P. 1
Karakteristik TP Pembelajaran Kinerja

Karakteristik TP Pembelajaran Kinerja

|Views: 451|Likes:
Dipublikasikan oleh Nissa_Madani_3531

More info:

Published by: Nissa_Madani_3531 on Apr 26, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2014

pdf

text

original

Karakteristik Teknologi Pendidikan, Pembelajaran & Kinerja

(Beserta batasan dan singgungannya)

1. 2. 3. 4. 5.
6.

DISUSUN OLEH: KELOMPOK 1 HAIRUN NISSA – 7116110015 ARMAN ALI – 7116110005 ABSALOM S WOISIRI - 7116110012 INDRA NURMAN - 7116110018 SUGIARTO - 7116110089 KARSENO – 7116110020

PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA TEKNOLOGI PENDIDIKAN 2012

KARAKTERISTIK TEKNOLOGI PENDIDIKAN, PEMBELAJARAN & KINERJA

A. PENDAHULUAN Membahas mengenai Teknologi Pendidikan, Teknologi Pembelajaran dan Teknologi kinerja, tentunya tidak lepas dari membahas mengenai teknologi itu sendiri. Paradigma yang dikemukakan tentang Teknologi pada kajian ini tidak mengambil konsep bahwa teknologi adalah suatu mesin atau sekedar alat membantu melakukan sesuatu. Finn menyatakan “selain diartikan sebagai mesin, teknologi dapat mencakup proses, sistem, manajemen, dan mekanisme pantauan; baik manusia itu sendiri atau bukan. Secara luas teknologi merupakan cara pandang terhadap masalah berikut lingkupnya, tingkat kesukaran, studi kelayakan, serta cara mengatasi masalah secara teknis dan ekonomis”. Teknologi dapat mengkatalisasi berbagai perubahan lain dalam isi, metode, dan semua kualitas proses mengajar dan belajar, sebagian kebanyakan mencetuskan berubahnya cara dari pengajar yang mengendalikan pembelajaran dan terhadap konstruktivis, orientasi kelas inquiry. Heinich, Molenda, dan Russel, 1993 (Prawiradilangga, 2007:43) mengemukakan “teknologi merupakan penerapan pengetahuan atau cara berpikir bukan hanya produk seperti komputer, satelit, dan sebagainya”. Berdasarkan pendapat di atas konsep teknologi dapat disimpulkan merupakan suatu teknik atau proses, penerapan pengetahuan, tidak sekedar penggunaan mesin dalam rangka memecahkan masalah yang efektif dan efisien.

Selanjutnya, secara lebih mendalam makalah ini akan menyajikan mengenai karakteristik Teknologi Pendidikan, Teknologi Pembelajaran dan Teknologi Kinerja beserta batasan dan singgungannya.

1

B. PERKEMBANGAN

DAN

KARAKTERISIK

TEKNOLOGI

PENDIDIKAN

DAN

TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

Rumusan dan batasan tentang Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran telah mengalami beberapa perubahan, sejalan dengan sejarah dan perkembangan dari teknologi pendidikan itu sendiri. Pengertian teknologi pendidikan berkembang sebagai akibat dari meningkatnya tuntutan terhadap pendidikan yang ridak dapat diselesaikan dengan cara-cara konvensional, dan karena dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan peliang atau alternatif baru. Berikut ini dikemukakan beberapa definisi tentang teknologi pendidikan yang memiliki pengaruh terhadap

perkembangan batasan dan karakteristik dari teknologi pendidikan.

1. Definisi Commition on Instruction Technology (CIT) tahun 1970:

“Instructional Technology is a systematic way of designing, implementing, and evaluating the total process of learning and teaching in terms of specific objectives, based on research in human learning and communication and employing a combination of human and non human resources to bring about more effective instruction”.
Teknologi Pembelajaran merupakan suatu cara yang sistematis dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi keseluruhan proses belajar dan pembelajaran dalam bentuk tujuan pembelajaran yang khusus, berdasarkan penelitian tentang teori belajar dan komunikasi pada manusia yang menggunakan kombinasi sumbersumber belajar dari manusia maupun non-manusia untuk membuat pembelajaran lebih efektif.

Jadi, menurut konsep ini tujuan utama teknologi pembelajaran adalah membuat agar suatu pembelajaran lebih efektif. Bagaimana hal itu dilakukan? Dengan cara merancang, melaksanakan dan mengevaluasi secara sistematis berdasarkan teori komunikasi dan teori belajar, serta memanfaatkan segala sumber baik yang bersifat manusia maupun non-manusia. Dengan demikian, sejak tahun 1970an, sudah ada pandangan bahwa manusia (dalam hal ini guru) bukanlah satu-satunya sumber belajar. Dengan mencantumkan istilah tujuan pembelajaran khusus, tampaknya rumusan tersebut berusaha mengakomodir pengaruh pemikiran Skinner (tokoh psikologi behaviorisme) dalam teknologi pembelajaran.

2

2. Definisi Association for Educational Communication Technology (AECT) Tahun 1972: Pada tahun 1972, AECT berupaya merevisi definisi yang sudah ada dengan memberikan rumusan sebagai berikut: “Educational technology is a field involved in the facilitation of human learning through the systematic identification, development, organization and utilization of full range of learning resources and through the management of these processes” Teknologi pendidikan adalah satu bidang garapan dalam memfasilitasi belajar manusia melalui identifikasi, pengembangan, pengeorgnasiasian dan pemanfaatan secara sistematis seluruh sumber belajar serta dengan pengelolaan atas keseluruhan proses tersebut.

Berdasarkan pengertian ini, jelas dikatakan bahwa teknologi pendidikan adalah suatu disiplin ilmu yang memfokuskan diri dalam upaya memfasilitasi belajar pada manusia. Jadi obyek formal teknologi pendidikan menurut pengertian ini adalah bagaimana memfasilitasi belajar. Dengan cara apa? Melalui identifikasi,

pengembangan, pengeorgnasiasian dan pemanfaatan secara sistematis seluruh sumber belajar. Di samping itu, melalui pengelolaan yang baik dan tepat terhadap proses dari pengembangan, pengorgnasiasian dan pemanfaatan secara sistematis seluruh sumber belajar tersebut. Rumusan ini mengembangkan gagasan bahwa teknologi pendidikan merupakan suatu profesi. 3. Definisi AECT Tahun 1977: “Educational technology is a complex, integrated process involving people, procedures, ideas, devices and organization, for analyzing problems, and devising, implementating, evaluating, and managing solutions to those problems, involved in all aspects of human learning” Teknologi Pendidikan adalah suatu proses yang kompleks dan terintegrasi meliputi orang, prosedur, gagasan, sarana dan organisasi untuk menganalisis masalah, merancang, melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar manusia. Menurut pengertian ini bahwa obyek formal teknologi pendidikan adalah memecahkan masalah belajar manusia. Dilakukan dengan cara menganalisis

3

masalah terlebih dahulu, baru kemudian melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah tersebut. Di dalam definisi 1977, AECT berusaha

mengidentifikasi teknologi pendidikan sebagai suatu teori, bidang garapan dan profesi. Sementara di definisi sebelum tahun 1970 tidak menekankan teknologi pendidikan sebagai suatu teori.

4. Definisi AECT Tahun 1994: “Instructional technology is the theory an practice of design, development, utilization, management and evaluation of processes and resources for learning” Teknologi pembelajaran merupakan teori dan praktek dalam desain,

pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan serta evaluasi tentang proses dan sumber untuk belajar.

Meski dirumuskan dalam kalimat yang lebih sederhana, definisi ini mengandung pengertian yang mendalam. Definisi ini berupaya semakin memperkokoh teknologi pembelajaran sebagai suatu bidang garapan dan profesi yang perlu didukung oleh landasan teori dan praktek. Definisi ini juga menegaskan adanya lima domain (kawasan) teknologi pembelajaran, yaitu kawasan desain, kawasan pengembangan, kawasan pemanfaatan, kawasan pengelolaan, dan kawasan penilaian baik untuk proses maupun sumber belajar melalui kajian teori dan penelitian.

5. Definisi AECT Tahun 2004 “Educational technology is the study and ethical practice of facilitating learning and improving performance by creating, using, and managing appropriate technological processes and resources” Teknologi pendidikan adalah studi dan etika prkatik dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan cara menciptakan, menggunakan atau memanfaatkan dan mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang tepat.

Dengan demikian, tujuan utama dari teknologi pendidikan masih tetap yaitu memfasilitasi pembelajaran agar lebih efektif, efisien dan menyenangkan, serta meningkatkan kinerja. Sedangkan di definisin sebelumnya performance atau kinerja belum disinggung ke dalam rumusan teknologi pendidikan.

4

Berdasarkan perkembangan definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa: a. Teknologi pendidikan adalah suatu disiplin ilmu dan bidang garapan (field of study) b. istilah teknologi pembelajaran dipakai bergantian dengan istilah teknologi pendidikan. Contohnya pada definisi yang dikemukakan Commition on Instruction Technology (CIT) tahun 1970 menggunakan istilah “Instructional Technology” atau Teknologi Pembelajaran, sementara AECT pada Tahun 1972 dan 1977 menggunakan istilah “Educational Technology” atau Teknologi Pendidikan. Meskipun pada definisi tahun 1994, AECT kembali menggunakan istilah Instructional Technology dan kembali menggunakan istilah Educational

Technology pada rumusan terbarunya di tahun 2004. c. Meskipun perbedaan istilah ini sering diperdebatkan, namun tujuan dari teknologi pendidikan atau pun teknologi pembelajaran adalah sama, yaitu: Untuk memecahkan masalah belajar atau memfasilitasi pembelajaran, dan Untuk meningkatkan kinerja

d. Menggunakan pendekatan sistemis (holistik dan menyeluruh) e. Berdasarkan definisi 1994, kawasan teknologi pendidikan meliputi kegiatan yang berkaitan dengan analisis, desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, implementasi, evaluasi baik proses maupun sumber belajar. f. Berdasarkan definisi 2004, kawasan teknologi pendidikan meliputi cara menciptakan, menggunakan atau memanfaatkan dan mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang tepat, dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja. g. Teknologi pendidikan tidak hanya bergerak di dunia sekolah dan Perguruan Tinggi, tetapi juga dalam semua aktivitas manusia (seperti perusahaan, keluarga, organisasi masyarakat, dll) sejauh berkenaan dengan upaya memecahkan masalah belajar, memfasilitasi belajar dan peningkatan kinerja. h. Teknologi di dalam konsep teknologi pendidikan dapat disimpulkan merupakan suatu teknik atau proses, penerapan pengetahuan, tidak sekedar penggunaan mesin/alat (hardtech) tetapi juga teknologi lunak (softtech) dalam rangka memecahkan masalah yang efektif dan efisien.

5

C. PERKEMBANGAN DAN KARAKTERISTIK TEKNOLOGI KINERJA

Teknologi kinerja telah ada sejak lama, meskipun begitu baru pada abad ke-20, orang mulai mengkaji teknologi kinerja secara lebih sistematis, terorganisir dan ilmiah (Pershing, 2006). Berbagai definisi Teknologi Kinerja telah dikemukakan oleh para ahli sejak 30 tahun terakhir. Berikut adalah tabel definisi teknologi kinerja menurut para ahli (Pershing, 2006): Author(s) Gilbert (1978, p. 18) Definition Human competence is a function of worthy performance (W), which is a function of the ratio of valuable accomplishments (A) to costly behavior (B). A cornerstone of performance technology is outcome signification— discovering valid, useful performance objectives and stating them in terms that are easily understood. A field of endeavor that seeks to bring about changes to a system in such a way that the system is improved in terms of the achievements it values. Human performance technology is the process of selection, analysis design, development, implementation, and evaluation of programs to most cost-effectively influence human behavior and accomplishment. A set of methods and processes for solving problems—or realizing opportunities—related to the performance of people. It may be applied to individuals, small groups or large organizations. Systematic application of identifying that a need exists to establish, maintain, extinguish, or improve performance in an individual or organization; defining the need; identifying, implementing, and networking appropriate interventions; and validating that the results are true improvements. The application of what is known about human and organizational Key Terms  Accomplishment  Behavior  Competence  Objective  Outcome signification

Ainsworth (1979, p. 5)

Stolovitch (1982, p. 16)

 Achievements  Change  System        Accomplishment Behavior Cost effective Process Processes Realizing opportunities Solving problems

Harless (In Geis, 1986, p. 1)

NSPI, via Coscarelli (1988, p. 8)

Langdon (1991, p. 2)

    

Establish Extinguish Improve Maintain Systematic

Stolovitch and Keeps

Accomplishments

6

Author(s) (1992, p. 4; 1999, p. 5)

Definition behavior to enhance accomplishments, economically and effectively, in ways that are valued within the work setting. Thus HPT is a field of endeavor that seeks to bring about changes to a system, in such a way that the system is improved in terms of the achievement it values. Human Performance Enhancement (HPE) is the field focused on systematically and holistically improving present and future work results achieved by people in organizational settings Systems thinking applied to human resource activities. (1) Systemic, (2) systematic, (3) grounded in scientifically derived theories and the best empirical evidence available, (4) open to all means, methods, and media, and (5) focused on achievement that human performers and the system value. The systematic process of linking business goals and strategies with the workforce responsible for achieving goals. Moreover, performance technology practitioners study and design processes that bring about increased performance in the workplace using a common methodology to understand, inspire, and improve. And finally, performance technology systematically analyzes performance problems and their underlying causes and describes exemplary performance. A systematic approach to improving productivity and competence, uses a set of methods and procedures—and a strategy for solving problems—for realizing opportunities related to the performance of people. More specific, it is a process of selection, analysis, design, development, implementation, and evaluation of programs to most cost-effectively influence human behavior and accomplishment. It is a systematic combination of three fundamental processes: performance analysis,   

Key Terms Change to a system Human and organizational Behavior

Rothwell (1996, p. 29)

        

Holistically Present and future work Systematically Achievement Derived theories Grounded in science Systems thinking System value

O’Driscoll (1999, p. 97)

Van Tiem, Moseley, and Dessinger (2004, p. 2)

      

Achieving goals Analyzes Common methodology Design processes Study Success indicators Systematic process

ISPI (2005b)

      

Accomplishment Competence Cost effective Process Realizing opportunities Solving problems Systematic

7

Author(s)

Definition cause analysis, and intervention selection, and can be applied to individuals, small groups, and large organizations

Key Terms

Sedangkan Pershing sendiri (2006, p.6) di dalam buku Handbook of Human Performance Technology edisi ketiga mendefinisikan “Human performance technology is the study and ethical practice of improving productivity in organizations by designing and developing effective interventions that are results-oriented, comprehensive, and systemic”. Pershing mengartikan teknologi kinerja sebagai sebuah studi dan praktek untuk meningkatkan produktivitas di dalam organisasi yang dirancang dan

dikembangkan secara efektif dengan berorientasi pada hasil, komprehensif dan sistematis.

Berdasarkan dari definisi tersebut, maka karakteristik dari teknologi kinerja adalah sebagai berikut: 1. Teknologi kinerja adalah suatu disiplin ilmu atau bidang garapan 2. Tujuan utama dari teknologi kinerja adalah meningkatkan kinerja 3. Di dalam teknologi kinerja terdapat istilah organisasi, organisasi tersebut tidak hanya bergerak di perusahaan, tetapi juga dalam aspek aktivitas manusia yang memiliki ciri-ciri terdiri dari sekumpulan orang, dinamis di dalam sebuah sistem yang memiliki tujuan yang sama. 4. Peningkatan produktivitas dilakukan melalui sebuah intervensi yang dirancang dikembangkan secara efektif. 5. Teknologi kinerja berorientasi pada hasil, bersifat menyeluruh (komprehensif) dan sistematis.

8

D. SINGGUNGAN ANTARA TEKNOLOGI PENDIDIKAN, PEMBELAJARAN & KINERJA Singgungan antara teknologi pendidikan, pembelajaran, dan kinerja dapat kita analisis melalui karakterisitik dari teknologi pendidikan yang di dapat dari definisi Teknologi Pendidikan yang dirumuskan oleh AECT pada tahun 2004, yaitu: “Educational technology is the study and ethical practice of facilitating learning and improving performance by creating, using, and managing appropriate technological processes and resources” Teknologi pendidikan adalah studi dan etika prkatik dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan cara menciptakan, menggunakan atau memanfaatkan dan mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang tepat. Jika kita menggambarkan konsep teknologi pendidikan berdasarkan definisi tersebut, akan sangat terlihat singgungan antara teknologi pendidikan dengan teknologi kinerja. Berikut adalah gambarnya:

Hal ini berarti teknologi pendidikan merupakan sebuah studi yang sangat berkaitan erat dengan teknologi kinerja. Karena salah satu tujuan dari teknologi pendidikan adalah

9

untuk meningkatkan kinerja disamping untuk memfasilitasi pembelajaran. Peningkatan kinerja yang dilakukan dalam konsep teknologi pendidikan adalah melalui menciptakan, menggunakan atau memanfaatkan dan mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang tepat. Teknologi kinerja berfokus pada pada bagaimana cara meningkatkan kinerja? Oleh karena itu Teknologi kinerja menuntut studi yang sistematis dan objektif dari masalahmasalah kinerja. Teknologi Kinerja bersifat sistemik, sistematis, berdasarkan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang telah teruji, dapat menggunakan berbagai cara, metode dan media serta fokus pada hasil kinerja seseorang dan sistem nilai. Piskurich membandingkan keberadaan teknologi pendidikan dan teknologi kinerja, dalam hal ini teknologi pendidikan menekankan pada peningkatan kemampuan dan keahlian sedangkan teknologi kinerja lebih menekankan pada pencapaian keberhasilan bekerja dan organisasi. Pada dasarnya setiap kinerja tidak dapat berdiri sendiri, setiap kinerja merupakan kombinasi dari beberapa macam kinerja (sistem kinerja) terkait dengan teknologi kinerja. Kinerja sebagai suatu ilmu pengetahuan yang umum dan aktifitas (psikologi tingkah laku) sangat erat kaitan nya dengan bidang-bidang lain seperti: informasi dan sistem umpan balik, pengembangan organisasi, manajeman sumber daya manusia, sitem informasi dan lainnya. Teknologi kinerja sebagai suatu intervensi instruksional (pembelajaran), dalam hal ini adalah suatu respon untuk mengidentifikasi masalah-masalah kinerja serta kesempatan untuk meningkatkan kinerja tersebut. Para praktisi mengemukakan dua kategori intervensi yakni intervensi instruksional dan intervensi non instruksional. Intervensiintervensi yang diberikan tersebut diharapkan mampu membantu seseorang guna mencapai level tertinggi kinerjanya. Intervensi-intervensi yang diberikan dapat berupa training peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan, peningkatan motivasi, pengaturan ulang/mengubah lingkungan kerja, dll. Semuanya di desain guna membantu memecahkan masalah-masalah kinerja sehingga seseorang dapat meningkatkan kinerjanya. Seringkali intervensi dianggap sebagai suatu „solusi‟, walaupun sulit menentukan apakah masalalah-masalah kinerja tersebut „terselesaikan‟ sebelum intervensi dikembangkan. Romizowski menggambarkan keterkaitan ilmu perilaku, teknologi pendidikan, teknologi kinerja, dan PSDM dalam suatu skema keilmuan. Ia mengungkapkan, bahwa pada dasarnya ke-empat bidang tersebut memiliki persamaan yakni sebagai suatu proses

10

„proses belajar‟ hanya saja teknologi kinerja lebih menekankan pada proses belajar guna meningkatkan kinerja sehingga mencapai keberhasilan bekerja.

E. PENUTUP Antara teknologi pendidikan, teknologi pembelajaran dan teknologi kinerja memiliki keterkaitan yang sangat erat. Teknologi pendidikan berfokus pada cara untuk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja. Teknologi pendidikan

menekankan pada peningkatan kemampuan dan keahlian sedangkan teknologi kinerja lebih menekankan pada pencapaian keberhasilan bekerja dan organisasi. Teknologi pendidikan, pembelajaran dan kinerja merupakan disiplin ilmu yang terdiri dari berbagai landasan ilmu lainnya yang saling mempengaruhi diantaranya: a) landasan teori belajar dan pembelajaran; b) landasan teori komunikasi; c) landasan teori teknologi informasi; dan d) landasan teori ekonomi.

Romizowski menggambarkan keterkaitan ilmu perilaku, teknologi pendidikan, teknologi kinerja, dan PSDM dalam suatu skema keilmuan. Ia mengungkapkan, bahwa pada dasarnya ke-empat bidang tersebut memiliki persamaan yakni sebagai suatu proses „proses belajar‟ hanya saja teknologi kinerja lebih menekankan pada proses belajar guna meningkatkan kinerja sehingga mencapai keberhasilan bekerja.

11

DAFTAR PUSTAKA

Anglin, Gary J,1995. Instructional Technology 2nd Edition, Englewood. Colo: Libraries Unlimited.

Januszewski, Molenda, 2008. Educational Technology (a definition with commentary), New York: Lawrence Erlbaum Associates

Miarso, Yusufhadi, 2004. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, Jakarta: Prenada Media

Pershing, James A, 2006. Handbook of Human Performance Technology Third Edition, San Francisco: Pfeiffer.

Warsita, Bambang, 2008. Teknologi Pembelajaran, Landasan & Aplikasinya, Jakarta: Rineka Cipta.

12

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->