langkah buang maka motor melakukan langkah hisap. 1. demikian seterusnya sehingga selama ada proses pembakaran maka motor berputar terus. usaha dan buang.Karakteristik Motor digunakan untuk memutar poros engkol. 1. Gerakan piston menyebabkan piston mendorong gas buang ke luar menuju knalpot melalui katup buang. kompresi. Gb. 4 Langkah Usaha Langkah Buang Piston bergerak dari TMB menuju TMA.

Karakteristik Motor Gb. usaha dan buang. proses ini lebih popular dengan istilah proses pembilasan. 1. Sedangkan istilah proses pemasukan diguna untuk proses masuknya campuran ke dalam ruang engkol (crankcase). kompresi. MOTOR 2 TAK Motor 2 tak merupakan motor yang satu siklus kerjanya diperlukan 2 langkah gerakan piston atau 1 putaran engkol. yaitu proses pemasukan gas baru dan mendorong gas buang agar gas buang. Dalam 2 langkah piston di atas piston atau di dalam silinder terdapat proses pemasukan campuran bahan bakar. Sedangkan di bawah piston atau didalam bak engkol terdapat dua proses yaitu menghisap campuran bahan bakar dari karburator dan proses memompa campuran ke dalam silinder. Tujuan pembilasan untuk menjamin gas dibuang didalam silinder dapat terbuang dengan sempurna. Pada motor 2 tak proses pemasukan campuran bahan bakar ke dalam silinder bersamaan dengan proses pembuangan.6 Siklus kerja motor 4 tak D. Cara kerja motor 2 tak dapat digambarkan sebagai berikut: 6 .

pada poros engkol digunakan untuk memutar beban. Tekanan mendorong piston dari TMA menuju TMB. Proses Usaha dan kompresi di bak engkol Beberapa saat sebelum TMA. busi memercikkan api sehingga membakar campuran bahan bakar. 1. maka didalam silinder terjadi proses kompresi. Terbakarnya campuran bahan bakar menyebabkan temperatur dan tekanan didalam silinder naik. Gb. Proses di bawah piston saat piston bergerak dari TMA ke TMB menyebabkan ruang engkol mengecil 7 . 7 Proses pemasukan dan kompresi Dibawah piston terjadi proses pemasukan campuran bahan bakar. gerakan piston menyebabkan campuran bahan bakar yang masuk dikompresi sehingga tekanan dan temperatur naik. 8 Proses usaha dan kompresi di bak engkol piston digunakan untuk memutar poros engkol. Turunnya tekanan di dalam bak engkol menyebabkan adanya perbedaan tekanan di luar bak engkol dengan di dalam bak engkol sehingga campuran bahan bakar terhisap masuk ke bak engkol dengan membuka katup harmonika (reed valve). proses ini dimulai saat lubang bilas dan buang tertutup piston.Karakteristik Motor Pemasukan dan kompresi Saat piston bergerak dari TMB menuju TMA. maka ruang bak engkol membesar sehinggga tekanan turun.1. melalui batang piston gaya tekan Gb. Saat piston bergerak ke TMA.

Karakteristik Motor sehingga tekanan naik. proses pemasukan campuran terhenti.. Volume silinder ditentukan oleh diameter silinder dan panjang langkah piston. 1.9 Proses buang Proses Pembilas Saat piston semakin mendekati TMB tekanan di bak engkol semakin besar. Sementara itu tekanan dibawah piston semakin besar akibat ruang engkol yang semakin mengecil. lubang buang terbuka sehingga gas buang mengalir ke luar melalui saluran buang ke knalpot. sehingga campuran bahan bakar dari bak engkol mengalir ke dalam silinder untuk mengisi silinder dengan gas baru dan mendorong gas buang ke luar sehingga silinder benar-benar bersih dari gas buang. Besar volume silinder dapat dihitung dengan rumus: VL = π/4 D2 x L VL = Volume langkah ……. sementara itu lubang bilas terbuka. Gb. 10 Proses pembilasan E. naiknya tekanan menyebabkan reed valve menutup. cc (1) 8 . Proses Buang Beberapa derajat langkah usaha. VOLUME SILINDER Volume silinder merupakan volume di dalam silinder yang terbentuk dari perubahan langkah piston. Gb.

Long stroke : panjang langkah piston lebih besar dari pada diameter silinder 2.95 = 97. L = 49.14 / 4 x 52 x 4.19 cc Ditinjau dari perbandingan diameter silinder dengan panjang langkah piston.5 mm = 4. 1. Over Square : panjang langkah piston lebih kecil dari pada diameter silinder Gb. yaitu: 1. Solusi: D = 50 mm = 5 cm.5 mm.95 cm VL = π/4 D2 x L = 3. motor dapat diklasifikasikan menjadi 3. Square : panjang langkah piston sama dengan diameter silinder 3.Karakteristik Motor D L = Diameter silinder …… cm = Pangjang langkah …….. cm Contoh : Tentukan volume langkah sepeda motor Honda Astrea Grand bila diketahui diameter silinder 50 mm dan panjang langkah piston 49.11 Macam perbandingan diameter silinder dengan langkah 9 .

0 / 54.Karakteristik Motor Perbandingan diameter silinder dengan panjang langkah piston (D/L) untuk motor bensin ukuran kecil sampai menengah adalah 0.1 cc 110.0 / 54.0 /50.6 mm 59.8 cc 109 cc 109 cc 111.0 mm 49.4 mm VL 124.0 mm 54.5 /48.0 / 48.9 cc 196.4 cc 102.2 mm 59.6 cc 148 cc Kategori Long stroke Over square Over square Square Long stroke Long stroke Long stroke Over square Over square Over square Over square F.9 cc 149 cc 110.5 / 62.0 / 52.0 mm 51.4 / 57.8 sampai 1. Tabel 2 Perbandingan diameter dan panjang langkah psiton Merk / tipe Honda Karisma Honda Tiger Honda NSR 150R Yamaha Force 1 Yamaha αIIR Yamaha Jupiter Z Yamaha Cypton Suzuki Tornado Suzuki Shogun Kawasaki Kaze Kawasaki Ninja Siklus 4 tak 4 tak 2 tak 2 tak 2 tak 4 tak 4 tak 2 tak 4 tak 4 tak 2tak D /L 52.0 / 54.0 mm 53. VOLUME KOMPRESI 10 .0 mm 50.5.0/54. sedangkan untuk motor ukuran besar kecepatan rendah adalah 0. Contoh beberapa perbandingan diameter silinder dengan panjang langkah beberapa merk dan tipe sepeda motor.2.3 cc 101.9 mm 63.0 / 52.8 mm 53.5 mm 52.

PERBANDINGAN KOMPRESI Perbandingan kompresi merupakan perbandingan volume di dalam silinder saat piston di TMB dengan saat piston di TMA. sedangkan saat piston di TMA adalah volume kompresi. Volume silinder saat piston di TMB adalah volume langkah ditambah volume kompresi. 1. Volume kompresi juga disebut volume ruang bakar karena saat piston di TMA volume yang tersisa adalah volume pada ruang bakar. 1. Gb. Dengan demikian perbandingan kompresi dapat dirumuskan: Gb. cc VC = Volume kompresi …… cc Contoh (2) 11 .12 Volume Kompresi G. atau penggantian gasket dengan ukuran yang lebih tipis. 13 Perbandingan Kompresi VL + VC E = VC E = Perbandingan kompresi VL = Volume langkah …….Karakteristik Motor Volume kompresi merupakan volume didalam silinder saat piston di TMA.. Volume ruang bakar dapat berkurang akibat adanya endapan karbon sisa pembakaran yang menempel pada ruang bakar.

semakin tinggi efisiensi mesin.Karakteristik Motor Tentukan perbandingan kompresi sebuah sepeda motor bila diketahui volume langkah 100 cc dan volume kompresi 15 cc. Cara mengurangi volume kompresi adalah: 1. terdengar suara pukulan piston ke dinding silinder (knocking) dan mesin panas (over heating) keadaan tersebut sering disebut detonasi. Piston jangan sampai membentur katup 3. Besar perbandingan kompresi pada sepeda motor 4 tak sebesar 8 – 10 : 1 2 tak sebesar 6 – 8 : 1 Meningkatkan perbandingan kompresi dapat dilakukan dengan mengurangi volume kompresi. daya rapat menurun. Perubahan perbandingan kompresi dapat diketahui untuk menyesuaikan kebutuhan nilai oktan bahan bakar sehingga detonasi dapat dicegah.67 : 1 Semakin tinggi perbandingan kompresi. Mengurangi atau membubut kepala silinder Hal-hal yang harus diperhatikan saat meningkat perbandingan kompresi antara lain: 1. sehingga terjadi fluktuasi tekanan pembakaran. namun semakin tinggi perbandingan kompresi menyebabkan tekanan dan temperatur kompresi semakin tinggi sehingga bahan bakar dapat terbakar sendiri sebelum busi memercikkan api bila hal itu terjadi maka proses pembakaran menjadi tidak terkendali. 12 . Mengurangi tebal gasket kepala silinder 2. Kompresi jangan sampai bocor (gasket yang tipis menyebabkan elasitas gasket menurun.67 Jadi besar perbandingan kompresinya adalah = 7. 2. peluang bocor meningkat). Solusi : VL = 100 cc dan VC = 15 cc VL + VC E = VC = 15 100 + 15 = 7.

8 : 1 Solusi: D = 50 mm = 5 cm.19 cc VL VC = E–1 = 8. Informasi tentang volume kompresi jarang ditentukan.95 cm E = 8. cc VC = Volume kompresi …… cc Contoh : Tentukan volume kompresi sepeda motor Honda Astrea Grand bila diketahui diameter silinder 50 mm dan panjang langkah piston 49. Untuk mencari volume kompresi dapat dilakukan menggunakan rumus: VL VC = E-1 E = Perbandingan kompresi VL = Volume langkah …….14 / 4 x 52 x 4.8 VL = π/4 D2 x L = 3. Hubungan perbandingan kompresi dengan nilai oktan Perbandingan Kompresi 6:1 7:1 8:1 9:1 10 : 1 11 : 1 12 : 1 Nilai Oktan 81 87 92 96 100 104 108 Pada buku pedoman sepeda motor maupun brosur-brosur tentang sepeda motor biasanya tertulis infomasi tentang diameter silinder.5 mm = 4. L = 49.8 – 1 97.95 = 97. perbandingan kompresi 8.46 cc (3) 13 .Karakteristik Motor Tabel 3. panjang langkah piston dan perbandingan kompresi..5 mm.19 = 12.

187 14 . maupun momen maksimal. = 9.(VGa –VGb) = 12. Hal itu dapat dimengerti karena kapasitas silinder suatu motor relatitif tetap dibandingkan indikator kemampuan motor yang lain seperti daya.57 .8 mm menjadi 0.87 cc VL + VCb Perbandingan kompresi baru = VCb 97.05 = 0. Kapasitas silinder merupakan informasi pokok tentang suatu motor dan sering dijadikan indikator tentang kemampuan motor tersebut.Karakteristik Motor Contoh : Tentukan perbandingan kompresi motor di atas bila gasket kepala silinder diganti dari tebal 0.5 mm.187 – 8.387 H.05 cm Perbedaan volume tebal gasket adalah: Semula VGa = = π/4 D2 x t(awal) = 3.14/4 x 52 x 0.8 mm = 0.187 atau naik 9.08 cm .57 cc Baru VGb = π/4 D2 x t(akhir) = 3.87 Jadi dengan mengurangi tebal gasket sebesar 0.59 cc Volume kompresi baru (VCb) = Vc .87 = 11.8 mm menjadi 0.5 mm = 0. t(akhir) = 0.08 = 1.8 = 0.98 = 0.14/4 x 52 x 0.59 = 11. Solusi: t(awal) = 0.19 + 11.5 mm maka perbandingan kompresi naik dari 8.3 mm yaitu dari tebal 0. KAPASITAS SILINDER Kapasitas silinder merupakan total volume langkah pada suatu motor.0.8 menjadi 9.46 .98 cc Perbedaan volume gasket = VGa – VGb = 1.0.

5) (4) Contoh : Tentukan kapasitas silinder sepeda motor 4 tak 2 silinder.34 cc I. L = 50 mm = 5 cm. Panjang langkah 3.Karakteristik Motor Kapasitas silinder dipengaruhi oleh 3 faktor utama. Diagram indikator merupakan sumber informasi tentang proses yang terjadi didalam silinder. Kapasitas silinder = π/4 D2 x L x K = 3. Solusi : D = 50 mm = 5 cm. DIAGRAM INDIKATOR Diagram indikator merupakan diagram yang menggambarkan perubahan tekanan di dalam silinder motor pada satu siklus kerja. Jumlah silinder Rumus: Kapasitas Silinder = π/4 x D2 x L x K D = Diameter silinder ……… cm L = Panjang langkah ………. Diagram indikator motor 4 tak adalah sebagai berikut: K=2 15 . Diameter silinder 2.34 cm3 = 196. Cm K = Jumlah silinder Dari rumus di atas.14/ 4 x 52 x 5 x 2 = 196. maka kapasitas silinder merupakan volume langkah kali jumlah silinder. Kapasitas Silinder = VL x K (1. yaitu : 1. bila diketahui diameter silinder 50 mm dan panjang langkah 50 mm.

Karakteristik Motor Keterangan: 0. 16 .2 2-3 3-4 4-0 Langkah hisap Langkah kompresi Naiknya tekanan akibat proses pembakaran Langkah usaha Langkah buang Gb. Semakin banyak campuran yang dibakar di dalam silinder semakin besar tekanan rata-ratanya. 1. TEKANAN RATA. Perubahan tekanan akan digambar pada kertas yang telah tersedia. tekanan hasil pembakaran tergantung dari jumlah campuran bahan bakar yang dibakar. 1. Alat tersebut akan mendeteksi perubahan tekanan didalam silinder saat motor hidup. dari gambar yang dihasilkan dapat ditentukan berapa tekanan rata-rata didalam silinder saat putaran tertentu Gb.RATA Diagram indikator suatu motor diamati menggunakan Farnborough tester.1 1.15 Farnborough test dan diagram yang dihasilkan Tekanan rata-rata di dalam silinder tergantung dari tekanan hasil pembakaran. 14 Diagram tekanan VS volume motor 4 tak J.

Karakteristik Motor K. DAYA INDIKATOR ( INDICATOR POWER) Daya indikator merupakan daya secara nyata yang dihasilkan silinder motor. Daya indikator merupakan daya motor yang dihitung berdasarkan indikator tekanan rata-rata di dalam silinder... m n = langkah usaha per menit Gaya yang mendorong piston: = tekanan rata-rata x luas piston = Pm x A ( satuan: N/m2 x m2 = N) Usaha yang dihasilkan tiap langkah usaha: = Gaya x jarak = (P m x A) x L (satuan: N x m = Nm = J) (6) (7) Usaha per menit: = Usaha tiap langkah usaha x jumlah langkah usaha per menit = Pm x A x L x n (satuan: J/ menit) Usaha per detik:: = Usaha tiap langkah usaha x jumlah langkah usaha per menit Pm x A x L x n = (8) 60 ( satuan : J / detik) Usaha Daya indikator (ip) = Waktu Pm A L n ip = 60 1 watt (W) = 1 joule/ detik joule/ detik atau watt 17 . ( Pa = N/m2) A = lua permukaan piston ……………… m2 L = panjang langkah piston …………. Daya indikator dapat dihitung berdasarkan informasi: Pm = tekanan rata-rata didalam silinder ….

m = luas permukaan piston …….. DAYA INDIKATOR MOTOR 2 TAK Pada motor 2 tak tiap satu siklus dibutuhkan 1 putaran mesin atau 1 Rpm (Revolution per minute) sama dengan 1 langkah usaha. Jadi 1 PS = 75 kg-m/detik. 18 . m2 = putaran mesin …………. watt = tekanan rata-rata ………. Dengan demikian jumlah langkah usaha: n=NxK dimana : N = putaran mesin ……. N/ m2 = panjang langkah …………. Pm L A N K ip 2tak = 60 ip Pm L A N K = daya indicator ………. 1 PS merupakan tenaga yang diperlukan untuk menggerakkan obyek 75 kg sejauh 1 meter dalam 1 detik.Karakteristik Motor Satuan metrik 1 Horse Power (HP) = 735 Nm/detik= 735 J/detik = 735 W Satuan Inggris 1 Horse Power (HP) = 550 ft-lb/detik= 746 W Ukuran daya juga menggunakan satuan PS dari bahasa Jerman Prerd Strarke (Yamaha Technical Academy). L.. Rpm = jumlah silinder (10) (9) Contoh: Tentukan daya motor 2 tak. 2 silinder bila diketahui panjang langkah 60 mm. tekanan rata-rata 750 kPa pada putaran 2500 rpm. rpm K = jumlah silinder Dengan demikian rumus daya indicator motor 2 tak adalah. diameter silinder 70 mm. di Indonesia sama dengan Daya Kuda (DK).

Kg/ cm2 panjang langkah ………….003848 x 2500 x 2 = = 60 14430 W = 14.06 m D = 70 mm = 0.000 N/ L = 60 mm = 0.Karakteristik Motor Solusi: P m = 750 kPa = 750. DK tekanan rata-rata ……….63 HP Daya indicator motor 2 tak dalam satuan Prerd Strarke (PS) atau Daya Kuda (DK). cm2 putaran mesin …………. Rumus: Pm L A N K ip 2tak = 60 x 75 x 100 ip Pm L A N K = = = = = = daya indicator ……….07 m N = 2500 rpm K = 2 Luas permukaan piston A = π/4 D2 = π/4 (0.43 kW 1 Horse Power (HP) = 735 W Jadi daya motor tersebut dalam satuan HP adalah: Ip = 14430/ 735 = 19.003848 m2 Daya indikator: Pm L A N K ip 2tak = 60 750. cm luas permukaan piston …….000 x 0.. Rpm jumlah silinder (11) 19 .07)2 = 0.06 x 0.

Daya maks 27. diameter silinder 60 mm.16 Motor Honda NSR 150R. 1.274 x 3000 x 1 = 60 x 75 x 100 = 6. tekanan rata-rata 7 kg/ cm 2 pada putaran 3000 rpm.04 Kg-m pada 9500 rpm.274 cm2 Pm L A N K ip 2tak = 60 x 75 x 100 7 x 5 x 28.Karakteristik Motor Tentukan daya motor 2 tak. 1 silinder bila diketahui panjang langkah 50 mm.597 Dk Gb.7 PS pada 10500 rpm. Solusi : P m = 7 kg/ cm2 L = 50 mm = 5 cm D = 60 mm = 6 m N K = 2500 rpm = 1 Luas permukaan piston A = π/4 D2 = π/4 62 = 28. 20 . Volume silinder 149 cc. Torsi maks 2. 2 tak 1 silinder pendinginan air.

05 m = 60 mm = 0.. diameter silinder 60 mm. Rpm jumlah silinder Contoh : Motor 4 tak.06)2 = 0. m2 putaran mesin …………. rpm K = jumlah silinder Dengan demikian rumus daya indikator motor 4 tak adalah. N/ m2 panjang langkah …………. DAYA INDIKATOR MOTOR 4 TAK Pada motor 4 tak tiap satu siklus dibutuhkan 2 putaran mesin atau 1 Rpm (Revolution per minute) sama dengan 1/2 langkah usaha. Pm L A N K ip 4 tak = 2 X 60 (13) (12) Ni Pm L A N K = = = = = = daya indicator ………. Dengan demikian jumlah langkah usaha: n=½NxK dimana : N = putaran mesin ……. 1 silinder mempunyai panjang langkah 50 mm. watt tekanan rata-rata ………. m luas permukaan piston …….000 N/ m2 = 50 mm = 0.06 m = 2000 rpm = 1 Luas permukaan piston A = π/4 D2 = π/4 (0..002827 m2 21 . Tentukan daya indikator motor bila tekanan rata-rata 600 kPa pada putaran 3000 rpm Solusi: Pm L D N K = 600 kPa = 600.Karakteristik Motor M.

14) Contoh: Tentukan daya motor 4 tak. Rpm jumlah silinder (1. DK tekanan rata-rata ……….000 x 0.002827 x 2000 x 1 = 2 x 60 = 14135 W = 14.Karakteristik Motor Daya indikator: Pm L A N K ip 4 tak = 2 x 60 600.23 HP Daya indicator motor 4 tak dalam satuan Prerd Strarke (PS) atau Daya Kuda (DK). cm2 putaran mesin ………….. diameter silinder 60 mm. tekanan rata-rata 8 kg/ cm 2 pada putaran 4000 rpm Solusi: P m = 8 kg/ cm2 L = 60 mm = 6 cm D = 60 mm = 6c m N = 4000 rpm K = 1 22 . cm luas permukaan piston ……. 1 silinder bila diketahui panjang langkah 60 mm.135 kW 1 Horse Power (HP) = 735 W Jadi daya motor tersebut dalam satuan HP adalah: ip = 14135/ 735 = 19.5 x 0. Rumus: Pm L A N K ip 4 tak = 2 x 60 x 75 x 100 ip Pm L A N K = = = = = = daya indicator ………. Kg/ cm2 panjang langkah ………….

4 tak 1 silinder pendinginan udara. N.1 cc.5 DK pada 8000 rpm.03 PS Gb. Volume silinder 97. Daya maks 7.77 Kg-m pada 6000 rpm.17 Motor Honda Astrea Grand. 1.27 c m2 Pm L A N K ip 4 tak = 2 x 60 x 75 x 100 8 x 6 x 28.Karakteristik Motor Luas permukaan piston A = π/4 D2 = π/4 x 6 Daya indikator: 2 = 28. Daya rem sering pula disebut daya poros atau daya efektif karena daya inilah yang digunakan untuk memutar beban. 23 . Torsi maks 0. DAYA REM ( BRAKE POWER ) Daya rem merupakan daya yang dihasilkan mesin yang diukur pada poros engkol.27 x 4000 x 1 = 2 x 60 x 75 x 100 = 6.

daya gesek (fp) dan efisiensi mekanis (ηm ) 24 . daya indikator dihasilkan dari proses pembakaran. daya rem (bp). 1.fp (15) Perbandingan daya rem dengan daya indicator merupakan efisiensi mekanis motor. dengan demikian efisiensi mekanis dapat dirumuskan: Daya rem Efisiensi mekanis = Daya indicator ηm = bp / ip x 100 % (16) x 100 % Hubungan daya indicator. Besar daya rem lebih kecil dari daya indikator karena sebagian daya indikator digunakan untuk mengatasi gesekan maupun beban pompa dan aksesoris. Dengan demikian daya rem adalah: Daya rem = Daya indicator – Daya gesekan bp = ip .18 Grafik hubungan putaran mesin dengan daya indicator (ip).Karakteristik Motor Daya rem dihasilkan dari daya indikator. daya rem dan daya gesek dapat digambarkan sebagai berikut: Gb.

mengganti mekanisme katup OHV menjadi DOHC. Mencari bahan piston. menggunakan alternator yang lebih efisien dan mengurangi mekanisme yang bergerak seperti membuat disain piston yang kuat dan lebih ringan.Karakteristik Motor Ahli otomotif terus-menerus berupaya untuk meningkatkan efisiensi mekanis dengan cara mengurangi daya gesek. Eddy current brake : beban poros berupa gaya magnet permanent 3. sedangkan untuk mengetahui torsi digunakan pengukur beban/ gaya dengan jarak tertentu dari sumbu poros. Friction brake : beban poros berupa tahanan gesek 25 . Terdapat beberapa tipe dinamometer. ring piston. silinder liner yang mempunyai tahanan gesek kecil dan koefisien muai kecil sehingga saat motor pada mutaran tinggi piston tidak macet. yaitu: 1. Mengurangi jumlah komponen yang bergesekan 3. Hydroulic water brake : beban poros berupa tahanan air 4. Upaya tersebut diantaranya: 1. Dinamometer chasis : mengukur daya pada roda kendaraan 2. pompa air pendingin. Informasi yang diperlukan untuk mengetahui daya rem antara lain putaran poros engkol dan torsi. Dinamometer mesin ada beberapa macam diantaranya: 1. DINAMOMETER Dinamometer berfungsi untuk mengetahui daya rem yang dihasilkan motor. 5. O. Cradled electric generator : beban poros berupa generator listrik. pompa bahan bakar. 2. kipas radiator. Memperbaiki sistem pelumas 4. Mengurangi beban aksesoris motor seperti beban pompa pelumas. Tachometer digunakan untuk mengetahui putaran motor. Mencari formula minyak pelumas yang mempunyai daya gelincir tinggi dan tahan panas. Dinamometer mesin : mengukur daya yang dihasilkan poros atau daya rem. 2.

1. maka model hydroulic water brake paling banyak digunakan.Karakteristik Motor Gb. Contoh hydraulic water dinamometer adalah sebagai berikut: Gb.20 Dinamometer model hydroulic water brake 26 .1 19 Macam dinamometer mesin Dari beberapa model dinamometer diatas.

000 N/m2 N = 2. m = beban statis ………………….076 m L = 100 mm = 0. Efisiensi mekanis Solusi: D = 76 mm = 0. …………. 4 silinder mempunyai diameter silinder 76 mm. menggunakan beban 100 N spring balance menunjukkan 98 N. Pengujian pada dinamometer dengan jarak ke beban 50 cm.Karakteristik Motor Daya rem = Torsi x kecepatan sudut = T xω (17) (18) (19) Torsi = gaya x jarak = (S + W) x R Kecepatan sudut ω = 2πN/ 60 Dengan demikian.800 rpm 27 . Tentukan: a.. Daya rem c.1 m Pm = 860 kPa = 860.. Pada putaran 2800 rpm tekanan rata-rata didalam silinder 860 kPa... watt = putaran mesin …….. panjang langkah piston 100 mm. Daya gesek d. ………… rpm = jarak sumbuh ke beban ……….. N = Pembacan pada spring balance . Daya indicator b.. besar daya rem adalah: 2πNRW+S) bp = 60 dimana : bp N R W S = daya rem ………. N watt (20) Contoh: Suatu motor bensin 4 tak.

bp = 36.4 kW d. Efisiensi mekanis Daya rem Efisiensi mekanis = Daya indicator ηm = bp / ip x 100 % = 29. Daya gesek fp = ip . Daya rem 2πNR(W+S) bp = 60 2π x 2.Karakteristik Motor K =4 R = 0.29.1 x 2800 x 4 = 2 x 60 = 36.44 .5 (100 + 98) = 60 = 29.000 x 0.04/ 36.04 = 7.44 kW b.44 x 100 % = 79.00454 x 0.04 kW c.076) 2 = 0.440 W = 36.7 % x 100 % watt 28 .040 W = 29.5 m W = 100 N S = 98 N A = π/4 D2 = π/4 (0.800 x 0.00454 m2 PmA L N K a. Daya indicator = 2 x 60 860.

21 Torsi pada poros engkol Besar torsi yang dihasilkan mesin tergantung dari besarnya tekanan rata-rata didalam silinder 29 .Karakteristik Motor P. mendorong piston sehingga terurai menjadi gaya kesamping (Fk) dan gaya diteruskan ke poros engkol (Fst). TORSI Proses pembakaran di dalam silinder menghasilkan tekanan hasil pembakaran. Torsi yang dihasilkan oleh poros engkol diteruskan melalui flywheel (roda penerus). transmisi. tekanan mendorong piston.1. Pena engkol dengan sumbu poros engkol mempunyai jarak sebesar jari-jari engkol (r). gaya dorong piston diteruskan oleh batang piston untuk memutar poros engkol. differential selanjutkan digunakan untuk memutar roda. Torsi merupakan gaya yang bekerja tegak lurus maka gaya Fst terurai menjadi gaya Fp. Gaya dari tekanan hasil pembakaran (F). Dengan demikian torsi yang dihasilkan adalah: T = Fp x R (21) F Gb. gaya dari piston menghasilkan momen atau torsi yang memutar poros engkol. propeller shaft.

1. Efisiensi volumetric dapat dirumuskan: Campuran udara dan bahan bakar Efisiensi volumetrik = Volume langkah + Volume kompresi Besarnya torsi yang dihasilkan suatu motor sangat dipengaruhi oleh efisiensi volumetrik.Karakteristik Motor Gb. 22 Karakteristik motor Besarnya tekanan rata-rata didalam silinder ditentukan pada efisiensi volumetrik. jumlah campuran bahan bakar yang masuk maksimal ke dalam silinder tergantung dari efisiensi volumetrik motornya. EFISIENSI VOLUMETRIK Efisiensi volumetrik merupakan perbandingan antara jumlah campuran udara dan bahan bakar yang masuk ke dalam silinder dibanding dengan ruang yang ada di dalam silinder. Pada tekanan rata-rata maksimal maka pemakaian bahan bakar paling minimal. x 100% 30 . Q. sehingga bila kita mengendarai kendaraan pada putaran mesin dengan tekanan rata-rata maksimal maka bahan bakar paling ekonomis. Tekanan rata-rata (bmep) maksimal dicapai pada putaran tertentu. Hal ini dapat dipahami karena torsi yang dihasilkan tergantung tekanan rata-rata di dalam silinder. tekanan rata-rata ditentukan dari jumlah campuran bahan bakar yang masuk kedalam silinder.

Perbandingan tekanan saluran buang dengan saluran masuk. Disain lubang saluran masuk dan saluran buang 6. Putaran mesin 5. ukuran. diantaranya : 1. 1. saat pembukaan katup masuk maupun katup buang. Perbandingan kompresi 4. timing valve berbeda 31 . Timing Lift. 2. Geometri.5 11 9 0 8 0 7 0 k r t m u l o V n e s i f E 6 0 0 4 0 00 6 0 00 2 0 00 Pu ra M s ta n e in Rp m Gb. karburator. penguapan bahan bakar di saluran masuk. saluran masuk (intake port).Karakteristik Motor Efisiensi volumetrik merupakan parameter efektivitas dari sistem induksi. mm 10 0 15 19 10 5 0 45 60 30 20 70 60 5 8. pembukaan katup. Efisiensi volumetrik dipengaruhi oleh beberapa faktor. Perbandingan udara dan bahan bakar. Pada motor bensin sistem induksi terdiri dari saringan udara. 23 Hubungan putaran mesin dengan efisiensi volumetrik pada tinggi angkat katup tetap. 3. tinggi angkat. intake manifold. jenis bahan bakar. Besar efisiensi volumetrik dengan pemasukan alami sebesar 80 90 %.

Tujuan offset engine untuk meningkatkan torsi mesin dan mengurangi gaya gesek piston ke dinding silinder saat langkah usaha. 32 .mm 5 8. Kesalahan pemasangan mengakibatkan gesekan ke piston ke dinding silinder menjadi sangat besar. 1. Guna menghindari kesalahan tersebut pada piston diberi tanda pemasangan. tanda in ke arah katup in. 24 Hubungan putaran mesin dengan efisiensi volumetrik pada timing valve tetap. tinggi angkat katup berbeda R. Offset piston adalah sumbu silinder dengan sumbu piston tidak segaris. OFFSET ENGINE DAN OFFSET PISTON Mesin offset engine adalah mesin yang sumbu silinder dengan sumbu poros engkol tidak segaris.5 11 19 10 45 60 k r t m u l o V n e s i f E 60 0 2000 4000 6000 Putaran Mesin Rpm Gb.Karakteristik Motor 90 80 70 Timing Lift. yaitu tanda pana menghadap ke saluran buang. Adanya offset piston dan offset engine mengharuskan pemasangan arah piston maupun arah batang piston harus tepat. Tujuan offset piston adalah bersama dengan offset engine untuk meningkatkan torsi mesin dan mengurangi gaya gesek piston ke dinding silinder saat langkah usaha. Pada batang piston berpedoman pada tulisan pada sisi batang piston.

dan gaya yang mendorong piston yang sama (F = Fo). gaya kesamping offset engine lebih kecil dibandingkan non offset engine ( F2 > Fo2). Dengan adanya offset engine maka besar gaya ke samping saat langkah usaha dengan saat kompresi hampir sama. Dampak offset engine saat langkah kompresi dapat digambarkan sebagai berikut: 33 . namun mempunyai kosekuensi kebutuhan gaya untuk langkah kompresi harus lebih besar. Gaya yang mendorong piston saat langkah usaha jauh lebih besar dibanding dengan gaya yang mendorong piston saat langkah kompresi. sehingga keausan silinder lebih merata.25 Perbandingan non effset engine dengan offset engine Dari gambar tersebut dapat kita lihat bahwa pada sudut engkol yang yang sama (β = βo ).Karakteristik Motor Dampak offset engine terhadap reduksi gaya ke samping dan optimalisasi gaya yang memutar poros engkol dapat digambarkan sebagai berikut: Gb. Gaya yang memutar poros engkol lebih besar mesin dengan offset engine dibanding dengan non offset engine (F1 < Fo1). dan gaya gesek saat kompresi juga lebih besar. Offset engine mampu mereduksi gaya kesamping dan optimalisasi gaya yang memutar poros engkol saat langkah usaha. 1. sehingga gaya kesamping saat langkah usaha lebih besar dibandingkan saat langkah kompresi.

yaitu menggeser sumbu pena piston beberapa mm. namun gaya yang menekan dinding silinder saat langkah kompresi semakin besar. sehingga terdapat offset antara 34 .26 Gaya ke samping saat langkah usaha dan kompresi Dari ilustrasi di atas.Karakteristik Motor Gb. Gb.27 Offset Piston Selain offset engine juga dilakukan offset piston. semakin besar offset. 1. 1. semakin kecil gaya yang menekan dinding silinder saat langkah usaha.

Karakteristik Motor sumbu pena piston dengan sumbu piston. 35 . Besar offset piston dan offset engine 1-2 mm. gesekan ke dinding silinder dapat dikurangi. posisi batang piston dan celah antara silinder dengan dinding silinder dapat direduksi. Dengan adanya offset piston maka kemiringan piston akibat tekanan pembakaran saat langkah usaha. sehingga piston relatif lurus dengan dinding silinder.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful